<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; Ekshibionis</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/category/ekshibionis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 09:03:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Binalnya Novia</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/binalnya-novia/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/binalnya-novia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 09:03:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[novia]]></category>
		<category><![CDATA[orgy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3320</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, nama saya novia saat ini umur saya 23 tahun saya tinggal di kota bandung, saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman hidup saya. Kejadian ini saya alami pada saat umur saya baru menginjak 20 tahun berarti 2 tahun yang lalu. Ketika itu saya kuliah di salah satu perguruan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, nama saya novia saat ini umur saya 23 tahun saya tinggal di kota bandung, saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman hidup saya. Kejadian ini saya alami pada saat umur saya baru menginjak 20 tahun berarti 2 tahun yang lalu. Ketika itu saya kuliah di salah satu perguruan tinggi di bandung mengambil diploma III, yang kebetulan letak kampusnya tidak terlalu jauh dari rumah saya sehingga saya bias pergi ke kampus dengan berjalan kaki tapi kadang di antar oleh pacar saya. Singkat cerita pada suatu hari telah di lakukan UAS namun setelah nilai uas tersebut keluar saya di nyatakan tidak lulus setelah melakukan konformasi kepada dosen yang bersangkutan sebut saja dosen itu pa rudi umurnya kira-kira 50an dia dosen yang dikenal cukup killer namun setelah saya bertemu dengan beliau,dia sangat baik beliau bersedia memberikan ujian perbaikan kepada saya namun tidak dilakukan dikampus dia mengajak bertemu di salah satu motel yang terletak did ago saya pada saat itu berfikiran positif dan menyetujui permintaan pa rudi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat cerita tiba lah pada hari H dimana saya harus dating ke motel tersebut untuk melakukan ujian perbaikan tentu saja saat itu saya tidak sendirian saya di antar oleh pacar saya ketika sampai di motel saya menghubungi pa rudi dan ternyata pa rudi sudah berada di salah satu kamar motel tersebut dan menyuruh saya untuk masuk saat itu saya menyruh pacar saya menunggu di lobi motel. Sampailah saya di depan kamar motel yang di sewa Pa Rudi kamar nya yang cukup jauh dari lobi motel tersebut. Ketika pintu tersebut saya ketuk tidak begitu lama Pa Rudi membukakan pintu tersebut dan dia pun tidak berkata apa-apa hanya memandangi saya dari bawah hingga atas memeng pada saat itu saya menggunakan celana jeans ketat di padu dengan blues ktat dan tipis warna kuning dengan 2 kancing di atas nya sengaja tidak saya kancingkan karenang terlalu ketat dengan tonjolan dada saya yang lumayan besar 36B Pa Rudi pun tidak melepaskan pandangannya dari arah dada saya yang pada saat itu dengan jelas memperlihatkan belahan dada saya yang sangat menggoda.</p>
<p style="text-align: justify;">“eh via..sama siapa?”Tanya pa rudi sambil pandangan nya tetap didada ku “emh..sama temen pa”jawab ku sambil tersenyum “ lah..temen nya mana??”Tanya pa rudi heran “nunggu di lobi pa..”jawabku sambli menunjuk kearah lobi “oo temen nya atau pacarnya “kata pa rudi sambil merangkul ku masuk kedalam kamar aku hanya tersenyum malu. Di dalam kamar kita ngobrol-ngobrol masalah ujian memang nilaiku pada saat itu benar-benar tidak bisa dibantu namun pa rudi akan mengusahakan membantu nilai saya,saya sangat senang mendengar ucapan pa rudi namun ketika saya bertanya mana soal untuk ujian perbaikannya pa rudi menjawab tidak ada dia hanya ingin mengobrol 4 mata denganku saja jawabnya singkat dia berkata bahwa dia benar-benar kagum pada diriku. “vie bapa minta foto kamu boleh y..”pinta pa rudi sambil mengambil kamera digital pocket dari tas kerjanya “iihh bapa buat apa malu ahh..”jawab ku sambil tersenyum manja “ya udah kalo ga mau ga apa-apa tapi bapa ga akan Bantu nilai kamu loh..”jawab pa rudi dengan nada mengancam “iih bapa ko gitu..emangnya mau foto yang kaya gimana?”tanyaku</p>
<p style="text-align: justify;">“ya foto aj yang sexy-sexy gitu..”kata pa rudi sambil mengarahkan kameranya kepada ku “emmh..tapi janji ya pa nanti bantuin nilai aku terus fotonya jangan di sebar-sebarin..”kata ku menegaskan “ok..ok santai aja vie ni Cuma buat koleksi pribadi aja ko..”jawabnya dengan senyum bahagia Saya pun di foto dengan beberapa pose yang cukup sensual di dalam kamar motel tersebut pa rudi pun mulai berani mengarahkan gaya ku dengan sambil menyentuh bagian sensitive tubuh ku aku termakan bujuk rayu pa rudi sampai pada akhirnya aku difoto dengan gaya tooless dan pada saat itupun aku sadar kalau aku sudah hamper 1 jam berda di dalam kamar tersebut aku takut pacar ku curiga dan akupun meminta ijin untuk pulang namun pa rudi tidak mengijinkan dia malah memintaku membuka celana jeans ku memang pada saat topless celana jeans ku belum aku buka aku berusaha menolak dengan halus namun ancapan serupa kelur dari mulut pa rudi dan dia pun pergi keluar kamar menghampiri pacarku agar pacarku tidak curiga dan pa rudi berkata pada pacarku kalau ujian ku belum beres karena soal yang di berikan cukup banyak.<br />
<span id="more-3320"></span><br />
Ketika pa rudi kembali ke kamar dia berkata semuanya sudah beres ga perlu kwatir.ayo sekarang buka aj. “memangnya mau ngapain pa??”tanyaku “masa kamu ga ngerti sih”kata pa rudi sambil memeluk ku Akhirnya aku pasrah membiarkan pa rudi meraba seluruh tubuhku lama kelamaan aku pun terbawa suasana dan mulai menikmati permainan pa rudi memang pada saat itu aku memang sudah tidak perawan lagi sekitar 20menit pa rudi menyetubuhiku hingga akhirnya beliau mencapai orgasme dan langsung menyemburkan spermanya didadakusetelah itu aku pun langsung bergegas membersihkan sperma yang membasahi payudaraku dan bergegas berpakain dan meninggalkan kamar tersebut saat berpamitan pa rudi mencium mesra bibir mungilku sambil meremas pantat ku. Di perjalanan pulang pacarku bertanya masalah ujian perbaikan tadi dengan sedikit gugup aku mengarang cerita agar pacarku tidak curiga. Beberapa hari berlalu dari kejadian itu dan akupun dinyatakan lulus namun dibalik itu semua aku berpikiran kalau semuanya dapat berjalan mudah bila ada sesuatu yang dikorbankan terkang juga aku berfikir akan kejadian di motel tersebut ternyata cukup menantang bagiku tapi juga mengasikan dari situ lah aku mulai melakukan hal-hal cukup extrim dan bila di lakukan oleh seorang wanita maka biasanya wanita itu di bilang bispak atau binal namun aku menyingkirkan semua pikiran itu ini adalah hidupku ini adalah kesenangan ku aku ga peduli apa kata orang yang penting aku senang pikir ku pada saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pun mulai merubah penampilan ku memang sat itu aku suka memakai pakaian sexy namun saat ini aku merubah penampilanku menjadi lebih sexy lagi,pada akhirnya pacarku menyadari keanehan pada diriku kami pun sering cekcok yang sampai pada akhirnya aku memutuskan pacarku dan aku pun menjadi sangat bebas melakukan hal-hal yang aku inginkan. Setiap kali aku keluar rumah selalu di barengi dengan baju ketat dengan lingkar leher yang rendah sehingga mempertontonkan belhan dada ku yang membuat mata lelaki terbelalak melihatnya dengan celana yang ketat atau rok ketat yang sengat pendek,aku mulai terbiasa dengan kebiasaan ku ini setiap godaan dari para laki-laki yang ku jumpai di jalanan aku menanggapinya dengan senyum manis. Sampai pada suatu minggu pagi aku terbiasa menemani ibu ku melakukan senam pagi bersama ibu-ibu komplek saat itu aku hanya menggunakan kaos upih tipis dank tat dengan lingkar leher yang cukup rendah sehingga belahan dada ku terlihat cukup jelas di padu dengan celana strit hitam pendek yang csuper ketat sehingga mempertontokan setiap lekuk tubuhku dari mulai pantat sampai memek ku.</p>
<p style="text-align: justify;">setelah selesai senam aku memutuskan untuk pulang duluan karena aku merasa lelah dan ingin beristirahat ketika berjalan sendirian aku sengaja mengambil jalan memutar ke belakang komplek karena biasanya di belakang komplek ku suka banyak laki-laki yang nongkrong karena di situ terdapat sebuah rumah kos-kosan namun saying pada saat itu jalanan sangat sepi tidak ada orang yang terlihat hanya sekeder melintas tukang roti atau tukang sayur saja. Tiba-tiba aku di kagetkan dengan suara motor yang berisik dating dari arahku dan langsung dengan sigap si pengendara motor menepuk pantatku sambil melaju menuju gang yang tembus tepat di sebelah rumahku.spontan aku kanget mengalami kejadian itu sambil terus berjalan aku berfikir ternyata tubuh ku begitu menggoda bagi setiap kamum laki-laki yang melihatku. Ketika aku mulai memasuki gang yang menuju samping rumahku aku melihat sosok pria sedang berjalan menuju ke arahku dalam pikir ku mingkin dia akan melakukan hal yang sama dengan pria yang tadi memakai motor karena gang itu cukup smpit dan sepi, ketika kita berpapasan tiba-tiba pria itu tersenyum menyapaku</p>
<p style="text-align: justify;">“haii..via..dari mana??”sapa pria itu “eehh..emmhh..heii..baru pulang senam..”jawab ku kaget sambil ku perhatikan dia ternyata dia adalah orang yang memakai motor tadi aku hafal betul jaket dan topi yang dia pakai terlebih kejadian itu hanya selang beberapa menit saja dari sekarang saat aku berbincang dengan pria itu. “sendirian aja..mau di anter pulang ga??oo ya aku andri..”kata pria itu sambil mengulurkan tangannya kepada ku mengajak bersalaman namun mata pria itu seolang sedang menscan tubuhku dia memandangi tubukku dari atas sampai kebawah. “oo..y..makasih udah deket ko ga perlu di anter,,tadi sih bareng sama mamah Cuma mamah masih ngobrol ma ibu-ibu lama”jawabku sambil meraih tangannya seraya berjabat tangan ku perhatikan wajahnya lumayan sih ga jelek-jelek amat tapi bila di bandingkan dengan mantanku ya jelas cakep mantanku dong ku taksir umurnya kira-kira 24 tahun. “emh..ko kamu tau nama aku sih??tanyaku sedikit heran “ya siapa sih yang gat au kamu..semua cowo di sini pada tau kamu lagi malah pada pengen kenal Cuma kamunya aja yang yang gat au”jawab andri sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup lama kita mengobrol di gang tersebut akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan andri pun meminta nomor telpon ku. Ke esokan harinya andri menelpon ku dan kita janjian untuk bertemu andri menjemput ke kampusku dan ketika dia menjemput dia menggunakan jaket yang seperti kemarin dan di balik jaketnya terlihat seperti seragam pegawai pombensin dan dia menggunakan motor yang sama persis seperti motor yang digunakan oleh pria yang kemrin menepuk pantatku di jalan, ternyata memang benar dugaanku tapi aku tidak ambil pusing mungkin dia dari sebagian pria yang mengagumi tubuhku dan dia terlalu nekad. Saat itu aku menggunakan celana legging(strit)panjang berwarna putih di padu dengan kaos ketat model V neck yang cukup rendah aku sengaja menggunakan pakaian seperti itu agar terlihat lebih sexy. Langsung saja aku naik ke motor andri tanpa bertanya kita mau kemana. Ternyata andi mengajakku ke kosannya aku baru tau ternyata andri ngekos tepat di blakang komplek rumahku memang di situ ada kos2an cowo yang terbilang bebas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika sampai dikosan tangan andri melingkar di pinggang ku sambil mengajakku masuk menyusuri koridor kosan tiba-tiba dari slahsatu kamar keluar laki-laki denagn handuk di pundaknya dan berkata “dri boneka baru..minjem dong,,”kata pria itu sambil tertawa..”ntar baru beli neh..”jawab andri sambil tertawa dan melepaskan tangannya dari pinggang ku namun berhenti tangannya di atas bongkahan pantatku yang sintal,lalu andri membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan aku masuk. Didalam kamarnya kita ngobrol-ngobrol dan bercanda sesekali andri menyentuh pahaku yang terbungkus ketatnya legging ku kuperhatikan dia saat ngobrol matanya selalu tertuju pada belahan dadaku dan memek ku. Karena ke asikan bercanda dan ngobrol aku jadi tidak terlalu memperhatikan diriku tanpa kusadari ternyata belahan dadaku memang terlihat cukup jelas dan menantang lama-kelamaan obrolan kita menuju kea rah yang berbau sex entah mengapa aku jadi tidak malu-malu lagi kita saling berbagi pengalaman maslah sex dan aku pun menceritakan pengalaman ku bersama pa rudi dosen ku kepada andri.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia pun sangat antusias menanggapi ceritaku sampai pada akhirnya ku tanyakan kepada andri masalah minggu kemarin ketika dia memegang pantatku. “dri..jujur y sebernya waktu pertama kali kita ketemu di gang sebelumnya kamu lewat dulu kan pake motor”tanyaku kepada andri ku lihat wajah andri yang kaget dan malu “emmhh..enngg,,kenapa gitu??”Tanya andri dengan gugup “ya..ga apa-apa sih Cuma aku pengen tau aja ke jujuran kamu..kamu yang pegang pantat aku kan?”tanyaku kembali mendesak. “emh..sory y..sebelumnya ga sopanaku nepuk pantat kamu di jalan”jawab andri sambil wajahnya memerah “ its ok lagi..nyantei aja..”jawabku sambil tersenyum dan merangkul andri yang duduk di sebelahku “ya abisnya semua anak-anak kos di sini sering ngomongin kamu sering ngomongin sexy nya kamu dan aku pun jadi penasaran apa lagi kamu kalo keluar rumah slalu pake yang sexy-sexy terus”jawab andri sambil tersenyum “trus knp sekarang kamu ga berani megang aku??”tanyaku penasaran “eit siapa bilang ga berani!!”jawab andri dengan tegas.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba andri tangan andri mendarat lagi di pahaku aku hanya terdiam melihat tangan andri yang sedikit meremas pahaku dan perlahan naik terus sampai selangkanganku entah setan apa yang merasuki pikiran ku karena aku hanya terdiam saja melihat andri dengan semangat meraba-raba pahaku dan tiba-tiba andri berkata “via tau g aku penasaran banget ma itu dari tadi Cuma keliatan sedikit”kata andri sambil matanya mengisyaratkan ingin melihat bongkahan dadaku yang montok aku jawab dengan senyuman dan tanpa komando andri langsung menarik lingkar leher kaos ketatku hingga hamper seluruh dada yang masih terbungkus bh ukurn 36B terlihat “via buka aja ya tanggung”kata andri dengan sedikit memohon Aku pun langsung beranjak dari duduk ku dan membuka kaosku sambil membelakangi andri dan saat ku lihat ternyata andri sedang mengocok kontolnya yang lumayan besar sambil tersenyum menatapku “udah di buka neh mau ngapain lagi?”tanyaku sambil berdiri mengahadp andri sengaja ku pertontonkan body ku yang masih terbungkus bh dan ketatnya celana legging ku</p>
<p style="text-align: justify;">“masa gat au sih..ga liat neh ade ku udh bangun gini”jawab andri sambil berdiri dan menghampiriku dia langsung memelukku dan kontolnya yang tegang menempel pada legukan memekku yang masih terbungkus legging lalu dkami berciuman dengan mesra sambil tangan andri meremas-remas dada dan pantatku aku pun takkalah ketinggalan kuraih kontolnya dank u kocok-kocok hingga keluar cairan bening dari kontolnya. Tanpa di suruh andri melepaskan bhku dan mengisap dada ku dengan ganas seolah dia bayi besar yang sedang menyusu pada ibunya dan tiba-tiba dia menyuruhku berlutut dihadannya ku piker dia akan menyruku mengisap kontolnya yang besar namun dia menyruhku menjepit kontolnya dengan dadaku sekitar lima menit ku kocok kontolnya dengan dadaku dan andri pun meminta aku membukaka legging ku. Kebetulan sekali setiap aku memakai legging selalu memakai g-string agar pantat ku terlihat sexy “woow via kamu bener-bener sexy banget aku pengen nyoba nusuk boleh”Tanya andri kepadaku sambil tanyanny mengusap-ngusap memekku yang masih terbungkus g-string namun terselip bulu-bulu halus yang tidak tertutupi legging aku hanya tersenym dan langsung andri menarik leggingku.</p>
<p style="text-align: justify;">“via kayanya enak nih..”kata andri sambil tanyannya terus memainkan klitorisku sampai memek ku melelhkan cairan “via mga tahan neh masukin y..”kata andri aku hanya mengangguk karena sudah keenakan,,blleessbless..tiba-tiba kontol andri yang besar terbenam di dalam memekku “oh my god…aagghhhhhh..andrii..”terikku saat memek ku di terjang rudal andri..kulihat andri hanya tersenyum bahagia dan terus menggenjot memeku Cukup lama andri menggenjotku dan tiba-tiba andri menghentikan genjotannya dan meminta ganti posisi aku berpindah menjadi di atas namun kali ini kita melakukannya sambil duduk di kursi computer dan aku dipangkuan andri “eemmh..via enak banget..emmh..”kata andri sambil dia terus mengisap dada ku “agghh..aghh..emmh…ndri aku mau keluar nih..”aku merasakan akan orgasme dan aku pun meneruskan goyangan ku di pangkuan andri dan nampaknya ndripun ingin orgasme dan dia langsung mencabut kontolnya dan memuntahkan spermanya yang hangat di perutku “aggghhhh..uuhhhh….”erang andri sambil dia mencium bibirku.. “dri..enak banget”kataku sambilmemeluk andri</p>
<p style="text-align: justify;">“ya via enak banget memek kamu udah deh kebayar penbasaranku selama ini,,ku kira kamu orangnya jaim gitu ternyata nyenengin padahlkan kita baru kenal kemarin”kata andri sambil tangann ya tidak henti meras-remas pantatku Aku pun jadi sedikit malu ketika mendengar perkataan andri seperti itu “dri jangan anggap aku cewe murhan ya gara-gara kejadian ini..ni semua Cuma kebawa suasana aja..”kata ku sambil beranjak dari pangkuan andri “ya lah santei aja lagi..tapi kapan-kapan kalo aku mau gimana vi..”kata andri sambil tersenyum nakal. “ya gampang lah bisa di atur”jawab ku santai “terus kalo temen-temen aku penasaran juga ma kamu gimana?”Tanya andri penasaran aku hanya menjawab dengan senyuman sambil membersihkan sperma yang menempel di perutku dan saat ku melihat kearah pintu ooh my god ternyata saking asiknya ML dengan andri sampai lupa merapatkan pintu kamar kosnya dan ku lihat ada orang yang sedang berlalu lalang di luar sesekali orang itu melihat ke arah kamar dan pada saat itu aku masi telanjang bulat di dalam kamar sungguh malu sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pun bergegas berpakaian dan tidak lama aku berpamitan pulang saat aku keluar kamar kos ku lihat banyak laki-laki diluar dan memandangiku danmenggodaku namun aku cuek saja dan pergi meninggalkan kosan. Sesampainya dirumah aku langsung mandi membersihkan badanku yang lengket terkena sperma sambil membayangkan kejadian tadi sungguh nekad nya diriku baru kenal satuhari langsung mau di ajak ngentot tak terbayangkan jika aku di entot oleh teman-teman kosnya andri yang pada saat itu sedang ngumpul-ngumpul di depan kosan namun di balik itu aku jadi penasaran apa jadinya jika aku di entot secara bergilir oleh para laki-laki. Setelah selesai mandi aku berganti pakaian dengan celana short yang begitu ketat pendek yang hanya sampai sebatas lekukan pantat dan di padu dengan tangtop putih tipis dan ketat sehingga tercetak celas membayang garis Bh ku yang berwarna merah sekedar untuk menikmati angina sore aku duduk di teras rumah sendirian sambil melihat orang-orang yang lewat sesekali bila laki-laki yang lewat tak telapas pandangan mereka ke arahku.</p>
<p style="text-align: justify;">tiba-tiba Hp ku berbunyi dan ku lihat ternyata andri menelepon ku dia menyuruhku kembali dating ke kosannya karena ada temannya yang sedang ultah dan mengadakan acra di kosannya aku pikr itu Cuma akal-akalan mereka saja agar agu mau dating lagi kekosan tapi dari pada bete di rumah lebih baik aku datang saja lalu aku berpamitan pada mamah ku karena dengan alas an akan kerumah temanku yang terletak di belakang komplek rumahku tapi memang benar aku mempunyai teman sewaktu SMA yang rumahnya terletak di belakang komplekku lalu aku meraih cardigan tipisku untuk menutupi tangtop tipisku agar mamah tidak curiga aku kelur menggunakan pakaian yang amat sexy. Ketika sampai di kosan tepatnya di kamar andri kulihat banyak sekali laki-laki disana dan ku perhatikan ternyata mereka adalah laki-laki yang tadi siang ngumpul-ngumpul di depan kosan dan menggodaku,aku langsung masuk kamar andri dan menyapa andri “ada apa ndri?”tanyaku sambil melangkah masuk ku perhatikan para laki-laki itu yang sedang duduk-duduk di karpet menatapku seolah tak berkedip saat ku lihat di cermin besar yang menempel di lemari andri ternyata saking ketatnya shortku sampai-sampai belahan memekku membentuk mirip dengan kap bagasi mobil VW kodok.</p>
<p style="text-align: justify;">“eh.via sini-sini…kenalin neh temen-temen kos ku”kata andri sambil menghampiriku ku lihat di situ ada 3 laki-laki yang sedang asik menatap ke indahahn tubuhku “hai..novia..”kataku sambil membungkuk kearah para laki-laki itu sambil mengajaknya bersalaman secara tidak langsung aku memperlihatkan belahan dadaku kepada mereka bertiga karena posisi mereka di bawah dan aku berdiri sambil membungkuk kea rah mereka. Edo,hendri dan yudi adalah nama ketiga laki-laki itu. “duduk sana”kata andri sambil menepuk pantatku akupun hanya tersenyum dan langsung melangkah duduk di atas kasur dan membuka kardiganku kita saling bercanda dan bercerita setelah sekitar pukul 7 acara dimulai edo yang ku perkirakan paling tua di situ karena wajahnya garang dan tua pada saat itu memngeluarkan 2 botol minuman dari keresek hitam yang di letakan di kolong meja computer. “via suka minum ga?”Tanya edo sambil tersenyum kepadaku..aku hanya tersenyum saja tidak menjawab “sini dong duduk di sini jangan jauh-jauh”kata yudi sambil mempersilahkan aku duduk di asebelahnya di antara yudi dan edo.</p>
<p style="text-align: justify;">akupun tidak menjawab hanya tersenyum dan menghampiri mereka sambil merangkak dari kasur ke karpet lagi-lagi andri menepuk pantatku yang sintal dan berkata “ni celana atau CD ketat ma pendek baget ampe pantatnya kliatan tuh diki “kata andri sambil tertawa di barengi dengan tawa ketiga temannya “ni namanya short..biarin keliatan juga emang kalian pada sukakan ngeliatnya “jawabku dengan sedikit nakal “ni vi buka minumannya”kata edo sambil menyodorkan sebotol Bacardi dan gelas kecil kepadaku lalu ku buka dan menuangkan minuman ke gelas Satu botol pertama habil obrolan mulai ngelantur ku lihat andri sudah tidak karuan aku hanya minum sedikit karena aku sudah antisipasi kalau aku minum banyak dan mabuk aku takut mereka ngentotin aku dan tidak safty botol kedua ku buka dan yudi mulai melakukan hal aneh tangannya mulai meraba pahaku dan sesekali jarinya melintas di atas gundukan memek ku yang pada saat itu aku duduk sila di sebelahnya dan tak lama edu pun tangannya mulai aktif dia merangkul pinggangku dan sesekali tangannya memlilit badanku hingga menyentuh dadaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan tiba-tiba andri yang duduknya di depankumenarikku untuk berdiri dan ketiku aku berdiri andri langsung melumat bibirku dan kurasakan pantat dan memek juga pahaku sedang diraba-rabaketika ku lepaskan sejenak ciuman andri kulihat edo dan yudi sedang asik meraba-raba pantat dan memekkudan ku lihat hendri yang sedang sibuk dengan HPnya rupanya dia sedang merekam adekan ku dengan 3 temannya oh my god ternyata perkataan andri tadi siang tidak main-main ternyata teman-temannya memang penasaran kepadaku ternyata semua ini sudah direncanakan kataku dalam hati dan tiba-tiba edo menarik short ku “stop mau ngapain sih kalian”kata ku sambil sedikit membentak semuanya kaget dan menatapku “loh ko marah tadi siangkan aku dah bilang temen-temen aku mau sama kamu”kata andri sambil berbisik di telingaku dan terus memelukku “ya tapikan ga usah pake di rekam gitu ndri aku malu”jawabku sambil memeluk andri “buat kenang-kenangan aja ko ga bakal di sebar-sebarin”kata andri meyakinkan aku sejenak aku terdiam di pelukan andri tapi gada salahnya juga dulu juga aku pernah di foto-foto hamper setengah telanjang oleh dosen ku aku pun tidak tau apakah foto itu untuk koleksi dosenku atau mah di pamerkan kepada teman-temanya begitupun saat ini ga ada salahnya juga lagi di entot di rekam pikirku</p>
<p style="text-align: justify;">“ko pada diem ga akan di terusin neh”kataku menantang kepada mereka sambil membalikan badanku sehingga aku membelakangi andri dan saat itu memekku tepat berada di depan wajah edo yang saat itu short ku sudah turun sedikit wajah mereka langsung tersenyum kegirangan terutama edo dia langsung membuka shortu dan menciumi memekku yang masih terbungkus g-string andripun mulai menciumi leherku dari belakang dan mengangkat tangtopku hingga dada ku yang sintal dan masih terbungkus BH terlihat jelas yudi dengan sigap langsung mengisap dada ku hendri pun dengan asiknya merekam adeganku sambil mengocok kontolnya “ga tahan ni vi masukin y..nyantei aja pake kondomko”kata edo sam bil dia langsung memasang kondom pada kontolnya Aku hanya tersenyum dan sambil membuka g-stringku “udah buka aja semuanya biar mantap”kata hendri yang sedang asik merekam bagian memekku lalu aku pun langsung membuka tangtop dan BH ku dan tiduran di atas karpet tanpa di suruh edo langsung mengangkat kakiku ke pundaknya dan menusukkan kontolnya yang coklat dan besar ke memek ku..</p>
<p style="text-align: justify;">“aahhh..aahhhh….pelan-pelan do..gede amat punya kamu..”kata ku sambil sedikit mendesah karena tusukan kontol edo “tapi enakkan”kata edo sambil terus menggenjotku “baaaangggeettt..”kata ku ke enakan Tiba-tiba yudi menyodorkan kontolnya ke wajahku rupanya dia ingin aku mengisap kontolnya dan tanganku tidak tinggal diam dengan sigap aku menarik patang kontol yudi dan memasukannya kedalam mulutku dan tanganku yang satu lagi memegang andri yang sudah mulai basah dengan cairan kental yang keluar dari kontolnya 15 menit secara bergantian aku hisap kontol yudi dan andri tiba-tiba edo mengejang rupanya dia akan orgasme begitupun dengan aku orgasme bersamaan dengan edo aku tak kwatir edo memuntahkan spermanya di memekku karena dia memakai kondom aku mulai lemas dengan kontol andri yang masih menancap di mulutku tiba-tiba blleess..blleess…memekku kembali di sodok oleh kontol yudi kali ini yudi mengangkay aku agar aku duduk di pangkuannya dan andri berdiri di sampingku karena kontolnya sedang aku hisap hendri tetap semangat merekam adegan ku dengan 2 laki-laki.</p>
<p style="text-align: justify;">sesekali hendri meremah dan mengisap dadaku sambil terus merkam dengan hptidak sampai 10 menit yudi kembali orgasme dan melepaskan kontolnya dari memekku kini tinggal 2 laki-laki lagi yang akan menikmati memekku dalam hati ku berkata hendri tiba-tiba memberikan Hpnya kepada yudi untuk merakam adegan itu dan karena edo sudah terkulai lemas di tempat tidur mungkin karena dia terlalu banyak minum hendri duduk di kursi computer dengan kontolnya yang tegak berdiri lalu aku membungkuk mengisap kontol hendri sambil dari belakang terasa memekku di tusuk oleh kontol andri. “oohh my god..udah di tusuk 2 kontol tetep legit ni memek “ kata andri sambil menepuk-nepuk pantatku dan terus menggenjot aku tak bisa berkata apa-apa karena mulutku di sumpal oleh kontol panjang hendri tiba-tiba badan ku mengejang aku orgasme untuk yang kedua kalinya di barengi dengan semburan sperma di mulutku dari kontol hendri “oh my god sungguh nikmat sekali ketika orgasme secara bersamaan mendapatkan sperma hangat yang keluar di mulutku aku pun tidak menyia-nyiakan hal inii aku langsung hisap dan telan habis sperma hendri.</p>
<p style="text-align: justify;">perlahan kontol hendri mulai mengecil dan terlpas dari mulutku namun andri tetap semangat menggenjot memekku Pllok..plloook..plookk…bunyi paha andri yang beradu dengan sintalnya pantatku dan tiba tiba aaggghhh..andri mengerang dan melpaskan kontolnya dan memuntahkan spermanya di punggungku rupanya andri tidak memakai kondom namun dia tetap safty tidak membuang sperma di dalam memek ku andri pun terkulai lemas dan terbaring di karpet. “waaw..matap nih pasti filmnya kalo di tonton”kata yudi sambil mematikan rekaman dari hp hendri “coba liat dong sini”kataku sambil sedikit lemas dan menghampiri yudi Aku pun menyaksikan rekaman itu sambil berdiri di samping yudi dan yudi kembali beraksi dia melahap dadaku dengan buasnya oh my god di rekaman itu aku nampak binal sekali mirip bintang porno dari asia ku perhatikan setiap adegan dengan buasnya setiap laki-laki menggagahi diriku “dri tong lapin dong”aku menyuruh hendri mengelap sperma andri yang masih menempel di punggungku dan mulai meleleh ke pantatku Hendri pun mengelap dan sambil meremas-remas pantatku dan ketika ku lihat jam ternyata suah hamper jam 11 malam lalu aku bergegas berpakaina namun yudi dan hendri melarangku perpakaian dan melarang ku untuk pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">ku lihat andri dan edo sudah terlelap karena mabuk dan lelah menggenjotku Aku memohon kepada dua orang itu agar aku di antar pulang karena jalanan komplek sudah sepi terutama di gang sebalah rumahku yang gelap dan cukup panjang aku takut akhirnya hendri bersedia mengantarku dengan syarat aku hanya di perbolehkan mengenakan short saja itu pun tanpa g-string “berarti aku telanjang dada dong”kata ku dengan heran “ya cuek aja udah malem ni ko gda yang liat lagian kan dada kamu bagus”kata hendri sambil tertawa “gimana kalo aku Cuma pake tengtop aja ga pake bh”kataku memberikan penawaran “ya udah kalo pake tengtop mending tidur di sini aja”kata hendri sambil mengenakan celana boxer nya “ok deh pke cardigan aja tanpa tengtop tanpa BH ya..ya..ya..pliss dah malem nihaku tadi bilang nya Cuma mau keluar bentar..kapan-kapan deh pasti aku nginep ma kalian”kataku sedikit merayu “udah kasian tuh anak orang pengen pulang”kata yudi sambil mengecup pipi ku dan berlalu keluar kamar “ok deh tai cardigannya dikancingnya Cuma di perut aja ya yang atasnya ga usah dikancing”kata hendri sambil tersenyum,</p>
<p style="text-align: justify;">“oke..”jawabku sambil aku menggunakan short pendek dan ketat ku sehingga belahan pantat dan memekku terbentuk jelas hendri membantu aku mengenakan cardigan dan membantu mengancingkan 2 kancing saja di perut ku dan 3 kancing di atas di biarkan terbuka sehingga jelas terlihat belahan dada ku sambpai perut Kamipun pergi meninggalkan kosan di perjalanan tangan hendri merangkul pundakku sambil sesekali tangannya di susupkan ke balik kardiganku kami berjalan cukup lambat karena jarak kosan dan rumahku cukup dekat sehingga hendri mengajakku berjalan perlahan agar lebih lama berduaan “via aku belum nyobain memek kamu loh”kata hendri dengan polosnya “terus kenapa??”tanyaku sambil menghentikan langkah “ya aku pengen”jawab hendri singkat “kenap bukannya tadi aja sekarangkan udah di jalan”kataku sambil menruskan kembali langkahku tiba-tiba hendri memelukku dari belakang dan mengeluarkan kedua bongkah dada ku dari balik cardigan “dri ngapain sih ntar di liat orang loh lagian jalannya jadi susah”kataku sambil membiarkan hendri memainkan putting susuku.</p>
<p style="text-align: justify;">“mau y via..bentar aj tuh di gang kan gelap berani ga?”kata hendri memohon memang kurasakan saat itu kontolnya sudah menonjol rupanya dia juga tidak memakai cd akhirnya ku biarkan hendri menikmati memekku sesat di gang sempit dan gelap samping rumahku kami melakukan sambil berdiri aku tidak begitu menikmati permainan hendri karena rasa takut dan was-was terhadap orang yang lewat karena pada saat itu baru pukul 11 aku takut ada satpam komplek atau tukang nasi goring yang lewat Tiadak sampai 10 menit hendri orgasme menyemburkan sperma entah kemana karena saat itu gelap tidak begitu jelas secar bersamaan tiba-tiba terdengar suara tukang nasi goring yang selalu berisik dan oh my god dia berhenti did pan rumahku nampaknya ada orang di rumahku yang belum tidur dan aku pun bergegas mengenakan kembali shortku dan mengakhiri permainan itu dengan ciuman mesra di bibir “dri udh sampe sini aja ya g usah sampe rumah kyanya ada orang di depan rumah”kata ku ke pada hendri “ya udah ga apa-apa ati-ati kamu ya gelap..thanx banget memek ny enak sekali kapan-kapan aku pengen lagi ya tapi berdua aj”kata hendri sambil menepuk pantat sintalku aku hanya tersenyum dan lantas berlari menyusuri gang gelap itu tanpa kusadari kalau aku tidak mengenakan BH dan cardiganku hanya di kancing di perut dengan dada ku yang lumayan besar dan aku berlari maka dada ku berguncang hing sebelah dadaku hamper kelur dari cardigan dan aku tidak menyadari halitu ketika sampai di depan rumah ku lihat tukang nasi goring itu menatapku dengan herandan kulihat di teras rumahku sepi uuh sial ternyata tukang nasi goring ini memang hanya ingin berhenti did pan rumahku bukan karena ada yang beli gumamku dalam hati</p>
<p style="text-align: justify;">“dari mana neng?”tanay penjual nasgor itu karena dia memang sudah langganan ku “ehh..mang ntu dari belakang jawabku sambil bergegas membuka pintu pagar rumahku namun tukangnasgor itu tetap memperhatikan ku sambil tersenyum dan saat aku melintas di samping mobil ayahku terlihat di kaca mobil bayangan ku oh my god pantas saja tukang nasgor melotot terus ternyata dada ku hamper tidak tertutupi cardigan dasar hendri setelah dia mengisap dada ku tadi di gang dia tidak membetulkan lagi cardigannya dan begonia aku kenapa mesti terburu-buru kataku dalam hati ya sudah mingkin itu rejeki buat si mang nasgor lalu aku bergegas masuk ke dalam rumah. Kejadian itu kembali terluang lagi dan kami selalu melakukan nya di kosan andri itu lah pertama kali aku melakukan gangbang dan hingga saat ini pun aku masih selalu melakukannya bersama andri atau teman-teman andri tentunya dengan safty sex agar aman. Dan sekarang aku telah lulus kuliah dan aku tidak bekerja di perusahaan atau kantor-kantor namun aku memilih bekerja di suatu PUB karoke yang menyediakan wanita-wanita pemandu lagu yang bisa di ajak ngentot karena memang sudah keinginanku terjun ke dunia hitam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/binalnya-novia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TANTE ANNE</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/tante-anne/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/tante-anne/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 22:18:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[anal seks]]></category>
		<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[anus]]></category>
		<category><![CDATA[chinese]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[sex liar]]></category>
		<category><![CDATA[tante anne]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3195</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini terjadi saat aku masih berusia 16 tahun, dan masih bersekolah di salah satu SMA di Medan. Namaku Chris, aku peranakan  Canada-Chinese. Papaku berasal dari Canada, dan Mamaku Chinese  Indonesia. Kata teman-teman wajahku sih lumayan ganteng, ehmm. Tinggiku 180 cm, nggak begitu tinggi dibandingkan dengan Papa yang 185 cm. Aku lahir di Canada, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cerita ini terjadi saat aku masih berusia 16 tahun, dan masih bersekolah di salah satu SMA di Medan. Namaku Chris, aku peranakan  Canada-Chinese. Papaku berasal dari Canada, dan Mamaku Chinese  Indonesia. Kata teman-teman wajahku sih lumayan ganteng, ehmm. Tinggiku 180 cm, nggak begitu tinggi dibandingkan dengan Papa yang 185 cm. Aku lahir di Canada, tapi sewaktu umur 10 tahun, Papa ditugaskan ke Medan, Indonesia. Jadi aku juga ikut, dan bersekolah di sana. Mula-mula terasa asing juga kota ini bagiku. Tapi lama kelamaan aku juga dapat terbiasa. Terus terang, pemikiranku lebih condong kepada pemikiran-pemikiran Timur, mungkin karena didikan Mama yang keras. Biarpun di negara-negara Barat sudah biasa terjadi hubungan seks remaja, namun aku belum pernah melakukannya dengan pacarku, well&#8230; at least pada saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari kedua di Jakarta, aku minta diantar oleh supir ke rumah Tante Anne. Rumahnya ter nggak jumpa. Wajahnya masih saja sama seperti yang dulu, seakan dia tidak bertambah tua sedikitpun. &#8220;Oh yah&#8230; tuh supirnya disuruh pulang saja Chris&#8230; ntar kamu bawa saja mobil Tante kalau mau pulang&#8221;, aku pun mengiyakan, dan menyuruh pulang supirnya.&#8221;Wah&#8230; besar sekali rumahnya yah Tante&#8221;, kataku sewaktu kami memasuki ruang tamu. Aku dengar dari Mama sih, katanya suaminya Tante Anne ini anak salah seorang konglomerat Jakarta, jadi nggak heran kalau rumahnya semewah ini. Setelah itu kami ngobrol-ngobrol, dia menanyakan keadaan Mama, Papa dan kakek. Tante Anne juga sudah lama tidak bertemu dengan Mama. Lumayan lama kami ngobrol, setelah itu dia mengajakku untuk makan malam.&#8221;Makan dulu yuk Chris&#8230; tuh sudah disiapin makanannya sama si Ning&#8221;, katanya menunjuk ke pembantunya yang sedang menghidangkan makanan di meja makan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kita nggak nunggu Om Joe?&#8221; aku menanyakan suaminya.&#8221;Oh&#8230; nggak usah, Om mu nggak pulang malam ini katanya&#8221;,&#8221;Oh&#8230; ok deh&#8221;, kataku sambil beranjak ke ruang makan. Rumah sebesar ini cuma dihuni sendirian dengan pembantunya. Berani juga Tanteku ini.&#8221;Kamu berani pulang entar Chris? sudah malem loh ini&#8221;, katanya sambil melirik ke jam dinding yang sudah menunjukkan jam 7 lewat 30 menit.&#8221;Ah berani kok Tante&#8230;&#8221;"Hmm&#8230; mending kamu tidur di sini saja deh malem ini&#8230; tuh ada kamar kosong di atas.&#8221;"Umm&#8230; iyah deh&#8230; ntar aku telepon ke Kakek kalau gitu&#8221;, dalam hati, aku mengira bahwa Tanteku ini menyuruhku menginap karena dia takut sendirian di rumah, sama sekali tidak ada pikiran negatif dalam otakku sewaktu aku mengiyakan tawarannya.Sehabis makan, aku pun menelepon ke rumah kakek, dan memberitahu bahwa hari ini aku menginap di rumah Tante Anne.&#8221;Oh iyah&#8230; kalau kamu mau mandi air panas, pakai saja kamar mandi Tante. Ntar kamu pakai saja bajunya Om Joe. Yuk sini!&#8221;"He&#8230; eh&#8221;, aku mengangguk sambil mengikutinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamar mandi yang dimaksud terletak di dalam kamarnya. Kamarnya benar-benar mewah dan besar. Dengan tempat tidur ukuran double di tengah-tengah ruangan, mini theatre set, dan sebuah kamar mandi di sudut ruangan.&#8221;Nih&#8230; coba&#8230; bisa pakai nggak kamu?&#8221; dia memberikan T-shirt dan celana pendek kepadaku.&#8221;Bisa kayaknya&#8221;, aku pun mengambil pakaian itu dan membawanya ke kamar mandi. Sehabis dari kamar mandi, aku sempat sedikit kaget melihat Tante Anne. Dia mengenakan baju tidur tipis, tidur tengkurap di atas tempat tidur. Kelihatan dengan jelas celana dalamnya, tapi aku tidak melihat tali BH di punggungnya. Terangsang juga aku melihat pemandangan seperti itu. Kelihatannya ia tertidur saat menonton TV. TV-nya masih menyala. Aku berjalan ke arah TV, bermaksud mematikannya. Melihat adegan panas yang sedang berlangsung di TV, mendadak aku terdiam pas di depan TV. Kulihat ke belakang, Tante Anne masih tidur. Aku berdiri menonton dulu, sekedar iseng. 5 menit lagi ah baru kumatikan, begitu pikiranku saat itu.<br />
<span id="more-3195"></span><br />
