<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; amoy</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/tag/amoy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 13:12:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Cik Mei Lin tetanggaku</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/cik-mei-lin-tetanggaku/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/cik-mei-lin-tetanggaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 13:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[anal seks]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[anus]]></category>
		<category><![CDATA[cina binal]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[mei lin]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngeseks]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan binal]]></category>
		<category><![CDATA[sperma]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3309</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Iwan. Usiaku saat ini 21 th. Aku kuliah di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Sambil kuliah aku bekerja di sebuah perusahaan swasta. Gajinya tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk menambah uang kuliah. Aku kost tak jauh dari kampus. Kamar kostku berada dilantai atas paling ujung. Sehingga jendela kamarku langsung menghadap ke depan dengan sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Namaku Iwan. Usiaku saat ini 21 th. Aku kuliah di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Sambil kuliah aku bekerja di sebuah perusahaan swasta. Gajinya tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk menambah uang kuliah. Aku kost tak jauh dari kampus. Kamar kostku berada dilantai atas paling ujung. Sehingga jendela kamarku langsung menghadap ke depan dengan sebuah pintu keluar. Di seberang rumah kostku tinggal sebuah keluarga muda. Aku tidak tahu siapa nama suaminya. Aku hanya tahu istrinya bernama Linda, tapi biasa dipanggil Cik Mei Lin. Dia wanita keturunan cina. Cik Mei Lin berusia sekitar 30 th. Dia sudah punya seorang akan berusia lima tahun. Suami Cik Mei Lin jarang di rumah. Aku tak tahu ia bekerja dimana. Ia pulang hanya sekali seminggu. Bahkan pernah hingga satu bulan tidak pulang. Itu sebabnya Cik Mei Lin lebih sering sendiri di rumahnya bersama anaknya.Kisah ini bermula di pagi hari saat aku bangun tidur. Hari itu aku libur kerja dan tidak ada jadwal kuliah. Saat itu aku melihat Cik Mei Lin sedang menjemur pakaian. Cik Mei Lin mengenakan kaos tipis tanpa lengan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kaosnya agak basah, mungkin terkena air sewaktu ia mencuci baju. Dari kamar aku bisa melihat jika Cik Mei Lin tidak memakai bra. Buah dadanya yang montok tercetak jelas lengkap dengan putingnya.Saat itu Cik Mei Lin juga hanya memakai celana pedek ketat yang juga basah. Bongkahan pantatnya yang bulat tercetak jelas. Anehnya tidak ada bayangan segitiga di pantatnya yang sexy. Aku yakin saat itu Cik Mei Lin tidak memakai cd. Aku langsung terangsang melihat pemandangan itu. Ingin sekali aku remas-remas buah dada dan pantat sexy Cik Mei Lin. Sejak itulah aku sering berfantasi bersama tubuh sexy Cik Mei Lin. Aku sering onani sambil membayangkan tubuh Cik Mei. Lama-lama aku tidak puas jika hanya onani sambil membayangkan tubuh Cik Mei Lin. Suatu pagi saat Cik Mei Lin menjemur pakaian aku onani sambil memandang Cik Mei Lin yang lagi-lagi memakai baju tipis dan basah. Kepuasan yang aku rasakan lebih hebat. Semakin lama aku semakin berani. Aku mulai berani bugil di depan Cik Mei Lin. Aku berharap ia melihatku bugil dan terangsang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi aku tidak berani secara terang-terangan bugil di depan Cik Mei Lin. Aku takut ia marah karena perbuatanku. Aku membuat seolah-olah kejadian itu sebuah kebetulan. Saat Cik Mei Lin sedang menjemur pakaian aku berpura-pura sedang membuka pintu kamarku yang tepat menghadap ke pintu atas rumah Cik Mei Lin. Aku yakin ia pasti akan menoleh kearahku. Dan tepat, saat itu Cik Mei Lin melihat kearahku yang benar-benar bugil. Aku puas sekali&#8230;. Aku jadi ketagihan melakukan hal itu, bugil di depan Cik Mei Lin. Sebenarnya aku berharap Cik Mei Lin akan membalas perbuatanku dengan bugil pula. Kalaupun tidak bugil polos, aku berharap bisa melihat Cik Mei Lin hanya memakai cd dan bra saja. Tapi sayang harapanku tidak tercapai. Aku khawatir Cik Mei Lin mulai marah kepadaku. Akhirnya perlahan-lahan aku mulai menghentikan kebiasaanku itu. Suatu hari aku bertemu Cik Mei Lin di sebuah minimarket. Aku akan membeli sabun mandi dan pasta gigi yang habis. Saat mengambil sabun mandi aku terkejut karena Cik Mei Lin juga akanmengambil sabun mandi. Aku menyapa dengan tersenyum kepadanya. Ia membalas senyumanku.<br />
<span id="more-3309"></span><br />
“Kok nggak pernah telanjang lagi&#8230;.,”kata Cik Mei Lin saat berada tepat di sebelahku. Aku terkejut dengan pertanyaan itu.”Ooh maaf Cik Mei, aku nggak sopan,”jawabku agak takut. “Ah gak papa, aku suka kok lihat kamu bugil,burungmu besar,”balas Cik Mei Lin sambil mendekatkan bibirnya di telingaku. “Entar malem bugil lagi ya, aku tunggu di teras atas,”lanjut Cik Mei Lin. “Boleh, tapi Cik Mei harus bugil juga,”jawabku. Cik Mei Lin tersenyum sambil mengedipkan mata. Sebelum pulang kami saling bertukar nomor hp Malam itu aku sedang santai. Aku bersiap untuk aksi nanti malam, bugil bareng Cik Mei Lin. Tiba-tiba ada sms di hp ku. “Jgn lupa ya nti mlm qt bugil bareng” itu yang dikirimkan Cik Mei Lin di sms-nya. “Ok” jawabku. “Tp jgn dikmrmu ya” lanjut sms itu. “dimana”jawabku. “dikmrku aja, rumahku sdg sepi gak ada siapa2 kamu lngsng msk aja aku tnggu dikmrku” Segera aku bersiap menuju rumah Cik Mei Lin. Sebelumnya aku sempatkan melihat kamar Cik Mei Lin. Aku lihat lampu kamarnya menyala dan gorden jendelanya terbuka.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku bisa melihat dengan jelas Cik Mei Lin yang saat itu hanya memakai cd dan bra. Sexy sekali. Aku tak sabar ingin segera menuju kamar Cik Mei Lin. Aku segera masuk ke rumah Cik Mei. Pintu dan pagarnya tidak terkunci, mungkin segaja. Aku langsung menuju kamar atas, kamar Cik Mei Lin. Pintu kamar Cik Mei tidak dikunci bahkan sedikit terbuka. Saat masuk, aku melihat Cik Mei sedang tiduran di ranjang dan hanya memakai cd dan bra berwarna merah. “Lama banget sich, aku sudah nunggu dari tadi lho,”kata Cik Mei saat aku masuk kamarnya. Aku hanya membalas dengan senyuman. “Eiittt&#8230;.kok masih pake baju&#8230;.”kata Cik Mei. Aku tersenyum mendengarnya dan langsung melucuti pakaianku satu per satu hingga aku benar-benar bugil. kontolku perlahan-lahan mulai bangun dan itu membuat Cik Mei Lin tersenyum. “Wah kontolmu mulai bangun ya,”ujarnya sambil membelai kontolku. Aku merasa nikmat saat tangan Cik Mei Lin mulai menyentuh kontolku. Perlahan-lahan ia mulai membelai dan meremas-remas kontolku yang sudah tegak. “Wowww&#8230;.kontolmu besar ya kalau sudah bangun,”kata Cik Mei.