<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; kisah nyata</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/category/kisah-nyata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 09:03:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Nikmat Karaoke Membawa Sengsara Bagian 1</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/nikmat-karaoke-membawa-sengsara-bagian-1/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/nikmat-karaoke-membawa-sengsara-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 09:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[anna]]></category>
		<category><![CDATA[erotis]]></category>
		<category><![CDATA[gairah]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[karaoke]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[sensual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3252</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian ini terjadi karena saya dan pacar saya, Anna, pergi berkaraoke baik beramai-ramai dengan teman-teman kami maupun hanya kami berdua. Suatu hari saya diberitahu oleh teman saya bahwa ada sebuah tempat karaoke di Kelapa Gading yang memutarkan lagu-lagu karaoke dengan gambar-gambar wanita telanjang. Karena penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut saya mengajak Anna untuk pergi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kejadian ini terjadi karena saya dan pacar saya, Anna, pergi berkaraoke baik beramai-ramai dengan teman-teman kami maupun hanya kami berdua. Suatu hari saya diberitahu oleh teman saya bahwa ada sebuah tempat karaoke di Kelapa Gading yang memutarkan lagu-lagu karaoke dengan gambar-gambar wanita telanjang. Karena penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut saya mengajak Anna untuk pergi berkaraoke di tempat tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat malam minggu, sekitar jam 22.30 saya mengajak Anna untuk berkaraoke di tempat tersebut dan Anna pun tidak keberatan, sebelumnya saya telah memberitahukan Anna situasi dan keadaannya. Sesampai di sana saya langsung membooking sebuah ruangan VIP, kami terpaksa membooking ruangan untuk sepuluh orang karena ruangan itu yang paling kecil. Lalu kami pun diantar oleh seorang wanita menuju ke ruangan yang telah kami booking. Sesampainya di ruangan, wanita tersebut menawarkan minuman dan makanan. Kami hanya memesan minuman dan makanan kecil saja, kacang garing, karena baru sejam yang lalu kami makan. Setelah menerima orderan, wanita tersebut langsung ke luar. Sementara itu kami berdua mulai memilih lagu yang ingin kami nyanyikan maupun hanya untuk didengar. Dua buah lagu telah selesai kami nyanyikan dan pintu terbuka kembali dan masuklah wanita tadi sambil membawa pesanan kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah lama menunggu, kami merasa penasaran karena gambar-gambar yang hot belum juga muncul di layar TV dan ternyata gambar-gambar hot itu baru mulai muncul setelah jam 23.30 WIB. Melihat gambar-gambar wanita telanjang itu membuat saya mulai tinggi nafsu seksnya. Saya mulai merapatkan duduk saya dengan Anna dan mulai melingkarkan tangan saya di pinggangnya. Anna rupanya peka akan perubahan keadaan yang terjadi dan ia pun mulai menyandarkan tubuhnya ke dada saya sambil terus bernyanyi. Saya sudah sulit berkonsentrasi dengan teks-teks yang tertulis di layar TV, tangan saya pun mulai menjalankan tugasnya.<br />
<span id="more-3252"></span><br />
Pertama saya mulai meraba-raba punggungnya dan kemudian perlahan tapi pasti tangan saya mulai berpindah ke bagian depan, tangan saya mulai menyentuh gumpalan daging yang terbungkus rapi oleh BH berenda yang agak tipis. Saya mulai meremas-remas ke dua gumpalan daging dengan bernafsu, Anna mulai mengeluarkan desahan-desahan lembut yang menggoda. Desahan Anna itu semakin membuat nafsu seks saya semakin meningkat dan segera tangan saya menyelinap di balik kaosnya yang ketat dan langsung saya lepaskan cantelan BH di punggungnya yang mulus. &#8220;Kunci dulu pintunya sayang, entar kalo ada yang masuk gimana&#8221;, kata Anna, bergegas aku menghampiri pintu dan mencari kuncinya. Pintunya tidak berkunci, segera saya berputar otak. Sofa yang ada di dekat pintu saya dorong hingga menempel dengan pintu, lumayan pintu itu tidak dapat langsung terbuka karena terganjal oleh sebuah sofa.</p>
<p style="text-align: justify;">Langsung saya balik ke sofa tempat saya duduk semula dan mulai melepaskan kaos dan beha yang dikenakan Anna. Kali ini Anna tidak keberatan dengan tindakan saya malah membantu saya melepaskan kaos yang dikenakannya. Begitu kaos dan BH itu terlepas saya melihat dua buah gumpalan daging yang sangat menggemaskan, ukurannya tidak terlalu besar tapi sangat proporsional dengan tubuh Anna yang ramping. Walaupun sering melihat Anna telanjang bulat, akan tetapi saya selalu terpesona jika melihat buah dada Anna yang indah dan sekal itu. Tak kubiarkan diriku terpesona terlalu lama, langsung kuraih buah dada Anna yang sudah menantang untuk diremas-remas dan dihisap-hisap. Desahan halus kembali terdengar ketika tanganku mulai meremas-remas buah dadanya dan disertai dengan hisapan maupun jilatan. &#8220;Ahh&#8230; ahh&#8230; ahh&#8230;, nikmat, nikmat, teruskan sayang jangan dilepaskan hisapannya&#8221;, Anna bergumam dengan penuh nafsu.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat Anna yang sudah mulai tinggi nafsunya, segera tangan saya pun berpindah ke paha. Tangan saya pun mulai menyusup di bawah rok mininya dan mulai meraba-raba paha yang putih mulus, sampai tangan saya meyentuh CD-nya yang juga berenda. Segera saya pelorotkan CD itu dan tangan saya pun kembali bergerilya di pahanya sampai di sebuah bukit kecil yang tandus, Anna baru saja mencukur habis bulu rambut kemaluannya, sehingga saya dapat dengan leluasa menemukan celah di bukit itu. Segera tangan saya mulai menyusup masuk ke dalam celah dan mulai memainkan clitorisnya yang empuk dan legit. Tubuh Anna mulai bergetar sambil terus mengeluarkan suara desahan-desahan nikmat, ahh&#8230; ahh&#8230; ahh&#8230;, nikmat sayang, nikmat sekali, sambil disertai dorongan pantat Anna. Saya pun semakin bernafsu untuk meremas-remas kemaluannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba Anna bangkit dari duduknya sambil berkata, &#8220;Mas mau lihat saya menari striptease tidak?&#8221; Walaupun agak sedikit kaget karena Anna tiba-tiba berdiri mendadak, segera aku menganggukkan kepala pertanda setuju dengan usulnya. Anna pun kembali mengenakan seluruh pakaiannya dan mulai memilih lagu yang akan menemaninya menari-nari.</p>
<p style="text-align: justify;">Anna mulai berdiri di tengah-tengah ruangan dan ketika lagu mulai dilantunkan, tubuh Anna mulai meliuk-liuk mengikuti irama lagu. Anna meliuk-liukkan tubuh yang sintal dengan lemas dan menggairahkan, Anna sesekali meremas-remas buah dadanya dan juga terkadang meraba-raba kemaluannya sambil menjulurkan lidahnya. Satu lagu berlalu, Anna pun mulai menanggalkan kaos dan BH-nya, sambil terus meliuk-liukkan tubuhnya. Saya sebenarnya sudah tidak dapat menahan nafsu seks saya lagi, apalagi melihat buah dada Anna bergoyang-goyang dengan indahnya. Melihat saya yang mulai blingsatan karena nafsu, Anna semakin hot meliuk-liukkan tubuhnya yang sintal dan tiba-tiba ia melepaskan rok mininya terus melemparkannya ke saya. &#8220;Buka, buka, buka CD-nya&#8221;, kataku. Mendengar teriakanku Anna semakin kerasukan dan ia semakin bernafsu meliuk-liukkan badannya sambil terus meremas-remas buah dadanya supaya saya semakin bernafsu.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah puas melakukan gerakan-gerakan yang merangsang, Anna membelakangiku dan mulai memelorotkan CD secara perlahan-lahan yang semakin membuat nafsuku tidak tertahankan lagi. Segera saya tubruk tubuhnya dan kuremas-remas buah dadanya dari belakang. Tanganku dengan cepat menarik lepas CD-nya yang masih menempel di kakinya dan tanganku langsung menyusup ke celah di bukitnya yang tandus. Anna pun menjerit kenikmatan, &#8220;Aahh&#8230; ahh&#8230; ahh&#8230; nikmat, nikmat sekali teruskan, teruskan ahh, ahh, ohh&#8230; Mas, Anna sudah tidak tahan nich pingin ngerasain tusukan pedang Mas yang kuat dan perkasa&#8221;, katanya. &#8220;Ok, Anna&#8221;, segera kulepaskan baju dan celana jeans yang kukenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba aku teringat bahwa aku membawa seutas tali dan penutup mata yang akan kugunakan untuk mengikat tangan Anna dan juga menutupi kedua matanya. Segera kusampaikan gagasanku itu sambil terus merangsangnya dengan remasan-remasan di buah dadanya maupun di kemaluannya. Anna mengangguk-angguk tanda ia menyetujui gagasanku itu, segera aku mendudukkan tubuh Anna kembali di sofa dan saya pun mulai mengikat kedua tangannya di sofa dan kemudian matanya pun kututupi dengan selembar kain. Nafsuku benar-benar memuncak melihat Anna yang dalam keadaan telanjang bulat, terikat dan tertutup matanya. Melihat Anna yang sudah tidak berdaya dan pasrah, saya pun langsung membuka CD yang kukenakan dan mengacunglah penis yang keras dan gagah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya ingin mendekat ke tubuh Anna yang sedang duduk bersandar dengan pasrahnya, tiba-tiba tubuh saya disergap dari belakang oleh tiga laki-laki yang kekar dan langsung mulut saya dibekap dengan sebuah gumpalan kain. Tubuh saya didudukkan di sofa berseberangan (sofa di ruangan itu berbentuk huruf U) dengan tubuh telanjang Anna dan tubuh saya pun diikat dengan kuat dan erat. &#8220;Sorry yach, gue pinjem dulu wanita lu, lu nontonin aje kami bertiga menikmati tubuh wanita lu, ok.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Selesai membereskan aku hingga tak berdaya, ketiga laki-laki itu mulai menghampiri tubuh Anna yang masih telanjang dan duduk bersandar dengan pasrahnya menunggu untuk disetubuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat tubuh Anna yang telanjang bulat tanpa seutas benang, dengan buah dadanya yang sekal dan menantang serta bukit kemaluannya yang tandus telah membuat nafsu seks ketiga laki-laki itu meninggi. Mereka pun lalu melakukan undian terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang berhak menikmati Anna terlebih dahulu. Ternyata yang menang adalah laki-laki yang agak kekar dan berkulit gelap, ia tersenyum menyeringai dan segera menghampiri Anna dan mulai meremas-remas buah dadanya. Anna tidak menyadari bahwa yang meremas-remas buah dadanya bukanlah saya lagi, Anna hanya mengeluarkan lenguhan-lenguhan nikmat, &#8220;Ahh, ahh, ahh, nikmat, nikmat sayang terus, terus, hisap, hisap sayang.&#8221; Mendengar permintaan Anna untuk menghisap buah dadanya, langsung laki-laki itu menghisap-hisap buah dada Anna yang menantang.</p>
<p style="text-align: justify;">Hisapan dan jilatan laki-laki itu semakin membuat Anna bernafsu, terlihat dari tubuhnya yang mengejang-ngejang dan juga puting susunya tampak menegang. Anna sudah tidak dapat lagi menahan nafsunya, &#8220;Ayo sayang masukkan barangmu, cepat sayang, ahh, ahh, aah, aku sudah tidak tahan lagi nich&#8221;, seru Anna. Permintaan Anna segera disambut dengan tusukan kemaluan laki-laki itu yang berukuran cukup besar, panjangnya sekitar 17 cm dan tebalnya sekitar 4 cm. Mulanya ujung kemaluan laki-laki itu hanya menempel di kemaluan Anna dan perlahan tapi pasti ia mulai menggoyangkan pantatnya sehingga kemaluannya mulai menusuk ke dalam kemaluan Anna. Setelah yakin kemaluannya pada arah yang benar, langsung laki-laki itu menghentakkan pantatnya dengan keras sehingga amblaslah seluruh kemaluannya ke dalam kemaluan Anna. Ahh&#8230; ah&#8230; ahh, ooohh, nikmat sayang, nikmat, ohh&#8230; nikmatnya.&#8221; Desahan Anna semakin membuat laki-laki itu mempercepat gerakan pantatnya sehingga juga semakin membuat Anna menjerit nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat temannya sedang asyik menikmati tubuh telanjang Anna, membuat kedua laki-laki yang lainnya menjadi tidak tahan juga. Mereka pun akhirnya menghampiri dan mulai ikut menikmati tubuh Anna dengan meremas-remas dan menjilati serta menghisap buah dada Anna. Karena nafsu sexnya yang sudah memuncak, Anna tidak menyadari bahwa yang menikmati tubuhnya tidak hanya satu orang melainkan tiga orang. Anna hanya terus mengeluarkan suara desahan-desahan nikmat, sampai suatu saat tubuh Anna tiba-tiba mengejang dengan kuat yang menandakan bahwa ia telah mencapai puncak kenikmatan yang ternyata dibarengi oleh tembakan dari kemaluan si laki-laki itu. Satu menit tubuh Anna mengejang-ngejang dengan nikmat dan kemudian tubuh Anna pun mulai melemas.</p>
<p style="text-align: justify;">Bersambung&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/nikmat-karaoke-membawa-sengsara-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jaga Rental</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/jaga-rental/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/jaga-rental/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 22:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[blowjob]]></category>
		<category><![CDATA[juliet]]></category>
		<category><![CDATA[mini]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[setan]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3217</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini diawali pada saat saya sedang menjaga rental VCD punya teman. Saat itu saya bertiga, saya dan 2 orang cewek teman saya. Jam menunjukkan pukul 23:50 WIB. Karena setengah jam lagi akan tutup, maka 2 teman saya pamit pulang. Saya tidak ikut pulang karena tempat itu sekaligus juga rumah saya. Beberapa menit setelah teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cerita ini diawali pada saat saya sedang menjaga rental VCD punya teman. Saat itu saya bertiga, saya dan 2 orang cewek teman saya. Jam menunjukkan pukul 23:50 WIB. Karena setengah jam lagi akan tutup, maka 2 teman saya pamit pulang. Saya tidak ikut pulang karena tempat itu sekaligus juga rumah saya. Beberapa menit setelah teman saya ulang, ada mobil berhenti di depan rental. Samar-samar saya melihat di dalam mobil ada 2 orang cewek.&#8221;Mungkin dia mau pinjam kali ya&#8230;&#8221; pikir saya saat itu.Setelah itu pintu mobil terbuka, dan terlihatlah kaki putih mulus nan indah. Ketika kaki itu mendarat di tanah, cewek itu menurunkan roknya yang panjang (lho kok bisa sih..?). Terus tadi ketika dia mau turun dari mobil, kakinya yang putih itu kelihatan. Saya curiga, pasti ada yang tidak beres nich. Tapi masa bodoh ah&#8230; (emang gue pikirin). Pintu yang satunya terbuka, dan munculah cewek satu lagi, dia menggunakan celana dan kaos kentat, sehingga payudaranya yang lumayan besar kelihatan putingnya yang panjang. 2 cewek yang kira-kira sudah berstatus tante-tante ini mulai memasuki rental. Mereka lihat sana lihat sini, kelihatannya mereka bingung memilih.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika sedang memilih itulah awal dari kisah seru ini, tante yang pakai celana kentat itu sedang melihat CD yang letaknya agak ke tengah, jadi dia harus menungging kalau mau lihat CD tersebut. Ketika dia menungging, ohhh&#8230; begitu indah lekuk tubuhnya, dan itu ohhh.., itu belahan kemaluannya tergambar di celana kentatnya. Ahhh&#8230; mana tahan&#8230; batang kejantananku langsung saja tegang.. tegang.. dan tegang&#8230; Karena saya lagi asyik memperhatikan tante yang bercelana kentat, saya tidak tahu kalau tante yang satunya mengawasi saya. Tiba-tiba saya terkejut karena ada suara CD jatuh di sebelah kanan saya. Langsung saja saya menoleh ke kanan.. dan ahh&#8230; mimpi kali ya&#8230; Saya seperti tidak berada dalam alam sadar. Tante yang memakai rok tadi, ketika mengambil CD yang jatuh itu, roknya tersingkap ke atas, dan oh.. belahan pantatnya yang putih mulus dan tentu saja kemaluannya yang gemuk itu kelihatan masih ok. Vagina itu kelihatan jelas, karena bulu kemaluannya sepertinya sudah dicukur habis. Ohhhh&#8230; mana tahan&#8230; benar-benar malam yang berkesan bagiku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mas, lagi lihat apa sih, kok matanya sampai melotot gitu..?&#8221;Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan ketika saya lihat dari arah depan, dan ternyata tante yang bercelana kentat itu sudah berada di depan saya. Oh begitu cantik dan harum sekali, body-nya yang &#8216;uhui&#8217; itu membuat saya menjadi termenung lagi.&#8221;Ihhh.. Mas ini nakal deh, ditanya kok malah melototin gue&#8230; naksir ya..?&#8221; katanya.Saya tersadar lagi dan seakan tidak percaya dia berkata seperti itu.&#8221;Saya harus memanggil apa nich, Ibu, Tante, Mbak atau Nona-Nona..?&#8221; kataku.&#8221;Ehhh&#8230; darimana Mas tahu kalau saya sudah menikah..?&#8221; katanya lagi. Sebelum menjawab, saya penasaran ingin melihat ke tante yang tadi. Saya melirik sedikit ke kanan, ehh.. dia sudah tidak ada. Gila, cepat benar tu cewek menghilangnya.&#8221;Ehhh.. begini&#8230; saya tahu, karena di jari manis Ibu.. eee.. Tante.. eee.. Mbak.., ada cincinnya.&#8221; kataku lagi.&#8221;Mas pintar juga ya, Mas boleh panggil Tante atau Mbak&#8230;&#8221; katanya sambil tersenyum.Ehmm&#8230; tambah cantik saja nih tante genit.&#8221;Eee&#8230; Tante mau pinjam film apa..? Kok keliatannya dari tadi bingung milihnya&#8230; biar nanti saya yang nyariin, mungkin ketemu.&#8221; kataku berlagak sok pahlawan.<br />
<span id="more-3217"></span><br />
&#8220;Mas namanya siapa sih, kalau boleh tante tahu&#8230;? katanya.&#8221;Sony tante..&#8221; kata saya.&#8221;Aduh.. kalau gitu Mas sudah dong kenal dengan Tante..&#8221; katanya.&#8221;Masak sih Tante, rasanya kita baru aja ketemu deh&#8230; ya nggak Tante..&#8221; kataku penasaran.&#8221;Sony udah lama kenal dengan Tante, tiap pagi kalau pas Tante lagi mandi, Sony selalu ngintip Tante dari dalam bak cucian. Pas Tante lagi beol, Tante jadi malu.. terpaksa Tante tutup anu Tante pakai tangan biar nggak dilihat sama Sony. Terus pas Tante lagi bersihin anu Tante. Ya khan..? Sony ngaku aja deh..!&#8221; katanya manja.&#8221;Sony ngintip Tante mandi dari bak cucian..? Mana cukup badan Sony yang besar gini ngumpet di bak cucian..? Ahh Tante becanda ya..?&#8221; kata saya bingung.&#8221;Nggak kok Son, Tante memang becanda&#8230; yang Tante maksud itu sebetulnya celana dalam suami Tante yang merk-nya SONY&#8230; sorry ya&#8230;&#8221; katanya.&#8221;Nggak pa-pa, tapi boleh nggak Sony ngintip Tante mandi lagi..?&#8221; kata saya menggoda.&#8221;Ahhh.. Sony kamu nakal ya..! Emangya kamu nggak pernah ngintip cewek kamu pas mandi ya..?&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sony belum punya pacar Tante, masih single man gicu..?&#8221; kata saya.&#8221;Jadi kamu bebas dong kencan dengan siapa aja&#8230;&#8221; katanya.&#8221;Ya.. ya.. ya..&#8221; kata saya girang.&#8221;Oh ya. Tante, nama Tante siapa sih..? Dan teman Tante yang satu lagi tadi..?&#8221; kata saya.&#8221;Juliet, dan teman Tante tadi&#8230; mana dia ya..? Min.. Min.. kesini deh..!&#8221; teriaknya.Terus tante yang tadi membuat saya kelabakan mendatangi kami. Dan &#8216;uhui&#8217;, dia juga cantik lho, wow.. wajahnya sungguh manis, mirip boneka padahal dia sudah menikah.&#8221;Min.. kenalin ini Sony.. Son ini Mini teman Tante. Cantik ya..?&#8221; katanya.&#8221;Sony..&#8221; kata saya sambil melihat wajahnya yang manis.&#8221;Mini.. Son, kamu ganteng juga ya.. ya nggak Yul..?&#8221; katanya sambil menyubit tangan Tante Juliet.&#8221;Ya lho Son, kamu ganteng sekali lho..!&#8221; katanya.&#8221;Akh.. Tante ini ada-ada saja.. Oh ya, Tante jadi nggak pinjam CD-nya..?&#8221; kataku.&#8221;Ha.. pinjam CD..? Akhh.., kamu nakal deh..! Tante khan udah pakai CD sendiri.&#8221; kata Tante Mini.&#8221;Akhh.. Tante becanda lagi.. tapi tadi Sony lihat Tante Mini tidak pakai CD.&#8221; kata saya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Eee.. kamu nakal ya.. kamu ngintip ya.. kamu jahat deh..!&#8221; katanya.&#8221;Sorry deh Tante.. Sony nggak sengaja tadi lihat punya Tante..&#8221; kata saya meminta maaf. &#8220;Udah ah.., kalian berdua becanda aja.. Son, Tante mau pinjam film &#8216;ehek-ehek&#8217;, ada nggak..?&#8221; katanya.&#8221;Eee&#8230; tapi kuncinya dibawa temen saya, Tante. Jadi nggak bisa masuk ke kamar XXX..&#8221; kata saya mencoba menjelaskan.&#8221;Apa sih kamar XXX itu, Son..?&#8221; tanya Tante Mini.&#8221;Eee.. Kamar penyimpanan VCD BF Tante&#8230; takut kalau ada penggeledahan..&#8221; kata saya.&#8221;Emangnya kamu nggak bawa kunci serepnya Son..?&#8221; tanya Tante Juliet.&#8221;Eee.. itu bukan sembarang kunci Tante. Begini Tante.., Sony akan jelaskan. Pintu kamar itu terbuat dari baja bikinan orang Amerika, Tante. Jadi meskipun di rudal pakai bom apapun, pintu itu tidak akan bisa jebol, terus di depan pintu itu ada eee.. Aduh nggak enak nih..&#8221; kata saya agak ragu untuk menjelaskan.&#8221;Kamu nggak usah ragu-ragu deh..!&#8221; kata Tante Juliet. &#8220;Eee.. di depan pintu itu bukan lubang kunci, tapi disitu ada benda berbentuk anu cowok, tapi terbuat dari bahan yang elastis.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita mau masuk, maka terlebih dahulu teman cewek Sony harus main dulu ama itu &#8216;mainan&#8217;, terus pas temen Sony udah klimaks, cairannya khan nyemprot ke dalam alat itu&#8230; Nah, disitu cairan itu akan diperiksa, bila cocok dengan contoh sample di dalam, maka pintu itu akan terbuka. Jadi bukan sembarang orang bisa masuk ke kamar itu, meskipun dia itu cewek kayak Tante berdua&#8230;&#8221; kata saya.&#8221;Wow, canggih juga&#8230; terus gimana dong..? Tante udah nggak tahan nih..!&#8221; kata Tante Mini sambil menggaruk anunya.Aduh gila benqr nih cewek, saya ingin mengetest Tante Mini, apakah dia seliar tingkah lakunya. Tapi&#8230; mimpi kali ya..? &#8220;Son, bisa nggak Tante berdua minta tolong..? Kamu bisa khan muasin nafsu Tante yang sedang kesepian ini, ya khan Sayang..?&#8221; kata Tante Mini manja.&#8221;Aduh, gimana ya Tante, nanti kalau pacar dan sephia Sony tahu gimana dong jadinya..?&#8221; kata saya ragu tetapi girang.&#8221;Sony sayang, hanya semalam aja kok ya.. Mau ya..? Masak sih kamu nolak tubuh sesintal ini..?&#8221; kata Tante Juliet sambil berbalik arah, terus menungging, terus menggoyang pantatnya naik-turun.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat pemandangan indah itu, batang kejantanan saya menjadi naik 100%.&#8221;Iya lho Son, masa sih kamu nolak kami&#8230; dan kamu nggak usah kuatir deh.. masalah uang kami akan ngasih berapapun yang kamu mau&#8230; Ya sayang ya..? Puasin Tante ya..?&#8221; kata Tante Mini sambil mendekat ke arah saya.Terus dia berbalik arah juga, dan setelah itu dia mengangkat roknya ke atas, dan ohhh.. mana tahan.. vaginanya yang merah delima itu kelihatannya sudah setengah basah dan terlihat merekah ohhh.. &#8220;Iya deh Tante, tapi Sony tutup rental dulu ya..?&#8221; kata saya sambil terus berdiri dari kursi.Tetapi alangkah terkejutnya saya, batang kejantanan saya telah merobek resleting celana saya. Saya ingat tadi saya tidak memakai celana dalam, jadi sekarang batang kemaluan saya menyumbul dari celana saya.&#8221;Aduh.. Sony sayang.. batangmu besar lho.. aduh Tante nggak bisa ngebayangin deh gimana rasanya nanti kontol kamu masuk ke memek Tante yang masih sempit ini&#8230; aduh nikmat kali ya..?&#8221; kata Tante Mini sambil memegang dan mengelus batang kejantanan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wow.. Son, punya kamu besar ya.. Tante kayaknya udah nggak tahan pingin ngerasain punya kamu&#8230; hiii&#8230; lucu ya kepalanya mirip helm NAZI.. Memek Tante bisa robek nih..!&#8221; kata Tante Juliet sambil ikut mengelus batang kemaluan saya. &#8220;Sabar dong Tante, Sony mau nutup rental dulu. Tante masuk aja ke ruangan sebelah ya..! Nanti Sony nyusul..!&#8221; kata saya.&#8221;Jangan lama-lama ya Sayang.. Tante udah nggak tahan nih..!&#8221; kata Tante Mini.Lalu, saya bergegas menutup rental, setelah itu saya masuk ke ruangan dimana kedua tante itu berada.&#8221;Oh ya.. Tante-Tante mau minum apa..?&#8221; kata saya.&#8221;Softdrink yang dingin ya Son..&#8221; kata Tante Juliet.Sementara Tante Mini sepertinya agak kurang sabar, dia terus mengobok-obok vaginanya. Lalu saya mengambilkan 3 coke dari dalam kulkas, dan kusodorkan pada kedua tante itu. Setelah mereguk coke sekaleng, Tante Mini yang dari tadi tidak sabar, langsung saja pindah ke pangkuan saya dan mulai menciumi bibir saya tanpa basa-basi. Kubalas ciuman Tante Mini, sementara tangan saya mengelus-elus punggungnya, dan terus menuju pinggulnya yang memang wuih itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Tante Juliet hanya menonton adegan kami berdua. Tangan Tante Mini tidak kalah gesitnya mulai membuka pakaianku dan terus meraba-raba dada serta puting saya sambil bibirnya yang sensual itu terus melumat bibir saya. Saya juga terus segera membuka baju Tante Mini dan BH-nya, maka terlihatlah dua buah gunung Himalaya dengan putingnya yang mancung. Mula-mula kuciumi dan kulumat serta kumainkan putingnya yang sudah super menegang itu.&#8221;Akkhh.. Sshh&#8230; Sony sayang&#8230; kamu pintar sekali.. ohhhh.. yesss.. terus.. Son.. ohhh..&#8221; katanya sambil tangannya meremas rambut saya.Setelah itu saya mulai merayap ke selangkangannya, kugosok-gosok klitorisnya dengan tangan kiri saya dan saya masukkan 2 jari tangan kanan saya ke vaginanya. Uhhh&#8230; benar-benar sempit.&#8221;Ohhh&#8230; yess&#8230; Son&#8230; terusss&#8230; sshh&#8230; yess.. Fuck me with your hands.. ohh&#8230;&#8221; desah Tante Mini. Sementara itu, saya melihat Tante Juliet mulai membuka pakaiannya satu persatu. Saya memperhatikannya meskipun saya sedang asyik dengan pekerjaan saya. Tante Juliet yang sudah telanjang itu mulai mendekati kami dan ikut meraba batang kejantanan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu tangan kanan saya pindah ke payudara Tante Juliet yang lebih mancung dari temannya ini. Kugesek-gesekkan dengan perlahan, dan kupuntir ke kiri dan ke kanan.&#8221;Ohhh&#8230; terus Son, ohhh&#8230; yesss..!&#8221; kata Tante Juliet.Tante Juliet terus memainkan batang kejantanan saya dengan memijat-mijat, lalu kepalanya mulai didekatkan ke batang kejantanan saya, dan &#8220;Sruppp..&#8221; masuklah batang kejantanan saya ke mulut yang sensual itu. Dihisap, dikocok, dihisap, dikocok, dihisap, wuihh&#8230; sedap&#8230; ahh. Sementara itu Tante Mini yang sudah tidak tahan, langsung mendesah, &#8220;Ssshhh&#8230; aahh&#8230; Sonn.. ohhh.. yesss..!&#8221; sambil tangannya meremas rambut saya dengan kerasnya. Sepertinya dia akan keluar, otot dindingnya mengencang dan, &#8220;Ahhh&#8230; yess&#8230; aahh&#8230;&#8221; desahnya sambil tangannya mendorong dan menarik kepala Tante Juliet agar batang kejantanan saya dapat lebih masuk ke mulut Tante Juliet.Rupanya Tante Mini telah klimaks, kemudian jari kiri saya terus kukocok-kocok dalam vaginanya secara cepat (350 km/jam).&#8221;Ahh.. hhmm&#8230; sshhh&#8230; yesss..!&#8221; dia menegang dan mulai menghentikan gerakannya secara perlahan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ohhh.. yesss&#8230; Sony sayang kamu pintar sekali&#8230; ohhhh&#8230; yesss..!&#8221; katanya sambil mengelus kepala saya.Lalu saya merubah posisi. Sekarang saya berbaring di bawah, saya merebahkan tubuh saya yang mulai penuh keringat. Lalu Tante Mini mulai menaiki tubuh saya, dan tangannya meraih batang kejantanan saya untuk diarahkan ke vaginanya yang sudah mulai agak kering. Digosok-gosok sebentar batang kejantanan saya ke vaginanya yang sudah merekah itu. Lalu dengan perlahan dia menurunkan pantatnya.&#8221;Ohh.. Son&#8230; nikmat sekali kontolmu&#8230; ohhh..!&#8221; desahnya sambil terus menaik-turunkan pantatnya yang bulat itu, sehingga mulai melahap batang saya dalam vaginanya.&#8221;Ohhh&#8230; yesss.. Tante&#8230; terus..!&#8221; saya mulai terangsang karena jepitan vaginanya.Sementara itu, Tante Juliet mulai mendekati saya terus mengangkangi kakinya tepat di atas wajah saya dan mulai menurunkan pantatnya.&#8221;Ayo.. Son&#8230; jilatin punya Tante..!&#8221; katanya sambil terus menurunkan dan menggoyangkan pantat dan liang senggamanya ke arah wajah saya. Karena lebatnya bulu kemaluannya itu, saya hampir bersin dibuatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu saya jilati dengan perlahan klitorisnya hingga dinding lubang vaginanya mulai meneteskan cairannya.&#8221;Sss.. hhhmm&#8230; aakkkhh&#8230; yesss&#8230; terus Son..!&#8221; desahnya.Sementara itu Tante Mini terus naik turun hingga terdengar decak antara saya dan dia.Beberapa saat kemudian, &#8220;Ohhh&#8230; Son, Tante mau keluar.. ohhh&#8230; yesss..!&#8221; desahnya.Karena saya sedang sibuk, jadi saya tidak dapat bicara apa-apa.Dan, &#8220;Crett&#8230; crottt.. critt..!&#8221; muncratlah cairan Tante Mini.&#8221;Ohhh.. yesss&#8230; Son kamu sungguh hebat sayang..!&#8221; katanya sambil mencabut batang kejantanan saya dari liang senggamanya dan terus menjilati batang kejantanan saya yang basah itu. Lalu saya suruh Tante Juliet untuk merebahkan badannya di bawah, dan dia terus melebarkan kakinya yang putih mulus dan indah itu. Karena sekarang tante agak mengangkang lebih lebar, jadi vaginanya yang merah kehitaman itu terlihat. Saya lalu mengarahkan batang kejantanan saya ke vagina Tante Juliet, dan perlahan saya dorong hingga masuk seluruhnya.&#8221;Akhhh&#8230; yesss&#8230; fuck me darling..! Ohhh..!&#8221; desahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Tante Mini tertidur, saya terus menggoyang tubuh saya maju-mundur, dan hebatnya Tante Juliet juga ikut menggoyang pinggulnya mengikuti irama. Batang kejantanan saya terasa dipelintir, tetapi makin asyik saja. Kutambah &#8216;gigi&#8217;, hingga gerakanku menjadi lebih dasyat. Dengan kecepatan penuh, saya menggoyang terus hingga terdengar kecipak-kecipak. Karena seranganku, Tante Juliet jadi meram melek matanya menikmati keluar masuknya batang penis saya dalam liang senggamanya. &#8220;Akhh&#8230; Sonnn&#8230; yesss..!&#8221; desahnya sambil jarinya mencengkeram tangan saya dan kukunya menancap ke kulit saya.Tubuhnya mengejang sesaat, lalu melemas tetapi saya masih asyik menikmati vaginanya dengan terus memasukkan penis saya ke dalam vaginanya yang banjir. &#8220;Akhh&#8230; yesss&#8230; Tante keluarrr.. Sonnn..!&#8221; sambil menancapkan dalam-dalam vaginanya ke batang kejantanan saya.Saya yang merasa belum keluar terus saja menggenjot gerakan saya. Dan tidak lama kemudian, saya akhirnya keluar juga. Saya mencabut batang kejantanan saya dari vaginanya Tante Juliet dan merebahkan tubuh di sampingnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tangan Tante Mini dan Juliet secara bergantian membelai batang kejantanan saya. &#8220;Sony sayang, terima kasih ya.. kamu telah membuat kami melayang ke langit ketujuh..&#8221; kata Tante Juliet sambil terus membelai batang kejantanan saya.Lalu kami bertiga terkulai lemas dengan posisi saya di tengah, dan kedua cewek cantik itu di samping saya. Lalu saya tertidur hingga pagi. Ketika saya bangun, saya masih dalam keadaan telanjang. Tetapi anehnya kedua tante itu sudah tidak ada. Mata saya tertuju pada setumpuk uang di samping saya. Pasti dari tante-tante itu. Setelah itu, saya masukkan beberapa uang itu ke kas rental, dan sisanya masuk ke kantong saya. Lalu saya mandi, membersihkan bekas-bekas tadi malam. Dan setelah itu saya membuka rental dan saya lihat di depan, koran sudah datang. Saya ambil koran dan melihat halaman depannya.&#8221;Copot.. eee.. copot.. jantungku&#8230;&#8221; dalam hati saya bergumam.Serasa tidak percaya, disitu tertulis &#8220;MOBIL MENABRAK POHON ASEM, 2 CEWEK TEWAS&#8221;. Dan disitu disebutkan bahwa nama kedua cewek itu Juliet dan Mini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ohhh.. Ya Tuhan.., jadi tadi malam saya bercinta dengan hantu. Saya hampir saja muntah gara-gara berita itu. Lalu saya bergegas mengambil uang dari kedua tante itu dari kantong baju saya. Ohhh.., syukurlah uangnya masih tetap ada. Benar-benar peristiwa yang tidak masuk akal.</p>
