Cerita
Komentar

Ehem gimana cukup menggoda kan istri teman yang kayak gini… makanya bro gaolll!! bergaol sana kali aja nemu yang istrinya hot kayak gini hihihi…


Continue Reading »

Kejadian ini terjadi karena saya dan pacar saya, Anna, pergi berkaraoke baik beramai-ramai dengan teman-teman kami maupun hanya kami berdua. Suatu hari saya diberitahu oleh teman saya bahwa ada sebuah tempat karaoke di Kelapa Gading yang memutarkan lagu-lagu karaoke dengan gambar-gambar wanita telanjang. Karena penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut saya mengajak Anna untuk pergi berkaraoke di tempat tersebut.

Saat malam minggu, sekitar jam 22.30 saya mengajak Anna untuk berkaraoke di tempat tersebut dan Anna pun tidak keberatan, sebelumnya saya telah memberitahukan Anna situasi dan keadaannya. Sesampai di sana saya langsung membooking sebuah ruangan VIP, kami terpaksa membooking ruangan untuk sepuluh orang karena ruangan itu yang paling kecil. Lalu kami pun diantar oleh seorang wanita menuju ke ruangan yang telah kami booking. Sesampainya di ruangan, wanita tersebut menawarkan minuman dan makanan. Kami hanya memesan minuman dan makanan kecil saja, kacang garing, karena baru sejam yang lalu kami makan. Setelah menerima orderan, wanita tersebut langsung ke luar. Sementara itu kami berdua mulai memilih lagu yang ingin kami nyanyikan maupun hanya untuk didengar. Dua buah lagu telah selesai kami nyanyikan dan pintu terbuka kembali dan masuklah wanita tadi sambil membawa pesanan kami.

Setelah lama menunggu, kami merasa penasaran karena gambar-gambar yang hot belum juga muncul di layar TV dan ternyata gambar-gambar hot itu baru mulai muncul setelah jam 23.30 WIB. Melihat gambar-gambar wanita telanjang itu membuat saya mulai tinggi nafsu seksnya. Saya mulai merapatkan duduk saya dengan Anna dan mulai melingkarkan tangan saya di pinggangnya. Anna rupanya peka akan perubahan keadaan yang terjadi dan ia pun mulai menyandarkan tubuhnya ke dada saya sambil terus bernyanyi. Saya sudah sulit berkonsentrasi dengan teks-teks yang tertulis di layar TV, tangan saya pun mulai menjalankan tugasnya.
Continue Reading »

Ngentot ABG (PANAS)

Hot Hot Hot… Panas Panas Panas… ABG yang panas dan hot memeknya sempit bangetttt!!! ajigile kayak lobang semot merah dan sempit banget, masukin kontol aja susah… jepitannya gak perlu di tanya deh… soal gaya mau gaya kodok pun dilayani pokoknya HOT & PANAS!!

Continue Reading »

Tante Vivi menyuruhku datang malam ini ke rumahnya. Sebenarnya agak malas juga dan khawatir, bagaimanapun saya lebih senang mengajak Selva, pacarku untuk menemani, ini membuatku ragu-ragu untuk berangkat.9.15 malam: Aku masih ragu-ragu…, berangkat…, tidak…, berangkat…, tidak.9.25 malam: Akhirnya Tante Vivi tanpa kuduga benar-benar menelepon, kebetulan aku sendiri yang menerima.”Lho…, Ar…, kok kamu belum berangkat, bisa dateng tidak Ar?..”, tanyanya kendengaran agak kecewa.”Mm…, gimana ya Tante…, agak gerimis nih di sini…”, sahutku beralasan.”Masa iya Ar…, yaah…, kalo gitu Tante jemput aja yaa…”, balasnya seolah tak mau kalah. Aku jadi blingsatan dibuatnya.”Waah…, tidak usah deh Tante…, okelah saya ke sana sekarang Tante…, mm Selva saya ajak ya Tante…”, sahutku kemudian. Aku pikir ke sana malm-malam mau tidak mau akhirnya pasti harus nginap. Kalau ada Selva kan aku tidak begitu risih, masa aku bawa Selva pulang malam-malam. Tapi…”iih…, jangan Ar…, Selva jangan diajak…, mm pokoknya ke sini aja dulu Ar…, yaa…, Tante tunggu…, Klik”.

Sekali lagi seolah disengaja Tante Vivi langsung memutuskan hubungan. Sialan pikirku, dia mengerjaiku, ngapain malam-malam ke sana kaya tidak ada waktu siang atau pagi kek. Aku jadi kesal, ngapain Selva kemarin cerita kalau aku banyak ngerti masalah Komputer. Wuueek…, kaya pakar wae…, sekarang baru kena getahnya. Akhirnya dengan perasaan malas, malam itu benar-benar agak gerimis, badanku sampai kedinginan terkena rintik air gerimis malam yang dingin.Sekitar pukul 10.00 malam: Aku sampai juga di tempat Tante Vivi, suasana di komplek perumahan itu sudah sepi sekali, aku membuka pintu pagar yang sengaja belum dikunci dan kumasukkan sepeda motor ke dalam.Belum sempat aku mengetuk pintu, ternyata Tante Vivi rupanya sudah mengetahui kedatanganku. Mungkin ia mendengar deru suara motorku ketika datang tadi.”aahh…, akhirnya dateng juga kamu Ar…”, katanya ramah dari balik pintu depan.”Iya…, Tante…”, sahutku berusaha ramah, bagaimanapun aku masih setengah kesal, sudah datang malam-malam kehujanan lagi.”Agak gerimis ya Ar…”, tanyanya seolah tak mau tau.

“Hsii…”, Tanpa sadar aku terbersin.”Eehh…, kamu Flu Ar…”, tanyanya kemudian.Aku mengusap wajah dan hidungku yang setengah lembab terkena air gerimis. Tante Vivi menarik tanganku masuk ke dalam dan menutup pintu. “Klik…”, sekaligus menguncinya. Aku tak begitu memperhatikannya karena aku sendiri kuatir dengan kondisiku yang terasa agak meriang. Kuusap berulang kali wajahku yang dingin. Lalu tiba-tiba kurasakan sebuah telapak tangan yang hangat dan lembut membantu ikut mengusap pipi kananku. “Pipimu dingin sekali Ar…, kamu pasti masuk angin yaa…, Tante bikinin susu jahe anget yaa…”, sahutnya lembut. Aku menoleh dan astaga wajahnya itu begitu dekat sekali dengan mukaku. “Duh…, cantiknya”. Kulitnya yang putih mulus dan halus, matanya yang hitam bulat sedikit sipit dengan bentuk alisnya yang hitam memanjang tanpa celak, hidungnya yang kecil bangir, dan bentuk bibirnya yang menawan tanpa lipstik. Terlihat sedikit tebal dan begitu ranum. Sexy sekali bibirnya. Tante Vivi tersenyum kecil melihatku setengah melongo.
Continue Reading »

Kalau kepengen menikmati tubuh susi harus beli asuransi dulu ya…. makanya jadi cowok jangan kere.. he he he..

Continue Reading »

« Newer Posts - Older Posts »