Cerita
Komentar

TTM: Tetangga Tetap Mesum

Seperti yang sudah aku ceritakan dalam TTM the series (Tetengga-Tetangga Mesra) di sekitar rumahku hampir semuanya adalah pasangan muda dan sebagian besar diantara mereka adalah ibu rumah tangga biasa alias tidak bekerja. Sedangkan aku adalah seorang kontraktor tapi hampir tidak pernah pergi ke lapangan karena perusahaanku adalah warisan ortu dan semua sudah diatasi oleh ahlinya. Alhasil aku hanya sesekali mengunjungi proyek dan kebanyakan tidak sampai tujuan alias belok kanan-kiri mencari mangsa. Singkat cerita pada suatu pagi ada seorang tetangga yang datang bertamu dia adalah Haji Bambang umurnya sekitar 50an tapi mempunyai 3 orang istri. Istri pertama dan kedua hampir seumuran, tapi istri yang ke-3 saat menikah masih ABG dan dia sekarang baru berumur 23 tahun! Sudah bisa ditebak, istri semuda itu pasti makan hati dan perasaan. Pak Haji datang kesini bukan tanpa alasan, dia meminta tolong kepadaku untuk membantu mencari istrinya yang sudah 3 hari tidak pulang. Asal tahu aja, pak Haji memang tetanggaku rumahnya sekitar 50 meter dari rumahku tapi dia lebih banyak tinggal dirumah istri pertamanya.

3 hari yang lalu istri ke-3nya (Dewi) meminta mobil tapi dijanjikan 2 bulan lagi, dia ngambek dan pergi entah kemana. Aku dimintai tolong karena dilingkungan sini, akulah yang paling terkenal keluyuran malam dan Pak Haji takut Dewi nekat terjun ke dunia malam. Aku iyakan saja permintaan Pak Haji, padahal dalam hati aku bingung harus mencari kemana.Satu hari, dua hari hingga 4 hari pencarianku tidak membuahkan hasil, Pak Haji semakin bingung dan panik. Dengan sangat terpaksa aku menyerah untuk mencarinya karena sama sekali tidak ada titik terang. Keesokan harinya aku mengantar istri berbelanja di sebuah supermarket dan secara tidak sengaja aku melihat seseorang yang mirip sekali dengan Dewi. Tanpa sepengetahuan istriku aku mendekatinya dan menyapanya ternyata dia memang Dewi. Dia sempat menghindar dariku dan menolak pulang, tapi aku tak pernah putus asa dalam menghadapi seorang wanita apalagi wanita secantik Dewi. Tingginya sekitar 170cm, bodinya sangat sexy dan langsing seperti tubuh cut tary, berjilbab tapi modis dan yang bikin sempurna adalah kulit putih mulusnya.

“Wi aku kepengen ngomong serius! Aku tidak akan memaksamu pulang, tapi setidaknya ijinkalah aku untuk membantumu! Kataku sambil menggenngam tanganya dan menahanya agar tidak pergi
‘benar mau bantu?? Jawabnya dengan nada ketus
“pasti aku akan membantumu! Jawabku meyakinkan Dewi
‘okey, entar jam 7 malem temui aku di XXX Cafe! Jawabnya
Mau yang lebih HOT? klik saja »

Cewe Dugem Yang WoW!

Gak bisa komentar lagi deh ni cewek udah professional banget dalam urusan ranjang he he he.. selamat menikmati..

cewe-dugem-ngentot-1

cewe-dugem-ngentot-2

cewe-dugem-ngentot-3

cewe-dugem-ngentot-4

cewe-dugem-ngentot-5
Mau yang lebih HOT? klik saja »

Selingkuh Sang Istri

Narti istriku nampak tanpa ragu saat menerima Arman. Sebagai Satpam kantorku memang Arman kerap aku suruh ke rumah apabila ada hal-hal yang biasanya terlupa tak terbawa ke kantor. Semula aku sama sekali tidak curiga. Perjalanan dari kantor ke rumah bolak-balik pada kondisi normal paling memakan waktu 2 jam. Atau pada saat jam-jam macet paling 3 jam. Namun tidak jarang Arman menghabiskan waktu seharian untuk sekedar mengambil dokumen atau surat-surat yang kuperlukan.

Alasannya, “Ibu mesti mencari-cari dulu di laci atau lemari bapak”.

Padahal semua dokumen dan surat-suratku berada jelas di atas meja kerjaku. Yaa, sudah.. Mungkin Arman menggunakan kesempatan tugas luar untuk main-main dulu di tempat lain.

Pada suatu kesempatan aku kembali menyuruh Arman untuk ke rumah. Satu bundle surat-surat dia atas meja kerjaku kuperlukan untuk memenuhi permintaan relasi bisnisku. Sangat penting. Aku pesan Arman agar terus balik ke kantor. Jangan pakai main-main ke tempat lain dulu.

