<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; dewi</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/tag/dewi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 13:12:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Rumahku Surgaku..</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/rumahku-surgaku/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/rumahku-surgaku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 21:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[dewi]]></category>
		<category><![CDATA[incest]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[seks hubungan darah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2316</guid>
		<description><![CDATA[Namaku boy,aku tinggal di medan. Aku mau menceritakan pengalaman seksku dirumahku sendiri. Kejadian ini baru terjadi dua bulan yang lalu. Aku mempunyai seorang kakak,namanya dewi. Kak dewi orangnya cantik. Dia mempunyai tinggi badan 171cm,kulit putih bersih,dadanya kira2 36 dan pantatnya sangat montok. Aku sangat terangsang jika melihatnya. Suatu hari,tepatnya malam minggu.Waktu itu mama dan papaku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Namaku boy,aku tinggal di medan. Aku mau menceritakan pengalaman seksku dirumahku sendiri. Kejadian ini baru terjadi dua bulan yang lalu. Aku mempunyai seorang kakak,namanya dewi. Kak dewi orangnya cantik. Dia mempunyai tinggi badan 171cm,kulit putih bersih,dadanya kira2 36 dan pantatnya sangat montok. Aku sangat terangsang jika melihatnya. Suatu hari,tepatnya malam minggu.Waktu itu mama dan papaku sedang pergi.Aku sendiri juga lagi malas dirumah.Lalu aku pergi kerumah teman kuliahku.Jadi dirumah hanya kak dewi sendirian yang lagi nungguin pacarnya.Tapi dasar sial temanku juga lagi keluar.Lalu untuk ngilangin suntuk aku mutar-mutar(jalan2) sendirian.setelah puas jalan jalan aku pun pulang.sampai dirumah kulihat ada kenderaan pacar kak dewi didepan rumah.”aduh..jagain orang pacaran nih..”pikirku.Aku langsung masuk keteras.Tapi aku terkejut.Kulihat kak dewi sedang ditunggangin oleh pacarnya(ngentot).Kubatalkan niatku dan aku terus mengintip permainnan mereka.Aku benar2 terangsang melihat adegan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Apalagi melihat kak dewi yang sedang bugil dan mendesah desah.Aku memperhatikan mereka dan mengelus-elus penisku.Terpaksa aku bersolo seks dan memuntahkannya di pot bunga.Lalu aku pergi lagi meninggalkan mereka berdua.setengah jam kemudian aku kembali dan kulihat mereka sedang duduk mesra diruang tengah.Kutegur mereka dan aku langsung masuk kekamarku.dikamar aku terus membayangkan kak dewi.selang beberapa menit aku keluar kamar dan kulihat cowoknya sudah pulang.Kulihat kak dewi masuk kekamarnya.lalu aku duduk sendirian di ruang tengah.Aku benar benar terangsang. Aku lalu bangkit dan masuk kekamar kak dewi. Rupanya kak dewi sedang ganti baju.Dia terkejut melihatku.”ngapain kamu?”tanyanya. “tadi kakak ngapain sama cowok kakak?”aku balik bertanya. Dia hanya diam.”emang kamu tahu?”tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk. “Jangan bilang siapa-siapa ya..!”katanya lagi. “oke…tapi kakak harus mau begituan juga sama aku!”ujarku. “kamu mau juga ya…”katanya manja Dia lalu menarikku ketempat tidur. Dibukanya bajunya,lalu dibukanya juga bajuku.</p>
<p style="text-align: justify;">Langsung dilumatnya penisku. Rasanya enak sekali. Diisapnya penisku sampai kusemprotkan spermaku didalam mulutnya. Aku cukup puas atas perlakuannya.Lalu dia menyuruhku menjilati vaginanya .oohh.. ahh.. erangnya. Lalu aku pindah meremas dan menjilati payudaranya. mmhh.. terus…. nggh.. Kujilati payudaranya, perutnya sampai kujilati lagi vaginanya. oh… ah…ena..k… erangnya. Nafsuku naik lagi. Penisku mulai berdiri lagi. Masu..kin aja… pintanya. Lalu kumasukin penisku dan memompanya. Rasanya enak sekali,penisku dijepit oleh otot vaginanya. ahh…. terus…. sayang…. jeritnya. Lalu dibaliknya tubuhku. Dengan posisi diatas,dia menggoyangkan pantatnya turun naik. Tangan ku meremas pantatnya yang montok. Payudaranya bergoyang-goyang. Aku mau keluar… erangku. Tahann… sayang…. ujarnya. Lalu ahh…. agh…. oh… kak dewi mengerang panjang pertanda orgasme. Dia terus bergoyang dan crot.. crot… crot… kusemburkan spermaku didalam vaginanya. Lalu dia mencium bibirku. Kami pun tergeletak bersampingan.</p>
<p style="text-align: justify;">”maksih kak.. betul-betul nikmat”ujarku sambil meremas payudaranya. “iya…. kamu hebat juga”katanya “maukan kakak beginian lagi..?”tanyaku “Kapan aja kamu pengen”ujarnya sambil tersenyum. Aku langsung keluar dan masuk kekamarku.<br />
<span id="more-2316"></span><br />
Aku senang sekali.Aku terus minta jatah sama kak dewi.Kapan ada kesempatan kami pasti melakukannya dengan berbagai macam gaya. Aku juga sudah merasakan pantatnya yang montok. Waktu itu kak dewi lagi haid,jadi kusorong aja pantatnya.Rasanya sama-sama enak kok. Sampai pada suatu hari, Waktu itu aku pulang kuliah,kulihat pintu kamar kak dewi terbuka dan dia berbaring mengenakan handuk. Aku terangsang melihatnya. Aku masuk dan kubuka bajuku lalu kupeluk dan kucumbu.ah… jangan sekarang ! ada mama tuh! Ujarnya. Tapi aku tak perduli dan terus merangsangnya. Akhirnya dia pasrah. Kubuka handuknya dan kujilati payudaranya.Kak dewi mendesah. Lalu dia bangkit,menimpaku sambil berbalik.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami melakukan gaya 69, Dikocoknya dan diisapnya penisku .Aku pun menjilati vaginanya sambil meremas pantatnya. Lagi asyik menjilat,tiba2 pintu kamar dibuka. Kami sangat terkejut.Ternyata mama sedang memergoki kami berbuat mesum. Mama masuk dan menutup pintu. Muka mamaku tampak marah melihat perbuatan kami. Aku dan kak dewi hanya bisa terdiam. Matanya menatap kami tajam. ”maafin kami ma!, ini salah boy. Boy yang ngajak kak dewi. Soalnya boy lagi terangsang! ujarku. “Kenapa harus kak dewi ?”tanya mamaku. “Daripada dengan psk lebih baik dengan aku ma!” sambung kak dewi “Lagi pula aku juga mau kok”ujar kak dewi membelaku. “terserah mama mau marah,kami kan udah gede dan punya hasrat seks yang harus disalurkan”ujarku. Mamaku terdiam sejenak “ya..udah terserah kalian.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi perbuatan kalian jangan sampai ketahuan papa!”ujarnya. “satu hal lagi boy,jangan sampai kak dewi hamil”katanya sambil menatapku. “ya…udah sebagai hukumannya mama mau lihat bagaimana kalian melepaskan hasrat seks kalian itu”ujarnya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku dan kak dewi saling pandang.Lalu kami lanjutkan permainan kami.Aku mulai merangsang kak dewi lagi.Kujilati payudaranya.Lalu kujilati vaginanya.Ah…ssst..mmmh..desahnya. Tanpa lama2 kumasukkan penisku keliang vaginanya dan kugoyang. Akkh…ohh…ngghh…ah..ah…desahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku makin mempercepat kocokanku. Dan akhhhhhhh……ahhhhh ….akhhkhhh….jeritnya panjang. Kurasakan kak dewi sudah mencapai orgasme. Semakin cepat goyanganku.ck.ckk..ck…suara kocokan penisku divaginanya yang sudah basah bercampur cairan orgasmenya. ”mau keluar nih..”jeritku “dimulut ku aja!”ujarnya sambil menahan sodokan penisku Kucabut penisku. Kak dewi langsung menggenggam penisku dan mengocoknya dalam mulutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Crott..crot…crot…crot kusemburkan spermaku kemulutnya sebanyak 8 kali. Mulutnya penuh dengan spermaku. Sampai menetes keluar dari sela mulutnya. Dan ditelannya semua. Aku terbaring puas,dan kak dewi menjilati penisku membersihkan sisa sperma. Kulihat mama menggelengkan kepalanya. Lalu mama pergi keluar dari kamar. Aku dan kak dewi hanya tersenyum. Kami akan lebih bebas melakukannya dirumah,walaupun mama mengetahuinya. Kami saling berpelukan dan berciuman. Aku lalu berpakaian dan masuk kekamarku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikamar aku masih memikirkan kejadian tadi. ”Mama tidak melarang aku ngeseks dengan kakakku sendiri. Berarti aku juga bisa ngeseks dengan mama”pikirku. Lagian body mama masih sip abis. Soalnya mamaku ikut fitnes. Walaupun usianya udah 44 tahun tapi masih oke(bukan membanggakan).Lagi pula mama pasti lebih berpengalaman. Aku berpikir lama mengenai ide gilaku ini. Kuputuskan,aku harus bisa merasakan ngeseks dengan mamaku sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu aku keluar dan masuk kekamar mamaku.Kulihat mamaku berbaring membelakangiku. Kulihat pantatnya yang montok dan pahanya yang mulus. Kubuka bajuku semuanya. Dan sambil menelan ludah aku naik ketempat tidur dalam keadaan bugil. Kupeluk mamaku dari belakang dan kugesek penisku yang sudah tegang. Tiba2 mama terbangun “ngapain kamu,boy?”tanyanya. “pengen ngeseks sama mama”jawabku manja Aku langsung memeluknya dan menciumnya. Mamaku diam saja. Kubuka kimononya. Wow ..mama tidak pakai bh dan cd. Payudaranya besar(lebih besar dari kak dewi.kak dewi aja 36B) dan masih kencang.Vaginanya merah merekah. Pantas papa sayang terus sama mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku langsung meremas payudaranya,menjilatinya dan menggigitnya. Mama hanya mendesah kecil. “jilatin anu mama ya….kayak kak dewi tadi…”pintanya sambil meraba vaginanya. Aku lalu menjilati vagina mama sambil memainkan klitorisnya dengan gigi dan lidahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Ahh…terus….sayang….okh..e.na.k……desah mama.Kepalaku dijepitnya dengan kedua pahanya dan rambutku dijambaknya.Agar aku terus menjilati vaginanya.10 menit lidahku menari divagina mamaku akhirnya mamaku orgasme juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurasakan cairan hangat di lidahku.Lalu mama bangkit dan menyuruhku telentang.Mama lalu mengambil baby oil dan mengoleskan kepenisku.Lalu dikulumnya penisku dengan nikmat.ohhh…rasanya benar2 nikmat sampe ubun2. Isapan mama jauh lebih enak dari kak dewi. Aku merasakan kenikmatan yang dahsyat. Mama mengulum semua penisku beserta bah zakarku.Yang paling sensasi kurasakan saat mama mengocok penisku sambil menjilati lubang duburku.Wow benar2 asik dan nikmat.Aku sampai merinding kenikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar 10 menitan kesemprotkan spermaku di depan wajah mamaku.Mama ku sibuk menjilati spermaku yang muncrat kemana mana. “wah..benar-benar nikmat ma…”ujarku. “mama jago istong(isap totong)”pujiku “Kamu juga jago jilatannya,mama sampe merinding”ujarnya “Papa kalo jilat kurang nikmat,lagian papa jarang mau jilat”ujarnya lagi “Gimana, mau dilanjutkan?”tanya mamaku “iya dong…aku kan mau ngerasain anunya mama!”ujarku sambil melihat vaginanya. “mama juga mau ngerasain sodokan penismu!”jawabnya manja. Lalu mama mengajakku kekamar mandi,untuk membersihkan vaginanya dan penisku.Kuhidupkan air dibathtub setinggi mata kaki. Kami berdua masuk dan kucumbu mama,kucium bibirnya dan kuremas-remas payudaranya. Kami berdua sangat bernafsu,terutama aku. Padahal aku sudah main sebelumnya dengan kak dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sudah gak tahan untuk memasukkan penisku kevagina mama. Kutusukkan penisku dan bless..amblas semuanya terbenam. Kurasakan jepitan liang surga mama masih kuat. Kupompa penisku menghujam vagina mama. Kaki mama menjepit sisi bathtub.Ohhh…yeahh….ahhh….jerit mama.Sekitar 3 menit mama minta ganti posisi nyamping dengan posisi kaki belipat kearah samping dan aku menggoyang dari atas menyodok vagina mama. Mama tampak sangat menikmatinya. Lalu mama minta gaya doggie style. Kami bangkit dan mama nungging bertumpuan dengan sisi bathtub.Kusodok vagina mama dari belakang.Mama mendesah campur menjerit kecil. Pantatnya yang montok beradu dengan pangkal pahaku.Kupeluk mamaku dari belakang sambil terus bergoyang perlahan.meremas payudaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">”Ma…masukin ke lubang anus ya…”bisikku “pelan2 mama belum pernah ….”jawabnya Kucabut penisku dan kumasukkan pelan pelan kelubang anus mamaku. Mamaku merintih kecil menahan sakit. Lubang anus mama memang belum pernah dijamah. Masih terasa ketat. Kugoyang perlahan-lahan sambil tanganku mengusap-usap bibir vaginannya dari belakang .Oh… ahhhk…… oh… nikmat… mama mendesah.Sekitar 4 menit kucabut penisku kubalikkan tubuh mama dan satu kakinya kuangkat dan kuletakkan diwashtafel.Kumasukkan penisku lagi dan kugoyang lagi.sekitar 1 menit,kuangkat mama dan kutidurkan di lantai kamar mandi.Kakinya mengangkang dan aku mulai mengenjotnya lagi. ahh.. ohhh…. akhh….. mama terus menjerit merasakan nikmatnya.Dan ohhh….. ahh……. mama melenguh sambil memejamkan matanya menikmati orgasmenya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku terus bergoyang.Lalu aku mengakhiri permainanku dengan semprotan spermaku didalam rahim mama tempat aku dikandung dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku benar-benar puas. Aku mencium mama. “makasih ma…. permainan mama sangat hebat”pujiku “mama mau kan…ngeseks sama boy lagi…?”tanyaku mamaku tersenyum dan mengangguk “asal… jangan tahu papa ya…..!”katanya Aku Cuma tersenyum. Lalu kami mandi bersama dalam bathtub.Malamnya aku terlelap tidur. Esok paginya,aku bangun pukul 7 pagi dan bersiap mandi.Kulihat papa dan kak dewi sedang sarapan,sedangkan mama sedang didapur.Kudatangi mama dan kuremas pantatnya. “aduh…. kamu nakal ya…”ujarnya. Kubuka celanaku dan kukelurkan penisku yang tegang.Kugesekkan ke pantat mamaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“ma…ayo.. dong…”bujukku “gak..ah…ntar dilihat papa!”tolaknya “please…..”rayuku “isap aja ya….”tawar mamaku “ya..deh..!”sahutku lalu mama jongkok dan mengisap penisku.Mataku meram melek menahan nikmatnya.Sampai kusemburkan lahar hangat kemulut mama.Lalu aku mandi dan berangkat kuliah.Dikampus aku rasanya pengen cepat pulang. Pukul 2 siang aku tiba dirumah.Kupanggil kak dewi dan mama kekamarku. “Gimana….kalo kita main bertiga”usulku “hah..!!!”jawab mama dan kak dewi serentak.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aduh.. nih…anak.. nafsu amat ya…”ujar mamaku “kayaknya asyik juga tuh.”sahut kak dewi Kak dewi langsung membuka bajunya.Dan menimpaku.Bibirku dilumatnya sambil tangannya melucuti pakaianku. Mama akhirnya membuka bajunya dan ikut bergabung. Mama langsung mengisap penisku sambil menjilatinya.S edangkan aku menjilati vagina kak dewi.Lalu kusuruh mama tidur telentang sambil mengangkang.Kujilati vagina mama dan kak dewi menjilati dan meremas remas payudara mama. sssst….. enaaak…. ahhh….. erang mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu gantian,kujilati vagina kak dewi dan mama menjilati payudara kak dewi. Aku mulai memasukkan penisku kevagina kak dewi dan memompanya. Sedangkan mama menjilati payudara kak dewi sambil menggosok2 vaginanya sendiri.aahhh…ohhh..oh….kak dewi menjerit kecil berbarengan dengan deru napasnya yang tidak teratur.Kupercepat goyanganku.Aku harus membuat kak dewi orgasme terlebih dahulu .<br />
Beberapa saat kemudian kak dewi mengerang puas ah.a.h..ah.</p>
