<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; ayam kampus</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/tag/ayam-kampus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 07:13:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Vani Sex Adventure</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/vani-sex-adventure/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/vani-sex-adventure/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 18:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[petualangan seks]]></category>
		<category><![CDATA[sex adventure]]></category>
		<category><![CDATA[vani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1464</guid>
		<description><![CDATA[Waktu menunjukkan pukul 13.30 ketika Vani tiba Plaza Tendean, tempat janjian ketemuannya dengan Roland. Ketika di sms Vani bilang bahwa Vani pengen ketemuan, Rolland langsung menelpon. Rolland sebenarnya sudah bisa menebak alasan kenapa Vani minta ketemuan. Bagaimanapun, mereka pernah jalan bareng selama 6 bulan. “Ok deh Bel, kita ketemuan di Plaza Tendean saja ya, kan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Waktu menunjukkan pukul 13.30 ketika Vani tiba Plaza Tendean, tempat janjian ketemuannya dengan Roland. Ketika di sms Vani bilang bahwa Vani pengen ketemuan, Rolland langsung menelpon. Rolland sebenarnya sudah bisa menebak alasan kenapa Vani minta ketemuan. Bagaimanapun, mereka pernah jalan bareng selama 6 bulan. “Ok deh Bel, kita ketemuan di Plaza Tendean saja ya, kan lumayan di tengah-tengah tuh” kata Rolland di telepon. Vani mengiyakan. Lalu Rolland menambahkan “Tapi, gue mau lo berpakaian seperti ini…”. Vani mendengarkan ucapan Rolland, lalu wajahnya memerah jengah. “Ih, gila lo ya Land” kata Vani tersipu. “Mau nggak?” balas Rolland nakal. “Ya udah deh” jawab Vani pasrah, timbang ga jadi ketemuan dengan Rolland.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan disinilah Vani, menunggu Rolland yang masih dalam perjalanan. Orang-orang melihat seorang cewek cukup tinggi, berambut pendek warna brunette turun dari taxy, mengenakan kemeja terusan warna khaki. Belt coklat besar menghiasi pinggangnya, dan boot pendek yang sewarna dengan belt-nya menutup kakinya. Kemejanya yang tidak terkancing 2 kancing atasnya menunjukkan belahan toked putih Vani yang membusung. Vani masuk ke café **** dan langsung pesan minuman, lalu duduk manis di pojok café. Para karyawan &amp; pengunjung café memandang cewek yang duduk di pojok begitu jutek dan dingin, sehingga tidak ada yang mengganggu. Padahal, situasi diri Vani bertolak belakang dengan tampilan luarnya. Jantungnya berdebar kencang dan nafasnya agak tidak beraturan, akibat nafsu birahi yang menggelora sejak siang tadi. Mengapa si lonte ini belum-belum sudah horny habis seperti ini? Silakan baca runtutan peristiwa hari kemarinnya dan 2 jam sebelumnya di sini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sialan Rolland lama banget sih. Gue jadi makin deg-degan jadinya. Aduuhh..mana mhemek gue berkedut-kedut terus. Makin basah deh…” runtuk Vani dalam hati tak berdaya mengekang nafsu birahinya. Padahal Rolland cuma terlambat sekitar 5 menitan. Vani berupaya mengalihkan perhatiannya dengan mengecek status FBnya di HP. Tiba-tiba ada seseorang sudah berada di samping Vani dan langsung menyapa “Hai Van. Sory agak telat ya” sapa Rolland. Agak kaget Vani mendongak ke samping, dan dengan senangnya bangkit untuk memeluk dan mengecup ringan pipi cowok tersebut. “Ih tambah gemuk aja lo” ujar Vani genit. Rolland memang berperawakan agak gemuk. Keliatannya, kerjaannya yang di belakang meja, memanjakan perut dan tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka langsung beranjak pergi menuju tempat mobil Rolland di parkir. Rolland melirik ke arah Vani yang menggelayut manja di lengannya. Karena Vani sekepala lebih rendah dari Rolland, dengan mudah Rolland melihat ke belahan toked Vani yang menantang. “Ehm, keliatannya lo ngikutin request gue nih” kata Rolland dengan seringai nakal. “hu-uh.. Iya, gue ga pake BeHa” rajuk Vani manja dan agak tersipu. Rolland terkekeh puas. Akibat tidak memakai BeHa pulalah, nafsu Vani semakin tak tertahannkan. Rasa khawatir orang-orang bakal tahu kalo tokednya cuma ditutupi sehelai kain tipis kemejanya, dan gesekan halus bahan kemeja pada putingnya, membuat puting Vani menegang horny.</p>
<p style="text-align: justify;">Mobil Rolland di parkir di basement yang sepi. Tak ada petugas parkir yang berkeliaran seperti halnya di mall-mall besar. Begitu Vani masuk dan duduk di sebelah Rolland, Rolland langsung meraih kepala Vani, dan melumat bibir sensual Vani dengan penuh nafsu. Vani meladeni ciuman Rolland dengan nafsu yang tak kalah hebatnya. Hampir semenit kedua insan penuh birahi ini saling melumat bibir, memainkan lidah di mulut pasangannya dan diselingi gigitan kecil di bibir bawah. Nafas Vani semakin memburu dan jantungnya berdebar makin kencang, ketika tangan kanan Rolland dengan bebasnya masuk ke balik kemejanya dan merengkuh toked sebelah kirinya dengan ganas. “Uuuugggnnnnnnn…” desah Vani refleks keluar begitu merasakan tokednya diremas-remas oleh Rolland. Tubuh Vani jadi menggelinjang kecil ketika putingnya dijepit kuat oleh jari Rolland, dan dipilin-pilin.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak peduli mereka sedang di tempat umum, Rolland membuka 2 kancing lagi dari kemeja Vani dan menyibakkannya ke samping. Kedua buah melon segar berwarna putih muncul ke permukaan, menantang pandangan Rolland. Puting Vani yang besar sudah mengacung tegak sebagai indikator empunya sedang dilanda libido tinggi. Mata Rolland melotot demi melihat sepasang toked yang besar dan indah tersebut. “Gila, makin gede aja toked lo Van. Cowok lo pasti rajin nggarap toked lo ya” ujar Rolland tersengal-sengal penuh nafsu. Vani bersemu merah dan tidak sempat menyelesaikan jawaban karena kedua tangan Rolland langsung maju dan meremas kedua tokednya kuat-kuat. “Gitu ddee…hmmppffffffff..sssshhhh..” desah Vani lebih erotis lagi. Sambil jari-jarinya memutar-mutar bongkahan toked Vani dan memilin-milin putingnya, Rolland berkata “Buka paha lo Bel, gue pengen lihat lo pegang janji ga”. Sambil tetap mendesah-desah menahan kenikmatan di dadanya, kedua tangan Vani bergerak untuk melepaskan 2 kancing terbawah kemeja terusannya, kemudian menyibakkannya ke samping. Rolland dengan jelas melihat gundukan montok mhemek Vani yang berjembi tipis di puncak belahan mhemek itu.<br />
<span id="more-1464"></span><br />
“Hehehe.. pasti lo horny habis disepanjang jalan karena ga pake BeHa dan CD ya Van” kekeh Rolland penuh kemenangan. “Buka paha lo” perintah Rolland sambil tangannya membuka paha putih mulus Vani. Jemari Rolland langsung meremas kedua bongkah bakpao montok tersebut. “Aiieehhh…..Ahhhhh…” pekik Vani kaget. Dari selangkangannya seolah ada kejutan listrik yang langsung bergerak menyebar ke seluruh tubuhnya. Apalagi Rolland tidak berhenti sampai meremas-remas saja, jari tengahnya langsung menyelusup masuk ke belahan bibir mhemek Vani dan langsung dikocok. “Ahhh.. ahhhh… sssshhhhhh…. “ Vani menggeliat-geliat keenakan, karena mhemeknya yang sudah gatal dari 2 jam yang lalu mendapat pemuasannya dengan garukan-garukan cepat jari Rolland.</p>
<p style="text-align: justify;">“Busett.. udah banjir mhemek lo Van. Jiwa lonte lo jadi makin parah saja” seringai mesum Rolland menghiasi wajahnya. Jari tengah Rolland makin cepat mengocok mhemek Vani. Vani meremas kuat bahu Rolland dan kepalanya menggeleng-geleng resah “Auhh.. ahhh.. Landd… chukup L..aannd… Jhang..jangan di sini dhonng…aahhhh…” rengek Vani tengsin campur horny, karena takut ke-gap satpam. Rolland menghentikan kocokannya dan mengeluarkan jari tengahnya dari mhemek Vani. Sambil menjilati jari tengahnya yang basah oleh cairan mhemek Vani tersebut, Rolland berkata “Hehe gue setuju. Gue juga udah ga tahan ngenthotin lo Van. Gue udah book kamar di hotel depan situ”. Rolland menghidupkan mesin dan mulai bergerak meninggalkan parkir Plaza, sementara Vani memperbaiki kondisi pakaiannya yang terbuka dimana-mana.</p>
<p style="text-align: justify;">Memasuki parkiran hotel M*******a, kedua nafsu manusia ini hampir tidak tertahankan. Ketika Rolland menuju meja resepsionis untuk mengambil kunci kamar, Vani yang menunggu di sofa mendengar HPnya berdering. “”wah Angel. Gue angkat ga ya?” pikir Vani. Tapi ada naluri yang memaksa Vani untuk mengangkat telepon. Baru saja Vani selesai bilang halo, suara panik Angel terdengar di ujung satunya “Vannnnn.. lo kemana aja sihh…”. “Ada apa emangnya Ngel” Vani agak heran. “Lo lupa ya, hari ini kan kesempatan terakhir lo serahkan paper AB ke mr HB. Minggu lalu sudah diampuni sama die, masa lo lupa kalo batasnya hari ini lo harus serahin. Lo mau baru bisa ngulang setahun lagi?” cerocos Angel. “Astaga… gue betul-betul lupa” Vani tersadar dan langsung panik. Paper itu berbobot 50% dari total penilaian mata kulian Mr. HB (Lengkapnya ni dosen bernama David Hutabarat. Cuma anak-anak manggilnya mister HB). Ini mata kuliah wajib, yang jadi prasyarat beberapa mata kulian yang Vani harus ambil semester depan. Gawat kalo sampai ga lulus. “Mr. HB bilang dia tunggu sampe jam 3 ni sore Van. Mending lo sekarang cepet kemari. Bawa tugas ga bawa tugas ga penting. Yang penting lo ngadep dia dulu. Ok?” lanjut Angel cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Buru-buru Vani pamit cabut ke Rolland yang sudah menenteng kunci kamar. “Aduhh Rolland.. sory banget yaa… Gue harus ke kampus nih.. Darurat nine-one-one masalahnya. Udah ya, gue cabut dulu. Ga usah diantar deh…”cerocos Vani. Setelah cium sekali pipi Rolland yang bengong, Vani langsung lari ke pintu lobby dan masuk ke taxy yang memang ada di depan hotel. “Lho? Kok jadi gini?” Rolland terpana dan memandang sedih ke selangkangannya. Setelah tersadar, dia mulai menekan tombol HP-nya dan berbicara “Mia, bolos kantor yuk…”.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dalam taxi, otak Vani mulai berpikir cepat menyusun bermacam skenario dan alasan agar bisa mendapat pengampunan dari Mr. HB dan paling tidak tambahan sehari lagi untuk serahkan paper tersebut. Paper Vani belum kelar. Biasanya butuh sekitar 1 jam untuk sampai ke kampus Vani dari area situ. Tapi, berkat desakan Vani ke abang sopir taxy, tak sampai 45 menit mereka sudah sampai kampus.</p>
<p style="text-align: justify;">Pukup 14.50. Vani berlari kecil ke arah ruangan Mr. HB di lantai 3. Setelah sampai kampus tepat waktu, perasaan Vani sudah jauh lebih tenang. Vani yakin bisa merayu Mr.HB untuk memundurkan deadline sampai besok. Sudah rahasia umum kalau Mr.HB yang mata keranjang pilih kasih dengan mahasiswi-mahasiswinya, timbang para mahasiswa. Apalagi bagi mahasiswi yang cakep dan seksi. Vani cukup berpakaian seksi di ujian lisan Mr.HB, dan soal yang keluar lebih mudah bahkan dikasi petunjuk segala (disinggung di cerita pertama. Klik saja ini).</p>
<p style="text-align: justify;">Vani mengetuk tiga kali pintu ruangan Mr. HB, sebelum mendengar suara bariton yang menyilakannya untuk masuk. Begitu kepala Vani nongol, Mr. HB langsung tersenyum “Ahh.. ini dia si Vani yang cantik. Kemana saja kau Manis. Duduk, duduklah kau” ujar Mr. HB bermulut manis mempersilakan Vani duduk di depan meja kerjanya. Begitu menghenyakkan pantatnya di kursi, Vani langsung pasang tampang memelas “Pak.. minta tolong dong.. Tambah sehariii saja, pasti besok Saya sudah bisa serahin paper AB saya Pak” rayu Vani dengan manisnya. “Wah, tidak bisa itu. Kau dan teman-teman kau sudah Bapak kasi kelonggaran sampai dua kali. Tidak ada lagi mundur-mundur deadline” tegas si Mr. HB walau tetap dengan tersenyum. Sambil mencondongkan badannya kedepan sehingga agak membungkuk Vani berkata “Pak, sudah 2 hari ini saya nungguin tante saya di Rumah Sakit. Baru pulang siang tadi. Kalo nggak gitu, pasti paper sudah selesai Pak. Boleh ya Pak”. Mr. HB menelan ludah, karena dari posisinya dia bisa melihat dengan jelas belahan toked Vani yang menonjol. “Puas-puasin deh lo liat toked gue. Yang penting, mundurin deadline-nya sehari” batin Vani penuh percaya diri.</p>
<p style="text-align: justify;">“Wah, susah posisi Bapak kalo begini. Apa kata teman-temanmu kalau kau mendapatkan kelonggaran dari Bapak” Mr. HB masih berusaha tegas, tapi matanya tetap melotot memandang lurus ke belahan gunung kembar di depannya. “Ayolah Pak, nggak ada yang bakal tahulah kalo Bapak ga cerita-cerita” desak Vani terus. Tiba-tiba si Mr. HB bangkit dari kursinya dan berjalan menuju sisi Vani lalu duduk di atas meja tepat di samping Vani “Boleh saja. Tapi ada syaratnya” kata si Mr. HB sambil tetap memandangi belahan dada Vani. “Syarat apaan Pak?” tanya Vani sudah mulai khawatir melihat perilaku Mr. HB. “Kubari kau waktu sehari lagi untuk kumpul itu paper, asal kau ijinkan aku meremas-remas kau punya susu itu hehe” ujar Mr. HB sambil menyeringai mesum.</p>