&#8220;Hey&#8230;&#8221; saat aku sedang asyik menonton, tiba-tiba terdengar teguran halus Tante Anne, diikuti oleh tawa tertahannya. Aku benar-benar malu sekali waktu itu. Aku berbalik ke belakang sambil tersenyum malu-malu. Waktu aku berbalik, kulihat Tante Anne sudah duduk tegak di atas tempat tidur. Samar-samar terlihat puting susunya dari balik baju tidurnya yang tipis.&#8221;Kirain Tante sudah tidur&#8230; hehe&#8221;, kataku asal-asalan sambil berjalan hendak keluar dari kamar.&#8221;Chris&#8230; bisa tolong pijitin badan Tante? Pegel nih semua&#8221;, terdengar suara helaan nafas panjang, dan suara kain jatuh ke lantai. Saat aku berbalik hendak menjawab, kulihat Tante Anne sudah kembali tidur tengkurap di tempat tidur, tapi kali ini tanpa baju tidur, satu-satunya yang masih dikenakannya adalah celana dalamnya.&#8221;Ya&#8230;&#8221; hanya itu saja yang bisa keluar dari mulutku. Aku pun berjalan ke arah Tante Anne. Sedikit canggung, kuletakkan tanganku di atas bahunya. &#8220;Engghh&#8230;&#8221; terdengar dia mengerang perlahan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Om Joe kapan pulangnya Tante?&#8221; kuatir juga aku ketauan oleh suaminya.&#8221;Emm&#8230; mungkin minggu depan&#8230; nggak tau deh&#8230; kalau Om mu sih&#8230; jarang di rumah. Mungkin seminggu pulang sekali&#8221;, dalam hatiku merasa kasihan juga kepada Tante Anne. Pantas saja dia merasa kesepian. &#8220;Fhhuuuhh&#8230;&#8221; kembali terdengar helaan nafas panjang. &#8220;Kamu sudah punya pacar Chris?&#8221; tanyanya memecah keheningan.&#8221;Yah&#8230; di Medan.&#8221;"Hehehe&#8230; cantik nggak Chris?&#8221; Tante Anne memang dari dulu senang bercanda. Sangat berbeda dengan ibuku yang kadang bersikap agak tertutup, Tante Anne adalah penganut kebebasan Barat. Aku hanya tersenyum saja menjawab pertanyaannya. &#8220;Turun dikit Chris!&#8221; aku pun menurunkan pijatanku dari bahu ke punggungnya. &#8220;Kamu duduk saja di atas pantat Tante&#8230; supaya bisa lebih kuat pijitannya.&#8221;Aku yang semula mengambil posisi duduk di sampingnya, sekarang duduk di atas pantatnya. &#8220;Unghh&#8230; berat kamu&#8221;, mendengus tertahan dia waktu kududuk di atasnya.&#8221;Hehehe&#8230; tapi katanya suruh duduk di sini&#8221;, cuek saja aku melanjutkan pijatanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Penisku sudah terasa menegang sekali, sesekali kutekan kuat-kuat penisku ke pantat Tante Anne. Walaupun aku masih memakai celana lengkap, namun sudah terasa nikmat dan hangat sewaktu penisku kutekan ke pantatnya.&#8221;Iiihh&#8230; nakal ya&#8230; bilangin Mama kamu lho&#8221;, katanya sewaktu merasakan penisku menekan-nekan pantatnya.&#8221;Sudah belom Tante? sudah cape nih&#8221;, kataku setelah beberapa menit memijat punggungnya.&#8221;Iyah&#8230; kamu berdiri dulu deh&#8230; Tante mau balik&#8221;, aku berdiri, dan Tante Anne sekarang berbalik posisi. Sekarang aku bisa melihat wajahnya yang cantik dengan jelas, payudaranya yang masih kencang itu berdiri tegak di hadapanku. Puting susunya yang merah kecoklatan terlihat begitu menantang. Aku sampai terbengong beberapa detik dibuatnya.&#8221;Hey&#8230; pijit bagian depan dong sekarang&#8221;, katanya.Aku duduk di atas pahanya, kuremas dengan lembut kedua payudaranya. Lalu kupuntir-puntir puting susunya dengan jari-jariku. &#8220;Ihh&#8230; geli&#8230; hihihihi&#8230;&#8221; dia cekikikan. Aku benar-benar sudah tidak bisa mengendalikan nafsuku lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang ini yang ada dalam otakku hanyalah bagaimana memuaskan Tante Anne, memberinya kepuasan yang selama ini jarang ia dapatkan dari suaminya. Rasa kasihan akan Tante Anne yang telah lama merindukan kehangatan laki-laki bercampur dengan nafsuku sendiri yang sudah menggelora. Aku menarik celana dalamnya dengan agak kasar. Kulihat dia hanya diam saja sambil memejamkan matanya pasrah. Kuakui inilah pertama kalinya aku melihat wanita telanjang secara nyata. Tapi agaknya aku tidak begitu canggung, sepertinya aku melakukan semuanya dengan begitu alamiah. Tante Anne membuka lebar kedua pahanya begitu celana dalamnya kulepas. Kulihat dengan jelas vaginanya dengan bulu-bulu halus yang dicukur dengan rapi membentuk segitiga di sekitarnya. &#8220;Sudah sering beginian yah kamu Chris?&#8221; tanyanya heran juga melihat aku begitu mantap.&#8221;Ehh&#8230; nggak kok&#8230; baru sekali Tante&#8221;, nafasku sudah memburu, kata-kata pun sudah sulit kuucapkan dengan tenang. Kulihat nafas Tante Anne juga sudah mulai memburu, berkali-kali ia menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jilatin dong Chris!&#8221; katanya memelas. Mulanya aku ragu-ragu juga, tapi kudekatkan juga kepalaku ke vaginanya. Tidak ada bau tidak enak sama sekali, Tante Anne rajin menjaga kebersihan vaginanya aku kira. Kujulurkan lidahku menjilati dari bawah menuju ke pusar. Beberapa menit aku bermain-main dengan vaginanya. Tante Anne hanya bisa mengerang dan menggelinjang kecil menahan nikmat. Kulihat ia meremas sendiri buah dadanya dan memuntir-muntir sendiri puting susunya. Aku berdiri sebentar, melepaskan semua pakaianku. Bengong dia melihat penisku yang 18 cm itu. Aku cuma tersenyum kepadanya, dan melanjutkan menjilati vaginanya. Beberapa saat kemudian ia meronta dengan kuat.&#8221;aahh&#8230; ohh God&#8230; aargghh&#8230;&#8221; bagaikan gila, dia menjepit kepalaku dengan pahanya, lalu menekan kepalaku supaya menempel lebih kuat lagi ke vaginanya dengan dua tangannya. Aku susah bernafas dibuatnya.&#8221;Lagi&#8230; arghh&#8230; clitorisnya Chriss&#8230; ssshh&#8230; yah&#8230; yah&#8230; lagi&#8230; oooohh&#8230;&#8221; semakin menggila lagi dia ketika aku mengulum clitorisnya, dan memainkannya dengan lidahku di dalam mulut.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku memasukkan lidahku sedalam-dalamnya ke dalam lubang vaginanya. Bau cairan kewanitaan semakin keras tercium. vaginanya benar-benar sudah basah. Tiba-tiba dia menjambak rambutku dengan kuat, dan menggerakkan kepalaku naik turun di vaginanya dengan cepat dan kasar. Lalu ia menegang, dan tenang. Saat itu juga aku merasa cairan hangat semakin banyak mengalir keluar dari vaginanya. Aku jilati semuanya.&#8221;Ohh&#8230; God&#8230; bener-benar hebat kamu Chris&#8230; lemas Tante&#8230; aahh&#8230; nggak kuat lagi deh untuk berdiri&#8230; shitt&#8230; sudah lama nggak begini&#8221;, dia terbujur lemas setelah 1/2 jam yang melelahkan itu. Aku cuma tersenyum. Perlahan kutarik kedua kakinya ke tepi tempat tidur, kubuka pahanya selebar-lebarnya dan kujatuhkan kakinya ke lantai. Vaginanya sekarang terbuka lebar. Nampaknya ia masih terbayang-bayang atas peristiwa tadi dan belum sadar atas apa yang kulakukan sekarang padanya. Begitu ia sadar penisku sudah menempel di bibir vaginanya.&#8221;Ohh&#8230;&#8221; ia cuma bisa menjerit tertahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu ia pura-pura meronta tidak mau. Aku juga tidak tahu bagaimana cara memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Aku sering lihat di film-film, dan mereka melakukannya dengan mudah. Tapi ini sungguh berbeda. Lubangnya sangat kecil, mana mungkin bisa masuk pikirku. Tiba-tiba kurasakan tangan Tante Anne memegang penisku dan membimbing penisku ke vaginanya.&#8221;Tekan di sini Chris&#8230; pelan-pelan yah&#8230; punya kamu gede banget sih&#8221;, pelan ia membantuku memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Belum sampai seperempat bagian yang masuk ia sudah menjerit kesakitan.&#8221;Aahh&#8230; sakitt&#8230; oooh&#8230; pelan-pelan Chris&#8230; aduuh&#8230;.&#8221; tangan kirinya masih menggenggam penisku, menahan laju masuknya agar tidak terlalu deras. Sementara tangan kanannya meremas-remas kain sprei, kadang memukul-mukul tempat tidur. Aku merasakan penisku diurut-urut di dalam vaginanya. Aku berusaha untuk memasukkan lebih dalam lagi, tapi tangan Tante Anne membuat penisku susah untuk masuk lebih ke dalam lagi. Aku menarik tangannya dari penisku, lalu kupegang erat-erat pinggulnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian kudorong penisku masuk sedikit lagi. Aduhh&#8230; sakkkitt&#8230; ooohh&#8230; ssshh&#8230; lagi&#8230; lebih dalam Chriss&#8230; aahh&#8221;, kembali Tante Anne mengerang dan meronta. Aku juga merasakan kenikmatan yang luar biasa, tak sabar lagi kupegang erat pinggulnya supaya ia berhenti meronta, lalu kudorong sekuatnya penisku ke dalam. Kembali Tante Anne menjerit dan meronta dengan buas. Aku diam sejenak, menunggu dia supaya agak tenang. &#8220;Goyang dong Chris&#8221;, dia sudah bisa tersenyum sekarang. Aku menggoyang penisku keluar masuk di dalam vaginanya. Tante Anne terus membimbingku dengan menggerakkan pinggulnya seirama dengan goyanganku. Lama juga kami bertahan di posisi seperti itu. Kulihat dia hanya mendesis, sambil memejamkan mata.Tiba-tiba kurasakan vaginanya menjepit penisku dengan sangat kuat. Tubuh Tante Anne mulai menggelinjang, nafasnya mulai tak karuan, dan tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.&#8221;Ohh&#8230; ooohh&#8230; Tante sudah mau keluar nih&#8230; sshh&#8230; aahh&#8221;, goyangan pinggulnya sekarang sudah tidak beraturan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kamu masih lama nggak Chris? Kita keluar bareng saja yuk&#8230;. aahh&#8221;, tak menjawab, aku mempercepat goyanganku. &#8220;Aahh&#8230; shitt&#8230; Tante keluar Chrisss&#8230; ooohh&#8230; gile&#8221;, dia menggelinjang dengan hebat, kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku. Aku semakin bersemangat menggenjot. Aku juga merasa bahwa aku bakal keluar tidak lama lagi.&#8221;Aahh&#8230; sshh&#8230;&#8221; kusemprotkan saja cairanku ke dalam vaginanya. Lalu kucabut penisku, dan terduduk di lantai.&#8221;Kamu hebat&#8230; sudah lama Tante nggak pernah klimaks.&#8221;"aah&#8230; capek Tante.&#8221;"Mandi lagi yuk&#8230; lengket-lengket nih jadinya&#8221;, ia berjalan ke kamar mandi dan aku mengikutinya. Kami saling membersihkan tubuh di bawah siraman shower. Setelah mandi, kami tidur-tiduran tanpa busana, berciuman, sambil ngobrol macem-macem. VCD porno yang tadi sudah habis rupanya. Tante Anne menggantinya dengan VCD yang lain.&#8221;Eh&#8230; yang ini bagus loh Chris&#8221;, lalu ia menghidupkannya. Filmnya tentang seorang gadis yang diperkosa, sedikit sadis menurutku, tapi sangat merangsang sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tante sudah lama kepengen coba yang seperti itu Chris&#8230; kalau Om mu sih&#8230; nggak ada seninya&#8230; taunya cuman goyang, nembak, tidur&#8230; susah juga hahaha&#8230; kamu mau coba nggak?&#8221; dia tersenyum melihatku.&#8221;Hehehe&#8230; terserah&#8230;&#8221;"Ok!&#8221; lalu ia berjalan ke lemarinya. Sewaktu ia membukanya, aku terkejut juga melihat begitu banyak Sex Stuff seperti vibrator, tali, handcuff, dan banyak lagi.&#8221;Wah&#8230; banyak amat peralatannya Tante&#8221;, kataku bercanda.&#8221;He eh&#8230; yah beginilah&#8230; soalnya Om kamu jarang pulang sih. Tante kan butuh seks juga. Yah&#8230; terpaksa harus bermain dengan fantasi sendiri.&#8221;"Hehehe&#8221;, aku cuma tertawa kecil. Kulihat ia mengambil tali dari lemari.&#8221;Nih&#8230; kerjain Tante seperti yang di film itu dong Chris!&#8221; ia melemparkan tali itu kepadaku dan berjalan ke arah tempat tidur. Tempat tidur itu bergaya Eropa pertengahan, mempunyai pagar rendah berjeruji di sisi atas dan bawah. Ia memegang pagar berjeruji itu. Aku mengikat tangannya di jeruji itu, ia sekarang membungkuk membelakangiku dengan tangan terikat.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku berjongkok dan mulai menjilati vaginanya untuk pemanasan.&#8221;Sssh&#8230; oouhh&#8230;&#8221; kembali kudengar erangannya. Setelah beberapa saat vaginanya mulai basah. &#8220;Pakai vibrator Chris!&#8221; aku berjalan ke lemari dan mengambil vibrator yang berbentuk seperti penis manusia itu. Hati-hati kumasukkan vibrator itu ke dalam vaginanya, lalu kugeser switch ke posisi &#8220;low&#8221;. Terdengar vibrator itu mulai berdengung halus.&#8221;Ouuh&#8230; aahh&#8230;&#8221; kelihatannya Tante Anne sangat menikmati permainan.Tempo permainan sangat lambat kali ini. Ia menggelinjang sedikit mengiringi dengungan halus vibrator. Sambil sebelah tanganku memegangi vibrator supaya tidak lepas dari vaginanya, aku memberinya tepukan di paha, memberinya tanda agar ia membuka pahanya selebar-lebarnya. &#8220;Jilat anus Tante Chris!&#8221; kembali ia memberi komando. Aku mulai menjilati pahanya yang putih dan jenjang, perlahan berpindah ke anus. Bosan menjilati anusnya, aku berdiri, memeluknya dari belakang, dan meremas payudaranya dengan sebelah tanganku yang masih bebas. Beberapa saat kemudian ia orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu ia menyuruhku memasukkan penisku ke dalam lubang anusnya. Aku sempat terkejut mendengarnya. Menurutku pasti akan sakit sekali penisku dijepit oleh lubang anusnya. Tetapi Tante Anne terus-terusan meminta dengan suara yang memelas.&#8221;Tante sudah pernah nyoba?&#8221; tanyaku ragu-ragu.&#8221;Pernah&#8230; pakai vibrator&#8230; cobain saja deh&#8230; lebih sempit loh di sini&#8230; Tante kepingin nyoba dimasukin 2 lubang sekaligus.&#8221;"Ok!&#8221; aku kembali membungkuk, kujilat bagian sekitar anusnya untuk melicinkannya. Kulihat Tante Anne merintih-rintih ketika vibrator kugoyang agak cepat, tetapi ia tidak bisa banyak meronta karena tangannya masih terikat kuat ke jeruji tempat tidur. Setelah merasa jalan masuk cukup licin aku pun mengambil ancang-ancang, kugesek-gesekkan dulu kepala penisku di sekitar anusnya.&#8221;Yahh.. langsung saja Chriss&#8221;, Tante Anne yang sudah tidak sabar, memundur-mundurkan pantatnya agar penisku bisa segera masuk ke dalam lubang anusnya. Kutarik vibrator yang masih saja berdengung itu dari belakang, supaya pantat Tante Anne makin menempel ke kepala penisku.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibatnya vibrator itu melesak makin dalam ke vaginanya Tante Anne. &#8220;Aahh&#8230; ooohh&#8230; sshh&#8230;&#8221; semakin menggila saja dia. Pelan kudorong kepala penisku ke dalam lubang anusnya.Kepala penisku terasa sedikit pedih, aku menghentikan dorongannya sejenak. &#8220;Oooohh&#8230; yahh&#8230; terussss&#8230; deeper Chriss&#8230;.&#8221;"Sssshh&#8230; oooohh&#8230;&#8221; aku hanya bisa mendesis menahan pedih yang bercampur nikmat ketika penisku masuk kira-kira setengah bagian ke dalam lubang anusnya. Menurutku masuk melalui lubang anus tidak begitu nikmat, karena tidak ada cairan yang melicinkannya. Tapi kulihat Tante Anne bagaikan sedang terbang sekarang. Nikmat sekali katanya. Kukira itu karena dua lubangnya sedang terisi. Tante Anne terus saja menggoyang-goyang pinggulnya kebelakang supaya penisku dapat masuk lebih dalam ke dalam lubang anusnya. Aku tidak dapat menahan lagi goyangannya, kubenamkan sekuat tanaga penisku ke dalam anusnya. Rasanya seperti penisku sedang di massage dengan kuat di dalam. Tanpa sadar, karena menahan nikmat tanganku menggoyang-goyangkan vibrator itu dengan kencang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tempo permainan berubah menjadi liar sekarang. Tangan Tante Anne mencengkeram jeruji tampat tidur dan menggoyangnya karena nikmat yang tak terkira. Aku mencoba menggoyang penisku di dalam anusnya. Memang sedikit pedih karena kurangnya cairan pelicin di dalam anusnya, tapi aku tidak peduli lagi. Sesekali kugunakan tangan kiriku untuk meremas payudaranya yang tergantung-gantung itu. Beberapa saat kemudian aku merasa mau orgasme.&#8221;Aahh&#8230; oouuhh&#8230; Tante sudah mau keluar belum?&#8221; tanyaku dengan nafas memburu.&#8221;Engggh&#8230; sssssh&#8230; iyah&#8230;&#8221;Kurasakan Tante Anne semakin menggila menggoyang pinggulnya. Kemudian dia tubuhnya menegang, kemudian terkulai lemas. Aku pun merasa maniku sudah di ujung-ujungnya. Kupercepat goyangan, kuremas payudaranya dengan kasar, dan kukocok vibratornya lebih cepat lagi. Kulihat Tante Anne menjerit-jerit, tapi ia tak bisa berbuat banyak karena tangannya terikat dengan kuat.&#8221;Arrrgghh&#8230; ooohh&#8230;&#8221; seiring dengan eranganku, kusemprotkan maniku ke dalam anusnya. Kali ini kurasakan maniku keluar banyak sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kucabut penisku dari dalam anusnya, dan kucabut vibrator dari vaginanya. Sekilas kulihat vagina dan anusnya merah sekali dan sedikit membengkak. Kubuka ikatan tangannya dan dia memeluk serta menciumiku. Lalu kami berdua tertidur di lantai.Pengalaman ini tak akan pernah kulupakan. Sampai sekarang kami kadang-kadang masih melakukannya. Tante Anne benar-benar seorang seks maniak yang tak bisa puas, setiap kali berhubungan selalu ada saja cara-cara baru yang ia ajarkan. Kukira ini juga mempengaruhi tingkah laku seksualku. Sampai sekarang aku senang melakukan hubungan seks dengan fantasi tinggi, seperti menggunakan tali, cambuk, handcuff, dan sebagainya. Aku menjadi senang menyiksa lawan mainku. Sepertinya puncak kenikmatanku sulit tercapai kalau aku tidak melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">TAMAT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/tante-anne/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngentot Wanita Berjilbab Part 2</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-2/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 06:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[anita]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3151</guid>
		<description><![CDATA[Aku : aku melihat apa yg sering kamu lakukan di malam hari. Anita : maksud kamu apa? ini siapa? Aku : tak usah mencoba menyangkal, aku punya rekaman. kamu seksi sekali sayang! Anita tidak membalas sms terakhirku, dia malah langsung menelfon, aku kebingungan menjawabnya karena bisa saja dia kenal dengan suaraku dan kedokku ketahuan. Akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku : aku melihat apa yg sering kamu lakukan di malam hari.<br />
Anita : maksud kamu apa? ini siapa?<br />
Aku : tak usah mencoba menyangkal, aku punya rekaman. kamu seksi sekali sayang!</p>
<p style="text-align: justify;">Anita tidak membalas sms terakhirku, dia malah langsung menelfon, aku kebingungan menjawabnya karena bisa saja dia kenal dengan suaraku dan kedokku ketahuan. Akhirnya aku membiarkan telfonnya berlalu, dadaku berdebar-debar, tak kukira dia akan menelfon.</p>
<p style="text-align: justify;">berkali-kali dia menelfon tapi di selingin dengan sms, dia mencoba memohon padaku agar menjelaskan apa maksud smsku. tapi tak kubalas lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">sehari telah berlalu sejak aku mulai menerornya, beberapa kali dia masih mencoba menghubungiku tapi aku tidak meresponnya sama sekali, dia mengirimkan sms, tidak aku balas karena aku bingung mau membalas apa.<br />
<span id="more-3151"></span><br />
hari ini, aku mulai sms dia lagi. dengan strategi baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku : tak usah khawatir, aku akan tetap menjaga rahasia ini, tenang saja.<br />
Anita : hei, saya mohon maaf, maksud kamu apa? saya tidak mengerti.<br />
Aku : sudah kubilang, aku punya rekamanmu. di gambar itu kamu klihatn menggairahkan sekali, berbeda dengan sosok wanita muslim yang selama ini kukenal.</p>
<p style="text-align: justify;">ops, aq tidak sadar menuliskan sms begitu. kusumpahi diriku, bisa saja dia menerka-nerka dan mencurigaiku, karna aku sering bertemu dengan anita.</p>
<p style="text-align: justify;">Anita : bagaimana kalau kita ketemu saja? tolong jawab telfon saya, saya mau bicara sama km!<br />
Aku : kamu mau bertemu? boleh saja, saya akan membantumu mencapai surga dunia, nonton film biru berdua itu lebih enak.<br />
Anita : KURANG AJAR KAMU.<br />
Aku : terserah kamu, tapi kamu sendiri pasti sudah lama tidak menikmati tubuh lelaki.<br />
Anita : tolong, bicaralah dengan jelas. aku sudah punya suami.<br />
Aku : tapi suamimu tidak bisa lagi menyentuh memek mu kan?<br />
Anita : apa? sebenarnya kamu ini siapa?<br />
Aku : aku ini malaikatmu, ingin mengeluarkanmu dari siksaan batin, hingga kau tak usah tersiksa lagi bermasturbasi di tengah malam.<br />
Anita : bejat kamu. kita perlu ketemu!</p>
<p style="text-align: justify;">aku kebingungan, apakah harus kutemui dia? jika dia tahu siapa yang menerornya, dia pasti marah dan kecewa padaku, aku bisa terancam. tapi dia tak mungkin berani, toh rekamannya ada padaku, aku bisa mengancam dia.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">aku mengambil inisiatif lain. aku aktifkan kembali kartu sim ku yang asli dan keluar dari rumah. kuketuk pintu rumah Anita, tak ada sahutan. aku bersabar dan tetap berusaha mengetuk pintu dan memberi salam. akhirnya dia datang membukakan pintu dan menyapaku. dia tetap biasa saja, berpenampilan sebagaimana mestinya, jilbabnya tidak lepas dan memakai baju terusan yang halus, tonjolan dadanya sedikit saja yang membusung, mungkin dia melapis bajunya. tadi dia mengenakan pakaian seksi dan mendobel pakaiannya dengan long dres ini agar lebih cepat menyambutku.</p>
<p style="text-align: justify;">aku dipersilahkan masuk, aku menyampaikan maksudku bahwa di rumah aku sedang suntuk, bingung mau ngapain dan datang kesini untuk ngobrol. kutanya apakah dia sibuk atau tidak, ternyata sudah tidak, pekerjaan rumahnya telas selesai. mungkin saat aku menerornya tadi, dia sambil mengerjakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. aku bercerita banyak tentangnya, tentang pacarku, kuminta penilaiannya padanya dan berbagai obrolan lain.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;asal kalian sama-sama suka dan saling menyayangi. jika sudah saling sayang, hubungan kalian pasti kuat. godaan apapun yang akan datang, kalian pasti akan bisa melewatinya&#8221;, Anita memberikan saran padaku. aku memintanya menceritakan pengelamannya juga, yaaa sebagai bahan cerita kataku, padahal cuma alasan doang agar aku bisa tau cerita-cerita pribadi dia. aku memintanya untuk menceritakan hubungannya dengan suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">dia mungkin agak curiga kenapa aku ngotot banyak bertanya tentang suaminya, namun aku cepat-cepat menukar giliran, aku kembali yang bercerita dan setelah itu, kutanyakan padanya, kenapa dia jarang keluar rumah lagi bersama suaminya? apakah ada masalah?, tanyaku. dia menceritakan tentang cedera yang dialami suaminya, saat ini suaminya bisa dikatakan lumpuh, tak banyak yang bisa dikerjakannya selain di kamar. mungkin sekali-kali saja dia keluar kamar dan berkeliling di dalam rumah. dia terus bercerita bahwa dia menyayangi suaminya, walaupun dia tak bisa meminta banyak dari suaminya dia tetap melayaninya dengan baik. Kubayangkan lagi kejadia malam-malam ketika Anita bergelut dengan dirinya sendiri, saat dia butuh kekuatan seorang suami untuk &#8220;mengerjainya&#8221; hingga puas.</p>
<p style="text-align: justify;">aku mulai merasa malu mendengar ceritanya, dia sangat sayang pada suaminya, dia sangat setiap padanya, walaupun kebutuhan seksnya tinggi, dia tetap merawat suaminya dengan baik. mungkin inilah alasan kenapa dia jarang keluar rumah, mungkin dia takut tergoda oleh pesona lelaki yang akan membuyarkan cintanya pada sang suami tercinta. Aku? aku mungkin bisa diterima karena aku dianggap lebih muda olehnya, mungkin dia menganggapku sebagai seorang adik saja. akhirnya aku mohon pamit, niatku melihat kondisinya saat dia menerima sms teror dariku tidak lagi kuperhatikan, dia memang seperti tidak mendapatkan ancaman, wajahnya tetap tenang, dan auranya tetap juga sayu. dia manis sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">beberapa hari berlalu, aku tidak menerorka lagi, aku masih kasihan padanya yang terus menjaga kesuciannya dan cintanya pada suaminya. namun, setelah 2 minggu berlalu, tak sengaja lagi aku dapati dia begadang, tidak seperti biasanya, malam ini lebih larut. jam 3 subuh. malam itu tak ada celah untuk mengintipnya, dan memang dia merubah posisi ruangan. aku hanya bisa mendengan desahan halusnya, suaranya kecil sekali, namun jika diperhatikan terdengar juga lenguhannya. Ouhhhhhh, ahhhhh tuhannnnn, ouhhhhh !!!</p>
<p style="text-align: justify;">aku tepat pada waktunya, dia sedang tinggi-tingginya. Akhhhhh !!!, dia agak sedikit berteriak, mungkin memang berteriak tapi aku yg mendengarnya samar. Akhhhhhh AKHHHHH&#8230; uhhhhh&#8230;. suaranya mulai agak keras. Ouhhhh iyaaaahhhh, hemmmppphhhhh. aku cepat-cepat pulang ke rumah. kuaktifkan kartu sim terorisku dan segera melancarkan aksiku. kuaktifkan handycam dan memutar balik aksinya yang berhasil kurekam dl. aku mengelus buru*gku sendiri sambil mengetik sms.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku : kamu butuh bantuan malam ini?</p>
<p style="text-align: justify;">anita tak menjawab. tak ada jawaban. aku tersiksa sekali menunggu smsnya.</p>
<p style="text-align: justify;">keesokan paginya, dia baru membalas sms ku : KURANG AJAR!!!</p>
<p style="text-align: justify;">mungkin dia langsung tertidur pulas setelah masturbasinya yang tertangkap olehku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku : semalam kamu banjir berapa kali? sepertinya nikmat sekali yah?<br />
Anita : kalau kamu memang laki-laki, tolong temui saya di &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">dia menyebutkan tempat dimana kami harus bertemu. tapi aku tidak datang. aku masih ragu bagaimana harus bertemu dengannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">suatu hari aku datang lagi bertamu ke rumahnya. aku kembali meminta saran padanya. &#8220;Aku suka pada wanita lain&#8221;, kataku. dia kebingungan mau menjawab bagaimana. sebelum dia menjawab, aku sudah bertanya padanya. &#8220;menurut mba, kalau aku suka pada wanita yang lebih tua itu bagaimana?&#8221;. &#8220;Tidak ada masalah, umur bukan halangan, win. trus kamu tidak suka lagi pada pacarmu yang sekarang? kenapa?&#8221;. Dia mulai bersemangat, mungkin dia memang butuh teman cerita.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aku suka sama pacarku, cuma rasanya aku tergoda dengan perempuan yang satu ini, mba&#8221;. &#8220;hehehe, kamu laki-laki yang gampang tergoda ya? wah bahaya itu&#8221;. &#8220;Ahhh, mba Nita ngawur. mungkin aku lebih suka perempuan yang lebih dewasa, pacarku kan terlalu manja&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hehehe, gak apa-apa sih, selama itu memang pilihan terbaik kamu, cuma kamu bisa nyakitin perasaan pacar kamu, jadi kamu jangan egois dong, kamu punya tanggung jawab terhadap perasaan dia&#8221;. dia tersenyum lembut. ahhh damai melihat dirinya seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">aku sangat tergoda padanya, beberapa kali aku terus bertamu di rumahnya, dia tidak heran, memang betul dia suka ada temen ngobrol di rumah, soalnya dia jarang keluar rumah, kecuali memang mendesak. hari ini saat aku datang padanya, aku meminta saran bagaimana mengatakan bahwa aku suka pada perempuan yang umurnya lebih tua itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;yaa, mungkin kamu katakan saja, dengan suasana romantis atau sesuai kreativitasmu deh, hehehe&#8221;. dia mulai terlihat bebas tertawa lebih riang di depanku, mungkin karena sudah terbiasa ngobrol. sesekali dia meninggalkanku karena harus memperhatikan suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Masalahnya mba, saya ngerasa malu ungkapin perasaan saya ke perempuan yang lebih tua&#8221;. &#8220;kenapa harus malu? kamu kan laki-laki, tunjukin keberanian kamu dong, biar dia tau kamu bertanggung jawab&#8221;. Katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Iya, cuma tidak biasa saja, orang-orang kan nembaknya cewek yang lebih muda, jadi lebih gampang. Kayaknya perempuan dewasa memang susah diraih&#8221;. &#8220;Iya dong, kamu perlu dewasa juga&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;menurut mba gimana?&#8221;. &#8220;Kamu cukup dewasa sih, kamu enak diajak ngobrol, nyambung dan cerdas, cuma perlu keberanian aj, apalagi wajahmu ganteng loh&#8221;. Ahhhh aku suka skali kata-katanya ini, Anita seperti cewek muda yang genit, masih masa nakal-nakalnya dulu. Aku mulai mendapatkan jalan yang bagus ne.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ah, mba Nita bisa aja. nah kalau misalnya gini, mba Nita di posisi cewek yang disuka sama cowok yang lebih muda, sikap mba Nita gimana coba?&#8221;. &#8220;Hehehe, kok jadi mba sih. masa begitunya udah lewat&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Iya, tapi kan bisa dibayangkan. mba Nita sukanya cowok yang kayak gimana?&#8221;. &#8220;emmm kayak gimana yah? &#8230;. dia harus bertanggung jawab, berani dan menghargai orang lain termasuk pasangannya&#8221;. &#8220;maksudku secara fisik gimana? trus kalau ditembak, kira-kira pengennya kayak gimana?&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Yaaa kalau fisik sih yaa kalau boleh yang ganteng, tapi gak juga gpp, yang jelas sikapnya baik&#8230; trus kalau nembaknya yaaa yang romantis&#8230; hehehe&#8221;, sisi lain dari mba Nita mulai kelihatan, dia lebih manis dan kesan keibuannya tidak nampak, dia seperti mahasiswi2 di kampusku, nakal dan centil. dia mulai merasa bebas ngomong mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Yaaa yang romantis itu bagaimana mba Nita? apakah dia datang ke mba nita, duduk di samping kayak gini (aku mempraktekkannya, duduk di sampingnya, Nita cuma tersenyum dan merespon ramah, kamu seperti anak umur belasan saja). trus dia bilang cinta ke mba?&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Yaaa itu boleh juga, cuma kurang romantis&#8221;. &#8220;Trus baiknya gimana dong&#8221;. Aku coba memaksanya. dia mulai menceritakan imajinasi romantisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yaaa awalnya kita jalan-jalan ke suatu tempat yang memang romantis, di daerh bukit misalnya, trus kita duduk berdua di bukit itu smbil ngobrol yang lucu-lucu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;sambil cubit-cubitan atau melempar rumput ke wajah&#8221;, kataku. &#8220;Iyaa, pokoknya senang, sampai kita diam trus melihat pemandangan&#8221;. &#8220;Nita kamu lihat pemandangannya indah, mirip seperti dirimu&#8221;. kataku, tubuhku mulai kudekatkan padanya, tapi dia agak risih. &#8220;pacarannya blum bisa sentuh-sentuh dong, hehehe&#8221;. Katanya padaku saat kusentuhkan tubuhku padanya. dia makin manis, aku mulai bisa mengangap dia seumuran denganku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;trus si cowok bercerita tentang hal-hal yang indah, tentang masa depan, dan pelan-pelan muji aku, hehehe&#8221;. &#8220;Iyaa, wajahmu indah nita, mataku segar melihatnya, aku senang kamu bisa riang seperti ini&#8221;. kataku, aku makin percaya diri. &#8220;hehe, trus?&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">aku kebingungan dia bilang begitu &#8220;Andai kita bisa bersatu, aku sangat bersyukur, aku bisa mengorbankan diriku untuk kebahagiaanmu&#8221;. aku beralih ke depannya, berlutut dan memegang tangannya, dia kaget atas sikapku. &#8220;maafkan aku jika membuat kamu merasa lain, biarkan bukit ini menjadi saksi, duduklah di sampingku&#8221;, kutarik tangannya dengan lembut dan kudukkan di laintai berkarpet tebal, kami duduk bersampingan diantara sofa dan meja sekarang. kugenggam tangannya erat-erat. dia mengikuti begitu saja, pasrah. raut wajahnya seperti kebingungan harus berbuat apa. tak kuberi dia kesempatak untuk berfikir jernih.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Nita, aku ingin memelukmu dengan perasaan cinta, penuh kasih sayang. entah apa yang mendorongku berkata seperti ini, tapi kau sendiri yang memupuk perasaan cinta ini, Nita&#8221;, tanganku mulai melingkar di pundaknya, tubuhku makin erat. &#8220;emmm&#8221;, Nita kebingungan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;bagaimana aku harus mencintaimu Nita? aku ingin kita hidup bersama dan bahagia, saling merasa dan saling memberikan kesenangan&#8221;. aku mengelus pundaknya, tanganku yg satu tetap menggenggam tangannya. &#8220;Nita, izinkan aku mengajakmu terbang di atas bukit ini&#8221;. dan bibirku melayang ke wajahnya, kucium pipinya pertama, namun dia sendiri yang mencari bibirku. Akhirnya kami berpagutan. Nita menutup mata.</p>
<p style="text-align: justify;">bibirnya yang kecil berisi lebih agresif dariku, namun kubiarkan, aku mengikuti saja, tanganku yang nakal kesana kemari, pakaiannya yang berlapis-lapis menggangguku, apagi dia mengenakan baju panjang jadi susah kuselipkan tanganku ke dalam. namun remasan ke dadanya dari luar saja membuatnya seperti gila, dia memegang tanganku yang sedang meremas payudaranya. dia meremas tanganku dengan keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Ciumannya makin gila, lihat kami ikut serta, dia tak membuka mata. tanganku meremas dadanya sambil menahan beban badan di punggungnya, kudorong dia dengan pelan hingga kami terbaring di atas karpet, kami tak bisa bergerak banyak karena dibatasi oleh kursi dan meja, namun begitu saja sudah sangat cukup. Kutarik jilbabnya, lalu ciumanku turun ke lehernya yang putih jenjang. Ouhhh betapa indahnya. mulutnya menganga, bibirnya merah merekah smbil mendesah. tangannya meremas pantatku dan menekannya sehingga tubuhnya makin tertekan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Oughhhhh,,, ahhhhhhhh.. terusinnnnn&#8230;. Nita betul-betul menikmati, aku makin buas menjilati lehernya, sesekali kugigit pelan hingga dia menggelinjang. saat lidahku berjalan naik ke telingannya dia menahan dan mendorong kepalaku ke bawah&#8230; owwwhhhhh,, jilattttinnn terusshhhhh pantatnya bergoyang dan tangannya makin menekan pantatku. dari atas, kuselipkan tanganku ke dalam bajunya, aku sempat bingung karena bajunya berlapis tiga, baju paling luar, di dalamnya ada baju kaos dan di dalamnya ada baju tidur yang tipis, tanpa bra. dan aku menemukannya. walaupun aku tak melihat payudaranya, aku bisa tau ukurannya 34b, tak pernah kukira dia punya payudara luar biasa seperti ini, tegang dan lembut. dari leher, bibirku mulain turun, saat aku kesulitan menjilati dadanya lebih kebawah, tangannya membantu dengan menarik V bajunya sengingga kancingnya lepas dan robek. Kugapai payudara yang satunya dengan beringas, tak sempat kunikmati dengan mata. Kukulum begitu saja, putingnya kupilin dengan bibirku, ujung putingnya kujilati di dalam mulut. Ouchhhhhhh&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Akhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Uhhhhhh Iyaaahhhh,,,, ouhh sayangggg&#8230; uuu dahhhh laaa mahhhhh,, AAAUUKKHHHHH&#8230;&#8230;.. OOOOOushhhhhhh, dia berteriak sambil menekan pantatku sangat kuat, aku mebantunya dengan menekan selangkangannya, tangan Nita naik ke kepalaku dan menariknya, dia menciumku dengan beringas, bibirku sakit digigitnya tapi aku pasrah saja, aku menikmatinya, ini permainan yang hot, sofa yang berat ini berseger sedikit, meja sudah jauh dari kami. Oughhhhhhhhh,,, emmphhhhhh.. ouhhhhh&#8230; ia melenguh panjang, melepaskan seluruh nafasnya yg tertahan saat memeluk leherku dengan erat. Dia terlah terbang bersamaku, aku memeluknya sambil mencium lehernya. Kucium dengan penuh cinta, kuhafal baik-baik aroma rambut dan lehernya, entah masih adakah kesempatal lain terbang ke langin bersama anita.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mulai lagi, mencium bibirnya, kami bertarung lagi. entah dia keenakan sehingga belum sadar apa yang kami lakukan, aku berusaha mencapai orgasme ku juga, kugesekkan kont*lku yang masih di sarangnya di selangkangan anita, kuhisap dengan beringas dadanya, dia menggeliat seperti cacing kepanasan, tangannya tiba-tiba sudah sampai di dalam celanaku, mengelus kont*lku, dia berusaha membuka celana jeans yang kukenakan. Aku makin gila mengulum putingnya, kuremas pantatnya. Namun saat kancing jeansku terlepas, belum sempat dia menarik ke bawah, seorang anak datang dengan ucapan assalamu alaikum di depan pintu. Anaknya datang!</p>
<p style="text-align: justify;">Kami segera bergegas, berantakan, rambut Anita kesana-kemari, tidak mirip anita kelihatannya tetapi seorang bidadari cantik jelita yang seksi, penuh nafsu dan energik. Jilbabnya dikenakan seadanya, kami langsung kompak seperti membersihkan minuman yang tumpah. Untung saja, tanpa disadari minuman kami tumpah saat sedang bergelut tadi. Anita bergegas membawa gelas ke dapur. Aku sendiri memperbaiki posisiku. tak lama kemudian aku pulang ke rumah, tanpa pamitan kepada Anita, dia tak keluar lagi menemuiku, jadi kukira aku memang harus pulang. Di jalan pulang, Penisku berdiri tegang mengingat adegan lain. Aku pulang ke rumah dan melampiaskannya di kamar mandi. Ohhhh Indahnya hari ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bersambung&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Heru Sahabat Suamiku</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/heru-sahabat-suamiku/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/heru-sahabat-suamiku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 01:55:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[nenen]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[seks liar]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>
		<category><![CDATA[wanita binal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3045</guid>
		<description><![CDATA[Heru, 32 th, adalah teman sekantor suamiku yang sebaya dengannya sedangkan aku berumur 28 th. Mereka sering bermain tenis bersama, entah mengapa setiap Heru datang kerumah menjemput suamiku ia selalu menyapaku dengan senyumnya yang khas, sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian rupa apalagi sewaktu aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya seakan menembus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Heru, 32 th, adalah teman sekantor suamiku yang sebaya dengannya sedangkan aku berumur 28 th. Mereka sering bermain tenis bersama, entah mengapa setiap Heru datang kerumah menjemput suamiku ia selalu menyapaku dengan senyumnya yang khas, sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian rupa apalagi sewaktu aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya seakan menembus menjelajahi seluruh tubuhku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku benar benar dibuat risih oleh perlakuannya, sejujurnya aku merasakansesuatu yang aneh pada diriku, walaupun aku telah menikah 2 tahun yang lalu dengan suamiku, aku merasakan ada suatu getaran dilubuk hatiku ditatap sedemikian rupa oleh Heru. Suatu hari suamiku pergi keluar kota selama 4 hari. Pas di hari minggu Heru datang kerumah maksud hati ingin mengajak suamiku bermain tenis, pada waktu itu aku sedang olahraga dirumah dengan memakai hot pant ketat dan kaos diatas perut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kubuka pintu untuknya ia terpana melihat liku liku tubuhku yang seksi tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yang serba ketat itu. Darahku berdesir merasakan tatapannya yang tajam itu. Kukatakan padanya suamiku keluar kota sejak 2 hari lalu, dia hanya diam terpaku dengan senyumannya yang khas tidak terlihat adanya kekecewaan diraut mukanya, tiba-tiba ia berkata &#8220;..Hesty mau tidak gantiin suamimu, main tenis dengan saya..&#8221; Giliran aku yang terpana selama menikah belum pernah aku pergi keluar dengan laki laki selain suamiku tetapi terus terang aku senang mendengar ajakannya, dimataku Heru merupakan figure yang cukup &#8216;gentleman&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara aku masih ragu-ragu tiba tiba dengan yakin ia berkata &#8220;..Cepet ganti pakaian aku tunggu disini..&#8221; Entah apa yang mendorongku untuk menerima ajakannya aku langsung mengangguk sambil berlari kekamarku untuk mengganti pakaian. Dikamar Aku termangu hatiku dagdigdug seperti anak SMU sedang berpacaran lalu aku melihat diriku dicermin kupilih baju baju tenisku lalu ketemukan rok tenis putihku yang supermini lalu kupakai dengan blous &#8216;you can see&#8217; setelah itu kupakai lagi sweater, wouw.. cukup seksi juga aku ini.., setelah itu aku pakai sepatu olahragaku lalu cepat cepat aku temui Heru didepan pintu &#8220;..Ayo Her aku sudah siap..&#8221; Heru hanya melongo melihat pakaianku. Jakunnya terlihat naik turun.</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat kata aku bermain tenis dengannya dengan penuh ceria, kukejar bola yang dipukulnya, rok miniku berkibar, tanpa sungkan aku biarkan matanya menatap celana dalamku, ada perasaan bangga dan gairah setiap matanya menatap pantatku yang padat bulat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Saking hotnya aku mengejar bola tanpa kuduga aku jatuh terkilir, Heru menghampiriku lalu mengajakku pulang. Setiba di rumah, kuajak Heru untuk mampir dan ia menerimanya dengan senang hati. Heru memapahku sampai ke kamar, lalu membantuku duduk di ranjang. Dengan manja kuminta ia mengambilkan aku minuman di dapur, Heru mengambilkan minuman dan kembali ke kamar mendapatkan aku telah melepas sweater dan sedang memijat betisku sendiri. Ia agak tersentak melihatku, karena aku telah menanggalkan sweaterku sekarang tinggal memakai blous &#8220;you can see&#8221; longgar yang membuat ketiak dan buah dadaku yang putih mulus itu mengintip nakal, posisi kakiku juga menarik rokmini olahragaku hingga pahaku yang juga putih mulus itu terbuka untuk menggoda matanya.<br />