<p style="text-align: justify;">ah.ah.ahhhhhhhhhhhh.. ha.. sambil nafasnya agak tersenggal.Penisku terasa dijepit otot vagina kak dewi yang yang berkontraksi.Kucabut penisku dan kutarik mamaku.Lalu kumasukkan penisku ke liang surganya dan kugoyang.Mama ku hanya mendesah kecil.Aku menikmati goyanganku.Aku lalu membalikkan tubuh mama keatas.Mama bergoyang bagai menaiki kuda.Tanganku meremas-remas pantat mama dan membantunya turun naik. oooo… ahhhh….. yehhh…… erang mama sambil memejamkan matanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Payudaranya bergantung dan bergoyang. ohhhhh…ahhhhhhhhh….. kudengar erangan mamaku sambil memejamkan mata dan menahan ludah.Kurasakan mama sudah orgasme.Kupeluk mama dan kubalikkan badannya.Kak dewi langsung mendekat dan menjilati payudara mama.Aku langsung menggenjot mamaku lagi dengan posisi mama telentang.Sekitar dua menitan, kurasakan aku mau mencapai puncak.Langsung kucabut penisku dan kusemburkan ke mulut kak dewi dan mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka berebutan.spermaku muncrat kewajah mereka berdua.Aku lalu terduduk lemas.Kulihat mama dan kak dewi saling menjilati spermaku yang muncrat kewajah mereka.Setelah 10 menit kak dewi keluar dari kamarku.Dan aku memainkan satu ronde lagi dengan mamaku.Dan kuakhiri dengan semburan sperma didalam lubang anusnya.Setelah itu mama keluar dan mandi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang aku benar-benar betah dirumah,kapan saja ada saja yang melayaniku(mama dan kak dewi).Hampir tiap pagi aku mendapat jatah istong dari mama.Tapi semua udah kuatur.Kalo siang aku mainnya sama mama,dan kalo malam malam lagi pengen,aku mainnya sama kak dewi.Tapi kadang ngak tentu juga,yang mana aja.Kalo papa gak ada kami main bertiga.Apalagi kalo papa keluar kota kami makin bebas tidur sama.Bahkan aku pernah bolos kuliah karena kecapekan melayani mama dan kak dewi.Kejadian ini membuatku betah dirumah.Rumahku bagaikan surga bagiku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/rumahku-surgaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gairah Seks Ibu Rumah Tangga</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/gairah-seks-ibu-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/gairah-seks-ibu-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Feb 2011 22:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[cerita fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[dana]]></category>
		<category><![CDATA[dewi]]></category>
		<category><![CDATA[istri orang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1995</guid>
		<description><![CDATA[Hampir tiap sore beberapa minggu ini, kegemaraanku untuk bersepeda ke lingkungan tempat tinggalku muncul kembali. Kesehatan memang salah satu alasan kenapa hal ini sering aku lakukan sekarang, namun ada alasan lain yang kemudian menjadi alasan utamaku yaitu seorang cewek atau lebih tepatnya seorang ibu Rumah tangga/tante di salah satu daerahku. Mbak Dewi, begitulah aku sering [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hampir tiap sore beberapa minggu ini, kegemaraanku untuk bersepeda ke lingkungan tempat tinggalku muncul kembali. Kesehatan memang salah satu alasan kenapa hal ini sering aku lakukan sekarang, namun ada alasan lain yang kemudian menjadi alasan utamaku yaitu seorang cewek atau lebih tepatnya seorang ibu Rumah tangga/tante di salah satu daerahku. Mbak Dewi, begitulah aku sering memanggilnya. Perawakan dengan tinggi 168 cm, berwajah khas orang kota gudeg dan padat berisi khas seorang ibu-ibu muda jaman sekarang. Aku, Dana, seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi ternama di Indo. Langsung aja Ceritanya ya ?</p>
<p style="text-align: justify;">Saat aku bersepeda, aku selalu bertemu dengan mbak dewi, dia selalu menggendong anaknya yang masih berumur 2 tahun di sebuah SD dekat rumahku sambil menyuapi makanan ke anaknya. Dan sering pula aku memergoki mbak Dewi sedang menyusui anaknya tersebut, pemandangan itulah yang membuat saya sangat betah untuk melihatnya. Mbak Dewi tanpa malu-malu menyusui anaknya di tempat umum dan dilihat olehku. Sering pas aku melihat prosesi tersebut, dia malah tersenyum kepadaku. ”Wah ada tanda-tanda sesuatu ini” pikirku</p>
<p style="text-align: justify;">Dasar otak ngeres, yang dipikir pasti yang itu-itu aja..hehe Malah kadang aku ngerasa dia sengaja memamerkan payudaranya kepadaku, yaitu waktu menyusui kadang dia membuka hampir separuh kancing bajunya sehingga telihat dua buah dadanya yang mengkal itu. Dan setelah beberapa lama aku baru tahu kalo ukurannya 34C. BH yang dia pakai tiap hari selalu membuatku merasa bahwa payudaranya semakin hari semakin merangsang saja. Kadang hitam, pink, merah, biru, ungu dan yang paling aku suka yaitu bentuk BH yang mempunyai renda. Hot banget rasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu ketika, aku beranikan diri untuk berbincang dengannya. Hari itu dia sedang memakai baju seperti baju tidur berwarna biru laut dengan rok longgar berwarna putih. Masih kayak anak muda aja deh walau umurnya telah menginjak kepala 3.</p>
<p style="text-align: justify;">”apa kabar mbak??lagi asyik ngapain ne??” tanyaku ”ini dek, biasa nyuapin Didi sambil jalan-jalan” ”sekalian nyari udara segar sore hari”lanjutnya.. ”wah sehat banget keliatannya mbak anaknya, pasti makannya banyak ya?” ”ga juga si Dan, Cuma nyusunya itu loh, kenceng banget.” timpalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Otakku yang ngeres langsung de mengarah ke hal yang iya iya… ”wah susu yang mana ne mbak??” tanyaku sambil tersenyum mupeng. “ya susu botol dan susu ini.”sambil dia memegang payudaranya sendiri. “Glek, wah mau dong mbak minta susunya, biar aku juga sehat.” Hehehe sambil cengenges2an….. “wah susu yang mana ne dan, klo susu botol kan ga mungkin toh kamu uda besar.”<br />
<span id="more-1995"></span><br />
”jangan-jangan yang ini ya??” sambil senyum juga mbak Dewi ini Wuiih…berani juga ne mbak Dewi, langsung aja de gue jawabh dengan ketawa juga ”emang bole ya mbak??” Tiba-tiba si Didi merengek dan minta susu ke Ibunya..” bentar ya Dan, Didi minta tetek ni.” sambil dia buka kancing baju 3 biji dan ngeluarin kedua teteknya yang masih terbungkus BH warna hitam berenda itu.Wah pucuk dicinta ulam pun tiba, akirnya bisa ngeliat dari dekat prosesi ini. Tetek mbak Dewi sangat indah ternyata, apalagi BH yang dipakai sangat kontras dengan kulitnya yang kuning langsat dan yang paling aku sukai ”BHnya berenda cuy”….yes yes yes</p>
<p style="text-align: justify;">Begitu teteknya terbuka satu, langsung de si Didi menyerobotnya dengan cepat dan menghisap dengan kencang. ”pelan-pelan sayang, nanti tersedak lho” sambil mbak Dewi mengocok-ngocok teteknya yang sudah dikenyot anaknya itu. Wah jadi mupeng ne, putingnya yang coklat dan agak besar sempat terlihat sekilas oleh mataku. ”Dedek yang dibawah sudah mulai berontak ne, gawat” batinku Waktu itu kami berada di pinggir lapangan sebuah SD, tepatnya di tempat duduk di luar kelas yang terletak dipojokan gedung. Mbak dewi tiba-tiba meminta anaknya untuk berganti posisi agar anaknya mengenyot tetek yang satunya. (uda abis mungkin yang kiri??) Tetek yang uda selesai diisep anaknya dibiarkan menggantung bebas, ”Duh otong uda ga kuat ne, uda berdiri tegak didalam celana dan membuat aku jadi salting. Mbak dewi ternyata melihat gelagat anehku ini.</p>
<p style="text-align: justify;">”Kamu kenapa Dan??” tanyanya Dengan terkaget aku menjawab “anu..emm..eh ngga papa kok mbak.” “jangan bohong kamu Dan, kamu pengen ya??” Duh makin tegang aja dengan pertanyaan seperti ini. Tapi karena amin telah mengalahkan iman maka akupun jawab ”emangnya bole ya mbak? Nanti ada yang marah?” ”ya asal ga rebutan sama Didi ya ga papa.” Wah bener-bener beruntung ne hari ini….”maksudnya Mbak?”sok sok belagak bego ne gue. Sambil memutar-mutar teteknya yang sebelah kiri dia bilang ”ayo sini aja, masih ada satu kok.” ”tapi pelan pelan ya, si Didi mau tidur ni kayaknya” lanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Langsung aja gua deketin mbak Dewi, pertama-tama gue masih ragu, namun dia terus menarik tanganku untuk menyentuh bukit yang indah itu. ”jangan malu Dan…”sambil menyentuhkan tanganku ke buah dadanya itu.. Ku elus-elus tetek itu dengan lembut, seru juga ya mainin tetek cewek yang menyusui sambil ada anaknya yang sedang netek. (ukurannya itu lho, manteb gan!!) Waduw kayak threesome aja, tapi yang satu masi anak-anak. Lama kelamaan remesanku terhadap teteknya ternyata membuatnya ON, terus gue beranikan untuk mencium putting yang imut itu. “mas di sebelah sana aja yuk?”dengan menunjuk sebuah pelataran kecil di pojok gedung dengan lokasi agak ke belakan.wah seru juga ne tempatnya.. “ayo mas dilanjut lagi.” Ajaknya “mbak dibuka aja de bajunya, biar lebih leluasa.”pintaku Akirnya dia membuka baju itu dengan mudah karena tinggal beberapa kancing saja yang belum terbuka. Dengan BH yang masih menempel diatas teteknya, aku mulai mengisap, memilin, menjilat dan memainkan dengan lidahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanganya mulai bereaksi terhadapku, menelusurlah tangan kirinya ke selangkanganku. Mulailah dia mengelus dari luar, kemudian tak berapa lama telah masuk ke dalam celana kolorku. Di tempat itu, terdapat sumur dengan sedikit lantai kering berbahan beton yang hangat karena terkena sinar matahari seharian. Dengan perlahan aku rebahkan dia di lantai tersebut dengan Didi masih mengenyot teteknya yang kanan tanpa terusik sedikitpun. Dia memintaku melepas celana dan baju yang kupakai sehingga hanya tertinggal celdam GTman ku yang menempel. Langsung akupun rebahan di samping mbak Dewi sambil saling berciuman. Ganas juga ciumannya, lidah kami saling bertemu, mulut pun beradu sambil tangan kiriku bergerilya di dalam roknya. Bergantian aku mencium bibir dan teteknya itu sambil tangan kiri mengelus gundukan selangkangannya. Tangan kananku tak mau kalah mulai melepas kaitan BH yang masih menempel itu. Mbak Dewi juga makin liar mengelus dedekku dari luar celana dalam, kemudian karena tidak puas dia masuk ke dalam celana dalmku dan mengelus+mengocok dedekku..mantap bener rasanya, namanya juga uda pengalaman kali ya?</p>
<p style="text-align: justify;">”Dan, mbak ga bisa bangun ne, jadi tolong bukain celana dalammu ya?” Langsung kubuka celana dalamku sambil berdiri. Kulihat dia tersenyum menatapku, ketika terlepas, menyembullah dedek yang sudah tegang ini. ”gede banget Dan?punya suami mbak aja kalah” Dedek ku masih standar dengan ukuran 17cm, namun gendut dari pangkal ke ujung. ”masak si mbak?”tanyaku.. ”mbak, aku bole minta diemut ga dedeknya?”</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil senyum dia mengangguk tanda mengiyakan. Aku arahkan dedekku ke mulutnya, dan langsung dijilati pelan-pelan sampai dia menelannya. Tanganku tak mau menganggur, aku raih tetek yang kanan dan dengan sedikit susah payah aku jangkau celana dalamnya yang berwarna hitam berenda pula, kemudian aku lepaskan namun dengan rok yang masih terpakai. Sambil terus menjilat dan mengulum dedekku, aku terkagum melihat vaginanya yang tercukur mulus dengan bibir merah dan sedikit menjulurkan kulitnya keluar, langsung saja aku memposisikan diri membentuk angka 69. dengan perlahan aku menjilat bibir vaginanya, aku julur-julurkan lidah ini kedalamnya secara perlahan. Sengaja aku memancing nafsunya agar terus naik, terlihat dari cara dia mengulum dedekku yang semakin liar. Disedot-sedot dengan kenceng ddedek ini sampai tertelan semuanya, ”wah hebat ne, dedekku sampai bisa ditelan abis” pikirku.</p>
<p style="text-align: justify;">Jariku mulai ikut campur dengan lidahku, mulai aku masukkan sedikit ujung telunjukku ke miss V nya dengan terus menjilat, aku ga mau merusak vagina yang indah ini dengan tanganku. Hanya dedekku yang hanya boleh masuk lebih dalam lagi. Lenguhan mbak dewi yang terangsang dengan aksiku terdengar cukup keras, untung daerah tersebut sepi dan jarang dilewati orang. Anaknya, Didi, gak merasa terganggu dengan lenguhan mamanya itu namun tetap tertidur, mungkin ngantuk berat kali??hehehe tanpa terasa vaginanya uda basah banget dan tak berapa lama cairan benih agak putih keluar dari lubang surga tersebut, tubuh mbak Dewi agak terhentak dan mulutnya terasa sedikit menggigit dedekku. ”Pasti dia uda sampai duluan ni?” pikirku dalam hati. Aku hentikan aksiku dan aku cabut juga dedekku dari mulutnya, mbak Dewi terlihat sedikit lemas namun tetap tersenyum penuh gairah terhadapku. Aku sudah sangat terangsang dan pengen memasukkan dedek ini ke sarangnya, begitu juga mbak Dewi yang begitu terangsang melihat dedekku. ”mbak, aku bole masukin ne?”tanyaku</p>
<p style="text-align: justify;">Dia hanya mengangguk dan tersenyum padaku. Aku lebarkan pahanya itu, dengan agak menindih aku masukkan sedikit demi sedikit dedekku ini. Aku resapi tiap jengkal kenikmatan surga ini, belum sampai setengah mbak dewi terlihat sedikit meringis. ” Pelan-pelan Dan…agak sesak ne rasanya..” ”Dan…besar sekali punyamu, tapi nikmat banget Dan!” ”terus Dan…..”sambil menggigit bibirnya Setelah masuk seluruhnya, aku genjot dia dengan posisi MOT dan sambil aku push-up mantep banget, rasanya dalem banget dedek ini menusuknya. Mulutku tak mau kalah, mencium dan mengemut teteknya secara bergantian. Hampir 15 menit kami dalam posisi seperti ini, karena sedikit lelah akupun berubah posisi. Aku cabut dengan cepet dedekku, serr sensasinya ruaar biasa. Kemudian aku rebahkan badan ku disampingnya dan miring kekanan, aku angkat kaki kirinya ke atas kemudian dari samping aku masukkan dedekku lagi. BLESSS….dedek ini telah tenggelam lagi kedalam lubang surgawi, aku goyang pelan, sedikit bertenaga dan kenceng…. sambil mulut ini beradu dan tangan kiriku meremas puting tetek sebelah kiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Lagi asik-asiknya tiba-tiba anaknya terbangun. ”Duh gawat ne?” kataku dalam hati. Namun mbak Dewi langsung mengelus anaknya dan mendekapnya agar tetap diam dan akirnya Didipun tertidur kembali sambil netek. Wah lengkap sudah yang mbak Dewi rasakan, uda yang bawah diganjal ama dedekku, kedua teteknya ada yang ngenyot dan mulut juga bergantian aku lumat. Erangannya semakin kuat hampir menuju puncaknya, akupun merasakan ada sesuatu yang mau menyembur dari ujung dedekku. Semakin ku percepat gerakan dedekku ke dalam vaginanya, semakin liar juga kami berciuman dan semakin ganas tanganku meremas teteknya. Setelah hampir 20 menit dalam posisi tersebut tiba-tiba aku ngerasa uda hampir sampai. ”Mbak aku mau keluar ne..” ”aku juga Dan, bareng ya…”pintanya Aku terus mnggoyangkan dedekku dengan makin cepat, 5 menit kemudian aku sudah tak tahan lagi. ”Mbak….k…k….aku keluarrrrrrr”</p>
<p style="text-align: justify;">”aku juga dek…k..k…” Crot..Crot..Crot…Crot…tumpahlah semua maniku ke dalam vaginanya.ahhh…..nikmat banget rasanya, sampai ke ubun-ubun rasa nikmat itu. Tapi walau uda keluar aku tetap membiarkan dedekku di dalam vaginanya. Kami masih saling berpagutan lembut menikmati tiap centi kenikmatan yang telah kami lewati., tanganku juga masih mengelus teteknya, anaknya juga masih mengenyot tetek yang satunya secara perlahan. ”Makasih ya Dan….sensasi ini belum pernah aku dapatkan.” ”sama sama mbak, makasih juga uda diberi kehormatan mencicipi tubuh mbak.” ”udah lama aku pengen ama mbak setiap kulihat mbak neteki disini” ”nakal kamu ya Dan!!”</p>
