Supir yang beruntung
Apr 15th, 2009 oleh Cerita Sex
Hari itu Nia lagi tiduran di ranjang. Matanya menerawang. Dia sedang mem- bayangkan peristiwa yang dialaminya sekitar 2 minggu yg lalu. Aneh juga, dia merasa sedikit terangsang jika mengingatnya. Entah kenapa. Sekarang dia dan supri ngga lagi perang dingin. Sudah lumayan supel hubungannya, seperti sebelum kejadian itu. Tit tit…tit tit… Nia tersentak sebentar lalu mengambil handphonenya yang tergeletak diatas ranjang. “Nia, mobil gue mogok. Ini gue di bengkel. Loe bisa jemput ngga?”. demikian kira-kira isi SMS dari Helda, kakak perempuan Nia. Disuruh jemput? Mana bisa. Soalnya saat itu Nia baru selesai belajar nyetir mobil. Masih belum punya nyali. Lagian, yang ada dirumah tinggal mobil kesayangan ayahnya. Kalo sampe ada apa-apa, bisa berabe. “Sori, cie. Kagak bisa. Hehehe…Kagak berani !”, jawab Nia melalui SMS. “Supri mana? Suruh jemput gue!”, tanya Helda lagi, lewat SMS. “Lagi tidur. Dia seharusnya memperbaiki jendela kamar gue. Memang males tuh supir itu.”, jawab Nia, lagi-lagi lewat SMS (anak orang kaya pelit juga ya ???). “Uh…dasar loe. Ya udah. Tunggu gue dirumah ya.”, balas Helda, juga melalui SMS. Nia tersenyum, lalu melanjutkan lagi lamunannya saat dirinya digituin oleh supri. [ Huh...dasar cewe gatel ].
Di bengkel, Helda ngga bisa langsung pulang karena musti mengurus paperwork asuransi dan tanda terima kerja. Dia juga musti stay di bengkel itu untuk menunggu sampai mobilnya selesai direparasi. Sementara itu… Di kamar, mungkin karena merasa horny akibat lamunan joroknya, Nia mulai memasang film blue. Cewek ini punya beberapa koleksi film blue lho, mulai dari Bule, Mandarin sampe Made In Indonesia. Ga banyak sih, paling sekitar 20 CD aja. Yang dia pasang kebetulan film blue Mandarin. Kalo loe-loe pernah liat film blue mandarin, tentu loe tahu kalo film ini terkenal ama erangan sang cewek. Ribut banget. Hehehe…Padahal aslinya ngga begitu kok
. Ga tau di film kok sengaja dibuat begitu. Nia benar-benar menikmati film itu. Dia mulai merangsang dirinya sendiri. Dipegang-pegangnya kedua buah dadanya dan diremasnya perlahan. Tangan kirinya perlahan masuk kedalam daster bawah dan mulai meraba-raba vaginanya sendiri. Uh…Benar-benar lagi horny.
Setelah beberapa menit asyik bermasturbasi, tiba-tiba supri membuka pintu kamarnya dan nyelonong masuk sambil membawa alat-alat pertukangan. Maklum, dia kan dapat perintah memperbaiki engsel jendela kamar Nia yang rusak. Mungkin karena bersiap-siap untuk kerja pertukangan, supri cuman pake celana pendek aja dan ngga pake baju. Kalo menurut saya sih, supri ini wajahnya lumayan dan tubuhnya juga sedikit kekar (medium-built). Kulitnya sawo matang. “Eh…”, teriak Nia kaget. Dia langsung menghentikan aktifitas masturbasinya. “Kurang ajar nih supir. Masuk kagak ketuk pintu, langsung nyelonong.”, umpat Nia dalam hati. Supri juga ikutan kaget melihat Nia yang sedang bermasturbasi, apalagi dia melihat di TV sedang tayang adegan DVD film porno, dimana sebuah gadis hong kong disetubuhi oleh cowok bule di dalam hotel. Erangan dan desahan nikmat ikut menambah suasana seksual dikamar itu (walau kayaknya dibuat-buat oleh pemainnya sih
). “Hei! Tahu aturan ngga sih? Kalau masuk bilang-bilang donk !”, ujar Nia dengan ketus. Supri gelagapan. “Aduh, non. Saya ngga tau kalo sampeyan ada didalam kamar. Mobil yang biasa non pake kan ngga ada di garasi !”. “Dipake Helda, tahu !”, kata Nia lagi, dengan ketus juga. Supri lalu meminta maaf, “Maaf, non. Maaf. Lagian saya hendak perbaiki jendela kamar ini.”.