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku hanya tersenyum. kontolku sebetulnya tidak terlalu istimewa, hanya 16 cm. Tapi itu sudah cukup membuat Cik Mei Lan terpesona. Lama-lama Cik Mei tidak puas hanya membelai dan meremas. Ia mulai menjilati dan mengulum kontolku. Ahh&#8230;.nikmat sekali. Bibir sexy Cik Mei Lan mengulum kontolku dengan lahap, seperti menjilati permen lolypop saja. “Ahh&#8230;.Cik Mei&#8230;..ahh&#8230;.ahh&#8230;.nikmat&#8230;”ujarku. Mendengar eranganku Cik Mei Lin semakin bersemangat menjilati kontolku. Ia bahkan menghisap kontolku dengan kuat. Ahh&#8230;..nikmat sekali rasanya. Sambil menghisap kontolku Cik Mei juga membelai dua buah zakarku. Aku hanya merem merasakan kenikmatan itu. Tiba-tiba Cik Mei Lin Menghentikan kulumannya. Ia berdiri dan mencium bibirku. “Sekarang kamu mainin punyaku ya,”katanya. Dengan senang hati aku melakukannya. Sudah sejak lama aku membayangkan bisa meremas-remas buah dada Cik Mei Lin yang montok. Dan sudah lama pula aku membayangkan pantat sexy Cik Mei. Ingin aku menjilati liang vagina dan lubang anusnya. Pasti nikmat sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya Cik Mei Lin mulai melucuti pakaian dalamnya. Mula-mula ia membuka bra merah yang sedari tadi menutupi dua gunung kembarnya. Wow&#8230;.buah dada Cik Mei Lin yang montok kini dengan jelas aku lihat. Ukurannya kira-kira 36 dd. Buah dada putih dengan putingnya yang merah kecoklatan terlihat sangat menantang. Tak sabar aku ingin menjilati puting susu Cik Mei Lin.Aku semakin terpesona saat Cik Mei Lin membuka cd merahnya. Wow&#8230;.rimbunan rambut kemaluan yang lebat terlihat jelas. Kontras dengan paha Cik Mei Lin yang putih. Aku memang sangat suka dengan perempuan yang berjembut lebat. Segera aku peluk tubuh Cik Mei Lin. Tak lupa aku ciumi bibir sexy Cik Mei. Bibir sexy itu aku lumat habis. Perlahan-lahan ciumanku turun ke bawah. Mula-mula leher dan akhirnya ciuman bibirku sampai juga di dua gunung kembar Cik Mei Lin. Aku langsung melumat habis buah dada montok itu. Tak lupa aku jilati dan hisap putingnya yang sudah mengacung. “Ah&#8230;ahh&#8230;.nik..mat&#8230;.”, desah Cik Mei saat ujung lidahku menyentuh puting susunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku semakin bersemangat mendengar erangan itu. Lidahku semakin liar menjilati buah dada montok Cik Mei Lin. Erangan dan desahan Cik Mei juga semakin hebat. “Ahh..ahhh&#8230;nikmat sayang&#8230;ahh..hh&#8230;” Jilatan lidahku kini kembali bergerak turun. Setelah buah dada, lidahku mulai menjilati perut, pusar, paha, dan akhirnya lidahku bertemu rimbunan jembut yang lebat. Jembut hitam itu menutupi liang vagina Cik Mei Lin yang sudah basah. Rupanya Cik Mei sudah sangat horny. “Ya&#8230;mainkan lidahmu disitu sayang&#8230;.”desah Cik Mei.Lidahku segera beraksi menyusuri rumbuna jembut Cik Mei Lin yang lebat. Lidahku beraksi menyibat helai demi helai jembut Cik Mei Lin hingga akhirnya ujung lidahku berhasil memasuki liang vagina Ci Mei. Ada cairan keluar dari liang vagina Cik Mei. Aku langsung menghisabnya.”Ahhh&#8230;..ahh&#8230;.nikmat sayang&#8230;.ahhh&#8230;”Cik Mei Lin mendesah keenakan. Tubuh Cik Mei Lin seolah bergetar saat lidahku behasil menemukan biji clitorisnya. Tapi tiba-tiba Cik Mei Lin memintaku menghentikan jilatan lidahku. Rupanya ia ingin berganti permainan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia ingin pula memainkan kontolku. Ia memintaku tidur terlentang di atas ranjang. Kemudian Cik Mei merebahkan tubuhnya diatasku. Ia arahkan vaginanya tepat diatas mukaku. Kami memainkan gaya 69. Cik Mei Lin langsung mengocok kontolku. Sesekali ia juga mengulum dan menjilati kontolku yang sudah berdiri tegak. Ahh….nikmat sekali rasanya. Mulut Cik Mei Lin yang biasanya hanya bisa aku lihat, kini mengulum kontolku. Aku sampai merem melek merasakan nikmatnya lidah Cik Mei Lin yang bermain-main di sekujur kontolku. Aku pun mengimbanginya dengan menjilati vagina Cik Mei Lin. Rambut kemaluannya yang hitam lebat itu terlihat kontras dengan kulitnya yang putih. Segera tercium olehku bau khas vagina. Nafsuku semakin menggelora. Lidahku segera beraksi. Sesekali aku mengigit bibir vagina Cik Mei Lin. “Ahh….ahh…enak Wan..ahh…terus..ahh..terus sayang…..”ujar Cik Mei Lin merasakan jilatanku Tanganku juga tidak tinggal diam. Pantat Cik Mei Lin yang sintal itu aku remas-remas. Kadangkala aku tekan pantat Cik Mei Lin sehingga vaginanya menekan mukaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan Cik Mei Lin kembali menjerit pelan merasakan kenikmatan di selangkangannya. Terlebih lagi saat aku menjilati clitorisnya. “Wan….ahh…ahh…eennaakkk…terruuss….teruuss..sayyaan ggg…..ahh….”Mendengar desahan Cik Mei Lin aku semakin memperhebat jilatanku. Tapi tiba-tiba Cik Mei Lin memintaku mengentikan jilatanku di vaginanya. Ia juga mencabut kontolku dari mulutnya. “Wan, aku nggak tahan lagi…”ujarnya Ia memintaku tetap tidur terlentang. Selanjutnya Cik Mei Lin berlutut di atasku. Ia genggam kontolku yang tegang dan mengarahkannya tepat di vaginanya. Selanjutnya perlahan-lahan kontolku memasuki liang kenikmatan Cik Mei Lin. “Ahh….Cik Mei…ahh…ahh…”ujarku saat kontolku mulai memasuki vagina Cik Mei Lin. Kenikmatan luar biasa segera aku rasakan. Hingga akhirnya kontolku benar-benar masuk seluruhnya di dalam vagina Cik Mei Lin. Sambil tersenyum Cik Mei Lin membiarkan vaginanya membekap kontolku. Selanjutnya pantatnya mula bergerak naik turun. “Ahh….enaakkk Cik Mei…ahh..nikkmaattt…”desahku “Iya…aku juga..ennaakk Wan..”jawab Cik Mei Lin.</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin lama gerakan pantat Cik Mei Lin semakian cepat. Aku mengimbanginya dengan menggerakkan pantatku juga naik turun. Sambil terus menyodokkan kontolku, tanganku juga bekerja meremas-remas buah dada Cik Mei Lin yang bergoyang. Semakin lama gerakan pantat Cik Mei Lin semakin cepat dan tidak beraturan. Matanya terpejam, terlebih saat aku meremas buah dadanya. Mukanya yang putih terlihat memerah. Sambil menjerit pelan ia gerakkan pantatnya naik turun. “Ahh…Wan….ahh….nniikkkmaaatt….ohhh…”jerit Cik Mei Lin pelan. Tiba-tiba Cik Mei Lin rubuh. Tubuhnya menindih tubuhku dengan vagina yang masih terisi kontolku. Ia memelukkan erat-erat sambil menekan pantatnya dalam-dalam. Aku merasakan ada carian hangat menyemprot kontolku. Rupanya Cik Mei Lin orgasme. Beberapa saat kemudian Cik Mei Lin mengangkat pantatnya. Ia tidur terlentang disampingku. Nafasnya yang ngos-ngosan pelahan-lahan mulai teratur kembali. Sambil tersenyum aku remas-remas buah dadanya yang montok itu. Cik Mei Lin membalasnya dengan meremas-remas kontolku yang masih tegang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kenapa sayang, kamu mau main lagi ya,”ujarnya yang aku jawab dengan anggukan kepala Cik Mei Lin tersenyum dan langsung mengambil posisi. Kali ini ia nungging di depanku. Wow, pantatnya yang sexy itu membuat aku tak tahan lagi. Rupanya Cik Mei Lin ingin meraskan hunjaman kontolku dari belakang. Aku segera mengarahkan kontolku ke vagina Cik Mei Lin. Liang nikmat itu terlihat memerah dan basah. Sejenak aku gosok-gosokkan ujung kontolku pada vagina Cik Mei Lin. Ia membalas dengan mengoyng-goyangkan pantatnya. Selanjutnya aku mulai menggerakan pantatku ke depan seiring dengan masukkan kontolku ke dalam laing kenikmatan Cik Mei Lin. “Ohh…Cik Mei….nniikkkmmaatt…..”desahku saat kontolku memasuki vagina Cik Mei Lin. Aku melanjutkan gerakan pantatku maju mundur. kontolku keluar masuk vagina Cik Mei Lin. Kenikmatan luar biasa kembali aku rasakan. kontolku seperti dipijit-pijit. Terlebih lagi Cik Mei Lin mulai menggerakkan pantatnya seperti berputar. Ahh…kontolku seperti dipilin-pilin rasanya. Aku hanya bisa memejamkan mata sambil terus menyodokkan kontolku dalam-dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ohh..Cik Mei…ennaakk…ahh…nniikkkmmaattt…..”desahku tak kuasa merasakan kenikmatan vagina Cik Mei Lin “Iya Wan….teerrruuss…ahh……ennaakkk….ahh….terruuss saayyyaanggg….”ujar Cik Mei Lin Aku terus memasukkan kontolku. Kali ini gerakan pantatku lebih kupercepat. Sesekali aku remas-remas pantat Cik Mei Lin yang sexy itu. Tiba-tiba aku meraskan tubuh Cik Mei Lin menegang. Ia menjerit pelan sambil tangannya mencengkeram ujung ranjang. “Ahh…ahh…aakkuu…kkeellluaarrr…ahh…..”jerit Cik Mei Lin sambil matanya terpejam Cik Mei Lin rupanya kembali orgasme. Aku pun merasakan kontolku semakin tegang. Cairan hangat yang menyembur dalam vagina Cik Mei Lin semakin membuat kontolku berdenyut. Dan akhirnya aku tak kuasa menahan spermaku yang ingin segera keluar. Segera aku percepat gerakan kontolku. Semakin lama gerakan kontolku