<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 May 2012 02:57:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Aku, Istriku, dan Tetanggaku</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/aku-istriku-dan-tetanggaku/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/aku-istriku-dan-tetanggaku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 02:57:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[gairah]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[merintih]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[pepek]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[tukar pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3704</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya apa yang terjadi sehingga aku mengetahui perselingkuhan mereka…? ————- Pagi itu, Aku akan mengolah data-data penting milik klien perusahaanku. Data-data itu ada di komputerku di rumah dan aku lupa mengcopykannya ke flashdisk, sehingga aku segera pulang ke rumah untuk mengcopy data. Aku tiba di rumahku sekitar jam 9 pagi. Sesampai di rumah, kudapati ruangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebenarnya apa yang terjadi sehingga aku mengetahui perselingkuhan mereka…?<br />
————-<br />
Pagi itu, Aku akan mengolah data-data penting milik klien perusahaanku. Data-data itu ada di komputerku di rumah dan aku lupa mengcopykannya ke flashdisk, sehingga aku segera pulang ke rumah untuk mengcopy data. Aku tiba di rumahku sekitar jam 9 pagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampai di rumah, kudapati ruangan tengah rumah berantakan dengan mainan anak-anak yang sedang dimainkan oleh anakku dan anak Anton, tapi tak kutemukan istriku, barangkali istriku sedang pergi ke warung atau ngerumpi sesama ibu rumah tangga.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena aku ada perlu ke istriku, maka aku berusaha mencari istriku ke rumah Anton. Terlihat seperti sendal istriku tergeletak di depan pintu, namun pintu depan tertutup rapat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuintip dari jendela ruang tamu, terlihat ada berkas-berkas MLM yang belum dirapihkan serta 2 gelas kosong serta sisa makanan ringan atas meja, tapi istriku tak tampak. Aku mencoba berjalan ke pinggir rumah, ketika aku melewati kamar tidur Anton yang kaca nakonya terbuka. Kudengar desahan-desahan khas orang yang sedang bercumbu.</p>
<p style="text-align: justify;">Memuaskan rasa penasaranku, kuintip dari celah-celah yang terbuka , mataku langsung tertarik pada apa yang kulihat, gairahku muncul seketika menyaksikan apa yang terjadi di kamar itu. Kulihat Anton dalam keadaan bugil sedang menghentak-hentakan pantatnya menyetubuhi seorang wanita yang kuyakini sebagai istrinya. Tapi tubuh istrinya tak terlihat karena terhalang oleh tubuh Anton, yang terlihat hanyalah tangan mulus seorang wanita yang bergerak-gerak penuh gairah serta dua bilah betis yang terayun-ayun dipinggir pinggang Anton yang sedang asyik menghentak-hentakan pinggul dan pantatnya.<br />
<span id="more-3704"></span><br />
Aku semakin penasaran, terbayang tubuh bugil istri Anton yang selama ini selalu jadi obsesiku, terutama ingin sekali kudengar desahan nikmat dari mulut istri Anton bila sedang disetubuhi. Diam-diam kuambil camera digital yang selalu kubawa-bawa di dalam tas pinggangku. Kuaktifkan tombol rekaman agar persetubuhan mereka terekam.</p>
<p style="text-align: justify;">Rangsangan demikian kuat mengalir di pembuluh darahku dan aku jadi teringat sudah seminggu aku tak bercumbu dengan istriku. Aku ingin istriku segera pulang dan mengajaknya bercinta seperti yang sedang dilakukan oleh Anton. Nafasku semakin tersengal-sengal menahan gairah nafsu sambil menyaksikan apa yang Anton lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kulihat Anton menghentikan gerakannya dan mencabut penisnya. Istrinya memutarkan badannya kepinggir sehingga aku dapat melihat wajahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba nafasku sesak, mulutku ternganga tak percaya, pandangan serasa gelap. Kukucek-kucekan mataku dengan jari tanganku seolah aku tak percaya dengan apa yang kulihat. Badanku semakin lemas…., ternyata yang sedang disetubuhi Anton itu bukan istrinya melainkan istriku yang sedang kutunggu.</p>
<p style="text-align: justify;">Darahku mendidih….., terbakar amarah… Ingin aku melabrak masuk ke rumah Anton ini dan menghajar mereka, namun apa daya…. Tangan dan kakiku lemas tak berdaya serta tak mampu kugerakkan. Selama beberapa menit aku terpaku diam, lemas dengan nafas yang semakin sesak serta pikiran yang berkecamuk dan akhirnya buntu tak mampu berpikir bagaikan orang yang kehilangan kesadaran. Sementara mataku melotot tak berkedip…., serta tak mampu mengalihkan pandangan dari celah yang memperlihatkan apa yang terjadi di dalam kamar..</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh istriku yang sangat seksi sedang dalam posisi merangkak dengan pinggang yang ditarik kebawah sedang digenjot dengan liar oleh Anton dari belakang. Buahdadaku istriku yang besar dan montok terayun-ayun akibat sodokan yang dilakukan oleh tetangaku. Istriku terlihat begitu menikmati…, matanya terpejam dan mulut yang teranganga.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara perlahan rangsangan gairah yang tadi melanda diriku, kembali menjalar diseluruh pembuluh darah dan hatiku. Rangsangan itu perlahan-lahan mengalihkan rasa marah yang membludak di dalam dada. Semakin lama, rangsangan yang kurasakan semakin menggeser rasa marah yang melanda dada ini. Sehingga ada dorongan untuk terus menyaksikan perselingkuhan yang dilakukan oleh istriku dengan Anton. Penisku kembali mengeras dan tegang menyaksikan adegan yang sangat merangsang itu, nafasku semakin sesak dan terengah-engah.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa menit kemudian kulihat tubuh mereka berkelojotan bersamaan dengan erangan dan dengusan yang semakin keras dan akhirnya mengejang kaku dan mengalami orgasme secara bersamaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa terasa akupun mengejang dan cret…. cret…. cret … spermakupun muncrat membasahi celana. Badanku terasa lemas namun nyaman, nafasku tersengal-sengal menikmati sensasi orgasme yang sangat aneh ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kumatikan kameraku, secara perlahan aku meninggalkan tempat itu dan kembali menuju rumahku dengan perasaan tak menentu. Sesampai di rumah, kulihat anakku dan anak Anton tertidur kelelahan di ruang tengah yang berantakan. Aku langsung menuju ruang kerjaku dan menyalakan komputer untuk menyalin file yang berisi bukti adegan persetubuhan istriku dan Anton ke dalam flashdisk. Kumatikan komputerku dan dengan gontai aku melangkah menuju ruang tamu dan duduk di kursi sambil melamun dengan pikiran yang berkecamuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dalam keheningan itu, perlahan-lahan otakku dapat berpikir kembali. Rasa cemburu, marah dan kecewa bercampur menjadi satu, ingin rasanya kuceraikan istriku saat ini juga, tapi rasa cintaku demikian besar pada istriku dan aku tak sanggup berpisah dengannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun aku selalu membayangkan dapat menyetubuhi istri Anton, tetapi aku sama sekali tak berniat untuk meninggalkan istriku,karena aku sangat mencintainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pikiranku seperti diarahkan agar membiarkan saja ini terjadi, demi menjaga keutuhan rumah tanggaku dan rumah tangganya. Tapi sebagai pembalasan atas apa yang mereka lakukan aku akan balas menyetubuhi istri Anton dengan seijin istriku dan Anton.. Biarkan saja perselingkuhan itu sebagai bumbu kehidupan berumah tangga yang dapat menambah gairah kami dalam meningkatkan kemesraan hubungan suami istri. Bahkan ada bisikan-bisikan yang menganjurkan agar masing-masing kami pernah menyaksikan istri atau suaminya bercinta dengan tetangganya. Dan akhirnya lamunanku lebih terarah ke bagaimana caranya agar semuanya bisa setuju dengan kondisi yang kuhayalkan tadi. Tapi apakah istri Anton yang solehah ini dapat menyetujuinya ?<br />
————-<br />
Ketika aku termenung itulah, istriku pulang dari rumah Anton setelah mereguk kenikmatan bercinta dari Anton.<br />
————-<br />
Istriku menangis sesegukan di kakiku…., sambil berkata “maafkan Mamah, Pah!… Ampuni Mamah…! Mamah rela melakukan apa saja untuk menebus kesalahan yang Mamah lakukan….asal Papah mau memaafkan Mamah…..Huu.huuu..huu” kata istriku sambil terus menangis<br />
“Betul…? Mamah akan melakukan apa saja ?” Tanyaku menekannya<br />
“Betul.., Pah !” jawab istriku tanpa pikir panjang sambil terus menangis di kakiku.<br />
“Udah… bangun… “ kataku menyuruhnya bangun<br />
“Maafkan dulu Mamah…hu..hu..” kata istriku belum berani beranjak dari kakiku.<br />
“Udah…. Bangun…., Mamah akan Papah maafkan…. Asal…!” kataku terpotong<br />
“Asal apa, Pah ?” tanya istriku lagi sambil menengadahkan wajahnya menatap wajahku., matanya merah berlinangan air mata penyesalan.<br />
“Asal Mamah rela, bila Papah menyetubuhi istri tetangga kita dan Papah ingin Mamah mengintip Papah yang sedang menyetubuhi istri tetangga kita, sebagaimana Papah lihat, bagaimana Mamah menjerit-jerit nikmat disetubuhi oleh tetangga kita, seperti yang terdapat pada rekaman ini.” Kataku kalem sambil menunjukkan kamera yang berisikan rekaman perselingkuhan istriku.<br />
“Papah.. merekamnya..?” tanya istriku terbelalak kaget<br />
“Ya… sebagai bukti perselingkuhan kalian.” Jawabku ketus.<br />
“Tapi…Pah…!” Kata istriku menyanggah..<br />
“Tapi , apa..?”<br />
“Adakah cara lain…?”istriku berusaha menawar<br />
“Hanya itu syarat dari Papah…, agar Papah memaafkan perbuatan Mamah. Kalau tidak…, terpaksa kita bercerai dan rekaman ini dapat menjadi bukti perselingkuhan kalian. Dan untuk memuaskan dendam Papah kepada kalian berdua yang telah menghianati Papah, maka akan Papah sebarkan rekaman ini di internet…” Ancamku.<br />
“Jangan, Pah…, jangan ceraikan Mamah…., Mamah sangat cinta pada Papah. Lakukan saja yang ingin Papah lakukan , kalau memang itu merupakan syarat dari Papah untuk memaafkan penghianatan Mamah….” Kata istriku menyerah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurengkuh tubuh istriku yang masih terduduk di lantai , kucium mesra bibirnya sambil berkata “Papah sangat mencintai Mamah…”. Istriku membalas dengan ragu ciuman mesra penuh rasa cinta yang kuberikan. Kuangkat tubuhnya agar duduk disampingku. Istriku memeluk diriku erat-erat dan kepalanya dia sisipkan di dadaku.<br />
Cukup lama dia memelukku. Kemudian wajahnya menghadap wajahku dan bertanya “Bagaimana, Papah bisa memiliki rekaman itu ?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Papah merekamnya, waktu mengintip apa yang sedang mamah lakukan dengan tetangga kita” kataku.<br />
Istriku terdiam dan percaya akan apa yang kuceritakan, kemudian dia bertanya lagi “Bagaimana caranya agar istri tetangga kita mau bercinta dengan Papah, bukankah dia wanita yang solehah dan taat beribadah. Dan lagi apakah suaminya setuju jika istrinya digauli oleh Papah..”<br />
“Suaminya pasti setuju dan harus setuju, kalau tidak…… ancaman Papah untuk menyebarkan rekaman ini akan dilaksanakan. Oleh sebab itu…. tugas Mamah merayunya agar dia setuju.” Kataku lagi<br />
“Bagaimana caranya Papah bisa menggauli istri tetangga kita yang solehah itu ?” kembali istriku menanyakan hal yang tadi dia tanyakan.<br />
“Akan kuperlihatkan rekaman ini padanya….., dia pasti marah dan dendam pada kalian berdua…., Sehingga dengan mudah Papah bisa mempengararuhinya dan merayunya agar dia mau melayani Papah..” kataku lagi.<br />
Istriku hanya bengong mendengar rencanaku. Dia tidak bisa berbuat apa-apa mendengarucapanku itu.<br />
“Hayooo…. Mengapa bengong ! Sudah sana pergi temui tetangga kita dan perlihatkan rekaman ini, serta ceritakan syarat dari Papah. Rayu dia agar setuju dengan syarat dari Papah, biar posisi kita menjadi seri.” Suruhku pada istriku untuk menemui Anton.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan langkah berat, istriku kembali menemui Anton di rumahnya. Cukup lama aku menunggu istrku kembali. Aku sudah tak peduli dengan apa yang mereka lakukan, yang ada di pikiranku adalah malam ini aku bisa menikmati tubuh istri Anton yang menjadi obsesiku selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Lama kutunggu-tunggu, istriku belum pulang juga. Hingga akhirnya istriku datang dibuntuti oleh Anton. Tampak sekali Anton merasa rikuh menatapku, tatapan mata orang yang merasa sangat bersalah, karena tertangkap basah perselingkuhannya dengan istriku terekam oleh kamera.<br />
Dengan terbungkuk-bungkuk dia menyembah diriku sambil meminta ampun dan memohon agar aku tidak melaporkan tindakannya ke polisi serta memohon dengan sangat agar rekaman itu tidak disebarkan ke internet. Dia menyanggupi syarat yang kuajukan sebagai balasan atas apa yang dia lakukan terhadap istriku.<br />
Aku bilang padanya bahwa nanti malam aku akan mengunjungi rumahnya, kemudian dia harus meninggalkan aku dan istrinya berdua di rumahnya</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kuminta dia dan istriku mengintip apa yang kulakukan dengan pada istrinya sehingga dia merasakan bagaimana perasaannya jika istrinya digauli oleh laki-laki lain. Dengan berat hati dan terpaksa, Anton menyetujui usulku. Dan akhirnya dengan gontai ia kembali ke rumahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sisa hari itu kugunakan dengan menunggu kejadian mendebarkan yang akan terjadi dan akan merubah suasana perkawinan keluarga kami, dan akhirnya waktu yang kutunggu itupun tiba.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar jam 9 malam, Aku segera mendatangi rumah Anton dan mengetuk pintu. Tak lama kemudian, istriku Anton membukakan pintu, dan seperti biasa dia mengenakan baju longgar dan panjang serta kepala dan dadanya ditutup oleh jilbab yang lebar.<br />
“Ehhh….bapak ! Ada apa Pak ?” katanya kaget. Aku berusaha bertindak tenang seolah-olah orang yang<br />
sedang benar-benar bertamu.<br />
“’Ngga apa-apa, Bu ! Bapak ada ?” Jawabku. Dia mempersilahkanku duduk di kursi tamu, dan menutup pintu.<br />
“Pah…! Pah..! Ada tamu…” teriak istri Anton memanggil suaminya.<br />
“Ada siapa Mah ? “ jawab Anton sambil keluar dari kamar.<br />
“Aihh…, Bapak…., ada apa Pak ?” tanya Anton bersandiwara.<br />
“Ahh…, pingin silaturahmi aja Pak…, Mana si kecil ? sudah tidur ?” jawabku berbasa basi.<br />
Kemudian kami ngobrol berbasa-basi, sebelum akhirnya dia bilang akan meninggalkanku sejenak, dengan alasan mau ke warung untuk beli rokok.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Anton meninggalkan rumah, aku mulai bertanya pada istri Anton yang selalu menggoda hatiku ini. “Bu !, Ngomong-gomong…, saya ingin bertanya…!” kataku<br />
“Mau nanya apa sich ?” balasnya sambil menatapku.<br />
“Bagaimana, perasaan ibu, kalau ibu tahu suami ibu berselingkuh ?” tanyaku langsung pada persoalan.<br />
“Kenapa, Bapak menanyakan hal yang tidak sopan seperti itu ?” jawab istri Anton dengan nada tersinggung.<br />
“Jawab saja pertanyaan saya !” desakku padanya<br />
“Tentu saja saya sangat kecewa dan marah padanya. Saya minta Bapak jangan memfitnah suami saya dan sebaiknya bapak pulang sekarang, saya tersinggung dengan ucapan Bapak” jawabnya istri Anton tersinggung dan mulai emosi.<br />
“Bagaimana kalau ternyata, dia berselingkuh dengan istriku ?” kataku lagi tanpa menghiraukan kata-kata pengusiran yang dilontarkannya.<br />
Dia terhenyak dan menatapku tajam “Kenapa bapak berkata begitu ? Apakah dia berselingkuh dengan istri bapak ?” katanya mulai melemah dan terhenyak lemas.<br />
“Itulah sebabnya saya tanyakan pada Ibu, apa reaksi ibu kalau ternyata suami ibu berselingkuh dengan istriku ?” tanyaku tanpa memperdulikan pertanyaannya.<br />
“Bapak jangan memfitnah suami saya, suami saya orang baik-baik…, mana buktinya ?” emosi istri Anton mulai naik kembali.<br />
“Saya punya rekaman perselingkuhan suami ibu dengan istri saya..” jawabku tegas sambil memperlihatkan flashdisk padanya, “Jadi…, apa reaksi ibu, kalau tahu suami ibu selingkuh dengan istri saya ?” desakku lagi.<br />
“Saya sangat kecewa, tapi tak bisa apa-apa….. karena saya sangat mencintai suami saya, dan tak mungkin saya minta cerai padanya. Karena saya sudah sebatang kara, tidak punya sanak saudara.. Tapi…… apakah benar seperti itu ? dari mana bapak dapatkan rekaman itu ? dan apakah benar isi rekaman itu adalah suami saya?” berondongan pertanyaan dia lontarkan padaku dengan penasaran dan rasa khawatir.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tak menjawabnya, tapi langsung menuju meja komputer yang ada di ruang tengah. Lalu kunyalakan komputernya sambil berkata “Saya punya bukti perselingkuhan mereka di flashdisk ini…”. Dia termenung dan menanti dengan tak sabar apa tindakanku selanjutnya. Kupersilahkan dia duduk di kursi yang ada di depan komputer sementara aku berdiri di sampingnya sambil memasang flashdsk pada CPU.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian aku membuka file rekaman yang berisi adegan persetubuhan yang dilakukan suaminya.<br />
“Aihhhh…” mulutnya menjerit tertahan, dan kedua tangannya menutup mulutnya yang menganga, jantungnya seolah berhenti berdetak, nafasnya sesak serta matanya melotot tak berkedip ketika dia menyaksikan tubuh seorang lelaki yang mirip tubuh suaminya dalam keadaan bugil sedang menghentak-hentakan pantatnya pada selengkangan seorang wanita yang tak tampak pada layar karena terhalang oleh tubuhlelaki itu. Hanya terdengar samar-samar suara erangan dari seorang wanita yang sedang meraih nikmat…<br />
“Benarkah….. itu suami saya…? Wajahnya kan tak terlihat, tapi……, itu ‘khan kamar kami…!” keringat dingin keluar dari pori-porinya dan sorot matanya memperlihatkan bahwa dia tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tapi suasana kamar yang diperlihatkan pada layar memang menunjukkan kamarnya…..<br />
“Kapan gambar ini direkam ?” disela-sela nafasnya yang tersengal<br />
“Tadi pagi sekitar jam 9 pagi..” jawabku.</p>
<p style="text-align: justify;">Nafasnya semakin sesak….., sementara erangan-erangan nikmat yang terdengar mulai merangsang gairahnya. Berbagai macam perasaan berkecamuk di kepalanya. Membuat pikirannya buntu.<br />
Mulutnya menjerit tertahan ketika lelaki itu berpindah posisi sehingga wajah lelaki dan wajah wanita yang ada dalam itu jelas memperlihat wajah suaminya dan wajah istriku. Dia memalingkan wajahnya seolah tak percaya dan tak mau melihat apa yang tampak di layar monitor. Tapi tak lama kemudian dia mengintip dari sudut matanya untuk melihat kejadian selanjutnya yang ditampilkan dari layar monitor.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bu…, saya sangat cemburu dan marah luar biasa pada saat saya pulang dan mencari istri saya ternyata istri saya sedang asyik bercinta dengan suami ibu. Ingin rasanya saya melabrak masuk dan membunuh mereka berdua. Tapi keinginan itu kutahan karena saya sangat mencintai istri saya. Dan tak ingin lingkungan kita menjadi gempar karena saya memergoki istri saya dan suami ibu berselingkuh.”<br />
“Keluarga kita berdua bisa malu…,kasihan anak-anak. Itu sebabnya saya merekam perbuatan mereka supaya mereka tidak bisa mungkir.”</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu lanjutku lagi “Untuk membalas perbuatan mereka agar impas dan mambalas rasa sakit hati saya, maka saya sudah minta pada suami ibu agar saya bisa mengauli ibu dan suami ibu menyetujuinya agar kita bisa membalas perbuatan mereka.Itulah sebabnya suami ibu meninggalkan kita berdua sekarang”<br />
Istri Anton mulai terpengaruh oleh ucapanku, sebab diapun sakit hati terhadap apa yang dilakukan suaminya dengan istriku. Timbul dendam didalam hatinya untuk membalas apa yang dilakukan oleh suaminya dan istriku.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu di layar, terlihat bahwa istriku dalam posisi merangkak sedang digenjot oleh suaminya dengan hentkan-hentakan yang membuat mata istriku terpejam menahan nikmat dari dari mulut istriku kembali terdengar erangan-erangan nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">Cemburu, kecewa dan amarah yang berkecamuk di dalam dada istri Anton menimbulkan dorongan untuk membalas perbuatan suaminya dengan berselingkuh denganku. Apalagi dilihatnya istriku begitu terlonjak-lonjak menikmati sodokan penis suaminya, Istri Anton iri dengan kenikmatan yang di dapat istriku dari suaminya<br />
Disamping itu apa yang dilihatnya itu menimbulkan rangsangan berahi yang mulai menggeser rasa marah dan kecewanya. Tangannya mulai meremas-remas pegangan kursi dengan keras, terlihat bulu-bulu halus ditangannya berdiri yang menunjukkan bahwa dirinya sudah terangsang. Gairahkupun sebenarnya sudah meninggi menyaksikan persetubuhan yang mengairahkan yang dilakukan istriku dan suaminya.<br />
Semakin lama tampaknya gairah nafsu berahi semakin menguasai diri istri Anton, dadanya turun naik terpompa gairah yang semakin membumbung tinggi. Keinginan untuk segera membalas dendam semakin besar. Duduknya gelisah dan mulai menggeliat, hingga pada saat tayangan menampilkan kondisi dimana istriku dan suaminya melonjak-lonjak dan mengejang kaku mencapai orgasme, rupanya nafsu istri tetangga sudah tak tertahankan lagi dia langsung berdiri dan berkata “Kalau suami saya berselingkuh dengan istri bapak, mengapa saya tidak boleh? Saya juga mampu melakukan seperti apa yang mereka lakukan, bahkan saya akan melakukannya lebih dari apa yang mereka lakukan. Apalagi seperti yang bapak bilang bahwa suami saya mengijinkan bapak menggauli saya. Ayo Pak! Tunggu apa lagi ?” katanya parau. Cemburu , marah dan gairah bercampur menjadi satu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tangannya merengkuh leherku dan bibirnya langsung melumat bibirku dengan penuh nafsu birahi yang meronta-ronta ingin menemukan pelampiasan. Rupanya ia ingin membalas sakit hati yang dirasakannya dan berharap suaminya melihat apa yang dilakukannya padaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu ganas istri Anton yang berjilbab lebar ini mnciumiku, hawa dari mulutnya terasa panas menandakan gairah nafsu yang membara, kakinya terjinjit agar wajahnya semakin mendekat dan rapat ke wajahku, pelukannya sangat erat dan kepalanya bergerak lincah sambil bibirnya menghisap dan mengecup bibirku. Kembali istri Anton ini merasa sakit hati akan kelakuan suaminya. Dan rasa sakit hatinya ini membuatnya ingin segera membalas rasa sakit hati pada suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia langsung membuka seluruh pakaiannya hingga tak ada selembar benangpun yang menempel pada tubuhnya, aku terpana memandang mulusnya tubuh istri Anton yang selama ini hanya ada dalam lamunanku saja. Sekarang secara nyata ada di hadapanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang kuhayalkan selama ini memang benar, kulit tubuh istri tetangga ini demikian putih, mulus dan halus bak pualam. Ohhhh… ‘the dream come true’. Rangsangan yang merasuk ke aliran darahku semakin deras. Terutama saat kupandangi buahdadanya yang masih mengacung montok sangat indah.<br />
Aku tak tahan menikmati pemandangan indah ini. Kuhampiri tubuh bugil istri Anton ini, kupeluk dengan nafsu yang menggebu-gebu, kuciumi seluruh pundak, leher dan buah dadanya dengan nafas yang berat dan terengah-engah. Tanganku tak tinggal diam, turut meremas-remas buah dada yang montok dan menggemaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Nafsu istri Anton semakin terbakar, tubuhnya menggelinjang menikmati cumbuanku, erangan nikmat keluar dari mulutnya yang mungil “Ouh… euhh… auhhh….”. Kepalanya terdongak sambil mengerang dengan mata terpejam. Buah dadanya semakin membusung, mulutku langsung menjilati dan menghisap putting susu yang semakin menonjol keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Penisku semakin keras dan tegak, mendorong celana yang kukenakan, terasa sakit terjepit oleh celana yang seolah tak mampu membendung membengkaknya batang penisku.<br />
Aku melepaskan seluruh pakaian yang kukenakan. Melihat apa yang kulakukan, gairah istri Anton semakin tak tertahankan, dia menarik lenganku agar bersama-sama naik ke sofa.</p>
