<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; Daun Muda</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/category/daun-muda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 09:03:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Binalnya Novia</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/binalnya-novia/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/binalnya-novia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 09:03:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[novia]]></category>
		<category><![CDATA[orgy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3320</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, nama saya novia saat ini umur saya 23 tahun saya tinggal di kota bandung, saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman hidup saya. Kejadian ini saya alami pada saat umur saya baru menginjak 20 tahun berarti 2 tahun yang lalu. Ketika itu saya kuliah di salah satu perguruan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, nama saya novia saat ini umur saya 23 tahun saya tinggal di kota bandung, saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman hidup saya. Kejadian ini saya alami pada saat umur saya baru menginjak 20 tahun berarti 2 tahun yang lalu. Ketika itu saya kuliah di salah satu perguruan tinggi di bandung mengambil diploma III, yang kebetulan letak kampusnya tidak terlalu jauh dari rumah saya sehingga saya bias pergi ke kampus dengan berjalan kaki tapi kadang di antar oleh pacar saya. Singkat cerita pada suatu hari telah di lakukan UAS namun setelah nilai uas tersebut keluar saya di nyatakan tidak lulus setelah melakukan konformasi kepada dosen yang bersangkutan sebut saja dosen itu pa rudi umurnya kira-kira 50an dia dosen yang dikenal cukup killer namun setelah saya bertemu dengan beliau,dia sangat baik beliau bersedia memberikan ujian perbaikan kepada saya namun tidak dilakukan dikampus dia mengajak bertemu di salah satu motel yang terletak did ago saya pada saat itu berfikiran positif dan menyetujui permintaan pa rudi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat cerita tiba lah pada hari H dimana saya harus dating ke motel tersebut untuk melakukan ujian perbaikan tentu saja saat itu saya tidak sendirian saya di antar oleh pacar saya ketika sampai di motel saya menghubungi pa rudi dan ternyata pa rudi sudah berada di salah satu kamar motel tersebut dan menyuruh saya untuk masuk saat itu saya menyruh pacar saya menunggu di lobi motel. Sampailah saya di depan kamar motel yang di sewa Pa Rudi kamar nya yang cukup jauh dari lobi motel tersebut. Ketika pintu tersebut saya ketuk tidak begitu lama Pa Rudi membukakan pintu tersebut dan dia pun tidak berkata apa-apa hanya memandangi saya dari bawah hingga atas memeng pada saat itu saya menggunakan celana jeans ketat di padu dengan blues ktat dan tipis warna kuning dengan 2 kancing di atas nya sengaja tidak saya kancingkan karenang terlalu ketat dengan tonjolan dada saya yang lumayan besar 36B Pa Rudi pun tidak melepaskan pandangannya dari arah dada saya yang pada saat itu dengan jelas memperlihatkan belahan dada saya yang sangat menggoda.</p>
<p style="text-align: justify;">“eh via..sama siapa?”Tanya pa rudi sambil pandangan nya tetap didada ku “emh..sama temen pa”jawab ku sambil tersenyum “ lah..temen nya mana??”Tanya pa rudi heran “nunggu di lobi pa..”jawabku sambli menunjuk kearah lobi “oo temen nya atau pacarnya “kata pa rudi sambil merangkul ku masuk kedalam kamar aku hanya tersenyum malu. Di dalam kamar kita ngobrol-ngobrol masalah ujian memang nilaiku pada saat itu benar-benar tidak bisa dibantu namun pa rudi akan mengusahakan membantu nilai saya,saya sangat senang mendengar ucapan pa rudi namun ketika saya bertanya mana soal untuk ujian perbaikannya pa rudi menjawab tidak ada dia hanya ingin mengobrol 4 mata denganku saja jawabnya singkat dia berkata bahwa dia benar-benar kagum pada diriku. “vie bapa minta foto kamu boleh y..”pinta pa rudi sambil mengambil kamera digital pocket dari tas kerjanya “iihh bapa buat apa malu ahh..”jawab ku sambil tersenyum manja “ya udah kalo ga mau ga apa-apa tapi bapa ga akan Bantu nilai kamu loh..”jawab pa rudi dengan nada mengancam “iih bapa ko gitu..emangnya mau foto yang kaya gimana?”tanyaku</p>
<p style="text-align: justify;">“ya foto aj yang sexy-sexy gitu..”kata pa rudi sambil mengarahkan kameranya kepada ku “emmh..tapi janji ya pa nanti bantuin nilai aku terus fotonya jangan di sebar-sebarin..”kata ku menegaskan “ok..ok santai aja vie ni Cuma buat koleksi pribadi aja ko..”jawabnya dengan senyum bahagia Saya pun di foto dengan beberapa pose yang cukup sensual di dalam kamar motel tersebut pa rudi pun mulai berani mengarahkan gaya ku dengan sambil menyentuh bagian sensitive tubuh ku aku termakan bujuk rayu pa rudi sampai pada akhirnya aku difoto dengan gaya tooless dan pada saat itupun aku sadar kalau aku sudah hamper 1 jam berda di dalam kamar tersebut aku takut pacar ku curiga dan akupun meminta ijin untuk pulang namun pa rudi tidak mengijinkan dia malah memintaku membuka celana jeans ku memang pada saat topless celana jeans ku belum aku buka aku berusaha menolak dengan halus namun ancapan serupa kelur dari mulut pa rudi dan dia pun pergi keluar kamar menghampiri pacarku agar pacarku tidak curiga dan pa rudi berkata pada pacarku kalau ujian ku belum beres karena soal yang di berikan cukup banyak.<br />
<span id="more-3320"></span><br />
Ketika pa rudi kembali ke kamar dia berkata semuanya sudah beres ga perlu kwatir.ayo sekarang buka aj. “memangnya mau ngapain pa??”tanyaku “masa kamu ga ngerti sih”kata pa rudi sambil memeluk ku Akhirnya aku pasrah membiarkan pa rudi meraba seluruh tubuhku lama kelamaan aku pun terbawa suasana dan mulai menikmati permainan pa rudi memang pada saat itu aku memang sudah tidak perawan lagi sekitar 20menit pa rudi menyetubuhiku hingga akhirnya beliau mencapai orgasme dan langsung menyemburkan spermanya didadakusetelah itu aku pun langsung bergegas membersihkan sperma yang membasahi payudaraku dan bergegas berpakain dan meninggalkan kamar tersebut saat berpamitan pa rudi mencium mesra bibir mungilku sambil meremas pantat ku. Di perjalanan pulang pacarku bertanya masalah ujian perbaikan tadi dengan sedikit gugup aku mengarang cerita agar pacarku tidak curiga. Beberapa hari berlalu dari kejadian itu dan akupun dinyatakan lulus namun dibalik itu semua aku berpikiran kalau semuanya dapat berjalan mudah bila ada sesuatu yang dikorbankan terkang juga aku berfikir akan kejadian di motel tersebut ternyata cukup menantang bagiku tapi juga mengasikan dari situ lah aku mulai melakukan hal-hal cukup extrim dan bila di lakukan oleh seorang wanita maka biasanya wanita itu di bilang bispak atau binal namun aku menyingkirkan semua pikiran itu ini adalah hidupku ini adalah kesenangan ku aku ga peduli apa kata orang yang penting aku senang pikir ku pada saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pun mulai merubah penampilan ku memang sat itu aku suka memakai pakaian sexy namun saat ini aku merubah penampilanku menjadi lebih sexy lagi,pada akhirnya pacarku menyadari keanehan pada diriku kami pun sering cekcok yang sampai pada akhirnya aku memutuskan pacarku dan aku pun menjadi sangat bebas melakukan hal-hal yang aku inginkan. Setiap kali aku keluar rumah selalu di barengi dengan baju ketat dengan lingkar leher yang rendah sehingga mempertontonkan belhan dada ku yang membuat mata lelaki terbelalak melihatnya dengan celana yang ketat atau rok ketat yang sengat pendek,aku mulai terbiasa dengan kebiasaan ku ini setiap godaan dari para laki-laki yang ku jumpai di jalanan aku menanggapinya dengan senyum manis. Sampai pada suatu minggu pagi aku terbiasa menemani ibu ku melakukan senam pagi bersama ibu-ibu komplek saat itu aku hanya menggunakan kaos upih tipis dank tat dengan lingkar leher yang cukup rendah sehingga belahan dada ku terlihat cukup jelas di padu dengan celana strit hitam pendek yang csuper ketat sehingga mempertontokan setiap lekuk tubuhku dari mulai pantat sampai memek ku.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah selesai senam aku memutuskan untuk pulang duluan karena aku merasa lelah dan ingin beristirahat ketika berjalan sendirian aku sengaja mengambil jalan memutar ke belakang komplek karena biasanya di belakang komplek ku suka banyak laki-laki yang nongkrong karena di situ terdapat sebuah rumah kos-kosan namun saying pada saat itu jalanan sangat sepi tidak ada orang yang terlihat hanya sekeder melintas tukang roti atau tukang sayur saja. Tiba-tiba aku di kagetkan dengan suara motor yang berisik dating dari arahku dan langsung dengan sigap si pengendara motor menepuk pantatku sambil melaju menuju gang yang tembus tepat di sebelah rumahku.spontan aku kanget mengalami kejadian itu sambil terus berjalan aku berfikir ternyata tubuh ku begitu menggoda bagi setiap kamum laki-laki yang melihatku. Ketika aku mulai memasuki gang yang menuju samping rumahku aku melihat sosok pria sedang berjalan menuju ke arahku dalam pikir ku mingkin dia akan melakukan hal yang sama dengan pria yang tadi memakai motor karena gang itu cukup smpit dan sepi, ketika kita berpapasan tiba-tiba pria itu tersenyum menyapaku</p>
<p style="text-align: justify;">“haii..via..dari mana??”sapa pria itu “eehh..emmhh..heii..baru pulang senam..”jawab ku kaget sambil ku perhatikan dia ternyata dia adalah orang yang memakai motor tadi aku hafal betul jaket dan topi yang dia pakai terlebih kejadian itu hanya selang beberapa menit saja dari sekarang saat aku berbincang dengan pria itu. “sendirian aja..mau di anter pulang ga??oo ya aku andri..”kata pria itu sambil mengulurkan tangannya kepada ku mengajak bersalaman namun mata pria itu seolang sedang menscan tubuhku dia memandangi tubukku dari atas sampai kebawah. “oo..y..makasih udah deket ko ga perlu di anter,,tadi sih bareng sama mamah Cuma mamah masih ngobrol ma ibu-ibu lama”jawabku sambil meraih tangannya seraya berjabat tangan ku perhatikan wajahnya lumayan sih ga jelek-jelek amat tapi bila di bandingkan dengan mantanku ya jelas cakep mantanku dong ku taksir umurnya kira-kira 24 tahun. “emh..ko kamu tau nama aku sih??tanyaku sedikit heran “ya siapa sih yang gat au kamu..semua cowo di sini pada tau kamu lagi malah pada pengen kenal Cuma kamunya aja yang yang gat au”jawab andri sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup lama kita mengobrol di gang tersebut akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan andri pun meminta nomor telpon ku. Ke esokan harinya andri menelpon ku dan kita janjian untuk bertemu andri menjemput ke kampusku dan ketika dia menjemput dia menggunakan jaket yang seperti kemarin dan di balik jaketnya terlihat seperti seragam pegawai pombensin dan dia menggunakan motor yang sama persis seperti motor yang digunakan oleh pria yang kemrin menepuk pantatku di jalan, ternyata memang benar dugaanku tapi aku tidak ambil pusing mungkin dia dari sebagian pria yang mengagumi tubuhku dan dia terlalu nekad. Saat itu aku menggunakan celana legging(strit)panjang berwarna putih di padu dengan kaos ketat model V neck yang cukup rendah aku sengaja menggunakan pakaian seperti itu agar terlihat lebih sexy. Langsung saja aku naik ke motor andri tanpa bertanya kita mau kemana. Ternyata andi mengajakku ke kosannya aku baru tau ternyata andri ngekos tepat di blakang komplek rumahku memang di situ ada kos2an cowo yang terbilang bebas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika sampai dikosan tangan andri melingkar di pinggang ku sambil mengajakku masuk menyusuri koridor kosan tiba-tiba dari slahsatu kamar keluar laki-laki denagn handuk di pundaknya dan berkata “dri boneka baru..minjem dong,,”kata pria itu sambil tertawa..”ntar baru beli neh..”jawab andri sambil tertawa dan melepaskan tangannya dari pinggang ku namun berhenti tangannya di atas bongkahan pantatku yang sintal,lalu andri membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan aku masuk. Didalam kamarnya kita ngobrol-ngobrol dan bercanda sesekali andri menyentuh pahaku yang terbungkus ketatnya legging ku kuperhatikan dia saat ngobrol matanya selalu tertuju pada belahan dadaku dan memek ku. Karena ke asikan bercanda dan ngobrol aku jadi tidak terlalu memperhatikan diriku tanpa kusadari ternyata belahan dadaku memang terlihat cukup jelas dan menantang lama-kelamaan obrolan kita menuju kea rah yang berbau sex entah mengapa aku jadi tidak malu-malu lagi kita saling berbagi pengalaman maslah sex dan aku pun menceritakan pengalaman ku bersama pa rudi dosen ku kepada andri.