Skandal Apotik
Dec 30th, 2009 oleh Cerita Sex
Ana istriku terengah-engah ketika pantatku bergerak cepat naik turun di atas selangkangannya. Peluh ditubuh kami rasanya sudah menetes kemana-mana, bahkan sebagian terasa asin ketika aku sesekali mengisap puting susu istriku ini. Saat ini aku begitu bernafsu melihat istriku. Matanya terpejam sambil menggigit bibir atasnya, belum lagi sesekali desah nafasnya seakan memburu. Ana, gadis manis berperawakan mungil dengan rambut berombak ini adalah eks pacarku, teman satu kampus dulu. Setelah dua tahun berpacaran, akhirnya kami menikah secara sederhana di tempat asalnya, sebuah kota kecil di Jawa Timur.
Sambil terus menggenjot selangkangannya aku peluk tubuh mungilnya, sekarang tubuh itu sedikit lebih berisi dibanding saat kami kuliah dulu. Dulu body-nya cenderung kurus dengan buah dada agak kecil dan pantat yang sedang-sedang saja. Sekarang, setiap melihatnya selesai mandi aku tidak pernah tahan untuk tidak meremas pantatnya yang sexy dan buah dadanya yang montok. Ahh..ahhh..ahhh… Massss…!!!! rengeknya. Segera kuperlambat gerakanku sambil ujung jari tengahku meraba klitorisnya. “Ohh..ouhh”desahnya ketika biji kelentitnya mulai kupermainkan dengan jari tengahku sambil menggenjot vaginanya.
Segera kurubah posisi misionaris kami. Kuangkat kaki kirinya ke atas pundakku. Kedua pahaku menjepit paha kanannya, sementara batang kontolku masih terus menyeruduk dan mengocok vaginanya “pak..paak..pakk!! bunyi selangkangan kami beradu. Ana mendelik, mulutnya membentuk huruf O tanpa mengeluarkan sepatah katapun ketika sambil trus menggenjot memeknya kupermainkan klitorisnya dengan kedua jari kiriku. Detik berikutnya ia mendesah”Auhhh…uhhh…ufffhh,” sesekali mendesis seperti kepedasan sambil menjerit tertahan, “Ahhh … mas…teruuus..mas…..sedikit lagi….truuusssss… sayangg……” Tubuhnya mulai menegang, sekarang wajahnya begitu serius dan cemas, persis seperti waktu ujian akhir semester dulu. Kedua kakinya mulai menegang, matanya terpejam, mulutnya terbuka lebar sambil terengah-engah sampai akhirnya beberapa detik kemudian dia menjerit kecil”AAAAhhhhhh….ngggg….sssss, mmmm…ohhh”tubuh Ana menggeliat sambil berguncang-guncang, dia mengalami orgasme.
Kupercepat gerakan kontolku, tapi dia menahanku sambil mencengkram kedua pundakku kuat-kuat sambil meringis dan sayup terdengar seperti suara orang menangis tertahan. Setealah itu tubuhnya ambruk bagai tak bertulang. Kubiarkan dia menikmati orgasmenya. Kucium bibirnya yang merah merekah,sambil merubah posisi kaki. Kini kami kembali ke posisi misionaris. Kedua tanganku menyusup dibalik punggungnya dan mengganjalnya, kini lehernya yang putih jenjang itu harus menerima ciuman dan gigitan bibirku yang mengganas, kubuat cupang merah diseluruh lehernya hingga kuduknya, Ana mulai terengah-engah lagi ketika aku mengangkat tubuhnya sehingga sekarang aku memangkunya sambil menghisap puting susunya secara bergantian sambil tak lupa membuat cupang merah disana-sini. Kedua tanganku meremas kedua bongkahan pantatnya sambil sesekali kugenjot memeknya dengan kontolku dari arah bawah. Ana hanya bisa pasrah, tubuhnya mulai lemas. Sama sekali tanpa perlawanan. “Mas aku capek sekali, aku tiduran aja…”rengeknya.