<p style="text-align: justify;">Nampaknya nafsu istri Anton sudah tak tertahankan, vaginanya terasa basah dan sangat gatal ingin segera digaruk. Dan rasa gatal itu semakin meronta-ronta melanda vaginanya ketika matanya melihat batang penisku yang mengacung keras dan tegang. Dia membanting tubuhku agar telentang, dengan tergesa-gesa dia mengangkangi pinggangku, meraih batang penisku dan mengarahkannya pada liang vaginanya yang semakin basah, berdenyut dan gatal. Pantatnya ditekan sambil memejamkan mata menanti kenikmatan yang datang menjelang</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bleessshhh…….”Ahhhkk……” erangan nikmat dan merangsang keluar dari bibirnya yang tipis. Matakupun mendelik merasakan kepala penisku menerobos liang vaginanya yang sempit menjempit namun panas membara. Rasa nikmat yang luar biasa menjalar ke seluruh penjuru urat nadiku. “Oohhhh…..” akupun melenguh nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasa nikmat dan puas semakin bertambah, karena mimpiku jadi kenyataan. Dan diluar dugaanku ternyata istri Anton ini demikian liar dalam bercinta bertolak belakang dengan prilakunya sehari-hari yang lembut dan anggun.Aku semakin puas dan nikmat menghadapi kenyataan ini.<br />
Dinding vaginanya berdenyut keras seolah menghisap kepala dan batang penisku, lalu dia melonjak-lonjakan tubuhnya dengan hebat dan tak lama kemudian dia menjerit panjang sambil tubuhnya mengejang kaku “Aaaaaaakkkhhhhh…….”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dendam dan Gairah nafsu yang begitu meronta-ronta mengakibatkan orgasmenya begitu cepat datang menjemput. Beberapa saat kemudian dia ambruk menimpa tubuhku, kepalanya diletakkan di atas dadaku. Dinding vaginanya berdenyut kuat dan cepat dan dasar liang vaginanya meremas dan menghisap-hisap kepala penisku memberikan kenikmatan yang tak terhingga padaku.<br />
“Ouhhhh…..” keluar nikmat tanpa terasa keluar dari mulutku merasakan nikmatnya vagina istri Anton ini. Vaginanya memang lain dari yang biasa kurasakan dari istriku. Remasan dan hisapan yang dilakukan vagina istri Anton ini demikian kuat menyentuh simpul-simpul syarat kenikmatan yang ada di sekeliling batang dan kepala penisku.Uuuhhh….. luar biasa</p>
<p style="text-align: justify;">Denyutan dinding vaginanya semakin lama semakin melemah namun terasa semakin basah dan licin. Setelah denyutan dinding vaginanya menghilang dan nafasnya teratur kembali, dia mulai menggerakan pinggulnya ke atas ke bawah agar batang penisku yang masih ditelan oleh vaginanya mengocok dan menggaruk seluruh dinding vaginanya dan masih gatal. Gerakan pinggulnya kadan-kadang berubah ke kiri dan kekanan bahkan diputar agar sambil menekannya dalam-dalam agar penisku masuk semakin dalam menggaruk dinding vaginanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasa nikmat yang teramat sangat kembali menjalar di tubuh kami, aku membalas gerakan pinggulnya dengan menghentak-hentakan pantatku ke atas dan kebawah agar garukan batang penis semakin lebih terasa nikmat.<br />
Pinggulnya bergerak demikian lincah dan liar, tubuhnya melonjak-lonjak, sehingga mataku terpana melihat buahdadanya yang montok dan sekal berayun dan berguncang-gucang. Kujulurkan kedua tanganku untuk meremas dengan gemas dan penuh nafsu kedua buahdada indah itu. Kepuasan dan kenikmatan semakin menjalar di seantero pembuluh darah kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua tangannya memegangi kedua pergelanganku yang sedang memberikan kenikmatan tambahan dengan meremas dan memilin buahdadanya sebagai pegangan pada saat lonjakannya semakin keras meronta-ronta.<br />
Lonjakan tubuhnya semakin liar dan pinggulnya menghentak-hentak kaku, sementara itu, penisku terasa seperti dijepit kuat dan dipelintir oleh mesin penggilingan yang sangat nikmat hingga mataku melotot dan melenguh “ouhhhhhhh…..”</p>
<p style="text-align: justify;">Pinggulnya menghentak sangat keras dan dalam, cengkraman kedua tangannya pada pergelangan tanganku sangat kuat, punggungnya menjauh, tubuhnya melenting kaku dengan mata mendelik dan berteriak cukup nyaring “Aaaaaaakkkhhhhh…….”<br />
Kembali istri Anton ini mengalami orgasme yang lebih luarbiasa dibandingkan dengan orgasme pertamanya, sesaat kemudian tubuhnya melayang dan ambruk kembali di atas tubuhku.<br />
Sensasi orgasme yang kedua darinya kembali dirasakan penisku, kali ini remasan dan kedutan dinding baginanya terasa lebih kuat dan lebih cepat dibandingkan yang pertama, sehingga akupun merasa lebih nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil telungkup lemah di atas tubuhku, dengan lemas dia julurkan kakinya sehingga berada di samping luar kedua kakiku yang agak terbuka, kedua tangannya dia susupkan ke bawah bahuku dan merengkuh pundakku dari bawah. Kemudian mulutnya menciumi dadaku, merayap ke atas , ke leher , ke pipi hingga kembali bibir kami bertautan dengan hisapan yang dalam dan panjang.<br />
Sambil berciuman, pantatnya kembali bergerak ke atas dan ke bawah agar batang penisku yang masih keras kembali menggaruk rasa gatal pada dinding vaginanya yang kembali datang walaupun telah terpuaskan.<br />
Helaan pantatnya yang terkadang diselingi dengan gerakan memutar dan menekan, semakin cepat dan bertenaga, buahdadanya menggesek-gesek dadaku akibat gerakan pinggulnya yang memelintir nikmat batang penisku yang masih kuat dicengkram oleh dinding vaginanya. Gerakan melonjak yang kejang dan kaku kembali dialami oleh istri Anton setelah beberapa saat dia menghela batang penisku. Kepala terangkat menjau dari wajahku, matanya terpejam rapat dan “Aaaaaakkkkhhhhh…..” kembali dia meraih orgasme yang semakin cepat dapat diraihnya. Dan kembali tubuhnya lunglai lemas di atas tubuhku.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasa dendam pada suaminya membuat dirinya demikian lincah dan binal. Sehingga Berkali-kali dia meraih orgasme di atas tubuhku dalam posisi dia diatas tubuhku. Berbagai gaya goyangan pinggul dia peragakan mulai dari menaik-turunkan pantatnya, memutar pinggulnya hingga memaju-mundurkan pantatnya.<br />
Batang penisku seperti dipelintir, dijepit dan dihisap-hisap luar biasa nikmat. Teriakan dan erangan nikmat yang keluar dari mulutnya semakin keras dan merangsang, seolah ingin di dengar oleh suaminya bahwa dia juga bisa selingkuh seperti suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya istri Anton betul-betul ambruk dan tak mampu menggerakkan pinggulnya beberapa saat. Namun tampaknya rasa gatal yang menyerang dinding vaginanya belum juga hilang sepenuhnya. Dia menggulingkan tubuhnya hingga telentang di sampingku. Dan tangannya menarik tubuhku agar aku di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku paham dengan apa yang diinginkannya. Tubuhku bangkit, kukangkangkan pahanya, lalu aku meletakan kedua lututku tepat dibawah pahanya, kuarahkan penisku yang semakin bengkak dan keras pada mulut liang vaginanya yang mengkilat basah oleh cairan kenikmatan. Dan blessshhh…… penisku menerobos liang vagina yang semakin basah , namun tetap terasa sempit dan menjepit serta memijit-mijit batang penisku.<br />
Aku mulai memompa pantatku hingga batang penisku mengocok-ngocok dan mengaduk-aduk liang nikmat itu. Setelah sekian lama aku menggenjotnya, dia mulai membalas dengan menghentak-hentakan pinggulnya menyambut setiap sodokan batang penisku dengan erangan-erangan nikmat yang kembali dia perdengarkan.<br />
Pada saat istri Anton sedang melonjak-lonjak merasakan nikmat atas sodokan-sodokan batang penisku, tiba-tiba suaminya dan istriku masuk melalui pintu yang tadi lupa tidak ditutup. Istri tetangaku terperanjat dan terpekik kaget “Awww….”. Dan kekagetannya semakin bertambah setelah melihat bahwa suaminya dan istriku langsung melepaskan pakaian yang sudah setengah terbuka.<br />
Dia berusaha melepaskan diri dari himpitan tubuhku yang sedang menekan pinggulku dalam-dalam hingga seluruh batang penisku amblas hingga ke pangkalnya di dalam vaginanya. Tapi urung dilakukan karena ternyata suaminya masuk bukan untuk menghentikan kami yang sedang berpacu meraih nikmatnya persetubuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menggandeng tangan istriku, dan menuju sofa dimana aku dan istrinya sedang bercumbu.<br />
Betapa besar rasa cemburunya ketika dia melihat bagaimana istrinya dengan lincah dan ganas melonjak-lonjak di atas tubuhku. Namun baik istriku dan Anton tak berdaya untuk menghentikan apa yang sedang kami lakukan. Mereka hanya melihat apa yang kami lakukan dengan perasaan yang tak menentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi perasaan cemburu dan bersalah yang melanda hati Anton dan istriku secara perlahan tergantikan oleh rangsangan berahi yang menjalar di seluruh pembuluh darah mereka melihat bagaimana aku dan istrinya melonjak-lonja meraih nikmat serta mendengar erangan-erangan istrinya yang membuat nafsu berahi keduanya naik dengan cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil melihat apa yang kami lakukan, mereka saling meremas dan meraba membuat nafsu mereka membumbung tinggi., Dan mereka bercumbu di depan pintu sambil memperhatikan kami, pakaian yang istriku kenakan sudah setengah terbuka. Buah dada istriku yang besar membusung indah sudah terbuka dan diremas-remas oleh Anton sambil melihat yang kami lakukan</p>
<p style="text-align: justify;">Dan pada saat aku sedang di atas tubuh istrinya, nampaknya nafsu mereka sudah tak tertahankan lagi, mereka langsung melepaskan semua pakaian hingga akhirnya bugil.</p>
<p style="text-align: justify;">Istriku dibimbingnya agar berbaring dibagian kosong di sofa lain di ruang tamu itu, namun kaki istriku masih terjulur di lantai. Tanpa memperhatikan kami yang sedang bengong melihat kedatangannya. Anton langsung mengangkat paha istriku hingga terkangkang, meletakkan kedua lututnya ke pinggir sofa dan mengarahkan batang penisnya yang sangat tegang dan keras ke mulut liang vagina istriku yang basah menunggu dimasuki oleh batang penis yang keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu dia mulai menggenjot tubuh istriku dengan cepat hingga tubuh istriku melonjak-lonjak dan mengerang nikmat. Rangsangan nafsu begitu menguasai istriku dan Anton, sehingga mereka langsung merasa berada di awang-awang dilambungkan oleh kenikmatan yang tak terhingga.</p>
<p style="text-align: justify;">Rangsangan kembali menjalar di tubuh istri Anton melihat suaminya tidak mempedulikan dirinya. “Aku.. akan melayanimu Mas…., aku akan memuaskanmu mas…., kalau Mas Anton aja bisa dan sangat bersemangat memberikan kenikmatan pada istrimu. Mengapa aku harus merasa terpaksa melayanimu Mas ?. Ayo mas …aku akan membuatmu melayang-layang…” demikian katanya sambil kedua tangannya memeluk erat tengkukku.<br />
Ciuman yang istri Anton berikan pada bibirku demikian ganas dan panas membara memberikan rasa nikmat yang membuat diriku melayang. Kemudian dengan liarnya, bibir dan lidahnya menciumi serta menjilati sekujur bidang dadaku sampai ke perut kemudian naik lagi kearah puting susuku yang kiri dan kanan secara bergantian. Dihisap-hisapnya dengan penuh nafsu kedua puting susuku sehingga aku melayang nikmat.<br />
”Ouhhhh… ” keluhku. Kemudian tangan istri Anton dengan cekatan memegang pangkal penisku dan mengocoknya, sementara bibirnya langsung mengemut, menghisap dan menjilati penisku membuat aku semakin melayang diterpa nikmat yang luar biasa</p>
<p style="text-align: justify;">”Akh…..hoohhh…..hoh… Aduh jeng….enak….ohhh…” kata-kataku keluar dari mulutku secara terpotong-potong.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara sekilas kulihat bahwa posisi istriku dan Anton sudah berubah. Mereka sudah tidak lagi berdiri dipinggir sofa melainkan sudah berbaring diatas karpet . Anton terlentang dalam keadaan telanjang bulat . Tangan kanan istriku memegang pangkal penis Anton dan tangan kirinya mengusap-ngusap dada Anton, sementara mulut dan bibir istriku sibuk mengemut, menghisap dan menjilati kepala penis Anton membuat badan Anton terlonjak-lonjak dan kedua kakinya terkejang-kejang menahan nikmat yang diberikan istriku.<br />
Aku disinipun tak mau kalah… kuangkat badan mungil istri temanku ini, kuciumi seluruh bagian leher jenjang yang menggairahkan ini kejilat dan kuhisap-hisap hingga mata istri temanku ini terbeliak-beliak menahan nikmat dan mulut yang megap-megap serta keluarlah suara desisannya.. ”Hsssstttt….hhssstt..”</p>
<p style="text-align: justify;">Tanganku segera bekerja untuk meremas buah dada indah ini dan memilin-milin puting susunya sedang mulutku langsung menghisap dan menjilati puting susu yang sebelahnya.<br />
Desahan istri temanku sudah berubah menjadi erangan kenikmatan : ”Euh…euh… ouh…ouh….” dengan mata yang kadang terpejam rapat dan terkadang terbeliak-beliak menahan nikmat.<br />
Lalu kedua tanganku langsung meraih pantat indahnya dan bibirku langsung menuju selangmasan istri temanku ini dan dengan rakus aku menciumi, menjilati bahkan menghisap-hisap dan menggigit-gigit gemas vagina istri temanku ini. Perbuatanku ini membuat kaki istriku terjinjit-jinjit didera rasa nikmat dan kedua tangannya bertahan pada pundakku dan erangannya sudah berubah menjadi jeritan-jeritan serta teriakan nafas tertahan</p>
<p style="text-align: justify;">”Auw…auw… ouhh…ouh enak mas…makasih mas….ouh…enak…mas…auw …” demikian ucapnya tiada henti seiring dengan ciuman dan jilatan lidahku pada vaginanya.<br />
Sampai akhirnya ia menjinjitkan kakinya tinggi-tinggi dan lurus kaku, kedua tangannya mencengkram pundakku dengan keras bagaikan cakar burung elang yang menangkap mangsa dan badannya melenting bagaikan busur panah, pantatnya ditekankan ke wajahku keras-keras sambil berteriak..”Aaaakkkhhhh……” kemudian badannya melonjak-lonjak dengan pantat yang berkedut-kedut dan setelah itu badannya terjengkang kebelakang hingga hampir jatuh telentang jika tidak kutahan..</p>
<p style="text-align: justify;">Kubangunkan dia dan kubawa ke atas sofa, kulihat matanya basah oleh air mata yang keluar akibat menahan nikmat yang teramat sangat sambil berucap terbata-bata .. ”Makasih mas…enak banget…aku sangat melayang dan terhempas kehilangan keseimbangan…” kemudian ia memeluk erat diriku sambil merasakan sisa-sisa kenikmatan yang masih datang menghampirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu Anton telah diguncang-guncang kenikmatan yang diberikan oleh istriku. Tubuh istriku sedang menduduki selangkangan Anton dan dia bergerak sangat lincah dan erotis memberikan segala kenikmatan yang ada. Buah dadanya berguncang-guncang menggairahkan akibat gerakannya yang sangat liar. Mata Anton terbeliak-beliak menahan nikmat sementara dari mulut istriku keluar teriakan-teriakan seperti orang yang sedang berolah raga dengan nafas yang tersengal-sengal.<br />
”Hhoh…Hhohh.. ..hessshhh ….heshhh ” seiring dengan gerakan pantatnya yang maju-mundur, keatas kebawah, kekiri-kekanan dan diputar-putar.</p>
<p style="text-align: justify;">Teriakan-teriakan istriku rupanya cepat membangkitkan kembali nafsu istri Anton untuk melanjutkan persetubuhan denganku.<br />
Badannya berdiri diatas sofa, kedua kakinya diletakkan dikiri dan kanan pinggulku , kemudian dia berjongkok mengarahkan liang vagina yang telah basah dan licin tepat di depan kepala penisku yang sedang tegak berdiri dengan gagahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">”Aku akan memberikan kenikmatan yang belum pernah mas rasakan sebelumnya, percayalah..!” katanya tersenyum manis berpromosi.. Tangan mungilnya mengarahkan kepala penisku ke depan liang vaginanya, kemudian pantatnya menekan ke bawah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan….blessshhh…penisku telah masuk ke liang kenikmatan istri temanku secara perlahan-lahan. Sepanjang perjalanan kepala penisku menerobos liang vagina istri temanku, kepala dan batang penisku seperti disambut dengan jilatan-jilatan beribu-ribu lidah kecil yang menjilati seluruh permukaan syaraf nikmat yang terdapat diseluruh permukaan penisku. Membuat mulutku ternganga dan mata melotot menahan nikmat yang amat sangat yang tidak pernah kualami selama bersetubuh dengan istriku. Janji istri temanku ini memang benar.<br />
Istri temanku ini tersenyum manja melihat aku melotot dan ternganga menahan nikmat yang diberikan oleh vaginanya..</p>
<p style="text-align: justify;">”Itu tadi baru permulaan…” katanya dilanjutkan dengan mencium bibirku penuh nafsu, kemudian secara perlahan-lahan pantatnya mulai bergerak secara teratur keatas-kebawah, kedepan-kebelamas, dan diputar-putar..<br />
Gerakan-gerakan tersebut secara periodik terus dilakukan oleh secara konstan, memberikan kenikmatan yang sangat bagi penisku. Aku sampai mabuk kepayang dan melayang-layang didera oleh angin topan kenikmatan yang diberikan oleh vagina istri temanku yang luar biasa ini.<br />
Sepertinya istri temanku ini merasa heran, kenapa aku belum juga mencapai puncak, padahal biasanya bila jurus yang barusan saja dia peragakan padaku dia berikan pada suaminya, maka tak menunggu banyak waktu suaminya akan sampai menuju puncak dan menjerit nikmat sambil melepaskan sperma yang deras. Sementara dirasakan olehnya bahwa penisku masih tetap tegang dan keras padahal dia melihat aku terbeliak-beliak menahan nikmat</p>
<p style="text-align: justify;">Istriku temanku semakin ganas menggerakkan pantatnya, dan mulai memperdengarkan suara dengusan dan erangan yang memburu<br />
”Aaah…hekhs…heks… ouh…ouh….auw…” jeritannya berulang-ulang. Dan akhirnya gerakannya sudah mulai sangat cepat dan tak teratur. Denyutan , kedutan dan jilatan lidah-lidah kecil di rongga vagina istri temanku semakin keras dan akhirnya…</p>
<p style="text-align: justify;">”Aaaaahhh…..” istri temanku menjerit sangat keras sambil melentingkan badan dan mencakar dadaku. Vaginanya ditekan kuat-kuat ke selangmasanku sehingga penisku amblas sampai dalam sekali dan kakinya kaku dan BRUK…. dia ambruk menindih tubuhku yang sudah hampir menuju puncak tapi Istri temanku ini keburu ambruk dan terdiam sehingga orgasmeku kembali surut</p>
<p style="text-align: justify;">”Oooh…mas…benar-benar nikmat banget… mas benar-benar hebat” katanya memujiku sambil membaringkan kepalanya di dadaku menikmati sisa-sisa orgasme.<br />
Sementara di ruang tengah, posisi sudah berubah lagi. Anton diatas istriku sedang memompa pantatnya ke selengkangan istriku. Penisnya dengan cepat keluar-masuk vagina istriku. Tangannya seperti biasa selalu bermain dibuah dada istriku yang sangat digandrunginya. Matanya melotot seperti mau copot seolah sedang mengejar sesuatu yang akan segera dia raih.<br />
Gerakan pinggul istriku dibawah tubuh Anton sangat cepat dan tidak teratur, teriakan-terikan istriku keluar menunjukkan bahwa dia sedang didera kenikmatan yang teramat sangat yang sebentar lagi akan menuju puncak</p>
<p style="text-align: justify;">”Auw..auw…auw…oh…ouh……”<br />
Dan akhirnya secara bersamaan gerakan mereka berdua sangat keras dan tak terkendali dan ….<br />
”Aaahhh…….” teriakan Anton dan istriku berbarengan. Lalu kedua tubuh mereka menegang kaku dan akhirnya terhempas lemas dengan diakhiri dengan kedutan-kedutan pantat mereka untuk saling menekan selangmasan masing-masing. Dan diakhiri dengan menggelosornya tubuh Anton dari atas tubuh istriku kesamping tubuh istriku. Dan mereka tertidur kelelahan sambil berpelukan damai.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara aku sudah mulai merangsang kembali istri Anton yang masih telungkup diatas tubuhku yang terduduk di sofa ruang tamu. Kubelai rambutnya yang indah, kukecup lembut bibirnya yang tipis dan matanya yang indah lalu kembali mengulum dan menghisap-hisap bibir istri temanku dengan penuh nafsu. Dia membuka matanya dan membalas ciumanku dengan tak kalah ganasnya. Tanganku kembali mempermainkan buahdada indah milik istri temanku. Perlahan-lahan kembali pantatnya bergerak mengucek penisku yang masih berada didalam vaginanya. Tetapi nampaknya gerakan pantatnya masih kurasakan lemah, karena mungkin masih lelah karena telah dua kali merasakan puncak orgasme yang sangat hebat yang menguras banyak energinya. Akhirnya kupegangi pantatnya, kemudian aku berdiri dari dudukku sehingga posisi saat ini menjadi aku yang sedang memangku istri temanku yang mungil dan menggairahkan. Kedua kakinya dia ikatkan ke pinggangku dan kedua tangannya merangkul tengkukku sebagai gantungan, sementara selangmasannya menekan keras selangmasanku sehingga penisku menusuk vaginanya hingga ke pangkalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">”Ouhh…. nikmatnya…” erangku.<br />
”Ouhmmh… mas…. aku juga enak….euh….” sahutnya sambil mendekapku seperti orang yang sedang memanjat pohon kelapa.<br />
Kemudian aku mulai melonjak-lonjakan tubuhnya dengan melurus-luruskan kakiku. Istri temankupun ikut melonjak-lonjakan tubuhnya sehingga persetubuhan yang kulakukan sangat berat dan melelahkan namun juga sangat nikmat sehingga erangan kenikmatan kami saling bersahutan…<br />
”Ouh….ouh….” erangannya<br />
”Euh….hek….hek hsssttt..” Keluhku<br />
Lututku semakin kurasakan leklok. Akhirnya kupangku istri temanku ini memepet kan punggungnya ke dinding ruang tamu dan kakinya aku turunkan sehingga kakinya terjinjit tertahan vagina yang diganjal oleh penisku yang sangat tegang. Bebanku berkurang dan pantatku dapat bergerak bebas untuk maju-mundur mengocok penisku didalam vagina dengan beribu-ribu lidah kecil yang terus menerus menjilati seluruh permukaan penisku disertai dengan kedutan dinding yang memijit-mijit nikmat penisku. Kenikmatan ini semakin tak terlukiskan dan akupun tanpa sadar terus-menerus mendengus dan melenguh menahan nikmat</p>
<p style="text-align: justify;">”Ouh…heh…heh……ouh….hekss…” dengusku keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba gerakan pantat istri temanku ini semakin liar dan dia mulai menjerit-jerit kembali…”Auw…auw…auw…ohhhh….hoh…..hoh….hhhssstttt… ”</p>
<p style="text-align: justify;">Dan akhirnya ”Aaaahhhhh…” Istri temanku kembali menjerit panjang badannya melenting kaku.. giginya menggigit dadaku dan tangannya mencakar punggungku.<br />
Beberapa detik kemudian kembali pantatnya berkedut-kedut dan vaginanya berkontraksi sangat hebat memijit-mijit batang penisku dengan ketat..<br />
”Oohhh…….” aku melenguh menahan nikmat. Sejurus kemudian badannya lemas tak berdaya hampir mengelosor jatuh terduduk jika tak ditahan oleh pelukanku<br />
”Ouhh…hssss makasih mas… kenikmatan orgasme ini benar-benar melelahkanku…” katanya lemah ….<br />
Aku bimbing kembali istri temanku ke sofa dan kubaringkan. Badannya sudah sangat basah kuyup oleh keringat. Benar-benar suatu persetubuhan yang sangat luar biasa menguras tenaga…Aku biarkan dia terbaring beberapa saat sambil kubelai-belai rambutnya yang indah. Aku tak bosan-bosan menikmati keindahan tubuh mungil istri temanku ini. Rupanya istri temanku ini merupakan tipe wanita penikmat sex, karena walaupun telah beberapa kali meraih orgasme yang hebatpun gairahnya cepat kembali bangkit untuk meraih kepuasan orgasme berikutnya., ditambah lagi keistimewaan kedutan vagina miliknya yang bagaikan memiliki ribuah lidah kecil yang selalu menjilat dan memeras penis yang menjelajahinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuarahkan dia agar kepalanya berbantalkan pegangan tangan sofa, kemudian kaki kanannya kuturankan kelantai dan kaki kiri terlipat di atas sofa, sehingga posisi istri temanku sekarang menjadi nungging dengan kaki kanan menahan di lantai dan dengkul kaki kiri menahan di sofa. Kemudian kedekati pantat seksi yang menggairahkanku ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuarahkan penis tegangku ke vagina istriku dari belamas, kemudian blesss…. kembali batang penisku merasakan jepitan liang vagina yang memiliki ribuan lidah menjilat ini..<br />
”Ouhh…ouhh,…..” keluhku dan erangan istri temanku berbarengan.<br />
Aku memulai mengocok penisku ke vagina istri temanku. Ku maju mundurkan pantatku hingga menekan pantatnya sehingga terdengar suara yang keras akibat tumbukan antara selangmasanku dan pantat istri temanku. Plok…plok…plok</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakanku mulai cepat-cepat tapi tetap teratur disertai dengan tolakan yang kejang-kejang. Hingga akhirnya pinggul istri temanku bergerak-gerak liar sehinga bunyi benturan itu semakin keras.<br />
PLOK…PLOK…PLOK</p>