<p style="text-align: justify;">TAMAT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/jaga-rental/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mama dan Tante Rina</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/mama-dan-tante-rina/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/mama-dan-tante-rina/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 13:57:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[binatang]]></category>
		<category><![CDATA[incest]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[liar]]></category>
		<category><![CDATA[mama]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu binal]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3164</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Roy, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini adalah kisah nyata dari pengalaman sex aku dengan mama dan tante aku. Cerita ini dimulai ketika aku berusia 20 tahun. Saat itu tante Rina datang dan menginap selama beberapa hari di rumah karena suaminya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Namaku Roy, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini adalah kisah nyata dari pengalaman sex aku dengan mama dan tante aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Cerita ini dimulai ketika aku berusia 20 tahun. Saat itu tante Rina datang dan menginap selama beberapa hari di rumah karena suaminya sedang pergi keluar kota. Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. Tante Rina berusia 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat. Aku suka lihat tante Rina kalau sudah memakai celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, merangsang. Tante Rina adalah adik kandung Papa aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu itu hari aku tidak masuk kuliah. Aku diam di rumah bersama mama dan tante Rina. Pagi itu, jam 10, kulihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi memakai handuk menutupi dada dan setengah pahanya yang putih mulus. Mama berusia 38 tahun. Sangat cantik.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu entah secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat buah dada mama walau tidak terlalu besar tapi masih bagus bentuknya. Yang terutama jadi perhatian aku adalah memek mama yang dihiasi bulu hitam tidak terlalu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin merawatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sedang memperhatikannya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi. Aku dekati pintu, lalu aku intip dari lubang kunci. Terlihat mama sedang membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat menggairahkan. Terutama memek mama yang aku fokuskan. Secara otomatis tangan aku meraba kontol dari luar celana, lalu meremasnya pelan-pelan sambil menikmati keindahan tubuh merangsang mama. Karena sudah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil membayangkan menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">Sore harinya, waktu aku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy..!&#8221; panggil mama.<br />
&#8220;Ya, Ma&#8230;&#8221; sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.<br />
&#8220;Ada apa, Ma?&#8221; tanya aku.<br />
&#8220;Pijitin badan mama, Roy. Pegal rasanya&#8230;&#8221; kata mama sambil tengkurap.<br />
&#8220;Iya, Ma&#8230;&#8221; jawab aku.<br />
<span id="more-3164"></span><br />
Waktu itu mama memakai daster. Aku mulai memijit kaki mama dari betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku. Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, &#8220;Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih&#8230;&#8221; tanya aku.<br />
&#8220;Emang kamu mau mijitan apa aja, Roy?&#8221; tanya mama.<br />
&#8220;Seluruh badan mama,&#8221; jawab aku.<br />
&#8220;Ya sudah, mama buka baju saja,&#8221; kata mama sambil bangkit, lalu melepas dasternya tanpa ragu.<br />
&#8220;Ayo lanjutkan, Roy!&#8221; kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.<br />
&#8220;Mama tidak malu buka baju depan Roy?&#8221; tanya aku.<br />
&#8220;Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,&#8221; jawab mama sambil memejamkan mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat adalah mengusap agak keras. Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang memakai celana dalam merah. Setelah selesai &#8220;memijit&#8221; paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kok dilewat sih, Roy?&#8221; protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.<br />
&#8220;Mm.. Roy takut mama marah&#8230;&#8221; jawab aku.<br />
&#8220;Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!&#8221; pinta mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena sudah mendapat angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. kontol aku sudah mulai mengeras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku. Karena birahi aku sudah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.</p>
<p style="text-align: justify;">Jari tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jari aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jari tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam. Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jari aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena sudah basah, aku nekad masukkan jari aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai bergoyang agak cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy, kamu ngapain?&#8221; tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.<br />
&#8220;Maaf, Ma&#8230;&#8221; kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.<br />
&#8220;Roy tidak tahan menahan nafsu&#8230;&#8221; kataku lagi.<br />
&#8220;Nafsu apa?&#8221; kata mama dengan nada lembut.<br />
&#8220;Sini berbaring dekat mama,&#8221; kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.<br />
&#8220;Sini berbaring Roy,&#8221; ujar mama lagi.<br />
&#8220;Tutup dulu pintu kamar,&#8221; kata mama.<br />
&#8220;Ya, Ma&#8230;&#8221; kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemudian aku berbaring di samping mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Mama menatapku sambil membelai rambut aku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kenapa bernafsu dengan mama, Roy,&#8221; tanya mama lembut.<br />
&#8220;Mama marahkah?&#8221; tanya aku.<br />
&#8220;Mama tidak marah, Roy.. Jawablah jujur,&#8221; ujar mama.<br />
&#8220;Melihat tubuh mama, Roy tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma&#8230;&#8221; kataku. Mama tersenyum.<br />
&#8220;Berarti anak mama sudah mulai dewasa,&#8221; kata mama.<br />
&#8220;Kamu benar-benar mau sayang?&#8221; tanya mama.<br />
&#8220;Maksud mama?&#8221; tanya aku.<br />
&#8220;Dua jam lagi Papa kamu pulang&#8230;&#8221; hanya itu yang keluar dari mulut mama sambil tangannya meraba kontol aku dari luar celana.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku kaget sekaligus senang. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami berciuman mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Buka pakaian kamu, Roy,&#8221; kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana.</p>
<p style="text-align: justify;">Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sedangkan aku tetap berdiri.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;kontol kamu besar, Roy&#8230;&#8221; kata mama sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.<br />
&#8220;Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, sayang?&#8221; tanya mama.<br />
Sambil menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, &#8220;Belum pernah, Ma.. Mmhh..&#8221;. Mama tersenyum, entah apa artinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu mama menarik pantat aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati kontol aku mulai dari batang sampai ke kepalanya. Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke mulutnya. Hisapan dan permainan lidah mama sangat pandai. Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kenikmatan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hisapannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Enak sayang?&#8221; tanya mama sambil menengadah menatapku.<br />
&#8220;Iya, Ma.. Enak sekali,&#8221; jawabku dengan suara tertahan.<br />
&#8220;Sini sayang. kontolmu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan&#8230;&#8221; ujar mama sambil menarik tanganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pahanya. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kontolku ke lubang memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ayo, Roy.. Masukkan&#8230;&#8221; ujar mama sambil terus memandang wajahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu batang kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang entah bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Enak, Roy?&#8221; tanya mama.<br />
&#8220;Sangat enak, Ma&#8230;&#8221; jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku.<br />
&#8220;Kenapa mama mau melakukan ini dengan Roy?&#8221; tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama kelihatan berkaca-kaca.<br />
&#8220;Karena mama sayang kamu, Roy&#8230;&#8221; jawab mama.<br />
&#8220;Sangat sayang&#8230;&#8221; lanjutnya.<br />
&#8220;Lagipula saat ini mama memang sedang ingin bersetubuh&#8230;&#8221; lanjutnya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy juga sangat sayang mama&#8230;&#8221; ujarku.<br />
&#8220;Ohh.. Roy.. Enakk.. Mmhh&#8230;&#8221; desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras.<br />
&#8220;Mama mau keluar&#8230;&#8221; desah mama lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama kurasakan tubuh mama mengejang lalu memeluk aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ohh.. Enak sayangg&#8230;&#8221; desah mama lagi ketika dia mencapai orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dari kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ma, Roy gak tahann&#8230;&#8221; ujarku sambil memeluk tubuh mama lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama.<br />
&#8220;Keluarin sayang&#8230;&#8221; ujar mama sambil meremas-remas pantatku.<br />
&#8220;Keluarin di dalam aja sayang biar enak&#8230;&#8221; bisik mama mesra.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mmhh&#8230;&#8221; desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.<br />
&#8220;Terima kasih ya, Ma&#8230;&#8221; ujar aku sambil mencium bibir mama.<br />
&#8220;Lekas berpakaian, Papa kamu sebentar lagi pulang!&#8221; kata mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kamipun segera berpakaian. Setengah jam kemudian Papa pulang. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam harinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa sudah tidur, aku dan tante Rina masih nonton TV. Tante Rina memakai kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena sudah biasa melihat seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba tante Rina bertanya sesuatu yang mengejutkan aku,&#8221;ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?&#8221; tanya tante Rina.<br />
&#8220;Hayo, ngapain..?&#8221; tanya tante Rina lagi sambil tersenyum.<br />
&#8220;Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok&#8230;&#8221; jawabku.<br />
&#8220;Kok lama amat. Sampe lebih dari satu jam,&#8221; tanyanya lagi.<br />
&#8220;Curigaan amat sih, tante?&#8221; kataku sambil tersenyum.<br />
&#8220;Tante hanya merasa aneh saja waktu tante denger ada suara-suara yang gimanaa gitu&#8230;&#8221; ujar tante Rina sambil tersenyum.<br />
&#8220;Kayak suara yang lagi enak&#8230;&#8221; ujar tante Rina lagi.<br />
&#8220;Udah ah.. Kok ngomongnya ngaco ah&#8230;&#8221; ujarku sambil bangkit.<br />
&#8220;Maaf dong, Roy. Tante becanda kok&#8230;&#8221; ujar tante Rina.<br />
&#8220;Kamu mau kemana?&#8221; tanya tante Rina.<br />
&#8220;Mau tidur,&#8221; jawabku pendek.<br />
&#8220;Temenein tante dong, Roy,&#8221; pinta tante.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku kembali duduk dikursi di samping tante Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ada apa sih tante?&#8221; tanyaku.<br />
&#8220;Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,&#8221; jawab tante Rina.<br />
&#8220;Kamu sudah punya pacar, Roy?&#8221; tanya tante Rina.<br />
&#8220;Belum tante. Kenapa?&#8221; aku balik bertanya.<br />
&#8220;Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum punya pacar?&#8221; tanya tante lagi.<br />
&#8220;Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,&#8221; jawabku.<br />
&#8220;Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Roy?&#8221; tanya tante Rina pelan sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ni tante lagi horny kayaknya&#8230;&#8221; pikir aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa banyak kata, aku cium bibir tante Rina. Tante Rinapun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono tante Rina. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas buah dadanya dengan mesra sambil ujung jari aku memainkan puting susunya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mmhh..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Suara tante Rina mendesah tertahan karena kami masih tetap berciuman. Tangan tante Rinapun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dari luar celana kolorku. kontolku langsung tegang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy, pindah ke kamar tante, yuk?&#8221; pinta tante Rina.<br />
&#8220;Iya tante&#8230;&#8221; jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar tante Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiba di kamar, tante Rina dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua pakaian di tubuh aku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ayo Roy, tante sudah gak tahan&#8230;&#8221; ujar tante Rina sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku segera menindih tubuh telanjang tante Rina. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke buah dadanya. Aku jilat dan hisap puting susu tante Rina sambil meremas buah dada yang satu lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ohh.. Mmhh.. Royy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh&#8230;&#8221; desah tante Rina sambil tangannya memegang kepala aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, tante Rina segera melebarkan kakinya mengangkang. memek tante Rina bersih tidak berbau. Bulunya hanya sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek tante Rina terutama bagian kelentitnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus sayang&#8230;&#8221; desah tante Rina sambil badannya mengejang menahan nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak berapa lama tiba-tiba tante Rina mengepitkan kedua pahanya menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh, Roy.. Tante keluar.. Nikmat sekali.. Ohh&#8230;&#8221; desah tante Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek tante Rina, lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. Tante Rina langsung membalas ciumanku dengan mesra.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Isep dong kontol Roy, tante&#8230;&#8221; pintaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tante Rina mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah tante Rina dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya. Tante Rina langsung menghisap dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghisap dan menjilat kontolnya lebih pintar dari mama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Udah tante, Roy udah pengen setubuhi tante&#8230;&#8221; kataku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tante Rina melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ayo, Roy.. Tante sudah tidak tahan&#8230;&#8221; bisik tante Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. kontolku keluar masuk memek tante Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kenikmatan&#8230;&#8221; kata tante ditengah-tengah persetubuhan kami.<br />
&#8220;Ah, biasa saja, tante&#8230;&#8221; ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selang beberapa lama, tiba-tiba tante Rina mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy, terus setubuhi tante.. Mmhh.. Ohh.. Tante mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh&#8230;&#8221; desahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama tubuhnya mengejang. Pahanya erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tente udah keluar, sayang&#8230;&#8221; bisik tante Rina.<br />
&#8220;Kamu hebat.. Kuat&#8230;&#8221; ujar tante Rina.<br />
&#8220;Terus setubuhi tante, Roy.. Puaskan diri kamu&#8230;&#8221; ujarnya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera orgasme. Kupertcepat gerakanku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy mau keluar, Tante&#8230;&#8221; kataku.<br />
&#8220;Jangan keluarkan di dalam, sayang&#8230;&#8221; pinta tante Rina.<br />
&#8220;Cabut dulu&#8230;&#8221; ujar tante Rina.<br />
&#8220;Sini tante isepin&#8230;&#8221; katanya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku cabut kontolku dari memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. Tante Rina lalu menghisap kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut tante Rina banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut tante Rina. Tante Rina dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan tante Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku segera berpakaian. Tante Rina juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kamu hebat, Roy.. Kamu bisa memuaskan tante,&#8221; ujar tante Rina.<br />
&#8220;Kalo tante butuh kamu lagi, kamu mau kan?&#8221; tanya tante sambil memeluk aku.<br />
&#8220;Kapan saja tante mau, Roy pasti kasih,&#8221; kataku sambil mengecup bibirnya.<br />
&#8220;Terima kasih, sayang,&#8221; ujar tante Rina.<br />
&#8220;Roy kembali ke kamar ya, tante? Mau tidur,&#8221; kataku.<br />
&#8220;Iya, sana tidur,&#8221; katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar.</p>
<p style="text-align: justify;">Besoknya, setelah Papa pergi ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy, semalam kamu ngapain di kamar tante Rina sampe subuh?&#8221; tanya mama mengejutkanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum. Sambil mencium pipiku, mama berkata,&#8221;Jangan sampai yang lain tahu ya, Roy. Mama akan jaga rahasia kalian. Kamu suka tante kamu itu ya?&#8221; tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Iya, Ma.. Roy suka tante Rina,&#8221; jawabku.<br />
&#8220;Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kalian&#8230;&#8221; ujar mama.<br />
&#8220;Kalian hati-hatilah&#8230;&#8221; ujar mama lagi.<br />
&#8220;Kenapa mama tidak marah,&#8221; tanya aku.<br />
&#8220;Karena mama pikir kamu sudah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,&#8221; ujar mama.<br />
&#8220;Terima kasih ya, Ma&#8230;&#8221; kataku.<br />
&#8220;Roy sayang mama,&#8221; kataku lagi.<br />
&#8220;Roy, tante dan Papa kamu sedang keluar.. Mau bantu mama gak?&#8221; tanya mama.<br />
&#8220;Bantu apa, Ma?&#8221; aku balik tanya.<br />
&#8220;Mama ingin&#8230;&#8221; ujar mama sambil mengusap kontolku.<br />
&#8220;Roy akan lakukan apapun buat mama&#8230;&#8221; kataku. Mama tersenyum.<br />
&#8220;Mama tunggu di kamar ya?&#8221; kata mama. Aku mengangguk..</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak saat itu hingga saat ini aku menikah dan punya 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan tante Rina kalau ada kesempatan. Walau sudah agak berumur tapi kecantikan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menarik. Baik itu di rumah tante Rina kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di hotel.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan dengan mama, aku sudah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan hanya 2 kali. Itulah pengalaman kisah nyata aku. Aku tuliskan dengan sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namaku Roy, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini adalah kisah nyata dari pengalaman sex aku dengan mama dan tante aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Cerita ini dimulai ketika aku berusia 20 tahun. Saat itu tante Rina datang dan menginap selama beberapa hari di rumah karena suaminya sedang pergi keluar kota. Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. Tante Rina berusia 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat. Aku suka lihat tante Rina kalau sudah memakai celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, merangsang. Tante Rina adalah adik kandung Papa aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu itu hari aku tidak masuk kuliah. Aku diam di rumah bersama mama dan tante Rina. Pagi itu, jam 10, kulihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi memakai handuk menutupi dada dan setengah pahanya yang putih mulus. Mama berusia 38 tahun. Sangat cantik.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu entah secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat buah dada mama walau tidak terlalu besar tapi masih bagus bentuknya. Yang terutama jadi perhatian aku adalah memek mama yang dihiasi bulu hitam tidak terlalu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin merawatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sedang memperhatikannya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi. Aku dekati pintu, lalu aku intip dari lubang kunci. Terlihat mama sedang membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat menggairahkan. Terutama memek mama yang aku fokuskan. Secara otomatis tangan aku meraba kontol dari luar celana, lalu meremasnya pelan-pelan sambil menikmati keindahan tubuh merangsang mama. Karena sudah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil membayangkan menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">Sore harinya, waktu aku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy..!&#8221; panggil mama.<br />
&#8220;Ya, Ma&#8230;&#8221; sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.<br />
&#8220;Ada apa, Ma?&#8221; tanya aku.<br />
&#8220;Pijitin badan mama, Roy. Pegal rasanya&#8230;&#8221; kata mama sambil tengkurap.<br />
&#8220;Iya, Ma&#8230;&#8221; jawab aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu itu mama memakai daster. Aku mulai memijit kaki mama dari betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku. Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, &#8220;Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih&#8230;&#8221; tanya aku.<br />
&#8220;Emang kamu mau mijitan apa aja, Roy?&#8221; tanya mama.<br />
&#8220;Seluruh badan mama,&#8221; jawab aku.<br />
&#8220;Ya sudah, mama buka baju saja,&#8221; kata mama sambil bangkit, lalu melepas dasternya tanpa ragu.<br />
&#8220;Ayo lanjutkan, Roy!&#8221; kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.<br />
&#8220;Mama tidak malu buka baju depan Roy?&#8221; tanya aku.<br />
&#8220;Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,&#8221; jawab mama sambil memejamkan mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat adalah mengusap agak keras. Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang memakai celana dalam merah. Setelah selesai &#8220;memijit&#8221; paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kok dilewat sih, Roy?&#8221; protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.<br />
&#8220;Mm.. Roy takut mama marah&#8230;&#8221; jawab aku.<br />
&#8220;Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!&#8221; pinta mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena sudah mendapat angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. kontol aku sudah mulai mengeras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku. Karena birahi aku sudah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.</p>
<p style="text-align: justify;">Jari tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jari aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jari tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam. Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jari aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena sudah basah, aku nekad masukkan jari aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai bergoyang agak cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy, kamu ngapain?&#8221; tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.<br />
&#8220;Maaf, Ma&#8230;&#8221; kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.<br />
&#8220;Roy tidak tahan menahan nafsu&#8230;&#8221; kataku lagi.<br />
&#8220;Nafsu apa?&#8221; kata mama dengan nada lembut.<br />
&#8220;Sini berbaring dekat mama,&#8221; kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.<br />
&#8220;Sini berbaring Roy,&#8221; ujar mama lagi.<br />
&#8220;Tutup dulu pintu kamar,&#8221; kata mama.<br />
&#8220;Ya, Ma&#8230;&#8221; kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemudian aku berbaring di samping mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Mama menatapku sambil membelai rambut aku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kenapa bernafsu dengan mama, Roy,&#8221; tanya mama lembut.<br />
&#8220;Mama marahkah?&#8221; tanya aku.<br />
&#8220;Mama tidak marah, Roy.. Jawablah jujur,&#8221; ujar mama.<br />
&#8220;Melihat tubuh mama, Roy tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma&#8230;&#8221; kataku. Mama tersenyum.<br />
&#8220;Berarti anak mama sudah mulai dewasa,&#8221; kata mama.<br />
&#8220;Kamu benar-benar mau sayang?&#8221; tanya mama.<br />
&#8220;Maksud mama?&#8221; tanya aku.<br />
&#8220;Dua jam lagi Papa kamu pulang&#8230;&#8221; hanya itu yang keluar dari mulut mama sambil tangannya meraba kontol aku dari luar celana.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku kaget sekaligus senang. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami berciuman mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Buka pakaian kamu, Roy,&#8221; kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana.</p>
<p style="text-align: justify;">Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sedangkan aku tetap berdiri.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;kontol kamu besar, Roy&#8230;&#8221; kata mama sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.<br />
&#8220;Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, sayang?&#8221; tanya mama.<br />
Sambil menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, &#8220;Belum pernah, Ma.. Mmhh..&#8221;. Mama tersenyum, entah apa artinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu mama menarik pantat aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati kontol aku mulai dari batang sampai ke kepalanya. Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke mulutnya. Hisapan dan permainan lidah mama sangat pandai. Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kenikmatan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hisapannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Enak sayang?&#8221; tanya mama sambil menengadah menatapku.<br />
&#8220;Iya, Ma.. Enak sekali,&#8221; jawabku dengan suara tertahan.<br />