<span id="more-3045"></span><br />
Tampak sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberikan minuman kepadaku. Memang &#8220;gentleman&#8221; pria ini. penampilannya agak kaku tetapi disertai sikap yang lembut, kombinasi yang tak kudapatkan dari suamiku, ditambah berbagai macam kecocokan di antara kami. Mungkin inilah yang mendorongku untuk melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang wanita yang sudah bersuami. Aku menggeser posisiku mendekatinya, lalu kucium pipinya sebagai ucapan terimakasihku. Heru terkejut, namun tak berusaha menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya sehingga bibirku beradu dengan bibirnya. Kewanitaanku bangkit walaupun aku tahu ini adalah salah tetapi tanpa kusadari ia mencium bibirku beberapa saat sebelum akhirnya aku merespon dengan hisapan lembut pada bibir bawahnya yang basah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami saling menghisap bibir beberapa saat sampai akhirnya aku yang lebih dulu melepas ciuman hangat kami. &#8220;Her..&#8221; kataku ragu. Kami saling menatap beberapa saat. Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberijawaban dan keputusan yang sama dalam hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kami sama-sama maju dan kembali saling berciuman dengan mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan, entah siapa yang memulai, aku dan Heru saling menghisap lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ciuman dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan Heru mulai beralih dari betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dengan lembut. Darahku semakin berdesir. Mataku terpejam. Entah bagaimana pria bukan suamiku ini bisa menyentuh ragaku selembut ini, semakin kupejamkan mataku semakin melayang perasaanku, dan menikmati kelembutan yang memancing gairah ini. Kembali Heru yang melepas bibirnya dari bibirku. Namun kali ini, dengan lembut namun tegas, ia mendorong tubuhku sambil satu tangannya masih terus membelai pahaku, membuat kedua tanganku yang menahanku pada posisi duduk tak kuasa melawan dan akupun terbaring pasrah menikmati belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan tubuhnya miring di sisiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Heru mengambil inisiatif mencium bibirku kembali, yang serta merta kubalas dengan hisapan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat tangannya yang mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai barang milikku yang paling sensitif yang masih terbalut celana dalam itu dengan lembut namun pasti.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mmhh.. Heruu..sudah terlalu jauh Her..&#8221; desahku di sela-sela ciuman panas kami. Aku agak lega saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia mulai menarik blousku hingga terlepas dari jepitan rokku, lalu ia loloskan dari kepalaku. Buah dadaku yang montok dan puting susuku membayang menggoda dari BH-ku yang tipis dan seksi, membuatnya semakin penasaran. Ia kembali mencium bibirku, namun kali ini lidahnya mulai berpindah-pindah ke telinga dan leherku, untuk kembali lagi ke bibir dan lidahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Permainannya yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing menjadi semakin bergairah, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya meraba-raba dadaku dan sesekali menyelipkan jarinya ke balik BH menggesek-gesek putingku yang saat itu sudah tegak mengacung. Tanpa kusadari aku mulai memainkan kaos bajunya, dan setelah bajunya kusingkap terlihat tampilan otot di tubuhnya. Aku melihat dada bidang dan perut sixpacknya di depan mataku. Tak lama ia pun memutuskan untuk mengalihkan godaan bibirnya ke buah dadaku yang masih terbalut BHku.</p>
<p style="text-align: justify;">Diciumi buah dadaku sementara tangannya merogoh ke balik punggungku untuk melepas kait BH-ku. Sama sekali tidak ada protes dariku iapun melempar BH-ku ke lantai sambil tidak buang waktu lagi mulai menjilati putingku yang memang sudah menginginkan ini dari tadi. &#8220;Ooohh.. sshh.. aachh.. Heruu..&#8221; desahku langsung terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yang basah dan kasar menggesek putingku yang terasa sangat peka.</p>
<p style="text-align: justify;">Heru menjilati dan menghisap dada dan putingku di sela-sela desah dan rintihku yang sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin menggelora ini, &#8220;..Oooh Heru suuddhaah.. Herr.. stoop..!!&#8221; tetapi Heru terus saja merangsangku bahkan tangannya mulai melepas celananya, sehingga kini ia benar-benar telanjang bulat. Penisnya yang besar dan berotot mengacung tegang, karuan aku terbelalak melihatnya, besar dan perkasa lebih perkasa dari penis suamiku, vaginaku tiba tiba berdenyut tak karuan. Oh..tak kupikirkan akibat dari keisenganku tadi yang hanya ingin mencium pipinya saja sekarang sudah berlanjut sedemikian jauh.</p>
<p style="text-align: justify;">Heru melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia menarik rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku. Apalagi ketika lidahnya menggoda selangkanganku dengan jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CD ku, semili lagi menyentuh bibir vaginaku. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan gejolak birahi, rasa penasaranku menginginkan lebih dari itu tapi akal sehatku masih menyatakan bahwa ini perbuatan yang salah.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, dengan menyibakkan celana dalamku, Heru mengalihkan jilatannya kerambut kemaluanku yang telah begitu basah penuh lendir birahi. &#8220;ggaahh.. Heeruu..stoop..ohh..&#8221; bagaikan terkena setrum rintihanku langsung menyertai ledakan kenikmatan yang kurasakan saat lidah Heru melalap vaginaku dari bawah sampai ke atas, menyentuh klitorisku.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar berotot Heru berlutut di depanku. Lobang vaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat batang penisnya yang tegang besar kekar berotot berbeda dengan punya suamiku yang lebih kecil. Oohh..betul betul luar biasa napsu birahiku makin mengebu gebu. Entah mengapa aku begitu terangsang melihat batang kemaluan yang bukan punya suamiku.Oooh begitu besar dan perkasa, pikiranku bimbang karena aku tahu sebentar lagi aku akan disetubuhi oleh sahabat suamiku, anehnya gelora napsu birahiku terus mengelegak.</p>
<p style="text-align: justify;">Kupasrahkan diriku ketika Heru membuka kakiku hingga mengangkang lebar lebar, lalu Heru menurunkan pantatnya dan menuntun penisnya ke bibir vaginaku. Kerongkonganku tercekat saat kepala penis Heru menembus vaginaku.&#8221;Hngk! Besaar..sekalii..Heer..&#8221; Walau telah basah berlendir, tak urung penisnya yang demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki liang vaginaku yang belum pernah merasakan sebesar ini, membuatku menggigit bibir menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa terburu-buru, Heru kembali menjilati dan menghisap putingku yang masih mengacung dengan lembut, kadang menggodaku dengan menggesekkan giginya pada putingku, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menjilati dan menghisap putingku, membuatku tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah penisnya bergerak perlahan dan lembut menembus vaginaku. Ia menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan, memancing gairahku semakin bergelora dan lendir birahi semakin banyak meleleh di vaginaku, melicinkan jalan masuk penis berotot ini ke dalam liang kenikmatanku tahap demi tahap.</p>
<p style="text-align: justify;">Lidahnya yang kasar dan basah berpindah-pindah dari satu puting ke puting yang lain, membuat kepalaku terasa semakin melayang didera kenikmatan yang semakin bergairah. Akhirnya napsu birahikulah yang menang laki laki perkasa ini benar benar telah menyeretku kepusaran kenikmatan menghisap seluruh pikiran jernihku dan yang timbul adalah rangsangan dahsyat yang membuatku ingin mengarungi permainan seks dengan sahabat suamiku ini lebih dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ouuch.. sshh.. aachh.. teruuss.. heeruu.. masukin penismu yang dalaam..!! oouch.. niikmaat.. heerr..!! Baru kali ini lobang vaginaku merasakan ukuran dan bentuk penis yang bukan milik suamiku, yang sama sekali baru ..besaar dan perkasaa.., aku merasakan suatu rangsangan yang hebat didalam diriku. Seluruh rongga vaginaku terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding vaginaku digesek batang penisnya yang keras dan besaar..!</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya seluruh batang kemaluannya yang kekar besar itu tertelan kedalam lorong kenikmatanku, memberiku kenikmatan hebat, seakan bibir vaginaku dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas putingku, Heru mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan, &#8220;..oouch.. niikmaat.. heeruu..!!&#8221; aku pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan pantatku maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan akhirnya napasku semakin tersengal-sengal diselingi desah desah penuh kenikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;hh.. sshh.. hh.. Heerruu.. oohh ..suungguuhh.. niikmmaat sahyangghh..&#8221; Heru membalas dengan pertanyaan &#8220;Ohh.. Hestyy nikmatan mana dengan penis suamimu..?&#8221; otakku benar benar terhipnotis oleh kenikmatan yang luar biasa..! jawabanku benar benar diluar kesadaranku &#8220;Ohh ssh Heruu. penismu besaar sekalii..! jauh lebih nikmaat ..!! Heru makin gencar melontarkan pertanyaan aneh aneh, &#8220;..hh..Hesty lagi diapain memekmu sama kontolnya Heru..?&#8221; aku bingung menjawabnya, &#8220;Bilang lagi dientot..!&#8221; Heru memaksaku untuk mengulangnya, tapi dasar aku lagi terombang ambing oleh buaian birahi akupun tidak malu malu lagi mengulangnya &#8220;hh.. hh.. sshh.. mmhh..lagi dientot sayaang..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Terus menerus kami saling memberi kenikmatan, sementara lidah Heru kembali menari di putingku yang memang gatal memohon jilatan lidah kasarnya. Aku benar benar menikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. Rasa kesemutan berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari vagina dan putingku, keseluruh tubuhku hingga ujung jariku. Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga terasa seakan tubuhku melayang. Penisnya yang dahsyat semakin cepat dan kasar menggenjot vaginaku dan menggesek-gesek dinding vaginaku yang mencengkeram erat.</p>
<p style="text-align: justify;">Hisapan dan jilatannya pada putingku pun semakin cepat dan bernapsu. Aku begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhku terasa penuh setruman birahi yang intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhku bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dalam seluruh tubuhku. Desahanku sudah berganti dengan erangan erangan liar kata kataku semakin vulgar. &#8220;Ahh.. Ouchh.. entootin terus sayaang.. genjoott.. habis memekku..!! genjoott.. kontolmu sampe mentok..!!&#8221; Ooohh.. Herruu.. bukan maiin.. eennaaknyaa.. ngeentoot denganmu..!!&#8221; mendengar celotehanku, Heru yang kalem berubah menjadi semakin beringas seperti banteng ketaton dan yang membuat aku benar benar takluk adalah staminanya yang bukan maiin perkasaa.., tidak pernah kudapatkan seperti ini dari suamiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku benar benar sudah lupa siapa diriku yang sudah bersuami ini, yang aku rasakan sekarang adalah perasaan yang melambung tinggi sekali yang ingin kunikmati sepuas puasnya yang belum pernah kurasakan dengan suamiku. Heru mengombang ambingkan diriku di lautan kenikmatan yang maha luas, seakan akan tiada tepinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aku tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhku yang begitu dahsyatnya menggulung diriku &#8220;Ngghh.. nghh .. nghh.. Heruu.. Akku mau keluaar..!!&#8221; pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat tubuhnya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhku, Heru mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan batang kemaluannya dalam dalam dengan memutar mutar keras sekalii.. Clitorisku yang sudah begitu mengeras habis digencetnya. &#8220;..aacchh.. Heruu.. niikmaat.. tekeen.. teruuss.. itilkuu..!!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Ledakan kenikmatan orgasmeku terasa seperti &#8216;forever&#8217; menyemburkan lendir orgasme dalam vaginaku, kupeluk tubuh Heru erat sekali wajahnya kuciumi sambil mengerang mengerang dikupingnya sementara Heru terus menggerakkan sambil menekan penisnya secara sangat perlahan, di mana setiap mili penisnya menggesek dinding vaginaku menghasilkan suatu kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan dalam tubuhku yang tidak bisa kulontarkan dengan kata kata.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa detik kenikmatan yang terasa seperti &#8216;forever&#8217; itu akhirnya berakhir dengan tubuhku yang terkulai lemas dengan penis Heru masih di dalam vaginaku yang masih berdenyut-denyut di luar kendaliku. Tanpa tergesa-gesa, Heru mengecup bibir, pipi dan leherku dengan lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dengan erat, membuatku benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa sangat disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan penisnya yang masih besar dan keras di dalam vaginaku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yang terengah-engah.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah aku kembali &#8220;sadar&#8221; dari ledakan kenikmatan klimaks yang memabukkan tadi, aku pun mulai membalas ciumannya, memancing Heru untuk kembali memainkan lidahnya pada lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Sekarang aku tidak canggung lagi bersetubuh dengan teman suamiku ini. Gairahku yang sempat menurun tampak semakin terpancing dan aku mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan penisnya pada dinding vaginaku. Respon gerakan pantatku membuatnya semakin liar dan aku semakin berani melayani gairahnya yang memang tampaknya makin liar saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Genjotan penisnya pada vaginaku mulai cepat, kasar dan liar. Aku benar-benar tidak menyangka bisa terangsang lagi, biasanya setelah bersetubuh dengan suamiku setelah klimax rasanya malas sekali untuk bercumbu lagi tapi kali ini Heru memberiku pengalaman baru walau sudah mengalami klimax yang maha dahsyat tadi tapi aku bisa menikmati rangsangannya lagi oleh genjotan penisnya yang semakin bernapsu, semakin cepat, semakin kasar, hingga akhirnya ledakan lendir birahiku menetes lagi bertubi-tubi dari dalam vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu Heru memintaku untuk berbalik, ooh ini gaya yang paling kusenangi &#8220;doggy style&#8221; dengan gaya nungging aku bisa merasakan seluruh alur alur batang kemaluan suamiku dan sekarang aku akan merasakan batang yang lebih besar lebih perkasa oohh..! dengan cepat aku berbalik sambil merangkak dan menungging kubuka kakiku lebar, kutatap mukanya sayu sambil memelas &#8220;..Yeess..Herr..masukin kontol gedemu dari belakang kelobang memekku..&#8221; Heru pun menatap liar dan yang ditatap adalah bokongku yang sungguh seksi dimatanya, bongkahan pantatku yang bulat keras membelah ditengah dimana bibir vaginaku sudah begitu merekah basah dibagian labia dalamku memerah mengkilat berlumuran lendir birahiku mengintip liang kenikmatanku yang sudah tidak sabar ingin melahap batang kemaluannya yang sungguh luar biasa itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil memegang batang penisnya disodokannya ketempat yang dituju ”Bleess..&#8221; ..Ooohh.. Heruu.. teruss.. Herr.. yang.. dalaam..!! mataku mendelik merasakan betapa besaar dan panjaang batang penisnya menyodok liang kenikmatanku, urat urat kemaluannya terasa sekali menggesek rongga vaginaku yang menyempit karena tertekuk tubuhku yang sedang menungging ini. Hambatan yang selalu kuhadapi dengan suamiku didalam gaya &#8216;doggy style&#8217; ini adalah pada waktu aku masih dalam tahap &#8216;menanjak&#8217; suamiku sudah terlalu cepat keluar, suamiku hanya bisa bertahan kurang dari dua menit.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi Heru sudah lebih dari 15 menit menggarapku dengan gaya &#8216;doggy style&#8217; ini tanpa ada tanda tanda mengendur. Oh bukan maiin..! bagai kesurupan aku menggeleng gelengkan kepalaku, aku benar benar dalamkeadaan ekstasi, eranganku sudah berubah menjadi pekikan pekikan kenikmatan, tubuhku kuayun ayunkan maju mundur, ketika kebelakang kusentakan keras sekali menyambut sodokannya sehingga batang penis yang besaar dan panjaang itu lenyap tertelan oleh kerakusan lobang vaginaku. kenikmatanku bukan lagi pada tahap &#8220;menanjak&#8221; tapi sudah berada di awang-awang di puncak gunung kenikmatan yang tertinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hngk.. ngghh..Heruu..akuu mau keluaar lagii.. aargghh..!!&#8221; aku melenguh panjang menyertai klimaksku yang kedua yang kubuat semakin nikmat dengan mendorong pantatku ke belakang keras sekali menancapkan penisnya yang besar sedalam-dalamnya di dalam vaginaku, sambil kukempot kempotkan vaginaku serasa ingin memeras batang kemaluannya untuk mendapatkan seluruh kenikmatan semaksimum mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukan Heru yang menindih tubuhku dari belakang. Berat memang tubuhnya, namun Heru menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku yang telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh dengan rasa kepuasan yang maha nikmat yang belum pernah aku rasakan sebelumnya dengan suamiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Heru memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas. &#8220;Hesty aku belum keluar sayang..! tolongin aku isepin kontolku sayaang..!&#8221; Aku benar benar terkejut aku sudah dua kali klimaks tapi Heru belum juga keluar, bukan main perkasanya. biasanya malah suamiku lebih dulu dari aku klimaksnya kadang kadang aku malah tidak bisa klimaks dengan suamiku karena suamiku suka terburu buru.</p>
<p style="text-align: justify;">Merasa aku telah diberi kepuasan yang luar biasa darinya maka tanpa sungkan lagi kuselomot batang kemaluannya kujilat jilat buah zakarnya bahkan selangkangannya ketika kulihat Heru menggeliat geliat kenikmatan, &#8220;..Ohh yess Hes.. nikmat sekalii.. teruss hes.. lumat kontolku iseep yang daleemm.. ohh.. heestyy.. saayaangg..!!&#8221; Heru mengerang penuh semangat membuatku semakin gairah saja menyelomot batang kemaluannya yang besar, untuk makin merangsang dirinya aku merangkak dihadapannya tanpa melepaskan batang kemaluannya dari mulutku, kutunggingkan pantatku kuputar putar sambil kuhentak hentakan kebelakang, benar saja melihat gerakan erotisku Heru makin mendengus dengus bagai kuda jantan liar, dan tidak kuperkirakan yang tadinya aku hanya ingin merangsang Heru untuk bisa cepat ejakulasinya malah aku merasakan birahiku bangkit lagi vaginaku terasa berdenyut denyut clitorisku mengeras lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ohh.. beginikah multiple orgasme yang banyak dibicarakan teman temanku? Selomotanku makin beringas, batang yang besar itu yang menyumpal mulutku tak kupedulikan lagi kepalaku naik turun cepat sekali, Heru menggelinjang hebat, akhirnya kurasakan vaginaku ingin melahap kembali batang kemaluannya yang masih perkasa ini, dengan cepat aku lepas penisnya dari mulutku langsung aku merangkak ke atas tubuhnya kuraih batang kemaluannya lalu kududuki sembari ku tuju ke vaginaku yang masih lapar itu. Bleess.. aachh..aku merasakan bintang bintang di langit kembali bermunculan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;..Ooohh..Hesty..kau sungguuh sexxxyy.. masuukin kontolku..!!&#8221; Heru memujiku setinggi langit melihat begitu antutiasnya aku meladeninya bahkan bisa kukatakan baru pertama kali inilah aku begitu antusias, begitu beringas bagai kuda betina liar melayani kuda jantan yang sangat perkasa ini. &#8220;..Yess.. Heruu.. yeess.. kumasukkan kontolmu yang perkasa ini..!&#8221; kuputar-putar pinggulku dengan cepatnya sekali kali kuangkat pantatku lalu kujatuhkan dengan derass sehingga batang penis yang besar itu melesak dalaam sekali..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;..aachh.. Heestyy.. putaar.. habiisiin kontoolku.. eennakk.. sekaallii..!!&#8221; giliran Heru merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya, tidak bisa kulukiskan betapa nikmatnya perasaanku, tubuhku terasa seringan kapas jiwaku serasa diombang ambing di dalam lautan kenikmatan yang maha luas kucurahkan seluruh tenagaku dengan memutar menggenjot bahkan menekan keras sekali pantatku, kali ini aku yang berubah menjadi ganas dan jalang, bagaikan kuda betina liar aku putar pinggulku dan bagai penari perut meliuk meliuk begitu cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Batang kemaluannya kugenjot dan kupelintir habiss.. bahkan kukontraksikan otot-otot vaginaku sehingga penis yang besar itu terasa bagai dalam vacum cleaner terhisap dan terkenyot didalam liang vaginaku. Dan yang terjadi adalah benar benar membuatku bangga sekali, Heru bagai Layang-layang putus menggelinjang habis kadang mengejangkan tubuhnya sambil meremas pantatku keras sekali, sekali-kali ingin melepaskan tubuhku darinya tapi tidak kuberikan kesempatan itu bahkan kutekan lagi pantatku lebih keras, batang penisnya melesak seluruhnya bahkan rambut kemaluannya sudah menyatu dengan rambut kemaluanku, clitorisku yang lapar akan birahi sudah mengacung keras makin merah membara tergencet batang kemaluannya. Badanku sedikit kumiringkan ke belakang, buah zakarnya kuraih dan kuremas-remas, &#8220;..Ooohh.. aachh.. yeess.. Heess.. yeess..!!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Heru membelalakan matanya sama sekali tidak menyangka aku menjadi begitu beringass..begitu liaar.. menunggangi tubuhnya, lalu Heru bangkit, dengan posisi duduk ia menyelomot buah dadaku&#8230; aachh tubuhku semakin panaas.. kubusungkan kedua buah dadaku. &#8220;..selomot.. pentilku.. dua. duanya.. Herr..yeess..!! &#8230;sshh.. &#8230;oohh..!! mataku menjadi berkunang kunang, &#8220;..Ooohh.. Hestyy.. nikmatnya bukan main posisi ini..! batang kontolku melesak dalam sekali menembus memekmu..!&#8221; Heru mendengus-dengus kurasakan batang penisnya mengembung pertanda spermanya setiap saat akan meletup, &#8220;..Ohh.. sshh..aahh.. Heruu ..keluaar.. bareeng..sayaannghh..!! jiwaku terasa berputar putar..! &#8220;..yess..Hess..aku… keluarkan diluar apa didalam..?&#8221;. &#8220;..Ohh.. Heru kontoolmu.. jaangaahhn..dicabuut..keluarin.. didalaam..!!</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba tiba bagaikan disetrum jutaan volt kenikmatan tubuhku bergetar hebat sekalii..! dan tubuhku mengejang ketika kurasakan semburan dahsyat di dalam rahimku, &#8220;..aachh. jepiit kontoolku.. yeess.. sshh.. oohh.. nikmaatnya.. memekmu Hestyy..!!&#8221; Heru memuncratkan air maninya di dalam rongga vaginaku, terasa kental dan banyak sekali. Akupun mengelinjang hebat sampai lupa daratan &#8220;..Nggkkh.. sshh.. uugghh.. Heerru.. teekeen kontoolmu.. sampe mentookkhh.. sayaahng.. aarrgghh..!! gelombang demi gelombang kenikmatan menggulung jiwaku, ooh benar benar tak kusangka makin sering klimaks makin luar biaasaa rasa nikmatnya jiwaku serasa terbetot keluar terombang ambing dalam lautan kenikmatan yang maha luas. Kutekan kujepit kekepit seluruh tubuhnya mulai batang penisnya pantatnya pinggangnya bahkan dadanya yang kekar kupeluk erat sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Seluruh tetes air maninya kuperas dari batang kemaluannya yang sedang terjepit menyatu di dalam liang vaginaku. aarrgghh.. Nikmatnya sungguh luar biaasaa!! Oohh Heru aku kuatir akan ketagihan dengan batang penismu yang maha dahsyat ini!! Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali, klimaks yang ketiga ini membuat tubuhku terasa lemas sekali, Heru sadar akan keterbatasan tenagaku, akhirnya ia membaringkan tubuhku di dadanya yang kekar, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa, kepuasanku terasa sangat dihargainya. Tiga kali klimaks bukanlah hal yang mudah bagiku untuk mendapatkannya didalam satu kali permainan seks.</p>
<p style="text-align: justify;">Heru telah menaklukan diriku luaar.. dalaam..!! akan kukenang kejadian ini selama hidupku. Tiba tiba Heru melihat jam lalu dengan muka sedih ia mengatakan kepadaku bahwa ia harus menemui seseorang 10 menit lagi, akupun tak kuasa menahannya, aku hanya mengangguk tak berdaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepeninggal Heru dari rumah, aku termenung sendirian di ranjang. Suatu kejadian yang sama sekali tak terpikir olehku mulai merebak dalam kesadaranku. Aku telah menikmati perbuatan seks dengan sahabat suamiku bahkan harus kuakui, aku betul betul menikmati kedahsyatan permainan seks dengan sahabat suamiku itu. Tetapi aku telah mengkhianati suamiku. Aku mulai merasakan sesuatu yang salah, sementara di lain pihak, aku sangat menikmatinya dan sangat mengharapkan Heru melakukannya lagi terhadapku.</p>
<p style="text-align: justify;">Hati dan akal sehat terpecah dan menyeretku ke dua arah yang berlawanan. Pergumulan batin terjadi membuatku limbung. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba melupakan Heru. Setelah beberapa minggu dalam kondisi seperti ini, hatiku makin tidak menentu, makin kucoba melupakannya makin terbayang seluruh kejadian hari itu, aku masih merasakan tubuhnya yang kekar berotot, berkeringat napasnya yang mendengus dengus terngiang sayup sayup terdengar suaranya memanggilku &#8216;sayang&#8217;. Seminggu kemudian, aku dengar Heru berhenti bertugas di kantor suamiku. Entah itu keinginannya sendiri atau memang ia dialih tugaskan, aku tidak tahu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/heru-sahabat-suamiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ohh.. Dua Penis Pasti Lebih Enak</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ohh-dua-penis-pasti-lebih-enak/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ohh-dua-penis-pasti-lebih-enak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 11:16:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Om Senang]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[double penetrartion]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi seks]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[sex fantasy]]></category>
		<category><![CDATA[tukar pasangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2843</guid>
		<description><![CDATA[Kami adalah pasangan suami istri yang selalu mempunyai daya khayal seks, suamiku 36 tahun sedang aku 31 tahun, aku akan menceritakan sedikit pengalaman ku&#8230;. Malam jum&#8217;at minggu lalu ketika aku bersetubuh dengan suamiku dan pas lagi enak enaknya persetubuhan kami, suamiku sempet nyinggung mengenai 3some, awalnya aku cuek aja karena lagi menikmati kocokan penis suamiku, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kami adalah pasangan suami istri yang selalu mempunyai daya khayal seks, suamiku 36 tahun sedang aku 31 tahun, aku akan menceritakan sedikit pengalaman ku&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam jum&#8217;at minggu lalu ketika aku bersetubuh dengan suamiku dan pas lagi enak enaknya persetubuhan kami, suamiku sempet nyinggung mengenai 3some, awalnya aku cuek aja karena lagi menikmati kocokan penis suamiku, trus aku bilang aja&#8230;.1 aja dah enak&#8230;pa Akhhhmmmm .. Aku hampir mendekati puncak orgasme, coba dua penis pasti lebih enak..ma kata suamiku. Ahhh akkhh iya pa.. Mama mau pake dua penis ahhh&#8230;. Mama sampe paaa, aku mencapai orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">besok malamnya suamiku stel VCD bokep yg ada 3some nya, aku ikut nonton&#8230;. Kami sama sama bugil dan memang itu kebiasaan kami kalau lagi nonton film blue Film di tv tersebut menceritakan seorang cewe asia yang sedang bersetubuh dengan dua orang bule Cewe asia yang rata rata bertubuh mungil, sedang di entot oleh dua bule yang penis kedua bule itu super gede, aku terangsang sampe gak habis fikir, kok cewe asia yang semungil itu demikian menikmati kontol2 gede kedua bule tersebut, apa gak koyak memeknya Cewe itu mencoba mengulum penis bule itu, tp mulutnya hanya mampu menampung kepala nya aja, bayangkan sebesar apa penis bule itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan bule yang satu lagi sedang mengocok si cewe dengan kontolnya dengan gaya nungging dari belakang, cewe asia itu menjerit histeri keenakan memek nya di jejali penis besar dan panjang, terlihat memek cewe asia itu gak sanggup menampung semua batang penis si bule tadi Aku semakin terangsang melihat film itu, sang cewe tidak henti hentinya mendesah keenakan, entah sudah berapa kali klimaks</p>
<p style="text-align: justify;">Kulihat penis suamiku juga sangat tegang, tapi ukuran nya sangat jauh berbeda dengan penis bule yang di tv, perbandingan nya mungkin cuma setengah aja</p>
<p style="text-align: justify;">Aku membayangkan kalo saja penis suamiku sebesar penis bule yang di TV, betapa nikmat rasanya, memek akan penuh gak ada ruang longgar yang tersisa, khayalanku meninggi nafsu ku sudah tidak terkendali lagi, dengan jari tangan sambil menggesek memek ku sendiri yang sudah basah aku juga terbawa suasana erotis, kutambah 2 jari lagi 3 jari kumasukkan sekaligus kedalam memek ku, ku kocok semakin cepat dan semakin dalam, jari2 ku sudah basah becek sekali suara kocokan jari ku terdengar jelas dan sahut menyahut dengan suara desahan cewe asia di tv yang sedang di entot bule.</p>
<p style="text-align: justify;">aku sudah meninggi dan mendekati orgasme dengan tangan ku sendiri, ku lihat suamiku dia hanya senyum saja melihat aku akan meledak mendekati puncak orgasme dan akhh&#8230; pertahanan ku jebol, aku klimaks akhhh ohhhgg nikmat sekali&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Aku orgasme membayangkan memek ku di jejali penis bule yang besar dan panjang di tv.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu itu aku dan suamiku serius banget nonton nya dan tiba2 aku ngomong, enak kali yah pake dua penis cewek nya bisa puas banget, Apalagi penis nya yang segede dan sepanjang itu ya pa&#8230; nah gimana mama mau coba kata suamiku, papa punya kenalan orang nya bersih koq kata suamiku. emang papa tau dari mana, kalau teman papa itu penis nya gede dan panjang pa&#8230; Waktu itu pas di toilet mall jayakarta mulia ketemu di WC, sama sama pipis, pas papa lihat ke samping orang itu juga lagi pipis Trus papa ngintip yaaa Bukan, papa cuma gak sengaja terlihat kontolnya aja kok, trus ngobrol ngobrol dengan orang itu, ternyata propesinya tukang pijat, tapi masih muda kok ma.. umurnya paling juga 25 tahun, gimana ma Emangnya waktu papa lihat kontolnya segede apa sih pa, segede penis bule yang di TV itu ya pa.. selidik ku penasaran.<br />
<span id="more-2843"></span><br />
Waktu itu kan belum tegang kontolnya ma, tapi udah sebesar penis punya papa Hahh jd kalau tegang sebesar apa paa.. memek mama mana tahan kena penis sebesar itu Ya mana papa tau sebesar apa kontolnya, tapi nampak nya kepala penis nya model besar, dan kelihatan urat urat nya menonjol besar besar aku semakin penasaran dan mencoba memancing suamiku lebih jauh Kata orang kepala penis model besar, cepat bikin cewe pasangan nya orgasme ya pa Kata siapa tuh ma&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Tuti Teman mama, kepala penis suaminya macam jamur katanya, terus kata istrinya kalau pas kontolnya ditarik keluar, macam tersedot vaginanya, beberapa kali kocokan aja tuti langsung terkapar orgasme, bentar aja udah capai klimaks pa&#8230; Mungkin juga ma, soalnya macam klep pompa kali ma.. Pasti nikmat kali ya pa, kalau memek mama ini di isi sama penis kepala jamur, ihhh sampe merinding mama bayangin penis kepala jamur pa&#8230;. Nah kepingin ya rasaian penis gede&#8230; Akhh papa&#8230; Mama Ee ehhh mama cuma pengen rasain aja pa.. Mama Pengen memek mama terasa sesak, di jejali penis besar, sekali kali boleh dong pa&#8230; Kan bosan pake penis yang ini terus Sambil ku remas penis suamiku</p>
<p style="text-align: justify;">Kebiasaan ku sering menggoda suamiku sewaktu ada cewe yang susu nya gede atau pantat nya bohai, pasti aku akan menggoda imajinasi suamiku untuk mencoba gimana rasanya penis dengan suamiku</p>
<p style="text-align: justify;">Dan suamiku selalu menimpali dengan tak kalah serunya, dan ini menjadi imajinasi bagi kami berdua, dan biasanya sewaktu diranjang aku selalu memancing suamiku untuk ber imajinasi sedang penis dengan cewe yang kita temui tadi,</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah suatu ketika waktu itu hari minggu, aku dan suamiku jalan ke mall di depan kami sedang jalan seorang wanita dengan pakaian yang cukup minim, dan cewe itu terlihat cukup seksi, pantatnya yang semok dengan bulatan pantat yang menantang dan payudara yang besar menantang ukuran, cewe itu terlihat tidak memakai bra sehingga puting nya samar2 tercetak, iseng iseng aku menggoda suamiku</p>
<p style="text-align: justify;">Pa.. Lihat cewe di depan itu body nya hot banget. Iya ma&#8230; Pantat nya padat kali, padat berisi Pa&#8230; Papa geser ke samping dikit, lihat tuh pentilnya nampak dari samping baju nya, kebetulan cewe itu pake baju yang super minim Hah iya ma.. Dapat rejeki nomplok ma.. Pentilnya susu nya warna merah, susu nya besar masih padat lagi ma.. pentilnya sebesar mama punya juga tapi agak bulat panjang, mungkin sering di isap kali ya ma&#8230; Coba kalo papa penis sama cewe itu, pantat nya gede goyangan nya di ranjang pasti kayak kuda betina liar, bisa patah penis papa kalo di goyang dia  Ku remas celana suamiku, dan kontolnya sudah tegang Malam nya di rumah, kami penis aku minta suamiku berimajinasi sedang penis dengan cewe yang td siang ketemu di mall, dan aku memulai memancing imajinasi suamiku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Pa.. Cewe tadi siang itu susu nya gede kali ya pa.. suamiku mempercepat sodokan kontolnya Iya ma&#8230; Pantat nya besar, goyangan nya pasti ngebor Ohh memek nya legit kali ya maa.. Pa&#8230; anggap aja mama ini cewe yang tadi Jangan panggil mama, panggil aja jeng.. Iya jeng&#8230; Memek nya sempit jeng.. Desah suamiku, sambil mengocok memek ku.. Mas&#8230; Lebih cepat mas kocokan nya&#8230; Jeng&#8230; Susu nya besar kali jeng Crop srup.. Crop srup.. Sambil suamiku menghisap payudaraku dengan ganas nya. Akhhh trus mas.. Akhhh.. Ogh oghhh Isap yang kuat mas&#8230; Aku mau sampe masssss&#8230;&#8230; Ayo mas.. Genjot terus&#8230; Akhgg..akghhh..ohh Akkku sampe masssss&#8230;. Oghhh ogh&#8230;. Aku sangat bernafsu malam itu, imajinasi ku melihat suamiku penis dengan cewe lain, membuat aku terangsang dan terbang tinggi, perasaan cemburu dan nafsu menjadi satu dengan sensasi yang begitu indah sekali oh, sulit dituliskan kondisinya pada saat itu</p>
<p style="text-align: justify;">Malam itu aku mengalami 3 kali orgasme dan semua nya orgasme yang aku dapat benar benar orgasme sepenuhnya, aku sampe lemas tulang2 ku terasa copot semua, nikmat sekali&#8230; Dan suamiku juga kelihatan bernafsu sekali dalam permainan kami malam itu</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali lagi.. Seminggu setelah itu. nah senin kemarin suamiku telpon orang nya (sebut aja namanya Alex) dan akhirnya kita janjian makan siang hari tu, ketemu di salah satu resto di Setiabudi, ternyata yg namanya Alex charming badan atletis dan ganteng orangnya dan berwajah turunan arab</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya pulang kerja kita check in di hotel daerah Mampang, pas dah di hotel Suamiku nanya Gimana ma, sudah lihat orangnya kan, cocok kan ma&#8230; papa telpon orangnya ya, kata suamiku suamiku call si Alex, sekitar 1/2 jam dia dateng. ngobrol2 kecil dulu dan akhirnya Alex yg mulai,begini percakapannya:</p>
<p style="text-align: justify;">Alex: Mba, yuk kita mulai pijitnya<br />
aku: aku buka baju ga?<br />
Alex: Iya, tapi kalau mbak risi pake baju mandi aja dulu</p>
<p style="text-align: justify;">Trus aku masuk kamar mandi dan keluar pake baju mandi hotel tanpa underwear BH dan CD sengaja ku lepas. Ga lama Alex ke kamar mandi juga pake kaos n celana boxer. aku mulai rebahan terkurap dan Alex mulai mijit ringan telapak kaki ku dan terus sampe betis dan lipatan pahaku, aliran listrik mulai menyerang nafsu ku, Suamiku, sms ke aku</p>
<p style="text-align: justify;">Suamiku: gimana ma? enak ga?<br />
aku: hhmmmm&#8230;.. Enak pa pijatannya pas</p>
<p style="text-align: justify;">trus Alex minta ijin ke aku untuk naikin baju mandinya sebatas pantat, dan aku mengiyakan dan pijatan berlanjut ke paha sampai pantat dan Alex mulai bermain di bongkahan pantat ku dan sesekali terasa jempol Alex menguak belahan pantat ku dan tangan2 nya menyentuh bibir vagina ku, aku melebarkan paha ku sedikit dan terlihat face suamiku memerah yg artinya dia terangsang juga tuh liat aku dipijet2 gitu, sementara aku juga cukup terangsang, sentuhan tangan alex yang sekali kali menyenuh bibir vaginaku, membuat aku mulai liar dan lepas kontrol, desahan secara perlahan mulai teratur keluar dari mulut ku Pijatan berlangsung ke pinggul,punggung dan leher..disini baju mandi sudah terbuka dan ketika Alex melakukan pijatan di punggung dia minta ijin untuk naik ke pantat ku dan aku menggangguk. Sesekali pijatan Alex menyentuh pinggir tete ku, dan kembali suamiku sms</p>
<p style="text-align: justify;">Suamiku: gmn ma&#8230;.<br />
aku: enak pa&#8230;. Mama mulai basah<br />
Suamiku : mama terangsang ya..<br />
Aku : iya pa..pa mama udah terangsang, vagina mama udah basah pa&#8230;<br />
Suamiku : iya papa juga nampak, memek mama udah mulai ada cairan yang basah dan meleleh keluar<br />
Aku : memek mama gatal kali pa&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">kamudian Alex turun, memijat tangan ku, sembari duduk di sebelah ku dan memijat tangan ku terasa dengan sengaja Alex mengarahkan tangan ku ke penis nya dan tangan ku dibuat diam di atas penis nya dan belum ada reaksi dari aku padahal terlihat di balik boxer Alex ada sesuatu yg menonjol besar, aku coba menekan pelan terasa penis alex sudah mengeras Trus suamiku mendatangi aku dan bisikin ke telinga ku</p>
<p style="text-align: justify;">Suamiku: ma, coba dipegang deh kontolnya jgn didiemin aja<br />
aku: hhmmmmmm&#8230;&#8230; Ya pa&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">ga lama tangan ku aktif mengusap2 penis Alex dari luar celana, dan aku baru yakin, memang benar benar besar dan panjang penis alex, seperti yang diceritakan oleh suami ku, aku semakin terangsang dan membuatku makin penasaran karena hanya dapat memegang penis nya terhalang oleh celana yang dipakainya</p>
