<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; Daun Muda</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/tag/daun-muda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 07:13:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Anita, di Setubuhi Ayah Tiri</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/anita-di-setubuhi-ayah-tiri/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/anita-di-setubuhi-ayah-tiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 07:13:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[ayah tiri]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[nita]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[perkosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1503</guid>
		<description><![CDATA[Aku adalah anak tunggal. Ibuku adalah seorang wanita yang disiplin dan agak keras sedangkan ayahku kebalikannya bahkan bisa dikatakan bahwa ayah di bawah bendera ibu. Bisa dikatakan ibulah yang lebih mengatur segala-galanya dalam keluarga. Namun, walaupun ibu keras, di luar rumah aku termasuk cewek bandel dan sering tukar-tukar pacar, tentunya tanpa sepengetahuan ibuku. Tapi suatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku adalah anak tunggal. Ibuku adalah seorang wanita yang disiplin dan agak keras sedangkan ayahku kebalikannya bahkan bisa dikatakan bahwa ayah di bawah bendera ibu. Bisa dikatakan ibulah yang lebih mengatur segala-galanya dalam keluarga. Namun, walaupun ibu keras, di luar rumah aku termasuk cewek bandel dan sering tukar-tukar pacar, tentunya tanpa sepengetahuan ibuku. Tapi suatu saat, pada saat aku duduk di kelas 2 SMA, ibuku pergi mengunjungi nenek yang sakit di kampung. Dia akan tinggal di sana selama 2 minggu. Hatiku bersorak. Aku akan bisa bebas di rumah. Tak akan ada yang memaksa-maksa untuk belajar. Aku juga bebas pulang sore. Kalau Ayah, yah.. dia selalu kerja sampai hampir malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Pulang sekolah, aku mengajak pacarku, Anton, ke rumah. Aku sudah beberapa kali mengadakan hubungan kelamin dengannya. Tetapi hubungan tersebut tidak pernah betul-betul nikmat. Selalu dilakukan buru-buru sehingga aku tidak pernah orgasme. Aku penasaran, bagaimana sih nikmatnya orgasme?</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat cerita, aku dan Anton sudah berada di ruang tengah. Kami merasa bebas. Jam masih menunjukkan angka 3:00 sedangkan ayah selalu pulang pukul enam lewat. So, cukup waktu untuk memuaskan berahi. Kami duduk di sofa. Anton dengan segera melumat bibirku. Kurasakan hangatnya bibirnya. &#8220;Ah..&#8221; kurangkul tanganku ke lehernya. Ciumannya semakin dalam. Kini lidahnya yang mempermainkan lidahku. Tangannya pun mulai bermain di kedua bukitku. Aku benar-benar terangsang. Aku sudah bisa merasakan bahwa vaginaku sudah mulai basah. Segera kujulurkan tanganku ke perut bawahnya. Aku merasakan bahwa daerah itu sudah bengkak dan keras. Kucoba membuka reitsleting celananya tapi agak susah. Dengan segera Anton membukakannya untukku. Bagai tak ingin membuang waktu, secara bersamaan, aku pun membuka kemeja sekolahku sekaligus BH-ku tapi tanpa mengalihkan perhatianku pada Anton. Kulihat segera sesudah CD Anton lepas, senjatanya sudah tegang, siap berperang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami berpelukan lagi. Kali ini, tanganku bebas memegang burungnya. Tidak begitu besar, tapi cukup keras dan berdiri dengan tegangnya. Kuelus-elus sejenak. Kedua telurnya yang dibungkus kulit yang sangat lembut, sungguh menimbulkan sensasi tersendiri saat kuraba dengan lembut. Penisnya kemerah-merahan, dengan kepala seperti topi baja. Di ujungnya berlubang. Kukuakkan lubang kecil itu, lalu kujulurkan ujung lidahku ke dalam. Anton melenguh. Expresi wajahnya membuatku semakin bergairah. &#8220;Ah..&#8221; kumasukkan saja batang itu ke mulutku. Anton melepaskan celana dalamku lalu mempermainkan vaginaku dengan jarinya. Terasa sentuhan jarinya diantara kedua bibir kemaluanku. Dikilik-kiliknya klitorisku. Aku makin bernafsu. Kuhisap batangnya. Kujilati kepala penisnya, sambil tanganku mempermainkan telurnya dengan lembut. Kadang kugigit kulit telurnya dengan lembut.<br />
<span id="more-1503"></span><br />
&#8220;Nit, pindah di lantai saja yuk, lebih bebas!&#8221;<br />
Tanpa menunggu jawabanku, dia sudah menggendongku dan membaringkanku di lantai berkarpet tebal dan bersih. Dibukanya rok abu-abuku, yang tinggal satu-satunya melekat di tubuhku, demikian juga kemejanya. Sekarang aku dan dia betul-betul bugil. Aku makin menyukai suasana ini. Kutunggu, apa yang akan dilakukannya selanjutnya. Ternyata Anton naik ke atas tubuhku dengan posisi terbalik, 69. Dikangkangkannya pahaku. Selanjutnya yang kurasakan adalah jilatan-jilatan lidahnya yang panas di permukaan vaginaku. Bukan itu saja, klitorisku dihisapnya, sesekali lidahnya ditenggelamkannya ke lubangku. Sementara batangnya tetap kuhisap. Aku sudah tidak tahan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ton, ayo masukin saja.&#8221;<br />
&#8220;Sebentar lagi Nitt.&#8221;<br />
&#8220;Ah.. aku nggak tahan lagi, aku mau batangmu, please!&#8221;<br />
Anton memutar haluan. Digosok-gosokannya kepala penisnya sebentar lalu.. &#8220;Bless..&#8221; batang itu masuk dengan mantap. Tak perlu diolesi ludah untuk memperlancar, vaginaku sudah banjir. Amboy, nikmat sekali. Disodok-sodok, maju mundur.. maju mundur. Aku tidak tinggal diam. Kugoyang-goyang juga pantatku. Kadang kakiku kulingkarkan ke pinggangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, &#8220;Ah.. aku keluar..&#8221; Dicabutnya penisnya dan spermanya berceceran di atas perutku.<br />
&#8220;Shit! Sama saja, aku belum puas, dia sudah muntah,&#8221; rungutku dalam hati.<br />
Tapi aku berpikir, &#8220;Ah, tak mengapa, babak kedua pasti ada.&#8221;<br />
Dugaanku meleset. Anton berpakaian.<br />
&#8220;Nit, sorry yah.. aku baru ingat. Hari ini rupanya aku harus latihan band, udah agak telat nih,&#8221; dia berpakaian dengan buru-buru. Aku betul-betul kecewa.<br />
&#8220;Kurang ajar anak ini. Dasar egois, emangnya aku lonte, cuman memuaskan kamu saja.&#8221;<br />
Aku betul-betul kecewa dan berjanji dalam hati tak akan mau main lagi dengannya. Karena kesal, kubiarkan dia pergi. Aku berbaring saja di sofa, tanpa mempedulikan kepergiannya, bahkan aku berbaring dengan membelakanginya, wajahku kuarahkan ke sandaran sofa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian aku mendengar suara langkah mendekat.<br />
&#8220;Ngapain lagi si kurang ajar ini kembali,&#8221; pikirku. Tapi aku memasang gaya cuek. Kurasakan pundakku dicolek. Aku tetap cuek.<br />
&#8220;Nita!&#8221;<br />
Oh.. ini bukan suara Anton. Aku bagai disambar petir. Aku masih telanjang bulat.<br />
&#8220;Ayah!&#8221; aku sungguh-sungguh ketakutan, malu, cemas, pokoknya hampir mati.<br />
&#8220;Dasar bedebah, rupanya kamu sudah biasa main begituan yah. Jangan membantah. Ayah lihat kamu bersetubuh dengan lelaki itu. Biar kamu tahu, ini harus dilaporkan sama ibumu.&#8221;<br />
Aku makin ketakutan, kupeluk lutut ayahku, &#8220;Yah.. jangan Yah, aku mau dihukum apa saja, asal jangan diberitahu sama orang lain terutama Mama,&#8221; aku menangis memohon.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, ayah mengangkatku ke sofa. Kulihat wajahnya makin melembut.<br />
&#8220;Nit, Ayah tahu kamu tidak puas barusan. Waktu Ayah masuk, Ayah dengar suara-suara desahan aneh, jadi Ayah jalan pelan-pelan saja, dan Ayah lihat dari balik pintu, kamu sedang dientoti lelaki itu, jadi Ayah intip aja sampai siap mainnya.&#8221;<br />
Aku diam aja tak menyahut.<br />
&#8220;Nit, kalau kamu mau Ayah puasin, maka rahasiamu tak akan terbongkar.&#8221;<br />
&#8220;Sungguh?&#8221;<br />
Ayah tak menjawab, tapi mulutnya sudah mencium susuku. Dijilatinya permukaan payudaraku, digigitnya pelan-pelan putingku. Sementara tangannya sudah menjelajahi bagian bawahku yang masih basah. Ayah segera membuka bajunya. Langsung seluruhnya. Aku terkejut. Kulihat penis ayahku jauh lebih besar, jauh lebih panjang dari penis si Anton. Tak tahu aku berapa ukurannya, yang jelas panjang, besar, mendongak, keras, hitam, berurat, berbulu lebat. Bahkan antara pusat dan kemaluannya juga berbulu halus. Beda benar dengan Anton. Melihat ini saja aku sudah bergetar.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian Aku didudukkannya di sofa. Pahaku dibukanya lebar-lebar. Dia berlutut di hadapanku lalu kepalanya berada diantara kedua pangkal pahaku. Tiba-tiba lidah hangat sudah menggesek ke dalam vaginaku. Aduh, lidah ayahku menjilati vaginaku. Dia menjilat lebih lihai, lebih lembut. Jilatannya dari bawah ke atas berulang-ulang. Kadang hanya klitorisku saja yang dijilatinya. Dihisapinya, bahkan digigit-gigit kecil. Dijilati lagi. Dijilati lagi. &#8220;Oh.. oh.. enak, Yah di situ Yah, enak, nikmat Yah,&#8221; tanpa sadar, aku tidak malu lagi mendesah jorok begitu di hadapan ayahku. Ayah &#8220;memakan&#8221; vaginaku cukup lama. Tiba-tiba, aku merasakan nikmat yang sangat dahsyat, yang tak pernah kumiliki sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh.. begini rupanya orgasme, nikmatnya,&#8221; aku tiba-tiba merasa lemas. Ayah mungkin tahu kalau aku sudah orgasme, maka dihentikannya menjilat lubang kewanitaanku. Kini dia berdiri, tepat di hadapan hidungku, penisnya yang besar itu menengadah. Dengan posisi, ayah berdiri dan aku duduk di sofa, kumasukkan batang ayahku ke mulutku. Kuhisap, kujilat dan kugigit pelan. Kusedot dan kuhisap lagi. Begitu kulakukan berulang-ulang. Ayah ikut menggoyangkan pantatnya, sehingga batangnya terkadang masuk terlalu dalam, sehingga bisa kurasakan kepala penisnya menyentuh kerongkonganku. Aku kembali sangat bergairah merasakan keras dan besarnya batang itu di dalam mulutku. Aku ingin segera ayah memasuki lubangku, tapi aku malu memintanya. Lubangku sudah betul-betul ingin &#8220;menelan&#8221; batang yang besar dan panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba ayah menyeruhku berdiri.<br />
&#8220;Mau main berdiri ini,&#8221; pikirku.<br />
Rupanya tidak. Ayah berbaring di sofa dan mengangkatku ke atasnya.<br />
&#8220;Masukkan Nit!&#8221; ujar Ayah.<br />
Kuraih batang itu lalu kuarahkan ke vaginaku. Ah.. sedikit sakit dan agak susah masuknya, tapi ayah menyodokkan pantatnya ke depan.<br />
&#8220;Aduh pelan-pelan, Ayah.&#8221;<br />
Lalu berhenti sejenak, tapi batang itu sudah tenggelam setengah akibat sodokan ayah tadi. Kugoyang perlahan. Dengan perlahan pula batang itu semakin masuk dan semakin masuk. Ajaibnya semakin masuk, semakin nikmat. Lubang vaginaku betul-betul terasa penuh. Nikmat rasanya. Karena dikuasai nafsu, rasa maluku sudah hilang. Kusetubuhi ayahku dengan rakus. Ekspresi ayahku makin menambah nafsuku. Remasan tangan ayahku di kedua payudaraku semakin menimbulkan rasa nikmat. Kogoyang pantatku dengan irama keras dan cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, aku mau orgasme, tapi ayah berkata, &#8220;Stop! Kita ganti posisi. Kamu nungging dulu.&#8221;<br />
&#8220;Mau apa ini?&#8221; pikirku.<br />
Tiba-tiba kurasakan gesekan kepala penis di permukaan lubangku kemudian.. &#8220;Bless..&#8221; batang itu masuk ke lubangku. Yang begini belum pernah kurasakan. Anton tak pernah memperlakukanku begini, begitu juga Muklis, lelaki yang mengambil perawanku. Tapi yang begini ini rasanya selangit. Tak terkatakan nikmatnya. Hujaman-hujaman batang itu terasa menggesek seluruh liang kewanitaanku, bahkan hantaman kepala penis itupun terasa membentur dasar vaginaku, yang membuatku merasa semakin nikmat. Kurasakan sodokan ayah makin keras dan makin cepat. Perasaan yang kudapat pun makin lama makin nikmat. Makin nikmat, makin nikmat, dan makin nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba, &#8220;Auh..oh.. oh..!&#8221; kenikmatan itu meladak. Aku orgasme untuk yang kedua kalinya. Hentakan ayah makin cepat saja, tiba-tiba kudengar desahan panjangnya. Seiring dengan itu dicabutnya penisnya dari lubang vaginaku. Dengan gerakan cepat, ayah sudah berada di depanku. Disodorkannya batangnya ke mulutku. Dengan cepat kutangkap, kukulum dan kumaju-mundurkan mulutku dengan cepat. Tiba-tiba kurasakan semburan sperma panas di dalam mulutku. Aku tak peduli. Terus kuhisap dan kuhisap. Sebagian sperma tertelan olehku, sebagian lagi kukeluarkan, lalu jatuh dan meleleh memenuhi daguku. Ayah memelukku dan menciumku, &#8220;Nit, kapan-kapan, kalau nggak ada Mama, kita main lagi yah.&#8221; Aku tak menjawab. Sebagai jawaban, aku menggelayut dalam pelukan ayahku. Yang jelas aku pasti mau. Dengan pacarku aku tak pernah merasakan orgasme. Dengan ayah, sekali main orgasme dua kali. Siapa yang mau menolak?</p>
<p style="text-align: justify;">Sesudah itu asal ada kesempatan, kami melakukannya lagi. Sementara mama masih sering marah, dengan nada tinggi, berusaha mengajarkan disiplin. Biasanya aku diam saja, pura-pura patuh. Padahal suaminya, yang menjadi ayahku itu, sering kugeluti dan kunikmati. Beginilah kisah permainanku dengan ayahku yang pendiam, tetapi sangat pintar di atas ranjang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/anita-di-setubuhi-ayah-tiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenakalan ABG Jaman Sekarang</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/kenakalan-abg-jaman-sekarang/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/kenakalan-abg-jaman-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 14:01:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[toge]]></category>
		<category><![CDATA[toked]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1450</guid>
		<description><![CDATA[ck ck ck&#8230; ABG jaman sekarang nakalnya benar-benar ruarrrrrrrr binazaaa&#8230; enjoy aja bosssss&#8230;..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">ck ck ck&#8230; ABG jaman sekarang nakalnya benar-benar ruarrrrrrrr binazaaa&#8230; enjoy aja bosssss&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1451" title="abg-jaman-sekarang-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-1-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-21.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1453" title="abg-jaman-sekarang-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-21-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1454" title="abg-jaman-sekarang-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-3-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1455" title="abg-jaman-sekarang-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-4-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-1450"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1456" title="abg-jaman-sekarang-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-5-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1457" title="abg-jaman-sekarang-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-6-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1458" title="abg-jaman-sekarang-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/06/abg-jaman-sekarang-7-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/kenakalan-abg-jaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Gadis SMA : Vani, Chintya, dan Icha</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/3-gadis-sma-vani-chintya-dan-icha/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/3-gadis-sma-vani-chintya-dan-icha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 19:32:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[chintya]]></category>
		<category><![CDATA[icha]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[vani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1402</guid>
		<description><![CDATA[Kenalin, namaku Ramon, gue masih pelajar SMA. Hari itu sangat mendung, aku mulai memasuki gerbang sekolah, untuk belajar dengan baik seperti yang diharapkan orang tua saya saat berpamitan. Di gerbang saya bertemu dengan Vani, teman sekelasku, akupun berjalan bersama Vani menuju kelas. Kumulai sedikit basa-basi kepadanya. &#8220;Cantik banget sih, Vani&#8230;&#8221; &#8220;Eh, aku belum mandi aja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kenalin, namaku Ramon, gue masih pelajar SMA. Hari itu sangat mendung, aku mulai memasuki gerbang sekolah, untuk belajar dengan baik seperti yang diharapkan orang tua saya saat berpamitan. Di gerbang saya bertemu dengan Vani, teman sekelasku, akupun berjalan bersama Vani menuju kelas. Kumulai sedikit basa-basi kepadanya. &#8220;Cantik banget sih, Vani&#8230;&#8221; &#8220;Eh, aku belum mandi aja dibilang cantik, gimana kalo aku udah make over ya??&#8221; &#8220;Belum mandi??? Jorok banget sih&#8230;&#8221; Ejekku &#8220;Kayak kamu bersih banget, biasanya kamu kan bau, apalagi kalo abis pelajaran olahraga, mana sering deket-deket ce lagi pas abis olahraga&#8221; Balasnya &#8220;Sialan nih&#8230;&#8221; Pikirku, &#8220;Ya iyalah&#8230; Namanya juga co, pasti bau dong abis olahraga&#8230;&#8221; &#8220;Ah&#8230; Si Ucup aja ga bau kalo abis olahraga&#8230;&#8221; &#8220;Enak aja, mau kamu sama dia? Cakepan juga aku&#8221; &#8220;Iya juga ya&#8230; Cakepan kamu, hehehe&#8221; &#8220;Iyalah&#8230; Ramon kok, mana ada tandingannya&#8230; Hehehe&#8230;&#8221; &#8220;Haha&#8230; Kamu narsis banget sih jadi co&#8230;&#8221; Katanya sambil mencubit &#8220;Ih&#8230; Geli deh&#8230; Kamu juga lucu deh&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya kami berdua tiba di kelas, kamipun belajar di kelas sampai pulang, saat jam belajar, entah kenapa Vani minta untuk duduk sebangku denganku, tentu saja aku tidak menolaknya, maklum, Vani itu salah satu ce paling cantik di sekolahku, saat aku duduk sebangku dengan Vani, banyak teman-teman yang membicarakan kami berdua, maklum, di sekolah aku termasuk co yang biasa-biasa aja. Kalo deket sama Vani bisa jadi gosip baru nih. Bel tanda pelajaran berakhir pun berbunyi. Aku lalu berjalan keluar bersama Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Van, kamu pulang sama siapa?&#8221; tanyaku &#8220;Gak tau, biasanya sih aku naik angkot, kamu mau anterin aku?&#8221; &#8220;Boleh, rumah kamu kan gak terlalu jauh, asalkan&#8230;&#8221; &#8220;Asalkan apa? Masa nganterin gitu aja pake syarat sih?&#8221; Protes Vani &#8220;&#8230;asalkan kamu mau cium aku&#8230;&#8221; Aku mulai nekat, karena memang di sekolah aku terkenal nekat. &#8220;Ih&#8230; Ada-ada aja, masa pake cium-cium segala sih??&#8221; &#8220;Ya udah, berhubung kamu cakep, aku mau cium kamu, tapi cari tempat yang sepi dong&#8230;&#8221; &#8220;Oke&#8230; Kita ke toilet belakang sekolah&#8221; &#8220;Tapi jangan apa-apain aku lagi yah&#8230;&#8221; &#8220;Iya deh&#8230; Jangan takut kalo sama aku&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tibalah kami ke toilet belakang sekolah, di situ Vani seperti merasa ketakutan, mungkin karena takut diapa-apain, tapi aku ga peduli. &#8220;Nah&#8230; Sekarang merem dong, biar aku cium&#8230;&#8221; Katanya &#8220;Iya&#8230; Iya&#8230; Tapi kamu merem juga dong&#8230;&#8221; Suruhku &#8220;Ya udah&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Vani memejamkan matanya, bibir kami makin berdekatan, setelah cukup dekat, aku membuka mataku dan mulai mencium Vani dengan sangat bernafsu, sambil memeluk tubuhnya aku mencumbui Vani dengan sangat bernafsu. &#8220;Mmmmmmmhhhhhhh&#8230;&#8230;..&#8221; erang Vani, tetapi aku tidak perduli, aku masih saja mencumbuinya. Tetapi Vani masih bisa lepas dari dekapanku. &#8220;Katanya cuma cium, masa kayak gitu??&#8221; Katanya sambil sedikit tertawa &#8220;Tapi suka kan?&#8221; Bilang aja&#8230; Ya kan? Ya kan? Hehe&#8230;&#8221; Kataku sambil tertawa dan meledek Vani &#8220;Iya sih&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mulai mencumbuinya lagi, kali ini aku lebih berani, tanganku mulai meraba pantatnya, meremasnya dengan keras. Vani sepertinya mulai meresponnya. Vani melepas lagi cumbuanku. &#8220;Pelan dikit say&#8230; Jangan buru-buru gitu, sekarang diem aja ya, duduk aja di kloset tuh&#8230;&#8221; Suruhnya, dari sini aku mulai ngerti kalau Vani itu seorang &#8220;PROFESIONAL&#8221;, hehehe&#8230; &#8220;Iya say, cepetan dong say, bukain, kasih servis sekalian&#8221; Suruhku padanya, berhubung udah nafsuan banget nih&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Vani mulai membukakan celanaku, aku juga membuka baju seragamku sendiri, hingga aku telanjang bulat sementara Vani masih berpakaian lengkap, Vani mulai mengocok penisku, setelah itu Vani mulai menjilat-jilat penisku, dan menghisap-hisap penisku, mendapat perlakuan seperti itu aku sangat menikmatinya, udah gak lama dapet kayak gini, dahsyat bro!!! Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam toilet tempat kami beraksi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Waaaahhhhh&#8230;. Ada yang mantap nih&#8230;&#8221; Kata orang yang masuk itu &#8220;Iya tuh, bagus juga&#8230;. Gede loh&#8221; Kata orang kedua yang masuk. Orang pertama adalah Chintya, teman sekelasku juga dan yang kedua Icha, kakak kelasku yang merupakan sepupu Chintya. Mereka berdua terkenal sebagai ce yang hot di sekolah. &#8220;Boleh ikut ga nih? Tanya Icha pada Vani &#8220;Boleh aja kok&#8230;&#8221; jawab Vani. Aku merasa sangat terkejut dengan mereka, mereka masuk tiba-tiba dan seperti mau ikut dengan aksi kami. Kalo mereka mau ikut, Rejeki jangan ditolak ah&#8230;<br />
