CERITA
KOMENTAR

Mungkin memang sudah menjadi pilihanku untuk bergulat dengan aneka macam kelamin wanita. Ibu rumah tangga, gadis penjual burger, gadis toko, SPG, pelacur, semua sudah pernah aku cicipi kelaminnya. Banyak diantara mereka yang sampai sekarang masih menjalin kontak seperti Mbak Inne, staf di perusahaan galian C mitra kerja perusahaanku, yang selalu minta dianal, namun tak sedikit pula dari mereka yang sekarang menghilang. Entah karena membenci atau tak sanggup menahan rasa ketagihan mereka. Namun yang jelas, bagi wanita normal aku adalah sosok lelaki bejat tanpa moralitas sedikitpun (mungkin Okky juga menganggapku demikian).

Sepertinya aku tak pernah terpuaskan dengan bermacam rupa dan aroma kelamin wanita. Dari yang masih singset dan peret hingga yang sudah menggelambir dan longgar. Semuanya tidak pernah bisa menjadikan sebuah kepuasan yang berarti. Banyak WP yang menjadi langgananku, tak sedikit pula aku menjalin hubungan suka-sama-suka. Lobang yang ada ditubuh wanita sudah aku coba, hanya hidung dan kuping saja yang belum pernah
Mau yang lebih HOT? klik saja »

Bini Orang

Bodo amat, mau bini orang bini tetangga yang penting tubuhnya bisa di nikmati bareng-bareng pasti asyik!

bini-orang-2
Mau yang lebih HOT? klik saja »

Makin lama suara erangan dan lenguhan serta terkadang disertai dengan teriakan-teriakan pendek semakin jelas terdengar. Aku segera mengenakan pakaianku dan kulihat istriku tertidur nyenyak kelelahan segera kuambil selimut yang terlipat di atas kursi dan kuselimuti istriku. Lalu dengan mengendap-ngendap kudekati asal suara itu yang ternyata berasal dari ruang tamu. Lalu mataku mengintip dintara lobang-lobang yang terdapat pada stesel berukir yang menghalangi ruang tengah dan ruang tamu.
Mau yang lebih HOT? klik saja »

Pengen ngerasain pantat seksi kayak gini? bayar dulu…

pantat-seksi-tebet-jakarta.flv_thumbs_[2015.11.17_02.44.58]
Mau yang lebih HOT? klik saja »

Namaku adalah Hasan, bekerja di perusahaan konsultan IT yang cukup ternama di tanah air. Posisiku sebagai seorang programmer. Menurut teman-temanku, aku adalah orang yang beruntung, karena memiliki seorang istri yang cantik dan seksi. Tinggi istriku 167 cm dan berat yang proporsional. Tapi menurut teman-temanku yang istimewa dari istriku selain wajahnya yang putih dan cantik adalah keseksian bodynya. Temanku yang mata keranjang selalu jelalatan bila melihat istriku terutama melihat buah dadanya yang besar dan montok , pinggul yang besar menggoda dan pantat yang terangkat ke atas, walaupun istriku selalu mengenakan pakaian yang tertutup rapat. Dari istriku aku telah dikaruniai putra yang telah duduk di kelas 2 SD dan seorang putri yang berusia 4 tahun
Mau yang lebih HOT? klik saja »

Ibu muda HOT

Kisah ini juga true story di mulai saat Winda seorang ibu muda, 26 tahun yang telah bersuami dan mempunyai seorang anak berumur 1 tahun di tempatkan di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman-Sumatera Barat. Kabupaten ini terkenal dengan magisnya yang kuat, terletak di pesisir selatan Sumatera Barat. Demi karirnya di sebuah Bank swasta pemerintah, ia terpaksa bolak balik Padang – Lubuk Sikaping tiap akhir minggu mengunjungi sang suami yang menjadi dosen pada sebuah Universitas di kota Padang.

Awal Winda mengenal Johan sejak Winda kost di rumah milik kakak perempuannya. Winda tidak begitu kenal dekat, Winda hanya menganggukkan kepala saja saat bertemu dengannya. Diapun begitu juga pada Winda. Jadi mereka belum pernah berkomunikasi langsung. Yah, sebagai adik pemilik rumah tempat kostnya, Winda harus bisa menempatkan diri seakrab mungkin. Apalagi sifatnya yang suka menyapa dan memberi senyum pada orang yang Winda kenal. Winda tahu diri sebab Winda adalah pendatang di daerah yang cukup jauh dari kota tempat Winda bermukim.
Mau yang lebih HOT? klik saja »

