Jeng Yati (Another Story)
Jan 24th, 2010 oleh Cerita Sex
Karena seringnya pencuri masuk ke perumahan yang kami tempati, maka warga perumahanku secara aklamasi menyewa penjaga malam dan warga boleh boleh saja membantu mereka malam hari. Memang kebetulan rumah yang kutempati di tengah perumahan itu tapi dua rumah di sebelahku belum dihuni sehingga sering kali keempat rumah itu dibuat sebagai tempat persembunyian.
Malam itu aku terkena influenza berat karena kehujanan sepanjang siang.
“Aku masih menyiapkan makanan untuk penjaga malam, mas….!!”, kata istriku yang berpostur tubuh mungil dengan tinggi 155 cm, berwajah menarik seperti bintang Film Mandarin, meskipun kulitnya agak sawo matang dengan rambut pendek, sehingga tampak lebih muda dari usianya yang menginjak 40 tahun.
Malam itu udara sangat panas sehingga dia hanya memakai daster yang lumayan tipis, sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya, utamanya pantat bahenol nya yang empuk itu yang bergoyang saat berjalan, walaupun perutnya tidak ramping lagi, karena sudah dua kali mengandung dan model dasternya berkancing di depan sehingga payudara biarpun tidak besar, tapi padat berisi, yang berukuran 34C agak tersembul dan kedua puting susu nya tampak menonjol dari balik dasternya karena memang dia kalau dirumah hanya memakai camisole tipis saja.
“Sudah pukul sepuluh kok belum datang, ya ..!”, dia bergumam sendiri karena mengira aku sudah tertidur. Beberapa saat kemudian kudengar dua orang bercakap-cakap di luar dan mengetuk pintu rumah pelan. Istriku yang rebahan di sampingkupun bangkit dan entah tersadar atau tidak istriku membetulkan rambutnya dan memoles bibirnya sehingga bibirnya semakin merah.
“Lho ????”, gumannya pelan ketika tersadar dia memoles bibirnya, tapi karena penjaga malam itu terus mengetuk pintu, dia pun tak jadi membersihkan bibirnya yang merah merangsang itu.
“Malam, Bu Yati…!”, terdengar suara seseorang dan aku mengerti kalau suara itu adalah Pak Diran dan istriku sudah dikenal oleh dua orang petugas jaga tersebut karena sering istriku pulang malam seusai mengajar di kampusnya.
“Masuk dulu Pak Diran..!”, terdengar istriku mempersilahkan penjaga malam itu masuk, sementara kudengar bunyi halilintar yang cukup keras dan hujan tiba-tiba turun dengan derasnya.
“Wah hujan ? saya sama Pak Towadi, Bu Yati..!” katanya. “Nggak apa-apa,… masuk saja … lagian hujan deras, pak….!” kata istriku. “Selamat malam, Bu Yati..!” kudengar Pak Towadi memberi salam pada istriku. “Sebentar tak buatkan kopi ..!” kata istriku, kemudian kudengar istriku berjalan menuju dapur di belakang rumah.
“Di, lihat kamu ngga?!” terdengar suara bisikan Pak Diran, “Kamu kacau, Ran?!” balasan suara bisikan Pak Towadi., “Kamu lihat, enggak..?” suara Pak Diran lagi, “Iya, Ran muncul…., kayak penghapus ?” kata Pak Towadi, Rupanya mereka berbisik-bisik mengenai puting susu istriku yang menonjol di balik dasternya, karena malam itu istriku hanya mengenakan camisole di balik dasternya.
“Pantatnya bahenol, lagi….,” lanjut bisikan Pak Diran, “Hus istri orang itu, Ran..!” kata Pak Towadi, “Eeh, ini malam Jum’at, kan..? Pas kuat-kuatnya ilmuku hi hi?!!!” kudengar Pak Diran tertawa ditahan pelan, “Dicoba aja.., yok…, siapa tahu Bu Yati mau…!” kata Pak Diran.