<span id="more-1402"></span><br />
&#8220;Tapi jangan di sini dong tempatnya, masa sempit gini sih?&#8221; kata Chintya &#8220;Mending kita ke rumahku aja, kebetulan lagi kosong tuh&#8221; tambah Icha &#8220;Ya udah, tapi cepetan dong, nanggung nih&#8230; Belum dikeluarin&#8230;&#8221; &#8220;udah santai aja, nanti kita keluarin bertiga, santai aja&#8221; jawab Icha Akupun langsung mengenakan seragamku kembali, lalu kami berjalan menuju parkiran, aku naik sepeda motor bersama Vani, Icha dan Chintya naik mobil mereka, di perjalanan, Vani menggesek-gesekkan dadanya di punggungku, kayaknya ga sabar juga nih si Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya tiba jugalah kami di rumah Icha, Icha dan Chintya sudah sampai duluan di sana, mereka menunggu kami, akhirnya kami masuk ke dalam rumah, Icha mengunci pintu rumahnya. Aku duduk di sofa, dan mereka mulai mengelilingi oleh mereka bertiga, Icha mulai melingkarkan tangannya di leherku sambil berdiri, dan langsung menciumiku, sementara Chintya dan Vani duduk di sebelah kiri dan kananku. Mereka mulai mengelus-elus dada dan selangkanganku, sesuatu mulai mengeras di selangkanganku. Lalu aku memeluk Icha, mendekapnya dengan sangat keras, saat itu aku tidak tahu siapa memegang bagian tubuhku yang mana, saat itu aku merasakan ada yang membukakan celanaku, lalu menariknya dengan sedikit kesulitan untuk membukanya, tinggallah baju seragamku dengan celana pendek ketatku, tanpa ada apa-apa lagi di dalamnya, aku melepaskan ciumanku dengan Icha, lalu kulepas baju seragamku, kini aku telanjang tanpa menggunakan pakaian apapun, lalu aku mencium Vani, sambil Vani mengocok-ngocok penisku, Chintya mulai menjilati dadaku, menghisap putingku, terasa sangat geli.</p>
<p style="text-align: justify;">Icha membuka bajunya, lalu melemparkannya kepada aku dan Vani yang sedang bercumbu. Kulemparkan kembali kepadanya. Terlihat kulit pada dada Icha yang sangat putih mulus, seperti punya mantanku dulu, Sarah. Aku mulai meraba-raba dada Icha, menyelusup dari luar BHnya, lalu Icha membukakan BHnya, semakin terlihat jelas kalau Icha luar biasa cantiknya, lalu Icha membuka roknya ke bawah, juga CDnya, aku sangat suka melihatnya, lalu aku lepaskan cumbuanku pada Vani, aku berdiri dan langsung mencumbu Icha lagi, tanganku meremas-remas memeknya, lalu aku mendorongnya ke sofa, Icha malah berdiri, menarik tanganku, mengajak aku menuju kamarnya, ada sebuah ranjang yang besar, aku langsung ditolaknya hingga berbaring di ranjang, kulihat Vani dan Chintya menyusul kami ke sini. Icha mulai mengocok-ngocok kontolku, tak lama ia mengocok, lalu Icha menghisapnya dengan penuh semangat, aku sampai melayang dibuatnya. Lalu kulihat Chintya dan Vani mulai membuka seluruh pakaian mereka, hingga telanjang bulat, body mereka bagus semua, aku ga bosan-bosan ngeliatin mereka, Chintya lalu memasang posisi meletakkan memeknya ke wajahku.</p>
<p style="text-align: justify;">aku langsung menjilatinya. Vani juga mengocok memeknya sendiri, aku sangat suka melihat pemandangan seperti ini. Mereka semua meraung-raung, mendesah, dan berteriak kenikmatan. Icha yang sepertinya sudah mulai bosan menghisapi kontolku mulai bangkit dan berusaha menduduki kontolku dan memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah basah terangsang. Kontolku merasakan betapa nikmatnya memek Icha, aku menggoyangkan pinggulku dengan cepat, Icha pun meresponnya dengan baik, Icha juga membalas gerakan pinggulku dengan sangat liar, melihat itu, Vani menghampiri Icha dan langsung mencium Icha dengan sangat liar, wow! Ini semua sangat hebat, sangat luar biasa rasanya 3 anak SMA kontol dengan liar begini! &#8220;kontol, enak banget nih&#8230; Akkkhhhhh&#8230;&#8230;..&#8221; Desah Icha yang bergoyang liar di atas tubuhku, tak lama kemudian, Icha ambruk ke tubuhku, Icha mengalami orgasme. Icha lalu bangkit dan pindah ke samping kami bertiga, Icha terlihat lemas dan ia tertidur. Vani meraih kontolku dan menghisapnya, sementara Chintya masih bertahan dengan hisapanku di memeknya, aku masih dalam posisi berbaring di ranjang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Vaniii&#8230; Aku mau ngerasain kontol si Ramon&#8230; Pengen banget nih&#8230; Akkkkhhhh&#8230;.&#8221; &#8220;Ya udah, sini dong&#8221; &#8220;Entar, kamu nungging aja, Chin, biar doggie&#8221; suruhku Chintya lalu menungging, aku sempat meremas-remas pantat dan memeknya, lalu aku mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya. &#8220;Aaakkkkhhh&#8230;. Aaaahhhh&#8230;.&#8221; Itulah yang keluar dari mulutnya saat kontolku masuk seluruhnya ke dalam memek Chintya &#8220;Aaahhh&#8230; Enak banget memek kamu, Chin, aku suka banget&#8230; Oooohhh&#8230;.&#8221; &#8220;Kencengin, Mon, Kerasin&#8230; Kontolmu enak banget, kenceng beibh&#8230;. Ooooooooohhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;.&#8221; Setelah 7 menit bertahan dalam posisi ini, kurasakan seperti ada yang mau keluar dari dalam penisku, akhirnya aku ngecrot di dalam memeknya sambil mengangkat tubuh Chintya dan mencium bibirnya dari samping. &#8220;Oooohhh&#8230;. Enak banget beibh&#8230; Aku keluar juga nih&#8230; Oooohhh&#8230;. Aaaahhhh&#8230;.&#8221; Tubuh kami berdua pun ambruk, dan kontolku masih berada di dalam memeknya, kami tergeletak dalam posisi menyamping. Aku mulai bangkit, kulihat banyak sekali spermaku di memek Chintya yang meluber keluar memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Enak banget beibh&#8230; kontol kamu keras banget&#8230; Aku suka banget&#8230;&#8221; katanya, ia pun terbaring lemas, menaruh kepalanya di atas tubuh Icha Kulihat Vani mengangkangkan pahanya, dan memasukkan 2 jarinya ke dalam memeknya. Aku beristirahat sejenak, kontolku masih lemas dari orgasme tadi. 10 menit aku beristirahat sambil kupejamkan mataku. Kulihat Vani sedang mengocok-ngocok memeknya dengan jarinya, aku langsung menghampirinya, dan mencumbuinya, aku mulai dari bibir, leher, lalu aku menyusu di dadanya, dadanya sangat besar, berukuran sekitar 36B, karena tubuhnya termasuk besar. Lalu aku menjilati memeknya, dan mengocok-ngocok memeknya dengan jariku, Vani mengalami orgasmenya. &#8220;Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Ennnnaaakkkkkk&#8230;&#8230;.&#8221; Kudiamkan jariku di dalam memeknya sesaat, lalu kukeluarkan. &#8220;Kamu mau kontol, sayang?&#8221; tanyaku Mau banget, sayang, ayo dong, cepetan&#8230;! Masukin&#8230;!&#8221; Kini aku berada di antara kedua pahanya, mengangkat kedua kakinya ke atas bahuku, lalu mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah basah dan merekah merah.</p>
<p style="text-align: justify;">Masuklah kontolku ke dalam memeknya. &#8220;Oooohhh&#8230; Aaaahhhh&#8230; Eeennnaaakkkk&#8230;&#8221; Erangnya saat aku menggoyang kontolku Semakin cepat aku menggoyang kontolku. Kali ini rasanya kontolku lebih tahan dari pada tadi, mungkin karena sudah dikeluarin sekali pikirku, lama dalam posisi seperti ini, aku meminta Vani untuk tidur menyamping, tanpa mengeluarkan kontolku dari dalam memeknya, aku memutar posisinya miring ke kiri, dengan posisi ini aku masih menggoyang pinggulku dengan kencang. Tanganku dalam posisi meremas-remas pantat dan dadanya yang merah bekas cupang, pantatnya merah karena kutampar-tampar. Kulihat Icha dan Chintya mulai bangun, mereka tiduran sambil menonton permainan aku dan Vani. Sambil aku kontol dengan Vani, Icha menghampiriku dan menciumiku, sepertinya dia mau lagi, semakin kencang aku menggoyangkan pinggulku, lalu kuberhenti sebentar, aku memutar tubuh Vani ke posisi doggie, karena aku suka sekali posisi ini, dalam posisi ini aku meremas-remas dada Vani, semakin Vani mendesah dan berteriak, sementara sambil menggoyang aku berciuman dengan Icha, semakin kukencangkan goyanganku dan akhirnya Vani mengalami orgasmenya.</p>
<p style="text-align: justify;">Langsung kulepas kontolku dari memek Vani, aku langsung bergerak menuju Icha yang sudah telentang membuka pahanya, aku memasukkan kontolku ke dalam vaginanya. Aku menggoyang tubuh Icha sambil menindihnya, kami berciuman, kami berdua bertahan lama dalam posisi ini. &#8220;Mon&#8230; Mau keluar nih aku&#8230; Aaaahhh&#8230;. Enak banget&#8230;&#8221; &#8220;Aku juga kak&#8230;&#8221; Wajah Chintya dan Vani berada di atas perut dan dada Icha, seperti menungguku untuk orgasme. Akhirnya aku cabut kontolku keluar memeknya, dan keluarlah cipratan orgasme Icha, sangat deras. Lalu aku menembakkan spermaku ke wajah Chintya dan Vani, Chintya langsung menghisap kontolku sampai lemas. Akhirnya kami bertiga tergeletak lemas di atas ranjang, di depanku ada Icha, di kiriku ada Chintya, dan di dadaku terbaring tubuh Vani. &#8220;Thanx banget, Mon. Aku suka banget kontol kamu, lain kali kita bisa main lagi kan?&#8221; kata Icha &#8220;Iya, Mon. Kita suka banget kontol kamu, walaupun ga terlalu gede, tapi kamu bisa main lama&#8221; puji Vani &#8220;Kapan bisa main lagi, Mon?&#8221; tanya Chintya &#8220;Kapan aja aku bisa kok main sama kalian, kalo mau juga di mana aja aku lakuin, di sekolahan juga jadi!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bener nih? Gimana kalo besok kita main lagi di sekolahan?&#8221; kata Icha &#8220;Ah gila ah&#8230; Aku ga mau&#8221; tolak Chintya &#8220;Boleh&#8230; Asalkan pas udah sepi&#8230;&#8221; &#8220;Ga enak dong kalo sepi, ga seru&#8230;&#8221; Kata Icha lagi &#8220;Ah, aku tetep ga mau&#8230;&#8221; Kata Chintya, Chintya mulai memejamkan matanya dan sepertinya dia kelelahan dan tidur. &#8220;Terserah kalian semualah&#8230; Yang penting kalo lagi pengen, hubungi aja aku&#8230; Hahaha&#8230;&#8221; Itulah kisahku bersama 3 gadis hot sekolahku, lain kali akan kuceritakan pengalamanku bersama mereka lagi saat ada pertandingan futsal di sekolah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/3-gadis-sma-vani-chintya-dan-icha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngentot ABG SMA Enak Sekali Tanpa Bulu Memek</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ngentot-abg-sma-enak-sekali-tanpa-bulu-memek/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ngentot-abg-sma-enak-sekali-tanpa-bulu-memek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 22:46:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[sma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1296</guid>
		<description><![CDATA[Memek abg memang rapat dan bersih nggak ada bulunya hehehe enak buat di entot sama om-om.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Memek abg memang rapat dan bersih nggak ada bulunya hehehe enak buat di entot sama om-om.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1297" title="ngentot-abg-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-1-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1298" title="ngentot-abg-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-2-300x227.jpg" alt="" width="300" height="227" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1299" title="ngentot-abg-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-3-300x228.jpg" alt="" width="300" height="228" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1300" title="ngentot-abg-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-4-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p><span id="more-1296"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1301" title="ngentot-abg-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-5-300x227.jpg" alt="" width="300" height="227" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1302" title="ngentot-abg-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-6-300x227.jpg" alt="" width="300" height="227" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1303" title="ngentot-abg-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-7-300x217.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ngentot-abg-sma-enak-sekali-tanpa-bulu-memek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurelakan Keperawananku Untuk Pak Guru..</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/kurelakan-keperawananku-untuk-pak-guru/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/kurelakan-keperawananku-untuk-pak-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:01:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[anak sma]]></category>
		<category><![CDATA[guru bahasa inggris]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[perawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1060</guid>
		<description><![CDATA[Sebut saja namaku Etty (bukan yang sebenarnya), waktu itu aku masih sekolah di sebuah SMA swasta. Penampilanku bisa dibilang lumayan, kulit yang putih kekuningan, bentuk tubuh yang langsing tetapi padat berisi, kaki yang langsing dari paha sampai tungkai, bibir yang cukup sensual, rambut hitam lebat terurai dan wajah yang oval. Payudara dan pantatkupun mempunyai bentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebut saja namaku Etty (bukan yang sebenarnya), waktu itu aku masih sekolah di sebuah SMA swasta. Penampilanku bisa dibilang lumayan, kulit yang putih kekuningan, bentuk tubuh yang langsing tetapi padat berisi, kaki yang langsing dari paha sampai tungkai, bibir yang cukup sensual, rambut hitam lebat terurai dan wajah yang oval. Payudara dan pantatkupun mempunyai bentuk yang bisa dibilang lumayan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bergaul aku cukup ramah sehingga tidak mengherankan bila di sekolah aku mempunyai banyak teman baik anak-anak kelas II sendiri atau kelas I, aku sendiri waktu itu masih kelas II. Laki-laki dan perempuan semua senang bergaul denganku. Di kelaspun aku termasuk salah satu murid yang mempunyai kepandaian cukup baik, ranking 6 dari 10 murid terbaik saat kenaikan dari kelas I ke kelas II.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena kepandaianku bergaul dan pandai berteman tidak jarang pula para guru senang padaku dalam arti kata bisa diajak berdiskusi soal pelajaran dan pengetahuan umum yang lain. Salah satu guru yang aku sukai adalah bapak guru bahasa Inggris, orangnya ganteng dengan bekas cukuran brewok yang aduhai di sekeliling wajahnya, cukup tinggi (agak lebih tinggi sedikit dari pada aku) dan ramping tetapi cukup kekar. Dia memang masih bujangan dan yang aku dengar-dengar usianya baru 27 tahun, termasuk masih bujangan yang sangat ting-ting untuk ukuran zaman sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari setelah selesai pelajaran olah raga (volley ball merupakan favoritku) aku duduk-duduk istirahat di kantin bersama teman-temanku yang lain, termasuk cowok-cowoknya, sembari minum es sirup dan makan makanan kecil. Kita yang cewek-cewek masih menggunakan pakaian olah raga yaitu baju kaos dan celana pendek. Memang di situ cewek-ceweknya terlihat seksi karena kelihatan pahanya termasuk pahaku yang cukup indah dan putih.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba muncul bapak guru bahasa Inggris tersebut, sebut saja namanya Freddy (bukan sebenarnya) dan kita semua bilang, “Selamat pagi Paa..aak”, dan dia membalas sembari tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ya, pagi semua. Wah, kalian capek ya, habis main volley”.<br />
Aku menjawab, “Iya nih Pak, lagi kepanasan. Selesai ngajar, ya Pak”. “Iya, nanti jam setengah dua belas saya ngajar lagi, sekarang mau ngaso dulu”.<br />
Aku dan teman-teman mengajak, “Di sini aja Pak, kita ngobrol-ngobrol”, dia setuju.<br />
“OK, boleh-boleh aja kalau kalian tidak keberatan”!<br />
Aku dan teman-teman bilang, “Tidak, Pak.”, lalu aku menimpali lagi, “Sekali-sekali, donk, Pak kita dijajanin”, lalu teman-teman yang lain, “Naa..aa, betuu..uul. Setujuu..”.<br />
Ketika Pak Freddy mengambil posisi untuk duduk langsung aku mendekat karena memang aku senang akan kegantengannya dan kontan teman-teman ngatain aku.<br />
“Alaa.., Etty, langsung deh, deket-deket, jangan mau Pak”.<br />
Pak Freddy menjawab, “Ah! Ya, ndak apa-apa”.<br />
<span id="more-1060"></span><br />
Kemudian sengaja aku menggoda sedikit pandangannya dengan menaikkan salah satu kakiku seolah akan membetulkan sepatu olah ragaku dan karena masih menggunakan celana pendek, jelas terlihat keindahan pahaku. Tampak Pak Freddy tersenyum dan aku berpura-pura minta maaf. “Sorry, ya Pak”. Dia menjawab, “That’s OK”. Di dalam hati aku tertawa karena sudah bisa mempengaruhi pandangan Pak Freddy.
