Rini Keponakan Pembantuku yang Nakal
Jun 19th, 2009 oleh Cerita Sex
Kisah ini kembali terulang ketika keluarga gw membutuhkan seorang pembantu lagi. Kebetulan saat itu mbak Dian menganjurkan agar keponakannya Rini yang bekerja disini, membantu keluarga ini. Mungkin menurut ortu gw dari pada susah susah cari kesana kesini, gak pa pa lah menerima tawaran Dian ini. Lagian dia juga sudah cukup lama berkerja pada keluarga ini. Mungkin malah menjadi pembantu kepercayaan keluarga kami ini.
Akhirnya ortu menyetujui atas penawaran ini dan mengijinkan keponakannya untuk datang ke Jakarta dan tinggal bersama dalam keluarga ini.
Didalam pikiran gw gak ada hal yang akan menarik perhatian gw kalau melihat keponakannya. “Paling paling anaknya hitam, gendut, trus jorok. Mendingan sama bibinya aja lebih enak kemutannya.” Pikir gw dalam hati.
Sebelum kedatangan keponakannya yang bernama Rini, hampir setiap malam kalau anggota keluarga gw sudah tidur lelap. Maka pelan pelan gw ke kamar belakang yang memang di sediakan keluarga untuk kamar tidur pembantu.
Pelan pelan namun pasti gw buka pintu kamarnya, yang memang gw tahu mbak Dian gak pernah kunci pintu kamarnya semenjak kejadian itu. Ternyata mbak Dian tidur dengan kaki mengangkang seperti wanita yang ingin melahirkan. Bagaimanapun juga setiap gw liat selangkangannya yang di halus gak di tumbuhi sehelai rambutpun juga. Bentuknya gemuk montok, dengan sedikit daging kecil yang sering disebut klitoris sedikit mencuat antara belahan vagina yang montok mengiurkan kejantanan gw. Perlahan lahan gw usap permukaan vagina mbak Dian yang montok itu, sekali kali gw sisipin jari tengah gw tepat ditengah vaginanya dan gw gesek gesekan hingga terkadang menyentuh klitorisnya. Desahan demi desahan akhirnya menyadarkan mbak Dian dari tidurnya yang lelap.
“mmmm….sssshh…..oooohh, Donn… kok gak bangun mbak sih. Padahal mbak dari tadi tungguin kamu, sampai mbak ketiduran.” Ucap mbak Dian sama gw setelah sadar bahwa vaginanya disodok sodok jari nakal gw. Tapi mbak Dian gak mau kalah, tanpa diminta mbak Dian tahu apa yang gw paling suka.
Dengan sigap dia menurunkan celana pendek serta celana dalam gue hingga dengkul, karena kejantanan gw sudah mengeras dan menegang dari tadi.
Mbak Dian langsung mengenggam batang kejantanan gw yang paling ia kagumi semenjak kejadian waktu itu.
Dijilat jilat dengan sangat lembut kepala kejantanan gw, seakan memanjakan kejantanan gw yang nantinya akan memberikan kenikmatan yang sebentar lagi ia rasakan. Tak sesenti pun kejantanan gw yang gak tersapu oleh lidahnya yang mahir itu. Dikemut kemut kantong pelir gw dengan gemasnya yang terkadang menimbulkan bunyi bunyi “plok.. plok”. Mbak Dian pun gak sungkan sungkan menjilat lubang dubur gw. Kenikmatan yang mbak Dian berikan sangat diluar perkiraan gw malam itu.
“Mbak….uuuh. enak banget mbak. Trus mbak nikmatin kont*l saya mbak.” Guyam gw yang udah dilanda kenikmatan yang sekarang menjalar.
Semakin ganas mbak Dian menghisap kont*l gw yang masuk keluar mulutnya, ke kanan kiri sisi mulutnya yang mengesek susunan giginya. Kenikmatan yang terasa sangat gak bisa gw ceritain, ngilu. Hingga akhirnya pangkal unjung kont*l gw terasa ingin keluar.
“Mbak… Donny mau keluar nih…” sambil gw tahan kont*l gw didalam mulutnya, akhirnya gw muncratin semua sperma didalam mulut mungil mbak Dian yang berbibir tipis itu.
“Croot… croot… Ohhh… nikmat banget mbak mulut mbak ini, gak kalah sama mem*k mbak Dian. Namun kali ini mbak Dian tanpa ada penolakan, menerima muncratan sperma gw didalam mulutnya. Menelan habis sperma yang ada didalam mulutnya hingga tak tersisa. Membersihkan sisa sperma yang meleleh dari lubang kencing gw. Tak tersisa setetespun sperma yang menempel di batang kont*l gw. Bagaikan wanita yang kehausan di tengah padang gurun sahara, mbak Dian menyapu seluruh batang kont*l gw yang teralirkan sperma yang sempat meleleh keluar dari lubang kencing gw.
Lalu dengan lemas aku menindih tubuhnya dan berguling ke sisinya. Merebahkan tubuh gw yang sudah lunglai itu dalam kenikmatan yang baru tadi gue rasakan.
“Donn… mem*k mbak blom dapet jatah… mbak masih pengen nih, nikmatin sodokan punya kamu yang berurat panjang besar membengkak itu menyanggah di dalam mem*k mbak….” pinta mbak Dian sambil memelas. Mengharapkan agar gw mau memberikannya kenikmatan yang pernah ia rasakan sebelumnya.
“Tenang aja mbak… mbak pasti dapat kenikmatan yang lebih dari pada sebelumnya, karena punya saya lagi lemes, jadi sekarang mbak isep lagi. Terserak mbak pokoknya bikin adik saya yang perkasa ini bangun kembali. Oke.”
Tanpa kembali menjawab perintah gw. Dengan cekatan layaknya budak seks. Mbak Dian menambil posisi kepalanya tepat di atas kont*l gw, kembali mbak Dian menghisap hisap. Berharap keperkasaan gw bangun kembali. Segala upaya ia lakukan, tak luput juga rambut halus yang tumbuh mengelilingi batang kont*l gw itu dia hisap hingga basah lembab oleh air ludahnya.
Memang gw akuin kemahiran pembantu gw yang satu ini hebat sekali dalam memanjakan kont*l gw didalam mulutnya yang seksi ini. Alhasil kejantanan gw kembali mencuat dan mengeras untuk siap bertempur kembali.
