<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; cewek kantoran</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/tag/cewek-kantoran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 08:52:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tantangan Mesum Wulan</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/tantangan-mesum-wulan/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/tantangan-mesum-wulan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 22:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cewek kantoran]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[wulan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1332</guid>
		<description><![CDATA[Pak Rudy adalah kepala bagian keuangan di tempat aku bekerja. Ia sering datang ke ruanganku untuk menanyakan masalah keaungan dan pembukuan kantor, karena kebetulan aku yang mengurus semuanya. Dia adalah seorang pria berusia sekitar 40 tahunan dan mempunyai wajah yg tampan dan badan yg cukup bagus. Menurut orang orang walaupun dia sudah beristri tapi masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pak Rudy adalah kepala bagian keuangan di tempat aku bekerja. Ia sering datang ke ruanganku untuk menanyakan masalah keaungan dan pembukuan kantor, karena kebetulan aku yang mengurus semuanya. Dia adalah seorang pria berusia sekitar 40 tahunan dan mempunyai wajah yg tampan dan badan yg cukup bagus. Menurut orang orang walaupun dia sudah beristri tapi masih suka menggoda teman wanita sekantor. Hal ini terbukti ketika dia masuk kedalam ruanganku seringkali matanya menatap kebagian dadaku, karena aku memang sesekali memakai pakaian yang agak ketat. Buat aku sendiri tidak ada masalah, aku malah senang kalau tubuhku dikagumi laki-laki, terkadang aku sengaja datang keruangannya untuk menanyakan sesuatu sambil berpura pura menjatuh kan sesuatu. Biasanya matanya melihat kebelahan dadaku sewaktu aku berusaha mengambil sesuatu yang aku jatuhkan tadi. Aku yakin di anya pasti menikmati keadaaan tadi karena kebetulan aku memang mempunyai dada yang cukup indah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari aku sedang di ruanganku sendirian sambil membaca salah satu situs porno. Semakin lama aku membacanya tanpa aku sadari aku semakin horni jadinya. Aku kebetulan memakai baju yang belahan dadanya agak terbuka dan longgar. Tak sengaja aku menyenggol gelas minumanku. Lantai dan sebagian rok yang aku pakai menjadi basah. Terpaksa aku mebersihkan lantai yang basah tadi. Tanpa diduga pak Rudi masuk keruanganku. Biasanya dia memang tidak mengetuk pintu ruangan sebelum masuk keruanganku. Dia melihat aku sedang sibuk membersihkan lantai dengan tissue. Aku tidak menyadari kalau waktu membersihkan lantai itu tentunya sambil menunduk, bagian dadaku kelihatan dari belahan bajuku yg agak terbuka dan lebar. Pak Rudi terus menatap ke belahan dadaku tanpa aku sadari. Sepersekian detik kemudian aku baru menyadarinya. Sambil berusaha melupakan kejadian tadi aku berusaha membuka pembicaraan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Silakan duduk dulu ya Pak, sambil nunggu saya bersihkan lantainya&#8221; senyumku dengan ramah sambil mempersilakannya duduk &#8220;Ada apa Wulan kok sampai basah begitu?&#8221; tanya Pak Rudi. &#8220;Aduh pak, aku nggak sengaja nyenggol gelas minumanku, tumpah dan basah semua deh jadinya&#8221; sahutku. &#8220;Sini deh Bapak bantuin bersihkan lantainya, sambil dia terus berusaha membantu aku yg sedang sibuk membersihkan lantai. Tanpa sengaja kami berhadap hadapan, dan aku juga sengaja semakin menunduk untuk membersihkan lantai, karena aku tahu pak Rudi sedang menatap dadaku. &#8220;Waaahhh..kalo sering sering membantu kamu bersihin lantai mataku bisa sehat lagi lho Wulan&#8221; (Pak Rudi memang memakai kacamata) &#8220;Emangnya bisa sehat kenapa Pak&#8221; sahutku. &#8221; Itu lho&#8221;, dia berkata sambil menunjuk kebelahan dadaku yg terlihat tadi. &#8220;Ahh bapak bisa aja&#8221; sahutku. &#8220;Emangnya Bapak belum pernah lihat yang seperti ini apa?