</p>
<p style="text-align: justify;">Di suatu hari Minggu aku berniat pergi ke rumah Pak Freddy dan pamit kepada Mama dan Papa untuk main ke rumah teman dan pulang agak sore dengan alasan mau mengerjakan PR bersama-sama. Secara kebetulan pula Mama dan papaku mengizinkan begitu saja. Hari ini memang hari yang paling bersejarah dalam hidupku. Ketika tiba di rumah Pak Freddy, dia baru selesai mandi dan kaget melihat kedatanganku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eeeh, kamu Et. Tumben, ada apa, kok datang sendirian?”. Aku menjawab, “Ah, nggak iseng aja. Sekedar mau tahu aja rumah bapak”.Lalu dia mengajak masuk ke dalam, “Ooo, begitu. Ayolah masuk. Maaf rumah saya kecil begini. Tunggu, ya, saya pakÃ© baju dulu”. Memang tampak Pak Freddy hanya mengenakan handuk saja. Tak lama kemudian dia keluar dan bertanya sekali lagi tentang keperluanku. Aku sekedar menjelaskan, “Cuma mau tanya pelajaran, Pak. Kok sepi banget Pak, rumahnya”. Dia tersenyum, “Saya kost di sini. Sendirian.”</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya kita berdua diskusi soal bahasa Inggris sampai tiba waktu makan siang dan Pak Freddy tanya, “Udah laper, Et?”. Aku jawab, “Lumayan, Pak”. Lalu dia berdiri dari duduknya, “Kamu tunggu sebentar ya, di rumah. Saya mau ke warung di ujung jalan situ. Mau beli nasi goreng. Kamu mau kan?”.</p>
<p style="text-align: justify;">Langsung kujawab, “Ok-ok aja, Pak.”. Sewaktu Pak Freddy pergi, aku di rumahnya sendirian dan aku jalan-jalan sampai ke ruang makan dan dapurnya. Karena bujangan, dapurnya hanya terisi seadanya saja. Tetapi tanpa disengaja aku melihat kamar Pak Freddy pintunya terbuka dan aku masuk saja ke dalam. Kulihat koleksi bacaan berbahasa Inggris di rak dan meja tulisnya, dari mulai majalah sampai buku, hampir semuanya dari luar negeri dan ternyata ada majalah porno dari luar negeri dan langsung kubuka-buka. Aduh! Gambar-gambarnya bukan main. Cowok dan cewek yang sedang bersetubuh dengan berbagai posisi dan entah kenapa yang paling menarik bagiku adalah gambar di mana cowok dengan asyiknya menjilati vagina cewek dan cewek sedang mengisap penis cowok yang besar, panjang dan kekar.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak disangka-sangka suara Pak Freddy tiba-tiba terdengar di belakangku, “Lho!! Ngapain di situ, Et. Ayo kita makan, nanti keburu dingin nasinya”. Astaga! Betapa kagetnya aku sembari menoleh ke arahnya tetapi tampak wajahnya biasa-biasa saja. Majalah segera kulemparkan ke atas tempat tidurnya dan aku segera keluar dengan berkata tergagap-gagap, “Ti..ti..tidak, eh, eng..ggak ngapa-ngapain, kok, Pak. Maa..aa..aaf, ya, Pak”. Pak Freddy hanya tersenyum saja, “Ya. Udah tidak apa-apa. Kamar saya berantakan. tidak baik untuk dilihat-lihat. Kita makan aja, yuk”. Syukurlah Pak Freddy tidak marah dan membentak, hatiku serasa tenang kembali tetapi rasa malu belum bisa hilang dengan segera.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat makan aku bertanya, “Koleksi bacaannya banyak banget Pak. Emang sempat dibaca semua, ya Pak?”. Dia menjawab sambil memasukan sesendok penuh nasi goreng ke mulutnya, “Yaa..aah, belum semua. Lumayan buat iseng-iseng”. Lalu aku memancing, “Kok, tadi ada yang begituan”. Dia bertanya lagi, “Yang begituan yang mana”. Aku bertanya dengan agak malu dan tersenyum, “Emm.., Ya, yang begituan, tuh. Emm.., Majalah jorok”.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian dia tertawa, “Oh, yang itu, toh. Itu dulu oleh-oleh dari teman saya waktu dia ke Eropa”. Selesai makan kita ke ruang depan lagi dan kebetulan sekali Pak Freddy menawarkan aku untuk melihat-lihat koleksi bacaannya. Lalu dia menawarkan diri, “Kalau kamu serius, kita ke kamar, yuk”.</p>
<p style="text-align: justify;">Akupun langsung beranjak ke sana. Aku segera ke kamarnya dan kuambil lagi majalah porno yang tergeletak di atas tempat tidurnya. Begitu tiba di dalam kamar, Pak Freddy bertanya lagi, “Betul kamu tidak malu?”, aku hanya menggelengkan kepala saja. Mulai saat itu juga Pak Freddy dengan santai membuka celana jeans-nya dan terlihat olehku sesuatu yang besar di dalamnya, kemudian dia menindihkan dadanya dan terus semakin kuat sehingga menyentuh vaginaku. Aku ingin merintih tetapi kutahan. Pak Freddy bertanya lagi, “Sakit, Et”. Aku hanya menggeleng, entah kenapa sejak itu aku mulai pasrah dan mulutkupun terkunci sama sekali. Semakin lama jilatan Pak Freddy semakin berani dan menggila. Rupanya dia sudah betul-betul terbius nafsu dan tidak ingat lagi akan kehormatannya sebagai Seorang Guru. Aku hanya bisa mendesah”, aa.., aahh, Hemm.., uu.., uuh”.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aku lemas dan kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Pak Freddy pun naik dan bertanya. “Enak, Et?” “Lumayan, Pak”. Tanpa bertanya lagi langsung Pak Freddy mencium mulutku dengan ganasnya, begitupun aku melayaninya dengan nafsu sembari salah satu tanganku mengelus-elus penis yang perkasa itu. Terasa keras sekali dan rupanya sudah berdiri sempurna. Mulutnya mulai mengulum kedua puting payudaraku. Praktis kami berdua sudah tidak berbicara lagi, semuanya sudah mutlak terbius nafsu birahi yang buta. Pak Freddy berhenti merangsangku dan mengambil majalah porno yang masih tergeletak di atas tempat tidur dan bertanya kepadaku sembari salah satu tangannya menunjuk gambar cowok memasukkan penisnya ke dalam vagina seorang cewek yang tampak pasrah di bawahnya. “Boleh saya seperti ini, Et?”.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tidak menjawab dan hanya mengedipkan kedua mataku perlahan. Mungkin Pak Freddy menganggap aku setuju dan langsung dia mengangkangkan kedua kakiku lebar-lebar dan duduk di hadapan vaginaku. Tangan kirinya berusaha membuka belahan vaginaku yang rapat, sedangkan tangan kanannya menggenggam penisnya dan mengarahkan ke vaginaku. Kelihatan Pak Freddy agak susah untuk memasukan penisnya ke dalam vaginaku yang masih rapat, dan aku merasa agak kesakitan karena mungkin otot-otot sekitar vaginaku masih kaku. Pak Freddy memperingatkan, “Tahan sakitnya, ya, Et”. Aku tidak menjawab karena menahan terus rasa sakit dan, “Akhh.., bukan main perihnya ketika batang penis Pak Freddy sudah mulai masuk, aku hanya meringis tetapi Pak Freddy tampaknya sudah tak peduli lagi, ditekannya terus penisnya sampai masuk semua dan langsung dia menidurkan tubuhnya di atas tubuhku. Kedua payudaraku agak tertekan tetapi terasa nikmat dan cukup untuk mengimbangi rasa perih di vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin lama rasa perih berubah ke rasa nikmat sejalan dengan gerakan penis Pak Freddy mengocok vaginaku. Aku terengah-engah, “Hah, hah, hah,..”. Pelukan kedua tangan Pak Freddy semakin erat ke tubuhku dan spontan pula kedua tanganku memeluk dirinya dan mengelus-elus punggungnya. Semakin lama gerakan penis Pak Freddy semakin memberi rasa nikmat dan terasa di dalam vaginaku menggeliat-geliat dan berputar-putar. Sekarang rintihanku adalah rintihan kenikmatan. Pak Freddy kemudian agak mengangkatkan badannya dan tanganku ditelentangkan oleh kedua tangannya dan telapaknya mendekap kedua telapak tanganku dan menekan dengan keras ke atas kasur dan ouwww.., Pak Freddy semakin memperkuat dan mempercepat kocokan penisnya dan di wajahnya kulihat raut yang gemas. Semakin kuat dan terus semakin kuat sehingga tubuhku bergerinjal dan kepalaku menggeleng ke sana ke mari dan akhirnya Pak Freddy agak merintih bersamaan dengan rasa cairan hangat di dalam vaginaku. Rupanya air maninya sudah keluar dan segera dia mengeluarkan penisnya dan merebahkan tubuhnya di sebelahku dan tampak dia masih terengah-engah.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah semuanya tenang dia bertanya padaku, “Gimana, Et? Kamu tidak apa-apa? Maaf, ya”. Sembari tersenyum aku menjawab dengan lirih, “tidak apa-apa. Agak sakit Pak. Saya baru pertama ini”. Dia berkata lagi, “Sama, saya juga”. Kemudian aku agak tersenyum dan tertidur karena memang aku lelah, tetapi aku tidak tahu apakah Pak Freddy juga tertidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 17:00 aku dibangunkan oleh Pak Freddy dan rupanya sewaktu aku tidur dia menutupi sekujur tubuhku dengan selimut. Tampak olehku Pak Freddy hanya menggunakan handuk dan berkata, “Kita mandi, yuk. Kamu harus pulang kan?”. Badanku masih agak lemas ketika bangun dan dengan tetap dalam keadaan telanjang bulat aku masuk ke kamar mandi. Kemudian Pak Freddy masuk membawakan handuk khusus untukku. Di situlah kami berdua saling bergantian membersihkan tubuh dan akupun tak canggung lagi ketika Pak Freddy menyabuni vaginaku yang memang di sekitarnya ada sedikit bercak-bercak darah yang mungkin luka dari selaput daraku yang robek. Begitu juga aku, tidak merasa jijik lagi memegang-megang dan membersihkan penisnya yang perkasa itu. Setelah semua selesai, Pak Freddy membuatkan aku teh manis panas secangkir. Terasa nikmat sekali dan terasa tubuhku menjadi segar kembali. Sekitar jam 17:45 aku pamit untuk pulang dan Pak Freddy memberi ciuman yang cukup mesra di bibirku. Ketika aku mengemudikan mobilku, terbayang bagaimana keadaan Papa dan Mama dan nama baik sekolah bila kejadian yang menurutku paling bersejarah tadi ketahuan. Tetapi aku cuek saja, kuanggap ini sebagai pengalaman saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Semenjak itulah, bila ada waktu luang aku bertandang ke rumah Pak Freddy untuk menikmati keperkasaannya dan aku bersyukur pula bahwa rahasia tersebut tak pernah sampai bocor. Sampai sekarangpun aku masih tetap menikmati genjotan Pak Freddy walaupun aku sudah menjadi mahasiswa, dan seolah-olah kami berdua sudah pacaran. Pernah Pak Freddy menawarkan padaku untuk mengawiniku bila aku sudah selesai kuliah nanti, tetapi aku belum pernah menjawab. Yang penting bagiku sekarang adalah menikmati dulu keganasan dan keperkasaan penis guru bahasa Inggrisku itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/kurelakan-keperawananku-untuk-pak-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gangbang Rame-Rame ABG SMA</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/gangbang-rame-rame-abg-sma/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/gangbang-rame-rame-abg-sma/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 05:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bokep Download]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[amatir]]></category>
		<category><![CDATA[gangbnag]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[publik seks]]></category>
		<category><![CDATA[rame-rame]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=993</guid>
		<description><![CDATA[Wew gila, ini anak sma kok bikin napsu sih ceweknya.. cantik cantik ternyata doyan di keroyok cowok ngentot gangbang rame rame&#8230;. bagus nih videonya download saja!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/10/gangbang-abg-sma.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-994" title="gangbang-abg-sma" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/10/gangbang-abg-sma-300x224.jpg" alt="gangbang-abg-sma" width="300" height="224" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Wew gila, ini anak sma kok bikin napsu sih ceweknya.. cantik cantik ternyata doyan di keroyok cowok ngentot gangbang rame rame&#8230;. bagus nih videonya <a href="http://rapidshare.com/files/294491855/gangbang_abg_sma.mp4" target="_blank">download saja</a>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/gangbang-rame-rame-abg-sma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abege di Mall</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/abege-di-mall/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/abege-di-mall/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 09:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[ayam mall]]></category>
		<category><![CDATA[cewek bayaran]]></category>
		<category><![CDATA[mall]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[pelacur muda]]></category>
		<category><![CDATA[perek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=842</guid>