Lalu gw juga gak mau lama lama seperti ini. Gw juga mau merasakan kembali kont*l gw ini menerobos masuk ke dalam mem*knya yang montok gemuk itu. Mengaduk ngaduk isi mem*knya.
Gw memberi aba aba untuk memulai ke tahap yang mbak Dian paling suka. Dengan posisi women on top, mbak Dian mengenggam batang kont*l gue. Menuntun menyentuh mem*knya yang dari setadi sudah basah. kont*l gw di gesek gesek terlebih dahulu di bibir permukaan mem*knya. Menyentuh, mengesek dan membelah bibir mem*knya yang mengemaskan. Perlahan kont*l gw menerobos bibir mem*knya yang montok itu. Perlahan lahan kont*l gw seluruhnya terbenam didalam liang kenikmatannya. Goyangan pinggulnya mbak dian membuat gw nikmat banget. Semakin lama semakin membara pinggul yang dihiasi bongkahan pantat semok itu bergoyang mempermainkan kont*l gw yang terbenam didalam mem*knya.
“uh… Donn. Punya kamu perkasa banget sih. Nikmat banget….” dengan mimik muka yang merem melek menikmati hujaman kont*l gw ke dalam liang senggamanya.
“mem*k mbak Dian juga gak kalah enaknya. Bisa pijit pijit punya saya… mem*k mbak di apain sih… kok enak banget.”
“Ih… mau tahu aja. Gak penting diapain. Yang penting kenikmatan yang diberikan sama mem*k mbak sama kamu Donn….” sahut mbak Dian sambil mencubit pentil tetek gw.
“Donn… ooohh…. Donn…. mbak mmmmauu kluuuuaaarr… ooohh.” Ujar mbak Dian sambil mendahakkan kepalanya ke atas, berteriak karena mencapai puncak dari kenikmatannya. Dengan lunglai mbak Dian ambruk merebahkan tubunya yang telanjang tepat di atas badan gw. Untung saja posisi kamar mbak Dian jauh dari kamar kamar saudara dan ortu gw. Takutnya teriakan tadi membangunkan mereka dan menangkap basah persetubuhan antara pembantu dengan anak majikannya. Gak kebayang deh jadinya kayak apa.
Lalu karena gw belum mencapai kenikmatan ini, maka dengan menyuruh mbak Dian mengangkatkan pantatnya sedikit tanpa harus mengeluarkan batang kont*l gw dari dalam liang kenikmatannya. Masih dengan posisi women on top. Kembali kini gue yang menyodok nyodok mem*knya dengan bringas. Sekarang gw gak perduli suara yang keluar dari mulut mbak Dian dalam setiap sodokan demi sodokan yang gw hantam kedalam mem*knya itu.
“Donn…. kamu kuat banget Donn… aaah… uuuhhh… ssshhhh…. ooohhh…” erangan demi erangan keluar silih berganti bersama dengan keringat yang semakin mengucur di sekujur badan gw dan mbak Dian.
“Truuuus… Donn… sodok trusss mem*k mbak Doooonn. Jangan perduliin hantam truuuss.” Erangan mbak Dian yang memerintah semakin membuat darah muda gw semakin panas membara. Sekaligus semakin membuat gw terangsang.
“Suka saya ent*t yah mbak… kont*l saya enak’kan… hhmmm.” Tanya gw memancing birahinya untuk semakin meningkat lagi.
“hhhhhmmmm… suka….sssshhh… banget Donn. Suka banget.” Kembali erangannya yang tertahan itu terdengar bersama dengan nafasnya yang menderu dera karena nafsu birahinya kembali memuncak.
“Bilang kalau mbak Dian adalah budak seks Donny.” Perintah gw.
“Mbak budak seks kamu Donn, mbak rela meskipun kamu perkosa waktu itu…. Ohhhh… nikmatnya kont*l kamu ini Donn.”
Semakin kencang kont*l gw ent*tin mem*knya mbak Dian. Mungkin seusai pertempuran ranjang ini mem*knya mbak Dian lecet lecet karena sodokan kont*l gw yang tak henti hentinya memberikan ruang untuk istirahat.
Merasa sebentar lagi akan keluar, maka gw balikkan posisi tubuh mbak Dian dibawah tanpa harus mengeluarkan kont*l yang sudah tertanam rapi didalam mem*knya. Gw peluk dia trus gw balikin tubuhnya kembali ke posisi normal orang melakukan hubungan badan.
Gw buka lebar lebar selangkangan mbak Dian dan kembali memompa mem*k mbak Dian. Terdengar suara suara yang terjadi karena beradunya dua kelamin berlainan jenis. “plok… plok…” semakin kencang terdengar dan semakin cepat daya sodokan yang gw hantam ke dalam liang vaginanya. Terasa sekali bila dalam posisi seperti ini, kont*l gw seperti menyentuh hingga rahimnya. Setiap di ujung hujangan yang gw berikan. Maka erangan mbak Dian yang tertahan itu mengeras.
Sampai saatnya terasa kembali denyut denyutan yang semula gw rasakan, namun kali ini denyut itu semakin hebat. Seakan telah di ujung helm surga gw. Gw tahan gak mau permainan ini cepat cepat usai. Setiap mau mencapai puncaknya. Gw pendam dalam dalam kont*l gw di dalam lubang senggamanya mbak Dian.
Tiba tiba rasa nikmat ini semakin…. ooohhh….ssshhhh…
Denyut denyut itu semakin menjadi… tanpa dapat gw tahan lagi. Akhirnya.
“Mbak… Donn… mau kluuuarr nih…..”
“Donn… jangan dicabut keluarin didalam saja, jangan sia sia in sperma kamu sampai terbuat. Kluarin di dalam aja Donn.” Seru mbak Dian yang mengharapkan agar gw memuncratkan didalam liang senggamanya itu.
“Aaaahh….. Crooot… Croot.” Akhirnya sperma gw keluar didalam liang senggama mbak Dian. Bagi mbak Dian sperma yang gw semprotkan di liang kewanitaannya sangat nikmat sekali, berbeda dengan mantan suaminya yang dulu.
Karena banyaknya sperma yang keluar. Ketika gw cabut kont*l gw dari lubang kewanitaan mbak Dian. Sedikit demi sedikit mengalir keluar dari selah selah belahan bibir vagina mbak Dian sperma yang tadi gw keluarin.
