<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; Daun Muda</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/category/daun-muda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 07:13:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Anita, di Setubuhi Ayah Tiri</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/anita-di-setubuhi-ayah-tiri/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/anita-di-setubuhi-ayah-tiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 07:13:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[ayah tiri]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[nita]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[perkosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1503</guid>
		<description><![CDATA[Aku adalah anak tunggal. Ibuku adalah seorang wanita yang disiplin dan agak keras sedangkan ayahku kebalikannya bahkan bisa dikatakan bahwa ayah di bawah bendera ibu. Bisa dikatakan ibulah yang lebih mengatur segala-galanya dalam keluarga. Namun, walaupun ibu keras, di luar rumah aku termasuk cewek bandel dan sering tukar-tukar pacar, tentunya tanpa sepengetahuan ibuku. Tapi suatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku adalah anak tunggal. Ibuku adalah seorang wanita yang disiplin dan agak keras sedangkan ayahku kebalikannya bahkan bisa dikatakan bahwa ayah di bawah bendera ibu. Bisa dikatakan ibulah yang lebih mengatur segala-galanya dalam keluarga. Namun, walaupun ibu keras, di luar rumah aku termasuk cewek bandel dan sering tukar-tukar pacar, tentunya tanpa sepengetahuan ibuku. Tapi suatu saat, pada saat aku duduk di kelas 2 SMA, ibuku pergi mengunjungi nenek yang sakit di kampung. Dia akan tinggal di sana selama 2 minggu. Hatiku bersorak. Aku akan bisa bebas di rumah. Tak akan ada yang memaksa-maksa untuk belajar. Aku juga bebas pulang sore. Kalau Ayah, yah.. dia selalu kerja sampai hampir malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Pulang sekolah, aku mengajak pacarku, Anton, ke rumah. Aku sudah beberapa kali mengadakan hubungan kelamin dengannya. Tetapi hubungan tersebut tidak pernah betul-betul nikmat. Selalu dilakukan buru-buru sehingga aku tidak pernah orgasme. Aku penasaran, bagaimana sih nikmatnya orgasme?</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat cerita, aku dan Anton sudah berada di ruang tengah. Kami merasa bebas. Jam masih menunjukkan angka 3:00 sedangkan ayah selalu pulang pukul enam lewat. So, cukup waktu untuk memuaskan berahi. Kami duduk di sofa. Anton dengan segera melumat bibirku. Kurasakan hangatnya bibirnya. &#8220;Ah..&#8221; kurangkul tanganku ke lehernya. Ciumannya semakin dalam. Kini lidahnya yang mempermainkan lidahku. Tangannya pun mulai bermain di kedua bukitku. Aku benar-benar terangsang. Aku sudah bisa merasakan bahwa vaginaku sudah mulai basah. Segera kujulurkan tanganku ke perut bawahnya. Aku merasakan bahwa daerah itu sudah bengkak dan keras. Kucoba membuka reitsleting celananya tapi agak susah. Dengan segera Anton membukakannya untukku. Bagai tak ingin membuang waktu, secara bersamaan, aku pun membuka kemeja sekolahku sekaligus BH-ku tapi tanpa mengalihkan perhatianku pada Anton. Kulihat segera sesudah CD Anton lepas, senjatanya sudah tegang, siap berperang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami berpelukan lagi. Kali ini, tanganku bebas memegang burungnya. Tidak begitu besar, tapi cukup keras dan berdiri dengan tegangnya. Kuelus-elus sejenak. Kedua telurnya yang dibungkus kulit yang sangat lembut, sungguh menimbulkan sensasi tersendiri saat kuraba dengan lembut. Penisnya kemerah-merahan, dengan kepala seperti topi baja. Di ujungnya berlubang. Kukuakkan lubang kecil itu, lalu kujulurkan ujung lidahku ke dalam. Anton melenguh. Expresi wajahnya membuatku semakin bergairah. &#8220;Ah..&#8221; kumasukkan saja batang itu ke mulutku. Anton melepaskan celana dalamku lalu mempermainkan vaginaku dengan jarinya. Terasa sentuhan jarinya diantara kedua bibir kemaluanku. Dikilik-kiliknya klitorisku. Aku makin bernafsu. Kuhisap batangnya. Kujilati kepala penisnya, sambil tanganku mempermainkan telurnya dengan lembut. Kadang kugigit kulit telurnya dengan lembut.<br />
<span id="more-1503"></span><br />
&#8220;Nit, pindah di lantai saja yuk, lebih bebas!&#8221;<br />
Tanpa menunggu jawabanku, dia sudah menggendongku dan membaringkanku di lantai berkarpet tebal dan bersih. Dibukanya rok abu-abuku, yang tinggal satu-satunya melekat di tubuhku, demikian juga kemejanya. Sekarang aku dan dia betul-betul bugil. Aku makin menyukai suasana ini. Kutunggu, apa yang akan dilakukannya selanjutnya. Ternyata Anton naik ke atas tubuhku dengan posisi terbalik, 69. Dikangkangkannya pahaku. Selanjutnya yang kurasakan adalah jilatan-jilatan lidahnya yang panas di permukaan vaginaku. Bukan itu saja, klitorisku dihisapnya, sesekali lidahnya ditenggelamkannya ke lubangku. Sementara batangnya tetap kuhisap. Aku sudah tidak tahan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ton, ayo masukin saja.&#8221;<br />
&#8220;Sebentar lagi Nitt.&#8221;<br />
&#8220;Ah.. aku nggak tahan lagi, aku mau batangmu, please!&#8221;<br />
Anton memutar haluan. Digosok-gosokannya kepala penisnya sebentar lalu.. &#8220;Bless..&#8221; batang itu masuk dengan mantap. Tak perlu diolesi ludah untuk memperlancar, vaginaku sudah banjir. Amboy, nikmat sekali. Disodok-sodok, maju mundur.. maju mundur. Aku tidak tinggal diam. Kugoyang-goyang juga pantatku. Kadang kakiku kulingkarkan ke pinggangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, &#8220;Ah.. aku keluar..&#8221; Dicabutnya penisnya dan spermanya berceceran di atas perutku.<br />
&#8220;Shit! Sama saja, aku belum puas, dia sudah muntah,&#8221; rungutku dalam hati.<br />
Tapi aku berpikir, &#8220;Ah, tak mengapa, babak kedua pasti ada.&#8221;<br />
Dugaanku meleset. Anton berpakaian.<br />
&#8220;Nit, sorry yah.. aku baru ingat. Hari ini rupanya aku harus latihan band, udah agak telat nih,&#8221; dia berpakaian dengan buru-buru. Aku betul-betul kecewa.<br />
&#8220;Kurang ajar anak ini. Dasar egois, emangnya aku lonte, cuman memuaskan kamu saja.&#8221;<br />
Aku betul-betul kecewa dan berjanji dalam hati tak akan mau main lagi dengannya. Karena kesal, kubiarkan dia pergi. Aku berbaring saja di sofa, tanpa mempedulikan kepergiannya, bahkan aku berbaring dengan membelakanginya, wajahku kuarahkan ke sandaran sofa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian aku mendengar suara langkah mendekat.<br />
&#8220;Ngapain lagi si kurang ajar ini kembali,&#8221; pikirku. Tapi aku memasang gaya cuek. Kurasakan pundakku dicolek. Aku tetap cuek.<br />
&#8220;Nita!&#8221;<br />
Oh.. ini bukan suara Anton. Aku bagai disambar petir. Aku masih telanjang bulat.<br />
&#8220;Ayah!&#8221; aku sungguh-sungguh ketakutan, malu, cemas, pokoknya hampir mati.<br />
&#8220;Dasar bedebah, rupanya kamu sudah biasa main begituan yah. Jangan membantah. Ayah lihat kamu bersetubuh dengan lelaki itu. Biar kamu tahu, ini harus dilaporkan sama ibumu.&#8221;<br />
Aku makin ketakutan, kupeluk lutut ayahku, &#8220;Yah.. jangan Yah, aku mau dihukum apa saja, asal jangan diberitahu sama orang lain terutama Mama,&#8221; aku menangis memohon.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, ayah mengangkatku ke sofa. Kulihat wajahnya makin melembut.<br />
&#8220;Nit, Ayah tahu kamu tidak puas barusan. Waktu Ayah masuk, Ayah dengar suara-suara desahan aneh, jadi Ayah jalan pelan-pelan saja, dan Ayah lihat dari balik pintu, kamu sedang dientoti lelaki itu, jadi Ayah intip aja sampai siap mainnya.&#8221;<br />
Aku diam aja tak menyahut.<br />
&#8220;Nit, kalau kamu mau Ayah puasin, maka rahasiamu tak akan terbongkar.&#8221;<br />
&#8220;Sungguh?&#8221;<br />
Ayah tak menjawab, tapi mulutnya sudah mencium susuku. Dijilatinya permukaan payudaraku, digigitnya pelan-pelan putingku. Sementara tangannya sudah menjelajahi bagian bawahku yang masih basah. Ayah segera membuka bajunya. Langsung seluruhnya. Aku terkejut. Kulihat penis ayahku jauh lebih besar, jauh lebih panjang dari penis si Anton. Tak tahu aku berapa ukurannya, yang jelas panjang, besar, mendongak, keras, hitam, berurat, berbulu lebat. Bahkan antara pusat dan kemaluannya juga berbulu halus. Beda benar dengan Anton. Melihat ini saja aku sudah bergetar.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian Aku didudukkannya di sofa. Pahaku dibukanya lebar-lebar. Dia berlutut di hadapanku lalu kepalanya berada diantara kedua pangkal pahaku. Tiba-tiba lidah hangat sudah menggesek ke dalam vaginaku. Aduh, lidah ayahku menjilati vaginaku. Dia menjilat lebih lihai, lebih lembut. Jilatannya dari bawah ke atas berulang-ulang. Kadang hanya klitorisku saja yang dijilatinya. Dihisapinya, bahkan digigit-gigit kecil. Dijilati lagi. Dijilati lagi. &#8220;Oh.. oh.. enak, Yah di situ Yah, enak, nikmat Yah,&#8221; tanpa sadar, aku tidak malu lagi mendesah jorok begitu di hadapan ayahku. Ayah &#8220;memakan&#8221; vaginaku cukup lama. Tiba-tiba, aku merasakan nikmat yang sangat dahsyat, yang tak pernah kumiliki sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh.. begini rupanya orgasme, nikmatnya,&#8221; aku tiba-tiba merasa lemas. Ayah mungkin tahu kalau aku sudah orgasme, maka dihentikannya menjilat lubang kewanitaanku. Kini dia berdiri, tepat di hadapan hidungku, penisnya yang besar itu menengadah. Dengan posisi, ayah berdiri dan aku duduk di sofa, kumasukkan batang ayahku ke mulutku. Kuhisap, kujilat dan kugigit pelan. Kusedot dan kuhisap lagi. Begitu kulakukan berulang-ulang. Ayah ikut menggoyangkan pantatnya, sehingga batangnya terkadang masuk terlalu dalam, sehingga bisa kurasakan kepala penisnya menyentuh kerongkonganku. Aku kembali sangat bergairah merasakan keras dan besarnya batang itu di dalam mulutku. Aku ingin segera ayah memasuki lubangku, tapi aku malu memintanya. Lubangku sudah betul-betul ingin &#8220;menelan&#8221; batang yang besar dan panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba ayah menyeruhku berdiri.<br />
&#8220;Mau main berdiri ini,&#8221; pikirku.<br />
Rupanya tidak. Ayah berbaring di sofa dan mengangkatku ke atasnya.<br />
&#8220;Masukkan Nit!&#8221; ujar Ayah.<br />
Kuraih batang itu lalu kuarahkan ke vaginaku. Ah.. sedikit sakit dan agak susah masuknya, tapi ayah menyodokkan pantatnya ke depan.<br />
&#8220;Aduh pelan-pelan, Ayah.&#8221;<br />
Lalu berhenti sejenak, tapi batang itu sudah tenggelam setengah akibat sodokan ayah tadi. Kugoyang perlahan. Dengan perlahan pula batang itu semakin masuk dan semakin masuk. Ajaibnya semakin masuk, semakin nikmat. Lubang vaginaku betul-betul terasa penuh. Nikmat rasanya. Karena dikuasai nafsu, rasa maluku sudah hilang. Kusetubuhi ayahku dengan rakus. Ekspresi ayahku makin menambah nafsuku. Remasan tangan ayahku di kedua payudaraku semakin menimbulkan rasa nikmat. Kogoyang pantatku dengan irama keras dan cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, aku mau orgasme, tapi ayah berkata, &#8220;Stop! Kita ganti posisi. Kamu nungging dulu.&#8221;<br />
&#8220;Mau apa ini?&#8221; pikirku.<br />
Tiba-tiba kurasakan gesekan kepala penis di permukaan lubangku kemudian.. &#8220;Bless..&#8221; batang itu masuk ke lubangku. Yang begini belum pernah kurasakan. Anton tak pernah memperlakukanku begini, begitu juga Muklis, lelaki yang mengambil perawanku. Tapi yang begini ini rasanya selangit. Tak terkatakan nikmatnya. Hujaman-hujaman batang itu terasa menggesek seluruh liang kewanitaanku, bahkan hantaman kepala penis itupun terasa membentur dasar vaginaku, yang membuatku merasa semakin nikmat. Kurasakan sodokan ayah makin keras dan makin cepat. Perasaan yang kudapat pun makin lama makin nikmat. Makin nikmat, makin nikmat, dan makin nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, &#8220;Auh..oh.. oh..!&#8221; kenikmatan itu meladak. Aku orgasme untuk yang kedua kalinya. Hentakan ayah makin cepat saja, tiba-tiba kudengar desahan panjangnya. Seiring dengan itu dicabutnya penisnya dari lubang vaginaku. Dengan gerakan cepat, ayah sudah berada di depanku. Disodorkannya batangnya ke mulutku. Dengan cepat kutangkap, kukulum dan kumaju-mundurkan mulutku dengan cepat. Tiba-tiba kurasakan semburan sperma panas di dalam mulutku. Aku tak peduli. Terus kuhisap dan kuhisap. Sebagian sperma tertelan olehku, sebagian lagi kukeluarkan, lalu jatuh dan meleleh memenuhi daguku. Ayah memelukku dan menciumku, &#8220;Nit, kapan-kapan, kalau nggak ada Mama, kita main lagi yah.&#8221; Aku tak menjawab. Sebagai jawaban, aku menggelayut dalam pelukan ayahku. Yang jelas aku pasti mau. Dengan pacarku aku tak pernah merasakan orgasme. Dengan ayah, sekali main orgasme dua kali. Siapa yang mau menolak?</p>
<p style="text-align: justify;">Sesudah itu asal ada kesempatan, kami melakukannya lagi. Sementara mama masih sering marah, dengan nada tinggi, berusaha mengajarkan disiplin. Biasanya aku diam saja, pura-pura patuh. Padahal suaminya, yang menjadi ayahku itu, sering kugeluti dan kunikmati. Beginilah kisah permainanku dengan ayahku yang pendiam, tetapi sangat pintar di atas ranjang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/anita-di-setubuhi-ayah-tiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tika Mahasiswi Bispak</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/tika-mahasiswi-bispak/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/tika-mahasiswi-bispak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 07:05:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[bispak]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[tika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1494</guid>