semakin cepat. Akupun tak mampu lagi menahan spermaku lebih lama. Akhirnya . Crroott…crroott…ccrrooott&#8230;&#8230;.spermaku muncrat di dalam vagina Cik Mei Lin, cairan kental putih itu muncrat banyak sekali. Aku setengah berteriak saat spermaku muncrat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ahh..ahh…nniikkkmaatt…ahh….”jeritku pelan Aku diamkan sejenak kontolku di dalam liang vagina Cik Mei Lin. Nikmat sekali. &#8220;Semprotanmu nikmat sekali Wan,&#8221;kata Cik Mei Lin. Selanjutnya aku turun dari ranjang. Aku raih sebotol air mineral sambil mengatur nafasku yang ngos-ngosan. Kemudian aku berbaring di sebelah Cik Mei Lin yang juga rebah di ranjang. “Kami masih kuat Wan,”kata Cik Mei Lin tiba-tiba Aku agak terkejut dengan pertanyaan itu. Cik Mei Lin yang sudah dua kali mencapai puncak. Tapi nampaknya Cik Mei Lin masih ingin melanjutkan permainan. Sehingga aku heran dengan pertanyaan itu. Dalam hati aku kagum juga dengan nafsu Cik Mei Lin yang mengelora. Aku yakin ia masih ingin meneruskan permainan malam ini. “Masih Cik Mei, Kenapa Cik Mei ingin main lagi ya,”ujarku “Iya, tapi permainan yang agak lain,” “Maksud Cik Mei,” “Kamu pernah main anal nggak, kita coba yuk,” ujarnya sambil meremas-remas kontolku yang mulai tegak kembali. Kembali aku terkejut dibuatnya. Cik Mei Lin ingin main analsex. Ia ingin aku menggarap lubang anusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu aku tidak keberatan. Aku juga ingin sekali merasakan permainan itu. Apalagi yang aku garap adalah pantat Cik Mei Lin yang seksi itu. Cik Mei Lin langsung mengambil posisi. Ia kembali nungging. Vaginanya yang baru saja aku masuki masih tampak merah. Aku langsung mengarahkan kontolku yang kembali tegang tepat di lubang anus Cik Mei Lin. Perlahan-lahan aku gerakan pantatku maju ke depan. Perlahan-lahan pula kontolku mulai masuk ke lubang anus Cik Mei Lin. Sensasi luar biasa langsung aku rasakan. Lubang anus Cik Mei Lin sangat sempit. Lebih sempit daripada vaginanya. Lubang itu juga sangat keset. kontolku agak susah menembusnya. “Ah….Cik Mei anusmu sempit sekali…..” “Iya…Wan….terusin aja…ahh…masukin terruss Wan…ahh…”ujar Cik Mei Lin sambil merem saat aku masukan kontolku ke lubang anusnya. Aku cabut kontolku yang sebagian kepalanya sudah masuk ke anus Cik Mei Lin. Aku coba membasahi anus Cik Mei Lin dengan ludahku. Aku berharap dengan ludahku anus Cik Mei Lin jadi lebih gampang ditembus. Selanjutnya kembali aku masukan kontolku ke lubang anus Cik Mei Lin.</p>
<p style="text-align: justify;">Kali ini kontolku lebih gampang memasukinya. Mungkin karena air ludahku. “Ahh..Wan….ahh…..”ujar Cik Mei Lin saat kontolku mulai menembus duburnya “Ahh….lubang Cik Mei eenak baangeett…..”jawabku Semakin lama kontolku semakin dalam memasuki anus Cik Mei Lin. Dan akhirnya seluruh kontolku masuk ke dalam lubang Cik Mei Lin. Aku diamkan sejenak. Terasa hangat sekali. Lubang anus Cik Mei Lin seperti berdenyut-denyut. Sehingga kontolku seperti dipijit-pijit. Perlahan-lahan aku mulai menggerakkan pantatku, maju mundur sambil memegang pinggang Cik Mei Lin yang sintal. Gerakan pantatku semakin lama semakin hebat. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa. kontolku bergerak keluar masuk lubang anus Cik Mei Lin. Setiap kali kontolku bergerak aku merasakan kenikmatan tiada tara. “Ohh..Cik Mei eeennnaaakkk baannnggettt…..”aku berkata agak sedikit menjerit. “Ohh…iyaa…akuu juuga eennaakkk….teerrruusss…..Waann…”desah Cik Mei Lin yang hanya bisa merem melek merasakan kenikmatan itu. Semakin lama lubang anus Cik Mei Lin semakin licin.</p>
<p style="text-align: justify;">kontolku semakin leluasa maju mundur dan semakin aku menggerakkan kontolku kenikmatan yang aku rasakan semakin hebat. Hingga akhirnya kontolku terasa berdenyut-denyut. Jepitan pantat Cik Mei Lin membuat kontolku menjadi sangat tegang. Dan akhirnya aku tak kuat menahan kontolku yang ingin segera muncrat. “Ahh…Cik Mei aku maauuu keelluaarr…..ahh…ohhh…” “Iyaa..akuu juugaaa….ahhh…ahhh…”jawab Cik Mei Lin sambil menjerit pelan. Rupanya Cik Mei Lin juga orgasme. Akhirnya kontolku benar-benar tak mampu lagi menaham spermaku yang ingin segera muncrat. Crroott..croot..croott….Spermaku muncrat di dalam lubang anus Cik Mei Lin. Banyak juga spermaku yang muncrat. Walau tidak sebanyak yang muncrat pada permainan pertama. Tapi kenikmatan yang aku rasakan lebih hebat. Aku merebahkan tubuhku menindih Cik Mei Lin dari belakang. kontolku masih menancap didalam anus Cik Mei Lin. Aku menciumi punggung dan leher Cik Mei Lin yang putih mulus. Aku mendengar nafas Cik Mei Lin yang terengah-engah seperti orang habis berlari. Nafasku juga ngos-ngosan.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aku cabut kontolku dari pantat Cik Mei Lin. Ia tidur disampingku. Aku rebahkan tubuhku menindih Cik Mei Lin. Kuciumi bibirnya yang seksi itu. “Cik Mei hebat deh….mainnya hot banget….”ujarku “Kamu juga oke banget……lain kali kita main lagi ya…..yang lebih hot”ujar Cik Mei Lin sambil berdiri dan menuju kamar mandi. Aku merasakan tubuhku capek luar biasa. Tanpa terasa tiga jam lebih aku beradu nafsu dengan Cik Mei Lin. Dalam keadaan terlentang tanpa terasa aku tertidur. Sejak saat itu hubunganku dengan Cik Mei Lin semakin akrab. Aku semakin sering tidur dengan Cik Mei Lin. Semua dilakukan saat suami Cik Mei Lin sedang tidak dirumah dan anaknya sudah tidur. Beruntung anaknya tidur di kamar terpisah, jadi tidak menganggu permainan nikmat kami. Cik Mei Lin semakin ketagihan dengan kontolku. Ia bilang kontolku lebih nikmat daripada kontol suaminya. Selain lebih besar dan panjang, kontolku juga disunat. Tidak seperti suaminya yang tidak sunat. “Kontol disunat memang lebih enak daripada yang tidak disunat,”katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya aku takut Cik Mei Lin hamil. Sebab sudah berkali-kali kontolku muncrat di dalam vagina Cik Mei Lin. Ia tidak mau kalau aku mengeluarkan sperma di luar. Cik Mei Lin juga tidak mau jika aku memakai kondom. “Semprotan kontolmu luar biasa ,”katanya. Tapi untunglah sampai saat ini Cik Mei Lin tidak hamil. Mungkin ia selalu minum pil anti hamil&#8230;..hhhmmmm.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/cik-mei-lin-tetanggaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayank, Aku Ingin Pejuh!</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ayank-aku-ingin-pejuh/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ayank-aku-ingin-pejuh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 13:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[IGO]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[muncrat]]></category>
		<category><![CDATA[pejuh]]></category>
		<category><![CDATA[sperma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3301</guid>