Kuingat Pak Towadi orangnya hitam agak tinggi dengan badan kekar dan Pak Diran orangnya tambun pendek, keduanya berumur 50 tahunan lebih, aku bergidik juga mendengar perkataan mereka mengenai istriku tadi, mereka penduduk asli daerah itu, terkenal sangat doyan dengan perempuan, bahkan mereka pernah bercerita saat aku jaga malam, kalau pernah membuat pedagang jamu yang bertubuh bahenol, yang sering keliling dua minggu sekali di daerah tempat tinggalku, pernah dibuat hampir tak dapat berjalan karena digilir mereka berdua, dimana saat itu pedagang jamu itu masih perawan dan sampai saat bercerita malam itu, pedagang jamu itu masih sering meminta kepada mereka berdua untuk menggilirnya, biarpun sekarang sudah bersuami, katanya tak pernah puas dengan suaminya yang masih muda, bahkan pedagang jamu itu pernah meminta mereka berdua datang ke rumahnya.
“Kalau sudah kena punya kami, pak, …. Waahhh…perempuan pasti malas dengan suaminya dan?..suaminya tak berkutik kalau kami ada, dan membiarkan kami tidur bersama istrinya dalam satu kamar bersama suaminya”, kata Pak Diran terkekeh kekeh malam itu.
Kemudian kudengar suara bisikan mereka lagi….. “Kamu jangan ngaco, Ran. Sudah nanti kelewatan?!” kata Pak Towadi “Keris pusakaku.. ku bawa.. Di…. Ini ..he he he ?!” kata Pak Diran, “kamu jangan, gitu Ran…, orangnya lagian baik…, kasihan suaminya nanti, pinginnya sama kamu aja nanti .. !!” suara Pak Kardi lagi. Karena perasaanku nggak enak akhirnya kuputuskan untuk keluar dan mereka berdua terlihat kaget melihatku, tapi Pak Diran yang membawa keris langsung mencabut kerisnya dan langsung mengarahkan kerisnya padaku dan tiba-tiba gelap menyelimutiku.
Kemudian aku terjaga dan kudapati diriku di tempat tidur kembali, kutoleh pintu kamarku dan kusen kamar dan lantai pintu kulihat seperti membara.
“Eeeecch ?….eeeeccchhh. …eeeeecccchhhh …..!!!! ” kudengar desis istriku dan akupun turun, tubuhku terasa lemas sehingga aku merangkak mendekati pintu kamar dan…… seperti terkena listrik beribu ribu volt saat tanganku memegang kunci kamarku hingga aku tersengkur makin lemas seperti karung bersimpuh di depan pintu kamar yang sedikit terbuka itu.
Aku tak percaya melihat di ruang tamu dari pintu kamar yang terbuka sedikit itu, kulihat istriku berdiri di depan Pak Diran yang membawa selongsong keris sebesar batang kemaluan orang dewasa lebih besar dari lampu TL 40 watt yang ujungnya di arahkan kepada istriku yang berdiri, sedangkan tangan yang satunya seolah memelintir di ujung lainnya yang berbentuk huruf U memanjang itu. Kedua tangan Pak Diran kini memegang pangkal keris yang melengkung itu dan kedua jarinya memelintir ujung nya dan kulihat istriku yang berdiri, tubuhnya bergetas dan kembali mendesis
“Heeeggghhh ?..oooooohhhhhhh. ……ooooooohhh hhhhh…. ..!!!!!” Pak Diran bukan lagi seperti memelintir tapi menarik narik kedua ujung keris berbentuk U itu dan terlihat istriku membusungkan dadanya seperti kedua puting susu nya tertarik ke depan. “Mmm heeeggggh ?..aaaaaaa… .aaaaduuuuuhhhhh h……!! !!!” istriku mendesis panjang dan Pak Diran langsung mengulum salah satu ujung U itu dan …. “Paaak ?.paaakkkk… .jaa…jaaangaaa annnnn ?.paaakkkkk.. ….!!!!! ” suara desis istriku memelas dan tangan kanan istriku secara refleks memegang payudara kanannya, istriku mendesis-desis kembali….. “Ummmppff?. Paakkkk….. jaaa….jaaaaang aaaannnn ? paaaakkkk ?..!!!!” istriku mendesis. Tangan kanan Pak Diran memelintir ujung satunya dan istriku pun memegang kedua payudaranya kembali yang masih terbungkus daster dan camisole nya itu.