		<description><![CDATA[Mahasiswi bispak nih! sekali muncrat 2 juta hahaha!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mahasiswi bispak nih! sekali muncrat 2 juta hahaha!</p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/tika-mahasiswi-bispak-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1495" title="tika-mahasiswi-bispak-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/tika-mahasiswi-bispak-1.jpg" alt="" width="293" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/tika-mahasiswi-bispak-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1496" title="tika-mahasiswi-bispak-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/tika-mahasiswi-bispak-2.jpg" alt="" width="300" height="291" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/tika-mahasiswi-bispak-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1497" title="tika-mahasiswi-bispak-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/tika-mahasiswi-bispak-3.jpg" alt="" width="300" height="282" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/tika-mahasiswi-bispak-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1498" title="tika-mahasiswi-bispak-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/tika-mahasiswi-bispak-4.jpg" alt="" width="299" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/tika-mahasiswi-bispak-5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1499" title="tika-mahasiswi-bispak-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/tika-mahasiswi-bispak-5.jpg" alt="" width="250" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/tika-mahasiswi-bispak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Sex Saat Kuliah</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/pengalaman-sex-saat-kuliah/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/pengalaman-sex-saat-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 21:24:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1489</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini berawal pada saat aku masih di kuliah di Universitas M, kota X. Pada saat itu, aku masih jomblo karena memang sejak dari SMP aku ga pernah berani mengungkapkan rasa cinta atau sayang kepada cewek, entah kenapa ya?? Nah, pada saat di bangku kuliah lah kemampuanku untuk melihat cewek dan berani mengungkapkan perasaan kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cerita ini berawal pada saat aku masih di kuliah di Universitas M, kota X.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat itu, aku masih jomblo karena memang sejak dari SMP aku ga pernah berani mengungkapkan rasa cinta atau sayang kepada cewek, entah kenapa ya?? Nah, pada saat di bangku kuliah lah kemampuanku untuk melihat cewek dan berani mengungkapkan perasaan kami mulai terasah.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku kenal dengan seorang cewek yang kuliah di fakultas Ekonomi Universitas M, sedangkan aku kuliah di fakultas teknik. Kami kenal secara ga sengaja. Perkenalan dimulai waktu Universitas kami mengadakan Kemah bersama. Wuiihhh, rame banget. Kami kenal saat acara bebas.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hai&#8230;&#8221; sapaku ke cewek itu, dan dia balas menjawab &#8220;Hai juga.&#8221;<br />
&#8220;Fakultas Ekonomi ya?&#8221; &#8220;Kenalkan Rendi.&#8221; Aku mencoba untuk tetap PD walaupun sebenarnya sudah mulai ga kuat nahan badan yang panas dingin .</p>
<p style="text-align: justify;">Tak diduga, dia menjawab &#8220;Namaku Sherly, kamu dari Fakultas Teknik kan?&#8221;. Aku udah sering lihat kamu kok waktu lewat depan gedung Ekonomi.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bagus, berarti tahap perkenalan bisa dilanjut nich!!&#8221;, aku berteriak dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, setelah perkenalan itu, kami semakin akrab. Namun, ada hal yang memang masih menjadi penghalangku untuk lebih dekat dan mencoba intim dengan Sherly. Ternyata dia sudah punya gebetan, kebetulan temen dia waktu SMA dulu yang kuliah di Fakultas yang sama. &#8220;Aduuuuhhhh!!!&#8221; Aku protes dalam hati, mengapa aku baru menemukan sesosok cewek yang okey pada saat dia sudah dimiliki orang lain. FYI, cewek itu berbadan proporsional, dengan tinggi badan sekitar 168 cm, dengan ukuran dada + 36B. Waaaaw&#8230; keren banget deh.</p>
<p style="text-align: justify;">Sehingga kami hanya dapat berteman saja. Walaupun begitu, aku sering mencuri &#8211; curi melihat dadanya yang ranum dibalik bajunya saat kami bertemu, tanpa diketahui pacarnya tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seringkali pula, aku melihat dia melihat sesuatu di balik celanaku, ga tahu tuh, dia lihat apaan, tapi saat aku tanya, dia selalu menjawab celana panjang lo bagus (hihihihihi, jujur ga sich???).</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga suatu ketika, saat kami pergi berdua untuk cari makan malam (maklum, kami berdua kebetulan anak kost, dan rumah kost kami lumayan dekat), dia bercerita tentang permintaan pacarnya untuk segera menikah. DHUEEERRRR!!!! Kepalaku terasa berat dan mataku terasa pedih. Pada saat itu pulalah, aku kemudian memberanikan mengungkapkan perasaanku dan mengatakan menyayanginya. Sebenarnya aku menyangka kalau Sherly akan marah dengan keterusteranganku. Tapi, ternyata&#8230; dia malah terharu dan juga berkata, &#8220;Gue sebenarnya juga sayang sama elo, tapi pacar gue ga mungkin mutus gue.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Waduh, aku jadi kebingungan, dan sementara terdiam, tapi kemudian Sherly tersenyum dan bilang, &#8220;Kita jadi temen mesra aja, dan akses bisa bebas, karena pacar gue juga udah bebas akses badan gue.&#8221; Nahhh loooo, hati ku berteriak gembira namun juga agak BT juga. Ternyata tubuhnya sudah ada yang nimbrung.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi sudah lah, aku sanggupi saja permintaan dia, dan mulai saat itu, aku pun bebas mengakses tubuhnya. Pada malam itu pula, kami langsung praktek hehehhe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah makan malam, kami pun langsung pulang dan aku mampir ke kostnya. Karena kost Sherly sangat bebas akses dan waktu berkunjung ga pernah dibatasi. Kami pun memiliki waktu yang sangat luas. Kami pun langsung masuk ke kamar Sherly, cepat &#8211; cepat dia membersihkan diri di kamar mandi, ternyata ada kamar mandi dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah dia mandi, aku pun bergantian mandi. Aku bertanya dalam hati, kok ga mandi bareng aja ya? Ahh, paling itu kebiasaan dia aja kali ya?</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah kami berdua telah bersih, ternyata dia ga memakai kembali pakainnya. Tapi memakai piyama handuk warna kuning cerah, aduh kaya jeruk aja pikirku . Selanjutnya, aku langsung mendekat ke Sherly dan mulai menciumi wajahnya dan berhenti lama untuk menikmati manisnya bibir Sherly. Wooowww&#8230; udah lama aku ingin merasakan bibir ini, ternyata aku bisa!!!<br />
<span id="more-1489"></span><br />
Kami semakin panas, dan secara perlahan aku merasakan tekanan di bagian bawahku, ternyata tangan Sherly udah meraba &#8211; raba bagian luar selangkangan ku. Oooohhh&#8230; ahhhhh&#8230; kami semakin terangsang dan saling meraba, aku mulai meraba dada kanannya di depan piyamanya, aku goyangkan sedikit dan usap usap. Uuuuhhhh, enak&#8230; Sherly mulai berkicau&#8230; ga berhenti. Supaya ga terlalu mencurigakan, Sherly berhenti sebentar dan menyetel musik Pop Barat, sepertinya lagu kompilasi. Ternyata lagu yang distel justru lebih merangsang libido kami. Tanpa banyak bicara, aku mulai melucuti piyama Sherly, tanpa banyak komentar pun, Sherly membuka kaos dan celana panjangku lalu menyerbu dadaku dan menghisap putingku.. Ahhhh sensasi yang luar biasa, karena memang aku belum pernah merasakan hal ini. Ternyata Sherly sangat berpengalaman, aku pun berpikir apakah dia sudah sering beginian dengan pacarnya? Pikiran macam ini lah yang kemudian memacuku untuk dapat memuaskan nafsunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Segera aku pegang dadanya, dan aku usap usap putingnya yang berwarna merah muda. Terus aku usap dan kemudian aku hisap.. slurp slurp slurp dan aku gigit sedikit untuk memberi sensasi kepada Sherly. Uaaaahhhh, dia mengerang, &#8220;Terus sayang.. isep terus&#8230; enak.. ahhhh.&#8221; Saat itu juga aku mulai meraba pangkal pahanya, Sherly masih memakai celana dalam warna merah muda. Dengan penuh keyakinan aku mulai mengelus gundukan yang muncul dibagian bawah celana dalamnya. Dia semakin mengerang&#8230; dan aku terus meraba, hingga aku rasakan gundukan itu terasa sedikit basah.. Aku bingung juga sich&#8230; (maklum&#8230; ).</p>
<p style="text-align: justify;">Sherly pun, tak mau kalah dengan aksi ku, dia mulai menyelipkan tangannya ke balik celana dalamku, dan langsung memegang Mr. P ku dan mulai meremas dan menarik maju mundur. Aku sangat terangsang.. terasa sesuatu yang bergetar di tubuhku, dan aku semakin berani membuka celana dalam Sherly dan mengusap Mrs. V nya, lama &#8211; lama, kami semakin asyik, tanpa sadar aku mulai memasukkan tanganku ke Mrs. V Sherly, penuh dengan kenikmatan yang aku ga tahu seperti apa, Sherly berkata, &#8220;Kamu tiduran Ren, aku mau servis kamu&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pun langsung tiduran, dan terasa Mr. P ku menjadi hangat dan basah&#8230; saat aku lihat.. Wooooowwww&#8230; Sherly menjilat dan mengulum P ku dengan penuh semangat.. Ohhhh ahhhh uhhh.. aku mulai meracau ga menentu.. lagu yang diputar sejak tadi semakin menambah romantisme suasana. Setelah Sherly puas menjilat dan mengkulum P ku, aku pun mencium bibirnya lagi, dan menjilat puting susunya.. terus aku lanjutin menjilat seluruh tubuhnya sama seperti yang Sherly instruksikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat mendekati Mrs. V nya, aku berhenti sebentar, karena ragu, namun Sherly berkata, &#8220;Lanjutin aja Ren, lo bakal keenakan ntar&#8221;. Aku pun menjilat Mrs. V nya dan sedikit maju mundur, karena secara naluri seperti itu. Sherly meracau ahhhhh&#8230;..oooojjjjjhhhhh&#8230; terus Ren&#8230;. jangan berhenti&#8230;. enyakkkk&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pun terus menjilati V nya, dan tiba tiba aku berpikir, gimana kalo P ku bertemu langsung dengan V nya. Aku pun segera meminta hal ini ke Sherly, dia sedikit melihatku lalu, tersenyum dan mengangguk. Wahhhh.. terasa sesuatu yang luar biasa terjadi, aku semakin terangsang. Sherly membantu memegang P ku dan mengarahkan menuju V nya. Posisi yang kami pakai adalah Sherly di bawah dan aku di atas. Saat P ku mulai masuk lubang V nya, aku merasakan sedikit linu dan geli. Tapi semakin kedalam, semakin hangat dan enak.. Ahhh ohhh&#8230; uhhh&#8230; terus sayang.. terus&#8230; jangan berhenti&#8230;. ahhhh&#8230; Aku pun semakin tergoda untuk terus menyodok. Bunyi srox.. sroxxx&#8230;sroxx&#8230; mulai terdengar dan kami berciuman dan saling meraba, aku semakin terangsang dan memegang kedua susu Sherly yang besar itu, dan mengusap pentilnya. Sherly pun mencengkeram punggungku dan menarik pinggulku untuk semakin masuk ke tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beberapa saat, kami berganti posisi, Sherly berada diatasku dan aku memangku dia diatas ranjangnya. Sherly semakin mudah mengatur posisinya. Srok..srok..srokk..srokk&#8230; Sherly meracau&#8230; ouch..ah&#8230;uh&#8230;ach&#8230;. Enak&#8230; Ren&#8230;<br />
Aku menjilat susunya dan mengulum pentilnya&#8230; dan terkadang mencium bibirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sekitar 20 menit, aku mulai merasakan sesuatu yang bergetar di dalam tubuhku, dan siap untuk meledak&#8230; aku pun merasakan Sherly beberapa kali merinding&#8230;. Hingga akhirnya Sherly berteriak kecil dan tubuhnya menjadi tegang dan saat itu pulalah aku juga menegang dan sesuatu muncrat dari P ku di dalam V nya&#8230; Beberapa detik kemudian kami berciuman dan aku mencium pentilnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu, aku berkata kalau ada sesuatu yang muncrat tadi, dan Sherly tertawa lepas.. &#8220;Hahahahahha&#8230; itu nama sperma Ren&#8221;, kamu ga pernah ML ya?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya ngga lah..&#8221; Aku membalasnya sambil kembali berpakaian, setelah membersihkan diri kami. &#8220;Kalau itu sperma, berarti kamu bisa hamil dong Sher? Terus gimana dong?&#8221; Aku menjadi takut. Sherly dengan gampang menjawab&#8230; &#8220;Tenang aja Ren, aku sering kok ML ama pacarku dan sering keluar di dalam. Tapi aku cegah dengan pil KB biar ga hamil, dan sampai sekarang masih efektif kok hehehehe.&#8221; Dia terkekeh&#8230; aku pun senyum aja, dan mencium bibirnya sebelum pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak saat itu, kami selalu meluangkan waktu untuk ML, bisa di kamar kost-ku atau di kamar kostnya. Pokoknya di tempat yang kami lihat memungkinkan, tentunya tanpa meninggalkan kesan yang mencurigakan dengan pacar Sherly.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/pengalaman-sex-saat-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rici Mahasiswi PTS Bandung Yang Bikin Mupeng</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/rici-mahasiswi-pts-bandung-yang-bikin-mupeng/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/rici-mahasiswi-pts-bandung-yang-bikin-mupeng/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 21:22:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[rici]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1484</guid>
