Menikmati Tubuh Adinda, Menantuku.
Nov 14th, 2009 oleh Cerita Sex
Gairah kelelakian Pak Suryo yang terpendam kepada Adinda memang menuntut karena sang menantu makin dipandang makin menggiurkan saja. Ditahan makin lama makin meluap dan ketika dicoba mengutarakannya dengan memancing-mancing sambil mengobral banyak pemberian nampaknya tidak ada penolakan dari Adinda, dengan sendirinya kelanjutan ke arah hubungan terlarang ini menjadi semakin mulus.
Tidak bisa disalahkan, Adinda yang latar belakangnya binal kalau sudah terlalu dekat apalagi sudah terlalu banyak dibanjiri hadiah sang mertua, maka kesadarannya pun cepat saja jadi buntu ketika itu. Jelas, karena sebenarnya bukan baru dimulai saat itu saja tapi dari awalnya Adinda memang sudah diincar oleh Pak Suryo dan Adinda sendiri juga sudah menaruh perasaan tertarik kepada bossnya yang simpatik ini. Cuma saja karena keburu diserobot duluan oleh Mas Indra yang lebih ngotot maka perasaan hati keduanya sempat tersendat dan sekarang mulai terungkit kembali. Menggelegak semakin hari semakin matang sampai kemudian di suatu sore yang merupakan penentuan ketika Pak Suryo mencoba sedikit nekat untuk menangkap menantu cantik ini dalam pelukannya tapi kali ini disertai dengan menyosor bibir Adinda.
“Hffmmm.. hghh..” Adinda mengejang tersumbat mulutnya oleh lumatan nafsu Pak Suryo tapi begitupun dia tidak berontak. Ada beberapa saat dia ikut terhanyut dalam asyiknya berciuman bergelut lidah dan ketika cukup untuk saling melepas, terlihat air mukanya merah merona.
“Bapak nekatt..” komentarnya malu-malu geli.
“Abisnya kamu ngegemesin Bapak sih..”
Itu awal pertama percobaan Pak Suryo. Tentu saja melihat ada lampu hijau seperti ini jelas membuatnya lebih berani lagi. Dia sudah mulai mencari simpati dengan cerita tentang Bu Suryo yang mulai kurang memberinya kebutuhan penyaluran seks. Dan ternyata meskipun tidak terucapkan tapi dari mimik wajah Adinda tertangkap oleh Pak Suryo bahwa sang menantu ini mulai terpengaruh prihatin kepadanya. Terbukti ketika pada kesempatan hari berikutnya dia mengulang lagi memeluk dan mengajak berciuman tapi kali ini sambil sebelah tangannya menggerayangi bagian-bagian kewanitaan Adinda, mulai dari kedua susunya sampai kemudian menyusup ke selangkangan, meremas gemas bukit vaginanya, lagi-lagi tidak ada penolakan dari sang menantu cantik ini. Seperti yang pertama Adinda juga membiarkan sebentar dan ikut terhanyut oleh ajakan berciuman yang hangat bernafsu ini, hanya saja ketika terasa akan terlupa daratan segera dia minta melepas ciuman.
“Pak jangan sekarang.. Adinda takut kalo ketauan..” bisiknya cemas karena sudah terasa jari nakal Pak Suryo menyusup mengorek-ngorek di celah kemaluan di bagian klitorisnya. Mendapat peringatan ini Pak Suryo pun seperti tersadar dan melepaskan Adinda.
“Heehh.. nanti kalau ada kesempatan Bapak ke kamarmu, ya?” katanya masih sempat memesan.
Adinda hanya mengiyakan dan segera berlalu dari situ meninggalkan Pak Suryo yang meskipun masih nampak penasaran tapi dalam hatinya lega karena yakin bahwa pada kesempatan berikut tentu dia pasti dapat meniduri menantu cantik ini.
Suatu hari Mas Indra akan dinas keluar kota, pagi-pagi buta itu Adinda sudah kembali naik tidur setelah mengantar Mas Indra cuma sampai di pintu kamar untuk berangkat ke airport. Membanting tubuhnya lemas karena Mas Indra masih sempat mengajaknya bermain cinta sesaat sebelum berangkat.Ketika setengah layap-layap itulah dia dihampiri Pak Suryo yang masuk ke kamarnya tanpa sepengetahuannya. Begitu datang Pak Suryo yang rupanya sudah lama menunggu kesempatan baik ini langsung ikut naik berbaring dan mulai menggerayangi tubuh Adinda yang masih bertelanjang bulat dan hanya menutupi tubuh atasnya dengan sehelai kain. Adinda sempat mengira bahwa itu Mas Indra lagi tapi segera tersadar karena perbedaan yang nyata di antara kedua lelaki itu. Mas Indra agak kecil sedang Pak Suryo yang pendek itu besar gempal tubuhnya. Adinda jadi kaget.