<p style="text-align: justify;">“HEHH..” kaget Vani mendengar penawaran mesum Mr.HB dan reflek menutup dadanya dengan kedua tangannya. “Terserah kau Vani. Bapak cuma tawarkan solusi yang win-win buat kau. Bapak senang, kau pun senang” ujar Mr.HB dengan lagak tidak butuh. “Aduhh.. gue kasi ga ya? Kalo ntar dia nglunjak gimana? Tapi gue juga ga mau ngulang lagi tahun depan” Vani menimbang-nimbang penawaran tersebut dalam hati. Vani tidak sadar kalau tangannya turun dan tidak lagi menutupi tokednya ketika sedang berpikir untuk terima atau tidak tawaran Mr.HB tersebut. Tapi Mr.HB menganggap diamnya Vani dan fakta bahwa Vani tidak lagi melindungi tokednya, sebagai tanda bahwa Vani menerima tawarannya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“AAHH…” Vani memiawik kaget ketika dua tangan muncul dari balik punggungnya dan langsung meremas kuat-kuat kedua bongkah tokednya. “Lho.. Bapak ngapain sihh.. Kan saya blumm..Aakkkhhh… ahhh… hmmppfffffffhhhhh..” protes Vani terpotong desahannya karena mendadak gelombang listrik dan kenikmatan melonjak dari kedua putingnya. “Kau ternyata tidak pake BeHa Vani… kenyal sekali toked kau ini” ujar Mr.BH di samping telinga Vani sambil memilin-milin puting Vani dari balik kain kemejanya. Rangsangan pada tokednya yang tiba-tiba ini, seolah mengingatkan tubuh Vani bahwa ada libido yang terpendam dan menuntut untuk dipuaskan sejak siang tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Serangan tangan Mr.HB semakin gencar. Kedua tanganya sudah menyelusup ke balik kemeja Vani, dan dengan leluasa meremas-remas melon putih dan kenyal tersebut. “Hahhhh…haahhh… aammmhhhhhffffff…” desah Vani keenakan, apalagi lidah Mr.HB menjilati leher jenjang Vani dengan liarnya. Mr.HB kini pindah berlutut di samping Vani. Beliau sudah tidak tahan untuk mencaplok toked Vani yang menggiurkan tersebut. Mr.HB membuka mulutnya lebar-lebar, dan menelan ¼ toked Vani dari ujung putingnya. Kemudian Mr.HB menghisap kuat-kuat puting Vani yang sudah menegang keras sampai keluar suara yang keras. Sluuuurrppp.. Slurrrppppp… Terang saja Vani semakin belingsatan tokednya diperlakukan seperti itu, karena tokednya sensitif banget. “Aaaahhhhaaaahhhh…. Haahhhhhh…SShhhhhhhhh.. Enak banget Pakk…” erang Vani tak tertahankan lagi. Menyadari muridnya makin terangsang, perlakuan Mr.HB pada toked Vani semakin menjadi-jadi. Cupangan memerah menyebar di sekujur bulatan toked Vani yang putih. Gelinjang tubuh Vani pun menjadi-jadi, sehingga bagian bawah kemejanya tersingkap dan membuat Mr.HB terhenyak. “Kau juga tak pakai celana dalam Vani.. Wah wah.. kau memang sudah siap untuk dienthot ternyata” ujar Mr.HB penuh sukacita sambil memasukkan jari tengahnya ke sela-sela mhemek Vani yang sudah basah kuyup. Begitu jari tengah Mr.HB melesak sepenuhnya ke dalam lubang mhemeknya, tubuh Vani langsung melengkung dan lenguh kenikmatannya terdengar “Ouuhhhh….hhhuuuuhhh… iyhaa.. iyhaa… disitu Pak.. benar disitu Pak.. kocok yang kenceng Phak…” pinta Vani penuh nafsu. Dengan senang hati Mr.HB memenuhi permintaan anak didiknya itu. Jari tengahnya keluar masuk mhemek Vani, dan diselingi gerakan mengobel-ngobel yang agak kacau, sehingga bunyi kecipakan becek terdengar. Tak sampai semenit Vani mulai merasakan bahwa rasa gatal yang menggerayangi sekujur mhemeknya terasa semakin menghebat. Semakin kencang dikocok, rasa gatal tersebut semakin memuncak dan meruncing ke bibir-bibir mhemeknya. Dan tanpa dapat ditahan lagi, orgasme pertama Vani di hari itu meledak juga. “OAAAAAAHHHHH….. AGGHHHHH….HHAAAHHHHHHH..” lenguh Vani panjang sampai punggungnya ikut melengkung akibat terpaan gelombang orgasme yang sudah dinanti-nantinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mr.HB sempat terpana demi menyaksikan betapa hebatnya reaksi orgasme Vani. Sedetik kemudian ia tersadar, dan cepat-cepat bangun untuk melepas celananya. Ketika Vani mendapatkan kembali kesadarannya 30 detik kemudian, Mr.HB sudah hendak melepaskan celana dalamnya. Cepat-cepat Vani berdiri dan berkata “Ehh.. Bapak mau ngapain? Perjanjiannya kan cuma remas-remas susu. Ini kan sudah lebih dari remas-remas” ujar Vani ketus.“ Sambil tetap melorotkan celana dalamnya Mr. HB berkata “Sudahlah Vani, Bapak tau kau juga lagi horny. Kuberi kau poin A kalau kau mau Bapak enthot sekarang. Ya?” Mr.HB mencoba tawar menawar. “Hah? A? Bener ya Pak” tanya Vani. “Kalau gitu Bapak tulis dulu di kertas evaluasi Bapak, bahwa nilai Saya A, baru kita lanjut” ujar Vani licik. “Mana bisa begitu Vani. Kertas evaluasi kan baru Bapak bisa isi kalo sudah UAS” Mr.HB semakin desperate. Sambil berlagak mengancingkan kemeja bagian atasnya, Vani berkata “Ya sudah kalau begitu. Sampai ketemu besok ya Pak”. Susah payah bergerak karena celana dalamnya masih melingkar di mata kaki Mr.HB cepat-cepat berkata “Eh.. eh. Iya..iya.. Bapak nilai sekarang. Kau duduk saja manis di sofa sana ya”. Setelah itu cepat-cepat Mr.HB menaikkan CDnya dan membongkar-bongkar mejanya. Lalu setelah menulis singkat diatas sebuah map, Mr.HB mendekati Vani di sofa dan menyorongkan map tersebut. Di Form Valuasi, terlihat jelas cuma nama Vani yang sudah mendapat nilai A.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil tersenyum puas Vani berkata “Gitu dong Pak, kan gamp…Eeeiiihhhhh….Hmmppffh!!” Belum selesai Vani menyelesaikan ucapannya, Mr.HB sudah menerkam dan menindih tubuh Vani di sofa, lalu dengan buas melumat bibir Vani. Sambil menjilati leher Vani, tangan Mr.HB dengan cepat melepaskan belt yang melingkari perut Vani, lalu mengangkat kemeja terusannya tinggi-tinggi sampai seperut. Sehingga selangkangan Vani yang minim jembi terpampang dengan jelas. “Eh. Pak..Pak.. sabar Pak. Sabar Pak” Vani agak menyesali omongan asalnya tadi dan berusaha menutupi selangkangannya. Tapi Mr.HB yang sudah dikuasai nafsu birahi, dengan mudahnya menyingkirkan kedua tangan Vani hanya dengan tangan kirinya. Lalu tangan kanannya dengan cepat meremas gundukan mhemek Vani. “Pak jang…Aaahhhhhh….. Auhhhhhh…” ucapan Vani berganti lenguhan terkejut bernuansa nikmat. Cukup dengan beberapa kocokan saja, mhemeknya sudah banjir kembali. “Haahhh.. haahhhhh…. Oohhhhhh.. hmmmppffff….” desah Vani blingsatan karena mhemeknya kini dikocok dengan dua jari, yang kadang menggesek klitorisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sudah kuduga kau suka Vani hehehe..” tawa kemenangan Mr.HB terdengar. Tangan kirinya yang sudah tidak perlu memegangi Vani, cepat-cepat melorotkan CDnya. Konthol Mr.HB yang hitam pekat langsung tampil mengacung tegak. Mr.HB yang konaknya sudah di ubun-ubun, langsung mengangkangkan lebar-lebar paha Vani. Sambil mengocok-ngocok pelan kontholnya, Mr.HB mulai mengarahkan palkon-nya ke bibir mhemek Vani. Vani tidak hanya pasrah, tapi juga sudah berharap agar konthol tersebut menghujam mhemeknya. “Ah… kontholnya si tua ini kecil. Tapi tak ada rotan, akarpun jadi” batin Vani. Tanpa cek medan dan kedalaman, Mr.HB langsung membenamkan dalam-dalam tongkol ukuran 11cm-nya ke dalam lobang kenikmatan Vani. Membuat Vani agak tersedak dan melenguh pendek “Heeggghhh..umhh..”. Mr.HB langsung menyeringai puas “Aggghh.. rapat sekali meqi kau ini Vani..hahhhh”.</p>
<p style="text-align: justify;">Mr.HB langsung menggenjot Vani dengan kecepatan tinggi. Lenguhan kenikmatan Mr.HB mengalahkan desahan erotis Vani yang mulai menikmati pompaan konthol Mr.HB di liang mhemeknya. “Hmmm…ahahhh.. ahhh.. iya Pak.. betul gitu Pak.. lebih cepat Pak.. ahhhh..” ceracau Vani keenakan. Mendengar ceracau Vani yang mesum itu, Mr.HB semakin kehilangan kontrol. Tangannya mencengkram toked Vani kuat-kuat, dan genjotan pinggulanya semakin tidak beraturan. Tiba-tiba, “AAAAHHHHHH…. AKU KELUARR..” lenguh Mr.HB kuat. Peju Mr.HB menyemprot-nyemprot di dalam mhemek Vani. Vani terpana. Baru 3 menit ngeseks, Mr.HB sudah ngecret.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil masih tersengal-sengal, Mr.HB jatuh di atas tubuh Vani. “Hebat sekali kau Vani. Belum pernah Bapak ngrasakan meqi senikmat kau punya” puji Mr.HB sambil beranjak bangkit karena dilihatnya Vani kesusahan bernapas. Dengan mudahnya konthol Mr.HB terlepas dari mhemek Vani, dengan diikuti leleran pejunya yang banyak mengalir di bibir mhemek Vani. Vani gondok setengah mati. “Kupret! Baru juga gue naik. Ini mah bukannya terpuaskan, malah makin horny gue jadinya” batin Vani kesal sambil memperbaiki pakaiannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ya udah Pak. Saya pamit kalo gitu. Ingat ya, cuma sekali ini Bapak bisa nikmatin tubuh Saya. Kalau Bapak mencoba lagi, Saya laporkan ke Dekan kalau Bapak menyalahgunakan kekuasaan sebagai Dosen” sambil berkata seperti itu, Vani memphoto Mr.HB yang bugil dan langsung keluar ruangan dengan judesnya. Mr.HB cuma bisa bengong, dan lemes (tapi puas hehehe). Vani cepet-cepet keluar sebenarnya karena tidak ingin ketahuan si dosen mesum itu kalau dia masih konak habis. Vani cuma ingin cepat-cepat ke toilet untuk membersihkan mhemeknya dari sisa peju, kemudian langsung masturbasi. Sudah ga tahan bo’!</p>
<p style="text-align: justify;">Toilet yang berjarak hanya 10 meter dari ruangan Mr.HB serasa berkilometer bagi Vani yang nafsunya meledak-ledak. Jantungnya berdebar keras, nafas Vani memburu dan mhemeknya berkedut-kedut protes minta dikocok. Toilet cewek yang terletak bersebelahan dengan toilet cowok, tidak ada orang sama sekali di dalamnya. Maklumlah, sudah sore jadi banyak mahasiswa dan dosen yang sudah pulang. Vani langsung masuk ke bilik paling dekat pintu, dan membuka pahanya lebar-lebar agar mudah disemprot dengan air. Semprotan keras air terasa sangat nikmat di mhemeknya. Tidak berlama-lama membersihkan, Vani langsung duduk di atas toilet yang telah ditutup atasnya. Dibukanya pahanya, jari telunjuk dan tengahnya bergerak membelai bibir mhemeknya, lalu masuk ke dalam mhemeknya yang sudah banjir lagi. “Hmmmmmmppfffff….sshhhhhhh… ouuhhh… enaknyaa..” desah Vani perlahan, berusaha agar suaranya tidak terlalu keras. Tapi, setelah semenit, Vani sudah lupa situasi, sehingga kocokan dan suaranya makin menjadi-jadi mengiringi nafsunya yang menggelora. “Aahhhhhhhh…. Hahhhhhh… Ouggggghhhhhhh……” lenguh Vani dalam kungkungan birahi. “Ini dia.. ini dia.. aduuhh mhemek gue makin gatelllll…..shhhhhh..” batin Vani yang titik orgasmenya semakin mendekat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba pintu bilik Vani terbuka lebar dan seseorang berdiri tegak di hadapannya. Vani nyaris tersedak karena kagetnya, plus dia hampir saja mencapai klimaksnya. “Oh elu Van. Gue pikir kuntilanak lagi indehoy” kata orang tersebut sambil cengar-cengir. Vani yang terkesima sampai lupa mengangkat tangannya dari selangkangannya, cuma bisa berkata tergagap “Oh..ehh.. Ethan.. Kok lo disini?” tanya Vani salah tingkah. Ditengah rasa shocknya akibat ke gap lagi masturbasi oleh Ethan, Vani setengah tidak sadar kalau Ethan berjalan mendekat dan mengangkat tubuhnya ke pelukan Ethan. Vani baru sadar ketika mukanya sudah dekat sekali ke muka Ethan, yang berkata “Kalo lo lagi horny, napa ga call gue aja. Gue selalu siap kok kalo buat elo” ujar Ethan. Belum sempat Vani membalas ucapan itu, bibirnya sudah dilumat oleh Ethan. Vani gelagepan tapi tidak bisa melepaskan diri dari pelukan Ethan yang kuat. Tidak butuh lama, nafsu Vani sudah menguasai akal sehatnya. Ciuman Ethan diimbangi oleh french kiss Vani yang basah dan panas. Tangan Ethan dengan aktifnya meremas-remas pantat Vani yang sekal dan menonjol. Tiba-tiba Ethan melepaskan ciumannya “Van, kita pindah tempat yuk. Gue tau tempat yang lebih nyaman” kata Ethan agak tersengal-sengal. Tidak menunggu reaksi Vani, Ethan langsung menyeret tangan Vani keluar dari toilet.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan sebenarnya tidak sengaja masuk toilet cewek setelah selesai urusan di dosen lain di lantai yang sama, hanya karena toilet cowok airnya tidak ngalir. Tapi, begitu masuk suara lenguhan cewek terdengar bergema. Story selanjutnya, sudah Anda baca di atas. Vani blingsatan memperbaiki pakaiannya karena Ethan menarik Vani di sepanjang koridor, naik menuju ke lantai 4. Walaupun Vani sebenarnya tidak perlu kuatir, karena koridor bangunan itu kosong. Ternyata Ethan mengajaknya menuju ruangan sekretariat forum mahasiswa manajemen, yang entah bagaimana Ethan punya kuncinya. Setelah masuk ruangan, Ethan mengunci pintu lalu berdiri menghadap Vani “Buka baju lo Van” perintah Ethan. Seperti dihipnotis, Vani langsung menurutinya. Pertama-tama belt besarnya dilepaskan, lalu satu persatu kancing kemejanya diloloskan, maka kemeja terusan Vani pun jatuh tergeletak di lantai. Vani berdiri menantang tanpa sehelaipun benang menutupi, hanya bot coklat berhak semi tinggi yang tetap terpakai, yang malah membuat penampilannya semakin slutty. Ethan pada saat yang sama juga sedang melepaskan celana dalamnya, untuk kemudian berdiri bugil dengan konthol setengah tegak. “Sepong konthol gue Van” perintah Ethan. “Uhh.. haruskah?” rajuk Vani, tapi tetap mendekat ke arah Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani berjongkok di depan Ethan, dan langsung menggenggam konthol hitam Ethan dengan tangan kanannya, lalu mulai mengocok. Kemudian tanpa ragu-ragu, Vani membuka mulutnya lebar-lebar dan memasukkan konthol Ethan sampai setengahnya dan mulai mengemutnya. “Ssshhh… gila.. enak Van..” desis Ethan keenakan sambil memegang kepala Vani dan menggerakannya maju mundur. Konthol Ethan semakin membesar di dalam mulut Vani, dan membuatnya agak kerepotan melakukan blowjob pada konthol selebar 5cm tersebut. Aroma konthol Ethan membuat libido Vani kembali naik ke level tinggi. Sambil melumat-lumat konthol, jari tengah tangan kirinya dengan aktif mengobel-ngobel mhemeknya sendiri. Keasikan masturbasi dengan mhemeknya, Vani malah lupa memblow job Ethan. Konthol Ethan cuma dipegang kuat-kuat, sedang Vani melenguh-lenguh keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan yang kesal, langsung menyuruh Vani mengambil posisi doggy di atas kasur gulung yang ditebar oleh Ethan. “Nungging Van, gue pengen nyodok lo dari belakang” perintah Ethan. Vani melakukannya dengan patuh. Kedua tangan menahan body depan, kaki tertekuk, paha terbuka selebar mungkin, dan pantat ditunggingkan. “Wow.. lo emang napsuin Van” ujar Ethan senang sambil menampar pantat Vani yang sekal dan bundar itu. “Ahhh.. “ Vani cuma mengerang pelan karena tamparan Ethan. Tanpa berlama-lama, Ethan langsung memasukkan palkonnya ke sela-sela bibir mhemek Vani yang sudah basah kuyup. Sambil memegang erat pinggul Vani, Ethan mulai menekan pinggulnya dalam-dalam. “Heeppp… shit.. masih sempit aja ni mhemek” maki Ethan senang, sambil menekan agak keras sehingga setengah batang kontholnya amblas, SLEPP… “Akkhhhhhh…. “ erang Vani agak keras, setengah kaget karena tiba-tiba mhemeknya disesaki oleh benda asing yang sangat tebal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil berusaha menoleh ke belakang, Vani memohon “Ayo Than, langsung dikocok.. Mhemek gue udah gatel banget nihh..” rengek Vani manja plus horny. Ethan semakin bersemangat untuk menggenjot Vani dari belakang. Pantat Ethan dengan aktif mulai maju mundur, menghajar mhemek Vani dengan hujaman-hujaman kontholnya yang besar. “Aaaahhhh.. haaahhhh… ouugggghhhh.. “ lenguh Vani. “Hmmppff.. buseet… gatel di dinding mhemek gue rasanya digaruk-garuk enak banget… Gede banget konthol si Ethan.. Gillaaaa….Mau tereak aja rasanya… aahhhhh..” batin Vani yang semakin terbuai nafsu birahi. Akibat pompaan Ethan, tubuh Vani terguncang-guncang maju mundur dengan kuatnya. Tokednya yang 36C tanpa ampun bergoyang-goyang heboh tak tentu arah. Ethan yang tidak puas cuma meremas-remas pantat Vani, menggapaikan tangannya untuk meraih toked Vani yang bergoyang bebas.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil meremas-remas sepasang daging kenyal bundar dada Vani, Ethan menceracau keenakan “Gillaa.. toked lo besar banget Van… Lo demen kan gue remes-remes gini..”