“EEecccchhhhhhhgggg hhhhh ??!!!!!!!” istriku mendesah lagi saat Pak Diran memutar selongsong kerisnya sehingga pangkal keris berbentuk U itu berdiri, sementara jari-jari tangan kanannya mengelus-elus pinggiran lubang keris itu dan kulihat pantat bahenol istriku pun bergetar dengan hebat. Pak Diran semakin cepat mengelus dan bahkan menggosok lubang keris itu dan istriku pun mengerang-erang …..
“Paaakk ? paaakkk….suuu. ..suuuuddaaaaahh ? paaakkk ?jangaaan diteruuuuskaaaaan ?.eeeecchghghghghghg h ??.!!!!!”, sementara pantatnya pun bergetar hebat dan kedua tangan istriku memegang pantat bahenol nya yang bergetar hebat saat Pak Diran menjilati lubang keris itu dan pantat bahenol istriku meliuk liuk tak karuan, kedua tangannya meramas pantat bahenol nya sendiri yang mulai maju mundur saat Pak Diran menyedot nyedot lubang keris itu dan bahkan lidah Pak Diran menjilati lubang itu dan….. “Mmmppfffhhh hghghghgghghg ?.” istriku semakin keras mendesis desis, selangkangan nya terangkat angkat dan mendekati ujung selongsong keris ysng tengah disedot sedot dan dijilati lubangnya oleh Pak Diran.
`Paaaak ? sudddaaaah ngngngngngngng hhhheeeghghghghgh??!!!” istriku mendesis kedua matanya tertutup dan selangkangan nya tertarik ke depan hingga selangkangan nya kini mengesek ngesek sarung keris itu.
“Suudddaaaaah paaaak jangaaaaan sudaaah eeeeechghghghg ?.!!!!” istriku terus mendesis desis. Kemudian Pak Diran menghentikan aksinya. “Diii… , elus lubang kerisku ?!!!” kata Pak Diran kepada Pak Towadi yang dari tadi bengong, sementara di pangkal selangkangan nya sudah menggelembung menunjukkan batang kemaluan nya sudah berdiri tegang. Pak Towadi langsung mengelus lubang keris Pak Diran dan kembali…. “Eeeeee….. eeeeee… .eeeeehhhhh. ….eeeecccchhhg hghghg?..! !!!!” istriku mendesis.
“Enak Bu Yati….?” tanya Pak Diran yang berdiri dihadapannya dan selangkangan istriku masih menempel di sarung keris itu. Istriku ngga menjawab, diam saja…… “Ooooo.. kurang enak rupanya?!!!” kata Pak Diran kemudian…. .. “Jaaa….jaaaangaaa nnnn….. , paaakkkk…. ..!!!!” rintih istriku memelas,
“Singkap dastermu, Buuuu……! !!!” perintahnya. “Paaak …..oooohhhhhh. …jaaa.. ..jaaangaaannn ….paakkkk. …..!!!! ” istriku menghiba. “Ayooo .. nggak usah malu Buuu…. atau biar dia yang mencari jalannya sendiri?!” kata Pak Diran. Seperti diperintah sarung keris itupun menempel di selangkangan istriku saat Pak Diran melepasnya dan….