&#8221; tanyaku sambil memegang kedua payudaraku dari luar bajuku. Pak Rudi kaget dgn perkataanku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ngeliat punya orang sih sering tapi ngeliat punya dik wulan kan belum pernah&#8221; katanya semakin berani. Aku yg kebetulan emang lagi horni dan sepertinya melihat Pak Rudi yang postur tubuhnya cukup atletis itu membuatku nafsuku semakin memuncak. &#8220;Kan tadi Bapak udah liat punya saya&#8221; kataku. &#8220;Tapi kan dari luar aja Dik&#8221; katanya. &#8220;Jadi Bapak pengen liat semuanya? Coba aja kalo Bapak emang berani&#8221; tantangku. Tanpa kuduga pak Rudi langsung memelukku sambil mencium bibirku. Akupun segera menyambut ciumannya sambil memeluk pak Rudi dengan erat. Pak Rudi semakin kuat mencium bibirku. Akupun membalasnya sambil memasukkan lidahku kedalam mulutnya. Pak Rudi membalas lilitan lidahku. Ternyata pak Rudi jago juga dalam hal kissing. Sambil terus menciumiku tangan pak Rudi mulai membelai dadaku. Akupun semakin terangsang dibuatnya. Akupun membalasnya sambil berusaha meremas bagian depan celananya. Pak Rudi terus mencium bibirku sambil perlahan turun keleherku. Aku semakin mengelinjang dibuatnya karema merasa geli.<br />
<span id="more-1332"></span><br />
Ciumannya terus turun sambil tangannya berusaha membuka kancing bajuku satu persatu. Setelah kancing bajuku terbuka semuanya, Pak Rudi mencium kemabli bibirku dengan gemas sambil meraih pengait BH ku yang ada dibelakang. Terlepaslah BH ku. Pak Rudi menatap dadaku dengan penuh kekaguman. Dadaku memang cukup indah dengan ukuran 36b. Setelah itu langsung mencium kedua payudaraku dengan lembut. Diciumnya seluruh permukaan dadaku kecuali putingnya, yang sudah berdiri mengacung minta dikulum tapi tidak pernah dikulum, setiap kali ciuman dan jilatan Pak Rudi sudah dekat dengan putingku ciuman dan jilatannya turun lagi kepangkal payudaraku dan terus turun sampai ke perut . Aku semakin nefsu dibuatnya. Akupun mulai tak sabar, langsung kubuka juga Baju pak Rudi sambil melemparkannya kelantai. Pak Rudi pun tidak mau kalah sambil tanggannya berusaha melepas rok ku. Rok ku pun terlepas. Tinggallah aku dengan celana dalam yang tersisa. Akupun segera berusaha melepaskan celana yg dipakai oleh pak Rudi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kubuka dengan cepat ruisleting celananya, dan kuturankan. Pak Rudipun tinggal memakai celana dalam. Tangan Pak rudi akhirnya memelorotkan celana dalamku. akupun tak mau kalah. Celana dalamnyanya pun kubuka. Pak Rudi kemudian kembali menciumku kearah payudaraku, dan ketika jilatannyamendekati putingku, tangannya terus bergerak kearah vaginaku. Tangan pak Rudi mulai bermain main didalam vaginaku. Vaginaku ternyata sudah basah. Ketika putingku yg sudah berdiri dikulum oleh pak Rudi, jari jari pak Rudi juga bermain main dikelentitku. Hal itu membuat tubuhku melengkung ke atas. &#8220;Aduuhh&#8230;enak sekali pak&#8221; aku mendesah. &#8220;Hayo pak..jangan mempermainkan saya pak ujarku yg sudah semakin pengen dimasukin. sambil meremas sprei dan kepala Pak Rudi. Tanpa menghiraukan teriakanku Pak Rudi terus mengulum kedua puting dan menjilati kedua payudaraku secara bergantian. Tak lama kemudian kurasakan vaginaku bertambah basah dan tubuhku bergetar keras disertai eranganku yang semakin keras, akhirnya aku mencapai orgasmeku yang pertama.