<p style="text-align: justify;">”mbak juga sengaja si ngeluarin tetek kok sampe dua duanya. Hehehehe” Aku cabut dedekku, ”Ploop..” bunyinya. Setelah itu aku bangun dan memakai semua bajuku, aku kenakan lagi celana dalam mbak Dewi sambil aku berikan kecupan kecil di bibir vaginanya. ”uhh…..”lenguh mbak Dewi. Diapun mengaitkan Bhnya tanpa memakai dulu karena Didi masih netek. Kamipun masih berbincang, dan aku masih merasa pengen menghisap teteknya. Mbak Dewi mempersilahkan aku untuk tetap mencium teteknya…sampai menjelang senja akirnya kami keluar dari SD tersebut dengan Didi yang mulai terbangun. Kami pun berjanji akan mengulangnya kembali. Sungguh sensasi yang luar biasa dari seorang wanita menyusui.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/gairah-seks-ibu-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petualangan Seks Dewi, Nekatnya Bambang</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/petualangan-seks-dewi-nekatnya-bambang/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/petualangan-seks-dewi-nekatnya-bambang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 14:20:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[bambang]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[dewi]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1787</guid>
		<description><![CDATA[Sudah 3 hari ini Dewi tidak merasakan sodokan batang kemaluan lelaki di lubang vaginanya, terakhir ia merasakan sodokan-sodokan kemaluan lelaki adalah saat Pono &#38; Yono menggenjot lubang vagina dan anusnya, serta diakhiri dengan sodokan kontolnya Hendro suaminya sendiri di kamar mandi, dan yang terakhir sodokan dari suaminya itu tidak memberikan kenikmatan bagi dia, seperti biasanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sudah 3 hari ini Dewi tidak merasakan sodokan batang kemaluan lelaki di lubang vaginanya, terakhir ia merasakan sodokan-sodokan kemaluan lelaki adalah saat Pono &amp; Yono menggenjot lubang vagina dan anusnya, serta diakhiri dengan sodokan kontolnya Hendro suaminya sendiri di kamar mandi, dan yang terakhir sodokan dari suaminya itu tidak memberikan kenikmatan bagi dia, seperti biasanya suaminya Hendro hanya bertahan sekitar 2 menitan saat mengaduk-aduk memeknya, Dewi merasakan vaginanya gatal ingin segera merasakan sodokan-sodokan kemaluan lelaki, tapi ia tidak berani nekat lagi untuk melakukannya selama keberadaan suaminya di Jakarta, suaminya hamper 2 kali memergoki ia bersetubuh jika saja suaminya pulang lebih awal lagi, karena itu Dewi tidak mau ambil resiko melakukan hubungan badan selama suaminya di Jakarta, karena ia tahu keberuntungan tidak selalu berpihak kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini Yono tidak masuk karena sakit, sementara Dewi sendiri ingin pergi belanja untuk menghilangkan stressnya, setelah berpikir panjang lebar, ia menlpon suaminya memberitahukan keinginannya untuk pergi berbelanja dan ia juga memberitahukan kepada suaminya bahwa supirnya hari ini tidak masuk, Hendro memberikan tawaran untuk memakai Bambang, karena suaminya membutuhkan Bambang saat pulang kantor saja, dan Dewipun menyetujui usulan suaminya, setelah itu ia bergegas menuju kamar tidurnya untuk berganti pakaian sambil menunggu kedatangan Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kira-kira 30 menit kemudian Bambangpun tiba dirumah Hendro, ia melihat nyonya majikannya sedang duduk di teras, saat itu Dewi yang mengenakan rok terusan berwarna biru muda dengan bentuk V dibagian depan yang cukup sangat terbuka sehingga menampakkan belahan payudaranya yang putih, serta bagian punggung yang sangat terbuka sehingga kemulusan punggungnya terpampang seolah menantang untuk dielus, dan di bagian punggungnya itu terlihat tidak ada ikatan BH, dan memang Dewi saat itu tidak mengenakan BH, ia hanya mengandalkan bajunya yang agak tebal dan sedikit berkerut sehingga menutupi kedua putingnya agar tidak menonjol, bagian bawahnyapun cukup pendek dan longgar kira-kira sedikit diatas tengah pahanya, sehingga kalau misalnya Dewi membungkuk untuk mengambil sesuatu akan nampak CDnya bagi orang yang berada di belakangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mata Bambang hampir tidak berkedip melihat penampilan nyonya majikannya ini, keseksian Dewi membuat birahinya bangkit, pikiran kotornya mulai menjalari otaknya, hatinya membatin kalau saja ia dapat menikmati tubuh nyonyanya ini, sungguh beruntungnya ia.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambangpun turun untuk membukakan pintu bagi nyonyanya ini, dan harum tubuh Dewi yang tercium olehnya membuat birahinya semakin meninggi, matanyapun mencoba untuk mencuri-curi lihat kearah payudara Dewi yang hanya ditutupi oleh bajunya dan ia melihat belahan payudara Dewi yang montok dan mengkal serta putih mulus, dan saat Dewi sedikit membungkukkan tubuhnya pada waktu naik keatas mobil, Bambang melihat payudara Dewi dari balik bajunya yang terbuka itu, matanya melotot tanpa ia sadari, ia melihat payudara Dewi seolah tidak ada yang menahan menggantung dengan indahnya, hanya saying putingnya tidak nampak karena masih terhalang oleh baju dan ia melihatnya juga dari samping, Bambangpun menelan ludah, birahinya semakin memuncak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perjalanan kearah Mall yang disebutkan oleh Dewi, beberapa kali Bambang mencuri pandang lewat spion, seolah menanti keajaiban mendapatkan penampakan yang lebih dari tadi yang ia sempat lihat, tapi harapan tinggal harapan doanya tidak terkabul karena sampai di depan Mall, Bambang tidak mendapatkan penampakan yang indah dan seksi yang dapat membangkitkan gairah lelakinya.<br />
<span id="more-1787"></span><br />
Setelah nyonya majikannya turun dari mobil, iapun mencari parkiran mobil, sambil menunggu nyonya majikannya selesai belanja, iapun mengkhayalkan tubuh Dewi terutama payudara Dewi yang sempat ia lihat tadi, walaupun hanya dari samping ia melihat keindahan payudara Dewi yang menggantung itu. Bambang membayangkan seandainya payudara Dewi yang ranum itu terpampang dihadapannya pasti ia akan langsung menerkamnya, ia akan hisap, remas dan jilati payudara tersebut, pikirannya menerawang akan tubuh Dewi dan kontolnya semakin mengeras seiring dengan pikiran mesumnya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambang berpikir bagaimana caranya ia dapat menikmati tubuh indah dan seksi nyonya majikannya tersebut, dan memasukkan kontolnya yang perkasa kedalam lubang vaginanya, sambil terus berpikir mencari jalan untuk dapat menikmati tubuh nyonya majikannya itu, saat otaknya masih berputar mencari jalan kotor untuk dapat menikmati tubuh Dewi, Bambang dikagetkan oleh bunyi HPnya, ternyata nyonya majikannya yang memanggil dan menyuruh ia menunggu di pintu keluar, Bambang segera mengiakan serta merasa kaget, karena tanpa terasa sudah 2 jam ia menunggu nyonyanya belanja, dan sampai saat sekarang ia tidak dapat menemukan jalan untuk mengentot nyonyanya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perjalanan pulang kembali Bambang mencoba keberuntungannya dengan mencuri pandang lewat spionnya untuk melihat kemulusan tubuh Dewi, ternyata kali ini iapun harus menelan pil kecewa karena sampai di depan rumah pemandangan yang ia harapkan tidak kunjung tiba.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bang, tolong bawakan belanjaan saya yach,”kata Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iyaa.. Bu, baik… bu”jawab Bambang kaget dan terbata-bata, karena saat itu ia sedang menantikan penampakan indah.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah memberi perintah kepada Bambang, Dewipun melangkah masuk kedalam rumah dan menuju kekamar tidurnya, tidak lama Dewi berada dalam kamarnya muncul Bambang dengan seluruh belanjaan Dewi,</p>
<p style="text-align: justify;">“Mau ditaruh dimana ini semua, Bu,” jawab Bambang sambil otaknya berpikir apa sekarang saatnya untuk dapat menikmati tubuh nyonyanya ini, mumpung keadaan rumah saat ini sepi kalau ia kuperkosa pasti tidak ada yang tahu, paling besok aku tidak bekerja lagi sama suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Di situ saja,” jawab Dewi sambil menunjukkan tempatnya di dekat meja riasnya, dan ia tidak mengetahui bahwa supir suaminya ini punya maksud jelek terhadap dirinya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Baik, Bu,”jawab Bambang, sambil menaruh semua belanjaan Dewi di dekat meja rias.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ada lagi yang bisa saya bantu, Bu,” tanya Bambang setelah selesai menaruh belanjaan tersebut, sambil otaknya berpikir untuk bagaimana caranya ia dapat menikmati tubuh Dewi, jika ia terkam sekarang terlalu bahaya dan jauh, bisa-bisa bukan tubuh Dewi yang ia dapat tapi bogem mentah yang ia dapat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oh tidak ada, makasih banyak, kamu langsung kekantor aja,” kata Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambangpun mengiakan lalu ia melangkah kearah pintu kamar dan saat itu ia melirik kearah Dewi, ia melihat Dewi beranjak keruangan yang lain, dan saat itu juga Bambang melihat kesempatan untuk dapat menikmati tubuh Dewi, ditutupnya pintu kamar tersebut dengan keras, sehingga Dewi yang mendengar pintu kamar tertutup merasa yakin bahwa Bambang sudah keluar dari kamarnya, ia tidak tahu bahwa Bambang menutup pintu kamar tersebut dari dalam kamarnya sendiri dan tidak ia ketahui juga bahwa pintu kamar tersebut telah dikunci oleh Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mengunci pintu kamar Bambang menuju kearah ruangan yang dimasuki oleh Dewi tadi, iapun mengintip kedalam ruangan tersebut, di ruangan tersebut terlihat Dewi sedang berdiri didepan lemari yang terbuka dan nampaknya sedang mencari baju ganti yang hendak ia kenakan, posisi Dewi yang menyamping dari arah posisi Bambang tidak mengetahui kehadiran Bambang, setelah mendapatkan baju gantinya Dewipun mulai membuka bajunya, tangannya menggapai lehernya untuk melepaskan ikatan bajunya yang terletak di leher bagian belakangnya tersebut, ikatan bajunya terlepas dan Dewipun melepaskan bajunya kearah bawah dan dengan tubuh yang agak sedikit membungkuk sehingga kedua bukit kembarnya yang sudah tidak tertutupi oleh sehelai kainpun terlihat dengan jelas oleh Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambang melihat pemandangan yang indah yang tidak akan ia lupakan seumur hidupnya, kedua payudara Dewi yang montok, padat, mulus, putih dan dihiasi oleh kedua putingnya yang berwarna merah muda menggantung dengan indahnya di tubuh Dewi yang juga mulus dan putih, CDnya yang hitam sungguh sangat kontras dengan tubuhnya yang putih mulus, beberapa kali Bambang menelan ludahnya melihat pemandangan tersebut, tapi ia tidak mau terburu-buru dengan sabar ia menantikan tindakan Dewi selanjutnya dan ia sendiri juga mulai melepaskan pakaian yang dikenakannya sehingga telanjang bulat, terlihat kontolnya Bambang sudah berdiri dengan gagahnya, siap untuk mendobrak lubang vagina Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambang sengaja melepaskan pakaiannya agar saat ia menerkam Dewi nanti tidak lagi perlu bersusah payah membukai pakaian yang dikenakannya, saat itu ia melihat Dewi melemparkan bajunya kedalam keranjang pakaian kotor yang ada dalam ruangan tersebut, dan Dewi juga belum menyadari bahwa Bambang sedang menyaksikan semuanya, kedua tangan Dewi mulai beralih ke CDnya dan mulai menurunkan kebawah, kembali Bambang disuguhi pemandangan payudara Dewi yang bergoyang, ingin rasanya Bambang menerkam kedua payudara Dewi yang bergoyang-goyang menantang itu, Dewi lalu melemparkan CDnya tersebut kedalam keranjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melepaskan penutup tubuhnya yang terakhir, dengan sedikit membungkuk dan dengan posisi yang membelakangi posisi tempat mengintip Bambang nampak Dewi seperti mencari sesuatu di laci lemari pakaiannya, Bambang yang melihat belahan vagina Dewi terpampang dengan jelas sudah tidak dapat lagi menahan nafsu birahinya yang sudah membumbung tinggi, kemudian ia mendekati tubuh Dewi perlahan-lahan, dan didekapnya tubuh Dewi dari belakang serta salah satu tangannya membekap mulut Dewi agar tidak dapat berteriak.</p>
<p style="text-align: justify;">Sergapan Bambang membuat Dewi terkejut, apalagi keadaannya yang sedang telanjang bulat, Dewipun berusaha meronta, tapi tenaganya tidak dapat melawan tenaga Bambang yang mempunyai postur tubuh yang kekar, karena sedang didekap dari belakang Dewi tidak mengetahui siapa yang menyergapnya ini, tapi yang ia tahu yang menyergap dia seorang lelaki karena selain tenaga dan tangannya yang kuat, Dewi juga merasakan sesuatu yang keras menempel dipunggungnya, Bambang yang berhasil menyergap Dewi lalu membawa tubuh Dewi ke tempat tidurnya dengan berjalan mundur sehingga tubuh Dewi agak sedikit terseret.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditelungkupkannya tubuh Dewi diatas tempat tidur dengan kaki yang menjuntai kelantai, Bambangpun melepaskan tangan kanannya yang mendekap tubuh Dewi, sementara tangan kirinya masih membekap mulut Dewi, tubuh Dewi yang tertelungkup ditindih oleh tubuhnya sehingga membuat Dewi sama sekali tidak dapat bergerak, sementara itu tangan kanannya mengarahkan kontolnya ke lubang vagina Dewi, Dewi yang tidak dapat menggerakkan tubuh atasnya karena tindihan Bambang berusaha meronta-ronta dengan menggoyang-goyangkan pantatnya sehingga membuat Bambang kesulitan untuk mengarahkan dan menyelipkan kontolnya di vagina Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambangpun tidak mau kalah akal dihimpitnya salah satu paha Dewi dengan pahanya, sehingga rontaan Dewi menjadi terbatas, dengan sedikit memiringkan tubuhnya, Bambang kembali mengarahkan kontolnya ke vagina Dewi sambil kaki kanannya mengganjal paha kanan Dewi agar tidak dapat menutup, sehingga posisi vagina Dewi agak sedikit terbuka, dan</p>
<p style="text-align: justify;">Sleeepppp….. akhirnya setelah dengan susah payah kepala kontolnya mulai terselip di lubang vagina Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa membuang waktu lagi dan karena sudah tidak dapat lagi menahan nafsunya, dengan sekali sentakan kuat Bambang menancapkan pedang pusakanya kedalam lubang senggama Dewi, Dewipun mengerang kuat, suara erangannya terdengar lirih karena bekapan tangan Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">Bleeeeeesssssss……</p>