		<description><![CDATA[Malem sabtu kemaren aku iseng ja browsing ke mal. Karena dah laper, aku menuju salah satu resto yang ada di mal. Didepan resto itu pandanganku tertuju pada seorang abege, amoy lagi, sedang membungkuk di pegangan pinggir lantai, memandang ke bawah. Dia pake t shirt ketat dan celana pendek saja. Dari samping gak keliatan toketnya besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Malem sabtu kemaren aku iseng ja browsing ke mal. Karena dah laper, aku menuju salah satu resto yang ada di mal. Didepan resto itu pandanganku tertuju pada seorang abege, amoy lagi, sedang membungkuk di pegangan pinggir lantai, memandang ke bawah. Dia pake t shirt ketat dan celana pendek saja. Dari samping gak keliatan toketnya besar gak, tapi pahanya mulus banget, putih lagi, maklum deh amoy. aku tertarik untuk mendekati. Aku ikutan membungkuk di dipegangan itu, &#8220;ngeliatin apa si&#8221;. Dia menoleh, woo cantik nian, matanya sipit, hidungnya mancung dan bibirnya mungil memberikan senyum manisnya kepada aq. &#8220;Nunggu temen, om&#8221;. &#8220;Mangnya janjian ya&#8221;. &#8220;Iya katanya mo nonton, tapi dah jam segini gak nongol juga, kesel deh Memey&#8221;. &#8220;O namanya Memey toh, kenalin&#8221;, kataku memperkanalkan diri sambil mengulurkan tangan. Dia menjabat tanganku. &#8220;Iya om, aku Memey&#8221;. Tangannya tak kulepaskan malah dengan jari telunjukku kukilik telapak tangannya yang sedang kujabat itu. &#8220;Ih, si om iseng deh&#8221;, katanya sambil tetap tersenyum. Karena dia menghadap ke aku, aku bisa melihat bentuk toketnya, masih imut, mungkin umurnya masi muda. &#8220;Sekolahnya kelas berapa&#8221;. &#8220;Kelas 1 om&#8221;. &#8220;Wah abege banget. Dah temennya gak dateng kali, ikutan makan yuk, aku laper nih&#8221;, kataku sambil menggandeng tangannya menuju ke resto. Dia ngikut aja. Sambil makan, dia kuguyoni. &#8220;Nunggu temen cowok ya&#8221;. enggak kok om, cewek&#8221;. &#8220;Kok nonton ma cewek, mana asik?&#8221; &#8220;Kan cuma mo nonton om, mangnya di bioskop mo ngapain pake asik segala&#8221;. &#8220;Ya nonton sembari&#8230;.&#8221;, kataku sambil memutuskan ucapanku, aku pengen liat reaksinya gimana. &#8220;Sembari apaan om&#8221;, aku berhasil membuatnya penasaran. &#8220;Sembari ngapain ya kalo dibioskop&#8221;. &#8220;Ya nonton lah om, emangnya om kalo nonton sembari ngapain&#8221;. &#8220;Tergantung temen nontonnya&#8221;. &#8220;Kok tergantung temen nonton, kan ke bioskop mo liat filmnya&#8221;. &#8220;Iya, tapi kalo ditemeni abege secantik Memey, jadi gak merhatiin filmnya deh&#8221;. &#8220;abis merhatiin apa?&#8221; &#8220;Ya merhatiin kamu lah, abis kamu cantik banget&#8221;. &#8220;Ih om gombal deh, Memey biasa aja kok&#8221;. &#8220;Temen kamu gak dateng, trus nonton ma aku mau gak?&#8221; &#8220;Tapi nonton ya om, gak yang lain&#8221;. &#8220;Tapi nontonnya ditempatku&#8221;. &#8220;Kok ditempat om&#8221;. &#8220;Biar private nontonnya, berdua aja, mau gak&#8221;. &#8220;Mangnya mo ngapain om berdua aja&#8221;. &#8220;Ya bisa sembari ngobrol, makan minum&#8221;. &#8220;Kan sekarang dah makan minum, mangnya om masi laper&#8221;. &#8220;Ya enggak makan berat kaya gini, makanan ringan lah&#8221;. &#8220;Kapuk kali ringan&#8221;. &#8220;Mau gak nonton ditempatku&#8221;. &#8220;Mangnya om punya film apa?&#8221; &#8220;Filmnya asik lah pokoknya, mau ya&#8221;. &#8220;Rumah om jauh gak?&#8221; &#8220;Napa, besok kan libur skolah kan, pulang maleman gak apa kan, ato pulang pagi aja sekalian biar gak masuk angin&#8221;. &#8220;Maunya, ntar gak masuk angin tapi kemasukan yang laen lagi&#8221;. &#8220;Mangnya perna kemasukan yang laen?&#8221; Dia diem aja. &#8220;Ma cowoknya ya&#8221;. &#8220;Gak tau ah, om kok nanya gituan sih&#8221;. &#8220;Kan tadi kamu yang bilang kemasukan yang laen. dah pernah ya kemasukan yang laen, nikmat kan?&#8221; Dia diem aja lagi. &#8220;Nikmat kan kalo kemasukan&#8221;. &#8220;Gak tau ah&#8221;. Aku membayar makanannya dan mengajaknya keluar resto. &#8220;Ketempatku ya&#8221;. &#8220;Tapi jangan dimsukin ya om&#8221;. &#8220;Napa, kan enak kalo dimasukin&#8221;. &#8220;ak ah, takut&#8221;. &#8220;Udah pernah aja kok takut si&#8221;. &#8220;Sok tau, kata siapa Mey-Mey dah perna kemasukan&#8221;. &#8220;Ya nebak aja, udah pernah kan, kayanya si udah&#8221;. &#8220;Gak tau ah&#8221;. Aku menggandengnya ke baemnet menuju ke mobilku. Dia tidak menolak waktu kuajak masuk mobil, kemudian mobil meluncur meninggalkan basement mal menju ke apartmenku. &#8220;Kok ke apartmen? Om tinggak disini ya&#8221;. &#8220;Iyalah&#8221;. Dari basement apartment, dia kugandeng ke lift dan lift meluncur menuju lantai 35. Dia nurut saja ketika kugandeng keluar lift menuju ke apartmentku.<br />
<span id="more-842"></span><br />
Dia duduk di sofa, aku duduk disebelahnya. &#8220;Mey, kamu tu sebenarnya mo ketemu siapa si di mal?&#8221; &#8220;Temen, om, kan Memey dah bilang tadi&#8221;. &#8220;Tapi gak buat nonton kan&#8221;, sambil menatap matanya yang sipit. &#8220;Kok om tau si&#8221;. &#8220;Ya tau lah, ngapain juga cewek abege secantik kamu sendirian gelisah di mal, pasti ada yang ditunggu dan pasti gak buat perginonton. Mo ngapain sih, jujur deh ma aku, kamu gak bisa boong kok&#8221;. &#8220;Bener kok om, Memey nunggu temen&#8221;. &#8220;Tapi gak buat nonton kan&#8221;. &#8220;Iya juga seh, om pinter banget si nebaknya&#8221;. &#8220;abis nungguin sapa&#8221;. &#8220;Nungguin temen om, Memey mo dikenalin ma om om&#8221;. &#8220;Kan akhirnya kenalan ma aku&#8221;. &#8220;Ya sih om, makanya Memey mau om ajak ke apartment om&#8221;. &#8220;Mangnya kamu sering ya maen ma om om&#8221;. &#8220;Blon perna kok om&#8221;. &#8220;Biasanya maennya ma siapa&#8221;. &#8220;Ma cowok Memey om&#8221;. &#8220;Sering?&#8221; &#8220;Sering juga om, ampir tiap malming kita maen, abis nikmat seh&#8221;. &#8220;Besok maen lagi ma cowok kamu&#8221;. &#8220;enggak om, dia lagi tugas kluar kota&#8221;. &#8220;O cowok kamu dah kerja toh, bedanya jauh dong ma kamu&#8221;. &#8220;Iya om, dia dah lulus skolanya, jadi dah kerja, 19 taonan lah bedanya&#8221;. &#8220;Pantes kamu jadi cepet matengnya&#8221;. &#8220;Mangnya Memey mangga, pake mateng segala&#8221;. &#8220;Trus napa kamu dikenalin ma om om&#8221;. &#8220;Kata temen Memey lebi nikmat maen ma om om katimbang ma cowok ndiri, makanya Memey jadi penasaran, pengen nyobain, kaya apa si nikmatnya&#8221;. &#8220;Jadi mau ya maen ma aku&#8221;. &#8220;Ya maulah om, kalo gak mau ngapain juga Memey ikut ma om ke apartment. Katanya om mo muterin film, film bokep ya om&#8221;. &#8220;Aku gak ada film kok&#8221;. &#8220;abis mo langsung maen ya om&#8221;. &#8220;Kamu mijitin aku dulu ya&#8221;. &#8220;Memey gak bisa mijit kok om&#8221;. &#8220;Gak apa, aku tu pengen dielus2 ma kamu kok, bisa kan ngelus2&#8243;. Dia tersenyum, manis sekali. Aku masuk ke kamarku duluan. Dikamar aku mengganti pakean dengan celana pendek dan kaos, kemudian aku memanggil Memey masuk.
</p>
<p style="text-align: justify;">Aku berbaring telungkup di ranjang dan dia mulai memijit kakinya, mulai dari telapak kaki sampai ke paha. &#8220;Om suka olahraga ya, ototnya kenceng gini&#8221;, katanya. &#8220;Iya Mey, suka fitnes, mau ikutan?&#8221; &#8220;Boleh, kapan om fitnes, Memey ikutan ya&#8221;, jawabku. &#8220;Semua otot kan mesti kenceng Mey, kalo gak kenceng mana bisa dipake&#8221;. &#8220;Dipake ngapain om&#8221;. Aku hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaannya yang terakhir. Dia sengaja memijat bagian paha sebelah dalam,. “ Aduh Mey enak tapi geli, tu bisa mijit, katanya gak bisa. suka mijitin cowok kamu ya Mey&#8221;. &#8220;He eh, dia yang ngajarin mijit om&#8221;, sahutnya. Aku mengangkangkan pahaku dan sesekali disenggolnya selangkanganku, ada sesuatu yang keras didalamnya. Aku udah mulai terangsang dan ngaceng. Pijatan beralih ke pantat dan punggungku. Bagian ini masih tertutup celana pendek dan kaos. &#8220;om enaknya kaosnya dibuka deh supaya mijetnya bisa tuntas&#8221;, katanya dan aku langsung melepas kaos dan kembali telungkup. Punggungku juga berotot. Pijatannya mulai dari bagian bahu. Dia mengambil posisi mengangkangi badanku. Setelah bahu dan punggung, kini pijatannya mengarah ke bongkahan pantatku. Mulanya dia memijat dari luar celananya, tapi gak bisa tuntas. &#8220;om, celananya mengganggu nih&#8221;, katanya. &#8220;Dilepas aja ya Mey&#8221;, jawabku sambil langsung melepas celana pendeknya. Sekelebat tampak kon tolku menonjol sekali dibalik cd, besar dan panjang dan sudah keras sekali. Aku kembali menelungkup. Pijatan mulai mengeksploitir bagian pantat dan pangkal paha. Jarinya memijit belahan pantat dan hampir menyentuh biji pelerku. Selesai dengan pantat, dia minta aku telentang. kon tolku yang besar dan panjang sampai kepalanya nongol dari bagian atas cdku. &#8220;Ih om, ngaceng ya&#8221;, katanya manja sambil menduduki kon tolku. Terasa sekali kon tol itu mengganjal pantatnya. Dia mulai lagi dari bahu, untuk melemaskan bagian itu. Perlahan-lahan lalu turun ke bawah kedadaku. Aku tersenyum saja memandangi wajahnya. &#8220;Kamu cantik sekali Mey&#8221;, kataku merayu. Dia sengaja menggeser2 pantatnya di kon tolku. Pentilku mengeras, dan sesekali dipilinnya. Dia minta aku menarik nafas ketika dipilinnya pentilku lalu pelan-pelan menghembuskannya. &#8220;Mey&#8221;, lenguhku. &#8220;Kenapa om, sakit ya pijitan Memey&#8221;. &#8220;Enggak sakit kok Mey, merinding semua badanku&#8221;. Setelah puas memlintir pentilku dia mulai turun ke perut.</p>
<p style="text-align: justify;">Perutku kencang dan tidak berlemak, kepala kon tolku yang nongol dari atas cdseakan mengundangnya untuk meremasnya. Dia juga terangsang melihatnya. Dari perut dia mulai menelusur bawah sampai menyentuh kepala kon tolku. Aku memejamkan mata sementara dia terus memijit lembut dipangkal paha sampai keselangkangan sambil sesekali menyenggol kon tolku dengan menggosokkan punggung tangannya kekon tolku. Perlahan jarinya diselipkan di karet cdku dan menurunkan cdku perlahan2 sampai lepas. Nongollah kon tolku yang berdiri tegak, besar dan panjang dengan bulu rambut yang lebat bersambung sampai kepusar dan dada. &#8220;Pegang&#8221; kataku singkat dan diapun menuruti sambil mengusap pelan-pelan. Tanganku mulai berkeliaran, membuka t shirtnya, bra kemudian celana pendeknya. Tinggal CDnya yang belum kulepas. Dia kubaringkan dan kemudian aku melumat bibirnya, dan terus menjilat sampai ke toketnya yang imut dengan pentil yang merah coklat. Saat aku mengulum toketnya, dia mulai menggelinjang apalagi jariku mulai menerobos CDnya dan dengan lembut menggosok bibir no noknya. Dia bergetar sambil berdengus pendek &#8220;Uh..uuh..uuhh..&#8221;. CDnya kemudian kulorotkan dan kubuka pahanya lebar-lebar. Aku tertegun melihat bibir no noknya yang tipis memerah yang diselimuti jembut yang lebat. &#8220;Mey, jembut kamu lebat sekali ya. Pasti napsu kamu besar ya&#8221;. Dia diem saja karena sudah sangat terangsang akibat jilatanku diselangkangnya. &#8220;om&#8221;, dia mendesah ketika lidahku mulai beroperasi ketengah-tengah no noknya. Gerakan refleksnya menarik paha keatas dan posisi yang kian membuka menambah leluasa lidahku bekerja lebih dalam keno noknya. Cairan no noknya mulai tumpah membuat aku tambah ganas, dan mulai menyedot keras it ilnya. Ujung lidahku bermain lincah, dalam, menelusuri menggesek permukaan dalam no noknya membuat dia tambah bergetar menahan rangsangan kenikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Uh..uuhh..uuuhhh..&#8221; erangannya tambah keras dan pahanya menjepit keras kepalaku dengan kaki yang melingkar kepunggungku. Aku memutar tubuhku pelan sambil terus menyedot no noknya. Posisi 69, dia kusuruh mengulum kepala kon tolku yang besar itu. Lidahnya mulai bermain diantara belahan kepala kon tolku. Kami berpacu terus dengan posisi 69 sampai &#8220;oom&#8230;uuuuhhhh..&#8221;, badannya menggelinjang hebat sambil mengerang keras dengan suara tertahan karena kepala kon tolku masih terbenam dalam mulutnya. Dia dah nyampe dan kulepaskan kon tolku dari mulutnya.<br />
aku masih telentang dengan kon tolku masih tegak karena belum tuntas.
