<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; bokep</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/tag/bokep/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 13:12:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Binalnya Tante Ida</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/binalnya-tante-ida/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/binalnya-tante-ida/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 20:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[bokep]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[tante ida]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3177</guid>
		<description><![CDATA[Aku sedang berlibur di kota Bandung, nginap dirumah Om ku adik mama yang paling kecil. Mereka memang 7 bersaudara dan mamaku yang paling tua, aku saat itu berumur 20 tahun dan omku berumur 35 tahun. Istri om ku, tante Ida berumur 27 tahun, orangnya sangat cantik dan mempunyai tubuh yang mungil tapi padat. Pantatnya bebar-benar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku sedang berlibur di kota Bandung, nginap dirumah Om ku adik mama yang paling kecil. Mereka memang 7 bersaudara dan mamaku yang paling tua, aku saat itu berumur 20 tahun dan omku berumur 35 tahun. Istri om ku, tante Ida berumur 27 tahun, orangnya sangat cantik dan mempunyai tubuh yang mungil tapi padat. Pantatnya bebar-benar montok dengan pinggang yang ramping dan perut yang datar, maklum mereka belum mempunyai anak, biarpun sudah kawin hampir 3 tahun. Akan tetapi tante Ida yang cantik itu, orangnya sangat judes, dia tidak memandang mata keluargaku, maklum kami hanya biasa-biasa saja, sedangkan tante Ida datang dari keluarga yang sangat kaya di kota Surabaya, dia hanya 2 bersaudara dan Ida adik perempuannya yang berumur 22 tahun, masih kuliah di ITB dan tinggal dirumah om dan tante Ida di Bandung. Selama aku berada dirumah om ku ini, hampir setiap hari tante Ida mengomel saja, karena dia memang sangat benci kalau aku menginap dirumah mereka. Disamping aku memang termasuk anak yang bandel, biarpun secara postur tubuh, aku sudah kelihatan sangat dewasa, karena tinggi badanku 175 cm dengan tubuh yang berotot, tante Ida curiga saja dan menganggap aku sering menerima duit dari om ku, pada hal sangat jarang om ku memberi aku duit.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini aku nginap di rumah mereka, sebenarnya hanya terpaksa saja, karena aku sedang berlibur di Bandung dan ibuku memberitahukan kepada om ku yang memaksa aku tinggal dirumahnya. Hari ini entah mengapa aku merasa suntuk banget sendirian, kemarin sore sebelum om ku pulang dari kantor, tante Ida marah-marah dan menunjukan muka cemberut terhadap saya. Saat itu rumah berada dalam keadaan sepi, om sudah pergi kekantor, Mbak Ani adik tante Ida sedang pergi kuliah, Bik Suti lagi pergi ke pasar, dan tante Ida katanya mau pergi ke arisan. Tadi sebelum pergi dengan nada yang setengah membentak, tante Ida menyuruh saya menjaga rumah. &#8220;Dari pada BT sendiri, mending nonton BF aja di kamar,&#8221; pikirku. TV mulai kunyalakan, kuambil CD porno yang kemarin kupinjam ditempat persewahan dekat rumah, adegan-adegan panas nampak di layar. Mendengar desahan-desahan artis BF yang cantik dan bahenol tersebut membuat aku terangsang. Dengan lincahnya tanganku melucuti celana beserta CD-ku sendiri. Burungku yang sedari tadi tegak mengacung kukocok perlahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Film yang kutonton itu cukup panas, sehingga aku menjadi semakin bergairah. Kutanggalkan pakaian yang masih melekat, akhirnya tubuhku tanpa ada penutup sekalipun. Kocokan tanganku semakin cepat seiring dengan makin panasnya adegan yang kutonton. Kurasakan ada getaran dalam kontolku yang ingin meyeruak keluar. Aku mau orgasme, tiba-tiba… &#8220;Anton.. apa yang kamu lakukan!!&#8221; teriak sebuah suara yang aku kenal. &#8220;Ooooohh… Tante…?!&#8221; aku kaget setengah mati dan sangat bingung sekali saat itu. Tak kusangka tante Ida yang katanya mau pergi arisan bisa kembali secepat itu. Tanpa sadar aku bangkit berdiri dan kudekati tante Ida yang cantik tapi judes itu, yang masih berdiri dalam keadaan kaget dengan mata membelalak melihat keadaanku yang telanjang bulat dengan kontolku yang panjang dan besar dalam keadaan tegang itu. Tiba-tiba entah setan mana yang mendorongku, secara refleks saja aku menyergap dan mendekap tubuh tante Ida yang mungil padat itu. Badannya yang mungil dan tingginya yang hanya sampai sebahu dari ku, ku bekap dengan kuat dan kutarik agak keatas, sehingga tante Ida hanya berdiri dengan ujung jari kakinya saja dengan kepala agak tertengadah keatas, karena kaget. Dengan cepat kucium dan kulumat bibir tipisnya yang seksi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Eeeehhhh… ppppffffff…!!! badan tante Ida seketika mengejang dan agak menggeliat menerima perlakuan yang tidak pernah dia sangka akan berani aku lakukan itu dan sesaat kemudian dia mulai memberontak dengan hebat, sehingga ciumanku terlepas….<br />
<span id="more-3177"></span><br />
&#8220;Anton.. jangan kurang ajar.. berani benar kau ini.. ingat, Toonnn.. Aku ini istri om mu…!!! Cepat lepas… nanti kulaporkan kau ke om mu…&#8221; teriak tante Ida dengan suara garang mencoba mengancamku. Aku tak lagi peduli, salah tante Ida sendiri sih, orang mau orgasme kok diganggu. Dengan buasnya aku jilat belakang telinga dan tengkuknya, kedua payudaranya yang biarpun tidak terlalu besar, tapi padat itu langsung kuramas-ramas dengan buas, sampai tante Ida menjerit-jerit. Disamping nafsuku yang memang sudah menggila itu, ada juga rasa ingin balas dendam dan mau mengajar adat padanya atas perlakuan dan pandangannya yang sangat menghina padaku. Dia mencoba berteriak, tapi dengan cepat aku segera menciumnya lagi. Ada kali 10 menit aku melakukan hal itu, sementara tante Ida terus meronta-ronta, dan mengancamku serta mencaci maki, entah apa saja yang dikatakannya, aku sudah tidak memperdulikannya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku terus menyerangnya dengan buas dan mengelus-elus dan meramas-ramas seluruh tubuhnya sambil terus mencium mulutnya dengan rakus. Dia tidak dapat melepaskan diri dari dekapanku, karena memang tubuhku yang tinggi 175 cm dengan badan yang atletis dan berotot, tidak sebanding dengan tubuh tante Ida yang 155 cm dan mungil itu. Akibat seranganku yang bertubi-tubi itu, lama kelamaan kurasakan tidak ada lagi perlawanan dari tante Ida, entah karena dia sudah lelah atau mungkin dia mulai terangsang juga. Merasa sudah tidak ada perlawanan lagi dari tante Ida, kontolku yang panjang dan besar yang sudah sangat tegang itu kugosok-gosok pada perutnya dan kemudian kuraih tangannya yang mungil dan kuelus-elus ke kontolku, tangan mungilnya kugosok-gosok, mengocok kontolku yang mulai mengeras. Tubuhnya terasa mengejang, akan tetapi kedua matanya masih terpejam, dan tidak ada perlawanan darinya. Kemudian ketika dengan perlahan kubuka baju tante Ida, dia dengan lemah masih mencoba menahan tanganku, akan tetapi tanganku yang satu mengunci kedua tangannya dan tanganku yang lain membuka satu demi satu kancing-kancing blusnya, dan perlahan-lahan mempertontonkan keindahan tubuh di balik kain itu. Setelah berhasil membuka blus dan BH-nya, kuturunkan ciumanku menuju ke payudara tante Ida yang padat berisi…</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tooonnnn… aaammmpuunn… Toonnnnn… iiii.. iiingaaattttt.. Tooonnn..!!!&#8221; Kucium dan kulumat putingnya yang berwarna kecoklatan itu. Terkadang kugigit dan kupuntir putingnya, sementara kusingkap roknya dan jari-jariku mulai mengelus-elus kemaluannya yang masih tertutup CD. &#8220;Iiiiiiiiii…..ooohhhhhhh…..aaaagggghhhhhh……..ssssshhhhhhh……..Toooonnnnn……! !!!!&#8221; akibat perlakuanku itu, kayaknya tante Ida mulai terangsang juga, itu terasa dari tubuhnya yang mengejang kaku dan dengusan nafasnya makin terdengar kuat. Aku makin memperhebat seranganku dan tiba-tiba tubuh tante Ida bergetar dengan kuat dan…….. &#8220;Aaaahhhhhh..Toooonnnn…jaaa..jaaa angaaannn….Tooonnnn……iiii…ngaaaatttt.. Tooo nnn… oooohhhhhhh…………aaaaaggggghhh…aaaaggghhh .aaaaggggggggghhhhh…!!!!!&#8221; akhirnya, disertai tubuhnya yang mengejang dan menggeliat-geliat kuat, serta kedua tangannya mendekap punggung ku….Seerrr.. cairan kewanitaan tante Ida membasahi CD nya sekalian jemariku. Setelah masa orgasmenya berlalu, terasa badan tante Ida melemas terkulai dalam dekapanku dan kedua matanya masih terpejam rapat, entah perasaan apa yang sedang bergelora dalam tubuhnya, puas, malu atau putus asa akibat perlakuanku terhadap nya , sehingga dia mencapai orgasme itu. Tarikan nafasnya masih terengah-engah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami terdiam sejenak, sementara tubuh tante Ida bersandar lemas dalam dekapanku dengan mata. Jemari lentik tante Ida masih menggenggam kontolku yang masih tegak mengacung. Akhirnya secara perlahan-lahan kepala tante Ida menengadah keatas dan terlihat pandangan matanya yang sayu menatapku, sehingga menambah kecantikan wajahnya dan secara lembut terdengar suaranya… &#8220;Oooohhhh….Toonnnn, apa yang kau perbuat pada tantemu ini…….?????&#8221; &#8220;Eeeehhmmm…maafkan Anton tante….Anton lupa diri….abis tante tadi masuk tiba-tiba selagi Anton akan mencapai klimaks….salah tante sendiri sihhh…….lagi pula…tante amat cantik sihhh…..!!!!!!&#8221; sahutku mencari-cari alasan sekenanya. Sekarang kayaknya tante Ida sudah pasrah dan sambil tanganya masih menggenggam kontolku katanya lagi.. &#8220;Tooonnnn…..punya kamu gede amat yaaaa…????. Punya Om mu nggak sampai segede ini..!!&#8221; &#8220;Aaahhhhh, tante…apa betull…?????!&#8221; memang kontol ku panjangnya 20 cm dan gede juga dengan kepalanya yang bulat besar, apalagi kalau lagi sangat bernafsu begini. Jemari lentik tante Ida yang tadinya hanya menggenggam saja, kini mulai memainkan kontolku dengan manja. Seperti mendapat mainan baru, tangan tante Ida tak mau lepas dari situ.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Taaannnnn…., kok diiiii…..dii…diamin aja, dikocok dong, Taannn…. biar enaaakkk….!!!!&#8221; &#8220;Ton, Ton.. kamu keburu nafsu aja….aaaaggghhh….!!!&#8221;, perlahan-lahan kedua tanganku menekan bahu tante Ida, sehingga tubuh tante Ida berjongkok dan sesaat kemudian kepalanya telah sejajar dengan selangkanganku. Kedua tangannya segera menggenggam kontolku dan kemudian tante Ida mulai menjilati kepala kontolku dengan lidahnya. Bergetar seluruh tubuhku menerima rangsang dari mulut tante Ida. Dijilatnya seluruh batang kemaluanku, mulai dari pangkal sampai ujung. Tak ada bagian yang terlewat dari sapuan lidahnya. Dikocoknya kontolku didalam mulutnya, tapi tak semuanya bisa masuk. Mungkin hanya 3/4 nya saja yang dapat masuk ke mulut tante Ida. Kurasakan dinding tenggorokan tante Ida menyentuh kepala kontolku. Sungguh sensasi sangat luar biasa menjalar ke seluruh tubuhku. Cukup lama juga tante Ida mengulum kontolku. Kurasakan batang kontolku mulai membesar dan makin mengeras. Dari dalam kurasakan ada sesuatu yang memaksa untuk keluar.</p>
<p style="text-align: justify;">Merasa aku akan keluar, tante Ida semakin cepat mengocok batang kemaluanku. &#8220;Taaannnnn..ah..aohh.. taaannn.. Anton mo keluar,…….aaauuugghhhh…..taaannnn..!!!!!!!&#8221; Akhirnya..Croott..croott..croottt.. Hampir sepuluh kali cairan itu menyembur dari ujung kontolku. Diminumnya air maniku dengan, dijilatinya semua, sampai tak ada lagi cairan yang tersisa. Meskipun sudah keluar tetapi kontolku tetap saja masih tegar, meski tak seberapa keras lagi. Melihat itu, tante Ida mencium-cium kepala kontolku dan menjilat-jilatnya hingga bersih. Kemudian kutarik berdiri tubuh tante Ida dan kudorong ke tempat tidur, sehingga tante Ida terlentang diatas tempat tidur. Dengan cepat kulucuti rok sekalian CD nya, sehingga sekarang tante Ida terlentang diatas tempat tidur dengan tubuhnya yang mungil tapi padat itu berada dalam keadaan telanjang bulat. Tante Ida hanya menatap ku dengan pandangan yang sayu dan terlihat pasrah. Aku naik keatas tempat tidur dan kedua kakinya kupentang lebar-lebar dan aku berjongkok diantara kedua pahanya yang terpentang membuka lebar kemaluannya yang telah licin, siap untuk diterobos.</p>