. Ethan tak perlu jawaban langsung, karena lenguhan Vani yang semakin keras sudah menunjukkan betapa Vani juga menikmati setiap remasan di tokednya. Tidak sampai 5 menit digempur dengan doggy style, tubuh Vani sudah menegang. Lenguhannya semakin keras “Ahhh.. ouuuggghhhh.. yahh.. yahh.. cepetin Than.. cepetin ngocoknya..Ahh..ahhh..” Vani mencerocos di sela-sela erangannya. Memenuhi request Vani, Ethan meningkatkan RPMnya. Dan…….”OUUUUUUGGGGHHHHHH……. GUE KELUAR.. GUE KELUAR….AAAHHH…” jerit Vani sambil mengejan-ngejan. Ethan merasakan ada semprotan pelan di kontholnya. Diturunkan kecepatan kocokannya, untuk membiarkan Vani cooling down dan ambil nafas dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hah.. hah…hah… gila.. enak banget.Than..” ujar Vani yang nafasnya masih tersengal-sengal. Ethan pelan-pelan mencabut kontholnya. Walaupun sudah pelan-pelan, tetap saja Vani terpekik kecil ketika konthol itu dicabut. “Auh.. kok dicabut?” tanya Vani kaget. Ethan tidak berkata apa-apa, tapi langsung membalikkan tubuh Vani sehingga terlentang. Toked Vani yang menggunung indah menjadi sasaran lumatan bibir Ethan. Sambil meremas-remas dengan kuat, puting Vani dijilat-jilat dan dipermainkan dengan lidah oleh Ethan. Libido Vani langsung naik lagi. Bahkan rasa gatal di mhemeknya kembali dengan lebih hebat. “SShhhhhh… hhmmppfffff… “ desis Vani keenakan karena tokednya sekarang sedang dikenyot dan dihisap kuat-kuat oleh Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Haahh.. hahh… Than, gue mau diatas ya” pinta Vani. “Hehe gue emang pengen ngerasain goyangan lo Van” akur Ethan dengan usul Vani. Ethan terlentang dan Vani mengangkang di atasnya, mulai mengarahkan konthol Ethan ke lubang mhemeknya. Tanpa kesulitan batang konthol tersebut amblas langsung 3/4nya. “Heekkhhhhhh… uuuuhhhh… gede banget sihhh…” runtuk Vani yang matanya sampai terpejam karena kenikmatan yang dirasa ketika batang gemuk tersebut menerobos dan menggesek dinding-dinding mhemeknya yang licin. Vani langsung mulai menggoyang pinggulnya dengan gerakan naik turun, sambil tangannya bertelekan di perut sixpack Ethan. Slepp.. slepp.. sleppp… bunyi gesekan konthol dengan dinding becek mhemek Vani. “HHHhhhmmm… hhaahhhhh…. Sshhhhhh…” desah Vani menikmati setiap sentuhan. Karena Vani diatas, dengan mudah dia mengarahkan sentuhan-sentuhan konthol Ethan ke titik-titik yang Vani suka. Sekarang konthol Ethan amblas seluruhnya, dan Vani mulai melakukan gerakan maju mundur, dan diselingi oleh gerakan pinggulnya yang memutar-mutar. Sensasinya? Luarr biasaaa… Ethan merasakan kontholnya dipilin-pilin, dan diremas-remas dengan enaknya oleh cengkraman dinding-dinding licin yang panas mhemek Vani. “Ahhh.. hhaaahhh… gillaa mhemek lo enak bener Vannn….” erang Ethan yang sampai merem melek saking enaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih cepat dari ronde pertama, Vani sudah hampir mencapai orgasmenya lagi. Konthol Ethan menggesek-gesek tepat di titik g-spot Vani. Rasa gatal yang sangat hebat terasa mengumpul disekujur selangkangan Vani, membuat Vani semakin blingsatan goyangannya berusaha menggaruk setiap titik gatal tersebut. Ethan yang tau Vani akan mencapai orgasmenya lagi, mempercepatnya dengan meremas tokednya yang tergantung bebas sambil memilin-milin putingnya. Betul saja, detik berikutnya Vani merasakan ledakan kenikmatan muncrat di lubang senggamanya “OOOAAHHHHHH……. AAAAAUUHHHH…. OUHH… Ouuhhhh…. hmmmmppffffff…” jerit Vani penuh kepuasan. Tubuh Vani bergetar dengan hebatnya, dialiri sengatan listrik orgasme yang bersumber dari mhemeknya dan menyebar ke seluruh tubuh. 15 detik setelah gelombang klimaksnya berlalu, Vani menjatuhkan diri di atas tubuh Ethan. Nafasnya masih tersengal-sengal.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan yang sudah merasa tanggung, tidak lagi menunggu Vani siap. Tangan Ethan menggapai pantat Vani dan mengangkatnya sedikit, agar ada sedikit celah antara selangkangannya dengan selangkangan Vani. Ethan mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, karena kontholnya masih menancap dalam di mhemek Vani. Ethan mengocok dengan cepat. Plak..plak.. plak.. slep..slepp. sleppp.. bunyi benturan tongkol Ethan dengan mhemek Vani, ditingkahi oleh kecipak becek cairan mhemek Vani. “Ahh.. ahh. Thann.. tung… tunggu… jangan dikocok lagi.. ngiluu..” rengek Vani lemas. Tapi, Ethan malah mempercepat kocokannya. Tapi, ternyata akibat kocokan ini, rasa ngilu di mhemek Vani cuma tarasa sebentar. Sekarang malah rasa gatal itu kembali dengan lebih hebat lagi. Tanpa diduga, gelombang orgasme yang lebih dahsyat dari sebelumnya meledak di selangkangan Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">“HIAAHHHHHH…..AAAAHHHHH… OUUFFFHHHHHH…. GUE KELUAR LAGI THANNNN” pekik Vani yang mencapai orgasmenya lagi dengan mata terpejam kuat dan tangan meremas pundak Ethan kencang-kencang. “Hahh.. hah…. Gila.. gila… gue keluar lagii…” desah Vani lemas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan bergerak menggulingkan tubuhnya, sehingga sekarang Vani yang ditindih. “Than.. time out.. time out..Gue nyaris pingsan nih..” Vani memohon dengan suara lemas. “Sorry Van, gue udah nanggung banget nih. Tahanin bentar lagi ya. Gue udah mo keluar juga kok” kata Ethan dengan nafas memburu karena birahinya sudah diubun-ubun kepala. Tanpa menuggu persetujuan Vani, Ethan langsung tancap torsi tinggi dalam posisi misionaris. Konthol Ethan menghujam mhemek Vani tanpa belas kasihan. Keluar masuk dengan cepat, berputar-putar, mengobel-ngobel dinding mhemek yang sempit dan semakin banjir itu. Tanpa bisa ditahan, Vani mengalami orgasmenya yang entah untuk keberapa kali. “ETHANNN… GUE YANG KLUARR NEEHHHH… EEHHHHHHHHMMMMM..” teriak Vani kesal tapi penuh kenikmatan, sambil kelonjotan di bawah tubuh Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan mencabut kontholnya, diiringi lelehan banjir peju dan cairan mhemek Vani. Ethan langsung mengambil posisi di atas perut Vani, dan menjepitkan kontholnya di sela-sela toked biadab Vani. Kedua telapak tangan Ethan merangkum kedua bongkah susu ranum tersebut, dan menjepitkannya kuat-kuat ke kontholnya yang sudah hampir meledakkan peju. Konthol Ethan dikocok dengan cepat di sela-sela toked Vani “Ouuh.. I lovee tits fish..” lenguh Ethan kenikmatan. Tak sampai setengah menit, Ethan merasakan ada gerakan aliran dari pangkal batang kontholnya menuju ke palkonnya. Rasa gatal di palkonnya pun semakin menghebat. Dan ledakan orgasme Ethanpun terjadi juga “OOOOOHHHH… SHIIITTTTT……” lenguh Ethan keras. Semprotan peju langsung menembak. Lelehannya memenuhi toked dan wajah Vani. Dan Ethanpun langsung terbaring lemas di samping Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir 3 menit tidak ada yang berbicara. Hanya nafas memburu yang terdengar semakin perlahan, seiring lewatnya badai kenikmatan seksual. Ethan memiringkan badannya dan langsung menatap Vani. “Gue pikir lo udah ga mau lagi ngenthot sama gue Van” ujar Ethan sambil nyengir nakal. Muka Vani bersemu merah, tapi masih berusaha menjawab dengan ketus “Gue kepepet. Lagi horny habis, ga ada partnernya”. Ethan masih keras kepala “Udah deh. Akuin aja.. si Albert juga ga bisa muasin kaya gue kan?” ujar Ethan dengan PeDenya. Walaupun itu benar, Vani gengsi mengakuinya “Huu.. siapa bilang”. Tapi, ucapan Ethan berikutnya mengejutkan Vani “Lo mau ga jadi fish buddy gue?” “Hah? Maksud lo?” tanya Vani. “Iya.. fish buddy. Kalo lo butuh seks, lo bisa ajak gue. Begitu juga sebaliknya. Tapi cuma sebatas seks. No other commitment. Jadi cowok lo tetep Albert. Ok ga?” terang Ethan. Vani agak bimbang menjawabnya. Kalau mengikuti kata hati (dan kata mhemek), Vani jelas maulah. Cuma gengsi kalo langsung mengiyakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba Ethan menyosor bibir Vani dan melumatnya. “Gue anggap diem lo itu tanda setuju”. Sambil membalas lumatan bibir Ethan, fantasi Vani mulai membayangkan petualangan seks macam apa lagi yang akan dialaminya bersama Ethan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/vani-sex-adventure/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswi Binus Clara Adhelina Supit</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/mahasiswi-binus-clara-adhelina-supit/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/mahasiswi-binus-clara-adhelina-supit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 04:59:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[adhelina]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[binus]]></category>
		<category><![CDATA[clara]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[montok]]></category>
		<category><![CDATA[supit]]></category>
		<category><![CDATA[toge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1351</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata Binus alias Universitas Bina Nusantara bukan hanya mencetak mahasiswa/mahasiswi yang memiliki skill tentang informasi teknologi tapi menciptakan perek ayam kampus yang enak banget buat di entot! apa lagi rame-rame kayak di iklan&#8230; enjoy bro n sis hahaha&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ternyata Binus alias Universitas Bina Nusantara bukan hanya mencetak mahasiswa/mahasiswi yang memiliki skill tentang informasi teknologi tapi menciptakan perek ayam kampus yang enak banget buat di entot! apa lagi rame-rame kayak di iklan&#8230; enjoy bro n sis hahaha&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/04/clara-adhelina-supit-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1352" title="clara-adhelina-supit-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/04/clara-adhelina-supit-1-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/04/clara-adhelina-supit-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1353" title="clara-adhelina-supit-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/04/clara-adhelina-supit-2-209x300.jpg" alt="" width="209" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/04/clara-adhelina-supit-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1354" title="clara-adhelina-supit-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/04/clara-adhelina-supit-3-208x300.jpg" alt="" width="208" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/04/clara-adhelina-supit-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1356" title="clara-adhelina-supit-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/04/clara-adhelina-supit-5-211x300.jpg" alt="" width="211" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/04/clara-adhelina-supit-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1357" title="clara-adhelina-supit-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/04/clara-adhelina-supit-6-208x300.jpg" alt="" width="208" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/mahasiswi-binus-clara-adhelina-supit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara aku, anty istriku dan wanita panggilan</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/antara-aku-anty-istriku-dan-wanita-panggilan/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/antara-aku-anty-istriku-dan-wanita-panggilan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 08:32:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[main gertiga]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[pelacur]]></category>
		<category><![CDATA[pemuas syahwat]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[threesome]]></category>
		<category><![CDATA[wanita panggilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=955</guid>
		<description><![CDATA[Istriku memang luar biasa, dengan paras cantik dan tubuh yang luar biasa sexy. Sungguh beruntung aku menikahinya dulu, seperti cerita yang sudah aku ceritakan di cerita sebelumnya, aku menikahi anty dengan status janda dengan satu anak, namun meskipun sudah memilikii anak tapi tubuh istriku sangat sempurna, bahkan tidak tampak seperti yang sudah punya anak. Pernikahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Istriku memang luar biasa, dengan paras cantik dan tubuh yang luar biasa sexy. Sungguh beruntung aku menikahinya dulu, seperti cerita yang sudah aku ceritakan di cerita sebelumnya, aku menikahi anty dengan status janda dengan satu anak, namun meskipun sudah memilikii anak tapi tubuh istriku sangat sempurna, bahkan tidak tampak seperti yang sudah punya anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Pernikahan kami saat itu masih berusia kurang lebih sekitar 6 bulan, dan eksplorasi sex sudah kami lakukan dengan berbagai macam variasi, memuaskan dan senyum selalu mewarnai suasana setelah kami berhubungan sex. Namun suatu hari, saat kami melakukan hubungan sex di salah satu villa di daerah lembang, waktu itu kami melakukannya di kamar atas dan pada saat melakukan gaya dengan doggy style, menghadap kaca dan pintu yang dibiarkan terbuka agar udara segar bisa masuk, pemandangan sangat indah, bukit-bukit dan beberapa villa lainnya, waktu itu di salah satu villa ada sekelompok anak abg yang sedang menginap juga berpasangan sepertinya, sambil mendesah anty melihat sepasang dari anak abg tadi sedang berciuman di teras villa dimana anak laki2 nya meremas tete anak perempuannya, sambil terengah dan mendesah anty berbicara “akhh,. Sayang..ahkhh, liat mereka sayang..akhhh&#8230; mereka melakukannya diluar villa,, awhh” “iya sayang,, awhhhh…” aku jawab tanpa memperhatikan anak abg tadi, yang aku perhatikan hanya pantat istriku yang sangat indah. Sampai akhir nya istriku mengalami big O dan menjerit nikmat, kemudian diikuti aku yang mendapat big O, dan aku keluarkan di mulut istriku, dikulumnya sampai bersih dan membuat ko***lku ngilu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi bukan cerita sex itu yang akan aku ceritakan, setelah aktifitas sex yang tadi aku ceritakan, aku memeluk istriku erat dan seperti biasa kami berbincang dan bercanda, lalu pandangan istriku menatap mataku dan berkata “ sayang, apa yang sudah aku berikan buat kmu?”, aku terheran mendengarkan istriku “ hah? Kamu sudah berikan segalanya buatku sayang, cinta, sayang, kesetiaan dan banyak lainnya”. Istriku hanya tersenyum, kemudian menciumku dan saat itu kulihat istriku menitikan air mata dan kemudian kembali menjawab “ aku menikah denganmu setelah aku menikah dengan orang lain terlebih dahulu Edwin, kamu tidak pernah merasakan tubuh lain selain tubuhku ini, sementara aku pernah menikmati dan dinimati orang lain”. Kemudian kurasakan istriku memeluku lebih erat “ aku hanya ingin adil win, aku ingin kamu merasakan juga tubuh orang lain agar bsa merasakan tubuhku lebih nikmat lagi, karena aku merasakan bahwa kamu lebih memuaskanku daripada mantan suamiku”. Saat itu aku berfikir bahwa istriku ingin aku membandingkan pelayanan sex nya dengan orang lain, “tidak anty-ku sayang, aku hanya ingin kamu, dan aku tidak ingin merasakan tubuh yang orang lain” sebelum aku selesai berucap, anty sudah memotongku “ please sayang, aku yang ingin, lakukan lah agar aku merasa lega karena seperti hutangku terbayar”. Saat itu kami terus membahas mengenai keinginan anty agar aku berhubungan sex dengan orang lain, alasan demi alasan di utarakan sampai suatu ketika “ gini deh sayang, kmu melakukan sex dengan orang lain selain aku dan agar kamu ga ngerasa risih, aku akan menyaksikan kamu melakukannya agar kamu tahu bahwa aku tidak akn merasa cemburu dan keberatan akan semuanya” anty menjawab dengan wajah ceria dan memanja sambil mencium bibirku setelah berucap seperti itu, “ hmm ga tau ya sayang, aku ga yakin” jawabku sambil tatapanku mentap wajah memanja istriku saat itu, ga tega rasanya. “ kita coba deh ya sayang, sebentar aku telpon seseorang “ anty menjawab sambil berdiri mengambil handphone, berdiri tanpa mengenakan baju dalam hati aku berkata, “bagaimana bsa aku mendapat kepuasan dari orang lain apabila istriku saja memiliki tubuh yang sempurna seperti ini”.<br />