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia pun sangat antusias menanggapi ceritaku sampai pada akhirnya ku tanyakan kepada andri masalah minggu kemarin ketika dia memegang pantatku. “dri..jujur y sebernya waktu pertama kali kita ketemu di gang sebelumnya kamu lewat dulu kan pake motor”tanyaku kepada andri ku lihat wajah andri yang kaget dan malu “emmhh..enngg,,kenapa gitu??”Tanya andri dengan gugup “ya..ga apa-apa sih Cuma aku pengen tau aja ke jujuran kamu..kamu yang pegang pantat aku kan?”tanyaku kembali mendesak. “emh..sory y..sebelumnya ga sopanaku nepuk pantat kamu di jalan”jawab andri sambil wajahnya memerah “ its ok lagi..nyantei aja..”jawabku sambil tersenyum dan merangkul andri yang duduk di sebelahku “ya abisnya semua anak-anak kos di sini sering ngomongin kamu sering ngomongin sexy nya kamu dan aku pun jadi penasaran apa lagi kamu kalo keluar rumah slalu pake yang sexy-sexy terus”jawab andri sambil tersenyum “trus knp sekarang kamu ga berani megang aku??”tanyaku penasaran “eit siapa bilang ga berani!!”jawab andri dengan tegas.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba andri tangan andri mendarat lagi di pahaku aku hanya terdiam melihat tangan andri yang sedikit meremas pahaku dan perlahan naik terus sampai selangkanganku entah setan apa yang merasuki pikiran ku karena aku hanya terdiam saja melihat andri dengan semangat meraba-raba pahaku dan tiba-tiba andri berkata “via tau g aku penasaran banget ma itu dari tadi Cuma keliatan sedikit”kata andri sambil matanya mengisyaratkan ingin melihat bongkahan dadaku yang montok aku jawab dengan senyuman dan tanpa komando andri langsung menarik lingkar leher kaos ketatku hingga hamper seluruh dada yang masih terbungkus bh ukurn 36B terlihat “via buka aja ya tanggung”kata andri dengan sedikit memohon Aku pun langsung beranjak dari duduk ku dan membuka kaosku sambil membelakangi andri dan saat ku lihat ternyata andri sedang mengocok kontolnya yang lumayan besar sambil tersenyum menatapku “udah di buka neh mau ngapain lagi?”tanyaku sambil berdiri mengahadp andri sengaja ku pertontonkan body ku yang masih terbungkus bh dan ketatnya celana legging ku</p>
<p style="text-align: justify;">“masa gat au sih..ga liat neh ade ku udh bangun gini”jawab andri sambil berdiri dan menghampiriku dia langsung memelukku dan kontolnya yang tegang menempel pada legukan memekku yang masih terbungkus legging lalu dkami berciuman dengan mesra sambil tangan andri meremas-remas dada dan pantatku aku pun takkalah ketinggalan kuraih kontolnya dank u kocok-kocok hingga keluar cairan bening dari kontolnya. Tanpa di suruh andri melepaskan bhku dan mengisap dada ku dengan ganas seolah dia bayi besar yang sedang menyusu pada ibunya dan tiba-tiba dia menyuruhku berlutut dihadannya ku piker dia akan menyruku mengisap kontolnya yang besar namun dia menyruhku menjepit kontolnya dengan dadaku sekitar lima menit ku kocok kontolnya dengan dadaku dan andri pun meminta aku membukaka legging ku. Kebetulan sekali setiap aku memakai legging selalu memakai g-string agar pantat ku terlihat sexy “woow via kamu bener-bener sexy banget aku pengen nyoba nusuk boleh”Tanya andri kepadaku sambil tanyanny mengusap-ngusap memekku yang masih terbungkus g-string namun terselip bulu-bulu halus yang tidak tertutupi legging aku hanya tersenym dan langsung andri menarik leggingku.</p>
<p style="text-align: justify;">“via kayanya enak nih..”kata andri sambil tanyannya terus memainkan klitorisku sampai memek ku melelhkan cairan “via mga tahan neh masukin y..”kata andri aku hanya mengangguk karena sudah keenakan,,blleessbless..tiba-tiba kontol andri yang besar terbenam di dalam memekku “oh my god…aagghhhhhh..andrii..”terikku saat memek ku di terjang rudal andri..kulihat andri hanya tersenyum bahagia dan terus menggenjot memeku Cukup lama andri menggenjotku dan tiba-tiba andri menghentikan genjotannya dan meminta ganti posisi aku berpindah menjadi di atas namun kali ini kita melakukannya sambil duduk di kursi computer dan aku dipangkuan andri “eemmh..via enak banget..emmh..”kata andri sambil dia terus mengisap dada ku “agghh..aghh..emmh…ndri aku mau keluar nih..”aku merasakan akan orgasme dan aku pun meneruskan goyangan ku di pangkuan andri dan nampaknya ndripun ingin orgasme dan dia langsung mencabut kontolnya dan memuntahkan spermanya yang hangat di perutku “aggghhhh..uuhhhh….”erang andri sambil dia mencium bibirku.. “dri..enak banget”kataku sambilmemeluk andri</p>
<p style="text-align: justify;">“ya via enak banget memek kamu udah deh kebayar penbasaranku selama ini,,ku kira kamu orangnya jaim gitu ternyata nyenengin padahlkan kita baru kenal kemarin”kata andri sambil tangann ya tidak henti meras-remas pantatku Aku pun jadi sedikit malu ketika mendengar perkataan andri seperti itu “dri jangan anggap aku cewe murhan ya gara-gara kejadian ini..ni semua Cuma kebawa suasana aja..”kata ku sambil beranjak dari pangkuan andri “ya lah santei aja lagi..tapi kapan-kapan kalo aku mau gimana vi..”kata andri sambil tersenyum nakal. “ya gampang lah bisa di atur”jawab ku santai “terus kalo temen-temen aku penasaran juga ma kamu gimana?”Tanya andri penasaran aku hanya menjawab dengan senyuman sambil membersihkan sperma yang menempel di perutku dan saat ku melihat kearah pintu ooh my god ternyata saking asiknya ML dengan andri sampai lupa merapatkan pintu kamar kosnya dan ku lihat ada orang yang sedang berlalu lalang di luar sesekali orang itu melihat ke arah kamar dan pada saat itu aku masi telanjang bulat di dalam kamar sungguh malu sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pun bergegas berpakaian dan tidak lama aku berpamitan pulang saat aku keluar kamar kos ku lihat banyak laki-laki diluar dan memandangiku danmenggodaku namun aku cuek saja dan pergi meninggalkan kosan. Sesampainya dirumah aku langsung mandi membersihkan badanku yang lengket terkena sperma sambil membayangkan kejadian tadi sungguh nekad nya diriku baru kenal satuhari langsung mau di ajak ngentot tak terbayangkan jika aku di entot oleh teman-teman kosnya andri yang pada saat itu sedang ngumpul-ngumpul di depan kosan namun di balik itu aku jadi penasaran apa jadinya jika aku di entot secara bergilir oleh para laki-laki. Setelah selesai mandi aku berganti pakaian dengan celana short yang begitu ketat pendek yang hanya sampai sebatas lekukan pantat dan di padu dengan tangtop putih tipis dan ketat sehingga tercetak celas membayang garis Bh ku yang berwarna merah sekedar untuk menikmati angina sore aku duduk di teras rumah sendirian sambil melihat orang-orang yang lewat sesekali bila laki-laki yang lewat tak telapas pandangan mereka ke arahku.</p>
<p style="text-align: justify;">tiba-tiba Hp ku berbunyi dan ku lihat ternyata andri menelepon ku dia menyuruhku kembali dating ke kosannya karena ada temannya yang sedang ultah dan mengadakan acra di kosannya aku pikr itu Cuma akal-akalan mereka saja agar agu mau dating lagi kekosan tapi dari pada bete di rumah lebih baik aku datang saja lalu aku berpamitan pada mamah ku karena dengan alas an akan kerumah temanku yang terletak di belakang komplek rumahku tapi memang benar aku mempunyai teman sewaktu SMA yang rumahnya terletak di belakang komplekku lalu aku meraih cardigan tipisku untuk menutupi tangtop tipisku agar mamah tidak curiga aku kelur menggunakan pakaian yang amat sexy. Ketika sampai di kosan tepatnya di kamar andri kulihat banyak sekali laki-laki disana dan ku perhatikan ternyata mereka adalah laki-laki yang tadi siang ngumpul-ngumpul di depan kosan dan menggodaku,aku langsung masuk kamar andri dan menyapa andri “ada apa ndri?”tanyaku sambil melangkah masuk ku perhatikan para laki-laki itu yang sedang duduk-duduk di karpet menatapku seolah tak berkedip saat ku lihat di cermin besar yang menempel di lemari andri ternyata saking ketatnya shortku sampai-sampai belahan memekku membentuk mirip dengan kap bagasi mobil VW kodok.</p>
<p style="text-align: justify;">“eh.via sini-sini…kenalin neh temen-temen kos ku”kata andri sambil menghampiriku ku lihat di situ ada 3 laki-laki yang sedang asik menatap ke indahahn tubuhku “hai..novia..”kataku sambil membungkuk kearah para laki-laki itu sambil mengajaknya bersalaman secara tidak langsung aku memperlihatkan belahan dadaku kepada mereka bertiga karena posisi mereka di bawah dan aku berdiri sambil membungkuk kea rah mereka. Edo,hendri dan yudi adalah nama ketiga laki-laki itu. “duduk sana”kata andri sambil menepuk pantatku akupun hanya tersenyum dan langsung melangkah duduk di atas kasur dan membuka kardiganku kita saling bercanda dan bercerita setelah sekitar pukul 7 acara dimulai edo yang ku perkirakan paling tua di situ karena wajahnya garang dan tua pada saat itu memngeluarkan 2 botol minuman dari keresek hitam yang di letakan di kolong meja computer. “via suka minum ga?”Tanya edo sambil tersenyum kepadaku..aku hanya tersenyum saja tidak menjawab “sini dong duduk di sini jangan jauh-jauh”kata yudi sambil mempersilahkan aku duduk di asebelahnya di antara yudi dan edo.</p>
<p style="text-align: justify;">akupun tidak menjawab hanya tersenyum dan menghampiri mereka sambil merangkak dari kasur ke karpet lagi-lagi andri menepuk pantatku yang sintal dan berkata “ni celana atau CD ketat ma pendek baget ampe pantatnya kliatan tuh diki “kata andri sambil tertawa di barengi dengan tawa ketiga temannya “ni namanya short..biarin keliatan juga emang kalian pada sukakan ngeliatnya “jawabku dengan sedikit nakal “ni vi buka minumannya”kata edo sambil menyodorkan sebotol Bacardi dan gelas kecil kepadaku lalu ku buka dan menuangkan minuman ke gelas Satu botol pertama habil obrolan mulai ngelantur ku lihat andri sudah tidak karuan aku hanya minum sedikit karena aku sudah antisipasi kalau aku minum banyak dan mabuk aku takut mereka ngentotin aku dan tidak safty botol kedua ku buka dan yudi mulai melakukan hal aneh tangannya mulai meraba pahaku dan sesekali jarinya melintas di atas gundukan memek ku yang pada saat itu aku duduk sila di sebelahnya dan tak lama edu pun tangannya mulai aktif dia merangkul pinggangku dan sesekali tangannya memlilit badanku hingga menyentuh dadaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan tiba-tiba andri yang duduknya di depankumenarikku untuk berdiri dan ketiku aku berdiri andri langsung melumat bibirku dan kurasakan pantat dan memek juga pahaku sedang diraba-rabaketika ku lepaskan sejenak ciuman andri kulihat edo dan yudi sedang asik meraba-raba pantat dan memekkudan ku lihat hendri yang sedang sibuk dengan HPnya rupanya dia sedang merekam adekan ku dengan 3 temannya oh my god ternyata perkataan andri tadi siang tidak main-main ternyata teman-temannya memang penasaran kepadaku ternyata semua ini sudah direncanakan kataku dalam hati dan tiba-tiba edo menarik short ku “stop mau ngapain sih kalian”kata ku sambil sedikit membentak semuanya kaget dan menatapku “loh ko marah tadi siangkan aku dah bilang temen-temen aku mau sama kamu”kata andri sambil berbisik di telingaku dan terus memelukku “ya tapikan ga usah pake di rekam gitu ndri aku malu”jawabku sambil memeluk andri “buat kenang-kenangan aja ko ga bakal di sebar-sebarin”kata andri meyakinkan aku sejenak aku terdiam di pelukan andri tapi gada salahnya juga dulu juga aku pernah di foto-foto hamper setengah telanjang oleh dosen ku aku pun tidak tau apakah foto itu untuk koleksi dosenku atau mah di pamerkan kepada teman-temanya begitupun saat ini ga ada salahnya juga lagi di entot di rekam pikirku</p>