<p style="text-align: justify;">Kupegang batang kontolku dan kugosok-gosok sepanjang bibir kemaluannya, sambil kutekan-tekan pelahan. Merasakan gesekan-gesekan lembut vagina tante Ida, kontolku mulai mengeras kembali. Ku ambil tangan tante Ida dan ku tempatkan pada batang kontolku, segera digengamnya kontolku dan diarahkan ke lubang kemaluannya. Dengan sedikit gerakan menekan, kepala kontolku perlahan-lahan mulai masuk setengah ke lobang kemaluan tante Ida. Terasa lobang kemaluan tante Ida sangat sempit mencengkeram batang kemaluanku. Dinding kemaluan tante membungkus rapat batang kemaluanku, kutekan lagi dan tubuh tante Ida menggeliat… &#8220;Oooooohhhhhh… Toooonnnn… bee.. beeeesaaarrrr aaaaa.. maaaattttt.. pe.. peeelaaan… pee laaan… Tooooonnnnn… ooooohhhhh..!!!!!&#8221; tante Ida merintih perlahan. Secara pelan dan hati-hati aku menekan batang kemaluanku makin dalam… terus… terus…. ooohhhhhh… eeeenna aaak… benaaarrrr… terasa jepitan kuat dinding kemaluan tante Ida yang menjepit rapat batang kemaluanku. Perasaanku terasa melayang-layang dilanda kenikmatan yang tidak terlukisakan ini…..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Taaaaannnnn……ooohhhhhh…..eeee euuuuunnaaaakkkkkkkk…taannnnn….!!!!&#8221; Dengan kedua paha yang terkangkang lebar-lebar dan kedua tangannya berpegang pada pinggangku, tante Ida memandang ku dengan tatapan sayu, terlihat sangat cantik dan menawan, sehingga aku yang sedang bertumpu diatasnya perasaanku terasa menggila, melihat dan merasakan wanita cantik dan ayu yang berbadan mungil tapi padat ini, terlentang pasrah dibawahku, menerima seluruh perlakuanku. Kugerakan perlahan-lahan pinggulku menekan kebawah, sehingga kontolku  terbenam makin dalam kelobang kemaluannya, dalam….. dalam….. terus…… terus….. daannnn….. ….kemudian……ujung kepala kontolku terasa mentok, karena beberapa kali tubuh tante Ida mengejang ketika aku mencoba menekan lebih kuat, aku kemudian mulai menarik keluar dan selanjutnya memompa keluar masuk. Dengan bersemangat aku mulai menaik-turunkan tubuhku. Gerakan naik-turun yang terkadang diselingi dengan gerakan memutar, sungguh merupakan sensasi yang sangat luar biasa. Apalagi posisi kedua paha tante Ida terkangkang lebar-lebar, membuat tikaman-tikamanku terasa jauh didalam dasar lobang kemaluannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku dapat melihat payudara tante Ida bergerak-gerak keatas kebawah setiap kali aku menekan masuk kontolku dalam-dalam sehingga kedua selangkangan kami berhimpit rapat-rapat. Kemudian kurasakan otot-otot kemaluan tante Ida dengan kuat menyedot kontolku. Semakin lama kurasa semakin kuat saja kemaluan tante Ida menjepit kontolku. Kulihat wajah tante Ida nampak makin memerah menahan orgasme keduanya yang akan melandanya sebentar lagi. &#8220;Aaaaaaddduuuuuhhhhh….Toooonnn.. Aaaagggghhhhhh.. Oouggg.. hhaa..hhaa…Toooonn …taaannnn…teeeee…maaa…. Maaauuuu…keee… keeeeluaraarrrr lagi, Toonnnnn…!!!!!!!.&#8221; Dan….. Seeeeerrrr…..kurasakan cairan hangat membasahi kontolku. Sementara nafsuku sudah sangat memuncak menuntut penyelesaiannya, aku sudah tidak bisa lagi bertindak halus, tanpa banyak bicara, segera saja kupompa pantatku dengan cepat dan gencar, mendapat serangan yang agak kasar dan tiba-tiba itu tante Ida menjerit-jerit kesakitan. Meskipun lobang kemaluan tante Ida telah basah dan licin banget, tapi tetap saja terasa seret untuk ukuran kontolku yang besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak kuhiraukan lagi suara tante Ida yang menjerit-jerit kesakitan, yang ada dipikiranku saat itu adalah aku ingin segera mengakhiri permainan ini dan merasakan nikmat yang akan datang padaku. Kurasakan otot-otot kontolku mulai berdenyut-denyut dengan kerasnya, ada sesuatu yang berusaha untuk keluar dari batang kontolku. Kucoba untuk menahannya selama mungkin agar tidak segera keluar, tapi jepitan dinding kemaluan tante Ida akhirnya meruntuhkan pertahananku. &#8220;Aaaaaauuddddduuhhhh… taaannnnnn… teeeee… oooooohhhhh…..!!!!&#8221; keluhan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulut ku disertai dengan …croott.. croott….croooootttt….semburan..maniku menyemprot dengan kuat, mengisi relung-relung terdalam lobang kemaluan tante Ida, kemudian badanku tertelungkup lemas menidih badan mungi tante Ida, sementara kuubiarkan kontolku tetap didalam kemaluan tante Ida untuk merasakan sisa-sisa orgasmeku. Kurasakan kemaluan tante Ida tetap saja berdenyur-denyut, meski tak sekuat tadi. &#8220;Taannnn, terima kasih ya, udah mau temenin Anton main.!!!!&#8221; kataku dengan manja.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kamu, tuh, Ton, kalau lagi nafsu jangan main maksa dong, masak tantemu sendiri kamu perkosa juga…..!!!!&#8221; &#8220;Iiihhhhh…tante…..tapi tante senang juga….kaannnn …..????&#8221; &#8220;Iya.. siiihhh….!!!!!&#8221; kata tante Ida malu-malu. Sejak saat itu sikap tante Ida terhadapku berobah seratus persen, biarpun sikap kami ini tetap terjaga dihadapan om dan adik tante Ida. Aku dan tante Ida sering berhubungan sex bersama kalau rumah lagi sepi. Aku makin merasa sayang saja terhadap tante Ida, apalagi tante Ida melayani nafsu sex saya dengan rela dan sepenuh hati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/binalnya-tante-ida/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gelora Gairah teh Tita…</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/gelora-gairah-teh-tita/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/gelora-gairah-teh-tita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Feb 2011 04:21:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[bokep]]></category>
		<category><![CDATA[cerita fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[istri kesepian]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[sunda]]></category>
		<category><![CDATA[teteh]]></category>
		<category><![CDATA[tita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2020</guid>
		<description><![CDATA[Di kamar kostnya Abi berbaring sambil ngelamun. Diluar gerimis yang turun sejak sore belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara malam, dikota yang memang berhawa sejuk. Malam minggu tanpa pacar dan hujan pula membuat Abi suntuk. Dicobanya memejamkan matanya membayangkan sesuatu. Yang muncul adalah seraut wajah cantik berkerudung. Teh Tita, ibu kostnya. Teh atau Teteh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di kamar kostnya Abi berbaring sambil ngelamun. Diluar gerimis yang turun sejak sore belum juga usai sehingga menambah dinginnya udara malam, dikota yang memang berhawa sejuk. Malam minggu tanpa pacar dan hujan pula membuat Abi suntuk. Dicobanya memejamkan matanya membayangkan sesuatu. Yang muncul adalah seraut wajah cantik berkerudung. Teh Tita, ibu kostnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Teh atau Teteh adalah sebutan kakak dalam bahasa Sunda. Dibayangkannya perempuan itu tersenyum manis sambil membuka kerudungnya, mengeraikan rambutnya yang hitam panjang. Membuka satupersatu kancing bajunya. Memperlihatkan kulit putih mulus dan sepasang buah dada montok yang disangga BH merah jambu. Dan buah dada itu semakin menampakkan keindahannya secara utuh ketika penyangganya telah dilepaskan. Sepasang bukit kembar padat berisi dengan puting merah kecoklatan di dua puncaknya menggantung indah.Lalu tangannya membuka kancing celana panjang yang segera meluncur kebawah. Tinggallah secarik celana dalam, yang sewarna BH, membungkus pinggul montok. Bagaikan penari strip-tease, secarik kain kecil itu segera pula ditanggalkan. Menampakkan selangkangannya yang membusung dihiasi bulu jembut menghitam, kontras dengan kulitnya yang putih mulus. Dihadapannya kini berdiri perempuan telanjang dengan keindahan bentuk tubuh yang menaikan nafsu syhawat.</p>
<p style="text-align: justify;">Blarrrr! Suara guntur membuyarkan lamunannya. Abi bangkit berdiri sambil menggaruk batang kontol di selangkangnnya yang mulai tegang dan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk membuat teh panas. Setelah membuat teh kemudian keruang duduk untuk nimbrung nonton TV bersama keluarga tempat ia kost. Baru sekitar satu bulan ia kost dirumah keluarga Pak Hamdan setelah dia pindah dari tempat kostnya yang lama. Hamdan telah beristri dengan anak satu berumur tujuh tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata ruang duduk itu sepi, TV nya juga mati. Mungkin Teh Tita sudah tidur bersama anaknya karena Pak Hamdan sedang ke Bandung menemani ibunya yang akan dioperasi. Akhirnya Abi duduk sendiri dan mulai meghidupkan TV. Ternyata hampir semua saluran TV yang ada gambarnya kurang bagus. Abi mencoba semua saluran dan cuma Indosiar saja yang agak terlihat gambarnya meski agak berbintik. Mungkin antenanya kena angin, pikirnya.Dengan setengah terpaksa dinikmati sinetron yang entah judulnya apa, kerena Abi selama ini tidak pernah tertarik dengan sinetron Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba Abi mendengar pintu kamar dibuka. Dan dari kamar keluarlah perempuan yang biasa dipanggil Teh Tita. Abi kaget melihat kehadiran perempuan itu yang tiba-tiba.<br />
&#8220;Eh, Teteh belum tidur? Keberisikan ya?&#8221; tanya Abi tergagap<br />
&#8220;Ah, tidak apa-apa. Saya belum tidur kok&#8221; jawab perempuan itu dengan logat Sunda yang kental.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang membuat Abi kaget sebenarnya bukan kedatangan perempuan itu, tapi penampilannya yang luar dari kebiasaanya. Sehari-hari Tita, seperti kebanyakan ibu rumah tangga di kota ini, selalu berkerudung rapat. Sehingga hanya wajahnya saja yang terlihat. Dan itulah yang pada awalnya membuatnya tertarik kost dirumah ini ketika bertamu pertama kali dan bertemu dengan Tita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan berkerudung justru semakin menonjolkan kecantikan wajah yang dimilikinya. Dengan alismatanya yang tebal terpadu dengan matanya yang bening indah, hidungnya mancung bangir dan bibirnya yang merah merekah. Dengan postur tubuh dibalik bajunya terlihat tinggi serasi.Entah mengapa Abi selalu tertarik dengan perempuan cantik berkerudung. Pikiran nakalnya adalah apa yang ada dibalik baju yang tertutup itu. Dan pada saat itupun pikiran kotornya sempat melintas mencoba membayangkan Tita tanpa busana. Tapi pikiran itu dibuangnya ketika bertemu dengan suaminya yang terlihat berwibawa dan berusia agak lebih tua dari Tita yang masih dibawah tigapuluh tahun. Akhirnya jadilah ia kost di paviliun disamping rumah tersebut dan pikiran kotornya segera dibuang jauh, karena ia segan pada Pak Hamdan. Tapi secara sembunyi ia kadang mencuri pandang memperhatikan kecantikan Tita dibalik kerudungnya dan kadang sambil membayangkan ketelanjangan perempuan itu dibalik bajunya yang tertutup, seperti tadi.<br />
<span id="more-2020"></span><br />
Tapi malam ini Tita berpenampilan lain, tanpa jilbab/kerudung! Rambutnya yang tak pernah terlihat, dibiarkan terurai. Demikian juga dengan bajunya, Tita memakai daster diatas lutut yang sekilas cukup menerawang dan hanya dilapisi oleh kimono panjang yang tidak dikancing. Sehingga dimata Abi, Tita seperti bidadari yang turun dari khayangan. Cantik dan mempesona. Mungkin begitulah pakaiannya kalau tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Gambar tivinya jelek ya?&#8221; tanya Tita mengagetkan Abi.<br />
&#8220;Eh, iya. Antenenya kali&#8221; jawab Abi sambil menunduk.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi semakin berdebar ketika perempuan itu duduk disebelahnya sambil meraih remote control. Tercium bau harum dari tubuhnya membuat hidung Abi kembang kempis. Lutut dan sebagian pahanya yang putih terlihat jelas menyembul dari balik dasternya. Abi menelan ludah.<br />
&#8221; Semuanya jelek, &#8221; kata Tita &#8221; Nonton VCD saja ya?&#8221;<br />
&#8220;Terserah Teteh&#8221; kata Abi masih berdebar menghadapi situasi itu.<br />
&#8220;Tapi adanya film unyil, nggak apa?&#8221; kata Tita sambil tersenyum menggoda.<br />
Abi faham maksud Tita tapi tidak yakin film yang dimaksud adalah film porno.<br />
&#8220;Ya terserah Teteh saja&#8221; jawab Abi. Tita kemudian bangkit dan menuju kamar anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi semakin berdebar, dirapikan kain sarungnya dan disadari dibalik sarung itu ia cuma pakai celana dalam. Diteguknya air digelas. Agak lama Tita keluar dari kamar dengan membawa kantung plastik hitam.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mau nonton yang mana?&#8221; tanyanya menyodorkan beberapa keping VCD sambil duduk kembali di samping Abi. Abi menerimanya dan benar dugaannya itu VCD porno.<br />
&#8220;Eh, ah yang mana sajalah&#8221; kata Abi belum bisa menenangkan diri dan menyerahkan kembali VCD-VCD itu.<br />
&#8220;Yang ini saja, ada ceritanya&#8221; kata Tita mengambil salah satu dan menuju alat pemutar dekat TV. Abi mencoba menenangkan diri.<br />
&#8220;Memang Teteh suka nonton yang beginian ya?&#8221; tanya Abi memancing<br />
&#8220;Ya kadang-kadang, kalau lagi suntuk&#8221; jawab Tita sambil tertawa kecil<br />
&#8220;Bapak juga?&#8221; tanya Abi lagi</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ngga lah, marah dia kalau tahu&#8221; kata Tita kembali duduk setelah memencet tombol player. Memang selama ini Tita menonton film-film itu secara sembunyi-sembunyi dari suaminya yang keras dalam urusan moral.<br />
&#8220;Bapak kan orangnya kolot&#8221; lanjut Tita &#8220;dalam berhubungan suami-istri juga ngga ada variasinya. Bosen!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Abi tertegun mendengar pengakuan Tita tentang hal yang sangat rahasia itu. Abi mulai faham rupanya perempuan ini kesepian dan bosan dengan perlakuan suaminya ditempat tidur. Dan mulai bisa menangkap maksud perempuan ini mengajaknya nonton film porno. Dalam hati ia bersorak girang tapi juga takut, berselingkuh dengan istri orang belum pernah dilakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Film sudah mulai, sepasang perempuan dan lelaki terlihat mengobrol mesra. Tapi Abi tidak terlalu memperhatikan. Matanya justru melirik perempuan disebelahnya. Tita duduk sambil mengangkat satu kakinya keatas kursi dengan tangannya ditumpangkan dilututnya yang terlipat, sehingga pahanya yang mulus makin terbuka lebar. Abi sudah tidak ragu lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Teteh kesepian ya?&#8221; Tanya Abi sambil menatap perempuan itu Tita balik menatap Abi dengan pandangan berbinar dan mengangguk perlahan.<br />
&#8220;Kamu mau tolong saya?&#8221; tanya Tita sambil memegang tangan Abi.<br />
&#8220;Bagaimana dengan Bapak ?&#8221; tanya Abi ragu-ragu tapi tahu maksud perempuan ini.<br />