“Ehh Bapakk?! kaget aku Paak.. kirain siapa.”
“Ah masak sama Bapak nggak kenal, kan Bapak sudah pernah bilang mau nyusul ke sini kalo ada kesempatan.”
“Abis nggak kedengaran masuknya, tapi Ibu mana Pak?” kata Adinda yang karena merasa tidak bisa menghindar lagi, dia bergerak bangun maksudnya akan mencuci dulu bekas-bekas dengan Mas Indra.
“Ibu masih pules, nggak bakalan tau kalau Bapak ke sini..” tukas Pak Suryo yang rupanya sudah tidak sabaran lagi langsung menahan Adinda bangun.
Tanpa memberi kesempatan bicara bagi Adinda, dia sudah menyerbu perempuan itu dengan bernafsu. Mencium langsung melumat bibirnya sambil dibarengi remasan-remasan gemas di mana pun bagian tubuh sang menantu yang cantik menggiurkan ini terpegang tangannya. Adinda gelagapan sesaat, tapi lagi-lagi dia mengalah mencoba mengerti emosi nafsu laki-laki setengah umur yang menurut pengakuan kepadanya sudah jarang diberi penyaluran seks oleh istrinya. Pasrah saja dia membiarkan Pak Suryo dan malah ikut mengimbangi lumatan laki-laki itu sama bernafsunya meskipun kelanjutannya agak membuat risih juga karena serbuan-serbuan Pak Suryo benar-benar kelewat rakus. Dari saling bertemu bibir ciuman Pak Suryo menurun melanda kedua susunya, di sini hanya berhenti beberapa saat untuk mengisap kedua puncak bukit kembar itu dan sebentar menjilati putingnya lalu kemudian diteruskan lebih ke bawah melewati perut Adinda yang datar itu sampai kemudian mendarat di vaginanya.
Ini yang agak terasa kurang sreg bagi Adinda karena Pak Suryo seperti pura-pura lupa bahwa lubang itu masih belum sempat dicucinya, tapi dia enak saja mengerjai bagian itu dengan jilatan-jilatannya bahkan juga disedot-sedotnya. Mau dia mencegah tapi Pak Suryo masih lebih ngotot di situ malah semakin coba ditolak, semakin keras juga Pak Suryo bertahan. Terpaksa Adinda diam saja sampai akhirnya dia sendiri terbawa tidak perduli karena vaginanya yang dikerjai mulut lelaki memang merangsang nafsunya dengan cepat.
“Aasshhg.. hngghh.. ssshhhg..” kontan melintir, bergeliat-geliat dia oleh kilikan jilatan di klitorisnya yang begitu menggelitik geli-geli enak dan sodokan-sodokan ujung lidah di lubangnya yang begitu membuatnya penasaran, sementara Pak Suryo tambah bersemangat memainkan kepintaran mulutnya. Menyosor seolah-olah ingin menyembunyikan wajahnya tenggelam di lubang menganga milik menantunya ini. Padahal Adinda baru saja terpuaskan dalam sanggama bersama Mas Indra, tapi rangsangan sang mertua ini begitu luar biasa menaikkan kembali birahi nafsunya seolah-olah tenaga untuk bercinta datang berlipat ganda. Masih beberapa saat Pak Suryo membakar bara nafsu Adinda, baru ketika dilihatnya sang menantu cantik ini sudah matang dituntut birahinya di situlah Pak Suryo berhenti dan mempersiapkan batangannya. Sudah cukup tegang, tinggal membasahi sedikit dengan ludahnya untuk kemudian dituntun menempel di mulut lubang, langsung ditusuk masuk.
“Hhgghh..” sekali lagi Adinda mengejang kali ini oleh sodokan penis Pak Suryo. Tapi karena sudah cukup siap dia bisa langsung menerima batang yang sebenarnya masih asing baginya. Malah tuntutannya kepingin cepat terpenuhi, dia pun ikut menyambut dengan memutar pantatnya membuat batang Pak Suryo terasa seperti disedot masuk, cepat saja amblas ke mulut vagina yang lapar itu. Tapi begitu tertanam dalam, mulutnya langsung menganga kaku menahan pinggang Pak Suryo agar sodokan jangan berlanjut dan ini dipenuhi Pak Suryo karena memang batangnya sudah tertanam habis. Menunggu sesaat sampai Adinda kelihatan sudah agak mengendor barulah Pak Suryo menyambung dengan gerak memompa keluar masuk penisnya pelan-pelan.