<p style="text-align: justify;">“hhhhhhmmmmppppppp……,”erang Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuuggghhhh…..sempit sekali memekmu…. dan peret… sekalii.. ,”erang Bambang yang merasakan sempitnya memek Dewi dan peret.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewi merasakan sakit di lubang vaginanya karena terjangan batang kemaluan Bambang yang besar dan panjang, jika seandainya Dewi mendapatkan oral seks terlebih dahulu sehingga vaginanya mengeluarkan cairan pelician mungkin memeknya tidak akan mengalami kesakitan seperti sekarang ini, Dewi sekarang dapat merasakan bahwa diperkosa itu sakit dan tidak enak.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambang merasakan jepitan memek Dewi sangat ketat sekali menjepit kontolnya, dan ia juga dapat merasakan memek Dewi yang sedang berkedut-kedut lembut, seolah-olah ingin menyesuaikan dengan besarnya ****** Bambang, sambil tangan kanannya meraih tangan Dewi satu persatu dan ditaruh kedepan, lalu kedua tangan Dewi tersebut dipegangi dengan tangan kanannya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai saat ini Dewi belum juga mengetahui siapa gerangan lelaki yang sedang mendobrak lubang senggamanya, matanya hanya dapat melihat tangan kanan lelaki itu yang sedang memegangi kedua tangannya dan juga ia hanya dapat merasakan betapa besar kontolnya yang saat ini sedang terbenam di lubang senggamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambang mulai menjilati belakang telinga Dewi bergantian kiri dan kanan juga leher Dewi tak luput dari jilatannya, sementara lidahnya sibuk menjilati Dewi, pantatnya mulai bergerak maju mundur, kontolnya yang besar itu pun mulai bergerak keluar masuk di memek Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambang yang dari tadi memang sudah sangat bernafsu ingin mengentot Dewi, dengan gerakan yang cepat dan kasar kontolnya dikeluar masukkan di lubang senggama Dewi yang masih peret dan sempit itu, terjangan batang kemaluan Bambang yang kasar itu membuat Dewi merasakan memeknya perih dan sakit, karena sampai saat ini memeknya belum mengeluarkan cairan pelicinnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sssssrtttttt…. bleeesss…. ssrrtttt… bleesss… ssrtttt… bleesssss…. kontolnya Bambang keluar masuk di vagina dengan cepat dan kasar.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambang menghujamkan kontolnya dalam-dalam dan keras saat ia menekan masuk kontolnya tersebut yang membuat Dewi selalu terhenyak saat merasakan lesakan kontolnya Bambang tersebut dalam-dalam di lubang vaginanya, Dewi merasakan kepala kontolnya itu menyentuh dinding rahimnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“hhhmmmmpppppp…..hhhmmmpppp…hhhmmmppp,”erang Dewi karena tangan Bambang yang masih membekap mulutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlihat mata Dewi terbeliak saat Bambang yang dengan kasar menekan kontolnya dalam-dalam di memeknya, tubuhnya tersentak maju saat Bambang menghentakkan kontolnya kedalam lubang memeknya, air matanya menitik merasakan siksaan kontolnya Bambang yang besar, keras dan panjang di lubang memeknya, Dewi pertama kali ini merasakan sakit saat bersenggama selama ini ia selalu menikmati persetubuhan yang dilakukannya juga saat pertama kali ia kehilangan perawannya oleh suaminya tidak terlalu sakit seperti yang ia alami saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan maju mundur kontolnya Bambang di memek Dewi mulai agak leluasa setelah Dewi mulai membuka kedua kakinya lebar-lebar, Dewi melakukan hal ini untuk mengurangi sakit yang diderita oleh memeknya, dan betul saja rasa sakit dan perihnya mulai berkurang dengan terbuka lebar kedua kakinya, Bambangpun semakin mantap mengeluar masukkan kontolnya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah meregangkan kedua kakinya Dewi mulai mencoba untuk menikmati sodokan-sodokan kontolnya Bambang di lubang senggamanya, supaya lubang vaginanya mulai mengeluarkan cairan pelican, Dewipun memejamkan matanya dan mulai menikmati sodokan-sodokan kasar kontolnya Bambang, perlahan-lahan memek Dewi mulai mengeluarkan cairan pelicin, cairan pelicin Dewi mulai membasahi batang kemaluan Bambang sedikit demi sedikit.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan perlahan-lahan Dewi mulai dapat menikmati genjotan kasar Bambang seiring dengan semakin sering cairan pelicinnya keluar dari memeknya dan membasahi kontolnya Bambang, Bambangpun semakin bertambah leluasa mengeluar masukkan kontolnya di lubang senggama Dewi, dan Bambang dapat merasakan bahwa Dewi mulai menikmati sodokan-sodokan kontolnya, ia tahu dari gerakan tubuh Dewi yang tadi berusaha untuk melepaskan tindihannya, kepalanya yang bergoyang ingin melepaskan bekapan tangannya serta kedua tangan Dewi yang berusaha untuk melepaskan dari cengkraman tangannya, tapi sekarang Bambang merasakan tubuh Dewi berhenti meronta dan kepala serta tangannya tidak berusaha melepaskan dari sekapan tangannya, kemudian ia melepaskan bekapan dimulut Dewi serta cengkraman di tangan Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oooohhh…ssshhhh….aaaaahhhh….ooooohhhh….ssshhhhh,” rintihan Dewi mulai terdengar saat Dewi mulai dapat menikmati permainan kasar Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua tangan Bambang mulai menyelusup ketubuh Dewi dan meraih kedua payudara Dewi yang dari tadi sudah sangat menggemaskan dia, diremas-remas dengan kasar kedua payudara Dewi tersebut, perbuatan kasar Bambang di kedua payudaranya membuat Dewi semakin merintih-rintih, untuk pertama kalinya Dewi merasakan remasan kasar di payudaranya, membuat sensasi kenikmatan yang dialaminya berbeda dari kenikmatan-kenikmatan yang pernah ia rengkuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlihat kedua payudara Dewi memerah akibat remasan kasar Bambang, Dewipun sedikit mengangkat tubuhnya dengan ditopang oleh kedua tangannya untuk memudahkan Bambang meremas-remas teteknya, Bambang semakin buas menggerayangi tetek Dewi, dan mulutnyapun ikut beraksi, punggung, leher dan telinga Dewi bergantian dijilati, membuat birahi Dewi semakin melambung tinggi, kenikmatan yang Dewi rasakan saat ini berbeda dengan kenikmatan yang pernah ia rasakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara tangan dan mulutnya beraksi, gocekan-gocekan kontolnya di memek Dewi semakin cepat dan hujaman serta tekanan kontolnya lebih dalam lagi di memek Dewi, gerakannya tidak berubah, irama keluar masuknya tetap, Dewi semakin merintih-rintih dibuatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohhhh…enaaak…terusss… tekaaann… yang keras..yang cepat…aaaahhhh… ssshhhh….ooohhh.. kontolmu…enaak..aaaahhh…besar dan panjang…,”rintih Dewi menikmati sodokan-sodokan kasar Bambang, dan sampai saat sekarang Dewi belum mengetahui siapa gerangan lelaki yang sedang mengaduk-aduk memeknya itu, tapi ia tidak perduli dengan semua itu yang penting ia merasakan kenikmatan yang berbeda, dan juga ia dapat merasakan kemaluan yang besar serta panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Terussss…aaaaccchh…remas.remas…aaaahhh….tekan yang dalam kontolmu… ooohhh.,.. terus yang kuat…terjang memekku dengan kontolmu yang besar itu… oooohhh nikmat… enaaakk… kamu hebat…. Oohhhh…,”Dewi merintih-rintih keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hhhmmm…sssshhh..kontolku enaaakk…eeehhh…memekmu juga legit dan sempit nikmatnya…ngeeenttoottmu…aaaagghhh…ooohh…ssshhh,” Bambang mengerang keenakan merasakan jepitan memek Dewi di batang kontolnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kontolnya semakin ia hujamkan lebih dalam lagi sehingga terbenam seluruhnya dilubang memek Dewi, akibatnya tubuh Dewi tersentak-sentak dengan hujaman kasar Bambang itu, Dewi semakin menikmati permainan kasar yang dilakukan oleh Bambang, rintihan kenikmatan semakin sering terdengar, rintihan Dewi yang didengar oleh Bambang semakin membuatnya bertambah buas menggenjot memek Dewi, remasan tangannya di payudara Dewipun semakin menjadi apalagi saat ia menghentakkan kontolnya dalam-dalam, kedua tangannya mencengkram kuat payudara Dewi seolah-olah kedua tangannya itu menjadi tumpuan untuk lebih dalam lagi menghujamkan kontolnya kedalam memek Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Enaaakkk…kontolku…. Mana enak sama punya suamimu…eeehhh… aaaahhh… ini terima kontolku…ssshhh…ooohhh,”erang Bambang sambil menanyakan keenakan kontolnya yang sedang mengaduk-aduk lubang senggama Dewi, Bambang tidak tahu bahwa selain kemaluan suaminya sendiri, memek Dewi sudah menerima sodokan batang kemaluan lelaki lain selain suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oooohhh…enak kontolmu…ssshhh…iya…tekan yang dalam…yang kuat&#8230; enak…kontolmu…betul-betul…enak….aaaaghhhh,”Dewi merintih menjawab pertanyaan Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ssshhh…aaakuu…mmau…keluar….ooohhh kontolmu hebat…panjang…dan.. besar…”Dewi kembali merintih.</p>
<p style="text-align: justify;">“keluarkan….jangan ditahan….aaaahhh…tetekmu,..besaar…mengkalll&#8230;,”Ba mbang mengerang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oooohhhh…. Aaaaakkuuu…. Keluuaaarr….ooooohhh… nikmat.. enak,.. entotanmu betul-betul enaaaakk… aaaahhhh…. ,”Dewi mengerang menikmati puncak kenikmatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ssrrrrr… sssrrrr.. sssrrrr… sssrrrr… vaginanya menyemburkan lahar kenikmatannya dan membasahi batang kemaluan Bambang yang masih gencar mengaduk-aduk memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat vagina Dewi menyemburkan lahar kenikmatannya, Bambang tidak menghentikan sodokan-sodokan kontolnya tapi malah menambah cepat keluar masuk kontolnya,</p>
<p style="text-align: justify;">Bleeesss…..ssrrrtttt….bleeesss….sssrrrtttt…</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohhh…. memekmu…. enak… enaak&#8230; aakuu jugaa keluarrr…ooohhh,”erang Bambang yang menikmati kontolnya menyemburkan sperma di lubang vagina Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Creeeettt..ccreeett..creeettt…creeett.. air mani Bambang menyembur keluar dengan kuat menghantam dinding rahim Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambang membenamkan kontolnya dalam-dalam dilubang senggama Dewi, Dewi merasakan air mani Bambang yang hangat menyirami dinding rahimnya, keduanya hampir berbarengan menyemburkan lahar kenikmatan mereka, erangan dan rintihan kenikmatan merekapun keluar hampir bersamaan, mereka berdua berhasil merengkuh puncak kenikmatan mereka, Bambang merasa sangat beruntung dapat menikmati tubuh seksi nyonya majikannya ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah badai nafsu birahinya mereda dan setelah puas merasakan jepitan memek Dewi, Bambangpun mencabut kontolnya dari cengkraman lubang vagina Dewi, Dewi yang merasakan tubuh Bambang sudah tidak menindih tubuhnya lagi, iapun membalikkan badannya ingin mengetahui siapa gerangan yang sudah mengaduk-aduk lubang senggamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohhh…ternyata kamu, bukannya kamu tadi sudah keluar,”kata Dewi kaget saat mengetahui orang tersebut adalah Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hehehe…saya tidak keluar, Bu. Saya hanya menutup pintu kamar dan menguncinya,” jawab Bambang tertawa.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tapi kontolku enakkan, Bu..,”lanjut Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tau…aachh,”Dewi berkata jengah karena Bambang mengetahui bahwa ia menikmati perkosaan yang baru saja dilakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambangpun duduk disamping Dewi yang sedang duduk ditepian ranjang, tangannya mulai meremas-remas payudara Dewi lagi, lalu tanpa membuang waktu lagi mulutnya mulai menciumi dan menggigit-gigit kedua putingnya, Dewi kaget dengan perbuatan Bambang yang sangat mendadak tersebut dan juga merasakan geli, sakit, dan enak saat Bambang menggigit-gigit kedua putingnya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eeehhhh… mau apa lagi, kamu…aaaaaagghhh…,”Dewipun mengerang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hehehehe…mau ngentotin ibu lagi, habis memek ibu enak sih,”jawab Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kamu…kamu…masih bisa&#8230;,”tanya Dewi heran.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ibu tidak lihat kontolku masih berdiri dengan gagahnya siap untuk ngentotin ibu lagi,”jawab Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewipun baru menyadari saat ia melihat keselangkangan Bambang, dan ia melihat kontolnya Bambang masih berdiri dengan gagahnya, iapun tersenyum dan mengangguk pertanda bahwa ia mau untuk disetubuhi untuk kedua kalinya oleh Bambang, dan Dewipun menyadari bahwa kontolnya Bambang lebih besar dan panjang dari seluruh lelaki yang pernah menyetubuhinya kecuali kontolnya Dave, diraihnya batang kemaluan Bambang tersebut dan dengan gemas iapun meremas-remas batang kemaluan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewipun merasa aman bermain dengan Bambang, karena Bambang adalah supir suaminya dan suaminya tidak mungkin pulang awal jika Bambangnya masih bersamanya, dengan penuh semangat Dewipun melayani nafsu seksnya Bambang sampai ia sendiri merasa puas dan kelelahan melayani nafsu Bambang yang luar biasa, sore ini Dewipun merasakan kepuasan bersetubuh dengan Bambang tanpa merasa takut akan suaminya pulang lebih awal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/petualangan-seks-dewi-nekatnya-bambang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gadis Pemuas : di Dalam Hutan Lebat</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/gadis-pemuas-di-dalam-hutan-lebat/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/gadis-pemuas-di-dalam-hutan-lebat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 13:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita fantasy]]></category>
		<category><![CDATA[dewi]]></category>
		<category><![CDATA[gadis pemuas]]></category>
		<category><![CDATA[hutan lebat]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[maniak seks]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu seks]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1740</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya lama kelamaan aku mulai sadar, aku merasakan kepalaku sakit sekali karena terbentur batu, kepalaku juga berdarah, aku menyeka darahku dengan punggung tanganku. Lalu aku perlahan bangun dengan sakit yang masih terasa di kepalaku, setelah kondisi badanku sudah tenang, aku baru ingat kalau sebelum aku pingsan aku sedang dikejar-kejar segerombolan orang yang aneh. Kemudian aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Akhirnya lama kelamaan aku mulai sadar, aku merasakan kepalaku sakit sekali karena terbentur batu, kepalaku juga berdarah, aku menyeka darahku dengan punggung tanganku. Lalu aku perlahan bangun dengan sakit yang masih terasa di kepalaku, setelah kondisi badanku sudah tenang, aku baru ingat kalau sebelum aku pingsan aku sedang dikejar-kejar segerombolan orang yang aneh. Kemudian aku melihat sekitarku tapi percuma saja karena keadaan yang gelap gulita, karena aku sama sekali tidak mengenakan apa-apa di tubuhku, dinginnya malam menusuk sampai ke tulangku. Aku bingung harus kemana karena aku hanya melihat pohon-pohon tinggi yang menghalangi pandanganku tapi aku bisa mendengar ada suara aliran air karena suasana sangat sepi sekali. Aku memutuskan untuk mencari dimana aliran air itu, jadi aku masuk ke dalam hutan yang lebat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata lumayan jauh, tapi akhirnya sampai juga. Karena aku sangat haus, aku tidak memperdulikan lagi betapa dinginnya air sungai itu, setelah beberapa teguk tenggorokanku terasa sangat segar, selain meminum air sungai aku juga mencuci dahiku yang berdarah serta wajahku. Karena tanggung aku sekalian saja membasuh tubuhku juga, tapi akibatnya, setelah selesai aku menggigil karena sangat dingin, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar tubuhku hangat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;mendingan gue lari di tempat aja&#8221;, pikirku. Kemudian aku mulai lari di tempat untuk menghangatkan tubuhku, setelah badanku sudah agak hangat, aku berhenti lari di tempat. Tiba-tiba aku mendengar suara dari semak-semak, aku langsung menoleh ke sumber suara itu dan melihat disana ada sekelompok serigala yang sedang mengintaiku, aku bingung harus bagaimana jadi aku langsung lari dari tempat itu, tentu saja para serigala itu langsung mengejarku ke dalam hutan. Ketika aku sudah terkejar oleh para serigala itu, aku menginjak perangkap jala dan aku langsung tertarik ke atas. Setidaknya aku selamat dari para serigala itu, dan aku bisa beristirahat sebentar.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku bangun ketika aku merasakan tangan dan kakiku diikat, setelah aku membuka mataku rupanya aku tangan dan kakiku diikat di kayu yang sedang digotong oleh 2 orang yang berkulit hitam. Aku merasa seperti hasil buruan yang baru ditangkap oleh mereka, aku hanya menutup mataku dengan pasrah karena aku mengira sebentar lagi aku akan dibunuh dan mungkin dimakan oleh mereka. Tak lama kemudian, tubuhku terasa berhenti bergoyang-goyang, aku membuka mataku melihat orang-orang berdiri mengelilingiku, lalu tubuhku ditaruh secara perlahan, dan ikatan di kaki dan tanganku dilepaskan. Baru aku berpikir untuk menerobos kerumunan orang-orang hitam yang mengelilingiku, tubuhku sudah diangkat oleh 2 orang yang membawaku tadi ke tiang kayu yang sangat besar dan terletak di atas tempat yang seperti panggung. Mereka mendirikanku disana dan mengikat pergelangan tangan dan kakiku lagi di tiang kayu itu, setelah mengikatku kedua orang hitam itu turun dari panggung dan masuk ke sebuah tenda berbentuk aneh yang kuduga tenda itu adalah rumah mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara aku seperti menjadi tontonan di atas panggung oleh orang-orang yang berdiri di depanku. Tubuhku yang putih mulus dapat terlihat jelas oleh mereka, dan karena mereka tidak memakai apa-apa aku bisa melihat penis para lelaki hitam itu mulai menegak karena melihat tubuhku, dan para wanitanya menelusuri setiap senti tubuhku, mulai dari wajah, payudara, perut, selangkangan, paha, sampai kakiku dengan mata mereka. Lalu dari sebuah tenda yang lebih besar dari tenda-tenda yang lain keluar 4 orang, 2 orang adalah orang yang tadi membawaku, 1 orang lagi badannya bungkuk dan membawa tongkat memakai baju dan celana, sedangkan 1 orang yang terakhir badannya tegap dan besar, dan memakai baju dan celana yang sepertinya terbuat dari bulu hewan. Mereka mendekat ke arahku, mereka berdiri disana menatap tubuhku dari kepala sampai kaki.<br />