<p style="text-align: justify;">“ko pada diem ga akan di terusin neh”kataku menantang kepada mereka sambil membalikan badanku sehingga aku membelakangi andri dan saat itu memekku tepat berada di depan wajah edo yang saat itu short ku sudah turun sedikit wajah mereka langsung tersenyum kegirangan terutama edo dia langsung membuka shortu dan menciumi memekku yang masih terbungkus g-string andripun mulai menciumi leherku dari belakang dan mengangkat tangtopku hingga dada ku yang sintal dan masih terbungkus BH terlihat jelas yudi dengan sigap langsung mengisap dada ku hendri pun dengan asiknya merekam adeganku sambil mengocok kontolnya “ga tahan ni vi masukin y..nyantei aja pake kondomko”kata edo sam bil dia langsung memasang kondom pada kontolnya Aku hanya tersenyum dan sambil membuka g-stringku “udah buka aja semuanya biar mantap”kata hendri yang sedang asik merekam bagian memekku lalu aku pun langsung membuka tangtop dan BH ku dan tiduran di atas karpet tanpa di suruh edo langsung mengangkat kakiku ke pundaknya dan menusukkan kontolnya yang coklat dan besar ke memek ku..</p>
<p style="text-align: justify;">“aahhh..aahhhh….pelan-pelan do..gede amat punya kamu..”kata ku sambil sedikit mendesah karena tusukan kontol edo “tapi enakkan”kata edo sambil terus menggenjotku “baaaangggeettt..”kata ku ke enakan Tiba-tiba yudi menyodorkan kontolnya ke wajahku rupanya dia ingin aku mengisap kontolnya dan tanganku tidak tinggal diam dengan sigap aku menarik patang kontol yudi dan memasukannya kedalam mulutku dan tanganku yang satu lagi memegang andri yang sudah mulai basah dengan cairan kental yang keluar dari kontolnya 15 menit secara bergantian aku hisap kontol yudi dan andri tiba-tiba edo mengejang rupanya dia akan orgasme begitupun dengan aku orgasme bersamaan dengan edo aku tak kwatir edo memuntahkan spermanya di memekku karena dia memakai kondom aku mulai lemas dengan kontol andri yang masih menancap di mulutku tiba-tiba blleess..blleess…memekku kembali di sodok oleh kontol yudi kali ini yudi mengangkay aku agar aku duduk di pangkuannya dan andri berdiri di sampingku karena kontolnya sedang aku hisap hendri tetap semangat merekam adegan ku dengan 2 laki-laki.</p>
<p style="text-align: justify;">sesekali hendri meremah dan mengisap dadaku sambil terus merkam dengan hptidak sampai 10 menit yudi kembali orgasme dan melepaskan kontolnya dari memekku kini tinggal 2 laki-laki lagi yang akan menikmati memekku dalam hati ku berkata hendri tiba-tiba memberikan Hpnya kepada yudi untuk merakam adegan itu dan karena edo sudah terkulai lemas di tempat tidur mungkin karena dia terlalu banyak minum hendri duduk di kursi computer dengan kontolnya yang tegak berdiri lalu aku membungkuk mengisap kontol hendri sambil dari belakang terasa memekku di tusuk oleh kontol andri. “oohh my god..udah di tusuk 2 kontol tetep legit ni memek “ kata andri sambil menepuk-nepuk pantatku dan terus menggenjot aku tak bisa berkata apa-apa karena mulutku di sumpal oleh kontol panjang hendri tiba-tiba badan ku mengejang aku orgasme untuk yang kedua kalinya di barengi dengan semburan sperma di mulutku dari kontol hendri “oh my god sungguh nikmat sekali ketika orgasme secara bersamaan mendapatkan sperma hangat yang keluar di mulutku aku pun tidak menyia-nyiakan hal inii aku langsung hisap dan telan habis sperma hendri.</p>
<p style="text-align: justify;">perlahan kontol hendri mulai mengecil dan terlpas dari mulutku namun andri tetap semangat menggenjot memekku Pllok..plloook..plookk…bunyi paha andri yang beradu dengan sintalnya pantatku dan tiba tiba aaggghhh..andri mengerang dan melpaskan kontolnya dan memuntahkan spermanya di punggungku rupanya andri tidak memakai kondom namun dia tetap safty tidak membuang sperma di dalam memek ku andri pun terkulai lemas dan terbaring di karpet. “waaw..matap nih pasti filmnya kalo di tonton”kata yudi sambil mematikan rekaman dari hp hendri “coba liat dong sini”kataku sambil sedikit lemas dan menghampiri yudi Aku pun menyaksikan rekaman itu sambil berdiri di samping yudi dan yudi kembali beraksi dia melahap dadaku dengan buasnya oh my god di rekaman itu aku nampak binal sekali mirip bintang porno dari asia ku perhatikan setiap adegan dengan buasnya setiap laki-laki menggagahi diriku “dri tong lapin dong”aku menyuruh hendri mengelap sperma andri yang masih menempel di punggungku dan mulai meleleh ke pantatku Hendri pun mengelap dan sambil meremas-remas pantatku dan ketika ku lihat jam ternyata suah hamper jam 11 malam lalu aku bergegas berpakaina namun yudi dan hendri melarangku perpakaian dan melarang ku untuk pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">ku lihat andri dan edo sudah terlelap karena mabuk dan lelah menggenjotku Aku memohon kepada dua orang itu agar aku di antar pulang karena jalanan komplek sudah sepi terutama di gang sebalah rumahku yang gelap dan cukup panjang aku takut akhirnya hendri bersedia mengantarku dengan syarat aku hanya di perbolehkan mengenakan short saja itu pun tanpa g-string “berarti aku telanjang dada dong”kata ku dengan heran “ya cuek aja udah malem ni ko gda yang liat lagian kan dada kamu bagus”kata hendri sambil tertawa “gimana kalo aku Cuma pake tengtop aja ga pake bh”kataku memberikan penawaran “ya udah kalo pake tengtop mending tidur di sini aja”kata hendri sambil mengenakan celana boxer nya “ok deh pke cardigan aja tanpa tengtop tanpa BH ya..ya..ya..pliss dah malem nihaku tadi bilang nya Cuma mau keluar bentar..kapan-kapan deh pasti aku nginep ma kalian”kataku sedikit merayu “udah kasian tuh anak orang pengen pulang”kata yudi sambil mengecup pipi ku dan berlalu keluar kamar “ok deh tai cardigannya dikancingnya Cuma di perut aja ya yang atasnya ga usah dikancing”kata hendri sambil tersenyum,</p>
<p style="text-align: justify;">“oke..”jawabku sambil aku menggunakan short pendek dan ketat ku sehingga belahan pantat dan memekku terbentuk jelas hendri membantu aku mengenakan cardigan dan membantu mengancingkan 2 kancing saja di perut ku dan 3 kancing di atas di biarkan terbuka sehingga jelas terlihat belahan dada ku sambpai perut Kamipun pergi meninggalkan kosan di perjalanan tangan hendri merangkul pundakku sambil sesekali tangannya di susupkan ke balik kardiganku kami berjalan cukup lambat karena jarak kosan dan rumahku cukup dekat sehingga hendri mengajakku berjalan perlahan agar lebih lama berduaan “via aku belum nyobain memek kamu loh”kata hendri dengan polosnya “terus kenapa??”tanyaku sambil menghentikan langkah “ya aku pengen”jawab hendri singkat “kenap bukannya tadi aja sekarangkan udah di jalan”kataku sambil menruskan kembali langkahku tiba-tiba hendri memelukku dari belakang dan mengeluarkan kedua bongkah dada ku dari balik cardigan “dri ngapain sih ntar di liat orang loh lagian jalannya jadi susah”kataku sambil membiarkan hendri memainkan putting susuku.</p>
<p style="text-align: justify;">“mau y via..bentar aj tuh di gang kan gelap berani ga?”kata hendri memohon memang kurasakan saat itu kontolnya sudah menonjol rupanya dia juga tidak memakai cd akhirnya ku biarkan hendri menikmati memekku sesat di gang sempit dan gelap samping rumahku kami melakukan sambil berdiri aku tidak begitu menikmati permainan hendri karena rasa takut dan was-was terhadap orang yang lewat karena pada saat itu baru pukul 11 aku takut ada satpam komplek atau tukang nasi goring yang lewat Tiadak sampai 10 menit hendri orgasme menyemburkan sperma entah kemana karena saat itu gelap tidak begitu jelas secar bersamaan tiba-tiba terdengar suara tukang nasi goring yang selalu berisik dan oh my god dia berhenti did pan rumahku nampaknya ada orang di rumahku yang belum tidur dan aku pun bergegas mengenakan kembali shortku dan mengakhiri permainan itu dengan ciuman mesra di bibir “dri udh sampe sini aja ya g usah sampe rumah kyanya ada orang di depan rumah”kata ku ke pada hendri “ya udah ga apa-apa ati-ati kamu ya gelap..thanx banget memek ny enak sekali kapan-kapan aku pengen lagi ya tapi berdua aj”kata hendri sambil menepuk pantat sintalku aku hanya tersenyum dan lantas berlari menyusuri gang gelap itu tanpa kusadari kalau aku tidak mengenakan BH dan cardiganku hanya di kancing di perut dengan dada ku yang lumayan besar dan aku berlari maka dada ku berguncang hing sebelah dadaku hamper kelur dari cardigan dan aku tidak menyadari halitu ketika sampai di depan rumah ku lihat tukang nasi goring itu menatapku dengan herandan kulihat di teras rumahku sepi uuh sial ternyata tukang nasi goring ini memang hanya ingin berhenti did pan rumahku bukan karena ada yang beli gumamku dalam hati</p>
<p style="text-align: justify;">“dari mana neng?”tanay penjual nasgor itu karena dia memang sudah langganan ku “ehh..mang ntu dari belakang jawabku sambil bergegas membuka pintu pagar rumahku namun tukangnasgor itu tetap memperhatikan ku sambil tersenyum dan saat aku melintas di samping mobil ayahku terlihat di kaca mobil bayangan ku oh my god pantas saja tukang nasgor melotot terus ternyata dada ku hamper tidak tertutupi cardigan dasar hendri setelah dia mengisap dada ku tadi di gang dia tidak membetulkan lagi cardigannya dan begonia aku kenapa mesti terburu-buru kataku dalam hati ya sudah mingkin itu rejeki buat si mang nasgor lalu aku bergegas masuk ke dalam rumah. Kejadian itu kembali terluang lagi dan kami selalu melakukan nya di kosan andri itu lah pertama kali aku melakukan gangbang dan hingga saat ini pun aku masih selalu melakukannya bersama andri atau teman-teman andri tentunya dengan safty sex agar aman. Dan sekarang aku telah lulus kuliah dan aku tidak bekerja di perusahaan atau kantor-kantor namun aku memilih bekerja di suatu PUB karoke yang menyediakan wanita-wanita pemandu lagu yang bisa di ajak ngentot karena memang sudah keinginanku terjun ke dunia hitam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/binalnya-novia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sempitnya Memek Cewek Manado</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/sempitnya-memek-cewek-manado/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/sempitnya-memek-cewek-manado/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 08:52:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[manado]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[perek]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3312</guid>