Sesudah saya kasih uang transport secukupnya dia langsung berangkat. Sesuai janjiku pada relasi aku akan ketemu nanti pada jam makan siang. Aku perhitungkan sekitar 2 atau 3 jam lagi tepat pada jam makan siang aku sudah menerima bundle surat itu dari Arman.

30 menit sesudah keberangkatannya relasiku menelpon minta agar pertemuan makan siangnya di ajukan jam 11 siang itu, karena transaksi bisnis yang akan dilakukannya akan berlangsung lebih awal dari jadwal, sehingga semuanya mesti diajukan waktunya. Waahh.. Aku agak panik.

Akhirnya kuputuskan aku untuk mengambil sendiri surat-surat itu. Dengan mobilku aku pulang mendahului Arman. Rupanya kejadian inilah yang membuat aku jadi mengetahui adanya hubungan yang tidak selayaknya antara Arman dan istriku.

Saat aku memarkir mobil di seberang rumahku ternyata Arman telah sampai mendahului aku. Aku melihat sepatunya yang dia lepas berada depan di pintu. Sementara itu pintunya tertutup. Aku berpikir mungkin istriku sedang mencari surat-surat yang kuperlukan itu.

Mau yang lebih HOT? klik saja »

Mesum di Mall

Tekape di sebuah mall daerah karawaci, cewe amoy mesum pamer toket di ruang pas sebuah mall, dilarang mupeng ya hehehe..

mesum-di-mall-1

mesum-di-mall-2

mesum-di-mall-3

mesum-di-mall-4

mesum-di-mall-5

mesum-di-mall-6

mesum-di-mall-7

Nafsunya Customerku

Sejak ikutan nungguin posko mudik salah satu operator selular itu, aku ditawari bekerja parttime di salah satu cabangnya yang ada dideket rumahku. Aku sih mau aja, kerjaannya enteng, ketemu banyak orang dan temen2nya asik2 semuanya. Mana ada kan kerjaan senyaman itu. Gaji mah jadi nomer 2 buatku. Setelah mendapatkan training singkat mengenai teknis pekerjaan, aku mulai bekerja di kantor itu. Kalo ada customer yang datang dengan membawa masalah yang komplex, aku didampingi oleh temenku yang senior (maksudnya yang dah banyak pengalamannya, bukan yang SENeng Istri ORang lo). Tidak susah mempelajari semua teknis pekerjaannya, sehingga setelah lewat masa percobaan, aku dah bisa dilepas. Masih juga sih kalo ada customer yang menanyakan masalahnya yang aku tidak mengerti, aku minta bantuan dari temen2 yang lain. Mereka dengan segala senang hati membantu dan mengajari aku sehingga aku bisa mandiri dalam bekerja. Suatu saat, ada customer yang datang ke kantor, aku menyambutnya dengan sapaan standar; “Selamat siang pak, saya Ines, ada yang bisa saya bantu”. “Gini Nes”, langsung aja si customer bertanya tanpa memperkenalkan diri. “Aku baru aja dikasi hp yang 3G. Aku gaptek neh orangnya. Katanya 3G nya kudu diaktipin, bisa kau bantu aku”. “O, itu mah gampang pak …, boleh tau namanya pak.” “Pinondang, panggil aja Pino”. “Boleh saya liat hp nya pak Pino”. Dia menyerahkan hpnya ke aku. Aku kutak kutik lah hpnya untuk mengaktifkan fitur yang dia minta, gak lama, tapi aku sengaja perlambat. Suka aku melihat pak Pino ini. So pasti dah gak abg lah seperti tipe lelaki kesukaanku, late thirties atau paling banter early forties, ganteng, tubuh atletis, gak krempeng. Sambil kutak katik hpnya, beberapa kali aku menatap wajah gantengnya sambil tersenyum.

“Manis juga kau kalo senyum”, dia memujiku. “Ah, bapak bisa aja”. Akhirnya selesailah pekerjaannku. “Pak, kita tes ya apakah fitur yang bapak minta itu jalan atau enggak”. Kupake hpnya untuk kontak ke hp ku, kuberikan hpnya ke dia dan mengajarkan apa yang dia harus lakukan. Ketika nyambung, tampaklah wajahku di hpnya dan wajahnya di hp ku. “Nyambung kan pak, ya udah matikan aja”. Dia memutus koneksinya. “Gampang ya kutak katiknya, tapi daripada repot kan mending aku kemari, ketemu prempuan cantik macam kau lagi. Aku mesti bayar biayanya?” “Gak usah pak, free buat bapak yang ganteng”, jawabku menimpali pujiannya. “Makasi ya”. dan diapun pergi meninggalkan kantor. Sampe disitulah perjumpaanku dengan pak Pino.