&#8220;zufubaba,,,,,gikaluno&#8221;.<br />
&#8220;tidak, jangan bunuh aku&#8221;.<br />
&#8220;fagira kohkulune,,,jaemkahuwaeti&#8221;.<br />
&#8220;tidak, jangan makan aku&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena aku tidak mengerti bahasa mereka, aku mengira mereka akan membunuh dan memakanku, tapi aku kaget ketika pria bungkuk itu berbicara.<br />
&#8220;tenang saja, gadis muda. Kami tidak akan membunuhmu apalagi memakanmu&#8221;.<br />
&#8220;kamu bisa bahasa Indonesia?&#8221;.<br />
&#8220;ya, tapi kita bahas nanti saja&#8221;.<br />
&#8220;zokulafa,,,homura,,,pokeramu&#8221;, kata pria bungkuk itu kepada semua orang, lalu semua orang itu pergi melakukan aktivitas yang lain, sementara 3 orang yang tadi datang bersama si pria bungkuk turun dari panggung dan masuk ke dalam tenda.<br />
&#8220;ayo, nona, mari ikut saya ke rumah saya&#8221;.<br />
&#8220;baik, terima kasih pak&#8221;. Lalu ikatanku dilepas dan dituntun masuk oleh pria bungkuk ke rumahnya, setelah di dalam aku disuguhi minuman dan makanannya lalu mengobrol dengannya.<br />
&#8220;perkenalkan, nama saya Ulfsaar,, saya adalah seorang dukun di desa ini&#8221;.<br />
&#8220;namaku Rasti, ngomong-ngomong ini dimana?&#8221;.<br />
&#8220;ini di pulau Harla, pulau yang sangat terpencil&#8221;.<br />
&#8220;oooh begitu, tadi yang lain pada ngomong apa sih?&#8221;.<br />
<span id="more-1740"></span><br />
&#8220;begini, nak Rasti dianggap dewi kesuburan dan juga dewi kekuatan&#8221;.<br />
&#8220;kok bisa kayak gitu?&#8221;.<br />
&#8220;iya, karena tubuh kamu yang putih mulus dan juga seksi, kepala suku jadi menganggap kamu adalah seorang dewi&#8221;.<br />
&#8220;kepala suku, maksud pak Ulfsaar yang memakai baju tadi?&#8221;.<br />
&#8220;ya, di desa ini yang boleh memakai baju dan celana hanya kepala suku dan juga dukun&#8221;.<br />
&#8220;oohh begitu,,&#8221;.<br />
&#8220;ngomong-ngomong kok kamu bisa sampai kesini?&#8221;.<br />
&#8220;kecelakaan pesawat, untungnya aku ditolong jadinya aku bisa selamat&#8221;.<br />
&#8220;terus, orang yang nolong kamu sekarang dimana?&#8221;.<br />
&#8220;udah meninggal, dibunuh ama orang-orang berkulit hitam yang pake topeng&#8221;.<br />
&#8220;pake topeng? Untung kamu bisa selamat&#8221;.<br />
&#8220;memang kenapa?&#8221;.<br />
&#8220;mereka adalah suku Kupo yang merupakan musuh suku kami yaitu suku Baro. Mereka adalah suku kanibal yang sudah banyak memakan anggota suku kami, jadi kami memutuskan untuk berperang dengan mereka 3 hari lagi&#8221;.<br />
&#8220;ooohh, begitu, untung aku bisa lari, tapi kalian gak kanibal kan?&#8221;.<br />
&#8220;gak, tenang aja kok&#8221;.<br />
&#8220;tenang deh, ngomong-ngomong bahasa indonesia pak Ulfsaar lancar banget?&#8221;.<br />
&#8220;saya punya teman yang tinggal di pulau Jawa&#8221;.<br />
&#8220;ooh, gitu&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;nona, boleh gak saya manggil nama kamu, terus pake aku-kamu?&#8221;.<br />
&#8220;boleh kok pak, oh ya aku kan jadi dewi terus gimana?&#8221;.<br />
&#8220;oh ya, aku hampir lupa, ayo aku antar kamu ke sungai buat mandi&#8221;.<br />
&#8220;mandi? Emangnya mau ada apa?&#8221;.<br />
&#8220;kepala suku ingin ngecek kamu dewi beneran atau gak&#8221;.<br />
&#8220;caranya?&#8221;.<br />
&#8220;kamu akan disetubuhi oleh kepala suku, kamu gak keberatan kan?&#8221;.<br />
&#8220;gak kok, aku malah seneng, tapi kenapa gak bapak aja yang ngetes aku?&#8221;, balasku sambil menjilat pipinya.<br />
&#8220;gak boleh, harus kepala suku yang pertama kali mencicipi tubuhmu baru aku dan semua pria dewasa di desa ini&#8221;.<br />
&#8220;semua pria&#8230;.?&#8221;.<br />
&#8220;ya, dan rata-rata semua pria disini mempunyai penis yang ukurannya lebih dari 20 cm&#8221;.<br />
&#8220;waw, tapi aku masih bingung gimana caranya aku dianggap dewi beneran?&#8221;.<br />
&#8220;kepala suku akan menyetubuhimu dalam waktu 2 jam, jika dalam 2 jam kamu gak pingsan, kamu bakal dianggap dewi beneran&#8221;.<br />
&#8220;2 jam?! Kalau gitu aku bisa bener-bener puas donk&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;yaudah, aku cek vagina kamu dulu&#8221;, lalu dia jongkok di depan vaginaku, dia melebarkan bibir vaginaku dari 2 jari kirinya, dan memasukkan 2 jari kanannya ke dalam vaginaku dan menggali dalam-dalam di vaginaku.<br />
&#8220;hmm,, vagina kamu sangat sempit, pasti kepala suku bakalan suka, yaudah sekarang kamu mandi dulu&#8221;. Kemudian aku dituntun keluar, orang-orang itu langsung menatapku, aku hanya tersenyum karena aku tidak bisa bahasa mereka. Di sungai, aku membasuh tubuhku yang lusuh dengan air sungai yang jernih dan menyegarkan sementara Ulfsaar menikmati pemandangan tubuh putih wanita cantik yang dibasuh dengan air, mungkin ini pemandangan paling indah yang pernah dilihat olehnya. Setelah mandi, Ulfsaar menuntunku kembali ke desa.<br />
&#8220;Rasti, boleh gak aku ngeremes dada kamu?&#8221;.<br />
&#8220;loh, bukannya harus kepala suku dulu yang merawanin tubuhku?&#8221;.<br />
&#8220;kan cuma ngeremes doang, jadi boleh&#8221;.<br />
&#8220;kalau boleh sih, yaudah silakan&#8221;.<br />
&#8220;makasih, abisnya dada kamu montok banget&#8221;. Lalu dia meremas-remas dadaku dan memelintir kedua putingku selama perjalanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika sudah hampir masuk desa, dia berhenti meremas-remas payudaraku. Ternyata para suku Baro sudah menunggu di depan tempat yang seperti panggung itu sementara si kepala suku sudah berdiri di atas panggung itu seperti menantiku.<br />
&#8220;oh ya, Rasti kepala suku bernama Utha&#8221;. Kemudian dia menuntunku ke atas panggung, lalu menyerahkan tanganku ke Utha dan Ulfsaar turun dari panggung. Genderang drum berbunyi membuat irama musik yang membuatku bersemangat, Utha mulai mengelus-elus kepalaku, kemudian dia mulai melumat bibirku yang mungil dengan bibir tebal dan hitam miliknya, Utha memainkan lidahnya di dalam rongga mulutku, aku membalasnya dengan memainkan lidahku juga sehingga lidah kami saling membelit. Aku berciuman dengannya sangat lama seperti sepasang kekasih yang berpuluh-puluh tahun tidak bertemu. Setelah puas melumat bibirku, Utha melepaskan ciumannya sehingga terlihat ludah kami yang menyatu, kemudian dia mulai menurunkan ciumannya ke leher jenjangku, aku hanya menutup mataku untuk lebih meresapinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ciumannya terus turun hingga sampai di payudaraku yang kenyal, Utha melumat senti demi senti dari bongkahan payudaraku, sementara putingku dihisap-hisap dan digigit kecil yang membuat putingku menjadi sangat keras. Setelah dia mulai menurunkan ciuman dan jilatannya lagi, aku bisa bekas-bekas merah di kulit payudaraku, ciuman Utha sampai di pusarku, dia menggelitikku dengan memainkan lidahnya di sekitar pusarku. Aku melihat orang-orang lain termasuk Ulfsaar sangat serius sekaligus terangsang melihat kepala suku mereka sedang asyik mengerjai tubuh putih seorang cewek muda yang sangat cantik. Akhirnya ciumannya sampai di vaginaku, Utha langsung memainkan klitorisku dengan lidahnya, tubuhku menggelinjang keenakan. Lidah Utha yang kasar membuat jilatannya jadi semakin terasa nikmat yang menjalar di seluruh tubuhku, dan juga dia menjilati bibir vaginaku serta menyentil-nyentil klitorisku dengan lidahnya, karena aku tidak kuat menahan rasa nikmat lagi, 5 menit kemudian aku orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">Cairanku diseruput habis oleh Utha, setelah habis meminum cairanku.<br />
&#8220;lafura zagofamu&#8230;&#8221;.<br />
&#8220;Rasti, kepala suku suka ama cairan kamu, manis banget katanya&#8221;, aku hanya tersenyum. Sepertinya Utha sudah tidak sabar ingin menancapkan batang kejantanannya itu ke dalam vaginaku yang sangat sempit, lalu Utha mulai melepaskan celananya yang hanya berupa sepotong kain itu. Betapa terkejutnya aku, ternyata penis Utha lebih besar dibandingkan penis-penis yang pernah aku &#8216;handle&#8217;, aku mentaksir penis Utha mempunyai panjang 29 cm dan diameternya 10 cm. Pertamanya sih aku agak takut juga melihat penis sebesar itu, tapi aku juga jadi tidak sabar ingin merasakan kenikmatan dari penis perkasa itu. Lalu aku tidur terlentang di atas panggung sehingga vaginaku yang merah merekah terpampang jelas di hadapan orang-orang yang menonton, aku memberi isyarat dengan telunjukku kepada Utha seolah menantangnya untuk segera &#8216;mencoblosku&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepertinya Utha mengerti maksudku, karena dia langsung meletakkan kepala penisnya itu di depan bibir vaginaku. Dia mulai memasukkan kepala penisnya ke dalam vaginaku secara perlahan, biarpun kelihatan seram dan kekar rupanya dia tidak ingin membuat aku kesakitan mungkin juga karena aku dianggap dewi jadi dia takut kalau aku sampai marah. Seperti yang sudah kuduga, penisnya tidak bisa semuanya masuk ke dalam vaginaku, mungkin hanya 3/4 nya saja. Ketika terasa sudah tak bisa masuk lagi, Utha mulai memompa penisnya, aku merasa vaginaku menjadi bertambah lebar karena diameter penis Utha yang besar. Tapi, lama kelamaan rasa sakit itu hilang seiring dengan rasa nikmat yang semakin menjalar di tubuhku karena urat-urat penis Utha terus menerus bergesekan dengan dinding vaginaku. 15 menit kemudian, aku orgasme untuk yang kedua kalinya tapi Utha masih kelihatan tenang memompa vaginaku dan tentu saja sambil melumat bibir mungilku dan memainkan lidahnya di rongga mulutku, aku hanya bisa membiarkan lidahnya bermain di mulutku dan kubalas membelit lidahnya dengan lidahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah sejam, si kepala suku Utha memompa penisnya di dalam vaginaku, aku sudah lebih dari 5 kali orgasme tapi dia belum orgasme. Akhirnya, beberapa menit kemudian aku merasakan urat-urat penisnya berdenyut di dalam vaginaku dan dia juga mempercepat sodokannya. Aku merasakan semburan spermanya sangat hangat dan juga sepertinya dia menyemburkan spermanya ke dalam vaginaku sampai lebih dari 7 kali sempuran sehingga aku merasakan spermanya meleleh keluar dari vaginaku. Setelah semburan spermanya berhenti, Utha beristirahat sebentar dengan penisnya yang sudah mulai mengecil masih tertanam di vaginaku. Kemudian, setelah nafasnya sudah tidak tersengal-sengal, dia mencabut keluar penisnya dari vaginaku, sementara aku yang sudah mengumpulkan tenagaku kembali langsung bangun dan mengulum penis Utha yang berlumuran dengan spermanya serta cairanku sendiri sehingga rasa sperma Utha dan cairanku bercampur sehingga tercipta rasa yang sangat kusukai.</p>
<p style="text-align: justify% ke rumahnya.<br />
"hia,,,pahorutami,,,farhu", kemudian orang-orang itu bersorak gembira.<br />
"Ulfsaar, tolong ceritain dong, tadi ka3B">Sambil kukulum, Utha bertolak pinggang dan menoleh ke Ulfsaar.<br />
&#8220;hia,,,firaniho,,,ukani,,,paemi&#8221;.<br />
&#8220;hia,,,das parehotuma&#8221;. Setelah aku melepaskan kulumanku, Utha langsung turun dari panggung dan masukmu ngomong apaan aja&#8221;.<br />
&#8220;oh ya, aku lupa, gini,, kepala suku udah percaya kalau kamu seorang dewi kesuburan dan kekuatan&#8221;.<br />
&#8220;terus,, apaan lagi?&#8221;.<br />
&#8220;karena kamu udah dianggap dewi, jadi mulai sekarang kalau kepala suku udah selesai menyetubuhi kamu, aku dan semua laki-laki yang mulai umur 18 tahun harus menyetubuhi kamu juga&#8221;.<br />
&#8220;haaahh,, emang ada berapa cowok yang harus aku layani?&#8221;.<br />
&#8220;sekitar 20 orang,, kamu gak apa-apa?&#8221;.<br />
&#8220;gak apa-apa kok, aku malah seneng&#8221;.<br />
&#8220;yaudah Rasti, sekarang aku duluan ya&#8221;. Ternyata penis Ulfsaar tidak sebesar penis Utha, penisnya hanya berukuran 18 cm dan diameternya 5 cm, tapi teknik memompanya lebih bervariasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah 1 jam tubuhku digenjot oleh Ulfsaar, sudah beberapa kali aku orgasme, selain tekniknya bervariasi, dia juga menyelingi dengan mencumbuku serta menjilati kedua buah payudaraku. Tak disangka 1/2 jam ke depan, Ulfsaar masih getol memompa penisnya ke dalam vaginaku, sedangkan aku sudah mulai kelelahan akibat orgasme terus menerus. Akhirnya, Ulfsaar menyemburkan spermanya ke dalam vaginaku, aku menutup mataku untuk lebih merasakan hangatnya semburan sperma Ulfsaar di vaginaku. Seperti sebelumnya, aku melakukan &#8216;cleaning service&#8217; ke penis Ulfsaar sambil mengumpulkan tenaga. Setelah penisnya sudah bersih, Ulfsaar mencabut penisnya dari mulutku.<br />
&#8220;nah, Rasti, abis ini kamu bakal terus-terusan disetubuhi, kamu udah siap?&#8221;.<br />