&#8220;Sini sayang. kontolmu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan&#8230;&#8221; ujar mama sambil menarik tanganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pahanya. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kontolku ke lubang memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ayo, Roy.. Masukkan&#8230;&#8221; ujar mama sambil terus memandang wajahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu batang kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang entah bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Enak, Roy?&#8221; tanya mama.<br />
&#8220;Sangat enak, Ma&#8230;&#8221; jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku.<br />
&#8220;Kenapa mama mau melakukan ini dengan Roy?&#8221; tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama kelihatan berkaca-kaca.<br />
&#8220;Karena mama sayang kamu, Roy&#8230;&#8221; jawab mama.<br />
&#8220;Sangat sayang&#8230;&#8221; lanjutnya.<br />
&#8220;Lagipula saat ini mama memang sedang ingin bersetubuh&#8230;&#8221; lanjutnya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy juga sangat sayang mama&#8230;&#8221; ujarku.<br />
&#8220;Ohh.. Roy.. Enakk.. Mmhh&#8230;&#8221; desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras.<br />
&#8220;Mama mau keluar&#8230;&#8221; desah mama lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama kurasakan tubuh mama mengejang lalu memeluk aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ohh.. Enak sayangg&#8230;&#8221; desah mama lagi ketika dia mencapai orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dari kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ma, Roy gak tahann&#8230;&#8221; ujarku sambil memeluk tubuh mama lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama.<br />
&#8220;Keluarin sayang&#8230;&#8221; ujar mama sambil meremas-remas pantatku.<br />
&#8220;Keluarin di dalam aja sayang biar enak&#8230;&#8221; bisik mama mesra.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mmhh&#8230;&#8221; desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.<br />
&#8220;Terima kasih ya, Ma&#8230;&#8221; ujar aku sambil mencium bibir mama.<br />
&#8220;Lekas berpakaian, Papa kamu sebentar lagi pulang!&#8221; kata mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kamipun segera berpakaian. Setengah jam kemudian Papa pulang. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam harinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa sudah tidur, aku dan tante Rina masih nonton TV. Tante Rina memakai kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena sudah biasa melihat seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba tante Rina bertanya sesuatu yang mengejutkan aku,&#8221;ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?&#8221; tanya tante Rina.<br />
&#8220;Hayo, ngapain..?&#8221; tanya tante Rina lagi sambil tersenyum.<br />
&#8220;Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok&#8230;&#8221; jawabku.<br />
&#8220;Kok lama amat. Sampe lebih dari satu jam,&#8221; tanyanya lagi.<br />
&#8220;Curigaan amat sih, tante?&#8221; kataku sambil tersenyum.<br />
&#8220;Tante hanya merasa aneh saja waktu tante denger ada suara-suara yang gimanaa gitu&#8230;&#8221; ujar tante Rina sambil tersenyum.<br />
&#8220;Kayak suara yang lagi enak&#8230;&#8221; ujar tante Rina lagi.<br />
&#8220;Udah ah.. Kok ngomongnya ngaco ah&#8230;&#8221; ujarku sambil bangkit.<br />
&#8220;Maaf dong, Roy. Tante becanda kok&#8230;&#8221; ujar tante Rina.<br />
&#8220;Kamu mau kemana?&#8221; tanya tante Rina.<br />
&#8220;Mau tidur,&#8221; jawabku pendek.<br />
&#8220;Temenein tante dong, Roy,&#8221; pinta tante.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku kembali duduk dikursi di samping tante Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ada apa sih tante?&#8221; tanyaku.<br />
&#8220;Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,&#8221; jawab tante Rina.<br />
&#8220;Kamu sudah punya pacar, Roy?&#8221; tanya tante Rina.<br />
&#8220;Belum tante. Kenapa?&#8221; aku balik bertanya.<br />
&#8220;Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum punya pacar?&#8221; tanya tante lagi.<br />
&#8220;Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,&#8221; jawabku.<br />
&#8220;Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Roy?&#8221; tanya tante Rina pelan sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ni tante lagi horny kayaknya&#8230;&#8221; pikir aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa banyak kata, aku cium bibir tante Rina. Tante Rinapun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono tante Rina. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas buah dadanya dengan mesra sambil ujung jari aku memainkan puting susunya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mmhh..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Suara tante Rina mendesah tertahan karena kami masih tetap berciuman. Tangan tante Rinapun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dari luar celana kolorku. kontolku langsung tegang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy, pindah ke kamar tante, yuk?&#8221; pinta tante Rina.<br />
&#8220;Iya tante&#8230;&#8221; jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar tante Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiba di kamar, tante Rina dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua pakaian di tubuh aku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ayo Roy, tante sudah gak tahan&#8230;&#8221; ujar tante Rina sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku segera menindih tubuh telanjang tante Rina. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke buah dadanya. Aku jilat dan hisap puting susu tante Rina sambil meremas buah dada yang satu lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ohh.. Mmhh.. Royy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh&#8230;&#8221; desah tante Rina sambil tangannya memegang kepala aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, tante Rina segera melebarkan kakinya mengangkang. memek tante Rina bersih tidak berbau. Bulunya hanya sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek tante Rina terutama bagian kelentitnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus sayang&#8230;&#8221; desah tante Rina sambil badannya mengejang menahan nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak berapa lama tiba-tiba tante Rina mengepitkan kedua pahanya menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh, Roy.. Tante keluar.. Nikmat sekali.. Ohh&#8230;&#8221; desah tante Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek tante Rina, lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. Tante Rina langsung membalas ciumanku dengan mesra.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Isep dong kontol Roy, tante&#8230;&#8221; pintaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tante Rina mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah tante Rina dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya. Tante Rina langsung menghisap dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghisap dan menjilat kontolnya lebih pintar dari mama.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Udah tante, Roy udah pengen setubuhi tante&#8230;&#8221; kataku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tante Rina melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ayo, Roy.. Tante sudah tidak tahan&#8230;&#8221; bisik tante Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. kontolku keluar masuk memek tante Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kenikmatan&#8230;&#8221; kata tante ditengah-tengah persetubuhan kami.<br />
&#8220;Ah, biasa saja, tante&#8230;&#8221; ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selang beberapa lama, tiba-tiba tante Rina mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy, terus setubuhi tante.. Mmhh.. Ohh.. Tante mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh&#8230;&#8221; desahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama tubuhnya mengejang. Pahanya erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tente udah keluar, sayang&#8230;&#8221; bisik tante Rina.<br />
&#8220;Kamu hebat.. Kuat&#8230;&#8221; ujar tante Rina.<br />
&#8220;Terus setubuhi tante, Roy.. Puaskan diri kamu&#8230;&#8221; ujarnya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera orgasme. Kupertcepat gerakanku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy mau keluar, Tante&#8230;&#8221; kataku.<br />
&#8220;Jangan keluarkan di dalam, sayang&#8230;&#8221; pinta tante Rina.<br />
&#8220;Cabut dulu&#8230;&#8221; ujar tante Rina.<br />
&#8220;Sini tante isepin&#8230;&#8221; katanya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku cabut kontolku dari memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. Tante Rina lalu menghisap kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut tante Rina banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut tante Rina. Tante Rina dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan tante Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku segera berpakaian. Tante Rina juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kamu hebat, Roy.. Kamu bisa memuaskan tante,&#8221; ujar tante Rina.<br />
&#8220;Kalo tante butuh kamu lagi, kamu mau kan?&#8221; tanya tante sambil memeluk aku.<br />
&#8220;Kapan saja tante mau, Roy pasti kasih,&#8221; kataku sambil mengecup bibirnya.<br />
&#8220;Terima kasih, sayang,&#8221; ujar tante Rina.<br />
&#8220;Roy kembali ke kamar ya, tante? Mau tidur,&#8221; kataku.<br />
&#8220;Iya, sana tidur,&#8221; katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar.</p>
<p style="text-align: justify;">Besoknya, setelah Papa pergi ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Roy, semalam kamu ngapain di kamar tante Rina sampe subuh?&#8221; tanya mama mengejutkanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum. Sambil mencium pipiku, mama berkata,&#8221;Jangan sampai yang lain tahu ya, Roy. Mama akan jaga rahasia kalian. Kamu suka tante kamu itu ya?&#8221; tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Iya, Ma.. Roy suka tante Rina,&#8221; jawabku.<br />
&#8220;Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kalian&#8230;&#8221; ujar mama.<br />
&#8220;Kalian hati-hatilah&#8230;&#8221; ujar mama lagi.<br />
&#8220;Kenapa mama tidak marah,&#8221; tanya aku.<br />
&#8220;Karena mama pikir kamu sudah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,&#8221; ujar mama.<br />
&#8220;Terima kasih ya, Ma&#8230;&#8221; kataku.<br />
&#8220;Roy sayang mama,&#8221; kataku lagi.<br />
&#8220;Roy, tante dan Papa kamu sedang keluar.. Mau bantu mama gak?&#8221; tanya mama.<br />
&#8220;Bantu apa, Ma?&#8221; aku balik tanya.<br />
&#8220;Mama ingin&#8230;&#8221; ujar mama sambil mengusap kontolku.<br />
&#8220;Roy akan lakukan apapun buat mama&#8230;&#8221; kataku. Mama tersenyum.<br />
&#8220;Mama tunggu di kamar ya?&#8221; kata mama. Aku mengangguk..</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak saat itu hingga saat ini aku menikah dan punya 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan tante Rina kalau ada kesempatan. Walau sudah agak berumur tapi kecantikan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menarik. Baik itu di rumah tante Rina kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di hotel.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan dengan mama, aku sudah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan hanya 2 kali. Itulah pengalaman kisah nyata aku. Aku tuliskan dengan sebenarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/mama-dan-tante-rina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngentot Wanita Berjilbab Part 1</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-1/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 16:25:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[anita]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[libido]]></category>
		<category><![CDATA[masturbasi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3135</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini akan kuceritakan sebuah petualangan seksualku bersema seorang wanita berjilbab yang kesehariannya sangat alim, mungkin kalian tidak akan percaya kejadian ini, bahkan saya pun kadang kala tidak bisa mempercaya bahwa saya pernah memadu cinta dengan seorang wanita yang alim. Oia, namaku adalah Erwin, aku mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi, umurku 21 tahun. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kali ini akan kuceritakan sebuah petualangan seksualku bersema seorang wanita berjilbab yang kesehariannya sangat alim, mungkin kalian tidak akan percaya kejadian ini, bahkan saya pun kadang kala tidak bisa mempercaya bahwa saya pernah memadu cinta dengan seorang wanita yang alim. Oia, namaku adalah Erwin, aku mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi, umurku 21 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Wanita itu bernama Ria Febrianita, ia biasa disapa Anita atau Nita. Wanita yang telah berumur 28 tahun dan telah memiliki anak 1 ini adalah tetanggaku, rumahnya hanya terpaut tiga rumah dari rumahku. Suaminya Pak Kirno, adalah mantan TNI yang kini tak bisa laki banyak beraktifitas akibat cederan yang dialaminya ketika melaksanakan tugas militernya di sebuah daerah di bagian timur Indonesia. Sementara Anita, adalah seorang ibu muda yang energik dan mandiri, dia adalah ketua kelompok pengajian ibu-ibu di lingkungan RW tempat tinggalku, ia pernah mengenyam pendidikan pesantren entah berapa tahun, namun di lingkunganku ia dikenal sebagai seorang wanita yang alim.</p>
<p style="text-align: justify;">Setia hari, Jilbabnya tak pernah lepas dari kepalanya, pakaiannya lebar tak bebas menunjukkan lekuk tubuhnya, walaupun kadang-kadang juga dia memilih busana yang agak sempit dan menunjukkan bagian tubuhnya yang menarik, seperti pantat dan payudaranya. Dia terlihat ramping jika mengenakan stelan daster dan mengenakan jilbab yang dilingkarkan ke lehernya, sebagian saja yang menutupi dada bagian kirinya, sisanya tentu saja masih kelihatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Wajahnya ayu dengan mata yang sayu dan kebiasaannya tersenyum kepada ibu-ibu, saya sering menyapanya dan menikmati sedikit senyumnya, bibirnya tipis berisi, hidungnya tidak terlalu mancung, juga tidak pesek. Aku senang memandangi pipinya yang tampak putih dan agak sedikit memerah, dia memang putih mulus. Tingginya sekitar 150an, aku masih lebih tinggi sedikit dibandingnya. Karena dia memang akrab dengan ibuku, aku sering bertamu ke rumahnya, jika bertamu dia tetap mengenakan jilbab, namun yang biasa saja dengan pakaian santai, pernah suatu hari aku datang menemuinya di pagi hari ketika disuruh oleh ibuku, dia menerimaku dengan tetap mengenakan jilbabnya, namun pakaian yang dikenakannya adalah, pakaian tidur, sehingga jelas terlihat bentuk tubuhnya, dia masih ramping walaupun telah melahirkan, pantatnya berisi dan pahanya lumayang menyenangkan bentuknya. Matanya yang sayu serta senyumnya yang anggun erpadu dengan ekspresi wajah baru bangun tidur, tanpa make up. Aku sangat gembira dan diam-diam memperhatikan tubuhnya, sesekali dia mengetahui kalau aku memperhatikan tubuhnya, namun dia mengacuhkan dan membuyarkan lamunanku saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu malam, saat aku baru pulang dari acara kongkow bersama teman-temanku, aku iseng berjalan pelan dan memperhatikan rumah Anita, malam cukup sepi waktu itu, kira-kira jam 1 malam, aku melihat ada bias cahaya dari ruang tamu Anita, Kupikir dia belum tidur tentunya, tidak mungkin itu suaminya, karena suaminya pasti telah tidur jam 9 atau jam 10 tadi. Jika yang menonton itu adalah keluarganya, tentu saja bukan, tak ada orang yang datang ke rumahnya hari ini, jika ada tentu saja ketahuan, aku tetangganya. Akhirnya aku iseng mendekati rumahnya dan mengintip apa yang dilakukan oleh Anita, kenapa dia belum tidur pada larut malam begini.<br />
<span id="more-3135"></span><br />
Samar-samar suara televisi terdengar olehku, volume televisinya disetting kecil, namun di malam seperti ini, suara seperti itu dapat keluar rumah, walaupun samar-samar. Dari dalam kudengar suara desahan demi desahan seorang wanita yang sepertinya sedang menikmati hubungan seksual, beberapa kali desahan terdengar sangar seksi setika wanita itu mengalami puncak ketikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ada yang aneh, beberapa kali suara desahan wanita di televisi diselingi suara desahan wanita yang lain, mungkin ada dua wanita yang bercinta. Aku heran, ternyata Anita yang kukenal sebagai seorang ibu muda yang alim juga senang menonton Video Porno, lama kelamaan pendengaranku fokus pada suara-suara yang terdengar samar, aku mencari sesuatu yang lebih, hingga suara desahan wanita yang lainnya dilanjutkan dengan erangan dan beberapa kata, &#8220;ouchhhh&#8230; ouchhhh enak banget sayang, pengen digituin&#8230;&#8221;, aku terhentak itu suara Anita.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aku mengintip dari jendela, mungkin dia sedang bercinta dengan suaminya, aku penasaran melihat tubuh telanjang Anita, tapi aku salah, dia tidak bercinta, tak ada seorangpun yang menemainya disana, dia sendirian, kulihat dia mengangkan, membuka pahanya yang lebar sambil menggosok memeknya, dia tak mengenakah jilbab, rambut hitam sedikit berombar tak karuan lagi, beberapa helai menutupi wajahnya, dia mengenakan baju tidur merah jambu, celananya telah lepas, kulihat pahanya putih mulus, berisi dan menggairahkan, aku ingin segera masuk dan membantunya, pikirku, namun tentu saja aku tidak bisa melakukannya, dia pasti akan berteriak dan bisa-bisa aku dipergoki massa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kulihat dia memulai lagi proses berburu kenikmatannya, kulihat ia menengadahkan ke palanya ke atas, lehernya yang putih terlihat olehku, walaupun tak terlihat jelas, aku membayangkan disana ada bulu halus yang dapat kuciumi, kedua kakinya diangkat ke atas sambil dimekarkan, tangan kirinya perlahan menggosok bibir vaginanya, sambil bergoyang seperti seorang wanita sedang menari streaptise, dia mulai keenakan, tangan yang satunya mulai mempermainkan dadanya sendiri dari luar, kulihat dia mengejang kecil, yaaa beberapa kali tubuhnya mengejang, mungkin jari tangannya dimasukkan ke memeknya dan menyentuh itilnya, atau dia tak tahan menahan rangsangannya sendiri pada payudaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia mengejang dengan sangat erotis, saat ini dia tak bersandar lagi di sofanya, dia telah terbaring, kakinya rapat, dia melipat kakika dan menjepit tangannya yang diam di selangkangannya, mungkin tangannya sedang mesra mengelus itilnya, dia berguling kiri kanan, sesekali meremas rambutnya sendiri atau mengisap jari tangan kanannya. Saat dia berguling, kulihat bongkahan pantatnya yang begitu membusung, tertanya dia memiliki tubuh yang hebat, harusnya dia menjadi model, apalagi wajahnya memang manis.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa kusadari, aku telah memasukkan tanganku ke dalam celana dalamku, pelan-pelan kukocok kontolku yang telah menegang sedari tadi. Kuperhatikan terus perilaku Anita yang betul-betul tak sadar akan keberadaanku, dia mulai mendesah dicampur erangan, aku mengocok terus penisku, kusesuaikan irama kocokanku dengan desahan anita, Oucchhh.. anitaaa aku pengen memekmu sekarang &#8230;. dan anita juga mulai berkomat kamit, tuuu sukhhh dongghh sayanggg, ouchhhh!!! yang cepattt&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ouchhh, ouchhhh&#8230; ahhhhh, kulihat dia mengejang sambil mempercepat gesekan tangannya pada vagina, dia bergerak sangat erotis, hampir seperti kesetanan, aku mempercepat kocokanku, erangannya semakit nikmat terdengar.. Oucchhhh ouhhhh .. oooohhhhhh, Dia mengejang luar biasa sambil menekuk tubuhnya sehingga dia terbaring dengan gaya pistol, dia tetap saja mengejang, kedua tangannya meremas vaginanya kali ini, kulihat mulutnya menganga tak bersuara hingga dia mendesah, melepaskan nafasnya yang tertahan, kemudian diikutu desahan nafas yang semakin lama semakin mengecil. Ouchhhh aku pun sampai, celanaku basah saat kulihat Anita menemukan kenikmatannya, kubayangkan tubuhku dipeluk erat olehnya dan kontolku dijepit erat-erat di selangkangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak malam itu, aku seperti baru mengenal Anita, ternyata dia adalah seorang wanita muslimah yang tidak saja alim, tapi juga sangat seksi dan sangat menggairahkan. Aku seringkali membayangkan dia berjalan di depanku dengan busana muslimnya yang santu sambil membisikkan kata-kata cinta, &#8220;malam nanti main ke rumahku yuk, aku punya pertunjungan yang bagus buatmu&#8221;. Kubayangkan Anita berkata begitu padaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat aku bertamu di rumahnya, aku mulai nakal, mataku semakin susah kukendalikan, hingga Anita tau ada yang berubah dari caraku memandangnya.&#8221;Ada apa, Win?&#8221;, Dia mengagetkanku saat kuperhatikan dadanya.&#8221;Ehhh, gak papah, Mba Nita&#8221;.&#8221;Kok, bengong begitu?&#8221;.&#8221;Ehhh gak papa, saya pamit pulang dulu deh, yang penting pesan ibu saya sudah disampaikan. Assalamu alaikum&#8221;.&#8221;Walaikum salam&#8221;. Dia menjawabnya dengan senyuman.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir tiap malam aku berfantasi bercinta dengannya, ngentot habis-habisan sampai kami tak bisa bangun di pagi hari karena kelelahan. Aku semakin sulit mengontrol gairahku, seperti ada sesuatu yang belum lengkap dalam diriku ketika membayangkan tubuh seorang wanita muslimah yang alim namun sangat menggairahkan, sangat panas dan seksi, apalagi tubuhnya sangat mengagumkan. Kadang-kadang aku mencandai diriku sendiri, mungkin jika bercinta dengannya, aku pasti sudah Ngecrooot saat dipeluk dan menjilati payudaranya, walaupun aku belum melihat secara langsung buah dada itu. Ahhhhhh</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aku tahu, bahwa dia seringkali menonton film porno di malam minggu, memang pertama kali aku mengintipnya adalah malam minggu, saat itu aku pulang malam mingguan bersama teman-temanku. aku sudah mendapatinya 3 kali, dan malam nanti dia pasti menonton lagi. Pikiran cerdasku mulai datang dan terkumpul menjadi rencana. Aku akan merekamnya, agar aku bisa menikmatinya suatu saat tanpa menunggu akhir pekan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tim, Pinjam handycam dong!&#8221;. Kataku lewat telfon.&#8221;Buat apaan en kapan lu mau pake?&#8221;, tanya Tim, teman dekatku yang tiap malam minggu pasti bersamaku, dia belum pernah mendengar ceritaku soal ini.&#8221;Ada deh, lu gak usah tanya-tanya ah, ntar sore gw kesitu ngambil barangnya!&#8221;.&#8221;Ntar sore gw mau jalan sama Tiara, lu ntar malam ikut malam mingguan kan?&#8221;.&#8221;Pasti dong, emang napa?&#8221;.&#8221;Ntar malam aja lu ambil barangnya&#8221;.&#8221;Ok&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tersenyum, aku bersiap-siap keluar rumah untuk membeli kaset. Di jalan aku bertemu dengan Anita, dia sedang ribet membawa barang-barang belanjaannya. Tentu saja aku membantunya, aku membawa barang-barangnya dan berjalan di belakangnya, memperhatikan cara jalannya, membayangkan pantatnya, dan menikmati lenganggak-lenggoknya. Baru kali ini kusadari, ternyata Anita terbiasa mendobel pakaiannya, misalnya saat dia mengenakan daster atau gamis dengan paduan rok, dia pasti mengenakan celana kain di bagian dalam, sehingga jika roknya tersibak, betisnya tak kelihatan. Mungkin aku baru menyadari ini karena pikiran ngeresss yang belakangan ini rajin datang saat bertemu dengan Anita.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Simpan disitu aja, Win!&#8221;. Anita merunduk di depanku, dia menaruh kantong plastik yang ia tenteng di lantai. Sesaat kuperhatikan pantatnya yang membusung kepadaku, mungkin Anita sadar kalau aku memperhatikannya sehingga dia cepat-cepat berdiri dan menghindar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Taruh aja di situ, Win!&#8221;. Dia menyuruhku lagi.&#8221;Ohh iya, mba&#8221;. Aku bergegas menaruhnya. &#8220;Bisa saja aku mendekapnya saat ini dan memperkosanya di dapur dengan sangat tenang&#8221;. Bisikku dalam hati, tapi aku bergegas pergi dan tidak menghiraukan pikiranku, aku tetap harus menghormatinya sebagai wanita suci, lagi pula aku tak berniat merusak kecantikannya. tapi aku tetap ingin menikmati tubuhnya, menghujaninya dengan air maniku. Ahhhh</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">Malam ini, aku pulang terlalu larut, Tim dan teman-temanku yang lain mengerjaiku sehingga aku harus pulang lebih larut dari biasanya. Aku bergegas mendekati rumah Anita. Dia ternyata belum tidur dan sedang menhabiskan malam di depan televisi seperti biasa. Penampilannya sudah acak-acakan, mungkin dia akan selesain, akhirnya cepat-cepat kukeliarkan handycam dan merekamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia berbaring di atas sufa berbulunya, tidur telentang, dengan kaki terbuka. Malam ini dia masih mengenakan jilbabnya yang berwarna orange tua walaupun sudah tak rapi, dia mengenakan baju gamis dengan motif teratai kecil dengan warna dasar putih, roknya tersibak ke atas sementara tangannya memijat memeknya, dia telah mengejang beberapa kali, aku berhasil merekamnya hingga dia mengeluh dengan luar biasanya, dia hampir terjatuh dari sufa karena tidak bisa mengontrol dirinya yang sedang diserbu rasa nikmat surgawi. Setelah erangannya selesai, aku tetap mengintipnya lebih lama, Namun aku tak merekamnya lagi karena dia telah menurunkan roknya yang lebar sehingga dia tak tampil seperti telah bermasturbasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku memperhatikan dirinya, dia telah tertidur pulas, televisinya tetap menyala namun tak ada lagi permainan di dalam sana, mungkin filemnya telah usai. &#8220;Anita mungkin pulang kemalaman dalam suatu acara di akhir pekan sehingga dia masih berpakaian rapi seperti itu, atau mungkin dia menerima tamu yang pulang kemalaman, dan dia kecapean sehingga merasa tak usah mengganti pakaian. namun pemandangan semalam sangat seksi melihat dia bermasturbasi dengan pakaian muslimah seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pulang, setibanya di rumah, aku langsung menonton videonya dan beronani, aku tak sabar melampiaskan nafsuku dengan melihat dirinya mencapai puncak kenikmatan. Aku merasakan onani yang sangat nikmat, melihat dirinya sambil berfantasi bercinta dengannya yang masih mengenakan busana muslimah seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tak bisa tidur, pikiranku kasak kusuk hingga pikiran jahat mampir di kepalaku, &#8220;Ancam dia kalau kau akan menyebarkan videonya, kalau tidak dia harus memuaskanmu&#8221;. Godaan dalam hatiku semakin kuat. Tapi aku tetap berusaha untuk tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan paginya, aku cepat-cepat keluar, membeli kartu sim baru untuk meneror Anita. Aku tak tahan lagi, ide semalam mungkin ampun untuk memuaskan diriku, dia tidak akan berani melawan lagi, dan tidak akan mau videonya kusebarkan, sehingga orang-orang akan tahu kelakuannya, dia pasti akan malu sebagai wanita yang alim dan ketua pengajian ibu-ibu. Dia pasti akan menuruti kemauanku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bersambung&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Percaturan Birahi Istriku</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/percaturan-birahi-istriku/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/percaturan-birahi-istriku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 04:07:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[Dik Mustafa]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[Kontol Mustafa]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[mulus]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2752</guid>