Adinda sendiri masih sedikit tegang wajahnya dalam usaha menyesuaikan diri dengan sodokan-sodokan Pak Suryo tapi cuma sebentar, karena rasa baru yang diterimanya cepat saja membuainya, sama cepat seperti barusan dia dirangsang mulut Pak Suryo di vaginanya. Ada yang luar biasa pada milik mertuanya ini sehingga Adinda mengalihkan pandangannya ke bawah ingin lebih jelas apa yang menjadi penyebabnya. Karena bukan hanya bisa membuat daya rangsangan yang begitu besar dengan teknik mulutnya tapi juga memberi pemenuhan yang pas untuk tuntutannya. Yaitu dari dalamnya batang yang menyumbat lubang vaginanya terasa ukurannya agak berlebih dari yang biasa dialaminya dengan Mas Indra.
Pak Suryo bisa membaca pikiran Adinda. Dia merenggang sedikit dan mencabut batangnya agak panjang memberi kesempatan Adinda memperhatikannya. Meskipun tidak terlalu jelas karena ruangan hanya diterangi lampu dinding kecil tapi masih bisa tertangkap mata Adinda yang begitu melihat langsung meringis wajahnya.
“Hhsssh Bapaakk.. dalemm bangett Paak..” spontan keluar komentar kagumnya memaksudkan penis Pak Suryo yang memang lebih panjang meskipun tidak lebih besar dari milik Mas Indra. Memang, Adinda sudah pernah tidur dengan beberapa lelaki tapi dia mengakui juga ukuran penis sang mertua yang cukup mantap ini.
“He.ehh.. tapi kan nggak sakit?” kata Pak Suryo sambil menurunkan tubuhnya agak menempel karena khawatir dengan ukuran panjangnya ini Adinda berubah pikiran minta batal sampai di sini. Padahal tidak perlu. Adinda cuma berkomentar bukan berarti ngeri. Justru dia merasa batang itu memberi keasyikan lebih dengan ukurannya yang tidak seperti biasa didapat dari suaminya. Terbukti ketika Pak Suryo mulai menggesek baru dua tiga gerakan ternyata sudah mendapat sambutan menyenangkan dari si cantik yang segera jadi bergairah merangkul leher Pak Suryo berikut kedua kakinya naik membelit paha sebagai tanda bahwa dia menyukai disetubuhi penis Pak Suryo ini.
Inipun jelas terbaca dari mimik muka Adinda, malah tidak sungkan-sungkan mengutarakannya ketika dipancing Pak Suryo yang karena cukup berpengalaman jelas bisa membaca gelagat Adinda.
“Gimana rasanya.. sakit nggak?”
“Nggak.. enak malah Pak, geli sampe ke dalem-dalem sini.” jawabnya sambil mengusap-usap perut atasnya.
“Apanya yang enak?”
“Ngg.. kontoll Bapak..” jawab Adinda genit-genit senang.
Mendengar ini tentu saja Pak Suryo jadi lega dan leluasa sudah dia bermain menggoyang penisnya yang disambut Adinda dengan juga mengimbangi mengocok vaginanya. Masing-masing tenggelam menikmati asyiknya senggama dalam suasana yang cepat sekali akrab, sama-sama lupa tentang status hubungan mereka antara anak menantu dan mertuanya.
Memang ada perbedaan pada kedua lelaki lawan mainnya ini. Bersama Mas Indra seperti masih ada gengsi-gengsian yang membatasinya kurang begitu saling terbuka, tapi dengan Pak Suryo biarpun baru kali ini, entah mungkin karena Adinda sudah biasa bermanja-manja dengan pengalaman lalunya yang umumnya laki-laki tua berduit dan bersikap kebapakan, maka rasanya dia tidak sungkan-sungkan dan malu lagi mengutarakan apa yang dialaminya saat ini, teristimewa waktu mencapai orgasmenya yang diikuti juga oleh Pak Suryo.
“Paak ennakk Paaak.. Iyya.. Duhh Bapaak dalem bangett masuknya Paakk.. Aaa.. dikorek-korek gitu Adinda pengenn kluarrin.. Ayyo Pakk.. adduuh.. Iyya ayyo aaahhgh.. ssshgh.. hghrf.. ennaak punyamu Din.. Bapakk juga kluaarr.. sshmmmh..”