“Paak ….jaaa…jaaangaa nnnn…paaaakkkk ?.!!!!” desis istriku saat sarung itu mulai menggosok selangkangannya kembali, sehingga pantatnya pun bergetar kembali. “Dii ?malam ini kita nonton dulu ? biar Mbah Gandul yang nyebokin Bu Yati, malam ini punya dia?lihat Dii ? Bu Yati menaikkan dasternya ? rupanya dia sudah kebelet….” Kulihat istriku mendesis-desis dan mengelinjang, sementara kedua tangannya memegang pantat nya sendiri dan menarik ke atas dasternya pelan-pelan, sehingga mulai tersingkap paha mulusnya. Semakin lama pantatnya semakin bergetar cepat dan selangkangannya maju mundur oleh gosokan sarung keris yang di sebut Pak Diran, Mbah Gandul itu. Begitu dasternya tersingkap sampai pangkal pahanya, Mbah Gandul langsung menyusup ke selangkangan istriku dan ….. “Mmmmmmpppfff ..eeecchhhh ?..bessaaaar ??oooooohhhhhh. ….!!!” desis panjang istriku.
“Sudah, Di , kita keluar biar Bu Yati malam ini milik Mbah Gandul?!!!” kata Pa Diran. “Bu Yati, titip Mbah Gandul yaa, selamat menikmati, besok baru kami,… Oh… ya…., besok kan ibu pulang malam?.nggak usah pake BH dan celana dalam ya kalau pulang, nanti dibungkus dan serahkan ke saya di pos kalau pulang? biar lebih enak ?he he he….!!! ” kata Pak Diran sambil meremas payudara istriku yang berdiri tak berkutik dengan kedua kakinya yang terkangkang. Merekapun keluar meninggalkan istriku yang terbengong.
“Mmmpppff ….oooohhhhh. …beee.. ..besaaar ?aaamaaatttt. …!!!!” rintihnya saat kedua orang itu telah pergi. Istriku pun berusaha duduk di kursi panjang dan rupanya dia berusaha menarik sarung keris itu keluar tapi….. “Mbaaaah uummppfff oooooohhh… aaammmmpuuunnn. ..mmmbaaaahhh. …. ?..!!!” istriku mendesis keras. “ooocch masuukkk ke daalaaam eeeccchh gilaaa uummpppfff heeecchhh gilaaa ?uuuccch geliiii aaaccch koook giniiii rasanyaaaaa uumppppccchh ennnnaaaaakkkkckccc hhhh??!!!” dan kulihat istriku mencengkeram erat sandaran kursi dan pantat nya bergetar keras maju mundur di tempat duduknya dan goyangan pantatnya semakin kencang, sementara keringatnya memebanjir dan nafasnya terengah engah
“Eccchhhghghghg mbaaaaah Gaaanduuull ?. akuuuu keluaaaaar ?.!!!” istriku mengerang saat mencapai orgasme malam itu. Tubuhnya tersungkur miring di kursi panjang dan beberapa saat kemudian kaki nya terkangkang lebar dan tubuhnya bertumpu di kedua tangannya melihat selangkangan nya yang digarap Mbah Gandul kembali itu. Kembali pantatnya bergoyang sementara mulutnya mendesis-desis kenikmatan dan nafasnya memburu keras dan…. ]
“Mbaaah…mmmbbaahh hhh…… ..aaaa… aaaakkuuuuu. .keee…keeeelua aaar lagiiiii ?.!!!!” dia mengerang saat mencapai orgasme keduanya dan pantat nya tersentak-sentak. Kemudian dia duduk kembali dan berusaha berdiri dan berjalan menuju kamar, akupun cepat-cepat rebahan di tempat tidur….
“Mas…maaasss. … bangun,….mass. …!!!!” panggil istriku “Kamu kelihatanya kok kumal dik, tadi… ku dengar ribut-ribut diluar…..! !!” “Maas ?!!!!!” kata istriku tersipu-sipu, sambil memelukku..