<p style="text-align: justify;">Dan akhirnya kembali dia menjerit dan melenguh keras…</p>
<p style="text-align: justify;">”Aaakhhh….” jerit istri temanku ini…</p>
<p style="text-align: justify;">”Hhhooohhhhh…..” dengus napasku. Tubuhnya kaku beberapa saat dan kemudian terjadi kontraksi pada vaginanya dengan berkedut-kedut beberapa kali sangat keras.<br />
Lalu…BRUKK… kami jatuh telungkup di atas sofa<br />
”Ouhh… kenapa selalu enak begini, mas..? ” pertanyaan yang tak perlu dijawab dilontarkan lemah oleh mulutnya ..</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi saat ini aku tidak akan membiarkannya lama-lama beristirahat karena kurasakan orgasme bagi diriku sudah sangat dekat karena mataku sudah berkunang-kunang dan perasaan sudah tak menentu. Kemudian kubalikkan badannya dan langsung menindih badannya kurahkan venisku ke liang vaginanya yang sudah sangat banjir dan kemerahan dan …</p>
<p style="text-align: justify;">Blesss… kembali kurasakan liang vagina dengan ribuan lidah menjilat ini. Aku mulai memompakan pantatku mengocok dan mengaduk-ngaduk vagina istri temanku dengan penisku. Gairah istri temanku ini kembali meninggi dan dia mulai mengeluh dan mengerang menahan nikmat..<br />
Erangan istri temanku semakin keras…”Euh..euh..”<br />
Dan tiba-tiba gerakan pantatnya menjadi liar dan cepat. Erangannyapun telah berubah menjadi teriakan-teriakan yang merangsang</p>
<p style="text-align: justify;">“Aaah…aahhh…aaahhh” Dan diakhiri dengan jeritan panjang melepas nikmat “AAAaaaaahhhhhh…..” Tubuhnya kaku, badannya melenting dan vagina berkonstraksi sangat hebat membuat penisku tidak mampu bertahan. Dan aku pun menjerit melepaskan beban nikmat “Aahhhh…”<br />
Tubuhku tegang, pantatku kutekan dalam-dalam dan.. cret…cret…cret spermaku terpancar sangat deras dan kental menyemprot dinding vagina istri temanku yang sedang berkonstraksi. Akhirnyanya tubuh kami pun berkedut-kedut menghabiskan sisa-sisa kenikmatan yang masih bisa terasakan. Kemudian…Bruk…. kali ini ..tubuhku benar-benar ambruk menindih tubuh mungil istri temanku, tapi aku gelosorkan kesamping tubuhnya, kemudian aku memeluknya sambil mata terpejam menikmati sisa-sisa orgasme yang sangat luar biasa… dan tanpa sadar kamipun tertidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Dini hari aku dan istri temanku terbangun karena terganggu oleh erangan dan jeritan-jeritan nikmat yang keluar dari mulut Anton dan istriku. Rupanya Anton dan istriku kembali mengayuh berahi menggapai nikmat membuat aku dan terutama istri Anton menjadi terangsang kembali. Aku merangsang gairah istri Anton dengan cara menciumi leher, dada dan akhirnya menjilati, mengulum dan menghisap puting susu istri Anton yang sudah menonjol keras, Istri Anton hanya mengerang nikmat mendapat rangsangan dariku dan akhirnya kubisikan agar pindah ke ruangan dimana suaminya dan istriku sedang menagyuh nikmat, Istri Anton memandangku sejenak, namun akhirnya mengangguk dan secara bersamaan kami berdiri dan berjalan beriringan menuju ruang tengah dengan telanjang bulat. Aku dan istri Anton semakin terangsang, begitu masuk ke ruang tengah kami lihat istriku dan Anton sedang bersetubuh dengan nafsu yang bergelora, kulihat</p>
<p style="text-align: justify;">Anton begitu semangat mengayunkan pantatnya agar batang penisnya mengaduk-ngaduk liang vagina istriku, tangan Anton tak henti-hentinya meremas-remas buah dada istriku yang montok. Sementara itu, kepala istriku tergeleng-geleng ke kiri dan kekanan menikmati genjotan Anton sambil terus menerus mengerang nikmat, pantat istriku bergerak lincah menyambut setiap helaan pantat Anton.</p>
<p style="text-align: justify;">Anton dan istriku yang sedang seru mengayuh nikmat hanya menoleh selintas padaku dan istri Anton ketika kami datang dan mengambil posisi disamping mereka, kemudian tanpa mempedulikan kehadiran kami mereka melanjutkan pergulatan mereka merengkuh nikmat disertai dengan suara erangan dan keluhan nikmat yang bersahutan.Aku dan istri Anton pun tidak mempedulikan kondisi mereka. Kami mulai bercumbu mengayuh nikmat yang jauh lebih seru dan lebih panas dibanding tadi, karena saat ini kami dapat melakukan dengan bebas karena kami lakukan di atas karpet yang luas.</p>
<p style="text-align: justify;">Geliat tubuh istri Anton semakin liar dan ganas seperti mendapat tambahan tenaga baru ketika dia lihat disampingnya suaminya dengan liar dan ganas sedang menghentak-hentakan pinggulnya dia atas tubuh istriku<br />
Dengan tiada lelah Aku terus memberikan kenikmatan yang sensasional pada istri Anton dengan cara dan variasi yang berbeda-beda. Demikian pula nampaknya dengan istri Anton, Dia mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk memberikan kenikmatan yang dalam beberapa hal belum pernah kudapatkan dari istriku.<br />
Entah berapa puluh kali istri temanku ini mengalami orgasme dan entah berapa ronde kami melakukan pertarungan yang sangat melelahkan dan menguras banyak tenaga. Pertarunganku dan istri Anton baru selesai ketika kokok ayam jago terdengar, sementara Anton dan istriku sudah cukup lama tertidur kelelahan setelah mereka selesai melakukan pertarungan babak kedua dini hari tadi..</p>
<p style="text-align: justify;">Akibat kejadian semalam, keakraban kami menjadi sangat lain, orang lain akan bingung bila meperhatikan kemesraan kami, bingung untuk menentukan mana yang merupakan pasangan suami istri. Sebab aku menjadi sangat mesra dengan istriku dan istri Anton, demikian juga dengan Anton menjadi sangat mesra terhadap istrinya dan istriku.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak saat itu sering kali aku pulang siang-siang bukan ke rumahku tapi ke rumah Anton dan bersetubuh dengan istrinya Anton. Demikian pula dengan Anton sering kali siang-siang ke rumahku dan bersetubuh dengan istriku. Pernah beberapa kali aku memergoki Anton sedang bergulat meraih nikmat di atas tubuh seksi istriku. Aku tidak marah tapi langsung aja kubilang akan kerumah Anton. Mereka maklum dan terus melanjutkan pergulatan yang sempat terganggu atas kedatanganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Kejadian hari ini adalah pengalaman pertama yang tak terlupakan, dimana kami main berempat. Dan sejak saat itu seolah-olah telah diresmikan oleh kami berempat, aku boleh meniduri istrinya kapan saja aku mau dan akupun merelakan istriku digaulinya kapankun dia mau.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai saat ini status perkawinan kami tidak tergannggu. Aku dan istriku tetap saling mencinta demikian juga dengan Anton dan istrinya. Dan kami tetap melakukan hubungan suami istri dengan pasangan perkawinan masing-masing. Hanya saja sampai saat ini kami belum pernah melakukan keroyokan. Dan nampaknya tidak akan pernah kami lakukan. Tetapi kalau menukar pasangan ditengah permainan beberapa kali pernah kami lakukan. Pada saat kami melakukan acara kumpul bersama.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>TAMAT</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/aku-istriku-dan-tetanggaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Miss &#8220;S&#8221; From Bandung With Love</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/miss-s-from-bandung-with-love/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/miss-s-from-bandung-with-love/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 02:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[pelacur]]></category>
		<category><![CDATA[perek]]></category>
		<category><![CDATA[saritem]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>
		<category><![CDATA[sensual]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3695</guid>
		<description><![CDATA[Judulnya udah keren ya, &#8220;From Bandung With Love&#8220;. Namanya Miss &#8220;S&#8221; gadis &#8220;paris van java&#8221; silahkan artikan sendiri &#8220;S&#8221; itu sari, sinta, susi, atau sartono apa mungkin saritem (ha ha ha..) yang jelas buat saya &#8220;S&#8221; kali ini adalah sensual karena tidak mesum 100% tetapi malah bikin kita makin penasaran..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Judulnya udah keren ya, &#8220;<em>From Bandung With Love</em>&#8220;. Namanya Miss &#8220;S&#8221; gadis <em>&#8220;paris van java&#8221;</em> silahkan artikan sendiri &#8220;S&#8221; itu sari, sinta, susi, atau sartono apa mungkin saritem (ha ha ha..) yang jelas buat saya &#8220;S&#8221; kali ini adalah sensual karena tidak mesum 100% tetapi malah bikin kita makin penasaran..</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/miss-s-from-bandung-with-love/miss-s-dari-bandung-1/" rel="attachment wp-att-3696"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3696" title="miss-s-dari-bandung-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/05/miss-s-dari-bandung-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/miss-s-from-bandung-with-love/miss-s-dari-bandung-2/" rel="attachment wp-att-3697"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3697" title="miss-s-dari-bandung-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/05/miss-s-dari-bandung-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/miss-s-from-bandung-with-love/miss-s-dari-bandung-3/" rel="attachment wp-att-3698"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3698" title="miss-s-dari-bandung-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/05/miss-s-dari-bandung-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/miss-s-from-bandung-with-love/miss-s-dari-bandung-4/" rel="attachment wp-att-3699"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3699" title="miss-s-dari-bandung-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/05/miss-s-dari-bandung-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><span id="more-3695"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/miss-s-from-bandung-with-love/miss-s-dari-bandung-5/" rel="attachment wp-att-3700"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3700" title="miss-s-dari-bandung-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/05/miss-s-dari-bandung-5-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/miss-s-from-bandung-with-love/miss-s-dari-bandung-6/" rel="attachment wp-att-3701"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3701" title="miss-s-dari-bandung-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/05/miss-s-dari-bandung-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/miss-s-from-bandung-with-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Liburan di Bali</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/liburan-di-bali/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/liburan-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 04:49:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Om Senang]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[ines]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3693</guid>
		<description><![CDATA[Aku bekerja sebagai account manager disatu perusahaan consumer goods yang besar. Dalam memasarkan produknya, perusahaan menyelenggarakan perlombaan bagi para distributor dalam mencapai target distribusi mereka. Perusahaan menyediakan dana yang cukup besar untuk memotivasi para distributor yang berhasil. Hadiahnya tidak diberikan dalam bentuk cash tetapi dalam bentuk peralatan kantor, yang dibeli dari perusahaan ATK, satu grup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku bekerja sebagai account manager disatu perusahaan consumer goods yang besar. Dalam memasarkan produknya, perusahaan menyelenggarakan perlombaan bagi para distributor dalam mencapai target distribusi mereka. Perusahaan menyediakan dana yang cukup besar untuk memotivasi para distributor yang berhasil. Hadiahnya tidak diberikan dalam bentuk cash tetapi dalam bentuk peralatan kantor, yang dibeli dari perusahaan ATK, satu grup dengan perusahaan, atau dalam bentuk perjalanan wisata. Inipun diatur oleh perusahaan perjalanan yang merupakan anggota grup perusahaan juga. Sebagai account manager, aku cukup dekat berinterkasi dengan para pimpinan distributor, salah satunya adalah pak Deni, salah satu diantara beberapa distributor besar yang membantu perusahaan. Perusahaan pak Deni telah beberapa kali memenangkan hadiah karena merupakan satu dari 3 distributor tebaik dalam 1 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Hadiah biasanya diberikan kepada manager yang dianggap paling berjasa dalam bentuk berwisata sekeluarga. Kali ini, pak Deni memanggil aku untuk membicarakan bentuk hadiah bagi perusahaannya. &#8220;Gini Nes&#8221;, kata pak Deni memulai diskusi. &#8220;Aku ingin memanfaatkan hadiah yang aku menangkan&#8221;. &#8220;Lo pak, kan biasanya diberikan kepada manager yang berjasa&#8221;. &#8220;Dari beberapa kali perusahaanku menang, semua managerku sudah mendapat giliran berwisata, malah ada yang keluar negeri. Kali ini aku yang mau menikmatinya. Besarnya anggaran untuk hadiah bagi perusahaanku berapa Nes?&#8221; Aku menyebutkan angkanya. &#8220;Aku ingin berlibur ke Bali, tidak bawa keluarga he he&#8221;, katanya sambil tertawa. &#8220;memang aku gak punya keluarga kan&#8221;, lanjutnya sambil tersenyum. Memang pak Deni kudengar seorang duren, duda kerenlah, belum tua, late thirties lah. &#8220;Cuma karena aku sendiri yang pergi, boleh gak kalo aku yang milih lokasinya di Bali dan siapa yang akan aku ajak&#8221;. &#8220;Bisa diatur pak, perusahaan kan taunya anggaran tidak terlampaui, selama masih masuk anggaran mah gak masalah. Bapak mo ajak siapa sih, ceweknya ya&#8221;, godaku. &#8220;Aku mo ajak kamu Nes&#8221;. &#8220;Hah, gak salah pak&#8221;. &#8220;ayolah, sesekali kamu nemenin aku refreshing lah. Kan selama ini aku juga membantu kamu mencapai targetmu, iya kan. Harus fairlah untuk kedua belah pihak&#8221;. &#8220;Iya pak, buat bapak apa sih yang gak boleh&#8221;, jawabku, aku senang mendengar dia mengajakku walaupun aku tau apa yang sebenarnya dia inginkan dari aku, pasti kepuasan sex. Gak masalah buat aku, aku juga suka kepada lelaki seperti pak Deni, dia masuk tipe lelaki yang aku suka. Ganteng, atletis. Pak Deni mengusulkan agar lokasi yang dipilih adalah didaerah Seminyak, salah satu resor mewah di Bali. &#8220;Kamu itungin deh, terbang di kelas bisnis buat berdua dan nginep di vila Surga Dunia (bukan nama sebenarnya) yang 1bedroom, anggarannya cukup untuk berapa malem&#8221;. Aku punya daftar lengkap mengenai harga flight dan hotel2 dibeberapa daerah tujuan wisata, termasuk Bali. &#8220;Karena rupiah terdepresiasi sekitar 30% terhadap US$ maka anggarannya hanya cukup buat 2 malem dan business class flight pak&#8221;. &#8220;Ya udah, kamu lapor ke kantor, aku minta kamu yang mengescort aku selama di Bali, bisnis class flight buat 2 orang, dan nginep di vila itu selama 2 malem. Kita mo brangkat kapan?&#8221; &#8220;Gimana kalo Jumat sore after office hour pak&#8221;. &#8220;Ok&#8221;. Aku segera membuat laporan kekantor termasuk ijin untuk mengescort pak Deni. Gak masalah buat kantor, karena para account, mo lelaki atawa prempuan, manager punya kewajiban untuk mengentertain distributor2 besar seperti pak Deni, apalagi dia satu dari 3 yang terbaik. Tiket dan bookingan vila serta tour, kuatur dengan perusahaan perjalanan group. Setelah semuanya beres, pak Deni kuberi tau, &#8220;Pak semua arrangement sesuai rencana bapak&#8221;. &#8220;Ok, tengkiu Nes, sampe Jumat sore ya&#8221;. Aku dah tanya ke temenku di perusahaan perjalanan seperti apa sih vila itu, temenku bilang ya kaya rumah besar aja, cuma kamar tidurnya 1, ada private pool tertutup dihalaman belakangnya. Wah asik dong, aku ber honeymoon 2 malem ama pak Deni neh.<br />
<span id="more-3693"></span><br />
Pada harinya, kita ketemu di airport, dia kelihatan santai banget, pakaiannya sangat casual, tidak seperti biasa kalo aku ketemu dia di kantornya, formal pake dai walaupun gak pake jas. Akupun pake &#8220;seragam berburu om2&#8243; ku, jins ketat dan tank top yang juga ketat sehingga semua bukit dan lembah yang ada ditubuhku tercetak dengan jelas. &#8220;Kamu merangsang sekali Nes&#8221;. &#8220;Tenang pak, bapak bisa menikmati semuanya nanti di vila&#8221;, aku terus terang menawarkan servisku. Dia tersenyum. Di pesawat, kalo tidak menggengam tanganku, dia mengelus2 pahaku, geli2 asik walaupun masih tertutup jins. aku sengaja mengangkangkan pahaku sampe selebar kursi kelas bisnis yang gede, sehingga tangannya langsung menggosok selangkanganku. Kebetulan kelas bisnisnya hanya ada 3 pasangan walaupun kelas ekonominya penuh sesak. Aku jadi menggeliat ketika tangannya menggosok2 selangkanganku. &#8220;Paak&#8221;, bisikku ditelinganya, kawatir kedengaran penumpang lain atau pramugari yang kebetulan lewat. &#8220;Jangan panggil pak dong&#8221;. &#8220;abis panggil apa, om aja ya&#8221;. &#8220;Kamu sukanya sama om om ya Nes&#8221;. &#8220;Iya om, Ines maennya selalu ama om om&#8221;. &#8220;Napa kok gak cari yang pantaran kamu, kamu kan masih tergolong abg&#8221;. &#8220;Gak tau deh om, dah terbiasa kali ya, Ines pernah maen ama yang dikit lebih tua dari Ines, hambar rasanya, jadi Ines gak bisa klimax de. Gak nikmat kan kalo gitu&#8221;. &#8220;emangnya kalo ama om om bisa&#8221;. &#8220;La iya lah, Ines kadang bisa 2-3 kali klimax, baru si om ngecrot&#8221;. &#8220;Didalem Nes&#8221;. &#8220;Iya om, biar nikmat&#8221;. &#8220;Polos?&#8221;. &#8220;Iya lah, Ines paling suka kalo Ines klimax terus si om ngecrot dialem, nikmat banget deh klimax bareng kesemprot peju anget&#8221;. &#8220;Kamu gak takut hamil Nes&#8221;. &#8220;ines minum obat om kalo lagi subur. Tapi kalo lagi subur, Ines napsunya lebih berkobar2, jadi cepet dan sering bisa kliax beberapa kali, lebih nikmat de om&#8221;. Omongan itu kita lakukan sembari berbisik2 tentunya. Tanganku pun mengarah keselangkangannya, terasa sesuatu yang keras sekali ngumpet diselangkangannya. &#8220;Om dah keras banget, mo Ines isep om?&#8221; &#8220;Di toilet? Masuknya ber2, gak lah, kelihatan banget, kan toiletnya didepan, pramugarinya duduk disitu, bisa digedor nanti. Aku nunggu sampe di vila aja de, biar tambah napsu kan&#8221;. Aku hanya tersenyum, tanganku meneruskan tugasnya menggosok selangkangannya, kuremas pelan, terasa sesuatu yang besar dan keras. &#8220;Om punya besar ya&#8221;. &#8220;18&#215;5&#8243;. &#8220;Wah gede banget om, panjang lagi, wah Ines bisa klenger2 nantinya&#8221;. &#8220;Emangnya kamu biasanya ngerasain yang kecil ya es, masih sempit dong&#8221;. &#8220;Gak kecil2 amat si om tapi gak segede om punya. Pasti masih peret om, Ines kan rutin fitnes dan senam bl, ntar Ines empot deh sampe peju om kering&#8221;. &#8220;Wah jadi makin gak sabar neh pengen ngerasain empotan ines, ntar kalo ketagihan gimana Nes&#8221;. &#8220;Ya gak masalah om, kalo om bisa bikin Ines terkapar saking nikmatnya, Ines mah mau aja tinggal ama om biar tiap malem om bisa Ines servis. Om gak usah nyari abg lagi kan, dah tersedia dirumah&#8221;. Dia cuma senyum2 saja mendengar bisikanku yang terakhir ini. &#8220;Om penyalurannya sama abg ya&#8221;. &#8220;La iyalah, masak ama yang seumuran om, dah alot&#8221;, jawabnya sambil tertawa. &#8220;Sama abg yang bahenol dan buluan seperti kamu Nes&#8221;. &#8220;Kok om tau ines buluan, emangnya bisa nembus jins ya mata om&#8221;. &#8220;Ya keliatan lah Nes, luar kota aja dah rame, apalagi dalem kota&#8221;. &#8220;Maksudnya om&#8221;. Bulu tangan kamu aja panjang2, terus kamu kumisan, pasti jembut kamu lebat. Om suka ama prempuan yang buluan, yang jembutnya lebat&#8221;. &#8220;Napa om&#8221;. &#8220;Napsunya gede, sekarang kamu lagi masa subur gak&#8221;. &#8220;Iya om lagi subur, jangan kawatir ines bawa obatnya kok&#8221;. &#8220;Gak kawatir, cuma ngebayangin kaya apa liarnya kamu nanti, dah napsu besar ditambah lagi subur lagi, dobel besar napsu kamu ya&#8221;. Ngobrol vulgar seperti itu gak keganggu karena dah selesai makan dan pramugari dah ngambil semua peralatan makan minum.</p>
<p style="text-align: justify;">Gak lama kemudian lampu tanda menggunakan seatbelt menyala. Sebentar kemudian pesawat landing dengan mulus di bandara. Setelah mengambil bagasi, kamipun keluar bandara. Didepan dah tersedia kendaraan dari vila yang menjemput kami. &#8220;Bapak dan ibu masih ada yang mau dituju atau langsung ke vila&#8221;, tanya sopirnya. &#8220;Ke vila aja pak&#8221;, jawabku. Sesampai ke vila, front office menghandle cek in kami dengan sangat efektif, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami sudah ada didalem vila pesananku. Biar yipe 1bedroom tapi mewah fasilitasnya. Ruang tamu berisi sofa jok kulit, tv lcd 42 inch, dvd dan sound system. agak kedalem ada meja makan, pantri kering dan lemari es. Didalem lemari es ada buah dan soft drink, tersedia dispenser air panas dan dingin, semua dah termasuk harga sewa vila. Ada dapur kecil lengkap dengan gas oven, microwave oven dan coffee makernya, pokoknya mewah lah, tentunya tidak ketinggalan kopi, teh, gula, snack pun tersedia lengkap.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamar tidurnya pun mewah, dengan ranjang besar, seperangkat sofa, tv lcd ukuran 32 inch dan dvd dan soundsystem juga. Kamar mandinya dengan shower booth dan bath tub besar. Toileteriesnya pun tersedia lengkap, juga sepasang baju mandi dan handuk ukuran besar. Yang paling menarik perhatianku adalah pool yang ada dihalaman belakang, tertutup tembok dan dihiasi dengan pepohonan, gak tinggi tapi rimbun, penerangannya temaram, terutama di gazebo nya. lantainya luas dan tertutup matras. &#8220;Wah om, mewah banget ya&#8221;. &#8220;Makanya aku milih ke Seminyak Nes, kaya tinggak di rumah&#8221;. Mo berenang?&#8217;&#8221; &#8220;emangnya gak dingin om&#8221;. &#8220;Ya enggak lah, Seminyak kan gak jauh dari pantai, biasanya panas. Kamu bawa bikini gak&#8221;. &#8220;Bawa om, ines ganti bentar ya&#8221;. Aku memang membawa beberapa potong bikini yang minim. Ketika aku keluar hanya berbikini ria, dia sedang berbaring di matras di gazebo. Hanya mengenakan celana dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">ada sesuatu yang sangat menonjol di selangkangannya, besar dan panjang, sampe kepalanya nongol dibagian atas cdnya. Dia terbelalak memandangi bodiku yang hanya terbungkus bikini minim. &#8220;Nes, kamu merangsang sekali&#8221;. &#8220;om juga, kontol om gede en panjang banget ya, kepalanya sampe nongol gitu, dah keras banget ya ngacengnya&#8221;. Aku berbaring disebelahnya. Segera aku dipeluknya dan langsung bibirku diciumnya dengan penuh nafsu, terasa sekali bibirnya mengemut kedua bibirku. Aku menjulurkan lidahnya kedalam mulutnya dan segera dibelit dengan lidahnya dan diisapnya. Gantian dia menjulurkan lidahnya kedalam mulutku, yang segera kusambut dengan lilitan lidahku dan bales aku yang ngemut lidahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tangannya segera juga menuamber toketku yang masih terbungkus bra bikini dan diremasnya dengan gemas. Aku gak mau kalah, kontolnya yang sudah keras banget kuremas kepalanya yang nongol dari vagian atas cdnya, &#8220;Om keras banget ngacengnya&#8221;. Dia menguraikan ikatan braku dan melanjutkan meremas ke2 toketku bergantian, sembari tetap mengulum2 bibirku. Dari bibir, jilatannya pindah ke kuping dan tengkukku sembari memlintir2 pentilku yang sebentar saja sudah mengeras. aku menggeliat2 kegelian karena jilatan di kuping dan tengkukku serta pilinan di pentilku. Tak lama kemudian ciumannya turun ke pentilku, dijilat2 dulu kemudian diisep2 pelan2. aku makin menggeliat2 dan mulai melenguh, &#8220;Oooom, geli&#8221;. &#8220;Geli apa nikmat?&#8217; &#8220;Dua2nya om, aaah&#8230;&#8221;. Aku merasa ada rabaan di pahaku. Paha makin kukangkangkan karena aku tau pasti dia sedang ngelus2 pahaku. Aku jadi menggeliat2 karena rabaannya pada paha bagian dalam, “Aah”, erangku, karena napsuku makin naik. “Kenapa Nes, napsu ya”, katanya. “Tangan om nakal sih”, kataku terengah. elusannya makin lama makin naik ke atas. Kini tangannya mulai meraba dan meremes memekku dari luar cd bikiniku, Aku semakin terangsang karena ulahnya, “Aah om, ines makin napsu nih”, erangku. “Iya Nes, cd bikini kamu udah basah begini. Benerkan, Kamu ternyata napsunya besar ya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sapuan lidahnya turun keperutku, kepuserku, sehingga aku kembali menggeliat2 kegelian sambil melenguh gak putus2, &#8220;Aah oom, pinter amat seh ngerangsang napsunya Ines&#8221;. Dia makin nakal ulahnya, pahaku makin dikangkangkannya dan terasa hembusan napasnya yang hangat di pahaku. Dia mulai menjilati pahaku, dari bawah bergerak perlahan keatas sambil digigit2nya pelan. Aku menggigil menahan geli saat lidahnya menyelisuri pahaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Jilatannya kemudian mengarah kelutut, betis dan kakiku, makin membuat aku melenguh kegelian, &#8220;oom, aaah, geli oom&#8221;. jari2 kakiku dijilatinya, termasuk telapak kakiku, &#8220;oom, geli oom&#8221;, lenguhku berulang kali. Jilatannya kembali naik keatas, terus sampe ke CD ku. Dijilat2nya pinggiran CD ku dan disingkapnya CDku yang memang minim itu, jembutku berhamburan keluar, singkapannya makin lebar sehingga dia bisa menjilat2 it il ama lubang memekku. &#8220;Ooom, aaah&#8221;, kembali aku melenguh, kali ini saking nikmatnya. CD ku yang minim itu dengan mudah disingkirkan disingkirkan kesamping dan tak lama kemudian terasa lidahnya menghunjam ke memekku yang sudah sangat basah. Aku hanya pasrah saja atas perlakuannya, aku hanya bisa mengerang karena rangsangan pada memekku itu. Lidahnya menyusup ke dalam memekku dan mulai bergerak keatas. Aku makin mengejang ketika dia mulai menjilati it ilku. “Aah om, Ines sudah pengen dien tot”, aku mengerang saking napsunya.</p>