		<description><![CDATA[Waooow mantep kan judulnya? ha ha.. karena kamu bilang mantep nih aku kasih hadiah&#8230; selamat menikmati deh foto terpanas hari ini. Amoy cina sambil manja bilang&#8230; &#8220;Ayank, Aku Ingin Pejuh!&#8221; Crooottt crott crotttt tuh sayangg nikmati deh&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Waooow mantep kan judulnya? ha ha.. karena kamu bilang mantep nih aku kasih hadiah&#8230; selamat menikmati deh foto terpanas hari ini. Amoy cina sambil manja bilang&#8230; &#8220;Ayank, Aku Ingin Pejuh!&#8221; Crooottt crott crotttt tuh sayangg nikmati deh&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3303" title="yayank-pengen-pejuh-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-1-300x213.jpg" alt="" width="300" height="213" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3304" title="yayank-pengen-pejuh-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-2-233x300.jpg" alt="" width="233" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3305" title="yayank-pengen-pejuh-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-3-233x300.jpg" alt="" width="233" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3306" title="yayank-pengen-pejuh-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-4-234x300.jpg" alt="" width="234" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-3301"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3302" title="yayank-pengen-pejuh-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/02/yayank-pengen-pejuh-5-300x215.jpg" alt="" width="300" height="215" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ayank-aku-ingin-pejuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lily Gadis Bandung Berjilbab ini Ternyata Doyan Pejuh!</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/lily-gadis-bandung-berjilbab-ini-ternyata-doyan-pejuh/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/lily-gadis-bandung-berjilbab-ini-ternyata-doyan-pejuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 13:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[cumshot]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[lily]]></category>
		<category><![CDATA[pejuh]]></category>
		<category><![CDATA[sperma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3274</guid>
		<description><![CDATA[Walahhh no komen deh hari gini emang susah dapat cewek yang masih baik ckckck&#8230; tapi pada doyan juga kan? doyan kok pake protes udahlah nikmatin aja si lily mesum..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Walahhh no komen deh hari gini emang susah dapat cewek yang masih baik ckckck&#8230; tapi pada doyan juga kan? doyan kok pake protes udahlah nikmatin aja si lily mesum..</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3275" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-1-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3276" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-2-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3277" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-3-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3278" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><span id="more-3274"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3279" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3280" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3281" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-7-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3282" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-8-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3283" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-9-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3284" title="lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2012/01/lily-gadis-bandung-doyan-pejuh-10-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/lily-gadis-bandung-berjilbab-ini-ternyata-doyan-pejuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TANTE ANNE</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/tante-anne/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/tante-anne/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 22:18:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[anal seks]]></category>
		<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[anus]]></category>
		<category><![CDATA[chinese]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[sex liar]]></category>
		<category><![CDATA[tante anne]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3195</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini terjadi saat aku masih berusia 16 tahun, dan masih bersekolah di salah satu SMA di Medan. Namaku Chris, aku peranakan  Canada-Chinese. Papaku berasal dari Canada, dan Mamaku Chinese  Indonesia. Kata teman-teman wajahku sih lumayan ganteng, ehmm. Tinggiku 180 cm, nggak begitu tinggi dibandingkan dengan Papa yang 185 cm. Aku lahir di Canada, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cerita ini terjadi saat aku masih berusia 16 tahun, dan masih bersekolah di salah satu SMA di Medan. Namaku Chris, aku peranakan  Canada-Chinese. Papaku berasal dari Canada, dan Mamaku Chinese  Indonesia. Kata teman-teman wajahku sih lumayan ganteng, ehmm. Tinggiku 180 cm, nggak begitu tinggi dibandingkan dengan Papa yang 185 cm. Aku lahir di Canada, tapi sewaktu umur 10 tahun, Papa ditugaskan ke Medan, Indonesia. Jadi aku juga ikut, dan bersekolah di sana. Mula-mula terasa asing juga kota ini bagiku. Tapi lama kelamaan aku juga dapat terbiasa. Terus terang, pemikiranku lebih condong kepada pemikiran-pemikiran Timur, mungkin karena didikan Mama yang keras. Biarpun di negara-negara Barat sudah biasa terjadi hubungan seks remaja, namun aku belum pernah melakukannya dengan pacarku, well&#8230; at least pada saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari kedua di Jakarta, aku minta diantar oleh supir ke rumah Tante Anne. Rumahnya ter nggak jumpa. Wajahnya masih saja sama seperti yang dulu, seakan dia tidak bertambah tua sedikitpun. &#8220;Oh yah&#8230; tuh supirnya disuruh pulang saja Chris&#8230; ntar kamu bawa saja mobil Tante kalau mau pulang&#8221;, aku pun mengiyakan, dan menyuruh pulang supirnya.&#8221;Wah&#8230; besar sekali rumahnya yah Tante&#8221;, kataku sewaktu kami memasuki ruang tamu. Aku dengar dari Mama sih, katanya suaminya Tante Anne ini anak salah seorang konglomerat Jakarta, jadi nggak heran kalau rumahnya semewah ini. Setelah itu kami ngobrol-ngobrol, dia menanyakan keadaan Mama, Papa dan kakek. Tante Anne juga sudah lama tidak bertemu dengan Mama. Lumayan lama kami ngobrol, setelah itu dia mengajakku untuk makan malam.&#8221;Makan dulu yuk Chris&#8230; tuh sudah disiapin makanannya sama si Ning&#8221;, katanya menunjuk ke pembantunya yang sedang menghidangkan makanan di meja makan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kita nggak nunggu Om Joe?&#8221; aku menanyakan suaminya.&#8221;Oh&#8230; nggak usah, Om mu nggak pulang malam ini katanya&#8221;,&#8221;Oh&#8230; ok deh&#8221;, kataku sambil beranjak ke ruang makan. Rumah sebesar ini cuma dihuni sendirian dengan pembantunya. Berani juga Tanteku ini.&#8221;Kamu berani pulang entar Chris? sudah malem loh ini&#8221;, katanya sambil melirik ke jam dinding yang sudah menunjukkan jam 7 lewat 30 menit.&#8221;Ah berani kok Tante&#8230;&#8221;"Hmm&#8230; mending kamu tidur di sini saja deh malem ini&#8230; tuh ada kamar kosong di atas.&#8221;"Umm&#8230; iyah deh&#8230; ntar aku telepon ke Kakek kalau gitu&#8221;, dalam hati, aku mengira bahwa Tanteku ini menyuruhku menginap karena dia takut sendirian di rumah, sama sekali tidak ada pikiran negatif dalam otakku sewaktu aku mengiyakan tawarannya.Sehabis makan, aku pun menelepon ke rumah kakek, dan memberitahu bahwa hari ini aku menginap di rumah Tante Anne.&#8221;Oh iyah&#8230; kalau kamu mau mandi air panas, pakai saja kamar mandi Tante. Ntar kamu pakai saja bajunya Om Joe. Yuk sini!&#8221;"He&#8230; eh&#8221;, aku mengangguk sambil mengikutinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamar mandi yang dimaksud terletak di dalam kamarnya. Kamarnya benar-benar mewah dan besar. Dengan tempat tidur ukuran double di tengah-tengah ruangan, mini theatre set, dan sebuah kamar mandi di sudut ruangan.&#8221;Nih&#8230; coba&#8230; bisa pakai nggak kamu?&#8221; dia memberikan T-shirt dan celana pendek kepadaku.&#8221;Bisa kayaknya&#8221;, aku pun mengambil pakaian itu dan membawanya ke kamar mandi. Sehabis dari kamar mandi, aku sempat sedikit kaget melihat Tante Anne. Dia mengenakan baju tidur tipis, tidur tengkurap di atas tempat tidur. Kelihatan dengan jelas celana dalamnya, tapi aku tidak melihat tali BH di punggungnya. Terangsang juga aku melihat pemandangan seperti itu. Kelihatannya ia tertidur saat menonton TV. TV-nya masih menyala. Aku berjalan ke arah TV, bermaksud mematikannya. Melihat adegan panas yang sedang berlangsung di TV, mendadak aku terdiam pas di depan TV. Kulihat ke belakang, Tante Anne masih tidur. Aku berdiri menonton dulu, sekedar iseng. 5 menit lagi ah baru kumatikan, begitu pikiranku saat itu.<br />