Tapi hubungan lama-lama semakin nekat. Tidak hanya waktu suasana rumah sepi tapi sekalipun suaminya sedang ada di rumah pun Adinda berani juga mencuri-curi waktu bercinta dengan Pak Suryo.Ceritanya hari itu menjelang maghrib Mas Indra sudah berdua dengan Adinda di dalam kamar ketika tidak lama kemudian Pak Suryo pulang dari kerjanya. Seperti biasa Bu Suryo baru akan pulang dari mini marketnya menjelang larut malam. Kedua pasangan muda itu sudah akan bermain cinta, masing-masing sudah saling terangsang dan baru saja akan mulai tiba-tiba terdengar pintu kamar diketok. Spontan Adinda terburu-buru berpakaian dan keluar dari kamar, ternyata Pak Suryo yang ada di depan situ. Dia rupanya akan meminta pijit dari Adinda tapi ketika diberi tahu bahwa Mas Indra sedang ada di kamar, Pak Suryo pun membatalkan niatnya.
Masuk ke kamar lagi Adinda langsung tersenyum geli kepada Mas Indra.
“Barusan Bapak yang ngetok pintu. Dia minta tolong dipijitin tapi begitu kukasih tau Mas masih ada di kamar, Bapak jadi batal.”
“Oh ya? Ya udah, ke sana aja dulu pijetin Bapak, nanti baru ke sini lagi kan juga masih sore.”
“Idih Mas gimana sih. Masak aku musti ke sana duluan, lalu Mas sendiri gimana dong?”
“Nggak gitu, soalnya barusan kan Bapak mungkin lagi pegel minta dipijit, kalo kamu nggak ngikutin kan nggak enak jadinya.”
Mendengar ini Adinda berlagak pasang muka ragu sebentar tapi kemudian beranjak juga.
“Mas sih bukannya tadi-tadi ngasihnya.. Awas lho kalo aku dateng lagi Mas nggak mau ngasih, aku marah beneran.” katanya dengan mimik muka cemberut tapi sebenarnya dalam hati girang bukan main.
“Nggak usah kuatir, pasti Mas kasih kalo kamu abis dari sana.”
Bukan main, gayanya seperti berat terpaksa tapi sebenarnya inilah yang diharapkan Adinda. Karena begitu menyusul Pak Suryo di kamarnya dia sudah langsung meloncat dan memeluk dengan wajah girang. Pak Suryo sendiri baru selesai membuka bajunya tinggal celana dalam dan masih berdiri di samping tempat tidur ketika itu.
“Lo, lo, lo, kok cepet sekali ke sininya. Gimana bilangnya sama Indra?” tanya Pak Suryo heran.
“Dinda, bilang aja terus terang barusan Bapak manggil minta dipijetin jadi Mas Indra ngasih ijin ke sini.”
“Oh ya? Bukannya Bapak tadi liat kamu lagi kusut, baru mau maen apa udah selesai?”
“Tadinya emang mau maen, tapi baru mau dimasukin udah keburu Bapak ngetok pintu..”
“Waduh maaf kalo gitu. Lagi kepengen-kepengennya langsung disetop begitu kan penasaran.”
“Malah kebeneran Pak.. kan terusannya bisa dapet ini yang lebih mantep lagi.” kata Adinda sambil menjulurkan tangannya meremasi penis Pak Suryo.
“Jadi, lobang yang lagi penasaran ini sekarang malah mau dikasih Bapak dulu, ya?” tanya lagi Pak Suryo dengan membalas meremasi gundukan vagina Adinda.
“Iya, iya Paak.. di situ yang aku kepengenn sekalli..” baru diremas sebentar saja, Adinda yang memang sedang terangsang penasaran sudah langsung gemetaran suaranya, “Ayoo Pak.. buka juga Bappak punya..” lanjutnya dengan terburu-buru melepas bajunya.