<p style="text-align: justify;">terus Alex meminta ku terlentang krn mau mijat bagian paha depan. Disini Alex mulai melumuri tangan nya dg baby lotion dan memulai pijatan dari paha atas ke arah selangkanganku dan jari2 Alex sedikit bermain di vagina ku, aku semakin terangsang, dan bagai tersengat listrik ribuan volt Badan ku panas dingin rasanya Bagaimanapun baru kali ini aku telanjang polos di depan lelaki lain, selain suamiku dan badan ku di jamah oleh tangan lain Alex melanjutkan pijatan ke arah perut dan dada&#8230;disini tangan2 Alex mulai bermain dengan tete ku di remas2 lembut dan di pilin2 puting ku, possi Alex berada diatas ku, pijatan teratur dari tete, ke perut ke selangkangan , vaginaku dan membuat ku makin terangsang dan akhirnya pijatan konsentrasi di vagina ku&#8230; jari tengah Alex mulai menguak liang vagina ku dan bermain dg klitoris ku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">aku pun makin melebarkan paha ku dan sedikit mengelinjang. Alex mulai menciumi dan menjilati paha ku lalu menciumi vagina ku dan lambat namun pasti lidah Alex bermain dengan klitors ku, melihat kondisi ini penis Alex dan suamiku makin membengkak, dan Alex makin aktif melumat vagina ku sampai aku mendesah keras&#8230;dan akhirnya suamiku samperin aku dan aku melumat bibir nya dan aku meraih penis suamiku, aku remas dan aku kocok2&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">akhirnya Alex buka celana dan masang pengaman&#8230;. Terpana aku dibuat nya sungguh luar biasa penis alex, kuhentikan kocokan penis suamiku, aku benar benar terpana kagum melihat penis yang begitu indahnya, bentuk penis nya yang benar benar gagah mengacung tegang dengan keras, memek ku semakin gatal ingin segera di masukin penis nya</p>
<p style="text-align: justify;">Alex mendekati aku, kontolnya mengacung dan segera aku melebarkan pahaku, vagina ku sudah gatal tidak karuan ingin sesegera mungkin di obok2 penis alex. Dengan penis seperti ini, mungkin hanya sepuluh sodokan aku akan mencapai klimaks ohhh&#8230; aku sudah gak tahan lagi membayangkan sensasi yang akan kuterima dengan mengangkat pantat ku, Alex mengarahkan penis nya yg ukurannya jauh lebih besar dari penis suamiku ke vaginaku&#8230;. Aku menanti dengan perasaan tak karuan, ingin segera dimasukkan penis itu Pelan namun pasti penis itu mulai memasuki liang vaginaku, aku ingin merasakan centi demi centi penis itu menerobos memek ku, akhh rasanya nikmat luar biasa</p>
<p style="text-align: justify;">saat itu aku sempet menghentikan aktifitas ku ke suamiku&#8230;. Aku menikmati seretnya vagina ku di sesaki penis jamur nya, Alex mendiamkan penis nya di vagina ku&#8230;.dan menciumi tete ku sedangkan suamiku menyodorkan penis nya ke mulut ku&#8230; Alex pun mulai menusuk2 vagina ku dg irama pelan, alex membiarkan kocokan nya secara perlahan, karena dia tau pasti memek ku belum terbiasa dengan batang kontolnya yang besar dan panjang. Benar benar profesional permainan alex dan cukup berpengalaman dalam melayani wanita, hanya dalam beberapa sekali kocokan aku mencapai klimaks yang pertama,</p>
<p style="text-align: justify;">akkkhhhh pa&#8230; Mama sampeeeee paaaaa Auwwww ohhh nikmat sekali paa&#8230;. Puas kan aku alex, penis mu benar2 luar biasa ahhhkkkkkk&#8230;.. penis alex besar paa&#8230; Panjangg&#8230; Penuh paaa memek mama&#8230;. Setelah mencapai orgasme yang pertama, Kocokan penis alex makin lama makin cepat dan menghujamkan dengan keras sampai mentok&#8230;aku sempet tersentak dan mendesah kencang. tiba2 suamiku minta rubah posisi, suamiku terlentang, dan aku nungging dan melumat penis suamiku, sementara Alex memulai posisi dogy style (favorit ku) dengan posisi ini aku membuka lebar2 pahaku dan Alex mengujamkan dengan keras dan cepat ke vagina ku sambil meremas kedua tete ku, aku pun semakin menjadi&#8230;desahan dan erangan ku tdk tertahankan&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">sungguh sensasi yg luar biasa. Ga lama aku mengejang kembali dan medesah kuat&#8230;.dan teriak akuuuuu dapeettttttt&#8230;&#8230;paaaaaaa&#8230;&#8230;ga lama Alex pun mempercepat sodokan nya&#8230;.dan aku dibuatnya berguncang&#8230;..dan ga lama Alex mendesah keras&#8230;.aaahhhhhhhhgggggggggg&#8230;&#8230;.diapun ejakulasi. Gila aku orgasme kembali, begitu cepatnya Karena suamiku belum ngecrottt, akhirnya hubby gantian nyodok vagina ku&#8230;..dan ga lama hubby crooottttt di dalem. aku tergeletak lemes dan puas,aku Alex dan suamiku terbaring puas sambil aku coba memainkan penis Alex dan ga lama kemudian penis alex bangun&#8230;akupun menghisap dan memainkan penis alex dimulutku.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena vagina ku sudah berdenyut2 lagi aku minta Alex memasukkan penis nya ke vaginaku, kalo ini aku diatas&#8230;..hhhhhmmmmmmmmmmmmm sungguh luar biasa sangat nikmat dan akupun bergoyang mengikuti hawa nafsuku, suamiku hanya menyaksikan saja. Aku semakin liar di atas, bagai kuda binal, terasa penis alex begitu sesak di vagina ku, nikmat sekali rasanya sampai mentok vaginaku di dalam, begitu penis itu di tarik keluar rasanya seperti tersedot. Sensasi gesekan kepala penis jamur, di liang wanita ku begitu hebatnya</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan kami semakin lama semakin meningkat cepat dan bertambah liar. Gerakanku sudah tidak beraturan karena yang penting bagiku tusukan itu mencapai bagian-bagian peka di dalam relung kewanitaanku. Dia tahu persis apa yang kuinginkan. Ia bisa mengarahkan batangnya dengan tepat ke sasaran. Aku bagaikan berada di awang-awang merasakan kenikmatan yang luar biasa ini. Batang penis alex menjejal penuh seluruh isi liangku, tak ada sedikitpun ruang yang tersisa hingga gesekan batang itu sangat terasa di seluruh dinding vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aduuhh.. auuffhh.., nngghh..!!!”, aku merintih, melenguh dan mengerang merasakan semua kenikmatan ini. Kembali aku mengakui keperkasaan dan kelihaian alex di atas ranjang. Ia begitu hebat, jantan dan entah apalagi sebutan yang pantas kuberikan padanya. suamiku tidak ada apa-apanya dibandingkan pemuda ini. Yang pasti aku merasakan kepuasan tak terhingga bercinta dengannya</p>
<p style="text-align: justify;">Alex bergerak semakin cepat. Kontolnya bertubi-tubi menusuk daerah-daerah sensitive. Aku meregang tak kuasa menahan desiran-desiran yang mulai berdatangan seperti gelombang mendobrak pertahananku. Sementara alex dengan gagahnya masih mengayunkan pinggulnya naik turun, ke kiri dan ke kanan. Eranganku semakin keras terdengar seiring dengan gelombang dahsyat yang semakin mendekati puncaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat reaksiku, alex mempercepat gerakannya. Batang kontolnya yang besar dan panjang itu keluar masuk dengan cepatnya seakan tak memperdulikan liangku yang sempit itu akan terkoyak akibatnya</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mencoba meraih tubuh alex untuk mendekapnya. Dan disaat-saat kritis, aku berhasil memeluknya dengan erat. Kurengkuh seluruh tubuhnya sehingga menindih tubuhku dengan erat. Kurasakan tonjolan otot-ototnya yang masih keras dan pejal di sekujur tubuhku. Kubenamkan wajahku di samping bahunya. Pinggul kuangkat tinggi-tinggi sementara kedua tanganku menggapai buah pantatnya dan menarik kuat-kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurasakan semburan demi semburan memancar kencang dari dalam diriku. Aku meregang seperti ayam yang baru dipotong. Tubuhku mengejang-ngejang di atas puncak kenikmatan yang kualami</p>
<p style="text-align: justify;">“Yaaaah.., ooooohhhhhhh.., Yaaaahhhhh..eeee…eeennnaaaakkkkkkkk…!!!”</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya itu yang bisa keluar dari mulutku saking dahsyatnya kenikmatan yang kualami bersamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurasakan ciumannya di bibirku berhasil membangkitkan kembali gairahku. Aku masih penasaran dengannya. Sampai saat ini alex belum juga mencapai puncaknya. Aku seperti mempunyai utang yang belum terbayar. Kali ini aku bertekad keras untuk membuatnya mengalami kenikmatan seperti apa yang telah ia berikan kepadaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tak sadar kenapa diriku jadi begitu antusias untuk melakukannya dengan sepenuh hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Timbulnya pikiran ini membuatku semakin bergairah. Apalagi sejak tadi alex terus-terusan menggerakan kontolnya di dalam memekku. Tiba-tiba saja aku jadi beringas. Kudorong tubuh alex hingga terlentang. Aku langsung menindihnya dan menicumi wajah, bibir dan sekujur tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali kuselomoti batang kontolnya yang tegak bagai tiang pancang beton itu. Lidahku menjilat-jilat, mulutku mengemut-emut. Tanganku mengocok-ngocok batangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kulirik kewajah alex kelihatannya menyukai perubahanku ini. Belum sempat ia akan mengucapkan sesuatu, aku langsung berjongkok dengan kedua kaki bertumpu pada lutut dan masing-masing berada di samping kiri dan kanan tubuh alex. Selangkanganku berada persis di atas batangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Akh sayang!” pekik alex tertahan ketika batangnya kubimbing memasuki liang memekku. Tubuhku turun perlahan-lahan, menelan habis seluruh batangnya. Selanjutnya aku bergerak seperti sedang menunggang kuda. Tubuhku melonjak-lonjak seperti kuda binal yang sedang birahi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tak ubahnya seperti wanita haus seks Tetapi aku tak perduli. Aku terus berpacu. Pinggulku bergerak turun naik, sambil sekali-sekali meliuk seperti ular. Gerakan pinggulku persis seperti penyanyi dangdut dengan gaya ngebor, ngecor, patah-patah, bergetar dan entah gaya apalagi. Pokoknya malam itu aku mengeluarkan semua jurus yang kumiliki</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohh… oohhhh… oooouugghh.., luar biasa…..!!!” jerit alex merasakan hebatnya permainanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Pinggulku mengaduk-aduk lincah, mengulek liar tanpa henti. Tangan alex mencengkeram kedua buah dadaku, diremas dan dipilin-pilin</p>
<p style="text-align: justify;">Ia lalu bangkit setengah duduk. Wajahnya dibenamkan ke atas dadaku. Menjilat-jilat seluruh permukaan dadaku menciumi putting susuku. Menghisapnya kuat-kuat sambil meremas-remas menyedot air susuku sebanyak-banyaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami berdua saling berlomba memberi kepuasan. Kami tidak lagi merasakan dinginnya udara meski kamarku menggunakan AC. Tubuh kami bersimbah peluh, membuat tubuh kami jadi lengket satu sama lain. Aku berkutat mengaduk-aduk pinggulku.<br />
Alex menggoyangkan pantatnya. Kurasakan tusukan kontolnya semakin cepat seiring dengan liukan pinggulku yang tak kalah cepatnya. Permain kami semakin meningkat dahsyat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sprei sudah tak karuan bentuknya, selimut dan bantal serta guling terlempar berserakan di lantai akibat pergulatan kami yang bertambah liar dan tak terkendali. Kurasakan alex mulai memperlihatkan tanda-tanda.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku semakin bersemangat memacu pinggulku untuk bergoyang. Mungkin goyangan pinggulku akan membuat iri para penyanyi dangdut saat ini. Tak selang beberapa detik kemudian, aku pun merasakan desakan yang sama. Aku tak ingin terkalahkan kali ini.<br />
Kuingin ia pun merasakannya. Tekadku semakin kuat. Aku terus memacu sambil menjerit-jerit histeris. Aku sudah tak perduli suaraku akan terdengar kemana-mana. Kali ini aku harus menang! Upayaku ternyata tidak percuma.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurasakan tubuh alex mulai mengejang-ngejang. Ia mengerang panjang. Menggeram seperti harimau terluka. Aku pun merintih persis kuda betina binal yang sedang birahi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eerrgghh.. ooooo….ooooooo…..oooooouugghhhhhh..!!!!” Aku berteriak panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuhnya menghentak-hentak liar. Tubuhku terbawa goncangannya. Aku memeluknya erat-erat agar jangan sampai terpental oleh goncangannya. Mendadak aku merasakan semburan dahsyat menyirami seluruh relung vaginaku. ( Kali ini tidak pakai pengaman ) Semprotannya begitu kuat dan banyak membanjiri liangku. Akupun rasanya tidak kuat lagi menahan desakan dalam diriku. Sambil mendesakan pinggulku kuat-kuat, aku berteriak panjang saat mencapai puncak kenikmatan berbarengan</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh kami bergulingan di atas ranjang sambil berpelukan erat. Saking dahsyatnya, tubuh kami terjatuh dari ranjang. Untunglah ranjang itu tidak terlalu tinggi dan permukaan lantainya tertutup permadani tebal yang empuk sehingga kami tidak sampai terkilir atau terluka.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oooooogggghhhhhhh.. yaahh..,nik….nikkkk nikmaatthh…. yaaahhhh..!!!!” jeritku tak tertahankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulang-tulangku serasa lolos dari persendiannya. Tubuhku lunglai, lemas tak bertenaga terkuras habis dalam pergulatan yang ternyata memakan waktu lebih dari 2 jam!</p>
<p style="text-align: justify;">Gila! Jeritku dalam hati. Belum pernah rasanya aku bercinta sampai sedemikian lamanya. Aku hanya bisa memeluknya menikmati sisa-sisa kepuasan. AKhirnya Alex ke kamar mandi bersih2 dan bersiap2 pulang. Saat alex di kamar mandi, suamiku bertanya</p>
<p style="text-align: justify;">Suami: gmn ma? enak ga&#8230;.<br />
aku: iya pa, makasih ya&#8230;..<br />
Suami: buat apa?<br />
aku: buat sensasinya dan kenikmatannya&#8230;<br />
Alex dah rapi dan pamit ama aku n suamiku, sebelum pulang aku mencium bibir Alex dan bilang<br />
aku: thanks ya Lex, aku sangat menikmatinya<br />
Alex: sama2 mba&#8230;next time klo mau lagi call aja<br />
aku: tergantung si papa tuh<br />
Suamiku: boleh aja&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Akirnya aku n suamiku mandi bareng dan ml lagi dikamar mandi&#8230;.trus check out, pulang deh.Pas diperjalanan pulang, suamiku ngomong<br />
Suamik u: mama bener puas yah?<br />
aku: iya pa&#8230;sangat puas, emang lain kali boleh pa?<br />
Suami ku:boleh&#8230;mama mau sama dia berdua juga boleh koq, asal papa tau mama sama dia<br />
aku: makasih pa&#8230;.aku sayang papa&#8230;<br />
Suamiku: aku juga sayang mama</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ohh-dua-penis-pasti-lebih-enak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Lari Orgasme Dikejar &#8211; Another Vani Sex Adventure</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/tidak-lari-orgasme-dikejar-another-vani-sex-adventure/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/tidak-lari-orgasme-dikejar-another-vani-sex-adventure/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 22:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Om Senang]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[HB]]></category>
		<category><![CDATA[horny]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngecret]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[peju]]></category>
		<category><![CDATA[sex adventure]]></category>
		<category><![CDATA[sperma]]></category>
		<category><![CDATA[toked]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[vani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2711</guid>
		<description><![CDATA[Waktu menunjukkan pukul 13.30 ketika Vani tiba Plaza Tendean, tempat janjian ketemuannya dengan Roland. Ketika di sms Vani bilang bahwa Vani pengen ketemuan, Rolland langsung menelpon. Rolland sebenarnya sudah bisa menebak alasan kenapa Vani minta ketemuan. Bagaimanapun, mereka pernah jalan bareng selama 6 bulan. “Ok deh Van, kita ketemuan di Plaza Tendean saja ya, kan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/vani1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2713" title="vani" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/vani1-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Waktu menunjukkan pukul 13.30 ketika Vani tiba Plaza Tendean, tempat janjian ketemuannya dengan Roland. Ketika di sms Vani bilang bahwa Vani pengen ketemuan, Rolland langsung menelpon. Rolland sebenarnya sudah bisa menebak alasan kenapa Vani minta ketemuan. Bagaimanapun, mereka pernah jalan bareng selama 6 bulan. “Ok deh Van, kita ketemuan di Plaza Tendean saja ya, kan lumayan di tengah-tengah tuh” kata Rolland di telepon. Vani mengiyakan. Lalu Rolland menambahkan “Tapi, gue mau lo berpakaian seperti ini…”. Vani mendengarkan ucapan Rolland, lalu wajahnya memerah jengah. “Ih, gila lo ya Land” kata Vani tersipu. “Mau nggak?” balas Rolland nakal. “Ya udah deh” jawab Vani pasrah, timbang ga jadi ketemuan dengan Rolland.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan disinilah Vani, menunggu Rolland yang masih dalam perjalanan. Orang-orang melihat seorang cewek cukup tinggi, berambut pendek warna brunette turun dari taxy, mengenakan kemeja terusan warna khaki. Belt coklat besar menghiasi pinggangnya, dan boot pendek yang sewarna dengan belt-nya menutup kakinya. Kemejanya yang tidak terkancing 2 kancing atasnya menunjukkan belahan toked putih Vani yang membusung. Vani masuk ke café **** dan langsung pesan minuman, lalu duduk manis di pojok café. Para karyawan &amp; pengunjung café memandang cewek yang duduk di pojok begitu jutek dan dingin, sehingga tidak ada yang mengganggu. Padahal, situasi diri Vani bertolak belakang dengan tampilan luarnya. Jantungnya berdebar kencang dan nafasnya agak tidak beraturan, akibat nafsu birahi yang menggelora sejak siang tadi. Mengapa si lonte ini belum-belum sudah horny habis seperti ini? Silakan baca runtutan peristiwa hari kemarinnya dan 2 jam sebelumnya di sini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sialan Rolland lama banget sih. Gue jadi makin deg-degan jadinya. Aduuhh..mana mhemek gue berkedut-kedut terus. Makin basah deh…” runtuk Vani dalam hati tak berdaya mengekang nafsu birahinya. Padahal Rolland cuma terlambat sekitar 5 menitan. Vani berupaya mengalihkan perhatiannya dengan mengecek status FBnya di HP. Tiba-tiba ada seseorang sudah berada di samping Vani dan langsung menyapa “Hai Van. Sory agak telat ya” sapa Rolland. Agak kaget Vani mendongak ke samping, dan dengan senangnya bangkit untuk memeluk dan mengecup ringan pipi cowok tersebut. “Ih tambah gemuk aja lo” ujar Vani genit. Rolland memang berperawakan agak gemuk. Keliatannya, kerjaannya yang di belakang meja, memanjakan perut dan tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka langsung beranjak pergi menuju tempat mobil Rolland di parkir. Rolland melirik ke arah Vani yang menggelayut manja di lengannya. Karena Vani sekepala lebih rendah dari Rolland, dengan mudah Rolland melihat ke belahan toked Vani yang menantang. “Ehm, keliatannya lo ngikutin request gue nih” kata Rolland dengan seringai nakal. “hu-uh.. Iya, gue ga pake BeHa” rajuk Vani manja dan agak tersipu. Rolland terkekeh puas. Akibat tidak memakai BeHa pulalah, nafsu Vani semakin tak tertahannkan. Rasa khawatir orang-orang bakal tahu kalo tokednya cuma ditutupi sehelai kain tipis kemejanya, dan gesekan halus bahan kemeja pada putingnya, membuat puting Vani menegang horny.</p>
<p style="text-align: justify;">Mobil Rolland di parkir di basement yang sepi. Tak ada petugas parkir yang berkeliaran seperti halnya di mall-mall besar. Begitu Vani masuk dan duduk di sebelah Rolland, Rolland langsung meraih kepala Vani, dan melumat bibir sensual Vani dengan penuh nafsu. Vani meladeni ciuman Rolland dengan nafsu yang tak kalah hebatnya. Hampir semenit kedua insan penuh birahi ini saling melumat bibir, memainkan lidah di mulut pasangannya dan diselingi gigitan kecil di bibir bawah. Nafas Vani semakin memburu dan jantungnya berdebar makin kencang, ketika tangan kanan Rolland dengan bebasnya masuk ke balik kemejanya dan merengkuh toked sebelah kirinya dengan ganas. “Uuuugggnnnnnnn…” desah Vani refleks keluar begitu merasakan tokednya diremas-remas oleh Rolland. Tubuh Vani jadi menggelinjang kecil ketika putingnya dijepit kuat oleh jari Rolland, dan dipilin-pilin.<br />
<span id="more-2711"></span><br />
Tidak peduli mereka sedang di tempat umum, Rolland membuka 2 kancing lagi dari kemeja Vani dan menyibakkannya ke samping. Kedua buah melon segar berwarna putih muncul ke permukaan, menantang pandangan Rolland. Puting Vani yang besar sudah mengacung tegak sebagai indikator empunya sedang dilanda libido tinggi. Mata Rolland melotot demi melihat sepasang toked yang besar dan indah tersebut. “Gila, makin gede aja toked lo Van. Cowok lo pasti rajin nggarap toked lo ya” ujar Rolland tersengal-sengal penuh nafsu. Vani bersemu merah dan tidak sempat menyelesaikan jawaban karena kedua tangan Rolland langsung maju dan meremas kedua tokednya kuat-kuat. “Gitu ddee…hmmppffffffff..sssshhhh..” desah Vani lebih erotis lagi. Sambil jari-jarinya memutar-mutar bongkahan toked Vani dan memilin-milin putingnya, Rolland berkata “Buka paha lo Van, gue pengen lihat lo pegang janji ga”. Sambil tetap mendesah-desah menahan kenikmatan di dadanya, kedua tangan Vani bergerak untuk melepaskan 2 kancing terbawah kemeja terusannya, kemudian menyibakkannya ke samping. Rolland dengan jelas melihat gundukan montok mhemek Vani yang berjembi tipis di puncak belahan mhemek itu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hehehe.. pasti lo horny habis disepanjang jalan karena ga pake BeHa dan CD ya Van” kekeh Rolland penuh kemenangan. “Buka paha lo” perintah Rolland sambil tangannya membuka paha putih mulus Vani. Jemari Rolland langsung meremas kedua bongkah bakpao montok tersebut. “Aiieehhh…..Ahhhhh…” pekik Vani kaget. Dari selangkangannya seolah ada kejutan listrik yang langsung bergerak menyebar ke seluruh tubuhnya. Apalagi Rolland tidak berhenti sampai meremas-remas saja, jari tengahnya langsung menyelusup masuk ke belahan bibir mhemek Vani dan langsung dikocok. “Ahhh.. ahhhh… sssshhhhhh…. “ Vani menggeliat-geliat keenakan, karena mhemeknya yang sudah gatal dari 2 jam yang lalu mendapat pemuasannya dengan garukan-garukan cepat jari Rolland.</p>
<p style="text-align: justify;">“Busett.. udah banjir mhemek lo Van. Jiwa lonte lo jadi makin parah saja” seringai mesum Rolland menghiasi wajahnya. Jari tengah Rolland makin cepat mengocok mhemek Vani. Vani meremas kuat bahu Rolland dan kepalanya menggeleng-geleng resah “Auhh.. ahhh.. Landd… chukup L..aannd… Jhang..jangan di sini dhonng…aahhhh…” rengek Vani tengsin campur horny, karena takut ke-gap satpam. Rolland menghentikan kocokannya dan mengeluarkan jari tengahnya dari mhemek Vani. Sambil menjilati jari tengahnya yang basah oleh cairan mhemek Vani tersebut, Rolland berkata “Hehe gue setuju. Gue juga udah ga tahan ngenthotin lo Van. Gue udah book kamar di hotel depan situ”. Rolland menghidupkan mesin dan mulai bergerak meninggalkan parkir Plaza, sementara Vani memperbaiki kondisi pakaiannya yang terbuka dimana-mana.</p>
<p style="text-align: justify;">Memasuki parkiran hotel M*******a, kedua nafsu manusia ini hampir tidak tertahankan. Ketika Rolland menuju meja resepsionis untuk mengambil kunci kamar, Vani yang menunggu di sofa mendengar HPnya berdering. “”wah Angel. Gue angkat ga ya?” pikir Vani. Tapi ada naluri yang memaksa Vani untuk mengangkat telepon. Baru saja Vani selesai bilang halo, suara panik Angel terdengar di ujung satunya “Vannnnn.. lo kemana aja sihh…”. “Ada apa emangnya Ngel” Vani agak heran. “Lo lupa ya, hari ini kan kesempatan terakhir lo serahkan paper AB ke mr HB. Minggu lalu sudah diampuni sama die, masa lo lupa kalo batasnya hari ini lo harus serahin. Lo mau baru bisa ngulang setahun lagi?” cerocos Angel. “Astaga… gue betul-betul lupa” Vani tersadar dan langsung panik. Paper itu berbobot 50% dari total penilaian mata kulian Mr. HB (Lengkapnya ni dosen bernama David Hutabarat. Cuma anak-anak manggilnya mister HB). Ini mata kuliah wajib, yang jadi prasyarat beberapa mata kulian yang Vani harus ambil semester depan. Gawat kalo sampai ga lulus. “Mr. HB bilang dia tunggu sampe jam 3 ni sore Van. Mending lo sekarang cepet kemari. Bawa tugas ga bawa tugas ga penting. Yang penting lo ngadep dia dulu. Ok?” lanjut Angel cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Buru-buru Vani pamit cabut ke Rolland yang sudah menenteng kunci kamar. “Aduhh Rolland.. sory banget yaa… Gue harus ke kampus nih.. Darurat nine-one-one masalahnya. Udah ya, gue cabut dulu. Ga usah diantar deh…”cerocos Vani. Setelah cium sekali pipi Rolland yang bengong, Vani langsung lari ke pintu lobby dan masuk ke taxy yang memang ada di depan hotel. “Lho? Kok jadi gini?” Rolland terpana dan memandang sedih ke selangkangannya. Setelah tersadar, dia mulai menekan tombol HP-nya dan berbicara “Mia, bolos kantor yuk…”.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dalam taxi, otak Vani mulai berpikir cepat menyusun bermacam skenario dan alasan agar bisa mendapat pengampunan dari Mr. HB dan paling tidak tambahan sehari lagi untuk serahkan paper tersebut. Paper Vani belum kelar. Biasanya butuh sekitar 1 jam untuk sampai ke kampus Vani dari area situ. Tapi, berkat desakan Vani ke abang sopir taxy, tak sampai 45 menit mereka sudah sampai kampus.<br />
Pukup 14.50. Vani berlari kecil ke arah ruangan Mr. HB di lantai 3. Setelah sampai kampus tepat waktu, perasaan Vani sudah jauh lebih tenang. Vani yakin bisa merayu Mr.HB untuk memundurkan deadline sampai besok. Sudah rahasia umum kalau Mr.HB yang mata keranjang pilih kasih dengan mahasiswi-mahasiswinya, timbang para mahasiswa. Apalagi bagi mahasiswi yang cakep dan seksi. Vani cukup berpakaian seksi di ujian lisan Mr.HB, dan soal yang keluar lebih mudah bahkan dikasi petunjuk segala (disinggung di cerita pertama. Klik saja ini).</p>
<p style="text-align: justify;">Vani mengetuk tiga kali pintu ruangan Mr. HB, sebelum mendengar suara bariton yang menyilakannya untuk masuk. Begitu kepala Vani nongol, Mr. HB langsung tersenyum “Ahh.. ini dia si Vani yang cantik. Kemana saja kau Manis. Duduk, duduklah kau” ujar Mr. HB bermulut manis mempersilakan Vani duduk di depan meja kerjanya. Begitu menghenyakkan pantatnya di kursi, Vani langsung pasang tampang memelas “Pak.. minta tolong dong.. Tambah sehariii saja, pasti besok Saya sudah bisa serahin paper AB saya Pak” rayu Vani dengan manisnya. “Wah, tidak bisa itu. Kau dan teman-teman kau sudah Bapak kasi kelonggaran sampai dua kali. Tidak ada lagi mundur-mundur deadline” tegas si Mr. HB walau tetap dengan tersenyum. Sambil mencondongkan badannya kedepan sehingga agak membungkuk Vani berkata “Pak, sudah 2 hari ini saya nungguin tante saya di Rumah Sakit. Baru pulang siang tadi. Kalo nggak gitu, pasti paper sudah selesai Pak. Boleh ya Pak”. Mr. HB menelan ludah, karena dari posisinya dia bisa melihat dengan jelas belahan toked Vani yang menonjol. “Puas-puasin deh lo liat toked gue. Yang penting, mundurin deadline-nya sehari” batin Vani penuh percaya diri.</p>
<p style="text-align: justify;">“Wah, susah posisi Bapak kalo begini. Apa kata teman-temanmu kalau kau mendapatkan kelonggaran dari Bapak” Mr. HB masih berusaha tegas, tapi matanya tetap melotot memandang lurus ke belahan gunung kembar di depannya. “Ayolah Pak, nggak ada yang bakal tahulah kalo Bapak ga cerita-cerita” desak Vani terus. Tiba-tiba si Mr. HB bangkit dari kursinya dan berjalan menuju sisi Vani lalu duduk di atas meja tepat di samping Vani “Boleh saja. Tapi ada syaratnya” kata si Mr. HB sambil tetap memandangi belahan dada Vani. “Syarat apaan Pak?” tanya Vani sudah mulai khawatir melihat perilaku Mr. HB. “Kubari kau waktu sehari lagi untuk kumpul itu paper, asal kau ijinkan aku meremas-remas kau punya susu itu hehe” ujar Mr. HB sambil menyeringai mesum.</p>
<p style="text-align: justify;">“HEHH..” kaget Vani mendengar penawaran mesum Mr.HB dan reflek menutup dadanya dengan kedua tangannya. “Terserah kau Vani. Bapak cuma tawarkan solusi yang win-win buat kau. Bapak senang, kau pun senang” ujar Mr.HB dengan lagak tidak butuh. “Aduhh.. gue kasi ga ya? Kalo ntar dia nglunjak gimana? Tapi gue juga ga mau ngulang lagi tahun depan” Vani menimbang-nimbang penawaran tersebut dalam hati. Vani tidak sadar kalau tangannya turun dan tidak lagi menutupi tokednya ketika sedang berpikir untuk terima atau tidak tawaran Mr.HB tersebut. Tapi Mr.HB menganggap diamnya Vani dan fakta bahwa Vani tidak lagi melindungi tokednya, sebagai tanda bahwa Vani menerima tawarannya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“AAHH…” Vani memekik kaget ketika dua tangan muncul dari balik punggungnya dan langsung meremas kuat-kuat kedua bongkah tokednya. “Lho.. Bapak ngapain sihh.. Kan saya blumm..Aakkkhhh… ahhh… hmmppfffffffhhhhh..” protes Vani terpotong desahannya karena mendadak gelombang listrik dan kenikmatan melonjak dari kedua putingnya. “Kau ternyata tidak pake BeHa Vani… kenyal sekali toked kau ini” ujar Mr.BH di samping telinga Vani sambil memilin-milin puting Vani dari balik kain kemejanya. Rangsangan pada tokednya yang tiba-tiba ini, seolah mengingatkan tubuh Vani bahwa ada libido yang terpendam dan menuntut untuk dipuaskan sejak siang tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Serangan tangan Mr.HB semakin gencar. Kedua tanganya sudah menyelusup ke balik kemeja Vani, dan dengan leluasa meremas-remas melon putih dan kenyal tersebut. “Hahhhh…haahhh… aammmhhhhhffffff…” desah Vani keenakan, apalagi lidah Mr.HB menjilati leher jenjang Vani dengan liarnya. Mr.HB kini pindah berlutut di samping Vani. Beliau sudah tidak tahan untuk mencaplok toked Vani yang menggiurkan tersebut. Mr.HB membuka mulutnya lebar-lebar, dan menelan ¼ toked Vani dari ujung putingnya. Kemudian Mr.HB menghisap kuat-kuat puting Vani yang sudah menegang keras sampai keluar suara yang keras. Sluuuurrppp.. Slurrrppppp… Terang saja Vani semakin belingsatan tokednya diperlakukan seperti itu, karena tokednya sensitif banget. “Aaaahhhhaaaahhhh…. Haahhhhhh…SShhhhhhhhh.. Enak banget Pakk…” erang Vani tak tertahankan lagi. Menyadari muridnya makin terangsang, perlakuan Mr.HB pada toked Vani semakin menjadi-jadi. Cupangan memerah menyebar di sekujur bulatan toked Vani yang putih. Gelinjang tubuh Vani pun menjadi-jadi, sehingga bagian bawah kemejanya tersingkap dan membuat Mr.HB terhenyak. “Kau juga tak pakai celana dalam Vani.. Wah wah.. kau memang sudah siap untuk dienthot ternyata” ujar Mr.HB penuh sukacita sambil memasukkan jari tengahnya ke sela-sela mhemek Vani yang sudah basah kuyup. Begitu jari tengah Mr.HB melesak sepenuhnya ke dalam lubang mhemeknya, tubuh Vani langsung melengkung dan lenguh kenikmatannya terdengar “Ouuhhhh….hhhuuuuhhh… iyhaa.. iyhaa… disitu Pak.. benar disitu Pak.. kocok yang kenceng Phak…” pinta Vani penuh nafsu. Dengan senang hati Mr.HB memenuhi permintaan anak didiknya itu. Jari tengahnya keluar masuk mhemek Vani, dan diselingi gerakan mengobel-ngobel yang agak kacau, sehingga bunyi kecipakan becek terdengar. Tak sampai semenit Vani mulai merasakan bahwa rasa gatal yang menggerayangi sekujur mhemeknya terasa semakin menghebat. Semakin kencang dikocok, rasa gatal tersebut semakin memuncak dan meruncing ke bibir-bibir mhemeknya. Dan tanpa dapat ditahan lagi, orgasme pertama Vani di hari itu meledak juga. “OAAAAAAHHHHH….. AGGHHHHH….HHAAAHHHHHHH..” lenguh Vani panjang sampai punggungnya ikut melengkung akibat terpaan gelombang orgasme yang sudah dinanti-nantinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mr.HB sempat terpana demi menyaksikan betapa hebatnya reaksi orgasme Vani. Sedetik kemudian ia tersadar, dan cepat-cepat bangun untuk melepas celananya. Ketika Vani mendapatkan kembali kesadarannya 30 detik kemudian, Mr.HB sudah hendak melepaskan celana dalamnya. Cepat-cepat Vani berdiri dan berkata “Ehh.. Bapak mau ngapain? Perjanjiannya kan cuma remas-remas susu. Ini kan sudah lebih dari remas-remas” ujar Vani ketus.“ Sambil tetap melorotkan celana dalamnya Mr. HB berkata “Sudahlah Vani, Bapak tau kau juga lagi horny. Kuberi kau poin A kalau kau mau Bapak enthot sekarang. Ya?” Mr.HB mencoba tawar menawar. “Hah? A? Bener ya Pak” tanya Vani. “Kalau gitu Bapak tulis dulu di kertas evaluasi Bapak, bahwa nilai Saya A, baru kita lanjut” ujar Vani licik. “Mana bisa begitu Vani. Kertas evaluasi kan baru Bapak bisa isi kalo sudah UAS” Mr.HB semakin desperate. Sambil berlagak mengancingkan kemeja bagian atasnya, Vani berkata “Ya sudah kalau begitu. Sampai ketemu besok ya Pak”. Susah payah bergerak karena celana dalamnya masih melingkar di mata kaki Mr.HB cepat-cepat berkata “Eh.. eh. Iya..iya.. Bapak nilai sekarang. Kau duduk saja manis di sofa sana ya”. Setelah itu cepat-cepat Mr.HB menaikkan CDnya dan membongkar-bongkar mejanya. Lalu setelah menulis singkat diatas sebuah map, Mr.HB mendekati Vani di sofa dan menyorongkan map tersebut. Di Form Valuasi, terlihat jelas cuma nama Vani yang sudah mendapat nilai A.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil tersenyum puas Vani berkata “Gitu dong Pak, kan gamp…Eeeiiihhhhh….Hmmppffh!!” Belum selesai Vani menyelesaikan ucapannya, Mr.HB sudah menerkam dan menindih tubuh Vani di sofa, lalu dengan buas melumat bibir Vani. Sambil menjilati leher Vani, tangan Mr.HB dengan cepat melepaskan belt yang melingkari perut Vani, lalu mengangkat kemeja terusannya tinggi-tinggi sampai seperut. Sehingga selangkangan Vani yang minim jembi terpampang dengan jelas. “Eh. Pak..Pak.. sabar Pak. Sabar Pak” Vani agak menyesali omongan asalnya tadi dan berusaha menutupi selangkangannya. Tapi Mr.HB yang sudah dikuasai nafsu birahi, dengan mudahnya menyingkirkan kedua tangan Vani hanya dengan tangan kirinya. Lalu tangan kanannya dengan cepat meremas gundukan mhemek Vani. “Pak jang…Aaahhhhhh….. Auhhhhhh…” ucapan Vani berganti lenguhan terkejut bernuansa nikmat. Cukup dengan beberapa kocokan saja, mhemeknya sudah banjir kembali. “Haahhh.. haahhhhh…. Oohhhhhh.. hmmmppffff….” desah Vani blingsatan karena mhemeknya kini dikocok dengan dua jari, yang kadang menggesek klitorisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sudah kuduga kau suka Vani hehehe..” tawa kemenangan Mr.HB terdengar. Tangan kirinya yang sudah tidak perlu memegangi Vani, cepat-cepat melorotkan CDnya. Konthol Mr.HB yang hitam pekat langsung tampil mengacung tegak. Mr.HB yang konaknya sudah di ubun-ubun, langsung mengangkangkan lebar-lebar paha Vani. Sambil mengocok-ngocok pelan kontholnya, Mr.HB mulai mengarahkan palkon-nya ke bibir mhemek Vani. Vani tidak hanya pasrah, tapi juga sudah berharap agar konthol tersebut menghujam mhemeknya. “[i]Ah… kontolnya si tua ini kecil. Tapi tak ada rotan, akarpun jadi[i]” batin Vani. Tanpa cek medan dan kedalaman, Mr.HB langsung membenamkan dalam-dalam kontol ukuran 11cm-nya ke dalam lobang kenikmatan Vani. Membuat Vani agak tersedak dan melenguh pendek “Heeggghhh..umhh..”. Mr.HB langsung menyeringai puas “Aggghh.. rapat sekali meqi kau ini Vani..hahhhh”.</p>
<p style="text-align: justify;">Mr.HB langsung menggenjot Vani dengan kecepatan tinggi. Lenguhan kenikmatan Mr.HB mengalahkan desahan erotis Vani yang mulai menikmati pompaan konthol Mr.HB di liang mhemeknya. “Hmmm…ahahhh.. ahhh.. iya Pak.. betul gitu Pak.. lebih cepat Pak.. ahhhh..” ceracau Vani keenakan. Mendengar ceracau Vani yang mesum itu, Mr.HB semakin kehilangan kontrol. Tangannya mencengkram toked Vani kuat-kuat, dan genjotan pinggulanya semakin tidak beraturan. Tiba-tiba, “AAAAHHHHHH…. AKU KELUARR..” lenguh Mr.HB kuat. Peju Mr.HB menyemprot-nyemprot di dalam mhemek Vani. Vani terpana. Baru 3 menit ngeseks, Mr.HB sudah ngecret.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil masih tersengal-sengal, Mr.HB jatuh di atas tubuh Vani. “Hebat sekali kau Vani. Belum pernah Bapak ngrasakan meqi senikmat kau punya” puji Mr.HB sambil beranjak bangkit karena dilihatnya Vani kesusahan bernapas. Dengan mudahnya konthol Mr.HB terlepas dari mhemek Vani, dengan diikuti leleran pejunya yang banyak mengalir di bibir mhemek Vani. Vani gondok setengah mati. “Kupret! Baru juga gue naik. Ini mah bukannya terpuaskan, malah makin horny gue jadinya” batin Vani kesal sambil memperbaiki pakaiannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ya udah Pak. Saya pamit kalo gitu. Ingat ya, cuma sekali ini Bapak bisa nikmatin tubuh Saya. Kalau Bapak mencoba lagi, Saya laporkan ke Dekan kalau Bapak menyalahgunakan kekuasaan sebagai Dosen” sambil berkata seperti itu, Vani memphoto Mr.HB yang bugil dan langsung keluar ruangan dengan judesnya. Mr.HB cuma bisa bengong, dan lemes (tapi puas hehehe). Vani cepet-cepet keluar sebenarnya karena tidak ingin ketahuan si dosen mesum itu kalau dia masih konak habis. Vani cuma ingin cepat-cepat ke toilet untuk membersihkan mhemeknya dari sisa peju, kemudian langsung masturbasi. Sudah ga tahan bo’!</p>