		<description><![CDATA[Seperti halnya umumnya orang lain, setelah selesai kuliah kemudian cari kerja dan nikah. Demikian pula dengan kehidupan yang kujalani, sejak setamat dari SLTA di kotaku di Jawa Tengah, aku melanjutkan kuliah di Bandung di suatu universitas ternama. Tahun 1994 adalah tahun kelulusanku dan di tahun itu pula aku diterima di suatu perusahaan BUMN setelah melalui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seperti halnya umumnya orang lain, setelah selesai kuliah kemudian cari kerja dan nikah. Demikian pula dengan kehidupan yang kujalani, sejak setamat dari SLTA di kotaku di Jawa Tengah, aku melanjutkan kuliah di Bandung di suatu universitas ternama. Tahun 1994 adalah tahun kelulusanku dan di tahun itu pula aku diterima di suatu perusahaan BUMN setelah melalui penyaringan beberapa kali dan sangat ketat. Kehidupan ini kujalani seolah tanpa hambatan, lancar-lancar saja, tidak seperti yang kebanyakan orang bilang bahwa kehidupan ini penuh perjuangan dan sulit untuk mencari kerja. Hal ini pernah aku syukuri bahwa ternyata aku diberikan banyak kemudahan-kemudahan oleh Tuhan di dalam mengarungi kehidupan dijaman serba sulit ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena telah merasa cukup dan sedikit mempunyai kemampuan untuk membina rumah tangga maka pada tahun 1995 aku beranikan diri untuk melamar dan melakukan kesepakatan untuk menikah dengan seorang gadis cantik idamanku yang sejak semester awal kuliah aku mengenalnya dan sejak saat itu pula aku bersepakat untuk pacaran. Sebut saja namanya Erna, gadis asal Jawa Barat dengan kulit putih mulus yang sangat terawat dengan rambut hitam kelam yang lebat. Hal ini sangatlah wajar karena ditunjang dengan kemampuan materi orang tuanya yang sebagai pengusaha. Perbedaan usia hanya satu tahun antara aku dan Erna yang sekarang sudah menjadi istriku, aku lebih tua dan kini usiaku 36 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak teman-temanku bilang bahwa aku adalah laki-laki yang sangat beruntung bisa beristrikan seorang wanita seperti Erna istriku. Di samping orangnya baik, supel, cantik, padat berisi, kaya lagi. Bulu-bulu halus tumbuh agak lebat di lengannya yang sangat mulus. Pernah seorang teman bilang bahwa &#8220;di jalan raya saja jarang, apalagi di terminal&#8221;. Hal itu memang suatu kenyataan dan merupakan gaya tarik yang sangat luar biasa yang bisa menimbulkan birahi yang menggebu-gebu bila melihat istriku Erna telah melepaskan semua pakaian yang menutupinya, dengan kulit yang putih mulus dan bulu-bulu hitam lebat di antara pangkal kedua belah pahanya yang sangat kontras, sungguh hal ini yang membuat aku semakin tak tahan untuk berpisah lama-lama dengan istriku. Tinggi tubuh istriku 172 cm dan beratnya saat ini sekitar 66 kg.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehidupan rumah tanggaku telah kujalani dengan penuh kebahagiaan selama kurang lebih delapan tahun, apalagi pada tahun ketiga pernikahanku telah lahir seorang anak laki-laki yang tumbuh dengan sehat dan lucu yang kini telah berusia 5 tahun. Ditambah lagi pada tahun ke enam pernikahan, kami pindah ke rumah yang kami beli dari hasil jerih payahku sendiri selama ini walau hanya merupakan rumah KPR bertype 45. Kalau dibandingkan dengan rumah mertua sangatlah tidak seimbang dan istriku sangat menyukainya karena segala sesuatunya dialah yang mengaturnya tanpa harus campur tangan orang lain seperti sebelumnya yaitu di rumah orang tuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dirumah kami inilah awal dari segala perubahan kehidupan yang aku rasakan sangat bahagia menjadi suatu siksaan dan tekanan bathin yang menimpa diriku hingga kini. Awalnya setelah hampir setahun tinggal dirumah sendiri, istriku berangsur-ansur sudah mempunyai kebebasan, keleluasaan termasuk untuk menyampaikan uneg-unegnya yang selama ini terpendam, yang aku sendiri sebagai suami telah disadarkan bahwa ternyata didalam kehidupan seksual istriku masih banyak ketidak puasan atas sikap dan kemampuanku sebagai seorang suami selama ini. Memang selama ini aku didalam melakukan hubungan senggama tidak bisa bertahan lama, paling lama mungkin hanya 20 menit itupun kalau aku dalam kondisi fit.<br />
<span id="more-2752"></span><br />
Walau sebelumnya sudah melakukan pemanasan dan aku sering melihat, merasakan bahwa memek istriku sudah basah pertanda adanya rangsangan. Tragisnya bila pemanasan dilakukan terlalu lama maka semakin aku tak tahan untuk berlama-lama. Aku telah berusaha berkali-kali untuk pengaturan waktu agar terjadi kelambatan dan penundaan dalam penyemprotan (ejakulasi), semua itu pasti mengalami kegagalan. Yang aku rasakan bila sedang berhadapan dengan istriku dalam melakukan senggama adalah gairahku yang menggebu dan kenikmatan-kenikmatan yang tiada tara bila Kontolku telah kumasukan dalam memeknya, dan berikutnya aku slalu tidak bisa mengendalikan diri lagi sehingga dalam tempo yang singkat pertahananku pasti tak terbendung lagi. Perlu diketahui bahwa sejak pernikahan hingga kini hampir tiada perubahan atas alat kewanitaan istriku, selalu terasa sempit dan nikmat. Hal ini dimungkinkan karena pada saat melahirkan anakku satu-satunya dengan cara Caesar sehingga secara phisik tidak banyak perubahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku telah berusaha untuk mengkonsumsi obat-obatan dan sering pula untuk konsultasi ke dokter tetapi hasilnya belum juga adanya hasil dan perubahan yang diharapkan atas daya tahanku. Pada awal-awal pernikahan dulu, aku bisa melakukan senggama berulang-ulang hingga 4 atau 5 ronde dalam semalam dan itupun umumnya yang ke 4 atau ke 5 yang mempunyai daya tahan dan dapat mengimbangi kemauan istriku. Tapi saat ini dua rondepun sangat sulit aku lakukan, biasanya bila telah mengeluarkan sperma, tubuhku terasa lunglai dan ngantuk yang amat sangat. Mungkin hal ini akibat berat tubuhku yang sudah tidak seimbang lagi dengan tinggi tubuhku di mana perutku sudah membuncit dan sama sekali tidak atletis. Tinggiku 174 cm dan beratku 86 kg.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak masa SLTP aku mempunyai kegemaran atau hobi yang hingga kini masih sering aku lakukan. Kegemaran tersebut adalah bermain Catur. Kegemaran ini sering aku lakukan dengan orang-orang atau teman pada saat-saat senggang dan sudah merupakan rutinitas hingga kini yaitu pada setiap Jumat malam. Biasanya aku bermain catur dengan seorang tetanggaku yang bernama Mustafa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kadang Sabtu malam pun bila sama-sama tidak mempunyai acara lain, kami asyik bermain catur hingga kami betul-betul sudah capek dan suntuk. Sabtu dan minggu kebetulan sama-sama merupakan hari libur buat kami berdua. Dia kami kenal sejak pindah di perumahan yang kami tinggali saat ini 2 tahun yang lalu. Meskipun sudah mapan hidupnya, punya rumah dan mobil bagus, sedangkan usianya mendekati angka 33, dia belum juga menikah. Setiap kali ditanya, jawabannya selalu sama, belum menemukan calon yang sesuai.</p>
<p style="text-align: justify;">Orangnya tampan, tinggi menjulang, mungkin sekitar 183 cm. Tubuhnya pun bagus; tegap, padat, dan berisi. Disamping gemar bermain catur, dia juga mempunyai jadwal rutin untuk tennis, fitness, dan renang. Mustafa inilah yang akhirnya semakin membuat bathinku menjadi tertekan dan tak berkutik untuk menghadapai gelombang percaturan cinta istriku hingga kini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan media papan catur ini, hubungan antara keluargaku dengan Mustafa menjadi akrab dan dekat. Kedekatan yang masih dalam batas wajar-wajar saja, begitupun hubungan antara istriku Erna dengan Mustafa, masih dalam etika kewajaran tanpa ada sesuatu yang perlu dicurigai. Sudah menjadi kebiasaan istriku, bila kami sedang bermain catur dan anakku sudah lelap tidur, istriku ikut juga menemani sambil memberikan dukungan untuk menyediakan secangkir kopi dan aneka camilan. Karena sudah terbiasa dan akrab, dalam menemani kami bermain catur, istrikupun dalam berpakaian juga biasa saja yaitu kadang pakai celana pendek ataupun baju tidur dan biasanya istriku hanya mampu menemani hingga jam 12 malam yang selanjutnya berpamitan untuk tidur lebih dulu. Permainan catur ini kami lakukan diruang keluarga dengan beralaskan karpet dan kadang dalam menemani kami, istriku menggelar kasur lipat sambil nonton TV.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pernah beberapa kali melihat mata Mustafa mencuri-curi pandang pada bagian-bagian tubuh indah istriku pada saat menemani kami bermain catur ataupun pada saat istriku sedang tiduran dikasur lipat tapi semua itu aku abaikan. Dan pernah aku rasakan permainan catur Mustafa sangat tidak bagus dan kurang kosentrasi, dan setelah aku cari tahu penyebabnya ternyata aku melihat bahwa matanya sering terarah ke paha mulus istriku yang saat itu duduk disebelahku. Inipun aku abaikan bahkan aku merasa bangga mempunyai istri yang memang penuh dengan kekaguman. Tapi suatu Jum&#8221;at malam kira-kira enam bulan yang lalu, pada saat permainan catur baru beberapa babak, aku merasakan kantuk yang amat sangat setelah minum kopi yang disediakan istriku dan hal ini kusampaikan pada istriku yang saat itu menemani kami. &#8220;Ma.. Papa kok ngantuk berat yaa..&#8221; &#8220;Masak sih.. Papa khan udah minum kopi? Masak masih ngantuk juga..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dan berikutnya aku nggak bisa tahan lagi, aku terlelap dan tak ingat apa-apa lagi. Apakah Mustafa langsung pamitan pulang, akupun tak tahu. Yang aku tahu pagi-pagi aku bangun dalam posisi ditempat tidurku dalam kondisi tubuh yang sangat segar.</p>
<p style="text-align: justify;">Jum‘at malam berikutnya berjalan biasa saja, permainan caturku dengan Mustafa berakhir hingga jam 12 malam dan Mustafa berpamitan untuk pulang. Begitu juga dengan Jum&#8221;at malam selanjutnya tanpa ada rasa kantuk tapi Sabtu malam kami bermain catur lagi karena sama-sama tidak mempunyai acara masing-masing dan rasa kantuk menyerang aku lagi sekitar jam masih menunjukan pkl 10.15 malam. Kali ini aku pamitan untuk tidur dan Mustafa kuanjurkan untuk pulang. Pada saat masih tersisa kesadaran sebelum terlelap, aku sempat istriku berbicara sama seseorang sesaat setelah mengantarku ke kamar tidur dan kejadian selanjutnya aku tak tahu apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Timbul tanda-tanya dan curiga pada diriku, kenapa rasa kantuk begitu tiba-tiba, dan akhirnya aku sempat curiga telah terjadi sesuatu pada istriku apalagi akhir-akhir ini tampilannya tambah seksi dan merias diri. Aku tidak mau sembrono dengan semua ini dan aku tidak mau menyakiti istriku atas kekeliruan akibat kesalah dugaanku yang tanpa bukti. Maka pada saat menjelang tiba jadwal catur rutinku dengan Mustafa, aku mempersiapkan diri mengatur strategi agar semua apa yang ada dibalik kecurigaanku bisa terjawabkan. Sekitar jam 7 malam, aku telah mengkonsumsi (minum) obat anti kantuk. Hal ini aku lakukan karena aku telah curiga bahwa didalam minuman kopi yang disediakan istriku telah dicampuri obat tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Permainan catur dimulai sekitar jam 19.30, semua berjalan seperti biasanya. Istriku menemani dengan tampilan terkesan sangat ceria. Kopipun aku minum seperti biasanya tapi hanya seperempat gelas saja. Sekitar jam 10.00 malam, aku merasa sedikit kantuk, dan sesuai strategi dan rencana, aku pura-pura ngantuk sekali dan selanjutnya aku pura-pura tak tahan lagi sehingga istriku memapahku ke tempat tidur. Beberapa saat kemudian, sayup-sayup terdengar istriku melakukan dialog dengan seseorang dan dengan perlahan-lahan aku intip dari lubang kunci, ternyata istriku sedang duduk berhadap-hadapan diantara papan catur dengan Mustafa. Mereka seolah-olah lagi bermain catur.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa menit kemudian istriku beranjak menuju kekamar tidurku dan buru-buru aku segera memposisikan diri seolah tertidur lelap. Istriku menggoyang-goyangku seolah mau membangunkanku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pa.. Pa.. gimana nih caturnya? Mau dilanjutin?&#8221; Aku diam seolah pulas sekali dan istriku keluar kamar yang sebelumnya menyelimutiku dan menghidupkan lampu tidur dikamarku. Sekitar dua menit kemudian, aku mencoba mengintip lagi dari lubang kunci, ternyata papan catur telah ditinggalkan begitu saja. Diantara kerasnya suara TV, aku masih sedikit mendengar bahwa istriku telah melakukan aktifitas, apa itu, akupun belum tahu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian aku ambil kursi rias yang ada dikamarku secara perlahan dan kutaruh dekat pintu. Dengan harapan aku bisa melihat aktifitas istriku melalui ventilasi diatas pintu kamarku. Betapa terkejutnya aku, ternyata istriku sedang berpagutan mesra di atas kasur lipat dengan Mustafa. Tubuhku secara mendadak menggigil dan mengeluarkan keringat dingin. Aku bingung dan serba salah, apa yang harus aku lakukan, aku tak tahu. Sejenak aku ingin membuka pintu dan menghentikan tindakan pengkianatan yang dilakukan istriku dan Mustafa, tapi keberanian itu menjadi padam begitu aku teringat bahwa istriku sering mengeluh atas ketidak mampuanku untuk bertahan lama dalam senggama. Aku bingung dan kulihat lagi mereka yang ternyata tangan kanan Mustafa telah menyelinap didalam celana pendek istriku.. Och.. semakin aku tak mampu berbuat apa-apa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekilas sempat aku berpikir mungkin perbuatan mereka kali ini bukan yang pertama kali dan semakin aku yakin bahwa selama ini istriku telah sengaja memasukan obat tidur pada kopiku sehingga mereka leluasa untuk bermain catur birahi dan dengan demikian maka tetangga yang lain tak akan pernah curiga.</p>
<p style="text-align: justify;">Mustafa dengan semangatnya melahap bergantian kedua puting susu dihadapannya dan tangannya yang berotot telah berhasil memelorotkan celana pendek istriku. Aku hanya termangu menyaksikan aksi mereka berdua yang nampak saling semangat dan saling menyerang. Jantungku semakin berdebar. Sesaat kemudian mereka berdiri sambil melepaskan pakaian masing-masing, sesaat kemudian baik istriku dan Mustafa telah telanjang bulat.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka benar-benar terlihat sangat serasi. Mustafa yang macho dengan tubuhnya yang berotot, dan istriku yang cantik nan bohai, dengan bodinya terawat baik akibat rajin minum jamu dan berolahraga. Kontol Mustafa telah berdiri kencang dan tegak, diameternya tidak beda jauh dengan punyaku, sekitar 4,5 cm, tapi panjangnya lebih panjang punya Mustafa, mungkin sekitar 20 cm.</p>
<p style="text-align: justify;">Istriku dipepetkan ditembok, mereka saling berciuman dengan ganas sekali, tangan kanan istriku meremas-remas Kontol Mustafa dan tangan kanan Mustafa menggesek-gesek memek istriku. Terlihat istriku tidak sabaran, Kontolnya Mustafa diarahkan ke memeknya dengan sedikit kaki kiri istriku diangkat Mustafa maka masuklah senjata Mustafa pada memeknya, terlihat istriku memejamkan mata. &#8220;Oooch.. kocok Dik Mustafa.. kocok..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan gerakan naik turun, Mustafa mengocok berulang-ulang dan tubuh indah mereka berdua semakin mengkilap karena keringat. &#8220;Cek.. cek.. pleek.. plek.. ceck..&#8221; Sesaat kemudian kocokan Mustafa berhenti &#8220;Mbak Erna.. enak sekali memeknya.. terasa kenyuut-kenyuut..&#8221; &#8220;Kontolmu juga Dik Mustafa.. gagah perkasa..&#8221; Kemudian gantian kaki kanan istriku diangkat dengan tangan kiri Mustafa dan kocokan dilanjutkan lagi. &#8220;Och.. ooch.. enak Dik.. teeruuss.. kocok teruuss..&#8221; &#8220;Mbak.. aku mau keluar Mbak..&#8221; &#8220;Jangan dulu Dik Mustafa.. jangaann.. akuu masih pingiinn lama-lama Dik&#8221; &#8220;Nggak tahaann Mbaak.. aku nggaak tahan.. uenaakk Mbakk..&#8221; Terlihat Mustafa menghentikan kocokannya dan semakin menekan dalam-dalam Kontolnya dalam memek istriku.. &#8220;Ma&#8217;af Mbak.. aku nggak tahaann.. ma&#8217;aaf.. oocchh.. oocchh..&#8221; Istriku memeluk erat-erat tubuh Mustafa seolah nggak mau dilepas seterusnya..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kenapa buru-buru dikeluarin Dik.., aku belum dapet lho..&#8221; &#8220;Sabar Mbak.. betul-betul aku nggak tahaann.. wuennaakk buuanget.. memek Mbak hangett sekali dan waouw.. suereett Mbaak..&#8221; Sesaat kemudian terlihat Kontol Mustafa terlepas dari memek istriku dan dibarengi tetesan sperma dari dalam vagina istriku dan istriku mengambil handuk kecil untuk mengeringkan keringat serta membersihkan memeknya. Oochh hanya segitu kemampuan si Mustafa (pikirku), aku agak lega ternyata kemampuannya tidak beda jauh dengan kemampuanku. Aku menghela nafas panjang, dan berharap mudah-mudahan istriku menjadi kapok karena tidak terpuaskan oleh Mustafa dengan begitu pasti tidak akan mengulanginya lagi. Tapi.. kenyataannya lain dari dugaanku.. Mustafa betul-betul dapat layanan spesial dari istriku, diambilkannya segelas air minum dingin dan diminum bergantian dengan istriku. Sambil bersandar di dinding, kaki Mustafa diselonjorkan dan istriku mendekati Mustafa dengan duduk berhadapan diatas pangkuannya</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mbak.. susunya masih kenceng dan bulu-bulu memek Mbak yang lebat ini (sambil tangan kanan Mustafa mengelus mesra memek istriku), membuatku ingin tiap malam bertandang kerumah Mbak ini..&#8221; Sama Dik Mustafa.. aku sendiri tiap hari rindu sama Kontolmu yang ini..&#8221;, (sambil tangan kanan istriku mengelus Kontol Mustafa yang masih lunglai).. Mereka saling kecup dan saling pagut kembali, tangan kiri Mustafa memeluk punggung istriku dan tangan kanannya mengelus-elus secara bergantian gumpalan bokong istriku yang mulus dan menggairahkan, sesekali jari tengah Mustafa mengusap memek dan permukaan anus istriku sehingga istriku melakukan gerakan-gerakan berkedut akibat geli-geli nikmat &#8220;Ouuw.. ouucwww.. woouuwww.. geli Dik Mustafa..&#8221; Tak kalah lihainya, tangan kanan istriku meremas-remas Kontol Mustafa yang sudah agak mulai mempunyai semangat baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh Mustafa bergeser kearah kasur lipat yang sedari tadi belum dimanfaatkan sambil istriku tetap dipangkuannya. Dan sekarang istriku dalam posisi diatas dan masih menunduk karena pagutan yang terlihat mulai panas kembali. Kedua tangan Mustafa meremas-remas bongkahan bokong istriku yang semakin lama bergerak berputar-putar tak karuan. Istriku terlihat mulai bangkit lagi semangatnya yang terpendam akibat belum terpuaskan. Kecupan demi kecupan istriku menjalar dari bibir Mustafa, ke leher, ke bukit dada dan puting Mustafa, ke perut Mustafa yang bagaikan papan penggilasan, dan terakhir berhenti sejenak mengulum membasahi helm Kontol Mustafa yang sudah berdiri tegak siap perang kembali. Istriku terlihat sudah nggak tahan begitu melihat Kontol Mustafa tegak menantang, dan segera dituntun untuk dimasukkan ke dalam memeknya. Diputar-putar kepala Kontolnya di bibir memeknya yang sedikit berlendir dengan tangan kanannya dan sesaat kemudian, blless.., istriku sedikit menjerit histeris.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Woouuwww.. heehhii.. heehhii..&#8221; Tubuh istriku sedikit bergetar dan diam sejenak sambil kedua tangannya bertumpu pada bidang dada Mustafa, sebaliknya kedua tangan Mustafa meremas-remas buah dada istriku. Mulanya dengan gerakan sedikit memutar dan kemuadian istriku menaik turunkan pantatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Teruuss Mbak.. terruuss Mbak.. teerruuss..&#8221; &#8220;Kocok Mbak Erna sayang.. kocokk.. putaarr.. dan.. teerruuss..&#8221; &#8220;Woouwww.. woouwww.. enakk Dik.. woouwww..&#8221; Sambil sedikit membungkuk, istriku melakukan gerakan tarik tekan berulang-ulang, semakin lama semakin cepat dan beberapa saat kemudian..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Woouuwww.. woouuwww.. akuu mau keluar Dik Mustafa.. woouwww..&#8221; Gerakan tarik tekan istriku semakin kenceng dan mendadak terdiam sambil pantatnya berdenyut-denyut menekan-nekan.. &#8220;Woouuwww.. woouwww.. aakkuu keluar Dik Mustafa saayyaanngg..&#8221; Mereka saling berpelukann erat dan pantat istriku masih berdenyuutt kenyuutt menekan-nekan seolah-olah Kontol Mustafa akan dilahap dimasukkan kedalam memeknya sedalam-dalamnya tanpa sisa.. &#8220;Wwoouuwww..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Napas istriku terlihat tersengal-sengal dan berangsur-angsur menjadi diam tanpa gerakan sedikitpun karena lunglai kenikmatan yang habis diraupnya. Bibir Mustafa dikecupnya berulang-ulang.. &#8220;Terimakasih Dik Mustafa.. terimaksih.. wuennaakk sekali..&#8221; Mustafa mulai sedikit melakukan gerakan menaik turunkan Kontolnya di memek istriku perlahan-lahan dan gerakan itu rupanya disambut oleh istriku yang masih ingin mencari kenikmatan-kenikmatan yang sudah lama tidak didapatkan dari aku suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan posisi sedikit dirubah, istriku bertumpuh dengan kedua lututnya di samping pinggul kiri kanan Mustafa, istriku mulai memompa dan menggosok-gosokan memeknya pada tiang kemerdekaan Mustafa. Perlahan tapi pasti dan semakin lama semakin cepat kocokan-kocokan yang dilakukan mereka berdua. Istriku dengan gerakan angkat tekan dan Mustafa gerakan tarik dorong ke atas sekencang-kencangnya dan itu semua menimbulkan bunyi. Istriku mulai terpancing lagi dan.. &#8220;Zzhh.. woouwww.. zzhh.. woouwww.. zzhh.. woouwww..&#8221; &#8220;Terruuss.. yyaa.. teerruuss.. hmemmhh.. yaa..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan mereka berdua semakin berpacu.. kencang.. dan keraass seolah mereka mau mengakhiri semuanya dan.. &#8220;Aku mau keluar lagi Dik Mustafa sayaangg.. teerruuss.. teerruuss..&#8221; Mendadak istriku memeluk erat bukit dada Mustafa, gerakan sama sekali berhenti dan kembali lagi bongkahan pantat istriku berdenyut-denyut menekan-nekan tanda kenikmatan yang tiada tara. &#8220;Mbak Erna.. memeknya semakin licin dan kenyuutt-kennyuutt Mbak&#8221; &#8220;Wuenakk Mbak.. Kontolku terasa dipijit-pijit.. Mbak Erna sayaang..&#8221; Setelah berhenti melakukan gerakan beberapa saat, istri langsung dibalik oleh Mustafa sehingga posisinya di bawah. Ternyata Mustafa belum sampai final. Dengan rakusnya Mustafa menghisap puting susu istriku yang semakin memerah dan kenceng.</p>
<p style="text-align: justify;">Istriku menggelinjang-nggelinjang ke-enakan dan pantat Mustafa mulai memompa naik turun. Gerakan Mustafa memompa naik turun lama sekali. Kemudian Mustafa menghentikan kocokannya dan akhirnya kaki kiri istriku diangkat tegak lurus dan ditekan-tekannya Kontolnya sekencang-kencangnya. &#8220;Teruuss.. teruuss.. Dik Mustafa.. teruuss.. dinding rahimku terasa tersundul-sundul.. wuennaakk Dik.. teruuss dikk..&#8221; Mustafa mengganti kaki kanan istriku yang sekarang diangkat dan tekanan demi tekanan semakin membuat keringat mereka berdua bercucuran.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam hatiku, edan tenan tetanggaku ini. Di satu sisi dia sebagai lawan seru caturku. dan disisi lain ternyata dia menjadi lawan tanding birahi seks istriku. Aku mangaku kalah dalam mengontrol daya tahan tetapi aku tak boleh menyerah.. aku harus bisa.. tapi.. apa mungkin aku bisa. Aku sedari tadi diam tertegun melihat keganasan mereka berdua dan aku hanya bisa meremas-remas Kontolku yang basah karena lendir akibat terangsang hebat. Tubuhku terasa kelu dan kaku karena depresi, tegang dan amarah yang menjadi satu. Kulihat lagi permainan mereka, dan ternyata kini kedua kaki istriku diangkat dengan cara tangan kiri Mustafa memegang pergelangan kaki kanan istriku dan sebaliknya tangan kanan Mustafa memegang pergelangan kaki kiri istriku. Yang menjadi iri dan aku tertegun, selain Mustafa masih mengocok Kontolnya, kedua kaki istriku dimainkan dengan cara dirapatkan tegak lurus dan kemudian dikangkangkan, begitu terus berulang dan terlihat dari mimik wajah istriku, dia menikmati semua gerakan yang dilakukan oleh Mustafa.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ech.. ouw.. ouw.. yaou.. teruuss.. terruss.. oeii..&#8221; Beberapa menit kemudian gerakan maju mundur Mustafa semakin kencang dan.. &#8220;Mbak.. aku nggak kuat lagi Mbak.. aku keluarin didalam yaa..&#8221; &#8220;Nggak papa Dik.. semprotkan semuanya di dalam.. ayoo..&#8221; Dan gerakan Mustafa mendadak berhenti sambil memeluk kedua kaki istriku, pantatnya semakin ditekankan ke depan dan berkedut-kedut. &#8220;Oochh.. ouch.. creett.. creutt.. cruutt..&#8221; Mustafa pun rebah dipelukan istriku..<br />
*****</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Pembaca…. Hingga kini aku belum bisa mengambil sikap, harus bagaimana? Disatu sisi, aku memang tidak bisa sejantan Mustafa, di sisi lain aku nggak mau kehilangan dan menyakiti istriku. Sampai saat ini juga, sikap istriku padaku sama seperti sebelumnya, seolah tidak ada kejadian yang luar biasa dan akupun berusaha seolah tidak mengetahui pengkianatannya.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tamat</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/percaturan-birahi-istriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Tante Stella</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-tante-stella/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-tante-stella/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 02:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[gigolo]]></category>
		<category><![CDATA[mandi]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante stella]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2646</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini adalah kisah nyata, berlangsung ketika saya kuliah di suatu kota ternama di Jawa tengah sekitar tahun 1992. Sebagai mahasiswa pendatang, saya hidup sederhana, karena memang kiriman dari orangtua yang bekerja sebagai tentara terkadang kurang untuk memenuhi kebutuhan saya. Menurut teman-teman, saya termasuk pria simpatik, dengan kemampuan berpikir cemerlang, biasanya saya dipanggil Rudy. Kurang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cerita ini adalah kisah nyata, berlangsung ketika saya kuliah di suatu kota ternama di Jawa tengah sekitar tahun 1992. Sebagai mahasiswa pendatang, saya hidup sederhana, karena memang kiriman dari orangtua yang bekerja sebagai tentara terkadang kurang untuk memenuhi kebutuhan saya. Menurut teman-teman, saya termasuk pria simpatik, dengan kemampuan berpikir cemerlang, biasanya saya dipanggil Rudy.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurang dari 6 bulan saya belajar di kota ini, cukup banyak tawaran dari beberapa teman untuk memberikan les privat matematika dan IPA bagi adik-adik mereka yang masih duduk di sekolah lanjutan. Keberuntungan datang bertubi-tubi, bahkan tawaran datang dari bunga kampus kami, sebut saja Indah untuk memberikan les privat bagi adiknya yang masih duduk di kelas 2 SLTP swasta ternama di kota dimana saya kuliah.</p>
<p style="text-align: justify;">Keluarga Indah adalah keluarga yang sangat harmonis, ayahnya bekerja sebagai kepala kantor perwakilan (Kakanwil) salah satu departemen, berumur kurang lebih 46 tahun, sementara itu ibunya, biasa saya panggil Tante Stella, adalah ibu rumah tangga yang sangat memperhatikan keluarganya. Konon kabarnya Tante Stella adalah mantan ratu kecantikan di kota kelahirannya, dan hal ini amat saya percayai karena kecantikan dan bentuk tubuhnya yang masih sangat menarik diusianya yang ke 36 ini. Adik Indah murid saya bernama Noni, amat manja pada orangtuanya, karena Tante Stella selalu membiasakan memenuhi segala permintaannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam satu minggu, saya harus memberikan perlajaran tambahan 3 kali buat Nona, walaupun sudah saya tawarkan bahwa waktu pertemuan tersebut dapat dikurangi, karena sebenarnya Nona cukup cerdas, hanya sedikit malas belajar. Tetapi Tante Stella malah menyarankan untuk memberikan pelajaran lebih dari yang sudah disepakati dari awalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap saya selesai mengajar, Tante Stella selalu menunggu saya untuk membicarakan perkembangan anaknya, tekadang ekor matanya saya tangkap menyelidik bentuk badan saya yang agak bidang menurutnya. Melewati satu bulan saya mengajar Noni, hubungan saya dengan Tante Stella semakin akrab.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu ketika, kira-kira bulan ketiga saya mengajar Noni, saya datang seperti biasanya jam 16:00 sore. Saya mendapati rumah Bapak Gatot sepi tidak seperti biasanya, hanya tukang kebun yang ada. Karena sudah menjadi kewajiban, saya berinisiatif menunggu Noni, minimal selama waktu saya mengajar. Kurang lebih 45 menit menunggu, Tante Stella datang dengan wajah cerah sambil mengatakan bahwa Noni sedang menghadiri pesta ulang tahun salah seorang temannya, sehingga hari itu saya tidak perlu mengajar. Tetapi Tante Stella tetap minta saya menunggu, karena ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Tante Stella memanggil untuk masuk ke dalam rumahnya, alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Stella telah memakai baju yang sangat seksi. Yah, memang badannya cukup seksi, karena walaupun sudah mulai berumur, Tante Stella masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam “BL” seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut saya mempunyai tinggi sekitar 168 cm, dan berat sekitar 48 kg, ditambah ukuran payudaranya kira-kira 36B.</p>
<p style="text-align: justify;">Mula-mula saya tidak menaruh curiga sama sekali, pembicaraan hanya berkisar masalah perkembangan pendidikan Noni. Tetapi lama kelamaan sejalan dengan cairnya situasi, Tante Stella mulai bercerita tentang kesepiannya di atas ranjang. Terus terang saya mulai bingung mengimbangi pembicaraan ini, saya hanya terdiam, sambil berhayal entah kamana.<br />
“Rud, kamu lugu sekali yah..?” tanya Tante Stella.<br />
“Agh.. Tante bisa aja deh, emang biar nggak lugu harus gimana..?” jawab saya.<br />
“Yah.. lebih dewasa Dong..!” tegasnya.<br />
Lalu, tiba-tiba tangan Tante Stella sudah memegang tangan saya duluan, dan tentu saja saya kaget setengah mati.</p>
<p style="text-align: justify;">“Rud.. mau kan tolongin Tante..?” tanya si Tante dengan manja.<br />
“Loh.. tolongin apalagi nih Tante..?” jawab saya.<br />
“Tolong puaskan Tante, Tante kesepian nih..!” jawab si Tante.<br />
Astaga, betapa kagetnya saya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Stella yang memiliki rambut sebahu. Saya benar-benar tidak membayangkan kalau ibu bunga kampus saya, bahkan ibu murid saya sendiri yang meminta seperti itu. Memang tidak pernah ada keinginan untuk “bercinta” dengan Tante Stella ini, karena selama ini saya menganggap dia sebagai seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab.<br />
“Wah.. saya harus memuaskan Tante dengan apa dong..?” tanya saya sambil bercanda.<br />
“Yah.. kamu pikir sendirilah, kan kamu sudah dewasa kan..?” jawabnya.<br />
<span id="more-2646"></span><br />
Lalu akhirnya saya terbawa nafsu setan juga, dan mulai memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas-remas payudaranya yang masih montok itu. Tante Stella juga tidak mau kalah, dia langsung meremas-remas alat kelaminku dengan keras. Mungkin karena selama ini tidak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat besar ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua bercumbu, Tante Stella menarik saya ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya, dia langsung melucuti semua baju saya, pertama-tama dia melepas kemeja saya sambil menciumi dada saya. Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya, sampailah pada bagian celana. Betapa nafsunya dia ingin melepaskan celana Levi’s saya. Dan akhirnya dia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Wah.. Rud, gede juga nih punya kamu..” kata si Tante sambil bercanda.<br />