“Thank’s yah mbak. Mbak Dian kembali lagi menyalurkan hasrat saya untuk menyetubuhi mbak Dian yang ke sekian kalinya.” Ucap gw kepada mbak Dian sambil merebahkan badan gw yang lemas terkuras karena pertempuran yang membawa kenikmatan ini.
“Mbak yang minta terima kasih Donn. Bukannya kamu, kamu sudah mau memberikan kenikmatan yang slalu mbak dambakan ini.” Kata mbak Dian sambil meraih kembali batang kont*l gw yang sudah tergulai lemas.
“Mbak suka yah sama kont*l saya… nanti bangun lagi loh. Apa mbak Dian mampu meladeni hercules ini kalau nanti dia bangun kembali.” Goda gw ke mbak Dian sambil meremas remas gunung kembarnya yang berukuran 36 B itu dengan puting yang mungil seperti wanita yang belum menikah.
“Ihh…. kamu kuat banget sih. Bisa mati kalau kamu hantam lagi punya mbak sama tongkat ajaib kamu ini. Tadi saja mbak sudah berkali kali mencapai puncaknya. Sedangkan kamu hanya dua kali.”. “Donn… mungkin sungguh beruntung sekali bila nanti wanita yang menjadi istri mu.” Kata mbak Dian yang mengakui keperkasaan tongkat “Dewa Cabul” ini.
“hahahaha…. habisnya tubuh mbak sungguh mengiurkan bila hanya dipandang saja, kan lebih nikmat lagi bila dirasakan langsung.” Tawa gw.
Beberapa hari kemudian. Sepulangnya gw dari rumah temen gw di bilangan Mangga Dua, Jakarta Utara. Gw di kejutkan dengan sesosok hadirnya wanita yang memiliki paras ayu dengan mata yang bulat, seakan akan mengambarkan paras muka yang sangat mengiurkan bila di setubuhi. Bibir yang tipis merah merona bukan karena memakai lipstik, samar samar terlihat tumbuh bulu halus di pinggir bibir yang menantang untuk dicium. Memiliki postur tinggi badan sekitar 165cm, berkulit putih mulus. Memiliki rambut panjang hitam lurus sebahu, rambut halus yang tumbuh disekujur lengan putihnya pun menjadi sebuah pesonanya. Memiliki lingkaran dada 36 C yang membuat hati laki laki ingin melihat gundukan daging yang terbungkus itu secara langsung, didukung penuh dengan bongkahan pantatnya yang semok bagaikan buntut mobil BMW yang menungging kebelakang bila berjalan. Goyangannya begitu akan mengoda hati laki laki yang menatap pantulan pantatnya yang sungguh menawan itu.
Terbayang sepintas ingin menikmati tubuh indah itu meski bagaimana caranya, terlintas juga bila Rini menolak maka bakalan gw ambil jalan memperkosanya.
“Donn… kok ngelamun aja sih. Sudah makan blom, sana makan mbak Dian masak enak tuh hari ini. Katanya sih menu masakan yang paling kamu suka.”. “Sana makan dulu, jangan bengong…” tegur ibuku yang membuyarkan lamunan fantasi seks gw dengan Rini saat itu.
Akhirnya Rini mulai berkerja menjadi pembantu di keluarga gw. Sehari hari Rini suka pakai daster sedengkul. Terkadang kalau Rini lagi membersihkan ruangan keluarga, suka gw curi liat goyangan pantatnya yang bulat menantang untuk diremas itu. sekali kali kalau dia sedang menunduk membersihkan meja kaca diruangan tersebut. Terlihat dengan jelas buah dadanya yang menyembur ingin keluar dari BH yang ia gunakan, entah karena kekecilan atau buah dadanya yang terlalu besar untuk anak seusia Rini yang sekarang beranjak 17 tahun.
Hingga gw nekat untuk memenuhi hasrat setan gw ini.
Pernah waktu itu ketika keadaan rumah sedang kosong. Nyokap ke Bandung ada acara arisan ibu ibu. Bokap sibuk dengan urusannya sendiri di kantornya yang terletak di kawasan perkantoran Sudirman, Jakarta. Kakak gw masing masing sudah menikah dan punya keluarga masing masing. Sedangkan mbak Dian sendiri ijin pulang kampung untuk menengok anaknya hasil dari mantan suaminya. Sebelum pulang mbak Dian meminta untuk menyetubuhi dirinya sebelum nanti ia merindukan “tongkat ajaib” ini bila nanti di kampungnya. Begitulah mbak Dian kalau menyebut adik gw dengan sebutan itu. Mungkin ini juga gue anggap kesempatan emas bagi gw, karena saat ini keadaan rumah kosong hanya tinggal gw dan seorang wanita belia putih merangsang untuk segera menikmati bongkahan daging yang terbelah dan masih terbungkus rapi di balik celana dalam Rini. Serta dua gunung kembar yang jelas jelas hampir loncat dari rumahnya yang kekecilan.
Siang itu gw pura pura tidur di kamar gw, karena gw tahu jam berapa dia bersihin kamar gw, jamberpa dia nyapu dan jam berapa saja kalau Rini akan mandi.
Waktu itu gw tidur hanya mengenakan CD ketat yang secara otomatis membentuk lekukan lekukan di luar CD gw. Rini biasanya masuk kedalam kamar gw dengan mengetuknya terlebih dahulu, lalu akan masuk bila sudah gw iya kan.
Pertama tama dia kikuk lihat gw tidur terlentang dengan hanya mengenakan CD saja. Terlebih lagi Rini suka melirik nakal kearah selangkangan gw yang saat itu makin tegang kala lihat Rini memakai daster dengan lubang leher yang agak melebar dan tinggi daster yang Rini kenakan juga amatlah minim sekali. Lebih tepatnya daster itu di sebut dengan baju tidur terusan tanpa lengan tangan. Mengaitkan antara sisi depan dan belakang hanya dengan seutas ikatan tali berwarna putih.
Melihatnya saja membuat tangan gw terasa gatal sekali ingin cepat cepat menerkam tubuh sintal itu dan menindihinya di bawah tubuh gw. Merasakan seluruh jengkal tubuhnya, terutama merasakan membelah durian kampung rasa kota metropolitan.