<span id="more-3195"></span><br />
&#8220;Hey&#8230;&#8221; saat aku sedang asyik menonton, tiba-tiba terdengar teguran halus Tante Anne, diikuti oleh tawa tertahannya. Aku benar-benar malu sekali waktu itu. Aku berbalik ke belakang sambil tersenyum malu-malu. Waktu aku berbalik, kulihat Tante Anne sudah duduk tegak di atas tempat tidur. Samar-samar terlihat puting susunya dari balik baju tidurnya yang tipis.&#8221;Kirain Tante sudah tidur&#8230; hehe&#8221;, kataku asal-asalan sambil berjalan hendak keluar dari kamar.&#8221;Chris&#8230; bisa tolong pijitin badan Tante? Pegel nih semua&#8221;, terdengar suara helaan nafas panjang, dan suara kain jatuh ke lantai. Saat aku berbalik hendak menjawab, kulihat Tante Anne sudah kembali tidur tengkurap di tempat tidur, tapi kali ini tanpa baju tidur, satu-satunya yang masih dikenakannya adalah celana dalamnya.&#8221;Ya&#8230;&#8221; hanya itu saja yang bisa keluar dari mulutku. Aku pun berjalan ke arah Tante Anne. Sedikit canggung, kuletakkan tanganku di atas bahunya. &#8220;Engghh&#8230;&#8221; terdengar dia mengerang perlahan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Om Joe kapan pulangnya Tante?&#8221; kuatir juga aku ketauan oleh suaminya.&#8221;Emm&#8230; mungkin minggu depan&#8230; nggak tau deh&#8230; kalau Om mu sih&#8230; jarang di rumah. Mungkin seminggu pulang sekali&#8221;, dalam hatiku merasa kasihan juga kepada Tante Anne. Pantas saja dia merasa kesepian. &#8220;Fhhuuuhh&#8230;&#8221; kembali terdengar helaan nafas panjang. &#8220;Kamu sudah punya pacar Chris?&#8221; tanyanya memecah keheningan.&#8221;Yah&#8230; di Medan.&#8221;"Hehehe&#8230; cantik nggak Chris?&#8221; Tante Anne memang dari dulu senang bercanda. Sangat berbeda dengan ibuku yang kadang bersikap agak tertutup, Tante Anne adalah penganut kebebasan Barat. Aku hanya tersenyum saja menjawab pertanyaannya. &#8220;Turun dikit Chris!&#8221; aku pun menurunkan pijatanku dari bahu ke punggungnya. &#8220;Kamu duduk saja di atas pantat Tante&#8230; supaya bisa lebih kuat pijitannya.&#8221;Aku yang semula mengambil posisi duduk di sampingnya, sekarang duduk di atas pantatnya. &#8220;Unghh&#8230; berat kamu&#8221;, mendengus tertahan dia waktu kududuk di atasnya.&#8221;Hehehe&#8230; tapi katanya suruh duduk di sini&#8221;, cuek saja aku melanjutkan pijatanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Penisku sudah terasa menegang sekali, sesekali kutekan kuat-kuat penisku ke pantat Tante Anne. Walaupun aku masih memakai celana lengkap, namun sudah terasa nikmat dan hangat sewaktu penisku kutekan ke pantatnya.&#8221;Iiihh&#8230; nakal ya&#8230; bilangin Mama kamu lho&#8221;, katanya sewaktu merasakan penisku menekan-nekan pantatnya.&#8221;Sudah belom Tante? sudah cape nih&#8221;, kataku setelah beberapa menit memijat punggungnya.&#8221;Iyah&#8230; kamu berdiri dulu deh&#8230; Tante mau balik&#8221;, aku berdiri, dan Tante Anne sekarang berbalik posisi. Sekarang aku bisa melihat wajahnya yang cantik dengan jelas, payudaranya yang masih kencang itu berdiri tegak di hadapanku. Puting susunya yang merah kecoklatan terlihat begitu menantang. Aku sampai terbengong beberapa detik dibuatnya.&#8221;Hey&#8230; pijit bagian depan dong sekarang&#8221;, katanya.Aku duduk di atas pahanya, kuremas dengan lembut kedua payudaranya. Lalu kupuntir-puntir puting susunya dengan jari-jariku. &#8220;Ihh&#8230; geli&#8230; hihihihi&#8230;&#8221; dia cekikikan. Aku benar-benar sudah tidak bisa mengendalikan nafsuku lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang ini yang ada dalam otakku hanyalah bagaimana memuaskan Tante Anne, memberinya kepuasan yang selama ini jarang ia dapatkan dari suaminya. Rasa kasihan akan Tante Anne yang telah lama merindukan kehangatan laki-laki bercampur dengan nafsuku sendiri yang sudah menggelora. Aku menarik celana dalamnya dengan agak kasar. Kulihat dia hanya diam saja sambil memejamkan matanya pasrah. Kuakui inilah pertama kalinya aku melihat wanita telanjang secara nyata. Tapi agaknya aku tidak begitu canggung, sepertinya aku melakukan semuanya dengan begitu alamiah. Tante Anne membuka lebar kedua pahanya begitu celana dalamnya kulepas. Kulihat dengan jelas vaginanya dengan bulu-bulu halus yang dicukur dengan rapi membentuk segitiga di sekitarnya. &#8220;Sudah sering beginian yah kamu Chris?&#8221; tanyanya heran juga melihat aku begitu mantap.&#8221;Ehh&#8230; nggak kok&#8230; baru sekali Tante&#8221;, nafasku sudah memburu, kata-kata pun sudah sulit kuucapkan dengan tenang. Kulihat nafas Tante Anne juga sudah mulai memburu, berkali-kali ia menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jilatin dong Chris!&#8221; katanya memelas. Mulanya aku ragu-ragu juga, tapi kudekatkan juga kepalaku ke vaginanya. Tidak ada bau tidak enak sama sekali, Tante Anne rajin menjaga kebersihan vaginanya aku kira. Kujulurkan lidahku menjilati dari bawah menuju ke pusar. Beberapa menit aku bermain-main dengan vaginanya. Tante Anne hanya bisa mengerang dan menggelinjang kecil menahan nikmat. Kulihat ia meremas sendiri buah dadanya dan memuntir-muntir sendiri puting susunya. Aku berdiri sebentar, melepaskan semua pakaianku. Bengong dia melihat penisku yang 18 cm itu. Aku cuma tersenyum kepadanya, dan melanjutkan menjilati vaginanya. Beberapa saat kemudian ia meronta dengan kuat.&#8221;aahh&#8230; ohh God&#8230; aargghh&#8230;&#8221; bagaikan gila, dia menjepit kepalaku dengan pahanya, lalu menekan kepalaku supaya menempel lebih kuat lagi ke vaginanya dengan dua tangannya. Aku susah bernafas dibuatnya.&#8221;Lagi&#8230; arghh&#8230; clitorisnya Chriss&#8230; ssshh&#8230; yah&#8230; yah&#8230; lagi&#8230; oooohh&#8230;&#8221; semakin menggila lagi dia ketika aku mengulum clitorisnya, dan memainkannya dengan lidahku di dalam mulut.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku memasukkan lidahku sedalam-dalamnya ke dalam lubang vaginanya. Bau cairan kewanitaan semakin keras tercium. vaginanya benar-benar sudah basah. Tiba-tiba dia menjambak rambutku dengan kuat, dan menggerakkan kepalaku naik turun di vaginanya dengan cepat dan kasar. Lalu ia menegang, dan tenang. Saat itu juga aku merasa cairan hangat semakin banyak mengalir keluar dari vaginanya. Aku jilati semuanya.&#8221;Ohh&#8230; God&#8230; bener-benar hebat kamu Chris&#8230; lemas Tante&#8230; aahh&#8230; nggak kuat lagi deh untuk berdiri&#8230; shitt&#8230; sudah lama nggak begini&#8221;, dia terbujur lemas setelah 1/2 jam yang melelahkan itu. Aku cuma tersenyum. Perlahan kutarik kedua kakinya ke tepi tempat tidur, kubuka pahanya selebar-lebarnya dan kujatuhkan kakinya ke lantai. Vaginanya sekarang terbuka lebar. Nampaknya ia masih terbayang-bayang atas peristiwa tadi dan belum sadar atas apa yang kulakukan sekarang padanya. Begitu ia sadar penisku sudah menempel di bibir vaginanya.&#8221;Ohh&#8230;&#8221; ia cuma bisa menjerit tertahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu ia pura-pura meronta tidak mau. Aku juga tidak tahu bagaimana cara memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Aku sering lihat di film-film, dan mereka melakukannya dengan mudah. Tapi ini sungguh berbeda. Lubangnya sangat kecil, mana mungkin bisa masuk pikirku. Tiba-tiba kurasakan tangan Tante Anne memegang penisku dan membimbing penisku ke vaginanya.&#8221;Tekan di sini Chris&#8230; pelan-pelan yah&#8230; punya kamu gede banget sih&#8221;, pelan ia membantuku memasukkan penisku ke dalam vaginanya. Belum sampai seperempat bagian yang masuk ia sudah menjerit kesakitan.