“Masa sih Tante..? Perasaan biasa-biasa saja deh..!” jawab saya.<br />
Dalam keadaan saya berdiri dan Tante Stella yang sudah jongkok di depan saya, dia langsung menurunkan celana dalam saya dan dengan cepatnya dia memasukkan batang kemaluan saya ke dalam mulutnya. Aghh, nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini saya merasakan oral seks. Setelah dia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian saya mulai memberanikan diri untuk bereaksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang gantian saya yang ingin memuaskan si Tante. Saya membuka bajunya dan kemudian saya melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba-tiba libido seks saya menjadi semakin besar. Saya langsung menciumi payudaranya sambil meremas-remas, sementara itu Tante Stella terlihat senangnya bukan main. Lalu saya membuka BH hitamnya, dan mulailah saya menggigit-gigit putingnya yang sudah mengeras.<br />
“Oghh.. saya merindukan suasana seperti ini Rud..!” desahnya.<br />
“Tante, saya belum pernah gituan loh, tolong ajarin saya yah..?” kata saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena saya sudah bernafsu sekali, akhirnya saya mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian saya membuka celana dalamnya yang berwarna hitam. Terlihat jelas klitoris-nya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basah sekali di antara bulu-bulu halusnya. Lalu saya mulai menjilat-jilat kemaluan si Tante dengan pelan-pelan.<br />
“Ogh.. Rud, pintar sekali yah kamu merangsang Tante..” dengan suara yang mendesah.<br />
Tidak terasa, tahu-tahu rambutku dijambaknya dan tiba-tiba tubuh Tante mengejang dan saya merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata dia orgasme! Memang berbau aneh sih, karena berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apa pun tentunya sudah tidak menjadi masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinya saya rasakan, dan nikmatnya benar-benar luar biasa. Mulut Tante menjilati kemaluan saya yang sudah mulai basah dan begitupun mulut saya yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Stella sekarang meminta saya untuk memasukkan batang kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya.<br />
“Rud.. ayoo Dong, sekarang masukin yah, Tante sudah tidak tahan nih..!” pinta si Tante.<br />
“Wah.. saya takut kalo Tante hamil gimana..?” tanya saya.<br />
“Nggak usah takut deh, Tante minum obat kok, pokoknya kamu tenang-tenang aja deh..!” sambil berusaha meyakinkan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Benar-benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya saya nekad memasukkan kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya. Oghh, nikmatnya.. Setelah akhirnya masuk, saya melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan.<br />
“Ahh.. dorong terus Dong Rud..!” pinta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali.<br />
Mendengar desahannya, saya menjadi semakin nafsu, dan saya mulai mendorong dengan kencang dan cepat. Sementara itu tangan saya asyik meremas-remas payudaranya, sampai tiba-tiba tubuh Tante Stella mengejang kembali. Astaga, ternyata dia orgasme yang kedua kalinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kemudian kami berganti posisi, saya di bawah dan dia di atas saya. Posisi ini adalah idaman saya kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan saya ini memang tidak salah, benar-benar saya merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, tangan saya tetap sibuk meremas payudaranya lagi.<br />
“Oh.. oh.. nikmat sekali Rudy..!” teriak si Tante.<br />
“Tante.. saya kayaknya sudah mau keluar nih..!” kata saya.<br />
“Sabar yah Rud.. tunggu sebentar lagi, Tante juga udah mau keluar lagi nih..!” jawab si Tante.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya saya tidak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani saya di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante.<br />
“Arghh..!” teriak Tante Stella.<br />
Tante Stella kemudian mencakar pundak saya, sementara saya memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot-otot kemaluannya benar-benar meremas batang kemaluan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu kami berdua letih, tanpa disadari kami telah sejam bersenggama, saya akhirnya bangun. Saya memakai baju saya kembali dan menuju ke ruang keluarga. Ketika melihat Tante Stella dalam keadaan telanjang menuju ke dapur, mungkin dia sudah biasa seperti itu, entah kenapa, tiba-tiba sekarang giliran saya yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang. Tanpa bekata-kata, saya langsung memeluk Tante Stella dari belakang, dan mulai lagi meremas-remas payudaranya dan pantatnya yang montok serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk saya dengan erat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya..?” kataya sambil tertawa kecil.<br />
“Agh.. Tante bisa aja deh..!” jawab saya sambil menciumi bibirnya kembali.<br />
Karena sudah terlalu nafsu, saya mengajaknya untuk sekali lagi bersenggama, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Stella, kali ini saya langsung membuka celana dan baju saya kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di ruang keluarga. Karena keadaan tempat kurang nyaman, maka kami hanya melakukannya dengan gaya dogie style.</p>
<p style="text-align: justify;">“Um.. dorong lebih keras lagi dong Rud..!” desahnya.<br />
Semakin nafsu saja saya mendengar desahannya yang menurut saya sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokan saya kepada si Tante, sementara itu tangan saya menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat saya jangkau.<br />
“Rud.. mandi yuk..!” pintanya.<br />
“Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin saya yah..?” jawab saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya duduk di atas closed, dan kemudian saya menarik Tante Stella untuk menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.<br />
“Hm.. nikmat sekali jilatanmu Rud.. agghh..!” desahnya.<br />
“Rud.. kamu sering-sering ke sini Rud..!” katanya dengan nafas memburu.<br />
Setelah puas menjilatinya, saya angkat Tante Stella agar duduk di atas saya, dan batang kemaluan saya kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya. Kali ini rasa nikmatnya lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat saya akhirnya “KO” kembali. Saya mengeluarkan air mani ke dalam lubang kemaluannya. Tante Stella kemudian menjilati kemaluan saya yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah selesai mandi, saya pamit pulang karena baru tersadar bahwa perbuatan saya amat berbahaya bila diketahui oleh Bapak Gatot, Indah teman sekampus saya, apalagi Noni murid saya itu. Sampai sekarang kami masih sering bertemu dan melakukan persetubuhan, tetapi tidak pernah lagi di rumah, Tante memesan kamar hotel berbintang dan kami bertemu di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Selepas pengalaman itu, saya menjadi lebih berani pada wanita, dan menikmati persetubuhan dengan beberapa wanita setengah baya yang kesepian dan butuh pertolongan tanpa dibayar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-tante-stella/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anggie The Series: Diperkosa 2 Cleaning Service</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/anggie-the-series-diperkosa-2-cleaning-service/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/anggie-the-series-diperkosa-2-cleaning-service/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 19:11:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[anggie]]></category>
		<category><![CDATA[blow job]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[perkosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2415</guid>
		<description><![CDATA[ANGGIE Umur saya saat ini 23 tahun saya sudah 2 tahun menikah dengan suami saya mas Aries, saat ini mas aries berumur 34 tahun, kami umur kami memang terpaut cukup jauh.. pernikahan kami adalah pernikahan yang diatur. hmmm maksudnya dijodohkan.. tapi bukan berarti saya tidak sayang terhadap mas Aries..dia orang yang sangat humoris.. kehidupan sex [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/anggie1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2416" title="anggie" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/anggie1-300x216.jpg" alt="" width="300" height="216" /></a><br />
ANGGIE</p>
<p style="text-align: justify;">Umur saya saat ini 23 tahun saya sudah 2 tahun menikah dengan suami saya mas Aries, saat ini mas aries berumur 34 tahun, kami umur kami memang terpaut cukup jauh.. pernikahan kami adalah pernikahan yang diatur. hmmm maksudnya dijodohkan.. tapi bukan berarti saya tidak sayang terhadap mas Aries..dia orang yang sangat humoris.. kehidupan sex kami juga lumayan bagus walau menurut saya dia sangat konservatif satu2nya kebiasaan yang rada tidak konservatif adalah dia senang merekam adegan kami saat bercinta denagn menggunakan handycam walau saya sering protes seba yang terlihat utuh hanya saya sedang dia hanya terlihat dari leher ke atas (curang). Untuk sekedar gambaran saya sering membanggakan kulit saya yang sangat putih saya mengunakan bra ber ukuran 34C Tinggi saya 155cm dan berat 44kg. Buah dada saya lumayan membulat dengan puting berwarna kemerahan dan cukup panjang menonjol sebesar ruas pertama kelingking saya, bentuk pantat saya padat namun tidak terlalu besar, saya tidak pernah merasa memiliki wajah yang terlalu cantik walau banyak teman yang mengatakan saya pantas jadi model.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada teman saya yang sinis mengatakan kenapa saya dijodohkan dengannya, sebab dia nggak laku hinggak berumur 32 tahun belum menikah sehingga harus dijodohkan dengan saya yang jauh lebih muda. Suatu pernyataan yang sama sekali tidak benar, kalau mas Aries mau pasti banyak yang mau menikah dengannya selain pendidikannya lumayan tinggi, kaya, dia lumayan ganteng dan orangnya baik serta humoris, tapi dia terlalu sibuk dengan sekoah nya lalu dilanjutkan dengan kariernya. Dua tahun lalu pernikahan kami dipercepat karena mas Aries harus bertugas di Korea dengan kontrak kerja selama 5 tahun. Jadilah kami menikah kemudian berangkat ke Korea. Di Korea kami tingal di sebuah kota Industri dan mas Aries adalah satu2nya tenaga ahli yang berasal dari Indonesia. Namun kami tinggal di sebuah apartement di semacam komplek milik perusahaan. Mas Aries sendiri sebagai tenaga ahli sering sekali pergi ke luar kota tempat kami tinggal selama beberapa hari. Selain Apartement terdapat juga beberapa bangunan untuk mess bagi karyawan dengan grade yang lebih rendah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kebetulan banyak terdapat TKI yang bekerja disana umumnya mereka bekerja sebagai cleaning service atau buruh pabrik di perusahaan itu (nasib anak bangsa hihihi). Mungkin kalau kita tinggal di Indonesia kita kurang perhatian dengan tetangga yang status kelasnya jauh dari kita, tetapi sebagai sesama perantau di negri asing mas Aries sering sangat bersikap ramah ke para cleaning service dan buruh itu dengan mengundang mereka main ke apartement kami yang walaupun sempit namun tetap jauh lebih besar dari mess mereka. Yang paling sering datang adalah dua orang cleaning service bernama mas Mantri dan mas Hari mas Mantri tubuhnya gempal tidak gendut namun lumayan gemuk kulitnya hitam tampangnya nakal. sedang mas Hari hmmm nggak beda jauh sama Tukul yang lagi populer di Indonesia, tapi orangnya sangat pendiam. Mas mantri menurut penilaian saya sangat menyebalkan sebab sering menatap saya seolah2 serigala yang menatap seekor anak kelinci saya suka bilang ke mas aries tapi kata dia biar aja mungkin karena kamu cantik dan istri mas Mantri ditinggal di Indonesia.<br />
<span id="more-2415"></span><br />
Tetapi tetap saja saya suka risih dan tidak suka dengan tatapan liar matanya. Hari itu kembali mas Aries di tugaskan untuk melakukan kunjungan rutin selama seminggu keluar kota meninggalkan saya sendirian di Apartement. Sebenarnya ini sangat menyiksa saya. Bahasa korea saya sangat jelek dan tidak seperti di Indonesia yang masyarakatnya sok tau, di Korea jika seseorang tidak benar2 fasih berbahasa Inggris maka dia tidak mau berbahasa inggris (menyebalkan….). Selain itu saya tidak tahu harus kemana kalau tidak bersama mas Aries. Apalagi hari itu hari sabtu dimana biasanya penghuni komplek itu rata2 pergi berakhir pekan entah hanya ngobrol2 di pusat tongkrongan di pusat kota atau ketempat hiburan lain. Akhirnya seperti setiap kali mas Aries pergi selama beberapa hari, saya hanya bisa berdiam diri di Apartement. Namun hari itu setelah bosan menonton TV tiba2 terbersit di otak saya keinginan untuk menonton adegan persetubuhan kami kembali yang telah di rekam oleh mas Aries. Setelah saya mengambil dari tempatnya biasa disimpan (kami biasanya hanya menonton sekali setelah itu disimpan begitu saja).</p>
<p style="text-align: justify;">Saya siap menyalakan CD nya…. tapi tiba2 ada rasa keinginan kuat untuk menonton CD  itu dalam keadaan … tanpa busana.. telanjang. Kemudian setengah berlari karena diliputi perasaan yang aneh yang mengairahkan saya berlari ke kamar untuk melepaskan semua pakain saya. Dan kemudian dalam keadaan bugil saya berjalan kembali keruang tamu yang merangkap ruang keluarga dengan masih diliputi gairah yang aneh kemudian sebelum saya menyalakn CD nya saya menyingkirkan semua benda yang dapat saya gunakan menutupi ketelanjangan saya mulai dari taplak meja, bantalan kursi hingga majalah hanya menyisakan satu buah bantal…entah kenapa itu saya lakukan. Akhirnya saya mulai menonton CD adegan cinta kami, disitu mas aries tidak terlihat wajahnya namun saya terlihat jelas seluruhnya mungkin karena mas Aries melakukan adegan itu sambil memegang kameranya. Saya begitu terangsang hingga tangan saya tanpa sadar mulai memelintir2 puting saya dan mempermainkan itil saya. Rasanya begitu nikmat eaouuuh… cairan vagina saya mulai banjir… Tiba2 bel apartement saya berbunyi…</p>
<p style="text-align: justify;">Saya begitu terkejut… saya segera bangkit dan mengintip dari lubang pintu., saya lihat mas Mantri dan mas Hari didepan pintu. pikir saya mau apa sih mereka bukannya mereka tahu kalau mas haris hari ini keluar kota. Saat itu tubuh saya dalam keadaan bugil dan cairan vagina yang mengalir sedikit di sela sela paha. Saya berusaha diam agar mereka pergi karena mengira saya tidak ada di tempat. Tapi mereka tidak pergi2 bahkan terus menerus menekan bel sehingga ribut sekali didalam apartement bahkan mereka mulai mengetuk2 pintu. Akhirnya saya membuka pintu sedikit dengan harapan mereka tidak melihat ketelanjangan saya. Saya menjulurkan kepala saya dan menyembnyikan tubuh saya dibalik pintu, “Pagi mba Aggie” sapa mereka…”Pagi mas Mantri, mas Hari ada perlu apa ya pagi2, Mas Ariesnya sedang keluar kota…” jawab saya dengan harapan mereka segera pergi. “Kami tahu kok mba.. kami mau ketemu mba Anggie saja buat ngobrol2″ jawab mas Mantri sambil memandang aneh dan berusaha melihat kedalam, saya merasa risih dengan pandangan matanya apa lagi kali ini saya dalam keadaan bugil saya takut dia tahu.</p>
<p style="text-align: justify;">”Jangan sekarang ya mas Mantri saya sedang nggak bisa” jawab saya dengan harapan mereka segera pergi. “wah nggak ah mba, saya tahu mba kesepian kalau lagi ditinggal mas Aries” jawabnya lagi”kita cuma mau temenin ngobrol sambil bersenang2 sedikit”,  ‘bersenang2′ dalam hati ku apa maksudnya… “lain waktu aja deh mas saya lagi nggak sempat” jawab saya ketus mulai jengkel..sayapun hendak menutup pintu, tapi alangkah kagetnya saya ketika mendapati pintu diganjal oleh kaki mas Mantri “masa mba tega ngebiarin kita kedinginan diluar sini” kebetulan saat itu adalah akhir musim gugur. Saya berusaha mendorong pintu itu sekuat tenaga sehingga tanpa sadar posisi berdiri saya bergeser sehingga ketelanjangan saya langsung terlihat oleh mereka. “Wuihhh liat rii, mba Anggie bugil… ” katanya setengah berteriak menyebabkan saya terkejut dan kehilangan kontrol atas pintu. Mas Mantri kemudian menerobos masuk diikuti mas Hari yang langsung segera menutup kembali pintu di belakangnya sementara saya terhuyung kebelakang dengan berusaha menutupi dada dan vagina saya,</p>
<p style="text-align: justify;">“rii liat jembutnya lebat banget..wah mba Anggie ngapain bugil2an kaya gini mau menyambut kita ya….wah ri liat dia lagi nonton bokep..” katanya merepet, saat itu saya baru sadar saya  tidak mematikan CD adegan cinta kami. “mas Mantri…mas Hari apa2an ini cepat keluar kalau tidk saya akan berteriak” kata saya tapi dengan cepat mas Mantri menangkap saya dan mendorong saya sehingga saya terjengkang ke belakang, kemudian diameraih pinggul saya dan merengkuh saya dari belakang dalam posisi duduk dan dengan nakalnya tangan kirinya dia meremas buah dada saya dan tangan kananya meraba vagina saya,” ri….memeknya sudah  basah nih…” yang diajak ngomong tidak banyak bicara hanya tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya ke alah televisi yang sedang menayangan CD pribadi ku…”mba pantas ya jadi bintang bokep” katanya… “handycamnya ditaruh dimana mba… di kamar ya”katanya lagi sambil ngeloyor kekamar tidurku..sementara  saya terus berontak… tapi posisinya malah bertambah sulit mengingat ukuran badan mas Mantri …</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang saya berada di pelukannya dan mulut mas Mantri mengulum pentil saya yang besar….. walau saya terus berontak tapi hal ini membuat saya sangat terangsang… tapi saya tetap berontakk … Mungkin karena kesal mas Mantri tiba2 memukul perut ku tepat di ulu hati…saya langsung sesak napas..”kalau mba Angie nggak berhenti berontak saya bisa lebih keras…. sekarang mau menikmati apa menderita”katanya, tapi saya tidak bisa menjawab saya sesak napas mata saya berkunang2 saya mulai menangis.. tubuh saya lemas…”bagus …”katanya dan dia pun mulai kembali mengulum dan mempermainkan pentil saya…”mba pentilnya gede juga ya…” lalu setelah dirasa saya tidak banyak berontak dia mulai turun dan mempermainkan vagina saya…. pertama di bukanya lebar2 lalu diselipkanya lidahnya diantara liang vagina lalu seperti lidah ular lidahnya bergetar cepat menjilat2 itil saya… itu benar2 sensasi yang aneh…belum pernah saya merasakan itu sebelumnya… bahkan mas Aries belum pernah mengoral diriku seperti itu….rasanya…sulit aku lukiskaaan auuggghhhh…ohhhhhh</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mulai melenguh keenakan dan tampaknya mas Mantri tahu… dan tanpa saya sadar dari tadi mas hari yang pendiam sedang merekam kejadian itu menggunakan handycam mas aries…seolah tersadar saya kembali berontak… ada rasa malu di dalam diri saya… kenapa bisa2nya saya terangsang di oral pria bukan suami saya…dan disaksikan serta direkam pula oleh orang lain…saya kembali meronta.. tapi tiba2 tarrrrrr… mas Mantri menampar keras di pipiku hingga terasa seolah2 ada bekas telapak tangan dipipiku…. kemudian dia menjepit puting ku memelintir kemudian ditariknya keras keras sehingga sedikit membengkok kebawah rasanya benar2 sangat sakit..hingga hampir tak tertahankan dan cukup manjur kembali menghentikan perlawananku… “terus ngelawan pentil kamu copot…” katanya, kudengar mas hari tertawa terkekeh2 (terdengar suaranya sedikit menyeramkan pantas dia jarang ngomong) sambil terus merekam adegan itu…”sekarang mau anteng nggak…?” mendengar itu saya langsung terdiam tapi ternyata dia tidak puas “mau anteng tidaaaakkk” teriaknya sambil memelintir dan menarik puting ku keras keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Sakit sekaliii sayapun terpaksa menganggukkan kepala ku… akhirnya dia mulai kembali memainkan itil ku dengan jari sementara mulutnya mengenyot kedua puting susu ku bergantian… ehhhhhhh aghhhhhhh massss Mantriiiiiii jangaaannnnnnnn kata ku setengah meracau kenikmatan…. kulihat mas Mantri tau aku terangsang hebat sedang mas hari kembali terkekeh…. sambil terus merekam adegan itu…akhirnya dengan rasa yang sangat malu…oeuuuuuhhhhhh masssss mantriiiiiiiii sayaaaaaaaaaa hehhh keluarrrr tanpa sadar kata2 itu terucap dari mulut saya……..memalukaaan …tapi itu kenyataaan Mereka pun tertawa2…. kulihat mas Mantri membuka celana dan bajunya daaan astaga penisnya besar sekali rasa2nya hampir sepanjang 20 cm dan diameternya itu lohhh jauh dari milik mas aries… yang menakutkan adalah urat2nya yang terlihat menonjol.. ‘penis besar mengacung keatas’ benar2 pemandangan yang luar biasa menaksjubkan tanpa sadar mataku terus memandang kesitu…”hehehe suka ya sini duduk jangan ngeliat dari jauh terus” katanya sambil menarik saya duduk dan menyodorkan penisnya kemulut ku…</p>
<p style="text-align: justify;">“ayo dikenyot awas kegigit saya hajar kamu” saya begitu ketakutan belum pernah mas aries minta di oral seperti ini …. dulu saya sering melihat di filim BF tapi tidak menyangka harus melakukannya sendiri, terhadap pria yang bukan suami sendiri lagi.. melihat saya ragu2 mas Mnatri tiba2 menjambak rambut saya dan memaksa memsukan penis besarnya kemulut saya…. sehingga saya terpaksa mengulumnya… suatu gairah aneh muncul didalam diri saya ketika melakukannya …. mata saya melirik  saya lihat mas hari tetap mengabadikan dengan serius adegan itu… seolah2 saya merasa diberi semangat oleh suporter… sehingga saya benar2 mengulum dan mngemut penis itu sekuat kemampuan saya dengan HOT…… eahhhhh terus anggie terus pelacurrrrr…. mendengar kata terakhir saya terkejut dan hampir berhenti…. tapi mas Mantri kembali menjambak rambut saya kuat2 dan menekan penisnya jauh ke dalam mulut saya …hingga akhirnya saya terpaksa meneruskan…. dan tidak berapa lama tiba2 tubuhnya mengejang dan kepala saya ditariknya kuat2 sehingga penis itu masuk lebih dalam dannn dia memuntahkan maninya didalam mulut saya….</p>
<p style="text-align: justify;">rasa mual membayangkannya menyebabkan saya hampir memuntahkannya tapi seolah2 dia mengetahui niat saya.”berani muntahin saya hajar kamu… sekarang kumur2 dulu lalu telannn….cepat” saya dengan sedikit mual akhirnya saya mengumur2 mani itu di mulut saya mas Mantri menyuruh mas Hari mendekatkan kameranya…”tahan dulu jangan di telan…coba buka mulut kamu saya mau liat” katanya saya melakukannya dan air mani itu mengalir sedikit keluar dari mulut ku…”cepat kumur2 lagi…” aku pun mengumur2 dan”…oke cukup sekarang telan…”sekali lagi gairah aneh muncul apalagi kamera tetap merekam dari jarak sangat dekat…kemudian mas Mantri menyuruh saya berbalik dalam posisi merangkak….tiba2 dia memasukan penis besarnya kedalam vagina saya saya begitu terkejut dengan sensasinya…penis itu begitu padat dan keras…terasa sangat penuh ehhhh benar2 serasa dilangit…. dia mulai mengoyangkan pantatnya dengan cepat sehingga sayapun ikut bergoyang2 tapi tanpa sadar sebenarnya saya telah menyambut dengan antusias….setiap sodokannya ini terbukti beberapa kali mas Mantri sengaja berhenti bergoyang…. dan.. saya terlambat berhenti bergoyang…. sehinga setiap ini terjadi mereka berdua tertawa keras..”sudah mulai menikmati ya …hahahah dasar pelacur murahan…” awalnya saya benar2 merasa terpukul mendengar itu tetapi saya kembali dilingkupi perasaan aneh…saya jadi lebih kencang bergoyang menyongsong kenikmatan ….. dan tanpa terasa mas Mantri sudah berdiam….berhenti beroyang …hanya saya yang bergoyang maju mundur penuh gairah….(memalukan..). Mereka tertawa2 mas hari mendekatkan kamera kewajah saya yang saya tahu pasti sedang terlihat sangat horny, terlihat dari reaksi mas hari..</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba2 mas Mantri menahan gerakan pinggul saya… saya seolah kesetanan masih berusaha bergoyang…”sabaarrr tahan dulu lonteee…saya mau pakai cara lain aja…” lalu dia mencabut penisnya… plok… suaranya terdengar keras karena vagina ku sudah basah oleh cairan vaginakusendiri… Dengan napas tersengal2 aku memperhatikan dia bangkit dan kemudian duduk dengan santainya di sofa milik ku… “kesini …” dia mamangil aku sambil memberi isyarat agar aku menghapirinya dalam kadaan merangkak setelah dekat dengan telunjuknya dia memberi isyarat kepada ku untuk berputar dan kemudian mengarahkan pantat ku yang sedikit menungging kearah penisnya dannn sleppp kemabali penisnya masuk ke vaginaku..badan ku bergetar hebat ketika kepala jamur itu menghunjam dengan cepat ke dalam vagina ku…eughhhh…. aku melenguh…hampir2….aku histeris karena nikmatnya… stelah itu sambil dengan santainya dia duduk..”sekarang goyangkan pinggul mukaya tadi …lontee,,,” katanya sambil menampar keras2 pantat ku….aku demikian terkejut tapi tanpa disuruh dua kali aku segera bergoyang…maju mundur…</p>
<p style="text-align: justify;">sedangkan dia tetap duduk dengan santainya…sambil terus berulang2 menampar pantat ku cetarrrr..cetar…”hari gue gemes banget sama ini pantat…putih banget kalah pantat cewe’ korea…” yang diajak bicara tetap diam sambil mengambil gambar adegan itu… “aughhhhhhh…mas Mantri jangaaaaan siiiiiigghhhhksaaaa sayaaaa” aku merasa tersiksa karena rangsangan yang hebat dan gairah aneh yang mengebu2 sedang dia dengan santainya duduk membiarkan saya yang bekerja maju mundur…”hahahahaha….terus pelacurrrr” “dasar cewe gatellll…… ayooo kalo mau klimaks harus kamu sendiri yang raih….ughhtttttttt uenaaaakkk dasar lonteeee” enath setan apa akupun makin cepat memacu gerakan ku sampai tiba2 aku merasa tubuhku bergetar hebat…belum pernah aku merasakan ini dengan mas Aries… dann”aughhhhhh mas Mantri saya keluaaaarrrrrr” dan saya pun jatuh tersungkur denga pantat menungging dan penis mas Mantri masi menancap dalam….”kurang ajar siapa yang suruh klimaks duluaaan…”kemudian dia membalik diri ku hingga terlentang kemudian kedua kaki ku diangkat keatas hingga lututku menyntuh payudara ku….</p>
<p style="text-align: justify;">Dan vaginaku terpampang lebar2 aku sudah lemas karena klimaks….dia kemudian menacapkan kembali penisnya di vagina ku…”uuuggghhhhhhh mass…..” sekali lagi rasa nikmat luar biasa menjalar ditubuh ku membuat aku seperti mengambang di langit… mungkin saat itu wajahku begitu horny sebab mas hari kemali mendekatkan handycamnya ke wajahku….pingulku terangkat tersentak2 oleh goyangan mas mantri…beberapa menit kemudian…”mmmmaaasss akuhhhh keluaaarrrrrrr” dan sekali lagi ribuan volt listrik seolah menjalar memberikan nikmat tiada tara….melihat wajah ku tampaknya mas Mantri juga tidak tahan..wajahnya tiba2 menegang kemudian dengan cepat dia mencabut penisnya dan kemudian tiba2 crot…crot…crottt dia menembakannya ke wajah dan tubuhku……..semua pejunyaaa..ahhhhh suatu sensasi aneh yang luar biasa sekali gus aku merasa murahan…… “kamu bener2 enak ….katanya sambil meraih tubuh ku ..memangku diriku seperti memangku anak kecil……dengan diriku miring menghadap kesamping..tangan kirinya melingkar kepinggangku…tangan kanannya mengelus2 pipiku…kemudian dia memaksa tangan kananku melingkar memeluk lehernya yang besar…aku hanya tertunduk lemass…mas hari masih mengambil gambarku…”pagi ini sampai sini dulu ya lonte…”aku pun mengangguk lemah…”sekarang jangan kamu bersihkan dirimu tunggu telpon dari saya katanya kemudian dia membaringakn diriku di sofa… dia sendiri bangkit….kemudian dia memakai pakaiannya, kemudian kembali menghampiri saya”..tunggu disini jangan kenakan pakaianmu…jangan bersihkan tubuh mu…”..aku mengangguk lemah sensasi aneh…meremang didalam diriku….kemudian dia beranjak mendekati televisi yang dari tadi masih menayangkan adegan cintaku dengan mas Aries…</p>
<p style="text-align: justify;">kemudian dia mematikan CDnya dan mengeluarkan nya kemudian mengantungi di saku jaketnya…..”hari bawa handycamnya….” sambil meberi isyarat kepada hari untuk pergi meninggalkan rumahku,…diriku…yang telanjang dengan tubuh dan wajah dipenuhi seperma…aku hanya bisa termenung tidak percaya….”aku mencapai orgasme yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya….” “aku mencapainya dengan sedikit dipaksa….hmm sedikit…ya sedikit…mulanya memang dipaksa…””aku wanita murahan….”membayangkan kejadian tadi dan fakta aku seperti wanita murahan aku hampir kembali orgasme………..</p>
<p style="text-align: justify;">==================================================================</p>
<p style="text-align: justify;">Terlalu lelah … dan terlalu banyak berpikir ….aku akhirnya tertidur….tetap dalam keadaan bugil…dengan tubuh penuh seperma yang sudah mengering….sampai tiba2 aku mendengar auara telpon berdering. Dengan berat aku melangkah…mengangkat telpon…”halo lonte…” saya langsung mengenali suara itu ..mas Mantri…”eh…lonte kamu cepet kesini ke mess saya ya….kan nggak jauh2 amat dari apartement kamu…” aku hanya diam menebak2 apa maunya. “tapi udara lagi dingin nih….” saat ini memang akhir dari musim gugur… “kamu pakai mantel kamu yang tadi saya liat digantung di belakang pintu ya….” nadanya solah2 khawatir aku bakal sakit kalau  tidak pakai mantel itu.”…oh ya…jangan pakai apa2 lagi selain mantel itu ya…”..aku seperti disambar petir…”apa maksud mas mantri…saya harus berjalan kemess mas Mantri cuma pakai mantel tanpa pakai apa2 lagi didalamnya…?” “..tidak saya tidak mau….bagaimana kalau ada yag lihat…” tiba2 dengan nada sedikit lebih keras “terserah kamu tapi saat ini si Hari lagi browsing di internet dia bilang mau meng upload film kamu sama Aries dan saya ke situs www.*********.cn“, itu adalah sebuah situs yang sangat saya kenal sebab saya pertama kali mengenal situs berbahasa indonesia yang menunjukan banyak foto2 gadis indonesia di forum itu.. ”biar orang2 di Indonesia pada lihat aksi kamu…” sontak saya berteriak..”jangannn…mas tolong jangan saya takut…” sulit melanjutkan saya takut terhadap apa…”kalau gitu turuti saya ….pakai mantelmu jangan dikancing…cukup di ikat tali pinggangnya…” “…dan dandan yang cantik….” saya terdiam….”bagaimana lonte…” “…baik mas….” sebelum selesai saya berbicara “…pangil saya tuan….ingat tuan…” “baik tuan….”seperti kerbau dicocok hidungnya saya mengikuti kata2nya”</p>