<span id="more-955"></span><br />
“udah melamunnya sayang?” istriku berucap sambil menindihku dan menciumi bibirku. “gini sayang, aku udah telpon seseorang biar dikirim seorang gadis panggilan kesini besok pagi” anty berbicara sambil terus menciumiku, kemudian aku menghentikan ciumannya dan berkata “ secepat ini sayang? Kenapa ga***” belum selesai bicara anty menciumku dalam dan berkata “ mumpung kita lagi berlibur dan anak kita lagi sama c nenek, coba aja dulu kalo ga bsa juga ya ga masalah kan”. Aku bingung dan mencari alasan “ kok gadis panggilan sayang?”, “sayang, dia ini bukan gadis panggilan sembarangan, nanti kamu liat aja sendiri namanya tiffany dan sengaja gadis panggilan agar lebih professional so aku ga perlu takut kamu bakalan selingkuh sama dia dibelakangku, hehe” istriku senyum kecil seolah ini semua masalah yang sepele. –skip-<br />
Keesokan harinya pagi hari, aku membuka mataku tanpa ada istriku, biasanya aku terbangun pagi hari karna istriku sudah menghisap ko***lku. Heran, kemudian aku bangun dari tempat tidur mencari istriku yang ternyata sedang menyiapkan makanan buat sarapanku “morning honey, knapa ga bangunin aku” sambil memeluk istriku dan menciuminya dari belakang saat dia menata meja makan, waktu itu istriku masih memakai silk kimono pendek, g-string dan tanpa bra. “karna kamu butuh istirahat sayang, udah kita sarapan yuk” sambil tangan kananya meraih tengkuk aku dan membalas ciuman mesraku.<br />
Setelah selesai sarapan kami mandi dan seperti biasa jika kami mandi bersama maka sex on the bathroom rajin kami lakukan. Setelah selesai, dan saat itu kami belum mengenakan pakaian lengkap, hanya kimono dan pakaian dalam kami,</p>
<p style="text-align: justify;">tiba-tiba ada yang membunyikan bel “nah itu dia dateng sayang, c’mon kta samperin yuk” istriku berkata sambil menarik tanganku menuju ruang tamu. “ hallo pagi, dengan ibu anty ?” sesorang yang berparas cantik, putih dengan rambut yang diikat, memakai kaca mata hitam, tinggi badannya kira-kira 170 cm, dengan lekuk tubuh yang terlihat jelas di bajunya yang menggunakan kaos tank-top yang di bungkus dengan cardigans, celana jeans selutut dan sandal teplek yang berkesan santai. “ iya saya anty, dan ini suami saya Edwin “, “hallo saya tiffany” sambil mengulurkan tangannya, dan aku jabat tangannya itu, lembut. Ngobrol-ngobrol di balkon atas sambil menikmati hot chocholate, ternyata tiffany ini berusia 22 tahun, dan seorang mahasiswa di salah satu akademi sekretasis di bandung, menjadi high class call girl baru sekitar 6 bulan ini. –skip-<br />
Rencananya kita akan melakukan hubungan sex didepan istriku sendiri nanti menjelang sore, siang itu kami hanya mengakrabkan diri sambil berkeliling di area villa dan jalan-jalan ke daerah wisata setempat, di jalan istriku mulai bicara menyerempet2 “ fan, suamiku ini hebat loh sambil mengusap pahaku “ saat itu aku hanya senyum saja, “oh iya? Beruntung juga dong mbak anty bsa dapetin suami yang hebat “ sambil tersenyum dan matanya melihatku di spion tengah mobil, saat itu fanny sudah tidak mengenakan baju yang tadi pagi dia pakai, dia hanya menggunakan hot pants, dan baju longgar sehingga bisa tergambar tete nya yang berukuran besar (kira-kira sama dengan istriku) dan masih menantang, dan saat pembicaraan itu, fanny yang asalnya bersender di jok belakang kemudian beranjak mendekati kami, dan mulai mengusap pahaku “oh my god” anak ini berani banget dalam hatiku, saat aku menoleh ternyata fany sedang mencium tengkuk istriku, sangat-sangat dan sangat liar “ fan, cukup fan dilihat orang nanti” kata anty sambil tersenggal merasakan ciuman ditengkuknya, biasanya istriku suka banget ciumi aku saat di mobil tanpa perduli ada orang yang memperhatikan kami. Fanny kemudian menghentikan nya dan sambil tersenyum “ iya deh, okay. Kita tunggu sampai di villa yah” tapi tangan nya masih memegang pahaku dan ternyata sudah mengelus ko***lku dari luar celana pendek yang aku kenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita sudah kembali ke villa, dan masuk ke rumah, fanny sudah mulai berlaku nakal, di mengempaskan badannya di sofa ruang tamu, mengangkat kaki nya seraya di rapatkan “ gimana pantatku ga kalah sama mbak anty kan mas “ aku dan istriku tersenyum, anty berbisik di telingaku “ cobain yah sayang”. “kalian koq malah bisik2” fanny mendekati kami dan tiba-tiba dia menciumku di depan istriku sendiri, mulanya aku hanya diam saja sambil melihat ke arah istriku yang tersenyum sambil mengisyaratkan “ go ahead…” aku lalu membalas ciumannya dengan penuh nafsuv (secara gitu kucing di kasih daging), tangan anty melingkat di pundaku, sementara tangan ku sudah mulai meremas bongkahan pantat nya yang masih kencang. “emh..emhkk, akh” desahan mulai terdengar dari mulut mungil fanny ketika aku menciumi lehernya yang jenjang, sementara istriku memperhatikanku di sofa. Fanny yang memang ditugaskan oleh istriku untuk memuaskanku, mulai memegang ko***lku yang sudah mengeras dan langsung dikeluarkannya “ emh, besar mas…emhh..akhh..slruppp” tanpa menunggu lama anty menghisap dan menjilat ko***lku, dan nakalnya fanny dia menghisap ko***lku sambil meremas tete dan sesekali mengusap-ngusap me**knya sendiri sambil matanya menatap dalam kepada istriku. Saat itu istriku mulai ga keruan duduknya, gelisah kuperhatikan istriku mulai menyentuh tubuhnya sendiri, meski hanya dari luar bajunya, tapi short dress yang biasa dipakai istriku sangat tipis, lekuk tubuhnya yang tetap terindah buatku menjadi semakin terlihat. Aku mengangkat tubuh fanny, aku buka baju longgar nya dan kuturunkan hot pants nya, terlihatlah bra renda yang sexy dengan g-string yang juga berenda dan dua-dua nya berwarna merah, aku balikan tubuh fanny dan aku posisikan dia menungging sambiil berpegangan ke meja, kemudian aku mulai menciumi pantatnya sambil aku mainkan jariku di belahan me**knya yang masih tertutup g-string, aku melihat istriku dengan tanpa merasa risih mulai meremas tete nya dan mulai memainkan jarinya di me**k dan mendesah-mendesah kecil.<br />
Perlahan aku menurunkan g-string yang dipakai fanny, aku lihat me**k yang putih, mulus, indah. Tak heran aku dia menjadi high class call girl, aku keluarkan lidahku dan mulai ku jilat lembut permukaan me**knya, fany mendesah tertahan “awhhh,,,sshhh…akhhh mas, akhh” fany menggigit bibirnya sendiri sambil menatap anty istriku yang juga mulai menikmati suasana ini, anty dengan mata memejam, meremas tete nya dan mulai memainkan i**lnya, karena g-string istriku sudah di kepinggirkan. Semakin lama jilatanku di me**k fany semakin liar, tak sadar aku menjilati lubang pantatnya dan ternyata fanny merasakan kenikmatan yang diinginkannya “ nah, itu mass. Awhhh..akhhh” lidahku mulai membasahi lubangnya dan kutekan di lubangnya fany menjerit “akkhhhhhh,, mas….akhhhh” setelah basah, aku mulai menghentikan jilatanku, berdiri di belakang pantat fany yang ga kalah bulat disbanding dengan istriku, aku mengarahkan ko***lku ke lubang me**knya, ketika kumasukan ternyata lubang me**knya masih sempit, fany memekin “awhhhh,,,,hupphh,,,ehh…aaaaahhhhhhh” semua batang ko***lku kumasukan kedalam lubang me**k fany, ku tarik pelan-pelan dan ku masukan lagi secara tiba-tiba dan sekaligus “ awwwwwhhhhhhhh,,,,,” fany menjerit-jerit saat me**knya ku e*e, dengan irama yang kuatur cepat, pelan, istriku tersenyum sambil mengocok me**knya sendiri memakai dua jari nya, sungguh aku sangat horny saat melihat istriku masturbasi. Setelah puas dengan doggy style aku mengangkat tubuh fanny dan kubaringkan di sofa tepat di hadapan istriku, aku tarik bra nya sampai terlepas dan tete nya sunguh membuatku ingin meremasnya. Ku angkat kakinya ke atas dan kubuka selangkangannya, lalu aku kembali mengarahkan ko***lku ke lubang me**knya, kali ini aku masukan perlahan sampai setengah batang ko***lku masuk, dan kemudian aku tekan kuat sekali sampai fany menggelinjang “awhhhh,… mbak anty,,, ahhh,,,, ahhh mass edwinn” fany semakin gelagapan dan mulai menjambak rambutku, tanganku tak berhenti meremas tete fany yang sangat indah. Istriku yang berada dekat dengan kepala fany yang terbaring di sofa, kemudian berdiri, melepaskan short dress nya dan di ikuti melepas bra warna hitam dan g-string nya, kemudian membuka belahan me**knya dia mainkan i**lnya kasar sekali, fany yang melihat istriku dengan tubuh nya yang sangat sexy kemudian menarik tangan istriku dan berkata “ sini mbak sama fany aja” istriku kemudian menaiki sofa dan berjongkok di atas wajah fany, dan berhadapan denganku yang sedang meng**e fany, sambil aku berciuman nfasu dengan istriku aku tetap menge*e fany dengan kasar, dan fany yang sangat merasakan nikmat, melampiaskannya dengan menciumi i**l istriku dan lubang pantat istriku. Tak lama dalam posisi itu fany menjerit “ awh mas,, awhhh.. fany keluar mas..akh.” ternyata fany mengalami big O nya yang pertama. Tubuhnya mengejang hebat, tanpa kami hiraukan aku terus menggenjot me**knya dan istriku terus menggoyangkan pantat nya di muka fany. Istriku tersenyum menantang kepadaku, kemudian mengangkat tubuhnya, aku berdirikan fany, kemudian aku duduk di sofa, dan fany duduk di pangkuanku memasukan ko***lku kedalam me**knya “ akhhhhhh” fany memejamkan mata saat ko***lku kembali masuk ke lubang nikmatnya, hebatnya istriku, yang mulai berjongkok di bawah, dan menciumi biji-biji ko***lku, serta menjilati lubang pantat fany yang membuat fany semakin kasar menduduki ko***lku “ awhh, mash…mbak anty.. kkkalliiaann,,, memang gilaa” sambil terus menaik turunkan pantatnya yang semakin kasar, sampai kemudian dia menjerit “awwwwwhhhhhhhhhhhh… mbakkk antyyyy ennaakkkk “ ternyata istriku menyimpan jari telunjuknya searah ko***lku sehingga saat fany menduduki ko***lku sekaligus tanpa disadari jari telunjuk anty masuk ke dalam pantat fany.<br />
Setelah posisi duduk aku berbaring di sofa namun fany tetap naik dan turun di atas ko***lku, istriku menyudahi memasukan jarinya ke dalam pantat fany, dan mulai duduk jongkok di wajahku, sambil berkata “puasin aku juga yah sayang” duduknya maju mundur dan sesekali mengocokan me**knya menggunakan jari di depan wajahku, fany yang merasa nikmatnya berkurang setelah istriku menyudahi memasukan jari di pantatnya, mulai memasukan jarinya sendiri di pantat nya. Sungguh gadis yang nakal ternyata fany. Agar semua mendapat kepuasan, akhirnya aku perintahkan mereka menunggin di sofa berepegangan di sandaran sofa nya, dan kemudan aku e*e mereja bergiliran, fany aku e*e dengan kasar, kemudian istriku, kembali lagi kef any, dan indah nya kulihat mereka berciuman yang membuatku sangat bernafsu. Tak lama istriku mendapatkan big O nya dia menjerit dan mengejang “ akh sayang,, sayang.. aku dulu sayang,, akhhh,,,akhhh..akhhhhhhhhhhhh” fany yang belum mendapat big O ke2 nya aku hajar terus dengan kasar, dan istriku mengocokoan jari nya di pantannya fany “ akhh… awhhhhh,, mass Edwin,… mbak…. Teruss.. ahhh…..ahhhh,” dan kembali me**knya merapat, menegang, tubuhnya bergetar, dan menjerit nikmat “ akhhhh,, masss….mmmhhhh….akhhhhh,, fanyyyy keeluuuuarrr maasss,,, akkhhhhhhhhhhh”. Fany melenguh dan meski me**knya menjadi sangat banjir aku terus e*e dan tak lama kemudia aku yang big O “ aku keluar sayang, aku keluar…” , “ keluarin di mulut kami sayang “ istriku menjawab dengan masih mengocokan jarinya di pantat fany, aku cabut ko***lku ku kocokan dengan tangan dan lalu “ akkhhhhh….shhhh…akhhh” aku keluarkan cairan hangat dan kental di wajah fany dan istriku. Kami terkulai lemas di sofa ruang tamu dan kami tertidur. Begitu bangun kami mandi terpisah, dan malam harinya kami tidak melakukan hubungan seks, kami mengobrol di ruangan yang tadi siang kami pakai untuk melakukan seks yang tidak pernah aku sangka sama sekali.
</p>
<p style="text-align: justify;">Besok harinya fany di jemput seseorang, dan ternyata dia itu pacarnya sendiri, dan anehnya pacarnya tau apa yg dilakukan fany di villa ini. Itupun aku tau dari obrolan kami semalam. Istriku merasa puas dengan apa yang terjadi, dia merasa sekarang kami sama-sama pernah berhubungan dengan orang lain, menjadikan kehidupan seks kami lebih hangat, 3 some yang saya lakukan hanya terjadi saat itu saja, dan tidak berlanjut. Itulah cerita aku dan istriku yang berksplorasi bersama fany, sang mahasiswa di lembang bandung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/antara-aku-anty-istriku-dan-wanita-panggilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tya, Amoy Mahasiswi Sebuah PTS di Surabaya</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/tya-amoy-mahasiswi-sebuah-pts-di-surabaya/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/tya-amoy-mahasiswi-sebuah-pts-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 06:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[perawan]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>