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuhku terasa lemas, tapi tampaknya Pak Rudi belum berhenti mencumbuku. Diangkatnya kedua belah kakiku sehingga kepalanya dengan mudah menuju kevaginku dan lidahnya langsung menjilat dan mengulum vaginaku. Vaginaku terus dikulum dan disedot Pak Rudi. Lidahnya terus menjilat menjilat kelentitku. &#8220;Aduuhhh enak sekali Pak: teriakku mulai tidak karuan. &#8220;sayang.. ahh.. aku nggak kuat lagi sayang.. ahh..&#8221; teriakku tanpa sadar memmanggil Pak Rudi dengan sayang terus sedot yang kuat sayang.. ahh..Jilat terus sayang .. ahh.. t.. ahh sayang.. Aku mau.. ahh.. mau dapet lagi sayang.. ahh.. kamu benar-benar hebat sayang&#8221; teriakku histeris memohon, lalu tubuhku mulai bergetar lagi merasakan orgasmeku yang kedua. Pak Rudi mulai memasukkan jarinya ke vaginaku. Tusukannya semakin lama semakin kuat membuat aku serasa terbang di awang awang. Tanpa aku sadari aku berteriak nikmat sambil menjambak jambak rambut Pak Rudi. Akhirnya aku kembali lemas tak berdaya dengan permainan Pak Rudi yang ternyata memang hebat. Akhirnya Pak Rudi mulai mulai tidak tahan juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia mulai mengatur posisinya dan menusukkna penisnya kedalam lubang vaginaku. &#8220;Okhh.. tunggu dulu Pak.. jangan.. ahh.. stop sayang.. stop.. biar aku istirahat sebentar&#8221; pintaku ke Pak Rudi. Tapi pak Rudi tidak menghiraukannya. Penisnya semakin cepat ditusukkannya kelobang vaginaku sampai akhirnya amblas semuanya. Ia mulai menggoyang goyangkan penisnya sambil memutar adan mengocok penisnya disalam vaginaku. Tak lama kemudian diangkatnya tubuhku hingga posisiku kini dalam pangkuannya, dan dalam posisiku sedang menaik turunkan pantat dan menggoyangkan pinggulku Pak Rudi kemudian meremas kedua payudaraku dengan kuat. Aku mengerang keenakan. Tak lama kemudian Pak Rudi mulai memutar -mutar pantatnya hingga penisnya lebih menggesek dinding vaginaku. &#8220;Aduuh..sayang.. ahh.. Bapak memang hebat ahh.. kamu.. ahh.. Bapak memang hebat.. ohh.. penis Bapak benar-benar. . ahh.. Bapak jago sekali.. hebaattt.. ahh&#8230;teriakku. Aku sudah mau keluar lagi. mau keluar lagi.. ahh.. Aku nggak kuat lagi Pak&#8230;. ahh&#8221; jeritku histeris dan tubuhku mulai bergetar mendapat orgasme yang ketiga.</p>
<p style="text-align: justify;">kurasakan vaginaku semakin banyak mengeluarkan cairan dan terasa berkedut kedut. Lalu tubuhku direbahkan pak rudi dan penisnya semakin cepat keluar masuk vaginaku. Ia terus menggenjot penisnya didalam vaginaku sambil memutar mutar pinggulnya, tubuhku tambah bergetar dengan kencang, goyangan dan kocokan penisnya juga tambah kencang, lalu tangannya memainkan dikelentitku sambil mulutnya melumat dan menyedot nyedot putingku secara bergantian. Tak lama kemudian kurasakan gerakan Pak Rudi semakin cepat . Akhirnya&#8230;. &#8230; &#8220;Akh.. Wulan aku mau keluar Wulan akhh.. aku keluar Wulan&#8221; teriak Pak Rudi disela-sela kuluman mulutnya diputingku sambil terus mengocok penisnya dengan cepat dan kuat dalam liang vaginaku. &#8220;Ahh.. iya Pak .. ahh.. keluarkan saja.. ahh.. aku juga.. ahh.. sudah nggak kuat lagi.. ahh&#8221; teriakku dan kupeluk tubuk Pak Rudi dengan erat. Lalu meledaklah cairan kenikmatan Pak Rudi didalam vaginaku, sehingga vaginaku bertambah basah lagi. Tubuh kami sama-sama bergetar dengan kencang, keringat kami bersatu dan seluruh ruangan dipenuhi oleh suara erangan dan jeritan kenikmatan yang kami dapatkan pada saat bersamaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah tubuhku dan Pak Rudi mulai tenang kembali, dilepaskannya penisnya dari vaginaku yang sudah sangat basah, lalu dibersihkannya vaginaku yang penuh dengan cairan kenikmatan kami berdua dengan sedotan dan jilatan, dijilatnta