Aku kecewa. Posisi kukembalikan ke posisi misionaris. Kali ini kuganjal pantatnya dengan bantal Sehingga memeknya merekah ke atas. Kusodokkan penisku sampai mentok sambil trus kupercepat gerakanku. “Ayohh mas, cepetan. Kakiku pegal” desahnya. “Brengsek!!”umpatku dalam hati, saat ini tak ubahnya dia bagai guling atau batang pisang. Pasrah tanpa ada gerakan ato perlawanan yg berarti. gairahku berangsur padam ketika dia mulai memejamkan matanya layaknya orang tidur, hanya terdengar desah nafasnya turun naik kadang cepat kadang lambat mengikuti irama kocokan penisku di vaginanya. “Masss….pake kondomnya, ntar keluar lho…”rengeknya sambil tetap memejamkan mata. “Sialan, brengsek, jangkrik, dasar mau enak sendiri!!! umpatku dalam hati. Kini aku bener-bener marah. Kuambil kondom warna merah aroma stroberi kesukaanku. Kupasang pada batangku yg masih tegang walaupun kekerasannya mulai kkurang karena rasa kecewaku. Kubuka paha istriku lebar-lebar,kuganjal pantatnya dengan bantal yg agak tinggi. Kutancapkan penisku, “Cleppp….”kutekan dengan kasar memeknya hingga habis seluruh batangku. Kudekap erat tubuh mungil istriku dengan tubuhku yg kekar,walau perutku agak gendut. Kutindih tubuhnya sambil mengocok memeknya seperti orang kesetanan, “plak..plak…plakkk, prut..prettt..prett” bunyi selangkangan yg beradu dan bunyi ****** berkondom yg menggesek vaginanya yg mulai basah kuyup oleh cairan putih encer yg lengket.
Aku ingin orgasme, sialnya ****** kesayanganku ini tak jua menyemburkan cairan kenikmatannya. Lima menit berlalu dengan cepat tapi belum ada tanda-tanda si buyung muntah. Kulingkarkan kaki istriku kepinggangku, kali ini kuciumi kedua teteknya sambil terus menggenjot memeknya tanpa henti. Aku frustasi, terengah-engah kehabisan napas aku ambruk disamping tubuh istriku. Batangku masih tertancap dengan kakunya. Istriku menarik nafas panjang, diluruskannya kakinya sambil kedua lengannya memijati pahanya.
“Aduh..pegal sekali” rengeknya. “Sialan, enak sekali dia!!”umpatku dalam hati, jangan harap kupijitin kamu sebelum aku puas. Kali ini aku benar-benar marah, kali ini kedua kakiku kulingkarkan menindih kedua pangkal pahanya.Kaki Ana kubiarkan lurus terlentang. Kutancapkan penisku lebih dalam, pelan-pelan kukocok lagi semakin cepat dan cepat dan cepat…
Ana merintih, kedua lengannnya berusaha mendorong tubuhku dari atas tubuhnya. “Aduhh …mas…sakit mas…auhhh”. Aku tidak perduli, mungkin cairan pelumas memeknya atao pelumas kondomku sudah habis, sehingga gesekan ****** dan memeknya menyakiti Ana. Sebaliknya, memek Ana terasa makin sempit dan makin licin menurutku, kadang-kadang bagian atas batangku menyentuh klitorisnya, sebagian bibir vaginanya tertarik ke dalam ketika aku mneghujamkan batangku dalam-dalam. Kedua pahaku terus menjepit pangkal pahanya sambil terus kupercepat gerakan kontolku yg semakin menusuk-nusuk liar. Rasanya nikmat sekali, terasa dipijit-pijit dan diremas-remas batangku oleh memeknya”Ahhh sayang…enak sekali…ohh..ohh” kali ini aku yg gantian mendesah. Ana pun mulai pasrah sambil sesekali mendesis’”SSS…sshhh…sshh..”.