Pak Suryo menyusul hanya tinggal melepas celana dalamnya tapi Adinda sudah lebih dulu selesai. Dan baru saja penis Pak Suryo bebas Adinda sudah berlutut, menangkap batang itu langsung mencaplok mengisap-isapnya dengan rakus. Diserbu rangsangan begini batang itu cepat saja mengeras dan Adinda seperti tidak ingin membuang-buang waktu. Dia naik duluan menelentang dan mengangkang memasang vaginanya siap untuk segera dimasuki. Sampai di bagian ini semua memang bisa serba cepat tapi pada giliran batang akan dimasukkan mau tidak mau tempo harus diperlambat. Sebab meskipun sudah terbiasa tapi penis ukuran lebih besar dari suaminya ini tetap saja tidak bisa langsung main tancap sekaligus. Perlu hati-hati dan harus ada kerja sama untuk saling menggesek dan memutar membuat lebih licin dalam beberapa waktu, sekalipun rahang Adinda sudah gemetaran kaku menunggu lewatnya masa itu sebelum mendapatkan rasanya. Tapi kalau batang sudah tertancap dalam dan Adinda sudah bisa menyesuaikan ukurannya. Hmmm.. jangan bilang lagi nikmatnya. Langsung gayanya berubah kontras sewaktu mulai dipompa oleh Pak Suryo.
“Hhsss.. aduuhh tobatt aku Paak.. hahgh ooghh.. ****** kok dalem sekali Pak.. tobat akuu.. ampun Bapaak, gedee sekalli aduuh.. Pakk..” Nada suara Adinda merintih-rintih mengaduh ampun tobat, ditambah lagi dengan gayanya yang meliuk-liuk mata terbalik seperti orang kesakitan, yang begini kalau didengar dan dilihat Mas Indra tentu akan menggiris karena mengira istrinya sudah tidak tahan disiksa oleh Pak Suryo. Apalagi kalau bisa melihat lebih jelas bagaimana kewanitaan sang istri yang sering diusapi sayang itu, sekarang sampai sudah dipaksa mekar membulat lantaran menampung besar keliling batang dan itu pun masih harus lagi disodok-sodok kasar seperti tidak mengenal belas kasihan. Tentu, kalau belum mengerti Mas Indra pasti tambah menggiris melihatnya. Padahal kebalikan dari ini justru Adinda sedang tenggelam dalam nikmat yang mengasyikan saat itu.
Pak Suryo sudah hafal benar gaya Adinda, makin dipompa keras makin dirasakan enak bagi Adinda, dan gaya ini juga malah menimbulkan rangsangan tersendiri bagi Pak Suryo untuk membawanya tiba menuju puncak permainan bersama Adinda. Terlebih kalau Adinda sudah meminta tambahan rangsangan baru di bagian susunya, itu tanda dia sudah akan mendekati orgasmenya. “Heg.. yaang kerass Pak.. shh iya gittu.. aduh.. ssshgh.. heehh.. ayyo.. ayoo Paak.. aaahgh.. sshgh.. Iyya Pakk Dinda udah keluarr.. aduhh.. hghshh.. hrrgh..”
Seiring remasan tangan Pak Suryo di susunya diperkeras, Adinda pun tiba orgasmenya. Di bagian ini nampaknya lebih sadis lagi. Sebab buah dada yang biasanya diperlakukan Mas Indra dengan gemas-gemas sayang ini di tangan Pak Suryo diremasi tidak tanggung-tanggung lagi. Tidak ubahnya seperti sedang menggilas baju di papan cucian, kedua daging kenyal itu sampai meleot-leot sesekali mencuat putingnya dari sela-sela jari tangan besar Pak Suryo. Malah waktu mengiringi orgasmenya Adinda terlonjak-lonjak dengan dada membusung, di situ seolah-olah tubuhnya terangkat-angkat oleh tarikan Pak Suryo yang mencengkeram kedua bukit daging itu. Pokoknya jika bisa melihat secara keseluruhan bagaimana cara Pak Suryo mengasari istrinya, Mas Indra bisa pingsan dibuatnya. Tapi justru begini yang paling disukai Adinda karena dia merasa seolah-olah seluruh kepuasannya dibetot keluar tanpa tersisa.