<p style="text-align: justify;">Saya membulatkan tekat… saya berdandan yang cantik…kemudian tanpa membasuh bekas sperma tadi pagi saya mengenakan mantel, lalu berjalan keluar. Mess tempat tinggal mas Mantri.. dan mas Hari berjarak sekitar 2,5 kilo meter. Saya berjalan menuju kesana dengan perasaan was was, sebab mantel itu panjangnya tidak sampai lutut, dan bagian bawahnya sedikit mengembang walau di bagian pinggang aku sudah eratkan ikatannya. beberapa orang berpapasan dengan saya mungkin berpikir atau mengira saya mengenakan rok supermini didalam cuaca dingin seperti inidengan hanya dilapisi sebuah mantel… padahal tidak ada apa2 yang dilapisi mantel selain tubuh bugil ku.. Jarak 2,5 Kilo  terasa sangat jauh.. Sampai akhirnya aku tiba didepan mess. Disana ketika sampai didepan pintu mess aku disambut oleh seorang security berkebangsaan India tau pakistan atau srilanka yang menanyakan tujuan ku, aku menjawab hendak ke mess mas Mantri… aku perhatikan mata security itu terus memandang kearah paha ku… yang terekspose…tapi kemudian dia memberi tahukan nomor kamar mas Mantri.</p>
<p style="text-align: justify;">dan yang kurang ajar tiba2 dia menepuk pantat ku… yang telanjang kemudian terkekeh…seolah aku seorang wanita panggilan murahan…aku hanya bisa menahan tagis ku sambil terus berjalan ke kamar mas Mantri… sesampai didepan kamar ke tekan bel kamar berulang2 dengan harapan lekas dibuka. Saya malu jika nanti ada orang lain lagi yang melihat ku… Pintu terbuka sedikit terlihat masih dikait dengan rantai kecil sebagai pengaman sehingga hanya terlihat sedikit wajah mas Mantri “hai lonte si Hari mau Upload tuh filmnya…” “…Jangannnn…” kataku aku benar2 takut dia melaksanakannya…”..kamu bisa cegah dia kalau kamu kedalam…” “kalau gitu saya mau masuk…”kata saya setengah memaksa hampir menangis…”boleh tapi….kamar ini nggak boleh ada lonte masuk…” “‘…tuan izinkan saya masuk….” setengah terisak saya memohon takut mas Hari keburu meng upload film ku..”..baiklah saya juga belum selesai bicara tadi…”katanya lagi “..disini lonte dilarang masuk kamar kecuali masuk dalam keadaan bugil..waktu masuk seluruh pakaiannya harus sudah dilepas diluar….”kata2 itu diucapkan dengan sangat kalem tapi membuat hati ku berdegup kencang…aku harus melepas pakaian ku diluar…</p>
<p style="text-align: justify;">dilorong mess … yang terdapat banyak atau setidaknya sembilan kamar lagi…bagaimana kalau ada yang melihat..”jangan tuan saya tidak mau …” mendengar itu tanpa banyak bicara pintu pun mulai  di tutup oleh mas Mantri…”mas jangan tutp pintunya izinkan saya masuk…” aku menahan pintu jangan sampai tertutup “…lepas dulu mantel kamu…. lagi pula tidak lamakan kamu lepas lalu aku bukakan pintunya …hanya beberapa detik…” aku berpikir …dan akhirnya aku mengalah…”baik mas aku  lepas disini…” aku pun melepas pakaian ku…telanjang di lorong sebuah mess khusus pria….”cepat berikan mantelmu sini..” katanya akupun memberikanya..kemudian pintu tertutup….biasanya kalau mau membuka rantai pintu memang pintunya harus ditutup dahulu ..rantai di lepas kemudian baru pintu dapat dibuka seluruhnya….tapi kali ini tidak stelah beberapa detik aku mendrngar mas Mantri dan mas Hari tertawa terkekeh seolah sedag berhasil menipu seseorang dan saya sadar sayalah sedang mereka tipu…. saya berdiri dalam keadaan bugil..berdandan antik namun tubuh penuh dengan bekas sperma…di tengah lorong mess khusus pria…</p>
<p style="text-align: justify;">tiba2 aku menjadi panik dan mulai menggedor2 pintu…. tapi beberapa menit sama sekai tidak ada reaksi kecuali suara tawa yang semakin keras…. karena suara ku dan suara gedoran ku ternyata mulai menarik perhatian penghuni mess seseorang terlihat menintip dibalik pintu di kamar sebelah, lalu aku lihat seseorang juga keluar..dan menhapiri diriku…tampaknya dia orang indonesia juga dia bertanya “ada apa ….apa kamu belum dibayar…?” saya langsung syok mendengarnya… sayapun mulai menangis….”mas adi…nggak ada apa2 kok tadi cewe ini minta bayaran dimuka… tapi ternyata pelayanannya asal2an terus mau kabur lagi ya udah saya ambil aja pakaiannya…” terdengar suara mas Mantri dari belakang… “wah mba ini nggak bisa gitu dong….kembalikan uangnya atau kasih service yang bagus ke pelanggan” kata orang itu lagi saya merasa sangat terhina mendengar itu “hei…lonte…gimana..mau service bener2 nggak…?” aku pun mengangguk dengan tangan berusaha menutupi dada dan vagina ku…”kalo gitu nggak usah ditutup tutupi pakai tangan aset kamu itu” katanya ….aku pun melepaskan tangan ku…kemudian mas Mantri sambil tersenyum penuh arti mempersilahkan aku masuk kekamar masih aku dengar orang tadi bertanya “mas Mantri berapa kok bagus barangnya….” “murahhhhh nanti abis gue kamu boleh pake dehhh all in loh…”jawab mas mantri. Saya hanya bisa tambah menunduk…bersukur akhirnya bisa masuk ke dalam sehingga tidak lebih malu lagi…</p>
<p style="text-align: justify;">“lonte….haus nggak loe….” tanyanya, aku lihat mas hari sedang memegang handycam yang di shoot kearah diriku…” nih minum” katanya sambil menyodori penisnya, sayapun langsung menyambut dengan mulut terbuka….”kayanya musti kamu emut2 dulu deh hahaha” saya pun kembali mengoral penis mas Mantri…. tapi tiba2 saya lihat mas hari yang dari tadi memegang kamera tiba2 mendekat ditangannya membawa sesuatu saya kaget melihatnya dia membawa penjepit jemuran terbuat plastik… dan tanpa banyak ba bi bu…di langsung jepit puting susu saya… saya yangsedang meng oral mas Mantri kontan membeliak “eughhhhh sakittttt…” belum berhenti saya melenguh tiba2 sebuah lagi dijepitkan ke puting yang satunya….”….wauuuuuggghhhh suakittttt…eghht” saya baru mau mengerakan tangan saya untuk meraih penjepit tadi tapi tangan saya ditangkap dan dipegang dengan erat oleh mas Hari kemudian dengan sigap dia mengikat tangan saya…pergelangan tangan saya diikat dengan pangkal siku kiri sedang pergelangan kiri dengan pangkal siku kanan.. penis yang tadi saya oral sudah terlepas..</p>
<p style="text-align: justify;">tapi saya liat mas Mantri tidak memaksakan untuk mengulum lagi… dia beringsut kemudian mengambil kamera yang sudah di tinggal oleh Hari…. saat ini saya duduk dengan lutut saya dengan posisi tangan terlipat ke belakang. hari lalu menciumi pipi lalu mengemut daun telinga saya sambil tangannya mengelus2 bongkahan pantat saya diperlakukan seperti itu saya hanya merasa merinding….. mas Hari wajahnya sangat mirip dengan Tukul yang populer di tanah air…. tapi yang ini terlihat dingin dan pendiam…tiba tiba”aughttt sakit masssss” aku berteriak kencang sebab Hari mengigit telinga saya…kemudian tiba2 diamendorong saya kedepan sehingga saya jatuh dengan kepala kelantai ….. saat ini  posisi saya menungging dengan bagian depan saya bertumpu pada pipi kanan saya… dengan kakinya kemudian dia menendang2 kaki saya memberi isyarat agar saya melebarkan kaki…karena posisi saya itu sedikit sulit saya lakukan sehingga saya jadi sedikit lambat…tampaknya dia tidak sabar dan langsung melepas ikat pinggang kulitnya dan ctarrrrrr…langsung digunakan menyabet pantat putih saya….”aghhhhhh sakittttt masss….”saya berteriak sekilas saya lihat wajah mas mantri dibalik kamera menegang… tapi mas Hari tetap dingin ….dengan jarinya kemudian dia menusuk2 lubang vagina saya…kemudian mencubit2 bibir vagina saya… dan tiba2″augggghhhhhh massss sakittttt” hampir saya pingsan ketika mas hari kembali mengunakan penjepit jemuran untuk menjepit bibir vagina saya…dikanan dan dikiri…dan kembali saya terkejut ketika sebuah lagi dia jepitkan di itil saya…dan kali ini karena itu bgian yang paling sensitif sakitnya jadi sangat tidak tertahan …sayapun berteriak sekuatnyaaa…”Auuuuuughhhhtttttttt massssssa saskiiiiitsssss” mata saya berkunang2 …dan mulai menagis…hampir saya pingsan…”sudah massss sakittttt….saya sudah tidak kuaaa…hepppp” belum selesai saya berteriak mulut saya telah disumpalnya…dan tampaknya disumpal denga celana dalam bekas milik mas hari…..</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian dia mengitari saya dan memencet hidung saya…dengan mulut tersumpal dan hidung saya di pencet sedemikian rupa hampir2 saya pingsan karena tidak dapat bernapas… tapi kemudian dia melepas jepitan tangannya di hidung saya…lalu membalikan tubuh saya sehingga tubuh saya terlentang dengan tangan terikat di punggung buah dada saya nampak mengacung keatas…seperti dua bongkah gunung yang indah dengan penjepit jemuran dimasing2 puncaknya…warnanya tidak lagi merah tetapi mulai keunguan…kemudian mas hari mulai mengambil tali dan dengan sedemikian rupa mengikat kaki saya masing2 sehingga betis dan paha saya menyatu.dan tidak bisa di luruskan dan dibelakang lutut kedua kaki diselipakan sebuah batangan kayuyang diatur posisinya sehingga kaki saya mengangkang lebar….dan terlipat kebelakang …rasanya sakitt luar biasa…kemudian dengan tiba2 cletik…. dia mencabut penjepit di buah dada sebelah kiri begitu tiba2 sehingga menyakitkan…. setelah itu dengan cepat dipasangnya kembali seolah2 sedang mengetes kekuatan penjepit itu….</p>
<p style="text-align: justify;">dan itu dilakukan ke semua penjepit yang terpasang sehingga saya merasa sangat kesakitan… setelah semua selesai di tiba2 bangkit dan seperti mencari2 sesuatu di lemari es… dan kembali dengan sebuah ketimun jepang yang besar… dan digesek2annya ke lubang vagina saya…ketimun itu terasa dingin…dan tanpa peringatan tiba2 sleppp “aughttttttt….” ketimun itu dimasukannya dengan paksa ke vagina saya sampai masuk 3/4 nya… kemudian dia mengalihkan pandangannya kelubang yang lain…lubang anus ku…segera aku menggeleng2 tapi dia malah tersnyum penuharti…diambilnya seuntai manik2 sebesar kelereng berjumlah 15 butir didalam untaiannya dan kemudian dengan paksa dia menekan masuk satu persatu setiap manik2 itu hingga tinggal 3 untai lagi… kemudian dia duduk memandangi diriku….semua adegan diambil gambarnya oleh mas mantri… kemudiann cetarrrrrr tiba2 mas hari kembali menyabet kan sabuknya ke tubuh ku yang putih sehingga membekas merah..dia kemudian mulai meraba2 tubuhku dan meciumiku sedemikan rupa…sehingga entah bagaimana gairah aneh tadi kembali terjadi…</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian dia mengocok2 ketimun yang ad di vaginaku tadi… sehinggaaa”eghhhhhh eghhhhh …” hanya itu yang keluar dari mulut ku karena tersumpal celana dalam mas Hari.tiba2 tubuhku mengejang karena orgasme….sungguh perasaan yang aneh telah mendera diriku…dalam keadaan sakit dan lemas aku melihat mas hari sedang mengocok2 penisnya sendiri didekat ku dan crot crot…. rupanya dia terangsang hebat melihat keadaan diriku… semua air maninya ditumpahkan ke wajah dan tubuh ku… setelah itu dia pun melepaskan semuanya penjepit dan ikatannya…Saya hanya bisa terbaring lemah…aku lihat kini kamera sudah berpindah tangan lagi… Mas Mantri yang bertubuh gempal…besar… mengendong tubuh lemah saya ke atas tempat tidur..mulai menciumi diriku..memacu gairah diriku… dia mulai memainkan itilku dengan lidahnya….yang masih terasa sakit akibat perlakuan mas Hari….tapi “ughhhhhh nihkkmaaaahhhttt mas euanaaakkkk…ueghhhhhh” saya mulai mengelepar2 ketika lidah mas Mantri mulai menari nari di itil ku sambil kedua tangannya sesekali memilin milin puting ku…</p>
<p style="text-align: justify;">kemudian di sergapnya mulut dengan ciuman yang dasyat… lidahnya mempermainkan lidah ku memaksa lidah kuturus menari2 huahhh enak sekaliiii.. kemudian dia mulai melepas pakaiannya sendiri … terlihat penisnya yang besar  mengacung ke atas membuat hati ku bergetar… ”lonte kamu suka ini…”sukaaa tuannn sukaa”hampir diluar sadar aku meracau kata2 yang sangat memalukan itu…. baik kamu harus memohon “tolong tuannnn….saya sudah tidak tahan..””tolong apa….”  “yang jelas…..” “tolong masukan batang tuan ke memek saya tuannnn tolonggg” ” baik saya akan menolong mu lonte”dan sleppp “eughhhhhh….”dia memasukan penisnya ke vaginaku kembali gairah aneh menguasai diriku….seolah liang vagina ku terasa sangat penuhhh dan padat denganh benda besar yang kerass dan kenyal…. “ohhhh… ”dia pun mulai memompa dengan cepatnya sehingga aku merasa itil dan bibir vagina ku ikut keluar masuk karena padatnya penis mas Mantri… menimbulkan sensasi luar biasa… kembali aku melihat mas Hari merekam dengan kamera di tangannya….. Setelah beberapa menit aku tidak tahan lagi hingga tubuh ku terguncang2 hebat</p>
<p style="text-align: justify;">dan “ohhhhhh tuaaannnn saya kelauarrrrrrrr”  namun nampaknya mas Mantri belum mencapai klimaks dia tiba2 memangku tubuh saya dan dalam keadaan sambil di pangku berhadapan dengannya mulutnya bermain di buah dada saya dan terus memompa saya naik turun…”ahhhhhh tuaaaannnnnnn” saya benar sudah tidak tahaaaan dan kembali mengalami klimaks namun mas Mantri masih belum juga orgasme….. dia kemudian membalik tubuh saya dan…. dia menemukan 15  butir manik2 yang menancap dipantat saya dan lupa dicabut oleh mas Hari…. kemudian kembali dia menembus vagina saya dari belakang sambil tangannya pelan2 menarik manik2  keluar dari liang anus saya… sehingga menyebabkan saya segera mencapai klimakss beikutnya “eghhhhhhttttt ” saya lihat hari tersenyum penuh arti dibalik kameranya…. tidak lama kemudian tiba2 dengan kasar mas Mantri mencabut penis besarnya dari vagina ku dan membalik diriku sehingga terlentang. Dan crot crot…crottt mani menyembur ke tubuh dan wajah ku lalu dia memaksa diriku membersihkan penis miliknya dengan menggunakan mulut ku….</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian masih dalam keadaan tubuh dan wajah penuh mani tiba2 mas mantri mengambil alat cukur kumis miliknya.. dan dia mulai mencukur bulu jembut ku ..awalnya aku meronta aku takut kalau mas aries sampai bertanya ada apa sampai aku mencukur botak jembut ku….tapi kemudian saya pasrah dicukur sampai habis… Lalu mereka memberikan mantelku “pakai..kita jalan jalan…”kata mas Hari….terus terang setiap mendengar dia bicara bulu kuduk ku langsung merinding wajahnya yang kaya Tukul tidak membuat  dia menjadi sama lucunya… kemudian dengan diapit ke dua orang itu aku berjalan keluar menuju ke tengah kota… banyak orang yag nampak memperhatikan diriku aku merasa terutama disebabkan oleh mantel ku yang tidak terlalu panjang dan bawahnya lebar tidak dapat  menyembunyikan aku tidak memakai apa2 lagi didalamnya…. dan bau tubuh ku…benar2 bau air mani laki2… walau aku sudah merias kembali wajah ku wajah ’puas’  didiriku benar masih terlihat jelas… Perjalanan masih panjang…. Nantikan Seri cerita saya berikutnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/anggie-the-series-diperkosa-2-cleaning-service/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perawan Buat Adikku..</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/perawan-buat-adikku/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/perawan-buat-adikku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 22:18:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngewe]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2328</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Mona, umurku 24 tahun, aku sudah menikah dan mempunyai satu anak lelaki.. Berikut cerita panas ini aku ingin berbagi pengalamantentang hubunganku dengan adik kandungku sendiri. Kejadian ini terjadi dua tahun yang lalu ketika aku berusia 22 tahun dan adikku berusia 18 tahun. Kami adalah 3 bersaudara, kakakku Diana telah menikah dan ikut suaminya, sedangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/mona.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2329" title="mona" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/mona-229x300.jpg" alt="" width="229" height="300" /></a>Namaku Mona, umurku 24 tahun, aku sudah menikah dan mempunyai satu anak lelaki.. Berikut cerita panas ini aku ingin berbagi pengalamantentang hubunganku dengan adik kandungku sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian ini terjadi dua tahun yang lalu ketika aku berusia 22 tahun dan adikku berusia 18 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami adalah 3 bersaudara, kakakku Diana telah menikah dan ikut suaminya, sedangkan aku dan adikku tinggal bersama orang tua kami. Aku sendiri berperawakan sedang, tinggiku 160cm berat badan 52kg, orang bilang aku montok, terutama pada bagian pinggul/pantat. Payudaraku termasuk rata2 34 saja. Kulitku yang putih selalu menjadi perhatian orang2 bila sedang berjalan keluar rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mempunyai seorang pacar berusia 2 tahun diatasku, dia adalah kakak kelas kuliahku. Aku dan pacarku berpacaran sudah 2 tahun lebih, dan selama itu paling jauh kami hanya melakukan petting, sailng raba, saling cium dan saling hisap…..</p>
<p style="text-align: justify;">Pacarku sangat ingin menerobos vaginaku jika saat petting, tapi aku sendiri tidak ingin hal itu terjadi sebelum kami menikah, jadi aku mengeluarkan air maninya dengan cara swalayan, yaitu mengocok kontolnya. Aku juga kerap dipaksa menghisap kontol pacarku yang mana sebenernya aku agak jijik melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Keseringan petting dengan pacarku membuatku menjadi haus akan belaian lelaki dan selalu iingin disentuh, sehari saja tidak dibelai rasanya tersiksa sekali… entah kenapa aku jadi ketagihan… Sampai akhirnya kau sendiri melakukannya dengan tanganku sendiri dikamarku sendiri. Sering aku meraba-raba payudaraku sendiri dan mengusap-usap memeku sendiri sampai aku orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah kesalahan ku, aku tidak menyadari kalau selama ini adikku John sering mengintip aku… ini aku ketahui setelah dia mengakuinya saat berhasil membobol keperawananku, kakaknya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Awal mulanya, ketika itu aku, mamaku dan adikku John pergi ke supermarket 500m dekat rumah. Karena belanjaan kami banyak maka kami memutuskan untuk naik becak. Saat itu aku memakai celana panjang ketat setengah lutut, dan karena kami hanya naik satu becak, aku memutuskan untuk di pangku adikku, sedangkan mamaku memangku belanjaan. Diperjalanan yang hanya 500m itu, ketika aku duduk di pangkuan adikku, aku merasakan sesuatu bergerak-gerak dipantatku, aku sadar bahwa itu kontol adikku,<br />
<span id="more-2328"></span><br />
keras sekali dan berada di belahan pantatku. Aku membiarkannya, karena memang tidak ada yang bisa kulakukan. Bahkan ketika di jalan yang jelek, semakin terasa ganjalan dipantatku. Karena aku juga sangat rindu belaian pacarku yang sudah 3 hari tidak ke rumah, diam diam aku menikmatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak kejadian itu, aku sering melihat dia memperhatikan tubuhku, agak risi aku diperhatikan adikku sendiri, tapi aku berusaha bersikap biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari, aku dan pacarku melakukan petting di kamarku… Aku sangat terangsang sekali… dia meraba dan membelai-belai tubuhku. Sampai akhirnya pacarku memaksakku membuka celana dalamku dan memaksaku untuk mengijinkannya memasukkan kontolnya ke memekku. Tentu saja aku keberatan, walaupun aku sangat terangsang tapi aku berusaha untuk mempertahankan keperawananku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam ketelajanganku aku memohon padanya untuk tidak melakukannya. Dan anehnya aku malah berteriak minta tolong. Hal ini di dengar oleh adikku John, dia langsung menerobos kamarku dan mengusirnya, saat itu juga pacarku ketakutan, karena memang badan adikku jauh lebih besar. Aku lansung menutupi tubuhku yang telanjang dan aku yakin adikku melihat ketelajanganku. Dan pacarku sendiri langsung memakai pakaiannya dan pamit pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak itu, pacarku jadi jarang ke rumah. Dari selentingan teman-teman ku, pacarku katanya mempunyai teman cewe lain yang sering jalan dengannya. Tentu saja aku sedih mendengarnya, tapi aku juga merasa beruntung tidak ternodai olehnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu malam aku berbincang-bincang dengan adikku, aku berterima kasih padanya karena dia telah menggagalkan pacarku menodaiku. Aku kaget ketika adikku ngomong bahwa, aku ngga bisa menyalahkan pacarku karena memang bodyku sexy sekali dan setiap laki-laki pasti ingin merasakan tubuhku. Ketika kutanya, jika setiap lelaki, apakah adikku juga ingin merasakan tubuhku juga… dia menjawab:</p>
<p style="text-align: justify;">“Kalau kakak bukan kakakku, ya aku juga pengen, aku kan juga lelaki” aku sangat kaget mendengar jawabannya tapi aku berusaha itu adalah pernyataan biasa, aku langsung aja tembak, “emang adik pernah nyobain cewe?” dia bilang “ya, belum kak”…. itulah percakapan awal bencana itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam harinya aku membayangkan bercinta dengan pacarku, kau merindukan belaiannya… lalu aku mulai meraba-raba tubuhku sendiri… tapi aku tetap tidak bisa mencapai apa yang aku inginkan… sekilas aku membayangkan adikku… lalu aku memutuskan untuk mengintip ke kamarnya… Malam itu aku mengendap-endap dan perlahan-lahan nak keatas kursi dan dari lubang angin aku mengintip adikku sendiri, aku sangat kaget sekali ketika melihat adikku dalam keadaan tak memakai celana dan sedang memegan alat vitalnya sendiri, dia melakukan onani, aku terkesima melihat ukuran kontolnya, hampir 2 kali pacarku, gila kupikir, kok bisa yah sebesar itu punya adikku…</p>
<p style="text-align: justify;">Dan yang lebih kaget, di puncak orgasmenya dia meneriakkan namaku… Saat itu perasaanku bercampur baur antar nafsu dan marah… aku langsung balik kekamarku dan membayangkan apa yang baru saja aku saksikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pagi harinya, libidoku sangat tinggi sekali, ingin dipuaskan adikku tidak mungkin, maka aku memutuskan untuk mendatangi pacarku. Pagi itu aku langsung kerumah pacarku dan kulihat dia sangat senang aku dating… ditariknya aku ke kamarnya dan kami langsung bercumbu… saling cium saling hisap dan perlahan-lahan baju kami lepas satu demi satu sampai akhirnya kami telanjang bulat. Gilanya begitu aku melihat kontolnya, aku terbayang kontol adikku yang jauh lebih besar darinya…</p>
<p style="text-align: justify;">seperti biasa dia menyuruhku menghisap kontolnya, dengan terpaksa aku melakukannya, dia merintih-rintih keenakkan dan mungkin karena hampir orgasme dia menarik kepalaku. “Jangan diterusin, aku bisa keluar katanya” lalu dia mula menindihi ku dan dari nafasnya yang memburu kontolnya mencari-cari lubang memekku… begitu unjung kontolnya nempel dan baru setengah kepalanya masuk, aku kaget karena dia sudah langsung orgasme, air maninya belepotan diatas memekku… “Ohhhhh…” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia memelukku dan minta maaf karena gagal melakukan penetrasi ke memekku. Tentu saja aku sangat kecewa, karena libidoku masih sangat tinggi. “Puaskan aku dong… aku kan belum…” rengekku tanpa malu-malu. Tapi jawabannya sangat menyakitkanku… “Maaf, aku harus buru-buru ada janji dengan sisca” katanya tanpa ada rasa ngga enak sedikitpun. Aku menyembunyikan kedongkolanku dan buru-buru berpakaian dan kami berpisah ketika keluar dari rumahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Diperjalanan pulang aku sangat kesal dan timbul kenginanku untuk menyeleweng, apalagi selama diperjalanan banyak sekali lelaki yang mengodaku dar tukang becak, kuli bangunan sampai setiap orang di bis.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu sampai rumah aku memergoki adikku yang akan pergi ke sport club, dia mengajakku untuk ikut dan aku langsung menyanguppinya karena memang aku juga ingin melepaskan libidoku dengan cara berolah raga.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tempat sport club, kam berolah raga dari senam sampai berenang dan puncaknya kami mandi sauna. Karena sport club tersebut sangat sepi, maka aku minta adikku satu kamar denganku saat sauna. Saat didalam adikku bilang “kak, baju renangnya ganti tuh, kan kalau tertutup gitu keringatnya ngga keluar, percuma sauna”</p>
<p style="text-align: justify;">“Abis pake apa” timpalku, “aku ngga punya baju lagi” “Pake celana dalem sam BH aja kak, supaya pori-porinya kebuka” katanya</p>
<p style="text-align: justify;">Pikirku, bener juga apa katanya, aku langsung keluar dan menganti baju renangku dengan BH dan celana dalam, sialnya aku memakai celana dalam G-string putih sehabis dari rumah pacarku tadi… Tapi “ah, cuek aja.. toh adikku pernah liat aku telanjang juga”.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu aku masuk, adikku terkesima dengan penampilanku yang sangat berani… kulihat dia berkali-kali menelan ludah, aku pura-pura acuh dan langsung duduk dan menikmati panasnya sauna. Keringat mencucur dari tubuhku, dan hal itu membuat segalanya tercetak didalam BH dan celana dalamku… adikku terus memandang tubuhku dan ketka kulihat kontolnya, aku sangat kaget, dan mengingatkanku ke hal semalam ketika adikku onani dan yang membuat libidoku malah memuncak adalah kepala kontolnya muncul diatas celana renangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku berusaha untuk tidak melihat, tapi mataku selau melirik ke bagian itu, dan nafasku semakin memburu dan kulihat adikku melihat kegelisahanku. Aku juga membayangkan kejadian tadi pagi bersama pacarku, aku kecewa dan ingin pelampiasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kediaman itu aku tidak mampu untuk bertahan lagi dan aku memulainya dengan berkata:</p>
<p style="text-align: justify;">“Ngga kesempitan tuh celana, sampe nongol gitu” “Ia nih, si otong ngga bisa diajak kompromi kalo liat cewe bahenol” katanya “Kasian amat tuh, kejepit. Buka aja dari pada kecekik” kataku lebih berani “Iya yah…” katanya sambil berdiri dan membuka celananya…</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sangat berdebar-debar dan berkali-kali menggigit bibirku melihat batang kemaluan adikku yang begitu besar. Tiba-tiba adikku mematikan mesin saunanya dan kembali ke tempatnya. “Kenapa dimatiin” kataku “Udah cukup panas kak” katanya</p>
<p style="text-align: justify;">Memang saat juga aku merasa sudah cukup panas, dan dia kembali duduk, kami saling memandang tubuh masing-masing. Tiba-tiba cairan di memekku meleleh dan gatal menyelimuti dinding memekku, apalagi melihat kontol adikku.</p>
<p style="text-align: justify;">Akal warasku datang dan aku langsung berdiri dan hendak keluar, tapi adikku malah mencegahku “nanti kak”. “Kan udah saunanya ” timpalku, aku sangat kaget dia berada tepat di depanku dengan kontol mengacung ke arahku, antara takut dan ingin.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kakak udah pernah gituan belum kak” kata adikku “Belum” kataku, “emang kamu udah..?” lanjutku “Belum juga kak, tapi pengen nyoba” katanya</p>
<p style="text-align: justify;">“Nyoba gimana???? Nantikan juga ada saatnya” kataku berbalik kearah pintu dan sialnya kunci lokerku jatuh, ketika aku memungutnya, otomatis aku menunggingi adikku dan buah pantatku yang besar menempel di kontolnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gilanya aku malah tetap diposisi itu dan menengok ke arah adikku. Dan tak kusangka adikku memegang pinggulku dan menempelkan kontolnya dibelahan pantatku yang hanya tertutup G-string.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oh kak…. bahenol sekali, aku pengen nyobain kak” katanya dengan nafas memburu. “Aw… dik ngapain kamu” timpalku tanpa berusaha merubah posisiku, karena memang aku juga menginginkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pengen ngentot kakak” katanya kasar sambil menekan batangnya kepantatku. Aku menarik pantatku dan berdiri membelakanginya, “Aku kan kakakmu John, inget dong”</p>
<p style="text-align: justify;">Adikku tetap memegang pinggulku “tolong kak.. asal nempel aja.. nga usah dimasukkin, aku ngga tahan banget” “Tolong kak,” katanya memelas. Aku di suruh nagpain juga mau kak, asal bisa nempelin aja ke memek kakak”.</p>
<p style="text-align: justify;">Pikiranku buntu, aku juga punya libido yang tak tertuntaskan tadi pagi.. dan membayangkan pacarku menunggangi sisca, libidoku tambah naik.. “Persetan dengan pacar brengsek” batinku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jangan disini” pintaku. “Sebentar aja kak, asal nempel aja 1 menit” katanya meremas pinggulku. “Kakak belum siap” kataku. “Kakak nungging aja, nanti aku panasin” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagai terhipnotis aku menuruti apa katanya, sambil memegang grendel pintu, aku menungginginya dan dengam pelan-pelan dia membuka G-stringku dan melemparkannya. Dan dia jongkok di belakangku dan gilanya dia menjulurkan lidahnya menjilat memeku dari belakang…</p>
<p style="text-align: justify;">“Oh… ngapain kamu dik…” kataku tanpa melarangnya. Dia terus menjulurkan lidah dan menjilati memekku dari belakang.. ohhhh… gila pikirku… enak banget, pacarku saja ngga mau ngejilatin memekku, adikku sendiri dengan rakus menjilati memekku</p>
<p style="text-align: justify;">“Gila kamu dik, enak banget, belajar dimana” rintihku… Tanpa menjawab dia terus menjilati memekku dan meremas remas bokongku sampai akhirnya lama-lama memekku basah sekali dan bagian dalam memekku gatal sekali…</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba dia berdiri dan memegang pinggulku.. “Udah panas kak” katanya mengarahkan kontolnya kepantatku dan memukul-mukul kepala kontolnya kepantatku….</p>