“Ana, aku mau keluaarrr!!!jeritku kacau, sontak Ana menutup mulutku”Sssst jangan ribut …”. Ana memelukku erat sambil menggoyangkan pantatnya ke atas sekenannya. Terus kupercepat laju kontolku sampai akhirnya batang itu mulai berdenyut-denyut, terasa cairan kentalku berjalan lambat di salurannya terputus-putus, “OOOOhhhhh…oohhh” desahku keenakan, tubuhku mengejang menahan nikmat disekujur batang kontolku, tapi aku terus bergerak memompa vagina Ana hingga habis cairan maniku. Kulihat Ana juga menngelinjang menahan nikmat, diapun menggerakkan pinggulnya keatas lebih cepat lagi,”Ahh..ahh..ahh…”desahnya berulangkali. Terus kugenjot memeknya hingga ngilu tulang belakang pinggulku, kontolku melemah dan maninya pun habis hingga semprotan dan tetesan terakhir, “ohhh…ohhh..ssss” desahku diikuti ambruknya tubuhku menindih Ana. Ana memeluk tubuhku erat sambil memekik tertahan…”MMMhhhh…mmmhh….aaaaaaaahhhh”keduan ya bibirnya terbuka, matanya terpejam menahan nikmat. “Puas sayang??tanyaku tersengal-sengal. Ana hanya mengangguk sambil terengah-engah menahan nikmat nikmat, kedua bibirnya masih terbuka. Langsung kulumat habis bibir merah merekah itu. Ana diam tidak membalas, bahkan menolak ciumanku. Kamipun tidur.
“Mas, tidak ke Apotik?”pekik Ana membangunkan tidurku. Kulihat dia mengeringkan rambutnya yg basah dengan handuk, tubuh sexynya yg masih basah sangat indah berbalut handuk yg lain. Busyettt, jam menunjukkan pukul 17.40. Aku harus ke apotik pukul 18.00.
Uut, Asisten Apoteker yg penuh pesona
Pukul 18.00,sampai juga aku di apotik. Oh ya, namaku Wibowo. Aku adalah Apoteker penanggung jawab apotik swasta di kota S. Apotikku memiliki karyawan sebanyak 6 orang termasuk aku. Aku membawahi 5 orang pegawai, mereka adalah Utari, Leli, Dina, Putri; keempatnya adalah asisten apoteker serta Andi, seorang tukang antar jemput resep. Pemilik apotik tempatku bekerja adalah Lindawati, wanita WNI keturunan. Sebenarnya, menurut peraturan perundangan yg berlaku, aku wajib ke apotik setiap hari. Tapi aku sudah membuat komitmen dgn bu Linda hanya sanggup 3 hari x 2 jam setiap minggunya aku ke apotik. Jam kerja kubagi menjadi 2 shift,masing2 terdiri dari 2 orang asisten apoteker (AA). Shift 1 dimulai pukul 08.00-15.00, sedangkan shift 2 pukul 15.00-21.00. Andi, si juru antar-jemput resep bertugas jam 13.00-20.00. Sedangkan aku, jam kerjanya tidak begitu jelas. Terkadang siang, sore atau maghrib seperti hari ini, yg penting minimal 2 jam aku standby di apotik. Bu Linda cukup maklum, selain aku bekerja padanya aku masih berstatus pegawai honorer di Dinas kesehatan di kota ini.
Hari ini adalah giliran Utari dan Dina shift 2. Utari, gadis manis berambut sebahu ini baru lulus sekolah menengah farmasi tahun kemarin. Usianya sekitar 19 thn, dengan perawakan sedang. Kulitnya putih, bodinya proporsional cenderung ramping. Yang paling mengesankan adalah sifat lemah lembutnya dan wajahnya yg sendu khas gadis Jawa Tengah. Lain halnya dengan Dina, wajahnya terkesan lebih modern dgn rambut agak pendek di highlight warna pirang. Bodinya sexy dgn ukuran bra sekitar 34B dan bongkahan pantat yg menantang kenyal. Sekilas dia mirip Agnes Monica dengan postur yg lebih “berisi”. Dina adalah teman seangkatan Utari.
“Pak Bowo, saya mohon ijin pulang. Mama saya sakit. Barusan saya ditelpon pembantu.”tukas Dina memelas. “Emangnya mama kamu sakit apa?”tanyaku. “Anu pak, katanya gejala tipus. Boleh ya pak saya pulang?”kali ini wajah Dina lebih memelas. Aku menghela nafas panjang. “Okelah, tapi besok kamu atur shift dgn temanmu, ya? Jangan terlalu sering membolos”. “Terima kasih, pak. Permisi pak. Dah uut, sori ya aku pulang duluan”pekik Dina. “Iya deh, hati2 di jalan ya!”suara Utari kalem. Uut adalah nama panggilan Utari. Tak berapa lama, kulihat seorang cowok berkendara Kawasaki Ninja menjemput Dina. Dina menggelayut manja pada pinggang sang cowok. Tubuh mereka menghilang di kejauhan seiring bunyi sepedamotor yg dikebut penumpangnya. Hujan rintik mulai bertambah deras, mengiringi kepergian mereka.