Sekitar 20 menit kemudian, tiba tiba Rini meninggalkan sapu yang di tangannya, tergeletak di bawah lantai. Perlahan lahan gw perhatiin gerakkannya yang mulai serba salah itu. Mengendap endap Rini berjalan menghampiri gw yang pura pura tertidur di atas ranjang gw yang berukuran no 1. Kemudian ditatap seongkongan batang yang tersembunyi menantang di balik Cd yang gw pakai.
Dalam hati gw, akhirnya dugaan gw tentang wanita berbulu halus di lengan dan pahanya ternyata benar. Bahwa memiliki hasrat seks yang tinggi untuk merasakannya.
Dengan posisi Rini berdiri di sisi ranjang, mulai perlahan tangannya ia julurkan mendekati punya gw yang tersembunyi itu. Di usap usap batang kont*l gw seirama. Naik… turun… yang terkadang diselinggi dengan pijatan kecil pada katong pelir dan usapan halus di kepala kont*l gw yang membengkak karena tegang dan keluar dari sisi atas CD yang gw pakai itu.
Hati hati dia mulai menarik ke dua sisi atas CD gw, pelan pelan hingga membebaskan hercules yang sedari tadi ingin keluar.
Digenggam batang kont*l gw dengan tangan kanannya dan mulai memainkan batangnya sambil menaik turunkan tangannya di barengi jilatan jilatan kecil yang menyapu permukaan kepala kont*l gw yang terlihat mengkilap membengkak karena rangsangan yang diberikan oleh Rini lewat jilatan jilatan lidahnya yang sangat nikmat itu. lama lama semakin beringas Rini melahap batang kont*l gw hingga masuk semuanya ke dalam mulutnya. Terasa sekali ujung batang kont*l gw mneyentuh hingga kerongkongannya. Terkadang digigit kecil pada helm surga gw. Akibatnya geli seperti ingin kencing.
Tak hanya itu. samar samar terlihat tangan sebelah kirinya mulai terselip diantara dasternya dengan kaki yang terbuka agak tertekuk pada lututnya. Rintihan demi rintihan silih berganti, seperti sudah tak memperdulikan keberadaan gw yang sedang ia nikmati. Akhirnya memang gw akui sendiri permainan yang Rini lakukan sangat nikmat sekali, melebihi bibinya yang slama ini gw anggap paling pro dalam hal seperti ini. Erangan gw akhirnya keluar juga dari sekian lama gw tahan agar dia nikmatin dulu hal yang ia lakukan terhadap hercules gw.
“Rin… kamu sedang apa… kok celana dalam saya kamu buka. Dan bukannya kamu sedang membersihkan kamar saya.” Pura pura gw kaget dan memergoki Rini sedang mengoral kont*l gw.
Mungkin karena malu karena tertangkap basah mengoral anak majikannya yang sedang tidur. Rini langsung keluar dengan muka yang merah karena malu. Gw pun gak tinggal diam, gw susul Rini yang keluar tanpa berkata apa apa. Terlihat di ruangan tengah. Rini sedang duduk sambil menutup mukanya karena kejadian yang tadi itu. perlahan gw mendekati Rini dan duduk sebelah kiri sampingnya.
“Kenapa Rin… kok malahan diam saja.” Tanya gw dengan nada yang sopan teratur, seakan seorang dosen fakultas yang bertanya kepada mahasiswi yang bersalah.
“Rini… malu sama kakak…” jawab Rini dengan masih menutup muka cantiknya. Dengan sedikit rambut halus yang tumbuh di atas bibir merah tipisnya.
“Kenapa malu… apa karena tadi Rini mengoral kakak yah… kalau boleh kakak tahu. Kamu tahu hal itu dari mana Rin…” tanya gw kembali sekedar ingin tahu pengalamannya tentang oral kelamin laki laki.
“mmmmhh… Rini pernah nonton dirumah temen Rini. Rini lihat cewek menghisap punya laki lakinya dengan begitu enaknya.” Jawab Rini dengan sejujur jujurnya menceritakan pengalamannya tentang hal mengoral.
“Trus kenapa tadi… saat kak Donny sedang istirahat. Kenapa kamu membuka celana dalam kakak dan mengoral kemaluan kakak dengan begitu nikmatnya.” Tanya gw yang seperti mengintrogasi seorang tersangka pembunuhan tingkat kakap.
“Habis… punyanya kakak gede banget dan membentuk diluar celana kak Donny. Rini pertama tama hanya penasaran saja ingin melihat bentuk punya kak Donn… tapi, Rini gak tahu. Tiba tiba Rini ingin sekali memasukkan punya kak Donny kedalam mulut Rini. Layak seperti film yang pernah Rini tonton di rumah teman Rini itu.” jawab Rini dengan begitu polosnya ingin tahu dan merasakan menghisap kelamin laki laki.
“Trus sekarang Rini masih pengen… atau mau rasa yang lebih dari yang tadi Rini lakukan terhadap kak Donny barusan.” Tanya gw dengan mengusap usap paha putihnya yang terlihat hingga pangkal pahanya.
Rini bagaikan terkunci bibirnya untuk menjawab penawaran gw itu. hanya dengan menganggukna kepalanya yang berartikan iya.
Perlahan gw kecup bibir tipis yang sempat membuat gw ingin sekali merasakan nikmat bibir gadis berumur 17 tahun yang sekarang terpampang dihadapan gw.
Dengan lembut gw mengecup bibir Rini, perlahan gw sapu setiap detail bibir itu. lembut, halus, seperti makanan agar agar. Perlahan gw menurunkan celana gw bersamaan dengan CD yang tadi sempat Rini turunin.
Gw tuntun tangan kirinya menuju hercules yang telah siap sedari tadi bertahan ingin ikut merasakan kembali usapan dan hisapan gadis 17 tahun ini lagi.
Di usap usap batang kont*l gw yang menegang dengan keras, bersamaan dengan nafas yang semakin meninggi karena didera nafsu darah perawan yang belum terjamah oleh laki laki. Tak ingin kalah dengan kegiatan tangan Rini, kini tangan gw mulai mengusap lembut gunung kembar yang membusung menantang untuk diremas oleh tangan perkasa. Tanpa gw perintah atau gw kasih petunjuk. Rini dengan kesadarannya membuka daster berserta bra kekecilan yang menutupi buah dadanya yang berukuran 36 C dengan pentil merah kecil menantang ingin sesegera di hisap dan mungkin di gigit kecil.