Selang seminggu kemudian, kembali Pak Diran dan Pak Towari mendapat giliran tugas jaga Dan seperti kebiasaan yang lalu-lalu, mereka pasti akan mampir kerumahku dengan alasan untuk minum kopi. Sudah sejak jam 7 malam aku masuk kekamar, dengan pura-pura badan merasa ngga enak. Begitulah kira-kira jam 9 malam, terdengar ketukan pada pintu depan dan terdengar istriku yang masih nonton TV diruang tamu membuka pintu depan dan terdengar suara Pa Towari dan Pak Diran… “Selamat bu Yati…. apa bapak masih bangun…?” “Ohh…bapak ngga enak badan dan sudah masuk tidur sejak jam 7 tadi…!!!” terdengar sahutan istriku…..”Oooo…maaf mengganggu, tapi saya hanya mampir sebentar untuk mengambil kopi saja…!!”
“Kalau begitu silakan duduk dulu, saya akan menyediakan kopi didapur…!” sahut istriku lagi, sambil berjalan masuk kedalam.
Sesaat kemudian kudengar suara langkah kaki menyusul istriku kedapur dan… “Bu Yati, nggak bilang suami ibu kan mengenai kejadian yang lalu…. ?..!!!” terdengar suara Pak Towadi. Tak terdengar suara jawaban dari istriku. Tak selang kemudian terdengar suara ribut-ribut tertahan dari arah dapur dan……. “Ooooohhhh.. ..jangan. …Jangaan paak ?!!!!!” terdengar suara menghiba “Kenapa, Bu Yati…? diam saja bu….ntar juga pasti enak kok….!!!” suara Pa Towari kembali. “Jangan pak, ampuun paaak ?.!!!” istriku semakin menghiba, kayaknya Pak Towadi semakin mendesaknya, kemudian dengan mengendap-edapa aku turun dari tempat tidur dan mengintip dari celah-celah pintu kamar…. dan….terlihat dengan cepat Pak Towadi melompat dan berdiri diantara kedua kaki istriku yang terkangkang lebar, saat istriku akan mengatupkan kedua kakinya. “Tutup selambunya, Ran…!!!” kata nya ke Pak Diran, dan Pak Diran langsung menutup selambu dan pintu rumah.
“Ayo?emut kontolku Bu Yati..” kata Pak Towadi tiba-tiba sambil mengeluarkan penisnya yang agak kecil lemas tapi panjang berbintil-bintil seperti buah pace mendekati mulut istriku. “Jaaa….jaaangaann nn paaak?.aaampun paaak ??!!!!” istriku terisak sambil memegang pergelangan tangan Pak Towadi yang menyambak rambutnya dan pantat Pak Towadi maju dan batang kemaluannya yang panjang berbintil-bintil semakin dekat dengan mulut istriku. “Lepas rambut saya paaak…!!!” isak istriku dan Pak Towadi melepas jambakannya dan istriku membuka mulutnya yang sudah dekat dengan penis Pak Towadi dan istriku mengulum penis berbintil Pak Towadi. “Sedot Bu Yati ?.wwwuhhh Raan Bu Yati pinter nyedot kontolku ?!!!” kata Pak Towadi ke Pak Diran yang juga mendekati istriku dan “Sudaaah nanti biar Bu Yati sendiri…!! !” katanya, aku tak mengerti maksud kata-kata Pak Diran, kemudian Pak Towadi mencabut penis berbintilnya dari mulut istriku dan mendorong istriku untuk duduk dibangku panjang yang ada di dapur, sementara dia duduk di kiri istriku, sedang Pak Diran dikanan istriku.