<p style="text-align: justify;">“udah….” kataku sambil terus menungging dan menoleh ke arah adikku… “Jangan bilang siapa-siapa yah dik” kataku. Adikku berusaha mencari lubang memekku dengan kepala kontolnya yang besar… dia kesulitan… “Mana lubangnya kak..” katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa sadar aku menjulurkan tangan kananku dan menggengam kontolnya dan menuntun ke mulut goaku… “Ini dik” kataku begitu tepat di depannya, “gesek-gesek aja yah dik”. “Masukin dikit aja kak” katanya menekan kontolnya. “aw… dik, gede banget sih” kataku, “pelan-pelan….”.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu kepala kontolnya membuka jalan masuk ke memekku, adikku pelan-pelan menekannya.. dan mengeluarkannya lagi sedikit sedikit… tapi tidak sampai lepas… terus ia lakukan sampai membuat aku gemas…. “Oh.. dik…. enak…. dik…. udah yah…” kataku pura-pura….. “Belum kak…. baru kepalanya udah enak yah….”</p>
<p style="text-align: justify;">“Memang bisa lebih enak…???” kataku menantang. Dan…. langsung menarik pinggulku sehingga batang kontolnya yang besar amblas ditelan memekku” Aku merasakan perih luar biasa dan “aw…. sakit dik…” teriakku. Adikku menahan batangnya didalam memekku …. “Oh…kak…nikmat banget…..” dan secara perlahan dia menariknya keluar dan memasukannya lagi, sungguh sensasi luar biasa. Aku merasakan nikmat yang teramat sangat, begitu juga adikku…</p>
<p style="text-align: justify;">“Oh, kak… nikmat banget memekmu..” katanya. “Ssssshhhh… ia dik… enak banget” kataku. Lima belas menit dia mengenjotku, sampai akhirnya aku merasakan orgasme yang sangat panjang dan nikmat disusul erangan adkku sambil menggengam pinggulku agar penetrasinya maksimum.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oh.. kak.. aku keluar.. nikmat banget…” katanya Sejenak dia memelukku dari belakang, dan mulai mencabut kontolnya di memekku… “Ma kasih kak” katanya tanpa dosa dan memakaikan celanaku lagi. Aku bingung bercampur menyesal dan ingin menangis. Akulangsung keluar dan membersihkan diri sambil menyesali diri.. “kenapa adikku????”</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perjalanan pulang adikku berulang-ulang minta maaf atas perbuatannya di ruangan sauna… Aku hanya bisa berdiam merenungi diriku yang sudah tidak perawan lagi… Kejadian itu adalah awal petualangan aku dan adikku, Karena dua hari setelah itu kembali kami besetubuh, bahkan lebih gila lagi.. kami bisa melakukannya sehari 3 sampai 5 kali sehari semalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Satahun sudah aku di tunggangi adikku sendiri sampai ada seorang kaya, kenalan bapakku melamarku, dan kami menikah. Untungnya suamiku tidak mempermasalahkan keperawananku. Akhirnya aku di karunia seorang anak dari suamiku, bukan dari adikku.. karena aku selalu menjaga jangan sampai hamil bila bersetubuh dengan adikku.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai sekarang aku tidak bisa menghentikan perbuatanku dengan adikku, yang pertama adikku selalu meminta jatah, dilain pihak aku juga sangat ketagihan permainan seks</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/perawan-buat-adikku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumahku Surgaku..</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/rumahku-surgaku/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/rumahku-surgaku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 21:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[dewi]]></category>
		<category><![CDATA[incest]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[seks hubungan darah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2316</guid>
		<description><![CDATA[Namaku boy,aku tinggal di medan. Aku mau menceritakan pengalaman seksku dirumahku sendiri. Kejadian ini baru terjadi dua bulan yang lalu. Aku mempunyai seorang kakak,namanya dewi. Kak dewi orangnya cantik. Dia mempunyai tinggi badan 171cm,kulit putih bersih,dadanya kira2 36 dan pantatnya sangat montok. Aku sangat terangsang jika melihatnya. Suatu hari,tepatnya malam minggu.Waktu itu mama dan papaku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Namaku boy,aku tinggal di medan. Aku mau menceritakan pengalaman seksku dirumahku sendiri. Kejadian ini baru terjadi dua bulan yang lalu. Aku mempunyai seorang kakak,namanya dewi. Kak dewi orangnya cantik. Dia mempunyai tinggi badan 171cm,kulit putih bersih,dadanya kira2 36 dan pantatnya sangat montok. Aku sangat terangsang jika melihatnya. Suatu hari,tepatnya malam minggu.Waktu itu mama dan papaku sedang pergi.Aku sendiri juga lagi malas dirumah.Lalu aku pergi kerumah teman kuliahku.Jadi dirumah hanya kak dewi sendirian yang lagi nungguin pacarnya.Tapi dasar sial temanku juga lagi keluar.Lalu untuk ngilangin suntuk aku mutar-mutar(jalan2) sendirian.setelah puas jalan jalan aku pun pulang.sampai dirumah kulihat ada kenderaan pacar kak dewi didepan rumah.”aduh..jagain orang pacaran nih..”pikirku.Aku langsung masuk keteras.Tapi aku terkejut.Kulihat kak dewi sedang ditunggangin oleh pacarnya(ngentot).Kubatalkan niatku dan aku terus mengintip permainnan mereka.Aku benar2 terangsang melihat adegan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Apalagi melihat kak dewi yang sedang bugil dan mendesah desah.Aku memperhatikan mereka dan mengelus-elus penisku.Terpaksa aku bersolo seks dan memuntahkannya di pot bunga.Lalu aku pergi lagi meninggalkan mereka berdua.setengah jam kemudian aku kembali dan kulihat mereka sedang duduk mesra diruang tengah.Kutegur mereka dan aku langsung masuk kekamarku.dikamar aku terus membayangkan kak dewi.selang beberapa menit aku keluar kamar dan kulihat cowoknya sudah pulang.Kulihat kak dewi masuk kekamarnya.lalu aku duduk sendirian di ruang tengah.Aku benar benar terangsang. Aku lalu bangkit dan masuk kekamar kak dewi. Rupanya kak dewi sedang ganti baju.Dia terkejut melihatku.”ngapain kamu?”tanyanya. “tadi kakak ngapain sama cowok kakak?”aku balik bertanya. Dia hanya diam.”emang kamu tahu?”tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk. “Jangan bilang siapa-siapa ya..!”katanya lagi. “oke…tapi kakak harus mau begituan juga sama aku!”ujarku. “kamu mau juga ya…”katanya manja Dia lalu menarikku ketempat tidur. Dibukanya bajunya,lalu dibukanya juga bajuku.</p>
<p style="text-align: justify;">Langsung dilumatnya penisku. Rasanya enak sekali. Diisapnya penisku sampai kusemprotkan spermaku didalam mulutnya. Aku cukup puas atas perlakuannya.Lalu dia menyuruhku menjilati vaginanya .oohh.. ahh.. erangnya. Lalu aku pindah meremas dan menjilati payudaranya. mmhh.. terus…. nggh.. Kujilati payudaranya, perutnya sampai kujilati lagi vaginanya. oh… ah…ena..k… erangnya. Nafsuku naik lagi. Penisku mulai berdiri lagi. Masu..kin aja… pintanya. Lalu kumasukin penisku dan memompanya. Rasanya enak sekali,penisku dijepit oleh otot vaginanya. ahh…. terus…. sayang…. jeritnya. Lalu dibaliknya tubuhku. Dengan posisi diatas,dia menggoyangkan pantatnya turun naik. Tangan ku meremas pantatnya yang montok. Payudaranya bergoyang-goyang. Aku mau keluar… erangku. Tahann… sayang…. ujarnya. Lalu ahh…. agh…. oh… kak dewi mengerang panjang pertanda orgasme. Dia terus bergoyang dan crot.. crot… crot… kusemburkan spermaku didalam vaginanya. Lalu dia mencium bibirku. Kami pun tergeletak bersampingan.</p>
<p style="text-align: justify;">”maksih kak.. betul-betul nikmat”ujarku sambil meremas payudaranya. “iya…. kamu hebat juga”katanya “maukan kakak beginian lagi..?”tanyaku “Kapan aja kamu pengen”ujarnya sambil tersenyum. Aku langsung keluar dan masuk kekamarku.<br />
<span id="more-2316"></span><br />
Aku senang sekali.Aku terus minta jatah sama kak dewi.Kapan ada kesempatan kami pasti melakukannya dengan berbagai macam gaya. Aku juga sudah merasakan pantatnya yang montok. Waktu itu kak dewi lagi haid,jadi kusorong aja pantatnya.Rasanya sama-sama enak kok. Sampai pada suatu hari, Waktu itu aku pulang kuliah,kulihat pintu kamar kak dewi terbuka dan dia berbaring mengenakan handuk. Aku terangsang melihatnya. Aku masuk dan kubuka bajuku lalu kupeluk dan kucumbu.ah… jangan sekarang ! ada mama tuh! Ujarnya. Tapi aku tak perduli dan terus merangsangnya. Akhirnya dia pasrah. Kubuka handuknya dan kujilati payudaranya.Kak dewi mendesah. Lalu dia bangkit,menimpaku sambil berbalik.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami melakukan gaya 69, Dikocoknya dan diisapnya penisku .Aku pun menjilati vaginanya sambil meremas pantatnya. Lagi asyik menjilat,tiba2 pintu kamar dibuka. Kami sangat terkejut.Ternyata mama sedang memergoki kami berbuat mesum. Mama masuk dan menutup pintu. Muka mamaku tampak marah melihat perbuatan kami. Aku dan kak dewi hanya bisa terdiam. Matanya menatap kami tajam. ”maafin kami ma!, ini salah boy. Boy yang ngajak kak dewi. Soalnya boy lagi terangsang! ujarku. “Kenapa harus kak dewi ?”tanya mamaku. “Daripada dengan psk lebih baik dengan aku ma!” sambung kak dewi “Lagi pula aku juga mau kok”ujar kak dewi membelaku. “terserah mama mau marah,kami kan udah gede dan punya hasrat seks yang harus disalurkan”ujarku. Mamaku terdiam sejenak “ya..udah terserah kalian.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi perbuatan kalian jangan sampai ketahuan papa!”ujarnya. “satu hal lagi boy,jangan sampai kak dewi hamil”katanya sambil menatapku. “ya…udah sebagai hukumannya mama mau lihat bagaimana kalian melepaskan hasrat seks kalian itu”ujarnya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku dan kak dewi saling pandang.Lalu kami lanjutkan permainan kami.Aku mulai merangsang kak dewi lagi.Kujilati payudaranya.Lalu kujilati vaginanya.Ah…ssst..mmmh..desahnya. Tanpa lama2 kumasukkan penisku keliang vaginanya dan kugoyang. Akkh…ohh…ngghh…ah..ah…desahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku makin mempercepat kocokanku. Dan akhhhhhhh……ahhhhh ….akhhkhhh….jeritnya panjang. Kurasakan kak dewi sudah mencapai orgasme. Semakin cepat goyanganku.ck.ckk..ck…suara kocokan penisku divaginanya yang sudah basah bercampur cairan orgasmenya. ”mau keluar nih..”jeritku “dimulut ku aja!”ujarnya sambil menahan sodokan penisku Kucabut penisku. Kak dewi langsung menggenggam penisku dan mengocoknya dalam mulutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Crott..crot…crot…crot kusemburkan spermaku kemulutnya sebanyak 8 kali. Mulutnya penuh dengan spermaku. Sampai menetes keluar dari sela mulutnya. Dan ditelannya semua. Aku terbaring puas,dan kak dewi menjilati penisku membersihkan sisa sperma. Kulihat mama menggelengkan kepalanya. Lalu mama pergi keluar dari kamar. Aku dan kak dewi hanya tersenyum. Kami akan lebih bebas melakukannya dirumah,walaupun mama mengetahuinya. Kami saling berpelukan dan berciuman. Aku lalu berpakaian dan masuk kekamarku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikamar aku masih memikirkan kejadian tadi. ”Mama tidak melarang aku ngeseks dengan kakakku sendiri. Berarti aku juga bisa ngeseks dengan mama”pikirku. Lagian body mama masih sip abis. Soalnya mamaku ikut fitnes. Walaupun usianya udah 44 tahun tapi masih oke(bukan membanggakan).Lagi pula mama pasti lebih berpengalaman. Aku berpikir lama mengenai ide gilaku ini. Kuputuskan,aku harus bisa merasakan ngeseks dengan mamaku sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu aku keluar dan masuk kekamar mamaku.Kulihat mamaku berbaring membelakangiku. Kulihat pantatnya yang montok dan pahanya yang mulus. Kubuka bajuku semuanya. Dan sambil menelan ludah aku naik ketempat tidur dalam keadaan bugil. Kupeluk mamaku dari belakang dan kugesek penisku yang sudah tegang. Tiba2 mama terbangun “ngapain kamu,boy?”tanyanya. “pengen ngeseks sama mama”jawabku manja Aku langsung memeluknya dan menciumnya. Mamaku diam saja. Kubuka kimononya. Wow ..mama tidak pakai bh dan cd. Payudaranya besar(lebih besar dari kak dewi.kak dewi aja 36B) dan masih kencang.Vaginanya merah merekah. Pantas papa sayang terus sama mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku langsung meremas payudaranya,menjilatinya dan menggigitnya. Mama hanya mendesah kecil. “jilatin anu mama ya….kayak kak dewi tadi…”pintanya sambil meraba vaginanya. Aku lalu menjilati vagina mama sambil memainkan klitorisnya dengan gigi dan lidahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Ahh…terus….sayang….okh..e.na.k……desah mama.Kepalaku dijepitnya dengan kedua pahanya dan rambutku dijambaknya.Agar aku terus menjilati vaginanya.10 menit lidahku menari divagina mamaku akhirnya mamaku orgasme juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurasakan cairan hangat di lidahku.Lalu mama bangkit dan menyuruhku telentang.Mama lalu mengambil baby oil dan mengoleskan kepenisku.Lalu dikulumnya penisku dengan nikmat.ohhh…rasanya benar2 nikmat sampe ubun2. Isapan mama jauh lebih enak dari kak dewi. Aku merasakan kenikmatan yang dahsyat. Mama mengulum semua penisku beserta bah zakarku.Yang paling sensasi kurasakan saat mama mengocok penisku sambil menjilati lubang duburku.Wow benar2 asik dan nikmat.Aku sampai merinding kenikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar 10 menitan kesemprotkan spermaku di depan wajah mamaku.Mama ku sibuk menjilati spermaku yang muncrat kemana mana. “wah..benar-benar nikmat ma…”ujarku. “mama jago istong(isap totong)”pujiku “Kamu juga jago jilatannya,mama sampe merinding”ujarnya “Papa kalo jilat kurang nikmat,lagian papa jarang mau jilat”ujarnya lagi “Gimana, mau dilanjutkan?”tanya mamaku “iya dong…aku kan mau ngerasain anunya mama!”ujarku sambil melihat vaginanya. “mama juga mau ngerasain sodokan penismu!”jawabnya manja. Lalu mama mengajakku kekamar mandi,untuk membersihkan vaginanya dan penisku.Kuhidupkan air dibathtub setinggi mata kaki. Kami berdua masuk dan kucumbu mama,kucium bibirnya dan kuremas-remas payudaranya. Kami berdua sangat bernafsu,terutama aku. Padahal aku sudah main sebelumnya dengan kak dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sudah gak tahan untuk memasukkan penisku kevagina mama. Kutusukkan penisku dan bless..amblas semuanya terbenam. Kurasakan jepitan liang surga mama masih kuat. Kupompa penisku menghujam vagina mama. Kaki mama menjepit sisi bathtub.Ohhh…yeahh….ahhh….jerit mama.Sekitar 3 menit mama minta ganti posisi nyamping dengan posisi kaki belipat kearah samping dan aku menggoyang dari atas menyodok vagina mama. Mama tampak sangat menikmatinya. Lalu mama minta gaya doggie style. Kami bangkit dan mama nungging bertumpuan dengan sisi bathtub.Kusodok vagina mama dari belakang.Mama mendesah campur menjerit kecil. Pantatnya yang montok beradu dengan pangkal pahaku.Kupeluk mamaku dari belakang sambil terus bergoyang perlahan.meremas payudaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">”Ma…masukin ke lubang anus ya…”bisikku “pelan2 mama belum pernah ….”jawabnya Kucabut penisku dan kumasukkan pelan pelan kelubang anus mamaku. Mamaku merintih kecil menahan sakit. Lubang anus mama memang belum pernah dijamah. Masih terasa ketat. Kugoyang perlahan-lahan sambil tanganku mengusap-usap bibir vaginannya dari belakang .Oh… ahhhk…… oh… nikmat… mama mendesah.Sekitar 4 menit kucabut penisku kubalikkan tubuh mama dan satu kakinya kuangkat dan kuletakkan diwashtafel.Kumasukkan penisku lagi dan kugoyang lagi.sekitar 1 menit,kuangkat mama dan kutidurkan di lantai kamar mandi.Kakinya mengangkang dan aku mulai mengenjotnya lagi. ahh.. ohhh…. akhh….. mama terus menjerit merasakan nikmatnya.Dan ohhh….. ahh……. mama melenguh sambil memejamkan matanya menikmati orgasmenya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku terus bergoyang.Lalu aku mengakhiri permainanku dengan semprotan spermaku didalam rahim mama tempat aku dikandung dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku benar-benar puas. Aku mencium mama. “makasih ma…. permainan mama sangat hebat”pujiku “mama mau kan…ngeseks sama boy lagi…?”tanyaku mamaku tersenyum dan mengangguk “asal… jangan tahu papa ya…..!”katanya Aku Cuma tersenyum. Lalu kami mandi bersama dalam bathtub.Malamnya aku terlelap tidur. Esok paginya,aku bangun pukul 7 pagi dan bersiap mandi.Kulihat papa dan kak dewi sedang sarapan,sedangkan mama sedang didapur.Kudatangi mama dan kuremas pantatnya. “aduh…. kamu nakal ya…”ujarnya. Kubuka celanaku dan kukelurkan penisku yang tegang.Kugesekkan ke pantat mamaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“ma…ayo.. dong…”bujukku “gak..ah…ntar dilihat papa!”tolaknya “please…..”rayuku “isap aja ya….”tawar mamaku “ya..deh..!”sahutku lalu mama jongkok dan mengisap penisku.Mataku meram melek menahan nikmatnya.Sampai kusemburkan lahar hangat kemulut mama.Lalu aku mandi dan berangkat kuliah.Dikampus aku rasanya pengen cepat pulang. Pukul 2 siang aku tiba dirumah.Kupanggil kak dewi dan mama kekamarku. “Gimana….kalo kita main bertiga”usulku “hah..!!!”jawab mama dan kak dewi serentak.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aduh.. nih…anak.. nafsu amat ya…”ujar mamaku “kayaknya asyik juga tuh.”sahut kak dewi Kak dewi langsung membuka bajunya.Dan menimpaku.Bibirku dilumatnya sambil tangannya melucuti pakaianku. Mama akhirnya membuka bajunya dan ikut bergabung. Mama langsung mengisap penisku sambil menjilatinya.S edangkan aku menjilati vagina kak dewi.Lalu kusuruh mama tidur telentang sambil mengangkang.Kujilati vagina mama dan kak dewi menjilati dan meremas remas payudara mama. sssst….. enaaak…. ahhh….. erang mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu gantian,kujilati vagina kak dewi dan mama menjilati payudara kak dewi. Aku mulai memasukkan penisku kevagina kak dewi dan memompanya. Sedangkan mama menjilati payudara kak dewi sambil menggosok2 vaginanya sendiri.aahhh…ohhh..oh….kak dewi menjerit kecil berbarengan dengan deru napasnya yang tidak teratur.Kupercepat goyanganku.Aku harus membuat kak dewi orgasme terlebih dahulu .<br />
Beberapa saat kemudian kak dewi mengerang puas ah.a.h..ah.</p>
<p style="text-align: justify;">ah.ah.ahhhhhhhhhhhh.. ha.. sambil nafasnya agak tersenggal.Penisku terasa dijepit otot vagina kak dewi yang yang berkontraksi.Kucabut penisku dan kutarik mamaku.Lalu kumasukkan penisku ke liang surganya dan kugoyang.Mama ku hanya mendesah kecil.Aku menikmati goyanganku.Aku lalu membalikkan tubuh mama keatas.Mama bergoyang bagai menaiki kuda.Tanganku meremas-remas pantat mama dan membantunya turun naik. oooo… ahhhh….. yehhh…… erang mama sambil memejamkan matanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Payudaranya bergantung dan bergoyang. ohhhhh…ahhhhhhhhh….. kudengar erangan mamaku sambil memejamkan mata dan menahan ludah.Kurasakan mama sudah orgasme.Kupeluk mama dan kubalikkan badannya.Kak dewi langsung mendekat dan menjilati payudara mama.Aku langsung menggenjot mamaku lagi dengan posisi mama telentang.Sekitar dua menitan, kurasakan aku mau mencapai puncak.Langsung kucabut penisku dan kusemburkan ke mulut kak dewi dan mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka berebutan.spermaku muncrat kewajah mereka berdua.Aku lalu terduduk lemas.Kulihat mama dan kak dewi saling menjilati spermaku yang muncrat kewajah mereka.Setelah 10 menit kak dewi keluar dari kamarku.Dan aku memainkan satu ronde lagi dengan mamaku.Dan kuakhiri dengan semburan sperma didalam lubang anusnya.Setelah itu mama keluar dan mandi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang aku benar-benar betah dirumah,kapan saja ada saja yang melayaniku(mama dan kak dewi).Hampir tiap pagi aku mendapat jatah istong dari mama.Tapi semua udah kuatur.Kalo siang aku mainnya sama mama,dan kalo malam malam lagi pengen,aku mainnya sama kak dewi.Tapi kadang ngak tentu juga,yang mana aja.Kalo papa gak ada kami main bertiga.Apalagi kalo papa keluar kota kami makin bebas tidur sama.Bahkan aku pernah bolos kuliah karena kecapekan melayani mama dan kak dewi.Kejadian ini membuatku betah dirumah.Rumahku bagaikan surga bagiku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/rumahku-surgaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tukar Pasangan di Kost</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/tukar-pasangan-di-kost/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/tukar-pasangan-di-kost/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 22:30:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[fitri]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[nia]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[swinger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2252</guid>
		<description><![CDATA[Semua berawal pada suatu ketika dimana aku dan istriku pindah ke sebuah rumah kost di sebuah kota besar, sebut saja kota X, dimana aku harus pindah ke kota itu karena tempat kerjaku menugaskan aku untuk menjadi kepala cabang di kantor yang baru. Kost yang kami tempati ini memang khusus untuk karyawan dan juga keluarga oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semua berawal pada suatu ketika dimana aku dan istriku pindah ke sebuah rumah kost di sebuah kota besar, sebut saja kota X, dimana aku harus pindah ke kota itu karena tempat kerjaku menugaskan aku untuk menjadi kepala cabang di kantor yang baru. Kost yang kami tempati ini memang khusus untuk karyawan dan juga keluarga oleh sebab itu kost ini sangat lengkap mulai dari dapur hingga kamar mandi dalam semua ada. Sudah sebulan kami tinggal disini, aku dan istriku sudah mulai terbiasa bergaul dengan para tetangga kost kami. “Pagi mas Ridwan. Berangkat kerja?” sapa seorang perempuan. Dia adalah istri tetangga kost kami yang bernama Susno, perempuan ini sendiri bernama Safitri. “Iya nih mbak. Mau bareng?” tanyaku kepada Safitri atau mbak Fitri begitu kami biasa menyapanya. Memang lokasi kerjanya berdekatan dengan kantorku. Mbak Fitri lalu mengangguk tanda setuju, “Boleh mas. Tapi nggak apa-apa nih nebeng di mobilnya mas Ridwan? Ntar mbak Nia marah lagi.” Kata mbak Fitri kepadaku. Aku hanya tertawa karena saat itu Nia, istriku juga berada disampingku. Nia ikut tertawa mendengar candaan mbak Fitri.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku dan Nia memang pasangan baru. Kami baru menikah 1 tahun lalu dan belum dikaruniai seorang anak. Istriku Nia berusia 27 tahun, 2 tahun lebih muda dariku. Sementara itu pasangan Susno dan Safitri berusia sekitar 32 tahun dan 29 tahun. Jadi bisa dibilang mbak Fitri itu seumuran denganku. Suaminya, Susno memang tidak bekerja karena sudah satu tahun ini dia di PHK, makluk sedang krisis ekonomi jadi banyak PHK dimana-mana. Dulunya dia bekerja di perusahaan plastik sementara istrinya bekerja sebagai pegawai perusahaan keuangan yang cukup terkenal di Indonesia walaupun dia hanya sebagai bawahan. Sesampainya di kantor aku berpisah dengan mbak Fitri yang memang berjalan kaki dari kantorku menuju kantor tempat dia bekerja. Beberapa karyawan melirik kearah kami dan aku yakin mereka bertanya-tanya siapa sebenarnya perempuan yang dibawa atasannya itu. Aku sih tidak ambil pusing karena memang pada dasarnya Safitri memang cukup cantik walaupun tidak secantik istriku. Namun body nya memang lebih yahud dan berisi.</p>
<p style="text-align: justify;">Terutama buah dadanya yang sedari tadi kuperhatikan sekitar F-Cup jauh lebih besar dibandingkan istriku yang cuman C-Cup. Ah ada apa dengan diriku ini? Kenapa aku malah kepikiran mengenai tubuh istri orang. Akhirnya aku masuk juga ke gedung kantorku sambil berusaha melepaskan pikiran mesum itu dari otakku. Hari demi hari berlalu dan aku sering sekali berangkat bareng dengan mbak Fitri, memang sih baik istriku maupun suami mbak Fitri tidak pernah cemburu atau keberatan. “Kasihan mbak Fitri mas kalau sendirian jalan.” Kata istriku saat aku bilang apa dia keberatan kalau aku berangkat bareng dengan mbak Fitri. Memang sih dari tempat kost kami untuk mencapai daerah tempat kerjaku harus jalan sekitar 100 meter menuju jalan besar yang kemudian harus naik angkot sebanyak dua kali agar bisa sampai ke daerah tujuan kami. Aku bisa membayangkan kalau Mbak Fitri berangkat kerja sebelum ada aku dulu seperti apa susahnya. Pagi hari itu aku seperti biasa bersiap untuk ke kantor dan istriku membawakan aku bekal makan siang.</p>
<p style="text-align: justify;">Nia memang juru masak yang handal. Selama ini aku tidak menolak tiap kali dia membawakan bekal karena memang masakannya luar biasa enak, maklum setahun kursus masak waktu kuliah dulu. “Mas, maaf udah nungguin lama yah? Habisnya mas Susno tadi rewel terus minta dilayanin sih. Maaf ya kalo kelamaan nunggunya.” Kata mbak Fitri ramah. Aku kaget juga melihat penampilan mbak Fitri kali ini. Memang dia mengenakan pakaian kerja tetapi rok nya kulihat lebih pendek dari biasanya begitu juga dengan kerah bajunya seperti lebih lebar dan terkesan lebih turun. Mbak Fitri lalu mengenakan sepatunya dengan posisi setengah menungging. Aku yang saat itu sedang berdiri didepannya, kontan saja melihat pemandangan aduhai dari depan. Sepasang payudara mbak Fitri seperti menggelantung seolah ingin melepaskan dirinya dari bra warna ungu yang membungkusnya. Besar dan bentuknya indah sekali, batinku dalam hati. Mas Susno benar-benar beruntung memiliki istri seperti mbak Safitri.<br />
<span id="more-2252"></span><br />
Sudah cantik, bodynya bagus, dadanya juga besar, pastilah hebat saat bermain diranjang. Sesaat aku membandingkan dengan istriku. Penyesalan muncul dibenakku. Akh, lelaki macam apa aku ini, membayangkan istri orang lain sementara aku sendiri sudah beristri dan istrikupun juga selalu setia terhadapku. Bahkan akhir-akhir ini setidaknya seminggu belakangan ini istriku terasa lebih hangat dari sebelumnya. Kami menjadi seperti pasangan suami istri baru lagi. Tadi malam saja dia minta untuk bercinta sampai dua kali padahal sebelumnya paling tiga atau empat hari sekali. Entah apa yang mempengaruhi hasrat seksualnya sekarang ini. “Wah kok macet ya? Padahal kalau lewat jalan ini nggak macet tuh jam segini.” Celetukku pelan. Mbak Fitri tersenyum terus meneruskan membaca buku laporan keuangan yang dia pegang. Sesekali aku melirik kearah pahanya yang tersingkap karena mobilku ini memang tempat duduknya cukup rendah jadi aku bisa melihat paha mulus mbak Fitri dengan jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eh mas. Sepertinya ada demo deh disana? Waduh bakalan telat kalo gini.” Mbak Fitri kelihatan mulai khawatir. Memang benar ada demo di persimpangan jalan didepan kami. Entah apa topik demonya karena aku juga tidak begitu peduli lagi, yang kupedulikan hanyalah pekerjaanku di kantor dan kesempatan lirik-lirik paha mbak Fitri. Lumayan buat selingan, batinku. Habis sudah rasa penyesalanku tadi. Untungnya kami sampai kantor tepat pada waktunya. Kali ini sampai di kantor ada kejutan yaitu temanku waktu kuliah dulu yang sekarang bekerja sebagai manager sebuah perusahaan kimia swasta berkunjung. “Wah, Rid, sekarang kamu udah sukses ya. Sudah jadi pimpinan cabang sekarang. Hahaha…” seloroh sobatku yang satu ini. Aku hanya membalasnya ringan, aku memang bukan tipe orang yang suka memamerkan prestasi sih. “Eh, cewek yang tadi bareng sama kamu itu siapa sih? Kece juga tuh cewek. Bodynya keren dan wajahnya juga mantap punya tuh. Siapa sih? Kenalin donk!” goda Iwan temanku ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku hanya tersenyum simpul saja tapi dia malah semakin penasaran dan membombardirku dengan berbagai pertanyaan susulan. “OK, OK, gua jawab. Dia tuh tetangga kost gua. Dia tinggal di kamar sebelah kamar kost gua. Lagian dia kerja didekat sini maka dari itu gua anterin dia kesini barengan ma gua. And sekedar informasi, dia udah punya suami bro.” kataku menjelaskan daripada nanti di berondong pertanyaan lagi. “Heh? Emangnya istrimu nggak cemburu tuh? Kalian khan pasangan muda, biasanya istri suka cemburu kalau suaminya bareng cewek lain yang cantik. Khan bawaan dari masa pacaran masih ada hahaha…” Iwan kembali menggodaku sambil melihat-lihat foto-foto di dinding ruang kantorku. Aku hanya menghela nafas saja, “Istriku nggak seperti itu lagi. Dia orangnya kagak pencemburu. Dia juga yang nyuruh gua buat nganterin mbak Fitri dari pada ntar dia jalan sendiri khan kasihan.” Kataku padanya. Iwan tertawa lagi, “Wah boleh juga tuh. Kalo ntar aku punya istri aku pengin kaya istrimu tuh, orangnya nggak cemburuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Nggak kaya pacarku sekarang ini, cemburuannya minta ampun. Tiap jam telepon terus kalau nggak ya sms. Dikira aku pembantunya apa yah…” selorohnya sambil tertawa. Memang sih pacar Iwan pencemburu berat padahal sudah pacaran selama 3 tahun lebih. “Tapi Rid…” Iwan menimpali lagi, “Memangnya kamu nggak ada rasa tertarik sama mbak Fitri itu? Dia cantik lho dan seksi lagi. Bayangin aja kalau kamu di ranjang dilayanin dia sama istrimu…pasti seru tuh…hahahaha….threesome gitu.” Katanya lagi. Aku memang tidak kaget dengar ucapan itu dari Iwan karena sejak waktu kuliah dulu memang mulutnya sering mengeluarkan ucapan-ucapan seronok apa adanya. Dia paling gemar berbicara soal seks walaupun tidak pernah berhubungan seks dengan perempuan manapun selama ini. “Halah…lo ini ngomong apaan sih. Mana mau istri gua diajakin threesome. Dia orangnya konvensional kok.” Kataku pada Iwan. Memang selama ini istriku selalu konvensional dalam bermain cinta. Selama satu tahun ini kami hanya bermain cinta menggunakan gaya-gaya yang itu-itu saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Kecuali dua hari terakhir ini dimana kami berdua menggunakan gaya baru sama sekali dalam bercinta dan memang efeknya dahsyat. Aku sendiri tidak tahu dari mana dia mendapatkan gaya tersebut. Sesiang ini aku memikirkan ucapan sahabatku itu. Threesome, sepertinya menarik tapi mana mau istriku melakukannya. Lagipula mana mau mbak Fitri melakukannya karena didekat kami juga terdapat suaminya. Tentu saja resiko sangat tinggi jika suaminya sampai tahu mengenai hal ini. Sore harinya aku mendapat kejutan keduaku. Mbak Fitri datang berkunjung ke kantorku. Memang kala itu kantorku sudah tutup dan tinggal aku bersama dengan dua orang satpam diluar dan dua orang petugas cleaning service. “Lho, mbak Fitri belum pulang? Ini khan sudah jam 5 sore. Bukannya mbak Fitri selesai kerja jam 4 tadi?” kataku sambil mempersilakan perempuan cantik ini masuk kantor kerjaku. Mbak Fitri tersenyum manis, “Iya nih mas. Tadi saya telat pulang karena pembukuan akhir bulan masih menumpuk lalu saya kerjain aja sekalian biar besok lebih senggang waktunya. Kirain mas Ridwan belum selesai kerjanya ternyata sudah ya…”</p>