&#8220;Jangan sampai Bapak tahu&#8221; kata Tita&#8221;Itu bisa diatur&#8221; lanjut Tita sambil mulai merapatkan tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi tak mau lagi berpikir, segera direngkuhnya tubuh perempuan itu. Wajah mereka kini saling berhadapan, terlihat kerinduan dan hasrat yang bergelora dimata Tita. Dan bibirnya yang merah merekah basah mengundang untuk di kecup. Tanpa menunggu lagi bibir Abi segera melumat bibir yang sudah merekah pasrah itu.Abi semakin yakin bahwa perempuan ini haus akan sentuhan lelaki ketika dirasakan ciumannya dibalas dengan penuh nafsu oleh Tita.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan terkesan perempuan itu lebih berinisiatif dan agresif. Tangan Tita memegang belakang kepala Abi menekannya agar ciuman mereka itu semakin lekat melumat. Abi mengimbangi ciuman itu dengan penuh gairah sambil mencoba merangsang perempuan itu lebih jauh, tangannya mulai merabai tubuh hangat Tita. Dirabanya paha mulus yang sedari tadi menarik perhatiannya, diusapnya perlahan mulai dari lutut yang halus lembut terus keatas menyusup kebalik dasternya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tita bergetar ketika jemari Abi menyentuh semakin dekat daerah pangkal pahanya. Tangan Abi memang mulai merambah seputar selangkangan perempuan itu yang masih terbungkus celana dalam. Dengan ujung jarinya diusap-usap selangkangan itu yang makin terbuka karena Tita telah merenggangkan kedua pahanya. Dan rupanya Tita telah semakin larut hasratnya dan ingin merasakan rabaan yang langsung pada selangkangannya. Dengan sigap tanpa malu-malu ditariknya celana dalam itu, dibantu oleh Abi dengan senang hati, sehingga terbuka poloslah lembah yang menyimpan lubang kenikmatan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Segera saja tangan Abi merambahi kembali lembah hangat milik Tita yang telah terbuka itu. Dirasakan bulu-bulu jembut yang lebat dan keriting melingkupi lembah sempit itu. Jemari Abi membelai bulu jembut itu mulai dari bawah pusar terus kebawah.Tita makin mendesah ketika jemari Abi mulai menyentuh bibir memeknya. Itulah sentuhan mesra pertama dari jemari lelaki yang pernah Tita rasakan pada daerah kemaluannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Suaminya tidak pernah mau melakukan hal itu. Dalam bercinta suaminya tidak pernah melakukan pemanasan atau rabaan yang cukup untuk merangsangnya. Biasanya hanya mencium dan meraba buah dadanya sekilas dan ketika batang kontolnya sudah tegang langsung dimasukan ke lubang memek Tita. Bahkan ketika lubang memek itu masih kering, sehingga rasa sakitlah yang dirasakan Tita.Selama hampir delapan tahun menikah, Tita belum pernah merasakan nikmatnya bercinta secara sesungguhnya. Semuanya dikendalikan dan diatur oleh suaminya. Berapa hari sekali harus bercinta, cara apa yang dipakai, dan sebagainya. Hamdan suaminya yang berusia hampir empatpuluhlima tahun ternyata lelaki yang ortodok dan tidak pernah memperhatikan keinginan istrinya. Apalagi ia menderita ejakulasi prematur. Sehingga sudah jarang frekuensinya, cepat pula keluarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Soal teknik bercinta, jangan ditanya. Tidak ada variasi dan dilarang istrinya berinisiatif. Baginya meraba kemaluan istri apalagi menciumnya adalah dosa. Melihat istri telanjang adalah saat memenuhi kewajiban suami istri di ranjang. Baginya bersenggama adalah memasukan batang kemaluannya yang tegang ke dalam kemaluan istri dengan tujuan mengeluarkan airmani didalam lubang itu secepatnya, tidak perlu bertanya istrinya puas atau tidak.Sehingga selama bertahun-tahun, Tita tidak lebih dari benda yang mati yang punya lubang buat membuang airmani suaminya bila tangkinya sudah penuh. Tita sebagai perempuan, yang ternyata mempunyai hasrat menggebu, cuma bisa berkhayal bercumbu dengan lelaki yang bisa memberikan kenikmatan dengan penuh fantasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama bertahun-tahun. Hanya kira-kira setahun ini Tita bertemu dengan seorang wanita sebayanya yang juga mengalami nasib hampir sama dengannya. Mereka kemudian berteman akrab, saling curhat dan bersimpati. Dari wanita ini, Lilis namanya, Tita mendapatkan film-film porno yang dipinjamkan secara sembunyi-sembunyi. Hubungan mereka sangat akrab karena keduanya juga takut melakukan selingkuh dengan mencari lelaki lain. Yang berani mereka lakukan akhirnya kadang-kadang bermesraan berdua sebagai pasangan lesbian.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi sebagai perempuan normal Tita tidak terlalu mendapatkan kenikmatan yang diharapkan dari hubungan itu. Dan kini ketika jemari lelaki yang dengan penuh perasaan merabai daerah sensitifnya, semakin berkobarlah nafsu ditubuh Tita. Seakan haus yang selama ini ada telah menemukan air yang dingin segar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ah..terus Bi..&#8221; desahnya membara.<br />
Kuluman bibir mereka terus saling bertaut. Lidah mereka saling menjilat, berpilin mesra. Abi mengeluarkan semua kemampuannya, demikian juga dengan Tita mencoba melepaskan hasrat yang dipendamnya selama ini. Selama bertahun-tahun Tita dapat meredam hasratnya. Tak ada keberanian untuk menyeleweng, meski niat itu ada. Tapi sudah sejak beberapa bulan terakhir ini suaminya semakin jarang menyentuhnya. Sehingga hasratnya semakin menggumpal.Malam ini keberaniannya muncul ketika suaminya tidak ada dirumah. Sejak Abi kost dirumahnya, Tita telah memperhatikannya dan ia juga tahu pemuda itu juga memperhatikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam ini Tita tidak perduli lagi dengan dosa apalagi suaminya. Ia ingin hasratnya terlampiaskan. Mulut mereka sudah saling lepas, dan mulut Abi mulai menyusuri leher jenjang Tita yang selama ini tertutup rapat. Mulut Abi menciumi leher jenjang yang lembut itu beberapa saat terus kebawah sepertinya hendak kedaerah belahan dada Tita, tapi tiba-tiba Abi bergeser dari duduknya dan bersimpuh di lantai dan melepaskan ciumanya sehingga mukanya berada diantara paha Tita yang mengangkang dimana bibir memeknya sedang dirabai jemari pemuda itu.Rupanya Abi ingin memberikan rangsangan yang lebih lagi dan rupanya Tita juga faham maksud Abi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan berdebar dan antusias ditunggunya aksi Abi lebih lanjut terhadap selangkangannya dengan lebih lebar lagi mengangkangkan kedua kakinya. Tita menunduk memperhatikan kepala Abi dicondongkan kedepan dan mulutnya mulai mendekati selangkangannya yang terbuka. Dilihatnya TV yang juga sedang menayangkan gambar yang tidak kurang hotDihadapan Abi selangkangan perempuan yang telah terkangkang bebas. Terlihat bulu jembut yang menghitam agak keriting menumbuhi lembah yang sempit diantara paha montok yang putih mulus.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi menelan ludah melihat pemandangan yang indah itu. Labia mayoranya terlihat merekah basah, dihiasi bulu jembut menghitam ditepi dan atasnya. Kontras dan indah dipandang. Kedua tangannya memegang kedua paha yang telah mengangkang itu. Dijulurkan lidahnya menyentuh belahan kemerahan yang sudah terkuak itu. Tercium wangi harum dari lembah itu.Kedua tangan Abi bergeser mendekati lubang memek itu untuk lebih menguakkannya<br />
&#8220;Ahhh….!&#8221; Tita mendesah dan pinggulnya bergetar ketika ujung lidah itu menyentuh bibir memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Desahannya semakin menjadi ketika lidah Abi mulai menjilati bibir yang merekah basah itu dan dengan ujung lidahnya mengelitik kelentit yang tersembunyi dibelahannya. Dan itu semakin membuat Tita blingsatan merasakan nikmat yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Pinggulnya dihentak-hentakkan keatas menikmati sentuhan yang belum pernah dirasakan tapi telah lama dihayalkan. Abi terus melakukan jilatan yang nikmat itu dan tangannya yang satu mulai merambah keatas meremasi buah dada yang montok padat.</p>
<p style="text-align: justify;">Rupanya Tita sudah merasa semakin panas meskipun diluar hujan masih turun. Segera dibuka kimono dan dasternya, juga BH yang membungkus sepasang bukit kembar, sehingga perempuan yang sehari-hari selalu berbaju tertutup dan terlihat alim ini kini duduk telanjang bulat disofa dengan kedua kakinya mengangkang dimana seorang pemuda bersimpuh sedang menjilati memeknya.Mata Tita merem melek menikmati jilatan lidah dan rabaan tangan Abi. Hasrat yang telah lama dihayalkan kini mulai terwujud. Ia bertekad untuk mewujudkan dan melaksanakan semua hayalan yang selama ini disimpannya. Banyak hayalan gila-gilaan yang pernah di rekanya, hasil dari pengamatannya menonton film-film porno.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian juga dengan Abi, impiannya kini tercapai. Bukan hanya melihat perempuan berkerudung telanjang tapi juga bisa merabai tubuhnya bahkan mungkin sebentar lagi bercinta dengannya.Jilatan dan rabaan Abi rupanya telah menaikkan nafsu Tita makin tinggi hingga akhirnya dirasakan hasrat itu semakin memuncak. Tita yang belum pernah merasakan orgasme selama berhubungan dengan suaminya, tapi dari rangsangan ketika berhubungan lesbian dengan Lilis dan ketika menonton film porno sambil merabai kemaluannya sendiri, ia tahu akan segera orgasme. Dengan ganas di tariknyanya kepala Abi agar makin rapat keselangkangannya sambil menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga bukan hanya mulut Abi yang mengesek memeknya tapi juga hidung dan dagu pemuda itu.<br />
&#8220;Ahhh…duh gusti…! Ahhh! enak euy !&#8221; jeritnya tertahan ketika akhirnya orgasme itu datang juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi sempat tidak bisa bernafas ketika mukanya dibenamkan rapat keselangkangan itu ditambah Tita merapatkan kedua pahanya menjepit kepalanya. Beberapa saat Tita menyenderkan kepalanya disandaran sofa dengan mata terpejam menikmati untuk pertama kali klimaks karena dicumbu lelaki, nafas memburu dan perlahan kedua kakinya yang menjepit kepala Abi kembali membuka sehingga Abi dapat melepaskan diri. Muka Abi basah bukan hanya oleh keringat tapi juga oleh cairan yang keluar dari lubang kenikmatan Tita.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi bangkit berdiri sambil membuka kausnya yang digunakan untuk mengelap mukanya. Tubuhnya berkeringat. Dipandangi perempuan telanjang itu yang duduk mengangkang. Baru ini dapat diamati tubuh telanjang perempuan itu secara utuh.<br />
&#8220;Hatur nuhun ya Bi&#8221; kata Tita berterima kasih sambil membuka matanya sehabis meresapi kenikmatan yang baru diraihnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan matanya kembali berbinar ketika dilihatnya Abi telah berdiri telanjang bulat dengan batang kontol mengacung keras. Batang kontol yang besar dan panjang. Jauh lebih besar dari punya suaminya. Ini untuk pertama kalinya ia melihat lelaki telanjang bulat selain suaminya. Abi mendekat dan meraih tangan Tita, dan menariknya berdiri. Kemudian Abi mundur dua langkah mengamati tubuh telanjang perempuan itu lebih seksama.<br />
&#8221; Kenapa sih?&#8221; tanya Tita sambil senyum-senyum.<br />
&#8220;Saya lagi memandangi tubuh indah sempurna yang selama ini tertutup&#8221; jawab Abi yang memang terpesona dengan apa yang ada dihadapannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata benar yang sering diangankannya tentang apa yang ada dibalik baju tertutup yang selama ini dipakai Tita, bahkan lebih indah dari yang dibayangkannya karena ini benar-benar nyata. Tubuh Tita memang nyaris sempurna. Badannya tinggi semampai dengan wajah yang cantik dan lekuk setiap tubuhnya saling mendukung dan proposional. Buah dadanya besar padat berisi, pinggangnya ramping dengan pinggul dan pantat yang montok serta sepasang kaki jenjang dengan paha yang padat berisi. Semuanya dibalut dengan kulit yang putih mulus tanpa cela. Dan sesuatu yang rimbun berbulu kehitaman di pangkal pahanya menambah pesona.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemandangan itu semakin memperkeras acungan batang kontol Abi. Dan Tita yang sudah terpesona dengan benda itu dari tadi segera meraih dan mengenggamnya. Tita kembali duduk sambil tetap menggengam batang kontol itu. Abi mengikuti dan tahu maksudnya. Ternyata perempuan ini penuh dengan fantasi yang hebat, pikirnya.Dengan mata berbinar diperhatikan batang kontol yang tegang dihadapannya. kontol yang jauh lebih besar dan panjang dari punya suaminya. Telah lama Tita ingin merasakan mengulum kontol lelaki seperti yang dilihatnya difilm porno.</p>
<p style="text-align: justify;">Dipandangnya otot tegang dalam genggaman tangannya. Dengan ujung lidahnya dijilat perlahan kepala kontol yang mengkilap kecoklatan itu. Terasa aneh, tapi diulang lagi dan lagi sehingga hasratnya makin menggebu. Maka dengan perlahan dibuka mulutnya sambil memasukan batang kontol yang telah basah itu dan dikulumnya. Abi meringis nikmat diperlakukan begitu. Apalagi Tita mulai melumati batang kontol didalam mulutnya dengan semakin bernafsu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tita mencoba mempratekkan apa yang dilihatnya difilm. Ia tidak hanya menggunakan lidahnya tapi menggaruk batang kontol itu dengam giginya, membuat Abi semakin meringis nikmat. Satu lagi ingin dirasakan Tita adalah rasa air mani lelaki. Karena itu ia ingin merangsang Abi agar pemuda itu orgasme dan menumpahkan cairan mani di mulutnya. Tita yang selama ini kecewa dengan kehidupan sex bersama suaminya hingga terlibat hubungan lesbian dan sering menghayalkan fantasi-fantasi liar yang pernah ditontonnya di film.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini ia punya kesempatan untuk mewujudkannya. Tak ada lagi rasa malu atau jijik. Telah dilepaskan semua atribut sebagai istri yang patuh dan saleh. Yang ada didalam benaknya adalah menuntaskan hasratnya.Abi yang batang kontolnya dikulum sedemikian rupa semakin terangsang tinggi. Kuluman mulut Tita meskipun baru untuk pertama kali melakukannya tapi cukup membuatnya mengelinjang nikmat. Sangat lain sensasinya. Hingga akhirnya….<br />