		<description><![CDATA[Mantap nih mahasiswi keren dari bandung&#8230; kalau kayak gini sih bisa betah tiap hari dirumah hahaha&#8230; :p]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mantap nih mahasiswi keren dari bandung&#8230; kalau kayak gini sih bisa betah tiap hari dirumah hahaha&#8230; :p</p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/rici-mahasiswi-bandung-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1485" title="rici-mahasiswi-bandung-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/rici-mahasiswi-bandung-1-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/rici-mahasiswi-bandung-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1486" title="rici-mahasiswi-bandung-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/rici-mahasiswi-bandung-2-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/rici-mahasiswi-bandung-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1487" title="rici-mahasiswi-bandung-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/rici-mahasiswi-bandung-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/rici-mahasiswi-pts-bandung-yang-bikin-mupeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pak Guru&#8230;. Aku Malu&#8230;</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/pak-guru-aku-malu/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/pak-guru-aku-malu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 00:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[kiki]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tasya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1474</guid>
		<description><![CDATA[Sejak masih kelas 1 SMP, Tasya sudah terlihat cantik. Dulu tubuhnya mungil. Berkulit bersih. (Bagi umumnya orang Jawa, kulitnya sudah termasuk putih) Di antara cewek sekelasnya kecantikannya paling menonjol. Tasya menjadi pusat perhatian juga karena kecerdasannya. Itu diakui oleh teman-teman dan para guru. Tetapi kekurangan Tasya adalah, dia cewek pemalu. Tidak PD. Bila didekati cowok, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sejak masih kelas 1 SMP, Tasya sudah terlihat cantik. Dulu tubuhnya mungil. Berkulit bersih. (Bagi umumnya orang Jawa, kulitnya sudah termasuk putih) Di antara cewek sekelasnya kecantikannya paling menonjol. Tasya menjadi pusat perhatian juga karena kecerdasannya. Itu diakui oleh teman-teman dan para guru. Tetapi kekurangan Tasya adalah, dia cewek pemalu. Tidak PD. Bila didekati cowok, salting (salah tingkah) . Karena kekurangannya ini, Tasya tak punya banyak teman cowok. Meskipun sebenarnya banyak yang naksir berat sama dia. Diam-diam salah seorang gurunya menaruh hati pada cewek mungil ini. Pak Wid, yang di usia 40 masih sendiri. Bujang Lapuak, kata orang Minang. Sebagai guru, dia tahu diri, sadar usia, maka yang bisa dilakukan hanya sebatas menggoda atau kadang-kadang memberi tugas ringan, mengambilkan tas di kantor atau disuruh foto kopi soal di koperasi sekolah. Bagi Pak Wid, yang penting bisa dekat, bisa bicara dan kalau bisa, …. sedikit menyentuh tangannya atau mencubit pipinya. Itu sudah cukup. Begitu terus sampai kelas tiga dan lulus, Pak Wid belum berhasil pedekate. Bahkan sampai lulus!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Di mata para siswa, dia guru yang menyenangkan, berjiwa muda, pandai bikin lelucon segar saat mengajar dan ….. murah hati. Maka ketika mereka sudah lulus, masih sering mengunjungi rumah Pak Wid yang tinggal di situ ditemani ibunya yang sudah lanjut usia. Tidak heran jika acara reuni pertama mereka setelah 3 tahun meninggalkan SMP tercinta, diselenggarakan di rumah Pak Wid. Sederhana tetapi meriah. Acara demi acara lancar dan meninggalkan kesan yang mendalam. Hampir seluruh siswa hadir. Tidak terkecuali TASYA. Pak Wid belum melupakan Tasya. Guru jomblo itu masih memegang teguh tekadnya untuk mendapatkan Tasya. Acara reuni sudah selesai. Sudah banyak yang pulang. Pak Wid berusaha menahan sebentar agar cewek pujaannya itu tidak pulang dulu. Bujangan tua ini sudah menyiapkan trik menarik, dia berharap bisa berhasil.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tasya, jangan pulang dulu. Sebentaaaar saja.” “Ada, apa Pak.” Tasya menahan langkahnya di tangga teras. “Mumpung kamu pakai pakaian cantik, aku mau ambil gambarmu.” “Ah, malu, Pak!” Tasya langsung sembunyi di balik tubuh Kiki yang ada di dekatnya. Tetap saja dia masih pemalu. “ Dewi, Sumi dan Andre, temani Tasya. Dia malu foto sendirian.” Masih terasa wibawa Pak Wid sebagai guru. Beberapa anak bergaya di depan kamera. Tetapi Pak Wid hanya meng- close up Tasya saja. Mereka nggak tahu tipuan itu.. Selesai foto mereka keluar dari teras menuju motor masing-masing. Pak Wid melambai ke Tasya juga. Dia membocengkan Kiki, sahabat dekatnya. Akhirnya rumah itu sepi. Tetapi Pak Wid masih berdiri di pintu pekarangan. Ada sesuatu yang ditunggu. 2 menit, 3 menit sampai 7 menit tak ada apa-apa. Pak Wid melangkah masuk, tiba-tiba langkahnya terhenti dan menoleh. Dia mendengar suara sepeda motor mendekat. Pak Wid tersenyum. Pasti anak itu mau ambil helm yang sengaja disembunykan agar cewek pujaan htinya yang pemalu itu kembali saat yang lain sudah pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aduuuuh, Pak, helmku di mana ya?” Tasya bertanya dengan cemas. “Lho, sudah sampai di mana? Kok baru ingat kalau nggak pake helm?” Pak Wid pura-pura heran. “Gara-gara saya difoto-foto tadi, jadi saya tertinggal teman-teman.” Tasya cemberut, dia protes. “Aku pake topi serasa pake helm.Ternyata belum pake helm. Untung Kiki mengingatkan.” “Wah, sorry Tasya. Betul juga kamu. Kalau masih banyak teman kan bisa bertanya .” Pak Wid mencoba menenangkan kepanikan cewek cantik itu. “Masuk sana! Dicari di dalam. Seingat kamu ditaruh di mana?” “Tadi di stang motor!” Tasya sangat yakin. Wajahnya menampakkan kecemasan. “Ya, siapa tahu ada yang meminjam tapi mengembalikan di tempat lain?” Pak Wid menjawab dengan kalem. Tasya masuk kembali ke rumah. Kiki ikut mencari. Pak Wid juga “ikut-ikutan” mencari. Tapi tidak ada. “Sudah, pake saja helm ku. Itu di motorku!” Pak Wid menawarkan jasa. Tasya ragu sejenak, tetapi merasa lega. Minimal dia bisa pinjam dulu untuk pulang. “Pinjam dulu, ya Pak?” mengambil helm yang ditunjukkan gurunya.<br />
<span id="more-1474"></span><br />
“Bawa saja, aku punya dua kok.” Pak Wid menjawab tenang. ”Tapi duduk dulu sebentar dong.” Karena merasa berhutang budi. Tasya menurut dan duduk bersama Kiki. Pak Wid mengumpulkan keberanian untuk memulai triknya. “Hmm…ehm..Kiki dan Tasya rencana mau kuliah apa kerja.” Dia membuka pembicaraan. “Kerja, Pak.” Kiki menjawab pendek. “tapi sambil sekolah.” “Bagus…… jangan menganggur terlalu lama. Bahaya. Makin lama makin susah cari kerja.” “Aku juga mau cari kerja, Pak. Tapi di mana…..carikan to, Pak!” Tasya tampak putus asa. “Apa tujuan kamu kerja?” pancing pria bujangan itu cerdik. “Ya mengembangkan ilmu yang diperoleh di sekolah.” Cerdas dan tangkas Tasya menyahut. “Good. Jawaban yang cerdas.” Guru tua itu mengacungkan jempol supaya Tasya bangga. “Kalau kamu, Kiki…………..?” “Golek duwit, Pak” singkat saja Kiki menjawab. “Betul, kamu Ki. Pinter. Akhirnya…..ujung-ujungnya…….” Dia sengaja berhenti untuk memancing reaksi. “Du…wit!” Kiki dan Tasya menjawab bareng disusul tawa mereka meriah. Pak Wid puas. Umpan masuk! Kamu sudah tahu kan, waktu PPL, berapa upah minimum karyawan” Pak Wid menunggu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nggak tau, Pak” Kiki bingung. wajah dan otaknya memang pas-pasan. Mudah bingung. “Kalau yang saya dengar, 150 apa 600, nggak begitu jelas.” Tasya mencoba mengingat. “Ya hampir mendekati betul. Upah seminggu 150 ribu . Jika sebulan ya 600 ribu.” Pak Wid memperjelas. “Wah, besar sekali.” Kiki heran. Pak Wid juga heran, kenapa uang segitu dianggap banyak? “Uang sekolah kita saja 100 ribu, transport 100 ribu. Ya kecil lah, Ki….” Tasya memprotes Kiki. “Uang segitu hanya pas untuk makan, Ki” Pak Wid menjelaskan.”Padahal kita punya banyak kebutuhan lain.” “Sudahlah, kamu memang belum perlu mikir seperti itu. Yang penting kamu kerja. Wis” “Lha yo kuwi Pak, kerja apa? Beli pulsa sebulan aja sudah 50 ribu. Belum beli bedak, jajan” Tasya menghitung. “Ada kabar baik dan kabar buruk.” Pak Wid mulai menebarkan racun. Dua cewek itu diam memperhatikan dengan serius. “Yang baik dulu apa yang buruk dulu?” “Yang baik dulu Pak” Kiki usul tetapi dibantah oleh Tasya. Keduanya terlibat perdebatan seru. Baik dulu, apa buruk??? “Sudahlah, aku beri tahu yang buruk dulu?” diam sejenak…….hening….serius</p>
<p style="text-align: justify;">“Aku punya lowongan kerja?” “Horeeeeee……..!” dua cewek itu berteriak gembira tetapi sesaat kemudian kaget sendiri terus diam. “ Ini kan kabar buruk? Piye to Pak. Ada lowongan kerja kok kabar buruk” Kiki bingung lagi menatap gurunya penuh tanda tanya. Pak Wid membiarkan keduanya tercekam rasa penasaran. “Buruknya…… kamu belum tentu mau kerja. Males. Enak di rumah. Ya…..kan??” “Ah, eng….gak…lah. Kerjo kok males. Susah-susah cari kerja. Sudah dapat kok malah males.” Kiki ngedumel. “Itu kabar baik,” Tasya meluruskan. “ Bagiku….pekerjaan itu menyenangkan. Trus, kerja apa itu, Pak.” Tasya penasaran. “Lho, nggak ingin tahu kabar baiknya…..?” pancing Pak Wid yang membuat dua cewek lugu itu semakin penasaran terhadap gurunya yang “baik hati” itu. “Apa……Pak….he…he….he…..” Kiki tertawa senang. Yang buruk saja menyenangkan. Apalagi ini….” “Ya iya lah!” Tasya juga penasaran. “Baiknya….. pekerjaan itu ada upahnya…..” “Aaaaahh…..yo mestiiiiiiiiiiiiiii ” kedua cewek itu memukuli punggung gurunya yang “nakal” Senang sekali Pak Wid.</p>
<p style="text-align: justify;">“Belum selesai …sudah main pukul…” pura-pura dia marah, “Kalau di pabrik upahnya 600 ribu sebulan. Tetapi pekerjaan yang aku tawarkan ini …upahnya cuma 200 ribu …..” “Huuuuuuuuuuuuuu………” langsung mereka cemberut, tapi hanya sesaat karena guru itu melanjutkan, “ SEHARI!” Aku ulangi Se….haaaaa…….ri” “Haaaaa…? 200 ribu rupiah sehariii? Gek kerjo opo….kuwi?” spontan dan hampir bersamaan mereka bertanya “Ringan….. tidak memerlukan pikiran dan tenaga yang berat. Hanya perlu sedikit keberanian dan…. tekad yang kuat. BEKERJA….DEMI UANG. “ Bau “racun” itu sedap sekali…. Sewangi “janji surga” “Kerja apa to, Pak? Aku kok ora mudeng?” Kiki betul betul bingung. “Pokoknya siapa yang mau kerja, Ayo, ikut aku! Tidak bisa ditunda. Besok sudah direbut orang lain. Siapa yang mau ?” “Aku…Pak” keduanya menjawab serempak. Mereka bingung, tapi juga takut kehilangan kesempatan. Pak Wid membawa keduanya ke sebuah hotel melati. Dipesan satu kamar yang besar dan cukup sinar dari jendela. Di tempat itulah kedua cewek itu baru tau bahwa mereka akan difoto.</p>
<p style="text-align: justify;">Mula-mula foto biasa. Masih berpakaian lengkap. Mereka bergaya dengan bangga. Selesai dua tiga cepretan. Uang 10 ribuan dibagi. Lepas sepatu dan kaos kaki, berani. Klap! Klap! Klap! Dapat 15 ribu, Artinya naik 5 ribu. Lepas baju luar, masih pakai kaos atau rangkapan dalam. Tambah lagi 5 ribu. Tak terasa sekarang tinggal Bra dan CD. Pada tahap inilah mereka mulai alot dan bertahan. Bahkan minta berhenti. Pak Wid melambaikan lembaran uang berwarna biru kea rah Kiki. Karena terus ragu-ragu, Pak Wid menyelipkan uang itu di belahan dada Kiki. Dia sudah pegang 45 ribu. Sekarang di dadanya ada 50 ribu. Wah, hampir 100 ribu. Dengan mantap Kiki melepas bra-nya. Uang itu ditaruh di dompetnya. Susunya masih kecil. Tapi bagi Pak Wid yang penting Kiki berani lepas bra. Ini akan mempengaruhi Tasya. Klap! Cuma sekali. BH Kiki dikembalikan. Kiki mengenakan kembali. Tasya berpikir. Apa susahnya? Hanya difoto sekali. Dapat 50 ribu. Lalu boleh pakai beha lagi. Pak Wid tidak menunggu Tasya. Lembaran itu langsung diselipkan di belahan susu Tasya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tasya ragu-ragu sejenak dan …… melepas juga. Beha dilempar ke tempat tidur. Sambil memberi aba-aba dan mengarahkan Tasya untuk bergaya, diam-diam Pak Wid menyembuhyikan beha itu di bawah bantal. Dada Tasya biasanya tampak rata jika pakai seragam itu, ternyata…. Buesar! Pak Wid terpana! Klap! Klap! Dari samping Klap! Tak disangka, cewek kecil dan cantik ini menyembunyikan keindahan yang……dahsyat! Tasya disuruh duduk, dipotret dari atas. Klap! Benar-benar bulat dan putih. Tanpa membiarkan Tasya berpikir Pak Wid menyelipkan lembaran merah 100 ribuan ke CD Kiki. Melihat Tasya sudah mondar-mandir dengan dadanya yang besar tanpa malu-malu, Kiki tumbuh keberanian. Dipelorotkannya CDnya. Tampaklah memiawnya yang masih berjembie tipis. Klap!Klap! Kiki disuruh berbaring bugil. Klap! Tasya mencari-cari behanya, tapi tak menemukan. Kedua tangannya tak mampu menyembunyikan bukit-bukit putihnya itu. Tetap tumpah ke luar. Sambil terus memotret Kiki Pak Wid berpikir terus, bagaimana membujuk Tasya melepas CD nya. “Aku nggak bisa Pak.” Rengek Tasya ” Malu…to Pak.” Wajahnya tampak memelas.