&#8220;aku siap kapan aja kok, asalkan ada selang waktunya&#8221;. Kemudian, Ulfsaar turun dari panggung dan mulailah tubuhku digunakan oleh orang-orang hitam itu untuk memuaskan nafsu mereka dan vaginaku dijadikan tempat pembuangan sperma mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuhku dilanda orgasme terus menerus, tapi aku masih kuat karena masih ada selang waktu antara satu laki-laki dengan laki-laki yang lain sehingga aku bisa mengatur nafas dan mengumpulkan tenaga sebelum melayani laki-laki yang selanjutnya. Penis yang tertanam di vaginaku bermacam-macam ukuran mulai dari kecil, sedang, maupun sangat besar meskipun tidak sebesar penis Utha. Setelah semuanya selesai dan matahari sudah muncul, Ulfsaar memapahku untuk berjalan ke rumahnya, aku berjalan dengan sperma yang menetes dari daerah selangkanganku karena daerah itu benar-benar dibanjiri sperma. Akhirnya, aku sampai di dalam rumah Ulfsaar, kemudian aku dibaringkan di tempat tidurnya, dengan telaten, Ulfsaar membersihkan daerah selangkanganku yang &#8216;kebanjiran&#8217; sperma. Sementara, aku sudah sangat kelelahan sehingga aku menutup mataku dan lalu tidur. Aku membuka mataku dan melihat Ulfsaar sudah tidak ada, aku bangkit dari tempat tidur Ulfsaar dan keluar, ternyata matahari sudah mencuat di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika aku keluar dari rumah, warga sekitar menyapaku dengan bahasa mereka, aku hanya bisa tersenyum karena aku tidak mengerti bahasa mereka. Aku merasa badanku gatal-gatal, aku memutuskan untuk mandi di sungai terdekat, sungai yang ditunjukkan Ulfsaar waktu itu. Ternyata, Ulfsaar sedang melakukan sesuatu di tepi sungai.<br />
&#8220;Ulfsaar, kamu lagi ngapain?&#8221;.<br />
&#8220;oohh, aku lagi bikin ramuan&#8221;.<br />
&#8220;ramuan apaan? Kok aneh gitu sih&#8221;.<br />
&#8220;ini, ramuan buat kamu&#8221;.<br />
&#8220;buat aku?&#8221;.<br />
&#8220;iya, kepala suku ingin minum susu kamu&#8221;.<br />
&#8220;susu aku?? gimana caranya, kan aku belum pernah hamil?&#8221;.<br />
&#8220;makanya, aku bikin ramuan ini, supaya kamu bisa ngeluarin susu&#8221;.<br />
&#8220;terus, ada manfaat lain gak?&#8221;.<br />
&#8220;ada, kulit kamu jadi putih &#8216;n kencang, dan payudaramu tetep kenceng, tapi payudara kamu bisa membesar&#8221;.<br />
&#8220;mantep banget khasiatnya, tapi payudaraku bisa sampai seberapa gede?&#8221;.<br />
&#8220;38C mungkin, kamu gak apa-apa kan?&#8221;.<br />
&#8220;38C?! Ya gak apa-apa, kebetulan aku juga lagi pengen ngegedein dada aku, tapi ada efek negatifnya gak?&#8221;.<br />
&#8220;kalau ramuan ini, gak ada efek negatifnya&#8221;.<br />
&#8220;yaudah, sini aku minum&#8221;. Kemudian aku meminum ramuan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;kok rasanya hambar?&#8221;.<br />
&#8220;iya, sebenarnya rasa ramuan itu pahit, tapi aku tambahin madu biar gak pahit&#8221;.<br />
&#8220;ooh gitu, yaudah aku mandi dulu ya&#8221;. Kemudian, aku mulai membilas tubuh putihku dengan air sungai yang dingin dan menyegarkan itu. Aku sengaja sedikit membilas tubuhku dengan agak menggoda agar Ulfsaar menjadi bernafsu, benar dugaanku Ulfsaar langsung mendekatiku dan mendekap tubuhku dari belakang, lalu menciumi leherku dan sekitar kupingku.<br />
&#8220;udah, mendingan kita mandi bareng aja yuk, mau gak?&#8221;.<br />
&#8220;yaudah, aku buka baju dulu ya&#8221;. Dalam sekejap, Ulfsaar sudah telanjang bulat. Tubuhnya yang hitam dan sudah bungkuk serta penisnya yang sudah menegang itu terpampang jelas di hadapanku. Kemudian, Ulfsaar mendekati tubuh putihku yang tidak terbalut apa-apa dan langsung memelukku, aku juga membalasnya dengan memeluknya. Lalu kami berdua saling mencumbu, sementara kedua tangannya memegangi bongkahan pantatku sambil memasukkan jarinya ke dalam lubang anusku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Rasti, kayaknya pantat kamu sempit banget ya&#8221;.<br />
&#8220;emang kenapa, bapak mau coba?&#8221;.<br />
&#8220;mau banget sih, tapi harus kepala suku dulu yang merawanin pantat kamu&#8221;.<br />
&#8220;oh ya, aku lupa, yaudah tusuk vaginaku aja&#8221;.<br />
&#8220;tapi sebelumnya, aku mau ngerasain vagina kamu dulu&#8221;.<br />
&#8220;yaudah, aku tiduran dulu&#8221;. Kemudian aku tiduran dan melebarkan kakiku untuk memberikan akses pada Ulfsaar. Tanpa disuruh lagi Ulfsaar langsung membenamkan wajahnya ke selangkanganku, dan langsung menjilati daerah sekitar vaginaku, aku baru sadar kalau lidah Ulfsaar sangat panjang. Ulfsaar menjilati bibir vaginaku mulai dari kiri ke kanan, menjilati klitorisku, dan juga menjilati vaginaku dari atas ke bawah, serta memasukkan lidahnya yang panjang itu ke dalam lubang vaginaku. Aku menggelinjang kesana kemari karena tekstur lidah Ulfsaar yang kasar menambah sensasi nikmat di vaginaku, belum lagi lidahnya bisa masuk ke dalam vaginaku, sehingga lidahnya yang panjang itu bisa menyentuh dinding vaginaku dan pastinya itu menambah kenikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">5 menit kemudian, tubuhku mengejang ke atas menandakan tubuhku mengalami orgasme.<br />
&#8220;aaakkkhhh,,,,aku,,,keluaaar!!&#8221;. Ulfsaar tidak membuang waktu lagi, cairanku langsung diseruput habis olehnya, dan juga setelah cairanku habis diminum olehnya, Ulfsaar masih menyedot-nyedot vaginaku hingga tetes terakhir, setelah cairan vaginaku benar-benar habis diminumnya, Ulfsaar bangun.<br />
&#8220;kamu kayak orang aus aja, sampai disedot-sedot kayak gitu&#8221;.<br />
&#8220;abisnya, cairan kamu manis banget kayak madu&#8221;.<br />
&#8220;ah, kamu berlebihan&#8221;.<br />
&#8220;bener kok, aku jadi ketagihan, boleh lagi gak?&#8221;.<br />
&#8220;boleh kok, pokoknya tubuhku boleh diapain aja ama kamu&#8221;.<br />
&#8220;yaudah,,, aku jilatin vaginamu lagi ya&#8221;.<br />
&#8220;tapi sekarang kamu yang tiduran, soalnya aku juga pengen ngerasain penis kamu&#8221;. Lalu, Ulfsaar tiduran di atas tanah dan aku tidur di atas tubuhnya dan mengambil posisi 69 sehingga vaginaku di depan mukanya, dan juga penis Ulfsaar menantang tegak di depan wajahku. Langsung aja, aku masukkan penis Ulfsaar ke dalam mulutku, sementara vaginaku sudah mulai dijilati lagi oleh Ulfsaar.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mulai menjilati batang penisnya, kepala penisnya, dan buah zakarnya. 4 menit kemudian, aku orgasme lagi dan cairanku diminum oleh Ulfsaar sampai habis.<br />
&#8220;yuk, Rasti, aku udah gak tahan pengen nusuk kamu&#8221;.<br />
&#8220;yaudah, kamu tetep tiduran aja, biar aku yang kerja duluan nanti baru kamu&#8221;. Aku berdiri di atas penisnya, dan mulai menurunkan tubuhku secara perlahan, dengan tuntunan tanganku, penis Ulfsaar menerobos masuk ke dalam vaginaku. Aku menggerakkan tubuhku naik turun, dan juga kadang-kadang aku menurunkan tubuhku agar aku bisa mencumbu Ulfsaar. Setiap 30 menit, kami berganti posisi, dan setelah 1 1/2 jam kami bersetubuh akhirnya penis Ulfsaar mulai berdenyut, aku memintanya untuk menyemburkan spermanya di dalam mulutku. Setelah penisnya dicabut, aku langsung mengulum penisnya. Kuemut kepala penisnya, kusentil-sentil lubang kencingnya dan kadang-kadang kujilati buah zakarnya, akhirnya hadiah yang kutunggu-tunggu keluar juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Sperma hangat Ulfsaar langsung menyemprot ke dalam mulutku yang langsung kutelan habis, setelah habis aku masih mengulum penisnya untuk mendapatkan sisa-sisa sperma yang ada di lubang kencingnya. Kemudian aku melepaskan penisnya yang sudah mulai mengecil, dan aku melihat suatu barang di tepi sungai.<br />
&#8220;Ulfsaar, benda apa itu?&#8221;.<br />
&#8220;aku tidak tau, aku menemukannya di pantai&#8221;.<br />
&#8220;ah, itu tasku&#8221;, dengan segera aku menghampiri tasku, tapi tidak ada baju karena semua bajuku ada di koper bukan di tas. Tasku hanya berisi pil pencegah kehamilan, hpku, dan alat-alat kosmetikku. Tapi, sayangnya hpku rusak karena terendam air, hilang sudah harapanku untuk bisa pulang.<br />
&#8220;Rasti, kita balik ke kampung yuk&#8221;.<br />
&#8220;emangnya, mau ada apaan lagi?&#8221;.<br />
&#8220;habis ini, kepala suku bakal merawanin anus kamu, dan setelah itu semua laki-laki akan menyodok anus kamu&#8221;.<br />
&#8220;kalau gitu, aku minum obat dulu ya, biar aku gak hamil&#8221;.<br />
&#8220;oo, yaudah&#8221;. Kemudian aku merogoh tas kecilku dan menemukan obat, ternyata selain pil pencegah kehamilanku, ada pil obat kuat milik Mang Ucup waktu itu yang bisa membuatku segar terus menerus meskipun aku terus menerus orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ulfsaar, abis aku minum obat ini, aku bakal pingsan, kamu gendong aku balik ke pemukiman ya&#8221;.<br />
&#8220;yaudah, ok&#8221;. Kemudian, aku minum obat kuat Mang Ucup dan juga pil pencegah kehamilanku. Dalam waktu 5 menit, kepalaku pusing dan langsung pingsan, aku sudah tidak sadarkan diri. Dan sebentar lagi tubuhku akan menjadi sarana pelampiasan nafsu suku Baro.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/gadis-pemuas-di-dalam-hutan-lebat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dewi – Doni &amp; Narti, Another 3 Some</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/dewi-doni-narti-another-3-some/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/dewi-doni-narti-another-3-some/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 13:04:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[dewi]]></category>
		<category><![CDATA[doni]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[narti]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[pembantu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1738</guid>
		<description><![CDATA[Dewi yang mendengar pekikan nikmat Narti, menekan kuat dinding pembatas lubang anus dan lubang vagina Narti, lalu di goyang-goyangkan jari telunjuknya sehingga Narti yang saat itu sedang mengalami orgasme, bertambah nikmat orgasmenya dengan tekanan telunjuk Dewi itu, tak lama kemudian Dewi mencabut telunjuknya, “Sekarang giliran mamih yang merasakan kontolmu yang besar, Don,”desah Dewi. Donipun segera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dewi yang mendengar pekikan nikmat Narti, menekan kuat dinding pembatas lubang anus dan lubang vagina Narti, lalu di goyang-goyangkan jari telunjuknya sehingga Narti yang saat itu sedang mengalami orgasme, bertambah nikmat orgasmenya dengan tekanan telunjuk Dewi itu, tak lama kemudian Dewi mencabut telunjuknya,</p>
<p style="text-align: justify;">“Sekarang giliran mamih yang merasakan kontolmu yang besar, Don,”desah Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Donipun segera mencabut kontolnya dari jepitan vagina Narti, kemudian ia merebahkan tubuhnya di ranjang, yang segera di susul oleh Dewi dengan berjongkok di atas tubuh Doni dengan posisi membelakangi Doni, batang kemaluan Doni yang tegang itu ia arahkan ke vaginanya,</p>
<p style="text-align: justify;">Sleeepppp….. vaginanya menjepit kepala batang kemaluan Doni.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa menunda-nunda lagi Dewi mulai menekan pantatnya kebawah,</p>
<p style="text-align: justify;">Bleesssss………. Vaginanya mulai diterobos masuk oleh kontolnya Doni.</p>
<p style="text-align: justify;">Lagi-lagi Dewi menekan pantatnya kebawah,</p>
<p style="text-align: justify;">Bleeeesssssss…… batang kemaluan Doni terbenam seluruhnya di dalam lubang kenikmatan Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooooohhhh… Don, besar dan keras kontolmu ini, aaaaaaghhhhh… Don, sayang,”Dewi mengerang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hhhmmmmppp…aaahhh… mih, memekmu enak…sempit mih,”Donipun mengerang merasakan jepitan vagina Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan perlahan-lahan Dewi mulai memompa pantatnya naik turun di atas tubuh Doni, Narti melihat batang kemaluan Doni keluar masuk di dalam vagina nyonyanya ini, dan ia juga melihat kelentit nyonyanya itu keluar masuk seperti kepala kura-kura yang keluar masuk dari rumahnya, kelentit Dewi yang merah itu muncul tenggelam akibat gerakan naik turun Dewi, tanpa di suruh tangannya mulai mengelus-elus kelentit Dewi tersebut, akibatnya Dewi mengerang-erang keenakan atas perlakuan Narti di kelentitnya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan hanya tangannya yang beraksi tapi mulutnya pun ikut bermain, kedua payudara Dewi dihisap-hisap bergantian, kedua putingnyapun di jilati bergiliran, sementara Doni membantu gerakan mamihnya dengan menaik turunkan tubuh Dewi lewat pegangan di pinggang Dewi, gerakannya seirama dengan gerakan Dewi yang naik turun tersebut, Doni menekan pinggang Dewi ke bawah saat Dewi menurunkan pantatnya, dan ia membantu mengangkat pinggangnya saat Dewi menaikkan pantatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Erangan kenikmatan Dewi semakin sering terdengar mendapat serangan-serangan Narti di kelentitnya dan di payudaranya, dan sodokan-sodokan batang kemaluan Doni di lubang senggamanya, mulutnya megap-megap seperti ikan yang kekurangan air, nafasnya tersengal-sengal seperti orang yang habis berlari, keringatnya mulai mengucur.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oooghhhh….eenaak…nikmat… terus …entot memekku Don, terusss…aachhh… enak.. pilin putar itilku… yach…terusss… enaak… terusss..,”Dewi mengerang kenikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">“hisap..hisap…tetekku…teruss…remas…remass….ooohhh… enaak…geliii…nikmat Ti…Narti….terus…,”erangan Dewi terdengar kembali.<br />
<span id="more-1738"></span><br />
Dewi semakin merintih-rintih keenakan menikmati persetubuhannya, matanya meram-melek, Donipun menikmati pompaan mamihnya di batang kemaluannya, dari arah belakang Dewi ia melihat kontolnya seperti piston mesin yang bergerak, Doni melihat kontolnya timbul tenggelam dalam lubang memek Dewi, dan saat kontolnya berada diluar cengkraman vagina Dewi, Doni melihat batang kemaluannya tersebut mengkilat karena basah oleh cairan pelican Dewi dan dirinya yang semakin sering keluar, memek Dewipun semkain basah ia rasakan, kontolnya keluar masuk dengan lancarnya di lubang senggama Dewi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Mih…ooohhh…enaak…mih… terus mih pompa terus kontolku…aahhh… enaak.. terus mih tekan yang dalam…ayo mih goyang pantatnya….putar mih…iyaa… enak nikmat….mih,”Donipun mengerang kenikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iyyaa…Don, kontolmu juga enaak…aaachhh… sedaapp…. Nikmaat… gini..sayang.. diputar gini…ooohhhh…..kontolmu….,”Dewi merintih sambil mulai memutar pantatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iyaaa..mmih, aaaachhh… enaaakk.. terusss mih…putaar…,”Doni kembali mengerang saat merasakan putaran-putaran memek Dewi di kontolnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewi memutar pantatnya searah jarum jam, kadang sambil memutar pantatnya itu Dewi menaikkan pantatnya keatas, Doni yang merasakan semakin merem melek, Doni merasakan kontolnya bagai diperas oleh lubang vagina Dewi apalagi saat Dewi sambil memutar lalu menaikkan pantatnya, Doni merasa kontolnya seolah di tarik oleh vagina Dewi, Dewipun merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa, saat memutar pantatnya itu ia merasakan kontolnya Doni seolah-olah mengaduk-aduk lubang senggamanya, dan saat ia menarik pantatnya keatas, Dewi merasakan kontolnya Doni menggesek dinding vaginanya dengan ketat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oooohhh Don, enaak… kontolmuuuu.. aahhhh…. Uuuggghhhh… terussss… Ti, terusss…hisaap tetekku…itilku…ooohhh… terus goyang tanganmu….jangan.. berhenti…. Ooohhhhh… pilin…putar….aaaachhh…eeeenaaaakkk….,” Dewi merintih-rintih keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Narti semakin bertambah semangat menghisap tetek Dewi dan mengelus-elus serta memilin-milin kelentit Dewi,</p>