		<description><![CDATA[Ampun dijee&#8230; sempit banget gila cuy. Katanya syahrini &#8220;sesuatu banget ya&#8221; ya iyalah secara gituloh.. cewek manado dilawan, Sudah dari dulu kali orang tau cewek manado itu rata-rata binal dan lacur cuma mukanya aja rada hancur, tapi tenang aja nanti kita tutup ama topeng aja! ha ha ha..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ampun dijee&#8230; sempit banget gila cuy. Katanya syahrini &#8220;<em>sesuatu banget ya</em>&#8221; ya iyalah secara gituloh.. cewek manado dilawan, Sudah dari dulu kali orang tau cewek manado itu rata-rata binal dan lacur cuma mukanya aja rada hancur, tapi tenang aja nanti kita tutup ama topeng aja! ha ha ha..</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/sempitnya-memek-cewek-manado-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3314" title="sempitnya-memek-cewek-manado-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/sempitnya-memek-cewek-manado-1-203x300.jpg" alt="" width="203" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/sempitnya-memek-cewek-manado-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3315" title="sempitnya-memek-cewek-manado-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/sempitnya-memek-cewek-manado-2-204x300.jpg" alt="" width="204" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/sempitnya-memek-cewek-manado-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3316" title="sempitnya-memek-cewek-manado-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/sempitnya-memek-cewek-manado-3-205x300.jpg" alt="" width="205" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/sempitnya-memek-cewek-manado-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3317" title="sempitnya-memek-cewek-manado-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/sempitnya-memek-cewek-manado-4-205x300.jpg" alt="" width="205" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-3312"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/sempitnya-memek-cewek-manado-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3318" title="sempitnya-memek-cewek-manado-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/sempitnya-memek-cewek-manado-5-204x300.jpg" alt="" width="204" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/sempitnya-memek-cewek-manado-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3313" title="sempitnya-memek-cewek-manado-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/sempitnya-memek-cewek-manado-6-203x300.jpg" alt="" width="203" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/sempitnya-memek-cewek-manado/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayank, Aku Ingin Pejuh!</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ayank-aku-ingin-pejuh/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ayank-aku-ingin-pejuh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 13:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[IGO]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[muncrat]]></category>
		<category><![CDATA[pejuh]]></category>
		<category><![CDATA[sperma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3301</guid>
		<description><![CDATA[Waooow mantep kan judulnya? ha ha.. karena kamu bilang mantep nih aku kasih hadiah&#8230; selamat menikmati deh foto terpanas hari ini. Amoy cina sambil manja bilang&#8230; &#8220;Ayank, Aku Ingin Pejuh!&#8221; Crooottt crott crotttt tuh sayangg nikmati deh&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Waooow mantep kan judulnya? ha ha.. karena kamu bilang mantep nih aku kasih hadiah&#8230; selamat menikmati deh foto terpanas hari ini. Amoy cina sambil manja bilang&#8230; &#8220;Ayank, Aku Ingin Pejuh!&#8221; Crooottt crott crotttt tuh sayangg nikmati deh&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3303" title="yayank-pengen-pejuh-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-1-300x213.jpg" alt="" width="300" height="213" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3304" title="yayank-pengen-pejuh-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-2-233x300.jpg" alt="" width="233" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3305" title="yayank-pengen-pejuh-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-3-233x300.jpg" alt="" width="233" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3306" title="yayank-pengen-pejuh-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-4-234x300.jpg" alt="" width="234" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-3301"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3302" title="yayank-pengen-pejuh-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-5-300x215.jpg" alt="" width="300" height="215" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ayank-aku-ingin-pejuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dita Lagi Horny</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/dita-lagi-horny/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/dita-lagi-horny/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 23:48:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[dita]]></category>
		<category><![CDATA[horny]]></category>
		<category><![CDATA[masturbasi]]></category>
		<category><![CDATA[mms]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3289</guid>
		<description><![CDATA[Shhhh om dita lagi horny sambil masturbasi nih kalau gak percaya dita kirimin deh fotonya&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Shhhh om dita lagi horny sambil masturbasi nih kalau gak percaya dita kirimin deh fotonya&#8230;</p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3290" title="dita-lagi-horny-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-1-300x180.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3291" title="dita-lagi-horny-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-2-300x180.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3292" title="dita-lagi-horny-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-3-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3293" title="dita-lagi-horny-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-4-300x180.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a><br />
<span id="more-3289"></span><br />
<a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3294" title="dita-lagi-horny-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-5-300x180.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3295" title="dita-lagi-horny-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-6-300x180.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3296" title="dita-lagi-horny-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/dita-lagi-horny-7-300x180.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/dita-lagi-horny/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekasihku Diperkosa Polisi</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/kekasihku-diperkosa-polisi-2/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/kekasihku-diperkosa-polisi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 13:24:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[anal seks]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[anus]]></category>
		<category><![CDATA[budak seks]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[perkosa]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[vira]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3287</guid>
		<description><![CDATA[Saya pertama kenal Vira ketika melihatnya menjadi model cover di sebuah majalah di Jakarta, kemudian ia juga menjadi bintang sinetron Abad 21. Vira berumur 17 tahun, cantik, kulitnya putih mulus, ramah dan yang paling menarik perhatian orang-orang adalah buah dadanya yang bundar dan padat berisi. Semua orang yang menatap Vira pandangannya akan langsung tertarik ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya pertama kenal Vira ketika melihatnya menjadi model cover di sebuah majalah di Jakarta, kemudian ia juga menjadi bintang sinetron Abad 21. Vira berumur 17 tahun, cantik, kulitnya putih mulus, ramah dan yang paling menarik perhatian orang-orang adalah buah dadanya yang bundar dan padat berisi. Semua orang yang menatap Vira pandangannya akan langsung tertarik ke arah buah dadanya yang membusung. Tidak terlalu besar memang, tapi sangat proporsional engan tubuh dan wajah Vira. Saya berkenalan dengannya, pertama melalui surat kemudian bertemu, sesekali menelepon dirinya. Lama-kelamaan kita semakin sering bertemu dan percakapan yang ada semakin menjurus ke hal-hal yang pribadi. Akhirnya saya memberanikan diri untuk mengajaknya keluar makan malam. Suatu hari saya memberanikan diri untuk mengajaknya dan ternyata Vira senang sekali mendengar ajakan saya, dan langsung setuju. Saya gelisah sekali menunggu pada saat menjemput Vira di rumahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah pulang kerja dan berganti pakaian saya menjemput Vira, untuk kemudian makan malam di sebuah restoran. Di sana kami bercakap-cakap panjang lebar, setelah itu dilanjutkan sebuah diskotik untuk sedikit menggoyangkan tubuh dan minum. Di tengah-tengah percakapan di diskotik, Vira mengajak saya untuk kembali ke rumahnya dan melanjutkan sisa malam itu di rumahnya. Bagaimana saya bisa menolak tawaran itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Sepanjang perjalanan pulang Vira berkata bahwa ia belum pernah mengalami hari yang menyenangkan seperti yang baru ia alami malam itu, dan ia juga berkata, di rumah nanti giliran dirinya yang akan membuat diri saya tidak akan melupakan malam ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya begitu bergairah dan berhasrat untuk lekas-lekas sampai ke rumah Vira, ketika tanpa sadar saya mengendarai mobil melebihi batas maksimal kecepatan di jalan. Tiba-tiba saya tersadar ketika di sebelah kanan sudah ada mobil Polantas yang berusaha menghentikan mobil saya. Saya meminggirkan mobil di tempat parkir sebuah toko dan menunggu Polantas tadi mendekati mobil kami. Ia bertanya hendak ke mana kami sampai-sampai kami membawa mobil itu melebihi batas kecepatan. Rupanya alasan saya tidak masuk akal sehingga Polantas tadi meminta STNK dan SIM saya.<br />
<span id="more-3287"></span><br />