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jangan malu, Kiki yang motret dari depan. Aku di belakang kamu.” Kuselipkan lembaran merah di CD putihnya. Pak Wid menarik Tasya menjauhi Kiki. Kamera diberikan kepada Kiki yang bingung tidak tahu caranya. “Pencet aja tombol kecil di atas itu, Yak, sekarang.” Pak Wid menyemangati Kiki. Tasya masih bertahan tidak mau melepaskan satu-satunya penutup tubuhnya itu. “Liat, Kiki tidak bisa motret. Kamu aman tidak kena. Jadi kenapa malu.” Pak Wid terus membujuk sambil memegang kedua tangannya agar melepas CDnya. Akhirnya tangan kiri Pak Wid bisa menurunkan CD sampai di atas lutut. Spontan Tasya menutup kemaluannya dengan kedua tangannya. “Duuuuh….maluuuuu” terus Tasya merengek. Kubisikkan di telinganya “Ssssttt…ada tambahan uang 200 rb…tapi jangan sampai Kiki tahu……” Tasya mengendorkan pertahanannya “Nanti selesai kuberikan….tapi jangan bilang Kiki….” Bisik Pak Wid sambil menurunkan CDnya. Sulit tapi akhirnya lepas. Dikantonginya CD putih bertuliskan “tasya” di kantong celana. Kamera diambil alih. Penampakan yang luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Impian 6 tahun kini menjadi kenyataan. Cewek cantik ini sekarang ada di hadapan Pak Wid tanpa selembar benang pun! Klap! Klap Klap! Tempiknya masih kuncup kecil dengan jembut tipis. Hmmm…..imuuut banget. Dadanya bulat, putih..perut ramping kecil….. “Tasya, pakai dua tangahnmu untuk membuka “itu”mu!” perintah si fotografer. Tasya patuh. Di jembrengnya kemaluannya hingga nampak bagian dalamnya yang merah. Pak Wid menyuruh Tasya berbaring. Klap! Pahanya mulusss. Klap! Close up lubang kemaluan. Klap! Tahap awal sudah selesai. Uang yang dijanjikan diberikan. Dengan rasa senang dan rasa aneh, dua cewek ABG itu menerima uang hasil “pekerjaan” mereka hari itu. Pak Wid tetap sadar diri. Tidak menyentuh “boneka” kesayangannya itu…. Sekarang belum saatnya. Dia ingin menanamkan rasa aman di hati Tasya. Tasya harus yakin, bahwa Pak Wid tidak berbahaya. Tapi Pak Wid masih punya keinginan membara, malahan semakin menggila.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiga bulan setelah itu, Tasya menelpon “tukang foto” itu. “Pak, kok tidak ada pemotretan lagi. Uangku udah habis.” Suara Tasya di sana. Berbunga-bunga lelaki tua itu mendengar suara merdu di seberang sana. Segala perlengkapan disiapkan Handycam dan kamera. Sebelum dimulai, melalui hape terjadi tawar-menawar harga. Akhirnya setuju 300 ribu? Deal! Tempat di hotel yang sama. Tidak menunggu lama Tasya datang sendiri. Bawa motor sendiri. Tasya pakai celana panjang, baju kotak-kotak, baju itu tampak kebesaran. Maksudnya untuk menyembunyikan dadanya yang besar itu. Tasya memang cewek yang tidak percaya diri. Punya “kelebihan” kok disembuyikan. Ada perubahan nyata pada sikap Tasya. Tanpa malu-malu dan tanpa disuruh dia melepas sendiri semua pakaiannya. Sampai-sampai Pak Wid menahannya. “Stop. Bertahap Tas….. Bagian atas dulu pelan…. Muter…..Naah……lepas yang bawah……” Sessi pertama adalah pemotretan di kamar mandi. Pak Wid pengin memandikan cewek cantik ini. Melihat dari dekat, merabai seluruh permukaan kulit cewek ABG.</p>
<p style="text-align: justify;">Oooh …. bagaimana rasanya??? Tanpa membantah, Tasya membawa handuk yang diterima dari Pak Wid. Siang itu memang panas sekali. Mandi dapat menyegarkan tubuh. Disabuninya kulit mulus itu. Tangannya kini merasakan secara langsung bagaimana halus dan empuknya bukit kembar yang indah itu. Tasya memandang dengan penuh perhatian dadanya yang dibelai. Ooooh…nikmat! Oohhh….besaaar&#8230; empuuk…Putingnya yg merah itu jadi tegak, Karena diremes-remes Tasya merinding. Lubang di bawah jadi terasa lembab. Tangan gurunya ini bener-bener usil. Lereng-lereng bukit kembar itu dielus dan ditelusuri. Tasya terbuai sampai matanya merem sesaat. Pak Wid lalu jongkok, tanpa dapat dicegah oleh Tasya, mulut lelaki tua itu melahap bibir bawahnya. Karena nikmatnya, sampai Tasya mengangkat-angkat sebelah kakinya. Apalgi saat- dua serangan dilancarkan bersamaan. Tasya hanya dapat menggigit bibir. Untuk mengerang dia malu. Setalah tubuhnya diguyur air dan bersih dari bursa sabun, kembali mulut lelaki tua itu mencari sasaran baru. Acara “mimi cucu” mulai.</p>
<p style="text-align: justify;">Tasya memandang ke bawah dengan tatapan takjub, bibir lelaki tua ini bisa mendatangkan kenikmatan ..ooh! Tasya membiarkan dua payudaranya yang super itu bergantian dikenyot “bayi nakal” sampai puas. “Tasya, tolong lepaskan celanaku. Gerah sekali” Lelaki tua itu sudah merasa perlu untuk meningkat ke permainan berikutnya. Dari tanda-tanda dan basa tubuh, diketahui cewek abg ini sudah “menunggu dipetik” “Ha? Jangan….Pak! Saya…nggak enak.” Tetapi dalam hati ia ingin tahu, “Kaya apa sih…?” “ Aku saja nggak apa-apa, kok kamu nggak enak.” Pak Wid memaksa. Tasya melepaskan celana juga CD gurunya dan….. Ha? Ada benda aneh…. Coklat, panjang. Tasya merem. Pura-pura takut. Pak Wid menuntun jari-jari Tasya untuk mengurut-urut “burungnya” dengan sabun.Masih dengan mata terpejam dan ragu-ragu Tasya mengurut benda aneh itu. Makin lama terasa mengembang dan bertambah besar. Telapak tangannya tak muat lagi. Rasa-rasanya benda ini bertambah panjang terus. Tasya membuka matanya dan terkejut…hiiii…..kok jadi segede ni? Penampakan itu menimbulkan rangsangan hebat. Tubuhnya bergetar, darahnya mendesir-desir lebih cepat. Karena terserang “demam” tak dirasakannya tangan gurunya yang nakal itu mengusap-usap vaginanya. Sentuhan di vegi nya itu menambah hebat rangsangan birahinya. Ia ingin melenguh tapi malu. Maka hanya bisa menggigit bibir.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aduh, Pak. Sudah, Pak.” Ketika sampai di puncaknya dia tak tahan lagi. Tanpa disadarinya pinggulnya bergoyang. Lelaki tua itu paham betul. Tasya sudah “on” Dia berjongkok. Lubang kemaluan yang masih rapat itu dibuka dengan sapuan lidahnya. Jempol kaki Tasya tegak ke atas, menahan setrum ribuan watt dari lidah si tua bangka itu. Matanya tak lepas dari TKP, dilihatnya lidah itu menari-nari di lubangnya. Menusuk-nusuk bagaikan jari yang basah dan hangat. Tangan Tasya erat meremas sabun di tangannya. Sabun hotel yang tipis itu sampai putus dan hancur. “Penderitaan” Tasya semakin parah ketika dua tangan keriput dan hitam meremas bukit kembarnya yang super besar itu. Ooo…gila, mengapa bisa senikmat ini. Sinyal gelombang kenikmatan itu datang silih berganti dari dada, dari vegi terus menerus. “Sudaaaaahhhh Paaak!” tetapi yang terdengar di telinga guru bejat itu adalah ‘”Teruuuussss Pak!” Pak Wid keluar dari kamar mandi. Tasya ditelentangkan di kasur. Pahanya yang putih mulus terpampang indah. Di tengah-tengah selangkangan yang putih itu terlihat kemaluannya seperti segitiga terbalik.</p>
<p style="text-align: justify;">Segitiga itu dihiasi jembut tipis. Kembali lubang kemaluan gadis kecil itu dikelamut habis-habisan. Tasya sudah tidak melawan lagi. Pak Wid mengangkangi tubuh Tasya yang kecil. Tasya membuka pahanya yang putih mulus, dengan pandangan mata yang pasrah. “Pak, jangan dimasukkan dalam-dalam ya?” Pintanya mengiba. Tasya tidak tahu bahwa kalau benda tumpul itu sudah masuk, sedalam apa pun rasanya sama saja (enaknya). Pak Wid mengangguk. “Lima senti cukup, Tasya . Nanti kalau terlalu dalam bilang ya?” Mula-mula dipukul-pukulnya “kentongan” itu dengan “pemukul” ajaibnya. Plak, plak, plak. Lalu helm itu dipakai untuk nguleg itilnya merah yang mekar mengembang. “Duuuuh….sakiiit. Jangan diuleg-uleg, Masukkan saja, Pak” terdengar merdu rintihan cewek ini. Berkali-kali benda coklat itu gagal penetrasi. Kembali lidah sutera bertindak membasahi “jalan ke surga” Coba lagi dimasukinya, sekarang lubang “kentongan” itu semakin licin.Kemaluan Viani mengeluarkan pelumas sendiri. Putih bening sehingga Pak Wid bisa masuk sedikit. “Aduuh…jangan dalam-dalam, Pak…..”</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Wid selalu menafsirkan kebalikannya.” Kurang dalam, Pak” Ditekan lagi, maju sedikit demi sedikit. Tiba-tiba Tasya menjerit lirih “Aaaauuu…… sakiiiiit….jangan sampai robek ya Pak” rintihnya polos sekali. Padahal Sudah robek. Oh Tasya … Tasya, apakah kamu tidak tahu gurumu sudah mengambil kesucianmu?. Dengan pecahnya selaput perawan itu, kini lancarlah jalan ke surga. Pelaaaann… dan lambat. Akhirnya semua bagian dari penis laki-laki tua itu masuk. Tasya mendongak dan menggigit bibir. Tetap jaim. Dia berusaha tidak mengeluarkan erangan. Tapi jari-jari kakinya jelas terlihat tegang meregang. Jari tangannya erat meremas kasur. Itu tanda yamh jelas kalau cewek jaim itu menahan hebat kenikmatan yang dirasakannya. Pak Wid kini bergerak naik turun, naik lagi, turuuuun lagi dengan halus. “Pak jangan dalam-dalam…..ya…..Bapakku sudah wanti-wanti…….jangan sampai ….adduuuuh…” Tak bisa menyelesaikan ucapannya Tasya “terganggu” lewatnya arus “listrik 100 megawatt” diseluruh jaringan syarafnya. “Jangan apa, cah ayuuuuuu……” Pak Wid semakin menikmati “living reality” mimpi yang jadi kenyataan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kalo robek aku nggak perawan lagi oohh….sakiiit” tusukan itu menjawab protes Tasya. Pak Wid ingin ganti posisi. Tapi tidak berani menyuruh Tasya nungging .takut macem-macem, kuwatir Tasya protes. Yang penting sekarang hasratnya terpenuhi dulu. Tanpa bilang-bilang penisnya dicopot begitu saja lalu berdiri di samping tempat tidur. Tasya yang baru larut dalam kenikmatan tentu saja kaget dan kecewa. Tapi tetap saja jaim dia. “Sudah selesai, Pak.” Yang diucapkan, tetapi dalam hati berkata, “Kok sudah Pak?” “Sudah, aja, nanti kamu nggak perawan lagi. Wis, ya?” Pak Wid menggoda. “Aaaa….Pak Wiiid nakaal, ya pelan-pelan to Pak. Asal jangan dalam-dalam.” Tasya ketagihan. Laki-laki tua itu bersorak dalam hati penuh kemenangan. Hu…. Akhirnya minta juga! “Ayo balik badanmu. Sinikan pantatmu! Naah….. gitu. Masih utuh . Masih perawan. Kok. Jangan kawatir.” Pak Wid menjilat semua bekas darah di sekitar selangkangan Tasya. Nah, bersih. Diarahkannya lagi tongkat kenikmatannya ke lubang di tengah pantat putih itu. Enam tahun sudah, perjuangan tak kenal lelah.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya ….ah…pantat indah ini disodorkan di depanku, Tasya aaa…. Aku masuk lagi. Kini terasa lubang itu semakin licin tetapi tetap sereeeet dan kenceng. Setiap batangnya mau ditarik keluar, bibir-bibir sexy anak cantik ini mengatup rapat dan menahan seakan mengucapkan “jangan keluar dong-yang” sehingga terasa diurut-urut urat-urat batang kemaluan Pak Wid. Eeeennaaaak tenan. Pak Wid menyadari murid kesayangannya sudah sepenuhnya terikat dalam jerat kenikmatan yang memabukkan. Bagaikan daya hipnotis, buaian nafsu itu membuat Tasya lupa dan hilang kesadaran. Merasa “jalan” sudah lancar, Pak Wid mempercepat sodokannya. Diraihnya bukit kembar yang terayun-ayun di bawah sana. Diremas-remas dengan lembut dan penuh perasaan. Tasya tidak bisa jaga image lagi. Jebollah pertahanannya. Lepaslah kini erangan dan rintihan yang sudah lama ditahannya. “Ahhhhh….. ssssss…….uuuh…….terusss……aahhh….” “Enak ……….. sayaaaaaaang?” “Enaaaak……sekali….” “Tasya aaa……. Aku sayaaaang kamu…..cah ayu” Ini saatnya untuk mengatakan, yang terpendam selama ribuan hari dan jam di hatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aku juga sayang Pak Wid. Ooooh……..” dalam ketidak sadaran akibat candu sex mulut mungil itu bicara. Pak Wid sudah puas mendengar jawaban itu. Dia tidak perlu memiliki Tasya. Kasihan, dia kan masih sangat muda, Baru 18 tahun. Sekarang dirinya sudah 46 tahun. Terlalu jauh beda usianya. Yang penting sudah diperolehnya saat-saat berharga yaitu keperawanan gadis yang lama diidam-idamkan dan dicintainya. Tusukan demi tusukan menghantarkan Tasya ke ujung perjalanan kenikmatannya. Tanpa disadarinya dia menghentak-hentak maju mundur dengan cepat. Mulutnya terbuka. Kedua payudaranya t erayun-ayun mengikuti gerakan tubuhnya. Nafasnya mmburu. Bintik-bintik keringat memenuhi wajahnya sekitar mulut dan dahi. Jadi semakin cantiiiiik. “Aaaaaaaahhhhh…….huuuuuuuuu hffff………” sambil merapatkan pantatnya erat-erat ke belakang. Pak Wid lalu mencabut penisnya yang berkedut-kedut di bawanya ke depan, ke mulut Tasya yang menganga. “Croootz….croooot” Tasya malah tersenyum bahagia. Mengulum penis yang masih licin itu dan menjilatnya bersih.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Wid memeluk erat muridnya. Bibir mungil itu dikecupnya. Tasya membalas penuh gelora nafsu membara. Suatu perpaduan yang sangat kontras. Cewek secantik dan semuda itu dipeluk dan dicium lelaki tua yang sudah pantas jadi kakeknya. Kulit si gadis putih, kulit lelaki tua itu hitam dan sudah berkeriput. Lama sekali mereka berdekapan. Sampai hape Tasya mengingatkan untuk segera pulang. Pak Wid tidak jadi memberi 300 ribu. Tetapi 5 lembar ratusan. Dia iklas karena merasa sangat puas. Kapan lagi Tasya telepon? Pasti ….. suatu saat akan didengarnya suara merdu Tasya di hapenya, “Pak ada job nggak?”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/pak-guru-aku-malu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SPG Telkom Flexy</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/spg-telkom-flexy/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/spg-telkom-flexy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 23:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[flexy]]></category>
		<category><![CDATA[sales promotion girl]]></category>
		<category><![CDATA[spg]]></category>
		<category><![CDATA[telkom]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1466</guid>