&#8221;Aahh&#8230; sakitt&#8230; oooh&#8230; pelan-pelan Chris&#8230; aduuh&#8230;.&#8221; tangan kirinya masih menggenggam penisku, menahan laju masuknya agar tidak terlalu deras. Sementara tangan kanannya meremas-remas kain sprei, kadang memukul-mukul tempat tidur. Aku merasakan penisku diurut-urut di dalam vaginanya. Aku berusaha untuk memasukkan lebih dalam lagi, tapi tangan Tante Anne membuat penisku susah untuk masuk lebih ke dalam lagi. Aku menarik tangannya dari penisku, lalu kupegang erat-erat pinggulnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian kudorong penisku masuk sedikit lagi. Aduhh&#8230; sakkkitt&#8230; ooohh&#8230; ssshh&#8230; lagi&#8230; lebih dalam Chriss&#8230; aahh&#8221;, kembali Tante Anne mengerang dan meronta. Aku juga merasakan kenikmatan yang luar biasa, tak sabar lagi kupegang erat pinggulnya supaya ia berhenti meronta, lalu kudorong sekuatnya penisku ke dalam. Kembali Tante Anne menjerit dan meronta dengan buas. Aku diam sejenak, menunggu dia supaya agak tenang. &#8220;Goyang dong Chris&#8221;, dia sudah bisa tersenyum sekarang. Aku menggoyang penisku keluar masuk di dalam vaginanya. Tante Anne terus membimbingku dengan menggerakkan pinggulnya seirama dengan goyanganku. Lama juga kami bertahan di posisi seperti itu. Kulihat dia hanya mendesis, sambil memejamkan mata.Tiba-tiba kurasakan vaginanya menjepit penisku dengan sangat kuat. Tubuh Tante Anne mulai menggelinjang, nafasnya mulai tak karuan, dan tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.&#8221;Ohh&#8230; ooohh&#8230; Tante sudah mau keluar nih&#8230; sshh&#8230; aahh&#8221;, goyangan pinggulnya sekarang sudah tidak beraturan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kamu masih lama nggak Chris? Kita keluar bareng saja yuk&#8230;. aahh&#8221;, tak menjawab, aku mempercepat goyanganku. &#8220;Aahh&#8230; shitt&#8230; Tante keluar Chrisss&#8230; ooohh&#8230; gile&#8221;, dia menggelinjang dengan hebat, kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku. Aku semakin bersemangat menggenjot. Aku juga merasa bahwa aku bakal keluar tidak lama lagi.&#8221;Aahh&#8230; sshh&#8230;&#8221; kusemprotkan saja cairanku ke dalam vaginanya. Lalu kucabut penisku, dan terduduk di lantai.&#8221;Kamu hebat&#8230; sudah lama Tante nggak pernah klimaks.&#8221;"aah&#8230; capek Tante.&#8221;"Mandi lagi yuk&#8230; lengket-lengket nih jadinya&#8221;, ia berjalan ke kamar mandi dan aku mengikutinya. Kami saling membersihkan tubuh di bawah siraman shower. Setelah mandi, kami tidur-tiduran tanpa busana, berciuman, sambil ngobrol macem-macem. VCD porno yang tadi sudah habis rupanya. Tante Anne menggantinya dengan VCD yang lain.&#8221;Eh&#8230; yang ini bagus loh Chris&#8221;, lalu ia menghidupkannya. Filmnya tentang seorang gadis yang diperkosa, sedikit sadis menurutku, tapi sangat merangsang sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tante sudah lama kepengen coba yang seperti itu Chris&#8230; kalau Om mu sih&#8230; nggak ada seninya&#8230; taunya cuman goyang, nembak, tidur&#8230; susah juga hahaha&#8230; kamu mau coba nggak?&#8221; dia tersenyum melihatku.&#8221;Hehehe&#8230; terserah&#8230;&#8221;"Ok!&#8221; lalu ia berjalan ke lemarinya. Sewaktu ia membukanya, aku terkejut juga melihat begitu banyak Sex Stuff seperti vibrator, tali, handcuff, dan banyak lagi.&#8221;Wah&#8230; banyak amat peralatannya Tante&#8221;, kataku bercanda.&#8221;He eh&#8230; yah beginilah&#8230; soalnya Om kamu jarang pulang sih. Tante kan butuh seks juga. Yah&#8230; terpaksa harus bermain dengan fantasi sendiri.&#8221;"Hehehe&#8221;, aku cuma tertawa kecil. Kulihat ia mengambil tali dari lemari.&#8221;Nih&#8230; kerjain Tante seperti yang di film itu dong Chris!&#8221; ia melemparkan tali itu kepadaku dan berjalan ke arah tempat tidur. Tempat tidur itu bergaya Eropa pertengahan, mempunyai pagar rendah berjeruji di sisi atas dan bawah. Ia memegang pagar berjeruji itu. Aku mengikat tangannya di jeruji itu, ia sekarang membungkuk membelakangiku dengan tangan terikat.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku berjongkok dan mulai menjilati vaginanya untuk pemanasan.&#8221;Sssh&#8230; oouhh&#8230;&#8221; kembali kudengar erangannya. Setelah beberapa saat vaginanya mulai basah. &#8220;Pakai vibrator Chris!&#8221; aku berjalan ke lemari dan mengambil vibrator yang berbentuk seperti penis manusia itu. Hati-hati kumasukkan vibrator itu ke dalam vaginanya, lalu kugeser switch ke posisi &#8220;low&#8221;. Terdengar vibrator itu mulai berdengung halus.&#8221;Ouuh&#8230; aahh&#8230;&#8221; kelihatannya Tante Anne sangat menikmati permainan.Tempo permainan sangat lambat kali ini. Ia menggelinjang sedikit mengiringi dengungan halus vibrator. Sambil sebelah tanganku memegangi vibrator supaya tidak lepas dari vaginanya, aku memberinya tepukan di paha, memberinya tanda agar ia membuka pahanya selebar-lebarnya. &#8220;Jilat anus Tante Chris!&#8221; kembali ia memberi komando. Aku mulai menjilati pahanya yang putih dan jenjang, perlahan berpindah ke anus. Bosan menjilati anusnya, aku berdiri, memeluknya dari belakang, dan meremas payudaranya dengan sebelah tanganku yang masih bebas. Beberapa saat kemudian ia orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu ia menyuruhku memasukkan penisku ke dalam lubang anusnya. Aku sempat terkejut mendengarnya. Menurutku pasti akan sakit sekali penisku dijepit oleh lubang anusnya. Tetapi Tante Anne terus-terusan meminta dengan suara yang memelas.&#8221;Tante sudah pernah nyoba?&#8221; tanyaku ragu-ragu.&#8221;Pernah&#8230; pakai vibrator&#8230; cobain saja deh&#8230; lebih sempit loh di sini&#8230; Tante kepingin nyoba dimasukin 2 lubang sekaligus.&#8221;"Ok!&#8221; aku kembali membungkuk, kujilat bagian sekitar anusnya untuk melicinkannya. Kulihat Tante Anne merintih-rintih ketika vibrator kugoyang agak cepat, tetapi ia tidak bisa banyak meronta karena tangannya masih terikat kuat ke jeruji tempat tidur. Setelah merasa jalan masuk cukup licin aku pun mengambil ancang-ancang, kugesek-gesekkan dulu kepala penisku di sekitar anusnya.&#8221;Yahh.. langsung saja Chriss&#8221;, Tante Anne yang sudah tidak sabar, memundur-mundurkan pantatnya agar penisku bisa segera masuk ke dalam lubang anusnya. Kutarik vibrator yang masih saja berdengung itu dari belakang, supaya pantat Tante Anne makin menempel ke kepala penisku.</p>
<p style="text-align: justify;">Akibatnya vibrator itu melesak makin dalam ke vaginanya Tante Anne. &#8220;Aahh&#8230; ooohh&#8230; sshh&#8230;&#8221; semakin menggila saja dia. Pelan kudorong kepala penisku ke dalam lubang anusnya.Kepala penisku terasa sedikit pedih, aku menghentikan dorongannya sejenak. &#8220;Oooohh&#8230; yahh&#8230; terussss&#8230; deeper Chriss&#8230;.&#8221;"Sssshh&#8230; oooohh&#8230;&#8221; aku hanya bisa mendesis menahan pedih yang bercampur nikmat ketika penisku masuk kira-kira setengah bagian ke dalam lubang anusnya. Menurutku masuk melalui lubang anus tidak begitu nikmat, karena tidak ada cairan yang melicinkannya. Tapi kulihat Tante Anne bagaikan sedang terbang sekarang. Nikmat sekali katanya. Kukira itu karena dua lubangnya sedang terisi. Tante Anne terus saja menggoyang-goyang pinggulnya kebelakang supaya penisku dapat masuk lebih dalam ke dalam lubang anusnya. Aku tidak dapat menahan lagi goyangannya, kubenamkan sekuat tanaga penisku ke dalam anusnya. Rasanya seperti penisku sedang di massage dengan kuat di dalam. Tanpa sadar, karena menahan nikmat tanganku menggoyang-goyangkan vibrator itu dengan kencang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tempo permainan berubah menjadi liar sekarang. Tangan Tante Anne mencengkeram jeruji tampat tidur dan menggoyangnya karena nikmat yang tak terkira. Aku mencoba menggoyang penisku di dalam anusnya. Memang sedikit pedih karena kurangnya cairan pelicin di dalam anusnya, tapi aku tidak peduli lagi. Sesekali kugunakan tangan kiriku untuk meremas payudaranya yang tergantung-gantung itu. Beberapa saat kemudian aku merasa mau orgasme.