“Non suka liat film gini? saya juga lho…”, kata supri, iseng. Nia ngga menjawab, cuman matanya mendelik. Didalam hatinya Nia merasa sangat malu. Supri cuman tertawa kecil, tersipu. “Apa bisa saya perbaiki jendelanya sekarang, non? Soalnya ntar malem saya ada urusan keluarga. Udah bilang ama non Helda kok.”, kata supri. “Ya udah. Cepet perbaiki sono.”, sahut Nia singkat. Dia lalu mengganti channel TV ke Starworld dan menonton sebuah serial. Masa mo liat film BF dikamar ama supir? bisa berabe donk ! Beberapa waktu kemudian, kedua orang ini sedang asyik dengan urusannya masing-masing. Supri dengan cekatan melepas jendela kamar dan mengganti engselnya. Nia sedang asyik nonton serial Bold and The Beautiful di Starworld. Terkadang Nia melirik juga kearah supri. Hm…Biar supir, dia keren juga deh. Potongan rambutnya cepak dan tubuhnya yang ideal ditambah celana pendek yang dipakainya mulai menggoda pikirannya. Ditambah kulitnya yang coklat hitam tampak basah oleh keringat. Plak..plak…plak… Nia memukul kedua pipinya perlahan, menyadarkan dia dari lamunannya. Saat dia cerita itu, aku sempatkan bertanya, “loe lamun yang jorok-jorok ya? Hehehe…Nyebut, donk. Nyebut. Loe kan uda ada pacar, si Wijaya! “. Eh, ngga taunya dia nyahut enteng banget, “so what gitu lho…”. Gileeee ! Ok. back to the scene…
Semakin lama Nia semakin merasa horny. Entah kenapa. Apakah karena aroma tubuh supirnya yang berkeringat itu (hormon feromone berterbangan
) atau sebab-sebab lain. Ngga jelas. Yang pasti, Nia lalu mengganti channel TV-nya kembali ke AV2, alias konek ke DVD player. Langsung dah muncul adegan psersetubuhan antara lelaki dan wanita. Saat itu adegannya udah hampir puncak. Sang bule menggoyang dengan keras panggul cewek hong kong yang sedang teriak- teriak keenakan. Lalu crot crot crot…Setelah itu, Nia melakukan Fast Forward hingga ada adegan intim lain. Supri seringkali melirik ke arah TV dan sedikit banyak kerjaannya terganggu karena ngga bisa konsentrasi. hahaha…Nia cuman duduk di tepi ranjang aja dengan gelisah. Horny sih, cuman mo gimana lagi. Beberapa waktu kemudian, nampaknya supri udah selesai menggarap jendela kamar tersebut. Dia lalu merapikan peralatan tukangnya.
“Wah. seru juga ya non filmnya.”, sahut supri sambil tersenyum kecil. Nia ga menjawab. Matanya terus terpaku ke layar TV, dimana ada adegan seorang gadis hendak diperkosa oleh mafia. Bajunya dirobek-robek dan celana dalamnya dilorot paksa. Lalu sang cowok memaksa ceweknya melakukan blow job. “Duh…pasti enak deh kalo diemut ama cewek ya.”, goda supri, pelan. “Lha…emang loe ngga pernah?”, tanya Nia lagi. Wah…ada tanggapan nih ! “Ya pernah lah. Ama bini dirumah. Tapi udah lama banget. Nonton film itu jadi pengen.”, sahutnya manja. “Ya loe emut aja sendiri.”, tukas Nia singkat sambil menyeringai. “Non udah pernah ya?” “Apa urusan kamu?” “Ye…kan cuman tanya doank…”. “Non, aku minta maaf ya, karena kejadian yang dulu itu.”, kata supri pelan. Nia diam aja. Menurutku, Nia ini gatel juga. Bayangkan, semua tanda-tanda persetujuan diberikan: 1. supri ga segera disuruh keluar, 2. nonton BF bareng2. Aku juga tahu, cewek kalo sedang horny maka rasionalnya ilang deh
Makanya ngga bisa disalahkan jika supri mulai berani bertindak. Dia lalu duduk berlutut dilantai, persis didepan Nia. Nia sih katanya bingung dengan tindakan supirnya itu. Lalu tanpa berani memandang mata Nia, pelan-pelan supri mulai membuka paha Nia yang sedang memakai daster tidur itu.