Ternyata pak Pino tidak menyia2kan no hp ku yang ada di hpnya ketika aku mencoba mengecek hasil kerjaku. Satu sore, hp ku berdering. Aku gak kenal nomornya, rupanya dari pak Pino. “Hai, ini Ines kan, masih ingat aku”. “Ya pak, saya Ines, bapak siapa?” “Wah pendek kali ingatan kau, baru seminggu yang lalu aku mampir di kantor kau. Aku Pino, yang minta tolong diaktipkan hp baruku itu”. “O pak Pino, pakabar pak, tumben neh kontak Ines, hp nya ngadat lagi?” “enggak, mau say hello aja ma prempuan cantik yang pernah bantu aku”. “Wah tersanjung neh Ines dipuji lelaki ganeng macam bapak”. “Janganlah kaupanggil aku bapak, aku ni belon tua2 amat”. “Habis mesti Ines panggil apa dong”. “Panggilah aku bang Pino saja ya cantik”. “Siap bos, eh bang Pino”. “Kau ada acara lepas kantor?”. “Napa bang, gak ada tuh, mo ajak Ines jalan ya”, langsung aja aku srobot. “Wah cerdas kali kau, aku belum bicara kau dah tau maksudku. Gimana, bersedia?” “Buat lelaki seganteng abang, apa sih yang enggak?” “Ok deh, kau bubar jam brapa, nanti aku jemput kau”. “wah Ines mesti lembur nih bang sampe jam 7″. “No problemo, nanti jam 7 ku jemput kau, ditempat yang sama seperti yang aku datangai kan”. “Iya bang’. “Jam 7 ya”. Klik, sambungan terputus.
Mau yang lebih HOT? klik saja »

Mbak Maya Tetangga Kost

Hummm mbak Maya tetangga kost yang binal, maaf di sensor demi privacy yak.. selamat menikmati he he..

maya-anak-kost-5

maya-anak-kost-1

maya-anak-kost-2

maya-anak-kost-3

maya-anak-kost-4

Beban pekerjaan dan dan pikiran yang sumpek membuat Rahmat (45), yang menjabat sebagai kepala jawatan di sebuah daerah Kabupaten yang cukup maju, memutuskan untuk mengajak Nina (35), istrinya bersama dua anak mereka Riki dan Riko, kembar berusia 10 tahun, berlibur ke daerah wisata di luar kota selama sepekan. Dua hari menginap di hotel N di kawasan wisata pantai membuat keluarga Rahmat sejenak melupakan hiruk pikuk kota. Di sana setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama, berenang, latihan diving, dan mengabadikan kegembiraan mereka sekeluarga menggunakan kamera foto dan handycam. Tapi di hari ketiga, Nina merasa kecapaian dan tidak ikut suami dan dua anaknya bepergian. Ia memilih diam di kamar hotel untuk istirahat. Pagi-pagi benar, Rahmat, dan Riko-Riki berangkat untuk menikmati indahnya pulau-pulau kecil di sekitar kawasan wisata itu yang harus ditempuh dengan menyeberang perahu boat selama setengah hari

“Ya sudah mama tinggal saja di hotel, istirahat.. paling besok kita sudah balik,” kata Rahmat saat hendak berangkat.

Ia mengerti benar stamina istrinya kurang fit kalau harus menyeberang menggunakan boat. Riko dan Riki mencium pipi mamanya sebelum pergi. Hotel N tempat mereka menginap jauh dari pemukiman penduduk. Tempatnya memang sangat nyaman untuk berlibur menghilangkan suntuk, dengan rindang pepohonan di sekitar hotel dan panorama pantai yang berpasir putih. Hanya saja, keluarga Rahmat datang ke sana saat bukan musim libur, dan suasana hotel memang sedang sepi tamu. Ini juga yang membuat pengelola hotel memperlakukan keluarga Rahmat secara spesial agar mau menginap lebih lama di sana. Sebab mereka menyewa dua kamar, satu untuk mereka dan satunya untuk anak-anak. Nina bangun sekitar pukul 11 siang, badannya sudah lebih segar dengan istirahat yang cukup. Ia lalu mandi dan menyantap sarapan yang diantar sedari pagi.

Nina tergolong wanita cantik yang di usia ke 35 tubuhnya semakin menggairahkan dari segi seksual. Payudaranya 36D dan tubuh tinggi montok berisi dengan pantat yang seksi dibalut kulit putih bersih. Banyak yang bilang wajah dan perawakan Nina mirip artis Mona Ratuliu. Setelah menikmati sarapannya, Nina mencoba rileks di sofa menonton televisi. Nina mengenakan kaos oblong putih dan celana pendek longgar agar lebih nyaman. Tayangan kuliner di televisi hampir membuat Nina yang berbaring di sofa terlelap lagi, tapi ketukan pintu kamar menyadarkannya. Salman (40) dan Rusdi (28), dua orang petugas Hotel itu berdiri di muka pintu saat Nina membukanya.

“Maaf mengganggu bu,” kata Salman ramah. Rusdi berdiri di belakang Salman.
Mau yang lebih HOT? klik saja »

« Cerita terbaru - Cerita lama »