“Bu Yati? gosok punyakmu sendiri ?!!” kata Pak Diran sambil memegang tangan kanan istriku ke selangkangan nya sendiri. “Ayooo ?.!!!” kata Pak Diran lirihdan mulailah istriku masturbasi menggosok dan mengocok bibir vaginanya sendiri sampai akhirnya bunyi kecepak terdengar dari selangkangannya. .. “Itilmu Bu Yati…!!!” kata Pak Diran dan istriku mengerang sendiri saat memepermainkan kelentiitnya. “Paaak ?!!!!’ istriku mendesis “Kenapa, Bu Yati…?” tanya Pak Towadi “Paaaak ?.!’ istriku hanya mendesis “Ran Bu Yati mulai naik niih…. ,!!!” kata Pak Towadi dan Pak Diran pun berdiri dan menuju pintu dan membukanya dan masuk kembali memegang tali dan betapa terkejutnya aku saat Pak Diran menarik Tarzan, kontol herdernya yang setia, yang selalu menemani mereka jaga. Istrikupun terkejut sepertiku dan Pak Diran mengunci pintu kembali dan Pak Towadi memegang istriku yang akan lari. “Diaam ?” bentak Pak Towadi “Jangaan paaak ?..” istriku akan mengatupkan kakinya tapi Pak Diran sudah berdiri di depan istriku dan menahan kaki istriku dan Tarzan, langsung menyusup di antara kaki Pak Diran yang menahan kaki istriku dan……
“Aaaaaauuuuwwwwwww. ……Paaaak ?..!!!!” suara istriku mengerang saat selangkangan nya yang gundul dijilati Tarzan. Rupanya si Tarzan sudah terlatih merangsang wanita karena istriku memegang pinggang Pak Diran yang berdiri di depan istriku menahan agar kaki istriku tetap terkangkang lebar “Eeeccch eeh eeeeeecchchh ?..wwwuuucccggghhh paaaaak aaaahhcchhchchc ?” istriku mengerang ddan mendesis keras karena jilatan Tarzan di selangkangan nya. “Gimana Bu Yati? Enak Bu Yati?” kata Pak Diran terkekeh kekeh “Paaak ampuuunn adduuuuuuccch aaduuucchh mmmppfsss paaaakkkkzzzzz ? eeh eeh eeeh eh eh?.paakk akuuu wwwwwwuucccch ngngngngngng? ..’ istriku mengerang keras dan memegang erat pinggang Pak Diran sedangkan pantat bahenol terangakt angkat saat orgasme ketiganya malam itu meledak dan Tarzan dengan ganasnya terus merangsang kelentit, bibir vagina istriku dan hanya terpaut beberapa menit istriku mengerang kembali saat mencapai orgasmenya yang ke empat dan tubuh istriku pun terjatuh di kursi nafasnya mendengus dengus keringatnya mengalir deras.
tetapi Tarzan, si kontol herder itu terus merangsang istriku dengan jilatan jilatan mautnya di bibir vagina istriku dan kelentit istriku dan istriku pun mengejang dan mengerang kembali saat oergasmenya ke lima meledak. Tubuh istriku benar benar lunglai dan Pak Diran membalikkan tubuh istriku yang terkapar di kursi panjang dan menarik kedua kaki istriku yang tertelungkup di lantai dan bertumpu di kedua lututnya sehingga istriku menungging dan Tarzan rupanya sudah siap dan batang kemaluannnya yang merah sudah membesar dan menegang langsung melompat di punggung istriku dan Pak Towadi mengarahkan batang kemaluan Tarzan ke liang vagina istriku dan “MMmmppppfffh paaak jangaaaaan akuuu mnmmmn nn nggaaak mauuu mmmmppfffff .uuuucccch ucccchhh ?!!!!!” istriku mengerang saat batang kemaluan Tarzan menerobos masuk ke liang vagina istriku dan kulihat begitu cepatnya Tarzan mengenjotkan pantatnya sehingga istriku tak lagi dapat mengerang hanya mendesis “wwwhhh wwwwhhhhhw wwhwhhhwhw ?..!!!!” dan bunyi kecepak-kecepak di selangkangan istriku semakin keras “”wwwwhhhhcchh wwwccchhhh ngngngngng ?.!!!” istriku mengejan saat orgasme dan terus entah sampai orgasme yang keberapa hingga tampaknya istriku hampir pingsan.
Seminggu sejak kejadian itu, istriku minta pindah dari kompleks perumahan itu dan dengan usahaku akhirnya kami dapat pindah di linkungan baru yang tak tahu mengenai kejadian itu.