“Enak ya, hujan2 gini berpelukan naik sepedamotor. Oh ya Ut, itu pacarnya Dina ya?”tanyaku datar. “Iya pak, saya ndak tau itu pacarnya yang keberapa. Dina memang punya banyak pacar”tukas Uut dengan logat jawanya yg kental. “Lho memangnya kenapa, apa kamu ndak punya pacar? pasti punya kan?”tanyaku menggoda. “Ah bapak, siapa yg mau dengan dalem (saya : bhs Jawa halus). Saya hanya gadis desa kok.”kata Uut merendah. “Ah, nggak juga. Kamu cantik kok. Kamu pasti bisa punya pacar yg lebih ganteng dari pacarnya Dina”tukasku.
“Ah bapak bisa aja, wong saya ini ndak cantik kok dibilang cantik”. uut tersipu malu.
Gila, gadis ini makin manis aja jika tersipu.Aku paling tidak tahan melihat wajahnya yg sendu-keibuan itu. Secara naluriah, Dina lebih memancing nafsuku dibanding Uut. Tapi Uut memancarkan aura yg tak kumengerti, aku sangat terpesona padanya. Walaupun nada bicaranya hampir sama dgn istriku, tapi Uut tidak pernah ketus seperti istriku. Yahh, mungkin karena dia bawahanku. Mana berani dia.
“Siapa sih yg mau sama dalem yg jelek ini?”tanya Uut merendah.”Ada kok”potongku. “Siapa pak?”tanyanya lagi. “Aku, Ut!”kataku pendek. Uut terkejut, diam seribu bahasa.”Kamu cantik Ut,lebih cantik dari istriku”. “Ah, bapak bisa aja. Gombal ah, anak kecil kok digombalin”Uut tersipu malu. Pipinya merona merah.
Hore, aku bersorak dalam hati. Memang aku pernah mendengar kabar dari Leli,AA ku yg lain, kalo2 uut menyukaiku. Tapi aku tidak pernah percaya, sampai akhirnya beberapa hari ini kulihat dia sering curipandang padaku. Aku saja yg jarang memperhatikan, karena lebih melirik Dina dan Putri yang lebih sexy dan lebih menggairahkan.
Kubelai rambut Uut di atas telinga kirinya, “Kamu cantik Ut, wajahmu teduh” kataku lembut menebar umpan asmara. Uut tertunduk malu, jelas sekali ia gugup. Kurenggut dagunya yg lancip, kupandang dalam2 matanya. Belum sempat dia berkata-kata,tiba2 “Cup!!” ciuman lembut bibirku menempel dibibirnya. Uut tertunduk lagi, kali ini tubuhnya gemetar. Hujan semakin deras membasahi bumi. Kami terdiam seribu bahasa. Hingga petir tiba2 menyambar di angkasa diiringi gemuruh guntur yg memekakkan telinga. ” Kulihat Uut terkejut.Buru2 dia menutupi telinganya,matanya terpejam. “Wah kayaknya kita mesti tutup Ut”kataku memecah kesunyian. Tanpa meminta persetujuan darinya, kututup pintu utama Apotik beserta kordennya. kupastikan pintunya terkunci. “Kamu pulang naik apa? Bareng saya aja ya. Kayaknya hujan2 begini gak ada angkot lho. “Iya pak”katanya singkat. Kamipun diam di ruang peracikan obat, menunggu hujan reda.