<p style="text-align: justify;">Toilet yang berjarak hanya 10 meter dari ruangan Mr.HB serasa berkilometer bagi Vani yang nafsunya meledak-ledak. Jantungnya berdebar keras, nafas Vani memburu dan mhemeknya berkedut-kedut protes minta dikocok. Toilet cewek yang terletak bersebelahan dengan toilet cowok, tidak ada orang sama sekali di dalamnya. Maklumlah, sudah sore jadi banyak mahasiswa dan dosen yang sudah pulang. Vani langsung masuk ke bilik paling dekat pintu, dan membuka pahanya lebar-lebar agar mudah disemprot dengan air. Semprotan keras air terasa sangat nikmat di mhemeknya. Tidak berlama-lama membersihkan, Vani langsung duduk di atas toilet yang telah ditutup atasnya. Dibukanya pahanya, jari telunjuk dan tengahnya bergerak membelai bibir mhemeknya, lalu masuk ke dalam mhemeknya yang sudah banjir lagi. “Hmmmmmmppfffff….sshhhhhhh… ouuhhh… enaknyaa..” desah Vani perlahan, berusaha agar suaranya tidak terlalu keras. Tapi, setelah semenit, Vani sudah lupa situasi, sehingga kocokan dan suaranya makin menjadi-jadi mengiringi nafsunya yang menggelora. “Aahhhhhhhh…. Hahhhhhh… Ouggggghhhhhhh……” lenguh Vani dalam kungkungan birahi. “Ini dia.. ini dia.. aduuhh mhemek gue makin gatelllll…..shhhhhh..” batin Vani yang titik orgasmenya semakin mendekat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba pintu bilik Vani terbuka lebar dan seseorang berdiri tegak di hadapannya. Vani nyaris tersedak karena kagetnya, plus dia hampir saja mencapai klimaksnya. “Oh elu Van. Gue pikir kuntilanak lagi indehoy” kata orang tersebut sambil cengar-cengir. Vani yang terkesima sampai lupa mengangkat tangannya dari selangkangannya, cuma bisa berkata tergagap “Oh..ehh.. Ethan.. Kok lo disini?” tanya Vani salah tingkah. Ditengah rasa shocknya akibat ke gap lagi masturbasi oleh Ethan, Vani setengah tidak sadar kalau Ethan berjalan mendekat dan mengangkat tubuhnya ke pelukan Ethan. Vani baru sadar ketika mukanya sudah dekat sekali ke muka Ethan, yang berkata “Kalo lo lagi horny, napa ga call gue aja. Gue selalu siap kok kalo buat elo” ujar Ethan. Belum sempat Vani membalas ucapan itu, bibirnya sudah dilumat oleh Ethan. Vani gelagepan tapi tidak bisa melepaskan diri dari pelukan Ethan yang kuat. Tidak butuh lama, nafsu Vani sudah menguasai akal sehatnya. Ciuman Ethan diimbangi oleh french kiss Vani yang basah dan panas. Tangan Ethan dengan aktifnya meremas-remas pantat Vani yang sekal dan menonjol. Tiba-tiba Ethan melepaskan ciumannya “Van, kita pindah tempat yuk. Gue tau tempat yang lebih nyaman” kata Ethan agak tersengal-sengal. Tidak menunggu reaksi Vani, Ethan langsung menyeret tangan Vani keluar dari toilet.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan sebenarnya tidak sengaja masuk toilet cewek, hanya karena toilet cowok airnya tidak ngalir. Tapi, begitu masuk suara lenguhan cewek terdengar bergema. Story selanjutnya, sudah Anda baca di atas. Vani blingsatan memperbaiki pakaiannya karena Ethan menarik Vani di sepanjang koridor, naik menuju ke lantai 4. Walaupun Vani sebenarnya tidak perlu kuatir, karena koridor bangunan itu kosong. Ternyata Ethan mengajaknya menuju ruangan sekretariat forum mahasiswa manajemen, yang entah bagaimana Ethan punya kuncinya. Setelah masuk ruangan, Ethan mengunci pintu lalu berdiri menghadap Vani “Buka baju lo Van” perintah Ethan. Seperti dihipnotis, Vani langsung menurutinya. Pertama-tama belt besarnya dilepaskan, lalu satu persatu kancing kemejanya diloloskan, maka kemeja terusan Vani pun jatuh tergeletak di lantai. Vani berdiri menantang tanpa sehelaipun benang menutupi, hanya bot coklat berhak semi tinggi yang tetap terpakai, yang malah membuat penampilannya semakin slutty. Ethan pada saat yang sama juga sedang melepaskan celana dalamnya, untuk kemudian berdiri bugil dengan konthol setengah tegak. “Sepong konthol gue Van” perintah Ethan. “Uhh.. haruskah?” rajuk Vani, tapi tetap mendekat ke arah Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani berjongkok di depan Ethan, dan langsung menggenggam konthol hitam Ethan dengan tangan kanannya, lalu mulai mengocok. Kemudian tanpa ragu-ragu, Vani membuka mulutnya lebar-lebar dan memasukkan konthol Ethan sampai setengahnya dan mulai mengemutnya. “Ssshhh… gila.. enak Van..” desis Ethan keenakan sambil memegang kepala Vani dan menggerakannya maju mundur. Konthol Ethan semakin membesar di dalam mulut Vani, dan membuatnya agak kerepotan melakukan blowjob pada konthol selebar 5cm tersebut. Aroma konthol Ethan membuat libido Vani kembali naik ke level tinggi. Sambil melumat-lumat konthol, jari tengah tangan kirinya dengan aktif mengobel-ngobel mhemeknya sendiri. Keasikan masturbasi dengan mhemeknya, Vani malah lupa memblow job Ethan. Konthol Ethan cuma dipegang kuat-kuat, sedang Vani melenguh-lenguh keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan yang kesal, langsung menyuruh Vani mengambil posisi doggy di atas kasur gulung yang ditebar oleh Ethan. “Nungging Van, gue pengen nyodok lo dari belakang” perintah Ethan. Vani melakukannya dengan patuh. Kedua tangan menahan body depan, kaki tertekuk, paha terbuka selebar mungkin, dan pantat ditunggingkan. “Wow.. lo emang napsuin Van” ujar Ethan senang sambil menampar pantat Vani yang sekal dan bundar itu. “Ahhh.. “ Vani cuma mengerang pelan karena tamparan Ethan. Tanpa berlama-lama, Ethan langsung memasukkan palkonnya ke sela-sela bibir mhemek Vani yang sudah basah kuyup. Sambil memegang erat pinggul Vani, Ethan mulai menekan pinggulnya dalam-dalam. “Heeppp… shit.. masih sempit aja ni mhemek” maki Ethan senang, sambil menekan agak keras sehingga setengah batang kontholnya amblas, SLEPP… “Akkhhhhhh…. “ erang Vani agak keras, setengah kaget karena tiba-tiba mhemeknya disesaki oleh benda asing yang sangat tebal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil berusaha menoleh ke belakang, Vani memohon “Ayo Than, langsung dikocok.. Mhemek gue udah gatel banget nihh..” rengek Vani manja plus horny. Ethan semakin bersemangat untuk menggenjot Vani dari belakang. Pantat Ethan dengan aktif mulai maju mundur, menghajar mhemek Vani dengan hujaman-hujaman kontholnya yang besar. “Aaaahhhh.. haaahhhh… ouugggghhhh.. “ lenguh Vani. “Hmmppff.. buseet… gatel di dinding mhemek gue rasanya digaruk-garuk enak banget… Gede banget konthol si Ethan.. Gillaaaa….Mau tereak aja rasanya… aahhhhh..” batin Vani yang semakin terbuai nafsu birahi. Akibat pompaan Ethan, tubuh Vani terguncang-guncang maju mundur dengan kuatnya. Tokednya yang 36C tanpa ampun bergoyang-goyang heboh tak tentu arah. Ethan yang tidak puas cuma meremas-remas pantat Vani, menggapaikan tangannya untuk meraih toked Vani yang bergoyang bebas.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil meremas-remas sepasang daging kenyal bundar dada Vani, Ethan menceracau keenakan “Gillaa.. toked lo besar banget Van… Lo demen kan gue remes-remes gini..”. Ethan tak perlu jawaban langsung, karena lenguhan Vani yang semakin keras sudah menunjukkan betapa Vani juga menikmati setiap remasan di tokednya. Tidak sampai 5 menit digempur dengan doggy style, tubuh Vani sudah menegang. Lenguhannya semakin keras “Ahhh.. ouuuggghhhh.. yahh.. yahh.. cepetin Than.. cepetin ngocoknya..Ahh..ahhh..” Vani mencerocos di sela-sela erangannya. Memenuhi request Vani, Ethan meningkatkan RPMnya. Dan…….”OUUUUUUGGGGHHHHHH……. GUE KELUAR.. GUE KELUAR….AAAHHH…” jerit Vani sambil mengejan-ngejan. Ethan merasakan ada semprotan pelan di kontholnya. Diturunkan kecepatan kocokannya, untuk membiarkan Vani cooling down dan ambil nafas dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hah.. hah…hah… gila.. enak banget.Than..” ujar Vani yang nafasnya masih tersengal-sengal. Ethan pelan-pelan mencabut kontholnya. Walaupun sudah pelan-pelan, tetap saja Vani terpekik kecil ketika konthol itu dicabut. “Auh.. kok dicabut?” tanya Vani kaget. Ethan tidak berkata apa-apa, tapi langsung membalikkan tubuh Vani sehingga terlentang. Toked Vani yang menggunung indah menjadi sasaran lumatan bibir Ethan. Sambil meremas-remas dengan kuat, puting Vani dijilat-jilat dan dipermainkan dengan lidah oleh Ethan. Libido Vani langsung naik lagi. Bahkan rasa gatal di mhemeknya kembali dengan lebih hebat. “SShhhhhh… hhmmppfffff… “ desis Vani keenakan karena tokednya sekarang sedang dikenyot dan dihisap kuat-kuat oleh Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Haahh.. hahh… Than, gue mau diatas ya” pinta Vani. “Hehe gue emang pengen ngerasain goyangan lo Van” akur Ethan dengan usul Vani. Ethan terlentang dan Vani mengangkang di atasnya, mulai mengarahkan konthol Ethan ke lubang mhemeknya. Tanpa kesulitan batang konthol tersebut amblas langsung 3/4nya. “Heekkhhhhhh… uuuuhhhh… gede banget sihhh…” runtuk Vani yang matanya sampai terpejam karena kenikmatan yang dirasa ketika batang gemuk tersebut menerobos dan menggesek dinding-dinding mhemeknya yang licin. Vani langsung mulai menggoyang pinggulnya dengan gerakan naik turun, sambil tangannya bertelekan di perut sixpack Ethan. Slepp.. slepp.. sleppp… bunyi gesekan konthol dengan dinding becek mhemek Vani. “HHHhhhmmm… hhaahhhhh…. Sshhhhhh…” desah Vani menikmati setiap sentuhan. Karena Vani diatas, dengan mudah dia mengarahkan sentuhan-sentuhan konthol Ethan ke titik-titik yang Vani suka. Sekarang konthol Ethan amblas seluruhnya, dan Vani mulai melakukan gerakan maju mundur, dan diselingi oleh gerakan pinggulnya yang memutar-mutar. Sensasinya? Luarr biasaaa… Ethan merasakan kontholnya dipilin-pilin, dan diremas-remas dengan enaknya oleh cengkraman dinding-dinding licin yang panas mhemek Vani. “Ahhh.. hhaaahhh… gillaa mhemek lo enak bener Vannn….” erang Ethan yang sampai merem melek saking enaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih cepat dari ronde pertama, Vani sudah hampir mencapai orgasmenya lagi. Konthol Ethan menggesek-gesek tepat di titik g-spot Vani. Rasa gatal yang sangat hebat terasa mengumpul disekujur selangkangan Vani, membuat Vani semakin blingsatan goyangannya berusaha menggaruk setiap titik gatal tersebut. Ethan yang tau Vani akan mencapai orgasmenya lagi, mempercepatnya dengan meremas tokednya yang tergantung bebas sambil memilin-milin putingnya. Betul saja, detik berikutnya Vani merasakan ledakan kenikmatan muncrat di lubang senggamanya “OOOAAHHHHHH……. AAAAAUUHHHH…. OUHH… Ouuhhhh…. hmmmmppffffff…” jerit Vani penuh kepuasan. Tubuh Vani bergetar dengan hebatnya, dialiri sengatan listrik orgasme yang bersumber dari mhemeknya dan menyebar ke seluruh tubuh. 15 detik setelah gelombang klimaksnya berlalu, Vani menjatuhkan diri di atas tubuh Ethan. Nafasnya masih tersengal-sengal.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan yang sudah merasa tanggung, tidak lagi menunggu Vani siap. Tangan Ethan menggapai pantat Vani dan mengangkatnya sedikit, agar ada sedikit celah antara selangkangannya dengan selangkangan Vani. Ethan mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, karena kontholnya masih menancap dalam di mhemek Vani. Ethan mengocok dengan cepat. Plak..plak.. plak.. slep..slepp. sleppp.. bunyi benturan kontol Ethan dengan mhemek Vani, ditingkahi oleh kecipak becek cairan mhemek Vani. “Ahh.. ahh. Thann.. tung… tunggu… jangan dikocok lagi.. ngiluu..” rengek Vani lemas. Tapi, Ethan malah mempercepat kocokannya. Tapi, ternyata akibat kocokan ini, rasa ngilu di mhemek Vani cuma tarasa sebentar. Sekarang malah rasa gatal itu kembali dengan lebih hebat lagi. Tanpa diduga, gelombang orgasme yang lebih dahsyat dari sebelumnya meledak di selangkangan Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">“HIAAHHHHHH…..AAAAHHHHH… OUUFFFHHHHHH…. GUE KELUAR LAGI THANNNN” pekik Vani yang mencapai orgasmenya lagi dengan mata terpejam kuat dan tangan meremas pundak Ethan kencang-kencang. “Hahh.. hah…. Gila.. gila… gue keluar lagii…” desah Vani lemas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan bergerak menggulingkan tubuhnya, sehingga sekarang Vani yang ditindih. “Than.. time out.. time out..Gue nyaris pingsan nih..” Vani memohon dengan suara lemas. “Sorry Van, gue udah nanggung banget nih. Tahanin bentar lagi ya. Gue udah mo keluar juga kok” kata Ethan dengan nafas memburu karena birahinya sudah diubun-ubun kepala. Tanpa menuggu persetujuan Vani, Ethan langsung tancap torsi tinggi dalam posisi misionaris. Konthol Ethan menghujam mhemek Vani tanpa belas kasihan. Keluar masuk dengan cepat, berputar-putar, mengobel-ngobel dinding mhemek yang sempit dan semakin banjir itu. Tanpa bisa ditahan, Vani mengalami orgasmenya yang entah untuk keberapa kali. “ETHANNN… GUE YANG KLUARR NEEHHHH… EEHHHHHHHHMMMMM..” teriak Vani kesal tapi penuh kenikmatan, sambil kelonjotan di bawah tubuh Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan mencabut kontholnya, diiringi lelehan banjir peju dan cairan mhemek Vani. Ethan langsung mengambil posisi di atas perut Vani, dan menjepitkan kontholnya di sela-sela toked biadab Vani. Kedua telapak tangan Ethan merangkum kedua bongkah susu ranum tersebut, dan menjepitkannya kuat-kuat ke kontholnya yang sudah hampir meledakkan peju. Konthol Ethan dikocok dengan cepat di sela-sela toked Vani “Ouuh.. I lovee tits fuck..” lenguh Ethan kenikmatan. Tak sampai setengah menit, Ethan merasakan ada gerakan aliran dari pangkal batang kontholnya menuju ke palkonnya. Rasa gatal di palkonnya pun semakin menghebat. Dan ledakan orgasme Ethanpun terjadi juga “OOOOOHHHH… SHIIITTTTT……” lenguh Ethan keras. Semprotan peju langsung menembak. Lelehannya memenuhi toked dan wajah Vani. Selama beberapa saat Ethan menikmati kenikmatan di klimaksnya tersebut, sambil pelan-pelan membersihkan kontholnya di belahan toked Vani. Kemudian Ethanpun langsung terbaring lemas di samping Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir 3 menit tidak ada yang berbicara. Hanya nafas memburu yang terdengar semakin perlahan, seiring lewatnya badai kenikmatan seksual. Ethan memiringkan badannya dan langsung menatap Vani. “Gue pikir lo udah ga mau lagi ngenthot sama gue Van” ujar Ethan sambil nyengir nakal. Muka Vani bersemu merah, tapi masih berusaha menjawab dengan ketus “Gue kepepet. Lagi horny habis, ga ada partnernya”. Ethan masih keras kepala “Udah deh. Akuin aja.. si Albert juga ga bisa muasin kaya gue kan?” ujar Ethan dengan PeDenya. Walaupun itu benar, Vani gengsi mengakuinya “Huu.. siapa bilang”. Tapi, ucapan Ethan berikutnya mengejutkan Vani “Lo mau ga jadi fuck buddy gue?” “Hah? Maksud lo?” tanya Vani. “Iya.. fuck buddy. Kalo lo butuh seks, lo bisa ajak gue. Begitu juga sebaliknya. Tapi cuma sebatas seks. No other commitment. Jadi cowok lo tetep Albert. Ok ga?” terang Ethan. Vani agak bimbang menjawabnya. Kalau mengikuti kata hati (dan kata mhemek), Vani jelas maulah. Cuma gengsi kalo langsung mengiyakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba Ethan menyosor bibir Vani dan melumatnya. “Gue anggap diem lo itu tanda setuju”. Sambil membalas lumatan bibir Ethan, fantasi Vani mulai membayangkan petualangan seks macam apa lagi yang akan dialaminya bersama Ethan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/tidak-lari-orgasme-dikejar-another-vani-sex-adventure/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Fallen Princess 6: Epilogue</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/the-fallen-princess-6-epilogue/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/the-fallen-princess-6-epilogue/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 08:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[IGO]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[Mang Sapto]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgy]]></category>
		<category><![CDATA[pecun]]></category>
		<category><![CDATA[pelacur]]></category>
		<category><![CDATA[putri]]></category>
		<category><![CDATA[renata]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2578</guid>
		<description><![CDATA[“Pak Udin…”. “eh neng Anita…ada apa, neng?”. “gimana si Nadya?”. “iya neng…nih lagi tidur disamping bapak…kenapa emangnya?”. “kan hari ini udah pas 4 minggu…”. “oh iya ya..lupa…hehe…boleh tambah seminggu lagi gak, neng?”. “ya gak boleh dong, Pak…bukannya udah pada dapet satu minggu buat bales dendam ke Nadya?”. “iya…tapi tanggung neng…enak banget ada neng Nadya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/putri1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2579" title="putri" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/putri1-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">“Pak Udin…”. “eh neng Anita…ada apa, neng?”. “gimana si Nadya?”. “iya neng…nih lagi tidur disamping bapak…kenapa emangnya?”. “kan hari ini udah pas 4 minggu…”. “oh iya ya..lupa…hehe…boleh tambah seminggu lagi gak, neng?”. “ya gak boleh dong, Pak…bukannya udah pada dapet satu minggu buat bales dendam ke Nadya?”. “iya…tapi tanggung neng…enak banget ada neng Nadya di rumah…jadi gak kedinginan tiap malem..hehe…”. “soal itu nanti gampang…pokoknya anterin dulu si Nadya ke rumah Putri besok..ok?”. “oke deh kalo gitu…”. Keesokan harinya, ada mobil membunyikan klakson di depan gerbang rumah Putri. Anita membuka gerbang. Mobil sedan itu langsung masuk dan parkir di belakang mobil Putri. Nadya keluar dari mobil dan sedikit berlari kecil menuju pintu mobil satunya. Ternyata, Nadya membukakan pintu untuk Udin. Wajah Anita bingung. Kenapa Nadya membukakan pintu untuk Udin. Anita tidak tahu apa yang terjadi kepada Nadya selama 4 minggu di tangan Udin, Alex, Jamal, dan Jody. Tapi, terlihat jelas kalau Alex, Jamal, Udin, dan Jody sudah ‘menjinakkan’ Nadya.</p>
<p style="text-align: justify;">“makasih ya Nadya sayang..”, kata Udin sambil menepuk pantat Nadya. “ayo masuk…”. Meski Nadya memakai daster yang sudah buluk, Nadya tetap saja kelihatan cantik dan tidak kampungan. Udin menggandeng tangan Nadya. Di dalam, Putri dan Sapto telah duduk di sofa. “Pak Udin…silahkan duduk..”, kata Putri tersenyum manis. Udin pun mulai menceritakan pengalamannya sendiri dan pengalaman Alex, Jamal, dan Jody saat bersama Nadya selama satu minggu. Udin menceritakan betapa bergairahnya Nadya saat disetubuhi olehnya. Apalagi saat dikeroyok Udin dan teman-teman dekat rumahnya. Nadya hanya tertunduk malu, wajahnya memerah. Nadya tak berani bicara apa-apa karena semua yang diceritakan Udin memang sesuai kenyataan. Dan mendengar perkataan Udin saja yang sedang melecehkannya, Nadya merasa ada rasa yang menggelitik di sekujur tubuhnya dan vaginanya mulai terasa lembap. Anita, Putri, dan Sapto tidak tahu apa yang terjadi, tapi Nadya memang terlihat lebih penurut. “terus Pak Udin ama bapak-bapak yang laen gak nyiksa Nadya kan?”, tanya Putri. “nggak neng…kalo gak percaya…ayo Nadya sayang tunjukkin memek kamu…”.</p>
<p style="text-align: justify;">Nadya pun berdiri dan mengangkat dasternya sampai ke perutnya sehingga daerah bagian bawah tubuhnya terekspos dengan jelas. “sekarang puter badan kamu…”. Nadya berputar beberapa kali menunjukkan vagina dan pantatnya ke Anita, Putri, dan Sapto. Daerah selangkangan Nadya terlihat bersih, rapi, dan mulus tak ditumbuhi bulu serta tak ada satu goresan pun, begitu juga pantat Nadya. “hmm..bagus…kalo gitu..coba sekarang buka dasternya…”, perintah Putri. Nadya melucuti daster tanpa lengannya lalu berputar lagi seperti boneka display. Nadya “bagus…badan dia masih bagus…”. “oke..Mang Sapto…cek badannya Nadya di kamar…”. “oke non…”. Sapto pun menuntun Nadya yang sudah telanjang. “neng Putri…juga udah pernah ya?”, Udin berusaha memecah kebisuan karena Anita sedang ke kamar mandi. “mm…iya, Pak…”. “ouh…kalo misalnya maen ama bapak..mau gak?”, tanya Udin berharap besar karena dia begitu bernafsu melihat wajah Putri yang cantik nan imut itu. “mm…”. “Putri…katanya kamu mau mandi…mandi dulu sana…”. tiba-tiba Anita datang. “permisi, Pak…saya mau mandi dulu..”. “o yaudah silakan neng..”, pupus harapan Udin.</p>
<p style="text-align: justify;">Anita pun duduk di samping Udin. “Pak Udin…jangan tanya kayak gitu lagi ke Putri…”. “kenapa emangnya, neng?”. “si Putri itu maunya cuma sama Mang Sapto…”. “Mang Sapto? bapak yang tadi?”. “iya..”. “lho kok? kenapa? padahal mukanya gak beda dari bapak ‘n umurnya juga kayaknya?”. “wah…gak tau deh kalo itu..Putri gak pernah bilang…yang pasti dia cuma mau gituan ama Mang Sapto..”. “tapi kok si neng Putri malah nyuruh si Mang Sapto bawa neng Nadya ke kamar?”. “ya mana Anita tau…”. “jadi bingung…”. “udah..gak usah dipikirin..yang pasti Pak Udin capek kan?”. “iya neng…rumah Pak Udin kan jauh dari sini…jadi lumayan lama nyetirnya..”, keluh Udin manja. “yaudah…sini Anita pijitin…”. “ooggg..”, dahak Udin. “neng Anita udah cantik…jago mijet lagi…pasti enak kalo dijadiin istri..hehe…”. “bisa aja, Pak Udin…oh ya..bentar ya, Pak…”. Setelah lama menunggu, Udin kaget melihat Anita yang kini berdiri di depannya tanpa busana. “ne..ne..neng Anita..”. “gimana, Pak…badan Anita bagus gak?”, tanya Anita menaruh kedua tangan Udin di pantatnya.<br />
<span id="more-2578"></span><br />
Tak usah disuruh, Udin pun langsung meremas-remas pantat Anita. “bagus banget, neng…tapi kok tiba-tiba…”. “iya..tanda terima kasih dari Anita ‘n Putri…udah bikin Nadya jadi penurut ‘n pulang gak lecet…”. “wah…jadi beneran boleh nih?”. “iya, Pak…boleh…”,jawab Anita tersenyum. Udin pun menarik Anita mendekat dan menciumi perutnya yang rata. “udah lama bapak pengen ngerasain memeknya neng Anita ini…”, ujar Udin sebelum mulai menciumi daerah segitiga Anita. “mendingan kita lanjutin di kamar yuk, Pak…biar Pak Udin bisa sekalian istirahat..”. “oh iya…ayo..ayo…”, Udin bersemangat. Udin mengikuti Anita dari belakang sambil memperhatikan sekaligus membayangkan segala kenikmatan yang bisa ia rasakan dari tubuh indah Anita. “yuk, Pak sini…Anita jamin…langsung ilang capeknya…”, ujar Anita dengan sangat menggoda di depan pintu kamar. “kayaknya neng Anita yang harus siap-siap capek…hehe…”. Putri keluar dari kamar mandi setelah menyegarkan tubuhnya. Dia turun ke bawah setelah mengenakan pakaian dan langsung menuju kamar Anita. “mmhh…”, suara sayup-sayup terdengar dari kamar Anita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan perlahan, Putri membuka pintu kamar Anita. Anita sedang menungging ke belakang dan Udin, si tukang sapu sekolah yang jelek itu sedang menyodomi Anita dari belakang dengan sangat bersemangat. Sepertinya Udin ingin penisnya benar-benar menghantam vagina Anita sampai mentok. Udin tentu senang sekali bisa menggagahi Anita yang dari dulu ia idam-idamkan. Sedangkan Anita juga terlihat sangat menikmati disetubuhi Udin, Anita dan Udin sangat kompak bekerja sama. Padahal baru kali ini mereka ‘berlaga’ di atas kasur, tapi gerakan kedua alat kelamin mereka begitu serasi, begitu harmonis seakan sudah berpuluh-puluh kali mereka bersenggama. Oleh karena itu, mereka berdua sama-sama terlihat begitu meresapi, menghayati, dan menikmati setiap sensasi yang muncul dari alat kelamin mereka berdua. Tanpa sadar, tangan Putri mengelus-elus daerah pribadinya sendiri. “nggak…”. Putri menyadarkan dirinya sendiri dan menjauhkan tangannya dari daerah pribadinya. Dia menutup pintu kamar, tak ingin melihat lebih lama persenggamaan yang kelihatannya sangat nikmat. Putri menuju kamarnya, dan melihat Sapto sedang asik menyusu ke Nadya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nadya masih mengangkang lebar, terlihat sperma meleleh keluar dari lubang vaginanya. Sapto pun menyadari kehadiran Putri. Dia langsung meninggalkan Nadya. “eh non Putri..”. “gimana, Mang..si Nadya…”. “nurut banget..disuruh jilatin kaki Mang Sapto aja mau…”. “wah bagus..bagus..kalo gitu..”. Sapto langsung memeluk Putri mendekat ke arahnya. “hmm…Mang..hh…”, lirih Putri saat Sapto mulai mengendus-endus dan menciumi lehernya. “wangi…non Putri abis mandi ya?”. “iya, Mang…”. “pantes aja…hmm…”. Sapto menikmati tubuh Putri yang benar-benar wangi. Sapto Meski baru selesai bersenggama dengan gadis cantik seperti Nadya, tapi nafsu Sapto langsung meloncat naik begitu menghirup aroma tubuh Putri yang segar nan wangi. Padahal habis ini, Putri berencana mengerjakan prnya, tapi entah kenapa dia tidak punya kuasa untuk menolak hasrat Sapto apalagi kedua tangan Sapto sudah mulai menggerayangi tubuhnya. Dan tanpa sadar, Putri sudah menggenggam penis Sapto seolah Putri sudah tak sabar ingin memasukkan batang itu ke tengah-tengah selangkangannya. Sapto langsung menarik Putri dan menutup pintu, bersiap untuk memuaskan 2 gadis cantik itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya Udin, Alex, Jody, dan Jamal pun kebagian mencicipi tubuh Anita karena Putri memang menyuruh Anita untuk menggunakan tubuhnya sebagai ucapan terima kasih karena telah ‘mendidik’ Nadya dengan baik. Kini, Nadya telah sepenuhnya memahami statusnya sebagai ‘boneka’ Putri. Setiap malam, Putri mengutus Nadya ke sekolah untuk melayani Alex, Udin, Jamal, dan Jody dan Anita ke kantor polisi untuk di’interogasi’, kadang mereka berdua berganti posisi. Sapto pun semakin ‘makmur’. Meski setiap pagi sampai sore dari Senin-Jumat, Anita dan Putri berada di sekolah, Sapto tidak merasa kesepian lagi karena kini Nadya pindah ke rumah Putri yang setia menemani Sapto di rumah seharian. “haloo Pak Untung…”, kata Anita sambil cipika cipiki. “eh neng Anita…”, balas Untung sumringah menerima cipika cipiki Anita dan dengan iseng, dia meremas pantat Anita. “mana si Nadya, Pak?”. Anita tidak bisa melepaskan dirinya sendiri dari pelukan Untung. “ada tuh di kamar…”. “coba, Pak…Anita mau liat..”, Anita melepaskan pelukan Untung dan berjalan ke kamar. Anita tersenyum melihat Nadya yang sedang tidur dengan dipeluk Roy dan Yono.</p>
<p style="text-align: justify;">Anita berjalan lagi ke ruangan sel untuk mencari Renata dengan ditemani Untung, Bambang, Johan, dan Adam. Renata tidur terlentang dengan kaki mengangkang lebar, vaginanya terlihat memerah. Terlihat jelas kalau vagina dan pantat diserbu habis-habisan karena begitu berantakan dengan noda-noda putih yang telah menjadi kerak di daerah selangkangan Renata. Beberapa napi sedang beristirahat di sel mereka masing-masing. Dengan perlahan, Untung mengunci semua pintu sel kecuali sel Renata. Di sel Renata, ada 2 pria tidur di dekatnya, sepertinya mereka yang terakhir menggempur Renata. Bambang mengangkat Renata yang benar-benar berantakan. Sperma ada di hampir semua bagian tubuhnya, aroma sperma begitu kuat menusuk hidung. Ibarat domba yang dilemparkan ke kandang srigala, Renata benar-benar ‘dimangsa’ habis-habisan oleh para napi. Setelah mengeluarkan Renata, Johan langsung mengunci pintu sel. Bambang membawa dan menaruh Renata di atas tikar yang Adam gelar. “neng Anita..kita mau patroli dulu ya…”, izin Adam. “oh yaudah, Pak..ati-ati ya…”. Adam dan Untung pun cipika cipiki ke Anita, lumayan untuk menambah semangat sebelum patroli keliling kota. Anita memperhatikan Bambang dan Johan. Ada sesuatu yang beda dari pandangan mereka ke Renata. Sesuatu yang spesial.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pak Bambang..Pak Johan…”. “iya neng?”. “tolong bangunin Nadya ‘n Renata ya..abis itu anterin mereka ke rumah Putri ya…”. “lho? emang neng Anita mau kemana?”. “ada urusan sebentar..tolong ya, Pak…”. “oke neng..beres neng…”. “Anita pergi dulu ya..daah..”. Anita pergi meninggalkan kantor polisi itu. “brrmm…brrmm…”. Nadya dan Renata turun dari motor polisi Roy dan Bambang. “Pak Roy…Pak Bambang makasih ya…”, ujar Nadya manja. “iya neng…”. Nadya menuntun Renata masuk ke dalam rumah Putri. “lo tunggu disini Ren…”. Renata duduk terbengong, dia masih bingung apakah semua yang terjadi ini benar-benar nyata dan bukanlah hanya mimpi semata? Apalagi saat ingatan perkosaan yang dialaminya semalaman suntuk melintas di otaknya membuat Renata semakin susah untuk mempercayai apa yang telah terjadi. Nadya kembali bersama Putri dan duduk di sofa di depan Renata. “gimana, Ren? enak tadi malem?”. “…”, Renata memandang Putri dengan tatapan bingung. Marah tapi takut terhadap Putri. “lo kan demen sama sampah masyarakat kayak Arman sialan itu? harusnya lo terima kasih sama gue…”. “gue tau gue emang pantes dihina sama lo…tapi pleaaasseee banget Put…jangan sampe ortu gue tau…”.</p>
<p style="text-align: justify;">“cuma satu syarat…lo mesti nurutin semua perintah gue…’n jadi anak buah gue kayak Nadya…”. “nngg…i..i..iya…Put..”. Putri tersenyum lalu melihat ke arah Nadya. Tanpa berkata apa-apa, Nadya jongkok di hadapan Renata. “mau ngapain lo, Nad?!”. “udah..lo santai aja Ren…”, jawab Nadya seraya melebarkan kaki Renata. Nadya menarik celana pendek Renata dan mendekatkan mulutnya ke vagina Renata. “Naaddhhh !!”, lirih Renata pelan saat lidah Nadya mulai bergerak dengan lincahnya. Putri malah asik mendengarkan lagu di handphonenya seperti tak terjadi apa-apa, padahal di depannya sedang ada pemandangan yang begitu erotis. “MMMMHHH !!!”, Renata melenguh, kepalanya ke atas, seluruh saraf di tubuhnya menegang untuk melepaskan puncak kenikmatan yang sedang ia rasakan. “uu..daahh…”, Renata meminta ampun ke Nadya yang tak henti-hentinya membuat dirinya orgasme. Nadya tak mengindahkan permintaan Renata, dia begitu fokus melahap vagina temannya itu. Renata merasa selangkangannya sudah benar-benar becek oleh air liur Nadya yang bercampur dengan cairan vaginanya sendiri. Nadya disuruh Putri untuk membuat Renata ‘sibuk’ sampai Anita pulang. Meski Renata mendesah, melirih, mengerang. Putri tidak terganggu dan tetap asik mendengarkan lagu lewat earphonenya.</p>
<p style="text-align: justify;">“non??”, Sapto menggoyang tubuh Putri. “hah?! aduh..ngagetin aja nih Mang Sapto…”, ujar Putri sambil melepaskan earphonenya. “abisnya…dari tadi Mang Sapto panggil..gak jawab-jawab..”. “hehe..maap Mang…gimana, Nit? udah dapet barangnya?”. “iya..nih Put…”. Putri mengeluarkan isi dari kantong plastik itu. Sebuah celana dalam dengan dildo tepat di bagian tengah di bagian dalam cd itu. “Nad…minggir…”. Nadya bangun dan mengelap mulutnya yang belepotan cairan. Renata masih terengah-engah, terlalu lemas untuk merapatkan kedua pahanya. Vagina Renata pun jadi seperti tontonan bagi Putri, Nadya, Anita, dan Sapto. Sapto ngiler berat melihat vagina Renata. Bagi Sapto, vagina Renata seolah-olah mengundang penisnya untuk masuk. Ingin sekali rasanya Sapto membuka celananya dan membebaskan ‘burung’nya untuk terbang masuk ke dalam vagina Renata. “hayo Mang Sapto ngeliatin apa? sampe segitunya?”, tanya Putri. “hehe…maap non…”. “dasar Mang Sapto nih…”, kata Putri mencubit perut Sapto. “Ren…mulai saat ini…lo pake cd ini…Nit, pakein…”. “okeh…”. Anita memakaikan celana dalam baru untuk Renata. Penis palsu itu pun langsung diselipkan masuk ke dalam vagina Renata.</p>
<p style="text-align: justify;">“enak gak, Ren…sekarang V lo gak bakal kosong lagi..”, ejek Putri. Renata hanya diam pasrah saja padahal selangkangannya terasa tidak nyaman ‘terganjal’ dengan dildo. Dildo yang sekarang ‘menghuni’ liang vagina Renata mempunyai remote sebagai pengontrolnya. Sedangkan celana dalamnya mempunyai gembok di pinggangnya sehingga tak bisa dibuka kecuali oleh Putri yang memegang kunci dan remotenya. “Mang…bawa dia ke kamar..kayaknya capek…”. “ok non…”. Renata Sapto menggendong Renata setelah memakaikan celananya kembali. Sebenarnya, Sapto sangat gemas dengan tubuh Renata yang sekal dan montok apalagi kedua buah payudaranya, tapi Sapto bisa menahan nafsunya karena dia tahu Putri masih ingin memberikan pelajaran ke Renata. Lagipula, masih ada Nadya dan Anita yang bisa dijadikan tempat pelampiasan nafsu oleh Sapto. Belum lagi ada si cantik Putri, majikannya, yang sudah mengerti benar bagaimana caranya memuaskannya. “neng Rena…kapan-kapan kita tidur bareng ya..hehe…”, ujar Sapto seraya meninggalkan kamar. Tanpa disadari semua orang, sebenarnya Sapto adalah kunci dari rencana balas dendam Putri.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski rencananya dari Reisha, tapi semua executornya adalah teman-teman Sapto yang ‘kecipratan’ rezeki untuk bersenggama dengan gadis-gadis cantik. Putri baru bisa percaya dan menganggap mereka sebagai keluarga setelah Sapto mencicipi tubuh mereka. Lihat saja, Anita dan Nadya, Putri sudah percaya kepada mereka setelah Sapto tidur dengan mereka dan tidak menyiksa mereka berdua lagi, yah kecuali ‘jadwal’ rutin mereka. Sambil berjalan kembali ke ruang keluarga, Sapto tersenyum-senyum sendiri. Saat menerima untuk bekerja di keluarga ini, Sapto tidak pernah berpikir kehidupannya akan berubah drastis. Pertama, mulai dari Reisha yang sangat Sapto sayangi. Lalu sepeninggal Reisha, ada Putri sebagai penerusnya, meski awalnya perkosaan, tapi toh kini Putri sangat ‘lengket’ ke Sapto. Dan setelah itu, Anita dan Nadya. Dan sebentar lagi, Sapto bisa menikmati kehangatan tubuh Renata. Saat muda, Sapto tidak pernah laku. Dia putus asa, tak ada yang mau dengannya, sampai akhirnya ada yang mau menjadi istrinya yang menemaninya dengan setia meski tak mempunyai anak karena istrinya mandul.</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup memang seperti roda, Sapto kurang laku saat muda, tapi kini, justru di masa tuanya, penis Sapto telah ‘membelah’ kemaluan 4 orang gadis yang semuanya masih muda, cantik, dan sexy. Dan Sapto telah membuat 4 gadis itu bertekuk lutut sampai merelakan daerah pribadi mereka menjadi ‘rumah tetap’ bagi penis Sapto. Renata menatap langit-langit kamar. Dia ingin menggerakkan tubuhnya, tapi malas karena jika kakinya bergerak sedikit saja, dildo langsung menggesek dinding vaginanya yang tentu saja membuat nafsunya ‘terusik’. Renata tahu, meski ada benda yang ‘mengganjal’ vaginanya, pasti susah mendapat orgasme karena dia tidak bisa menyentuh daerah pribadi miliknya sendiri. Tentu saja, nafsu yang tidak terlepaskan dengan orgasme pasti akan membuat jengkel dan tubuh akan menjadi panas dingin. Lama-lama Renata mulai mengantuk dan akhirnya ia tertidur. “mmhh…”. Mata Renata langsung terbuka lebar, padahal dia sedang tertidur pulas tadi, tapi dia langsung terbangun saat menyadari ada yang bergerak di dalam liang vaginanya. “bzzzz…”.</p>
<p style="text-align: justify;">“nnhhhh…hmmmhhh…”, lirih Renata pelan. Dildo yang benar-benar memenuhi rongga vagina Renata itu mulai berputar 360 derajat di porosnya terus menerus. Apalagi, ada tonjolan-tonjolan di sekujur dildo itu yang bergesekkan dengan dinding vagina Renata. “eemmhhh…”, desahan Renata begitu lembut keluar dari mulutnya. Renata belum pernah merasakan rasa nikmat yang seperti ini, vaginanya seperti dikelitik terus menerus yang menimbulkan rasa tersendiri. Tubuh Renata mulai terasa panas, tangan Renata tanpa disadari bergerak ke arah payudaranya sendiri. Renata pilin-pilin kedua putingnya sendiri untuk memaksimalkan rasa nikmat yang sedang melandanya. “MMMHHH !!!”, Renata melenguh, kedua kakinya menegang. Seperti punya sensor, dildo itu langsung berhenti setelah Renata orgasme. “hhh…hhhh….”, Renata terengah-engah berusaha mengatur nafasnya setelah mencapai puncak kenikmatannya tadi. Mulai hari itu, Renata harus membiasakan dirinya dengan dildo yang bisa ‘aktif’ sewaktu-waktu dan tak terduga. Ternyata, remote yang dipegang Putri hanya untuk on/off saja dan untuk menyetel berapa rpm (rotasi per menit) dari dildo itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan, untuk aktifnya, dildo itu memang mempunyai sensor cairan. Jika liang vagina Renata sudah ‘kering’, pasti dildo itu akan langsung berputar. Vagina Renata pun jadi tak ubahnya seperti ‘tambang minyak’ yang dibor oleh dildo itu. Suatu hari, Anita mengajak Renata pergi ke sebuah mall. Mau tidak mau, Renata pun ikut dengan Anita. Renata benar-benar kesulitan berjalan dengan keberadaan dildo itu. Sekali melangkahkan kakinya, dildo itu langsung bersegekkan dengan dinding vaginanya sehingga seperti ada arus listrik yang menjalar di sekujur tubuh Renata. Orang-orang banyak yang melihat cara jalan Renata dengan pandangan aneh. Wajah Renata sangat merah, malu mengetahui orang-orang memperhatikannya. “Nit…gimana nih kalo tiba-tiba bergerak?”, bisik Renata setelah berada di dalam bioskop. “ya…lo tahan aja…”, jawab Anita singkat sambil tersenyum licik. Ketakutan Renata terjadi. Setelah 15 menit film bermain, dildo itu mulai mengebor vaginanya. Renata menggigit bibirnya sendiri agar desahan tidak meluncur keluar dari mulutnya. “Ren…mendingan lo diem deh…daripada lo diliatin orang…”, ledek Anita karena Renata tidak bisa diam.</p>
<p style="text-align: justify;">Renata akhirnya berusaha tenang, dia merapatkan kedua kakinya dan menggenggam tangan Anita erat. Ingin sekali Renata mengabaikan dildo yang ‘mengganjal’ vaginanya, tapi putaran dildo terlalu nikmat untuk biasa diabaikan Renata. Cowok yang di sebelah Renata mulai penasaran bunyi dengung yang ia dengar secara samar-samar. Dari cahaya yang berasal dari film, cowok itu bisa melihat ekspresi wajah Renata yang ada di sebelahnya. Terlihat seperti orang yang sedang menahan-nahan sesuatu. Cowok itu sangat penasaran, apalagi wajah Renata saat itu terlihat sangat menggoda, tapi cowok itu tak berani bicara karena di sebelahnya ada pacarnya. “hhmmmppphhh….”, Renata menggigit bibir bawahnya sendiri dengan kuat untuk meredam lenguhannya saat orgasme. “Nit…ntar aja keluarnya…”, bisik Renata setelah film selesai. “kenapa?”. “pokoknya ntar aja ya Nit…pleaaassee…”, Renata memelas. “yaudah deh…ok…”. Cowok yang ada di sebelah Renata berdiri lalu tersenyum kepadanya setelah pacar cowok itu balik badan bersiap keluar studio. Dengan wajah bingung, Renata melihat ke cowok itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa senyum tuh cowok? jangan-jangan…. Renata jadi malu sendiri. Begitu sepi, dua gadis cantik itu pun meninggalkan bioskop. Dengan cara jalan yang tetap tak biasa, Renata mengikuti Anita ke parkiran. “gimana, Ren? enak gak tadi?”. “mm…”. “jawab…gue tanya diem aja…”. “i..i..ya…”, jawab Renata tertunduk malu. Renata tidak bisa memungkiri betapa dahsyatnya orgasme di tempat umum apalagi ada yang menyadari seperti tadi. “jadi lo suka? haha…ntar gue bilang ke Putri deh…supaya cd lo gak dibuka..”. “nggak…jangan, Nit…lepasin cd ini pleaasee..”. “bukannya lo suka kalo V lo dijejelin?”, ejek Anita. “pleaasee Nit…gue janji…gue bakal jadi anak buah Putri selamanya…”. “bener lo?”. “bener….”, jawab Renata hampir menangis. “oke…ntar gue minta Putri lepasin cd lo…tapi gue gak bisa jamin…soalnya Putri dendam banget ama lo dibandingin gue atau Nadya…”. Mengingat perlakuannya terhadap Putri dulu, nyali Renata menjadi ciut membayangkan kalau dildo itu akan tetap di ‘sana’ seumur hidupnya. Malamnya, Anita berbicara ke Putri soal Renata. “NGGAK !! biarin aja dia pake cd itu terus…”. “tapi, Put…kasihan juga dia…katanya dia bener-bener minta maaf ke kamu…bener-bener nyesel…”, bujuk Nadya.</p>
<p style="text-align: justify;">“NGGAK !! pokoknya sekali NGGAK tetep NGGAK !!”, teriak Putri meninggalkan Anita, Nadya, Renata, dan Sapto. “neng Rena…bener-bener nyesel?”. “iya, Pak…saya nyesel banget…saya janji bakal jadi anak buah Putri ‘n ngejagain dia…”. “panggil aja Mang…yaudah…kalo gitu biar Mang yang bujuk…”. Tak beberapa lama kemudian, Sapto kembali dengan membawa sebuah kunci. “ini kuncinya, neng…katanya non Putri…neng Rena harus nepatin janjinya…”. “iya, Pak..eh Mang…saya janji..”. Sapto pun jongkok dan membuka cd Renata. “hmm…”, lirih Renata pelan saat Sapto dengan sengaja menarik keluar dildo dari vagina Renata dengan sangat perlahan. Lega sekali yang dirasakan oleh Renata, tak ada lagi rasa ‘mengganjal’ di selangkangannya. “makasih ya Mang…udah ngebujuk Putri…”. “iya sama-sama neng…”. Renata pun memakai hotpantsnya lagi untuk menutupi vaginanya. Sebenarnya, Sapto sudah ngiler berat ingin menyelipkan batang kejantanannya ke celah sempit Renata, tapi Putri belum memberi izin, lagipula Renata belum ‘mencuci’ vaginanya setelah berhari-hari digenangi cairan vaginanya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Renata pun jadi seperti pembantu Putri, menyiapkan sarapan dan seragam sekolah. Pokoknya melayani Putri bagai seorang pembantu. Bukan Putri namanya kalau tidak bisa memaafkan orang. Setelah 1 minggu, hati Putri akhirnya melunak. Dan kini, Renata juga menjadi keluarga. Sapto pun telah mengantongi izin dari Putri untuk bisa ‘bersama’ Renata. Jadi mulai sekarang, ada Renata dan Nadya yang bisa menemani Sapto jika Putri dan Anita sedang sekolah. Semakin banyak ‘pilihan’ bagi Sapto setiap harinya. ‘jadwal’ rutin dari Putri merubah pola pikir Nadya dan Renata, mereka berdua kini tak memikirkan masa depan mereka, yang ada di pikiran mereka hanya sex sex dan sex. Mereka berdua kini begitu total melayani setiap pria baik yang dikenal ataupun tidak. Tapi, Putri rutin memberikan obat yang membuat daerah kewanitaan mereka tetap steril, kesat, sempit, dan wangi. Terhindar dari penyakit kelamin dan kehamilan serta rusaknya bentuk alat kelamin mereka. Sedangkan Anita sibuk belajar untuk kelulusannya sehingga Putri membebaskannya dari ‘tugas’.</p>
<p style="text-align: justify;">“Rena…kamu mau ya jadi istri Om?”, tanya Bambang yang sedang bermesraan di ranjang bersama Renata. “mauu Om…”, jawab Renata senang. “bener kamu mau?”, tanya Bambang sekali lagi untuk memastikan gadis cantik yang ada di depannya kini benar-benar mau menjadi istrinya. “iya, Om…Rena mau…tapi..Om Johan juga udah ngelamar Rena kemaren…gimana dong?”. “yaudah…kamu kan jadi punya 2 suami…”. “polyandri dong? boleh deh…tapi Om bilang ama Putri ya…takutnya gak boleh…”. “ok…ntar Om bilang…nah kalo gitu…Om minta jatah duluan…hehe…”. Bambang dengan cepat sudah berada di atas menindih Renata. “ih..udah Om…geliii…udaah…”, desah Renata manja. Bambang terus menggesek-gesekkan kumisnya ke kedua puting Renata. Bambang dan Renata selalu melakukan foreplay dengan sedikit bercanda agar saat bermain nanti menjadi lebih bergairah. Tubuh Bambang menutupi tubuh Renata. Pasangan yang sedang dilanda nafsu itu begitu mesra dan bernafsu saat berciuman. Bambang benar-benar bersyukur telah bertemu dengan Renata. Sudah 4 tahun dia menduda sejak bercerai dengan istrinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama kali Bambang melihat Renata waktu itu, dia langsung jatuh hati apalagi Renata begitu sinkron dan kompak saat bersenggama dengannya. Awalnya, Bambang agak takut juga cintanya ditolak karena Renata masih muda serta cantik, berbanding terbalik dengan Bambang yang sudah berumur. Tapi, Bambang akhirnya yakin kalau cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Renata sama sekali tak menunjukkan penolakan saat Bambang mulai pdkt. Alasan Renata menerima pendekatan Bambang karena Renata merasa nyaman sekali berada di dekat Bambang. Renata tidak pernah merasa begitu dicintai, disayangi, dibutuhkan, dipuja-puja sekaligus merasa begitu dikuasai dan di dominasi oleh Bambang. Tapi, yang membuat Renata bingung, Johan juga menyukainya akhirnya dia bingung memilih yang mana. Renata pun bilang ke Johan soal usulan Bambang tadi dan Johan pun menerimanya dengan senang hati. Berbagi istri dengan laki-laki lain merupakan fantasi Johan sedari dulu. Sejak saat itu, Renata sering bergairah sendiri saat memikirkan dirinya akan dipersunting oleh 2 pria sekaligus.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuhnya nanti akan menjadi hak milik 2 pria yang akan tinggal serumah dengannya. 2 pria yang akan saling berbagi jatah untuk mengisi rahim wanita yang mereka cintai yaitu Renata. Renata benar-benar tidak sabar ingin segera menjadi istri Bambang dan Johan. Renata semakin rajin merawat tubuh dan daerah kewanitaannya demi Bambang dan Johan. Renata ingin sekali mempersembahkan yang terbaik untuk Bambang dan Johan. Tubuh dan daerah kewanitaannya harus selalu sempurna untuk menyenangkan Bambang dan Johan, pikir Renata. “neng Putri…kita mau ngomong sesuatu nih…”, ujar Bambang dan Johan yang sedang bertamu ke rumah Putri. “iya, Pak…mau ngomong apa?”. “begini…bapak sama Pak Johan ingin minta izin ke neng Putri soalnya kita bedua mau nikah sama Renata…”. “iya neng…kita berdua pengen banget jadiin Renata sebagai istri…”. “mm..boleh sih…tapi tunggu Putri naik kelas ya?”. “lho? emang kenapa, neng?”. “ada deh pokoknya…Pak Bambang ama Pak Johan mau kan nunggu? sebentar lagi..”. “mm..iya deh…”. Sebenarnya mereka berdua sudah ngebet ingin memperistri Renata dan menjadikan Renata milik mereka sepenuhnya, tapi Putri belum mengizinkannya jadi mereka harus mengurungkan niat mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">“terus kak Rena..mau bilang ke orang tua kak Rena?”, Putri bertanya ke Renata yang duduk di tengah-tengah Bambang dan Johan. “mm…kayaknya nggak deh, Put…takut nggak boleh…”. “oh…yaudah..terserah kak Rena…”. Sebenarnya Putri sudah tahu kalau Bambang dan Johan menyukai Renata dari informasi yang diberikan Anita. Tapi, tak ada yang tahu kenapa Putri belum memberi izin (q juga gak tau yang dipikirin Putri…hhi). Sambil menunggu Putri naik ke kelas XII, Bambang dan Johan mendalami karakter Renata agar mereka tahu Renata luar dalam. Dan mereka berdua semakin yakin untuk memperistri Renata. Begitu Putri naik kelas, Bambang dan Johan tidak buang-buang waktu. Setelah Putri berkata ya, Bambang dan Johan langsung melakukan akad nikah di tempat dan dengan penghulu yang berbeda. “Put…makasih ya udah ngizinin…”. “iya, kak Rena…”. “Ren…met menempuh hidup baru ya…”. Renata cipika cipiki ke Putri, Nadya, dan Anita. “yah neng Rena pergi…gak bisa ngerasain ini lagi dong?”, canda Sapto sambil menunjuk ke payudara Renata. “iya dong, Mang…ini kan sekarang punyanya Mas Bambang ‘n Mas Johan…jadi Mang Sapto gak boleh lagi…lagian kan masih ada Nadya, Anita sama Putri…”.</p>