&#8220;Ah Teh, sudah mau keluar nih&#8221; desis Abi mengingatkan sambil mencoba menarik pinggulnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi Tita yang memang mau merasakan semburan mani dimulutnya malah semakin menggiatkan kulumannya. Hingga akhirnya tanpa bisa ditahan lagi, batang kontol itu menumpahkan cairan kenikmatan didalam mulut Tita. Abi meregang, dengkulnya terasa goyah. Dan Tita semakin menguatkan kuluman bibirnya di kontol itu. Dirasakannya cairan hangat menyemprot didalam mulutnya, rasanya aneh sedikit tapi gurih. Enak menurutnya. Tanpa ragu Tita semakin keras mengocok batang kontol itu dan dengan lahap ditelannya cairan yang muncrat dari lubang kontol Abi, bahkan sampai tetes terakhir dengan menghisap batang kontol itu. Tanpa rasa jijik atau mual.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bagai mana rasanya Teh?&#8221; tanya Abi. Ia kagum ada perempuan yang mau menelan air maninya dengan antusias.<br />
&#8220;Enak, gurih&#8221; kata Tita tanpa ragu. Keduanya duduk diatas sofa mengatur nafas. Kemudian Tita bangkit.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sebentar ya, saya buatkan minuman buat kamu&#8221; katanya sambil kedapur dengan hanya mengenakan kimono. Abi sambil telanjang mengikuti dari belakang dan ke kamar mandi membersihkan batang kontolnya sambil kencing. Setelah itu didapatinya Tita di dapur membuatkan minuman.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi mendekati dari belakang dan mendekapnya sambil tangannya meremas sepasang bukit kembar yang menggantung bebas. Tita menggelinjang merasakan remasan di dadanya. Apalagi ketika kuduknya diciumi Abi. Perlahan dirasakan batang kontol Abi mulai bangkit lagi mengganjal dipantatnya. Tita semakin mengelinjang ketika tangan Abi yang satunya mulai merambahi selangkangannya.<br />
&#8220;Sudah nggak sabar ya&#8221; katanya sambil ketawa dan berbalik. Kembali keduanya berciuman dengan rakus.<br />
&#8220;Dikamar saja ya&#8221; ajak Tita ketika ciuman mereka semakin larut.Mereka masuk kekamar yang biasanya untuk tamu. Disana ada tempat tidur besar dengan kasur empuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Tita mendorong tubuh Abi keranjang dan jatuh celentang. Tita juga segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusul Abi. Keduanya kembali berciuman dengan buas. Tapi tidak lama karena Tita mendorong kepala Abi kebawah. Ia ingin Abi mengerjai buahdadanya. Abi menurut karena ia pun sudah ingin merasakan lembutnya sepasang bukit kembar yang montok berisi itu. Tita mendesah sambil mengerumus rambut Abi yang mulai menjilati dan menghisapi salah satu pentil buahdadanya. Sedangkan yang satunya diremasi tangan Abi dengan lembut. Abi merasakan buahdada yang lembut dan perlahan terasa semakin menegang dengan puting yang mengeras.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh… Bi…! Geliin..terus akh…!&#8221;Tangan Abi yang satunya mulai merambahi kembali selangkangan perempuan itu. Tita menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ahh..terus sayang!&#8221; desisnya ketika jemari pemuda itu mulai menyentuh kemaluannya. Jemari Abi dengan perlahan menyusuri lembah berbulu dimana didalamnya terdapat bibir lembut yang lembab.</p>
<p style="text-align: justify;">Tita semakin menggelinjang ketika ujung jari Abi menyentuh kelentitnya. Kini mulut dan tangan Abi secara bersamaan memberikan rangsangan kepada perempuan kesepian yang haus seks itu. Sementara Tita juga sangat menikmati jilatan dan rabaan pemuda itu.Beberapa lama kemudian Abi mengambil inisiatif setelah puas merambahi sepasang bukit ranum itu, perlahan mulutnya mulai bergerak kebawah menyusuri perut mulus Tita dan berhenti di pusarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tita menggelinjang ketika pusarnya dijilat lidah pemuda itu.Tita rupanya tidak mau nganggur sendiri. Ditariknya pinggul Abi kearah kepalanya. Abi faham maksudnya. Dengan segera dikangkangi kepala Tita diantara kedua pahanya dan menempatkan pangkal pahanya dengan batang kontol yang menegang keras diatas muka Tita. Yang segera disambut kuluman Tita dengan bernafsu. Abi juga sudah menempatkan kepalanya diantara paha Tita yang mengangkang. Mulutnya mulai merambahi kembali lembah harum berjembut lebat itu. Keduanya melakukan tugas dengan nafsu yang semakin tinggi dan terus berusaha merangsang pasangan masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Tita istri kesepian yang bertahun-tahun menyimpan hasrat, sehingga sekarang seakan mempunyai nafsu yang sepertinya tak habis-habis untuk ditumpahkan. Demikian juga dengan Abi pemuda lajang yang cukup berpengalaman dalam urusan perempuan tapi baru kali ini bercinta dengan istri orang, sehingga fantasi yang dirasakan sangat beda dari yang pernah dialami sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh…! Bi, lakukanlah&#8221; desah Tita mulai tak tahan menahan hasratnya. Abi segera menghentikan jilatannya dan mengatur posisi. Tita celentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar menantikan hujaman batang kontol Abi pada lubang memeknya yang telah semakin berdenyut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dadanya berdebar kencang, mengingatkannya pada malam pertama ketika untuk pertama kali diperawani suaminya. Usianya belum lagi tujuhbelas tahun waktu itu. Tak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya kesakitan ketika batang kontol Hamdan merobek lubang kemaluannya. Untung cuma berlangsung sebentar karena suaminya cepat keluar air maninya. Dilihatnya wajah puas suaminya ketika ada bercak darah disprei, tanda istrinya masih perawan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tita tersentak dari mimpi buruknya ketika terasa benda hangat menyentuh bibir memeknya. Direngkuhnya tubuh Abi ketika perlahan batang kontol yang keras itu mulai menyusuri lubang memeknya.<br />
&#8220;Akh…! enak Bi!&#8221; desisnya. Tangannya menekan pinggul Abi agar batang kontol pemuda itu masuk seluruhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi juga merasakan nikmat. Memek Tita masih terasa sempit dan seret. Abi mulai menggerakkan pinggulnya perlahan naik-turun dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Tita. Keduanya terus berpacu menggapai nikmat.<br />
&#8220;Ayo Bi geyol terusss!&#8221; desis Tita makin hilang kendali merasakan nikmat yang baru kali ini dirasakan. Abi mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan keras. Sesekali disentakkan kedepan sehingga batang kontolnya tuntas masuk seluruhnya kedalam memek Tita.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh..Bi !&#8221;jerit Tita nkmat setiap kali Abi melakukannya. Terasa batang kontol itu menyodok dasar lubang memeknya yang terdalam.<br />
Semakin sering Abi melakukannya, semakin bertambah nikmat yang dirasakan Tita sehingga pada hentakan yang sekian Tita merasakan otot diseluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantat Abi agar hujaman bantang kontol itu semakin dalam. Dan terasa ada yang berdenyut-denyut didalam lubang memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ahk..! Ah…duh akhh!&#8221; teriaknya tertahan merasakan orgasme yang untuk pertama kali saat bersanggama dengan lelaki. Sangat nikmat dirasakan Tita. Seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik berkekuatan rendah yang membuatnya berdesir. Abi yang belum keluar terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Menyebabkan Tita kembali berusaha mengimbangi.</p>
<p style="text-align: justify;">Diangkat kedua kakinya keatas dan dipegang dengan kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat sehingga memeknya semakin menjengkit. Menyebabkan hujaman kontol Abi semakin dalam. Abi yang berusaha mencapai kenikmatannya, merasa lebih nikmat dengan posisi Tita seperti itu. Demikian juga dengan Tita, perlahan kenikmatan puncak yang belum turun benar naik lagi.Tita mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundak Abi, sehingga selangkangannya lebih terangkat.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi memeluk kedua kaki Tita, sehingga tubuhnya setengah berdiri. Dirasakan jepitan memek Tita lebih terasa sehingga gesekan batang kontolnya menjadi semakin nikmat. Abi semakin menghentakkan pinggulnya ketika dirasakan kenikmatan puncak sudah semakin dekat dirasakan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ahhh…&#8221; Abi mendesah nikmat ketika dari batang kontolnya menyembur cairan kenikmatannya. Dikocoknya terus batang kontol itu untuk menuntaskan hasratnya. Bersamaan dengan itu Tita rupanya juga merasakan kenikmatan yang kedua kalinya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Akhh…!!&#8221; jeritnya untuk kedua kali merasakan orgasme berturut-turut. Tubuh Abi ambruk diatas tubuh Tita. Keduanya saling berdekapan. Kemaluan mereka masih bertaut. Keringat mengucur dari tubuh keduanya, bersatu. Nafas saling memburu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hatur nuhun ya Bi, hatur nuhun&#8221; kata Tita terbata mengucapkan terima kasih diantara nafasnya yang memburu. Tuntas sudah hasratnya. Dua tubuh yang panas berkeringat terus berdekapan mengatasi dinginnya malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak sampai sepuluh menit mereka saling berdekapan ketika dirasakan Abi, batang kontolnya yang telah lepas dari lubang memek Tita mulai dirabai dan diremas kembali oleh tangan Tita. Rupanya perempuan ini sudah ingin lagi. Abi tersenyum dalam hati, lembur nih ini malam!Memang Tita sudah bangkit lagi hasratnya. Nafsunya yang lama terpendam seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak ingin melepaskan kesempatan malam ini untuk bercinta sebanyak mungkin dengan Abi sampai besok pagi, dengan berbagai teknik dan posisi yang selama ini cuma diangankannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan malam itu mereka melewati malam panjang dengan penuh keringat, cumbuan, rabaan, hentakan nafas dan desahan nikmat berkali-kali sampai pagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi bangun ketika dirasakan sinar matahari menyinari tubuhnya yang masih telanjang cuma ditutupi selimut. Ia masih terbaring diranjang tempat dia bercinta sepanjang malam dengan Tita. Dilihatnya jam sudah pukul sembilan. Badannya terasa segar meskipun sepanjang malam mengeluarkan tenaga untuk melayani dan mengimbangi nafsu Tita yang ternyata tak kenal puas. Tak kurang dari lima ronde dilewati oleh mereka dengan sebentar saja istirahat.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi ingat setiap dua atau tiga ronde, Tita selalu membuatkannya minuman sejenis jamu yang ternyata sangat berkhasiat memulihkan energinya sehingga sanggup melayani perempuan yang haus sex itu berkali-kali. Abi masih berbaring. Dicobanya membayangkan kejadian tadi malam. Seperti mimpi tapi benar terjadi. Perempuan yang terlihat lembut tapi ternyata sangat ganas di tempat tidur. Berbagai posisi bercinta telah mereka lakukan semalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan masuklah Tita dengan pakaian lengkap dengan kontol rapat menutup rambutnya membawa nampan berisi roti dan minuman.<br />
&#8220;Eh sudah bangun, bagaimana tidurnya nyenyak&#8221; katanya sambil tersenyum dan langsung duduk ditepi ranjang.<br />
&#8220;Nih sarapan dulu, nantikan kerja keras lagi&#8221; katanya sambil senyum menggoda.</p>
<p style="text-align: justify;">Disodorkanya gelas yang berisi telor setengah matang dicampur minuman yang menurut Tita ramuan rahasia menambah gairah lelaki. KemudianTita memberikannya sepotong roti yang dilahap oleh Abi dengan cepat. Baru terasa perutnya sangat lapar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Teteh mau kemana sih kok rapi…&#8221; tanya Abi<br />
&#8220;Baru nganter anak saya ke rumah Teh Siti. Biar kita bebas&#8221; kata Tita kembali tersenyum nakal. Abi merasa girang karena hasratnya juga mulai berkobar lagi justru karena melihat Tita berpakaian lengkap.<br />
&#8220;Teteh beda banget deh kalau pake jilbab gini…. Jadinya takut aku macem-macem sama teteh… alimmm banget….&#8221; Goda Abi sambil pura-pura menutupi tubunya yang masih bugil itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kamu bisa aja sih Bi, biar pake jilbab aku kan juga manusia biasa… pengen kehangatan, pengen kenikmatan…&#8221; jawabnya sambil mencubit paha Abi, sambil tangan kanannya mencoba melepas jilbabnya.<br />
&#8220;Teh .. jangan dilepas dulu jilbabnya… Teteh mau ngga memenuhi permintaan saya?&#8221; kata Abi<br />
&#8220;Apa sih?&#8221; tanya Tita agak heran<br />
&#8220;Maaf nih Teh, &#8220;kata Abi &#8221; Teteh mau ngga bergaya seperti penari striptease, membuka satu-persatu baju Teteh didepan saya&#8221;<br />