Sesaat langsung gw tarik tubuh mungil itu ke dalam jangkauan dekapan gw. Dengan sigap gw hisap puting susu Rini yang menantang dan ternyata telah mengeras sedaritadi. Rini ternyata tak ingin hanya dia seorang yang merasakan kenikmatan ini bila pasangannya tak merasakan kenikmatan ini juga.
Disambar batang kont*l gw tegang mnegacung tegak berdiri, berirama dengan desahan suaranya. Rini memanjakan kont*l gw dengan sangat lembut. Seakan akan tahu benda yang kini ia genggam sekarang adalah pusaka seseorang yang sekarang memberikan ia kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
“Uuuuhh….ssshhh… uuuuuhhhhh…. Kak… uuuuuhhh. Enak banget kak… Uuuuuhh…” desah Rini tanpa melepaskan genggamannya dari batang kont*l gw. Seakan akan takut kehilangan tongkat pusaka warisan nenek moyang.
“Rin… enakkan. Kak Donny gak bohongkan… ini hanya pemanasan saja. Nanti… nanti permainan yang sesungguhnya Rini akan merasakan melayang ke surga tingkat tertinggi.” Seru gw memancing agar birahi Rini semakin terbakar dengan omongan gw.
“HHmmm… enak kak… enak… uuuuuhhhh….uuuuhhhh….kak. berikan Rini kenikmatan yang kakkkaak jannnjiiin iiiituuuu…” seru Rini dibarengi dengan desahan yang tertahan.
Dengan tangan sebelah kanan mengenggam batang kont*l gw. Mengesek gesekkan kepala kont*l gw pada bibir mem*knya yang masih malu malu mereka itu. perlahan lahan dengan dibantu cairan yang keluar dari sela sela mem*knya, secara langsung membantu melancarkan kont*l gw untuk menerobos masuk dan sesegera mungkin merasakan kehangatan mem*knya Rini.
Perlahan gw dorong batang kont*l gw hingga membuat kedua bibir mem*k Rini ikut tertekan kedalam. Terpampang muka Rini yang meringis menahan sakit ketika benda tumpul berurat hendak memaksa masuk kedalam liang kewanitaan yang selama ini slalu Rini jaga.
Dengan susah payah, akhirnya kepala kont*l gw berhasil masuk. Perlahan gw tekan kembali dengan sedikit keras dengan tangan gw sebelah kiri memeras buah dadanya yang putih serta puting susu yang mengeras meruncing ke depan.
“Tahan yah Rin… ini hanya pertamanya saja yang sakit. Nanti setelah punya kak masuk ke dalam mem*k kamu. Bukan sakit yang akan kamu rasakan lagi, tapi kenikmatan yang pernah sebelumnya kak janjikan kepada kamu tadi.” Rayu gw untuk menenangkan sakit yang ia derita saat kont*l gw akan menerobos liang surganya.
Rini tak menjawab perkataan gw. Hanya menganggukkan kepalanya dan sesekali menatap ke arah gw yang sekarang akan menyetubuhinya lebih lanjut.
“Aaaakkkhh…. kkaakk… saaakkkit. Kak. Sakit banget.” Teriak Rini setelah seluruh batang kont*l gw berhasil menembus gerbang yang tadi menintip malu malu.
Namun gw gak akan menyia yia kan usaha gw yang tadi begitu susahnya menerobos mem*knya.
Pelan pelan gw tarik batang kont*l gw hingga hanya menyisakan setengahnya di dalam dan kembali menekam batang kont*l gw masuk kedalam lagi. Gw lakukan berkali kali biar mem*k Rini bisa menyesuai benda asing yang menganjal di tengah tengah rongga sempit yang masih perawan itu. selama 3 menit lebih gw lakukan pengadaptasian di mem*knya Rini. Bisa gw liahat di pantulan kaca wastafel ada tetesan air mata yang mengalir di kedua pipi halusnya. Namun selang beberapa menit kemudian bukan isak tangis yang kini terdengar namun desahan yang mirip terdengar kini.
“Gimana Rin… masih sakit gak punya kamu.” Tanya gw memastikan rasa yang kini ia rasakan tanpa menghentikan penestrasi kedalam liang kewanitaannya.
“Kak… kak. Agak lebih cepat dan agak keras dong tekannya. Enak… sekarang enak kak.” Ujar Rini memberikan izin gw untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya.
Lalu tanpa melanjutkannya gw mempercepat sodokan kont*l gw ke dalam mem*knaya yang seirama dengan goyangan pantat Rini yang mendorong pantatnya yang putih bulat itu ke belakang.
Sodokan demi sodokan gw pompa terus menerus ke mem*k perawan yang sempit itu. terasa sekali di sekujur batang kont*l gw timbul rasa ngilu yang begitu amat sangat nikmatnya.
Semakin lama gw percepat irama pompaan kont*l gw yang diiringi desahan haus seorang wanita yang baru pertama kali merasakan surga dunia.
“uuuuhhh…. ssshhhh…. kak. Lagi kak. Lebih keras.” Pinta Rini yang merasa kurang kencang menyetubuhinya.
“Gila nih perawan, segini kencangnya gw hantam pake kont*l gw, dia bilang kurang!!!!” umpat gw dalam hati yang merasa heran atas hasrat seks yang terpendam dalam diri Rini ini.
Mungkin karena terasa terkuras tenaga yang ada didalam badan gw ini. Akhirnya gw minta kepada Rini untuk mengubah posisi ngent*tnya. Gw gendong Rini merapat ke dinding rumah gw. Dengan kedua tangan Rini melingkar di leher gw. Kedua kakinya melingkar dipinggang gw seperti anak kecil yang sedang ingin memanjat pohon. Dengan cepat ia meraih batang kont*l gw dan meletakkan kembali ke dalam liang kewanitaannya. Seakan akan tak mau sampai kenikmatan yang tadi ia rasakan terputus sebelum ia mencapai puncak kenikmatannya yang selanjutnya. Dengan gaya mengendong Rini dan sambil berjalan menuju ke dalam kamar gw yang pertama kali Rini mengoral kont*l gw tadi.