Rupanya ‘kesadisan’ Pak Suryo belum selesai. Sesaat setelah Adinda selesai berorgasme maka giliran Pak Suryo yang mengambil bagiannya. Tapi menjelang tiba di saat ejakulasinya tiba-tiba dia mencabut batangnya dan langsung tegak berlutut sambil menarik kedua lengan Adinda membawanya terikut bangun duduk. Adinda sempat bingung tapi ketika Pak Suryo menjambak rambutnya dan menarik kepalanya mendekatkan ke penisnya, segera dia mengerti maksud Pak Suryo, apalagi Pak Suryo juga menjelaskan lewat kata-katanya. “Ayyo Las, isepin Bapak sampe keluarr..” Tanpa ragu-ragu Adinda langsung mencaplok dan melocok batang itu dengan mulutnya. Tentu tidak bisa semua, hanya tertampung bagian kepalanya saja tapi ini sudah cukup bagi Pak Suryo untuk bisa menyalurkan kepuasannya. Dan begitu kepala batang itu mengembang, sedetik kemudian dia pun menyemburkan cairan maninya tumpah di mulut Adinda. Agak tersekat Adinda dengan semprotan tiba-tiba ini, serasa ingin mencabut kepalanya tapi tangan Pak Suryo menekan kepalanya tidak ingin melepaskan kuluman mulutnya sehingga mani yang tumpah itu pun tertelan semua oleh Adinda. Ini baru pertama kali dia melakukan hal ini sehingga ketika permainan berakhir dan Adinda bisa melepas mulutnya, langsung meringis aneh mukanya.
“Kenapa Las, nggak enak ya rasanya?” tanya Pak Suryo geli.
“Asin rasanya Pak..” jawab Adinda terikut geli.
“Maaf ya? Terpaksa Bapak tumpahin di mulut, soalnya kalo di lobangmu nanti bisa ketauan sama Masmu.”
“Nggak pa-pa, sekali-sekali buat pengalaman baru kok..”
“Kalo sering-sering emang kenapa?”
“Ya bagaimana Bapak.. Emang enak sih dikeluarin pake mulut?” kata Adinda dengan bergerak bangun untuk ke kamar mandi mencuci bekas-bekas permainan ini.
“Oo.. sama Adinda sih pasti enak aja.” jawab Pak Suryo sambil ikut bangun menyusul Adinda.
Selepas beristirahat sebentar Adinda pun kembali ke kamarnya menemui suaminya. Tentu saja dengan bersandiwara seolah-olah dia tidak ada apa-apa dengan permainan bersama Pak Suryo. Begitu datang dia langsung menubruk Mas Indra dengan gaya tidak sabaran menggerayangi penis Mas Indra. Jelas gaya yang membuat Mas Indra bangga padahal justru yang terjadi kebalikannya, sebab barusan mengalami hal yang paling asyik kemudian turun ke yang biasa. Adinda dalam senggama berikutnya bersama Mas Indra hampir-hampir tidak ada rasanya sama sekali. Hanya gayanya saja yang tetap meyakinkan bahwa dia sudah terpuaskan dengan Mas Indra, tapi kecuali sempat terangsang sedikit Adinda tidak sampai mengalami orgasme dengan suaminya. Meskipun begitu dia tidak penasaran karena sudah terbayang sepeninggal Mas Indra besok pagi ke kantornya, dia akan minta lagi pada mertuanya untuk meluapkan kerinduannya.
Begitu, dalam enak dirasakannya bersetubuh dengan sang mertua yang punya batang panjang bisa mengilik jauh ke dalam rahimnya, Adinda praktis jadi ketagihan untuk mengulang setiap kali ada kesempatan bisa mencuri-curi.
Kata Kunci Pengunjung:
- nikmatnya tubuh menantuku
- menikmati tubuh adinda menantuku
- nikmatnya memek menantuku
- entot kakak
- Cerita sex adinda
- memek menantuku
- nikmatnya vagina menantuku
- cerita seks adinda
- Www ceritaayahngentot com
- cerita sex indo mertua dengan menantu
- cerita sex dientot bapak mertua
- Kisah ah enaknya memek ku ditusuk kontol gedhe
- perkosaan sadis rame2
- www ceritamertuamesum com
- sexayahmertuwa
- ngentot adinda
- Cerita sex menantu sexy
- kuperkosa menantuku
- adinda ngentot
- Pengalaman nyata bersetubuh sama iparku yang cantik
- Www perkosamenantuperempuan com
- adinda sex
- CeritA sex nikmatnya diperkosA
- porno mertua ngentot menantu
- kontol menantuku
- kisah pertama menikmati sex
- ceritasex org entot menantu jangan pak
- nafsu birahi mertua laki
- ceritamertuamesum
- kisah nyata di entot mertua