Setelah melihat surat-surat itu Polantas itu menjengukkan kepalanya ke dalam mobil kami dan lama sekali mengamati Vira yang duduk terdiam. &#8220;Anda harus meninggalkan mobil Anda di sini dan ikut saya ke kantor&#8221;, perintah Polantas tadi. Akhirnya sepuluh menit kemudian kami sampai ke sebuah kantor polisi yang terpencil di pinggir kota.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu itu sudah lewat pukul 11 malam, dan dalam kantor polisi itu tidak terdapat siapa pun kecuali seorang Sersan yang bertugas jaga dan Polantas yang membawa kami. Ketika kami masuk, Sersan itu memandangi tubuh Vira dari bawah hingga ke atas, kelihatan sekali ia menyukai Vira. Kami dimasukkan ke dalam sel terpisah, saling berseberangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepuluh menit kemudian, Polantas yang berumur sekitar 40-an dan berbadan gemuk dan Sersan yang tinggi besar berbadan hitam, dan umurnya kira-kira 45 tahun kembali ke ruang tahanan. Polantas tadi berkata, &#8220;Kalian seharusnya jangan mengemudi sampai melebihi batas kecepatan yang ada. Tapi kita semua bener-benar kagum, soalnya dari semua yang kami tangkap baru kali ini kita dapat orang yang cantik seperti kamu.&#8221; Sersan tadi menimpali, &#8220;Betul sekali, dia bener-bener kualitas nomer satu!&#8221; Saya sangat takut mendengar nada bicara mereka, begitu juga Vira yang terus-menerus ditatap oleh mereka berdua.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka lalu membuka sel Vira dan masuk ke dalam. &#8220;Sekarang denger gadis manis, kalau kamu berkelakuan baik, kita akan lepasin kamu dan pacar kamu itu. Mengerti!&#8221; Sersan tadi langsung memegangi kedua tangan Vira sementara Polantas menarik kaos yang dikenakan Vira ke atas. Dalam sekejap seluruh pakaian Vira berhasil dilucuti tanpa perlawanan berarti dari Vira yang terus dipegangi oleh Sersan. &#8220;Wow, lihat dadanya.&#8221; Vira terus meronta-ronta tanpa hasil, sementara Sersan yang tampaknya sudah bosan dengan perlawanan Vira, melemparkan tubuh Vira hingga jatuh telentang ke atas ranjang besi yang ada di sel Vira. Dan dengan cepat diambilnya borgol dan diborgolnya tangan Vira ke rangka di atas kepala Vira.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian mereka dengan leluasa menggerayangi tubuh Vira. Mereka meremas-remas dan menarik buah dada Vira, kemudian memilin-milin puting susunya sehingga sekarang buah dada Vira mengeras dan puting susunya mengacung ke atas. Kadang mereka mengigit puting susu Vira, sedangkan Vira hanya bisa meronta dan menjerit tak berdaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya berdiri di dalam sel di seberang Vira tak berdaya untuk menolong Vira yang sedang dikerubuti oleh dua orang itu. Kedua polisi itu lalu melepaskan pakaian mereka dan terlihat jelas kedua batang kemaluan mereka sudah keras dan tegang dan siap untuk memperkosa Vira. Polantas mempunyai batang kemaluan paling tidak sekitar 25 senti, dan Sersan mempunyai batang kemaluan yang lebih besar dan panjang. Vira menjerit-jerit minta agar mereka berhenti, tapi kedua polisi itu tetap mendekatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Lebih baik kamu tutup mulut kamu atau kita berdua bisa bikin ini lebih menyakitkan daripada yang kamu kira.&#8221; kata Polantas.&#8221;Sekarang mendingan kamu siap-siap buat muasin kita dengan badan kamu yang bagus itu!&#8221;"Dia pasti sempit sekali&#8221;, kata Sersan sambil memasukan jari-jarinya ke lubang kemaluan Vira.Ia menggerakkan jarinya keluar masuk, membuat Vira menggelinjang kesakitan dan berusaha melepaskan diri.&#8221;Betul kan, masih sempit sekali.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian Polantas tadi naik ke atas ranjang di antara kedua kaki Vira. Kemudian mereka membuka kaki Vira lebar-lebar dan Polantas memasukkan batang kemaluannya ke dalam lubang senggama Vira. Vira mengeluarkan jeritan yang keras sekali, ketika perlahan batang kemaluan Polantas membuka bibir kemaluan, dan masuk senti demi senti tanpa berhenti. Kadang ia menarik sedikit batang kemaluannya untuk kemudian didorongnya lebih dalam lagi ke lubang kemaluan Vira.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, Sersan naik dan mendekati wajah Vira, mengelus-elus wajah Vira dengan batang kemaluannya. Mulai dari dahi, pipi kemudian turun ke bibir. Vira menggeleng-gelengkan kepalanya agar tidak bersentuhan dengan batang kemaluan Sersan yang hitam.&#8221;Ayo dong manis, buka mulut kamu&#8221;, kata Sersan sambil meletakkan batang kemaluannya di bibir Vira.&#8221;Kamu belum pernah ngerasain punya polisi kan?&#8221; Vira tak bergeming.&#8221;Buka!&#8221; bentak Sersan.&#8221;Buka mulut kamu, brengsek!&#8221; Perlahan mulut Vira terbuka sedikit, dan Sersan langsung memasukkan batang kemaluannya ke dalam mulut Vira.</p>
<p style="text-align: justify;">Mulut Vira terbuka hingga sekitar 6 senti agar semua batang kemaluan Sersan bisa masuk ke dalam mulutnya. Batang kemaluan Sersan mulai bergerak keluar masuk di mulut Vira, saya melihat tidak semua batang kemaluan Sersan dapat masuk ke mulut Vira, batang kemaluan Sersan terlalu panjang dan besar untuk bisa masuk seluruhnya dalam mulut Vira. Ketika Sersan menarik batang kemaluannya terlihat ada cairan yang keluar dari batang kemaluannya. Julurin lidah kamu!&#8221; Vira membuka mulutnya dan mengeluarkan lidahnya. Sersan kemudian memegang batang kemaluannya dan mengusapkan kepala batang kemaluannya ke lidah Vira, membuat cairan kental yang keluar tadi menempel ke lidah Vira.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;San, dia nggak mungkin bisa masukin punya Sersan ke mulutnya, biar saya coba. Gantian!&#8221; Mereka kemudian bertukar tempat, Sersan sekarang ada di antara kaki Vira dan Polantas berjongkok di dekat wajah Vira. Sersan mulai mendorong batang kemaluannya masuk ke liang senggama Vira. Terlihat sekali dengan susah payah batang kemaluan Sersan yang besar itu membuka bibir kemaluan Vira yang masih sempit. Polantas, mengacungkan batang kemaluannya ke mulut Vira. &#8220;Kamu mungkin nggak bisa masukin punya Sersan ke mulut kamu, tapi kamu musti ngerasain punya saya ini, seluruhnya.&#8221; Dengan kasar ia mendorong batang kemaluannya masuk ke mulut Vira, sampai akhirnya batang kemaluan itu masuk seluruhnya hingga sekarang testis Polantas berada di wajah Vira. Ia kemudian menarik batang kemaluannya sebentar untuk kemudian didorongnya kembali masuk ke tenggorokan Vira. Setelah lima kali, keluar masuk, Polantas sudah tidak bisa lagi menahan orgasmenya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya keluuarrhh. Aaahhh!&#8221; Ia tidak menarik batang kemaluannya keluar dari mulut Vira, batang kemaluannya tampak bergetar berejakulasi di tenggorokan Vira, menyemprotkan sperma masuk ke tenggorokannya. Saya mendengar Vira berusaha menjerit, ketika sperma Sersan mengalir masuk ke perutnya. Terlihat sekali Sersan yang sedang mencapai puncak kenikmatan tidak menyadari Vira meronta-ronta berusaha mencari udara.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Iyya&#8230; yaah! Telleeen semuaa! Aaahhh&#8230; aahhh&#8230; nikhmaattt!&#8221;Ketika selesai ia menarik keluar batang kemaluannya dan Vira langsung megap-megap menghirup udara, dan terbatuk-batuk mengeluarkan sperma yang lengket dan berwarna putih. Vira berusaha meludahkan sperma yang masih ada di mulutnya. Polantas tertawa melihat Vira terbatuk-batuk, &#8220;Kenapa? Nggak suka rasanya? Tenang aja, besok pagi, kamu pasti sudah terbiasa sama itu!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Sersan yang masih mengerjai kemaluan Vira sekarang malah memegang pinggul Vira dan membalik tubuh Vira. Vira dengan tubuh berkeringat dan sperma yang menempel di wajahnya tersadar apa yang akan dilakukan Sersan pada dirinya, ketika dirasanya batang kemaluan Sersan mulai menempel di lubang anusnya.&#8221;Jangan Pak, jangan! Ampun Pak, ampun, jangan&#8230;&#8221;"Aaahkk! Jangaaan!&#8221;Vira menjerit-jerit ketika kepala batang kemaluan Sersan berhasil memaksa masuk ke liang anusnya. Wajah Vira pucat merasakan sakit yang amat sangat ketika batang kemaluan Sersan mendorong masuk ke liang anusnya yang kecil. Sersan mendengus-dengus berusaha memasukkan batang kemaluannya ke dalam anus Vira. Perlahan, senti demi senti batang kemaluan itu tenggelam masuk ke anus Vira. Vira terus menjerit-jerit minta ampun ketika perlahan batang kemaluan Sersan masuk seluruhnya ke anusnya. Akhirnya ketika seluruh batang kemaluan Sersan masuk, Vira hanya bisa merintih dan mengerang kesakitan merasakan benda besar yang sekarang masuk ke dalam anusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sersan beristirahat sejenak, sebelum mulai bergerak keluar masuk. Kembali Vira menjerit-jerit. Sersan terus bergerak tanpa belas kasihan. Batang kemaluannya bergerak keluar masuk dengan cepat, membuat testisnya menampar-nampar pantat Vira. Sersan tidak peduli mendengar Vira berteriak kesakitan dan menjerit minta ampun ketika sodomi itu berlangsung. Saya melihat berulang kali batang kemaluan Sersan keluar masuk anus Vira tanpa henti. Akhirnya Sersan mencapai orgasme ia menarik batang kemaluannya dan sperma menyemprot keluar menyembur ke punggung Vira, kemudian menyembur ke pantat Vira dan mengalir turun ke pahanya, dan terakhir Sersan kembali memasukkan batang kemaluannya ke anus Vira lagi dan menyemprotkan sisa-sisa spermanya ke dalam anus Vira. Sersan kemudian melepaskan pegangannya dari pinggul Vira dan berdua dengan Polantas mereka keluar dari sel dan menguncinya. Saya masih dapat mendengar Sersan berkata pada Polantas, &#8220;Pantat paling hebat yang pernah ada. Dia bener-bener sempit!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dini hari, ketika Vira kelelahan menangis dan merintih, mereka berdua dengan langkah sempoyongan dan dengan botol bir di tangan masuk kembali ke dalam sel Vira. Mereka menendang tubuh Vira agar terbangun dan mereka mulai memperkosanya lagi. Sekarang Polantas menyodomi Vira sementara Sersan berbaring di bawah Vira dan memasukkan batang kemaluannya ke dalam kemaluan Vira. Kemudian mereka berganti posisi. Mereka juga menyiksa Vira dengan memasukkan botol bir ke dalam liang kemaluan dan anusnya sementara batang kemaluan mereka dimasukkan ke mulut Vira. Mereka terus berganti posisi dan Vira terus menerus menjerit dan menjerit hingga akhirnya ia kelelahan dan tak sadarkan diri. Melihat itu polisi-polisi tersebut hanya tertawa terbahak-bahak meninggalkan tubuh Vira yang memar-memar dan belepotan sperma dan bir.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan paginya, Sersan masuk dan membuka sel kami.&#8221;Kalian boleh pergi.&#8221;Saya membantu Vira mengenakan pakaiannya. Tubuhnya lemah lunglai berbau bir dan sperma-sperma kering masih menempel di tubuhnya. Kami pergi dari kantor polisi itu dan akhirnya sampai ke rumah Vira. Kemudian saya membersihkan tubuh Vira dan menidurkannya. Ketika saya tinggal, saya mendengar ia merintih, &#8220;Jangan Pak, ampun Pak, sakit&#8230; ampuunn&#8230; sakiiit&#8230;&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>TAMAT</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/kekasihku-diperkosa-polisi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lily Gadis Bandung Berjilbab ini Ternyata Doyan Pejuh!</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/lily-gadis-bandung-berjilbab-ini-ternyata-doyan-pejuh/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/lily-gadis-bandung-berjilbab-ini-ternyata-doyan-pejuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 13:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[cumshot]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[lily]]></category>
		<category><![CDATA[pejuh]]></category>
		<category><![CDATA[sperma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3274</guid>