sampai bersih. Aku memejamkan mataku merasakan kenikmatan yang baru saja kudapatkan. Setelah bersih dipeluknya diriku sambil mengecup pipiku. &#8220;Ahh.. terima kasih Pak.. terima kasih . uhh.. rasanya tubuhku ringan sekali bagaikan kapas yang masih terbang diawang-awang, ahh.. nikmat sekali tadi kurasakan, Bapak memang pintar , baru sekali ini kurasakan orgasme beruntun seperti tadi, sampai lemas&#8221; kataku &#8220;Ah kamu bisa aja Wulan.. aku juga tadi nikmat sekali, kedutan dinding vaginamu membuat penisku merasakan seperti diremas-remas, nikmat sekali&#8221; kata Pak Rudi sambil mengusap keringat didahiku sampil mengecup keningku.. Sejak kejadian itu aku dan Pak Rudi semakin sering melakukannya baik itu di kantor maupun diluar kantor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/tantangan-mesum-wulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cewek Kantoran&#8230; Bodynya Maknyos..</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/cewek-kantoran-bodynya-maknyos/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/cewek-kantoran-bodynya-maknyos/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:31:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cewek kantoran]]></category>
		<category><![CDATA[sekertaris]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>
		<category><![CDATA[toge]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1074</guid>
		<description><![CDATA[ehHeeemmm&#8230;&#8230; pernah gak dikantor liat cewek kantoran yang pakai rok mini ketat dan kemeja sempit yang menonjolkan toket para cewek kantoran ini&#8230;&#8230;&#8230;.. mari berfantasy liar dan binal achhhhhhh&#8230;&#8230;..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">ehHeeemmm&#8230;&#8230; pernah gak dikantor liat cewek kantoran yang pakai rok mini ketat dan kemeja sempit yang menonjolkan toket para cewek kantoran ini&#8230;&#8230;&#8230;.. mari berfantasy liar dan binal achhhhhhh&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/11/cewek-kantor-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1075" title="cewek-kantor-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/11/cewek-kantor-1-237x300.jpg" alt="cewek-kantor-1" width="237" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/11/cewek-kantor-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1076" title="cewek-kantor-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/11/cewek-kantor-2-300x198.jpg" alt="cewek-kantor-2" width="300" height="198" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/11/cewek-kantor-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1077" title="cewek-kantor-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/11/cewek-kantor-3-237x300.jpg" alt="cewek-kantor-3" width="237" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/11/cewek-kantor-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1078" title="cewek-kantor-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/11/cewek-kantor-4-300x208.jpg" alt="cewek-kantor-4" width="300" height="208" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/11/cewek-kantor-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1079" title="cewek-kantor-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/11/cewek-kantor-5-300x208.jpg" alt="cewek-kantor-5" width="300" height="208" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/11/cewek-kantor-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1080" title="cewek-kantor-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/11/cewek-kantor-6-236x300.jpg" alt="cewek-kantor-6" width="236" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/cewek-kantoran-bodynya-maknyos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