<p style="text-align: justify;">sementara tangannya masih aktif mengelus2 memekku dari luar CD ku. Terasa jarinya menyusup kedalam cdku lewat samping. Terasa sekali jarinya mengorek2 memekku mencari it ilku, setelah ketemu langsung saja dikilik2nya, menggantikan peran lidahnya. “Ooom…”, erangku. memekku menjadi makin basah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menghentikan aksinya, kembali memelukku dan mencium bibirku dengan napsunya. Lidahnya kembali menerobos bibirku dan mencari lidahku, segera aku bereaksi yang sama sehingga lidah kami saling membelit didalam mulutku. Pelukannya makin erat, Terasa ada sesuatu yang mengganjal diperutku, kontolnya rupanya sudah ngaceng berat seperti dugaanku. Tangannya mulai bergerak kebawah, meremas pantatku, sedang tangan satunya masih ketat mendekapku. Aku menggelinjang karena remasan dipantatku dan tekanan kontolnya yang ngaceng itu makin terasa diperutku. “Aah”, lenguhku sementara bibirku masih terus dikulumnya dengan penuh napsu juga. Lidahnya kemudian dikeluarkan dari mulutku, bibirku dijilati kemudian turun ke daguku. Tangannya bergeser dari pantatku ke arah memekku, “Aah”, kembali aku mengerang ketika jarinya kembali mengilik memekku dari luar cdku. Lidahnya mengarah ke leherku, dijilatinya sehingga aku menggeliat2 kegelian. Sementara itu jarinya sudah menyusup kembali ke dalam cdku lewat samping dan mulai mengelus2 memekku yang sudah sangat basah itu dan kemudian menjadikan it ilku sasaran berikutnya.Digerakkannya jarinya memutar menggesek it ilku. cdku ditariknya ikatannya sehingga lepas dan dia mulai menggarap memekku lagi. “Nes, jembut kamu lebat sekali, gak heran napsu kamu gede banget. Dikilik sebentar aja udah basah begini”, katanya sambil mengangkangkan pahaku lagi. Jembutku disingkirkannya dan langsung saja mulutnya menyosor memekku lagi. Bibir memekku diemutnya, lidahnya menyyusup masuk melalui bibir memekku. Tanpa sadar aku meremes2 rambutnya. Lidahnya mulai menjilati it ilku, perutku mengejang karena menahan kenikmatan rangsangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aah terus om, enak”, teriakku. Kepalanya kutekan sehingga menempel erat di memekku. Lidahnya makin seru saja mengilik memek dan it ilku. Cairan memekku diisepnya, itu membuatku makin melayang2. Ketika aku udah hampir nyampe, dia menghentikan aksinya, “Kenapa brenti”, protesku. “ines sudah ampir nyampe”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia melepas cdnya, benar dugaanku. Ternyata kontolnya besar dan panjang, bengkung keatas dan sudah ngaceng berat. Aku ditariknya bangun kemudian disuruh menelungkup dipinggir matras. Dia memposisikan dirinya dibelakangku, punggungku didorong sedikit sehingga aku menjadi lebih nungging. Pahaku digesernya agar lebih membuka. Aku menggelinjang ketika merasa ada menggesek2 memekku. memekku yang sudah sangat licin itu membantu masuknya kontol besarnya dengan lebih mudah. Kepala kontolnya sudah terjepit di memekku. Terasa sekali kontolnya sesek mengganjal di selangkanganku. “Aah, gede banget kontol om”, erangku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia diam saja, malah terus mendorong kontolnya masuk pelan2. Aku menggeletar ketika kontolnya masuk makin dalam. Nikmat banget rasanya kemasukan kontolnya yang besar idan bengkong tu. Pelan2 dia menarik kontolnya keluar dan didorongnya lagi dengan pelan juga, gerakan keluar masuk kontolnya makin cepat sehingga akhirnya dengan satu hentakan kontolnya nancep semua di memekku. “Aah, enak banget kontol om”, jeritku. “memekmu juga peret banget deh Nes. baru sekali aku ngerasain memek seperet memekmu”, katanya sambil mengenjotkan kontolnya keluar masuk memekku. “Huh”, dengusku ketika terasa kontolnya nancep semua di memekku, Terasa biji pelernya menempel ketat di pantatku. memekku terasa berdenyut meremes2 kontolnya yang nancep dalem sekali karena panjangnya. Tangannya yang tadinya memegang pinggulku mulai meremes toketku dengan gemesnya. Aku menjadi menggelinjang karenanya, sementara itu enjotan keluar masuk kontolnya makin dipercepat. Tubuhku makin bergetar merasakan gesekan kontolnya yang bengkon itu di memekku. “Enak om, enjotin yang keras, aah, nikmatnya. Ines mau deh om en tot tiap hari”, erangku gak karuan. Keluar masuknya kontolnya di memekku makin lancar karena cairan memekku makin banyak, seakan menjadi pelumas kontolnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menelungkup dibadanku dan mencium kudukku. Aku menjadi menggelinjang kegelian. Pinter banget dia merangsang dan memberi aku nikmat yang luar biasa. Toketku dilepaskannya dan tangannya menarik wajahku agar menengok ke belakang, kemudian bibirku segera diciumnya dengan napsunya. Lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku. Tangannya kembali meneruskan tugasnya meremes2 toketku. Sementara itu, kontolnya tetep dienjotkan keluar masuk dengan cepat dan keras. Jembutnya yang kasar dan lebat itu berkali2 menggesek pantatku ketika kontolnya nancep semuanya di memekku. Aku menjadi mengerang keenakan berkali2, ini menambah semangatnya untuk makin mgencar mengenjot memekku.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantatku mulai bergerak mengikuti irama enjotan kontolnya. Pantatku makin cepat bergerak maju mundur menyambut enjotan kontolnya sehingga rasanya kontolnya nancep lebih dalem lagi di memekku. “Terus om, enjot yang keras, aah nikmat banget deh dien tot om”, erangku. Dia makin seru saja mengenjot memekku dengan kontolnya. Aku tersentak. Perutku terasa kejang menahan kenikmatan yang luar biasa. Bibirku kembali dilumatnya, aku membalas melumat bibirnya juga, sementara gesekan kontolnya pada memekku tetep saja terjadi. Akhirnya aku tidak dapat menahan rangsangan lebih lama, memekku mengejang dan “Om, Ines nyampe aah”, teriakku. memekku berdenyut hebat mencengkeram kontolnya sehingga akhirnya, kontolnya mengedut mengecretkan pejunya sampe 5 semburan. Terasa banget pejunya yang anget menyembur menyirami memekku.</p>
<p style="text-align: justify;">kontolnya terus dienjotkan keluar masuk seiring ngecretnya pejunya. Akhirnya aku ambruk kematras dan dia menindihku. Napasku memburu, demikian juga napasnya. kontolnya terlepas dari jepitan memekku sehingga terasa pejunya ikut keluar mengalir di pahaku. Dia segera telentang dimatras supaya tidak menindih aku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nes, nikmat banget deh memek kamu, peret dan empotannya kerasa banget”, katanya.<br />
Dia bangun dan masuk ke vila, &#8220;Pindah kekamar yuk Nes&#8221;, ajaknya. Dengan malas, karena masih ngerasa nikmat akupun bangkit dan mengikutinya masuk kekamar. Dikamar aku telentang diranjang, sementara dia masuk ke kamar mandi. Terdengar grujukan air, dia rupanya sedang membersihkan dirinya, sementara aku masih saja telentang di ranjang menikmati sisa2 kenikmatan yang baru saja aku rasakan. Dia keluar dari kamar mandi, “kamu napsuin deh Nes, toket kamu gede dan kenceng, mana pentilnya gede lagi. sering diemut ya Nes”, katanya. Aku hanya tersenyum mendengar ocehannya. “Aku paling suka liat jembut kamu, lebat banget sih. Aku paling napsu ngeliat cewek kayak kamu ini, toketnya gede kenceng dan jembutnya lebat, nikmat banget dien totnya,” katanya lagi. Dia berbaring disebelahku dan memelukku, “Nes aku pengen lagi deh”, katanya. Aku kaget juga dengernya, baru aja ngecret udah napsu lagi, tapi aku suka lelaki kaya begini, udah kontolnya gede dan panjang, kuat lagi ngentotnya. Dia mulai menciumi leherku dan lidahnya menjilati leherku. Aku menggelinjang dan mulai terangsang juga. Bibirku segera diciumnya, lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku. Sementara itu tangannya mulai meremes2 toketku dengan gemes. Dia melepaskan bibirku tetapi lidahnya terus saja menjilati bibirku, daguku, leherku dan akhirnya toketku. Pentilku yang sudah mengeras dijilatinya kemudian diemutnya dengan rakus. Aku menggeliat2 karena napsuku makin memuncak juga. “Aah, om napsu banget sih, tapi Ines suka banget”, erangku. Toketku yang sebelah lagi diremes2nya dengan gemes. Jari2nya menggeser kebawah, keperutlu, Puserku dikorek2nya sehingga aku makin menggelinjang kegelian. Akhirnya jembutku dielus2nya, tidak lama karena kemudian jarinya menyusup melalui jembutku mengilik2 memekku. Pahaku otomatis kukangkangkan untuk mempermudah dia mengilik memekku. “Aah”, aku melenguh saking nikmatnya. Dia membalik posisinya sehingga kepalanya ada di memekku, otomatis kontolnya yang sudah ngaceng ada didekat mukaku. Sementara dia mengilik memek dan it ilku dengan lidahnya, kontolnya kuremes dan kukocok2, keras banget kontolnya. Kepalanya mulai kujilati dan kuemut pelan, lidahnya makin terasa menekan2 it ilku sehingga pantatku terangkat dengan sendirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Enggak lama aku mengemut kontolnya sebab dia segera membalikkan badannya dan menelungkup diatasku, kontolnya ditancapkannya di memekku dan mulai ditekennya masuk kedalam. Setelah nancep semua, mulai dia mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Bibirku kembali dilumatnya dengan penuh napsu, sementara itu terasa banget kontolnya mengisi seluruh ruang memekku sampe terasa sesek. Nikmat banget ngentot sama dia. Aku menggeliat2kan pantatku mengiringi enjotan kontolnya itu. Cukup lama dia mengenjotkan kontolnya keluar masuk, tiba2 dia berhenti dan mencabut kontolnya dari memekku. Dia turun dari ranjang dan duduk di kursi, aku dimintanya untuk duduk dipangkuannya mengangkang diantara kedua kakinya. Dia memelukku dengan erat. Aku sedikit berdiri supaya dia bisa mengarahkan kontolnya yang masih ngaceng itu masuk ke memekku. Aku menurunkan badanku sehingga sedikit2 kontolnya mulai ambles lagi di memekku. Aku menggeliat merasakan nikmatnya kontolnya mendesak masuk memekku sampe nancep semuanya. Jembutnya menggesek jembutku dan biji pelernya terasa menyenggol2 pantatku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mulai menaik turunkan badanku mengocok kontolnya dengan memekku. Dia mengemut pentilku sementara aku aktif bergerak naik turun. Nikmat banget, kayanya lebih nikmat dari tadi. “Aah om, enak banget deh, lebih nikmat dari yang tadi”, erangku sambil terus menurun naikkan badanku mengocok kontolnya yang terjepit erat di memekku. memekku mulai berdenyut lagi meremes2 kontolnya, gerakanku makin liar, aku berusaha menancepkan kontolnya sedalam2nya di memekku sambil mengerang2.</p>
<p style="text-align: justify;">Tangannya memegang pinggulku dan membantu agar aku terus mengocok kontolnya dengan memekku. Aku memeluk lehernya supaya isa tetep mengenjot kontolnya, denyutan memekku makin terasa kuat, dia juga melenguh saking nikmatnya’ “Nes, empotan memekmu kerasa banget deh, mau deh aku ngentot ama kamu tiap hari”.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aku gak bisa menahan rangsangan lebih lama dan “Om, Ines nyampe, aah”, teriakku dan kemudian aku terduduk lemas dipangkuannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hebatnya dia belum ngecret juga, kayanya ronde kedua membuat dia bisa ngentot lebih lama. “Cape Nes”, tanyanya tersenyum sambil terus memelukku. “He eh”, jawabku singkat. Pelan dia mengangkat badanku dari pangkuannya sehingga aku berdiri, kontolnya lepas dari jepitan memekku. kontolnya masih keras dan berlumuran cairan memekku. Kembali aku dimintanya nungging dipinggir ranjang, doyan banget dia dengan doggie style.</p>
<p style="text-align: justify;">aku sih oke aja dengan gaya apa saja karena semua gaya juga nikmat buat aku. Dia menjilati kudukku sehingga aku menggelinjang kegelian, perlahan jilatannya turun ke punggung. Terus turun ke pinggang dan akhirnya sampe dipinggulku. Otot perutku terasa tertarik karena rangsangan jilatan itu. Mulutnya terus menjilati, yang menjadi sasaran sekarang adalah pantatku, diciuminya dan digigitnya pelan. Apalagi saat lidahnya mulai menyapu daerah sekitar lubang pantatku. Geli rasanya. Jilatannya turun terus kearah memekku, kakiku dikangkangkannya supaya dia bisa menjilati memekku dari belakang, Aku lebih menelungkup sehingga pantatku makin menungging dan memekku terlihat jelas dari belakang. Dia menjilati memekku, sehingga kembali aku berteriak2 minta segera dien tot, “Om nakal deh, ayo dong Ines cepetan dien totnya”. Dia berdiri dan memposisikan kontolnya dibibir memekku dan dienjotkannya kedalam dengan keras sehingga nancep semua dengan sekali enjotan. Dia mulai mengenjot memekku dengan kontolnya, makin lama makin cepat. Aku kembali menggeliat2kan pantatku mengimbangi enjotan kontolnya dimemekku. Jika dia mengejotkan kontolnya masuk aku mendorong pantatku kebelakang sehingga menyambut kontolnya supaya nancep sedalam2nya di memekku. Toketku berguncang2 ketika dia mengenjot memekku. Dia meremes2 toketku dan memlintir2 pentilnya sambil terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk. “Terus om, nikmat banget deh”, erangku lagi. Enjotan berjalan terus, sementara itu aku mengganti gerakan pantatku dengan memutar sehingga efeknya seperti meremes kontolnya. Dengan gerakan memutar, it ilku tergesek kontolnya setiap kali dia mengenjotkan kontolnya masuk. Denyutan memekku makin terasa keras, diapun melenguh, “Nes, nikmat banget empotan memek kamu”. Akhirnya kembali aku kalah, aku nyampe lagi dengan lenguhan panjang, “Aah nikmatnya, Ines nyampeee”.Otot perutku mengejang dan aku ambruk ke ranjang karena lemesnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku ditelentangkan di ranjang dan segera dia menaiki tubuhku yang sudah terkapar karena lemesnya. Pahaku dikangkangkannya dan segera dia menancapkan kembali kontolnya di memekku. kontolnya dengan mudah meluncur kedalam sehingga nancep semuanya karena memekku masih licin karena cairan yang berhamburan ketika aku nyampe. Dia mulai mengenjotkan lagi kontolnya keluar masuk. Hebat sekali staminanya, kayanya gak ada matinya ni orang. Aku hanya bisa terkapar menikmati sisa kenikmatan dan rangsangan baru dari enjotan kontolnya. Dia terus mengejotkan kontolnya dengan cepat dan keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia kembali menciumi bibirku, lherku dan dengan agak membungkukkan badan dia mengemut pentilku. Sementara itu enjotan kontolnya tetap berlangsung dengan cepat dan keras. Aku agak sulit bergerak karena dia agak menindih badanku, keringatku sudah bercampur aduk dengan keringatnya. Enggak tau sudah berapa lama dia mengentoti ku sejak pertama tadi. Dia menyusupkan kedua tangannya kepunggungku dan menciumku lagi. kontolnya terus saja dienjotkan keluar masuk. Perutku mengejang lagi, aku heran juga kok aku cepet banget mau nyampe lagi dien tot dia. Aku mulai menggeliatkan pantatku, kuputar2 mengimbangi enjotan kontolnya. memekku makin mengedut mencengkeram kontolnya, pantatku terkadang terangkat menyambut enjotannya yang keras, sampe akhirnya, “terus om, yang cepet, Ines udah mau nyampe lagi”, teriakku. Dia dengan gencarnya mengenjotkan kontolnya keluar masuk dan, “Aah Ines nyampe lagi”, aku berteriak keenakan. Berbarengan dengan itu terasa sekali semburan pejunya yang kuat di memekku. Diapun ngecret dan ambruk diatas badanku. Kami sama2 terkulai lemes, lebih2 aku karena aku udah nyampe 3 kali sebelum dia akhirnya ngecret dimemekku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Om kuat banget deh ngentotnya, mana lama lagi. Nikmat banget ngentot ama om. Kapan om ngentotin Ines lagi”, kataku. Dia tersenyum mendengar sanjunganku. “Kalo ada kesempatan ya aku sih mau aja ngentotin kamu. memek kamu yang paling nikmat dari semua cewek yang pernah aku en tot”, jawabnya memuji. Tak lama kemudian aku terlelap karena lemes, tapi yang lebih penting karena nikmat luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Paginya aku terbangun karena ada ciuman lembut dibibirku. &#8220;Nyenyak banget bobonya Nes, cape ya&#8221;. &#8220;Iya, om sih nakal&#8221;, kataku manja. &#8220;Tapi nikmat kan, mau lagi gak?&#8217;. &#8220;Ya mau lah om, dikasi nikmat kok gak mau&#8221;. &#8220;Mau sarapan roti apa sarapan kontol&#8221;. &#8220;Sarapan kontol dulu lah om&#8221;. Dia lalu berbaring telentang di ranjang, lalu aku yang berinisiatif mulai. Aku jongkok di atasnya dan menciumi nya, tangannya mengusap-usap punggungku.</p>
<p style="text-align: justify;">Bibirnya kukulum, ”Hmmmhh… hmmhhh…” dia mendesah-desah. Setelah puas melumat bibir dan lidahnya, aku mulai bergerak ke bawah, menciumi dagunya, lalu lehernya. makin kebawah lalu kuciumi dadanya. “Hmmmhhh… aduh Nes enak ..” rintihnya. Dia terus mendesah sementara aku mulai menciumi perutnya, lalu pusarnya, sesekali dia berteriak kecil kegelian. Akhirnya kontolnya yang sudah ngaceng berat kupegang dan kukocok2, “Ahhhhh… Hhhh…. Hmmhmh… Ohhh Nes…” dia cuman bisa mendesah doang. kontolnya langsung kukenyot-kenyot, sementara dia meremas-remas rambutku saking enaknya, “Ehmm… Ehmm…” Mungkin sekitar 5 menitan aku ngemut kontolnya, kemudian aku bilang, “Om… sekarang giliran om yach?” Dia cuma tersenyum, lalu bangkit sedangkan aku sekarang yang ganti tiduran. Dia mulai nyiumin bibirku. kemudian mulai menciumi leherku sementara tangannya meraba-raba toketku dan diremasnya. “Hmhmhhm… Hmhmhmh…” ganti aku yang mendesah keenakan. Apalagi ketika dia menjilati pentilku yang tebal dan berwarna coklat tua. Setelah puas melumat pentilku bergantian, dia mulai menjilati perutku dan kemudian langsung menciumi memekku dengan penuh napsu, otomatis pahaku mengangkang supaya dia bisa mudah menjilati memek dan it ilku. “Ahh.. Ahhhh…” aku mengerang dan mendesah keras keenakan. Sesekali kudengar “slurrp… slurrp…” dia menyedot memekku yang sudah mulai basah itu. ”Ahhhh… om… Enak …” desahan ku semakin keras saja karena merasa nikmat, seakan tidak peduli kalau terdengar orang di luar. Napsuku sudah sampe ubun2, dia kutarik untuk segera menancapkan kontol besarnya di memekku yang sudah gatel sekali rasanya, pengen digaruk pake kontol.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelan-pelan dia memasukkan kontolnya ke dalam memekku. dengan satu enjotan keras dia menancapkan seluruh kontolnya dalam memekku. “Uh… uhhh…. Ahhhhhhh…nikmat banget om” desahku ketika dia mulai asyik menggesek-gesekkan kontolnya dalam memekku. Aku menggoyang pinggulku seirama dengan keluar masuknya kontolnya di memekku. Dia mempercepat gerakannya. Gak lama dienjot aku sudah merasa mau nyampe, “Ah…om…INes sepertinya mau… ahhh…” dia malah mempergencar enjotan kontolnya dimemekku, “Bareng nyampenya ya Nes, aku juga dah mau ngecret”, katanya terengah. Enjotan kontolnya makin cepat saja, sampe akhirnya, “Om, Ines nyampe aah”, badanku mengejang karena nikmatnya, terasa memekku berdenyut2 meremas kontolnya sehingga diapun menyodokkan kontolnya dengan keras, “Nes, aku ngecret aah”, terasa semburan pejunya yang deres dimemekku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia terkapar lemes diatas badanku, demikian pula aku. Setelah istirahat sejenak, dia mencabut kontolnya , mengajakku membersihkan diri dan sarapan yang beneran. Aku mengontak front office untuk mengarrange one day tour. Karena sudah kesiangan, yang ada hanya city tour saja, half day lagi. Dia setuju saja dengan hal itu, tak lama kemudian kami meluncur dalam bus yang membawa kami mengiktui tour, walaupun namanya city tour, tapi objek wisata yang dikunjungi adalah sekitar daerah Seminyak.</p>
<p style="text-align: justify;">Malemnya, setelah makan malam kembali aku digelutinya. Dia benar2 melampiaskan napsunya padaku, malem itu kembali aku dien totnya dengan penuh napsu, karena lelah akibat bertempur malam sebelumnya ditambah dengan ikut tour, aku hanya dijatah sekali. Ya gak apa seh, karena aku sendiri juga dah lemes . Kulihat dia minum supplemen, biar kuat menggarap aku besok pagi sampe menjelang waktu cek out, katanya. aku sih enjoy saja, menikmati kontol besarnya keluar masuk memekku berkali2, sampe aku lemes saking nikmatnya. Benar2 liburan yang luar biasa nikmatnya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/liburan-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cewek Surabaya Malu-Malu Kucing</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/cewek-surabaya-malu-malu-kucing/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/cewek-surabaya-malu-malu-kucing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 04:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3685</guid>
		<description><![CDATA[Biasalah daun muda malu-malu kucing tapi ntar kalau sudah sekali ngentot pasti binal nih cewek.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Biasalah daun muda malu-malu kucing tapi ntar kalau sudah sekali ngentot pasti binal nih cewek.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/cewek-surabaya-malu-malu-kucing/cewek-surabaya-malu-malu-1/" rel="attachment wp-att-3686"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3686" title="cewek-surabaya-malu-malu-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/cewek-surabaya-malu-malu-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/cewek-surabaya-malu-malu-kucing/cewek-surabaya-malu-malu-2/" rel="attachment wp-att-3687"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3687" title="cewek-surabaya-malu-malu-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/cewek-surabaya-malu-malu-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/cewek-surabaya-malu-malu-kucing/cewek-surabaya-malu-malu-3/" rel="attachment wp-att-3688"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3688" title="cewek-surabaya-malu-malu-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/cewek-surabaya-malu-malu-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/cewek-surabaya-malu-malu-kucing/cewek-surabaya-malu-malu-4/" rel="attachment wp-att-3689"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3689" title="cewek-surabaya-malu-malu-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/cewek-surabaya-malu-malu-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/cewek-surabaya-malu-malu-kucing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Adek Ipar</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-adek-ipar/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-adek-ipar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 06:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[ayu]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[cerita porno]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3682</guid>