</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menyuruhnya naik keatas perutku. Aku berbaring dengan bantal 3 susun dipunggung dan kepala, sambil menyuruh dia duduk diatas kon tolku yang sengaja diposisikan kearah pusar. Dia duduk mengangkang dengan bibir no nok menempel dikon tolku, dia mulai menggerakan pantatnya maju mundur perlahan. &#8220;Ah..nikmatnya Mey&#8221;, gumamku sambil menahan kenikmatan karena goyangan pantatnya. Ternyata dia dah pengalaman juga dalam urusan perlendiran ini. Beberapa saat kurasa cairan no noknya mulai mengalir membasahi kon tolku, dia makin terangsang. Gesekannya makin menggila membuat dia tersentak-sentak saking nikmatnya. Aku mulai meremas2 toketnya yang imut. &#8220;Isap ..om&#8221; dan aku melengkungkan badanku berusaha mengulum toketnya. &#8220;Uuuhhh..uuuuhhh.., terussss oom&#8230;&#8221;, pintanya sambil bertambah cepat menggesek no noknya kekon tolku. Lebih dari 15 menit kemudian dia mengerang tersendat kenikmatan. Aku tau dia akan nyampe lagi, &#8220;Ayo putar badanmu&#8221; dan secepatnya dia berbalik dengan no noknya menantang didepan mulutku. Dia menarik pantatnya dan lagi-lagi kusedot bibir no noknya sambil sesekali lidah kujulurkan mengilik it ilnya. kon tolku terbenam lebih dari separuh dimulutnya, kepalanya turun naik mengocok kon tolku dalam mulutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Erangan tertahan dan desahan kenikmatan mengiringi puncak permainan. Tiba-tiba dia menekan pantatku kuat-kuat kemulutnya sambil mendesah panjang dengan kon tolku dimulutku. &#8220;Oom..ooohh&#8221;. Akupun demikian, kukepit kepalanya dengan kaki dan &#8220;creet..creet..creeettt&#8230; pejuku ngecret semuanya dimulutnya. &#8220;om, belum dimasukin udah nikmat gini ya, apalagi kalo dimasukin&#8221;, desahnya. &#8220;Kamu mau dimasukin Mey, &#8220;, jawabku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;om, Memey laper&#8221;. &#8220;Ya udah, kita mandi dulu, terus baru cari makan malem&#8221;. Dikamar mandi, kita saling menyabuni. kon tolku ngaceng lagi, dikocok2 nya kon tolku pelan2. &#8220;om kon tolnya besar banget sih&#8221;. Selesai mandi, dia memakai pakaiannya kembali. Kemudian aku pergi dengannya ke warung didepan komplex untuk cari makan malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Selesai makan malam, kita kembali keapartment lagi. aku memutar film biru. Dengan 2 bantal besar diatas karpet tebal kami berdua duduk berdampingan sambil nonton film. Permainan panas di film itu membuat dia mulai bergerak menempel kebadanku dan kemudian rebah diatas pahaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mengulum bibirnya dengan lembut sambil tanganku mulai bergerak dengan sentuhan halus ke toketnya yang masih dilapisi bra itu. Dia menggelinjang saat aku mulai agresif memainkan pentilnya. &#8220;Ayo om..gesek lagi ya..!&#8221; pintanya bernafsu. Dia mencium tanganku dan menjilati jari-jariku. Kemudian aku melepaskan tanganku dari ciumannya dan kembali meremas toketnya dari balik kaosnya. Tanganku menyusup masuk kebalik branya. Kupilin pentilnya secara bergantian. Dia makin menggeliat karena napsunya sudah memuncak. Tanganku ditariknya menjauh dari toketnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dibawa ke arah perutnta. Segera aku mengilik2 pusernya sampai dia menggeliat kegelian, &#8220;om geli&#8221;. Tanganku segera menyusup ke bawah berusaha merayap terus ke bawah menyelip kedalam cdnya sampai menyentuh jembutnya. Jangkauanku kini maksimal, padahal target belum tercapai. Dia menaikkan badannya sedikit dan kini jari-jariku bisa mencapai belahan no noknya. no noknya sudah basah, sehingga jari tengahku dengan mudah menyusup ke dalam dan menemukan it ilnya yang sudah mengeras. Aku lalu memainkan jari tengahku. Pinggulnya mengikuti irama sentuhan jari tengahku. Dia menggelinjang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;om, lepasin pakean Memey, om, semuanya&#8221;, pintanya. Segera aku mengangkat t shirtnya keatas, dia mengangkat tangannya keatas untuk mempermudah aku melepas t shirtnya. Kemudian aku melepas pengait bra dan menarik celananya bersama cdnya, dia mengangkat pantatnya untuk mempermudah aku melepasnya. Setelah dia berbugil ria, segera akupun melepas semua yang menempel dibadan. kon tol besarku sudah tegak dengan kerasnya. Kami berbaring di karpet ruang tengah dalam keadaan telanjang bulat. Dia mengocok2 kon tolku dengan cepat dan keras, sebentar saja sudah ngaceng lagi. &#8220;om kuat banget ya, tadi baru ngecret udah ngaceng lagi&#8221;, katanya. &#8220;Abis dikocok sama kamu sih, kamu juga mau lagi kan Mey&#8221;. &#8220;Iya om, Memey kepingin disodok kon tol om&#8221;. Ketika mengocok2 kon tolku dia sudah terangsang juga, no noknya sudah basah, apalagi ketika ngocok kon tolku, aku ngitik2 it ilnya. Aku telentang dan dia menaiki tubuhku. Dengan posisi setengah merayap, dia menjilati mulai dari bawah kon tolku keatas, berputar sejenak di celah kepala kon tolku kemudian mulai dengan mengulum lembut sambil mulutnya turun naik mengocok kon tolku. &#8220;Ooohhhh&#8230;ooouuuhhh&#8221;, giliranku bergumam tidak jelas. Puas mengocok kon tolku dengan mulutnya, dia langsung duduk diatas perutku dan diarahkan kon tolku kebibir no noknya yang sudah basah. &#8220;Aaahhhh&#8230;!&#8221; desahnya sambil mencengkeram dadaku ketika kon tolku amblas kedalam no noknya dengan mulus. Kocokan demi kocokan dipadu goyangan pantatnya membuat kami berdua sama-sama merem melek dengan desahan-desahan panjang berulang-ulang. Dengan kon tol yang masih menancap ketat pada no noknya, aku memintanya menurunkan badannya kebelakang sambil kedua tangannya bertopang kebelakang, aku menyodokkan pantatku kedepan. Luar biasa&#8230;kon tolku seolah-olah tertarik kalau pantatnya bergerak kebelakang dan seperti mau patah bila dia menyodok kedepan, terjepit rapat diantara bibir no noknya. Dengan kepala mendongak kebelakang kadang terangkat, dia makin gila menggoyang pantatnya, &#8220;Uuuhhh&#8230;ngghhh..!&#8221;erangnya tidak jelas. Cairan pelicin no noknya meleleh hangat sampai kebawah kon tolku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hhuuu&#8230;.huuuu&#8230;huuuuuu!&#8221; dia kian ganas dan seketika merubah gayanya, duduk diatas pangkal pahaku dengan kon tol tetap tertancap dino noknya, hanya pantatnya saja yang bergerak maju mundur dengan cepat. kon tolku terasa berdenyut-denyut dicengkeram bibir no noknya. Bercampur aduk rasa nikmat yang kudapat dari permainan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Om&#8230;.ngghhh..!&#8221; dia sudah mendekati puncaknya. &#8220;Remes toketnya&#8230;om!&#8221; pintanya sambil menarik tanganku. Kuremas toketnya, kian kuat remasanku makin kuat sentakan pantatnya dibarengi dengusan napasnya yang memburu. &#8220;Aaaaaaahhhhhh..!&#8221; dia menyentak dengan histeris beberapa saat dan kemudian terdiam, roboh keatas badanku dengan jari tangannya mencengkeram kuat kedadaku menimbulkan merah goresan kuku yang panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Nikmat ya Mey&#8221;, kataku tersenyum melihat badannya yang terkulai lemas menindih tubuhku. &#8220;Aku akan membuatmu lebih puas, sayang!&#8221;. &#8220;Memey capek&#8230;tapi..om belum ngecret ya&#8221;, katanya seraya beringsut turun dari atas badanku dan telentang pasrah. aku mengambil handuk basah dan me lap bibir no noknya dengan lembut. Dia tersenyum sambil mengepitkan pahanya. Gantian dia membersihkan kon tolku yang tetap ngacung dengan keras. Aku memelukku dan mulai menggeluti tubuhnya lagi. Bibirnya kukulum dengan nafsu, turun kebawah kujilati pentilnya. Diamenggelinjang pelan, aku meneruskan permainan meraba bibir no noknya, menyentuh it ilnya dan kugesek pelan. Kedua pahanyau terbuka lagi dan untuk kedua kalinya no noknya basah. Aku gak bisa menguasai nafsuku lagi, dengan cepat berlutut diantara kedua pahanya dan mengatur posisi kon tolku tepat diatas lubang no noknya, merendahkan badannya dan bless&#8230;.kon tolku langsung menerobos masuk no noknya. &#8220;Aaauuhhhh..!&#8221; dia melenguh panjang ketika aku menekan kuat dan mulai memainkan pantatku turun naik. Saat serangan kon tolku kian gencar, matanya seakan tinggal putihnya kadang mendelik kadang terpejam dengan desisan panjang pendek. Kuangkat kaki kirinya kebahuku dan badannya kumiringkan dengan kaki kanan tetap lurus. no noknya seakan bertambah terbuka dengan posisi demikian. Dengan setengah berlutut, kumasukan kon tolku dalam-dalam keliang no noknya, dan kukocok keluar masuk dengan cepat. Uuhh..uuhh..uuhh..&#8221; dia mendesis berulang-ulang menahan serangan kon tolku. Tangan kananku dengan gesit menggosok-gosok it ilnya sambil kon tolku tetap keluar masuk liang no noknya, membuat dia menjadi liar dan keblingsatan. Kedua bongkahan toket kuremas-remas dan kepalanya sebentar-sebentar diangkat dengan mulut kadang ternganga lebar kadang mendesis tertahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Puas mengocok dengan posisi demikian, aku mengganti lagi posisi kami. Dia ku suruh menelungkup dengan pantat sedikit nungging keatas dan paha sedikit mengangkang membuat bibir no noknya kelihatan merekah dan menantang. Dengan posisi jongkok kugosok-gosokkan kepala kon tolku mulai dari pantat sampai kebibir no noknya, tangannya bergerak cepat kebelakang memegang kon tolku dan menuntun ketengah no noknya, &#8220;Ayo om.&#8221; Sambil memegang pantatnya, akumendorong masuk kon tolku masuk ke no noknya. Dengan pelan kepala kon tolku menerobos masuk. Begitu hampir setengah masuk, kusentakkannya agak kuat dan&#8230;&#8221;blessss’..hampir seluruh kon tolku tenggelam. &#8220;Haahh..!&#8221; dia menjerit tertahan dengan kepala terangkat. Aku mendiamkan sekian detik untuk merasakan denyutan no noknya mencengkeram kon tolku, baru kemudian kukocok maju mundur dengan pelan. Sembari mengocok, tanganku merayap dari belakang menggapai toketnya dan mulai meremasnya. &#8220;Ooouuuhhh&#8230;oouuuhhh&#8221; dia mendesah berkali-kali ketika kon tolku mulai membabibuta keluar masuk liang no noknya. Punggungnya kadang melengkung kebawah kadang keatas dengan pantat bergoyang kiri kanan membuat aku keblingsatan dan makin kencang menggempur no noknya. Cairan no noknya makin banyak mengalir sampai-sampai turun membasahi biji pelerku. Dia merasakan kegelian dan kenikmatan yang amat sangat seakan menjalar keseluruh syaraf ditubuhnya. &#8220;Ssshhh..sssshhhh..!&#8221; dia mulai bergumam tak keruan mengiringi genjotanku yang tambah menggila. kon tolku terasa makin keras dan membesar, pertanda aku sudah mulai mencapai puncak kenikmatan. Dia pun demikian kondisinya, badannya bergetar hebat dan tangannya menggapai karuan kiri kanan mencengkeram bantal karpet. &#8220;Huuuhhh&#8230;hhuuuhhhh..om..!&#8221; dia bagai kesurupan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mencabut kon tolku dengan tiba-tiba, bergerak duduk diatas karpet sambil bersandar dikaki sofa dengan kaki menjulur lurus kedepan setengah terbuka. Dia kusuruh duduk diatas pangkuanku dan ..blesss..no noknya menelan semua kon tolku dan tanpa diminta aku langsung menggenjot cepat. Kami berpelukan rapat, mulut saling berpagutan penuh nafsu, saling mengulum sementara pantatnya bergerak histeris memburu puncak kenikmatan yang kian dekat. &#8220;Aauuhhh..auuuhhh..oom&#8230;..aaaahhhhhhh&#8230;!&#8221; dia sudah hampir dipuncak surga dunia dan sesaat kemudian aku mendorong badannya terlentang. Sekali lagi, dengan sigap aku merubah posisi, tengkurap diatas tubuhnya dan menggenjotkan kon tolku sekuat-kuatnya ke no noknya. Bibir kami kembali saling mengulum sambil berpelukan. Kaki dan tangannya merangkul ketat badanku menahan hentakan-hentakan pantatku yang mendorong kon tolku keluar masuk no noknya. Detik demi detik kami rangkuh kenikmatan itu bersama-sama&#8230;.sampai akhirnya, &#8220;aaahhhhhhhh&#8230;.!&#8221; dia mengerang panjang mencapai puncak dengan kuku jari tangannya menancap kuat kepunggungku. &#8220;Aaauuuhhhh&#8230;.Mey !&#8221; aku mendesah panjang, kutekan kuat-kuat berulangkali pantatkua dengan cepat dan pada hunjaman terakhir&#8230;.blesss&#8230;.pangkal kon tolku dan bibir no noknya seakan jadi satu..dan sesaat kemudian..creetttt..crreeetttt&#8230; pejuku berhamburan keras memenuhi no noknya. &#8220;Ooohh..ooohhhh..!&#8221; dia menerima terjanganku yang terakhir berbarengan semburan pejuku yang terasa hangat di no noknya. Sungguh nikmat rasanya. Aku lemes, demikian pula dia. Tenaga terkuras habis dalam pergulatan yang ternyata memakan waktu lebih dari 1 jam! Akhirnya kami tertidur kelelahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/abege-di-mall/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak SMA 31 Jakarta Timur</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/anak-sma-31-jakarta-timur/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/anak-sma-31-jakarta-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 13:02:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[abg muda]]></category>
		<category><![CDATA[abg sma]]></category>
		<category><![CDATA[anak sma]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[sma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=747</guid>
		<description><![CDATA[Sory bro fotonya agak kabur soalnya pake hp murahan hehehe yang penting enjoy aja&#8230;&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/08/anak-sma-31-jakarta-timur.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-748" title="anak-sma-31-jakarta-timur" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/08/anak-sma-31-jakarta-timur-300x225.jpg" alt="anak-sma-31-jakarta-timur" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/08/anak-sma-31-jakarta-timur-2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-749" title="anak-sma-31-jakarta-timur-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/08/anak-sma-31-jakarta-timur-2-300x225.jpg" alt="anak-sma-31-jakarta-timur-2" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/08/anak-sma-31-jakarta-timur-3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-750" title="anak-sma-31-jakarta-timur-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/08/anak-sma-31-jakarta-timur-3-300x225.jpg" alt="anak-sma-31-jakarta-timur-3" width="300" height="225" /></a><br />
<span id="more-747"></span><br />
<a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/08/anak-sma-31-jakarta-timur-4.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-751" title="anak-sma-31-jakarta-timur-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/08/anak-sma-31-jakarta-timur-4-300x225.jpg" alt="anak-sma-31-jakarta-timur-4" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/08/anak-sma-31-jakarta-timur-5.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-752" title="anak-sma-31-jakarta-timur-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2009/08/anak-sma-31-jakarta-timur-5-300x225.jpg" alt="anak-sma-31-jakarta-timur-5" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sory bro fotonya agak kabur soalnya pake hp murahan hehehe yang penting enjoy aja&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/anak-sma-31-jakarta-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ABG di tempat kos</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/abg-di-tempat-kos/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/abg-di-tempat-kos/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 12:54:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[ayu]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[kontol.ngentod]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[om ngentot abg]]></category>
		<category><![CDATA[pepek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=745</guid>
		<description><![CDATA[Crita ini terjadi ketika aku kos dirumah sepasang suami istri yang sudah lanjut usia. Rumahnya besar, mereka tinggal dirumah utama model kuno, aku kos di paviliunnya. Cuma rumah model kuno yang ada paviliunnya. Bapak kos masi punya anak prempuan yang seragam sekolahnya biru. Anak2 laennya dah keluar rumah semuanya. anak bungsunya ini sepertinya dimanja banget, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Crita ini terjadi ketika aku kos dirumah sepasang suami istri yang sudah lanjut usia. Rumahnya besar, mereka tinggal dirumah utama model kuno, aku kos di paviliunnya. Cuma rumah model kuno yang ada paviliunnya. Bapak kos masi punya anak prempuan yang seragam sekolahnya biru. Anak2 laennya dah keluar rumah semuanya. anak bungsunya ini sepertinya dimanja banget, gak perna ditegur sehingga kalakuannya agak liar. Kalo malem minggu pasti ngilang dari rumah, gak tau kemana. Ya memang bukan urusanku, kan bukan keluargaku. Ayu nama tu anak abege. Manis juga orangnya, item manis gitu, toketnya baru numbuh, kliatan nonjol<br />