Uut diam mematung, nampak kelelahan menggurat di wajahnya.”Kamu capek ya? sini kupijit biar relaks.”tanpa menunggu jawaban darinya langsung kurengkuh kedua pundaknya,kupijat dgn ringan. uut menggeliat,dia agak canggung rupanya. Aku tambah kekuatan pijatanku, akhirnya dia pasrah. Matanya terpejam, kini dia nampak lebih relaks. “Ahh,” desahnya pelan ketika pijatanku turun ke punggungnya. Aku semakin berdebar. Kini pijatanku mulai mengarah ke bagian samping dadanya. Uut masih terdiam. Sesekali kusenggol kedua payudaranya dgn gerakan yg seakan tidak sengaja. Dia tetap diam. Kuberanikan menyibakkan rambutnya kekiri. Kali ini aku tak dapat berpikir positif, lehernya putihnya begitu mulus dihiasi rambut2 halus disekitarnya. Kudekatkan wajahku pada kuduknya, tampak Uut menggeliat. Nafasnya semakin cepat, matanya terpejam. Kuberanikan diri mengecup kuduknya, “Ahhh…hhh”desahnya. rambut2 halus itu merinding. Kugenggam kedua tangannya dari belakang, kupeluk Uut dengan lembut. Kali ini kucium belakang telinga kanannya, “Ohhh…ohhh…hhh”nafasnya mulai tersengal-sengal ketika kuciumi seluruh belakang lehernya, “Mmm…ahhh…mmm”gumam dan desah Uut membuatku semakin liar. Kini kuremas kedua payudaranya, “Ooooooohhhh…”uut menggeliat panjang. Kurasakan payudaranya yg sebesar bola tenis semakin kenyal.
“Jangaaannn paakkkk….”suaranya mulai parau. Aku tak perduli, kini kubalikkan tubuh mungilnya kukecup & kulumat habis bibirnya. “Mmmmm….Mmmm,…Oh,….mmmm..oohhh”bibir kami mulai berpagutan, nafas Uut tersengal-sengal. Kuangkat kemeja tipisnya, kususupkan jemariku dibalik BHnya. Pentil susunya terasa mengeras. Kupelintir dan kumainkan kedua putingnya, Uut mendesah desah keenakan”Ah..ahhh…ahhh”belum sempat dia mendesah lagi , kulumat habis bibirnya. Kali ini dia membalas ciumanku,”mmmm…MMmmmhhh….mmmmHhhh….slurppp.. .slurppp” Aku mulai memberanikan diri memainkan lidahku disela2 bibirnya, “Aakhhh…mmmm..ahhh…Slurrrppp…slurrppp”bu nyi lidah yg saling menjilat dan memagut semakin memperpanas suasana. Kali ini kulepaskan pengait BHnya.
Uut terkejut, matanya terbelalak. Belum sempat dia bereaksi, aku sudah menghisap puting ssusunya. Sementara kedua tanganku meremas payudaranya bergantian. “ohhh…Ssss..ssshhhh…ssssshhh…akhhhh”Uut mulai mendesis desis seperti ular betina kepanasan. Kupindahkan hisapanku pada puting susunya sebelah kiri sambil meremas bongkahan pantatnya. “Ohhh paaaakk….ohh…mmmhhhh” suaranya semakin tidak jelas. Kini tangan kiriku menyusup diantara rok span-nya. Kuraba lembah kewanitaannnya. Kukorek-korek dan kuusap-usap lembah vaginanya yg menjurang kecil. “Iiihhhh….geli pakk…..”belum sempat dia meneruskan kata2nya,” Ssshhh…ssshhhh..oohhh.oouuuh” uut menggeliat dan mendesis lagi ketika puting susunya kuhisap bergantian. Tangan kananku merangkulnya dan meremas payudara kanannya. Mulutku terus menghisap2 puting kirinya, sementara tangan kiriku mulai nakal memasuki CDnya. Bulu-bulu jembutnya terasa halus, langsung kumainkan klitorisnya, dia menjerit kecil,”Auhhh pak,ssshhhh…ohhh..ohh” Uut mulai kehilangan rasa malunya, dia benar2 terangsang hebat. Liang vaginanya mulai basah, ketika perlahan kumainkan bibir vagina dan klitorisnya. Kukocok pelan liangnya, Uut mulai menggelinjang kekiri dan kekanan sambil mendesis dan mendesah kecil. Wajahnya yang sayu semakin menggairahkan,”Aahhh…ahhh…oohhh…ouuuhhh….s sshh..sshhh” begitu berulang2 sampai akhirnya dia menjerit kecil”Aaaaaaaakkkkkhhhhhh…..!!!” tubuhnya melengkung keatas, matanya terpejam, dadanya membusung ke atas. Selanjutnya tubuhnya menegang dan gemetar kemudian lunglai seakan tak bertulang…..