		<description><![CDATA[Aku punya adik ipar, Ayu namanya. Orangnya cantik, masi di SMU. Bodinya proporsional, gak toge tapi tocil juga enggak. Pinggulnya rada gede juga sehingga kalo liat dia jalan pake jins ketat dari blakang, goyangan pantatnya merangsang juga. Yang lebi merangsang lagi, Ayu punya kumis halus diatas bibir mungilnya. Pasti jembutnya rimbun deh, dan yang lebi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku punya adik ipar, Ayu namanya. Orangnya cantik, masi di SMU. Bodinya proporsional, gak toge tapi tocil juga enggak. Pinggulnya rada gede juga sehingga kalo liat dia jalan pake jins ketat dari blakang, goyangan pantatnya merangsang juga. Yang lebi merangsang lagi, Ayu punya kumis halus diatas bibir mungilnya. Pasti jembutnya rimbun deh, dan yang lebi penting lagi napsunya besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku gak tau napa kok dia dikirim ortunya ke tempat kakaknya (istriku) untuk melanjutkan sekolahnya, padahal dia baru kelas 1. Biasanya kalo dah lulus SMU ya mo nerusin skolah pindah bisa dimengerti. Aku gak banyak nanya ke istri tentang kepindahan Ayu kerumahku. Yang aku tau, Ayu tu bukan adik kandung istri tapi dia diangkat anak oleh mertuaku sejak kecil, dan sudah dianggap sebagai anak sendiri. Istriku kerja sebagai tenaga marketing suatu perusahan asing sehingga sering sekali mendapat tugas keluar kota, sedang aku bekerja sebagai konsultan freelance, sehingga banyak melakukan pekerjaan dari rumah saja. Ketempat klien kalo diperlukan saja. Ya gak apa si, itung2 aku jadi penunggu rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Makanya aku seneng banget ketika Ayu tinggal dirumahku. Aku membantu mengurus kepindahan Ayu ke SMU yang deket dengan rumahku, repot juga birokrasinya, tapi dengan sedikti pelicin semuanya akhirnya beres dan Ayu diterima disekolah tersebut dan boleh langsung masuk. Baru 2 hari Ayu dirumah, istriku dapet tugas keluar kota lagi ke Sulawesi sehingga makan waktu 2 mingguan. Ya namanya tugas, harus dilaksanakan, baeknya kami belon punya anak, sehingga aku gak repot kalo ditinggal2 seperti itu. aku terbiasa mengurus rumahtangga, karena sejak dulu aku selalu hidup sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Sore itu, Ayu aku ngajak ngobrol di sofa. Dia pake celana pendek yang pendek banget dan tanktop, kayanya gak pake bra, sehingga toketnya bergerak mengikuti gerakan badannya. Merangsang juga ni anak. Aku nanya kenapa kok dia pindah ketempatku. &#8220;Mangnya mas gak tau ya&#8221;, kata Ayu. &#8220;Aku gak nanya kakakmu Yu, dia juga gak crita apa2 ke aku, cuma bilang kamu mo pindah skolah kesini ja&#8221;. &#8220;ayu malu ni mas critanya&#8221;. &#8220;Napa malu, aku kan masmu sendiri&#8221;. &#8220;aku maen ma om tetangga rumah mas&#8221;.<br />
<span id="more-3682"></span><br />
&#8220;Wah, enak dong si om dapetin kamu&#8221;. &#8220;Ah mas, Ayu serius ni&#8221;. &#8220;Ya terus?&#8221; &#8220;Si om juga yang mrawanin Ayu, tapi enak, makanya Ayu jadi ketagihan terus deh maen ma si om&#8221;. &#8220;Kamu maennya dimana Yu&#8217;. &#8220;Mula2 dirumah si om, waktu tantenya lagi pergi. Dah gitu suka janjian ketemuan di mal, trus cek in ke motel, waktu ayu pulang skolah&#8221;. &#8220;maennya brapa ronde kalo dimotel&#8221;. &#8220;Karna gak bisa lama2 ya cuma 2 ronde, kan mesti pulang sore Ayu nya&#8221;. &#8220;Gak perna sampe nginep ya Yu&#8221;. Perna mas, si om bohong ma tante katanya mo pergi keluar kota, padahal cek in ma Ayu di hotel semalem. Ayu bilang ma bonyok nginep dirumah temen. Wah si om napsu banget maennya dihotel, ampe 4 ronde mas&#8221;. &#8220;Wah mas jadi kringeten neh ngebayangin Ayu maen ma si om&#8221;. &#8220;Kok ngebayangin si mas&#8221;. &#8220;La iya lah, kamu critanya napsuin gitu&#8221;. &#8220;Trus mas ngaceng ya&#8221; &#8220;La iya lah, lelaki mana yang gak ngaceng kalo dengerin Ayu crita lagi maen. Trus kenapa kok Ayu disuru ketempat mas ma kakak?&#8221; &#8220;Ketauan juga mas ma bonyok. Ada yang bilang dia liat Ayu ma si om gandengan di ml. Ya udah deh, Ayu gak bisa ngelit lagi. Heboh juga karena bonyok mengcounter si om. Baiknya bisa didamein, tadinya bokap mo bawa kasus ini ke polisi segala. Baeknya enggak&#8221;. &#8220;Kadung malu, makanya Ayu disuru ke tempat mas ma kakak. Mas masi kringeten?&#8221; tanyanya sambil tertawa, manis sekali ni akan, seksi lagi cuma celana pendek banget dan tanktop tanpa bra. &#8220;Mas, dah nikah segini lama kok gak punya anak si, mas gak bisa ya&#8221;. &#8220;Enak aja, mo mas buktiin ma kamu kalo mas bisa?&#8221; jawabku membuka front. &#8220;Mangnya mas brani ngelakuin ma Ayu?&#8221; &#8220;Napa enggak, kalo Ayunya mau tapi&#8221;. Ayu diem saja. &#8220;Mau gak Yu, aku si mau banget lo&#8221;. &#8220;Gak enak ma kakak mas&#8221;. &#8220;Ya tapi kakakmu tu kerjanya kluar kota terus, mas ditinggal sendiri terus, gimana mo bikin anak kan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kacian, mas kesepian ya, kan skarang ada Ayu yang nemenin&#8221;. Dia duduk merapat ke aku. &#8220;Mau ya Yu&#8221;, kataku sambil mengelus pipiku. Ayu noleh ke aku, aku tidak menyia2kan kesempatan ini, perlahan tapi pasti aku mengecup bibir mungilnya. Ayu membiarkan aku mengulum2 bibirnya, kemudian ciuman kuarahkan ke lehernya, terus menyusur kepipinya. Tubuhnya bergeser makin merapat, bibirnya kulumat lagi dengan lembut. Sambil kunikmati lidahnya yang menjelajah di mulutku, tangan kuslusupkan kedalam tanktopnya dan meremas lembut toketnya yang masih terbungkus bra. Ohh.., toketnya ternyata tercakup seluruhnya dalam tanganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ayu rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak napsunya, padahal baru awal pemanasan. &#8220;Kamu dah pengen ya Yu&#8221;. &#8220;Iya mas, dah lama rasanya ayu gak ngerasain nikmat lagi&#8221;. &#8220;Mau kan aku kasi kenikmatan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mau banget mas&#8221;. Bibirku mulai meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan tanktopnya, lehernya kukecup, kujilat kadang kugigit lembut. Sambil tanganku terus meremas-remas toketnya. Kemudian tanganku menjalar ke punggungnya dan melepas kaitan branya sehingga toketnya bebas dari penutup. Bibirku terus menelusur di permukaan kulitnya. Dan mulai pentil kirinya tersentuh lidahku dan kuhisap. Terus pindah ke pentil kanan. Kadang-kadang seolah seluruh toketnya akan kuhisap. Dan tangan satuku mulai turun dan memainkan pusernya, membuat ayu merasa geli tapi nikmat, napsunya makin berkobar karena elusan tanganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian tanganku turun lagi dan menjamah selangkangannya. memeknya yang pasti sudah basah sekali. Lama hal itu kulakukan sampai akhirnya aku kemudian membuka ristsluiting celana pendeknya dan menarik celananya ke bawah. Tinggalah CD mininya yang tipis yang memperlihatkan jembutnya yang lebat, saking lebatnya jembutnya muncul di kiri kanan dan dibagian atas dari cd mini itu. jembutnya lebih terlihat jelas karena CDnya sudah basah karena cairan memeknya yang sudah banjir. Kubelai celah memeknya dengan perlahan. Sesekali jariku menyentuh i tilnya&#8217; karena ketika dielus pahanya otomatis mengangkang agar aku bisa mengakses daerah memeknya dengan leluasa. kemudian CDnya yang sudah basah itu kulepaskan. Ayu mengangkat pantatnya agar aku bisa melepas pembungkus tubuhnya yang terakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">Jariku mulai sengaja memainkan i tilnya. Dan akhirnya jariku itu masuk ke dalam memeknya. bibirku terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali kuhisap dan terus menjalar ke perutnya. Dan akhirnya sampailah ke memeknya. Kali ini kucium jembutnya yang lebat dan bibir memeknya kubuka dengan dua jari. Dan akhirnya kembali memeknya kumainkan dengan bibirku, kadang bibirnya kuhisap, kadang i tilnya, akhirnya lidahku masuk di antara kedua bibir memeknya sambil menghisap i tilnya. Hanya dalam beberapa menit ayu benar-benar tak tahan. Dan.. Ayu mengejang dan dengan sekuatnya ayu berteriak sambil mengangkat pantatnya supaya merapatkan i tilnya dengan mulutku, dia meremas-remas rambutku. Aku terus mencumbu memeknya, belum puas aku memainkan memeknya hingga napsunya bangkit kembali dengan cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mas, Ayu sudah pengen dientot.&#8221; katanya memohon sambil membuka pahanya lebih lebar. Aku pun bangkit, mengangkat badannya yang sudah lemes dan kubawa ke kamar. Ayu kubaringkan di ranjang dan aku mulai membuka baju, kemudian celana. Ayu terkejut melihat kontolku yang besar dan panjang nongol dari bagian atas CDku. Kemudian aku juga melepas CDku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mas, gede banget kontol mas, mana panjang lagi&#8221;. &#8220;Mana gedean ma si om?&#8221; &#8220;gedean mas lah&#8221;. Sementara itu ayu terbaring menunggu. kontolku yang besar dan panjang dan sudah maksimal ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut. Ayu merinding apakah muat kontol segitu besarnya di memeknya. Dan saat aku pelan-pelan menindihnya, ayu membuka pahanya makin lebar, rasanya tidak sabar memeknya menunggu masuknya kontolku yang extra gede itu. Ayu pejamkan mata. Aku mulai mendekapnya sambil terus mencium bibirnya, bibir memeknya mulai tersentuh ujung kontolku. Sebentar kuusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir memeknya terdesak menyamping. Terdesak kontol besarku itu. Ohh, benar benar kurasakan penuh dan sesak liang memeknya dimasuki kontolku. Ayu menahan nafas. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk kontolku. Ayu mendesah tertahan karena rasa yang luar biasa nikmatnya. Terus.. Terus..Akhirnya ujung kontolku menyentuh bagian dalam memeknya, maka secara refleks Ayu merapatkan pahanya, aku terus menciumi bibir dan lehernya. Dan tanganku tak henti-henti meremas-remas toketnya. kontol besarku mulai kuenjotkan halus dan pelan. supaya ayu tidak kesakitan. Ayu benar benar cepat terbawa ke puncak nikmat yang belum pernah dia alami. Nafasnya cepat sekali memburu, terengah-engah. Ayu benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan kontol besar ku. Maka hanya dalam waktu yang singkat ayu makin tak tahan. aku tahu bahwa ayu semakin hanyut. Maka makin gencar aku melumat bibir dan lehernya, dan remasan di toketnya makin kuat. Dengan tusukan kontolku yang agak kuat dan kupepet i tilnya dengan menggoyang goyangnya, ayu menggelepar, tubuhnya mengejang, tangannya mencengkeram kuat-kuat sekenanya. memeknya menegang, berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar puncak kenikmatan yang belum pernah dia alami. ayu benar benar menerima kenikmatan yang luar biasa. Ayu tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan dan kenikmatan. &#8220;Mas, Ayu nyampe maas&#8221;, teriaknya. Setelah selesai, pelan pelan tubuhnya lunglai, lemas. dua kali ayu nyampe dalam waktu relatif singkat, aku membelai rambutnya yang basah keringatan. Dia membuka matanya, aku tersenyum dan menciumnya lembut sekali, tak henti hentinya toketnya kuremas-remas pelan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba tiba, serangan cepat bibirku melumat bibirbya kuat dan diteruskan ke leher serta tanganku meremas-remas toketnya lebih kuat. Napsunya naik lagi dengan cepat, saat kembali aku mengenjotkan kontolku semakin cepat. Uhh, sekali lagi ayu nyampe, yang hanya selang beberapa menit, dan kembali ayu berteriak lebih keras lagi. Aku terus mengenjotkan kontolku dan kali ini aku ikut menggelepar, wajahku menengadah. Satu tanganku mencengkeram lengannya dan satunya menekan toketnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayu makin meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan diikuti semburan peju yang kuat di dalam memeknya, menyembur berulang kali. Oh, terasa banyak sekali peju kental dan hangat menyembur dan memenuhi memeknya, hangat sekali dan terasa sekali peju yang keluar seolah menyembur seperti air yang memancar kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah selesai, aku memiringkan tubuh dan tanganku tetap meremas lembut toketnya sambil mencium wajahnya. Ayu senang dengan perlakuanku terhadapnya. &#8220;Yu, kamu luar biasa, memekmu peret dan nikmat sekali&#8221;, pujiku sambil membelai dadanya. &#8220;Mas juga hebat. Bisa membuat Ayu nyampe beberapa kali, dan baru kali ini Ayu bisa nyampe dan merasakan kontol raksasa. Hihi..&#8221; &#8220;Jadi kamu suka dengan kontolku?&#8221; godaku sambil menggerakkan kontolku dan membelai belai wajahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya mas, kontol mas nikmat, besar, panjang dan keras banget&#8221; jawabnya jujur. &#8220;Enak mana mas, ngen totin kakak apa ngen totin Ayu&#8221;. &#8220;Nikmat ma kamu Yu, memek kamu peret banget&#8221;. &#8220;Mangnya memek kakak gak perert, kan kakak belon punya anak&#8221;. &#8220;Gak tau deh, aku puas banget ngen totin kamu&#8221;. &#8220;Ya udah, mas ngen totin Ayu ja kalo kakak kluar kota&#8221;. Aku tidak langsung mencabut kontolku, tapi malah mengajak mengobrol sembari kontolku makin mengecil. Dan tak henti-hentinya aku mencium, membelai rambutnya dan yang paling aku suka membelai toketnya. Ayu merasakan pejuku yang bercampur dengan cairan memeknya mengalir keluar. Setelah cukup mengobrol dan saling membelai, pelan-pelan kontol kucabut sambil menciumnya lembut sekali. Benar benar ayu terbuai dengan perlakuanku. Ayu tertidur dalam pelukanku, sepertinya dia merasa nyaman dan benar-benar terpuaskan dan merasakan apa yang selama ini hanya dibayangkan saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayu bangun masih dalam pelukanku. &#8220;Kamu tidur nyenyak sekali, Yu&#8221;, kataku sambil membelai rambutnya. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Aku lalu mengajaknya mandi. Kubimbing ayu ke kamar mandi, saat berjalan ayu merasa masih ada yang mengganjal memeknya dan ternyata masih ada peju yang mengalir di pahanya, saking banyaknya aku mengecretkan peju di dalam memeknya. Dalam bathtub yang berisi air hangat, ayu duduk di atas pahaku. Aku mengusap-usap menyabuni punggungnya, dan ayupun menyabuni punggungku. Aku memeluknya sangat erat hingga dadaku menekan toketnya. Sesekali ayu menggeliatkan badannya sehingga pentilnya bergesekan dengan dadaku yang dipenuhi busa sabun. pentilnya semakin mengeras. Pangkal pahanya yang terendam air hangat tersenggol2 kontolku. Hal itu menyebabkan napsunya mulai berkobar kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayu kutarik sehingga menempel lebih erat ke tubuhku. Aku menyabuni punggungnya. Sambil mengusap-usapkan busa sabun, tanganku terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Aku mengusap-usap pantatnya dan kuremasnya. kontolku pun mulai ngaceng ketika menyentuh memeknya. Terasa bibir luar memeknya bergesekan dengan kontolku. Dengan usapan lembut, aku terus menyusuri pantatnya. Aku mengusap beberapa kali hingga ujung jariku menyentuh lipatan daging antara lubang pantat dan memeknya. &#8220;Mas nakal!&#8221; desahnya sambil menggeliat mengangkat pinggulnya. Walau tengkuknya basah, ayu merasa bulu roma di tengkuknya meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir dari memeknya. Ayu menggeliatkan pinggulnya. Aku mengecup lehernya berulang kali sambil menyentuh bagian bawah bibir memeknya. Tak lama kemudian, tanganku semakin jauh menyusur hingga akhirnya mengusap2 lipatan bibir luar memeknya. Aku berulang kali mengecup lehernya. Sesekali kujilat, sesekali kugigit dengan gemas. &#8220;Aarrgghh.. Sstt.. Sstt..&#8221; rintihnya berulang kali. Lalu ayu bangkit dari pangkuanku. Ayu tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi ketika berdiri, kedua lututnya terasa goyah. Dengan cepat aku pun bangkit berdiri dan segera membalikkan tubuhnya. Aku tak ingin ayu terjatuh. Aku menyangga punggungnya dengan dadaku. Lalu kuusapkan kembali cairan sabun ke perutnya. Aku menggerakkan tangan keatas, meremas dengan lembut kedua toketnya dan pentilnya kujepit2 dengan jempol dan telunjuk. Pentil kiri dan kanan kuremas bersamaan. Lalu aku mengusap semakin ke atas dan berhenti di lehernya. &#8220;Mas, lama amat menyabuninya&#8221; rintihnya sambil menggeliatkan pinggulnya. Ayu merasakan kontolku semakin keras dan besar. Hal itu dapat dirasakannya karena kontolku makin dalam terselip di pantatnya. Tangan kirinya segera meluncur ke bawah, lalu meremas biji pelerku dengan gemas. Aku menggerakkan telapak kanan ke arah pangkal pahanya. Sesaat aku mengusap usap jembut lebatnya, lalu mengusap memeknya berulang kali. Jari tengahku terselip di antara kedua bibir luar memeknya. Aku mengusap berulang kali. i tilnya pun menjadi sasaran usapanku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aarrgghh..!&#8221; rintihnya ketika merasakan kontolku makin kuat menekan pantatnya. Ayu merasa lendir membanjiri memeknya.Ayu jongkok agar memeknya terendam ke dalam air. Dibersihkannya celah diantara bibir memeknya dengan mengusapkan 2 jarinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika menengadah ayu melihat kontolku telah berada persis didepannya. kontolku telah ngaceng berat. &#8220;Mas, kuat banget sih, baru aja ngecret di memek Ayu sekarang sudah ngaceng lagi&#8221;, katanya sambil meremas kontolku, lalu diarahkan ke mulutnya. Dikecupnya ujung kepala kontolku. Tubuhku bergetar menahan nikmat ketika ayu menjilati kepala kontolku. Aku meraih bahunya karena tak sanggup lagi menahan napsu. Setelah ayu berdiri, kaki kirinya kuangkat dan kuletakkan di pinggir bath tub. Ayu kubuat menungging sambil memegang dinding di depannya dan aku menyelipkan kepala kontolku ke celah di antara bibir memeknya. &#8220;Argh, aarrgghh..,!&#8221; rintihnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menarik kontolku perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Bibir luar memeknya ikut terdorong bersama kontolku. Perlahan-lahan menarik kembali kontolku sambil berkata &#8220;Enak Yu?&#8221; &#8220;Enaak banget mas&#8221;. Aku mengenjotkan kontolku dengan cepat sambil meremas bongkah pantatnya dan tanganku satunya meremas toketnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aarrgghh..!&#8221; rintihnya ketika merasakan kontolku kembali menghunjam memeknya. Ayu terpaksa berjinjit karena kontolku terasa seolah membelah memeknya karena besarnya. Terasa memeknya sesek kemasukan kontolku yang besar dan panjang itu. Aku dengan erat mememegang pinggulnya dan mengenjotkan kontolku keluar masuk dengan cepat dan keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Terdengar &#8216;cepak-cepak&#8217; setiap kali pangkal pahaku berbenturan dengan pantatnya. &#8220;Aarrgghh.., aarrgghh..! Mas.., Ayu nyampe..!&#8221; Ayu lemas ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya. Aku juga tidak dapat menahan pejuku lebih lama lagi. &#8220;Aarrgghh.., Yu&#8221;, kataku sambil menghunjamkan kontolku sedalam-dalamnya. &#8220;Mas.., sstt, sstt..&#8221; katanya karena berulangkali merasa tembakan pejuku dimemeknya. &#8220;Aarrgghh.., Yu, enaknya!&#8221; bisikku ditelinganya. &#8220;Mas.., sstt.., sstt..! Nikmat sekali ya dientot mas&#8221;, jawabnya karena nikmat ketika dia nyampe. aku masih mencengkeram pantatnya sementara kontolku masih nancep dimemeknya. Beberapa saat kami diam di tempat dengan kontolku yang masih menancap di memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian aku membimbingnya ke shower, menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air hangat. Setelah selesai aku keluar duluan, sedang ayu masih menikmati shower. Selesai dengan rambut yang masih basah dan masih bertelanjang bulat, ayu keluar dari kamar mandi. Aku sudah menyiapkan makan seadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayu kupersilakan minum dan makan sambil mengobrol, dan diiringi lagu lembut. Setelah makan, aku lalu memintanya duduk di pangkuanku. Ayu menurut saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil mengobrol, ayu kumanja dengan belaian. Kuraih dagunya, dan kucium bibirnya dengan hangatnya, ayu mengimbangi ciumanku. selanjutnya aku mulai meremas-remas lembut toketnya, kemudian menelusuri antara dada dan pahanya. ayu sadar bahwa sesuatu yang dia duduki terasa mulai agak mengeras. Ohh, langsung ayu bangkit. Ayu bersimpuh di depanku, kontolku sudah mulai ngaceng, walau masih belum begitu mengeras. Kepala kontolku sudah mulai sedikit mencuat keluar dari kulupnya lalu diraih,dibelai dan kulupnya ditutupkan lagi. sebelum penuh ngacengnya langsung ayu mengulum kontolku. Ayu memainkan kulup kontol yang tebal dengan lidahnya. Ditariknya kulup ke ujung, membuat kepala kontolku tertutup kulupnya dan segera dikulum, dimainkan kulupku dengan lidahnya dan diselipkannya lidahnya ke dalam kulupku sambil lidahnya berputar masuk di antara kulup dan kepala kontolku. Enak rasanya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan cepatnya kontolku makin membengkak. aku mulai menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan permainan lidahnya dan membuat mulutnya semakin penuh. &#8220;Mas hebat ya sudah ngaceng lagi, kita lanjut yuk mas&#8221;, katanya yang juga sudah terangsang. Aku makin tak tahan menerima rangsangan lidahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka ayu kuajak ke tempat tidur. kakinya kutahan sambil tersenyum, kuteruskan dengan membuka kakinya dan aku langsung menelungkup di antara pahanya. &#8220;Aku suka melihat memek kamu yu&#8221; ujarku sambil membelai bulu jembutnya yang lebat. &#8220;Mengapa?&#8221; &#8220;Sebab jembutmu lebat dan cewek yang jembutnya lebat napsunya besar, kalau dientot jadi binal seperti kamu, juga tebal bibirnya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku terus membelai jembutnya dan bibir memeknya. Kadang-kadang kucubit pelan, kutarik-tarik seperti mainan. Ayu suka memeknya dimainkan berlama-lama, ayu terkadang melirik apa yang kulakukan. Seterusnya dengan dua jari aku membuka bibir memeknya, ayu makin terangsang dan makin banyak keluar cairan dari memeknya. aku terus memainkan memeknya seolah tak puas-puas memperhatikan memeknya, kadang kadang kusentuh sedikit i tilnya, membuat ayu penasaran. Tak sadar pinggulnya mulai menggeliat, menahan rasa penasaran. Maka saat ayu mengangkat pinggulnya, langsung kusambut dengan bibirku. Aku menghisap lubang memeknya yang sudah penuh cairan. Lidahku ikut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk memeknya, dan saat kujilat i tilnya dengan ujung lidah, cepat sekali menggelitik ujung i tilnya, benar benar ayu tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat ayu tak sadar berteriak.. &#8220;Aauuhh!!&#8221;. Benar benar hebat dia terangsang, dan ayu sudah tak tahan lagi. &#8220;Ayo dong mas, Ayu pingin dientot lagi&#8221; ujarnya sambil menarik bantal.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku langsung menempatkan tubuhku makin ke atas dan mengarahkan kontol gedeku ke arah memeknya. Ayu masih sempat melirik saat aku memegang kontolku untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir memeknya. saat kepala kontolku telah menyentuh di antara bibir memeknya, ayu menahan nafas untuk menikmatinya. setelah kepala kontolku mulai menyelinap di antara bibir memeknya dan menyelusup lubang memeknya, pelan-pelan kutekan dan aku mulai mencium bibirnya lembut. Makin ke dalam. Ayu merapatkan pahanya supaya kontolku tidak terlalu masuk ke dalam. Aku langsung menjepit kedua pahanya hingga terasa sekali kontolku menekan dinding memeknya. kontolku semakin masuk. Belum semuanya masuk, aku menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak sadar pinggulnya naik mencegahnya agar tidak lepas. Beberapa kali kulakukan sampai akhirnya ayu penasaran dan berteriak-teriak sendiri. Setelah aku puas menggodanya, tiba tiba dengan hentakan agak keras, kupercepat gerakan mengenjot hingga ayu kewalahan. Dan dengan hentakan keras serta digoyang goyangkan, aku meremas toketnya dan menciumi lehernya. Akhirnya ayu mengelepar-gelepar. Dan sampailah ayu kepuncak. Tak tahan ayu berteriak, terus.</p>