didadanya. pantatnya rada gede sehingga dia jalan, pinggulnya bergoyang kekiri kekanan, napsuin juga ngeliatnya. Yang menarik, ayu ada kumis tipisnya diatas bibirnya yang tipis, yg menantang untuk dikulum2. Biasanya prempuan yang kumisan, jembutnya lebat. aku jadi penasaran, abege seumuran ayu kaya apa lebatnya jembutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampe suatu malem, aku lagi dikamar, brosing situs kegemaranku pake laptopku. Tiba2 terdengar ketokan dipintu. &#8220;Om, Ayu bole masuk gak&#8221;. Ayu rupanya, nekat juga ida nyamperin aku ke kamarku. Aku membuka pintu, Ayu pake tanktop ketat dan celana pendek yang ketat dan pendek banget. Kliatan sekali ayu gak pake bra, sehingga bentuk toketnya yang umut tercetak jelas dibalik tanktop ketatnya. kon tolku langusng melonjak bangun disuguhi pemandangan yang merangsang seperti itu. &#8220;O Ayu, masuk deh&#8221;. Ayu masuk dan pintu kamar kututup, banyak nyamuk kalo enggak, alesanku. Ayu duduk diranjang dan aku balik duduk di mejaku yang terletak disebelah ranjang. Halaman yang lagi terbuka segera tertutup, baiknya gambar ngen tot yang lagi kunikmati sedah aku tutup sebelumnya. &#8220;Ada apa Yu, apa yang bisa om bantu&#8221;. Kedengarannya gombal ya, tapi itu adalah ucapan standarku kalo ketemu klien, jadi kebawa deh waktu ngomong ma siapa aja, termasuk Ayu. Ayu kan bakal jadi klienku buat urusan kenikmatan he he. &#8220;Ini om, ada PR mesti buat karangan bahsa Inggris, om kan jago bahasa inggrisnya, bantuin bikinin dong om&#8221;,<br />
Ayu merengek. &#8220;Upahnya apa?&#8221; &#8220;Om maunya apa, om minta apa juga Ayu turuti deh&#8221;. Wah nantang ni anak, dasar anak liar, ya gak apa memang aku suka kok ma anak liar, palagi kalo napsunya besar. Harusnya Ayu napsunya besar, berdasar pengalamanku, prempuan kalo ada kumisnya, biasanya bulu badannya termasuk jembutnya lebat dan napsunya besar kalo lagi maen, minta nambah terus. &#8220;Sini om liat, om bantuin tapi tetep Ayu yang mesti nyelesaian sendiri, om bantu kasi idenya. Buat PR nya disini aja biar bisa selesai&#8221;. &#8220;Mau om, bikin dikamar om, Ayu ganggu gak?&#8221; &#8220;Buat abege secantik dan seseksi kamu apa si yang gak?&#8221; &#8220;Mangnya Ayu seksi ya om&#8221;. &#8220;Iyalah&#8221;. &#8220;Om terangsang dong&#8221;, wah to the point banget ni aka. &#8220;La iya<br />
lah, om kan lelaki normal, siapa yang nahan deket2 abege cantik dan seksi kaya kamu gini&#8221;. Aku memberinya ide, Ayu nulis ideku, sembari becanda, aku membantunya sehingga draftnya selsai. &#8220;tinggal Ayu nulis ulang ja kan, selesai deh tugas om, sekarang mana upahnya&#8221;.<br />
<span id="more-745"></span><br />
Aku duduk disebelahnya diranjang. &#8220;Yu, om bole nanya gak?&#8221; &#8220;Om mo nanya apa? Pasti mo nanya Ayu dah punya pacar belon kan?&#8221; &#8220;Kok tau si Yu&#8221;. &#8220;Ya tau lah, Ayu dah punya pacar om&#8221;. Wah hebat baru usia segini dah punya pacar. &#8220;Kalo malming, Ayu suka gak kliatan tu lagi ditempat pacar ya&#8221;. &#8220;Iya om, abis kalo Ayu bawa pacar kemari, pasti rese banget bonyok Ayu, makanya Ayu ke tempat kosnya pacar Ayu aja&#8221;. &#8220;Temen sekolah kamu?&#8221; &#8220;Bukan om, pacar Ayu anak kedokteran, canggih kan&#8221;.<br />
Ayu tersenyum manis sekali. &#8220;Trus kamu ngapain ja ditempat pacar kamu, gak pulang lagi&#8221;. &#8220;Ya ngapain lagi om, kalo lelaki dan prempuan sekamar&#8221;. &#8220;Enak dong Yu&#8221;. &#8220;Bukan enak lagi om, nikmat banget. Makanya Ayu jadi ketagihan&#8221;. &#8220;Kamu dia yang mrawanin&#8221;. &#8220;Iya om&#8221;. &#8220;Kalo maen brapa ronde&#8221;. &#8220;Seringnya 3 ronde, kalo dianya napsu banget 4 ronde om. Cuma ronde pertamanya Ayu emut sampe ngecret dimulut Ayu&#8221;. &#8220;Kamu telen ya pejuku&#8221;. &#8220;Iya om, dia bilang peju tu protein tinggi, jadi gak bahaya, malah bagus buat kesehatan. Maklum de om anak kedokteran&#8221;. &#8220;Besar gak Yu dia punya&#8221;. &#8220;Besar om, segini&#8221;. Ayu memeragakan ukuran kon tol pacarnya<br />
dengen mempertemukan jempol dan telunjuknya. &#8220;Panjang gak&#8221;. &#8220;Panjang om, segini, dia memeragakan panjangnya pake jengkalan tangannya yang mungil. Dia ngecretnya diluar ya Yu&#8221;. &#8220;enggk om didlaem, kalo diluar mana nikmat&#8221;. &#8220;Kamu gak takut hamil&#8221;. &#8220;Di kasi obat om, kalo ayu lagi subur, dia ajarin ayu ngitung masa subur&#8221;. &#8220;wah canggih dong kamu ya, akarang lagi gak subur&#8221;. &#8220;Justru lagi subur om, ayu lebi suka kalo maen lagi subur om, napsu ayu cepet banget naeknya&#8221;. Gila juga ni akan pikirku, tapi masabodo lah, aku pengen banget ngerjain ayu malem ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mencium tengkuknya. &#8220;Geli om&#8221;, Ayu menggelinjang. &#8220;Wangi kamu Yu, jadi merangsang banget deh&#8221;, kucium sekali lagi tengkuknya. &#8220;Ooom, geli, daripada nyiumin tengkuk mending juga cium bibir Ayu ja&#8221;, katanya sambil menoleh kearahku. Aku tidak menyia2kan kesempatan yang diberikan Ayu, segera bibir mungkilnya kusambar dengan bibiku dan kulumat dengan penuh napsu. ayu mengimbangi ciumanku yang ganas, dia malah menjulurkan lidahnya kedalam mulutku, kubelit dengan lidahku dan kekulum lidahnya. Sementara itu tanganku mulai memerah toketnya yang baru numbuh itu, pentilnya yang juga imut mulai mengeras. &#8220;Ooom, diremes langsung ja om, ayu pengen diemut de pentilnya&#8221;. Segera tanktopnya kulepas, Ayu mengangkat tanggannya keatas, mempermudah aku melepas tanktopnya. Toket mungkilnya tampak menonjol dengan pentilnya yang juga imut dan<br />
berwarna pink. Ayu kurebahkan diranjang, segera aku meniumi toketnya dan akhirnya pentilnya mulai kujilat2 dan akhirnya kuemut. Toketnya kumasukkan sebanyak2nya kemulutku dan kusedot dngan ganas. &#8220;Oom, ganas amat si ngemutnya, enak om, teruss om&#8221;, Ayu mulai merintih kenikmatan. Aku meraba2 perutnya, trus membuka kancing clananya dan ritsluitingnya. aku merogo kedalam ke selangkangannya. agak susah karena celananya ketat juga, teraba jembutnya yang rupanya bener, lumayan lebat. &#8220;Yu, jembut kamu lebat ya, buat abege seumur kamu<br />
segitu mah lebat Yu&#8221;. &#8220;Tapi om suka kan ngeliatnya, celana Ayu dilepas sekalian om, ayu dah pengen om&#8221;. Segera celana pendeknya kulepas, Ayu gak make cd, sehingga yang pertama kulihat adalah jembutnya yang lumayan lebat itu. Ayu mengangkangkan kakinya, dibalik kerimbunan jembutnya nampak me meknya yang berwarna pink, kayanya masi rapet sekali, walaupun pacarnya pasti sudah sering mengobok2 me mek Ayu dengan kon tolku yan ayu bilang besar panjang itu, dan akhirnya menumpahkan pejuku 2-4 kali kedalem me mek Ayu selama mreka maen.<br />
me meknya kuraba pelan dengan jari, trus keatas kearah it ilnya, kugesek it ilnya pelan, &#8220;Om yang cepet geseknya om, nikmat banget om, om pinter banget ngerangsang napsunya Ayu, trus om, Ayu dah pengen om&#8221;. &#8220;Pengen apaan Yu&#8221;. &#8220;Pengen dimasukin kon tol om, ayo dong om, ayu dah gak tahan ni, dah pengen diobok2 pake kon tol om&#8221;. Aku gak memperdulikan rengekan ayu, malah aku mulai menjilati it il Ayu yang membuat Ayu menggelinjang makin hebat. Gila bener ni abege, walaupun baru seumur dia, tapi liarnya sama kaya abege yang lebih tua dari dia,<br />
yang sering aku en totin. Ketika it ilnya kuemut2, Ayu makin menggila erangannya. aku memasukkan jari tengahku kedalam me meknya, terasa sekali cengkeraman me mek ayu ke jari tengahku. Gimana kalo kon tolku yang masuk ya rasanya cengkeranman me meknya, pikirku. Jariku menyusuri bagian dalem sebelah atas me meknya Ayu. Sampe ketemu daging yang agak menonjol, terus kugaruk2kan jariku disitu. Ini membuat Ayu gak terkendali lagi, dia menggeliat kekanan kekiri sambil berteriak2,<br />
&#8220;Om jahat ih, om jangan siksa Ayu kaya gini dong, om gak tahan lagi ni Ayu, jangan dikilik pake jari dong om, pake kon tol om aja, ayo dong om&#8221;, katanya sambil mengacak2 rambutku yang sedang berasa diselangkangannya. Dia juga menarik2 bahuku, supaya segera menancapkan kon tolku dime meknya. akhirnya Ayu gak nahan, badannya mengejang, pahanya dirapatkan sehingga kepalaku terjepit ketat diantara pahanya sampe aku sesek napas jadinya. ayu telah klimax, itu akibat<br />
garukan jariku pada g spotnya, diserang 3 in 1 gitu Ayu langsung nyerah, dia klimax. &#8220;Aduh om, pinter banget si, biasanya pacar ayu yang ngecret duluan, om bisa bikin ayu ngecret duluan&#8221;. Memang dari me meknya menyembur cairan kentel ketika dia klimax, seperti kalo lelaki ngecret. &#8220;Om ayu lemes deh, nikmat banget deh om, padahal belon dien tot ya om&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku bangun dan melepas semua yang menempel dibadanku. ayu terbelalak melihat kon tolku yang sudah maksimal kerasnya. &#8220;Om, gede banget kon tolku. Rasanya kon tol pacar Ayu dah besar, kon tol om lebi besar lagi, lebi panjang juga lagi&#8221;. Ayu duduk dan segera meremes kon tolku dengan gemesnya, &#8220;Ih dah keras banget om, masukin dong om, yu pengen ngerasain kon tol gede om kluar masuk me mek Ayu&#8221;. Ayu segera mulai menjilati kepala kon tolku, dan tak lama kemudian dimasukkan<br />
kedalam mulutnya. Terasa hangat sekali emutannya. &#8220;Om, gede amat, cuma muat kepalanya ja dimulut yu&#8221;, dia menreuskan emutannya. Batangnya dikcoknya pelan2. &#8220;Om, kluarin pejuku dimulut yu ya, Ayu pengen minum peju om, biar om ngen totnya bisa lama&#8221;. Aku diam saja menikmati emutan dan kocokannya. Kepalanya kembali dijilat2 sebentar kemudian dimasukkan lagi ke mulutnya. Dikenyot pelan2, dan kepalanya mengangguk2 memasukkan kon tolku keluar masuk mulutnya. aku<br />
mengenjotkan kon tolku pelan, &#8220;Ah, enak Yu, baru diisep mulut atas aja udah nikmat ya, apalagi kalo yg ngisep mulut bawah&#8221;, erangku keenakan. Tanganku terus saja mengelus2 me meknya yang sudah basah karena napsunya sudah sangat memuncak. &#8220;Yu, kamu udah napsu banget ya, me mek kamu udah basah begini&#8221;, kataku lagi. kon tolku makin seru diisep2nya. &#8220;Om, mulut Ayu dah pegel, kok om belum ngecret juga ya&#8221;. &#8220;Om pengen ngecretnya dime mek ayu ja&#8221;. &#8220;Masukin ja ya om&#8221;. dia mencabut kon tolku dari mulutnya dan aku segera menelungkup diatas<br />
badannya .</p>
<p style="text-align: justify;">kon tol kuarahkan ke me meknya, kutekannya kepalanya masuk ke<br />
me meknya. terasa banget me meknya meregang kemasukan kepala kon tol yang besar, aku mulai mengenjotkan kon tolku pelan, keluar masuk me meknya. Tambah lama tambah cepat sehingga akhirnya seluruh kon tolku yang panjang ambles di me meknya. &#8220;Enak om, kon tol om bikin me mek Ayu sesek, dienjot yang keras om&#8221;, rengeknya keenakan. Enjotan kon tolku makin cepat dan keras, ayu makin sering melenguh kenikmatan, apalagi kalo aku mengenjotkan kon tolku masuk dengan keras, sampe mentok rasanya. Gak lama dienjot ayu udah merasa mau nyampe, &#8220;Om lebih cepet ngenjotnya dong, Ayu udah mau nyampe&#8221;, rengeknya. &#8220;Cepat banget Yu, aku belum apa2&#8243; jawabku sambil mempercepat lagi enjotan kon tolku.<br />
Akhirnya ayu menjerit keenakan &#8220;Oom, Ayu nyampe oom, aah&#8221;, ayu menggelepar2 kenikmatan. Aku masih terus saja mengenjotkan kon tolku keluar masuk dengan cepat dan keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba2 aku mencabut kon tolku dari me meknya. &#8220;Kok dicabut om, kan belum ngecret&#8221;, protesnya. Aku diem saja tapi menyuruh ayu menungging di pinggir ranjang, aku mau gaya dogi. Segera kon tolku ambles lagi di me meknya dengan gaya baru ini. Aku berdiri sambil memegang pinggulnya. Karena berdiri, enjotan kon tolku keras dan cepat, lebih cepat dari yang tadi, gesekannya makin kerasa di me meknya dan masuknya rasanya lebih dalem lagi, &#8220;Om, nikmat&#8221;, erangnya lagi. Jariku mengelus2 pantatnya, tiba2 salah satu jari kusodokkan ke lubang pantatnya, ayu kaget sehingga<br />
mengejan. Rupanya me meknya ikut berkontraksi meremas kon tol besar panjangku yang sedang keluar masuk, &#8220;Aah Yu, nikmat banget, empotan me mek kamu kerasa banget&#8221;, erangku sambil terus saja mengenjot me meknya. Sementara itu sambil mengenjot aku agak menelungkup di punggungnya dan tangannya meremas2 toketnya, kemudian tanganku menjalar lagi ke it ilnya, sambil kuenjot it ilnya kukilik2.
</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Om, nikmat banget dien tot sama om, Ayu udah mau nyampe lagi. Cepetan entannya om,&#8221; erangnya saking nikmatnya. Aku juga udah mau ngecret, segera aku memegang pinggulnya lagi dan mempercepat enjotan kon tolku. Tak lama kemudian, &#8220;Om Ayu mau nyampe lagi, oom, cepetan dong enjotannya, aah&#8221;, akhirnya ayu mengejang lagi keenakan. Gak lama kemudian aku mengenjotkan kon tolku dalem2 di me meknya dan pejuku ngecret. &#8220;Aah Yu, nikmat banget&#8221;, akupun agak menelungkup diatas punggungnya. Karena lemas, ayu telungkup diranjang dan aku masih menindihnya, kon tolku tercabut dari me meknya. &#8220;Om, nikmat deh, sekali enjot aja Ayu bisa nyampe 2 kali&#8221;, katanya. Aku tak menjawab, berbaring disebelahnya diranjangku yang sempit. Aku memeluknya dan mengusap2 rambutku. &#8220;Kamu pinter banget muasin lelaki ya Yu&#8221;, kataku lagi. Ayu hanya tersenyum, &#8220;Om, Ayu mau ke kamar mandi, lengket badan rasanya&#8221;, ayupun bangkit dari ranjang dan menuju ke kamar mandi yang berasa didalam kamarku.</p>
<p style="text-align: justify;">Selesai membersihkan diri, ayu keluar dari kamar mandi telanjang bulat, dia kaget melihat kon tolku masi saja berdiri dengan kerasnya. &#8220;Om, hebt amat, dah ngecret masi ja ngaceng keras kaya gitu. Om kuat ya. Kata temen ayu yang pernah dien tot ma om om yang kon tolnya juga gede panjang, dia ampe lemes ngeladenin napsu si om, gak ada puasnya. Ayu juga dong ya om, Ayu pengen om en totin ampe Ayu lemes&#8221;. Aku tersenyum saja dan Ayu berbaring disebelahku. Aku kembali mencium<br />
bibirnya dengan penuh napsu. kon tolku dielus2nya. Lidahku dan lidahnya saling membelit dan kecupan bibir berbunyi saking hotnya berciuman. Tanganku juga mengarah kepahanya. Ayu segera saja mengangkangkan pahanya, sehingga aku bisa dengan mudah mengobok2 me meknya. Sambil terus mencium bibirnya, tanganku kemudian naik meremas2 toketnya. pentilnya kuplintir2, &#8220;Om enak, Ayu udah napsu lagi om&#8221;, erangnya sambil mengocok kon tolku yang masi keras banget. Kemudian ciumanku beralih ke toketnya. pentilnya yang sudah mengeras segera kuemut dengan penuh napsu, &#8220;Om, nikmat om&#8221;, erangnya. Akupun menindihnya sambil terus menjilati pentilnya. Jilatanku turun keperutnya, kepahanya dan akhirnya<br />
mendarat di me meknya. &#8220;Aah om, enak banget om&#8221;, erangnya. Ayu kembali menggeliat2 keenakan, tangannya meremas2 sprei ketika aku mulai menjilati me mek dan it ilnya. pahanya tanpa sengaja mengepit kepalaku dan rambutku dijambak, ayu mengejang lagi, ayu kembali nyampe sebelum dien tot. Ayu telentang terengah2, sementara aku terus menjilati me meknya yang basah berlendir itu. Aku bangun dan kembali mencium bibirnya, aku menarik tangannya minta mengocok kon tolku. Aku merebahkan dirinya, ayu bangkit menuju selangkanganku dan mulai<br />
mengemut kon tolku. &#8220;Yu, kamu pinter banget sih&#8221;. Cukup lama ayu mengemut kon tolku. Sambil mengeluar masukkan di mulutnya, kon tolku diisep kuat2. Aku jadi merem melek keenakan. Kemudian ayu kutelentangkan dan aku segera menindihnya. Ayu sudah mengangkangkan pahanya lebar2. Aku menggesek2kan kepala kon tolku di bibir me meknya, lalu kuenjotkan masuk, &#8220;Om, enak&#8221;, erangnya. Aku mulai mengenjotkan kon tolku keluar masuk pelan2 sampai akhirnya blees, kon tolku nancep semua di me meknya. &#8220;Yu, me mekmu sempit banget, padahal barusan kemasukan kon tol ya&#8221;, kataku. &#8220;Tapi enak kan om, abis kon tol om gede<br />
banget sampe me mek Ayu kerasa sempit&#8221;, jawabnya terengah. Aku mulai mengenjotkan kon tolku keluar masuk dengan cepat, bibirnya kucium. &#8220;Enak om, aah&#8221;, erangnya keenakan. Enjotanku makin cepat dan keras, pinggulnya sampe bergetar karenanya. Terasa me meknya mulai berkedut2, &#8220;Om lebih cepet om, enak banget, Ayu udah mau nyampe om&#8221;, erangnya. &#8220;Cepet banget Yu, aku belum apa2&#8243;, jawabku. &#8220;Abisnya kon tol om enak banget sih gesekannya&#8221;, jawabnya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Enjotanku makin keras, setiap kutekan masuk amblesnya dalem banget rasanya. Itu menambah nikmat buat ayu. &#8220;Terus om, enak&#8221;. toketnya kuremas2 sambil terus mengenjotkan kon tolku keluar masuk. &#8220;Terus om, lebih cepat om, aah, enak om, jangan brenti, aakh&#8230;&#8221; akhirnya ayu mengejang, ayu nyampe. Ayu memeluk pinggangku dengan kakinya, sehingga rasanya makin dalem kon tolku nancepnya. me meknya dikedut2kan meremas kon tolku sehingga aku melenguh, &#8220;Enak Yu,<br />
empotan me mek kamu hebat banget, aku udah mau ngecret, terus diempot Yu&#8221;, erangku sambil terus mengenjot me meknya. Akhirnya bentengku jebol juga. pejuku ngecret dalam me meknya, banyak banget kerasa nyemburnya &#8220;Yu, aakh, aku ngecret Yu, nikmatnya me mek kamu&#8221;, erangku. Aku menelungkup diatas badannya, bibirnya kucium. &#8220;Trima kasih ya Yu, kamu bikin aku nikmat banget&#8221;. Setelah kon tolku mengecil, kucabut dari me meknya dan aku berbaring disebelahnya. Ayu lemes banget walaupun nikmat sekali. &#8220;Yu, kamu tu masi muda banget tapi ngen totin<br />