- ngentot sama adinda
- kenyot tete
- cerita mertua nakal
- www napsumertuaku com
- Adinda diperkosa
- cerita sex adinda sang menantu
- cerita dewasa kuperkosa menantuku
- kontol mertua enak
- ceritamertuanakal
- cerita menikmati tubuh mertua
- cerita porno dan ngentot dengan mertua laki
- cerita menikmati tubuh menantuku yg nakal
- Ku perkosa menantuku cntik
- cerita napsu sex ayah mertua
- ngentot sama menantu perempuan ku
- sumber cerita pak mertua nakal
- cerita sex mertua perkosa menantu
- cerita dewasa sex pengakuan terlarang kisah sex
- Ngentot menantu sexy
- cerita bokep aku diperkosa tapi menikmatinya
- PAPA MERTUAKU GENIT
- ngentot menantu wanita
- cerita porno menantu
- Cerita porno ku kentot menantuku
- Memekku di perkosa mertua
- Pengalaman mertua ngentot dengan istri menantu
- nikmatnya menantu perempuanku
- memek adinda porno
- sexayahmertua
- cerita menikmati memek menantu
- nikmatnya tubuh menantu
- cerita menantu mesum sama mertua
- rangsangan seks nakal dari ayah mertua
- cerita jilatan ayah mertua
- cerita sex nikmatnya memek menantuku
- Memekkusakitdiperkosa
- cerita menantu cantik sedang tidur di perkosa
- cerita sex ngentot ibu mertua ipar pembantu sekaligus
- porno adinda
- memek adinda
- memeku di sodok sodok ayah mertua
- cerita paha mulus menantu perempuanku
- cerita menatu dperkosa
- kuentot bapakk sendiri
- cerita sex kuperkosa menantuku
- cerita porno aku diperkosa sama ayah
- cerita meniduri renita
- kumpulan pengalaman nyata selingkuh dengan ayah mertua
- SEX CERITA ADINDA
- Ku entotin adinda menantu ku
- CERITA SEX PORNO NGENTOT SAMA MENTUA
- nikmat tubuh menantu seksi
- cerita mengintip mertua laki laki ngeseks
- Cerita memek menantu ku
- ku kentot menantuku cerita sex
- entot menantu perempuan
- www cerita seks menikmati tubuh istriku bersama papah
- ayah mertua ketagihan memek menantu
- menantu semok
- mertua perkosa menantu perempuan kisah nyata pengalaman nyata
- mertuaygnakal
- Ayah orgasme di memekku
- Itilmami
- arsip cerita sex
- BAPA MERTUA CABUL
- menantuku yang nakal
- aku dipaksa suami untuk ngentot sama ayah mertua
- menikmati paha mulus adinda menantuku
- arsip cerita porno
- filem porno jepang mantu mertua
- Enaknya ngentot dengan menantu perempuan
- menantuku seksi
- aku lbh enak dientot kontol rame2
- www cerita sex menantu am mertua
- jari ayah mengorek memekku
- mertua nakal
- cerita sex bapak menantu dan kakak
- jangan perkosa mas aduuhh enak
- www cerita sex adinda sang menantu
- cerita seks menikmati tubuh menantu
- Aku dientot menantuku
- nafsu besar mertua
- kisah mesum perkosa menantu
- cerita seks adinda dan ayah mertuanya
- www vaginamenantuku com
- hubungan sex mertua dan menantu
- Adinda menantuku
- menantu ku yang seksi
- menantu ku sexy
- cerita sex dipaksa mertua
- ngentot menantu cantik
- cerita benar aku buat seks dengan kakak ipar
- cerita berahi menantu dan bapak mertua
- menantu ku semok
- Cerita sex aku dipaksa berstubuh papa mertua
- cerita seks aku menikmati saat di perkosa
- www Ceita seks ayah mertua selingkuh dengan menantu wanitanya yang nakal com
- Bapakngentotmenantu
- INCEST BERCINTA DENGAN BAPAK MERTUA
- www aku entot menantu ku
- www aku diperkosa mertua laki com
- air berahi menantu
- menantuku yang sexy dan binal
- Memekku dientot lelaki tua
- Menantuku sexy
- memekku disiksa
- memeku dientot kontol besar pak suryo
- memekku ketagihan kontol mantu
- MENANTUKU YANG SEKSI
- Memeku disiksa mertuaku
- Menantuku yg sexy dan nakal
- Memekku dan bapak mertua
- menantuku semok
- menantu perempuan menikmati saat memeknya ku entot
- menantu perempuan diperkosa mertua laki
- menantu orgasme dengan ayah mertua
- menantu ku ngentot
- menantu ngesex dengan mertua laki
- Menantu membiarkan teteknya disedot