Ririn: Kupu-Kupu Abu-Abu

Perburuanku pada kupu-kupu abu-abu telah dimulai dan target pertamaku adalah Ririn, teman sebangku Mitha yang juga pemilik majalah porno yang dibawa Mitha. Aku sudah menyusun rencana untuk menaklukkan Ririn, yang pasti dengan memanfaatkan cinta buta mitha kepadaku. Hari yang aku nantikan akhirnya tiba juga, saat itu istriku sedang mengikuti seminar 2 hari yang diadakan Diknas di Kota Batu Malang. Mitha mulai menjalankan rencanaku, dengan mengajak Ririn menginap dirumah dengan alasan menemaninya karena aku juga keluar kota. Sejak sore aku hanya berdiam diri dikamar, menunggu kabar lanjut dari Mitha. Sementara itu, jam sudah menunjukkan pukul 19.30 sesuai dengan SMS Mitha bahwa mereka sekarang sedang memutar film bokep Ariel vs Cut Tary. Dan benar saja, dari celah pintu aku mengintip mereka sedang asyik nonton bokep. Saat itu Ririn sedang memakai baju tidur daster super mini dan super tipis sesuai yang aku perintahkan pada Mitha, agar meminjamkan baju yang super sexy. Setelah memastikan semua berjalan sesuai dengan rencana, aku pelan-pelan membuka pintu kamarnya dan mengejutkan Ririn dari belakang.
Mau yang lebih HOT? klik saja »

Bini Orang Nganggur

Makanya punya bini itu di kerjain jangan dianggurin jadinya nyari kontol lain kan ha ha!

bini-orang-nganggur-1

Mau yang lebih HOT? klik saja »

Rika Gadis SMA Berjilbab

Hari itu kebetulan rumah sedang sepi.karena istriku baru ada acara di rumah saudara nya di daerah Semarang dan akan kembali seminggu lagi. Plus pembantuku yang turut menemaninya. Praktis aku sendirian kalau lagi di rumah.

Sehabis dari kantor sore itu aku pulang dan sesampainya di dalam rumah kulihat sesosok perempuan berjilbab putih lengkap dengan seragam putih abu-abunya yang serba panjang. Dialah keponakanku Rika yang sedang tertidur di sofa ruang tamu dengan tv yang masih menyala. Oh iya si Rika masih kelas 1 SMK. Dia sering main ke rumahku selepas pulang sekolah, jadi nya dia bebas keluar masuk rumah. Kulihat Rika yang tertidur di sofa dengan rok abu-abu panjang semata kaki namun agak ketat sehingga sepasang pahanya yang indah nampak terlihat sekal dari balik roknya. Dadanya yang mulai ranum berkembang nampak membusung dari balik hem putih OSIS lengan panjangnya. Melihat pemnandangan seperti itu bangkitlah birahiku.
Mau yang lebih HOT? klik saja »

Rini Ku Sayang

Hujan turun deras sekali penglihatan sedikit kabur karenakaca mobil tertutup embun yang menempel dikaca depan. AC kunyalakan walaupun udara terasa dingin menusuk tulang. Saat itu sudah jam 7.30 pagi, jadisudah tak mungkin lagi menunda untuk berangkat kekantor apalagi jam 8.00 ada janji meeting dengan client. Mobil kujalankan pelan dan hati hati, maklum jalan di depan rumah tidak begitu lebar. Dari rumah ke jalan raya tidaklah begitu jauh setelah satu tikungankekiri maka akan kelihatan sebuah kaca spion besar warna merah diperempatan jalan dan itulah jalan raya yang akan membawa arah perjalananku menuju kantor. Persis ditikungan sebelah kiri di depan sebuah wartel seseorang melambaikan tangan meminta aku berhenti untuk minta tumpangan. Aku tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya karena terhalang hujan yang sangat deras, tetapi dia berambut sebahu dan berseragam SMU. Mobil kupelankan, dan tanpa tunggu aba aba lagi dia lansung membuka pintu depan dan duduk disebelahku. “Maaf Om saya kehujanan, dari tadi nunggu angkot penuh melulu.. Ya dari pada terlambat terpaksa mobil Om kustop, sorry ya Om.”

Dia berkata polos sambil mengibaskan rambutnya yang menempel di kerah baju karena basah.Sekilas tanpa sengaja tengkuknya kelihatan, putih.. Bersih.. Dan ditumbuhi rambut rambut halus yang mebentuk satu garis lurus ditengahnya. “Nggak apa apa kok, memang hujan hujan begini angkotnya jadi sulit, apalagi diujung jalan sana biasanya kan banjir, jadi sopir angkot jadi enggan lewat sini.” Aku menjawab seadanya sambil kembali konsentrasi melihat jalanyang sudah digenangi air hujan. “Om kantornya dimana,” dia memecah kesunyian. “Di daerah kuningan, memangnya kamu sekolah dimana,” aku bertanya sambil melirik wajahnya. Wow rupanya seorang bidadari kecil sedang duduk disebelahku, wajahnya sungguh cantik. Bibirnya tipis kemerahan, hidungnya runcing dan mancungsedangkan alis matanya hitam melengkung tipis diatas matanyayang bulat bersinar. Aku sedikit gugup dan kehilangan konsentrasi, mobil tiba tiba memasuki genangan airyang cukup dalam. Air terbelah dua dan muncrat kepinggir seperti gulungan ombak pantai selatan. “Hati hati Om, banyak genangan dan licin..! Kita bisa slip nih,” dia mengingatkan sambil menepuk pundakku.
Mau yang lebih HOT? klik saja »

« Cerita terbaru - Cerita lama »