&#8221;Aahh&#8230; oouuhh&#8230; Tante sudah mau keluar belum?&#8221; tanyaku dengan nafas memburu.&#8221;Engggh&#8230; sssssh&#8230; iyah&#8230;&#8221;Kurasakan Tante Anne semakin menggila menggoyang pinggulnya. Kemudian dia tubuhnya menegang, kemudian terkulai lemas. Aku pun merasa maniku sudah di ujung-ujungnya. Kupercepat goyangan, kuremas payudaranya dengan kasar, dan kukocok vibratornya lebih cepat lagi. Kulihat Tante Anne menjerit-jerit, tapi ia tak bisa berbuat banyak karena tangannya terikat dengan kuat.&#8221;Arrrgghh&#8230; ooohh&#8230;&#8221; seiring dengan eranganku, kusemprotkan maniku ke dalam anusnya. Kali ini kurasakan maniku keluar banyak sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kucabut penisku dari dalam anusnya, dan kucabut vibrator dari vaginanya. Sekilas kulihat vagina dan anusnya merah sekali dan sedikit membengkak. Kubuka ikatan tangannya dan dia memeluk serta menciumiku. Lalu kami berdua tertidur di lantai.Pengalaman ini tak akan pernah kulupakan. Sampai sekarang kami kadang-kadang masih melakukannya. Tante Anne benar-benar seorang seks maniak yang tak bisa puas, setiap kali berhubungan selalu ada saja cara-cara baru yang ia ajarkan. Kukira ini juga mempengaruhi tingkah laku seksualku. Sampai sekarang aku senang melakukan hubungan seks dengan fantasi tinggi, seperti menggunakan tali, cambuk, handcuff, dan sebagainya. Aku menjadi senang menyiksa lawan mainku. Sepertinya puncak kenikmatanku sulit tercapai kalau aku tidak melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">TAMAT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/tante-anne/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aduh Moncrot Deh&#8230;</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/aduh-moncrot-deh/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/aduh-moncrot-deh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 19:45:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[anus]]></category>
		<category><![CDATA[hot]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3170</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang berani nolak tubuh indah dan seksi kayak gini? bakalan moncrot-moncrot lo pada he he he]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Siapa yang berani nolak tubuh indah dan seksi kayak gini? bakalan moncrot-moncrot lo pada he he he</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/crot-moncrot-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3173" title="crot-moncrot-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/crot-moncrot-1-284x300.jpg" alt="" width="284" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/crot-moncrot-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3172" title="crot-moncrot-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/crot-moncrot-2-237x300.jpg" alt="" width="237" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/crot-moncrot-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3171" title="crot-moncrot-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/crot-moncrot-3-300x263.jpg" alt="" width="300" height="263" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/aduh-moncrot-deh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Dugem Berlanjut Ke Ranjang</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/dari-dugem-berlanjut-ke-ranjang/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/dari-dugem-berlanjut-ke-ranjang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 12:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[indo cina]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2886</guid>
		<description><![CDATA[Habis dugem berlanjut ke ranjang&#8230; apa hubungannya coba? ya ngentooooooot lah apa lagi yang di sukai cewek-cewek dugem selain uang dan kontol hahaha.. selamat menikmati aja deh&#8230; :p]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Habis dugem berlanjut ke ranjang&#8230; apa hubungannya coba? ya ngentooooooot lah apa lagi yang di sukai cewek-cewek dugem selain uang dan kontol hahaha.. selamat menikmati aja deh&#8230; :p</p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2888" title="dari-dugem-ke-ranjang-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2889" title="dari-dugem-ke-ranjang-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-2-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2890" title="dari-dugem-ke-ranjang-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2891" title="dari-dugem-ke-ranjang-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2892" title="dari-dugem-ke-ranjang-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
<span id="more-2886"></span><br />
<a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2893" title="dari-dugem-ke-ranjang-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2894" title="dari-dugem-ke-ranjang-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2895" title="dari-dugem-ke-ranjang-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2896" title="dari-dugem-ke-ranjang-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-9-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2897" title="dari-dugem-ke-ranjang-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-10-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2898" title="dari-dugem-ke-ranjang-11" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-11-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-12.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2887" title="dari-dugem-ke-ranjang-12" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/dari-dugem-ke-ranjang-12-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/dari-dugem-berlanjut-ke-ranjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suami Tante Lagi Keluar Kota</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/suami-tante-lagi-keluar-kota/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/suami-tante-lagi-keluar-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 22:02:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngintip]]></category>
		<category><![CDATA[om]]></category>
		<category><![CDATA[pelacur]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2715</guid>
		<description><![CDATA[Stttt&#8230; Suami tante lagi keluar kota nih. Dedek jangan nakal ya nih tante kasi ngintip toket ama memek tante aja. Tapi jangan sampe om tau nanti om  marah-marah soalnya tante emang nakal seperti pelacur ehemm.. tante butuh kehangatan nih kontol kamu gede gak?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Stttt&#8230; Suami tante lagi keluar kota nih. Dedek jangan nakal ya nih tante kasi ngintip toket ama memek tante aja. Tapi jangan sampe om tau nanti om  marah-marah soalnya tante emang nakal seperti pelacur ehemm.. tante butuh kehangatan nih kontol kamu gede gak?</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/memek-tante-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2716" title="memek-tante-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/memek-tante-1-271x300.jpg" alt="" width="271" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/memek-tante-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2717" title="memek-tante-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/memek-tante-2-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/memek-tante-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2718" title="memek-tante-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/memek-tante-3-193x300.jpg" alt="" width="193" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/memek-tante-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2719" title="memek-tante-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/memek-tante-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/memek-tante-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2720" title="memek-tante-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/memek-tante-5-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/suami-tante-lagi-keluar-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngentot SPG Amoy</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ngentot-spg-amoy/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ngentot-spg-amoy/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 22:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[entot]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[muncrat]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2703</guid>