<p style="text-align: justify;">“Hhhmmmppp…ssslrrrrppp….sssllllrrppp….hhmmmm…,”Nar ti menggumam sambil mulutnya asyik mengulum-ngulum tetek Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Narti yang mendengar rintihan-rintihan Dewi, nafsu birahinya kembali menggelora, dengan tangan kirinya ia mulai mengelus-elus itilnya sendiri, kadang-kadang jari tangannya menyelusup masuk ke dalam lubang senggamanya, vagina Nartipun kembali basah oleh cairan pelicinnya, elusan dan pilinan di itilnya sendiri seirama dengan elusan dan pilinannya di kelentit Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Erangan, rintihan dan desahan yang keluar dari mulut mereka bertiga semakin sering itu menambah suasana ruangan semakin ramai, suara decakan mulut Narti yang sibuk dengan kuluman di tetek Dewi, suara kecipak beradunya kemaluan Dewi yang semakin basah dengan kontolnya Doni, suara pantat Dewi yang basah oleh keringat beradu dengan selangkangan Doni yang juga sudah basah oleh keringat, suara-suara itu seolah berlomba-lomba saling bersahutan seolah-olah sedang konser paduan suara, merdu yang ditumbalkan oleh perpaduan suara-suara itu tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, tapi dapat dirasakan oleh mereka yang sedang bersetubuh itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan naik-turun dan memutar-mutar Dewi semakin liar, Donipun mulai ikut bergerak seirama dengan gerakan Dewi, Doni menekan pantatnya keatas saat Dewi menurunkan pantatnya, sehingga kontolnya masuk kerelung paling dalam di vagina Dewi, kepala kontolnya menyentak keras dinding rahim Dewi, sehingga setiap kali kepala kontolnya itu bersentuhan dengan dinding rahim Dewi, Dewipun melenguh dengan keras.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuuuggghhhh…. Don, gilaaa…enaaak… teruss. Sayaaang… dorong keatas.. kontolmuu… aaacchhh… yang daalam saayaaang… entotku…sodok…yang dalam aaaacchhh… Don,”lenguh Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu tangan Narti dengan cepat menggesek-gesek itilnya Dewi, terlihat itilnya Dewi bertambah merah akibat gesekan-gesekan tangan Narti, bukan hanya itilnya Dewi yang digesek dengan cepat tapi itilnyapun ia gesek dengan cepat, Tak lama berselang Narti menghentikan aksinya, ia kemudian beranjak kearah kepala Doni, disodorkannya lubang vaginanya ke wajah Doni, Doni yang mengerti maksud Narti segera melahap vagina yang ada dihadapannya itu, kemudian dengan kuat Doni menghisap kelentit Narti, membuat Narti mengejang, tubuhnya melenting kebelakang, punggungnya bersentuhan dengan punggung Dewi, Dewi yang merasakan punggung Narti menempel dipunggungnya, mulai memiringkan tubuhnya sambil tetap dengan goyangan-goyangan pantatnya, dan mulai berciuman dengan Narti yang juga mulai memiringkan tubuhnya, merekapun berpagutan dengan penuh nafsu, lidah mereka menari-nari, kadang diluar mulut mereka berdua, kadang didalam rongga mulut mereka bergantian.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu tangan mereka menahan bobot tubuh mereka, tangan yang satunya sibuk meremas-remas payudara lawan mereka, desahan-desahanpun mulai meluncur kembali dari mulut mereka berdua, sementara Dewi dan narti asyik saling menyerang, Donipun semakin asyik menghisap-hisap kelentit Narti, sementara tangannya masih menahan bobot tubuh Dewi, karena saat ini Dewi sedang asyik bercumbu dengan Narti, Donipun tidak tinggal diam karena mamihnya tidak bergerak naik-turun, ia yang aktif sekarang dengan semangat 45 Doni menyodok-nyodokkan kontolnya dilubang senggama Dewi, sementara mulutnya sibuk dengan kelentit Narti.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewi &amp; Narti semakin melenguh dengan aksi Doni, ciuman merekapun semakin menggila seiring dengan gejolak birahi mereka yang semakin meninggi, tubuh mereka kadang mengelinjang, mengejut-ngejut, menikmati permainan Doni di lubang senggama mereka, suara ah-uh-oh mereka semakin terdengar bercampur dengar suara decakan mulut mereka yang sedang asyik berciuman ditambah dengan suara sruputan Doni di kemaluan Narti serta suara kecipak beradunya batang kemaluan Doni dan lubang senggama Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooooghhhhh…Don, terus… teruss.s…. yang&#8230; daaalaammm… yang kuaat… ssaayaang… buat mamihmu puaaaaasss… aaccchhh…hhhmmmmppp…ssslrrrppp hhhhmmmmppp…. Ssssllrrrppp…,”Dewi merintih keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Accchhh…Den, hisaaaappp.. itiiiilkuuuu….aaacchhh… yang kuat..Den,, oooocchh enaaakkk Den, eenaaakk…hhhmmmppp…sssssslrrrpp..hhhmmmppp…slrrrpp pp,” Nartipun merintih-rintih.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hhmmpppp…sssslrrrppp…sssssllllrpppp…hhhmmmppp…,”D oni menggumam tidak jelas karena mulutnya asyik dengan itilnya Narti.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat yang hampir bersamaan Dewi dan Narti memekik merasakan puncak pendakian kenikmatan mereka telah berhasil mereka rengkuh, tubuh keduanya mengejang, lubang vagina mereka berkedut meletupkan lahar kenikmatan mereka, cairan kenikmatan mereka membasahi batang kemaluan dan mulut Doni,</p>
<p style="text-align: justify;">Ssssrrrrrr…. Sssrrrrrr… sssrrrrr… sssrrrrr… ssrrrr….. sssrrrrr…</p>
<p style="text-align: justify;">“Oooaaahhhhh…..Don, mamih keluaaarr….saaayaaaangg… aaachhh… enak.. nikmat… kontolmu…oocchhhh… Donn…,”Dewi merintih panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Deeenn, ooocchhh…aaakuuu jugaaa..keluaar…. Den…aaachhh… hisaaappp… itilku…ooochhh… Den, enaaakkk…,”Nartipun merintih panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Doni semakin menggila menyodok-nyodokkan kontolnya di lubang senggama Dewi dan semakin kuat menghisap itilnya Narti saat mendengar pekikan nikmat mereka berdua, sementara ia sendiri juga merasakan hal yang sama, desakan air maninya sudah menggelegak di ujung kepala kontolnya, dan</p>
<p style="text-align: justify;">Ccrreeeetttt… ccreeeetttt…creeeetttt… kontolnya Doni menyemburkan air mani di lubang senggama Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“hhhmmmmmppppp… uuuugghhhh….sssllrrrrpppp…..uuughhhh… ssllrrrppppp hhhmmmppp…..,”gumam Doni.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh Donipun mengejang, pantatnya diangkat tinggi-tinggi, kontolnya melesak lebih dalam saat menyemburkan airmaninya, dinding rahim Dewi diterjang dengan derasnya oleh sperma Doni, Dewi merasakan hangat di dinding rahimnya, lubang senggama Dewi berkedut-kedut mengeluarkan cairan kenikmatannya, Dewi merasakan batang kemaluan Doni berkedut dengan kuatnya saat menyemburkan cairan spermanya, Doni juga merasakan kedutan kuat dinding vagina Dewi pada batang kemaluannya saat memek Dewi melepaskan cairan kenikmatannya, sementara mulut Doni basah oleh semburan memek Narti yang menyemburkan cairan kenikmatannya, tubuh Narti juga mengejang saat melepaskan cairan kenikmatan tersebut, kedua tangannya menekan kepala Doni keatas, sementara pantatnya yang mengejut-ngejut di tekankan kebawah, membuat Doni gelagapan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama berselang tubuh Narti dan Dewi ambruk diatas ranjang tersebut, nafas mereka masih memburu, mereka bertiga telah berhasil mencapai puncak pendakian kenikmatannya, sambil merebahkan tubuh mereka diatas tubuh Doni, Narti dan Dewi secara bersamaan mengecup pipi kiri dan kanan Doni, dari mulut mereka tersungging senyuman kepuasan, begitu pula dengan Doni yang berhasil meraih kepuasannya di mulutnya tersungging senyuman, dalam hati Doni membatin dua sudah yang berhasil aku entot, tinggal satu lagi pembantuku yang belum merasai kontolku ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih dengan tersenyum Doni mulai memikirkan cara untuk dapat menyetubuhi Ani pembantunya yang masih perawan itu, dalam bayangan Doni alangkah enaknya dapat mengentot perawan, sementara Narti membatin ia akan siap jika Doni ingin menggaulinya lagi, ia akan siap setiap saat untuk dapat menikmati keperkasaan Doni.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/dewi-doni-narti-another-3-some/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dewi, Budak Nafsu Sugito dan Parmin.</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/dewi-budak-nafsu-sugito-dan-parmin/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/dewi-budak-nafsu-sugito-dan-parmin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 21:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[anal seks]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[anal]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[budak nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[budak seks]]></category>
		<category><![CDATA[dewi]]></category>
		<category><![CDATA[double penetration]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu birahi]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgy]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1637</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu Dewi sendirian menonton TV diruangan keluarga, suaminya belum kembali dari tugas luarkotanya, sementara Doni sedang pergi kerumah temannya, malam ini Dewi mengenakan daster 1 tali berwarna pink dengan belahan berbentuk V dibagian dadanya sehingga belahan payudaranya putih mulus terlihat dengan jelas, kedua putingnya terbayang dengan jelas dari balik dasternya, sementara bayangan hitam di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Malam itu Dewi sendirian menonton TV diruangan keluarga, suaminya belum kembali dari tugas luarkotanya, sementara Doni sedang pergi kerumah temannya, malam ini Dewi mengenakan daster 1 tali berwarna pink dengan belahan berbentuk V dibagian dadanya sehingga belahan payudaranya putih mulus terlihat dengan jelas, kedua putingnya terbayang dengan jelas dari balik dasternya, sementara bayangan hitam di selangkangannya terlihat dengan jelas dari balik dasternya yang berbahan satin dan agak tipis itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayup-sayup Dewi mendengar suara ketukan dipintu rumahnya, dengan sedikit malas Dewi beranjak dari tempat duduknya menuju kepintu depan untuk melihat siapa yang datang, sesampainya di depan pintu Dewi membuka kunci pintu dan membukanya, ternyata Sugito (Baca: Dewi &#8211; Sugito Satpam Perumahannya) dan temannya yang datang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ada apa, pak Sugi?” Dewi bertanya maksud kedatangan Sugito.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini, Bu, maaf kalau kedatangan kami mengganggu waktu istirahat ibu,” Sugito memohon maaf atas kedatangannya malam-malam.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini, teman saya Parmin sedang ada sedikit masalah dengan keuangan, siapa tahu ibu bisa membantunya,” lanjut Sugito menjelaskan kedatangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oh, untuk apa dan berapa banyak, “ Dewi bertanya kembali</p>
<p style="text-align: justify;">“Gak banyak kok, Bu, si Parmin ini butuh 500ribu untuk ngongkosin istrinya pulang kampong karena orang tua istrinya sakit, “ Sugito kembali menjelaskan</p>
<p style="text-align: justify;">“Oh, kalau segitu sich ada, ayo masuk dulu pak, saya ambilkan uangnya” Dewi berkata kepada mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Dewi masuk kedalam kamarnya untuk mengambil uang, Sugito dan Parminpun masuk kedalam rumah Dewi, merekapun duduk diruang tamu menunggu Dewi kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama berselang Dewi kembali dari dalam, lembaran uang terlihat digenggaman tangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini pak uangnya, mudah-mudahan cukup untuk ongkos istri bapak,” Dewi berkata kepada Parmin sambil menyerahkan uangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Terima kasih banyak, bu, atas bantuannya,” kata Parmin.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sama-sama, Pak,” kata Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oh iya Bu Dewi, ada satu lagi, saya hampir lupa menyampaikannya,” Sugito berkata kepada Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Apa tuch, pak Sugi,” Dewi bertanya kepada Sugito.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan menjawab pertanyaan Dewi tapi malahan Sugito tersenyum dengan penuh arti, tingkahnya ini membuat Dewi menjadi bingung.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ini pak Sugi, ditanya malah tersenyum,” Dewi mengomel melihat tingkah Sugito.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan senyuman yang tetap tersungging di wajahnya, Sugito menghampiri Dewi yang sedang berdiri didekat Parmin, kemudian dengan gerakan yang cepat tubuh Dewi dipeluknya dan mulutnya memagut bibir Dewi yang saat itu terbuka karena terperangah atas tindakan Sugito, sementara itu Parmin tanpa perlu diperintah langsung menutup pintu depan rumah Dewi dan menguncinya, setelah itu iapun ikut memeluk tubuh Dewi dari arah belakang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewi betul-betul terkejut mendapat serangan seperti ini dari mereka berdua, apalagi tidak pernah terbersit dalam pikirannya bahwa kedua orang ini akan menyerang dia.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hmmmhhhh….hmmhhhh….” Dewi menggumam sambil berusaha berontak dari sekapan Sugito dan Parmin, tapi apa daya tenaga Dewi tidak dapat menandingi kedua orang ini, Dewipun tidak dapat berteriak karena mulutnya sedang dilumat oleh mulut Sugito.</p>
<p>“Sssstttt….tenang Bu, jangan berteriak, kita akan buat ibu merasakan surga dunia,” Parmin berbisik ditelinga Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hmmhhhh…hmmmhhh…,” Dewi tetap meronta-ronta sambil bergumam.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sssttt….gak usah takut Bu, bukannya kemaren ini malah ibu yang minta dipuasin ama siGito,” kembali Parmin berbisik ditelinga Dewi.<span id="more-1637"></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Sekarang ini bukan hanya si Gito yang bakalan muasin ibu, tapi saya juga akan muasin ibu, dijamin pasti ibu ketagihan nantinya, “ lanjut Parmin sambil kedua tangannya mulai beraksi, tangan kirinya mulai meremas kedua belah payudara Dewi, sementara tangan kanannya mulai meluncur kebawah keselangkangan Dewi dan mulai mengelus-ngelus lembah kenikmatan Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Parmin asyik bergerilya ditubuh Dewi, Sugito asyik mencumbu Dewi, serangan kedua orang ini akhirnya membuat pertahanan Dewi runtuh, rontaan-rontaannya berhenti, pagutan Sugito sekarang dibalasnya dengan penuh nafsu, gumamannya berubah menjadi desahan-desahan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nah, gitu Bu, kita jamin kok, ibu bakalan ketagihan sama kita berdua,” Parmin berbisik lagi, sambil menjilati telinga Dewi, sementara kedua tangannya semakin menjadi-jadi beraksi ditubuh Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua tangan Sugito mulai beraksi di tali daster Dewi, diturunkannya kedua tali daster Dewi dari bahu Dewi perlahan-lahan menuruni kedua tangan Dewi, Kedua bukit kembar Dewi perlahan-lahan mulai terlihat oleh mata Sugito, aksi Sugito ditingkahi oleh Parmin dengan memegangi pundak Dewi yang sudah telanjang dan menciuminya, membuat Dewi menggelinjang kegelian karena merasakan kumis Parmin bergesekan dengan kulit pundaknya, Sugito terus menurunkan tali daster itu sampai terlepas dari tangan Dewi sehingga membuat tubuh bagian atas Dewi terpampang dengan jelas, tidak berhenti sampai disitu saja, daster yang sudah setengah jalan itu dia turunkan terus sehingga kekaki Dewi, sehingga lembah kenikmatan Dewi yang tertutupi oleh semak-semak hitam terlihat dengan jelas oleh Sugito.</p>