<p style="text-align: justify;">“Akh, ini mbak, biasa tender dengan klien sudah selesai dan rapatnya diundur tiga hari lagi karena klien yang satunya berhalangan hadir. Sebenarnya sih jadwalnya pulang jam 6 nanti tapi kalau sudah tidak ada yang dikerjakan ya mau apalagi.” Kataku menjelaskan. Memang para karyawan sudah pulang sejak jam 4 tadi sementara aku tetap disini karena menghindari macet dan biasa mulai pulang jam 7 atau setengah 7 untuk menghindari kemacetan. “Ohh gitu. Kirain sedang ada apa. Wah berarti saya mujur dong karena nggak ketinggalan hehehe…” kata mbak Fitri bercanda. Dalam hatiku sih aku senang-senang saja malam ini dia pulang bareng denganku karena malam ini dia pakai pakaian yang sangat seksi. Kenapa harus dilewatkan, iya khan? Kami lalu ngobrol berdua di ruangan kantorku sambil minum sereal hangat yang kubuat. Sesekali mbak Fitri mengalihkan silangan kakinya dari kiri ke kanan saat itulah aku bisa melihat jelas celana dalam mbak Fitri karena kami duduk berhadap-hadapan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pahanya yang mulus putih itu semakin lama membuatku semakin tak kuasa menahan rasa ingin memeluknya dan mencumbu perempuan cantik ini dan mengabaikan kalau dia ini istri orang lain. Jam sudah menunjukkan pukul 6 malam. Masih tersisa waktu setengah jam lagi untuk kami berduaan. Serasa hatiku ini tidak rela untuk pulang dan ingin berlama-lama dengan wanita didepanku ini. Aku tahu ini salah tetapi hasrat sebagai seorang lelaki membuatku tak dapat berpikir jernih. “Mas, gimana kalau sambil menunggu jam tujuh kita makan dulu. Didepan kantor ada warung makan yang enak.” Usul mbak Fitri kepadaku. Aku sih setuju-setuju saja. Lagipula perutku juga sudah mulai lapar. Padahal biasanya aku betah-betahin untuk menahan lapar sehingga sampai dirumah nanti bisa makan masakan istriku. Tetapi kali ini berbeda. Jadi juga akhirnya kami berdua makan di warung makan itu. Walaupun tidak begitu besar tetapi bersih dan masakannya juga enak walaupun tidak seenak masakan istriku tentunya. “Sudah jam 7 kurang 15 menit.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita masuk mobil saja dulu sepertinya jalanan sudah mulai longgar tuh.” Kataku pada Mbak Fitri. Perempuan ini mengangguk setuju dan akhirnya kami masuk ke mobil sedanku. Sebuah peristiwa tak terduga terjadi secara tak sengaja. Mbak Fitri tersandung saat akan masuk kedalam mobil. Tubuhnya terhempas kedepan dan menindih aku yang sudah duduk di kursi. Untung saja kepalanya tidak terantuk setir mobilku. Namun yang membuatku gugup adalah kepalanya pas sekali ambruk di atas selangkanganku. Tanganku juga tak sengaja tertindih payudaranya yang besar itu. Entah apa yang merasukiku, tanganku tanpa dapat kukendalikan lagi meremas payudara perempuan ini. Mbak Fitri melenguh pelan lalu bangkit dari terpuruknya. Wajahnya memerah sepertinya menahan malu. Aku sendiri juga malu setelah sadar kalau batang kemaluanku ternyata sudah tegang saat wajah mbak Fitri tanpa sengaja menyentuh selangkanganku ini. Kami berdua terdiam cukup lama di dalam mobil ini. Aku mencoba membuka percakapan dan saat itulah kami bertatapan muka. Pandangan kami beradu cukup lama.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah apa yang mempengaruhiku, aku mulai berani mendekatkan wajahku kepadanya. Sesaat kemudian bibir kami saling bersentuhan. Setan apa yang mendorongku aku sendiri juga tidak tahu. Yang jelas selang beberapa detik saja kami sudah saling melumat bibir satu sama lain. Mobil itu menjadi saksi betapa panasnya ciuman kami berdua, diluar dugaan Mbak Fitri sangat mahir dalam berciuman. Dia juga tidak sungkan ketika aku menggunakan lidahku dalam berciuman. Tidak cukup hanya itu, tanganku sudah mulai meraba payudara Mbak Fitri lagi yang saat itu masih berbalutkan pakaian kerja. Aku copot jas kerjanya lalu satu demi satu kancing kemeja Mbak Fitri aku lepaskan hingga sekarang tinggal bra warna krem-lah yang menjadi penghalang mataku dengan payudara indah wanita cantik ini. Remasan-remasan tanganku sepertinya sudah berhasil membangkitkan gairah terpendam milik Mbak Fitri. Dia semakin liar saja. Bahkan tangannya sudah berani mengusup kedalam celana panjangku dan hanya butuh waktu beberapa detik saja sebelum akhirnya dia berhasil menemukan batang penisku yang memang bukan hanya sudah tegang tetapi sudah basah.</p>
<p style="text-align: justify;">Mbak Fitri tersenyum begitu tahu kalau aku juga terangsang berat. Lalu dia merebahkan kursinya dan mencopot bra yang dia pakai sehingga aku bisa dengan leluasa menikmati pemandangan indah tersebut. Buah dada Mbak Fitri memang benar-benar besar. Sesuai dengan dugaanku yaitu F-Cup. Aku tak sabar ingin meremas dan menciumi payudara indah tersebut beserta puting susunya yang sudah tegang menantang itu. Sesekali tubuh Mbak Fitri membusung tiap kali aku menghisap puting susunya yang mancung itu. Tanganku meraba vagina wanita cantik ini dan ternyata celana dalamnya sudah basah sekali. Tanpa pikir panjang segera ku singkap rok mininya itu sehingga tersingkap keatas lalu kutarik celana dalamnya hingga lepas. Sekarang bukan cuma payudara Mbak Fitri yang terlihat jelas tetapi juga vaginanya dapat jelas kulihat. Perempuan ini masih sedikit malu-malu ketika aku berhasil melucuti celana dalamnya. Sebelah tangannya berusaha untuk menutupi vaginanya yang tercukup rapi itu. Namun aku tak ambil pusing, jemariku segera bekerja disana.</p>
<p style="text-align: justify;">Jari telunjuk dan jari kelingkingku membuka bibir vagina Mbak Fitri yang sudah basah itu sementara jaru tengan dan jari manisku kuarahkan kedalam vaginanya. Dengan gerakan menusuk-nusuk membuat mbak Fitri semakin kalang kabut dibuatnya. Desahan demi desahan tak terhindarkan lagi keluar dari mulutnya. “Akhh..Mas..jangan disitu…akhhh…” desahnya lagi saat jemariku berkarya di liang kewanitaannya. Cairan pelumas segera kembali meluber membasahi bibir vagina wanita cantik ini. Memang soal permainan jari aku sudah ahli. Istriku saja sampai kubuat orgasme dengan jari saja. Klitorisnya mulai menegang dan tanda dia akan orgasme semakin dekat saja. Beberapa menit kemudian berkat permainan jemariku di vaginanya ditambah dengan cumbuan tangan dan bibir beserta lidahku di sepasang payudaranya, Mbak Fitri mencapai klimaksnya. Dia mendesah cukup keras sambil menahan jeritan nikmat. Bibir bawahnya dia gigit sendiri menahan sensasi kenikmatan yang meluap dari dalam dirinya. Tubuhnya mengejang sesaat lalu setengah menit kemudian dia lemas.</p>
<p style="text-align: justify;">Peluh membasahi tubuh seksi dan montok wanita ini. Mbak Fitri akhirnya mencapai klimaksnya hanya dengan petting saja. Aku tersenyum melihatnya terduduk lemas di bangku mobilku yang sudah disandarkan. “Mbak Fitri benar-benar hebat. Mas Susno beruntung punya istri secantik dan seseksi mbak Fitri.” Pujiku. “Aku sebenarnya sudah lama suka dengan mbak Fitri hanya saja selalu kutahan, sekarang aku sudah puas bisa bermesraan dengan wanita secantik mbak ini.” Pujiku lagi. Wajah mbak Fitri memerah entah karena pergumulan tadi atau karena menahan malu karena sudah menyerahnya separuh dirinya padaku padahal dia punya seorang suami yang menunggunya dirumah. “Mas Ridwan ini memujinya kok tinggi banget sih? Ntar aku jadi ke ge-er-an lho. Lagian mas Ridwan khan juga punya istri cantik. Pasti mbak Nia juga setiap malam merasakan keahlian tangan mas Ridwan ini, beruntungnya mbak Nia ya…” ujar Mbak Fitri. Aku tersanjung dibuatnya karena dia mengakui kehebatan jemariku ini. Belum sempat aku bicara tiba-tiba tangan Mbak Fitri menyentuh penisku lalu dengan cekatan dia mengocoknya perlahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Batang kejantananku yang sebelumnya sudah setengah tiang sekarang kembali perkasa hanya dengan sedikit sentuhan dan rangsangan dari Mbak Fitri. Lalu tanpa kuduga Mbak Fitri mengarahkan bibirnya ke ujung penisku dan menciumnya perlahan lalu lidahnya bermain di ujung penisku itu dan pada akhirnya seluruh batang kemaluanku itu dilumatnya masuk kedalam mulut wanita cantik ini. Rasanya bagaikan di awang-awang. Disertai dengan rangsangan tangannya pada buah zakarku, mulut Mbak Fitri maju mundur seolah mengocok penisku sembari dari dalam, lidahnya tak henti-hentinya melumat batang kemaluanku ini. “Mbak Fitri…akhhh…” desahku menahan rasa nikmat. Tak butuh waktu lama sampai akhirnya aku merasa akan mencapai klimaks. Lalu Mbak Fitri mencabut penisku dari mulutnya begitu dia tahu kalau aku sudah nyari ejakulasi. Aku lalu mengarahkan penisku ke belahan payudaranya. Mbak Fitri lalu menggunakan himpitan sepasang payudaranya untuk mengocok batang penisku ini. “Keluarin aja semua mas. Aku pengen mas Ridwan juga merasakan nikmat seperti yang aku rasakan tadi.” Kata Mbak Fitri sambil sesekali menjilati ujung kemaluanku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Akhh..mbak…aku keluar…akhhh…” racauku sambil kedua tanganku menekan pundak Mbak Fitri. Batang kemaluanku berdenyut sangat cepat lalu cairan putih kental menyembur membasahi sepasang buah dada wanita cantik ini bahkan beberapa sempat menyemprot kearah wajah Mbak Fitri. “Maaf mbak. Tadi nggak sempet aku kontrol. Wajah mbak jadi kotor deh.” Kataku meminta maaf. Mbak Fitri hanya tersenyum sambil membersihkan wajahnya dengan tissue sementara aku membantu membersihkan payudaranya dengan tissue juga. “Nggak apa-apa kok. Kalau mas Susno sering nakal sih menyemprotkan didalam mulut tanpa bilang-bilang padahal saya nggak suka dengan rasanya, jadi pengen muntah mas.” Sahutnya pelan. “Mungkin karena belum biasa aja kali mbak.” Kataku. Padahal istriku sendiri juga tidak pernah mau menelan spermaku. Dia selalu marah-marah ketika aku tanpa sengaja atau sengaja menyemprotkan cairan maniku kedalam mulutnya ketika melakukan oral seks. Akibatnya dia sering kali menolak melakukan oral seks tersebut. Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami lalu merapikan diri dan bergegas pulang. Sepanjang perjalanan aku tak henti-hentinya meraba-raba payudara Mbak Fitri yang sudah terbungkus oleh bra itu. Wanita cantik itu hanya tersenyum melihat ulahku. Dia sempat membalas dengan meraba dan mengocok kembali penisku namun karena aku nyaris kehilangan kendali atas setir mobilku maka niatan itu dia hentikan. Sesampainya dirumah, Mbak Fitri langsung masuk kamarnya sementara aku sudah ditunggu istriku. “Mas, kok baru pulang? Macet ya?” tanya istriku, aku hanya mengiyakan saja. Seandainya dia tahu kalau aku habis petting habis-habisan dengan Mbak Fitri entah apa yang akan dia lakukan. Malam itu istriku tumben tidak meminta jatah malamnya. Tapi bagiku tidak masalah karena aku sudah mendapatkan dari Mbak Fitri walaupun hanya sebatas blow job saja. Dua hari kemudian, tepat akhir pekan, pekerjaanku sepertinya sudah selesai semua dan aku mempunyai waktu luang cukup banyak. Semua laporan dan pembukuan sudah ditangani dan sejak jam 12 siang aku sudah bebas dari pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya aku bisa saja pulang namun aku iseng ingin kembali mengulang kebersamaanku dengan mbak Fitri tempo hari. Iseng-iseng aku telepon Mbak Fitri lewat telepon kantorku dan dia menyahutnya. Ternyata Mbak Fitri juga sedang senggang. Lalu kami makan siang berdua. “Wah kebetulan mas, saya juga sedang nggak ada kerjaan. Maklum selama dua hari terakhir ini selalu lembur jadi semua laporan sudah selesai. Mas sendiri habis ini mau kemana?” tanya Mbak Fitri diselang makan siang kami. “Hmmm, nggak tahu yah. Tapi kalau Mbak Fitri memang udah nggak ada kerjaan gimana kalau kita keluar aja. Kebetulan tadi ada selebaran promo mengenai tempat karaoke yang baru. Tempatnya nggak begitu jauh dari sini dan katanya sih lumayan eksklusif gitu.” Ajakku. Dalam hati aku berharap agar dia setuju. Mbak Fitri menghabiskan minumannya lalu beranjak berdiri. “Boleh juga tuh mas. Ayo! Lagi pula dari pada bengong di kantor.” Dia setuju dan dengan hati gembira penuh pengharapan aku melajukan mobilku kearah tempat tujuan kami. Ternyata tempat karaoke itu benar-benar eksklusif, jadi wajar saja kalau promonya juga besar-besaran di perkantoran.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku lalu memesan kamar untuk kami berdua selama dua jam. Pelayan disana lalu menyajikan menu minuman dan makanan ringan untuk teman karaoke kami. Setelah selesai administrasinya kami langsung menuju ke kamar yang di maksud. “Wah, gede juga yah. Ini sih bisa untuk delapan sampai sepuluh orang mas.” Kata Mbak Fitri kepadaku. Memang sih kamarnya cukup besar dengan televisi LCD ukran 30 Inchi dan sound lengkap. Sofanya yang besar juga empuk bahkan pas buat tidur sekalipun….tidur? Ya, pikiran itu terbersit di otakku baru saja. Selama lima belas menit pertama kami hanya berkaraoke berdua sambil sesekali menenggak minuman dalam botol. Aku tahu minuman itu mengandung alcohol sekitar 5% namun Mbak Fitri sepertinya tidak sadar dan menganggap kalau muniman itu hanyalah soft drink biasa. Setelah hampir dua botol minuman itu habis kami tenggak, aku mulai melihat Mbak Fitri sudah mulai tipsy walaupun belum sepenuhnya mabuk. Bicaranya mulai sedikit ngelantur. Aku mempergunakannya untuk mendekatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sengaja aku mendekatkan wajahku dengan wajahnya dan sesuai dugaanku tak butuh waktu lama untuk akhirnya kami berdua berciuman dengan mesra atau lebih tepatnya dengan panas. Nafsu sudah sampai diujung kepala dan tak tertahankan lagi. Baik aku maupun Mbak Fitri masing-masing saling melucuti baju pasangannya. Sejak awal memang aku sudah mengunci pintu kamar ini sehingga aku sudah bebas kekhawatiran jika ada orang masuk. Sekarang dihadapanku adalah Mbak Fitri yang sudah bugil total. Dia tidak mengenakan sehelai benangpun ditubuhnya begitu juga denganku. Kami lalu berpagutan mulut kembali. Lidah kami berdua saling melilit dan menjilat satu sama lain sementara kedua tangan kami bergerilya ke area rawan pasangan masing-masing. Tangan Mbak Fitri mulai mengocok penisku sementara tangan yang satunya mengelus dadaku yang bidang ini. Sementara itu dia membiarkan kedua payudaranya aku mainkan malah dengan tangannya dia mengarahkan sebelah tanganku yang satu lagi untuk menstimulsi vaginanya yang sangat basah itu. Kembali Mbak Fitri merasakan kenikmatan permainan tanganku yang memang pernah membuatnya orgasme dua hari lalu. Sekarang tidak ada lagi bunyi orang bernyanyi yang ada hanya bunyi desahan kami berdua yang sedang berpacu dengan kenikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku lalu merebahkan tubuh Mbak Fitri ke sofa yang lebar itu lalu mengangkat kedua tungkai kakinya dan menyandarkan kedua tungkai kakinya tersebut ke pundakku. Perlahan aku mengarahkan penisku kearah vagina Mbak Fitri namun Mbak Fitri sepertinya sadar hal tersebut dan dengan kedua tangannya berusaha untuk menutupi vaginanya agar aku tidak bisa penetrasi. “Mas Ridwan, jangan! Aku masih belum siap. Aku nggak mau mengkhianati mas Susno lebih dari ini.” Ujar Mbak Fitri sambil berusaha mencegahku. Namun nafsuku sudah sampai di ubun-ubun membuatku tidak peduli lagi. Aku lalu menindih tubuhnya sambil kedua tanganku menarik tangannya keatas kepala Mbak Fitri dan mencekalnya supaya tidak berontak lagi sambil bibirku terus menjelajah bibir, leher dan payudara wanita cantik ini. Akhirnya Mbak Fitri kehabisan tenaga untuk melawan, mungkin juga karena dia sudah tipsy sebelumnya. Wanita cantik itu hanya menyerah begitu saja ketika ujung penisku mulai menyentuh bibir vaginanya yang merah merekah itu. Dengan sedikit dorongan akhirnya kepala penisku masuk juga kedalam liang senggamanya diiringi dengan desahan yang keluar dari mulut perempuan seksi ini. “Mas Ridwan…akhhh…” desahnya sambil memalingkan mukanya kesamping mungkin Mbak Fitri malu karena penisku sekarang sudah menjebol batas kesetiaannya kepada suaminya. Sekarang penis pria yang bersarang di vaginanya bukanlah milik suaminya melainkan milik orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">“Mbak Fitri, ternyata vagina mbak Fitri masih sempit ya. Mas Susno pasti senang tiap hari dapat jatah dari Mbak Fitri.” Ujarku dan Mbak Fitri semakin malu dibuatnya. Wajahnya memerah dan tak ada satu patah katapun terucap dari bibir manisnya itu. “Akhhh…pelan mas…” ujar Mbak Fitri ketika aku mulai kembali mendorong masuk batang penisku yang tersisa. Apa mungkin penisku ini lebih besar dari milik Mas Susno atau memang vagina Mbak Fitri yang memang sempit. Perlahan tapi pasti akhirnya aku berhasil melesakkan seluruh bagian penisku kedalam vagina Mbak Fitri. Pelan-pelan aku mulai menyodok-nyodok penisku yang bersarang di liang kewanitaan perempuan cantik ini. Sekarang Mbak Fitri seolah tergolek tak berdaya di depanku. Aku menindihnya dengan nafsu yang terus bertambah. Pompaanku yang semula pelan sekarang sudah mulai cepat. Entah berapa kali pompaanku berhasil membuat ujung penisku menyodok dinding rahim Mbak Fitri. “Akhh..mas..pelan-pelan!” ucap Mbak Fitri lirih diiringi desahan suaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Suara seksi desahan yang keluar dari mulut wanita ini bercampur dengan bunyi kecipak cairan kedua kemaluan kami yang saling beradu. Suara khas orang bercinta ini memenuhi seluruh ruangan. Untungnya ruangan ini kedap suara karena jika tidak maka bisa terdengar diluar sana. Aku mengangkat tubuh Mbak Fitri hingga kami sekarang duduk berhadap-hadapan sementara tubuhnya aku pangku dengan pahaku. Aku tak henti-hentinya mengangkat-angkat pantatnya agar penisku tetap bisa memompa vagina Mbak Fitri sambil sesekali menggoyangnya kekiri dan kekanan sehingga ujung penisku ini bisa menelusuri dinding liang senggama istri Mas Susno ini. Namun tak butuh waktu lama sampai Mbak Fitri mulai terhanyut dalam permainanku dan dia dengan sukarela menaik turunkan selangkangannya sendiri sehingga sekarang aku tinggal menikmati pelayanan Mbak Fitri ini. Dengan gaya women on top perempuan ini semakin beringas saja. Aku bisa melihat payudaranya bergoyang kesana kemari karena ukurannya yang besar sehingga menjadikan pemandangan seksi sekali bagiku karena milik istriku tidak sampai sehebat itu berguncangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil tanganku meremas-remas buah dadanya aku ikut membombardir vagina Mbak Fitri dari bawah. Cairan kemaluan keluar deras dari vagina Mbak Fitri disertai tubuhnya yang mengejang. Ternyata Mbak Fitri sudah mencapai klimaksnya kali ini. Namun aku masih belum puas, lalu aku kembali menindih wanita cantik ini dan kembali menumpangkan kedua tungkai kakinya di bahuku dan menindih tubuh seksinya itu sehingga lutut Mbak Fitri sekarang menyentuh buah dadanya sendiri. Lalu dengan tak kalah beringas aku memompa penisku didalam vaginanya dengan cepat hingga beberapa menit kemudian aku merasakan penisku mulai berkedut keras dan akhirnya menyemburkan cairan putih kental di dalam rahim Mbak Fitri. Tak ada nada protes dari mulut Mbak Fitri walaupun kala itu dia tahu kalau didalam rahimnya telah penuh cairan spermaku. Beberapa bahkan mengalir keluar lewat bibir vaginanya. Tak ada pikiran takut akan resiko hamilnya Mbak Fitri nanti. Kami berdua hanya memikirkan kepuasan hasrat kami saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepuluh menit kemudian kami lalu merapikan diri dan menyudahi acara karaoke ini walaupun baru satu jam kurang lebih kami menggunakan ruangan tersebut. Setelah menyelesaikan urusan administrasi kami segera cabut dari tempat itu dan pulang kerumah. Hanya ada diam selama di dalam mobil yang melaju kala itu. Mbak Fitri terdiam begitu juga dengan aku. Mungkin Mbak Fitri menyesali semua keputusannya yang menyerahkan kesetiaan cintanya akan sang suami dengan hasrat seksualnya denganku. Aku sendiri diam karena bingung harus ngomong apa dengannya. Sesampainya dirumah kost, sepertinya rumah masih sepi dan seluruh penghuni kost tidak ada dirumah. Maklumlah karena semua penghuni kost merupakan karyawan dan jika ada pasangan suami istri tinggal disana juga adalah pasangan muda yang baik lelaki maupun perempuannya bekerja dan pulang biasanya jam 5 sore atau malam malahan. Berarti tinggal ada istriku Nia dan suami Mbak Fitri, batinku dalam hati. Ketika kami berdua melangkah dan mendekati kamar kami yang bersebelahan, aku mendengar suara rintihan dan desahan dari kamar Mas Susno dan Mbak Fitri.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepertinya Mbak Fitri juga mengetahui hal tersebut dan memintaku agar berjalan perlahan. Bagaikan maling yang mengincar barang berharga, kami berdua mengendap-endap mendekati jendela kamar Mbak Fitri. Karena jendela bagian depan kamar tertutup rapat maka kami memutuskan untuk mengintip dari bagian belakang. Bagian belakang kamar mereka memang terdapat lubang kecil dengan ukuran sekitar 30cm-40cm yang dulu merupakan bekas exhause fan namun sekarang hanya tinggal lubangnya saja. Semakin dekat dengan lubang itu aku semakin mendengar jelas desahan yang keluar dari kamar itu. Itu jelas-jelas desahan seorang wanita tetapi siapa? Semakin dekat aku semakin jelas dan tiba-tiba terbersit dalam benakku kalau desahan dan rintihan wanita itu seperti milik istriku, Nia. Desahan tersebut sangat mirip sekali dan begitu aku mengintip lewat lubang tersebut benar saja aku kaget bukan kepalang. Aku melihat Nia, istriku sedang disetubuhi oleh Mas Susno. Keduanya sudah dalam keadaan telanjang. Suara televisi yang di nyalakan tidak dapat mengelabui suara desahan yang keluar dari mulut mereka berdua. Mereka sedang bercinta.</p>
<p style="text-align: justify;">Istriku dengan posisi merangkak sedang Mas Susno dibelakangnya terus membombardir vagina istriku dengan sodokan-sodokan penisnya. Tubuh istriku yang langsing dan putih mulus berkebalikan dengan tubuh Mas Susno yang cokelat kehitaman dan sedikit gemuk. Mbak Fitri menahan rasa terkejutnya melihat suaminya bermain cinta dengan wanita lain. “Akhh…mas Susno…terusss…masss..” desah istriku. Aku tak percaya istriku meminta Mas Susno agar terus menyetubuhinya. “Enak ya dik dientotin sama mas Susno? Kalau sampai Mas Ridwan tahu gimana coba…hehe…” ujar Mas Susno sambil menyodok vagina istriku dengan keras. Istriku menjerit kecil, “Akhh…nggak apa-apa. Mas Ridwan juga jarang dirumah pulang baru…akhhh…nanti malam…” ujarnya kemudian keduanya berciuman hangat. Brak!!! Keduanya kaget ketika pintu dibuka oleh Mbak Fitri. Memang Mbak Fitri mempunyai kunci duplikat untuk jaga-jaga seandainya dia pulang pas Mas Susno sedang pergi. Keduanya kelimpungan mencari kain untuk menutupi tubuh mereka yang telanjang. Namun selimut yang diraih Mas Susno sudah buru-buru di serobot oleh Mbak Fitri.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kebingungan, istriku hanya menangis lalu menghambur kearahku dan bersujud dikakiku sambil berlinang air mata. Segala macam ucapan permintaan maaf keluar dari bibirnya. Dadaku sesak melihat istriku yang telanjang ini telah habis di garap oleh orang lain selain diriku. Namun terbersit ucapan Iwan tempo hari mengenai variasi seks lalu aku mencegah saat Mbak Fitri akan melabrak suaminya. Lalu meng-kode-nya agar dia tenang dan sepertinya dia tahu maksudku. Lalu setelah menutupi tubu bugil Mas Susno dan istriku kami menutup pintu kamar dan menanyai hubungan mereka berdua. Dari semua pengakuan mereka ternyata hubungan Mas Susno dengan istriku baru berlangsung dua hari yang lalu ketika aku telat pulang kantor. Sementara itu istriku sudah terlanjur minum obat perangsang. Itu menjelaskan mengapa hari-hari sebelumnya dia begitu hangat, ternyata dia meminum obat perangsang dosis tinggi sehingga dia selalu minta jatah berulang kali padaku dan dua hari lalu dia malah tidak minta sama sekali, ternyata dia sudah memperoleh jatahnya dari Mas Susno, suami Mbak Fitri. Bahkan sampai 4 kali dalam dua jam.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku lalu bertanya apakah mereka menggunakan pelindung waktu itu dan mereka menjawab tidak karena istriku mengatakan dia sudah meminum pil KB sebelum dan sesudah berhubungan intim tersebut. Dia sama sekali tidak sengaja bercinta dengan Mas Susno jika bukan karena pengaruh obat tersebut. Karena waktu itu Mas Susno sedang datang untuk meminjam tang untuk memotong kawat sementara istriku tidak tahu tempat penyimpanannya sehingga mereka berdua dikamar mencarinya. Kala itu istriku hanya mengenakan daster untuk tidur karena memang dia rencananya akan menyambut kepulanganku. Tak disangka yang menuai malah Mas Susno. Sore itupun mereka berdua bercinta habis-habisan. Dan peristiwa barusan juga karena istriku dan Mas Susno berunding agar hal itu tidak terjadi lagi namun karena rayuan Mas Susno akhirnya istriku takluk juga untuk kedua kalinya. Dan mereka berdua bercinta habis-habisan lagi, hanya saja kali ini sudah ketahuan terlebih dahulu. Dengan berlagak marah aku dan Mbak Fitri menghakimi mereka. Baik istriku maupun Mas Susno sama-sama meminta maaf berulang kali dan tidak ingin bercerai.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan Mas Susno sampai menyembah-nyembah kami berdua agar memaafkannya. Sebuah ide yang sudah lama tertanam diotakku langsung kukeluarkan. “OK kalau begitu. Karena kalian berdua sudah sering bercinta maka sebagai balasannya aku dan Mbak Fitri akan bercinta juga. Bukan cuman itu tapi kami akan berhubungan intim didepan kalian berdua.” Ucapku. Mas Susno protes namun karena Mbak Fitri kembali menakannya maka dia hanya pasrah. Akhirnya jadi juga aku bercinta dengan Mbak Fitri. Siang itu aku kembali memompa vagina Mbak Fitri kali ini dengan posisi doggy style seperti yang dilakukan istriku dengan Mas Susno. Aku sengaja memeperlihatkan ekspresi wajah Mbak Fitri didepan suaminya yang masih bugil itu (baik Mas Susno maupun Nia tidak diijinkan untuk memakai pakaian mereka kala itu). Aku tertawa dalam hati melihat penis Mas Susno yang menegang melihat istrinya aku kerjai. Tak puas hanya menggarap Mbak Fitri sekarang aku memanggil Nia agar bergabung. Sekarang Nia, istriku aku minta untuk berbaring terlentang sementara diatasnya aku minta Mbak Fitri dalam posisi merangkak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang didepanku terpampang dua vagina siap sodok. Di bagian atas Mbak Fitri vaginanya yang sempit dan basah itu sementara itu di bawahnya terdapat bibir vagina Nia istriku yang berbulu agak lebat itu. “Akkhhh…mas Ridwan…ekkhhh…” desah Mbak Fitri ketika aku menusukkan lagi batang penisku kedalam vaginanya. Lalu setelah beberapa kali pompaan aku lalu mencabutnya dan mengarahkan penisku ke vagina Nia istriku dan melesakkannya kedalam vaginanya. Bergantian istriku dan Mbak Fitri merasakan kenikmatan sodokan penisku. Mungkin karena aku sudah berejakulasi sebelumnya sehingga permainanku kali ini jauh lebih lama. Bergantian kedua perempuan ini mencapai klimaks mereka. Istriku mencapai orgasmenya lebih dulu lalu setelah beberapa detik kemudian segera aku alihkan sodokanku ke vagina Mbak Fitri dan kami berdua mencapai orgasme bersama. Sebagian spermaku menyembur di vagina mbak Fitri lalu dengan cepat kucabut dan kumasukkan kedalam liang kemaluan Nia istriku dan menghabiskan sisa spermaku disana. Mbak Fitri lalu terkulai lemas di atas tubuh istriku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku puny ide tambahan lagi meminta mereka berdua berciuman. Adegan lesbi yang menggairahkan lalu aku minta supaya keduanya kembali melayaniku walaupun kali ini aku tidak sampai orgasme. Aku melihat Mas Susno yang termenung melihat polah istrinya yang disetubuhi orang lain. Aku kemudian menghentikan gerakan sodokanku di vagian Mbak Fitri. “Mas. Kalau mas Susno mau silakan pakai aja Nia untuk sementara ini. Dari pada bengong, aneh juga kalau pas ngentotin cewe ada yang nonton.” Ujarku kepadanya. Mas Susno bingung tapi setelah itu sebuah senyuman tersungging di bibirnya. Akhirnya kami menutup tragedy itu dengan sebuah swing party antara aku, istriku, Mbak Fitri dan Mas Susno. Sesekali aku melihat Mas Susno yang sedang asik menggarap tubuh molek istriku yang dibaringkan terlentang disamping tubuh Mbak Fitri yang memang sedang kutindih. Kami berdua berlomba mengerjai istri lawan kami masing-masing. Sengaja atau tidak tapi aku melihat istriku mencium mesra mas Susno lalu Mbak Fitri membalasnya dengan menciumku lebih panas lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti lomba saja jadinya, hanya saja lomba kali ini adalah lomba seks. Entah sudah berapa kali sperma tumpah di tubuh istriku atau di tubuh Mbak Fitri. Baik vagina maupun bagian perut mereka berdua sudah diselimuti cairan sperma baik dari milikku maupun Mas Susno. Beberapa kali aku bertukar posisi dengan Mas Susno, dan baik Mbak Fitri maupun Nia sepertinya merasakan kenikmatan tersendiri ketika pergantian penis tersebut. Percintaan itu kami akhiri dengan pasangan resmi kami masing-masing. Mas Susno menyemprotkan hasil ejakulasinya yang ketiga sore itu di dalam vagina istrinya, Mbak Fitri. Sementara itu aku menumpahkan sisa spermaku yang mulai encer itu kedalam rahim Nia, istriku. Lalu kami berpelukan dengan pasangan masing-masing. Walaupun beberapa kali tangan Mas Susno mencoba bermain-main dengan puting istriku. Entah petualangan kali ini apakah akan berlanjut ke hal yang lebih seru atau tidak karena aku dan Mbak Fitri jelas tidak ingin menyudahi kenikmatan ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/tukar-pasangan-di-kost/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