Kata Kunci Pengunjung:
- cerita sex di apotik
- cerita sex uut
- www cerita cupang susu
- Ngentot saat di apotik
- ngentot di apotik
- cerita sex apotik
- www aaah memekku gemetar com
- wife skandal cerita
- cerita seks pegawai apotik
- Hujan2 ngentot
- kontol memek toket puting ngentot
- cerita sex hujan2
- payudara kecil memek kugenjot
- memek bu mendesah
- ouhh memekku ouhh entot pake kontolmu
- Cerita ml dengan apoteker apotek
- sange isep ahh ssshhhh hmmm
- menggenjot memek
- Nikmatnya tubuh uut
- mengocok memek abg sambil meremas susunya
- Hujan2 ngentot Basah nikmat
- menggenjot mendesah menangis
- Menggenjot memek dari belakang
- kugenjot memeknya dari belakang sampai mentok
- Cerita ngentot oh oh ahhh mmmhhh
- Mengenjot memek wanita paruhbaya
- memek istriku merekah merona
- Cupang merah di leher mama
- Ngentot sambil meremas payudara
- Asisten apotek montok orgasme
- Asisten apotek seksi montok
- ahhh desahan saat susu ku di emut pak dosen
- Asisten apoteker seksi montok
- www cerita cupang puting
- Kumainkan susu tante
- Kucium teteknya
- abg mesum sambil meremas vagina
- Ngentot pepek cupang pentil tetek
- mentok memek pesta sex
- Ngentot memekakkan abg
- ngentot memek jari menjerit bantal
- mereka keturunan penisku
- montok sexy menngelinjang cina
- ngentot hujan2
- nenek tercantik di dunia
- Mmmhhh ahhh kuciumi vagina istriku
- Ml ahhh sakit enak sayang terus ahh aww
- ngentot aaaah aaahh aa
- meremas tetek anna
- Ngentot cupang memek
- Mmmmmhhhh enaknya kontolmu sayang
- meremas susu amoy seksi dan cantik
- Meremas payudara sambil menghisap puting
- ngentot dg uut
- ngentot di angkot ahh ahh
- Ngentot memekakkan pake kontol gede
- menghisap puting payudara cewek abg
- Leher istri kawan ku di cupang anak muda
- Leher dan toket tante ku bnyk cupangnya
- kutindih tubuh mungilnya
- kulumat toketnya
- Kutancapkan pelan penisku ke dalam memeknya
- kusenggol tanganku ke pantatnya
- Kusenggol dadanya
- kuraba klitorisnya
- kuraba bhnya
- Kupijit dengan lembut
- Kupeluk Toketnya Montok Enak Bu
- Kumainkan pepek mama
- kumainkan memek
- kumainkan kontolku
- leherku dicupang
- Lembutnya vagina mama
- menggenjot susu ahh
- Menggenjot nikmat
- menggenjot gadis kecil
- Mengangkat pahanya menahan nikmat
- mendesah-desah keenakan saat digenjot-genjot sampai lemas
- Memekku diperkosa diangkot
- Memek merekah lengket
- memek merekah istri
- MEMEK LENGKET
- memek istriku enak
- memek istri bawahanku
- Mas kalau ngentot cupang leher leli ya mas
- lonte lindawati
- Lesbian ku permainkan klitorisnya dan dia mendesah ahh
- kumainkan klitorisnya dia mendesah
- Wwwceritacupang com
- susuku diremas sakit ah nikmat
- ssusu toket montok
- sssshhh oouuuh terus yang entot memek aku
- ssshhhhh oouuuh enak aaah teruuus
- ssshhhhh aaaahhhh mmmhh
- sprema dan cupang lonte
- skandal sex dengan tukang pijit
- sexjawa
- Sex sambil ngumpet aku terus menggenjot memek ya
- sex cupang tetek istri
- Semprotan memek istriku
- selangkangan anak kecil nikmat
- sejenis lesbian ooh aah
- Sayang mentok ah kontolmu
- tancapkan kontolmu sayang