Merebahkan tubuh mungil Rini yang mengiurkan itu di atas ranjang gw. Berusaha untuk tidak merubah posisi keberadaan kont*l gw yang sudah menancap didalam mem*knya.
Dengan mengangkat kedua kakinya dan menaruhkannya di atas bahu gw, membuat lebih leluasa kont*l gw untuk keluar masuk mem*knya Rini.
“Dah gak sakit lagi’kan… enak’kan sekarang rasanya. Eeehhhhmmm… eeehhhhmm…. enak Rin. Kalau kakak sodok mem*k Rini kayak gini.” Tanya gw terhadap Rini dengan posisi setengah tertindih oleh badan gw.
Rini hanya menatap gw yang sedang memompanya sambil mengigit tipis bibir bawanya yang mungil. Dengan menganggukkan kepala dan mengucap usapkan kedua tangannya pada dada gw yang bidang.
Namun ada satu ekspresi muka Rini yang buat gw sungguh sungguh terangsang banget. Saat gw hentakin dengan keras batang kont*l gw ke dalam liang kemaluannya. Saat itu paras ayunya semakin merangsangkan dengan bibir mungil nya yang membuka sedikit, seperti mengharapkan rasa nikmat yang lebih.
“Rin… mem*k kamu memang sungguh nikmat sekali… beda sekali dengan mem*knya mbak Dian.” Kata gw dengan tanpa sadar mengucapkan kata kata itu.
Dengan paras muka kaget, Rini menatap gw yang masih terus memompa mem*knya dengan cepat. Namun Rini hanya diam tanpa mempersoalkan bahwa gw juga sudah pernah mencicipi liang kenikmatan bibinya Dian.
Selang beberapa menit. Rini meminta agar merubah posisi senggamanya menjadi women on top. Alasannya ia lebih menikmati bila liang kewanitaannya ditikam oleh kont*l gw dari bawah. Sensasi yang akan ia rasakan lebih nikmat dibandingkan dengan gaya sebelumnya.
Perlahan gw merubah posisi kembali. Namun kali ini terpaksa harus mencabut terlebuh dahulu bazzoka yang sudah tertancap di laras Rini.
Dengan berirama Rini mengoyangkan pantatnya yang bulat indah itu maju mundur, layaknya seseorang yang sedang naik kuda pacuan.
Ekspresi Rini kali ini membuat gw sungguh tergila gila akan perlakuan yang ia perbuat atas kont*l gw ini. Terasa sekali kont*l gw mengaduk seluruh isi liang kewanitaannya. Terkadang maju mundur, terkadang berputar putar seperti goyangan salah satu artis Inul daratista yang sedang goyang ngebor.
“Rin…. nikmat banget. Trusss Rin. Jangan berhenti.” Terasa kont*l gw akhirnya mendenyut denyut akan memuntahkan sesuatu dari pangkalnya. “Gila enak banget, mem*k kamu memang kakak akuin lebih nikmat dibandingkan dengan mbak Dian. Uuuuhhh… damn. Trus… Rin.” Umpat gw yang merasa akan mencapai puncaknya.
“Kak… Rini mau…. mmmmauu…. sssssshhh…. kkakak…. oooooohhh…. kkllluar.” Desah Rini yang memberitahukan gw ia mau mencapai puncaknya juga.
“Rin… tahan sebentar lagi… seddiiikkit lagi. Kita keluarin samamma yah….uuuhh.”
Semakinkencang goyangan yang dibuat oleh Rini. Dan akhirnya….
“Aaakkkhhh….. kakak.” Teriak Rini sambil merebahkan tubuhnya yang lemas terkuras di atas tubuh gw. Dengan posisi batang kont*l gw yang masih menancap didalam mem*knya. Karena Rini tak mampu menahan dorongan yang memaksa. Akhirnya Rini mencapai puncaknya terlebih dahulu. Dengan kencang gw hujam kont*l gw semakin cepat ke dalam mem*knya. Tanpa memperdulikan tubuh Rini yang sudah terbujur lemas di atas badan gw.
“Crooot…. Croot….” sperma gw muncrat semuanya didalam rahim Rini. Karena banyaknya sperma yang keluar memenuhi rahimnya hingga tak tertempung. Sperma yang gw keluarin itu mengalir melalui sela sela bibir mem*k Rini yang montok itu.
Tanpa mencabut bazzoka yang masih menancap. Gw biarkan Rini istirahat, tidur diatas badan gw layaknya seorang anak kecil yang tertidur karena kelelahan.
Dalam satu hari penuh gw setubuhi Rini terus menerus. Mumpung rumah gak ada siapa2. hanya Rini dan gw. Dari pagi hingga malam jam 9 malam sebelum seluruh anggota keluarga gw pulang ke rumah.
“Rin… terima kasih yah. Rini sudah mau kasih kakak keperawanan Rini.” Ujar gw mengucapkan terima kasih setelah melahap keperawanan yang nikmat itu.
“Rini juga sangat terima kasih sama kak Donny. Mau izinin Rini merasakan surga dunia yang begitu indah ini.” Jawab Rini sambil masih merebahkan kepalanya di dada gw.
Sungguh beruntungnya diri gw saat ini dan nanti kedepannya. Memiliki pemuas nafsu didalam rumah sendiri. Tanpa harus membayar sepeser uangpun kepada mereka. Permainan antara keponakan dan bibinya sungguh nikmat sekali. Hingga pernah gw lakuin bertiga. Saat seluruh keluarga gw pergi ke rumah saudara gw yang ada di surabaya. Kebetulan mereka menginap selama tiga hari dua malam disana. Bisa kebayang gak nikmatnya tidur didampingi dua wanita yang memiliki hasrat seks yang tinggi. Dalam satu hari gw bisa layanin mereka berdua sebanyak 7 kali. Itu juga harus gw bantu dengan telor ayam kampung dicampur dengan madu sebelum bertempur.
Di dapur… di ruang keluarga… di balkon lantai dua… huh, pokoknya dimana mereka berada, disana juga gw ent*tin Rini atau mbak Dian dengan sesuka hati gw.
Namun yang paling nikmat saat gw ent*tin Rini di Taman Rumah gw. Diatas rumput hanya di alasin oleh handuk putih.
Nikmatnya punya pembantu yang Hot seperti Mbak Dian dan Rini yang masih berusia 17 tahun ini.