<p style="text-align: justify;">“aaww…”. Putri mencubit pinggang Sapto, wajah Putri menunjukkan wajah cemburu. “hayo lho, Mang…Putri marah tuh…”. “cuma becanda non…jangan marah donk…”. Putri memalingkan wajahnya pura-pura marah, tapi akhirnya tidak tahan ingin tersenyum juga. Orang-orang lain di bandara melihat gerombolan Putri dkk. Aneh sekali. Di gerbang keberangkatan ada seorang gadis cantik yang ditemani 2 bapak-bapak. Sedangkan yang satu lagi, ada seorang bapak-bapak dengan 3 gadis cantik di dekatnya. Setelah berpamitan, Renata, Bambang, dan Johan pun naik ke pesawat mereka yang akan membawa mereka ke Kalimantan karena Bambang dipindah tugaskan ke sana sementara Johan meminta sendiri untuk tugas di Kalimantan. “Nad…lo nyetir…kita berdua di depan aja…”. “oke, Nit…”. “Mang Sapto genit nih…tadi pake godain kak Rena segala…”, ujar Putri manja. “hehe…cuma becanda non…enakan juga punya non Putri..”, tangan Sapto pun sudah menyusup masuk ke dalam kaos Putri untuk menggenggam ‘gumpalan daging’ Putri yang benar-benar kenyal itu. Anita dan Nadya hanya senyum saja melihat Putri dan Sapto seperti sepasang kekasih yang serasi dan sedang dilanda kasmaran padahal umur mereka terpaut sangat jauh. Malam hari, di Kalimantan sana.</p>
<p style="text-align: justify;">“Mas Bambang ‘n Mas Johan udah lama nunggu ya…”, ujar Renata keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di tubuhnya. Renata tersenyum lalu membuka lilitan handuk untuk memperlihatkan tubuhnya ke 2 suami barunya. Dengan gerakan perlahan dan anggun, Renata duduk di tengah-tengah ranjang lalu menggerakkan jari telunjuknya untuk mengundang Bambang dan Johan naik ke atas ranjang. Renata sudah siap rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas pertamanya sebagai seorang istri yaitu melayani dengan sebaik-baiknya. Bambang dan Johan pun sudah sangat siap menunaikan tugas mereka yaitu memberikan nafkah batin ke Renata. Meski bukan pertama kali Bambang dan Johan melihat tubuh Renata seutuhnya, tapi malam ini, Renata terlihat lain, benar-benar cantik, menggoda, dan begitu menggiurkan. Mungkin karena mulai malam ini Renata sudah menjadi istri mereka dan hanya milik mereka berdua sehingga menambah aura keanggunan Renata. “mmmhh…”, lirih Renata pelan karena Bambang dan Johan sama-sama sedang menciumi lehernya. Malam itu benar-benar malam yang tak bisa dilupakan Renata seumur hidupnya, tak pernah dia bercinta begitu bergairah seperti malam itu, malam pertamanya sebagai seorang istri dari 2 pria tua yang benar-benar mencintainya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">“mm…enak Sha…teruss…”, desah Darto. Darto membelai kepala Reisha. Reisha begitu fokus menjilati batang kemaluan Darto. Dengan lincahnya, lidah Reisha mengikuti setiap lekuk penis Darto. Darto benar-benar merasa di surga, Reisha memang tiada duanya, pikir Darto. Begitu hebat memuaskan pria dan tahu caranya melayani kemauan pria mulai dari foreplay sampai selesai sex. Untuk foreplay, biasanya Reisha mempasrahkan tubuhnya untuk digelitik, diciumi, dicupang, dan segala bentuk rangsangan lainnya. Saat sudah mulai ‘action’, Reisha selalu mengambil alih saat menit-menit pertama untuk ‘memanaskan’ suasana dan selanjutnya di serahkan ke pasangannya. Dan jika persenggamaan itu sudah selesai, biasanya Reisha akan menempatkan dirinya sendiri seperti budak seks dan mau melakukan apa saja pasca-sex. Reisha tak segan-segan menuruti perintah apa saja dari pria yang sedang bersamanya. Mulai dari mengelap batang kejantanan sang pria dengan baju yang akan ia (Reisha) kenakan lagi, menjilati lubang anus, ketiak, dan kadang-kadang Reisha tak segan mengemuti semua jari-jari kaki dari si pria jika disuruh. Tapi biasanya, tak usah disuruh, Reisha langsung menjilati alat kemaluan sang pria sampai bersih. Jadi, tak heran kalau pria yang bersenggama dengan Reisha merasa seperti raja yang sedang ‘dilayani’ oleh selirnya. Kepala penis Darto yang seperti jamur itu diemuti Reisha berkali-kali, lidah Reisha begitu aktif mengulik lubang kencing Darto untuk mengais sisa sperma yang mungkin masih ada di sana. Reisha mengelus-eluskan penis Darto yang sudah loyo itu ke pipinya lalu memandang ke mata Darto sambil tersenyum manis.</p>
<p style="text-align: justify;">“Reisha…bapak sayaaang banget…”, kata Darto sambil memandang wajah Reisha yang belepotan sperma. Meski belepotan sperma, wajah Reisha tetap cantik, malah semakin menggoda. “iya, Pak…Reisha juga sayang sama bapak…”, balas Reisha yang kini sedang asik menciumi kantung buah zakar Darto. “BRAAK !!”. Sebuah kesalahan fatal telah dilakukan Darto. Biasanya, Darto tak lupa mengunci pintu rumah Reisha, tapi karena tadi keburu nafsu, Darto jadi lupa. “DASAR BANDOT TUA !!”, teriak Aisya. Bagaimana Aisya tidak marah besar, pemandangan yang ada di depan matanya benar-benar menyulut kemarahan. Suaminya, Darto, sedang duduk mengangkang lebar dengan alat kelaminnya sedang diciumi seorang gadis. Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Tetangga Reisha sudah curiga karena setiap Darto masuk ke rumah Reisha, pasti keluarnya setelah 3 jam atau lebih. Aneh juga kan seorang RT berlama-lama di rumahnya sampai 3 jam lebih?. Apalagi rumah yang sering didatangi Darto itu adalah rumah gadis cantik. Tentu saja menambah pikiran negatif para tetangga. “Ma…Mama…”, Darto benar-benar panik.</p>
<p style="text-align: justify;">“DASAR PELACUR !!! PLAAKK !!!!”. Reisha ditampar begitu keras setelah ia berdiri. Pipi Reisha yang tadinya putih kini berubah menjadi merah. Reisha mengelus pipinya sambil tersenyum sinis. Reisha menuju kamarnya. Sementara di ruang tamu, Darto sedang dimaki-maki istrinya. Reisha langsung keluar dengan membawa tas yang berisi pakaiannya. Dia menaruh kunci rumahnya di meja. Semua barangnya sudah dibawa, sepertinya Reisha akan pindah. Reisha masuk ke dalam mobilnya dan pergi, tak mau masalah menjadi lebih panjang. Reisha terlihat tenang, tak seperti orang yang baru saja dilabrak. Bagi Reisha, kejadian tadi bukanlah kali pertama dia alami. Mungkin sekitar 4x dia dilabrak. Reisha tahu ini resiko gadis penggoda seperti dirinya. Sebenarnya, Reisha juga sudah ingin pindah dari rumah kontrakannya itu. Bosan juga dengan Darto yang ‘bertamu’ setiap hari. “huh…sakit juga ditampar ibu-ibu gemuk….”, komentar Reisha sendiri sambil mengelus-elus pipinya. “oh iya…”. Reisha merogoh tasnya. Dia mengelap wajahnya yang lengket dengan tisu basah miliknya. Wajahnya sangat lengket karena sperma Darto belum dibersihkan sedari tadi. Apalagi AC mobil membuat sperma di wajah Reisha jadi cepat mengering.</p>
<p style="text-align: justify;">Untung, Reisha sudah mencari rumah kontrakan yang sudah ia cari kemarin-kemarin. Dia langsung mengemudikan mobilnya ke tempat itu. “halo Put…”. “eh kak Reisha…ada apa, kak?”. “ini…kakak udah nggak tinggal di tempat yang dulu, Put…”. “lho? kenapa?”. “bosen…lagian…sempit…”. “terus kakak tinggal dimana?”. “kakak sih udah ada rumah yang kakak incer…tapi belum kakak beli…nih kakak lagi mau ke sana…kamu lagi apa?”. “Putri baru pulang sekolah nih, kak…”. “oh iya..gimana tuh kabarnya si Rena?”. “oh kak Rena? dia udah hamil katanya…”. “kok cepet banget?”. “iyalah, kak…suaminya ada 2…pasti cepet lah..”. “oh iya ya…”. Putri asik mengobrol dengan Reisha sampai-sampai Putri lupa kalau sedang duduk di atas perut Sapto. Putri memang baru pulang sekolah, tapi dia sudah berduaan dengan Sapto di kamar. Tadi, saat Reisha menelpon sebenarnya Putri dan Sapto sedang melakukan pre-foreplay. Putri saja baru membuka cd dan hem seragamnya. Jadi, Putri duduk di perut Sapto dengan kaos dan rok abu-abunya. Dan karena tadi Putri telah membuka cdnya, tentu saja vaginanya yang tak tertutup apa-apa itu menempel erat dengan perut Sapto. Sapto menekuk kedua kakinya sehingga Putri bisa menyender ke belakang. Sapto hanya diam saja sambil bersantai dan memandangi makhluk cantik yang sedang duduk di atas tubuhnya. Sapto pun mulai berkhayal saat memandang ke arah perut Putri. Ingin sekali Sapto melihat perut Putri membuncit. Buncit karena mengandung seorang anak. Pasti lengkap sudah kebahagiaan dalam hidupnya jika sudah melihat Reisha dan Putri mengandung anaknya, itu yang dipikirkan Sapto. Sapto sadar dari lamunannya saat merasakan belaian halus di pipinya.</p>
<p style="text-align: justify;">“bentar ya….”, meski tak keluar suara dari mulut Putri, tapi Sapto bisa membaca gerak bibir Putri berkata demikian. Sapto hanya mengangguk dan tersenyum. Beberapa menit menunggu, Sapto mulai bosan. Sapto pun iseng menyingkap rok abu-abu Putri yang pendek ke atas untuk mengintip ‘surga kecil’ milik Putri yang sering dikunjunginya itu. Karena Putri menyender ke belakang, daerah pribadinya terekspos jelas ke Sapto. Vagina Putri memang benar-benar indah. Tak usah dijelaskan, pasti semua orang bisa tahu kalau daerah kewanitaan Putri sangat terawat. Bibir vagina Putri menutup dengan sangat rapat dan warnanya juga masih kemerah-merahan persis seperti pertama kali Sapto ‘jumpai’. Sapto, bahkan pemiliknya, Putri, bingung kenapa bentuknya masih bagus padahal setiap hari selalu dirojoki penis besar Sapto? Sapto menggunakan dua jari telunjuknya ‘menyibak’ bibir vagina Putri. Sapto menjadi semakin tak sabar saja setelah melihat bagian dalam vagina Putri. Warna daging bagian dalam vagina Putri berwarna merah muda, benar-benar menggiurkan dan sedap untuk dipandang mata. Sapto mengelus-elus bibir vagina Putri berharap Putri akan terangsang dan segera menyudahi pembicarannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“mmm…”. Putri mulai terganggu dengan aktivitas Sapto di daerah pribadinya. “kak Reisha…udah dulu ya…Mang Sapto mulai iseng nih…”, ujar Putri sambil tersenyum ke Sapto. “oh iya deh kak…kabarin lagi ya kak…kalo udah pasti dimananya…daah…mmuaacchh…”. “Mang Sapto iseng nih…”, ujar Putri manja setelah menaruh hpnya di samping bantal Sapto. “abisnya non Putri lama…hehe…”. “iya maap deh, Mang…namanya juga ngobrol ama kakak sendiri…”, jawab Putri sambil meneruskan aktivitasnya yang terhenti tadi yaitu melucuti pakaiannya sendiri. Kedua payudara Putri berguncang naik-turun begitu kaos terlepas dari tubuhnya. “eits…ketangkep….hehe..”, canda Sapto yang langsung ‘menangkap’ kedua buah payudara Putri dengan sigap bagai menangkap buah yang akan jatuh. Putri hanya tersenyum manis. Sapto meluruskan kedua kakinya dan Putri langsung memundurkan pantatnya. Putri menekan penis Sapto ke perut Sapto sendiri lalu Putri menindih penis Sapto yang ‘tidur terlentang’ dengan vaginanya. Batang penis Sapto tepat berada di tengah-tengah belahan bibir vagina Putri.</p>
<p style="text-align: justify;">Putri merundukkan tubuhnya. Bibir Putri yang mendekat langsung disambut baik oleh Sapto. Sapto mendekap erat Putri. Dia begitu lahap melumat, mengemut, dan menjilati bibir Putri. Silat lidah pun tak bisa dihindari. Keduanya begitu menikmati percumbuan ini. Putri dan Sapto sama-sama terlihat sangat bernafsu saling pagut dan saling lumat. Tangan Putri berada di bawah punggung Sapto. Keduanya saling mendekap membuat tubuh mereka menempel dengan sangat erat sampai-sampai kedua tubuh yang kontras itu seperti menjadi satu tubuh saja. Putri memang sangat suka berciuman karena menurut Putri, dengan berciuman, dia bisa seperti tukar perasaan dengan Sapto dan selain itu, saat berciuman dia bisa merasakan kelembutan, kehangatan, dan kemesraan Sapto. Dan tentu saja, Sapto juga senang sebab bibir Putri begitu lembut, manis, dan beraneka rasa karena Putri sering gonta-ganti lipgloss dengan variasi rasa. Saking sukanya berciuman, mereka berdua pun membuat rekor sendiri, berciuman selama 5 menit 10 detik tanpa melepaskan bibir. Dan sampai saat ini, mereka belum bisa mengalahkan rekor yang mereka buat sendiri. Sambil terus sibuk bercumbu, Putri masih bisa menggerakkan pinggulnya maju mundur agar alat kelaminnya dan alat kelamin Sapto saling bergesekkan. Putri melakukan itu untuk ‘memanaskan’ dan menyiapkan vaginanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“mm…aaahhh…”, hela Putri bisa menghirup nafas lagi setelah melepaskan bibirnya dari bibir Sapto. Benang air liur pun terbentuk menghubungkan bibir Putri dan bibir Sapto. Dan air liur mengalir di sela-sela bibir, entah itu air liur Putri atau air liur Sapto. Yang pasti mereka berdua sangat menikmati percumbuan tadi. “yah Mang…cuma 4 menit…”. “ha? kirain udah lebih…ya udah deh…masih banyak waktu…buat mecahin rekor…hehe…”. “iya, Mang…Putri siap selalu kok…hehe..”, goda Putri sambil tersenyum. Meski setiap hari mereka bermesraan dan bercinta, gelora hawa nafsu mereka tak pernah turun karena tak ada kata bosan dalam kamus mereka. Setelah foreplay tadi, Putri dan Sapto pun siap untuk melakukan kebutuhan dasar dari semua makhluk hidup yaitu bereproduksi. Meski belum bisa mendapatkan fungsi utama dari reproduksi yaitu mempunyai keturunan, tapi setidaknya mereka berdua bisa mendapatkan kenikmatan dari proses reproduksi yang mereka lakukan setiap hari. “Putri !”. Putri dan Sapto melihat ke arah pintu. Ada Nadya dan Anita yang sudah berdiri tanpa mengenakan apapun. “kita ikutan dong….”. Nadya dan Anita berjalan mendekati Putri dan Sapto.</p>
<p style="text-align: justify;">“ayo…kita keroyok Mang Sapto…”. Putri turun dari atas tubuh Sapto dan meloloskan roknya sehingga di depan Sapto kini ada 3 orang gadis cantik tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka. “Mang Sapto kuat kan..kita keroyok?”. “tenang aja neng-neng cantik…dijamin punya Mang Sapto nggak bakal cepet puyeng…hehe…”. “bener ya? kalo keok duluan ada hukumannya lho…”. “yee…kalo gak percaya…ayo betiga maju sini…”, tantang Sapto. “oke kalo gitu…serbu !!”. Begitulah kehidupan Sapto sekarang, satu rumah dengan 3 gadis cantik yang tak segan-segan melakukan ‘inisiatif’ terhadapnya. Putri pun lulus dari SMAnya lalu mengambil tes masuk ke universitas Reisha dulu bersama Nadya dan Anita. Mereka bertiga lolos ujian itu. Begitu izin dengan kedua orang tuanya, Putri beserta Sapto, Anita, dan Nadya menuju ke rumah Reisha. “non Reisha…”. Sapto langsung memeluk Reisha. “aduh Mang Sapto…gak enak ah…ada Putri ‘n yang laen…”. “hehe…abisnya kangen banget sih…”. “mendingan Mang Sapto bawain barang-barang ke dalem deh…”. “oke deh…”. “kak Reisha !!”, teriak Putri sambil berlari ke arah Reisha. “ini dia…adekku tersayang…”, ujar Reisha mengelus-elus kepala Putri yang kini sudah memeluknya.</p>
<p style="text-align: justify;">“wah…rumah kakak jadi lebih luas daripada yang dulu ya?”. “iya donk, Put…kakak sengaja cari yang gede…kan kamu ama Mang Sapto mau pindah bareng kakak…”. “oh iya…”. “yaudah sana..istirahat dulu…”. “iya kak…”. Anita dan Nadya pun mendekat. “yang mana Anita..yang mana Nadya nih?”. “saya Anita, kak…”. “kalau saya Nadya, kak…”. “oh…iya iya…”. Reisha menyalami Anita dan Nadya bergantian. “yaudah…ayo masuk yuk…”. Reisha membuatkan minuman untuk mereka semua. Sambil menikmati minuman, mereka pun bersenda gurau sekalian istirahat. Anita dan Nadya kelihatan segan dan jadi malu-malu dengan adanya Reisha. “nah…Nadya sama Anita tidur di kamar yang itu dan itu ya…”, Reisha menunjuk ke 2 kamar yang bersebelahan. “iya, kak…”. “Putri tidur bareng kakak aja ya…”. “boleh…”. “kalo gitu Mang Sapto satu kamar ama non Putri ‘n non Reisha ah…”. “dasar Mang Sapto…”. “hehe…”. Mereka semua masuk kamar untuk menaruh barang bawaan mereka masing-masing. Di dalam kamar, tanpa malu-malu Putri melucuti pakaiannya sendiri. “Put…badan kamu kayaknya makin bagus…”, ujar Reisha memperhatikan tubuh Putri yang kelihatan lebih aduhai dari sebelumnya. Payudara Putri terlihat lebih besar namun tetap kencang dan bulat. Pantatnya juga terlihat semakin membulat dan semakin berisi sampai-sampai Reisha seperti melihat versinya yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">“emang iya ya, kak?”. “iya…liat aja di cermin…”. Putri pun memperhatikan tubuhnya sendiri di depan cermin besar yang bisa memperlihatkan dari kepala sampai kaki. “hmm…bener juga, kak…gara-gara Mang Sapto sih…ngegrepein Putri mulu tiap hari…”, ujar Putri melirik ke Sapto dan tersenyum. “non Putri bukannya makasih…badan non Putri kan jadi bagus…hehe…”. “iih..Mang Sapto….”, Putri mencubit pinggang Sapto. “adu..du..duh..”. “kak..Putri mau keluar dulu ya…”. Putri sengaja keluar dari kamar, dia tahu Sapto dan kakaknya pasti ingin saling melepas rindu. Setelah pergi ke kamar mandi yang ada di luar kamar, Putri iseng, dia kembali ke kamar Reisha dan membuka pintu dengan sangat perlahan. Putri melihat kakaknya dan Sapto sedang bermesraan di atas ranjang. Keduanya sudah tak berpakaian lagi. Sapto memeluk tubuh Reisha yang menyender ke bahunya dengan sebelah tangannya. Sementara, tangan Reisha sedang ‘membangunkan’ burung Sapto. Dan kadang sesekali Reisha mencium dan mencupang leher Sapto. Meski umurnya terpaut lumayan jauh, tapi mereka berdua terlihat sebagai sepasang kekasih yang begitu serasi dan begitu mesra.</p>
<p style="text-align: justify;">Putri hanya tersenyum saja sambil menutup pintu. Kini, Sapto benar-benar bahagia. Tak ada lagi yang bisa memisahkannya dengan Reisha. Ditambah dengan 3 bidadari cantik lainnya di rumah itu. Benar-benar seperti berada di surga. Reisha, Anita, dan Nadya pun cepat akrab karena sifat Reisha yang sangat bersahabat. Reisha mengajarkan segala hal yang diperlukan untuk menjadi wanita sesungguhnya kepada Anita, Nadya, dan Putri. Make-up, pakaian, cara berjalan, cara bicara, cara makan, dan yang paling penting perawatan tubuh. Setiap minggu, Reisha selalu mengajak adiknya serta Anita dan Nadya ke sebuah salon perawatan khusus wanita untuk menjaga keadaan tubuh mereka. Sesuai perjanjian mereka berdua, Reisha dan Sapto pun akhirnya menjadi sepasang suami-istri yang sah di mata agama dan hukum. Hanya ada pesta kecil untuk mereka berlima saja. Malam harinya, setelah mengobrol bersama-sama di depan tv, Sapto menggendong Reisha ke kamar untuk melewati malam pertama mereka. Tak beberapa lama kemudian, Reisha keluar dari kamar tanpa busana. “Put…Nit…Nad…”. “ada apa, kak?”, tanya mereka bertiga kompak sambil memperhatikan tubuh Reisha yang masih bersih dan ‘kering’, sepertinya belum diapa-apakan Sapto. buka baju kalian…”. “kenapa?”.</p>
<p style="text-align: justify;">“udah…buka aja dulu…”. Meski bingung, mereka bertiga tetap menelanjangi diri mereka sendiri. “emangnya kenapa sih, kak?”, tanya Putri. “ayo sekarang kalian ikut kakak…”, ujar Reisha menarik tangan Anita dan Nadya. Sementara tangan Anita memegang tangan Putri. Mereka berempat memasuki kamar. “nah…Mas Sapto…kita kan udah sering malem pertama…ya kan?”. “iya…”. “malem ini kita ajak Putri, Nadya, ‘n Anita…supaya malem pertama kita rame…”. “wah…ide bagus tuh Ma..”. Putri dan Reisha berdiri di samping kanan ranjang dan Nadya dan Anita di samping kiri ranjang. Sapto benar-benar berada di surga. 4 vagina dari 4 gadis cantik kini ada di samping kanan dan kirinya, siap untuk ‘digunakan’ bahkan siap untuk diapakan saja oleh Sapto. Semerbak wangi dari 4 vagina yang memiliki aroma harum yang berbeda-beda memenuhi hidung Sapto, membuat penis Sapto semakin mengeras yang berarti siap untuk membelah 4 pasang belahan yang rapat nan indah itu. Sapto tak menyangka kejadian ini. Dia pikir jika Reisha telah menjadi istrinya, Reisha tidak akan memperbolehkan wanita mana pun berhubungan dengannya kecuali Putri tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, ternyata sejak malam pertama itu, Reisha malah menyuruh Anita dan Nadya menjadi istri pengganti bagi Sapto jika dia sedang sibuk. Putri sebenarnya tidak ingin mengganggu Reisha dan Sapto dan ingin pindah ke kamar yang ada di sebelah kamar Reisha. Tapi, Reisha melarangnya dan menyuruh Putri tetap di kamarnya. Alhasil, Putri pun jadi ‘terlibat’ setiap malamnya. Reisha memang membolehkan Sapto menggagahi Nadya, Anita, dan Putri, tapi hanya membolehkan Sapto membuang spermanya ke rahimnya(rahim Reisha). Tentu saja Sapto tak keberatan sama sekali karena dia memang ingin menghamili Reisha. Sapto rajin sekali ‘mendepositkan’ benih-benihnya ke dalam istri barunya yang cantik itu dan Reisha pun dengan senang hati menyediakan rahimnya untuk menampung sperma suami tercintanya setiap hari atau kapanpun Sapto mau. Sapto dan Reisha saling menjaga alat kelamin masing-masing. Setiap pagi, mereka selalu mandi bersama dan saling membersihkan alat kelamin. Sapto merasa paling beruntung sedunia bisa memperistri Reisha karena selain cantik, Reisha sangat perhatian, setiap pagi Reisha selalu membuatkan sarapan, memakaikan baju, celana, maupun sepatu Sapto. Saking perhatiannya, setiap Sapto pulang setelah keluar dari rumah baik sebentar ataupun lama, baik memakai sandal ataupun sepatu, Reisha akan langsung bergegas mengambil sebaskom air hangat lalu Reisha membuka alas kaki Sapto. Kemudian, Reisha tanpa jijik akan menjilati setiap jengkal kaki Sapto dan mengemuti jari-jari kakinya sebelum dibasuh air hangat dan dikeringkan dengan handuk. Reisha ingin Sapto tahu kalau dia telah mengabdikan hidup untuknya dan akan menjadi istri yang baik, perhatian, penurut, dan memanjakannya setiap hari.</p>
<p style="text-align: justify;">“yah kak Rena gimana dong? Andre kan pengen banget tinggal bareng kak Rena…”. “maap ya Ndre…gimana kalo kamu dateng ke alamat ini…”. Andre mencatat alamat yang diberikan Renata. “nah…itu alamat rumah temen kakak…kalau kamu masih niat sekolah di Bandung…kamu tinggal di situ aja…”. “tapi…cewek apa cowok, kak?”. “emang kenapa kalo cowok?”. “oh…kirain temen kakak cewek…”. “dasar ganjen kamu…”. “terus kalo Andre ke sana…bilang apa? masa tiba-tiba Andre dateng terus bilang mau numpang…”. “udah pokoknya kamu dateng dulu…kalo ditanya…bilang aja kamu Andre..adiknya Rena…”. “iya…tapi kapan Andre bisa ketemu sama kak Rena? Andre udah kangen pengen nyusu ke kak Rena nih…”, ujar Andre agak porno. “udah SMA masih nyusu aja…ntar deh kalo ada waktu…kak Rena bakal main ke sana…”. Andre tidak tahu tentang kakak angkatnya itu telah menikah dengan 2 orang pria sekaligus dan sedang mengandung. Renata hanya memberi tahu Andre dan keluarganya kalau dia kuliah di Kalimantan. Andre pun berangkat di antar kedua orang tua angkatnya. “ting tong…ting tong…”. Tak lama kemudian, seseorang keluar dari rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">“kamu Andre ya?”. “iya, kak…”. “dateng sendiri?”. 2 orang lagi turun dari mobil. “Anita?”. “eh Tante sama Om…apa kabar?”. “ternyata temen Renata itu kamu…Tante kira temen Renata itu cowok…Tante takut banget lho…takut Andre jadi bandel…”. “tenang aja Tante…Nita jagain Andre…kalo nakal…ntar Anita jewer…”. Mereka pun mengobrol di depan. “ayo Om Tante…masuk dulu…gak enak ngomong di luar…”. “gak usah Nit…Om sama Tante mau pergi lagi…”. “oh yaudah…ati-ati ya Om, Te…”. “Andre…jangan nakal ya…telpon tiap minggu…”. “iya, Ma…”. “nanti Papa kirim uang ke rekening kamu tiap bulan…”. “iya, Pa…”. Setelah berpamitan, orang tua angkat Andre itu meninggalkan mereka berdua. “ayo Andre…kita ke dalem…”. Anita langsung menutup pintu begitu mereka berdua berada di dalam. Anita menuntun tangan Andre. Saat berjalan ke kamarnya, Andre melihat sesuatu pemandangan yang ‘aneh’. Ada seorang laki-laki yang sedang tengah duduk di sofa yang ada di depan tv. Dan 3 wanita yang bugil sedang mengerubungi selangkangan pria itu bagai semut menemukan gula. Sebagai pria, Andre tahu hanya ada satu benda yang ada di selangkangan seorang pria, tak lain dan tak bukan adalah alat kejantanannya. Tapi, pasti butuh ukuran yang di atas rata-rata untuk bisa ‘menarik perhatian’ 3 wanita sekaligus, pikir Andre. Andre tidak sempat melihat karena keburu sampai di dalam kamar.</p>
<p style="text-align: justify;">“tunggu di sini ya, Ndre..”. Andre hanya bengong tak percaya, penisnya mulai bangun karena dia membayangkan dia ada di posisi pria itu. Saat asik melamun, pintu terbuka. “….”, mulut dan mata Andre sama-sama terbuka lebar. 2 gadis cantik tanpa sehelai benang pun sedang berjalan ke arahnya. Dua-duanya ia kenal, Anita dan Nadya. Teman kakak angkatnya, Renata, yang sering ia jadikan bahan masturbasi jika Renata sedang sibuk. “nah Andre…mulai sekarang…kamu tidurnya di sini bareng kita bedua…”. “yang bener, kak??!”. “iya…anggep aja kita pengganti Rena…”. Anita menuntun tangan kiri Andre ke vaginanya, sedangkan tangan kanan Andre sudah ada di vagina Nadya. Kayaknya masa SMA gue bakalan indah nih, pikir Andre. Andre pun menjadi bagian keluarga itu. Anita dan Nadya selalu setia membuat Andre merasa hangat setiap malamnya. Anita dan Nadya pun memperlakukan Andre bak raja. Setiap pagi, sarapan langsung siap di samping kasur, mandi pun Andre tidak perlu repot, Nadya dan Anita siap memandikannya. Setiap pulang sekolah, Andre langsung menuju kamarnya karena pasti ada Anita atau Nadya yang sudah menunggunya di ranjang tanpa busana.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti mimpi saja, pulang sekolah, pusing setelah seharian berpikir, sampai rumah melihat gadis cantik yang siap ditiduri membuat Andre jadi selalu cepat pulang. Dan jika Andre mau buang air kecil pasti Nadya langsung mengikutinya lalu dengan senang hati membersihkan penis muda Andre setelah buang air kecil. Tidak hanya sex, Andre juga bisa belajar tentang pelajaran dari sekolahnya dari Anita karena Anita memang pintar dalam hal pelajaran IPA atau IPS.  Dan yang menarik, saat belajar matematika, Anita merelakan tubuhnya menjadi tempat coret-coretan Andre. Tentu saja tempat favorit Andre menulis adalah di payudara, selangkangan, dan pantat Anita, dan tak jarang setelah selesai belajar Andre iseng dan menjadikan pensilnya yang tadi ia gunakan untuk menulis menjadi dildo ke Anita. Meski cara pengajaran yang aneh itu, Andre malah menjadi ingat terus menerus rumus-rumus yang telah ia tulis di tubuh Anita dan bisa mengerjakan semua soal matematika dengan mudah. Dan Anita selalu membersihkan tubuhnya setelah dicoret-coret Andre agar tetap sedap dipandang. Meski sudah punya Nadya dan Anita yang melayaninya, sebenarnya Andre ingin sekali merasakan kulit Putri yang kelihatan mulus itu, dia benar-benar penasaran, tapi Anita dan Nadya melarangnya karena Putri tidak boleh disentuh.</p>
<p style="text-align: justify;">“maaf, Pak…Bapak ini ayahnya Ibu Reisha?”. “bukan, Sus…saya suaminya…”. “…”. Suster itu terdiam sejenak dan memandangi Sapto dari kepala sampai kaki. Mengingat wajah Reisha, suster itu tak percaya Sapto adalah suaminya. “mm….kalo begitu Bapak silahkan masuk…Ibu Reisha minta di dampingi…”. “hmmppphhh !!!”, Reisha mendorong sekuat tenaga. Tangannya mencengkram kuat tangan Sapto. “terus Ma…terus !!”, Sapto hanya bisa mendukung Reisha dengan hati yang ketar-ketir. Sapto ingin buah hatinya selamat, tapi tentu dia juga tidak ingin kehilangan Reisha, istrinya yang cantik. “huf..huf…huf…”, Reisha mengatur nafas sebelum mulai mendorong lagi. Sapto mengelap keringat Reisha dan memperhatikan istrinya itu sedang berjuang antara hidup dan mati untuk mengantarkan buah hati mereka ke dunia. “OWEEE !!”. “selamat Ibu Reisha…bayi Anda laki-laki…”, ujar salah satu suster sambil memperlihatkan bayi mereka. Bayi laki-laki yang kelihatan sehat dan montok. “saya bawa dulu untuk di bersihkan…”. “Mas Sapto…”, lirih Reisha lemah. “sshh…Mama istirahat aja dulu…”. Tak dapat disangkal, rasa gembira yang luar biasa dirasakan keduanya. Gembira karena akhirnya mempunyai hasil dari percintaan mereka selama ini. Bayi laki-laki yang rencananya akan diberi nama Bayu Putra Pangestu itu murni hasil buah cinta Reisha dan Sapto.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak menikah, Reisha hanya bercinta dengan Sapto. Hanya sperma Sapto yang menggenangi rahim Reisha setiap harinya. Jadi, sudah pasti bayi itu adalah keturunan Sapto. Sapto bahagia dan bangga sekali. Akhirnya impiannya mempunyai anak dari Reisha terkabul. Setelah dirawat beberapa hari, Reisha akhirnya diperbolehkan pulang. “kenapa, Ndre? kok ngeliatin kakak?”, tanya Reisha melihat Andre memperhatikannya yang sedang menyusui bayu. “mm…”. “kamu mau?”. “bb…boleh?”. “boleh aja…tapi izin Om Sapto dulu ya…”. “dasar nih Andre…udah SMA masih mau nyusu aja…”, ledek Anita. “HAHAHA”, mereka semua tertawa. Reisha dan Sapto merawat bayinya dengan penuh kasih sayang sambil bersiap untuk membuat ‘generasi’ berikutnya. Anita dan Nadya kini semakin dekat seperti kakak adik atau lebih tepatnya seperti pasangan lesbian. Sementara Putri dan Andre mulai saling lirik-melirik. Dan jauh di sana, Renata sibuk dengan bayi dan 2 suaminya. Reisha, Sapto, Anita, Nadya, Putri, Renata, dan Andre kini menjadi satu keluarga yang terbentuk bukan karena hubungan darah melainkan karena balas dendam. Semuanya saling menjaga dan saling ‘menyayangi’ satu sama lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>*HAPPY ENDING*</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/the-fallen-princess-6-epilogue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korban Permainan Bapak Kost Bagian 2</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/korban-permainan-bapak-kost-bagian-2/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/korban-permainan-bapak-kost-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 14:12:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[blowjob]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[mona]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[pecun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2468</guid>
		<description><![CDATA[Mona Sudah seminggu sejak kejadian terkutuk itu, dan Mona sudah tidak berdaya apa-apa lagi untuk bisa menolak keinginan dari Mahmud yang ternyata sudah merencanakan semuanya dari jauh hari, apa yang harus dia lakukan dan terima. Awalnya dimulai dengan Mahmud “mengaudit” lemari baju Mona, ia mengambil semua celana dalam dan BH-nya, ia memilih baju-baju yang bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/mona-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2469" title="mona-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/mona-2.jpg" alt="" width="200" height="266" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Mona</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah seminggu sejak kejadian terkutuk itu, dan Mona sudah tidak berdaya apa-apa lagi untuk bisa menolak keinginan dari Mahmud yang ternyata sudah merencanakan semuanya dari jauh hari, apa yang harus dia lakukan dan terima. Awalnya dimulai dengan Mahmud “mengaudit” lemari baju Mona, ia mengambil semua celana dalam dan BH-nya, ia memilih baju-baju yang bisa digunakan, rata-rata baju yang disisakan adalah baju yang seksi, ketat atau tipis. Lalu ia mengambil atm dan kartu kreditnya, setiap hari bila berangkat kantor ia hanya diberikan uang secukupnya untuk makan dan ongkos, dan juga secara otomatis kini gadis itu tidak pernah menggunakan underwear lagi. Semua celana panjang miliknya telah diambil juga, sehingga kini ia hanya punya rok yang minimal pendeknya 10 cm di atas lutut. Mona sudah pasrah, ia sudah merasa tidak ada harganya lagi sebagai wanita, harga dirinya sudah dirampas dan dipermainkan oleh Mahmud. Banyak sudah permintaan dari Mahmud untuk melayani dirinya, baik permintaan yang “biasa-biasa” saja atau permintaan yang aneh-aneh, seperti dia harus striptise diiringi musik, atau harus memblowjob dengan posisi tangan terikat dan macam-macam lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kondisi tidak boleh menggunakan underwear, Mona benar-benar merasa risih sekali apalagi kalo harus berangkat kantor atau beraktifitas. Ia merasa dirinya telanjang dan kayanya semua mata laki-laki yang berpapasan seperti mengetahui bahwa dibalik bajunya ia tidak menggunakan BH. Juga sekarang bila ke kantor, ia diwajibkan menggunakan sepatu yang berhak tinggi, sehingga menonjolkan pantat bulatnya yang dibungkus oleh rok mininya yang ketat. Sering saat ia berdesakan dalam bis kota, ada tangan-tangan jahil yang mencoel pantatnya atau bahkan menggesek-gesek pantatnya saat berhimpitan, dan karena ia diperintah Mahmud untuk tidak marah atau menolak bila dia ada yang melecehkan seperti itu, jadi ia tidak berdaya orang-orang jahil itu menikmati kenyalnya pantat bulatnya itu. Juga dengan berjalan menggunakan high heels ini membuat payudara Mona bergoyang-goyang seiring langkahnya, seolah-olah menantang untuk diremas dan dibelai. Yang membuat Mona heran, dalam kondisi yang diperbudak oleh Mahmud ini malah kadang membuat dirinya terangsang, mungkin karena kondisi yang tidak berdaya ini yang menyebabkan libido-nya meningkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan kadang-kadang ia merasa bangga karena tubuhnya yang memang seksi ini benar-benar selalu mejadi pusat perhatian orang, walau sebenarnya itu merendahkan derajatnya sebagai wanita baik-baik. Kini sudah berjalan 3 minggu sejak kejadian itu, setiap malam ia harus melayani Mahmud dengan beberapa cara dan gaya. Dan kini Mahmud sudah siap untuk melanjutkan planning kotornya ke gadis malang itu. Ia sudah cukup puas dengan setiap malam bisa menikmati kehangatan dari Mona yang kini seperti boneka hidup. Jadi kini ia ingin ngerjain Mona dengan segala rencana yang sudah dia susun. Hari ini memulai hari dengan jantung berdebar dan rasa khawatir yang luar biasa, karena tadi malam Mahmud memberikan perintah yang bikin jantungnya serasa copot dan rasanya pengen mati aja. Perintahnya adalah ia tidak boleh mengatakan tidak/menolak permintaan dari semua laki-laki, apalagi yang berhubungan dengan hal-hal mesum/seks, apapun perintahnya ia harus turutin sampai laki-laki tersebut sudah mencicipi/menikmati dari apa yang diminta.</p>
<p style="text-align: justify;">Mahmud juga mengatkan bahwa ia akan memasang mata-mata atau bahkan ia menyuruh teman-temannya sendiri untuk yang melakukan permintaan-permintaan itu, jadi Mona tidak bisa bohong bila ia berusaha menolak atau menghindar. “haduuuuhh…mampus deh gua sekarang, anjing bener tuh si Mahmud” kutuk Mona dalam hati, tapi ia tidak berdaya apa-apa untuk menolaknya. Jantungnya berdebar-debar juga membayangkan hal apa yang akan menimpanya nanti, walau selama ini ia dipaksa oleh Mahmud untuk melayaninya dengan segala cara. Sebenarnya secara tidak sadar Mona sudah menjadi wanita yang kaya pengalaman dalam hal seks dan tau bagaimana memberikan kepuasan pada lawan jenisnya. Dan ia juga tidak memungkiri, bahwa kini ia juga menikmati sensasi luar biasa dalam berhubungan seks, hanya karena lawan jenisnya saja yang seperti Mahmud yang kakek buruk rupa itu yang membuat dia kesal. Dari pagi sampai sore di kantor, Mona bersyukur bahwa tidak ada kejadian apapun yang membuat dia harus menuruti perintah orang dan kini sebelum pulang ia harus menelepon Mahmud untuk memberi laporan.<br />
<span id="more-2468"></span><br />