&#8220;Kenapa tidak&#8221; kata jawab Tita Tita tersenyum manis sambil bangkit dan mulai bergaya seperti penari salsa. Mengerakkan tangannya juga pinggulnya. Sambil berputar berusaha melepas jilbabnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;jilbabnya jangan dilepas dulu teh…&#8221; seru Abi.Abi memperhatikannya sambil berbaring menyender di ranjang. Matanya berbinar menyaksikan gaya dan aktrasi Tita. Dengan masih bergoyang, Tita mulai membuka kancing bajunya sehingga mencuatlah buah dada montoknya yang terbungkus BH. Sambil terus menggoyangkan pinggulnya meluncurlah celana panjang yang dipakainya, hingga kini Tita hanya mengenakan jilbab, BH dan Celana dalam berwarna pink.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam keadaan setengah bugil itu goyangan Tita semakin seronok dan menggoda. Kedua tangannya meremasi buahdadanya sambil pinggulnya bergoyang maju-mundur. Abi benar-benar terpesona memandang didepan matanya seorang wanita berkontol menari erotis hanya menggunakan BH dan celana dalam wow… dan perlahan batang kontolnya mulai ngaceng.</p>
<p style="text-align: justify;">Tita naik keatas ranjang. Tariannya kini semakin liar. Disorongkannya pangkal pahanya ke muka Abi sambil menurunkan celana dalamnya sedikit, memperlihatkan bulu jembutnya. Abi menanggapi dengan meraba paha Tita dan membelainya. Kini selangkangan Tita tepat dimuka Abi.Dengan tangannya ditariknya kebawah celana dalam Tita dan langsung dijilati rimbunan jembut menghitam yang dibaliknya terdapat lembah yang nikmat. Tita mengangkangkan kedua kakinya sambil sedikit menekuk lututnya. Tangannya memegang tembok.</p>
<p style="text-align: justify;">Pinggulnya kini bergerak perlahan mengimbangi jilatan lidah Abi pada selangkangannya. Abi menengadah dengan mulut dan lidahnya merambahi daerah kemaluan Tita dengan rakus. Tita mendesah nikmat diperlakukan seperti itu, satu tangannya kini meremasi buahdadanya yang telah terbuka. Dengan ujung lidahnya Abi menjilati lubang memek Tita yang sudah dikuakkan jari tangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan penuh nafsu belahan lembut itu tidak hanya dijilat tapi juga dihisap. Sangat eksotis sekali melihat pemandangan ini, seorang wanita yang masih mengenakan kerudung/jilbabnya sedang dalam keadaan terangsang berat dan kedua tangannya meremas buah dadanya sendiri. Tita merintih nikmat ketika satu jari tengah Abi dimasukkan kedalam lubang memeknya yang semakin basah. Abi menggerakkan jarinya keluar masuk di liang kenikmatan itu dengan sesekali mengoreknya seperti mencari sesuatu, ditambah lidahnya terus menjilati kelentit perempuan itu, menyebabkan Tita semakin mengelinjang liar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tita semakin keras meremasi buah dadanya. Tubuhnya bergetar hebat menerima sentuhan pada lubang memeknya. Kaki Tita terasa tidak kuat menyangga tubuhnya hingga terduduk. Jari Abi masih terhujam dilubang memeknya. Tita membaringkan tubuhnya kebelakang sedangkan pinggulnya diangkat keatas sehingga posisinya melengkung seperti pemain akrobat. Kemaluannya mendongak keatas disangga kedua kakinya yang terbuka. Sehingga kembali mulut Abi dapat merambahi lembah berbulu itu dengan bebas.</p>
<p style="text-align: justify;">Entah kenapa, Abi sangat suka menjilati seputar memek Tita, selain berbau harum juga sangat indah bila dipandang. Dan tentu Tita juga sangat menyukai perlakuan Abi itu, sesuatu yang telah didambakan selama bertahun-tahun. Setelah beberapa lama, rupanya Tita ingin segera disodok lubang memeknya dengan batang kontol pemuda itu yang telah keras mengaceng.</p>
<p style="text-align: justify;">Diturunkan tubuhnya dan mengarahkan selangkangannya kebatang kontol Abi yang telah mengaceng keatas. Abi membantu mengarahkan batang kontolnya kelubang yang telah basah merekah itu. Tita mendesah ketika kepala kontol Abi perlahan menyusup kedalam lubang memeknya yang sempit. Lubang memek Tita meskipun sudah pernah melahirkan masih terasa sempit dan peret. Itu hasil dari rutinnya ia minum ramuan warisan orang tuanya. Sehingga selain lebih rapet juga memeknya berbau harum. Begitu juga ramuan yang diberikan kepada Abi, ramuan khusus untuk lelaki yang membuatnya perkasa dan selalu siap tempur. Dan itu dirasakan oleh Abi setelah minum ramuan buatan Tita. Tubuhnya kembali segar dan batang kontolnya selalu siap tempur.Secara normal Abi memang lelaki yang kuat berhubungan sex, tapi semalaman lima kali bertempur pastilah pagi ini ia masih kecapaian.</p>
<p style="text-align: justify;">Nyatanya pagi ini ia kembali bergairah bahkan semakin tinggi dorongan birahinya. Abi sempat bertanya kenapa ramuan itu tidak diberikan kepada suaminya. Ternyata Tita pernah memberikan suaminya minuman itu, tapi ternya suaminya marah-marah dan melempar gelasnya. Baginya haram minum minuman yang cuma untuk meningkatkan nafsu belaka.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi merasakan selusuran batang kontolnya didalam lubang memek Tita yang kering tapi lembut. Sehingga sentuhan kepala kontolnya yang sensitif pada dinding lubang memek itu menjadi lebih nikmat. Tita mulai menggerakkan tubuhnya naik turun perlahan dan semakin cepat diselingi hentakan-hentakan yang liar. Posisi Abi yang duduk menyandar di sandaran tempat tidur hanya bisa sedikit mengimbangi gerakan Tita yang semakin cepat. Tangannya memegang pinggul montok perempuan itu mengikuti gerakan turun naiknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepasang buah dada yang montok itu terguncang-guncang menggesek muka Abi. Sesekali Tita menghempaskan pingulnya kebawah sehingga batang kontol Abi menghujam seluruhnya didalam lubang memeknya. Dan itu mendatangkan nikmat yang sangat bagi Tita ketika kepala kontol Abi menghujam lubang memeknya yang terdalam yang paling sensitif. Tita terus mehentakkan pinggulnya semakin cepat ketika dirasahan tubuhnya mulai dialiri getaran yang semakin keras, dan tanpa bisa dicegah tubuhnya mengejang ketika getaran itu mencapai puncaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Achhh..!! &#8221; jeritnya keras merasakan puncak kenikmatan.<br />
Tubuhnya mendekap Abi dengan ketat. Abi yang belum tertuntaskan hasratnya kemudian mendorong tubuh Tita kebelakang hingga terlentang dengan tubuh Abi berada diatasnya. Batang kontolnya masih bertaut dalam dilubang memek Tita. Segera Abi mengerakkan pinggulnya naik turun melanjutkan gerakan yang dibuat Tita. Gerakan Abi langsung cepat karena ia juga ingin membuat Tita orgasme yang kedua kalinya berturut-turut, seperti yang selalu dilakukan sepanjang malam tadi. Bahkan ia ingin membuat hatrick, yaitu membuat Tita klimaks tiga kali berturut-turut.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi merasa mampu karena tubuhnya terasa segar sedangkan batang kontolnya masih belum terasa sensitif. Dan nyatanya dihentak sedemikian rupa klimaks Tita yang belum surut, kembali berkobar semakin tinggi. Tita mencoba mengimbangi goyangan Abi, tapi ternyata hanya sebentar ketika orgasme yang kedua kali melandanya.<br />
&#8220;Duh gusti.!.ackhh. .oh! &#8221; jeritnya nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia merasa puas dengan kemampuan Abi, bukan semata karena ramuan yang diberikannya tapi karena pemuda ini memang pintar bercinta dengan teknik yang bisa mengimbangi hasratnya. Abi terus saja menggerakkan pinggulnya tanpa perduli, ia ingin memberikan yang terbaik kepada perempuan ini. Kembali Abi berusaha memacu kembali hasrat Tita yang baru klimaks dan memang tak lebih dari satu menit kembali tubuh Tita diguncang getaran yang paling nikmat. &#8220;Aaaarrggghh. .!&#8221; desahnya kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Belum pernah ia merasakan orgasme tiga kali berturut-turut. Bahkan yang dua kali secara beruntun. Sehingga tubuhnya terasa melayang kelangit kenikmatan ketujuh. Abi yang masih segar belum menghentikan goyangannya bahkan semakin cepat karena ia mulai merasakan nikmat pada batang kontolnya. Tita yang telah KO tiga kali hanya bisa celentang pasrah, seluruh persendiannya terasa lemas. Tapi tiba-tiba hasratnya untuk menikmati airmani Abi muncul. &#8220;Bi, saya mau kulum punya kamu&#8221; pintanya kembali bersemangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Abi menghentikan goyangannya, dia maklum rupanya Tita sudah haus ingin minum. Minum air maninya.Abi juga merasa senang karena ada kenikmatan lain menumpahkan air maninya didalam mulut perempuan itu. maka dicabutnya batang kontol dari lubang kenikmatan itu. Tita mengatur posisi. Kepalanya diganjal dengan bantal sehingga setengah berbaring. Abi segera berlutut mengangkangi badan Tita dengan batang kontolnya mengacung tepat dimuka Tita yang langsung menyambarnya dan mengulumnya dengan nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">Benar-benar pemandangan yang penuh sensasi…. luar biasa, seorang wanita terbaring telanjang bulat dengan hanya mengenakan jilbab, suatu paduan yang bertolak belakang… apalagi mulut wanita berjilbab ini membuka siap menerima batang kontolnya yang keras dan basah dengan lendir vaginanya. Abi merem-melek, gairahnya seakan semakin terbakar melihat dan merasakan bibir wanita berjilbab ini melahap dan mengulum batang kontolnya yang sedang ngaceng dan Abi sangat menikmati sentuhan itu, dibiarkan perempuan itu memperlakukan kontolnya dengan mulutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tita dengan penuh nafsu mengulum dan menjilatinya. Cara perlakuannya semakin pintar dan terampil, hingga nikmat yang dirasakan Abi semakin tinggi.Jarang ada perempuan yang dikencaninya mau mengulum batang kontolnya apa lagi menelan air maninya. Yang mau melakukan itu biasanya perempuan bayaran. Tapi kini perempuan baik-baik, seorang istri yang kesepian dengan rakus melakukannya. Abi merasa beruntung bertemu dengan Tita.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak terpikirkan apa reaksi Pak Hamdan bila tahu perbuatan mereka.Abi merasa batang kontolnya semakin sensitif dikulum dan dilumati mulut Tita yang semakin rakus. Dan tanpa dapat ditahan lagi muncratlah cairan kenikmatan hangat dari otot tegang itu, yang segera dilahap dengan nikmat oleh Tita. Batang kontol itu dikulum hingga hampir sepenuhnya masuk kedalam mulutnya sehingga airmani yang tercurah langsung masuk ketenggorokannya dan tertelan. Enak sekali dirasakan Tita.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian juga dengan Abi, tubuhnya meregang tersentak-sentak seiring curahan cairan kenikmatannya yang dengan rakus ditelan perempuan itu. Tita bahkan juga menjilati cairan yang meleleh dibatang kontol hingga tuntas. Dan tuntas juga ronde pertama dipagi itu. Di pagi itu, seperti malam tadi, mereka terus kembali merengkuh kenikmatan hingga sore.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/gelora-gairah-teh-tita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cute librarians</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/cute-librarians/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/cute-librarians/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 22:38:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bokep 3gp]]></category>
		<category><![CDATA[Bokep Download]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[bokep]]></category>
		<category><![CDATA[japan adult]]></category>
		<category><![CDATA[jav]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1900</guid>
		<description><![CDATA[Bagus nih bokep jepang, ceritanya penjaga perpustakaan ngentot! walah memang jepang gila seks! tapi ceweknya kok nafsuin semua ya apalagi jeritanya itu lho oughhhhhh aughhhhhh gak kukuuu xixixixi&#8230; Download: HOTFILE]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Bagus nih bokep jepang, ceritanya penjaga perpustakaan ngentot! walah memang jepang gila seks! tapi ceweknya kok nafsuin semua ya apalagi jeritanya itu lho oughhhhhh aughhhhhh gak kukuuu xixixixi&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1901" title="cute-librarians" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/01/cute-librarians.jpg" alt="" width="223" height="250" /></p>
<p style="text-align: justify;">Download: <a href="http://hotfile.com/dl/87477308/72853a0/cute_librarians.3gp.html" target="_blank">HOTFILE</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/cute-librarians/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Japan Sex Party</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/japan-sex-party/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/japan-sex-party/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 23:09:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bokep Download]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[bokep]]></category>
		<category><![CDATA[download bokep]]></category>
		<category><![CDATA[japan]]></category>
		<category><![CDATA[sex party]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1885</guid>
		<description><![CDATA[Wah gila nih cewek jepang pada nafsuin semua hehe download aja nih film bro bagus deh gak rugi, ceritanya pesta sex ramai-ramai, kayaknya di kantor&#8230; Download Link: FileSonic]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Wah gila nih cewek jepang pada nafsuin semua hehe download aja nih film bro bagus deh gak rugi, ceritanya pesta sex ramai-ramai, kayaknya di kantor&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1886" title="sex-party" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/01/sex-party-300x174.jpg" alt="" width="300" height="174" /></p>