Kata Kunci Pengunjung:
- keponakan muncrat
- www ceritanakal com
- Cerita sex sedarah kakak perempuan dengan adik tengah malam tidur
- bibiku semok
- cerita sex bibi dan keponakan
- bibi ponakan sex
- cerita sex bibi dan ponakan
- cerita ganas goyangan pantat gadis binal
- cerita sex dientot kontol hitam
- ngentot ponakan
- Cerita om ngentot k keponakan nakal
- CERITRANGENTOT
- Cerita sex orgy
- ngetot bibik
- Cerita sex sedarah bibi dan keponakan
- ngentotin keponakan
- cerita om perkosa ponakan
- ngentot istri keponakan
- cerita sex wanita berbulu
- cerita sex tante dengan keponakan
- ngewe bibiku dikampung yang bahenol
- entot montok bulu pinggul goyang enak cd bh
- kisah nyata PRT masih belia jadi pemuas majikannya
- cerita sex anal bibi dan keponakan
- paruhbaya nakal
- Cerita ngentot kakak keponakan
- cerita dewasa meremas susu adek ipar sedang tidur lelap
- cerita sex nakal
- mama tanta bibi suka makan kontol lagi kencing
- Cerita ngentot keponakan nakal
- ngentot sama rini
- foto foto seksi yahrini yg lagi ngentot
- sex sedarah adik kakak keponakan
- Cerita sex dengan keponakan
- Rintahan pembantu dientot tempeknya
- Rintihan abg dientot ayah tirinya
- cerita nakal nafsu
- ngesex bibi
- Cerita sex hot memek pembantu semok di entot kontol majikan
- cerita sex keponaan ku nakal
- cerita sex bercinta dengan ponakan istri
- Sensasi ngentot dengan keponakan
- free download cerita video goyangan cabul porno
- ngentotsamaibugemuk
- cerita dewasa rini keponakan pembantu yang nakal
- cerita sex pembantu nakal
- Cerita sex tante dan keponakan
- Cerita pendek ngentot pembantu nakal
- ngentot keponakan yang masih kecil
- Cerita enaknya 2 kontol gede keponakan dan sepupu gw
- MEMEKBIBI
- ceritasektantebinal
- www cerita sex ponakancom
- memekku geli kak anus adek sempit ayah suka tetekku
- sakit bila dikemut
- Cerita panas perkosa keponakan istriku
- www cerita seks belia com
- Lonte yg pepek nya suka dijilat
- aku dientot kakak keponakan
- Cerita sex sedarah ngentot dg keponakan
- ceritra ngentot saudara
- www MAMACABUL
- Ml sama prt belia
- cerita memperkosa keponakan
- cerita porno om om dan ponakan
- mesum antara tante dan keponakan com
- kisah sex belia
- kisah seks hot desahan nikmat
- klitorisku dijilat dukun
- Ml dengan keponakan ayah
- kisah keponakan dan bibi sex porn
- kisah seks bibi dan keponakan porn
- ml dengan keponakan perempuan
- Montok dan hot permainan sex budeku
- Kisah nyata mama nakal dan binal memperkosa anak sendiri
- kisah keponakan ngentot tante
- Kisah sex dengan keponakan
- Kisah sex om dan ponakan
- Kisah sex pembantu semok
- Lihat kontol hitam berurat bapak tiri cabul tinggi besar
- mainin tetek bibi yang lagi tidur
- kumpulan cerita dewasa 17 thn ke atas mesum hot - memperkosa anak tiriku yang montok
- Kuentot pantat kakak iparku yang montok
- mbak pembantu kontol kemaluan bulu pijit pijat
- kuentot keponakan ku
- kuentot keponakan kecil ku
- Memek bibi melahirkan basah di entot ponakan com
- ku gendong anak tiriku kekamar nya
- Memekku dijilatpapa tiriku
- Menikmati tubuh indah ponakan
- memekku geli kak
- kontol gede panjang ayah tiri
- memperkosanya orgasme
- kisah sex sedarah mama
- Lemes tante di entot kontol gede
- Cerita sex tante ngentot ponakan
- cerita\ goyangan memutar pantat gadis belia
- ceritera ngentot dengan bibik
- ceritera sex
- ceritera sex l
- ceritera tante nakal
- ceritera wanita gemuk suka ngesek
- ceriteratantenakal
- ceritra sex om dan keponakan sma
- ceritra sex tante dan ponakan
- crita ml ama keponakan
- ceritasex dengan adik tiriku
- ceritasex cd adik
- Ceritaponakanngentottante
- cerita sex tante sedang tidur di perkosa keponakan
- cerita sex tanteku jadi pemuas nafsuku
- cerita sex terbaru tante dengan keponakanya
- cerita sexs ayah dan pembantu
- cerita sexs bapak dengan ponakan
- cerita sexs belia
- cerita tante ibu kakak adik pembantu isap sperma kontol gede
- cerita teriakan gadis perawan di hentak-hentak kontol
- Ceritangentotponakan
- Ceritapanas pemerkosaan dengan bringas
- crita sex sedarah rela tidur bersama ayah tiri
- Crita tante dian ml sex
- CritaTante yg birahi bercumbu dengan ponakan yg masih ABG
- istri om pengen dientot keponakan
- jadi budak seks mulai sekarang kamu gak boleh pake celana dalam dan bh lagi telanjang aja
- jilat anus bibi
- Jilat memek mertua saat tidur lanjut memperkosanya
- jilat tetek nenek
- Kenikmatan ngentot pembantu dan keponakannya tiap hari
- KENIKMATAN SEX PORN
- keponakan kecil & kakak perempuan ngentot sama tante
- Keponakan yg ganas cerita
- kisah cowok gak tahan melihat tetek cewek besar
- Cerita Tante doyan kontol keponakan
- Isi cerita ayah ngentot ponakan
- indahnya toket keponakan
- dekapan ganas bibiku
- Desah pembantu ku
- Desahan nikmat keponakan di emut memeknya
- dientot keponakan
- dientot ponakan
- dientot temen ayahku yg perkasa
- foto tante daster transparan goda ponakan
- Foto tante doyan ngeseks suka cabul binal
- goda bibik
- ibu tiri paruh baya haus sex
- Kisah indah desahan nikmat ngentot ayah tiri
- montoknya teman keponakan
- ngentot dian dan rini
- tempekku gatal pngen disodok