		<description><![CDATA[Walahhh no komen deh hari gini emang susah dapat cewek yang masih baik ckckck&#8230; tapi pada doyan juga kan? doyan kok pake protes udahlah nikmatin aja si lily mesum..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Walahhh no komen deh hari gini emang susah dapat cewek yang masih baik ckckck&#8230; tapi pada doyan juga kan? doyan kok pake protes udahlah nikmatin aja si lily mesum..</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3275" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-1-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3276" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-2-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3277" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-3-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3278" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><span id="more-3274"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3279" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3280" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3281" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-7-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3282" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-8-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3283" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-9-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3284" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-10-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/lily-gadis-bandung-berjilbab-ini-ternyata-doyan-pejuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmat Karaoke Membawa Sengsara Bagian 2</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/nikmat-karaoke-membawa-sengsara-bagian-2/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/nikmat-karaoke-membawa-sengsara-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 12:11:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[klitoris]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3272</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Uh.. saatnya untuk sedikit beraksi Ded!&#8221; kata Dedi dalam hati, lalu ia berdiri di belakang Shinta. Perlahan-lahan ia mendekati Shinta sampai kemaluannya menyentuh pantat Shinta. Shinta sedikit terkejut. &#8220;Hey, dia sengaja nggak ya?&#8221; pikirnya ragu. Sambil terus membungkuk, Shinta berpura-pura terus sibuk. Tapi sekarang ia menggerakkan pinggulnya pelan ke belakang sehingga menempel ketat dengan tubuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">&#8220;Uh.. saatnya untuk sedikit beraksi Ded!&#8221; kata Dedi dalam hati, lalu ia berdiri di belakang Shinta. Perlahan-lahan ia mendekati Shinta sampai kemaluannya menyentuh pantat Shinta. Shinta sedikit terkejut. &#8220;Hey, dia sengaja nggak ya?&#8221; pikirnya ragu. Sambil terus membungkuk, Shinta berpura-pura terus sibuk. Tapi sekarang ia menggerakkan pinggulnya pelan ke belakang sehingga menempel ketat dengan tubuh Dedi di belakang. Dedi mencoba mengatur nafasnya supaya tidak terdengar memburu. &#8220;Lho?? dia tau nggak sih?&#8221; pikirnya sesak. Shinta merasakan ada sesuatu yang keras menempel di pantatnya. &#8220;Ha ha sepertinya Dedi sedang terangsang. Satu sentuhan lagi lalu kuminta dia pulang..&#8221; batin Shinta riang. Lalu ia seperti membaca sesuatu di layar sambil menggerak-gerakkan pantatnya ke kanan dan ke kiri perlahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dedi benar-benar menikmati keadaan itu.&#8221;Oh ternyata nggak sesulit yang kukira, sebentar lagi kita pasti akan bercinta,&#8221; pikirnya sambil meletakkan tangannya di pinggul Shinta.&#8221;Ok Ded ini sudah aku print-kan, kamu tinggal belanja bahan-bahan saja, ok? kamu kalo keluar nanti tutup kembali ya pintunya aku mau kirim e-mail buat sepupuku dulu di sini,&#8221; kata Shinta sambil berbalik dan menyodorkan selembar kertas.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aaa? dia menyuruhku pulang? jadi tadi itu cuma khayalan saja?&#8221; kata Dedi sambil mengambil kertas dari hadapannya. Ia berjalan keluar dengan pelan berharap Shinta memanggilnya lagi, ternyata tidak!&#8221;He he berani taruhan, pasti Dedi menyesal kalau pernah meminta obat ke sini,&#8221; batin Shinta sambil tersenyum lalu ia mulai mengetik surat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba ia merasa tubuhnya tertarik ke belakang. Lalu tubuhnya terangkat dalam pelukan seseorang. Shinta mencoba melihat wajah seseorang yang mengangkatnya.&#8221;Hey Ded! ada apaa? eh turunin aku dong.. Dedi! ini nggak lucu ya?!&#8221; kata Shinta.&#8221;Shinta, sorry ya.. aku nggak bisa tahan. Kamu harus nurut, ok? Aku nggak pengen kamu luka,&#8221; kata Dedi dingin sambil membuang tubuh Shinta di sofa. Shinta menggigil ketakutan.&#8221;Dedi, kamu mau apa? jangan ya? Ded..&#8221; pinta Shinta menghiba ketika ia melihat Dedi membuka celana panjangnya. Dedi sudah tak peduli lagi. &#8220;Dengar Shinta, kalau kamu terus bicara aku bakal&#8230;&#8221; Plak! Dedi merasa pipinya panas. Mendadak birahinya berubah menjadi amarah. Dicengkeramnya baju Shinta lalu dengan sekuat tenaga dibukanya dengan paksa sehingga kancing baju itu jatuh berderai ke lantai. Shinta mulai terisak. Ia ingin teriak tapi tak kuasa mengeluarkan suara. Ia didera ketakutan yang amat sangat yang belum pernah ia alami seumur hidupnya.<br />
<span id="more-3272"></span><br />
Dedi menatap payudara yang terbungkus bra warna krem. &#8220;Hoho ternyata 34B. Bagus. Tidak terlalu besar dan akhirnya aku mengetahuinya walaupun dengan cara begini.&#8221; bathin Dedi sambil mengangkat bra itu ke atas. Kedua kakinya menahan tubuh Shinta bagian bawah sementara tangannya memegang kedua tangan Shinta. Ia mulai menjilati payudara itu. Lidahnya bergerak cepat membuat lingkaran yang mengecil di puting Shinta, Lalu ia menyedotnya keras. Shinta mencoba untuk mengontrol dirinya sehingga ia punya tenaga untuk berteriak. Dibiarkannya Dedi menyedot-nyedot puting susunya. Ia berusaha memblok gairah yang mendadak muncul di dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dedi benar-benar merasa sangat bergairah. Kemaluannya menegang keras. &#8220;Aku harus membuatnya terangsang supaya aku tidak terlalu kesulitan memasuki dirinya,&#8221; katanya sambil terus mengulum puting Shinta. Lalu bibirnya pindah ke leher. Dengan jilatan-jilatan kecil yang dibuatnya iabergerak ke arah telinga dan bagian dalam telinga Shinta. Hal itu membuat Shinta melenguh pelan lalu dengan cepat menutup mulut lagi. Dedi mendengar lenguhan itu dan itu menambah semangatnya. Dijilatinya lengan Shinta bagian dalam. Shinta meronta kegelian. &#8220;Ah ini akan memakan waktu..&#8221; kata Dedi. Ia melepaskan pegangan tangannya dari tangan Shinta lalu berbalik ke bawah. Kakinya menekan lengan Shinta sementara tangannya memegang kedua kaki Shinta. Shinta melihat ke atas. &#8220;Ahh.. mengapa tubuhku jadi lemas begini,&#8221; pikirnya sambil terisak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dedi membuka rok Shinta ke atas. Dilihatnya paha putih bersih di hadapannya yang langsung ia terkam dengan mulutnya. &#8220;Aah harum sekali tubuh ini,&#8221; dijilatinya sampai pangkal paha, kedua paha itu hanya meronta-ronta pelan tertahan oleh kedua tangan kekar Dedi yang sangat menikmati aroma di pangkal paha Shinta. Dedi menggigit pelan pangkal paha itu sambil terus menjilatinya bergantian kiri dan kanan. Shinta terus mencoba menahan reaksi balik dari dalam dirinya. Ia menegangkan kedua pahanya tapi yang terjadi malah ia merenggangkan pahanya. Dedi menangkap itu sebagai isyarat penerimaan. Lalu diturunkan CD Shinta ke bawah lalu dengan rakus, sebelum dibenamkan mulutnya di sana, dirabanya sejenak, &#8220;Hm sudah lembab,&#8221; pikirnya sambil tersenyum. Dedi tidak bisa melihat memek Shinta dengan jelas tapi ia tak mempedulikannya. Lidahnya menerobos ke dalam dengan cepat dijilatinya seluruh dinding memek Shinta. Ditahannya kedua paha Shinta dengan sikunya, lalu jarinya membuka memek itu, sementara jari lainnya mencari klitoris. Dipindahkan lidahnya ke pangkal paha Shinta lagi sambil memijat pelan klitoris Shinta dengan ibu jari dan jarinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dedi merasa sangat tidak leluasa, ia mengangkat kepalanya dan menoleh ke belakang. &#8220;Shinta aku cuma minta kamu jangan berteriak ok? aku mau berdiri sekarang.. kalau kamu mencoba teriak aku bakal menyakiti kamu lebih dari yang kamu bayangkan, ngerti kamu?!&#8221; kata Dedi sambil mengguncang tubuh Shinta pelan. Shinta tak menjawab, ia hanya terisak dan melempar pandangannya ke samping. Dedi tersenyum berdiri dan berlutut di bawah. Ditariknya kedua kaki Shinta, lalu dibukanya lagi memek Shinta. Kali ini ia dapat melihat memek itu dengan jelas. Dijilatinya pelan semakin lama semakin cepat ke arah klitoris.</p>
<p style="text-align: justify;">Shinta terisak lagi, kali ini ia sendiri tak yakin itu refleksi kesedihan atau gairahnya.Shinta terguncang hebat tubuhnya menggigil setiap kali lidah Dedi menyentuh klitorisnya, ia merasa masih bisa menahan dirinya, tapi gerakan lidah Dedi di klitorisnya membuatnya menahan beban yang sangat berat, dengan satu helaan nafas panjang ia memejamkan matanya dan membiarkan dirinya terbawa.</p>
<p style="text-align: justify;">Shinta mulai merasa ada sesuatu yang berasal dari otot kewanitaannya yang berdenyut seirama detak jantungnya, makin lama perasaan itu makin kuat menjalari otot di pangkal pahanya. Tiba-tiba ia merasa perasaan nikmat menjalar cepat dari memeknya, setiap gerakan lidah Dedi yang berirama tetap di klitorisnya menumpukkan perasaan nikmat yang semakin membesar lalu pandangannya mengabur sejenak, nikmat itu berjalan cepat dari memek menyebar ke seluruh tubuhnya, ke otot di daerah pantatnya, menyelusuri otot belakang tubuhnya menghujam dadanya. Ia merasa putingnya menyusut kecil dan mengeras, telinga, hidung, dan matanya seakan tak berfungsi sejenak.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aduh.. setan! aku orgasme!&#8221; bathin Shinta pelan.Shinta tersengal sengal mengatur nafasnya. &#8220;Hah.. tenagaku habis untuk menahan diri?!&#8221; Shinta mencoba mengangkat tangannya dengan lemah. Dikumpulkannya kekuatan sejenak, lalu ia mencoba berteriak, &#8220;To.. tolong!&#8221; teriaknya pelan.Dedi merasa terkejut, diangkatnya kepalanya, lalu ia berdiri, &#8220;Aku tadi sudah memperingatkan kamu, supaya jangan..&#8221;Ia berkata sambil meraih vas bunga di sampingnya, &#8220;Coba-coba untuk berteriak?! ternyata kamu kurang jelas ya?&#8221; diletakkan vas itu di samping kepala Shinta lalu dipukulnya hingga berkeping-keping, &#8220;Mengerti Shinta?&#8221;"Aw.. iya, ampun Ded,&#8221; kata shinta sambil kembali terisak-isak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dedi membuka celana dan celana dalamnya, lalu ia memegang kemaluannya dan mengarahkannya ke wajah Shinta.&#8221;Tidak, Ded jangan&#8230; aku nggak mau, aku&#8230;&#8221; Shinta memejamkan matanya ketika kemaluan Dedi menyentuh pipinya, lalu ke hidung dan matanya dan turun ke bibirnya. Dedi menggeserkan batang kemaluannya dengan perlahan di bibir Shinta. Lalu ia melihat ada cairan bening di kepala kontolnya lalu diarahkan kepala kontolnya ke bibir Shinta. Lalu ia berjalan dua langkah ke belakang, ditariknya kedua kaki Shinta dan dibukanya paha Shinta lebar-lebar, lalu ia mengarahkan kemaluannya ke memek Shinta. Dedi merasa kontolnya melewati ruang yang sempit. Dibenamkan kontolnya sedalam-dalamnya, dibiarkan sejenak, ia mengangkat kepalanya dan melihat wajah Shinta yang berkerut alisnya, lalu diturunkan lagi wajahnya ke samping kepala Shinta, sambil mulai memompa pantatnya dengan irama yang tetap, selang 15 detik Shinta mulai mendesis seirama gerakan pantatnya, lalu ia menaikkan tempo gerakannya sedikit, Shinta mulai gelisah, mulutnya terbuka, &#8220;Oooh.. ooohh..&#8221;lirihnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dedi menjadi semakin terangsang setelah mendengar desahan di telinganya. Ia berhenti bergerak, lalu mencabut kontolnya keluar, dilihatnya Shinta masih memejamkan mata sambil membuka mulutnya, lalu digesernya tubuh Shinta menjadi setengah terduduk, kakinya menjulur ke lantai. Dengan pelan diangkatnya kedua kaki Shinta, lalu dilingkarkan kedua tangannya melingkari pinggul Shinta. Lalu ia mulai memompa lagi. Pantat Shinta terangkat ke atas oleh tangan Dedi yang melingkar. Shinta merasa tubuhnya dihujami oleh kontol dedi secara kasar, tapi sedikit demi sedikit kenikmatan yang tadi datang lagi membentuk kelompok kecil yang makin membesar, dilemahkan tubuhnya sehingga Dedi bisa mengangkat pinggulnya lebih tinggi. Sementara kedua tangan Shinta berayun-ayun di udara seirama gerakan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Dedi merasa memek Shinta seakan mengelus-elus seluruh bagian kontolnya, membuat ia merasa geli, memek Shinta terasa sangat hangat dan mencengkeram erat di kontolnya, ia mulai mempercepat gerakannya, dirasakannya tubuh Shinta mulai menegang. Sambil terus memompa ia melihat sekeliling, lalu pandangannya terbentur ke foto perkawinan Shinta dan Boy. Tiba-tiba perasaannya meninggi, ia melihat Shinta tampak anggun dengan baju pengantinnya, lalu dialihkan pandangannya ke bawah dimana Shinta terayun-ayun tak berdaya dan sedang mendaki puncak dengannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ah Shinta kamu cantik sekali..