<p style="text-align: justify;">Download Link: <a href="http://www.filesonic.com/file/38529063/13SOE338B.mp4" target="_blank">FileSonic</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/japan-sex-party/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://www.filesonic.com/file/38529063/13SOE338B.mp4" length="0" type="video/mp4" />
		</item>
		<item>
		<title>Nyonya Astrid</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/nyonya-astrid/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/nyonya-astrid/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 05:06:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[astrid]]></category>
		<category><![CDATA[bimo]]></category>
		<category><![CDATA[bokep]]></category>
		<category><![CDATA[istri tetangga]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[nonton bf]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1359</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, Ketika aku baru beberapa bulan pindah ke sebuah perumahan yang masih sepi dari penghuni. Jika malam itu adalah malam sial bagiku, mungkin benar… pasalnya siangnya Puspa istriku berangkat ke Semarang dijemput mas Tono kakak lelakinya, untuk menghadiri pernikahan sepupu mereka, sedangkan aku memang ga ikut karena ga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kejadian ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, Ketika aku baru beberapa bulan pindah ke sebuah perumahan yang masih sepi dari penghuni. Jika malam itu adalah malam sial bagiku, mungkin benar… pasalnya siangnya Puspa istriku berangkat ke Semarang dijemput mas Tono kakak lelakinya, untuk menghadiri pernikahan sepupu mereka, sedangkan aku memang ga ikut karena ga mungkin meninggalkan tugas kantor yang memang sedang tinggi loadnya di akhir tahun ini… Yang pertama malam ini aku bakal kesepian di rumah, yang kedua baru tadi pagi menstruasi Puspa istriku berhenti, seharusnya malam ini aku dapat jatah setelah selama hampir seminggu kejantananku ga ketemu musuh … Makanya sepulang kantor aku mampir ke Glodok tempat yang memang sehari-hari aku lewati… kubeli beberapa filem bokep… pikirku lumayan untuk menghabiskan week end ini…. Menjelang memasuki gerbang perumahan yang masih sepi dari penghuni ini, hampir aku mengumpat keras, ketika ingat kalao DVD playerku masih berada di tukang service yang seharusnya sudah bisa diambil beberapa hari yang lalu dan sekarang, gila aja kalau aku harus putar balik menembus kemacetan Jakarta hanya untuk mengambil benda itu…. Aaaah… aku ingat mas Budhi satu-satunya tetangga terdekatku yang rumahnya bersebelahan dengan rumahku, aku bisa pinjam dia… kembali aku bernafas lega. Sehabis mandi, segera aku bertandang ke rumah sebelah, aku sempat heran, ga biasanya masih jam 20.30 ruang tamunya sudah gelap, padahal mobil Avanza hitam miliknya ada di rumah, berarti mas Budhi ada dirumah… simpulku sederhana…</p>
<p style="text-align: justify;">“ Mas Budhii… maaas…” panggilku dari luar pagar, sesekali kuketok-ketokkan gembok ke pagar besi, sehingga terdengar suara besi beradu nyaring… Agak lama kulihat lampu ruang tamu menyala, tapi pintu tidak segera dibuka, kulihat tirai sedikit tersingkap dan ada yang mengintip dari dalam, tumben pake diintip segala…. Biasanya mas budhi langsung buka pintu. “ Eeeiii… Bimooo… sorry ya…ayo masuk pagar ga dikunci kan..?” seru suara wanita yang sangat aku kenal, mbak Astrid istri mas Budhi keluar dari pintu dengan pakaian tidurnya dilapisi sweater “ Lho mas Budhi mana mbak… sudah tidur..? waduu jadi ngganggu neeh..?” kataku agak kikuk ketika aku sudah duduk di ruang tamu itu mas Budhi ga muncul.. “ Mas Budhi sedang tugas ke Medan Bim… eh mau minum apa neeh..?” mbak Astrid wanita berwajah cantik ini menawarkan minum yang membuatku semakin jengah untuk duduk berlama-lama disitu, pasalnya mba Astrid dengan pakaian tidur yang tipis memperlihatkan bayangan celana G-String putihnya… aku yakin bagian atas jika tak tertutup sweater akan membayang BH nya… atau mungkin ga pake… yang aku tahu ibu ini buah dadanya sangat montok… Sebenarnya antara aku dan mbak Astrid sudah akrab sekali, bahkan kalo bercanda kadang-kadang agak seronok… tapi itu justru jika ada di depan mas Budhi atau ada Puspa istriku.. ketika berdua begini aku jadi kaya mati angin… sementara mba Astrid masih bersikap wajar…</p>
<p style="text-align: justify;">“ Waah.. ga usah repot-repot mbak… aku hanya mau pinjem DVD player aja kalo bisa…” kataku dengan agak sungkan… “ Ada kok Bim… bentar aku lepasin kabel-kabelnya yah… sendirian di rumah… mau nonton film jorok ya..?” Tebak mbak Astrid yang tengah berlutut di lantai mencabuti kabel DVD player yang berada dibawah kolong membelakangiku sehingga pantatnya yang montok itu ngepress di baju tidurnya yang tipis dengan celana G-String, terlihat pantat montok itu bagaikan tanpa celana…mau ga mau kejantananku yang sudah seminggu ga ketemu musuhnya merespon positif&#8230; mulai menggeliat bangun. “ Waaah… eeehhh… anuu… buat nonton video pengantin temen yang baru diedit” jawabku sempat gagap… “ Alllaaaaaa… ga usah ngelesslaaah… iya juga gapapa… udah gede ini…haa..haaa..” potong mbak Astrid sambil meletakkan benda elektronik tipis ini di meja… dengan posisi aga menunduk ini mataku menangkap dua gundukan montok putih mulus tanpa lapisan dari sela-sela sweaternya di dalam daster yang memang berleher rendah… dan mbak Astrid seolah ga merasa akan hal itu…</p>
<p style="text-align: justify;">“ Haaa…haaa… mbak Astrid nuduh neeh… nonton bokep sendirian ga seru… kalo ditemenin mbak Astrid baru seruuu…” jawabku mulai terbawa gaya sembarangannya mbak Astrid… “ Heeee..??? bener ya Bim..? seumur-umur aku belom pernah nonton bokep… soalnya mas Budhi ga pernah ngasih… kamu ada kan filemnya..?” cerocos mbak Astrid tanpa bisa kujawab… dan sebelum aku bisa jawab… “ Ya udah sana kamu duluan aku ngunciin pintu sama matiin lampu dulu….” Tanpa menunggu jawabanku ibu muda ini sudah menghilang ke belakang… Dengan gontai aku melangkah pulang sambil nenteng DVD player milik mba Astrid&#8230; pikiranku jadi kacau, karena mba Astrid kepengen ikut nonton bokep sama aku&#8230; Sampai dirumah sambil masangin kabel-kabel ke monitor aku bingung sendiri… aku bakal mati gaya, nonton bokep berduaan dengan istri orang… Lain semasa bujangan dulu, kalo nonton bokep justru cari pendamping yang bisa dijadikan pelampiasan… Lulu anak Fakultas Psikologi, pendampingku setia nonton bokep… ujung-ujungnya kami saling melampiaskan walaupun hanya sampe oral sex… Lulu ga mau aku setubuhi, katanya waktu itu dia masih perawan… Trus beberapa lagi Titiek, Anita, Mimi… kalo mereka bertiga memang sudah dapat predikat ayam kampus. Bahkan pernah aku dikeroyok mereka bertiga semaleman…</p>
<p style="text-align: justify;">“ Heeeiii aku datang…! ko malah ngelamun Bim…?” Suara mba Astrid membuyarkan lamunanku. Mba Astrid datang dengan membawa tentengan berupa beberapa minuman kaleng dan makanan kecil.. “ Busyeeet bekelnya banyak bener…? Mau sampe pagi…?” seruku untuk menetralisir kebingunganku… Waddduuu… aku pikir mba Astrid tadi berganti baju yang lebih pantas, ternyata masih menggunakan baju tidur yang sama… ini namanya sial atau keberuntungan siiih..???“ Heh..? siapa tau sampe pagi…? Bim aslinya… sebelum kamu datang tadi aku di dalam rumah sendirian, tuh takut… tau ga siih..? sepi bangeeet… makanya aku bawa banyak bekel, ntar kita ngobrol aja sampe pagi… setuju..?” celoteh mba Astrid panjang lebar bener-bener ga berubah sikapnya, ada atau ga ada suaminya… “ Sekarang mau nonton yang mana dulu..? silakan nyonya Astrid menentukan pilihan…” kataku sambil menyodorkan segepok piringan DVD lengkap dengan sampulnya… Pilihan mba Astrid rupanya tepat, pilihan filmnya masih yang XX&#8230; jadi sewaktu nonton kami masih bisa sambil santai bercanda mengkomentari adegan demi adegan, walaupun 2 jam kemudian setelah film pertama selesai aku lihat wajah mba Astrid agak memerah dan sesekali merapatkan sweaternya seolah-olah menyembunyikan dadanya yang montok&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">“ Mmm&#8230; apa sih yang dikuatirkan mas Budhi dengan aku nonton Bokep, kalo beginian sih ga begitu ngaruh aku rasa Bim&#8230;?” kata mba Astrid sedikit arogan.. sambil milih-milih lagi film yang akan ditonton berikutnya&#8230; “ Yang bener aja deeeh Nyonya Astrid..?? kalo nontonnya sama suami orang..?” Jawabku menggodanya.. entah kenapa aku bisa menemukan panggilan Nyonya Astrid untuknya yang selama ini ga pernah muncul.. “ Haa&#8230; haaa&#8230; suami Puspa sih anak kemaren sore mana berani macem-macem..?” sahutnya setengah menantang dengan bibir manisnya dicibirkan padaku&#8230; Memang usia mba Astrid lebih tua 2-3 tahun dari aku, makanya sering ledekannya kepadaku selalu menyangkut umur dan apalagi memang wajahku kata orang adalah baby face, innocent&#8230; seandainya orang tau kelakuanku di jaman kuliah dulu&#8230; pernah kencan ranjang dengan dosen manajemen&#8230; pernah pacarin anaknya sekaligus nidurin mamanya&#8230; ibu kospun pernah aku embat&#8230; mungkin akan lain kesannya padaku dan kebetulan Puspa istriku aku dapatkan ketika aku sudah di Jakarta dan sama sekali tak tahu masa laluku yang brengsek&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">“ Biim&#8230; iihh asyik banget tuh mereka yak..?” Gumam mba Astrid yang memang dasar mulutnya ga bisa diem&#8230; melihat adegan pose 69 kayanya heran banget&#8230;“ Emang kamu belum pernah mba..?” sahutku polos&#8230;“ Eeeh&#8230; enggak&#8230; no comment.. sssst diem aja ya sekarang..” kudengar mba Astrid menjawab gagap dan suaranya agak bergetar&#8230;. Benar saja suasana jadi hening, apalagi volume film memang kecil supaya ga kedengaran dari luar&#8230;. Tapi kini yang aku dengar adalah suara nafas mba Astrid yang tidak teratur, seolah-olah terengah-engah&#8230; sedangkan aku juga sudah terhanyut dengan adegan syuuur yang terpampang di monitor dan film kali ini adalah XXX&#8230; celana pendekku yang gombrong, di bagian selangkanganku sudah menggembung akibat batang kemaluanku sudah menegang kencang, makanya kutumpangkan bantalan kursi agar ga terlihat oleh mba Astrid&#8230; awalnya aku ga begitu memperhatikan mba Astrid, karena aku sangat terbawa oleh adegan dan wajah-wajah seksi di film itu&#8230; tapi beberapa kali kudengar mba Astrid menghela nafas panjangnya&#8230; dan beberapa kali merubah posisi duduknya, seolah gelisah&#8230; mulailah aku memperhatikan tingkah wanita yang menahan gejolak birahi&#8230;. kulihat sering nyonya muda ini meregangkan jari-jari tangannya&#8230;. dan kulihat wajah yang cantik berkulit putih ini makin memerah, seperti layaknya orang habis minum arak&#8230; Satu setengah jam berlalu&#8230; sesekali kulirik mba Astrid yang duduk di sebelahku persis&#8230; kegelisahannya kulihat semakin hebat&#8230; dan hilang sudah komentar-komentar konyolnya seperti pada film pertama&#8230; Pada suatu saat menjelang film ini selesai&#8230; mata kami bertemu pandang&#8230; kulihat sorot mata yang aneh dari mba Astrid&#8230; sementara kurasa matakupun sudah aneh juga&#8230; dimata mba Astrid..<br />
<span id="more-1359"></span><br />
“ Biiiiiimmmm&#8230;.” Kudengar suaranya mendesah memanggil namaku“ Ya mbaa&#8230;” jawabku tak kalah lirih, dalam pandanganku saat itu yang dihadapanku bukanlah Astrid sebagai wanita yang sudah kukenal baik&#8230;tetapi Astrid sebagai wanita yang sangat menggairahkan sedang menggelar libidonya&#8230; entah siapa yang memulai&#8230; tahu-tahu tangan kami sudah saling menggenggam&#8230; kuremas lembut jari-jari halus mba Astrid. Mba Astrid menundukkan wajahnya ketika wajahku mendekat, kusibakkan rambut panjangnya yang jatuh menutup sebagian wajahnya&#8230; kembali dia mengangkat wajahnya dan wajah kami hampir tak berjarak, hembusan nafasnya terasa hangat dihidungku.. matanya menatapku penuh makna&#8230; Entah keberanian dari mana yang mendorongku mengulum bibir indah yang setengah terbuka milik mba Astrid&#8230; aah reaksi positif kudapatkan&#8230; kulumanku dibalasnya, sejenak bibir kami berpagutan mesra, sampe akhirnya dia melepaskan pagutan bibirnya dengan nafas terengah-engah.“ Aaah Biimo&#8230; jangan&#8230; jangan diteruskan&#8230; bahaya&#8230;” katanya setengah berbisik sambil berusaha melepaskan rengkuhanku&#8230; tak akan kulepaskan nyonya cantik ini&#8230; kepalang tanggung..pikirku.</p>