- Tempekku gatel pengen di entot
- Tetek bibik
- toket belum tumbuh muncrat
- tubuh montokku dijilat papa tiri
- video sex ayam kampus disetubuhi dosen bugil
- vidio sex ayam kampus disetubuhi dosen bugil
- Vido cerita sexs memek di jilat dan disodok sodok ama kontol gede
- www budeku binal com
- www cerita dewasa om ngentot keponakan laki
- www cerita mesum ponakan
- tanteku yang mengiurkan
- Tanteku pantat nya besa dan tete nya besar
- Tanteku mengiurkan
- sedarah bibi dan ponakan
- seks dengan keponakan
- seks dgn tante atau mbak toge
- sex bibi yang punya memek gemuk besar dan ponakan sendiri
- sex istri ponakan
- sex majikan tak henti ngentot pembantu
- site:ceritasex cn Aku entot tanteku
- site:ceritasex cn KETAGIHAN DIENTOT AYAH TIRI
- site:ceritasex cn www nikmatnya anus budhe
- Tante sek dg keponakan
- Tante sek dg kponakan
- www cerita ngentot ama adik dan keponakan
- www cerita rintahan abg
- www cerita sex bibi dg ponakan
- www kuentot bibi lagi tidur
- www ngentot bibi dan budhe binal com
- www ngentot dengan rini
- www nikmatnya sensasi sex tante dan mama nakal
- www permainan panas bibiku
- www RINTIHAN malam sama GADIS BELIA COM
- www selingkuh sama ponakan yg montok
- www sex belia com
- www sex gadis belia com
- www sex ponakan com
- www tante rini seks
- www kisah nyata aku yang tergila gila lubang pepek mu com
- www gadis jalan com
- www film porn gadis belia com
- www cerita sex dientot dari belakang oleh keponakan
- www cerita sex gadis belia com
- www cerita sex keponakan belia com
- www cerita sex kuentot bokong kakak yg montok
- www cerita sex nakal
- www cerita sex nyokap com
- www cerita sex pembunuhan
- www cerita sex setubuhi bibi ku
- www cerita sex warung pinggir jalan com
- www ceritanakal com/sedarah
- www ceritaseksdgnpembantu
- ~sepupu lagi tidur
- Rintahan kenikmatan
- napsu gila bibik
- ngentot rini keponakan pembantuku yang seksi
- Ngentot rini masih 12 tahun
- Ngentot sama mbak dian pembantuku
- ngentot tante dan keponakan
- ngentotduburmama
- ngentotin keponakan yang masih kecil
- ngentotk kak siska
- Ngeseks dengan keponakan yang masi belia
- ngesex dengan ponakan gadis belia
- NGETOT BIBIK KU
- ngewe sama nenek
- ngentot ponakan kecil
- ngentot pembantu yang semok
- ngentot pembantu tante dan penjual warung makan
- Nenek padang haus kenikmatan
- nge sex ama bibi di kampung
- Ngentot ama bibi di kampung
- ngentot anus bibiku
- ngentot bersama dua pria cerita sex cn com
- ngentot bibi nakal
- ngentot dengan keponakan istri
- ngentot dengan keponakan yang sedang tertidur
- ngentot gara gara ketiduran
- Ngentot istri yang sedang tidur lelap
- ngentot pembantu nakal
- NGEWE SM PONAKAN
- Nikmat yang mana yg akan kau bohongkan
- Nikmati ngentot tante riny
- pembantuku pemuas nafsuku
- pembantuku yang nakal
- perkosa bibi yg lagi kencing
- pesona pembantu semok
- pijitan adik ipar pakai baju tidur porno
- polosnya ponakan yang di entot
- ponakan jilat dubur bibi yg brbulu
- ponakan memek enak om
- ponakan selingku dengan tante
- rini cerita sex
- rini pengen di entot
- pembantuku lagi puber
- Pembantu sebelah rumah gw toket sama pantat nya gede
- pembantu ku yg seksi
- Nikmatnya dientot bokap
- nikmatnya jadi budak sex
- Nikmatnya ngentot dengan keponakan
- nikmatnya seks dengan keponakan
- Nikmatnyadubur
- om dan keponakan bercinta
- Om dan tante memperkosa keponakannya
- Oooooohh enak Cerita dewasa
- paha mulus keponakan yang bongsor
- pantatkakak ipar montok
- pembantu ku yg nakal
- rini sex
- cerita sex tante ngentot ama ponakan
- CERITA KENIKMATAN SEX HOT PORN
- cerita nakal tante girang
- cerita nakal the orgy
- Cerita ngentot ayah sm ponakan
- Cerita ngentot ayahku gemuk jadi pemuas nafsuku
- cerita ngentot bibi dan keponakan
- cerita ngentot dengan keponakan cowok yang masih kecil
- cerita ngentot dengan keponakan laki laki yang masih kecil
- cerita ngentot dengan om nakal
- cerita ngentot dengan sepupu laki-laki
- cerita ngentot kakak perempuan nakal
- cerita ngentot keponakan yyg masih kecil
- Cerita ngentot lidahku didalam lubang pantat anus dubur bibi
- cerita mesum keponakan dengan bibinya sendiri
- cerita mesum keponakan
- cerita keponakan
- Cerita kontol gede punya anak majikan gue
- Cerita kontol nakal ganas
- cerita kontol orang hitam
- cerita kuentot keponakan mama
- Cerita mama dan kakak jd budak sex ku
- cerita mbak/tante nakal
- CERITA MEMPERKOSA BIBIKU
- cerita memperkosa ponakan
- Cerita mengoral keponakan
- Cerita menikmati susu janda yang sangat besar gatal pengen diewe
- cerita menikmati tubuh montokku diperkosa pria perkasa
- Cerita ngentot memek merah keponakan
- Cerita ngentot om sama keponakan\nya
- cerita nikmatnya kak rini
- cerita nyata ngewe tante semok
- cerita nyata pembantu gatal sex sama majikan
- Cerita nyata seks sedarah antara om dan keponakan
- cerita om dan ponakan ngentot
- cerita om entot ponakan sendiri
- cerita om nakal
- cerita om ngentot ponakan
- Cerita om perkosa keponakan
- Cerita panas ngentot anus bibi di taman
- cerita panas ngentot pembantu nakal
- cerita panas nikmatnya dientot kontol gede pria hitam