“hemmm…belum ada ya?”kata Mahmud setelah mendengar laporan Mona. “gapapa lah..kamu tenang aja, ga usah gugup karena baru pertama, biar kamu agak santai kamu sekarang pake baluran perangsang yang udah aku masukin ke tas kamu..” “Waduh..yang bener pak? Uuh tega banget sih bapak..” Mona kaget mendengar perintah itu. Ia memang diberikan botol kecil yang berisi cairan khusus, entah dimana Mahmud mendapatkan barang seperti itu. “Udaaah jangan banyak omong, cepet pake video call pas kamu pake di 2 puting kamu, lidah dan bibir kamu dan juga di memek kamu..cepet!!!” Mona mengeluh dalam hati, tapi ia tetap melakukan perintah itu. Di kamar mandi, ia mulai membalurkan cairan itu ke tempat-tempat yang disuruh, dan sebentar saja Mona merasakan putingnya mengeras dan menjadi sensitive sekali. Lalu ia mulai merasakan efek baluran itu juga pada memeknya yang langsung basah dan ada perasaan yang kuat, yaitu keinginan untuk agar memeknya menerima usapan liar dan terutama keinginan disodok sama kontol. Begitu juga dari ada keinginan kuat untuk mencicipi aroma kontol agar bisa dihisap-hisap dan diemut melalui bibir seksinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mona kini benar-benar tak berdaya. Mahmud tertawa-tawa melihat reaksi Mona melalui video call-nya, melihat gadis itu mendesah dgn pandangan tidak focus “Hei Mona..!! kamu maunya apa?” teriak Mahmud secara tiba-tiba. “Mau kontol…eeh, ngga sa..salah..ga mau apa-apa..” tanpa sadar Mona menjawab dengan latahnya. “Ga mau dientot..?” “mauu…mau..,ngeh..ngga..ngga..” “hehehe..selamat pulang yaaah…” Mahmud terkekeh melihat hasil dia ngerjain Mona. Gadis itu mengeluh dalam hati, karena sepertinya akan sulit menghindar dari malapetaka pelecehan terhadap dirinya karena kondisi dirinya sekarang dan perintah dari Mahmud yang harus menjadi “yes girl”. Ditambah lagi kini ia tidak punya uang untuk pulang dan mau ga mau harus jalan kaki untuk pulang ke kost. Mona berjalan pulang dengan perasaan yang tidak karuan, sekuat tenaga ia menahan keinginan liar yang dibangkitkan secara tidak wajar pada bagian-bagian tubuhnya yang menjadi sangat sensitif yang sangat membutuhkan pelampiasan. Karena harus menahan nafsunya itu sering Mona menahan nafas dan mengerang pelan dengan wajah yang sayu dan horni, sehingga wajahnya yang cantik itu tampak menggairahkan, belum lagi tubuhnya yang seksi itu menggunakan blus kerja yang tidak mampu menyembunyikan tonjolan dada yang membusung dan rok mininya memperlihatkan paha yang putih mulus dan jenjang itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebisa mungkin gadis itu tidak memandang orang-orang yang berpapasan dengan jalan menunduk, karena setiap ia melihat laki-laki darahnya serasa berdesir dan membayangkan kontol dan kenikmatannya bila ia bisa mengulum-ngulum kontol itu atau digesek-gesekkan ke memeknya sambil buah dadanya diremas-remas, kembali Mona mendesah pelan membayangkan itu semua. Makin lama perasaan yang meledak-ledak itu makin kuat membutuhkan pelampiasan, tapi Mona terus menguatkan dirinya jangan sampai ia merendahkan martabatnya, ia terus berharap tidak ada laki-laki iseng yang bakal ngajak dia aneh-aneh yang dia ga bisa tolak. Kini Mona malah merasakan bahwa memeknya jadi agak basah karena gesekan 2 pahanya saat melangkah dan hal itu makin menyiksa dirinya yang makin horni, apalagi gesekan bajunya dengan putingnya yang mengeras itu juga makin membuat nafas Mona agak memburu dan bibirnya yang seksi seperti menahan nyeri. Mona terus berjalan dan berusaha untuk secepat mungkin melangkah, tapi karena gangguan rasa horninya kadang-kadang ia tampak sedikit limbung dan memelankan langkahnya karena menahan nafsunya. Sejauh ini ia masih aman dari gangguan laki-laki meskipun dia tau setiap laki-laki yang berpapasan dengan liar menatap dirinya dan tubuhnya yang aduhai, ia masih berharap walau harapannya tipis karena ia juga diberikan rute pulang oleh Mahmud yang sedikit rawan untuk seorang wanita seperti dirinya pulang jalan kaki sendirian. Dan apa yang ditakutkan gadis itu benar-benar terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam rute yang diberikan, Mona harus memotong jalan gang di belakang pasar daging dan pada saat ia masuk gang tsb di kanan kiri-nya merupakan kios-kios daging yang sudah sepi karena pasar sudah tutup. Saat baru berjalan beberapa langkah, ia mendengar suara beberapa laki-laki berbicara diselingi dengan suara tertawa. Sepertinya mereka sedang bermain sesuatu. Dugaan Mona tidak salah, karena saat itu memang ada beberapa supir angkot yang sedang melepas lelah setelah seharian narik dan menghabiskan waktu main judi sambil minum minuman keras, dan saat ini mereka sudah mulai dipengaruhi oleh alcohol. “Siaaall…!! Waah lo pada pasti ada yang curang niih…abis duit gua..” seloroh Tono sambil membanting kartunya, hari ini dia memang lagi sial karena kalah melulu. “Bilang apa nih ntar ama bini gua?” katanya sambil menenggak beberapa teguk bir-nya. Teman-temannya hanya tertawa-tawa mengejek Tono dan yang ditanggapin sambil terkekeh-kekeh dan dia berdiri karena mau kencing. Saat ia berdiri itu ia melihat Mona yang sedang berjalan dengan sedikit terhuyung, saat ia menajamkan penglihatannya ia terbelalak melihat kecantikan dan keseksian gadis yang akan lewat di jalan sepi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Woii..woi..liat tuh, ada cewe cakep banget..cepetaan, keburu lewat loh..” serunya ke teman-temanya. “Ahhh..palingan si Surni yang di belakang itu kan? Ga jauh deh lo Ton..”seloroh temennya sambil tetep maen kartu. “Eeeehh..beneraaann.., ya udah gua aja yang mau ngeliat lebih deket..” kata Tono sambil berjalan dengan arah memotong arah perjalanan cewe nafsuin itu. Teman-temannya tetep cuek dan membereskan kartu dan botol-botol lalu meninggalkan tempat itu. Mona terus berjalan sambil tetap menahan rasa horni-nya, dan sebentar saja dia melihat ada laki-laki yaitu si Tono sedang bersender di salah satu kios kosong sambil memandanginya. Mona berdoa agar laki-laki itu ngga iseng dan ia terus jalan sambil menunduk. Saat melihat lebih dekat, Tono makin takjub melihat Mona terutama keindahan badannya. Ia menelan ludah melihat payudara gadis itu yang bulat dan montok dan ia melotot karena secara samar ia seperti melihat tonjolan puting dari kain blusnya yang memang agak ketat. Dan saat ia melihat pahanya kembali ia menelan ludah melihat batang paha yang putih bersih dan jenjang itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena bengong itu dan seperti orang linglung Tono tidak sengaja melepas botol minumannya sehingga jatuh dan pecah. “Praanngg…!!” “Eh kontol…kontol enak…!!” Mona tanpa sadar teriak karena latahnya dan pikirannya yang sedang kacau. Mendengar latah itu, Tono tertawa dan jadi lebih berani ditambah lagi ia juga sudah agak mabok.. “Hehehe…emang enak ya kontol ya mba..?” pancingnya “hmmmm…?” Mona mengutuk dirinya kenapa ia menjawab dengan gaya yang seksi dengan pandangan mata sayu dan suara yang serak-serak basah, dan ia memandang ke arah Tono yang merupakan laki-laki berkulit hitam dengan ukuran tubuh sedang, berusia sekitar 30-an dengan wajah yang keras karena kehidupan. “A..apa bang?” tanya Mona lagi yang tidak sadar menjilat bibirnya yang ranum itu. “Ngga…demen sama kontol emangnya…?” blingsatan Tono melihat bibir seksi yang basah dan sprt menyeringai menantang itu. Mona menelan ludah beberapa kali mendengar pertanyaan itu, dan dengan sedikit gemetar ia menjawab, “De.. demen banget bang..” pikirannya udah menerawang ga jelas karena rasa takut dan desakan birahinya yang meningkat terus.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuhnya serasa lemas dan tak bertenaga sehingga 1 tangannya bersandar pada meja kayu. Ia merasa memeknya makin basah dan serasa desiran-desiran pada perutnya yang menjalar ke bagian selangkangnnya makin kencang. Tono lebih berani lagi melihat respon gadis itu, ia merasa celana bagian selangkanganya jadi agak sesak “Enaknya emang gimana sih?” sambil ia membenarkan arah kontolnya. “Hmmmm….oouh..enaknya diciumin, dijilat…nggg..sama diisepin bang..” jawab Mona sambil matanya tanpa sadar melihat ke arah kontol Tono karena gerakan tangannya, dan ia makin sesak nafasnya. Tono benar-benar ngga ngira akan ada jawaban seperti itu, jantungnya berdetak kencang karena ia jadi gugup juga ngeliat ada gadis secantik dan seseksi Mona berada di tempat seperti ini dan bertingkah yang di luar dugaan itu, ia lalu ngajak Mona untuk masuk ke tempat lebih agak ke dalam dan tertutup dari luar dan gadis itu juga tidak menolak. “Rejeki banget nih…” pikir Tono dalam hati. Ia sekarang tidak peduli lagi asal usul gadis ”maut” ini, yang penting bisa dipakai.</p>
<p style="text-align: justify;">“teruss..? selain itu enaknya apa lagi..?” tanya Tono “uuuh..nanyanya gitu?” kesal juga Mona, tapi ia sudah pasrah karena tau ia tidak akan lepas sekarang “yaaah…paling enak kalo dimasukin lah bang..” “wahahaha…tau aja kamu.., kamu..ehem..kayanya ga pake bh yah?” tanya Tono, ia sudah benar-benar ngaceng sekarang, ia kini lebih berani lagi, lalu ia menarik tangan Mona agar lebih dekat berhadap-hadapan sampai ia bisa mencium aroma wangi dari gadis itu “Ngga bang..” “Haah..bener? coba gua cek..” sambil ngomong gitu jari kedua tangan Tono ke arah puncak bukit payudara Mona dan saat dijamah ia segera merasakan puting yang mengeras tanpa ditutupi BH, ia melihat tubuh Mona menegang dan keluar rintihan lirih dari bibir seksinya, dan tubuhnya menggeliat saat ia memuntir-muntirnya dan makin cepat rintihan yang terdengar. “enak yaaaa…” “Ngeh..ouuh..ss..stop bang…” Mona masih berusaha menolak, tapi ia segera ingat pesan Mahmud. “Nggeehh..iyaa…enaak bgt baaang…oouuhh…aww..kok dicubit..?” ralatnya dan juga karena birahinya sudah memuncak ia jadi berlaku seperti wanita murahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesadarannya yang sudah tipis itu, merasa terhina sekali karena ia harus merelakan putingnya dipuntir-puntir sama laki-laki asing dan berkasta rendah. Melihat erangan dan geliat tubuh Mona makin liar itu, Tono tau bahwa gadis di depannya ini sedang dalam keadaan horni banget. Hal ini makin membuat dirinya senang akan kenikmatan yang akan didapat, ia tidak peduli lagi kenapa gadis ini bisa horni kaya gini. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Mona, dan segera ia merasakan hembusan nafas Mona yang hangat dan cepat menerpa dan dengan cepat bibirnya menempel ke bibir gadis itu yang terasa basah dan hangat. Kelembutan bibir Mona makin membuat Tono bernafsu. Ia melumat dan mengulum-ngulum dengan liar, terdengar suara mengerang dari Mona yang menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lemah, sebenarnya hampir pingsan ia mencium aroma minuman keras dan mulut apek Tono. Meski masih berupaya menolak walau hanya setengah hati, tapi sebenarnya ia merasa sangat menikmati lumatan kasar dari Tono itu, tubuhnya merespon dengan sendirinya akibat birahinya yang sudah mengalahkan logikanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil mencium, kini bukan saja memuntir putingnya tapi mulai meremas-remas dengan liar gumpalan daging kenyal yang kencang nan padat itu. Gadis itu makin merintih-rintih dalam ciuman Tono yang berpindah ke leher Mona yang harum memabukkan. “Ouucchh..” Mona menjerit lirih saat lehernya dicupang oleh Tono dan ia makin menggelinjang saat Tono mendesah dan menggumam tak jelas di kupingnya. Hembusan nafas Tono dan jilatan lidahnya membuat Mona blingsatan, tanpa sadar tangannya mengarah ke memeknya dan langsung mengusapi liang memeknya yang sudah becek itu. “Ouuucchh..aaannngggghhhhhhhhhhhhhhh….” sebentar saja Mona mencapai klimaksnya, tubuhnya menggetar hebat dan dadanya bergerak naik turun dalam remasan-remasan Tono. “Hohohoho..ga pake cd juga kamu ya…emang udah siap dintetot kamu kayanya..” ujar Tono setelah melirik ke bawah dan melihat tangan Mona yang menggeseki selangkangannya sendiri. Gadis itu merasa wajahnya panas karena malu tapi ia tak berdaya karena nafsunya sendiri. Kini dalam otaknya hanya pengen ada kontol yang bisa ia nikmati lewat mulutnya atau lewat memeknya, ia sudah tidak perduli lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi ia tetap berusaha menjaga gengsinya walau ia sendiri juga tidak tau gengsi apa lagi yang bisa ia pertahankan. Setelah melancarkan remasan dan ciumannya selama 15 menit, Tono melonggarkan pelukannya ke Mona yang kini bersandar dengan keadaan yang menggiurkan. Rambutnya terlihat sedikit awut-awutan yang malah menambah kecantikan wajahnya yang diselimuti nafsu, kancing bajunya terbuka sehingga terlihat belahan dada montok yang menyembul dibalik bajunya yang acak-acakan. Gerakan dada montok itu naik turun nafsuin karena nafas Mona yang terengah-engah karena perbuatan Tono dan terutama karena sehabis orgasme tadi. Rok yang sudah mini itu terangkat ke atas memperlihatkan sedikit pangkal pahanya yang malah bikin ser-seran bagi Tono. Kulit paha yang putih itu terlihat sangat mulus dan menaikkan gairah. “Lo bilang tadi suka kontol kan?” tanya Tono, sambil mulai membuka resleting celananya dan sebentar kemudian ia mengeluarkan kontolnya yang sudah ngaceng daritadi. Ukurannya tidak terlalu panjang tapi diameternya cukup besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat batangan lelaki itu, Mona tidak mampu mengalihkan pandangannya dan menatap kontol itu dengan penuh nafsu dan beberapa kali menelan ludah. Yang ada di otaknya cuma pengen menikmati kontol itu. Lututnya serasa lemas dan gemetar menahan nafsunya untuk “menerkam” kontol Tono. Melihat tatapan Mona yang ngga lepas dr kontolnya dan wajah cantiknya yang seperti singa betina kelaparan melihat daging kijang nan empuk itu, Tono tersenyum senang. “Kamu mau kan nikmatin kontol gua?” tanyanya yang dijawab dengan anggukan cepat dan erangan Mona “Kalo gitu, kamu buka baju kamu sekarang” “Oooh…” Mona terdiam sesaat, tapi dengan jari gemetar ia mulai melepas kancing bajunya satu per satu. Tono Tono menelan ludah melihat gerakan Mona yang perlahan itu mulai memperlihatkan sedikit demi sedikit bagian dalam tubuhnya, dimulai dengan terlihatnya payudara yang berbentuk bulat sempurna dan berukuran di atas rata-rata itu, lalu terlihat perut yang langsing dan pinggang yang ramping tanpa lemak. Ditambah lagi kulitnya membungkus tubuh sintal itu begitu sempurna dan halus.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini Mona sudah berdiri dengan tubuh bagian atas telanjang, yang membuat kontol Tono terasa sakit karena saking kencangnya. “Cepat..isepin kontol gua..yang enak!!” “Ouuuhh…” erang Mona, ia berlutut dan kini kontol ngaceng itu sudah berada di depan wajahnya. Sambil menjilati bibirnya yang ranum ia meraih dengan lembut batang kemaluan itu, lalu ia mengecup pelan kepala kontol yang bulat dan beraroma khas. Kecupan lembut itu dilanjuntukan dengan jilatan-jilatan yang menyapu seluruh bagiannya. Jilatan itu diiringi dengan erangan-erangan penuh nafsu yang keluar dari mulutnya dan sebentar kemudian gadis itu memasukkan kontol itu ke rongga mulutnya. “Mmmmmmmmmmghh..” Mona menikmati batang kelaki-lakian Tono yang memenuhi mulutnya, bergerak sliding keluar dan masuk dengan lancar dan cepat yang membuat laki-laki beruntung itu merem melek keenakan, dari atas ia melihat bagaimana bibir Mona yang merah itu menelan kontolnya dan lidahnya yang seperti ular itu menjilatinya dengan penuh nafsu. Tono beberapa kali menggelinjang saat lidah gadis itu menyapu urat besar di bawah alat kemaluannya, dan Mona yang sudah ahli itu memainkannya dengan makin cepat dan liar. Sekejap Mona sadar bahwa ia dengan nafsunya memberi blowjob untuk laki-laki seperti Tono, tapi kesadaran itu langsung lenyap lagi akan kebutuhannya, nafsu yang menguasai dan rasa “laparnya” terhadap kontol laki-laki, laki-laki manapun.</p>
<p style="text-align: justify;">Mona terus menyepong kontol itu dengan nikmat, bibir merahnya melingkar dengan ligat dan lidahnya yang basah dan panas itu terus menjilati dengan cepat dan ahli, gadis itu terus menghisap makin dalam dan dan kuat, akhirnya.. “Uuuugghhh…mantap bangeeet…jago banget lo ngisepnya” teriak Tono, spermanya membanjiri rongga mulut Mona yang langsung ditelannya dengan nikmat dan diteruskan menjilati batang Tono yang tetap perkasa itu. “Oke sayang…saatnya gua cicipin memek lo yah..” ia menarik wajah Mona ke belakang dan ia mencium bibir sexy itu sekali lagi. Lalu tangannya merayap ke arah bawah perut Mona dan menyusup langsung ke liang memek yang sudah basah itu. Jari-jari ahli itu langsung menemukan klitoris Mona yang sudah terangsang banget dan mulai memainkan jarinya dengan cepat. Mona langsung menggelinjang hebat. “Uuuuuuuugggggmmmmmmmmmmm” Mona menjerit dalam ciuman Tono. Kedua bola mata Mona yang indah itu terbelalak tak percaya, kenapa hal ini bisa terjadi. Yang awalnya dia seorang gadis cantik nan seksi yang hanya menjadi impian setiap laki-laki, kini tubuhnya berada dalam kekuasaan seseorang seperti Tono yang saat ini sedang leluasa menikmati kenikmatan surga dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuuuugghhmmmm..” kembali ia mengerang merasakan payudaranya mengencang dan timbul rasa geli dan makin panas hawa nafsunya. Liang memeknya makin banyak mengeluarkan cairan pelumas yang memudahkan gerakan jari-jari Tono. Nafasnya makin memburu melalui hidungnya dan matanya yang sayu itu bergerak liar saat ia makin dekat dengan puncak kenikmatan yang berusaha dia tahan. Lalu ia menyerah dan orgasme yang luar biasa terjadi dengan liar. “Aaaaaaaaggghhhhhhhhhh” “Heheheheh…enak kan?” ujar Tono sambil melihat dengan senang Mona yang kini berdiri dengan goyah di atas sepatu stiletto-nya berusaha menenangkan pikiran dan gejolak dirinya setelah klimaks tadi. Ia pasrah saja saat Tono menurunkan rok mininya melalui paha jenjangnya ke bawah dan secara otomatis ia melangkahkan kakinya keluar dari roknya tersebut. Kini tubuhnya sudah polos telanjang hanya menggunakan sepatu hak tingginya saja. “Emang seksi banget lo ya..” ujar Tono, lalu ia menggerayangi setiap lekuk liku tubuh montok itu, pantatnya yang bulat dan kencang itu menjadi sasaran remasan dan cubitan tangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mona hanya menggeliat-geliat lemah dan tampak menikmati setiap usapan pada tubuhnya. “Sekarang gua mau nyicipin memek lo ya neng..” kata Tono, lalu ia mengangkat tubuh Mona ke atas meja kayu dan mengangkangkan kedua batang paha Mona sehingga kini liang memek gadis itu terbuka menantang sejajar dengan kontol Tono yang sudah siap “menggempur”. Mona menelan ludah dan tanpa sadar lidahnya menjilati bibir merahnya sendiri saat melihat Tono menuntun kontolnya ke arah memeknya yang panas dan basah itu. Ia tersentak saat “helm” kontol itu menyentuh bibir memeknya dan yang segera dibenamkan masuk. Mata Mona membelalak dan punggungnya menegang ke belakang, tubuhnya serasa dialiri listrik tingkat tinggi, kedua tangannya meremas kuat pinggiran meja menahan serangan liar penuh nafsu itu. “Uuuuuuuuggghhhhhhh….!” Gadis itu melenguh-lenguh seirama dengan pompaan Tono yang maju mundur dan makin lama makin cepat, gesekan batang keras nan hangat itu dengan dinding memeknya membuat dirinya belingsatan. Ditambah lagi remasan-remasan tangan Tono yang kasar pada payudaranya menimbulkan sensasi yang luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooouuuff…aak..akhu mau keluaaaaarr…nnggeeeehhh..” diakhiri erangan panjang ledakan orgasme menyerang sekujur tubuh Mona yang menggelinjang “Aaaaiiiiiiiiiieeeeeeeee….” Otot-otot memek Mona bergetar saat klimaks mebuat Tono melem melek merasakan sekujur batang kontolnya seperti dipijit-pijit, menimbulkan kenikmatan tiada tara. Tono terus memompa kontolnya keluar masuk dan makin cepat. 1 menit kemudian, Mona mencapai puncaknya lagi “Ooouuuuuuuufffffffnngggghhh…” “Terus bang…oouuhh….yang keras, yang ce…cepeth baangg..hhhhnnnnnnggg…” Mona yang sudah dikuasai sepenuhnya oleh nafsunya, meracau tak karuan diselingi desahan-desahannya yang menikmati setiap sodokan kontol Tono yang perkasa. Gadis itu mengempit pinggang Tono dengan kedua pahanya yang makin membuat Tono keenakan karena lubang memek gadis cantik itu serasa makin sempit dan memijit-mijit kemaluannya. Keperkasaan Tono benar-benar membuat Mona makin liar dan blingsatan, ia sampai mencapai klimaksnya sebanyak 4 kali dan setiap klimaks itu membuat dirinya makin lepas kontrol menikmati permainan panas itu, ia tidak peduli lagi sekarang dengan memeluk tubuh tegap Tono dan menciumi leher dan sesekali melumati bibir laki-laki beruntung itu. Tono juga tidak ketinggalan, sambil terus memompa kontolnya maju mundur tanpa kenal lelah, tangannya tak berhenti bergerilya ke sekujur tubuh seksi Mona, kesintalan tubuh gadis itu sungguh menggairahkan dan daging kenyal di dada serasa hangat dan lembut dalam setiap remasannya. Sesaat kemudian, Tono mempercepat sodokannnya dan wajahnya sedikit menegang, sambil memegang erat pinggul bulat montok itu, dengan sodokan keras akhirnya</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuuuuuuuuuuggggghhhhhh…..” “Aaaaiiiiiiiieeeehhhhh….” Mona juga mencapai klimaksnya yang meledak kuat sekali berbarengan dengan lawan mainnya, ia merasakan “lahar” panas memenuhi liang kemaluan wanitanya. Tubuh sexynya mengejang menikmati setiap detik sensasi luar biasa yang ditimbulkan karena permainan seks mereka. Setelah beberapa saat menikmati setiap detik orgasme yang mereka alami, sambil meringis keenakan Tono mencabut kontolnya dari memek Mona lalu ia terduduk lemas karena keenakan, ia memandangi tubuh montok Mona yang telanjang di depannya dan ia menghela napas memikirkan keberuntungan dirinya dapat menikmati tubuh dari gadis secantik itu, karena kecapean dan pengaruh alkohol Tono ketiduran sambil tersenyum menghiasi bibirnya. Setelah terlampiaskan nafsunya yang dibangkitkan secara tidak wajar, kini Mona merasa tubuhnya lemas juga dan dengan perlahan ia mulai mengenakan kembali bajunya dan rok mininya. Lalu dengan langkah limbung ia meninggalkan tempat itu. Ia memandang ke Tono yang tertidur dan membayangkan kejadian barusan, dimana ia menikmati permainan seks dengan laki-laki seperti Tono yang dalam keadaan biasa tidak mungkin ia akan melakukannya. Dengan menghela nafas ia terus berjalan berusaha menghilangkan ingatannya mengenai dirinya yang dinikmati oleh laki-laki asing itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/korban-permainan-bapak-kost-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anggie The Series: Pelecehan pun Berlanjut</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/anggie-the-series-pelecehan-pun-berlanjut/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/anggie-the-series-pelecehan-pun-berlanjut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 02:01:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[anggie]]></category>
		<category><![CDATA[bondage]]></category>
		<category><![CDATA[budak seks]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[perkosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2432</guid>
		<description><![CDATA[ANGGIE&#8230; Semenjak kejadian pertama, ketika mas Hari dan mas Mantri memperkosa saya, sudah beberapa kali mereka mengulangnya. Setiap kali melakukan mereka selalu mengerjai saya dengan cara cara yang belum pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Dan yang paling aneh mereka seolah tahu jadwal tugas luar mas Aries suami ku. Mereka selalu merekam setiap mereka menyetubuhi diriku. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/anggie-pelecehan-berlanjut.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2433" title="anggie-pelecehan-berlanjut" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/anggie-pelecehan-berlanjut-230x300.jpg" alt="" width="230" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">ANGGIE&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Semenjak kejadian pertama, ketika mas Hari dan mas Mantri memperkosa saya, sudah beberapa kali mereka mengulangnya. Setiap kali melakukan mereka selalu mengerjai saya dengan cara cara yang belum pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Dan yang paling aneh mereka seolah tahu jadwal tugas luar mas Aries suami ku. Mereka selalu merekam setiap mereka menyetubuhi diriku. Diriku sebenarnya merasa sangat terhina atas perlakuan mereka tapi yang aneh saya juga selalu menikmatinya. Mereka selalu menggunakan hasil rekaman kamera itu untuk mengancam saya. Mas Aries suamiku tidak pernah mengetahui bahwa istrinya sekarang telah menjadi budak seks para cleaning service itu, malah dia masih suka mengundang mereka datang ke apartement kami. Namun sebuah kejadian telah membuat saya sangat ketakutan. Hari itu mas Aries sedang tugas ke kota Busan, dan baru kembali 3 hari lagi. Seperti sudah saya duga sebelumnya, sore sore sekali setelah jam kerja kedua orang itu menelpon.</p>
<p style="text-align: justify;">”Anggie..” sekarang mas Mantri memanggil nama saya dengan nama saja tanpa embel embel mbak seperti sebelumnya. “Kami mau datang kesana, tolong kamu bersiap pakai mantel kamu.. jangan pakai apa apa lagi, kita jalan jalan….” segera aku hendak memprotes, tapi…”Jangan bantah kalau tidak mau rekaman kamu saya putarkan didepan suami kamu, dan setelah itu kami sebar di internet” mulut ku segera terkunci aku pun melepas pakaian ku, mengenakan mantel ku dan duduk di ruang tamu menuggu kedatangan mereka dengan perasaan yang campur aduk… terhina, malu, tapi juga ada gejolak rasa aneh yang menggelora. Tidak berapa lama bel pintu apartement saya berbunyi. Saya membukakan pintunya, ” wah kamu cantik sekali …dasar cewe’ nggak punya urat malu hahahahaha…” sambil berkata gitu tangan mas Mantri merogoh ke pantat saya yang tidak mengenakan apa apa dibalik mantel. Saya benar2 terhina..</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian mereka mengajak saya pergi, di sepanjang jalan orang banyak menatap saya sebab mantel yang saya gunakan sedikt pendek dengan bagian bawah yang mengembang. sehingga terkadang jika sebuah kendaraan yang melintas dekat saya atau ada angin nakal maka mantel itu akan mengembang dan memperlihatkan bagian bawah saya yang telanjang. Beberapa kali hal itu terjadi saya selalu berusaha menutupi dengan menekan mantel saya dengan tangan, tapi mas Mantri tidak membiarkanya, dia selalu sigap menangkap tangan saya. Ternyata mereka membawa saya kesebuah kawasan yang bisa dianggap cukup rawan di kota itu. Kami memasuki sebuah tempat yang ternyata adalah tempat yang melayani pembuatan tatto dan tindik. Kemudian mas Hari yang berwajah seperti Tukul tapi tidak lucu itu terlihat berbicara dengan bahasa Korea dengan pemilik tempat itu, walau cuma cleaning service mas Hari memang sudah jauh lebih lama tinggal di Korea dibanding saya selain tempatnya bekerja memaksanya harus bisa bahasa Korea. Terlihat beberapa kali pemilik tempat itu milirik kearah saya kemudian terkekeh.<br />
<span id="more-2432"></span><br />
Ternyata mereka menghendaki saya di tindik. Kontan saya menolak “bagaimana mungkin….gimana kalau mas Aries tahu…” kata saya.”kalau gitu kita tindik di tempat yang tidak bisa dilihat dia..” “kamu harus mau kalau nggak saya putar cd kamu, apa kamu mau..” mas Hari berkata, suaranya sangat menyeramkan saya menjadi ketakutan..saya terdiam dan menagis..tapi tiba tiba parrrr…. pipi saya ditamparnya dengan keras sehingga saya jatuh kelantai..”jangan macam macam kamu ya….” ” ayo bangunnn…” sambil bicara tangannya masuk ke dalam mantel saya dan meraih puting saya dan membetotnya dengan keras…sehingga saya terpaksa bangun karena sakitnya…”sudah Anggie turuti saja apa maunya Hari..daripada kamu lebih tersiksa.. lagi pula di tindik kan nggak terlalu kelihatan bekasnya kalau sudah sembuh..” demikian kata mas Mantri seolah membujuk….walau dia suka mempermalukan saya tapi saya lebih takut terhadap mas Hari yang selalu bertindak kejam.</p>
<p style="text-align: justify;">“saya tahu suami kamu selalu kuno dalam berhubungan seks…, dia pasti mematikan lampu kalau sedang berhubungan dengan kamu jadi pasti nggak bakal tau deh” katanya lagi. baru saja dia terdiam mas Hari kembali menarik putingku dengan kerasnya. “ughhhh sakit masssssss” dia menyeret saya ke meja praktek orang Korea itu. Akhirnya disebabkan  takut terhadap mas Hari dan bujukan mas Mantri yang saya pikir ada benarnya saya pasrah. Ternyata mas Hari meminta orang Korea itu menindik saya di kedua puting  saya dan di kelentit saya.. Saya langsung terlonjak kaget .. dan hendak meronta tapi lagi lagi saya di tampar dengan keras. Akhirnya saya benar benar pasrah kemudian mereka menyuruh saya melepaskan mantel saya…. Orang korea itu tertawa keras melihat keadaan saya, sekarang saya sudah tidak memiliki lagi bulu dikemaluan saya semenjak mereka mencukurnya, mas Aries pernah bertanya kenapa saya mencukur jembut saya,  saya hanya berkata bahwa saya ingin tampil lebih bersih.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian orang Korea itu menarik dan memilin milin puting saya sehingga saya terangsang dan puting saya mulai mengacung dan tiba tiba cess”aughttt sakitttt…”  saya menjerit..puting kiri saya sudah di tembus dan dengan sigap dia memasangkan anting anting berbentuk cincin di puting kiri saya. dan seperti tidak mau menggu lama dia mulai bekerja di puting kanan saya, dan seperti tadi “augguuuuuht sakitt” puting saya pun sekarang memiliki anting. Tapi kemudian dia mulai turun ke vagina saya, dia memilin itil saya, lalu.. “ahhhhhhh sakitttt” kali ini rasa sakitnya jauh melebihi yang tadi, saya sampai berkunang kunang. dan… kali ini bukan anting2 yang dia pasangkan tetapi sebuah gembok kecil. begitu kecil menyerupai gembok yang biasa kita pasang di buku diary kita agar tidak bisa di buka. Walau kecil gembok itu memiliki kunci yang kemudian oleh tukang tindik tadi di berikan ke mas Hari. yang dengan sangat gembira menerimanya. Setelah itu dia memerintahkan saya mengenakan mantel saya dan mengajak saya pulang kembali ke Apartement.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi sebelum saya mengenakan mantel tiba tiba mas Mantri yang dari setadi mengabadikan adegan tadi dengan kamera tiba tiba memberikan dua buah lonceng kecil yang terikat di sebuah rantai tipis seperti yang digunakan kucing peliharaan ke mas Hari. Kemudian mas Hari memasangkannya di gembok yang terdapat di itil saya.Baru kemudian dia mengijinkan saya mengenakan mantel dan mengajak saya pulang. Dengan itil yang masih sakit dan tergantung sebuah gembok, saya merasa berjalan dengan sedikit aneh. Sedikit mengankang dan sedikit menunging dan celakanya ketika saya melangkah dengan mantel yang tidak terlalu rapat terdengar bunyi klinting klinting dari bagian bawah saya. Ternyata penderitaan saya tidak hanya sampai disitu. Kami tidak langsung pulang tapi mampir dahulu kesebuah restoran cepat saji ala barat di pusat kota. Restoran itu selalu ramai oleh anak anak muda Korea yang seperti juga anak muda di Indonesia sangat menyukai makanan ala barat. Sesampai  di restoran bukannya ke counter langsung mas Hari dan mas Mantri malah duduk di kursi, mereka menyuruh saya yang memesan makanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam keadaan Restoran yang sedang ramai hal itu membuat saya sangat takut kalau sampai ada yang tahu keadaan saya. Saya berusah berjalan senormal mungkin tetapi tetap saja terdengar bunyi klinting klinting dari bagian bawah saya, belum lagi pakaian saya yang sangat aneh mantel pendek dengan bagian bawah yang mengembang. Dalam keadaan normal mantel itu padanannya adalah sebuah celana panjang. Kali ini saya tidak mengenakan apa apa lagi dibaliknya, sehingga cukup meng ekspos bagian pangkal paha dan dada saya. Sejumlah orang terlihat keheranan memandang diri saya dengan pakain seperti itu mengingat saat ini adalah akhir musim gugur yang cukup dingin. Lebih heran lagi mereka mendengar suara klinting klinting yang cukup nyaring terdengar dari bagian bawah saya. Tetapi kemudian saya melihat sejumlah anak muda pria tertawa terkekeh sambil memandang saya, saya rasa dia sudah tahu keadaan saya sekarang…. saya malu.. Setelah memesan makanan saya kembali kemeja dimana mas Mantri dan mas Hari duduk Saya memberikan makanan pesanan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Mas Hari memesan burger dan soft drink sedang mas Mantri seperti ukuran tubuhnya yang gempal walau tidak gendut memesan 4 buah hot dog dan segelas soft drink. Tapi ternyata hanya dua buah yang dia makan, dua buah lagi dia hanya makan rotinya sedang sosisnya dia cuci di gelas soft drink. Kemudian dia pindah duduk dengan mengambil posisi disebelah kiri saya. Dan tiba tiba dia merengkuh saya, lalu tangannya menyusup kebagian bawah mantel saya, belum cukup keterkejutan saya dia ternyata mencoba menyusupkan sosis tadi kedalam vagina saya. Saya mencoba berontak tapi dia berbisik”silahkan bergerak yang mencurigakan, biar orang orang disini tahu…” saya pun terdiam sambil mengigit bibir bawah saya menahan tangis. Dan pelan pelan dia menyusupkan sosis tadi kedalam vagina saya setelah sebelumnya dia mengesek gesekan jarinya ke klentit saya yang ada gemboknya, sehingga vagina saya mulai basah. dan bless masuk hampir seluruhnya sosis itu. Tapi kemudian dia menarik kembali dan mengocok ngocoknya sehingga saya hampir tidak bisa bernafas karena horny yang luar biasa, saya takut ada orang yang tahu keadaan saya…</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi kemudian dia berhenti, untuk kemudian yang membuat mata saya terbelalak dia mengambil sebuah sosis lagi, dan kembali mecoba memasukan sosis itu kedalam vagina saya yang sebelumnya sudah berisi sosis yang lain.Saya mencoba mengelak tetapi dia memberi isyarat yang sedikit mengancam. Akhirnya saya pasrahkan dua buah sosis sekali gus masuk kedalam vagina saya hingga hanya tersisa sedikit bagian atasnya. Saya hampir merasa mata saya saat ini sedang merem melek karena sensasi aneh yang saya rasakan. Setelah semua masuk mas Mantri mencium kening saya seolah saya kekasih kesayangannya. “ayo kita pulang …” ajaknya kepada mas Hari dan saya. mendengar itu saya sedikit lega, sebelum saya bangkit tangan saya kebawah ke arah vagina saya untuk mencabut sosis tadi, tetapi mas Mantri mencegah.”biar saja disitu saya mau makan nanti dirumah..” “tolong di simpan dulu ya….” bicaranya kalem sekali  dan sambil bicara dia kembali mencium pipi saya dan mengelus elus rambut saya, membuat saya merinding  membayangkan bagaimana cara saya berjalan nanti.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami pun berjalan keluar restoran itu, jalan saya menjadi lebih susah dari ketika datang tadi, saya tidak bisa berjalan normal, sebab saya harus berusaha menjepit  kedua sosis tadi agar tidak jatuh. Tapi celakanya makin dijepit makin saya merasa terangsang hebat karena kedua sosis itu seolah bergelinjang didalam vagina ku. Hal itu semakin menyebabkan vaginaku bertambah basah, yang berarti semakin sulit menahan kedua sosis itu agar tidak jatuh..Apa jadinya kalau sosis itu jatuh di tempat ramai… Saya berusaha berjalan normal tapi sulit, yang ada saya semakin lambat berjalannya, hal itu tampaknya membuat mas Mantri kesenangan, dia terkekeh. selama perjalanan dia merangkul saya di pinggang seperti seorang kekasih. Mas Hari hanya berdiam sambil terus memainkan kameranya, saya lebih suka dia seperti itu, wajahnya seperti Tukul Arwana tetapi saya sangat takut terhadap dirinya. Kami pulang menggunakan Bus, dan saya harus menunggu bus di sebuah halte. vaginaku semakin becek saya semakin sulit menahan agar sosis itu tidak keluar.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya merasa mata saya semakin sayu karena rangsangan hebat yang saya rasakan. Beberapa kali saya menoleh ke arah mas Mantri secara bersamaan dia juga menoleh kearah saya , dan dia tersenyum penuh arti setelah melihat wajah saya.. Ketika tiba di halte bus tujuan kami baru saja lewat sehingga kami haru menunggu sekitar 10  menit lagi untuk jadwal berikutnya. Di halte itu sudah duduk dua orang  pria korea tua yang saya taksir berumur sekitar 60 tahunan tampaknya mereka seprti dua orang pensiunan yang bersahabat. masih ada dua tempat duduk lagi disitu, tapi mas Mantri tidak mengizin kan saya duduk malah dia sendiri dan mas Hari yang duduk. Saya harus berdiri sambil menahan sosis agar tidak jatuh. Saya merasa salah satu sosis sudah mulai keluar separuhnya saya begitu takut sehingga “mas Mantri gantian doong saya ghhh mau duduk…” saya sedikit melenguh karena semakin merasa terangsang. “jangan kamu berdiri saja, saya capai nih kalau mau minta sama Hari saja” mendengar itu saya memandang ke mas Hari, tapi mas Hari memang tidak berbicara apa apa tapi matanya mendelik menakutkan, saya faham dia juga tidak mau bangun, saya takut sama dia. Akhirnya saya berusaha keras agar sosis itu tidak jatuh tetapi semakin menahannya semakin sulit disatu sisi saya semakin terangsang yang membuat vagina saya semakin becek, disisi lain sosis itu terasa semakin licin dan sudah mulai keluar melebihi separuhnya. Saya hanya berharap Bus segera datang agar saya bisa duduk di bus dan membenarkan kembali letak sosis itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi harapan tinggal harapan perlahan namun pasti sosis itu meluncur dan… akhirnya poppp.. sosis itu jatuh, karena saya terus berusaha menjepitnya sampai detik detik terakhir sosis itu bukan hanya sekedar jatuh tapi seakan meloncat keluar. Pria korea itu melihat kejadiannya dan sedikit terkejut, namun kemudian gantian saya yang terkejut ketika kemudian dia berjongkok dan memungut  sosis itu, saya yakin dia melirik kearah bawah mantel ku dan dapat dengan mudah melihat kearah vaginaku yang tidak tertutup apa apa..”milikmu… sebaiknya hati hati menjaganya..” katanya dalam bahasa Korea, saya begitu gugup sehingga malah membuat satu sosis lagi terlupakan dan… poopp, sosis itu keluar lagi seperti di tembakan. Kedua pria Korea itu tertawa kerasa sekali sampai terbahak.. saya benar benar sangat malu, kawannya ganti menunduk dan memberikan sosis itu kepada saya dan berkata dalam bahasa korea” sosis kami jauh lebih nikmat dan tidak perlu harus dua untuk memenuhi milikmu, cukup kami bergantian” kata kata itu disambut tawa keras mereka berdua, saya begitu malu hingga sarasa mau melayang pingsan, saya melirik ternyata mas Mantri juga tertawa terbahak.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya bus itu tiba, didalam bus saya duduk diapit mas Mantri dan mas Hari, tangan mas Mantri kembali memasukan sosis yang terjatuh tadi kedalam vaginaku sambil berpesan “kali ini tolong disimpan yang benar jangan sampai jatuh lagi malu dong” aku hanya dapat tertunduk..selama mencoba memasukan sosis  tadi, sosis tidak langsung di masukan tapi dikocok kocok lebih dahulu sehinga tanpa saya sadari saya melenguh nikmat dan tenyata lenguhan ku keras sekali sehingga terdengar oleh beberapa penumpang, seorang penumpang, wanita tua, bangkit dari duduknya dan bersiap turun di halte berikutnya dan bekata ketus dan keras dalam bahasa korea, “dasar pelacur tidak bermoral, tidak cukupkah hanya melacur di negaranya, kenapa dewa mendatangkan penyakit kenegara ini” mendengar itu tanpa terasa saya menangis, tapi mas Hari memberikan sapu tangannya kepada saya dan berkata, “tidak perlu menagis kalau yang dikatakan seseorang tentang kita memang sebuah kenyataan” mungkin dia mencoba menenangkan saya, tapi itu membuat tangisan saya makin tidak terbendung, saya malu….</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba di apartement mereka menyuruh saya melepaskan mantel dan bertelanjang bulat, mas Hari memberi perintah agar saya beridiri di depannya, dia memandangi tubuh saya, dia memandangi hasil tindikan tadi. Kemudian dia melepas bel tadi, dan memindahkannya dari gembok di itil ke anting di puting. setelah itu dia mengambil segulung benang sulam dari lemari perkakas ku, dan memotong dua helai benang sepanjang kurang lebih tiga meter sehelai diikatkan ke anting di puting  sebelah kiri, sehelai yang lainnya di anting puting sebelah kanan. Kemudian dia menyuruh ku merangkak, “sekarang merangkak keliling, kamu harus tahu kemana saya mau kamu berbelok” saya tidak mengerti tapi saya menurutinya, saya mulai merangkak Tetapi belum saya mulai merangkak tiba tiba dia berkata”sebentar masaih ada yang kurang..” dia mengambil sebuah pisang, sebesar pisang ambon dan tanpa melepas kulitnya dia memasukannya ke vaginaku, lalu sebuah ketimun jepang yang hijau tua dan sedikit berbintil ke dalam anus ku.”sekarang mulai…” aku merangkak dan perasaan aneh mengalir ketika kedua buah tadi seolah bergoyang didalam tubuh ku…”ughh mas nggak tahannnn “kataku, tapi dia malah mencambuku dengan ikat pinggannya “diam nggak ada kuda yang bicara” saya kaget ternyata kami sedang bermain kuda kudaan, kemudian saya merasakan benang di puiting kananku ditarik dengan keras sehingga putingku terbetot kearah belakang,”rupanya ini maksud dia bahwa saya harus tahu kearah mana saya harus berbelok sesuai keinginannya” saya pun berbelok kekanan dia terlihat puas, 15 menit berikutnya saya merangkak berputar putar didalam ruangan tapi lama lama saya semakin tidak tahan rangsangan pisang dan ketimun semakin hebat. sehingga akhirnya tubuhku bergetar dan saya mencapai klimaks. Mas Hari terlihat senang dia menghampiri saya menjambak rabutku dan langsung mencabut pisang tadi dan menggantikannya dengan kemaluannya sendiri yang besar. bahkan lebih besar dari pisang tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mas Hari mulai memompa pingulnya dengan cepat sambil tangannya meremas payudaraku. Bel yang tadi dipasang di putingku berbunyi klinting klinting dengan kerasnya menambah gairah mas Hari. sementara itu mas Mantri tidak henti2nya merekam adegan itu. aku benar benar nikmat…sampai sampai aku merasa setengah diawang awang, dengan mas Aries jujur aku belum pernah merasa seperti ini. tapi tiba tiba, Tarrrr wajahku ditampar oleh mas Hari, aku terkejut, sambil menampar tadi dia sama sekali tidak mengurangi enjotannya, tarrrr… kembali wajah ku ditamparnya”sekarang baru enak ya.. pelacurrr” katanya dan, tarrrr …kembali dia menampar ku..Aku mulai menangis….dia kembali meremas dadaku tapi kali ini dengan sangat kasar dan keras sehingga aku kesakitan sekali. Tangisku mulai meledak, dan tampaknya dia malah sangat suka. sehingga dia mendekati klimaks ketika tiba tiba dia mencabut penisnya dan bergerak dengan cepat kearah mulut ku dan dengan paksa memasukan penisnya kemulutku hingga dalam dan serrr dia mncapai klimaks didalam mulut ku..</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sampai tersengal karena banyaknya seperma yang masuk … setelah itu mendorong diriku dengan keras sehingga aku terguling. Dia mengambil segelas Soju (sake korea..) dan menonton diriku yang masih menangis sambil minum soju itu, tiba tiba dia menyiram diri ku dengan soju itu dan mendorong keras diriku dengan kakinya sambil bangkit. Badan saya langsung menggil melihat dia mendekat lagi ke saya, “minum ini cepat” katanya sambil mencekoki saya dengan soju kemulut saya.Cara mencekokinya yang kasar dan daya tampung mulut saya yang tidak sebanyak itu membut saya tersedak dan batuk batuk hingga sebagian keluar lagi lewat lubang hidung saya. Mas Hari melihat itu langsung menampar kembali. saya terjatuh dan menangis. Kemudian mas Hari menyuruh saya duduk diatas lutut saya kemudian mulai mengikat tangan saya kebelakang pergelangan tangan kanan bertemu siku kiri begitu sebaliknya, kemudian rambut  saya diikatkan ke tangan saya. Hal itu membuat wajah saya menjadi menengadah ke atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian dia mengambil beberapa karet gelang dan mengikatkannya di masing masing payudaraku, rasanya sangat sakit sekali aku kembali menangis payudaraku saat ini sudah berbentuk seperti balon karena diikat dengan karet sangat keras warnanya pun mulai berubah. Dengan membentak dia menyuruh kaki ku mengangkang, masih dalam keadan berlutut. Tiba tiba saya merasakan sesuatu menyusup kedalam vagina saya, ternyata itu adalah sebuah dildo vibrator yang rupanya sudah dibawanya. Kemudian dia mulai mengocok ngocok dildo tadi kedalam vagina saya tanpa menyalakan vibratornya. “aughttt enggghttt” saya sampai melenguh keenakan. kemudian mas Hari memasukan Vibrator itu dalam dalam sehingga saya merasa telah mentok di vagina saya kemudian di menyalakan vibrator tadi yang mulah berputar putar, bergoyang dan bergetar sekali gus. Dalam keadaan terikat dan tidak dapat melihat ke bawah sensasi yang di timbulkan vibrator itu menjadi semakain menggila didalam diri saya.”ughtttt hmmmm ….” saya benar benar tidak kuat hingga tubuh ku bergetar nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">“eh enak nggak”kata mas Hari.ketika saya terlambat menjawab dia menarik anting di puting saya keras keras sehingga saya kesakitan “uuenakkk masss…sshh” itu sebuah kenyataan, tapi aku merasa terhina apa lagi mendengar mas Mantri tertawa keras dibalik kameranya mendengar itu. Akhirnya tubuhku tiba tiba mengejang hebat dan “engghhh saya keluarrr..” tanpa sadar saya berbicara karena mencapai klimaks dalam posisi yang tidak biasa… tetapi mas Hari tidak langsung mencabut vibrator itu,  tetapi dia mulai beronani didepan wajah ku dan setelah beberapa menit crottt crottt dia mencapai klimaks di wajah ku. sedang vibratornya masih terus bergerak didalam vagina ku membuat tubuh ku mencapai multy orgasme. dan akhirnya terbanting ke belakang akibat lonjakan kenikmatan yang aku rasakan. Mas Mantri yang dari tadi terus mengambil adegan tadi, mulai menyerakan kameranya ke mas Hari. Dia mencabut vibrator itu, melepas ikatan tangan dan rambutku, lalu membuka kaki ku dan memasukan penis besarnya kedalam vagina ku dan langsung memompa diriku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku kembali ‘on’. Dan mulai bergoyang mengikuti irama goyangnya, namun karena dari tadi saya sudah mencapai klimaks berkali kali maka hanya beberapa saat saya sudah kembali mencapai orgasme. Mas Mantri yang belum keluar melihat saya sudah mencapai klimaks dia terkekeh, kemudian memaksa saya berbalik sehingga saya menungging. Kemudian dia kembali memasukan penis nya ke vagina saya dan kembali memompa kannya. tapi yang  mengejutkan dia memasukan vibrator tadi kedalam anus saya. Rasanya sakit sekali, saya benar benar kaget. Akhirnya diapun mencapai klimaks setelah cukup lama. Sepanjang hari itu kedua orang itu terus menerus bergantian mengerjai saya. Selama satu minggu mas Aries bertugas mereka juga terus menerus mengerjai saya. Akhirnya ketika saatnya mas Aries akan pulang, setelah satu mingu bertugas, luka tindikan di puting dan itil saya sudah sembuh, sehingga saya sudah dapat melepas kedua anting di puting saya, sepintas tidak akan terlihat lubang tindikan diputing saya, sehingga saya yakin mas Aries tidak akan tahu. Namun saya tidak dapat melepas gembok di itil saya. Saya menelpon mas Hari meminta kuncinya namun dengan enteng dia menjawab “saya lupa ditaruh dimana.”, “nanti saja kalau sudah ketemu saya bawain kekamu..” saya benar2 shock”mas Hari bagaimana kalau mas Aries tahu…” “itu urusan kamu, kalau kamu tidak mau dia tahu, ya di jaga dong”</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya saya hanya bisa pasrah sambi dalam hati ketar ketir, selama itu setelah mas Aries pulang, ketika dia mengajak bermesraan saya selalu mengelak saya takut ujungnya dia minta jatah. Kalau sampai itu terjadi bisa berbahaya kalau dia menemukan gembok di itil istrinya. Dan saya hanya bisa berharap mas Aries segera bertugas di luar kota lagi.., maaf kan saya mas Aries…… Dua orang begundal itu pun tidak pernah berhenti di situ, mereka selalu menemukan cara mempermalukan dan menyiksa saya, di lain kesempatan mereka pernah membawa saya kepada seorang pria Korea yang juga memilki  hobby yang sama dengan mereka dan bahkan memilki sejumlah mainan yang aneh aneh. Tetapi saya akan menceritakannya lain waktu saja ya…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/anggie-the-series-pelecehan-pun-berlanjut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kegilaan Agnes: The Best Over 24 Hours</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/kegilaan-agnes-the-best-over-24-hours/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/kegilaan-agnes-the-best-over-24-hours/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 06:14:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[anal seks]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[agnes]]></category>