Kata Kunci Pengunjung:
- cerita sex jeng yati
- jeng yati
- NGENTOT STORY
- Cerita jeng yati
- cerita seks satpam
- cerita seks jeng yati
- cerita dientot tarzan
- Cerita ngentot jeng yati
- jeng yati pak diran
- cerita ngentot stw bahenol toge
- Cerita panas nikmatnya pantat bahenol ibu2 Stw
- kisah jeng yati
- sex stw bahenol selingkuh
- cerita seks bu yati
- cerita sex stw
- cerita dewasa jeng yati
- cerita dientot kontol besar panjang sampai pingsan
- cerita enak stw
- Cerita sex kontol besar jaga malam
- Cerita sex kontol besar penjaga malam
- Cerita sex satpam
- hangatnya memek dan pantat ibu ambar
- ngentot anus istri teman sampai pingsan
- Ngentot sama penjaga malam
- www kisah lesbian yati com
- Bu entot jangan di dubur ya
- cerita cerita jeng yati
- cerita dewasa pak diran
- Cerita di ewe pedagang keliling
- cerita dientot kontol besar sampai pingsan
- Cerita napsu birahi selingkuh stw
- CERITA NGENTOT PEPEK IBU-IBU
- cerita ngentot stw toket besar pantat besar
- Cerita panas jeng yati
- cerita rumah sex stw
- cerita seks stw pakai daster
- Cerita sex kontol besar satpam
- cerita sex panas nikmatnya kontol super besar milik tetangga
- Cerita sex stw gemuk
- cerita sex stw gendut
- ceritasex dientot mbah
- Entot bu yati
- hot sex novel ngentot
- Memek stw enak
- mesum story
- NAFSU BIRAHI VAGINA BU YATI
- ngentot tetangga stw yg gemuk besar
- ngentotin ibu-ibu bersuami
- pepek jeng yati
- pepek stw
- www cerita memek stw
- www cerita sex ngentot wanita stw
- Yati porno
- abg menikmati memek ibu stw
- Ayo rame2 emut kontolku
- BIRAHI IBU bahenol
- BU RINA SELINGKUH DI DAPUR
- cerita another story jeng yati
- cerita dewasa 18 jeng yati
- cerita dewasa kontol gede pak diran
- cerita gentot ibu di anus nya
- cerita hot sex anal dengan stw
- cerita hot stw muda bahenol
- cerita ibu bahenol
- cerita istriku di entot sama pedagang
- cerita istriku di gilir 4 satpam
- cerita janda stw kuat seks
- cerita jeng yati ngentot 4 satpam
- Cerita khusus dewasa terbaru dengan ganasnya birahi stw toge
- cerita main sex dengan ibu-ibu stw
- cerita memekku bu yati
- cerita mesum ngentot ibu sendiri
- Cerita mesum pak diran
- cerita ngentot bersama tante sendiri
- cerita ngentot dua kontol dalam pepek
- cerita ngentot emak dan satpam
- cerita ngentot ibu ibu bahenol
- cerita ngentot istri smpe pingsan
- cerita ngentot ku entot anus istri ku hingga pingsan
- cerita ngentot stw dibelakang sofa ruang tamu
- cerita ngentot stw super toge
- Cerita ngentot yati
- Cerita ngentotin cipap emak mamak selagi tidur
- Cerita panas dewasa terbaru mesum dengan ibu stw toge tetanggaku
- cerita pepek stw
- Cerita pijat seks stw gemuk
- cerita porno stw ngentot sama ibu di dapur
- cerita sek jeng yati
- cerita seks satpam kampus
- cerita seks terbaru janda toket gede daster tipis
- cerita sex anus jeng
- cerita sex dengan jeng
- Cerita sex dengan satpam kampus
- cerita sex dengan tetanga bahenol toge
- Cerita sex dg stw cina
- cerita sex di dapur budhe
- cerita sex dibalik daster STW
- cerita sex ibu muda pantat gede
- cerita sex istri dengan satpam