		<description><![CDATA[Enjoy aja bro n sis! ini foto mesum SPG telkom flexy!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Enjoy aja bro n sis! ini foto mesum SPG telkom flexy!</p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/spg-telkom-flexy-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1467" title="spg-telkom-flexy-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/spg-telkom-flexy-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/spg-telkom-flexy-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1468" title="spg-telkom-flexy-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/spg-telkom-flexy-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/spg-telkom-flexy-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1469" title="spg-telkom-flexy-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/spg-telkom-flexy-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/spg-telkom-flexy-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1470" title="spg-telkom-flexy-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/spg-telkom-flexy-4-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a><br />
<span id="more-1466"></span><br />
<a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/spg-telkom-flexy-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1471" title="spg-telkom-flexy-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/spg-telkom-flexy-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/spg-telkom-flexy-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1472" title="spg-telkom-flexy-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/spg-telkom-flexy-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/spg-telkom-flexy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenakalan ABG Jaman Sekarang</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/kenakalan-abg-jaman-sekarang/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/kenakalan-abg-jaman-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 14:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[toge]]></category>
		<category><![CDATA[toked]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1450</guid>
		<description><![CDATA[ck ck ck&#8230; ABG jaman sekarang nakalnya benar-benar ruarrrrrrrr binazaaa&#8230; enjoy aja bosssss&#8230;..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">ck ck ck&#8230; ABG jaman sekarang nakalnya benar-benar ruarrrrrrrr binazaaa&#8230; enjoy aja bosssss&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1451" title="abg-jaman-sekarang-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-1-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-21.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1453" title="abg-jaman-sekarang-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-21-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1454" title="abg-jaman-sekarang-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-3-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1455" title="abg-jaman-sekarang-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-4-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-1450"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1456" title="abg-jaman-sekarang-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-5-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1457" title="abg-jaman-sekarang-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-6-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1458" title="abg-jaman-sekarang-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-7-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/kenakalan-abg-jaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Model Seksi Digarap Dua Lelaki</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/model-seksi-digarap-dua-lelaki/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/model-seksi-digarap-dua-lelaki/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 07:14:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[anus]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[ines]]></category>
		<category><![CDATA[model]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[perkosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1446</guid>
		<description><![CDATA[Aku, seorang model yunior, diperkenalkan oleh temanku pada seorang fotografer ternama supaya aku bisa diorbitkan menjadi model terkenal. Temanku ngasi tau bahwa om Andi, demikian dia biasanya dipanggil, doyan daun muda. Bagiku gak masalah, asal benar2 dia bisa mendongkrak ratingku sehingga menjadi ternama. Om Andi membuat janjian untuk sesi pemotretan di vilanya di daerah Puncak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku, seorang model yunior, diperkenalkan oleh temanku pada seorang fotografer ternama supaya aku bisa diorbitkan menjadi model terkenal. Temanku ngasi tau bahwa om Andi, demikian dia biasanya dipanggil, doyan daun muda. Bagiku gak masalah, asal benar2 dia bisa mendongkrak ratingku sehingga menjadi ternama.</p>
<p style="text-align: justify;">Om Andi membuat janjian untuk sesi pemotretan di vilanya di daerah Puncak. Pagi2 sekali, pada hari yang telah ditentukan, om andi menjemputku. Bersama dia ikut juga asistennya, Joko, seorang anak muda yang cukup ganteng, kira2 seumuran denganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tugas Joko adalah membantu om Andi pada sesi pemotretan. Mempersiapkan peralatan, pencahayaan, sampe pakaian yang akan dikenakan model. Om Andi sangat profesional mengatur pemotretan, mula2 dengan pakaian santai yang seksi, yang menonjolkan lekuk liku tubuhku yang memang bahenol. Pemotretan dilakukan di luar.</p>
<p style="text-align: justify;">Bajunya dengan potongan dada yang rendah, sehingga toketku yang besar montok seakan2 mau meloncat keluar. Joko terlihat menelan air liurnya melihat toketku yang montok. Pasti dia ngaceng keras, karena kulihat di selangkangan jins nya menggembung. Aku hanya membayangkan berapa besar kontolnya, itu membuat aku jadi blingsatan sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu, om Andi mengajakku melihat hasil pemotretan di laptopnya, dia memberiku arahan bagaimana berpose seindah mungkin. Kemudian sesi ke2, dia minta aku mengenakan lingeri yang juga seksi, minim dan tipis, sehingga aku seakan2 telanjang saja mengenakannya. Pentil dan jembutku yang lebat membayang di kain lingerie yang tipis.</p>
<p style="text-align: justify;">Jokopun kayanya gak bisa konsentrasi melihat tubuhku. Aku yakin kon tolnya sudah ngaceng sekeras2nya. Om Andi mengatur gayaku dan mengambil poseku dengan macam2 gaya tersebut. Tengkurap, telentang, ngangkang dan macem2 pose yang seksi2. Kembali om Joko memberiku arahan setelah membahas hasil pemotretannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang sekitar jam 12 siang, om Andi minta Joko untuk membeli makan siang. Sementara itu aku minta ijin untuk istirahat dikolam renang aja. Om Andi memberiku bikini yang so pasti seksi dan minim untuk dikenakan. Tanpa malu2 segera aku mengenakan bikini itu. Benar saja, bikininya minim sehingga hanya sedikit bagian tubuhku yang tertutupinya. Aku berbaring di dipan dibawah payung. Karena lelah akibat sesi pemotretan yang padat dan angin sepoi2, aku tertidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditengah tidurku aku merasakan ada sesuatu yang meraba-raba tubuhku, tangan itu mengelus pahaku lalu merambat ke dadaku. Ketika tangan itu menyentuh selangkanganku tiba-tiba mataku terbuka, aku melihat om Andi sedang menggerayangi tubuhku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, kamu seksi sekali, om jadi napsu deh ngeliatnya. Om jadi pengen ngentotin Ines, boleh gak Nes. Nanti om bantu kamu untuk jadi model profesional”, katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena sudah diberi tahu temanku, aku tidak terlalu kaget mendengar permintaannya yang to the point.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ines sih mau aja om, tapi nanti Joko kalo dateng<br />
gimana”, tanyaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Om Andi segera meremas2 toketku begitu mendengar bahwa aku gak keberatan dientot.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kamu kan udah sering dientot kan Nes, nanti kalo Joko mau kita main ber 3 aja, asik kan kamunya”, katanya sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku diam saja, om Andi berbaring di dipan disebelahku. Segera aku dipeluknya, langsung dia menciumku dengan ganas. Tangannya tetap aktif meremas2 toketku, malah kemudian mulai mengurai tali bra bikiniku yang ada ditengkuk dan dipunggung sehingga toketku pun bebas dari penutup. Dia semakin bernapsu meremas toketku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, toket kamu besar dan kenceng, kamu udah napsu ya Nes. Mana pentilnya gede keras begini, pasti sering diisep ya Nes”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia duduk di pinggir dipan dan mulai menyedot toketku, sementara aku meraih kontolnya serta kukocok hingga kurasakan kontol itu makin mengeras. Aku mendesis nikmat waktu tangannya membelai selangkanganku dan menggosok-gosok nonokku dari luar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eenghh.. terus om.. oohh!” desahku sambil meremasi rambut om Andi yang sedang mengisap toketku.<br />
<span id="more-1446"></span><br />
Kepalanya lalu pelan-pelan merambat ke bawah dan berhenti di puserku. Aku mendesah makin tidak karuan ketika lidahnya bermain-main di sana ditambah lagi dengan jarinya yang bergerak keluar masuk nonokku dari samping cd bikini ku. Aku sampai meremas-remas toket dan menggigit jariku sendiri karena tidak kuat menahan rasanya yang geli-geli enak itu hingga akhirnya tubuhku mengejang dan nonokku mengeluarkan cairan hangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan merem melek aku menjambak rambut om Andi. Segera tangannya pun mengurai pengikat cd bikiniku sehingga aku sudah telanjang bulat terbaring dihadapannya, siap untuk digarap sepuasnya. Dia segera menyeruput nonokku sampai kurasakan cairanku tidak keluar lagi, barulah om Andi melepaskan kepalanya dari situ, nampak mulutnya basah oleh cairan cintaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jembut kamu lebat ya Nes, pasti napsu kamu besar. Kamu gak puas kan kalo cuma dientot satu ronde”, katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Belum beres aku mengatur nafasku yang memburu, mulutku sudah dilumatnya dengan ganas. Kurasakan aroma cairan cintaku sendiri pada mulutnya yang belepotan cairan itu. Aku agak kewalahan dengan lidahnya yang bermain di rongga mulutku. Setelah beberapa menit baru aku bisa beradapatasi, kubalas permainan lidahnya hingga lidah kami saling membelit dan mengisap.</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup lama juga kami berpagutan, dia juga menjilati wajahku sampai wajahku basah oleh liurnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ines ga tahan lagi om, Ines emut kontol om ya” kataku. Om Andi langsung bangkit dan berdiri di sampingku, melepaskan semua yang nempel dibadannya dan menyodorkan kontolnya. kontolnya sudah keras sekali, besar dan panjang. Tipe kontol yang menjadi kegemaranku. Masih dalam posisi berbaring di dipan, kugenggam kontolnya, kukocok dan kujilati sejenak sebelum kumasukkan ke mulut.</p>
<p style="text-align: justify;">Mulutku terisi penuh oleh kontolnya, itu pun tidak menampung seluruhnya paling cuma masuk 3/4nya saja. Aku memainkan lidahku mengitari kepala kontolnya, terkadang juga aku menjilati lubang kencingnya sehingga om Andi bergetar dan mendesah-desah keenakan. Satu tangannya memegangi kepalaku dan dimaju-mundurkannya pinggulnya sehingga aku gelagapan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eemmpp..nngg..!” aku mendesah tertahan karena nyaris kehabisan nafas, namun tidak dipedulikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala kontol itu berkali-kali menyentuh dinding kerongkonganku. Kemudian kurasakan ada cairan memenuhi mulutku. Aku berusaha menelan pejunya itu, tapi karena banyaknya pejunya meleleh di sekitar bibirku. Belum habis semburannya, dia menarik keluar kontolnya, sehingga semburan berikut mendarat disekujur wajahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuseka wajahku dengan tanganku. Sisa-sisa peju yang<br />
menempel di jariku kujilati sampai habis. Saat itu mendadak pintu pager terbuka dan Joko muncul dari sana, dia melongo melihat kami berdua yang sedang bugil.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jok, mau ikutan gak”, tanya om Andi sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kita makan dulu ya”. Segera kita menyantap makanan yang dibawa Joko<br />