		<category><![CDATA[anal]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[lesbi]]></category>
		<category><![CDATA[marni]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[perkosa]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2165</guid>
		<description><![CDATA[Agnes antara sadar dan tidak ketika ia merasa ada sesosok tubuh masuk ke balik selimut yang menutupi tubuh bugilnya, lalu kehangatan tubuh yang juga telanjang terasa melingkupi gadis yang merasa nyaan oleh kehangatan yang datang tiba-tiba ini. Tangan sosok itu memeluk tubuh nya dengan erat dari belakang, hingga Agnes bisa merasakan tonjolan dua bukit payudara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Agnes antara sadar dan tidak ketika ia merasa ada sesosok tubuh masuk ke balik selimut yang menutupi tubuh bugilnya, lalu kehangatan tubuh yang juga telanjang terasa melingkupi gadis yang merasa nyaan oleh kehangatan yang datang tiba-tiba ini. Tangan sosok itu memeluk tubuh nya dengan erat dari belakang, hingga Agnes bisa merasakan tonjolan dua bukit payudara yang menghimpit punggungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tunggu&#8230;Payudara?</p>
<p style="text-align: justify;">Tangan Agnes bergerak ke paha sang pemeluk dan&#8230;&#8217; Damn, ini pinggul perempuan&#8217; desah Agnes dalam hatinya, samil mencoba mengenali suara desah sosok dibelakangnya yang kini terangsang oleh jemari Agnes yang telah berpindah ke selangkangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8216;Mmmmm&#8230; kamu nakal, Marni&#8230;&#8217; desah Agnes sambil menikmati ciuman lembut di tengkuknya dan remasan halus di payudaranya. &#8216;Non, ko&#8217; bisa tau?&#8217; tanya sosok itu sambil merayapi perut rata Agnes, dan meremasi pinggulnya yang membuat gadis itu mendesah lirih. &#8216;Aku kenal aromamu, Marni, lagi pula body sexy ini siapa lagi yang punya,&#8217; desah gadis itu, ketika merasakan jemari Marni bermain di labianya.</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes kemudian membalikkan tubuhnya untuk kemudian memeluk Marni. Marni adalah salah satu pekerja di rumah Agnes, umur gadis itu sendiri sudah dua puluh tahun, namun ia selalu santun. Agnes menyenangi Marni karena selain kebaikan hatinya, Marni juga selalu merawat tubuhnya hingga sebenarnya tubuhnya tak kalah sexy dengan sang nona yang kini, tersenyum nakal padanya dan melumat bibirnya dengan lembut.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8216;Kamu jail, Mar&#8230; kenapa kamu bangunin aku begini?&#8217; desah Agnes di sela pagutan bibirnya. &#8216;Aku kangen non, aku pengen ngerasain tubuh sexy non&#8230;.&#8217; lirih Mari sambil mengusap lembut punggung Agnes yang menggeletar karena terangsang. &#8216;Kamu juga sexy, Mar&#8230;I like your bodz&#8230;.&#8217; kata Agnes sambil mremas buah pantat Marni, merapatkan pinggul dan tubuhnya, hingga kii payudara keduanya berimpitan, dan puting mereka makin mengeras akibat bergesekan.<br />
<span id="more-2165"></span><br />
Nafas keduanya mulai memburu, gerakan tangan keduanya juga makin liar, jelajah ke duanya makin luas, Agnes menurunkan kepalanya dan dengan gemas melumat payudara Marni yang kian mengeras dan mengacung menantang, punggung gadis itu melengkung hingga payudaranya makin maju dan makin dinikmati oleh Agnes yang dengan gemas, meremas bulatan bokong Marni. Lidah dan ciuman Agnes menuruni belahan dada Marni, bermain di perut yang rata, lalu dengan lembut menggigiti pinggul Marni juga di lipatan pahanya sehingga membuat gadis itu melejang-lejang kenikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jilatan Agnes turun ke paha dalam Marni, yang kini megapit kepala Agnes dengan pahanya, ia menahan rangsangan hebat yang dirasakannya, desahan gadis itu menggila. Namun dengan lembut, Agnes meregangkan paha Marni dan kembali meneruskan permainan lidahnya di paha mulus pembantunya itu, turun ke betis lalu tanpa merasa sungkan, mengisap ibu jari kaki Marni yang notabene adalah pembantunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Marni menggeletar hebat, Agnes bisa melihat basahnya vagina gadis itu bahkan sebelum ia melakukan apapun di vagina itu. Dengan lembut Agnes membalikkan tubuh Marni, lalu mengangkat pinggul gadis itu, hingga vagina dan anusnya nampak mencuat dengan indahnya kemudian dengan lembut namun pasti Agnes menggigiti lipatan bokong Marni yang mendesah tertahan menerima rangsangan dahsyat itu, cupangan segera menghiasi lipatan pahanya namun Marni tak perduli, jemarinya memainkan clitorisnya sendiri sementara sebelah lengan lagi meremasi payudaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Marni kembali orgasme ketika akhirnya bibir dan lidah Agnes bermain di vaginanya dengan ahlinya, lidah sang bintang merayapi labia dan menusuk-nusuk vaginanya. Orgasme gadis itu makin menjadi ketika dengan rakusnya, Agnes menjilati lubang anusnya tanpa jijik, bahkan lidahnya ditekan masuk ke dalam rongga anus Marni yang makin kelojotan tanpa daya.</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes tersenyum melihat Marni menggeletar kenikmatan oleh permainannya, ia sendiri sama sekali belumon namun orgasme bukan hal yang terutama untuk dirinya. Kepuasan yang diperoleh lawan mainnya itu yang terutama, maka kini dengan tenang, ia menarik selimut menutupi tubuh bugil mereka berdua dan kini, Agnes yang memeluk Marni dengan mesra dari belakang.</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes melihat jam<br />
01.00, kemudian ia terlelap.</p>
<p style="text-align: justify;">03.00<br />
Kecupan mesra di bir Agnes mengiringi Marni yang beringsut ke luar kamar sang nona, untuk bersiap melakukan pekerjaannya. Agnes menggeliat malas lalu memutuskan untuk bangun, tak ada gunanya memaksakan diri untuk tidur. Kemudian tanpa jengah gadis itu berjalan santai dalam kamarnya tanpa sehelai benangpun menutupinya sambil mendengarkan musik melalui iPodnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah pelukan ganas mengagetkannya, ia mencoba teriak namun sebuah tangan kekar menahan jeritannya. &#8216;Nnnnnooooon&#8230;. maaf&#8230;. saya Ujjjaaaaang.&#8217; bisik sang penyerang dengan gagapnya. &#8216;Ttttoooollllooong ja..jangan jerit non&#8230;tttooollloooong&#8217; desak tukang kebunnya lagi.Agnes mengangguk meyakinkan Ujang, adrenalin gadis itu sudah naik tanpa disadari sang tukang kebun, perbuatannya membuat Agnes on.</p>
<p style="text-align: justify;">Tukang kebun itu perlahan melepaskan bekapan tangannya dan begitu yakin bahwa nona majikannya tak akan teriak, tangannya segera meremas tubuh sang nona dengan kasar dan liar.&#8217;Ssssssaaaayyyya ngga ku kuat pengen ngentot, non. Sa saya liat non ewean sama Mmmmarni&#8230;. Sa saya ngga tahan, saya mau nge..ngeheeee.&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes tertawa kecil karena kepolosan tukang kebunnya yang baru berusia tujuh belas tahun itu. Agnes membiarkan saja ujang mencupangi leher jenjangnya, bahunya. Agnes menerima saja remasan kasar sang pemuda di payudaranya. Lalu dengan sedikit kasar Ujang merebahkan Agnes di lantai marmer kamarnya, lalu mulutnya dengan rakus menjilati vagina Agnes yang kini mendesis keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Gadis itu membantu pergerakan lidah Ujang dengan memainkan clitorisnya sendiri dan meremasi kedua payudaranya yang juga sedang dimainkan Ujang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian dengan bernafsunya, Ujang menaikkan betis Agnes ke bahunya dan dengan sekali hentak menghujam vagina Agnes dengan penisnya. Tubuh Agnes melengkung menerima sodokan itu, desahan kepuasan keluar dari mulut sang gadis yang kini terhentak-hentak seiring sodokan kasar sang tukang kebun.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu Ujang membalikkan tubuh Agnes hingga menungging lalu dengan kasar menghujam vagina Agnes yang mendesah kenikmatan karena merasakan sodokan yang makin dalam di vaginanya. Tangan Ujang sendiri bergerilia di sekujur tubuh sang artis idola yang makin meracau tak jelas. Pemuda itu sendiri tak bisa bertahan lama lagi karena jepitan vagina sang nona seakan meremas penisnya yang pada akhirnya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Untunglah kamar Agnes termasuk kedap suara hingga lolongan kedua insan yang mencapai orgasme itu tak sampai membangunkan penghui rumah yang lain. Ujang terduduk kelelahan di lantai yang kini basah oleh keringat dan tetesan cairan cinta mereka berdua, wajahnya menunjukkan kepuasan yang amat sangat. Namun ternyata sang nona masih mempunyai hadiah kecil bagi Ujang yang mampu membuatnya orgasme. Tanpa ragu, Agnes menghisap penis Ujang yang masih setengah loyo, membersihkan sperma yang meleleh di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Ujang mendesah kenikmatan, penisnya yang kini kembali tegang dideepthroath olah sang majikan tanpa ragu. Bahkan tak ada penolakan dari sang gadis ketika dengan kasarnya Ujang menekan kepala gadis itu hingga hidung imutnya tertanam di bulu selangkangannya dengan sukses. Kepuasan itu begitu hebat dirasakan Ujang ketika dengan sukses Spermanya menyerbu tenggorokan sang gadis yang dengan rakus menghisap habis sperma yang kini meluncur dengan mulusnya ke dalam perut sang gadis. Agnes tersenyum geli ketka melihat Ujang berjlan tertatih ke luar kamarnya sambil memegagi kedua lututnya yang nampak goyah.</p>
<p style="text-align: justify;">Matanya tertumbuk pada jam di dinding kamarnya, 04.00.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa repot membersihkan sperma yang melekat ditubuhnya, Agnes membuka laci pakaiannya, mengambil sebuah hotpants putih dan langsung memakainya, hingga lelahan sperma di vaginanya dengan sukses membasahi bagian selangkangan sang gadis dan membuat belahan vagina merekah sang gadis membayang jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah sportsbra senada menutupi bungkahan payudaranya yang sekal itu dan sebuah hooded sweater dengan belahan samping yang memanjang hingga ke pinggang ikut menambah kesexyan sang gadis yang kini dengan tambahan angkle socks dan sneakers segera keluar dari rumah mewah itu dan mulai berlari kecil untuk memulai jogging paginya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jalanan kompleksnya masih sepi, gadis itu berlari dengan santai, butiran keringat mulai membasahi tubuhnya yang berkilat sexy tertimpa temaram lampu jalan. Agnes berhenti di sebuah pohon besar untuk menarik nafas, ketika gadis itu mendengar langkah kaki menghampirinya. Ternyata tiga orang satpam komplex yang baru saja berkeliling. Mata mereka jalang melihat Agnes yang berpakaian sangat sexy.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8216;Eh pecun!&#8217; gertak salah seorang dari mereka, &#8216;Ngapain lu jual diri di sini! Sekarang mendingan lu ikut kita ke kantor biar diangkut ke dinas sosial&#8217; Agnes tersenyum binal dan malah berkata, &#8216;Apa bapak-bapak ngga sayang, nyerahin saya ke dinas sosial, dan ngebiarin petugas di sana nikmatin tubuh saya?&#8217; Lalu dengan santai Agnes membuka retsluiting sweaternya, dan membiarkan mata satpam komplex itu menatap perut sixpacknya yang dialiri keringat. &#8216;Gu&#8230;gua masih punya iman&#8217; kata salah seorang satpam dengan tergagap, Agnes tersenyum dan mendekati orang itu, dan ketika tangannya menyentuh penis sang satpam dari balik celana dinasnya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8216;Perek lu..&#8217; Jerit sang satpam tak lagi bisa menahan nafsunya. Dengan brutal ia membanting Agnes ke tanah, membuka paksa hotpantsnya, lalu dengan tergesa menurunkan celananya dan dengan ganas mengangkangan paha Agnes lalu menghujamkan penisnya dengan kasar. &#8216;Pecun lu&#8230;lonte&#8230;gua ento lu&#8230;ngghhheeheeee!&#8217; racau satpam itu sambil membombardir vagina Agnes, dua satpam lagi tak ingin ketinggalan, dua penis yang sudah ereksi sempurna segera saja berebutan menampari pipi Agnes, yang langsung mengoral kedua penis itu bergantian.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu satpam yang menggenjot Agnes membalikkan posisi mereka hingga kini Agnes berada di atas sang satpam. Sports branya disingkap ke atas, dan segera saja payudara sekalnya menjadi bulan-bulanan satpam itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes merasa ada benda tupul yang disodok masuk ke anusnya, Ia menoleh genit dan memberi pandangan binal pada satu satpam yang dengan bernafsunya menyodomi Agnes. Dan kini ke tiga lubang gadis itu penuh dengan penis yang seakan berlomba ingin menghukum sang pelacur yang justru sangat menikmati kebrutalan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Satpam di vaginanya meledak terlebih dahulu, geletar kepuasannya sangat terasa oleh Agnes yang juga turut orgasme. Satpam itu lalu memberi ruang pada temannya yang mencabut penis dari mulut Agnes untuk kemudian mengaduk vagina sang gadis dengan kasar dan secara sembaragan mengisi rahim gadis itu dengan sperma.</p>
<p style="text-align: justify;">Satpam terakhir mencabut penisnya, ia tersenyum dan mempertontonkan pada Agnes penisnya yang dihiasi bercak kuning kecoklatan hadiah dari anus sang gadis, lalu dengan santai menghujamkan penis itu ke vagina Agnes yang justru orgasme karena pelecehan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Keempatnya duduk kelelahan menikmati hasil pergumulan mereka, lalu Agnes berujar santai, &#8216;Kalau sekarang bapak mau nyerahin saya silahkan, saya sih ngga apa-apa. Tapi bapak bakal kehilangan kesempatan buat ngentotin saya kapanpun bapak melihat saya dan pingin ngentot&#8230;&#8217; Ketiga satpam itu saling berpandangan, pikiran mereka kalut. Namun demi melihat Agnes yang dengan santai duduk mengangkangkan kakinya dan memperlihatkan vagina yang mulus tanpa bulu dan merekah mengundang&#8230;<br />
&#8216;Mulai sekarang, lu lonte kita-kita&#8230; Kapan aja kita ketemu lu, dan pengen ngentot, lu harus ngelayanin kita&#8230;&#8217;seru satu satpam sambil mendesah ketika Agnes mendeepthroath lagi penisnya dengan rakus.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8216;Kagak peduli lu lagi mens&#8230; atau lagi ngga pingin&#8230; lu harus layanin kita..&#8217; kata temannya sambil asyim menyodomi Agnes &#8216;Dan kita bakal hamilin lu biar beranak dari satpam&#8230;&#8217; geram satpam satunya lagi sambil dengan kasar menyodoki vagina Agnes&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes melihat jam tangannya. 05.45&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes terkikik geli melihat sepeda motor yang dikendarai ketiga satpam itu berjalan oleng bahkan nyaris jatuh, dan senyum nakal mengembang mengingat keinginan satpam itu untuk menghamilinya. Tak ada yang tau rahasia Agnes kalau dirinya sudah melakukan tubektomi, hingga dirinya aman menerima donor sperma tanpa khawatir hamil.</p>
<p style="text-align: justify;">Gadis itu kembali berlari santai melanjutkan joggingnya, ketika ia melihat seorang penjual bubur ayam sedang melintas. Perut lapar sang gadis mengingatkan dia kalau ia belum sarapan, maka dengan segera ia memakan dengan lahap bubur ayam itu, namun&#8230; &#8216;Aduh pak&#8230; saya lupa bawa uang&#8230;&#8217; &#8216;Waaah, neng jangan gitu dong&#8230; saya belum dapet penglaris. Masa udah diutangin lagi&#8217;, keluh pedagang bubur itu sambil memandang kesal pada Agnes</p>
<p style="text-align: justify;">&#8216;Gini aja bang, rumah saya di jalan xxx, no xx. Nanti abang dateng aja ke sana dan minta pembayarannya&#8230;&#8217; &#8216;Sembarangan aja si neng, udang ngga bisa bayar, nyuruh lagi&#8230;&#8217;ketus penjual bubur yang matanya kini bernafsu melihat kemulusan sang gadis, lalu lanjutnya,&#8217;Lagian gimana kalau neng bohong&#8230; saya ngga mau rugi dua kali dong&#8230;&#8217; &#8216;Yaaah, bang&#8230; terus gimana dong?&#8217; desah Agnes manja&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Jakun penjual bubur itu bergerak tak terkendali ketika ia melihat Agnes sedikit membungkukkan badannya hingga bungkahan payudaranya yang tertutup sports bra terxpose.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8216;Atau&#8230;. saya bayar pake ini aja, ya?&#8217; kata Agnes genit sambil menurunkan celana pangsi tukang bubur yang kini tak bisa berkata-kata, terlebih ketika dengan ssantainya Agnes menjilati penis yang sudah sangat tegang itu bagai menjilati ice cream, menjilati buah zakar yang berbulu itu dengan nikmatnya, lalu mengulum penis itu sambil memberi hanj job pada tukang bubur yang blingsatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ketika hidung sang gadis bertumbukan dengan selangkangannya, tukang bubur itu tak tahan untuk tidak menekan kepala Agnes sambil menyemburkan sperma yang begitu banyak hingga Agnes tersedak dan sperma itu keluar bagai ingus dari hidungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan santai Agnes menjilati sperma yang terbuang itu, lalu berbisik lirid di telinga tukang bubur yang sekarang terduduk kelelahan, &#8216;baaaaaang, lunas, ya?&#8217; Kepala tukang bubur itu mengangguk-angguk lemah, sambil menarik nafas. Agnes tersenyum dan berlalu dari tempat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Di rumahnya, Agnes berpapasan dengan Marni yang wajahnya tersipu malu dan Ujang yang menatap kemolekan majikannya dengan bernafsu, namun tak bisa berbuat apa-apa karena seluruh penghuni rumah mulai bangun. Agnes menyiapkan jacuzzynya, dan ketika rasa hangatnya dirasa cukup, gadis itu sgera membenamkan dirinya dalam kehangatan air. Bayangan persetubuhannya membuat Agnes on lagi, tangannya dengan lembut mengusap clitorisnya sambil sebelah lengan meremas payudaranya. Lenguhan panjang menandakan klimaks yang sangat hebat dari sang gadis&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">08.00<br />
Hari ini Agnes terbebas dari semua rutinitas latihan vocal dan tarinya hingga dengan santai ia memacu sepeda motornya mengarungi jalanan. Di sebuah pertigaan mendadak seorang polisi menghentikan sepeda motornya. &#8216;Pagi mBak, bisa lihat surat-surat kendaraannya&#8230;&#8217; Polisi dengan perut buncit dan kumis baplang itu nampak tidak konsentrasi memeriksa surat-surat karena kemeja tanpa lengan Agnes dan celana jeans super mininya menggoda sang polisi. &#8216;Eeehm&#8230; mBa sudah melanggar aturan lalulintas,&#8217; kata polisi itu mencari alasan &#8216;mBak akan saya tilang, ayo ikut saya ke pos&#8230;&#8217; katanya lagi&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan ringan Agnes mengikuti langkah kaki sang polisi dan mereka masuk ke sebuah pos yang agak tersembunyi di mana ada tiga orang polisi lagi dengan tampang sangar menanti. &#8216;Waaah&#8230; siapa nih?&#8217; tanya seorang polisi &#8216;Biasa, pelanggar lalin.&#8217; kata polisi yang membawa Agnes, &#8216;Jangan-jangan maling motor nih&#8230;&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Polisi tadi menatap Agnes dengan sinis dan berkata, &#8216;Kayanya kamu memang maling&#8230;&#8217; Agnes menatap mereka dengan santai lalu berkata, &#8216;Saya bukan maling, pak&#8230; lagian, di mana saya bisa nyembunyiin barang curian?&#8217; kata Agnes sambil berdiri dan merentangkan tangannya. Para polisi itu mendadak mendapati selangkangan celana mereka makin sempit, lalu dengan suara dibuat berwibawa, polisi tadi berkata. &#8216;Kami baru percaya kalau kamu sudah digeledah&#8217; Agnes menatap binal, dan mendesah cabul, &#8216;silahkan pak&#8230; geledah aku&#8230;&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu polisi memberi perintah, &#8216;Sekarang kamu buka baju kamu&#8230;&#8217;, dengan sensual Agnes menarik kausnya ke atas dan membiarkan mata para polisi melotot melihat payudaranya yang menantang bebas, dan upperbody dengan definisi otot yang jelas. Dengan parau sebuah perintah kembali keluar, &#8216;sekarang celana mu&#8230;&#8217;, dengan gaya menggoda, Agnes membuka kancing celananya, menurunkan ritsluiting, lalu dengan ringan membalikkan tubuhnya membelakangi para polisi yang menadang takjub punggung sang gadis yang lalu membukkukkan badanya sambil melolosi celananya.</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes bisa mendengar dengusan liar para polisi yang melihat keindahan bokongnya yang tak berbalut celana dalam, vaginanya yang rapat dan lubang anusnya menyihir keempat polisi itu yang bagai zombi bangkit dan mulai menggerayangi tubuh Agnes. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya, tak ada satu tempatpun yang terlewat dari &#8216;pemeriksaan&#8217; itu dan jejak remasan kemerahan menghiasi paha, pinggul, pantat dan payudaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu seorang polisi duduk di meja yang ada di pos itu dan berkata, &#8216;Kita mau tes kadar alkohol kamu, sekarang lakukan breathalizer!&#8217; sambil mengacungkan penisnya yang sudah tegang itu. Mata Agnes berbinar melihat penis dihadapannya, dan tanpa ragu melahapnya dengan rakus dan melakukan breathalizer, sementara sepasang tangan kekar membuka belahan pantatnya dan sebuah suara berat berkata, &#8216;sekarang internal checking!&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes melenguh keenakan ketika penis itu menyodok lubang anusnya, tubuhnya bergetar menahan kenikmatan itu sementara mulutnya makin liar melakukan deepthroath hingga&#8230;. Dengan sensual Agnes menjilat sisi bibirnya yang belepotan sperma, lalu suara desahan bersahutan di pos itu ketika dengan brutal polisi di anusnya bergerak untuk kemudian memuntahkan muatannya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Dua polisi yang tersisa menghimpit Agnes dari depan dan belakang bagaikan sandwich, lalu polisi yang di depan Agnes mengangkat kedua kaki Agnes&#8230; Erangan keras membahana dari mulut ketiga insan itu, bahkan Agnes sampai mendapatkan orgasme ketika vaginanya dihujam dua penis secara bersamaan. Kenikmatan yang dirasakan Agnes begitu besar, hingga dengan la ia membalas perlakuan kasar dua polisi itu dengan meliukkan tubuhnya dengan sensual, membiarkan tubuhnya dicupangi&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Jam 10.00</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya pemeriksaan itu selesai&#8230; Tuduhan pencurian tak terbukti, namun Agnes diminta melakukan wajib seminggu tiga kali selama satu bulan di pos itu. Agnes menyetujuinya dengan wajah berbinar, lalu dengan santainya melanjutkan berkendara meninggalkan para polisi yang kini merasakan linu setelah sperma mereka diperas habis oleh sang gadis&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kini sepeda motor itu kembali meluncur bebas membelah Jakarta, hingga pada sau titik, Agnes merasa panggilan alam membuatnya mencari tempat pembuangan. Sebuah WC umum seakan sudah menanti Agnes untuk tergopoh-gopoh segera masuk dan menuntaskan hajatnya. Gadis itu tidak menyadari kalau WC itu merupakan tempat mangkal preman, pengamen dan gepeng. Agnes tak menyadari ketika ketergopohannya menarik perhatian para begundal itu, yang kini menanti dengan sabar hingga terdengar suara cebokan dan suara toilet disiram.</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes terkejut ketika pintu WCnya dibuka paksa, celana jeansnya masih tersangkut di lututnya. Seorang preman bertampang saram dan mabuk masuk ke dalam toilet itu, lalu dengan membuka celananya dan mulai kencing. Mata Agnes terpaku pada penis itu, ia lupa kalau kini vagina dan pantatnya terkespose bebas. &#8216;Eh perek, ngapain lu liat kontol gua?&#8217; bentak preman tadi menyadarkan Agnes, dan tanpa basa-basi preman tadi menjambak rambut Agnes, memaksanya berlutut di lantai WC yang bau itu lalu dengan sadisnya menjepit hidung Agnes hingga gais itu membuka mulut mencari nafas. &#8216;Nah sekarang lu bersihin kontol gua.. gua males cebok&#8217; kata preman tadi dengan santai sambil tangannya menekan kepala Agnes hingga wajah gadis itu tertanam di selangkangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes merasakan ada beberapa penis lagi di sekelilingnya, dan dengan bernafsu Agnes mengocoki semua penis itu sambil meresapi penis sang prman yang dengan kasar memperkosa mulutnya. Kemudian setelah sperma sang preman masuk dalam perut Agnes, gadis itu ditunggingkan dengan wajah tepat berada di depan lubang toilet.</p>
<p style="text-align: justify;">Desah gadis itu memenuhi toilet yang sempit itu ketika penis demi penis menghujam vagina dan anusnya. Ia bisa merasakan beragai ukuran penis, panjang, pendek, gemuk, besar, super. Selain itu beragam tekstur juga bisa dirasakan gadis itu. berurat, polos, kepala jamur, bersisik, berkutil. Bahkan mulutnya juga penis-penis yang berdaki dan berjamur untuk dipuaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes mendapatkan multiple orgasme dalam session ini, dan penjaga WC yang juga menikmati Agnes di ketiga lubangnya merasa senang karena pendapatan toiletnya bertambah luar biasa hari itu. Ada sekitar lima puluh orang yang mendadak ingin &#8216;buang air&#8217; di dalam &#8216;lubang toilet&#8217; yang kini sedang di sandwich dalam posisi berdiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 14.00</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes berjalan sedikit sempoyongan setelah tambahan duapuluh lima penis lagi mengisi tiga lubang kenikmatanya. Selruh tubuh dan pkaiannya basah oleh keringat, sperma, dan air seni. Sedikit tertatih ia melangkah melewati geletakan penikmatnya yang terkapar kelelahan. Senyum genit tersungging di bibirnya sebelum kembali sepeda motornya, membuka bagasi motor, an dengan santai mengganti pakaiannya dengan baju ganti di depan penikmatnya yang melotot liar tanpa sanggup berdiri lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian dirinya meluncur ke sebuah mall, ia masuk ke sebuah counter pakaian dan memilih beberapa pakaian. &#8216;mBak&#8230;&#8217;tegur Agnes pada seorang penjaga toko yang nampak memancarkan ketertarikan pada Agnes &#8216;Saya mau nyobain baju&#8230; bisa temanin saya?&#8217; Pelayan toko itu tersenyum binal dan membimbing Agnes ke changing booth, yang berada tepat di tengah counter, mereka berdua masuk ke dalam dan menutup tirai itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan mesra pelayan toko itu mengangkat kaus Agnes, dan meloloskannya. Desahan Agnes ketika jemari sang pelayan toko memelorotkan celananya cukup mengundang keheranan para pelanggan yang lalu dengan sopan digiring pelayan lainnya untuk memberikan privasi pada Agnes yang kini sedang menjilati clitoris pelayan tokohingga lenguhan yang ditahan mengiringi semburan cairan cinta sang pelayan di mulut Agnes yang bagai kehausan menghisap habis cairan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu dengan kelembutan sama sang pelayan toko mengoral vagina Agnes, sambil jari tegahnya menghujam anus sang gadis. Hentakan kepalan tangan yang menghantam vagina Agnes seiring kocokan jari tengah di anus itu mampu membuat Agnes orgasme panjang&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 15.30</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes keluar dari changing booth itu dengan wajah puas dan pakaian baru, ia cuek saja melewati barisan pelanggan yang merasa jengkel dan heran dengan kelakuan gadis itu yang kini sedang tersenyum nakal pada para pelayan toko yang nampak kegiragan karena di tangan mereka terdapat kartu nama Agnes, dan dibelakangnya terdapat undangan untuk orgy lezbie party bersama Agnes.</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes tersadar dari lamunanya ketika dirinya berada dalam section under renovation di mall itu, Ia melihat dua orang pekerja yang sedang melongo melihat tubuh sexy agnes yang terbalut night dress dengan belahan punggung sampai ke pinggulnya dan dengan high heel sexy yang membalut kaki jenjangnya. Senyum binal tersungging di bibir Agnes yang masuk ke dalam counter gelap itu dan menyapa pekerja itu. &#8216;Abang kerjanya rapi, hebat banget&#8230;&#8217; desah Agnes sambil bergerak sensual di antara kedua pekerja yang mendadak menjadi sangat kikuk. &#8216;Aku mau kasih abang hadiah&#8217; kata Agnes lagi sambil mencium lebut bibir keduanya, yag dengan semangat empat lima, melakukan french kiss dengan gadis yang menjanjikan mereka hadiah.</p>
<p style="text-align: justify;">Liur ketiganya menyatu, Ages tak perduli dengan liur yang berleleran, tangan yang menggerayangi pinngul, pantat, payudaranya, serta bermain di vaginanya. Agnes menggigil keenakan ketika kedua pekerja itu mengoral vagina dan anusnya bersamaan dan orgasmenya memberikan tanda pada pekerja itu untuk mengambil hadiah mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan senang hati Agnes menduduki penis besar pekerja itu dan dengan binal membuka belahan pantatnya yang segera diisi oleh penis. Agnes mendesah-desah hebat seiring rotasi kedua pekerja itu di seluruh lubang tubuhnya. Mereka juga membimbing Agnes menciptakan gaya baru dalm bercinta yang membuat ketiganya orgasme, orgasme dan orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 17.00<br />
Mandor pekerja itu habis-habisan memarahi kedua pekerja yang disangkanya bermalas-malasan dalam bekerja karena menemukan mereka tertidur kelelahan di dalam counter itu, sementara Agnes dengan santainya melenggang ke luar mall. Memanggil taxi dan membiarkan motornya begitu saja di mall.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 18.30<br />
Agnes tiba di sebuah cafe remang-remang di kawasan kumuh Jakarta. &#8216;Ah Agnes&#8230; kamu dateng juga&#8217; ujar seorang pria buncit sambil meremas pantat Agnes, &#8216;Aku sangka kau udah ngga mau lagi ke sini&#8230;..&#8217; &#8216;Tenang aja babah, aku masih senang main ke sini, lumayan buat hiburan&#8230;&#8217; kata Agnes sambil menyelipkan jemari lentiknya ke balik celan sang pria yang langsung menggiring Agnes ke ruang kerjanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Foreplay itu berlangsung singkat karena babah pemilik cafe lebih memilih segera menghujam penis pendeknya ke vagina Agnes dan dalam hitungan menit menumpahkan spermanya ke dalam rahim Agnes yang nampak jauh, sangat jauh dari puas. Namun dengan bakat akting alaminya Agnes menampakkan wajah penh kepasan pada sang babah yang nampak seperti pria perkasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu Agnes bersiap di panggung, melakukan check sound sebelum berdandan merapihkan maskara dan lipstiknya yang luntur ketika membersihkan penis imut sang babah.</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes memandang para pemain musik dan berkata..&#8217;Masih ada waktu&#8230; mau ngentot?&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 22.00<br />
Para pemusik dengan tenaga baru setelah bertempur dengan Agnes yang namak terpuaskan oleh orgasme yang diperolehnya, mulai menghibur pengunjung cafe dengan lagu-lagu beat cepatnya dan dengan lirik yang mengundang birahi.</p>
<p style="text-align: justify;">Para pengunjung yang terutama golongan menengah ke bawah sangat terpukau dengan likan binal Agnes di atas panggung yang tanpa malu melakukan striptease.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh bugil gadis itu mengunjungi kursi tiap tamu sambil menggoda mereka hingga para pengunjung itu tak tahan untuk mulai mengelusi penis mereka.<br />
Ketika Agnes kembali ke atas panggung gadis itu melakukan hal yang extreme, mulai dari memainkan clitorisnya sendiri, menggesekkan vaginanya ke mike stand, hingga meliukkan tubuhnya hingga.</p>
<p style="text-align: justify;">Para pengunjung tak bisa bertahan lebih lama lagi, mereka segera berebutan naik ke panggung, berebutan merayahi tubuh Agnes, membasahi tubuhnya dengan liur dan minuman keras, lalu tanpa tau siapa yang mengomando, pesta gangbang terjadi di atas panggung itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Microphone itu diganti oleh penis yang bergantian merasakan kelembutan tenggorokan sang idola, rahimnya tak lagi mamu menampung sperma yang ditumpahkan dari puluhan penis yang merangsek masuk ke dalam vaginanya, bahakan ada yang sampai masuk ke rahimnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Anusnya juga menjadi pelabuhan penis yang seakan berlomba membuka lubang anus yang imut itu. Namun Agnes tak khawatir karena ramuan khususnya akan mengembalikan kondisi vagina dan anusnya kembali seperti perawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Babah pemilik cafe sangat senang, jutaan rupiah bertebaran di panggung, menutupi tubuh Agnes yang tertutup sperma. Pesta sex itu baru saja berakhir dengan geraman pengunjung yang tak ingin pesta itu berakhir, namun bahkan untuk berdiri mereka harus dipapah&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 02.00, waktu cafe bubar&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8216;Nez&#8230; benar kamu ngga mau bayaranmu?&#8217; tanya babah yang keheranan karena Agnes menolak sepeserpun hasil keringatnya. &#8216;Aku dapat kepuasan lahir batin, bah&#8230; itu yang penting. Trus asal Nez masih boleh main ke sini, Nez udah sangat senang&#8230;&#8217; &#8216;Pintu cafe ini terbuka buat kamu sayang&#8230;.&#8217;desah babah karena Agnes kembali menghisap spermanya sampai lemas&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Pukul 03.00</p>
<p style="text-align: justify;">Marni membukakan pintu ketika Agnes pulang, gadis itu membimbing majikannya yang nampak mabuk itu ke kamar, membuka pakaian sang majikan sambil menahan nafsu untuk bercinta lagi. Ia akan membiarkan majikannya beristirahat.<br />
Tangan Agnes menahan Marni&#8230;<br />
&#8216;Maaaar&#8217; desah Agnes manja&#8230;&#8217;temani aku tidur, yaaaaaa&#8217;<br />
Marni tersenyum nakal, ia lalu membuka pakaiannya, masuk ke balik selimut dan&#8230;<br />
&#8216;Kamu juga jang&#8230; ngga usah nyumput, sini gabung sama kita-kita..&#8217; panggil Agnes sambil tersenyum melihat Ujang garuk-garuk kepala karena malu, lalu dengan segera membuka pakaiannya sendiri hingga bugil&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Agnes merasa nyaman karena tubuhnya dipeluk dari depan dan belakang oleh dua orang yang kini bersamaan menberikan kehangatan bagi tubuhnya&#8230;<br />
It was a great day adventure&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Damn real good&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/kegilaan-agnes-the-best-over-24-hours/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