		<category><![CDATA[telanjang]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=858</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-859" title="tya mahasiswi sby amoy 1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-1-300x224.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 1" width="300" height="224" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-860" title="tya mahasiswi sby amoy 2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-2-300x224.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 2" width="300" height="224" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-861" title="tya mahasiswi sby amoy 3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-3-300x224.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 3" width="300" height="224" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-4.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-862" title="tya mahasiswi sby amoy 4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-4-300x224.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 4" width="300" height="224" /></a><br />
<span id="more-858"></span><br />
<a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-5.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-863" title="tya mahasiswi sby amoy 5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-5-300x224.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 5" width="300" height="224" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-6.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-864" title="tya mahasiswi sby amoy 6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-6-300x225.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 6" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-7.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-865" title="tya mahasiswi sby amoy 7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-7-225x300.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 7" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-8.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-866" title="tya mahasiswi sby amoy 8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-8-225x300.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 8" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-9.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-867" title="tya mahasiswi sby amoy 9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-9-225x300.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 9" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-10.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-868" title="tya mahasiswi sby amoy 10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-10-300x225.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 10" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-11.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-869" title="tya mahasiswi sby amoy 11" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-11-225x300.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 11" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-12.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-870" title="tya mahasiswi sby amoy 12" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-12-225x300.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 12" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-13.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-871" title="tya mahasiswi sby amoy 13" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-13-225x300.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 13" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-14.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-872" title="tya mahasiswi sby amoy 14" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-14-300x225.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 14" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-15.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-873" title="tya mahasiswi sby amoy 15" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-15-300x225.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 15" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-16.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-874" title="tya mahasiswi sby amoy 16" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-16-225x300.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 16" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-17.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-875" title="tya mahasiswi sby amoy 17" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-17-300x225.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 17" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-18.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-876" title="tya mahasiswi sby amoy 18" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/09/tya-mahasiswi-sby-amoy-18-225x300.jpg" alt="tya mahasiswi sby amoy 18" width="225" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/tya-amoy-mahasiswi-sebuah-pts-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bokep Mahasiswi Baru BSI 2009</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/bokep-mahasiswi-baru-bsi-2009/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/bokep-mahasiswi-baru-bsi-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 14:04:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bokep 3gp]]></category>
		<category><![CDATA[Bokep Download]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[anak kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[maba]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi baru]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[video porno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=685</guid>
		<description><![CDATA[Wah!!! lagi musim &#8220;maba&#8221; nih, mahasiswi baru mau masuk kuliah saja sudah salah gaul kayak gini gimana jadinya ntar nilai kuliahnya! jangan-jangan nanti dosennya minta ngentot biar dilulusin Tapi heran juga masih baru lulus sma masuk kuliah kok gaya ngentotnya sudah professional banget ya? jangan-jangan sudah sering ngentot sama om om senang nih waktu masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/07/mahasiswi-baru-bsi-2009.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-686" title="mahasiswi-baru-bsi-2009" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/07/mahasiswi-baru-bsi-2009-300x206.jpg" alt="mahasiswi-baru-bsi-2009" width="300" height="206" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Wah!!! lagi musim &#8220;maba&#8221; nih, mahasiswi baru mau masuk kuliah saja sudah salah gaul kayak gini gimana jadinya ntar nilai kuliahnya! jangan-jangan nanti dosennya minta ngentot biar dilulusin <img src='http://www.ceritasex.cn/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Tapi heran juga masih baru lulus sma masuk kuliah kok gaya ngentotnya sudah professional banget ya? jangan-jangan sudah sering ngentot sama om om senang nih waktu masih sma atau di entotin ama pacarnya di wc sekolahan hahaha.. ah masabodo yang penting nih cewek hot buat di entot dan di nikmati rame-rame hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://rapidshare.com/files/257576237/Mahasiswi_Baru_2009_BSI.mpg" target="_blank">Download sini videonya!</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/bokep-mahasiswi-baru-bsi-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Linda, Mahasiswi UPN Ngentot Sambil Berdiri</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/linda-mahasiswi-upn-ngentot-sambil-berdiri/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/linda-mahasiswi-upn-ngentot-sambil-berdiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 22:44:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bokep 3gp]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[cipok]]></category>
		<category><![CDATA[linda]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot sambil berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=498</guid>
		<description><![CDATA[Gila ni cewek doyan ngentot sambil berdiri Download klik disini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/Linda-mahasiswi-UPN.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-499" title="Linda-mahasiswi-UPN" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/Linda-mahasiswi-UPN-300x245.jpg" alt="Linda-mahasiswi-UPN" width="300" height="245" /></a></p>
<p>Gila ni cewek doyan ngentot sambil berdiri <img src='http://www.ceritasex.cn/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  <a href="http://rapidshare.com/files/249741191/Linda-mahasiswi-UPN.3gp" target="_blank">Download klik disini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/linda-mahasiswi-upn-ngentot-sambil-berdiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nonik AKA Thalia, Ayam Kampus Univ XXX SBY.</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-univ-xxx-sby/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-univ-xxx-sby/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 22:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[abg muda]]></category>
		<category><![CDATA[abg seksi]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[ayam bugil]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[noniq]]></category>
		<category><![CDATA[perek]]></category>
		<category><![CDATA[pink]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>
		<category><![CDATA[thalia]]></category>
		<category><![CDATA[toked]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-470" title="nonik-aka-thalia-ayam-kampus-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-1-240x300.jpg" alt="nonik-aka-thalia-ayam-kampus-1" width="240" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-471" title="nonik-aka-thalia-ayam-kampus-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-2-300x169.jpg" alt="nonik-aka-thalia-ayam-kampus-2" width="300" height="169" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-472" title="nonik-aka-thalia-ayam-kampus-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-3-300x165.jpg" alt="nonik-aka-thalia-ayam-kampus-3" width="300" height="165" /></a><br />
<span id="more-469"></span><br />
<a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-4.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-473" title="nonik-aka-thalia-ayam-kampus-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-4-300x210.jpg" alt="nonik-aka-thalia-ayam-kampus-4" width="300" height="210" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-5.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-474" title="nonik-aka-thalia-ayam-kampus-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-5-300x166.jpg" alt="nonik-aka-thalia-ayam-kampus-5" width="300" height="166" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-6.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-475" title="nonik-aka-thalia-ayam-kampus-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-6-300x279.jpg" alt="nonik-aka-thalia-ayam-kampus-6" width="300" height="279" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/nonik-aka-thalia-ayam-kampus-univ-xxx-sby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ririn Anak Kost Hiperseks</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ririn-anak-kost-hiperseks/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ririn-anak-kost-hiperseks/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 13:13:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[anak kost]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[hyperseks]]></category>
		<category><![CDATA[kost putri]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[ngento]]></category>
		<category><![CDATA[ririn]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali kenalan dengan Ririn waktu saya mengantarkan pacar saya pulang ke tempat kostnya. saya tidak tahu kalau tempat kost itu juga menerima kost untuk hostes-hostes night club. Penghuninya kurang lebih ada 16 orang, cewek semua. Mahasiswinya ada tiga, selebihnya cewek night club semua. Suatu hari waktu saya ke tempat kost pacar, tidak tahunya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pertama kali kenalan dengan Ririn waktu saya mengantarkan pacar saya pulang ke tempat kostnya. saya tidak tahu kalau tempat kost itu juga menerima kost untuk hostes-hostes night club. Penghuninya kurang lebih ada 16 orang, cewek semua. Mahasiswinya ada tiga, selebihnya cewek night club semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari waktu saya ke tempat kost pacar, tidak tahunya di pintu kamar pacar ada note yang isinya dia pulang ke Bandung karena ada urusan keluarga. Ketika saya jalan mau turun tangga, eh Ririn baru keluar dari kamar mandi, dia tersenyum kepadaku. Saya balas senyumnya. Terus dia jalan masuk ke kamarnya. Saya pelan-pelan jalan melewati kamarnya. Seperti biasa kamarnya tidak dikunci dan kelihatan Ririn sedang berdiri di depan cermin merapikan rambut, bugil berat. Penisku langsung berontak. Tapi dia sepertinya tidak peduli, dia cuma melirik sekilas, terus melanjutkan nyisir rambutnya. Saya tegang banget, saya cepetin langkahku sambil menahan ngilunya penis saya yang kejepit CD.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mas Andi kecewa ya pacarnya tidak ada?&#8221;, tiba-tiba suara Ririn menghentikan langkahku. Saya langsung berbalik kembali ke kamarnya. Saya berdiri di depan pintu.<br />
&#8220;Ah tidak&#8230;, cuma kaget saja kok tiba-tiba pulang ke Bandung&#8221;, jawabku pura-pura melihat ke lantai.<br />
&#8220;Dari pada tidak ada mainan&#8230;, gimana kalau mainin Ririn saja Mas?&#8221;, saya kaget banget dengar komentar vulgar seperti itu.<br />
&#8220;Maksudnya?&#8221;, saya pura-pura lugu. Ririn melirik genit terus matanya dikedipin.<br />
&#8220;Ririn masih ada waktu satu setengah jam lagi kok&#8230;&#8221;.<br />
&#8220;Terus?&#8221;.<br />
&#8220;Kata pacar Mas, Mas suka mainin memeknya&#8221;. Sialan juga pacarku, masak rahasia kencan diobral ke perempuan seperti gitu. Saya jadi kesel campur malu.<br />
&#8220;Kalo Mas mau, mainin saja punya Ririn&#8230;, dari pada tidak ada yang bisa dimainin&#8230;&#8221;, Ririn berkata sambil berjalan ke arahku. Lalu tangannya meremas penisku yang sudah tegang banget.<br />
&#8220;Wow&#8230;, keras banget. tidak usah takut, Ririn bebas dari penyakit kok&#8221;, saya tidak bisa jawab apa-apa lagi. Pintu lalu dibanting pakai kakinya. Terus tahu-tahu saya sudah bugil di depan Ririn. Penisku dikocokin lembut. Rasanya nikmat banget. Jauh lebih nikmat dari pada kocokan pacarku.<br />
<span id="more-454"></span><br />
Ririn memajukan wajahnya yang manis, terus saya kulum mulutnya. Kita ciuman dengan buas, tanganku meraba clitorisnya, terus saya mainin clitorisnya, saya korek-korek liang kewanitaannya. Bulunya lebat banget. Tiba-tiba Ririn jongkok terus penisku disedotnya, dijilat-jilat seperti lagi menjilati permen lolypop. Saya lihatin kegiatannya. Saya setubuhi mulutnya, biji penisku juga dijilatinya.