sampai habis.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil makan, kulihat jakunnya Joko turun naik melihat kepolosan tubuhku, meskipun agak gugup matanya terus tertuju ke toketku. Aku mengelus-elus kontolnya dari luar celananya, membuatnya terangsang</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya Joko mulai berani memegang toketku, bahkan meremasnya. Aku sendiri membantu melepas kancing bajunya dan meraba-raba dadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, toketnya gede juga ya.. enaknya diapain ya”, katanya sambil terus meremasi toketku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam posisi memeluk itupun aku perlahan membuka pakaiannya. Nampaklah kontolnya cukup besar, walaupun tidak sebesar kontol om Andi, tapi kelihatannya lebih panjang. Kugenggam kontolnya, kurasakan kontolnya bergetar dan mengeras. Pelan-pelan tubuhku mulai menurun hingga berjongkok di hadapannya, tanpa basa-basi lagi kumasukkan kontolnya ke mulut, kujilati dan kuemut-emut hingga Joko mengerang keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Enak, Jok”, tanya om Andi yang memperhatikan Joko agak grogi menikmati emutanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Om Andi lalu mendekati kami dan meraih tanganku untuk mengocok kontolnya. Secara bergantian mulut dan tanganku melayani kedua kontol yang sudah menegang itu. Tidak puas hanya menikmati tanganku, sesaat kemudian om Andi pindah ke belakangku, tubuhku dibuatnya bertumpu pada lutut dan kedua tanganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mulai merasakan kontolnya menyeruak masuk ke dalam nonokku. Seperti biasa, mulutku menganga mengeluarkan desahan meresapi inci demi inci kontolnya memasuki nonokku. Aku dientotnya dari belakang, sambil menyodok, kepalanya merayap ke balik ketiak hingga mulutnya hinggap pada toketku. Aku menggelinjang tak karuan waktu pentil kananku digigitnya dengan gemas, kocokanku pada kontol Joko makin bersemangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Rupanya aku telah membuat Joko ketagihan, dia jadi begitu bernafsu memaju-mundurkan pinggulnya seolah sedang ngentot. Kepalaku pun dipeganginya dengan erat sampai kesempatan untuk menghirup udara segar pun aku tidak ada. Akhirnya aku hanya bisa pasrah saja dientot dari dua arah oleh mereka, sodokan dari salah satunya menyebabkan kontol yang lain makin menghujam ke tubuhku. kontol Om Andi menyentuh bagian terdalam dari nonokku dan ketika kontol Joko menyentuh kerongkonganku, belum lagi mereka terkadang memainkan toket atau meremasi pantatku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku serasa terbang melayang-layang dibuatnya hingga akhirnya tubuhku mengejang dan mataku membelakak, mau menjerit tapi teredam oleh kontol Joko. Bersamaan dengan itu pula entotan Om Andi terasa makin bertenaga. Kami pun nyampe bersamaan, aku dapat merasakan pejunya yang menyembur deras di dalamku, kemudian meleleh keluar lewat selangkanganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah nyampe, tubuhku berkeringat, mereka agaknya mengerti keadaanku dan menghentikan kegiatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, aku pengen ngen totin nonok kamu juga”, kata Joko.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku cuma mengangguk, lalu dia bilang lagi,</p>
<p style="text-align: justify;">“Tapi Ines istirahat aja dulu, kayanya masih cape deh”. Aku turun ke kolam, dan duduk berselonjor di daerah dangkal untuk menyegarkan diriku. Mereka berdua juga ikut turun ke kolam, om Andi duduk di sebelah kiriku dan Joko di kananku. Kami mengobrol sambil memulihkan tenaga, selama itu tangan jahil mereka selalu saja meremas atau mengelus dada, paha, dan bagian sensitif lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, aku masukin sekarang aja ya, udah ga tahan daritadi belum rasain nonok kamu” kata Joko mengambil posisi berlutut di depanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia kemudian membuka pahaku setelah kuanggukan kepala,dia mengarahkan kontolnya yang panjang dan keras itu ke nonokku, tapi dia tidak langsung<br />
menusuknya tapi menggesekannya pada bibir nonokku sehingga aku berkelejotan kegelian dan meremas kontol om andi yang sedang menjilati leher di bawah telingaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aahh.. Jok, cepet masukin dong, udah kebelet nih!” desahku tak tertahankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku meringis saat dia mulai menekan masuk kontolnya. Kini nonokku telah terisi oleh kontolnya yang keras dan panjang itu, yang lalu digerakkan keluar masuk nonokku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Wah.. seret banget nonok kamu Nes”, erangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah 15 menit dia gen tot aku dalam posisi itu, dia melepas kontolnya lalu duduk berselonjor dan manaikkan tubuhku ke kontolnya. Dengan refleks akupun menggenggam kontol itu sambil menurunkan tubuhku hingga kontolnya amblas ke dalam nonokku. Dia memegangi kedua bongkahan pantatku, secara<br />
bersamaan kami mulai menggoyangkan tubuh kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Desahan kami bercampur baur dengan bunyi kecipak air kolam, tubuhku tersentak-sentak tak terkendali, kepalaku kugelengkan kesana-kemari, kedua toketku yang terguncang-guncang tidak luput dari tangan dan mulut mereka. Joko<br />
memperhatikan kontolnya sedang keluar masuk di nonokku.</p>
<p style="text-align: justify;">Goyangan kami terhenti sejenak ketika om Andi tiba-tiba mendorong punggungku sehingga pantatku semakin menungging dan toketku makin tertekan ke wajah Joko. om Andi membuka pantatku dan mengarahkan kontolnya ke sana.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aduuh.. pelan-pelan om, sakit ” rintihku waktu dia<br />
mendorong masuk kontolnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagian bawahku rasanya sesak sekali karena dijejali dua kontol kontol besar. Kami kembali bergoyang, sakit yang tadi kurasakan perlahan-lahan berubah menjadi rasa nikmat. Aku menjerit sejadi-jadinya ketika om Andi menyodok pantatku dengan kasar, kuomeli dia agar lebih lembut dikit. Bukannya mendengar, om Andi malah makin buas menggentotku.</p>
<p style="text-align: justify;">Joko melumat bibirku dan memainkan lidahnya di dalam mulutku agar aku tidak terlalu ribut. Hal itu berlangsung sekitar 20 menit lamanya sampai aku merasakan tubuhku seperti mau meledak, yang dapat kulakukan hanya menjerit panjang dan memeluk Joko erat-erat sampai kukuku mencakar punggungnya. Selama beberapa detik tubuhku menegang sampai akhirnya melemas kembali dalam dekapan Joko.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun mereka masih saja memompaku tanpa peduli padaku yang sudah<br />
lemas ini. Erangan yang keluar dari mulutku pun terdengar makin tak bertenaga. Tiba-tiba pelukan mereka terasa makin erat sampai membuatku sulit bernafas, serangan mereka juga makin dahsyat, pentilku disedot kuat-kuat oleh Joko, dan om Andi menjambak rambutku. Aku lalu merasakan peju hangat menyembur di dalam nonok dan pantatku, di air nampak sedikit cairan peju itu melayang-layang. Mereka berdua pun terkulai lemas diantara tubuhku dengan kontol masih tertancap.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sisa-sisa kenikmatan tadi mereda, akupun mengajak mereka naik ke atas. Sambil mengelap tubuhku yang basah kuyup, aku berjalan menuju kamar mandi. Mereka mengikutiku dan ikut mandi bersama. Disana aku cuma duduk, merekalah yang menyiram, menggosok, dan menyabuniku tentunya sambil menggerayangi. nonok dan toketku paling lama mereka sabuni sampai aku menyindir</p>
<p style="text-align: justify;">“Lho.. kok yang disabun disitu-situ aja sih, mandinya ga beres-beres dong, dingin nih” disambut gelak tawa kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu, giliran akulah yang memandikan mereka, saat itulah nafsu mereka bangkit lagi, akupun mengemut kontol mereka secara bergantian sehingga langsung saja napsu mereka memuncak. aku segera diseret ke ranjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Om Andi mendapat giliran pertama, kelihatannya mereka dia main berdua aja dengan ku. Jembutku yang lebat langsung menjadi sasaran, kemudian salah satu jarinya sudah mengelus2 nonokku. Otomatis aku mengangkangkan pahaku sehingga dia mudah mengakses nonokku lebih lanjut. Segera kontolnya yang besar, panjang dan sangat keras aku genggam dan kocok2.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, diisep dong”, pintanya. Kepalanya kujilat2 sebentar kemudian kumasukkan ke mulutku. Segera kekenyot pelan2, dan kepalaku mengangguk2 memasukkan kontolnya keluar masuk mulutku, kenyotanku jalan terus.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ah, enak Nes, baru diisep mulut atas aja udah nikmat ya, apalagi kalo yg ngisep mulut bawah”, erangnya keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tangannya terus saja mengelus2 no nokku yang sudah basah karena napsuku sudah memuncak.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, kamu udah napsu banget ya, nonok kamu udah basah begini”, katanya lagi. kontolnya makin seru kuisep2nya. Kulihat Joko sedang mengelus2 kontolnya yang sudah ngaceng berat melihat om Andi menggarap aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba2 dia mencabut kontolnya dari mulutku dan segera menelungkup diatas badanku. kontolnya diarahkan ke nonokku, ditekannya kepalanya masuk ke nonokku. terasa banget nonokku meregang kemasukan kepala kontol yang besar, dia mulai mengenjotkan kontolnya pelan, keluar masuk nonokku. Tambah lama tambah cepat sehingga akhirnya seluruh kontolnya yang panjang ambles di nonokku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Enak om , kontol om bikin nonok Ines sesek, dienjot yang keras om “, rengekku keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">enjotan kontolnya makin cepat dan keras, aku juga makin sering melenguh<br />
kenikmatan, apalagi kalo dia mengenjotkan kontolnya masuk dengan keras, nikmat banget rasanya. Gak lama dientot aku udah merasa mau nyampe,</p>
<p style="text-align: justify;">“om lebih cepet ngenjotnya dong, Ines udah mau nyampe”, rengekku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Cepat banget Nes, om belum apa2″ jawabnya sambil mempercepat lagi enjotan kontolnya. A</p>
<p style="text-align: justify;">khirnya aku menjerit keenakan “Om, Ines nyampe mas , aah”, aku menggelepar kenikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia masih terus saja mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Tiba2 dia mencabut kontolnya dari nonokku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kok dicabut om, kan belum ngecret”, protesku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia diem saja tapi menyuruh aku menungging di pinggir ranjang, rupanya dia mau gaya kontol.</p>
<p style="text-align: justify;">“Om, masukkin dinonok Ines aja ya, kalo dipantat gak asik”, pintaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia diam saja. Segera kontolnya ambles lagi di nonokku dengan gaya baru ini. Dia berdiri sambil memegang pinggulku. Karena berdiri, enjotan kontolnya keras dan cepat, lebih cepat dari yang tadi, gesekannya makin kerasa di nonokku dan masuknya rasanya lebih dalem lagi,</p>
<p style="text-align: justify;">“Om , nikmat”, erangku lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Jarinya terasa mengelus2 pantatku, tiba2 salah satu jarinya disodokkan ke lubang pantatku, aku kaget sehingga mengejan. Rupanya nonokku ikut berkontraksi meremas kontol besar panjang yang sedang keluar masuk,</p>
<p style="text-align: justify;">“Aah Nes, nikmat banget, empotan nonok kamu kerasa banget”, erangnya sambil terus saja mengenjot nonokku.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu sambil mengenjot dia agak menelungkup di punggungku dan tangannya meremas2 toketku, kemudian tangannya menjalar lagi ke i tilku, sambil dientot i tilku dikilik2nya dengan tangannya. Nikmat banget dien tot dengan cara seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Om , nikmat banget ngentot sama om , Ines udah mau nyampe lagi. Cepetan enjotannya om ,” erangku saking nikmatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia sepertinya juga udah mau ngecret, segera dia memegang pinggulku lagi dan mempercepat enjotan kontolnya. Tak lama kemudian,</p>
<p style="text-align: justify;">“Om, Ines mau nyampe lagi, om , cepetan dong enjotannya, aah”, akhirnya aku mengejang lagi keenakan. Gak lama kemudian dia mengentotkan kontolnya dalem2 di nonokku dan terasa pejunya ngecret.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aah Nes, nikmat banget”, diapun agak menelungkup diatas punggungku.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena lemas, aku telungkup diranjang dan dia masih menindihku, kontolnya tercabut dari nonokku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Om , nikmat deh, sekali entot aja Ines bisa nyampe 2 kali. Abis ini giliran Joko ya”, kataku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iya”, jawabnya sambil berbaring disebelahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku memeluknya dan dia mengusap2 rambutku. “Kamu pinter banget muasin lelaki ya Nes”, katanya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku hanya tersenyum, “Om, Ines mau ke kamar mandi, lengket badan rasanya”, aku pun bangkit dari ranjang dan menuju ke kamar mandi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selesai membersihkan diri, aku keluar dari kamar mandi telanjang bulat, kulihat om Andi sudah tidak ada dikamar. Joko sudah berbaring diranjang. Aku tersenyum saja dan berbaring disebelahnya. Dia segera mencium bibirku dengan penuh napsu. kontolnya keelus2. Lidahku dan lidahnya saling membelit dan kecupan bibir berbunyi saking hotnya berciuman. Tangannya juga mengarah kepahaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku segera saja mengangkangkan pahaku, sehingga dia bisa dengan mudah mengobok2 nonokku. Sambil terus mencium bibirku, tangannya kemudian naik meremas2 toketku. Pentilku diplintir2nya,</p>
<p style="text-align: justify;">“Jok enak, Ines udah napsu lagi nih”, erangku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanganku masih mengocok kontolnya yang sudah keras banget. Kemudian ciumannya beralih ke toketku. Pentilku yang sudah mengeras segera diemutnya dengan penuh napsu,</p>
<p style="text-align: justify;">“Jok , nikmat banget “, erangku.</p>