- menantu ku yg sexsi ngwe di rmh
- menantu dipaksa mertua berhubungan intim
- menantu ku yang sexy
- menantu jadi istri bapak mertua cerita kisah pengalaman nyata
- Menantu jadi pelampias nafsu sang mertua
- Menantu perempuanku binal
- menantu dipaksa emutkontol oleh bapak mertua
- menantuku ida
- memekku sakit diperkosa kontol gede
- Menantugenit com
- menantu yang menggiurkan
- menantuku sexy dan binal
- Memeku di siksa dengan sadis
- Menantu di perkosa ayah mertua
- menantu seksi ngentot sama mertua
- memeku disiksa
- Menantu cantik sexsy
- Menantu di perkosa mertua saat suaminya tidak ada di rumah
- menantu ketagihan kontolnya ayah mertua sangat besar dan panjang
- memek menantuku perempuan
- kisah nyata tidur dengan bapak mertua
- Kisah nyata bapak ngentot menantu binal
- kisah ngentot perempuan kakak bapakku
- KISAH NGENTOT MENYENANGKAN DAN KETAGIHAN DENGAN KONTOL BESAR DAN PANJANG
- kisah mesum sang mertua
- kisah mesum mertua perkosa menantu
- kisah mesum dientot pria
- kisah mesum ayah dan menantu
- kisah bapak sex menatu
- kisah nyata berhubungan intim sama mertua
- kisah nyata bersetubuh dengan pembantu
- kisah nyata cerita sex mertua laki laki dan menantu
- kisah nyata sex mertua menantu
- kisah nyata selingkuh sama kakak ipar
- kisah nyata selingkuh dengan mertua laki - laki
- kisah nyata ngentot mertua sama iparku yg cantik
- kisah nyata nafsu birahi ibu mertua yang genit
- kisah nyata menikmati tubuh
- Kisah nyata menikmati memek kakak ipar
- kisah nyata hubungan sex dgn mertua
- kisah asmara terlarang selingkuh di entot
- kisah aku selingkuh sama menantuku
- jangan di paksa ayah memekku sakit ah ah
- Jangan ayah memekku sakit
- itil mertua menggelitik kontol ku
- ipar menantu jepang 3gp
- incest bercinta dengan mertua
- ICerita prn ngentot mantu
- ibu mertua mandi terangsang
- hubungan seks mertua
- Jangan perkosa aku mas aku udah punya suami jangan dimasukin mas kontolnya
- Jilatan papa mertu
- Kakak perempuanku yang binal
- kisah aku dipaksa ngentot bapak mertua
- ketagihan ma istri anak mantu
- ketagihan kontol mertua
- Ketagihan di sodok kontol adikku
- ketagih ngentot tubuh ibu mertua
- kepuasanku digauli ayah
- kepuasanku didapat dari ayah mertua
- kasian papaku kesepian kukasih memekku
- hububgan intim sama bapak mertua
- memek menantuku nikmat
- lubang memek dan lubang anus ibu muda selingkuh disetubuhi batang besar
- Lalu Kontol ayah dimasukkan ke memekku
- Lagi tidur diperkosa ayah mertua nikmat
- Kuperkosa menantuku yang toge
- kontol gedee
- Kuperkosa menantu perempuanku
- KUPERKOSA MENANTU KU
- kuperkosa kakakku
- maksud porno
- masuki anus istriku
- memek adinda menantuku
- memek menantu yang sexy
- memek menantu ku paling
- Memek menantu ku nikmat
- Memek menantu genit lagi men
- memek mama adinda
- memek kakak bapakku
- Memek ibu mama jangan dimasukin mertua
- memek anak menantu ku
- kumpulan cerita sex menantu ku yg genit dan manja
- Kumpulan cerita sex enaknya kontol mertua
- Kontol ayah vagina ibu
- kontol ayah mimin
- kontol ayah mainin memekku
- kisahpertama melocok
- kisahmesumdientot
- Kisah sex Perkosa menantu cantik saat tidur
- kisah seks menikmati tubuh mertua
- kisah seks menikmati tubuh kakak
- kontol besar bapa mertua dan kepuasanku
- kontol ku dipaksa ngentot mertua
- kontol menantuku besar sekali
- Kumpulan cerita seks dengan mertua yg nakal
- kumpulan cerita sek ayah dengan anaknya
- kumpulan cerita persetubuhan anak n bapaknya
- kumpulan cerita mesum dilihat mertua lagi ngentot istri
- Kumpulan cerita cinta anak sma berakhir dengan sex
- kuentot memek & anus menantuku yang seksi

saling ngerti dlm selimut..
sex in the phone n next, 081934967969
Cri kNaLan deh…081213104360
Mau dong jd adinda, d entot org yg lbh tua..