- tante menangis saat memeknya ku genjot
- www ngentot di apotik
- www ngentot cewek pegawai apotek
- www ceritapemerkosaanseks com
- www cerita seks selingkuh sambil meremes susu terengah
- www cerita ngentot sambil cupang
- www cerita ngentot sambil bikin cupang
- Vagina tante lindawati com
- Vagina mama merekah
- uut mesum
- Toketnya sakit mas
- toket dibalik bhnya
- tetekku dicupang sama pacar
- Terangsang ahh ahhh ahh ahh
- Tempek ku memek oh orgasme
- Sayang genjot terus memek aku
- sayang genjot memekku
- paha istriku
- ooh ooh ooh mas entotin terus pake kontol gede mas
- Ooh nikmat pegawai apotik
- ohhh tante enak
- oh memek mungil
- oh kontolmu enak mas oh genjot mas oh
- Oh entotin pantat tante
- Pepek merah kenyal
- nikmatnya ngentot sambil Hujan2
- Nikmatnya memek merekah merah di kocok pake jari
- Nikmatnya cupang pentil gede
- ngulum susu
- Ngentot tante pemilik apotek
- Ngentot sambil hujan2
- Pangku aaah teruuus nikmat
- Pantat montok kontol tegang
- sambil menghisap puting susunya kumainkan klitorisnya
- rasa mengganjal pentil
- putingnya merah kucium
- PUTING SUSU LANCIP
- Puting remas kenyal enak mulus desah
- pijitin mas sayang ooh kontolku mulai toketnya pantatnya tegang
- pesta sex gangbang memek genjot kontol
- perlahan kumainkan klitorisnya
- pepet merah merekah
- pepeknya yang merah merekah langsung ku tancapkan kotolku
- Pepek merah oh ahh
- pentil tetek anak kecil
- pelan pak ohhh
- pegawai apotik yang menggairahkan menahan birahi
- ngentot nikmat puas
- Kukocok memeknya sambil menghisap puting
- cupang leher
- cerita seks menghisap susu memek ngentot dan kontol
- Cerita seks kugenjot pacarku sampai lemas ahh
- cerita seks dientot pasrah
- cerita seks aaaahhhh oohhhh
- cerita sek puting
- Cerita Rasanya dientot dan dicupang sama pacar
- cerita oooohhhh mmmm
- cerita ngentot terengah*
- cerita ngentot tante ooh aah
- Cerita ngentot hujan2
- Cerita ml hujan2
- Cerita ml fantastik ooh aw
- cerita mesum di apotik
- Cerita mesum cupang toket pacar
- Cerita seks susu kecil
- Cerita seks uut
- cerita sengaja kusenggol payudaranya dia cuma melirik
- Cewek dientot orgasme sampai lemas
- Cerita wanita terengah engah menahan nikmat
- cerita tante mungil
- Cerita sex tante ngetot dikebut pisang
- cerita sex ngentot di apotik
- cerita sex memek merekah
- Cerita sex kuraba istriku
- Cerita sex kuraba dadanya saat tidur
- cerita sex kudekap tubuhnya udah aku capek
- Cerita sex jawa
- cerita sex gadis panggilan ah oh geli
- Cerita sex di apotek
- cerita sex bu dosen yg sexy
- cerita sex ahhh mas
- Cerita meremasi susu
- Cerita meremas susu pacar dan menyedot puting susunya sambil berciuman penuh nafsu dan desahan aaahhh
- cerita menjilat puting di balik kemeja
- Ahhh sayang entot memek
- ahhh nikmat sayang
- Ahhh mmm terus genjot
- ahhh masss
- Ahhh akhhhh ohhh nikmat di entot
- ahh genjot memekku sayang ya sayang kontolmu nikmat rasanya
- ahh enak sayang entot terus
- ah oh sakit basah merah
- ah ah oh entot terus
- Aduh mentok sayang
- aduh kontolmu mentok
- aahhhh ssssshhh genjot terus mas