<p style="text-align: justify;">aku menyerang dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya ayu melewati puncak kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat ayu meneruskannya. Ayu memohon, tak kuat menerima rangsangan lagi, benar benar terkuras tenaganya dengan orgasme berkepanjangan. Akhirnya aku pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatku. Ayu terkulai lemas sekali, keringatnya bercucuran. Hampir pingsan ayu menerima kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar ayu tidak menyesal ngen tot dengan aku, aku dapat mengolah tubuhnya menuju kenikmatan yang tiada tara.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian pahaku mulai kembali menjepit kedua pahanya dan kurapatkan, tubuhku menindihnya serta lehernya kembali kucumbu. Ayu memeluk tubuhku yang besar dan aku kembali meremas toketnya. Pelan-pelan mulai kuenjotkan kontolku. Kali ini ayu ingin lebih menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh bagian tubuhnya. Tanganku terus menelusuri permukaan tubuhnya. Dadaku merangsang dadanya setiap kali bergeseran mengenai pentilnya. Dan kontol kupompakan dengan sepenuh perasaan, lembut sekali, bibirku menjelajah leher dan bibirnya. Lama kelamaan tubuhnya yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Ayu berusaha menggeliat, tapi tubuhnya kupeluk cukup kuat, hanya tangannya yang mulai menggapai apa saja yang dia dapat. Aku makin meningkatkan cumbuan dan memompakan kontolku makin cepat. Gesekan di dinding memeknya makin terasa. Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali ini lehernya kugigit agak kuat dan kumasukkan seluruh batang kontolku serta kugoyang-goyang untuk meningkatkan rangsangan di i tilnya. Maka jebol lah bendungannya, ayu mencapai puncak kembali. Kali ini terasa lain, tidak liar seperti tadi. Puncak kenikmatan ini terasa nyaman dan romantis sekali, tapi tiba tiba aku dengan cepat mengenjot lagi. Kembali ayu berteriak sekuatnya menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, ayu meronta sekenanya. dia menggigit pundakku saat aku menghujani dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat. Sesaat aku menurunkan gerakanku, tapi saat itu kubalik tubuhnya hingga ayu di atas tubuhku. Ayu terkulai di atas tubuhku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan sisa tenaganya ayu mengeluarkan kontolku dari memeknya. Dan diraihnya batang kontolku. Tanpa pikir panjang, kontol yang masih berlumuran cairan memeknya sendiri dikulum dan dikocok. Dan pinggulnya kuraih hingga akhirnya ayu telungkup di atasku lagi dengan posisi terbalik. Kembali memeknya yang berlumuran cairan jadi mainanku, ayu makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian kontolku. Aku memeluk pinggulnya. Kuhisap i tilnya sambil ujung lidahku menari cepat sekali. Tubuhnya mengejang dan dia menjepit kepalaku dengan kedua pahanya dan dirapatkannya pinggulnya agar bibir memeknya merapat ke bibirku. Ayu gak bisa berteriak tapi karena mulutnya penuh, dan tanpa sadar ayu menggigit agak kuat kontolku dan dicengkeramnya dengan kuat saat dia masih menikmati orgasme. &#8220;Yu, aku mau ngecret yug, di dalam memekmu ya&#8221;, kataku sambil menelentangkan ayu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ya, mas&#8221;, jawabnya. Aku menaiki ayu dan dengan satu hentakan keras, kontolku yang besar sudah kembali menyesaki memeknya. Aku langsung mengenjot kontolku keluar masuk dengan cepat dan keras. Dalam beberapa enjotan saja tubuhkupun mengejang. Pantat dihentakkannya ke atas dengan kuat sehingga kontolku nancap semuanya ke dalam memeknya dan akhirnya crot .. crot ..crot, pejunya muncrat dalam beberapa kali semburan kuat. Herannya, ngecret yang ketiga masih saja pejuku masi keluar banyak. Aku menelungkup diatasnya sambil memeluknya erat2. &#8220;Yu, nikmat sekali ngen tot sama kamu, memek kamu kuat sekali cengkeramannya ke kontolku&#8221;, bisikku di telinganya. &#8220;Ya mas, Ayu juga nikmat sekali, tentu saja cengkeraman memek Ayu terasa kuat karena kontol mas kan gede banget. Rasanya sesek deh memek Ayu kalau mas neken kontolku masuk semua. Kalau ada kesempatan, Ayu dientot lagi ya mas&#8221;, jawabnya. &#8220;Ya sayang&#8221;, lalu bibirnya kucium dengan mesra.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-adek-ipar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sex Party</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/sex-party/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/sex-party/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 06:05:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[IGO]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ml rame rame]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot masal]]></category>
		<category><![CDATA[orgy]]></category>
		<category><![CDATA[pesta seks]]></category>
		<category><![CDATA[puki]]></category>
		<category><![CDATA[sex party]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3670</guid>
		<description><![CDATA[Sex party bareng cewek-cewek seksi gini bakalan bikin kontol pada muncrat hehe. Ceweknya digangbang juga pasrah aja.. sambil ngisep kontol ngentot.. Wuahhh enak banget ya rasanya pasti kayak semut rebutan gula! gulanya manis banget sih mana tahannnnnn.. Sorry nih ada beberapa foto disensor demi privasi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sex party bareng cewek-cewek seksi gini bakalan bikin kontol pada muncrat hehe. Ceweknya digangbang juga pasrah aja.. sambil ngisep kontol ngentot.. Wuahhh enak banget ya rasanya pasti kayak semut rebutan gula! gulanya manis banget sih mana tahannnnnn.. Sorry nih ada beberapa foto disensor demi privasi.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/sex-party/sex-party-1/" rel="attachment wp-att-3671"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3671" title="sex-party-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/sex-party-1-300x203.jpg" alt="" width="300" height="203" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/sex-party/sex-party-2/" rel="attachment wp-att-3672"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3672" title="sex-party-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/sex-party-2-237x300.jpg" alt="" width="237" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/sex-party/sex-party-3/" rel="attachment wp-att-3673"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3673" title="sex-party-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/sex-party-3-300x207.jpg" alt="" width="300" height="207" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/sex-party/sex-party-4/" rel="attachment wp-att-3674"><br />
<span id="more-3670"></span><br />
<img class="aligncenter size-medium wp-image-3674" title="sex-party-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/sex-party-4-300x206.jpg" alt="" width="300" height="206" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/sex-party/sex-party-5/" rel="attachment wp-att-3675"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3675" title="sex-party-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/sex-party-5-300x206.jpg" alt="" width="300" height="206" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/sex-party/sex-party-6/" rel="attachment wp-att-3676"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3676" title="sex-party-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/sex-party-6-300x195.jpg" alt="" width="300" height="195" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/sex-party/sex-party-8/" rel="attachment wp-att-3678"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3678" title="sex-party-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/sex-party-8-240x300.jpg" alt="" width="240" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/sex-party/sex-party-9/" rel="attachment wp-att-3679"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3679" title="sex-party-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/sex-party-9-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/sex-party/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inah Pelayan Seksi</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/inah-pelayan-seksi/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/inah-pelayan-seksi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2012 15:13:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[anal seks]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[anal]]></category>
		<category><![CDATA[anus]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[hardcore]]></category>
		<category><![CDATA[inah]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[linda]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3668</guid>
		<description><![CDATA[Linda mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sedang-sedang saja, sesekali mulutnya bersenandung kecil mengikuti lagu yang sedang diputar pada stereo- tape, panasnya udara Jakarta pada siang hari yang terik itu tak mempengaruhi siapapun yang berada didalam kendaraan itu, karna Air-conditioner selalu siap memanjakan siapa pun yang berada didalamnya dengan hembusan udara sejuknya. sementara disampingnya seorang wanita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Linda mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sedang-sedang saja, sesekali mulutnya bersenandung kecil mengikuti lagu yang sedang diputar pada stereo- tape, panasnya udara Jakarta pada siang hari yang terik itu tak mempengaruhi siapapun yang berada didalam kendaraan itu, karna Air-conditioner selalu siap memanjakan siapa pun yang berada didalamnya dengan hembusan udara sejuknya. sementara disampingnya seorang wanita berusia sekitar 25 tahunan yang nampak lugu,dengan posisi duduk agak kaku dan tidak rilek,sesekali pandangannya menerawang mengamati seisi ruangan didalam mobil, terbersit perasaan canggung berada didalam mobil semewah itu, baru kali ini didalam hidupnya ia berada didalam mobil seperti itu, dialah Inah,wanita desa berasal dari Sukabumi yang barusaja dijemput oleh Linda dari terminal bus antar kota, untuk dipekerjakan dirumahnya. Inah walaupun seorang wanita desa namun berwajah cukup manis berkulit kuning langsat dan memiliki tubuh yang sekal,bentuk payudara indah, montok,namun tidak terlalu gemuk dan merupakan seorang janda yang sudah satu tahun cerai.</p>
<p style="text-align: justify;">Inah dicerai suaminya karna sudah 7tahun perkawinan mereka belum dikaruniai anak ,sehingga suaminya menceraikannya,namun Inah dengan tabah menerima kenyataan itu dan akhirnya setelah hampir satu tahun hidup menjanda dikampung ia merasa jenuh dan kemudian ia putuskan untuk pergi keJakarta setelah ada ajakan dari Linda yang bersedia mempekerjakan inah dirumahnya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Linda seorang General-Manager muda yang cantik, yang berusia 36 tahun dari perusahaan Otomotif yang cukup bonafids. Linda sengaja mengambil pembantu yang menarik seperti Inah adalah disamping untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga juga untuk fariasi dalam petualangan sexnya dengan suaminya Rudi . yang berusia sekitar 38 tahun yang bekerja sebagai pejabat di departemen perpajakan,tak heran bila penghasilan Rudi begitu besar,tak sebanding dengan gaji yang semestinya ia terima,maklum seperti sudah menjadi rahasia umum bahwa bagian pajak adalah lahan yang basah, beruntung ia tidak tertangkap seperti Gayus tambunan …</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sampai dirumah Linda menyuruh Inah untuk istirahat setelah makan siang “Nah, ini kamarmu dan dilemari itu ada beberapa pakaian untuk kau kenakan, dan itu ada alat-alat kosmetik bisa kamu gunakan” sambil menunjuk keatas meja rias. “Ini untuk saya nyah..ta..tapi” jawab inah gugup saat melihat seisi ruangan. “Sudah jangan banyak tanya nanti aku ajarkan kau menggunakannya.” Sepeninggalan Linda Inah terheran-heran menyaksikan alat-alat kosmetik yang diberikan oleh nyonyanya. “untuk apa nyonya memberikan kosmetik yang beraneka ragam seperti ini. dan tentu mahal harganya” sambil berfikir ia memperhatikan seisi ruangan . ruangan yang cukup nyaman pikirnya, tidak sesuai dengan kamar pembantu. Diatas meja tersedia TV lengkap dengan DVD Player, lalu ia membuka lemari dan terlihat pakaian-pakaian yang tidak pernah ia lihat sebelumnya serta pakaian-pakaian dalam yang sexy dengan corak dan warna yang mencolok serta menantang. Lalu ia membuka laci dimeja tv, tampak dia lihat beberapa cassette dvd yang bergambar orang-orang bule sedang bersetubuh,yang ia ketahui sebagai dvd porno.<br />
<span id="more-3668"></span><br />
Setelah ia mandi ia berfikir sebenarnya apakah pekerjaan dia dirumah ini, kalau hanya seorang pembantu rumah tangga mengapa disediakan fasilitas-fasilitas seperti ini namun dia berfikir lagi Ah, tak perdulilah mau jadi apa kek.., mau diapain kek.. yang penting aku telah senang disini dan akan aku nikmati segalanya. Pikirnya. Seraya ia putar dvd porno yang juga pernah ia tonton dirumah tetangganya dikampung waktu ia menjanda disana. Senja telah tiba dan Rudi baru saja pulang dari kantornya seraya memarkir mobilnya digarassi. Selesai memasukan mobilnya digarassi,rudi berpapasan dengan inah yang sedang menyapu halaman. Yang langsung disapa oleh inah dengan agak menunduk. “Selamat sore tuan” sapa inah dengan ramah. “Oh..ya..ya..sore,sore kamu tentu inah ya, kapan datang” tanya rudi dengan agak gugup karna terpana dengan kemolekan tubuh inah. “Tadi siang tuan, dijemput oleh nyonya diterminal” jawab inah. “Oh, begitu, tapi tolong jangan panggil saya tuan, kau bisa panggil aku Om atau bapak” “Ma-af tuan.. eh..Om, ma-af Om” jawab inah gugup.</p>
<p style="text-align: justify;">Rudi segera menemui Linda yang sudah menunggu didalam,dan seraya memuji. “Ah, gila bahenolnya. hebat juga kamu dapetin tuh cewek, aku langsung horny nih Lin” “Dasar kamu kontol nakal begitu ngeliat cewek montok langsung semaput” sambil tangan nya meremas penis suaminya itu. “Aduuh… kau main remes aja aku jadi tambah konak nih”. Sambil meremas kemaluan milik suaminya Linda berbisik lembut diteliga Rudi “Sabar sayang kita akan pesta nanti malam menikmati ayam kampung dari Sukabumi itu” seraya dia berikan kecupan lembut kebibir suaminya. Sekitar pukul 21.00 setelah mereka selesai makan malam Linda memasuki kamar Inah dengan mengenakan sepatu lars tinggi berwarna merah serta celana dalam seksi dan BH berwarna merah dengan rias wajah yang menantang serta rambut disasak seperti wanita dalam film-film Blue. Inah serta merta merasa kaget hampir tidak mengenali yonyanya tersebut “Ya, ampun, ada apa nyah” pekiknya. “Tenang nah kita akan melakukan permainan yang mengasyikan yang tentu kau pun akan menyukainya ” Dengan lembut Linda mejelaskan,sambil jari jemarinya yang lentik serta dihias pewarna kuku itu mengusap usap piggul Inah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Permainan apa nyah ? ” “Nanti kamu akan tahu sendiri, sekarang mari aku bantu mengenakan pakaian yang aku berikan padamu” Inah masih terheran-heran ketika Linda mulai membantu mengenakan stoking serta menghias wajah inah dengan make-up yang menantang . Sambil memberi make-up pada wajah Inah mata Linda tertuju pada beberapa CD yang tergeletak diatas meja tv. “Rupanya kau telah menonton film-film itu nah, bagaiman asyik enggak..?” tanya Linda sehingga Inah tampak malu-malu. “Habis iseng sih nyah, makanya saya stel film itu, dikampung kadang-kadang juga suka nonton film begituan dirumah tetangga, yah, namanya juga janda, iseng nyari hiburan.” Jawab Inah polos. “Kamu mau nah, melakukan seperti yang ada difilm itu.?” Tanya Linda,sehingga Inah tampak semakin kikuk mendengar pertanyaan Linda “Ah, nyonya bisa aja, saya kan janda nyah sama siapa saya akan melakukannya” “Kalau sama suamiku kamu mau nah?” hampir terbelalak inah mendengar ajakan nyonyanya itu, bagaimana mungkin dia berhubungan badan dengan tuannya sementara nyonyanya tahu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Lihatlah dirimu dicermin itu kau tampak sexy pasti suamiku tergila gila melihatmu “ Inah terheran-melihat penampilannya didepan cermin namun dalam hati timbul rasa bangga melihat betapa sexy dan menggairahkan dirinya dengan penempilan seperti itu mirip seperti wanita-wanita difilm porno yang tadi siang ia tonton. Ketika Inah terpesona dengan dirinya, Linda menuntun inah keruang utama dan disana Rudi sudah menunggu dengan hanya mengenakan celana dalam. Rudi tampak seperti tersihir melihat penampilan Inah sehingga benda yang berada didalam celana dalamnya tampak semakin menonjol “Woow.. sangat luar biasa begitu seksi dan sangat menantang” pujinya Inah tampak tersipu malu namun juga merasa terangsang melihat rudi yang berwajah tampan serta berbadan atletis hanya mengenakan celana dalam sehingga tampak menggairahkan bagi seorang janda kesepian seperti dirinya. Linda segera mengecup bibir suaminya dan saling berpilin lidah sambil tangan Linda meremas remas batang penis rudi yang sudah menegang, lalu Linda melorotkan celana dalam rudi dan mendorong rudi kesofa sehingga rudi terduduk disofa dengan penis mengacung.</p>
<p style="text-align: justify;">Linda segera membelai belai batang penis rudi dan menjilatiya , sementara Inah memandaginya sambil berdiri , Linda sambil berjongkok semakin gencar mengulum penis rudi. Lalu menarik lengan inah. “Inah kau berjongkok disini pegang kontol ini dan lakukan seperti yang aku lakukan, jangan sungkan-sungkan kau bebas melakukan apapun yang kau mau” Lalu dengan ragu inah memegang kemaluan rudi dan memasukannya kedalam mulutnya mula-mula ia agak canggung namun nafsu yang sudah begitu besar membuat ia tak peduli ia telan habis batang penis itu seperti yang ia lihat difilm Blue. Sementara rudi terus merem melek menahan nikmat. Linda menghampiri rudi dan melumat lidah rudi seraya berbisik. “Bagaima sayang telah kau rasakan mulut wanita desa itu dengan kontolmu ” “Zzzzzz…..aaaaaaaahhh…!! sedaaap sekali lin kontolku serasa diawang-awang ..aaaaaeehh teruuuss naah enaakk niiihh. ” Inah semakin bersemangat mengulum batang rudal rudi, lalu lidahnya turun kebawah dan menjilati biji pelirnya serta mengisap-hisap buah telur milik rudi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan rudi semakin meracau tak karuan. Linda segera berdiri disofa dan mengarahkan vaginanya kewajah rudi. “Hisap memekku sayang “ perintah Linda , segeralah rudi melumat vagina Linda sambil batang zakarnya dihisap inah. Linda memejamkan matanya saat rudi menjilati dan melumat vaginanya sambil tangannya memegang tembok dibelakang sofa. “Iya, terus rud, jilati memekku aiiih.. ah..ah iya terus rud, itilnya rud… itilnya kau jilat uuuuuhh..asyiiiik” Rudi semakin bersemangat mendengar racauan Linda ia semakin bernafsu melumat vagina Linda yang sudah basah tersebut. Sementara Inah dengan penuh nafsu dia lumat terus batang penis rudi. satu tahun menjadi janda tanpa pernah sekalipun melakukan hubungan badan membuat dia sangat haus sekali dengan permainan sex apalagi ditambah dengan seringnya ia menonton vcd porno bertambah saja menumpuk nafsu birahinya yang iya pendam selama setahun, selama dikampung apabila ia habis menonton vcd porno ingin sekali ia melakukan adegan-adegan yang ada difilm tersebut namun tak pernah kesampaian.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga pada akhirnya ia berada disini dan segala impianya itu bisa ia wujudkan disini dengan pria setampan rudi, maka seluruh nafsu birahi ia tumpahkan disini sambil terus melumat kontol rudi tangan kirinya mengobel-ngobel memeknya sendiri hingga memeknya tampak basah. Hampir sepuluh menit inah meghisap kontol rudi dan rudi mennjilati memek Linda, dan Linda segera turun dari sofa dan segera menungging dilantai yang telah dipasang karpet permadani tersebut. “Ayo rud! entot memekku dari belakang ” sambil tangannya menggosok-gosok memeknya. Rudi segera mengarahkan kontolnya tepat dimulut memek Linda lalu dia tekan seluruhnya memek Linda yang sudah basah tersebut. Linda memejamkan mata saat batang rudal rudi menembus liang memeknya serasa nikmat menjalari tubuh Linda hingga mulutnya berkicau tiada henti. “Zzzzz..aaaaahhhh, uuh..uuh terus rud. Goyang terus rud yang kenceng rud ooooohh..yea oooohh..yea memekku terasa nyaman sekali rud. eenaaaaak tenaan. ”</p>
<p style="text-align: justify;">Rudi terus menancapkan batang kontolnya dengan sekuat tenaga kelobang memek Linda, irama yang terdengar dari memek Linda sangat erotis karna memek Linda sudah basah cloooob….clooob ….clooob sleeb..sleeb…sleeb begitu seterusnya secara berirama sehingga Inah degan terpana menyaksikan bagaimana kontol rudi menusuk-nusuk memek Linda . Inah memelihat dari jarak hanya sekitar 10 cm sehingga dengan jelas dia dapat melihat betapa indahnya saat kontol rudi keluar masuk memek linda, sambil tangannya mengobel ngobel kemaluannya sendiri ia sudah tidak sabar ingin merasakan hantaman kontol rudi. Linda sambil menikmati hantaman kontol rudi ia menyaksikan apa yang diperbuat Inah lalu tersenyum dan berkata “Inah kamu jangan ngeliatin aja dong, kamu jilatin kontol suamiku, jangan malu-malu kan sudah aku bilang kamu boleh melakukan apapun yang kamu mau, kau praktekan apa yang pernah kamu lihat divcd porno ” Sebenarnya memang itu yang diinginkan oleh inah maka tanpa ragu-ragu ia hisap buah pelir rudi sambil terus batang kontol rudi keluar masuk memek Linda.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka serasa ganda kenikmatan yang dirasakan oleh rudi yaitu kenikmatan memek Linda dan kenikmatan hisapan mulut inah di buah pelirnya. Rudi memejamkan mata sambil menusuk-nusukan kontolnya kememek Linda “Aahh, asssiiik terus nah hisapi biji pelerku nikmaaaaat iya teruuuuss kalau perlu kau telan semua. Sssssss…. Aaaaahhh” Inah terus melumat pelir rudi sambil sesekali menjilati batang kontol rudi yang masih terselip diantara memek Linda. Melihat keinginan inah untuk menjilati batang kontolnya maka rudi segera mencabut kontolnya dari memek Linda, kontol tersebut sudah basah oleh cairan memek linda, dan ia masukan kemulut inah “Hisap kontolku nah aku tau kau sangat menginginkannya ” dengan rakus inah langsung melumat batang kontol rudi yang telah basah oleh cairan memek Linda tersebut. hanya beberapa saat rudi langsung menusukan kembali kedalam lubang memek Linda, ia kocok beberapa kali lalu ia keluarkan kembali dan ia masukan lagi kedalam mulut inah, inah menghisapnya beberapa saat untuk kemudian rudi menusukan lagi kedalam memek Linda ia kocok beberapa kali lalu ia keluarkan dan dimasukan kembali kemulut inah untuk dihisap, begitu serusnya secara berirama.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga pada akhirnya Linda berteriak “Aaaaaahhh terus rud kocok yang kuat aku mau keluar niiih ” rudi terus menghatam memek Linda dengan sekuat tenaga dan dengan irama yang sangat cepat, dan akhirnya Linda sampai pada puncaknya. “Aaaaaaaaaaahhh….aaaasyyyyyyiiik ennnnnnnaaaaaaaaak ooooooooohh….” Begitu banyak cairan yang keluar dari memek Linda sehingga menimbulkan bunyi yang indah saat kontol rudi mengocoknya jrrrrrrrooot….jrrooooot….clloook…cloook…clooop Linda tersenyum puas sambil terus menugging dan rudi masih menghantam memeknya Lalu Linda berseru. “Stop rud, sekarang kau giliran mengentot memek inah ” Linda segera bangkit dan mendorong tubuh inah hingga terlentang dilantai. “Nah sekarang kau akan merasakan nikmatnya batang kontol suamiku, aku tau kau sudah tidak sabar bukan..? sambil tangan Linda mengobel –ngobel memek inah. “Iya nyah aku sudah kepingin sekali nyah ” lalu Linda meraih kontol rudi dan dihisapnya beberapa saat lalu berbisik kepada rudi. “Sekarang kau entot memek wanita desa ini rud ” sambil tangan nya membelai kontol rudi yang sudah tegang ia berikan kecupan mesra pada suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Selamat menikmati sayang ” lalu ia tuntun batang kontol rudi kearah lubang memek inah yang mengangkang ia tekan kontol rudi hingga masuk seluruhnya liang memek inah. Inah terpejam saat batang kontol rudi menembus kelubang memeknya nikmat yang sudah lama tidak ia rasakan kini ia rasakan kembali dengan pria yang setampan rudi dan batang kontol yang begitu besar. “Aaaaahhhh asyyyyyyik …terussss, legit Ooom. enaaak , sssssssssess….aaaaahhh. enaak Eeeuuuuuuuyy” terus inah meracau tanpa rasa canggung karna rasa canggung nya telah terbenam oleh rasa nafsu dan nikmat yang begitu menggelora. Rudi menggigit bibir bawahnya karna merasakan legitnya memek inah yang belum pernah ia rasakan sebelumya. “Bagaimana rud enak memeknya ?” bisik Linda. “Luar biasa lin, gurih sekali barang wanita kampung ini aaaaaahhh…..aaaaahhh…. zzzzzz…aaahhh” Linda mengecup bibir rudi sambil tangan nya membantu mendorong pantat rudi agar lebih tandas masuk kememek inah. Inah terus meracau tak karuan dengan logat sunda yang masih kental sambil pantatnya ia goyang mengimbangi hantaman kontol rudi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Enaaak eeuuyy aaaaaahhh, ayu atuh Oom. geol yang kuat ” rudi tak tahan melihat sexy nya tingkah laku inah lalu ia lumat dengan rakus bibir inah dan mereka saling berpilin lidah, inah dengan nafsu langsung menyambut ciuman rudi sambil ia cengkram kepala rudi dengan kedua tangan seolah-olah tidak ingin ia lepaskan. Melihat adegan itu Linda segera berinisiatif untuk menjilati batang kontol rudi yang keluar masuk memek inah sambil sesekali ia jilati juga memek inah sehingga inah merasakan semakin nikmat saat lidah Linda menjilati bibir memeknya. “Iya nyah assyik nyah jilatin terus nyah geli euy” Mendengar perkataan inah, Linda semakin bersemangat menjilati bibir memek inah dan juga itilnya sehingga inah semakin blingsatan. Hampir lima menit rudi menggojlog memek inah dan memek inah tampak semakin basah oleh cairan birahinya. Sementara Linda mulai menjilati biji pelir rudi dan juga lubang anus rudi tak luput dari jilatannya sehingga rudi merasa geli-geli nikmat saat ujung lidah Linda menggelitik lubang anusnya. “Iya enaak lin terus kau jilati lubang pantatku aaahhh….aaaaahhh…geli, lin ”</p>