kamu gak kalah nikmatna ma ngen totin abege yang lebi tua dari kamu, kamu liar banget deh&#8221;. &#8220;Om puas gak, mana lebi nikmat, ngen totin Ayu pa abege yang biasa om en totin&#8221;. &#8220;Nikmat ma kamu Yu, om baru skali ngen totin abege seumur kamu&#8221;. &#8220;Ayu mau kok om kalo om en totin tiap malem, abis jauh lebi nikmat dien tot om katimbang pacar Ayu&#8221;. Tanpa terasa akhirnya ayu tertidur disebelahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayu terbangun karena kujilati me meknya, me meknya kujilati dengan penuh napsu. pahanya kuangkatnya keatas supaya me meknya makin terbuka. &#8220;Om, nikmat banget om jilatannya&#8221;, erangnya. Ayu meremas2 toketnya sendiri untuk menambah nikmatnya jilatan di me meknya. pentilnya kuplintir2 juga. &#8220;Om, subuh2 gini sudah ngasi enak ke Ayu&#8221;, lenguhmya. Kemudian it ilnya kuisep2 sambil sesekali menjilati me meknya, menyebabkan me meknya sudah banjir lagi. Ayu menggelepar2 ketika<br />
it ilnya kuemut. Cukup lama it ilnya kuemut sampai akhirnya kakinya kuturunkan lagi keranjang, ayu mengangkangkan pahanya karena dia tau sebentar lagi pasti kon tolku masuk. &#8220;Om, masukin dong om, Ayu udah pengen dien tot&#8221;, rengeknya. Aku langsung menindih tubuhnya, kon tol kuarahkan ke me meknya. Begitu kepala kon tolku menerobos masuk, &#8220;Yang dalem om, masukin aja semuanya sekaligus, ayo dong om&#8221;, rengeknya karena napsunya yang sudah muncak. Aku langsung mengenjotkan kon tolku dengan keras sehingga sebentar saja kon tolku sudah nancap semuanya dime meknya. Kakinya segera melingkari pinggangku sehingga kon tolku terasa masuk lebih dalem lagi. &#8220;Ayo om, dienjot dong&#8221;, rengeknya lagi. Aku mulai mengenjot me meknya dengan cepat dan keras, uuh nikmat banget rasanya pagi2 gini ngen tot. enjotanku makin cepat dan keras, ini membuat ayu menggeliat2 saking<br />
nikmatnya, &#8220;Om, enak om, terus om, Ayu udah mau nyampe rasanya&#8221;, erangnya. Aku tidak menjawab malah mempercepat lagi enjotan kon tolku. toketnya kuremas2, sampe akhirnya ayu mengejang lagi, &#8220;Om enak, Ayu nyampe om, aah&#8221;, erangnya lemes. Kakinya yang tadinya melingkari pinggangku diturunkan ke ranjang. Aku tidak memperdulikan keadaannya, kon tol terus saja kuenjotkan keluar masuk dengan cepat, napasku sudah mendengus2. me meknya berdenyut2 meremas kon tolku. Aku meringis keenakan. &#8220;Yu, terus diempot Yu, nikmat banget rasanya, Terus<br />
empotannya biar aku bisa ngecret Yu&#8221;, pintaku. Sementara itu enjotan kon tolku masih terus gencar merojok me meknya. toketnya kembali kuremas2, pentilnya kuplintir2. &#8220;Om, Ayu kepengin ngerasain lagi disemprot peju om&#8221;, katanya. Terus saja kon tol kuenjotkan keluar masuk me meknya dengan cepat dan keras, sampai akhirnya, &#8220;Yu, aku mau ngecret Yu, aah&#8221;, erang dan semburan pejuku mengisi bagian terdalam me meknya. Aku ambruk dan memeluknya erat2, &#8220;Yu, nikmat banget deh ngen tot sama kamu&#8221;, katanya. Setelah beristirahat sebentar, ayu segera membersihkan diri dan berpakaian dan keluar dari kamarku.</p>
<p style="text-align: justify;">Malemnya, Ayu ketagihan rupanya, dateng lagi ke kamarku. &#8220;Om, Ayu jadi ketagihan kon tol om ni, ngen tot lagi yuk om&#8221;. Saat itu ayu hanya pake daster saja. Ayu langsung masuk kamar mandiku dan ketika keluar dia cuma pake daleman yang model bikini tipis. Segera dia berbaring disebelahku yang cuma mengenakan cd saja. kon tolku ngaceng dengan kerasnya sehingga keluar dari bagian atas cdku yang minim. Aku<br />
merangkul dan mencium bibirnya &#8220;Yu, ladeni om melem ini ya sayang, kamu napsuin sekali pake daleman bikini Yu, om udah mau nancep nih&#8221;, kataku. Segera Ayu meremas2 kon tolku yang keluar CDku, keras sekali ngacengnya. makanya CDnya langsung dilepasnya. kon tolku langsung tegak menjulang, besar, panjang dan keras. Ayu segera menjilati kepala kon tolku dan dimasukannya kepalanya kemulutnya. Diisep2 dan dikeluarmasukkan di mulutnya. Aku terengah2 keenakan, &#8220;nikmat<br />
banget Yu isepannya, aku udah mau diisep mulut bawah kamu&#8221;, kataku. Ayu segera kutelentangkan dan bra serta CDnya kuurai ikatannya.<br />
Aku menaiki ayu dan menggesekkan kepala kon tolku ke me meknya yang sudah basah ketika ayu ngisep kon tolku tadi. Aku tidak langsung menancapkan kon tolku ke me meknya, malah kugesekkan ke it ilnya. Ayu menggeliat2 jadinya, &#8220;Om masukin aja, katanya sudah mau diempot me mek Ayu&#8221;, rengeknya. Akupun menekan kon tolku masuk ke me meknya. Terasa banget kepala kon tolku yang besar meregangkan me meknya dan mendesak masuk. Nikmat banget rasanya. Ayu mendesis2 keenakan. Aku terus menekan kon tolku sehingga akhirnya nancep semuanya dime meknya. &#8220;Aah oom, enak banget kon tol om&#8221;, erangnya. Akupun mulai<br />
mengenjotkan kon tolku keluar masuk dengan pelan, makin lama makin cepat. Ayu hanya bisa merintih2 keenakan &#8220;Om nikmat banget om, terusin enjotannya om, yang cepet, yang keras dong ngenjotnya&#8221;, rengenya lagi. Makin lama enjotannya makin cepet, ayu mengejang2kan me meknya sehingga gantian aku yang mendesis2 keenakan, &#8220;Yu, kerasa banget empotan me mek kamu&#8221;. &#8220;Ayu mau kok tiap malem empot kon tol oom&#8221;, katanya. Aku tidak menjawab, hanya enjotan kuterus dilakukan<br />
dengan cepat dan keras. &#8220;Mau ya om&#8221;, rengeknya lagi. &#8220;enak banget deh dien tot sama oom, sssh&#8221;. Napasnya mulai memburu, toketnya kuremas2nya, pentilnya yang udah keras kuplintir2 manambah kenikmatan buat ayu. Ayu mengejang2kan me meknya mengempot kon tolku yang terus keluar masuk dengan cepat dan keras.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Om, ssh, enak om, terus oom, ssh, Ayu udah mau nyampe om, ssh&#8221;, erangnya. &#8220;Sebentar lagi Yu, aku juga udah ngerasa mau ngecret nih, ssh&#8221;, jawabku terengah. Aku setengah membungkuk dan mengemut pentilnya. Ayu makin napsu jadinya, rambutku diremas2, &#8220;Om, engh, ngecretin pejuku dong oom, Ayu pengen ngerasain lagi disemprot peju anget, cepetan oom, Ayu udah mau nyampe, aakh&#8221;, katanya<br />
menggelinjang keenakan. Enjotan kon tolku makin bertubi2. Ayu merintih2 keenakan jadinya, me meknya jadi mengejang2 dengan sendirinya meremas kon tolku yang terus nyodok keluar masuk. &#8220;Om, enak banget&#8221;, erangnya sambil menjepitkan kakinya di pinggangku, sehingga enjotannya makin terasa nancep dalem sekali di me meknya. Ayu memeluk badannya erat2, &#8220;Om, nikmat banget kon tol om&#8221;, rintihnya.
</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, &#8220;Akh, Ayu nyampe oom, aakh&#8221;, ayu kelojotan saking nikmatnya. me meknya kembali mengejang dengan keras meremas kon tolku sehingga akupun gak bisa bertahan lebih lama lagi, &#8220;Yu, aku ngecret, aakh&#8221;, erangnya. Terasa sekali semburan pejuku yang dahsyat di me meknya. Nikmat tapi lemes banget jadinya. &#8220;Aduh oom, nikmat banget oom, boleh ya oom Ayu tinta dien tot tiap malem&#8221;, rengeknya lagi. Aku hanya memeluknya terengah2 kecapaian.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah isitirahat, aku mencabut kon tolku yang sudah lemes dari me meknya, kon tolku berlumuran pejuku dan lendir me meknya. &#8220;Yu, mandi yuk&#8221;, ajakku. Ayupun bangun dan mengikutiku ke kamar mandi. Aku mengambil minuman dari lemari es dan satu diberikan ke aku. Ayu segera minum minuman itu sampe habis, sedikit menyegarkan setelah dienjot abis2an. Dikamar mandi kami saling menyabuni, toketnya menjadi sasaran remasan tanganku, ayupun gak mau kalah meremas<br />
kon tolku sambil dikocok2. Hebatnya gak lama kemudian kon tolku mulai keras lagi. &#8220;Om kuat amat sih, baru ngecret sekarang udah mulai ngaceng lagi, abis mandi pasti Ayu dien tot lagi ya om&#8221;, katanya. &#8220;abis tangan kamu nakal sih, jadi buat ngendorin mesti ditancep dime mek kamu lagi&#8221;, jawabku tersenyum. Tambah lama makin keraslah kon tolku sehingga ngaceng sempurna. Ayu kutunggingkan, ayu bertumpu ditembok kamar mandi, kakinya kurenggangkan dan Aku jongkok dibelakangnya. me meknya kujilat dari belakang, ayu kegelian dan napsunya makin berkobar, &#8220;Om, Ayu pengen ngerasain lagi kon tol om keluar masuk di me mek Ayu&#8221;, erangnya keenakan karena jilatanku sudah menyentuh2 it ilnya. Aku berdiri lagi dan<br />
mengarahkan kepala kon tol kon tolku ke me meknya dari belakang. Aku menekan kepala kon tolku masuk ke me meknya dan mulai kuenjot pelan, sampai akhirnya seluruh kon tolku nancep di me meknya. Aku mempercepat enjotan kon tolku keluar masuk sambil tanganku memeluknya dari belakang dan mengkilik2 it ilnya. Diserang seperti itu ayu jadi kelojotan keenakan. Gak lama dienjot dengan cara seperti itu, aku menggelinjang dan mengejang2, &#8220;Om, Ayu nyampe om, pinter amat om ngenjot me mek Ayu, sebentar aja Ayu sudah nyampe&#8221;, katanya terengah. Ayu mulai<br />
mengejangkan me meknya untuk meremas2 kon tolku, aku terus saja mengenjotkan kon tolku keluar masuk mengimbangi empotan me meknya, &#8220;Yu, kamu luar biasa deh, ahli banget kamu muasin om&#8221;, katakua. &#8220;Makanya oom, tiap malem Ayu mau kok ngempot kon tol oom sampe ngecret&#8221;, jawabnya terengah karena enjotan kon tolku makin cepat dan keras saja. Aku terus mengkilik2 it ilnya sambil mengenjotkan kon tolku keluar masuk. Napsunya kembali naik lagi, &#8220;Om terus om, enak banget<br />
dien tot sambil dikilik it ilnya, aakh&#8221;, erangnya lagi.Cukup lama aku mengenjot me meknya dari belakang sampai akhirnya ayu nyampe lagi, bersamaan dengan ngecretnya aku. &#8220;Aduh om, kuat banget sih, Ayu sampe lemes deh, tiap ronde Ayu selalu 2 kali nyampe baru om ngecret. Nikmat banget om&#8221;, rengeknya lagi setelah aku mencabut kon tolku lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menghidupkan shower lagi untuk membersihkan tubuh kami. Setelah itu, kami saling mengeringkan badan. Keluar dari kamar mandi langsung ayu merebahkan diri diranjang, sementara aku keluar, katanya untuk<br />
mengambil minuman. Ayu sudah ngantuk banget ketika aku kembali membawa 2 cangkir minuman coklat hangat, sesudah diminum ayu langsung tertidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayu terbangun sudah pagi, segar setelah semalem dien tot 2 ronde, ketika Ayu bangun, aku masih tertidur disebelahnya. kon tolku dielus2, diremas pelan2, sampe aku terbangun. Begitu juga kon tolku. &#8220;Sarapan paginya kon tol lagi ya Yu&#8221;, kataku tersenyum. kon tolku yang sudah mengeras dikocok2nya biar tambah keras, ujung kon tolku dijilatin, sekali2 digigit pelan2. Aku merem melek keenakan, &#8220;Pagi gini udah nikmat, Yu&#8221;. kon tolku dimasukkan kemulutnya, cuma muat kepalanya saja saking gedenya dan diemut2 dengan keras, kepalanya mengangguk2 mengeluar masukkan<br />
kon tolku di mulutnya. Aku merubah posisi menjadi 69 dan mulai menjilati pahanya bagian dalem, kemudian jilatannya mengarah keme meknya yang penuh jembut lebat itu. &#8220;Ni jembut lebat ya Yu, pantes aja kamu binal banget kalo dien tot&#8221;, kataku sambil menjilati me meknya. Ayu gak tahan kalo it ilnya mulai dijilati, apalagi diisep2, langsung aja me meknya menjadi basah. &#8220;Yu, udah napsu lagi ya, me mek kamu udah basah banget. Bener kan, cewek yang jembutnya lebat napsunya besar banget, dikilik sebentar aja udah siap dien tot&#8221;, kataku sambil mengkilik it ilnya dengan jari.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayu menjadi kelojotan keenakan, isepan ke kon tolku menjadi brenti. &#8220;Om, Ayu udah pengen dien tot lagi om&#8221;, rengeknya. Aku bangun, pahanya dikangkangkan, dan aku menempelkan kepala kon tolku di me meknya. Kakinya kutekuk kedada dan aku mulai menancapkan kon tolku ke me meknya. &#8220;Masukin semuanya om, biar nikmat&#8221;, erangnya terengah2. Aku mulai mengenjotkan kon tolku keluar masuk sehingga sebentar saja sudah nancep delam sekali di me meknya. Aku terus mengenjotkan kon tolku keluar masuk. Ayu merintih2 keenakan, &#8220;Om, nikmat banget om, terus om,<br />
enjot yang keras&#8221;. Tiba2 aku menarik kon tolku sehingga tinggal kepalanya yang terjepit dime meknya, kon tolku hanya digerakkan pelan. Ayu jadi blingsatan, &#8220;Masukin lagi dong om, om nakal ih, ayo dong om dimasukin semua lagi&#8221;, rengeknya. Tiba2 aku mengenjotkan lagi kon tolku sehingga nancep semua, &#8220;Aakh, enak banget om&#8221;. Belum hilang rasa enaknya, aku sudah menarik kon tolku sehingga tinggal kepalanya saja yang nancep di me meknya, kugerak2kan pelan sampai ayu mulai merengek2 dan tiba2 kuenjotkan lagi sehingga nancep semuanya di me meknya. Berulang2 aku<br />
melakukan cara itu sehingga akhirnya ayu nyerah duluan, &#8220;Om masukin semuanya oom, Ayu nyampe, aakh&#8221;, ayu mengejang, me meknya terasa meremas2 kon tolku.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayu terengah2 keenakan, kakinya diletakkan diranjang, aku mulai lagi mengenjotkan kon tolku keluar masuk me meknya, segera napsunya bangkit lagi. Ayu menggeliat2 keenakan, tak lupa me meknya dikejang2kan untuk mengempot kon tolku. Akupun meringis keenakan, &#8220;Terus diempot Yu, nikmat banget&#8221;. Tiba2 aku berhenti mengenjotkan kon tolku, ayu kupeluk dan aku berguling sehingga sekarang ayu yang diatas. Segera ayu yang ambil alih komando, pantatnya dienjotkan keatas kebawah,<br />
mengocok kon tolku yang masih perkasa. toketnya yang berguncang2 seirama naik turunnya pantatnya kuremas2 dengan gemas, pentilnya kuplintir2nya sekalian. &#8220;Ngen tot gaya apa aja sama om, sama nikmatnya ya om&#8221;, katanya sambil mempercepat enjotan pantatnya. &#8220;Yu, om udah pengen ngecret Yu, kita berbalik lagi ya&#8221;, kataku sambil memeluknya kembali dan berguling sehingga sekarang aku yang diatas kembali. Aku mulai mengenjotkan kon tolku keluar masuk dengan cepat dan keras, ayu makin terengah2 keenakan, &#8220;terus om, Ayu udah mau nyampe lagi,<br />
bareng lagi ya om&#8221;, katanya. Akhirnya kembali ayu mengejang2 nyampe, sehingga me meknya kembali meremas2 kon tolku. Akupun gak bisa bertahan lagi, sambil mengejotkan kon tolku dalem2 aku ngecret, &#8220;Yu, enak Yu, aakh&#8221;. pejuku kembali berhamburan dime meknya. Ayu heran juga kayanya stok pejuku gak ada batesnya, setiap ngecret selalu keluarnya banyak. Setelah selesai semuanya, kami kembali membersihkan diri dikamar mandi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/abg-di-tempat-kos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggoda Pak Jarot</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/menggoda-pak-jarot/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/menggoda-pak-jarot/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 12:47:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[anak tiri]]></category>
		<category><![CDATA[bapak tiri]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks liar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=742</guid>
		<description><![CDATA[Pada awalnya aku tidak ingin ibuku menikah lagi dengan Pak Jarot, seorang pengusaha otomotif yang cukup sukses di kotaku. Bukan hanya karena aku masih belum bisa melupakan kepergian ayah kandungku, namun juga karena beliau sudah memiliki dua isteri. Tapi apa boleh buat, terpaksa aku harus menerimanya sebagai ayah tiriku agar dia bisa membiayai kuliahku. Seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada awalnya aku tidak ingin ibuku menikah lagi dengan Pak Jarot, seorang pengusaha otomotif yang cukup sukses di kotaku. Bukan hanya karena aku masih belum bisa melupakan kepergian ayah kandungku, namun juga karena beliau sudah memiliki dua isteri. Tapi apa boleh buat, terpaksa aku harus menerimanya sebagai ayah tiriku agar dia bisa membiayai kuliahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti pepatah jawa bilang, &#8216;witing tresno jalaran soko kulino&#8217; lambat laun aku bisa merasakan kehadiran Pak Jarot mampu memberikan nuansa tersendiri dalam keluarga kecil kami. Meskipun aku hanya anak tiri, tapi beliau sangat menyayangiku. Jadi tidak adil rasanya kalau aku tidak membalas kebaikan beliau kepadaku. Anehnya, rasa sayangku kepada beliau justru melebihi rasa sayangku kepada ayah kandungku sendiri. Entah kenapa aku menjadi terobsesi terhadap beliau. Pak Jarot seolah menjadi sosok idola bagiku. Bahkan tak jarang aku berhayal seandainya saja beliau adalah kekasihku, bisa mencumbu dan bercinta dengannya. Pikiran kotor itu selalu hinggap manakala aku berhadapan dengannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ibu nginep di rumah Pak De, ya Pak?&#8221; tanyaku pada suatu malam. Kebetulan Pak jarot baru saja pulang mengantarkan ibu ke rumah Pak De yang lagi punya gawe.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Iya, mungkin lusa baru pulang. Soalnya acaranya ditunda besok malam.&#8221; jawab beliau. &#8220;Kamu&#8230;..,&#8221; Pak Jarot tidak melanjutkan kata-katanya. beliau hanya memandangku dengan heran.<br />
<span id="more-742"></span><br />
&#8220;Kenapa Pak?&#8221; Kok bapak ngeliatin Sulis kayak gitu sih? Kayak belum pernah ketemu Sulis aja!&#8221; tanyaku penasaran.