<p style="text-align: justify;">Diapun menindihku sambil terus menjilati pentilku. Jilatannya turun keperutku, kepahaku dan akhirnya mendarat di nonokku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aah Jok , enak banget, belum dientot aja udah nikmat banget”, erangku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menggeliat2 keenakan, tanganku meremas2 sprei ketika dia mulai menjilati nonok dan i tilku. Pahaku tanpa sengaja mengepit kepalanya dan rambutnya kujambak, aku mengejang lagi, aku nyampe sebelum dientot. Dia pinter banget merangsang napsuku. Aku telentang terengah2, sementara dia terus menjilati nonokku yang basah berlendir itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia bangun dan kembali mencium bibirku, dia menarik tanganku minta dikocok kontolnya. Dia merebahkan dirinya, aku bangkit menuju selangkangannya dan mulai mengemut kontolnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, kamu pinter banget sih”, dia memuji.</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup lama aku mengemut kon tolnya. Sambil mengeluar masukkan di mulutku,<br />
kontolnya kuisep kuat2. Dia merem melek keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian aku ditelentangkan dan dia segera menindihku. Aku sudah mengangkangkan pahaku lebar2. Dia menggesek2kan kepala kontolnya di bibir nonokku, lalu dienjotkan masuk,</p>
<p style="text-align: justify;">“Jok , enak”, erangku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk pelan2 sampai akhirnya blees, kontolnya nancep semua di nonokku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, nonokmu sempit banget, padahal barusan kemasukan kontol berkali2ya”, katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tapi enak kan, abis kontol kamu gede dan panjang sampe nonok Ines kerasa sempit”, jawabku terengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat, bibirku diciumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Enak Jok, aah”, erangku keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">enjotannya makin cepat dan keras, pinggulku sampe bergetar karenanya. Terasa nonokku mulai berkedut2,</p>
<p style="text-align: justify;">“Jok lebih cepet dong, enak banget, Ines udah mau nyampe”, erangku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Cepet banget Nes, aku belum apa2″, jawabnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Abisnya kon tol kamu enak banget sih gesekannya”, jawabku lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">enjotannya makin keras, setiap ditekan masuk amblesnya dalem banget rasanya. Itu menambah nikmat buat aku</p>
<p style="text-align: justify;">“Terus Jok , enak”. Toketku diremas2 sambil terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk.</p>
<p style="text-align: justify;">“Terus Jok , lebih cepat, aah, enak Jok, jangan brenti, aakh…” akhirnya aku mengejang, aku nyampe, nikmat banget rasanya. Padahal dengan om Andi, aku udah nyampe 2 kali, nyampe kali ini masih terasa nikmat banget. Aku memeluk pinggangnya dengan kakiku, sehingga rasanya makin dalem kontolnya nancep. nonokku kudenyut2kan meremas kontolnya sehingga dia melenguh,</p>
<p style="text-align: justify;">“Enak Nes, empotan nonok kamu hebat banget, aku udah mau ngecret, terus diempot Nes”, erangnya</p>
<p style="text-align: justify;">sambil terus mengenjot nonokku. Akhirnya bentengnya jebol juga. Pejunya ngecret didalam nonokku, banyak banget kerasa nyemburnya</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, aakh, aku ngecret Nes, nikmatnya nonok kamu”, erangnya. Dia menelungkup diatas badanku, bibirku diciumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Trima kasih ya Nes, kamu bikin aku nikmat banget”. Setelah kontolnya mengecil, dicabutnya dari nonokku dan dia berbaring disebelahku. Aku lemes banget walaupun nikmat sekali. Tanpa terasa aku tertidur disebelahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku terbangun karena merasa ada jilatan di nonokku, ternyata om Andi yang masih pengen ngentotin aku lagi. kulihat kontolnya sudah ngaceng lagi. nonokku dijilatinya dengan penuh napsu. Pahaku diangkatnya keatas supaya nonokku makin terbuka.</p>
<p style="text-align: justify;">“Om , nikmat banget mas jilatannya”, erangku.</p>
<p style="text-align: justify;">Ngantukku sudah hilang karena rasa nikmat itu. Aku meremas2 toketku sendiri untuk menambah nikmatnya jilatan di nonokku. Pentilku kuplintir2 juga. Kemudian itilku diisep2nya sambil sesekali menjilati nonokku, menyebabkan nonokku sudah banjir lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menggelepar2 ketika i tilku diemutnya. Cukup lama itilku diemutnya sampai akhirnya kakiku dikangkangkan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Om, masukin dong om , Ines udah pengen dientot”, rengekku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia langsung menindih tubuhku, kontolnya diarahkan ke nonokku. Begitu kepala kontolnya menerobos masuk,</p>
<p style="text-align: justify;">“Yang dalem om , masukin aja semuanya sekaligus, ayo dong om “, rengekku karena napsuku yang sudah muncak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia langsung mengenjotkan kontolnya dengan keras sehingga sebentar saja kontolnya sudah nancap semuanya dinonokku. Kakiku segera melingkari pinggangnya sehingga kontolnya terasa masuk lebih dalem lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ayo om , dienjot dong”, rengekku lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia mulai mengenjot nonokku dengan cepat dan keras, uuh nikmat banget rasanya. enjotannya makin cepat dan keras, ini membuat aku menggeliat2 saking nikmatnya,</p>
<p style="text-align: justify;">“Om , enak om , terus om , Ines udah mau nyampe rasanya”, erangku. Dia tidak menjawab malah mempercepat lagi enjotan kontolnya. Toketku diremas2nya, sampe akhirnya aku mengejang lagi,</p>
<p style="text-align: justify;">“om enak, Ines nyampe om , aah”, erangku lemes.</p>
<p style="text-align: justify;">Kakiku yang tadinya melingkari pinggangnya aku turunkan ke ranjang. Dia tidak memperdulikan keadaanku, kontolnya terus saja dienjotkan keluar masuk dengan cepat, napasnya sudah mendengus2. nonokku kudenyut2kan meremas kontolnya. Dia meringis keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, terus diempot Nes, nikmat banget rasanya. Terus empotannya biar om bisa ngecret Nes”, pintanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu enjotan kon tolnya masih terus gencar merojok nonokku. Toketku kembali diremas2nya, pentilnya diplintir2nya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Om , Ines kepengin ngerasain lagi disemprot peju om “, kataku.</p>
<p style="text-align: justify;">Terus saja kontolnya dienjotkan keluar masuk nonokku dengan cepat dan keras, sampai akhirnya,</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, aku mau ngecret Nes, aah”, erangnya dan terasa semburan pejunya mengisi bagian terdalam nonokku. Nikmat banget rasanya disemprot peju anget. Dia ambruk dan memelukku erat2,</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, nikmat banget deh ngen tot ama kamu”, katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beristirahat sebentar, aku segera membersihkan diri dan berpakaian. Kami kembali ke Jakarta. Diperjalanan pulang aku hanya terkapar saja dikursi mobil. Lemes banget abis dien tot 2 cowok berkali2.</p>
<p style="text-align: justify;">“Om, jangan lupa orbitin Ines ya”, kataku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jangan kawatir, selama om masih bisa ngerasain empotan nonok kamu, pasti kamu melejit keatas deh. Bener gak Jok”, jawabnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/model-seksi-digarap-dua-lelaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngentotin TTM Sebelum Dia Kawin</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ngentotin-ttm-sebelum-dia-kawin/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ngentotin-ttm-sebelum-dia-kawin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 07:07:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[sebelum kawin]]></category>
		<category><![CDATA[teman tapi mesra]]></category>
		<category><![CDATA[ttm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1427</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa&#8230; junior minta jatah dulu sebelum TTM kawin dengan bandot tua hehehe&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seperti biasa&#8230; junior minta jatah dulu sebelum TTM kawin dengan bandot tua hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1428" title="ngentot-ttm-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-1-300x210.jpg" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1429" title="ngentot-ttm-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-2-233x300.jpg" alt="" width="233" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1430" title="ngentot-ttm-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-3-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1431" title="ngentot-ttm-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-4-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1432" title="ngentot-ttm-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-5-268x300.jpg" alt="" width="268" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1433" title="ngentot-ttm-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-6-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p><span id="more-1427"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1434" title="ngentot-ttm-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1435" title="ngentot-ttm-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1436" title="ngentot-ttm-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-9-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1437" title="ngentot-ttm-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-10-219x300.jpg" alt="" width="219" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1438" title="ngentot-ttm-11" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-11-300x166.jpg" alt="" width="300" height="166" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-12.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1439" title="ngentot-ttm-12" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-12-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-14.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1441" title="ngentot-ttm-14" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-14-300x213.jpg" alt="" width="300" height="213" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-15.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1442" title="ngentot-ttm-15" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-15-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-16.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1443" title="ngentot-ttm-16" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-16-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-17.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1444" title="ngentot-ttm-17" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/ngentot-ttm-17-300x211.jpg" alt="" width="300" height="211" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ngentotin-ttm-sebelum-dia-kawin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tante Napsu&#8230;..</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/tante-napsu/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/tante-napsu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jun 2010 18:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[hanny]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[poppy]]></category>
		<category><![CDATA[sherly]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante mey]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1414</guid>
		<description><![CDATA[Pada bulan Mei tersebut aku pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, tapi memang kata orang bahwa mencari pekerjaan itu tidak semudah yang kita duga, apalagi di kota metropolis. Pada suatu malam minggu aku tersesat pulang dan tiba-tiba saja ada mobil sedan mewah menghampiriku. Terus dia berkata, “Hey.. kok.. melamun?” katanya. Aku sangat kaget sekali ternyata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada bulan Mei tersebut aku pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, tapi memang kata orang bahwa mencari pekerjaan itu tidak semudah yang kita duga, apalagi di kota metropolis. Pada suatu malam minggu aku tersesat pulang dan tiba-tiba saja ada mobil sedan mewah menghampiriku. Terus dia berkata, “Hey.. kok.. melamun?” katanya. Aku sangat kaget sekali ternyata yang menyapaku itu adalah seorang wanita cantik dan aku sempat terdiam beberapa detik. “Eee.. Ditanya kko masih diam sih?” wanita itu bertanya lagi. Lalu aku jawab, “Ii.. nii.. Tante aku tersesat pulang nih?” “Ooohh.. Mendingan kamu ikut Tante saja yah?” “Kemana Tante?” tanyaku. “Gimana kalau ke rumah Tante aja yah?” karena aku dalam keadaan bingung sekali dan tanpa berpikir apa-apa aku langsung mengiyakannya. Singkat cerita aku sudah berada di rumahnya, di perumahan yang super elit. Kemudian aku diperkenalkan sama anak-anaknya yang memang pada cantik dan sexynya seperti Mamanya. Oh yah, setelah aku dan mereka ngobrol panjang lebar ternyata Tante yang nolong aku itu namanya adalah Tante Mey Lin yang dipanggil akrab Tante Mey, anak pertamanya Mbak Hanny, dia masih kuliah di Universitas terkenal di Jakarta, anak yang kedua namanya Sherly kelas 1 SMU dan yang ketiga namanya Poppy kelas 1 SMP, mereka berdua di sekolahkan di sekolah yang terkenal dan favorit di Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun aku baru pertama kenal, tapi aku sama bidadari-bidadari yang pada cantik ini rasanya sudah seperti seseorang yang telah lama berpisah. Lalu kami berlima menonton acara TV yang pas pada waktu itu ada adegan panasnya, dan aku curi pandang sama Tante Mey, rasanya Tante ini enggak tenang dan merasa gelisah sepertinya dia sudah terangsang akan adegan itu, ditambah ada aku disampingnya, namun Tante rupanya malu sama anak-anaknya. Tiba-tiba Tante berkata, “Hanny, Sherly, Poppy cepat tidur sudah malam?” yang memang pada waktu itu menunjukkan jam 10.30. “Memangnya kenapa Mami, filmnya kan belum selesai”, kata Mbak Hanny. Memang dia kelihatannya sudah matang betul dan apa yang akan dilakukan Maminya terhadap aku? Lalu mereka bertiga masuk ke kamarnya masing tapi Sherly dan Poppy tidur satu kamar. Dan kejadian kurang lebih tiga bulan yang lalu terulang lagi dan sungguh diluar dugaan aku. “Nah dewa sekarang tinggal kita berdua”, katanya. “Mrmangnya ada apa tuh Tante?” kataku heran. “Dewa sayang, Tante enggak bisa berbuat bebas terhadap kamu karena Tante malu sama anak-anak,” begitu timbalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dewa mendingan kita ke kamar Tante aja yah, please.. temanin Tante malam ini sayang, Tante sudah lama sekali enggak dijamah sama laki-laki”, sambil memeluk aku dan memohon, “Yah sayang? Mau kan?” katanya lagi “Ii.. Yaa, mau.. Tante?” jawabku gugup. Karena Tante sudah mau menolongku. Tiba di kamar Tante rupanya enggak bisa nahan lagi nafsunya dia langsung mencium seluruh tubuhku, lalu kami berdua tanpa terasa sudah seperti sepasang kekasih yang sudah lama pisah. Hingga kami berdua sudah setengah bugil, aku tinggal CD saja dan tante Mey tinggal BH dan CDnya. Tante sempat menari-nari di depanku untuk membangkitkan gairahku supaya semakin nafsu. “Wahh..!! Gile benar nih Tante, kok kayak masih umur 23 tahun saja yah?” gumamku dalam hati. Itu tuh.. Kayak Mbak Hanny anaknya yang pertama. Sungguh indah tubuhnya, payudara yang besar, kencang dan sekel sekali, pinggulnya yang sexy dengan pantat yang runcing ke atas, enak kalau dientot dari belakang? Terus yang paling menggiurkan lagi vaginanya masih bagus dan bersih. Itu gerutuku dalam hati sambil melihat Tante menari-nari.</p>