“Hei! Loe mau apa, sup?”, tanya Nia sedikit ketus. Supri diam aja. Nekat aja deh ! Hehehe… Begitu lebarnya dirasa cukup, dengan cepat supri membenamkan wajahnya kedalam daster Nia dan mulai menciumi vaginanya. Dia juga menarik kaki Nia kedepan agar memudahkan dia dalam menjilati kemaluan Nia itu. “Ah…jangan sup…loe ngapain sup !”, erang Nia. Dia merasakan darahnya berdesir. Yap, she enjoyed that shit! Gadis ini merasakan lidah supri menjilati vaginya yang masih tertutup CD putih. “Ah…ah…”, erangnya. Di TV juga sedang ada adegan gadis disetubuhi. Jadi benar-benar membuat birahi Nia naik. Perlahan, supri melepas celana dalam Nia dan mulai menjilati vaginanya yang becek dan berbulu lebat itu. Nia cuman bisa memejamkan mata, menahan kenikmatan. Tangannya menjambak rambut cepak supri dengan pelan. Pahanya menjepit erat kepada supri. Dia betul-betul menikmati permainan lidah supri didalam vaginanya. Seteleh beberapa menit didalam kenikmatan, supri mengangkat kepalanya.
“Non, buka baju donk.”, pintanya. Nia mengangguk pelan. Dia lalu menarik dasternya keatas untuk melepasnya. Wuah…Nia melihat supri membelalakkan mata saat melihat tubuh bagian atasnya terekspos jelas. Nia sedang ngga memakai BH! Langsung dah keliatan dua buah bukit kembar putih dengan puting kecoklatan itu. Ukuran pas, sekitar 34A-lah. Hehehe…lumayan toh! Supri langsung melahap buah dada Nia yang sebelah kiri dengan ganas. Dia menyedot putingnya dengan cepat sampai suara sedotannya cukup keras. Persis kayak anak kecil sedang netek ibunya
Nia mengerang. Dia membiarkan supirnya itu menikmati buah dadanya. Dia sudah lupa bahwa sebenarnya hanya Wijaya yang boleh menikmatinya. Hehehe… Dia mengangkat lengannya untuk memudahkan supirnya memeluknya sambil meng- ulum puting payudaranya. Tak lupa sang supir juga menjilati ketiaknya yang terangkat itu. Sekarang giliran payudara kanan Nia yang disepong. Tangan supri dengan ganas menggosok-gosok belahan vagina Nia. Hal ini membuat Nia semakin hilang kontrol dan membiarkan birahi menguasai dirinya. Setelah beberapa lama menikmati kedua payudara anak majikannya ini, supri lalu hendak merebahkan Nia ke ranjang. Tapi Nia menolak. Supri heran dan dia terbengong. Tapi ya sudahlah.
Jari-jarinya lalu mulai menggosok belahan vagina Nia dan mulai masuk kedalam. Tiba-tiba Nia memegang tangan supri dan menariknya. “Jangan mas.”, kata Nia pelan. “Kenapa? kan enak non?”, sahut supri lagi, terengah-engah. Nia diam aja. “Non masih itu ya? lom pernah ya?”. Nia menggangguk lemah. Supri tersenyum.”Jadi apa yang boleh ni?”, tanya supri lagi, gemas. “Pokoknya jangan itu.”, sahut Nia manja. Supri tersenyum. Dia lalu menidurkan Nia dan mulai menjilati vaginanya. “Ah…mas….enak mas…”, kira-kira demikian erang Nia. Supri benar-benar menghabiskan banyak waktu untuk menciumi dan menjilati belahan vagina Nia yang semakin basah itu. Beberapa menit kemudian, Nia menyuruh supri untuk menghentikan aktifitasnya. “Udah mas. Anuku capek.”, sahutnya pelan. Hah…saya sampai kaget mendengar ceritanya. Memangnya itu bisa capek ya tanpa disetubuhi? Supri nampak kecewa. Tapi ya udahlah. Lumayan bisa petting dengan anak majikannya yang seksi ini.