</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya saya dorong dia ke atas ranjang, terus kita ambil posisi 69. Saya melakukan survey dengan lidah. Saya hisap-hisap bulunya yang masih lembab, karena baru mandi. Dari celah kewanitaannya masih tercium bau sabun, harum sekali, saya buka bibir kemaluannya yang berwarna merah tua. Lubang bagian dalam warnanya merah muda, saya lihat ada lubang kecil, mungkin itu lubang pipis. Saya sedot clitorisnya, terus saya masukin lidahku sedalam-dalamnya. Ririn menjerit kecil, saya makin horny. Terus saya berbalik, sekarang saya sedotin puting susunya yang kecil, tangan saya meremas payudaranya dengan keras. Saya lihat dia menggigit bibir, tapi dia tidak mencoba berontak atas kekasaranku. Saya jadi makin gila, penisku yang sudah tegang langsung saya sodok ke lubang senggamanya, ketika masuk&#8230;, aduh enaknya bukan main. Saya jadi ikut-ikutan mengerang nikmat. Saya genjot penisku dengan cepat, kadang saya pelanin terus saya benamkan sedalam-dalamnya sampai Ririn menjerit lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mas, Mas&#8230;, aduh&#8230;, nikmat banget&#8230;, tusuk lagi yang keras Mas..!&#8221; dia mengerang-erang, langsung saja saya ikutin permintaannya. Tak lama Ririn mendesah hebat sambil memeluk badanku erat-erat, badannya meliuk-liuk, tangannya meremas-remas pantatku. Sakit banget&#8230;, sialan. Padahal saya juga pingin keluar, gara-gara diremas begitu spermaku jadi balik lagi. Terus saya angkat kedua kakinya ke atas, langsung saya arahkan lagi penisku ke lubang kemaluannya. Ririn seperti ingin memberontak, tapi saya tahan terus sambil menyodok sekeras-kerasnya ke dalam lubang kemaluannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Gila&#8230;! pelan-pelan&#8230;, aduh, sakit bangeet&#8230;, jangaan terlalu cepet dong &#8230;&#8221;, saya lihat dia sampai keluar air matanya karena kesakitan, tapi aku sudah tak tahan ingin keluar, penisku sudah masuk semua, jepitannya betul-betul membuat mataku nanar. Enak banget!</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pelan-pelan genjotnya Mas&#8230;, kasar banget sich?&#8221;, Tangan Ririn mencubit pantatku, saya sudah tidak peduli, saya genjot terus lubang kemaluannya. Lalu dia melenguh, tapi mencoba menggoyang supaya saya nikmat. Akhirnya saya tidak tahan lagi, buru-buru saya cabut penisku, terus secepat kilat saya sodok ke dalam mulut Ririn yang lagi megap-megap oleh rintihannya. Matanya langsung melotot seperti pingin keluar, tapi penisku sudah masuk dalam banget, saya lihat dia mau protes tapi yang saya rasakan dia mulai menyedot penisku sambil tangannya mengocok penisku. Rasanya tidak ada duanya, sungguh profesional banget cewek ini.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aakhh&#8230;&#8221;, cuma suara itu yang keluar dari mulutku, selebihnya penisku seperti dipompa sampai bocor dalam mulut Ririn. Spermaku sepertinya tidak mau berhenti, rasanya nikmat. Penisku terus dikeluarin, lalu digosok diseluruh wajahnya. Tangannya mengurut penisku, sampai tetesan terakhir spermaku. Dia memandangku dengan pandangan sayu. Saya langsung roboh di atas tubuhnya, saya gigit pundaknya, saya sedotin lehernya, saya kulum telinganya. Dia memelukku sambil menjilati pundakku.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah kejadian itu, saya kontrakin rumah kecil buat Ririn. Terus pelan-pelan saya putusin hubungan saya sama pacarku. Selanjutnya saya tinggal bersama Ririn. Dia terus kerja, saya juga terus kerja. Tiap malam kita bersetubuh sampai hampir pagi, dan itu berlangsung sampai sekarang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ririn-anak-kost-hiperseks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayam Kampus</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ayam-kampus/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ayam-kampus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 15:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[cewek panggilan]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[perek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[Penjual ayam goreng di kampus kalah sama ayam kampus yang satu ini, kalau ayam yang ini sih sudah pasti laris manis hahaha]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/ayam-kampus-1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-346" title="ayam-kampus-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/ayam-kampus-1-300x240.jpg" alt="ayam-kampus-1" width="300" height="240" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/ayam-kampus-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-347" title="ayam-kampus-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/ayam-kampus-2-300x240.jpg" alt="ayam-kampus-2" width="300" height="240" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/ayam-kampus-3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-348" title="ayam-kampus-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/ayam-kampus-3-300x240.jpg" alt="ayam-kampus-3" width="300" height="240" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/ayam-kampus-4.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-349" title="ayam-kampus-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/ayam-kampus-4-300x240.jpg" alt="ayam-kampus-4" width="300" height="240" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Penjual ayam goreng di kampus kalah sama ayam kampus yang satu ini, kalau ayam yang ini sih sudah pasti laris manis hahaha <img src='http://www.ceritasex.cn/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ayam-kampus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Eliza 09 : Petaka Akibat Mengintip</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/kisah-eliza-09-petaka-akibat-mengintip/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/kisah-eliza-09-petaka-akibat-mengintip/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 07:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[eliza]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[jenny]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[oral]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[perkosa]]></category>
		<category><![CDATA[vera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini hari Kamis, pelajaran di sekolahku berlangsung seperti biasa setelah sempat libur tiga hari lamanya karena ada penyelenggaraan bazar di sekolahku. Pagi ini semua berlangsung seperti biasa, hanya aku dan Jenny saling tersenyum penuh arti kalau tanpa sengaja kami beradu pandang ataupun bersenggolan tangan. Hal ini sering terjadi karena kami memang duduk bersebelahan. Bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini hari Kamis, pelajaran di sekolahku berlangsung seperti biasa setelah sempat libur tiga hari lamanya karena ada penyelenggaraan bazar di sekolahku. Pagi ini semua berlangsung seperti biasa, hanya aku dan Jenny saling tersenyum penuh arti kalau tanpa sengaja kami beradu pandang ataupun bersenggolan tangan. Hal ini sering terjadi karena kami memang duduk bersebelahan. Bahkan kadang diam diam aku dan Jenny mencuri curi saling menggenggam tangan di bawah meja. Ya, kejadian di depan rumah Jenny pada akhir liburan kemarin memang mengubah total hubunganku dengan Jenny.</p>
<p style="text-align: justify;">Istirahat pertama tadi kulewatkan bersama Jenny di kantin. Sherly juga ikut nimbrung, dan kami bertiga sudah saling tahu semuanya, hingga tak ada rasa canggung sedikitpun di antara kami bertiga. Kini aku dan Jenny sedan ada di dalam kelas, dan setengah jam lagi adalah waktunya istirahat ke dua. kebetulan aku merasa ingin ke toilet. “Jen, aku ke toilet dulu nih”, bisikku. “Aku ikut sayang”, kata Jenny, membuatku tersenyum geli. “Gila kamu yah? Ya.. terserah kamu sih”, kataku. Lalu aku berdiri dan melangkah ke depan diikuti oleh Jenny.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir bersamaan kami berkata, “Pak, kami ijin ke belakang dulu”. Setelah mendapat ijin dari pak Gatot, aku dan Jenny segera keluar dari kelas, menuju ke toilet, toilet putri tentunya. Tepat sebelum masuk ke toilet, aku menghentikan langkah. “Jen, kamu dengar nggak? Itu…”, aku berbisik agak ragu, sambil menunjuk ke gudang di sebelah toilet ini. Jenny memandangku heran, lalu ia melangkah ke arah pintu gudang itu. “Jennn”, aku berbisik kaget sambil menarik Jenny, karena pintu itu memang agak terbuka, kuatirnya Jenny akan terlihat oleh orang yang ada di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Apa sih El?”, tanya Jenny heran. “Jen, hati hati dong… kamu kan bisa kelihatan oleh mereka yang di dalam? Sebaiknya kita dengarkan diam diam deh”, bisikku lagi. Kemudian kami berdua menajamkan pendengaran, dan tak lama kemudian aku mendengar suara lenguhan perempuan. Lenguhan perempuan yang mungkin sekali sedang keenaan karena disetubuhi oleh laki laki. Aku dan Jenny saling pandang, kulihat muka Jenny memerah. Sedangkan keadaanku sendiri kelihatannya tak jauh beda, karena mukaku rasanya panas, jantungku juga berdegup kencang.</p>
<p style="text-align: justify;">“El, siapa ya yang lagi asyik nih siang siang gini?”, tanya Jenny dengan bingung. Aku mengangkat bahu, dan Jenny dengan hati hati mengintip melalui pintu. Aku juga cukup penasaran dan ikut mengintip. Beberapa saat kemudian aku cukup shock. Aku melihat Vera yang telanjang bulat, sedang bergumul dengan dua siswa laki laki yang tak aku kenal, yang masih memakai seragam sekolah, tapi sudah tak memakai celana panjang abu abunya. Apakah dua siswa itu teman sekelasnya?<br />
<span id="more-306"></span><br />
Dengan cepat aku menahan nafas. Aku mulai mencoba memperhatikan Vera. Ia sedang meliuk liukkan tubuhnya di atas tubuh temannya yang rebahan di atas meja yang sudah ditata itu, mungkin sekali Vera sedang mengendarai penis temannya itu. Benar benar pemandangan yang kontras, Vera yang begitu putih menggeliat di atas tubuh temannya yang jadi terlihat begitu hitam. Aku makin tertegun melihat Vera juga terlihat asyik mengoral penis dari seorang lagi yang berdiri di sampingnya. Pemandangan ini membuat gairahku naik, melihat Vera dengan pipinya yang begitu putih, menggembung karena mulutnya menampung penis temannya yang pasti amat hitam itu.