&#8221; katanya.Shinta membuka matanya, menatap sayu ke Dedi, ia berusaha tak menjawab tetapi mulutnya mengeluarkan erangan tak jelas, &#8220;Aah.. a..aah..&#8221; Dedi merasa ia akan orgasme, diangkatnya lagi pinggul Shinta lebih tinggi membuat tubuh Shinta tertekuk di udara, lalu dengan kecepatan penuh ia menggerakkan pantatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Shinta merasa pandangannya kembali gelap, seluruh tubuhnya mengejang, tubuhnya seakan dihujani oleh kenikmatan badani yang tidak bisa ia ketahui kapan berakhirnya, lalu ia merasa ada cairan hangat menyentuh ujung liang senggamanya dan tubuh Dedi mengejang keras di atasnya, membuat perasaanya sangat aneh, ia tak pernah mengalami sensasi bercinta seperti ini. Sementara Dedi memeluk erat tubuh Shinta, dibiarkan kontolnya menguras spermanya di dalam memek Shinta.Aroma tubuh Shinta menjadi semakin jelas di hidung Dedi ketika ia mengalami orgasme ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dedi menarik dirinya dan berdiri, sambil memunguti pakaiannya ia berjalan ke arah dapur. Ketika ia menuangkan air ke dalam mulutnya. Tiba-tiba akal sehatnya kembali, cepat-cepat ia memakai pakaiannya dan berlari ke ruang tamu, didapatinya Shinta sedang memeluk kedua kaki sambil melamun.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Shinta.. eh, aku mau..&#8221; kata Dedi gugup, lalu ia melangkah hendak membuka pintu keluar.Shinta memandang Dedi. Lalu memanggil, &#8220;Ded..&#8221;Dedi menoleh ke belakang, Shinta berdiri dan berkata, &#8220;Aku mau bicara nanti, matikan answering machine telepon kamu ok?&#8221;Dedi mengangguk heran lalu berkata, &#8220;Aku minta maaf Shin, karena&#8230;&#8221;Tak selesai perkataannya karena pintu itu terbanting tepat di depan hidungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiga jam kemudian Dedi sedang bersiap untuk pergi keluar kota, ia sudah memesan tiket pesawat.&#8221;Kali ini aku menikmati Bali,&#8221; katanya sambil menatap tiketnya.Tiba-tiba telepon rumahnya berdering, &#8220;Haloo!&#8221; katanya riang.&#8221;Ded.. ini Shinta, aku ingin kamu sekarang ke rumah, puaskan aku lagi, lagi dan setiap saat aku menginginkannya, kalau kamu menolak aku punya rekaman video kejadian tadi siang yang siap disaksikan oleh Boy dan Polisi, aku harap kamu bisa bekerja sama, ok?&#8221; lalu terdengartelepon tertutup.Dedi tak mempercayai pendengarannya, ditatapnya tiket pesawatnya, kepalanya mendadak pusing, ini bukan lagi pemenuhan fantasinya, ia merasa sangat bingung. Dibantingnya koper ke dinding lalu ia ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.&#8221;Tidak..! ini mimpi buruk, ayo bangun Ded, liburan sudah menunggu!&#8221;Ketika berjalan ke wastafel dilihat wajahnya di cermin, &#8220;Ayo, mana wajah predator ini?&#8221;Terpantul wajah yang sama di cermin, namun sekarang adalah wajah budak seksual.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>TAMAT</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/nikmat-karaoke-membawa-sengsara-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngentot ABG (PANAS)</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ngentot-abg-panas/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ngentot-abg-panas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 08:58:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[hot]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[panas]]></category>
		<category><![CDATA[pepek]]></category>
		<category><![CDATA[pigtail]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3245</guid>
		<description><![CDATA[Hot Hot Hot&#8230; Panas Panas Panas&#8230; ABG yang panas dan hot memeknya sempit bangetttt!!! ajigile kayak lobang semot merah dan sempit banget, masukin kontol aja susah&#8230; jepitannya gak perlu di tanya deh&#8230; soal gaya mau gaya kodok pun dilayani pokoknya HOT &#38; PANAS!!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hot Hot Hot&#8230; Panas Panas Panas&#8230; ABG yang panas dan hot memeknya sempit bangetttt!!! ajigile kayak lobang semot merah dan sempit banget, masukin kontol aja susah&#8230; jepitannya gak perlu di tanya deh&#8230; soal gaya mau gaya kodok pun dilayani pokoknya HOT &amp; PANAS!!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ngentot-abg-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3246" title="ngentot-abg-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ngentot-abg-1-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ngentot-abg-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3247" title="ngentot-abg-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ngentot-abg-2-210x300.jpg" alt="" width="210" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ngentot-abg-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3248" title="ngentot-abg-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ngentot-abg-3-300x204.jpg" alt="" width="300" height="204" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ngentot-abg-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3249" title="ngentot-abg-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ngentot-abg-4-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p><span id="more-3245"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ngentot-abg-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3250" title="ngentot-abg-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ngentot-abg-5-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ngentot-abg-panas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susi Sales Asuransi Plus Plus</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/susi-sales-asuransi-plus-plus/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/susi-sales-asuransi-plus-plus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 08:42:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[hot]]></category>
		<category><![CDATA[mms]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>
		<category><![CDATA[susi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3232</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kepengen menikmati tubuh susi harus beli asuransi dulu ya&#8230;. makanya jadi cowok jangan kere.. he he he..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kalau kepengen menikmati tubuh susi harus beli asuransi dulu ya&#8230;. makanya jadi cowok jangan kere.. he he he..</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3233" title="susi-sales-asuransi-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3234" title="susi-sales-asuransi-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3235" title="susi-sales-asuransi-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3236" title="susi-sales-asuransi-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-4-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-3232"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3237" title="susi-sales-asuransi-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3238" title="susi-sales-asuransi-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3239" title="susi-sales-asuransi-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3240" title="susi-sales-asuransi-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/susi-sales-asuransi-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/susi-sales-asuransi-plus-plus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susan, Lingga dan Siska</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/susan-lingga-dan-siska/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/susan-lingga-dan-siska/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 22:30:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[lingga]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[perek]]></category>
		<category><![CDATA[siska]]></category>
		<category><![CDATA[susan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3212</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Adi, mahasiswa angkatan 2000. Kisah ini terjadi pada bulan April 2001, ketika kami menjalani mid-test. Semua bencana ini dimulai ketika Susan dan Lingga (mereka adalah bunga kelas di kelasku) mereka memintaku untuk belajar bersama, pada mulanya aku tidak curiga sama sekali karena IP-ku hampir mendekati 4.0, jadi banyak yang ingin belajar bersamaku, jadi kukabulkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Namaku Adi, mahasiswa angkatan 2000. Kisah ini terjadi pada bulan April 2001, ketika kami menjalani mid-test. Semua bencana ini dimulai ketika Susan dan Lingga (mereka adalah bunga kelas di kelasku) mereka memintaku untuk belajar bersama, pada mulanya aku tidak curiga sama sekali karena IP-ku hampir mendekati 4.0, jadi banyak yang ingin belajar bersamaku, jadi kukabulkan saja permintaan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak kusangkal juga bahwa diriku juga hampir setiap hari melirik ke arah mereka yang biasa duduk di baris belakang. Sering juga kubayangkan aku dapat memiliki salah satu dari mereka. Kuamati payudara Susan di kelas yang sering dibungkukkannya entah sengaja atau tidak, belahan dadanya sering mengusik kesadaranku, dan saat CD Lingga sering muncul di antara celah di punggungnya, aku terus mencoba mengendalikan diriku untuk tidak berpikir yang tidak-tidak tentang mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah pulang kuliah, sekitar pukul 17:10, Lingga mengajakku ke tempat kostnya di Jl. S, bersama Susan kami bertiga berjalan kaki, tidak terbesit maksud jahat dari raut wajah mereka yang putih mulus. Sepanjang perjalanan aku terus memandangi dada Susan yang tergoncang-goncang naik turun. Ingin rasanya aku meremas-remasnya, tapi kucoba untuk menghilangkan fantasi kotorku. Wajah Susan yang mirip Katie Holmes menambah keinginanku untuk mencium bibir merahnya yang seksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampai di kamar kostnya berukuran 3&#215;4, Lingga mempersilakanku duduk, aku terpaksa duduk di ranjang karena tak ada sofa yang tersedia. Kupandang sekitar rumah kostnya, suasanya hening sepi, dan di jemurannya tergantung bra dan CD Lingga yang sering dikenakannya di kampus. Lingga lalu memungut bra dan CD-nya dan ditaruh di lemari bajunya. Kuintip sedikit isi lemarinya. Koleksi CD Lingga warnaya seperti pelangi di langit.<br />
<span id="more-3212"></span><br />
Tiba-tiba kurasakan sentuhan halus di pundakku, ternyata tubuh Susan yang montok telah menghinggapiku. Aku berdiri dan berjalan menuju pintu. Tiba-tiba Lingga mencegatku di pintu dan mengunci pintu rapat-rapat. Lingga mendorongku ke ranjang dimana Susan telah menanti, Susan memegangiku dengan erat, sementara Lingga mulai melepas kaos ketatnya warna biru gelap bertuliskan &#8220;ij&#8221;, dan aku hanya terpana menatap tubuh seksi dan putih tanpa cacat. Tak pelak lagi, branya menyembul keluar dengan dua buah dada yang bulat berisi, kira-kira ukuran 32B. Memang aku sering mengintip bra Lingga di kelas, karena ia sering menggunakan kemeja dan kuintip dari lubang kancingnya yang sering menganga di kelas, tapi keadaannya berbeda sekarang, tak ada &#8220;penghalang&#8221; lagi antara tanganku dengan buah dadanya, baru kali ini kulihat jelas dada Lingga yang makin membuatku tak sadar lagi dan ada sesuatu yang menonjol dari celanaku. Perlahan ia mulai melorotkan celana panjang ketat warna abu gelap, dan CD warna biru langit cerah secerah paha dan tungkai kakinya yang ingin kujilati terpampang jelas di depan batang hidungku.</p>