Nia lalu berdiri dan memeluk supri. Tangan kanannya tiba-tiba masuk kedalam celana pendek supirnya itu dan mengkocok penisnya dari dalam. “Ah…yes. Enak mbak.”, desah supri. “Mbak, diisep mau?”, tanya supri. Nia menggangguk pelan. Dia lalu gantian berlutut diatas lantai. Supri langsung tanggap dan dia segera melepas celana pendek beserta dalamannya sekaligus dan duduk ditepi ranjang. Nia lalu mengelus penisnya itu dengan pelan. Setelah dirasa cukup, Nia segera menjilati penis supirnya itu dari bawah keatas. Perlahan-lahan. Sesampainya diujung, dia menyedotnya perlahan, memainkan lidahnya dan kembali menjilat penisnya turun kebawah.
“Aduh…non. enak banget.”, desah supri penuh nikmat. Nia cuman diam. Dia sedang mempraktekan ilmu blow jobnya yang selama ini hanya diberikan kepada pacar-pacarnya. Wijaya aja belum pernah lho…Hehehe.”Ayo non. sedot lagi.”, pinta supri. Nia lalu mulai memasukkan penis yang cukup besar itu kedalam mulutnya. Hm..baunya yang sedikit menyengat agak mengganggu. Tapi ya sudahlah. Disedotnya penis itu dengan kuat, sambil tangan Nia meremas-remas buah zakar supri dengan lembut dan terkadang menariknya kebawah. Duh…aku aja yang mendengar ceritanya jadi horny. Apalagi si supri tuh. Katanya, sang supir sampai merem melek menikmatinya. Setelah beberapa lama, Nia lalu menghentikan sepongannya. Dia lalu memeluk supri dari depan sambil lidahnya menari-nari di puting dada supri. Tangan yang lain mengkocok penis supirnya itu dengan cepat.
“Ah…Yes….enak mbak…”, erang supri. Dia menurunkan tangannya dan meremas payudara kiri Nia sambil terkadang memainkan putingnya. Nia lalu menyedot puting supirnya itu sambil memainkan lidahnya. Setelah itu bergantian dengan puting susu supirnya yang satunya. Supri cuman bisa menjambak rambut Nia perlahan sambil memejamkan mata. Tangannya yang lain masih meremas payudara Nia dengan gemas. Dia merasakan nikmat di puting dadanya, juga di penisnya yang sedang dikocok cepat oleh Nia.
Beberapa menit kemudian, supri ngga bisa lagi menahan nikmat. “Mbak, aku mo keluar mbak…ah……”. Nia lalu menghentikan sedotannya diputing supri dan menggantinya dengan menyepong penis supirnya itu dengan cepat. Tak lama kemudian….Crot Crot….. Nia sampai kaget. Semprotan sperma supri itu mengenai wajahnya, dan sebagian jatuh mengotori payudara dan perutnya. Supri kelojotan merasakan kenikmatan seksual yang tiada tara…. setelah keduanya berpakaian, supri memandang Nia sambil berkata, “Duh non udah pengalaman nih…”. Nia cuman tersenyum. “Kapan-kapan lagi ya…”, kata supri sumringah. Nia cuman diam saja. “Ntar malam saya pergi jam 5, mbak. Trus kembalinya besok jam 7pagi. Tolong sampaikan juga ke non Helda ya.”, kata supri. Nia mengangguk. Supri lalu keluar kamar dengan puas. Nia lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan bekas-bekas ceceran sperma sang supir ditubuhnya.
Ngentot kasar di paksa kayak di perkosa itu enak banget lho. Apa lg kalo kontolnya gede n panjang puas bget. Bt yg suka sex kasar gue siap di kasari ni no gue 085225889233 gue agak jaim krn gue dr kelg yg taat. Tp ju2r gue hiper bahkan OVER SEX jd jgn kget ya. Please ajakin gue ngentot dong dah gatel nih.
hy ria ngentot yukkkkkkk sex for fun maw g