</p>
<p style="text-align: justify;">Lenguhan tertahan dari Vera, membuat aku makin merasa lemas, dan aku memutuskan berhenti mengintip dan menarik tangan Jenny. Selain itu aku juga takut ketahuan kalau berlama lama mengintip. Jenny mengikutiku masuk ke WC. Aku mencoba mengatur nafasku yang memburu. Kemudian aku masuk ke dalam salah satu dari tiga kamar di WC ini. Tapi ketika aku akan menutup pintu, aku terkejut melihat Jenny sudah menerobos masuk, dan mengunci pintu kamar WC ini. Dan Jenny memandangku dengan tatapan yang membuat aku bergidik.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jen… kamu mmph…”, kata kataku tertahan karena Jenny sudah melumat bibirku dengan sangat bernafsu. Tak butuh waktu lama, aku terlarut dan memejamkan mataku. Aku memeluk Jenny, membalas lumatan bibirnya dengan sepenuh hati. Entah sejak kapan, aku sudah tinggal mengenakan bra, seragam sekolahku sudah dibuang Jenny ke pojok kamar WC ini. Aku balas membuka kancing bajunya, dan beberapa saat kemudian kami berdua sudah telanjang dada dan saling meremasi payudara kami berdua.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eliza…”, desah Jenny. Aku tersipu malu ketika Jenny menatapku dengan sayu. “Eliza… aku juga ingin kamu…”, guman Jenny. Kemudian dengan bernafsu Jenny melucuti sabuk yang mengikat rok seragamku di pinggangku, dan dengan cekatan ia sudah melorotkan rok seragamku. Untung lantai WC ini kering, jadi aku tak perlu mengkuatirkan rok seragamku akan basah. Tapi aku sudah harus mendesah hebat, karena celana dalamku sudah dilorotkan oleh Jenny, dan tanpa berkata apa apa Jenny langsung melumat bibir vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ohh… Jeeeen… ssshhh…”, aku merintih dan mendesah, tanganku sampai harus kutekankan pada dinding karena aku melemas tanpa daya. Jenny dengan kejam terus mengoralku. Kini lidahnya sudah melesak memenuhi liang vaginaku, dan lidah itu bergerak seakan mengorek dinding liang vaginaku. Tentu saja aku makin menggelinjang, tapi Jenny memeluk kedua pahaku dengan kuat, jadi aku tak bisa kemana mana, hanya bisa pasrah sampai Jenny puas mencumbui liang vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jeeen…”, aku mengeluh ketika kurasakan cairan cintaku membanjir. Aku orgasme hebat dan tubuhku mengejang tak karuan. Jenny terus menyeruput semua cairan cintaku sampai habis, baru kemudian ia melepaskan dekapannya pada kedua pahaku. Aku langsung ambruk ke depan dan tertahan oleh Jenny. “Eliza…”, Jenny mendesah, dan ia membelai rambutku dengan mesra. Nafasku masih tersengal sengal dengan kepalaku yang kurebahkan di pundak Jenny.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kamu gila Jen…”, gerutuku ketika aku sudah mulai bisa mengatur nafasku. Jenny tersenyum manis sekali, membuatku ikut tersenyum pada temanku yang cantik ini. Dengan lembut Jenny menyeka vaginaku dengan tissue yang ia ambil dari baju seragamnya. Aku menggigit bibir, ketika usapan lembut dari tissue yang dilakukan Jenny pada bibir vaginaku, membuatku kembali terangsang. Tubuhku rasanya bergetar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Udah dong Jen…”, keluhku ketika Jenny dengan nakal melesakkan tissue itu sedikit ke dalam liang vaginaku. “Iya deh El”, kata Jenny sambil tersenyum menggoda. Aku duduk di WC duduk ini, dan menuntaskan keinginanku buang air kecil. Setelah itu aku mengambil tissue yang kubasahi, dan menyeka liang vaginaku. Jenny dengan nakal menaikkan celana dalamku dan membelai pahaku. Aku cuma bisa menggeleng gelengkan kepala, dan aku mencari baju seragam sekolahku dan memakainya. Lalu kuangkat rok seragam sekolahku, dan kupasang ikat pinggangku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jen.. kita kembali ke kelas yuk”, aku mengajak Jenny, yang mengangguk saja. Kami keluar dari WC ini dan kembali ke kelas. “Lama sekali kalian”, tegur pak Gatot. “Maaf pak, tadi saya sakit perut”, aku mencoba mencari alasan. “Saya juga pak”, Jenny ikut memberikan alasan. “Ya sudah, sana duduk”, kata pak Gatot. Kami segera duduk, dan diam diam aku tersenyum geli. Ketika aku melihat Jenny, ternyata ia juga sedang menahan senyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya bel istirahat kedua berbunyi. Aku dan Jenny sudah akan keluar menuju ke kantin, ketika tiba tiba aku melihat pak Edy masuk. “Eliza, selesai istirahat, temui saya di ruangan saya. Ada yang perlu saya tanyakan berkaitan dengan bazar kemarin”, kata pak Edy. “Iya pak”, jawabku dengan malas, tapi aku berusaha tetap terdengar sopan. Sebal sekali aku melihat senyuman liciknya, dan aku segera menuju ke kantin, dan memang aku jadi kehilangan mood untuk bercanda dengan Jenny ataupun Sherly, tapi aku berusaha untuk tetap menanggapi obrolan maupun canda tawa mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika bel tanda istirahat berakhir berbunyi, aku segera berpamitan, “Sherly, Jenny, aku tinggal dulu ya. Jen, titip pesan sama pak Warno, aku mesti menemui pak Edy nih”. Mereka mengangguk dan aku segera naik ke atas, bersiap menerima nasib buruk. Aku memasuki ruangan pak Edy dengan perasaan kalut. “Silakan duduk Eliza”, kata pak Edy sok ramah. Aku hanya mengangguk, malas menjawab wali kelasku yang bejat ini. Ia beranjak ke arah pintu ruangan ini, melihat keluar sebentar, lalu masuk dan mengunci pintu itu. Aku tahu aku sudah kembali berada dalam kekuasaannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku hanya diam ketika pak Edy yang sudah duduk di hadapanku memandangiku. Risih sekali rasanya dipandangi seperti ini, seakan aku sedang ditelanjangi dan ditaksir berapa nilai tubuhku ini. Benar benar merendahkan sekali. Aku hanya bisa berharap, nasib sialku hari ini cepat berlalu. Pak Edy yang dari tadi memandangiku tiba tiba berkata, “Eliza.. kamu cantik sekali”.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tercekat, dan menunduk. Aku merinding mendengar pujian yang tak sepantasnya dilakukan oleh seorang wali kelas terhadap muridnya. “Pak, apa tidak ada perlu penting? Kalau tidak ada, biarkan saya kembali ke kelas, saya kan harus mengikuti pelajaran”, kataku pelan. Pak Edy terkekeh dan menjawab, “Tentu saja saya ada perlu sama kamu Eliza”. Berkata begitu, ia berdiri dan mendekatiku. Aku tahu, aku akan segera mengalami pelecehan oleh wali kelasku ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku diam saja ketika pak Edy mulai meremasi payudaraku. Ia melanjutkan mencumbuiku, menyibakkan rambutku yang hari ini aku ikat, dan mencium belakang leherku. Bagaimanapun jijiknya, rasa terangsang mulai merambati tubuhku. Aku menggigit bibir mencoba bertahan untuk tidak mendesah. Tapi cumbuan yang kuterima makin bertubi tubi. Kurasakan jilatan pada bagian belakang telingaku kanan dan kiri, sementara tangan pak Edy makin nakal, membuka kancing baju seragam sekolahku dan menyusup ke dalam meremasi payudaraku yang masih terbungkus bra ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aku tak tahan lagi dan mendesah perlahan ketika jari tangan pak Edy berhasil menemukan puting payudaraku. Tekanan yang dilakukan pak Edy pada puting payudaraku ditambah kecupannya pada leherku, membuatku menggelinjang. Aku mencoba mengalihkan tangan pak Edy, tapi aku segera menghentikan niatku karena ancaman pak Edy. “Eliza, jangan coba coba melawan, atau bapak panggil pak Girno dan yang lain untuk menemani bapak”, bisik pak Edy di telingaku. Aku langsung lemas dan pasrah, kubiarkan guru bejat ini menikmati diriku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian baju seragam sekolahku sudah tergeletak di lantai, demikian juga bra dan ikat rambutku. “Eliza, kamu lebih cantik kalau rambutmu dibiarkan tergerai seperti ini”, kata pak Edy dengan bernafsu. Ia mengangkatku berdiri, lalu membuka sabukku, melucuti rok dan celana dalamku. Kini aku sudah polos, tinggal mengenakan sepatu sekolah ini. Dengan nafas memburu pak Edy mendekap tubuhku dan membawaku ke sofa. Setelah aku terbaring di sana, pak Edy segera melebarkan pahaku, dan mulai mencoba memasukkan penisnya ke dalam liang vaginaku. Tapi yang terjadi kemudian sungguh membuat aku hampir tak kuat menahan tawa.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Edy tak mampu melesakkan penisnya ke dalam liang vaginaku. Aku sempat merasakan terjangan penis yang terlalu lunak, rupanya pak Edy belum ereksi sempurna. Padahal terlihat jelas ia sudah sangat bernafsu melumat tubuhku. Aku mencoba memikirkan hal lain supaya tak sampai tertawa di depan wali kelasku ini. Kurang lebih dua kali pak Edy mencoba lagi, dan akhirnya… sleb…</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan wajah puas pak Edy kini mulai memaju mundurkan pinggulnya. Aku tak begitu merasakan sedang disetubuhi, karena penis ini lunak, dan pendek. Tapi aku mencoba berpura pura terpengaruh, dan aku sengaja menggigit bibirku. “Oh… enak ya Eliza”, ejek pak Edy dengan percaya diri. Aku terpaksa pura pura mengangguk, sambil tetap menggigit bibir. Belum lagi aku merasakan apa apa, tiba tiba penis pak Edy sudah berkedut, dan menyemburkan spermanya dalam liang vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah pak Edy puas dan menarik penisnya dari liang vaginaku, aku memejamkan mataku, sekalian mengistirahatkan tubuhku. Aku tak bergerak sama sekali dari posisi tubuhku terakhir saat pak Edy menarik lepas penisnya tadi. Kalau ada laki laki yang melihat cewek yang putih mulus seperti aku, sedang mengkangkang dalam keadaan telanjang seperti ini, pasti aku akan diperkosanya habis habisan. Aku tenang saja, toh tak ada orang di sini, setidaknya itu menurutku. Juga sekalian untuk membiarkan sperma pak Edy keluar mengalir dari liang vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tiba tiba kurasakan vaginaku tertempel sesuatu, yang tak mungkin jari tangan pak Edy, karena kurasakan begitu hangat, dan besar juga. Itu kepala penis! Aku langsung membuka mataku lebar lebar, dan jantungku serasa berhenti. Ya ampun, dia ini kan laki laki yang tadi dioral Vera di gudang? Dan aku makin terkejut ketika di sebelahku sudah berdiri seorang laki laki seumurku, dengan penisnya yang sudah berdiri tegak sekali mengacung ke arah mulutku. Kemungkinan besar dia juga laki laki yang tadi rebahan di gudang dan ditindih oleh Vera .</p>
<p style="text-align: justify;">Belum sempat aku berbuat sesuatu, liang vaginaku sudah terbelah oleh penis laki laki di depanku. “Aaammpphhh…”, aku merintih, tapi segera disumbat oleh penis laki laki yang memang sudah jelas menginginkan servis oralku. Kedua pergelangan tanganku dicengkeram erat, aku sempat berhasil melihat pelakunya, yang ternyata adalah pak Edy! Benar benar biadab, ia memberikan aku pada dua siswa yang sama sekali tak aku kenal ini. Entah apa yang ada di pikiran wali kelasku yang bejat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini aku merasakan liang vaginaku begitu penuh, dan aku menggeliat perlahan ketika kurasakan liang vaginaku diaduk aduk oleh penis pemerkosaku ini. Aku tak berani terlalu banyak bergerak, karena liang vaginaku terasa begitu penuh, apalagi penis itu terasa panjang sekali dan menancap begitu dalam. Aku merasa sedikit menderita dengan keluar masuknya penis itu di liang vaginaku ini. Sedangkan mulutku harus terbuka lebar, dan akhirnya aku pasrah, menjepitkan bibirku pada penis yang sedang maju mundur menikmati sempitnya rongga mulutku.</p>
<p style="text-align: justify;">Penis yang sedang kuoral ini panjang juga, berulang kali kepala penis ini seakan ingin melesak masuk kedalam tenggorokanku, bahkan sebelum bibirku mengulum sampai ke pangkal penis ini. Entah kenapa, aku menginginkan penis ini mengaduk tenggorokanku, dan aku sedikit mendongak, memberikan jalan pada penis ini untuk menembus rongga tenggorokanku. Keringat mulai membasahi tubuhku, karena gairahku sudah mulai naik. Aku berulang kali mendesah dan merintih tertahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasa sakit yang tadi sempat sedikit melanda liang vaginaku, sudah berubah menjadi rasa yang teramat nikmat. Aku mulai menggeliat keenakan. Dengan liang vaginaku yang teraduk aduk sedemikian rupa oleh sebuah penis yang besar dan panjang, sementara tenggorokanku juga teraduk aduk tak karuan, dan ketidak berdayaan dari aku untuk menggerakkan tanganku yang dicengkeram pak Edy, aku tahu sebentar lagi aku harus pasrah dilanda orgasme yang dahsyat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini vaginaku sudah berdenyut hebat. Aku pun makin menggeliat, mengerang dan melenguh tertahan, penuh kenikmatan. Dan penis itu masih mengaduk liang vaginaku dengan liar tanpa ampun. Akhirnya aku melenguh, ”Nggmm…”. Lenguhanku tersumbat ketika tenggorokanku terbuntu oleh kepala penis yang melesak seenaknya, membuat aku tak tahan lagi dan mengejang tak karuan, kedua betisku melejang sejadi jadinya. Aku merasa cairan cintaku membanjir tak karuan, entah sudah sebasah liang vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Pinggangku sudah tertekuk ke atas karena aku tak kuasa menerima nikmatnya orgasme ini, dan dengan pose seperti ini tubuhku pasti terlihat sexy sekali oleh pemerkosaku yang beruntung mendapatkan liang vaginaku ini. Melihat aku orgasme, bukannya berhenti, pemerkosaku ini makin bersemangat mengaduk liang vaginaku. Bahkan ia memajukan tubuhnya hingga tusukan penisnya makin terasa saja. Ternyata ia menginginkan kedua payudaraku. Kedua tangannya meraih sepasang payudaraku ini, dan ia meremas payudaraku dengan sepuas puasnya. Tentu saja aku yang masih dilanda orgasme makin keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku akhirnya mengalami multi orgasme, tubuhku terus mengejang hebat sampai aku kelelahan, orgasme yang susul menyusul terus melandaku. Aku sudah tak bisa merintih lagi, hanya membiarkan tubuhku bergerak diluar kontrolku. Sudah lebih dari satu menit tubuhku tersentak sentak diterjang badai orgasme, dan belum ada tanda tanda pemerkosa liang vaginaku itu akan berejakulasi. Aku mulai menderita dalam kenikmatan yang amat sangat ini, keringatku makin bercucuran membasahi sekujur tubuhku. Aku menatap pemerkosa vaginaku dengan sayu, berharap ia mengerti dan mau memberiku kesempatan istirahat, karea aku tak bisa berkata apapun dengan penis yang sedang memperkosa mulutku ini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Break dulu, nanti dia bisa pingsan”, kata pak Edy tiba tiba, dan mereka berdua berhenti memompa tubuhku. Semua penis yang memompa tubuhku berhenti bergerak, demikian juga payudaraku terbebas dari remasan yang sangat membuatku menderita keenakan ini. Tapi penis yang besar itu masih berada dalam liang vaginaku, dan kurasakan denyutan denyutan yang begitu merangsangku. Cuma setidaknya keadaan ini sudah lebih baik buatku, karena multi orgasme yang membuat vaginaku begitu ngilu ini mulai mereda, hingga rasa tersiksa karena kejangnya otot otot di vaginaku dan sekitarnya, termasuk betisku, otomatis juga berkurang.</p>