<p style="text-align: justify;">Rasa nikmat yang dirasakan rudi dari dua sisi yaitu dari batang kontolnya yang menembus memek inah dan lubang pantatnya yang dijilati Linda, membuat ia tidak tahan dan akhirnya sampailah pada klimaksnya disertai jeritan panjang rudi “Aaaaaaaaaaaaaah aku keluar liiiin…” Disusul pula secara bersamaan oleh jeritan inah yang mencapai orgasme. “Aduuuuh ennaaaak euuuy.. ” sehingga susana sangat riuh pada saat detik-detik kenikmatan tersebut. Dan rudi segera mengeluarkan batang kontolnya, Linda dengan cepat menyambut cairan air mani yang keluar dari kontol rudi dengan mulutnya, begitu banyak sperma yang keluar sehingga mulut Linda serasa penuh oleh cairan gurih-gurih asin itu. sperma tersebut menghiasi juga pipi dan dagu Linda, inah pun segera bangkit dan menjilati sisa-sisa sperma dari batang kontol rudi. Melihat inah menghisap-hisap kontol rudi untuk mendapatkan sisa-sisa sperma, Linda segera tanggap dan ia tarik rambut inah sehingga inah tertengadah dengan mulut menganga lebar,lalu Linda menumpahkan sebagian sperma rudi yang berada dimulutnya kedalam mulut inah yg telah menganga.</p>
<p style="text-align: justify;">inah dengan rakus langsung menelannya bahkan sperma yang melekat didagu dan pipi Linda ia jilati pula. Linda dan inah akhirnya saling berpilin lidah dan saling berciuman untuk menikmati sperma yang ada dimulut masing-masing. Rudi terduduk disofa sambil menyaksikan atraksi yang erotis yang diperagakan oleh Linda dan inah. Dan akhirnya inah bersandar dibawah sofa sambil melepas lelah dengan meminum segelas Orange juice. Linda berbaring telentang diatas karpet sambil menikmati rokok Sampoerna A mild kesukaannya. Sementara rudi duduk disofa sambil menenggak sekaleng bir Heineken. Kira-kira setengah jam mereka melepas lelah sambil berbincang-bincang dan menyantap makanan kecil, tubuh mereka sudah mulai pulih kembali, Linda segera menangkap batang kontol rudi dan menghisapnya lalu memberikannya pada inah “Nah ini, ayo kau hisap kita akan segera melakukan permaian kedua yang lebih mendebarkan dan yang belum pernah kau alami sebelumnya, dan pasti kau akan menyukainya pula” inah segera menghisap kontol rudi dengan bersemangat, dan Linda membisikan sesuatu pada rudi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ayo rud, kita segera akan melakukan Anal sex, anusku sudah tidak tahan menerima hantaman batang rudalmu” “Iya sayang aku pun sudah tidak tahan untuk menikmati lubang anusmu yang legit itu ” bisik rudi pula.sambil mengobel lubang anus Linda. Lalu Linda terlentang diatas karpet sambil mengangkang dan menusuk-nusukan jari telunjuknya kedalam lubang anusnya sendiri sambil sesekali mengoleskan air liur pada lubang anusnya. “Bagaimana inah apakah sudah siap batang kontol yang kau hisap itu untuk menghantam lubang anusku, cepat aku sudah tidak tahan nih.” “Iya, sebentar nyah” Lalu inah segera mengeluarkan batang kontol rudi dari mulutnya dan segera menuntunnya kearah lubang anusnya. Rudi segera menekan kontolnya kedalam lubang dubur Linda serasa peret dan enak, batang kontolnya serasa dijepit oleh anus Linda dan lindapun memejamkan matanya menahan nikmatnya batang kontol rudi menusuk nusuk anusnya “Aaaaaaahhh…asssyyyik terus rud hantam lobang pantatku auh..auh..iya, iya”</p>
<p style="text-align: justify;">Rudi terus menggenjot kontolnya secara berirama sambil memejamkan matanya dan tersenyum nikmat merasakan batang kontolnya yang dijepit oleh anus Linda, serasa nikmat membawa tubuhnya keawang-awang. Inah terpana menyaksikan kontol rudi yang begitu besar menembus tanpa ampun kedalam lubang dubur Linda, namun Linda tampak merasa nikmat yang luar biasa. Sungguh permainan yang belum pernah dirasakan oleh inah sebelumnya namun inah sering menyaksikannya divcd porno, dan ia ingin sekali mencobanya dengan rudi. Inah segera menjilati biji pelir rudi dari belakang sambil sesekali ia jilati pula batang kontol yang terselip diantara lubang pantat Linda, sampai pada akhirnya ia jilati pula lubang dubur rudi, mula-mula ia agak jijik namun setelah beberapa saat ia mulai merasakan kenikmatan tersendiri yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, maka dengan rakus ia jilati terus lubang dubur rudi sampai ia tancapkan ujung lidahnya kedalam dubur tersebut, Menerima aksi inah yang atraktif tersebut membuat rudi semakin merasakan kenikmatan yang luar biasa, lubang duburnya serasa digelitik benda lembut saat inah menancapkan ujung lidahnya kedalam dubur rudi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara rudi memejamkan mata saat menikmati dubur Linda dan juga lubang duburnya yang dijilati oleh inah. “Aaaaah…. Asyyyiiiiik jilatin terus lubang pantatku nah, masukan seluruh lidahmu kedalam anusku, serasa sukmaku melayang…sseess..aah ” Linda memeluk leher rudi dan melumat bibir rudi dan mereka saling beradu lidah dalam menikmati permainan tersebut. “Aaahh teruuuus rud, goyang terus batang kontolmu kedalam lubang pantatku, tandaskan seluruhnya rud, biarkan sukmaku melayang karna nikmat yang kau berikan ini” rudi terus menghantam dubur Linda dengan kekuatan penuh, sementara lidah inah masih terus bergerilya didalam lubang anus rudi. Pada menit kesepuluh permainan tersebut, mereka merubah posisi, kini rudi telentang dikarpet, sementara Linda diposisi atas dengan berjongkok membelakangi wajah rudi, setelah inah menghisap beberapa saat batang kontol rudi lalu Linda mulai memasukannya kembali kedalam lubang pantatnya dan langsung memompanya sambil berjongkok dengan irama yang mula-mula lambat hingga lama kelamaan sangat cepat</p>
<p style="text-align: justify;">“Hihh …hihhh..hihh.. rasakan goyanganku ini rud semoga kau menikmatinya” “Iya terus lin enak sekali kontolku serasa tersedot oleh lubang anusmu” Kemudian rudi segera memerintahkan inah untuk memberikan memeknya kemulutnya, maka segera saja inah berjongkok diatas wajah rudi dan rudi dengan rakus segera menjilatinya sehingga inah menggigit bibir bawahnya sambil matanya terpejam karna merasakan nikmat “Aaaaaah…asyiiiik om, geli-geli enaaaak terus Oom. emmmmmmm..aaahhh” Inah terus meracau sambil menjambak rambut rudi, dan rudipun tidak hanya menjilati memek inah tetapi ia mulai pula menjilati lubang dubur inah, sehingga inah semakin merasa nikmat dan juga agak geli saat ujung lidah rudi menggelitiki lubang dubur inah , sehingga ia sesekali tertawa manja saat merasakannya “Aiiihh…auuw…geli Oom.hiii..hiii..hiii…aiihh.. auuw..auuw… hiii…hiii..hiii tapi asyiik om, geli-geli enak, terus om.. terruuuuss.. mmmmmmm..ahhhh.” Lebih dari sepuluh menit Linda memompa batang kontol rudi dengan lubang anusnya sambil berjongkok membuat peluh ditubuhnya bertambah deras hingga ia merasa kehabisan tenaga dan menghentikan kegiatan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu ia berbisik kepada inah “Nah, sekarang giliran lubang pantatmu yang menerima hantaman kontol rudi, apakah kamu sudah siap, nah…?” seraya mengecup bibir inah dengan mesra. “ Iya, nyah saya sudah tidak sabar ingin merasakannya nyah ” “Rud, apakah kau sudah siap untuk mengentot lubang pantat inah yang masih perawan itu” bisik Linda kepada rudi. “Ow.. tentu sayang, aku sudah tidak sabar untuk memerawani lubang anus wanita desa yang seksi dan mulai nakal ini” Lalu Linda segera telentang dan memerintahkan inah untuk menungging diatas tubuhnya. “Kau akan merasakan sesuatu yang menakjubkan dalam hidupmu nah, saat melakukan permainan ini” dan inahpun segera menungging diatas tubuh Linda yang telentang dengan posisi memek inah tepat berada diatas wajah Linda dan posisi memek Linda berada didibawah wajah inah, seperti posisi 69. Lalu linda segera menjilati lubang dubur inah dan mencolok-colok nya dengan jari telunjuk sambil mengoleskan air ludah kedalam dubur inah, Lalu rudi segera memasukan batang kontolnya kedalam mulut Linda untuk kemudian linda menghisapnya dengan rakus.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa saat kemudian ia keluarkan batang kontol rudi dari mulutnya dan mulai ia arahkan kontol rudi kelubang dubur inah “Selamat menikmati sayang” bisik Linda dan rudi pun langsung menekan batang kontol nya kearah anus inah yag telah basah oleh air ludah Linda, ia tekan dengan lembut dan penuh perasaan karna memang agak sulit memasukan batang kontolnya kedalam lubang pantat yang masih perawan seperti inah. Beberapa kali sempat meleset dan akhirnya berhasil juga tembus berkat usaha Linda membantu menuntunnya serta melumasinya dengan air ludah. Pada saat tembus kedalam lubang duburnya, inah sedikit meringis karna merasa agak perih, namun kira-kira beberapa detik kemudian ia mulai merasakan kenikmatannya sehingga ia tampak memejamkan matanya merasakan nikmat. “Mmmmmmmmm..aaaaahhh.. asyyiiiiiik..terus om, entot lobang dubur saya om, enaaak….” Inah menikmati tusukan batang kontol rudi yang menghantam lubang anusnya sambil menjilati memek Linda yang berada dibawah wajahnya. Inah benar-benar merasakan petualangan yang mengasyikan dan ia benar-benar menikmati itu semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Rudi menikmati keperawanan anus inah sambil memejamkan matanya, sambil sesekali meringis karna anus inah serasa masih begitu sempit dan peret karna belum pernah dimasukan oleh batang kontol, berbeda dengan lubang anus Linda yang sudah sering dihantam oleh berbagai macam kontol. Sehingga rudi tidakbisa menggoyang batang kontolnya dengan terlalu keras, namun harus penuh kelembutan dan penuh perasaan. Linda beraksi dengan menjilati pangkal kontol rudi yang masih tersisa diluar anus inah serta menjilati lubang memek inah secara bergantian, sambil merasakan kenikmatan lubang memeknya yang dijilati oleh inah. Hampir sepuluh menit rudi menikmati anus inah, dan rudi segera mengeluarkan batang kontolnya dan ia masukan kemulut Linda untuk dihisap, Linda menghisapnya dengan rakus, aroma anus inah masih terasa melekat pada kontol rudi sehingga menambah rasa kenikmatan tersendiri bagi Linda hingga dengan lahap ia melahap kontol rudi tersebut. Hanya beberapa detik kemudian rudi memasukan kontolnya kembali kedalam dubur inah, lalu ia pompa beberapa kali dan ia keluarkan lagi dan dimasukan kembali kedalam mulut Linda untuk dihisap oleh Linda, begitu seterusnya untuk bebeberapa kali. karna rudi mengerti Linda sangat suka menikmati kontol yang baru saja dikeluarkan dari lubang anus. Aroma anus yang melekat pada batang kontol sangat membangkitkan gairah bagi Linda, itulah yang dikatakan oleh Linda kepada rudi beberapa waktu lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, setelah inah menerima hantaman kontol rudi yang bertubi-tubi pada lubang duburnya, dan juga jilatan lidah Linda pada lubang memeknya, sampailah inah pada puncak kenikmatannya disertai dengan jeritan yang keras. “Aaaaaaaaaaaaaaaahhh….. enaaaakk… Euiiiiiiiiiiiiiiiyy.” Maka tumpahah cairan hangat yang bening keluar dari lubang memek lnah, dan Linda dengan rakus langsung menghirup cairan tersebut dan menelannya. Beberapa saat kemudian disusul oleh jeritan rudi yang telah mencapai klimaks. “Aaaaaaaah… aakku.. keluar lin…” dan rudi segera menarik keluar batang kontolnya dan dikeluarkan air maninya diatas lubang dubur inah. Crrroooot……crrrrroottt…crooot…. Banyak sekali sperma rudi yang keluar memenuhi sekitar lubang anus inah, dan dengan rakusnya Linda segera menjilati sperma disekitar lubang dubur inah tersebut dan ditelannya sampai habis, sampai dijilatinya kedalam lubang dubur inah dengan harapan masih tersisa air mani rudi. ” Mmmmmm…nyeemmm…nyeemm..nyeemm. gurih sekali air manimu rud, apalagi bercampur dengan aroma dubur inah serasa nikmat tiada tara…”</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil terus menjilati sisa-sisa air mani rudi yang terselip didalam lubang anus inah. Inah terkapar lemas diatas tubuh Linda yang masih menjilati lubang anusnya. Inah terkapar lemas namun senyum bahagia tampak terlukis diwajahnya karna benar-benar ia merasakan kenikmatan yang luar biasa, yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dan tak akan pernah ia lupakan sampai kapanpun. Dan ia berharap ini jangan cepat-cepat berakhir, karna ia ingin terus merasakan kenikmatan seperti ini lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/inah-pelayan-seksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istri Muda Simpanan Pejabat</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/istri-muda-simpanan-pejabat/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/istri-muda-simpanan-pejabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2012 15:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[grepe]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[istri simpanan]]></category>
		<category><![CDATA[mulus]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3660</guid>
		<description><![CDATA[Mulusnyaaa.. Istri muda simpanan pejabat, enak banget yah kalau punya duit bisa beli cewek model apa aja uhhhhh mau donggg..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mulusnyaaa.. Istri muda simpanan pejabat, enak banget yah kalau punya duit bisa beli cewek model apa aja uhhhhh mau donggg..</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/istri-muda-simpanan-pejabat/istri-muda-simpanan-pejabat-1/" rel="attachment wp-att-3661"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3661" title="istri-muda-simpanan-pejabat-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/istri-muda-simpanan-pejabat-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/istri-muda-simpanan-pejabat/istri-muda-simpanan-pejabat-2/" rel="attachment wp-att-3662"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3662" title="istri-muda-simpanan-pejabat-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/istri-muda-simpanan-pejabat-2-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/istri-muda-simpanan-pejabat/istri-muda-simpanan-pejabat-3/" rel="attachment wp-att-3663"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3663" title="istri-muda-simpanan-pejabat-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/istri-muda-simpanan-pejabat-3-218x300.jpg" alt="" width="218" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-3660"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/istri-muda-simpanan-pejabat/istri-muda-simpanan-pejabat-4/" rel="attachment wp-att-3664"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3664" title="istri-muda-simpanan-pejabat-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/istri-muda-simpanan-pejabat-4-300x247.jpg" alt="" width="300" height="247" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/istri-muda-simpanan-pejabat/istri-muda-simpanan-pejabat-5/" rel="attachment wp-att-3665"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3665" title="istri-muda-simpanan-pejabat-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/istri-muda-simpanan-pejabat-5-276x300.jpg" alt="" width="276" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/istri-muda-simpanan-pejabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nakalnya Suster-suster Rumah Sakit</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/nakalnya-suster-suster-rumah-sakit/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/nakalnya-suster-suster-rumah-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2012 02:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[blowjob]]></category>
		<category><![CDATA[erotis]]></category>
		<category><![CDATA[genjot]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngocok]]></category>
		<category><![CDATA[suster]]></category>
		<category><![CDATA[suster binal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3658</guid>
		<description><![CDATA[Hari pertama Suatu siang di jalan Dharma Wangsa ke arah kampus Airlangga sedang terjadi keributan, ngga’ jelas siapa lawan siapa… saat itu aku melintas dengan BMW M50ku sendirian dan sedang asyik dengerin radio Suara Surabaya… cuek saja saat melintasi perkelahian itu sambil sedikit menoleh ke arah seorang laki-laki yang sedang dikeroyok 4 orang lawannya… dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari pertama</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu siang di jalan Dharma Wangsa ke arah kampus Airlangga sedang terjadi keributan, ngga’ jelas siapa lawan siapa… saat itu aku melintas dengan BMW M50ku sendirian dan sedang asyik dengerin radio Suara Surabaya… cuek saja saat melintasi perkelahian itu sambil sedikit menoleh ke arah seorang laki-laki yang sedang dikeroyok 4 orang lawannya… dia dikejar habis-habisan dan mencoba menerobos kerumunan penonton untuk mencari selamat. Terbelalak mataku bengitu sadar siapa lelaki yang sedang dikerjar tersebut… ternyata dia Kakak temanku… namanya Anton. Yang ngga’ jelas kenapa dia ada di sana dan dikeroyok orang segala, tapi aku sudah tidak sempat berpikir lebih jauh… segera saja aku pinggirkan kendaraanku dan aku turun untuk membantunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tarik dua orang yang sedang memukulnya karena Anton sudah jatuh terduduk dan dihajar berempat… sekarang Anton mengurus dua orang dan aku dua orang… memang masih tidak seiimbang… dalam perkelahianku aku berhasil menangkap satu dari lawanku dan aku jepit kepalanya dengan lengan kiriku sedang lengan kananku aku gunakan untuk menghajarnya… sementara aku berusaha menggunakan kakiku untuk melawna yang satunya lagi… aku tak sempat lihat apa yang dilakukan Anton… waktu seakan sudah tidak dapat dihitung lagi demikian cepatnya sampai hal terakhir yang masih aku ingat adalah aku merasakan perih di pinggang kanan belakangku… dan saat kutengok ternyata aku ditusuk dengan sebilah belati dari belakang oleh entah siapa… sambil menahan sakit aku merenggangkan jepitanku pada korbanku dan berusaha melakukan tendangan memutar… sasaranku adalah lawan yang di depanku. Namun pada saat melakukan tendangan memutar sambil melayang… tiba-tiba aku melihat ayunan stcik soft ball ke arah kakiku yang terjulur… ngga’ ampun lagi aku jatuh terjerembab dan gagal melancarkan tentangan mautku… sesampainya aku di tanah dengan agak tertelungkup aku merasakan pukulan bertubi-tubi… mungkin lebih dari 3 orang yang menghajarku. Terakir kali kuingat aku merasakan beberapa kali tusukan sampai akhirnya aku sadar sudah berada di rumah sakit.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tidak jelas berada di rumah sakit mana yang pasti berisik sekali dan ruangannya panas… dalam ruangan tersebut ada beberapa ranjang… pada saat aku berusaha untuk melihat bagian bawahku yang terluka aku masih merasakan nyeri pada bagian perutku dan kaki kananku serasa gatal dan sedikit kebal ( mati rasa )… aku coba untuk geser kakiku ternyata berat sekali dan kaku. Kemudian aku paksakan untuk tidur…<br />
<span id="more-3658"></span><br />
Sore itu aku dijenguk oleh Dian adik Anton… Dian ini teman kuliahku… dia datang bersama dengan Mita adiknya yang di SMA… katanya habis jenguk Anton dan Anton ada di ruang sebelah…</p>
<p style="text-align: justify;">” Makasih ya Joss… kalo ngga’ ada kamu kali Anton sudah… ” katanya sambil menitikkan air mata…</p>
<p style="text-align: justify;">” Sudahlah… semua ini sudah berlalu… tapi kalo boleh aku tau kenapa Anton sampe dikeroyok gitu ?” tanyaku penasaran. ”<br />
Biasa gawa-gara cewek… mereka goda cewek Airlangga dan cowoknya marah makanya dikeroyok… emang sich bukan semua yang ngeroyok itu anak Airlangga sebagian kebetulan musuh Anton dari SMA, sialnya Anton saja ketemu lagi dan suasananya kaya’ gitu… jadi dech di dihajar rame-rame” jawab Mita.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kak Jossy yang luka apanya saja ?” tanya Mita.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tau nih… rasanya ngga’ keruan ” jawabku… ” Lihat aja sendiri… soalnya aku ngga’ bisa gerak banyak… kamu angkat selimutnya sekalian aku juga mo tau ” lanjutku pada Mita.<br />
“Permisi ya Kak” kata Mita langsung sambil membuka selimutku ( hanya diangkat saja ).</p>
<p style="text-align: justify;">Sesaat dia pandangi luka-lukaku dan mungkin karena banyak luka sehingga dia sampe bengong gitu… dan pas aku lihat pinggangku dibalut sampe pinggul dan masih tembus oleh darah… di bawahnya lagi aku melihat…. ya ampun pantes ni anak singkong bengong… meriamku tidak terbungkus apa-apa dan yang seremnya kepalanya yang gede kelihatan menarik sekali… seperti perkedel. Sesaat kemudian aku masih sempat melihat kaki kananku digips… mungkin patah kena stick soft ball.</p>
<p style="text-align: justify;">Mita menutup kembali selimut tadi dan Dian tidak sempat melhat lukaku karena dia sibuk nangis… hatinya memang lemah… sepertinya dia melankolis sejati.</p>
<p style="text-align: justify;">“Mita sini aku mo bilangin kamu ” kataku…</p>
<p style="text-align: justify;">Mitapun menunduk mendekatkan telinganya ke mulutku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jangan bilang sama Dian soal apa yang kamu lihat barusan… kamu suka ngga’ ?” kataku berbisik.</p>
<p style="text-align: justify;">“Serem ” bisiknya bales.</p>
<p style="text-align: justify;">” Dian… kamu jangan lihat lukaku… nanti kamu makin ngga’ kuat lagi nahan nangis… ” kataku.<br />
” Tapi paling tidak aku mo tau… boleh aku raba ? ” tanyanya…</p>
<p style="text-align: justify;">” Silahkan… pelan-pelan ya… masih belum kering lukanya. ” jawabku.<br />
Dian pun memasukkan tangannya ke balik selimut… dan mulai meraba dari dada… ke perut… di situ dia merasakan ada balutan… digesernya ke kanan kiri… terus ke bawahan dikit…</p>
<p style="text-align: justify;">” Kok perbannya sampe gini… lukanya kaya’ apa ? ”<br />
” Wah aku sendiri belum jelas… ” aku jawab pertanyaan Dian.</p>
<p style="text-align: justify;">Turun lagi tangannya ke pinggul kanan… kena kulitku… terus ke tengah… kena meriamku… dia raba setengah menggenggam… untuk meyakinkan apa yang tersentuh tangannya… tersentak dan dia menarik tangannya sedikit sambil melepas pengangannya pada meriamku…</p>
<p style="text-align: justify;">“Sorry… ngga’ tau…. ”<br />
” Ngga’ apa-apa kok… malah enak kalo sekalian dipijitin… soalnya badanku sakit semua… ” kataku nakal.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nah…. Kak Dian pegang anunya Kak Joss ya ? ” goda Mita… Merah wajah Dian ditembak gitu.<br />
Dian terus saja meraba sampe pada kaki kananku dan dia menemukan gips… ” Lho… kok digips ?”</p>
<p style="text-align: justify;">” Iya patah tulangnya kali ” jawabku asal untuk menenangkan pikirannya…</p>
<p style="text-align: justify;">Dian selesai merabaiku… tapi tampak sekali dia masih kepikiran soal sentuhan pada meriam tadi… dan sesekali matanya masih melirik ke sekitar meriamku… sedang aku juga sedang menikmati dan membayangkan ulang kejadian barusan… Flash back lah. Tanpa sadar tiba-tiba meriamku meradang dan mulai bangun sehingga tampak pada selimut tipis kalo ada sesuatu perkembangan di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kak Joss… anunya bangun ” bisik Dian padaku sambil dia ambil selimut lain untuk menutupnya… tapi tangannya berhenti dan diam di atasnya… ” “Supaya Mita ngga’ ngelihat ” bisiknya lagi. Aku cuman bisa mengangguk… aku sadar ujung penisku masih dapat menggapai telapaknya… aku coba kejang-kejangkan penisku dan Dian seperti merasa dicolek-coleh tangannya. “Mit… kamu pamit sama Mas Anton dech… kita bentar lagi pulang dan biar mereka istirahat… ” kata Dian… dan Mitapun melangkah keluar ruangan… ” “Kak Joss…. nakal sekali anunya ya ” bisik Dian… aku balas dengan ciuman di pipinya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dian… tolongin donk… diurut-urut itunya… biar lupa sakitnya… ” pintaku…</p>