</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kamu cantik&#8230;!&#8221; kata Pak Jarot agak bergumam.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya kenapa Pak?&#8221; tanyaku lagi pura-pura tidak dengar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Eh&#8230;, anu&#8230;, nggak kok!&#8221; jawab beliau gugup. &#8220;Bapak cuma kagum aja ngeliat kamu. Pasti ibumu juga secantik kamu waktu masih muda dulu.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Alah&#8230;., bohong! Pasti Bapak lagi mikir jorok ya tentang Sulis&#8230;?&#8221; kataku menggoda. Aku duduk di samping Pak Jarot sambil melingkarkan tanganku ke pinggangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ah&#8230;, ya nggak lah!&#8221; kata Pak Jarot grogi. Dari pandangan matanya tadi aku tahu kalau beliau sempat berpikir jorok mengenai diriku. Terlebih tubuhku hanya terbalut sehelai handuk saja, karena aku baru selesai mandi. Dan tiba-tiba saja terlintas di benakku untuk mewujudkan hasratku untuk merayu ayah tiriku itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan manja kau merapatkan tubuhku ke tubuh Pak Jarot dan menyandarkan kepalaku ke bahunya yang kokoh. &#8220;Jujur saja, Pak! Sebenarnya dari dulu saya penasaran banget ama bapak. Kenapa sih, Bapak kok dikagumi banyak wanita? Bahkan mereka rela dijadikan isteri yang kesekian oleh Bapak&#8230;.&#8221; kataku sambil memainkan jemariku di atas perut Pak Jarot. Sesekali jemariku menyelinap masuk ke balik kaos oblongnya yang sedikit aku singkap demi merasakan kehangatan perutnya yang keras berotot.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Haah&#8230;,entahlah Lis!&#8221; pak Jarot mendesah panjang. &#8220;Bapak sendiri juga gak ngerti, kenapa mereka bisa terpikat sama bapak.&#8221; Pak Jarot melingkarkan tangannya kepundakku dan mengelus lenganku uang terbuka.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mungkin&#8230;, apakah mereka&#8230;, kagum&#8230;, dengan&#8230;..&#8221; kata-kataku kacau. Sulit sekali untuk mengucapkan kata yang terakhir. Namun aku sudah kepalang tanggung, &#8220;&#8230;..ini!&#8221; akhirnya aku mengucapkan kata terakhir sambil memindahkan tanganku ke pangkal paha Pak Jarot. Dan dengan lembut aku meremas daging kenyal yang ada di antara selangkangan Pak Jarot yang masih terbungkus sarung kusutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Jarot mengerang lirih sambil memejamkan matanya menikmati remasan tanganku di penisnya yang masih lemas.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aaahhh&#8230;, kam nakal, Lis!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aku tersenyum dan memandang wajah flamboyan Pak Jarot dengan tatapan sayu, seolah sedang memohon sesuatu dari ayahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pak&#8230;! Bolehkah saya&#8230;..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tentu saja sayang! Bapak akan memberikan apa saja yang kamu inginkan!&#8221; Pak Jarot tersenyum. Beliau balik memandangku dengan kasih sayang. Perlahan aku memberanikan diri untuk mengecup bibir ayah tiriku itu. Kumisnya yang cukup tebal memberikan rangsangan tersendiri. Apalagi beliau membalas lumatanku dengan sedotan yang nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Jarot mengankat kedua tangannya ketika aku mulai menarik kaos oblongnya ke atas. Aku sempat terkesima melihat tubuh Pak Jarot. Jarang-jarang ada pria seusia beliau yang masih memiliki tubuh yang atletis. Bahkan tubuh mantan pacarku dulu tidaklah sebagus Pak Jarot. Bahunya yang lebar, dadanya yang bidang dan perutnya yang rata berotot. Ditambah lagi bulu-bulu halus yang berbaris rapi mulai dari dada sampai ke perutnya dan menghilang di balik gulungan simpul sarung Pak Jarot.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan lembut aku mulai membelai bulu-bulu halus di dada Pak Jarot, diikuti dengan lumatan-lumatan mesra di puting susunya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ooouuhhh&#8230;!&#8221; Pak Jarot melenguh nikmat. Tangannya yang kokoh membelai mesra rambutku yang masih agak basah, sementara tangan satunya menarik lepas handuk yang melilit tubuhku. Seketika itu juga terbukalah tubuh putih mulusku di hadapan ayah tiriku itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu perlahan lumatanku menuruni dada bidang Pak Jarot, melewati perutnya yang berotot dan berhenti di bawah pusarnya. Sesaat aku menelan ludah, dan dengan perlahan tangan kiriku menyelinap masuk ke dalam sarungnya, mencari sesuatu yang sangat aku impikan selama ini.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aaahhhggg&#8230;., Lis!&#8221; kembali ayah tiriku itu melenguh ketika jemariku menyentuh kejantanannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari dalam sarungnya aku bisa merasakan penis Pak Jarot yang mulai mengembang dan bergerak-gerak. Aku sudah tak sabar lagi untuk menyaksikan senjata andalan ayah tiriku itu. Sedikit demi sedikit aku menyingkap dan menurunkan gulungan sarung Pak Jarot. Beliau juga membantuku dengan mengangkat pantatnya agar sarung kusutnya itu bisa lolos dan jatuh ke bawah sofa.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Astaga, Pak!&#8221; aku terpekik ngeri melihat benda yang ada di genggamanku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kenapa, Lis?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Inikah yang membuat semua wanita tergila-gila pada Bapak?&#8221; tanyaku takjub.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mungkin juga. Lis&#8230;.Oouuhh&#8230;!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Pantesan aja. Wanita mana yang tidak tergila-gila melihat k0nt01 sebesar ini!&#8221; kataku sambil mengelus dan mengurut k0nt01 Pak Jarot.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tapi kamu juga suka kan, Lis?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaan Pak Jarot. Dan perlahan-lahan aku mendekatkan wajahku ke arah kejantanannya. Dengan penuh kasih sayang, aku menggesek-gesekkan batang k0nt01 Pak Jarot ke pipiku. sesekali aku menjilat dan mengecup permukaan kulitnya yang berurat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ooouuhh&#8230;, Lis! Terus&#8230;.Oouuhhh&#8230;.!&#8221; Pak Jarot mulai bereaksi. Tangannya mulai melancarkan aksinya, memelusuri lekuk-lekuk tubuhku. Membelai punggungku dan meremas pantatku yang membuatku bersemangat. Aku bahkan mengangkat pantatku lebih tinggi ketika jemari Pak Jarot menyelinap di belahan pantatku. Dengan kedua lutut bertumpu di sofa beludru itu, aku menjadi lebih leluasa untuk memainkan batang k0nt01 Pak Jarot. Beliau juga lebih mudah untuk menusukkan telunjuknya ke memekku yang sudah basah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ooouucchhh&#8230;., Pak!&#8221; rintihku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ayo, Lis! Hisap k0nt01 Bapak&#8230;!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menuruti perintah Pak Jarot. Dengan lembut aku melumat ujung k0nt01 Pak Jarot.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oh yahhh.., terus Lis! Masukkan lebih dalam lagi&#8230;.!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan susah payah aku berusaha membuka mulutku lebar-lebar agar k0nt01 Pak Jarot bisa masuk ke dalamnya. Kemudian perlahan-lahan aku menggerakkan kepalaku maju mundur seiring dengan gerakan tanganku yang mengocok batang k0nt01nya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oohh, yeah&#8230;.nikmat banget, Lis! Ooohh&#8230;.!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tidak menghiraukan rintihan Pak Jarot. Aku malah keasyikan mengulum dan melumat kejantanannya yang besar itu. Seperti anak kecil yang tangah menikmati ice cream coklat atau melumat lolipop. Sesekali aku menyedot ujung kejantan ayah tiriku yang sudah berdiri kokoh itu. Aku perkirakan sekarang ukurannya mencapai 20 cm dengan diameter 5 cm. Cukup besar untuk ukuran k0nt01 pria Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Cukup lama aku memainkan batang k0nt01 Pak Jarot di dalam mulutku. Sampai akhirnya aku melepaskan kulumanku untuk mengambil nafas.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Waaahhh&#8230;, k0nt01 bapak memang luar biasa besar!&#8221; pujiku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sedotanmu juga nikmat, Lis! Bapak sih sudah nggak sabar untuk merasakan sedotanmu yang lain!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya juga sudah ndak sabar pengen nyoba sodokan k0nt01 bapak ang besar ini!&#8221; Kataku sambil terus mengelus dan mengocok kejantanan Pak Jarot. &#8220;Gimana kalau kita mulai sekarang saja?&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Jarot mengangguk. Beliau mengangkat tubuhku ke atas pangkuannya. Kedua kakiku mengangkangi tubuhnya sehingga memekku yang sudah basah menganga lebar, menanti sebuah benda tumpul mengoyaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Giman, Lis? Kamu sudah siap?&#8217; tanya Bapak meyakinkanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mengangguk pelan sambil menatap sayu wajah Bapak. Perlahan-lahan tangan kanan Pak Jarot membimbing k0nt01nya yang sudah berdiri angkuh ke arah memekku. Aku sempat menahan nafas selama beberapa detik. Namun Pak Jarot ternyata belum memasukkan k0nt01nya ke gua darbaku. Beliau malah mempermainkan ujung k0nt01nya di bibir vaginaku. Beliau menggesek-gesekkan ujung penisnya di permukaan kelentitku yang berdenyut-denyut.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ooouccchh&#8230;., ooouuchh&#8230;, Ssshhhtt&#8230;.! Aduh, Pak&#8230;.geli&#8230;.ooucchh&#8230;!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Gimana sayang? enakkan?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aduh, Pak! cepetan masukin dong! Saya udah nggak sabar nih&#8230;., aauhh&#8230;.!&#8221;aku kelonjatan menahan rasa antara geli dan nikmat. keringat mengalir deras membasahi tubuh kami. Terlebih ketika Pak Jarot mulai menusukkan ujung k0nt01nya ke memekku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aduh&#8230;! Ooouhh&#8230;., sakit Pak!&#8221; rintihku menahan rasa perih di bibir kemaluanku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tenang saja, Lis! Tahan dulu, nanti juga rasa perihnya akan hilang sendiri!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali Pak Jarot menusukkan batang k0nt01nya yang besar itu lebih dalam lagi, sambil memegang buah pantatku. Dengan naluriku, akupun menurunkan pantatku sambil mencengkeram erat pundak Bapak agar k0nt01 beliau segera masuk seutuhnya. Dan&#8230;, Blesss&#8230;.! akhirnya k0nt01 Bapak yang besar itu bisa menembus gua darbaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun aku sudah tidak perawan lagi, namun Pak Jarot tidak mempertanyakannya. Untuk beberapa saat bapak membiarkan k0nt01nya terbenam di dalam rongga vaginaku. Kemudian dengan menyelonjorkan kedua kakinya, belia mengangkat sedikit pantatku dan menekannya kembali ke bawah secara perlahan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ooouhhh&#8230;.!&#8221; beliau mendengus nikmat. Aku tahu yang diinginkan Pak Jarot. Dengan kedua tanganku bertumpu di dada kekarnya, aku mulai mengayunkan pantatku ke atas dan ke bawah secara perlahan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ooouuhhh&#8230;., yeah! Bagus, Lis! Terus&#8230;.!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aduh, Pak! k0nt01 Bapak kegedean&#8230;.ooucchhh&#8230;.!&#8221; aku merintih. Ada rasa nyeri disekitar bibir vaginaku. Namun aku menahannya dan terus mengayunkan pantatku. Hasilnya, rasa perih itu perlahan-lahan menghilang, berganti dengan rasa nikmat yang luar biasa. Terlebih saat aku membuat gerakan pantat memutar, terasa banget urat-urat yang bertonjolan di batang k0nt01 Bapak menggesek-gesek dan mengorek-ngorek dinding vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Alamaaakkk&#8230;! Nikmat banget goyanganmu, Lis! Oouhhh&#8230; yeah&#8230;. jepitanmu sungguh mantap!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Semakin lama gerakanku semakin liar. Menghentak-hentak dan meliuk-liuk di atas tubuh Pak Jarot, pria yang sudah aku anggap ayahku sendiri itu. Kami terus berpacu melawan waktu. Desahan, lenguhan dan rintihan nikmat terdengar memburu, seiring dengan tarian keringat yang mengalir di tubuh kami.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ooouucchh&#8230;,Pak! Sulis sudah nggak kuat lagi Pak! Ooouugghh&#8230;.Ooouugghh!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sabar sebentar ya sayang! Ayo, lebih cepat lagi goyangnya! Ooohhh&#8230;!&#8221; aku mempercepat gerakanku, bergoyang-goyang dan menjepit-jepit batang k0nt01 Pak jarot. Sampai akhirnya&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aaarrggghhhh&#8230;..! Sulis keluar, Pak! Ooohhhh&#8230;!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sudah tidak bisa menahan magma panas yang keluar meleleh dari dalam memekku. Tubuhku seketika lunglai. Seluruh tulangku seolah rumuk. aku memeluk erat tubuh kokoh ayahku itu. Namun Pak Jarot masih terlihat tangguh. Beliau masih terus menyodokkan kejantanannya yang masih berdiri angkuh. Menghunjam dahsyak ke dalam memekku sampai terdengar bunyi yang berkecipak.</p>
<p style="text-align: justify;">Ceplok&#8230;!Ceplok&#8230;! Ceplok&#8230;!</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ayo Sayang! Goyangkan pantatmu&#8230;.! Beri bapak kepuasan! Oooouuhhh&#8230;..!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan sisa-sisa tenagaku aku berusaha menggoyangkan pantatku, menjepit dan memelintir batang k0nt01 Pak Jarot di dalam memekku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ayo Lis! Lebih cepat lagi&#8230;.! Ooohhh&#8230;., ssshhhttt&#8230;..! Bapak suda mau&#8230;., keluar&#8230;.ooouhhhh!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kami mempercepat gerakan mengayun. Sampai beberapa saat kemudian, aku merasakan batang k0nt01 Pak Jarot mulai berdenyut-denyut di dalam rongga vaginaku. Makin lama denyut k0nt01 Pak Jarot semakin cepat, sampai&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Crottt&#8230;.! Croottt&#8230;! Croootttt&#8230;.!</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aaaaggghhhh&#8230;.ooougghhh&#8230;., akhirnya!&#8221; Pak Jarot mengerang panjang sambil tetap membenamkan batang k0nt01nya. Cairan panas dan kental menyembur deras dari kejantanan Pak jarot. Meluber membasahi paha kami sampai dengan sofa beludru yang menjadi saksi bisu pergumulan kami.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ooohh.., Bapak memang benar-benar hebat!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Permainanmu juga hebat Lis! Bapak belum pernah merasakan senikmat ini sebelumnya!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mencium bibir Pak Jarot kembali, &#8220;Pantesan banyak wanita yang tergila-gila sama bapak! Semuanya pasti ketagihan jika merasakan kehebatan bapak!&#8221; pujiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam itu bukanlah malam yang terakhir bagi kami untuk bercumbu. aku sendiri memang sudah ketagihan akan kehebatan k0nt01 Ayah tiriku itu. Sering kali aku mengundang Pak Jarot ke kamarku hanya untuk meminta kenikmatan dari batang k0nt01nya yang besar itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/menggoda-pak-jarot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