<p style="text-align: justify;">Tante langsung menindihku lalu mencium bibirku dengan ganasnya lalu aku juga membalasnya, Tante menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku yang mulai tegang, juga kedua payudaranya ke dadaku. “Ooohh.. terus.. Tante, gesek.. dan.. Goyang.. yang kerass.. aahh.. oohh..” desahku. “Dewa sayang itu penismu sudah bangun yah, rasanya ada yang menganjal di vaginaku cinta,” kata Tante Mey. Lalu kami berdua tanpa ba.. bi.. bu.. langsung melakukan 69, dengan jelas terlihat vagina Tante Mey yang merah merekah dan sudah sangat basah sekali, mungkin sudah terangsang banget karena tadi habis menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku. Lalu aku menjilat, mencium dan menghisapnya habis-habisan, kupermainan kritorisnya. Tante mengerang. “Ooohh.. Eennaakk.. Dewaa.. sayang.. terus.. makan vagina Tante yahh..?” Begitu juga dengan aku, penis rasanya sudah enggak tahan banget ingin masuk ke lobang vagina kenikmatannya. “Ooohh.. yahh.. eenaakk terus.. Tante.. yang cepet kocokkannya..?” Cclluup.. Ccluupp.. Suara penisku didalam mulutnya. “Dewa, vagina Tante sudah enggak tahan lagi sudah cepet lepasin, cepet masukin saja penis kamu cinta?” Tante Mey meringis memohon.<br />
<span id="more-1414"></span><br />
Kemudian aku mengambil posisi diatas dengan membuka pahanya lebar lalu aku angkat ke atas dan aku mulai memasukan penisku ke dalam vaginanya. Bblless.. Bleess.. Bblleess.. “Awww.. Yeeahh.. Ssaakiitt.. De.. Waa?” “Kenapa Tante?” “Pelan-pelan sayang, vaginaku kan sudah lama enggak dientot?” “Ooohh..?” jawabku. “Tahan sebentar yah cinta, biar vagina Tante terbiasa lagi dimasukin penis,” katanya. Selang beberapa menit, “Nah Dewa, sekarang kamu boleh masukin dan entot vagina Tante sampai puas yah?” “Ssiipp.. Siap..!! Tante Mey?” Memang benar vagina Tante rupanya sudah lama enggak dimasukin penis lagi, terbukti aku sampai 3 kali hentakan. Bleess.. Bless.. Bblleess.. Akhir aku masukin semuanya penisku ke vaginanya. Tiga kali juga tente Mey menjerit. “Dewa genjot dan kocok vaginaku sayang?” lalu aku mulai memasuk keluarkan penisku dari lambat sampai keras dan cepat sekali. Tante Mey mengerang dan mendesah. “Ooohh.. ahh.. enak.. sekalii.. penis kamu Dewaa.., akhirnya vagina Tante ngerasain lagi penis.. terus.. Entot vagina Taann.. tee.. Dewaa.. Sayaanngg..?” ceracaunya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuuhh.. Oohh.. Aaahh.. Yeess.. Ennaakk.. vagina Tante seret sekalii.. Kaya vaginanya perawan?” timbalku. Tiba-tiba, “Dewaa.. Aku mau keluar nih? penis kamu hebatt..?” “Tunggu Tante sayang, aku juga mau keluar nih..?” Akhirnya Tante Mey orgasme duluan. Crott.. Ccroott.. Crroott.. Banyak sekali cairan yang ada dalam vaginanya, rasanya penisku hangat sekali. “Tante aku mau keluar nih..?” kataku, “Dimana nih keluarinnya..?” “Didalam vagina Tante saja Dewaa.. Please.. ingin air mani kamu yang hangat..?” Ccrett.. Ccroott.. Ccrroott.. “Aaarrgghh.. Aarrgghh.. Oohh.. Mmhh.. Nikmat vagina Tantee..?” erangku. Lalu aku dan tente tidur pulas, karena kecapaian akibat pertempuran yang sengit tadi. Sekitar jam 12 malam rasanya penisku ada yang mengulum dan mengocoknya. Ternyata Mbak Hanny, “Ada apa Mbak?” tanyaku. Wah gila dia, sambil mengocok penisku didalam mulutnya, tangan kirinya menusuk-nusuk vaginanya sendiri. Dia berkata, “Dewa aku ingin dong dientot kaya mami tadi, yah.. please..” Dia mempertegas, “Dewa tolong Mbak yah sayang, vagina Mbak juga sudah kangen enggak ngentot lagi, Mbak baru putus sama pacar habis enggak muasin vagina Mbak,” sambil membimbing tangan kananku untuk mengelus-elus vaginanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iyah deh Mbak, aku akan berusaha dengan berbagai cara untuk dapat membuat vagina Mbak jadi ketagihan sama penis aku,” jawabku vulgar. “Kita entotannya dilantai karpet aja yah?” kata Mbak Hanny. Tapi masih di kamar tersebut, “Aku takut mengganggu Mami yang habis kamu entotin vaginanya, entar Mami bangun lagi kalau ngentotnya diranjang,” dia mempertegas. Mbak Hanny langsung telanjang bulat. Kami pun bercumbu, saling menjilat, mencium, menghisap seperti biasa, dengan gairah yang sangat menggelora sekali. Dan sekarang aku mulai memasukkan penisku ke lubang vaginanya, karena dia sudah gatel banget lihat tadi aku ngentotin Maminya. Maka aku langsung aja, masukkan penisku. Bleess.. Bless.. Bleess.. “Aw.. Oohh.. Aahh.. Yyeess..?” erangnya. “Sakit Mbak?” tanyaku. “Enggak cinta, terusin saja enak banget kok?” Aku langsung mengkocoknya, plak.. plakk.. plokk.. plookk..? suara paha kami berdua beradu..? “Vagina Mbak enaakk.. Sekali sih..?” sambil aku menggoyangkan pinggulku, terus dia juga mengimbangi goyanganku dengan arah yang berlawanan sehigga benar-benar tenggelam seluruh penisku ke dalam vagina surga kenikmatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oohh.. ennak.. Dee.. waa.. terus.. entot.. mee.. meekk.. Mmbaakk.. sayyaanngg..?” Akhirnya akupun ngentot lagi sama vaginanya Mbak Hanny, tapi Maminya enggak sedikitpun bangun mungkin capek main sama aku, habis aku bikin tubuhnya dan vaginanya melayang-layang. Lagi asyik-asyiknya ngentotin vaginanya Kak Hanny, tiba-tiba terdengar suara. “Iiihh.. Kakak lagi ngapain?” mendengar suara tersebut, aku terkejut. Rupanya Shelly dan Poppy sedang asyik dan santainya melihat aku ngentot sama kakaknya. Aku langsung aja berhenti dan seketika itu juga Mbak Hanny berkata, “Dewa kenapa, kok berhenti sayang, terus dong entot vagina Mbak, sampai enak dan nikmat sekalii..?” “Ii.. ittuu.. ada..?” “Ada apa?” katanya lagi penasaran. Pas dia menggerakkan wajahnya kekanan, terlihatlah adik-adiknya yang sama-sama sudah bugil tanpa sehelai benang pun. Lalu Mbak Hanny bicara, “Eehh.. adik-adikku ini bandel sekali yah..!!” Setelah dia tahu bahwa aku berhenti karena ada adik-adiknya yang sama sudah telanjang bulat. “Heyy.. kenapa kalian ikut-ikutan telanjang?” kata Mbak Hanny.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kak aku ingin ngerasain dientot yah?” tanya Shelly sama kakaknya. “Iyah nih Kakak kok pelit sih.. aku juga sama Kak Shelly ingin juga ngerasain penisnya Mas Dewa,” timbal poppy. “Iyah kan Kak?” tanya poppy pada Shelly. “Iyah nih.. Gimana sih..?” timbal Shelly. “Please dong Kak? Rengek kedua anak tersebut?” terus mungkin sudah terlanjur mereka berdua melihat kakaknya ngentot dan sudah pada bugil semuanya, maka Kak Hanny membolehkannya. “Iyah deh kamu berdua sudah telanjur bugil dan lihat kakak lagi dientot vaginanya sama penis Dewa?” “Sini jangan ribut..” kata Kakaknya lagi, “Tunggu kakak keluar, yah.. entar kamu juga bakal kebagian adikku manis” Tanya kakaknya. “Dewa cepetan kocokannya yang lebih keras lagi.. Kasihan vagina kedua adikku ini sudah pada basah.. tuhh..” Akhirnya aku dan Mbak Hanny pun mempercepat ngentotnya kayak dikejar-kejar hantu. Dan akhirnya orgasme secara bersamaan. “Aaarrgh.. Oohh.. Mmhh.. Aarrgghh.. Enak.. Sekalii.. cintaa? Aku sudah keluar Dewa..?” erangan Mbak Hanny. “Aku juga sama Mbakk.. Rasanya penisku hangat sekali”</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah berhenti beberapa menit, lalu kedua anak abg ini mulai membangkitkan lagi gairahku, Shelly kakaknya lagi asyik mengocok penisku dalam mulut dan bibirnya yang sexy sedangkan Poppy mencium bibirku habis-habisan sampai kedua lidah kami saling bertautan dan aku pun tak tinggal diam, aku mulai meremas-remas toketnya yang sedang seger-segernya seperti buah yang baru matang. Akhirnya kembali lagi aku ngentotin vagina adiknya yang masih perawan. Yang pertama kuentot vaginanya sherly yang kelas 1 SMU. Aku sangat kesulitan memasukan penisku karena vaginanya masih sempit dan perawan lagi. “Benar nih, vagina kamu mau aku masukin?” tanyaku dengan penuh kelembutan, perhatian dan kasih sayang. “Mau sekali Kak..?” jawabnya. “Aku dari tadi sudah kepengen banget, ingin ngerasain gimana sih kalau vagina aku dimasukin penis Mas dewa? Kelihatannya Kak Hanny enak dan nikmat banget, waktu Kakak lagi ngentotin dia?” jawab polosnya. Lalu aku suruh dia diatas aku dibawah dan akhirnya dia memasukan juga. Bles.. Bless.. Bbleess.. “Aw.. Aahh.. Ohh.. Kak.. sudah.. Masuk belumm..?” sambil dia mengedangah ke atas, bibir bawahnya digigit lalu kedua payudaranya dia remas-remas sendiri sambil dia menekan pantatnya kebawah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tekan lagi cinta masih kepalanya yang masuk?” Akhirnya dengan dibantu aku memegang pantatnya kebawah, akhirnya masuklah semuanya. “Aahh.. oohh.. yeeahh.. masuk semuanya yah kak?” katanya. “Iyah Shelly sayang, gimana enak kan?” tanyaku sambil aku mencoba menggenjotnya. “Enak.. sekali.. Kak Dewa..” “Ini belum seberapa Selly. Ntar kamu akan lebih nikmat lagi?” lalu aku kocok vaginanya dan akhirnya dia orgasme duluan. Creett.. Creett.. Ccroott.. “Aakk.. saayyaanngg.. aa.. kuu.. mau.. keluar nihh..” eranganya. Sambil memelukku erat-erat dan pantatnya ditahan ke belakang karena dia ada diatas, lalu aku pun sama menghentakkan pantatku ke depan, arah yang berlawanan supaya dia benar-benar menikmatinya, penisku tertekan lebih dalam lagi ke lubang vaginanya. Dia langsung lemes sementara aku belum orgasme dan kulihat Poppy sedang dioral vaginanya sama kakaknya, Mbak Hanny. “Sudah dong kak..?” kataku pada Mbak Hanny. “Kasihan tuhh.. vagina Poppy sudah ingin banget ngerasain di tusuk sama penisku ini?” kataku lagi “Iyah Kak Hanny, sudah dong kak?” kata Poppy.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aku sudah enggak tahan sekali dari tadi lihat Kak Shelly dientot sama penisnya Dewa, sepertinya nikmat dan enak sekali?” katanya memohon agar Kak Hanny melepaskan oralnya di dalam vaginanya. Akhirnya kami berempat mulai perang lagi, aku mau masukin penisku ke vaginanya Poppy sambil nungging (doggy style) kemudian Poppy menjilat vaginanya Mbak Hanny dan Mbak Hanny menjilat vaginanya Shelly yang sudah seger lagi. “Wah.. seretnya bukan main nih vaginanya Poppy, dia masih kelas 1 SMP jadi lebih sempit dibanding kakak-kakaknya dan cengkramannya pun sangat kuat sekali.” “Bleess.. Bless.. Bleess..” “Awww.. Awww.. Ooohh.. Ooohh..” Poppy menjerit lagi setiap aku mau memasukkan lagi penisku. “Sakit yah?” tanyaku sambil aku meremas-remas payudaranya. “Ii.. Iyah.. kak.., Tapi kok enak banget sih? terusin aja Kak Dewa.. Vagina poppy rasanya ada yang mengganjal dan rasanya hangat dan berdenyut-denyut,” katanya. Sambil merem melek karena aku mulai menggenjot vaginanya. “Oohh.. terruuss.. aakk.. saayyaang.. p.. vaginanya Poppy yah..” ceracaunya. Dan rasanya dia mulai juga menggoyangkan pinggulnya. “Tenang cinta.. aku.. akan.. berusaha.. muasin vaginanya dik.. Poppy.. Yah..” Dan akhirnya aku ngentot vagina keempatnya. Lalu aku dengar dia berkata, “Aku mau keluar nih?” “Sabar taahann.. duu.. Luu.. Yah..” Namun baru sekali ini vaginanya dientot dia tak bisa nahan dan.. Crott.. Croott.. “Aarhhgg, eemmhh.. oohh.. yeeaass..nikmat banget aakh..?” eranganya. “Makasih.. Yah kak..?” sambil dia tersenyum. “Aku.. pipisnya kok.. enggak biasanya, tapi enak banget sih.” “Aku mau keluar nih, dimana sayang?” tanyaku. “Aakkh.. didalam vaginaku aja yah.. Aku ingin ngerasain.. Gimana di siram air mani penis..” Ccrroott.. Crroott.. Crott.. Akhirnya aku tumpahkan ke dalam lobang vaginanya dan sebagian lagi kuberikan sama Kak Hanny dan Shelly. Gile.. Benerr.. sekali ngentot dapat empat vagina, yaitu vaginanya anak SMP, anak SMU, mahasiswi dan Tante-Tante.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/tante-napsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