<p style="text-align: justify;">“ Kenapa mba..? apanya yang berbahaya..?” sahutku sekenanya sambil mendaratkan kecupan bibirku di lehernya yang jenjang&#8230; sejenak dia meronta-ronta kecil berusaha menghindari kenakalan bibirku pada leher mulusnya, sementara tanganku tengah meremasi kemontokan buah dada yang ternyata memang tak mengenakan bra&#8230; beberapa kali tangan halusnya menepiskan tanganku dari dadanya&#8230; tapi segera tanganku kembali ke tempat semula, sampai sesaat kemudian perlawanannya berhenti dengan sendirinya, berubah dengan desah nafas memburu dan geliatan tubuhnya&#8230; serangankupun kukendorkan.. kecupan bibirku kuperlembut demikian juga remasan tanganku berubah menjadi elusan lembut pada kulit payudaranya dan gelitikan mesra pada puting susunya yang sudah mengeras&#8230;“ Bimo&#8230; ssss&#8230; aku ngga tahaaan..” bisiknya pendek, dekat sekali suara itu di telingaku&#8230; ooowww&#8230; daun telingaku dikulumnya&#8230; dijilatinya&#8230;“ Ikuti aja mba&#8230; nikmati aja..” bisikku mesra sambil menarik tali daster yang tersimpul di pundaknya, sehingga memperlihatkan kesempurnaan bukit montok di dadanya.. begitu mulus dengan puting mungil mengeras berwarna merah kecoklatan&#8230; kudaratkan jilatan ujung lidahku pada benda itu, tubuh mba Astrid menggeliat sambil mendesah panjang&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">“ Ssssssshhh&#8230; aaahh&#8230; Biimm..ooo.. aku.. takuut&#8230; mmmmmhh” Tak kupedulikan lagi kalimat-kalimat mba Astrid, karena nafsukupun sudah di ubun-ubun apalagi menghadapi kenyataan ternyata tubuh ibu muda ini memang tak layak untuk dilewatkan sesentipun&#8230; desah-desah resah berhamburan dari mulut mba Astrid, geliatan tubuhnya sudah menunjukkan kepasrahannya kepada birahinya sendiri&#8230; tangannya mulai melingkar di leherku, betapa rambutku digerumasinya, betapa kuatnya jari lentik mba Astrid mencengkeram kulit punggungku, manakala puting susunya kukulum dalam waktu yang lama&#8230;.“ Duuuh&#8230; ampuuunn&#8230;..” desahnya lirih, perutnya yang rata berkulit putih dihiasi lubang pusar berbentuk bagus ini menggeliat erotis, manakala bibirku mengecupinya&#8230; Tubuh atas mba Astrid sudah kutelanjangi, entah kemana daster dan sweaternya jatuh ketika kulempar tadi. Tubuhnya setengah rebah dengan kepala berada di sandaran tangan sofa, sementara kulihat tangannya meremasi payudaranya sendiri&#8230; Mba Astrid mengerang panjang dengan menggoyang-goyangkan kepalanya yang mendongak ketika lubang pusarnya kukorek-korek mesra dengan lidahku&#8230; tubuhnya menggeliat erotis sekali, rupanya disitu adalah salah satu daerah sensitifnya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">“ Owww&#8230; Biimmoo&#8230; jangaaan&#8230; aku ga mauu&#8230;” bisiknya sambil tangannya menahan daguku&#8230; ketika kukecupi gundukan kemaluannya dari balik celana G Stringnya yang sudah tampak bercak basah&#8230;“ Kenapa mbak..?” tanyaku lembut..“ Ssssshh&#8230; aku belum.. pernah&#8230; maluuu..” jawab mba Astrid, sambil berusaha menarik tubuhku ke atas&#8230; Busyeet jadi diapain aja tubuh indah ini sama mas Budhi..? Selanjutnya tanpa permisi celana G String itu kusingkap ke samping&#8230;. Fuuuiii..! sebuah gundukan kecil yang dibelah tengah dengan rambut kemaluan ga begitu lebat&#8230; sebuah bentuk luar kemaluan wanita yang masih orisinil&#8230; indah sekali belahan yang basah kulihat berdenyut-denyut&#8230; tak ayal lagi lidahku terjulur menyapu cairan yang membasahi belahan indah itu&#8230;. “Aaaaahhh&#8230; Biiiimmoooo&#8230; kamu bandeeelll&#8230;” Erang mba Astrid dengan tubuh semakin hebat menggeliat&#8230; sepasang kaki panjangnya semakin terkangkang lebar&#8230; kaki sebelah kiri terjuntai ke lantai yang beralaskan karpet tebal dan kaki sebelah kanannya ditumpangkan di atas sandaran sofa&#8230; setelah G Stringnya kutanggalkan. Rambutku habis diacak-acak tangannya yang gemas yang kadang mencengkeram erat kulit pundakku&#8230; hal ini membuat aku semakin kesetanan ditambah aroma vaginanya yang segar&#8230; bibirku menciumi bibir vaginanya selayaknya mencium bibir mulutnya dan lidahku menyelip-nyelip memasuki liang yang basah itu sampai sedalam-dalamnya&#8230;. sesekali kukulum clitoris mungil yang sudah mengeras&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">“ Biiimmmmooo&#8230;. ampuuuunn&#8230; nikmaaaaat bangeeettt&#8230;” mba Astrid merintih-rintih dengan suara seperti orang mau menangis&#8230; pinggulnya bergerak-gerak merespon ulah lidah dan bibirku di selangkangannya&#8230;“ Ooowwh&#8230; Biiimmm&#8230; sudaaaaahhhh aku ga tahaaaaan&#8230;” Suara mba Astrid semakin memilukan&#8230; Tiba-tiba tubuh mba Astrid bangkit dan mendorong lembut tubuhku yang tengah bersimpuh di karpet tebal kuikuti saja sehingga tubuhku telentang di karpet sedangkan tubuh mba Astrid mengikuti arah rebah tubuhku sehingga tubuhku kini ditindihnya&#8230;. payudaranya yang montok dan kenyal itu kini menempel ketat di dadaku&#8230; wajah kami begitu dekat dan wajah wanita yang tengah diamuk birahi memang akan semakin terlihat memikat, seperti wajah mba Astrid ini kulihat semakin mempesonaku&#8230;“ Bimooo&#8230; ayo masukin yaaah..?” Desisnya dengan bibir indahnya kulihat gemetar&#8230;Alis indah di wajah cantik mba Astrid mengerinyit dan matanya yang agak sipit semakin menyipit sayu&#8230;“ Ouught&#8230; pelaaan Biiimm&#8230; ssssss&#8230; nyeriii&#8230;” keluhnya&#8230; sambil memepererat pelukannya&#8230; kurasakan liang sanggama ibu muda ini sempit sekali ketika palkonku berusaha menerobosnya&#8230; Tapi ibu muda ini sangat bersemangat untuk menuntaskan gairah binalnya&#8230; walaupun dengan ekspresi yang nampak kesulitan dan kesakitan&#8230;. diiringi geal-geol pinggulnya&#8230; akhirnya amblaslah seluruh batang kemaluanku tertanam di liang sanggamanya yang sempit..</p>
<p style="text-align: justify;">“ Sssshhh&#8230; gilaaa&#8230; gede banget punya kamu&#8230; hhh&#8230; hhh&#8230; tunggu Biimm..” Tubuh sintal mba Astrid ambruk ke tubuhku ketika penetrasi itu berhasil&#8230; kudiamkan sejenak tubuh sintal itu diam tak bergerak di atas tubuhku dengan nafas memburu tak beraturan&#8230; besutan-besutan kecil kurasakan ketika mba Astrid mulai menggerakkan pinggulnya&#8230; dan gerakan itu semakin keras&#8230; dan besutan-besutan itu semakin nikmat kurasakan&#8230;. aku ga bisa menahan diri lagi untuk mengcounternya&#8230; aku mulai mengayun batang kemaluanku.. “ Biimmooo&#8230; oooohhh&#8230;sssshhhh” hanya itu desah-desah kalimat pendek yang sering terucap dari mulut mba Astrid yang dengan gemulai menarikan pinggulnya&#8230; diiringi erangan dan rintihan kami yang sangat ekspresif&#8230; sesekali bibir kami berpagutan liar&#8230; remasan gemas tanganku pada payudara montok yang terayun-ayun itu seakan tak mau lepas&#8230; “ Biimm&#8230; Biimmoooo&#8230; ssssshh&#8230; aku hampiiirrr&#8230; ookkkhhh..” gerakan tubuh mba Astrid semakin tak beraturan&#8230; dan rasanya akupun ga perlu menahan bobolnya tanggul spermaku untuk lebih lama&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">“ Tunggu mba..” desisku pendek.. dan bagaikan dikomandoin tubuh kami bisa serentak meregang dan aku terpaksa mengayunkan batang kemaluanku sehebat-hebatnya un tuk menghasilkan kenikmatanku secara maksimal&#8230;“ Aaaaarrgh.. Biiiimmooo&#8230; aammmpuuuunn&#8230;” Tubuh mbak Astrid menggelepar hebat di atas tubuhku&#8230; betapa kejam kuku jarinya mencengkeram dadaku sebagai pelampiasan meledaknya puncak birahi betinanya&#8230;.Hening&#8230;. sesaat setelah terjadinya ledakan hebat&#8230; kulihat jarum jam didnding menunjukkan angka 11.30&#8230; tubuhku tetap rebah telentang&#8230; sedangkan tubuh mba Astrid tergolek disamping membelakangiku&#8230; Ketika deru nafas memburu kami mulai mereda&#8230; dan ketika keringat birahi kami mulai mengering&#8230;. kupeluk tubuh sintal mba Astrid dari belakang, tapi dengan lembut tanganku diangkat dan dipindahkan ke tubuhku sendiri&#8230; dan tubuh mbak Astrid beringsut menjauhiku&#8230; kudekati lagi tubuh itu dan kudaratkan kecupan di punggung berkulit mulus itu&#8230; kudengar isak tangisnya&#8230;.“ kenapa mba..?” tanyaku lembut&#8230; lama ga ada jawaban, isak tangis mba Astrid makin keras&#8230; kubelai lembut pundaknya.. tapi tanganku ditepisnya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">“ Bimo&#8230; aku sedih dengan kejadian ini&#8230; aku malu sama kamu.. dan aku merasa sudah melukai hati Puspa dan mas Budhi&#8230;” terdengar suara mba Astrid serak&#8230;“ Malu kepadaku..? untuk apa malu&#8230;? justru aku merasa lebih dekat dan bahagia sama kamu mbak.. walaupun sebenarnya ga seharusnya dengan jalan seperti ini&#8230; selama kita bisa memposisikan masalah ini pada porsinya, kurasa mas Budhi ataupun Puspa ga akan merasa kita sakiti..” jawabku panjang lebar..“ Aku takut mereka tahu apa yang telah kita lakukan..” sahut mba Astrid dengan suara yang semakin tenang&#8230;“ Mereka ga akan tahu selama kita ga memberitahu&#8230; dan kondisi kita saat ini adalah seorang lelaki dan wanita yang punya keinginan yang harus terpenuhi saat ini juga&#8230; kita tidak bisa menghindari mbak..” sahutku lagi, sambil kutumpangkan tanganku dipinggul bulatnya&#8230; mba Astrid tak bereaksi walaupun masih mempunggungiku&#8230;“Lebih tepatnya harus terpenuhi malam ini&#8230; bukan hanya sesaat&#8230;” sahut mba Astrid sambil membalikkan badannya, sehingga kembali payudara montoknya menempel di dadaku&#8230; matanya menatapku tajam penuh tantangan.. dan kini wajah sembab sehabis menangis ini tersenyum manis sekali&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">“ sepanjang malam ini mba..?” tanyaku menegaskan, sambil kulingkarkan lenganku ke pinggangnya yang raping&#8230;“ Yah&#8230; bukankah malam masih panjang Bim&#8230;?” bisiknya manja.. wajahnya ditengadahkan ke wajahku. Kupagut bibir bagus itu dan disambut dengan sangat bergairah&#8230;. Gairah liar birahi betina mba Astrid meletup dahsyat, aku benar-benar tak menyangka ibu muda yang kalem dan polos bisa berubah sedemikian agresip&#8230; Batang kemaluanku rupanya benar-benar membikin ibu muda ini gemas setengah mati&#8230; tak hentinya tangan berjari lentik ini mengocok dan meremas-remasnya..“ Bimo aku pengen “ini” kamu..” bisiknya manja sambil meremas lebih keras saat mengucap kata “ini”&#8230;“ Emang bisa..?” sahutku menggoda&#8230; wooww.. perutku digigit kecil mba Astrid dengan gemas&#8230;“ Boleeeh enggaaa..?” rajuknya“ Iyaaaa&#8230; habisiiin deeeh..” jawabku sambil kuremas pantat bulatnya&#8230; Awalnya kurasakan mba Astrid masih coba-coba&#8230; dengan sabar aku memberi arahan, karena beberapa kali palkonku terkena giginya&#8230; lumayan sakiit&#8230; Selanjutnya, tubuhku dibuat melintir dan menggeliat merasakan permainan lidah dan lembutnya bibir mba Astrid membasuk batang kemaluanku&#8230; kadang-kadang dengan nekadnya batang kemaluanku ditanamnya dalam-dalam sampai ujung kerongkongannya&#8230; sampai mba Astrid tersedak..</p>
<p style="text-align: justify;">“ Eeeii.. jangan diabisin mbaa..” kataku lembut&#8230; melihat mba Astrid tersedak..“ Abis gemeees aku Bim&#8230; punya kamu panjaaang bangeeet, gede lagi&#8230;” bisiknya manja, memberi alasan&#8230;Akhirnya kami membuat posisi 69, mba Astrid menindihku dengan posisi mengangkangi wajahku&#8230; Kami sepakat dengan posisi ini sampai mencapai orgasme&#8230; kembali erangan dan rintihan kami bersahutan.. gerak tubuh kami sudah tak berirama, detik-detik akhir mba Astridpun kurasakan&#8230; beberapa kali kaki panjangnya meregang dan besotan mekinya di bibirku makin liar&#8230; aksi lidah dan bibirnya pada batang kemaluankupun makin liar, membuatku semakin mendekati titik kulminasi&#8230;“ Eeeeeehhhkkk&#8230; Biiiimmmm&#8230; niiiikkkkmaaaattnyaaa&#8230;” rengek mba Astrid panjang, tubuhnya menggeliat hebat&#8230; kedua kakinya meregang.. besotan meki ke mulutkupun makin hebat&#8230; lidahku kujulurkan jauh kedalam liang becek yang kurasakan mengedut-ngedut&#8230;“ Oooowww.. mbak akuu.. hampiiirr&#8230;” Desahku selang tak lama setelah palkonku kembali dihajar lidah dan mulut mba Astrid&#8230; busyeeet, bukannya melepaskan kuluman bibirnya di palkonku, mba Astrid malah memperhebat aksi mulut dan lidahnya ditambah kocokan tangannya pada batang kemaluanku&#8230; Apa dayaku&#8230; tak ampun lagi diiringi eranganku, tubuhku mengejang keras mengantarkan semprotan spermaku bertubi-tubi di dalam mulut mba Astrid yang makin lengket seperti lintah menempel di tubuhku&#8230; tak luput kantong pelerku diremas-remas lembut, seakan spermaku ingin diperas habis&#8230; setelah dirasa tetes terakhir&#8230; buru-buru mba Astrid bangun dari tubuhku dan menyambar botol aqua yang tadi dibawa dari rumah dan diteguknya sampai tandas&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">“ Iiih&#8230; rasanya aneh&#8230; banyak banget, kentel lagi&#8230; kenyang deh aku Bim&#8230; tapi enaak kok, asin ada gurihnya..” komentar mba Astrid dengan pengalaman barunya&#8230; Kembali kami berbaring di karpet tebal merasakan lemasnya tubuh&#8230;Setelah mengguyur tubuh dengan shower di kamar mandi kembali kami rebahan santai di karpet tebal di depan televisi, saat itulah mba Astrid menceritakan rahasia kehidupan ranjangnya dengan mas Budhi, yang monotone, mas Budhi terlalu polos dan lurus dalam soal sex.. sedikit-sedikit takut dosa. Dalam hal kepuasan sex sebenernya mba Astrid tidak merasa kekurangan, karena selain mas Budhi memang punya stamina tubuh yang bagus dengan hidup sehatnya, di sisi lain memang mba Astrid adalah type wanita yang gampang tersulut gairah seksualnya dan dengan cepat mencapai puncak orgasme&#8230;“ Pernah hari Minggu pagi aku liat mas Budhi sedang nyuci mobil dengan kaos yang basah, sehingga nempel dibadannya yang atletis&#8230; seeerrrr&#8230; langsung.. basah juga deh CD ku&#8230; dan langsung kutarik mas budhi kekamar dan aku telanjangi&#8230;. haa.. haaa.. dapet dua kali&#8230;” tutur mba Astrid sambil menyuapi aku dengan anggur yang dibawanya tadi&#8230; Kembali kami nonton bokep yang belum kami tonton&#8230; belum seperempat jam Asia Carrera beraksi&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">“ Biiiimmm&#8230; nggaaa tahaaan neeh&#8230; keburu pagi&#8230;” Desah mba Astrid manja dengan nafas yang sudah ngos-ngosan&#8230; apalagi dengan membengkaknya batang kemaluanku yang dari tadi ga lepas dari genggamannya.