- Cerita sex ku entotin lubang anus tanteku yang super gendut
- cerita sex mbah anus
- cerita sex pak diran
- cerita sex pemerkosaan tempek berjilbab
- cerita sex pepek stw
- cerita sex selingkuhi istri tetangga stw
- cerita sex stw tetangga berjilbab terbaru
- cerita sex yati
- cerita sexs jeng yati
- ceritangentotstwistriorang
- ceritasex gadis dientot mbah
- digilir empat satpam kekar
- entot embah tetanggaku
- gambar asu ngentot
- goyangan pantat bu de berjilbab
- ibubahenolbugil
- istri ku di kentot herder pak diran
- istriku entot dubur
- jeng yati cerita dewasa
- jeng yati dan anak abg
- jeng yati dan pak diran
- jeng yati dikentot
- jeng yati mas
- jeng yati seks
- jengYati ngentot kontol gedhe
- Kisah sex dewi nikmatnya kontol satpamku
- kisah sex jeng yati
- Kontol mas diran
- kontol mbah besar
- kontol mbah diran yang super
- kontolku dan ibu stw
- kontolku yg panjang besar masuki memek wanita paruh baya pakai daster tipis
- Ku entot mamaku sampe pingsan
- Ku perkosa memek emak dengan sadis
- Kumpulan cerita sek stw bahenol
- liat orang Ngentot pepek dan Anus
- Liat pepek dan anus teman isteri
- Lontestw
- mani herderku masuk memekku
- memek bu yati
- Memek jeng yati Digilir 4 satpam
- memek jeng Yati enak
- mesumstw com
- ml stw 45 toge gede
- Napsu melihat kontolbesar satpam
- ngentot bu yati
- ngentot pantat bahenol istri tetangga
- ngentot pas hujan
- ngentot pepek sadis
- ngentot stw bahenol
- Ngentot stw pake daster toked gede
- Ngentot tante pakai daster didapur
- Ngentot teman isteri dari pepek dan anus
- ngentot yati
- nikmatnya ngentot istri orang yang gendut
- Nikmatnya pantat bahenol stw
- penisnya menerobos cipap ibu
- Pepek ku di emut si mbah com
- perawan ngentot dengan pedagan keliling
- Pijat seks stw
- Pijat sex mas panggil dik
- Rupanya suaraitu saat ibuku di entot pria kontol besar
- Seks istri yati
- Sex dgn stw
- Slingkuh dengan stw 40
- Stw bahenol
- stw kenikmatan sesaat
- www cerita panas stw toge
- www cerita seks nafsu lihat pantat bongsor tetangga dalam daster tipis com
- Www ceritamemekstw
- www ceritasex dewasa dgn stw
- yati ngentot
- yati sex com
- 3gp daster tante stw
- 3gp yati toge
- air susu jeng yati
- air susu jeng yati disedot sedot
- Aku di gangbang oleh satpamku
- Aku di perkosa bude yati
- Aku digilir dua kontol gede
- aku sampe pingsan dientotin mama
- aku sex dengan stw 40tahun
- anus jeng yati
- arsip cerita sex perkosaan
- Asiknya ngentot stw
- asu mesum
- BahenoL memek ibuku
- bahenol ngentot
- bahenolnya teman ibuku
- Bahenolnya tubuh istri tetangga
- bapak ibu stw 3gp
- bercinta dengan tante estewe
- Bersenggama dengan wanita bertubuh bahenol
- biar stw 40 th masih nafsu
- Birahi bu yati
- birahi tetangga stw
- birahitinggiwanitastw
- Bohai nya stw tetangga
- bokong bahenol bude berjilbab
- bokong gede stw enak
- bokong istri tetangga merangsang

Buat Gadis ABG dan Tante yang ada di Jakarta dan Tangerang : Kalo mau ML sampe puas, sampe orgasme berkali-kali … just call me 021-99635335 … Aku orangnya asik kok… Burungku gede lagi… Mau coba…??? Telpon dong…!!! Aku tunggu lho…>>>