<p style="text-align: justify;">Susan melepas kaos dan celana jinsku, Susan sendiri mempersilakan jemariku piknik di pusarnya yang dilanjutkan &#8220;tur&#8221; melingkari buah dadanya sebanyak lima putaran penuh. Kuraba payudara Susan mulai dari pangkal sampai area putingnya, tapi sayang ia masih terbungkus kaos ketat dan branya, Susan terangsang dan mulai mendesah-desah, kutambah tempo remasanku dan Susan merintih dengan nada kenikmatan yang keluar dari mulutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lingga menghampiriku, &#8220;adik kecil&#8221;-ku sudah tak tahan lagi ingin segera keluar bermain. Susan mulai menelanjangi dirinya sendiri, dilepasnya kaos ketat warna merah menyala. Waw, ternyata buah dadanya lebih besar daripada Lingga, sekitar ukuran 33D. Susan dengan rela membuka jins-nya, CD merah jambu transparan yang dikenakannya menaikkan libido-ku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa pikir panjang, Lingga langsung melepas kait branya dan 2 buah dada besar, putih, gempal diserahkan di atas pangkuan pahaku, dia pun mulai membuka celana dalamku, dan memasukkan batang kemaluanku yang sudah tegak 90 derajat ke rongga mulutnya dengan bibir yang mungil, ia terbilang ahli melakukannya. Dijulurkan lidahnya menjilati testisku, dilanjutkan ke bagian kepala, tak disangka mulutnya sudah patroli di batang kemaluanku. Kepala Lingga mulai maju-mundur di selangkanganku. Kujambak rambut panjangnya yang pirang dicat dan kubantu ia melakukan &#8220;oral seks&#8221;. Aku baru merasakan hisapan yang hebat kali ini dibanding dengan gadis lainnya yang pernah &#8220;ML&#8221; denganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian, Susan ikut melepas bra-nya, dan aku kaget sekali punggungku di tempeli oleh payudaranya. Ternyata dia sedang melakukan &#8220;pijat Thailand&#8221; dengan sempurna. Ia mulai dari bagian pinggang, putingnya yang sudah membusung memberikan sensasi sendiri bagi diriku. Susan mulai &#8220;sweeping&#8221; dari bawah ke atas lalu ke bawah lagi sambil mengantri gilirannya. Lama kelamaan ia mulai lelah dan memegang pundakku sebagai pegangan, tanganku yang masih &#8220;nganggur&#8221; membantunya dengan meremas-remas untuk menambah energi gesekan yang ditimbulkannya, aku yakin Susan sudah sering melakukannya dengan laki-laki lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Lingga selesai mengemut batangku, ia melepaskan CD-nya dan lubang kemaluannya yang terawat baik disodorkan ke batang kemaluanku, tak kusangka aku ditarik olehnya dan ia memasukkan sendiri ke lubang kemaluannya. Aku menyanggupi keinginannya yang juga menyanggupi keinginan bejatku selama ini. Sambil dalam posisi duduk dan dipijat ala Thailand oleh Susan aku melayani Lingga sampai ia orgasme dan menjerit-jerit kesakitan, kupelintir puting susu merah mudanya, sambil kupangkas sedikit demi sedikit bulu kemaluannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Susan yang melihat Lingga bahagia, langsung iri dan ikut melepas CD-nya, Susan memang agak gemuk, tapi ia lebih montok berisi, sementara Susan dan Lingga memperebutkan kemaluanku, aku mengambil nafas dan mempersiapkan diri untuk &#8220;kewajiban&#8221;-ku berikutnya. Lingga akhirnya mengalah karena kelelahan, saat &#8220;shift&#8221;-ku berikutnya bersama Susan aku makin bergairah. Dadanya yang besar pas untuk tanganku yang nakal, Susan dengan bibirnya yang &#8220;menantang&#8221; menjilati batang kemaluan, dan lubang anus Susan pun tak luput dari serangan peluru karetku. Dengan penuh gairah, ia naik ke atas tubuhku dan mulai bersenggama denganku hingga kedua buah dadanya menggelepar kencang dibuatku, tak lupa kucicipi juga air susu sehat darinya, kugigit gigit sampai agak berwarna kemerahan. Kami bertiga benar-benar menikmatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Susan akhirnya lelah dan lemas olehku, Lingga yang kembali fit ingin melanjutkan aksinya kembali, kutumpahkan saja air maniku ke mulut kemaluannya, setelah itu kusisakan juga untuk Susan tapi tumpah di rambut hitamnya yang terurai di atas kemaluanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Susan bangun dan mengambil HP Nokia 3310 miliknya dan Nokia 8810 silver milik Lingga, disetnya dalam posisi vibrate, dan ia mulai mengaktifkannya, HP bergetar dan mereka minta aku memasukkan dalam lubang kemaluannya. Mereka tidur terlentang berdampingan dan aku menindih di antara mereka, kumasukkan HP Nokia 3310 Susan terlebih dahulu, dan Susan menggelinjang karena getaran yang dahsyat, Nokia 8810 memang lebih kecil dan Lingga terlihat kurang puas dengan vibrate HP-nya, karena kasihan kubantu dengan jari tengahku yang kutancapkan ke mulut rahimnya. Akhirnya Lingga tersenyum puas sambil mendesah. Mereka bilang mereka sering &#8220;onani&#8221; dengan cara begini dan sudah sering terjadi berulang kali bila sedang tak ada &#8220;korban&#8221; yang mereka mangsa.</p>
<p style="text-align: justify;">Lingga mulai mansturbasi dengan meraba-raba sendiri payudaranya, tak kusangka Lingga mulai meraba puting Susan, Susan mencoba berontak dan menghentikan Lingga, Lingga mengambil tiruan alat kelamin pria yang disimpan di laci kamarnya dan mulai dipakainya untuk bersanggama dengan Susan. Selangkangan Susan direnggangkan dan ia mulai memasang sabuk kemaluannya dan mereka mulai melakukan hubungan lesbian sesama mereka. Melihat kejadian itu, aku sebenarnya simpati terhadap Susan yang hanya menjadi objek saja, Susan terlihat kelelahan meronta-ronta karena ukuran batangan tiruan itu besar sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena aku kasihan sama Susan, maka kulumpuhkan Lingga dengan cara kucoblos lubang anusnya yang mengangga dengan batangan asliku yang sudah tegak lagi dan ukurannya pun tak kalah besar dengan yang tiruan. Kontan saja Lingga menghentikan penetrasinya terhadap Susan karena ia sudah kubombardir, Lingga mulai berposisi doggy style, bagiku hal ini masih terasa janggal karena aku sedang &#8220;ML&#8221; dengan cewek yang sedang memakai batang kemaluan tiruan. Tiba-tiba pintu kamar terbuka, kami langsung kaget, ternyata tak kusangka Siska, teman sekelasku datang, aku heran.Siska bertanya pada Lingga, &#8220;Ada anak baru nih?&#8221;Lingga jawab, &#8220;Iya nih, alim-alim di kelas, disini buas.&#8221;Susan berteriak, &#8220;Ayu gabung puas deh!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Siska bergegas melepas kaos ketat merah muda yang transparan, bra warna biru yang dipakainya langsung berloncatan ke arahku, payudara Siska memang kecil, tapi mukanya yang manis mengundang iba dariku untuk memuaskannya. Tinggi Siska memang tak sebanding denganku, badannya juga kecil, pinggangnya kurus. Asumsiku bahwa Siska akan tidak mampu bermain denganku sampai tuntas ternyata salah. Ia bermain dengan garang sekali, penuh pengalaman dan nafsu birahi terpancar dari mata sipitnya yang indah.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mulai mencium bibir indahnya kulanjutkan ke bawah, kugigit kait bra-nya dan ternyata seperti yang kuduga sebelumnya. Selama ini payudara Siska hanya tertolong oleh bra busa yang rutin digunakannya ke kampus. Payudara aslinya sangat kecil, but size doesn’t matter to me, dan Siska melepas jins-nya yang kebesaran dan CD-nya pun dengan penuh liukan tubuh mungilnya dilepas di depan mulutku, kontan saja langsung kuhisap bulu kemaluannya, Siska langsung mendesah dan berteriak-teriak.</p>
<p style="text-align: justify;">Susan nyeletuk, &#8220;Eh! Anak kecil, Siska jangan lu siksa gitu donk! gua kan jadi ngiri.&#8221;Lingga menambahi,&#8221;Iya, liat-liat donk ukuran lu, berat ampir 80 kg, jangan berani ama yang kecil, ama gua aja lagi yuk!&#8221;Siska yang mendengar sindiran itu langsung unjuk gigi agar teman-temannya tidak underestemate terhadapnya. Siska menindihku dengan posisi 69, adikku betah keluar masuk lubangnya, lubang kemaluan Siska mulai mengeluarkan cairan lendir putih dan nafasnya mulai terenga-engah tak karuan, ia mulai orgasme, kuturunkan tempo permainanku, dan kutarik keluar batang kemaluanku untuk memberikan kesempatannya menge-charge baterainya. Aku nyambi mengelus dada Lingga dan jari tengah kiriku menginap di lubang kemaluan Susan.</p>
<p style="text-align: justify;">Siska minta tambah dan kusanggupi kuremas dadanya, karena kata mitos bila ingin mempunyai buah dada besar harus rajin diremas-remas oleh cowok. Aku mempraktekkan gaya &#8220;family style&#8221; pada Siska dan aku langsung orgasme dan ingin memuncratkan maniku. Melihat itu, Susan langsung meng-&#8221;intercep&#8221; aksiku dengan menyodorkan lubang kemaluannya untuk kusemprot dengan spermaku, dia minta disembur di dalam bukan di luar, ternyata dia tak takut hamil nanti. Lingga minta sedikit untuk dituangkan di mulutnya, Lingga bilang itu obat awet muda dan tetap mulus. Siska jelas cemburu melihatnya, ia langsung mengemut batang kemaluanku untuk mengumpulkan spermaku yang masih tersisa, ia membersihkan kemaluanku dengan bersih sampai mengkilat, bibir dan gusinya penuh dengan lendir maniku ia menelan ludah dalam-dalam sambil meremas-remas batang kemaluanku yang sudah mulai terkulai lemas.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam mulai larut, tak kusangka kami sudah melakukan kegiatan ini lebih dari 3 jam. Aku bergegas berpakaian, kucari cari dimana celana dalamku, ternyata Lingga sedang asyik menjilati celana dalamku, segera kurebut dari genggamannya, karena ia masih bugil jadi kuberi salam perpisahan berupa cubitan kecil di clitorisnya dan segera bergegas pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuambil motor Tornado-ku yang kuparkir di dekat kampus dan ternyata Siska yang sudah berpakaian lengkap menghampiriku dan meminta tumpangan pulang ke rumahnya di daerah Karang Anyar yang masih dekat dengan rumahku, sepanjang perjalanan pulang, ia menekan-nekan payudaranya ke arah punggungku, hal itu jelas mengacaukan konsentrasiku mengendarai motor.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuantar Siska ke rumahnya, ia bilang, &#8220;Makasih yah! Tadi kamu belain aku di depan dia orang! Emang udah kebiasaan si Susan ama Lingga ngecengin gua padahal lu tadi ama gua puas kan? Kalo mau nambah lagi masuk yuk! kebetulan bonyok gua ke luar kota nih!&#8221;Aku bilang, &#8221; Laen kali aja deh, udah kemaleman! nanti kapan-kapan kita lanjutin berdua aja yah! OK!&#8221;Kuberi salam perpisahan dengan mengelus payudaranya yang sudah agak kaku. Dan akhirnya aku pulang ke rumah dengan lemas kuparkir motorku dan berjalan gontai masuk kamarku tanpa ketahuan orang rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokkan harinya di kampus, mereka berdua berterimakasih padaku atas waktu dan kepuasan sejati yang kuberikan. Sampai saat ini, biarlah cerita ini menjadi rahasia kecil bagi kami berempat. Kusimpan beberapa helai bulu kemaluan Lingga sebagai souvernir. Mereka memang betul-betul mampu memuaskan nafsu iblisku yang terpendam selama ini. Dan kalau mereka ingin mengulang momen nikmat tersebut, mereka akan langsung segera menghubungi &#8220;adikku&#8221; yang selalu meluangkan waktu dan bersedia melayani &#8220;keinginan&#8221; dan &#8220;permohonan&#8221; mereka yang sebenarnya kucintai.</p>
<p style="text-align: justify;">TAMAT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/susan-lingga-dan-siska/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