<p style="text-align: justify;">Juga dengan berhentinya gerakan penis di dalam mulutku tepat saat kepala penis itu tidak sedang menerjang rongga tenggorokanku, memberiku kesempatan untuk mengambil nafas. Pak Edy juga sudah melepaskan cengkeraman pada kedua pergelangan tanganku, hingga aku bisa mengistirahatkan tanganku yang pegal karena tertarik kencang ke belakang selama beberapa menit. Selagi aku mencoba memulihkan tenaga yang rasanya terkuras habis ini, wali kelas sialan ini memperkenalkan pemerkosaku satu per satu, hal yang harusnya sama sekali tidak penting untuk kudengarkan, tapi toh aku tak bisa berbuat apa apa selain terpaksa mendengarkan pak Edy.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eliza, kenalkan, ini Dedi, kelas 2G, sebelah kelas kamu”, kata pak Edy sambil menepuk pundak pemerkosa mulutku. Aku melihat Dedi, ia benar benar tidak tampan, bahkan cenderung mengerikan dengan bekas luka di hidungnya. Wajahnya sama sekali tidak ramah. Ya ampun, orang seperti ini ada di kelas sebelahku? Aku memang penghuni kelas 2H. Dan pak Edy bergerak ke arah pemerkosa vaginaku. “Kalau ini Pandu, kelas 2G juga”, kata pak Edy. Aku hanya bisa mengarahkan pandanganku ke arah Pandu karena mulutku tertahan oleh penis Dedi yang kokoh ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Pandu juga sama sekali tidak tampan, malah sedikit tongos. Orang orang seperti ini harusnya membuatku jijik atau sedikitnya aku malas berdekatan dengan mereka. Tapi kini mereka sudah mendapatkan tubuhku berkat bantuan wali kelasku yang bejat ini. Ingin aku berteriak pada pak Edy, aku ini kan anak murid kelasnya, mengapa dia tega memberikan aku pada anak murid kelas sebelah seperti ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Kini pak Edy bertanya pada Pandu, “Gimana Pandu? Eliza ini lebih enak dari Vera kan?”. Pandu cengengesan menjijikkan dan menjawab, “Pak Edy memang hebat, bisa memberikan kami amoy secantik Eliza ini. Dan memang benar, Eliza ini memeknya lebih rapat jauh dari Vera!”. Dedi menyambung, “Ndu, nanti loe cepetan ngecrot, gua juga mau coba memek amoy cantik ini!”. Aku memejamkan mata, rasanya terhina sekali mendengar pujian yang sebenarnya amat melecehkanku ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan beberapa saat kemudian, ronde kedua pemerkosaan terhadap diriku dimulai. Pandu mulai menggenjot liang vaginaku lagi. Dedi tak mau kalah, ia menerjangkan penisnya melesak ke dalam rongga tenggorokanku. Kembali aku harus melayani kedua pemerkosaku ini, siswa sekolah ini, yang seangkatan denganku. Kini liang vaginaku sudah begitu basah, dan hunjaman penis itu sudah tak begitu menyiksaku lagi sejak awal. Sedangkan tenggorokanku juga basah oleh air liurku sendiri dan cairan pelumas penis Dedi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku merasakan Pandu menjejalkan penisnya dalam dalam di tiap hunjaman yang dilakukannya, kelihatannya ia sedang mencari kenikmatannya sendiri untuk segera berejakulasi. Tapi aku cukup menderita juga atas apa yang dilakukannya, karena sesekali kurasakan dinding rahimku seperti tersodok kepala penis Pandu. Aku mengerang tertahan menahan sakit yang bercampur nikmat ini. Entah apa bedanya dengan ronde pertama tadi, kali ini baru beberapa menit, Pandu mulai mengerang, dan penisnya kurasakan berkedut hebat di dalam liang vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oh.. Elizaaa…”, erang Pandu, tubuhnya bergetar hebat, dan kurasakan liang vaginaku disirami spermanya yang amat hangat, dan banyak. Aku hanya diam, memang aku terangsang, tapi aku belum sampai orgasme. Mendadak dengan cepat Dedi menarik lepas penisnya yang sejak tadi bersarang di dalam mulutku, dan begitu Pandu menarik lepas penisnya dari liang vaginaku, Dedi segera mengambil posisi untuk mendapatkan servis liang vaginaku. Aku benar benar merasa seperti pelacur di dalam ruangan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ngghhh&#8230;”, aku melenguh perlahan ketika liang vaginaku yang sempat merasa sedikit lega setelah Pandu menarik lepas penisnya tadi, kini kembali terisi penis Dedi yang sempat kuperhatikan tadi, kira kira berukuran 16 cm, dengan diameter sekitar 4 cm. Dan selagi Dedi mulai memompa liang vaginaku, Pandu berjalan ke arah kepalaku, dan kuperhatikan penisnya yang masih belum begitu layu. Ternyata sesuai dugaanku, penis itu panjang dan besar. Kira kira panjangnya hampir 20 cm, dan diameternya mungkin nyaris 5 cm. Pantas saja tadi aku sampai tak kuasa menahan nikmat yang melanda selangkanganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini penis itu sudah ada di depan mulutku. Terbiasa menghadapi gangbang ataupun perkosaan yang menimpa diriku, dengan tanpa sadar aku membuka mulutku, membiarkan penis yang masih belepotan sperma Pandu dan cairan cintaku sendiri itu melesak masuk, dan aku seakan tahu tugasku untuk membersihkan penis itu. Selagi Dedi terus memompa liang vaginaku dengan bersemangat, aku mengulum penis Pandu, menjilat seluruh permukaan kulit penis yang sudah mulai mengecil perlahan ini, dan menyeruput semua sisa sperma yang masih belepotan di sana. Kutelan campuran semua cairan itu, dan aku sengaja menjepit penis itu dengan bibirku, kujepit dengan agak kuat. Sampai ke kepala penisnya, aku mencucup dengan kuat, membuat Pandu melolong keenakan. Tapi aku tak mau melepaskannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aaargghh… sudah Elizaaa…”, erang Pandu. Ia menggigil keenakan, dan setelah ia mengeluarkan suara seperti sedang disembelih, baru aku melepaskan cucupanku pada kepala penisnya. Pandu langsung roboh ke lantai, ia merintih dan mengerang keenakan. Kini aku tinggal berkonsentrasi pada Dedi. Tapi rupanya pak Edy ingin servis oralku juga, ia sudah menyodorkan penisnya di depan mulutku. Maka aku terpaksa membuka mulutku, menerima penis pak Edy yang mini ini, yang memang masih belepotan sperma.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan pada penis Pandu tadi, dan pak Edy juga melolong keenakan sampai akhirnya ketika aku melepaskan kulumanku, pak Edy juga roboh tak berdaya di sebelah Pandu. Tapi kini aku sudah terangsang hebat, sodokan demi sodokan yang sejak tadi kuterima membuat vaginaku terasa begitu ngilu. Memang penis Dedi tak sebesar penis Pandu, tapi cukup untuk memaksaku menderita dalam kenikmatan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mulai menggeliat dilanda kenikmatan ini, dan perlahan aku mendesah. “Sssh… oooh”, aku makin keras mendesah. Vaginaku serasa akan meledak dipompa habis habisan oleh Dedi, dan akhirnya aku orgasme di ronde kedua ini. “Nggghhhh.. nggghhhh…”, kini aku melenguh sejadi jadinya karena mulutku bebas tak tersumbat oleh penis seperti tadi. Pinggangku kembali tertekuk ke atas, tubuhku tersentak sentak tak karuan dan mengejang hebat, kedua betisku melejang tak karuan. Untungnya Dedi sendiri juga sedang mengerang, ia akan segera orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooooh… Elizaaa… memekmu… enaaaak…”, erang Dedi. Tubuhnya tersentak beberapa kali saat penisnya menyemprotkan sperma ke dalam liang vaginaku. Ia menarik lepas penisnya dari jepitan liang vaginaku, dan dengan gontai ia berjalan, hendak mendapatkan servis oral dariku. Orgasmeku sudah mereda, dan aku membuka mulutku begitu penis itu sudah ada di depan mulutku. kuberikan perlakuan yang sama kepada penis Dedi seperti tadi aku memperlakukan penis Pandu dan pak Edy.</p>
<p style="text-align: justify;">Dedi pun tak kuasa bertahan, ia mengerang dan melolong tak kuasa menahan nikmat. Begitu aku melepaskan kulumanku, Dedi juga roboh di sebelah pak Edy. Aku sendiri terbaring lemas dan keadaanku tak lebih baik dari mereka. Entah dosa apa aku harus melayani tiga lelaki bejat ini di sekolah. Entah apa lagi yang kelak terjadi, mungkin Pandu dan Dedi akan mencari kesempatan untuk memperkosaku lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mencoba bangkit dari sofa ini, dan mengambil tissue di atas meja. Aku menyeka bibir liang vaginaku dan sekitarnya yang belepotan sperma dan cairan cintaku. Aku kembali mengambil tissue agak banyak, dan menyeka keringat yang membasahi sekujur tubuhku. Tanpa berkata apa apa aku mengambil celana dalamku dan mengenakan di tubuhku menutup liang vaginaku. Juga aku mengenakan bra, baju dan rok seragam sekolahku. Dengan pandangan benci aku menatap pak Edy. “Sekarang biarkan saya kembali ke kelas pak!”, kataku ketus.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tunggu Eliza”, kata pak Edy dengan buru buru. Ia berdiri dan memakai celana yang tadi ia lepas untuk memperkosaku. Demikian juga dengan Pandu dan Dedi juga sudah mengenakan celana mereka semua. Lalu Pandu dan Dedi duduk di kedua ujung sofa, sedangkan pak Edy membimbing aku untuk duduk di tengah mereka. Kedua lenganku didekap dari samping tubuhku oleh satu lengan mereka, sedangkan tangan mereka yang menganggur mulai meremasi payudaraku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eliza, Pandu dan Dedi ini adalah anak teman bapak. Tadi bapak melihat kamu mengintip ke gudang saat Pandu dan Dedi sedang bermain dengan Vera. Karena bapak takut kamu menyebarkan ke teman lain, bapak terpaksa membungkam mulut kamu dengan mengatur kejadian ini”, kata pak Edy tanpa merasa bersalah. Aku makin muak pada wali kelasku ini. Perlu apa juga aku menyebarkan kepada teman teman tentang aib yang dilakukan Vera? Toh aku sendiri juga sudah bukan gadis yang suci.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oh iya Eliza. Tadi kamu mengintip dengan Jenny kan”, tanya pak Edy sambil tersenyum menjijikkan. Kata katanya membuat aku serasa disambar petir. “Apa maksud bapak?”, dengan panik aku bertanya setengah membentak. Kedua siswa bejat yang masih asyik meremasi payudaraku ini tertawa mengerikan. “Sederhana Eliza, Jenny juga harus dibungkam. Kalau kamu tak ingin bapak menyeret kamu ke rumah kosong di sebelah mess untuk melayani seluruh penghuni mess sekolah ini, kamu harus bisa bawa Jenny ke UKS, sabtu malam besok ini. Tempat kamu pertama kali bermain cinta di sekolah ini”, kata pak Edy.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku langsung lemas, diiringi tawa mereka. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Setelah beberapa remasan keras pada kedua payudaraku hingga aku menggeliat, dua siswa bejat itu melepaskanku. Aku segera berdiri, dan menuju ke pintu keluar setelah membenahi baju seragamku yang sedikit awut awutan. Tepat ketika aku membuka kunci pintu ruangan ini, pak Edy kembali mengingatkan, “Eliza, ingat, besok Sabtu jam delapan malam, bapak tunggu kamu dan Jenny di ruang UKS”.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tak menjawab, dan keluar dari ruangan laknat ini. Dalam perjalanan menuju ke kelas, aku berpikir keras, apa yang harus aku lakukan. Aku belum bisa mengambil keputusan sampai akhirnya aku masuk ke kelas. Aku mengetuk pintu kelas dahulu. “Permisi pak Warno, maaf saya tadi dipanggil pak Edy”, aku memberikan keterangan. Pak Warno tersenyum dan menyilakan aku masuk, “Ya Eliza, bapak sudah diberitahu Jenny. Silakan duduk”. Aku berjalan ke tempat duduk sambil melamun. Ketika aku sudah duduk di sebelah Jenny, aku dikagetkan oleh cubitan Jenny. “Eliza.. kamu cantik deh kalau rambutmu dibiarin tergerai gini. Tadi kok nggak digerai gini sih waktu sama aku?”, goda Jenny. Aku hanya tersenyum malu. Tapi aku juga dalam kegundahan yang amat sangat, entah Jenny tahu atau tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Jenny sama sekali tak tahu, bahwa aku harus memutuskan, apakah aku akan menyerahkan Jenny kepada orang orang bejat itu, atau aku yang menyerahkan diri untuk dibantai di rumah kosong oleh sekitar 60 orang. Entah apa kalaupun kemudian aku yang menyerahkan diriku, apakah Jenny pasti dibiarkan lolos? Rasanya juga tak mungkin. Tapi kalau aku menyerahkan Jenny pada mereka, apakah nanti Jenny akan membenciku? Keduanya adalah pilihan yang sangat sulit bagiku. Dan aku jadi melamun sampai akhirnya bel pulang sekolah berbunyi…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/kisah-eliza-09-petaka-akibat-mengintip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