		<description><![CDATA[Mantap banget nih jepitannya memek amoy yang satu ini. Biar dia tau rasa ngentot sama kontol pribumi yang hitam dan berurat&#8230; tapi ternyata si amoy malah jadi ketagihan ngentot dan minta di entot terus-terusan! waduh siapa mau ikutan?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mantap banget nih jepitannya memek amoy yang satu ini. Biar dia tau rasa ngentot sama kontol pribumi yang hitam dan berurat&#8230; tapi ternyata si amoy malah jadi ketagihan ngentot dan minta di entot terus-terusan! waduh siapa mau ikutan? <img src='http://www.ceritasex.cn/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/ngentot-spg-amoy-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2704" title="ngentot-spg-amoy-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/ngentot-spg-amoy-1-300x192.jpg" alt="" width="300" height="192" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/ngentot-spg-amoy-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2705" title="ngentot-spg-amoy-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/ngentot-spg-amoy-2-300x189.jpg" alt="" width="300" height="189" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/ngentot-spg-amoy-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2706" title="ngentot-spg-amoy-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/ngentot-spg-amoy-3-207x300.jpg" alt="" width="207" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/ngentot-spg-amoy-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2707" title="ngentot-spg-amoy-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/ngentot-spg-amoy-4-300x191.jpg" alt="" width="300" height="191" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/ngentot-spg-amoy-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2708" title="ngentot-spg-amoy-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/ngentot-spg-amoy-5-207x300.jpg" alt="" width="207" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ngentot-spg-amoy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amoy HyperSex</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/amoy-hypersex/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/amoy-hypersex/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 07:33:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[dildo]]></category>
		<category><![CDATA[hot]]></category>
		<category><![CDATA[hypersex]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu sex]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2565</guid>
		<description><![CDATA[Wehh gila nih amoy nafsu sex nya tinggi banget sampe akhirnya main sendiri pake dildo sampe memeknya orgasme wuihhh! selamat menikmati deh fotonya&#8230; ini amoy emang bikin kepengen doang, mukanya mesum banget kepengen dientot, kalau ketemu langsung aja di perkosa hehehe BAGIAN I BAGIAN II]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Wehh gila nih amoy nafsu sex nya tinggi banget sampe akhirnya main sendiri pake dildo sampe memeknya orgasme wuihhh! selamat menikmati deh fotonya&#8230; ini amoy emang bikin kepengen doang, mukanya mesum banget kepengen dientot, kalau ketemu langsung aja di perkosa hehehe</p>
<p style="text-align: justify;">BAGIAN I</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2566" title="amoy-hypersex-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-1-220x300.jpg" alt="" width="220" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2567" title="amoy-hypersex-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-2-300x217.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2568" title="amoy-hypersex-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-3-300x217.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2569" title="amoy-hypersex-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-4-300x219.jpg" alt="" width="300" height="219" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2570" title="amoy-hypersex-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-5-300x221.jpg" alt="" width="300" height="221" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">BAGIAN II</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2571" title="amoy-hypersex-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-6-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-2565"></span></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2572" title="amoy-hypersex-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-7-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2573" title="amoy-hypersex-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-8-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2574" title="amoy-hypersex-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-9-229x300.jpg" alt="" width="229" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2575" title="amoy-hypersex-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-10-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2576" title="amoy-hypersex-11" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-11-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/amoy-hypersex/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amoy Toket Gede, Mulus!</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/amoy-toket-gede-mulus/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/amoy-toket-gede-mulus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 13:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[nenen]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2499</guid>
		<description><![CDATA[Alamak.. Amoy nih bikin ngaceng kontol aja.. toketnya itu lho wuih bunder dan mulus banget bikin kepengen kenyot toketnya dehhhhh!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Alamak.. Amoy nih bikin ngaceng kontol aja.. toketnya itu lho wuih bunder dan mulus banget bikin kepengen kenyot toketnya dehhhhh!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/amoy-toket-mulus-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2500" title="amoy-toket-mulus-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/amoy-toket-mulus-1-231x300.jpg" alt="" width="231" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/amoy-toket-mulus-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2501" title="amoy-toket-mulus-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/amoy-toket-mulus-2-233x300.jpg" alt="" width="233" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/amoy-toket-mulus-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2502" title="amoy-toket-mulus-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/amoy-toket-mulus-3-232x300.jpg" alt="" width="232" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/amoy-toket-mulus-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2503" title="amoy-toket-mulus-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/amoy-toket-mulus-4-235x300.jpg" alt="" width="235" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/amoy-toket-gede-mulus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