“ Mba Astrid pingin diapain..?” bisikku sambil kudaratkan kecupan di lehernya“ Pingin kaya di film itu&#8230;” jawabnya manja&#8230; tanpa disuruh mba Astrid menelungkupkan tubuhnya di sofa dengan kaki berlutut di karpet agak mengangkang&#8230; kuminta pantatnya ditunggingkan sehingga gundukan bukit kemaluannya mengarah keluar&#8230; mba Astrid kembali mengerang gemas ketika palkonku mulai merentangkan otot liang sanggamanya&#8230; ketika pantat montok itu mulai menggeol gemulai dan ketika batang kemaluanku mulai memompa&#8230; mulailah kuda jantan dan kuda betina ini berpacu birahi&#8230; Aku membuktikan mba Astrid memang wanita yang cepat mencapai orgasme dan cepat kembali berkobar birahinya&#8230; dan mba Astrid menghendaki berganti posisi setelah dia mencapai orgasme&#8230; saking seringnya dia mencapai orgasme&#8230; hampir-hampir kami kehabisan posisi dan di setiap posisi mba Astrid mengaku bisa mencapai orgasme dengan kenikmatan yang maksimal&#8230; Ketika pada orgasme mba Astrid yang kelima, aku juga merasakan orgasmeku hampir sampai&#8230; mba Astrid menyadari itu&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">“ Biimm&#8230; tumpahkan dimulutku sayaaang&#8230; aku suka peju kentel kamu&#8230;” rengeknya disela-sela nafas kuda betinanya&#8230; dan dengan bernafsu sekali mba Astrid menyambut semburan demi semburan sperma kentalku dengan mulut terbuka lebar dan lidah yang menggapai-gapai&#8230; Tubuh mba Astrid kembali rebah telentang di karpet setelah menenggak setengah botol aqua&#8230; rambutnya yang panjang tampak kusut dan basah oleh keringatnya, tubuhnya yang berkulit putih juga tampak berkilat basah oleh keringat&#8230; terlihat sinar matanya yang kecapekan dan wajah agak memucat&#8230; Ketika aku keluar dari kamar mandi setelah kembali mengguyur tubuhku dengan shower, kulihat mba Astrid tertidur pulas dengan bibir tersenyum&#8230; kulihat jam menunjukkan jam 03.45&#8230; kurebahkan tubuhku disisinya&#8230; kubelai lembut rambutnya yang masih basah oleh keringat birahi&#8230; kukecup keningnya yang sedikit nonong&#8230; kuamati tubuh telanjang ibu muda ini, sebuah struktur yang sempurna&#8230; wajahnya berbentuk oval, bibir berbentuk bagus, hidung mancung berbentuk ramping, mata agak sipit tapi memanjang dengan kelopak besar&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">bulu mata yang lentik dan panjang&#8230; alisnya seperti di gambar&#8230; postur tubuhnyapun proporsional antara tinggi dan beratnya&#8230; sekitar 165 – 170 cm&#8230; buah dadanya yang montok kutaksir cup branya B&#8230;. memang masih kenyal menggemaskan dengan puting susu bak perawan, mencuat mungil ke depan, berwarna merah kecoklatan&#8230; perutnya yang rata dengan lubang pusar berbentuk indah&#8230; pinggang ramping menyambung dengan pinggul yang padat ditopang sepasang kaki yang panjang berbentuk atletis&#8230;. Rupanya aku tak dapat menahan kantukku&#8230; Aku membuka mata kulihat mbak Astrid bersimpuh di sebelah tubuhku, dengan pakaian sudah lengkap membalut tubuhnya, rupanya dia yang membangunkanku kulihat jam dinding menunjukkan pukul 05.15&#8230; “Biim, aku pulang dulu yaa..?” kata mbak Astrid, wajahnya sudah segar, rupanya sempat mencuci mukanya sebelum membangunkanku&#8230; “ Eeeh&#8230; buru-buru sih..? kan masih pagi&#8230; “ jawabku sambil menarik pinggangnya&#8230; “ Bimo kamu gila&#8230; liat tuh udah terang&#8230;” protesnya ketika tubuhnya menindih tubuhku akibat tarikan tanganku dan aku memang gha peduli karena seperti biasa kalo pagi hari, batang kemaluanku pasti ikut menggeliat bangun saat aku bangun&#8230;. kembali kugumuli tubuh indah yang kini sudah berdaster lengkap dengan sweaternya&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">“ Aaaahhh Bimmooo&#8230; ga mauuk&#8230; bauuuk ga enak..” protesnya manja tapi tidak menolak bahkan kudengar desisan panjang ketika batang kemaluanku kembali menggelosor memasuki tubuhnya&#8230; “ Biiimmo&#8230; asli aku ga mampu menolak yang begini iniii ooohhkk&#8230;” desisnya gemas merasakan pompaan batang kemaluanku ke liang sanggamanya yang sempit&#8230; “ Ayyuu Biiimmm&#8230; keburu mbak Suti dateng&#8230;” bisik mbak Astrid di deket telingaku, setelah orgasmenya yang kedua, mbak Suti adalah tukang cuci yang tiap pagi datang ke rumahnya&#8230;. “Owwkk.. Biiimmm&#8230; giiilllaa kamuuu&#8230; aku berasaa lagiii&#8230;” rengek mbak Astrid lirih.. kurasakan tubuhnya mulai menegang&#8230; “ Mmmhh&#8230; tuungguuu mbaakk..” Kupergencar pompaanku&#8230; tubuh mbak Astrid makin kuat menegang.. memperkuat pelukan dan cengkeramannya di tubuhku&#8230; “ Oooowww&#8230; nggaaaaa tahaaaan Biiiimmm&#8230;!” teriakan keras mba Astrid menghantarkan geleparan tubuhnya yang tak terkontrol hal ini ternyata mendorong dengan cepat semburatnya spermaku kembali memenuhi liang sanggama mba Astrid&#8230;. Kembali kami terkapar di atas karpet&#8230; kali ini mbak Astrid ngga lagi telanjang&#8230; hanya dasternya aja tersingkap sampai ke perut&#8230; Setelah nafsnya kembali teratur mbak Astrid beringsut bangkit sambil memungut celana G Stringnya dimasukkan ke kantong dasternya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">“ Udah ya Bim&#8230; makasih banget untuk malam panjang ini&#8230; aku ga akan melupakan malam indah sama kamu ini, tapi aku berharap cukup sekali ini saja&#8230; jangan sampai kita ulang ya Biim&#8230; janji ya..?” kata mbak Astrid sendu&#8230; akupun mengangguk saja, ngga ada kalimat yang mampu terucap dari mulutku&#8230; Kuantar mbak Astrid sampai pintu ruang tamu, karena aku masih telanjang bulat&#8230; Nggak sampai setengah menit mba Astrid menutup pintu rumahnya, kulihat dari balik kaca jendela mba Suti tukang cuci itu datang&#8230; Memang kejadian itu ga terulang lagi sampai saat ini dan hubungan keluarga kami tetap seperti sediakala sampai akhirnya mba Astrid dan Puspa istriku melahirkan anak dengan waktu hampir bersamaan, tapi kejadian semalam itu rupanya benar-benar menjadi ikon yang hidup di hati aku dan mbak Astrid&#8230; beberapa kali kami melakukan phone sex setiap kali mbak Astrid curhat tentang kehidupan seksnya yang tetap monotone&#8230; hanya sebatas itu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/nyonya-astrid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yokorenbo Immoral Mother Vol.1</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/yokorenbo-immoral-mother-vol-1/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/yokorenbo-immoral-mother-vol-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 21:23:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bokep Download]]></category>
		<category><![CDATA[Bokep Online]]></category>
		<category><![CDATA[Hentai]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[anime hentai]]></category>
		<category><![CDATA[bokep]]></category>
		<category><![CDATA[bokep kartun]]></category>
		<category><![CDATA[download hentai]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot hentai]]></category>
		<category><![CDATA[video bokep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=968</guid>
		<description><![CDATA[Berhubung gue lihat banyak kata kunci yang mencari video hentai ini gue coba masukkan satu film dulu ya, nanti kalau banyak peminat gue tambahin film bokep jepang sama bokep barat, enjoy aja bro and sis&#8230;&#8230; klik untuk nonton online kalau jatah waktunya sudah habis silahkan download saja Download klik disini filenya..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berhubung gue lihat banyak kata kunci yang mencari video hentai ini gue coba masukkan satu film dulu ya, nanti kalau banyak peminat gue tambahin film bokep jepang sama bokep barat, enjoy aja bro and sis&#8230;&#8230; klik untuk nonton online kalau jatah waktunya sudah habis silahkan download saja</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="450" height="330" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="src" value="http://www.megaporn.com/e/KKI06U4W500449e5deba745020dd8f2ac6d69279" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="450" height="330" src="http://www.megaporn.com/e/KKI06U4W500449e5deba745020dd8f2ac6d69279" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/member-vip/Yokorenbo-Immoral-Mother-Vol-1-ceritasex-cn.mp4">Download klik disini</a> filenya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/yokorenbo-immoral-mother-vol-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ML sama pacar (video amatir)</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ml-sama-pacar-video-amatir/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ml-sama-pacar-video-amatir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 15:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bokep 3gp]]></category>
		<category><![CDATA[3gp]]></category>
		<category><![CDATA[amatir]]></category>
		<category><![CDATA[blowjob]]></category>
		<category><![CDATA[bokep]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[mendesah]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[oral]]></category>
		<category><![CDATA[pacaran]]></category>
		<category><![CDATA[sepong]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[woman on top]]></category>
		<category><![CDATA[wot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Inilah gunanya punya pacar, bisa buat enakin kontol hehehe.. ni video amatir bagus juga soalnya ceweknya bikin napsu cuy, palagi pas ngentot dia mendesah desah aduh jadi kontolku tegang Download video disini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Inilah gunanya punya pacar, bisa buat enakin kontol hehehe.. ni video amatir bagus juga soalnya ceweknya bikin napsu cuy, palagi pas ngentot dia mendesah desah aduh jadi kontolku tegang <img src='http://www.ceritasex.cn/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/ml-sama-pacar.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-449" title="ml-sama-pacar" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/ml-sama-pacar-265x300.jpg" alt="ml-sama-pacar" width="265" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://rapidshare.com/files/246689328/ML-sama-pacar.3gp" target="_blank">Download video disini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ml-sama-pacar-video-amatir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akper Suaka Insan</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/akper-suaka-insan/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/akper-suaka-insan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 08:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bokep 3gp]]></category>
		<category><![CDATA[3gp]]></category>
		<category><![CDATA[anal]]></category>
		<category><![CDATA[anus]]></category>
		<category><![CDATA[bokep]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tempek]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Gila nih cewek, mukanya sih alim&#8230;&#8230;. tapi doyan anal seks di anus! edannnnn cuy&#8230;. coba nonton deh desahannya bikin konak awas loe smua pada coli di wc hahahaha.. Download sini filmnya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/akper_suaka_insan.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-405" title="akper_suaka_insan" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/06/akper_suaka_insan-268x300.jpg" alt="akper_suaka_insan" width="268" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Gila nih cewek, mukanya sih alim&#8230;&#8230;. tapi doyan anal seks di anus! edannnnn cuy&#8230;. <img src='http://www.ceritasex.cn/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  coba nonton deh desahannya bikin konak awas loe smua pada coli di wc hahahaha..</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://rapidshare.com/files/244245323/Akper_suaka_insan.3gp" target="_blank">Download sini filmnya</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/akper-suaka-insan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Sma 10 Ngentot</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/anak-sma-10-ngentot/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/anak-sma-10-ngentot/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 05:46:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bokep 3gp]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[3gp]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[anak sma]]></category>
		<category><![CDATA[bokep]]></category>
		<category><![CDATA[sma 10]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Gak tau gue ini anak sma 10 bandung apa jakarta, kalian cari tau aja sendiri ya yang deket-deket jakarta apa bandung coba di cek di sekolahan kali aja ada yang mirip hehehe yang penting nikmati aja video bokep nya crot crottttt&#8230;&#8230; Downloadnya disini aja: http://rapidshare.com/files/235465237/anak-sma-10.3gp]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/05/anak-sma-10.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-206" title="anak-sma-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/05/anak-sma-10-300x223.jpg" alt="anak-sma-10" width="300" height="223" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Gak tau gue ini anak sma 10 bandung apa jakarta, kalian cari tau aja sendiri ya yang deket-deket jakarta apa bandung coba di cek di sekolahan kali aja ada yang mirip hehehe yang penting nikmati aja video bokep nya crot crottttt&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Downloadnya disini aja:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://rapidshare.com/files/235465237/anak-sma-10.3gp" target="_blank">http://rapidshare.com/files/235465237/anak-sma-10.3gp</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/anak-sma-10-ngentot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