<p style="text-align: justify;">“Iya dech… ” jawab Dian langsung mengurut meriamku… dari luar selimut… biar ngga’ nyolok dengan pasien lain… walaupun antara ranjang ada penyekatnya…</p>
<p style="text-align: justify;">“Ian… dari dalem aja langsung… biar cepetan…. ” pintaku karena merasa tanggung dan waktunya mepet sekali dia mo pulang., Dian menuruti permintaanku dengan memeriksa sekitar lebih dulu… terus tangannya dimasukkan dalam selimutku langsung meremas meriamku… dielusnya batangku dan sesekali bijinya… dikocoknya… lembut sekali… wah gila rasanya… lama juga Dian memainkan meriamku… sampe aku ngga’ tahan lagi dan crrooottt….. crot…. ccrrroooo..tttt…. beberapa kali keluar…<br />
Tiba-tiba Mita datang dan buru-buru Dian tarik tangannya dari balik selimut… sedikt kena spermaku telapak tangan Dian… dia goserkan pada sisi ranjang untuk mengelapnya…</p>
<p style="text-align: justify;">” Sudah Kak Joss… aku sama Mita mo pulang…. ” pamit Dian… ” Sudah keluar khan… ” bisiknya pada telingaku… cup… pipiku diciumnya… ” Cepet sembuhnya… besok aku tengok lagi ” Dia sengaja menciumku untuk menyamarkan bisikannya yang terakhir.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eh… kalo bisa bilangin susternya aku minta pindah kelas satu donk… di sini gerah ” pintaku pada mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Merekapun keluar kamar dan melambaikan tangan… satu jam kemudian aku dipindahkan ke tempat yang lebih bagus… ada ACnya dan ranjangnya ada dua. Tapi ranjang sebelah kosong. Posisi kamarku agak jauh dari pos jaga suster perawat… itu aku tau saat aku didorong dengan ranjang beroda.</p>
<p style="text-align: justify;">“Habis gini mandi ya ” kata suster perawat sehabis mendorongku…</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak lama kemudian dia sudah balik dengan ember dan lap handuk… dia taruh ember itu di meja kecil samping ranjangku dan mulai menyingkap selimutku serta melipatnya dekat kakiku. terbuka sudah seluruh tubuhku… pas dia lihat sekita meriamku terkejut dia… ada dua hal yang mengagetkannya…</p>
<p style="text-align: justify;">Yang pertama adalah ukuran meriam serta kepalanya yang di luar normal… besar sekali… Dan yang kedua ada hasil kerjaan Dian… spermaku masih berantakan tanpa sempat dibersihkan… walaupun sebagian menempel di selimut… tapi bekasnya yang mengering di badanku masih jelas terlihat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kok… kayaknya habis orgasme ya ? ” tanyanya. Lalu tanpa tunggu aju jawab dia ambil wash lap dan sabun…</p>
<p style="text-align: justify;">“Sus… jangan pake wash lap… geli… saya ngga’ biasa ” kataku.</p>
<p style="text-align: justify;">Suster itu mulai dengan tanganku… dibasuh dan disabunnya… usapannya lembut sekali… sambil dimandiin aku pandangi wajahnya… dadanya… cukup gede kalo aku lihat… orangnya agak putih… tangannya lembut. Selesai dengan yang kiri sekarang ganti tangan kananku… dan seterusnya ke leher dan dadaku… terus diusapnya… sapuan telapak tangannya lembut aku rasakan dan akupun memejamkan mata untuk lebih menikmati sentuhannya. Sampe juga akhirnya pada meriamku… dipegangnya dengan lembut…. ditambah sabun… digosok batangnya… bijinya… kembali ke batangnya… dan aku ngga’ kuat untuk menahan supaya tetap lemas… akhirnya berdiri juga… pertama setengah tiang lama-lama juga akhirnya penuh… keras…. dia bersihkan juga sekitar kepala meriamku sambil berkata lirih</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini kepalanya besar sekali… baru kali ini saya lihat kaya’ gini besarnya”<br />
“Sus… enak dimandiin gini… ” kataku memancing.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia diam saja tapi yang jelas dia mulai mengocok dan memainkan batangku… kaya’nya dia suka dengan ukurannya yang menakjubkan…</p>
<p style="text-align: justify;">“Enak Mas… kalo diginikan ? ” tanyanya dengan lirikan nakal.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ssshh… iya terusin ya Sus… sampe keluar… ” kataku sambil menahan rasa nikmat yang ngga’ ketulungan… tangan kirinnya mengambil air dan membilas meriamku… kemudian disekanya dengan tangan kanannya… kenapa kok diseka pikirku… tapi aku diam saja… mengikuti apa yang mau dia lakukan… pokoknya jangan berhenti sampe sini aja… pusing nanti…Dia dekatkan kepalanya… dan dijulurkan lidahnya… kepala meriamku dijilatnya perlahan… dan lidahnya mengitari kepala meriamku… sejuta rasanya… wow… enak sekali… lalu dikulumnya meriamku… aku lihat mulutnya sampe penuh rasanya dan belum seluruhnya tenggelam dalam mulutnya yang mungil… bibirnya yang tipis terayun keluar masuk saat menghisap maju mundur.</p>
<p style="text-align: justify;">Lama juga aku diisep suster jaga ini… sampe akhirnya aku ngga’ tahan lagi dan crooott…. crooott… nikmat sekali. Spermaku tumpah dalam rongga mulutnya dan ditelannya habis… sisa pada ujung meriamkupun dijilat serta dihisapnya habis…</p>
<p style="text-align: justify;">“Sudah sekarang dilanjutkan mandinya ya… ” kata suster itu dan dia melanjutkan memandikan kaki kiriku setelah sebelumnya mencuci bersih meriamku… badanku dibaliknya… dan dimandikan pula sisi belakang badanku.<br />
Selesai acara mandi….</p>
<p style="text-align: justify;">“Nanti malam saya ke sini lagi nanti saya temenin… ” katanya sambil membereskan barang-barangnya. terakhir sebelum keluar kamar dia sempat menciumku… pas di bibir… hangat sekali…</p>
<p style="text-align: justify;">“Nanti malam saya kasih yang lebih hebat ” begitu katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akupun berusaha untuk tidur… nikmat sekali sore ini dua kali keluar… dibantu dua cewek yang berbeda… ini mungkin ganjaran dari menolong teman… gitu hiburku dalam hati… sambil memikirkan apa yang akan kudapat malam nanti akupun tertidur lelap sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba aku dibangunkan oleh suster yang tadi lagi… tapi aku belum sempat menyanyakan namanya… baru setelah dia mo keluar kamar selesai meletakkan makananku dan membangunkanku… namanya Anna. Cara dia membangunkanku cukup aneh… rasanya suster di manapun tidak akan melakukan dengan cara ini… dia remas-remas meriamku… sambil digosoknya lembut sampe aku bangun dari tidurku.</p>
<p style="text-align: justify;">Langsung aku selesaikan makanku dengan susah payah… akhirnya selesai juga… lalu aku tekan bel… dan tak lama kemudian datang suster yang lain… aku minta dia nyalakan TV di atas dan mengakat makananku.<br />
Aku nonton acara-acara TV yang membosankan dan juga semua berita yang ditayangkan… tanpa konsentrasi sedikitpun.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar jam 9 malam suster Wiwik datang untuk mengobati lukaku dan mengganti perban… pada saat dia melihat meriamkupun dia takjub…</p>
<p style="text-align: justify;">“Ngga’ salah apa yang diomongkan temen-temen di ruang jaga ” demikian komentarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kenapa Sus ? ” tanyaku ngga’ jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oo… itu tadi teman-teman bilang kalo pasien yang dirawat di kamar 26 itu kepalanya besar sekali. ” jawabnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah selesai dengan mengobati lukaku dan dia akan tinggalkan ruangan… sebelum membetulkan selimutku dia sempatkan mengelus kepala meriamku…</p>
<p style="text-align: justify;">” Hmmm… gimana ya rasanya ? ” gumamnya tanya meminta jawaban.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan akupun hanya senyum saja. Wah suster di sini gila semua ya pikirku… soalnya aku baru kenal dua orang dan dua-duanya suka sama meriamku… minimal tertarik… dan lagian ada promosi gratis di ruang jaga suster kalo ada pasien dengan kepala meriam super besar… promosi yang menguntungkan… semoga ada yang terjerat ingin mencoba… selama aku masih dirawat di sini.</p>
<p style="text-align: justify;">Jam 10an kira-kira aku mulai tertidur… aku mimpi indah sekali dalam tidurku… karena sebelum tidur tadi otakku sempat berpikir jorok. Aku merasakan hangat sekali pada bagian selangkanganku… tepatnya pada bagian meriamku… sampe aku terbangun ternyata… suster Anna sedang menghisap meriamku… kali ini entah jam berapa ? Dengan bermalas-malasan aku nikmat terus hisapannya… dan aku mulai ikut aktif dengan meraba dadanya… suatu lokasi yang aku anggap paling dekat dengan jangkauanku. Aku buka kanding atasnya dua kancing… aku rogoh dadanya di balik BH putihnya… aku dapati segumpal daging hangat yang kenyal… kuselusuri… sambil meremas-remas kecil.. sampe juga pada putingnya… aku pilin putingnya… dan Sus Annapun mendesah… entah berapa lama aku dihisap dan aku merabai Sus Anna… sampe dia minta</p>
<p style="text-align: justify;">“Mas… masih sakit ngga’ badannya ? ”<br />
” Kenapa Sus ? ” tanyaku bingung. “Enggak kok… sudah lumayan enakan… ” dan tanpa menjawab diapun meloloskan CDnya… dimasukkan dalam saku baju dinasnya. Lalu dia permisi padaku dan mulai mengangkangkan kakinya di atas meriamku… dan bless… dia masukkan batangku pada lobangnya yang hangat dan sudah basah sekali… diapun mulai menggoyang perlahan… pertama dengan gerakan naik turun…lalu disusul dengan gerakan memutar… wah… suster ini rupanya sudah prof banget… lobangnya aku rasakan masih sangat sempit… makanya dia juga hanya berani gerak perlahan… mungkin juga karena aku masih sakit… dan punya banyak luka baru. Lama sekali permainan itu dan memang dia ngga’ ganti posisi… karena posisi yang memungkinkan hanya satu posisi… aku tidur di bawah dan dia di atasku. Sampe saat itu belum ada tanda-tanda aku akan keluar… tapi kalo tidak salah dia sempat mengejang sekali tadi dipertengahan dan lemas sebentar lalu mulai menggoyang lagi… sampe tiba-tiba pintu kamarku dibuka dari luar… dan seorang suster masuk dengan tiba-tiba…<br />
Kaget sekali kami berdua… karena tidak ada alasan lain… jelas sekali kita sedang main… mana posisinya… mana baju dinas Suster Anna terbuka sampe perutnya dan BHnya juga sudah kelepas dan tergeletak di lantai. Ternyata yang masuk suster Wiwik… dia langsung menghampiri dan bilang</p>
<p style="text-align: justify;">“Teruskan saja An… aku cuman mau ikutan… mumpung sepi ”</p>
<p style="text-align: justify;">Suster Wiwikpun mengelus dadaku… dia ciumin aku dengan lembut… aku membalasnya dengan meremas dadanya… dia diam saja… aku buka kancingnya… terus langsung aku loloskan pakaian dinasnya… aku buka sekalian BHnya yang berenda… tipis dan merangsang… membal sekali tampak pada saat BH itu lepas dari badannya… dada itu berguncang dikit… kelihatan kalo masih sangat kencang… tinggal CD minim yang digunakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Suster Anna masih saja dengan aksinya naik turun dan kadang berputar… aku lhat saja dadanya yang terguncang akibat gerakannya yang mulai liar… lidah suster Wiwik mulai memasuki rongga mulutku dan kuhisap ujung lidahnya yang menjulur itu… tangan kiriku mulai merabai sekitar selangkangan suster Wiwik dari luar… basah sudah CDnya… pelan aku kuak ke samping… dan kudapat permukaan bulu halus menyelimuti liang kenikmatannya… kuelus perlahan… baru kemudian sedikit kutekan… ketemu sudah aku pada clitsnya… agak ke belakang aku rasakan makin menghangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tersentuh olehku kemudian liang nikmat tersebut… kuelus dua tiga kali sebelum akhirnya aku masukkan jariku ke dalamnya. Kucoba memasukkan sedalam mungkin jari telunjukku… kemudian disusul oleh jari tengahku… aku putar jari-jariku di dalamnya… baru kukocok keluar masuk… sambil jempolku memainkan clitsnya. Dia mendesar ringan… sementara suster Anna rebahan karena lelah di dadaku dengan pinggulnya tiada hentinya menggoyang kanan dan kiri… suster Wiwik menyibak rambut panjang suster Anna dan mulai menciumi punggung terbuka itu… suster Anna makin mengerang… mengerang…. dan mengerang…. sampai pada erangan panjang yang menandakan dia akan orgasme… dan makin keras goyangan pinggulnya… sementara aku mencoba mengimbangi dengan gerakan yang lebih keras dari sebelumnya… karena dari tadi aku tidak dapat terlalu bergoyang… takut lukaku sakit.</p>
<p style="text-align: justify;">Suster Anna mengerang…. panjang sekali seperti orang sedang kesakitan… tapi juga mirip orang kepedasan… mendesis di antara erangannya… dia sudah sampe… rupanya… dan… dia tahan dulu sementara… baru dicabutnya perlahan… sekarang giliran suster Wiwik… dilapnya dulu… meriamku dikeringkan… baru dia mulai menaikiku… batin… kurang ajar suster-suster ini aku digilirnya… dan nanti aku juga mesti masih membayar biaya rawat… gila… enak di dia… tapi….. enak juga dia aku kok… demikian pikiranku… ach… masa bodo…. POKOKNYA PUAS !!! Demikian kata iklan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika suster Wiwik telah menempati posisinya… kulihat suster Anna mengelap liang kenikmatannya dengan tissue yang diambilnya dari meja kecil di sampingku. Suster Wiwik seakan menunggang kuda… dia goyang maju mundur… perlahan tapi penuh kepastian… makin lama makin cepat iramanya… sementara tanganku keduanya asyik meremas-remas dadanya yang mengembung indah… kenyal sekali rasanya… cukup besar ukurannya dan lebih besar dari suster Anna punya… yang ini ngga’ kurang dari 36… kemungkinan cup C… karena mantap dan tanganku seakan ngga’ cukup menggenggamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesekali kumainkan putingnya yang mulai mengeras… dia mendesis… hanya itu jawaban yang keluar dari mulutnya… desisan itu sungguh manja kurasakan… sementara suster Anna telah selesai dengan membersihkan liang hangatnya… kemudian dia mulai lagi mengelus-elus badan telanjang suster Wiwik dan tuga memainkan rambutku… mengusapnya…<br />
Kemudian karena sudah cukup pemanasannya… dia mulai menaiki ranjang lagi… dikangkangkannya kakinya yang jenjang di atas kepalaku… setengah berjongkok gayanya saat itu dengan menghadap tembok di atas kepalaku… dan kedua tangannya berpegangan pada bagian kepala ranjangku. Mulai disorongkannya liangnya yang telah kering ke mulutku… dengan cepat aku julurkan lidahku…. aku colek sekali dulu dan aku tarik nafas…. hhhmmmm…… harus khas liang senggama…. kujilat liangnya dengan lidahku yang memang terkenal panjang… kumainkan lidahku… mereka berdua mengerang berbarengan kadang bersahutan…</p>
<p style="text-align: justify;">Aku ingin tau sekarang ini jam berapa ? Jangan sampe erangan mereka mengganggu pasien lain… karena aku mendengarnya cukup keras… aku tengok ke dinding… kosong ngga’ ada jam dinding… aku lihat keluar… kearah pintu… mataku terbelalak… terkejut… shock… benar-benar kaget aku… lamat-lamat aku perhatikan… di antara pintu aku melihat seberkas sinar mengkilap… sambil terus menggoyang suster Wiwik… meninggalkan jilatan pada suster Anna… aku konsentrasi sejenak pada apa yang ada di belakang pintu… ternyata… pintupun terbuka… makin gila aku makin kaget… dan deg… jantungku tersentak sesaat… lalu lega… tapi… yang dateng ini dua temen suster yang sedang kupuaskan ini… kaya’nya kalo marah sich ngga’ bakalan.. mereka sepertinya telah cukup lama melihat adegan kami bertiga… jadi maksud kedatangannya hanya dua kemungkinan… mo nonton dari dekat atau ikutan… ternyata….</p>
<p style="text-align: justify;">“Wah… wah… wah… rajin sekali kalian bekerja… sampe malem gini masih sibuk ngurus pasien… ” demikian kata salah seorang dari mereka…<br />
“Mari kami bantu ” demikian sahut yang lainnya yang berbadan kecil kurus dan berdada super… Jelas ini jawabannya adalah pilihan kedua.<br />
Merekapun langsung melepas pakaian dinas masing-masing… satu mengambil posisi di kanan ranjang dan satu ngambil posisi di kiri ranjang… secara hampir bersamaan mereka menciumi dada… leher… telinga dan semua daerah rangsanganku… akupun mulai lagi konsentrasi pada liang suster Anna… sementara kedua tanganku ambil bagian masing-masing… sekarang semua bagian tubuhku yang menonjol panjang telah habis digunakan untuk memuaskann 4 suster gatel…… malam ini… tidak ada sisa rupanya…. terus bagaimana kalo sampe ada satu lagi yang ikutan ?</p>
<p style="text-align: justify;">Jari-jariku baik dari tangan kanan maupun kiri telah amblas dalam liang hangat suster-suster gatel tersebut… untuk menggaruknya kali… aku kocok-kocokkan keluar masuk ya lidahku… ya jariku… ya meriamku… rusak sudah konsentrasiku…<br />
Ini permainan Four Whell Drive ( 4 WD )atau bisa juga disebut Four Wheel Steering ( 4 WS )… empat-empatnya jalan semua… kaya’nya kau makin piawai dalam permainan 4DW / 4 WS ini karena ini kali dua aku mencoba mempraktekkannya.<br />
Lama sekali permainannya… sampe tiba-tiba suster Wiwik mengerang…. kesar dan panjang serta mengejang…</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah suster Wiwik selesai… dan mencabut meriamku… suster Anna berbalik posisi dengan posisi 69… kami saling menghisap dan permainan berlanjut… sekali aku minta rotasi… yang di kananku untuk naik… yang di atas ( suster Anna ) aku minta ke kiri dan suster yang di kiri aku minta pindah posisi kanan.<br />
Tawaran ini tidak disia-siakan oleh suster yang berkulit agak gelap dari semua temannya… dia langsung menancapkan meriamku dengan gerakan yang menakjubkan… tanpa dipegang…. diambilnya meriamku yang masih tegang dengan liangnya dan langsung dimasukkan… amblas sudah meriamku dari pandangan. Diapun langsung menggoyang keras… rupanya sudah ngga’ tahan…</p>
<p style="text-align: justify;">Benar juga sekitar 5 menit dia bergoyang sudah mengejang keras dan mengerang…. mengerang…. panjang serta lemas. Sementara tingal dua korban yang belum selesai… aku minta bantuan suster yang masih ada di sana untuk membantu aku balik badan… tengkurap… kemudian aku suruh suster yang pendek dan berdada besar tadi untuk masuk ke bawah tubuhku…. sedangkan suster Anna aku suruh duduk di samping bantal yang digunakan suster kecil tadi. Perlahan aku mulai memasukkan meriam raksasaku pada liang suster yang bertubuh kecil ini… sulit sekali… dan diapun membantu dengan bimbingan test…. Setelah tertancap… tapi sayangnya tidak dapat habis terbenam… rasanya mentok sekali… dengan bibir rahimnya… akupun mulai menggoyang suster kecil dan menjilati suster Anna. Mereka berdua kembali mendesah…. mengerang…. mendesah dan kadang mendesis… kaya’ ular.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sulit sekali sebenarnya untuk mengayun pinggulku maju mundur…. jadi yang bisa aku lakukan cuman tetap menancapkan meriamku pada liang kenikmatan suster mungil ini sambil memutar pinggulku seakan meng-obok-obok liangnya… sedangkan dadanya yang aku bilang super itu terasa sekali mengganjal dadaku yang bidang… kenikmatan tiada tara sedang dinikmati si mungil di bawahku ini… dia mendesis tak keruan… sedang lidahku tetap menghajar liang kenikmatan suster Anna… sesekali aku jilatkan pada clitsnya… dia menggelinjang setiap kali lidahku menyentuh clitsnya… mendengar desisan mereka berdua aku jadi ngga’ tahan… maka dengan nekat aku keraskan goyangan pinggulku dan hisapanku pada suster Anna… dia mulai mengejang… mengerang dan kemudian disusul dengan suster yang sedang kutindih…. suster Anna sudah lemas… dan beranjak turun dari posisinya….</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tekan lebih keras suster mungil ini…. sambil dadanya yang menggairahkan ini aku remas-remas semauku… aku sudah merasakan hampir sampe juga… sedang suster mungil masih mengerang…. terus dan terus… kaya’nya dia dapat multi orgasme dan panjang sekali orgasme yang didapatnya…. aku coba mengjar orgasmenya… dan…. dan…. berhasil juga akuhirnya… aku sodok dan benamkan meriamku sekuat-kuatnya… sampe dia melotot… aku didekapnya erat sekali… dan</p>
<p style="text-align: justify;">“Adu…..uh enak sekali… ” demikian salah satu katanya yang dapat aku dengar.</p>
<p style="text-align: justify;">Akupun ambruk diatas dada besar yang menggemaskan itu… lunglai sudah tubuh ini rasanya… menghabisi 4 suster sekaligus… suatu rekord yang gila… permainan Four Wheel Drive kedua dalam hidupku… pada saat mencabutnyapun aku terpaksa diantu suster yang lain…</p>
<p style="text-align: justify;">“Kasihan pasien ini nanti sembuhnya jadi lama… soalnya ngga’ sempet istirahat” kata suster yang hitam.<br />
“Iya dan kaya’nya kita akan setiap malam rajin minta giliran kaya’ malem ini ” sahut suster Wiwik.<br />
“Kalo itu dibuat system arisan saja ” kata suster Anna sadis sekali kedengarannya. Emangnya aku meriam bergilir apa ?</p>
<p style="text-align: justify;">Malam itu aku tidur lelaap sekali dan aku sempat minta untuk suster mungil menemaniku tidur, aku berjanji tiap malam mereka dapat giliran menemaniku tidur… tapi setelah mendapat jatah batin tentunya. Suster mungil ini bernama Ratih dan malam itu kami tidur berdekapan mesra sekali seperti pengantin baru dan sama-sama polos… sampe jam 4 pagi… dia minta jatah tambahan… dan kamipun bermain one on one ( satu lawan satu, ngga’ keroyokan kaya’ semalem ).</p>
<p style="text-align: justify;">Hot sekali dia pagi itu… karena kami lebih bebas… tapi yang kacau adalah udahannya… aku merasa sakit karena lukaku berdarah lagi… jadi terpaksa ketahuan dech sama yang lain kalo ada sesi tambahan… dan merekapun rame-rame mengobati lukaku…. sambil masih pengen lihat meriam dasyat yang meluluh lantakkan tubuh mereka semaleman. Abis gitu sekitar jam 5 aku kembali tidur sampe pagi jam 7.20 aku dibangunkan untuk mandi pagi. Mandi pagi dibantu oleh suster Dewi dan sempat diisep sampe keluar dalam mulutnya… nah suster Dewi ini yang kulitnya hitaman semalam. Nama mereka sering aku dapat setelah tubuh mereka aku dapat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/nakalnya-suster-suster-rumah-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Citra Suka Lolipop</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/citra-suka-lolipop/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/citra-suka-lolipop/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2012 02:19:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[blowjob]]></category>
		<category><![CDATA[citra]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[lolipop]]></category>
		<category><![CDATA[sepong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3651</guid>
		<description><![CDATA[Kata Citra rasanya kayak ngemut ice cream enakkk gila.. slurppppss crooott]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata Citra rasanya kayak ngemut ice cream enakkk gila.. slurppppss crooott</p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/citra-suka-lolipop/citra-suka-lolipop-1/" rel="attachment wp-att-3652"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3652" title="citra-suka-lolipop-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/citra-suka-lolipop-1-259x300.jpg" alt="" width="259" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/citra-suka-lolipop/citra-suka-lolipop-2/" rel="attachment wp-att-3653"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3653" title="citra-suka-lolipop-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/citra-suka-lolipop-2-240x300.jpg" alt="" width="240" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/citra-suka-lolipop/citra-suka-lolipop-3/" rel="attachment wp-att-3654"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3654" title="citra-suka-lolipop-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/citra-suka-lolipop-3-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a><br />
<span id="more-3651"></span><br />
<a href="http://www.ceritasex.cn/citra-suka-lolipop/citra-suka-lolipop-4/" rel="attachment wp-att-3655"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3655" title="citra-suka-lolipop-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/03/citra-suka-lolipop-4-189x300.jpg" alt="" width="189" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/citra-suka-lolipop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 2.569 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-20 23:00:36 -->
<!-- Compression = gzip -->