<p style="text-align: justify;">Sugito dengan penuh nafsu mulai menciumi, menjilati dan menghisap-hisap lubang kenikmatan Dewi, slrrpppp…sslrpppp…..terdengar bunyi hisapan-hisapan Sugito di kemaluan Dewi, ditimpali oleh desahan-desahan Dewi, tubuh Dewi semakin menggelinjang mendapat serangan atas-bawah dari kedua orang ini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohhhh…..sssshhhhh…aaagghhhh……” lenguhan dan desahan keluar dari mulut Dewi….</p>
<p style="text-align: justify;">“Hmmmmhhh…ssllrrppp…enaaakkk..memek bu Dewi nich, harum…,” gumam Sugito sambil asyik menjilati dan menghisap-hisap memek Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tubuhnya juga harum, dan ini toketnya…hhhmmmm…ranum betul….,” Parmin ikut mengomentari, sambil kedua tangannya asyik meremas-remas toket Dewi, sementara mulutnya bergerilya menciumi telinga, tengkuk, dan leher Dewi…</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu Sugito semakin menggila dengan perbuatannya, bukan saja mulutnya yang beraksi tapi sekarang jari-jari tangannya mulai beraksi dilubang kemaluan Dewi, pertama hanya jari tengahnya saja yang Sugito masukkan kedalam lubang kemaluan Dewi dan dikocok-kocokannya, lama-lama jari telunjuknyapun ikut keluar masuk di memek Dewi, membuat memek Dewi semakin basah oleh cairan kenikmatannya, desahan dan lenguhan Dewi semakin menjadi-jadi, gelinjangan tubuh Dewipun menggila, kelihatannya Dewi akan segera mencapai puncak kenikmatannya, terlihat kedua tangan Dewi meremas-remas kepala Sugito, sementara kepala Dewi bergerak liar kekanan dan kekiri, pantatnya kadang-kadang ditekan kebawah menyambut sodokan-sodokan jari tangan Sugito, merasakan gerakan tubuh Dewi yang semakin tak beraturan Parmin mengalihkan ciuman-ciumannya ke payudara Dewi, kedua payudara dan puting susunya bergantian dihisap dan dijilati oleh Parmin, tangan kirinya memeluk punggung Dewi sementara tangan kanannya bergantian meremas-remas payudara Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooogghhhh…..aaaagghhhhh…aaakhhuuu…gaakkk..tahan laagiiii….,,oohhh…aku keluaarr… sssshhhh aaaacchhh,” Dewi melenguh dan mendesah saat mencapai puncak kenikmatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ssseerrrr……ssseeeerr…..lahar kenikmatan Dewi menyembur dari lubang senggamanya…Sugito merasakan hangatnya cairan kenikmatan Dewi, tanpa segan-segan Sugito menghisapnya dalam-dalam…semua cairan kenikmatan Dewi tertelan oleh Sugito…tubuh Dewi mengejang menikmati pencapaian puncak kenikmatannya ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah ombak kenikmatannya mereda, Dewi mengajak Sugito dan Parmin untuk meneruskan aksi mereka diruang tidurnya, sesampainya ditempat tidur Dewi berduduk dipinggir tempat tidur dan menyuruh kedua orang itu untuk membuka pakaian yang mereka kenakan, Dewi terperangah saat melihat tubuh telanjang Parmin, kontol Parmin ternyata lebih besar dari punya Sugito sementara panjangnya hanya lebih panjang sedikit dari punya Sugito.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat kontol Parmin yang sudah ngaceng tanpa sabar lagi Dewi segera meraih kontol Parmin itu dan mulai menciumi, menjilati dan mengulum-ngulumnya, lenguhan dan desahan Parmin bersahutan dengan decakan mulut Dewi yang sedang asyik bermain dikontolnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat Dewi mulai beraksi dengan kontol Parmin, Sugito tidak mau membuang waktu lagi, didorongnya tubuh Dewi sehingga Dewi terlentang diatas tempat tidur, sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang Dewi tidak mau melepaskan pegangan dan kulumannya di kontol Parmin, sehingga membuat Parmin sedikit kelabakan mengikuti tarikan tangan Dewi di kontolnya, dengan bertumpu diatas kedua lututnya Parmin bersujud disamping kepala Dewi, sementara tangannya mengangkat kepala Dewi dan menahan posisi kepala Dewi sehingga Dewi dengan leluasa bermain dikontolnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sugitopun segera beraksi dengan mengangkangkan kaki Dewi, diselipkannya kepala kontolnya dibelahan bibir kemaluan Dewi, slleeeppp….dengan perlahan-lahan Sugito mulai menekan kontolnya, kontol Sugito mulai merangsek masuk kedalam lubang kemaluan Dewi…. Bleeessss…..ssrrrttttt….blleeesss….sssrtttt…..akhi rnya kontol Sugito terbenam seluruhnya didalam lubang kenikmatan Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat lesakan kontol Sugito di dalam lubang kemaluannya Dewi merasakan kenikmatan yang sangat, lenguhannya terdengar ditengah-tengah suara kulumannya dikontol Parmin, sementara matanya merem-melek merasakan kenikmatan gesekan kontol Sugito dimemeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">“ssllruppp…hhhmmmhhh…aaaagghhhh…..sssshhsss…sssllr rpppp….ooohhh….hhhmmmm,” Dewi melenguh saat merasakan kontol Sugito mulai menerobos lubang kenikmatannya sambil mengulum-ngulum kontol Parmin.</p>
<p style="text-align: justify;">Sugito mulai memaju-mundurkan kontolnya, ssssrrrttt….bleeesss…..sssrttttt….bleeesssss… kontol Sugito mulai keluar masuk di memek Dewi, Sugito bergerak dengan perlahan-lahan ia ingin betul-betul merasakan geseran dinding vagina Dewi di batang kontolnya, lama-lama ritme gerakannya mulai meningkat, seiring dengan memuncaknya nafsu birahi Sugito.</p>
<p style="text-align: justify;">Biarpun kali ini untuk kedua kalinya Sugito merasakan jepitan memek Dewi dikontolnya, tapi Sugito merasakan memek Dewi betul-betul sempit, sempitnya lubang kenikmatan Dewi membuat Sugito merem-melek, lenguhan dan dengusan terdengar dari mulutnya, bersahutan dengan lenguhan dan desahan Dewi dan Parmin yang juga sedang sama-sama menikmati persetubuhan ini, sementara Dewi betul-betul merasakan kenikmatan senggama yang baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Baru sekali ini Dewi merasakan mulut dan memeknya penuh dengan kontol secara berbarengan, tak lama berselang saat Dewi sedang asyik-asyiknya merasakan kedua kontol itu keluar masuk di mulut dan di memeknya, Sugito menghentikan gerakannya dan mencabut keluar kontolnya, kemudian Dewi melihat Sugito merangkak keatas tempat tidur lalu duduk bersandar disandaran tempat tidur lalu Sugitopun mengangkangkan kakinya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aku udah mau keluar…tapi aku ingin ibu memuaskan kontolku dengan mulut ibu, Min, giliranmu sekarang menggenjot memek ibu tuch,” kata Sugito sesaat setelah ia duduk bersandar.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar itu Parmin menarik kontolnya yang sedang berada digenggaman tangan dan dikuluman mulut Dewi, Parmin menarik bangun Dewi dan menyuruh Dewi untuk merangkak, dan Parmin mengarahkan kepala Dewi tepat berhadapan dengan kontol Sugito, ditekannya kepala Dewi sehingga kepala kontol Sugito bersentuhan dengan mulut Dewi, Dewi mengerti keinginan mereka, kemudian Dewi mulai membuka mulutnya dan mulai mengulum-ngulum kontol Sugito, Sugito mulai mengerang-ngerang merasakan hisapan dan kuluman mulut Dewi dikontolnya, sementara itu Parmin mulai beralih kebelakang Dewi dan mulai mengarahkan kontolnya kelubang memek Dewi, diselipkannya kepala kontolnya di bibir vagina Dewi, dan perlahan-lahan Parmin mulai mendorong masuk kontolnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sleeepppp….bleessss…. kontol Parmin yang lebih besar ukurannya dari punyanya Sugito mulai menerobos masuk kedalam lubang vagina Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuggghhhh…..peelaaannn….hhmmmhhh…ssshhhh…ssssllrr rpppp..,” Dewi melenguh saat kontol Parmin mulai melesak masuk, ia merasakan memeknya seperti robek saat kontol Parmin mulai melesak masuk itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar itu Parmin mendiamkan gerakannya, ia memberikan kesempatan kepada lubang vagina Dewi untuk beradaptasi dengan ukuran kontolnya, beberapa saat kemudian dengan sekali sentakan Parmin menekan kontolnya dalam-dalam dilubang vagina Dewi, perbuatannya membuat Dewi menjerit, tapi yang terdengar dari mulut Dewi hanya gumaman saja karena gerakan Parmin tadi membuat tubuhnya terdorong kedepan dan akibatnya kontol Sugito masuk hampir seluruhnya kedalam mulut Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hhhhmmppphhhh……sssssllrrrpppppp..”Dewi menjerit tertahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewi merasa memeknya seperti sobek, tapi ia juga merasakan kenikmatan yang sangat, Dewi merasakan denyutan di batang kontol Parmin yang terjepit erat oleh dinding vaginanya, dan ia sendiri merasakan otot dinding vaginanya berdenyut juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewi mulai merasakan Parmin dengan perlahan-lahan menarik kontolnya…gesekan batang kontol Parmin didinding vaginanya membuat Dewi merem-melek karena kenikmatan yang sangat, sementara karena gerakan menarik Parmin membuat tubuh Dewipun tertarik kebelakang dengan sendirinya mulutnya mulai bergerak juga, kontol Sugito yang hampir terbenam semuanya didalam mulutnya perlahan-lahan mulai keluar sedikit-demi sedikit dari kuluman mulut Dewi, kemudian Parmin mulai mendorong kembali kontolnya masuk kedalam lubang senggama Dewi sehingga membuat kontol Sugito mulai melesak masuk lagi kedalam mulut Dewi, Sugito merasakan kenikmatan yang luarbiasa saat kontolnya tergesek-gesek oleh mulut Dewi, lenguhan-dengusan dan desahan dari mereka bertiga kembali terdengar, keringatpun mulai mengalir keluar dari tubuh mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan maju-mundur Parmin mulai tidak beraturan, sementara pantat Sugitopun semakin terangkat, kedua tangannya memegangi kepala Dewi, tubuhnya mengejang, Dewipun mulai merasakan hal yang sama dengan Sugito dan Parmin, puncak kenikmatan dari persetubuhan mereka hampir mereka raih, lenguhan dan desahan Dewi semakin sering terdengar, kepala Dewi semakin cepat naik turun dan tidak seirama lagi dengan gerakan maju mundur Parmin, sementara Dewipun mulai menggerakkan pantatnya untuk menyambut sodokan Parmin.<br />
Akhirnya puncak kenikmatan itu mereka raih hampir berbarengan, dimulai dengan Sugito yang melenguh panjang lalu Dewi dan terakhir Parmin yang melepaskan lahar kenikmatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohhhhh…..aaaakkuuuu….keeellluaaaarrr….,’ Sugito melenguh panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Creeeetttt…..ccccreeeetttt…cccreeet….. kontol Sugito menyemprotkan cairan kenikmatannya di mulut Dewi, disambut dengan lenguhan Dewi yang juga merasakan puncak kenikmatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Akkhuuuu…juuuggaaa….ooohhhhh…sssssllrppppp….sslll rpppp….,” Dewipun melenguh sambil menelan sperma Sugito yang keluar dalam mulutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sssseeerrr….ssseeerrr….ssseerrrr….. vagina Dewi menyemburkan lahar kenikmatannya, Parmin merasakan semburan hangat dibatang kontolnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Akkuuuu….kheeellluaaaarr….juuggaaaa….aaaaggghhhh… .eeenaaakkk ssekalii…,” lenguhan Parmin terdengar merasakan puncak kenikmatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Creeeettt….creettt…creettt…..kontol Parmin menyemburkan lahar kenikmatannya didalam lubang vagina Dewi, Dewi merasakan kehangatan sperma Parmin didinding vaginanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nampak tubuh mereka bertiga mengejang menikmati puncak kenikmatan dari persetubuhan ini. Setelah badai nafsu mereka mereda serta tetesan terakhir dari lahar kenikmatan mereka telah menetes, akhirnya tubuh merekapun terkapar kelelahan, nafas mereka terlihat masih memburu, mata mereka terpejam merasakan sisa-sisa kenikmatan yang baru saja mereka raih.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>Bagian 2</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jam di dinding kamar Dewi menunjukkan pukul 02.00 pagi, saat itu Dewi terbangun dari tidurnya dan ia baru menyadari bahwa sehabis pergumulan semalam dengan Sugito dan Parmin yang cukup menguras tenaganya, ia jatuh tertidur begitu pula dengan Sugito dan Parmin yang ikutan jatuh tertidur dengan posisi keduanya memeluk tubuhnya, hawa dingin AC di kamarnya membuat Dewi kembali bergairah ingin disetubuhi kembali oleh kedua orang ini, nafsu birahinya kembali bangkit membayangkan kejadian semalam, perlahan-lahan kedua tangannya menggapai kebawah mencari kedua batang kemaluan Sugito dan Parmin.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian setelah kedua batang kemaluan itu berada dalam genggamannya, dengan lembut kedua kontol itu diremas-remasnya, perlahan-lahan kedua batang kemaluan itu bangun, seiring dengan semakin menegangnya kedua batang kemaluan itu, siempunya barangpun mulai melenguh menikmati remasan-remasan tangan halus Dewi, mata mereka masih terpejam tapi naluri lelaki mereka sudah bangun terlebih dahulu, Dewi yang mendengar lenguhan mereka semakin bernafsu meremas-remas kedua batang kemaluan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua batang kemaluan mereka sudah betul-betul tegang dan siap untuk berperang dengan kemaluan Dewi yang sudah mulai basah, setelah merasakan bahwa kedua batang kemaluan mereka betul-betul tegang Dewi mulai bangkit dari posisi tidurnya kemudian Dewi mulai berjongkok diatas tubuh Parmin, perlahan-lahan batang kemaluan Parmin diarahkan kelubang kemaluannya, dioles-oleskannya kepala kontol Parmin dengan bibir vagina dan kelentitnya, Dewi melenguh kegelian merasakan gesekan kepala kontol Parmin dikelentit dan dibibir vaginanya, selang beberapa saat kepala kontol Parmin ia selipkan di lubang kemaluannya…sleepp…, kemudian perlahan-lahan Dewi mulai menurunkan pantatnya…bleessss… srrttt…bleesss…., kontol Parmin mulai masuk perlahan-perlahan dilubang kemaluan Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aaggghhh…sssshhhh…oouughhh…” terdengar Dewi melenguh menikmati terobosan kontol Parmin dilubang kenikmatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ouuuuggghhh………..” Parminpun melenguh menikmati jepitan vagina Dewi di batang kemaluannya, kedua matanya mulai perlahan-lahan terbuka.</p>
<p style="text-align: justify;">kontol Parmin akhirnya terbenam seluruhnya di lubang kenikmatan Dewi, Dewi merasakan kembali lubang kenikmatannya penuh sesak oleh jejalan batang kemaluan Parmin yang besar, sesaat Dewi tidak melakukan gerakan, ia ingin merasakan denyutan-denyutan batang kemaluan Parmin didinding lubang kenikmatannya, Dewi merasakan sensasi yang luar biasa saat batang kemaluan Parmin berdenyut-denyut sehingga membuat dinding lubang kenikmatannyapun berdenyut juga menimpali denyutan yang dibuat batang kemaluan Parmin, Parmin sendiri merasakan batang kemaluannya seperti diremas-remas dengan lembut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aagghhhh….ssshhhh…aaaaahhh..kooontolllmmuu enak sekaliiii…” Dewi mengerang keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Memeeeekk..ibuu…ssshhhh…aaaahhhh…juga enaakkk….bissaaa…ngempoot…” Parmin juga merintih keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Erangan mereka berdua membuat Sugito terbangun, dan ia melihat Dewi sudah menduduki Parmin dan tangan Dewi sedang memegangi kontolnya yang sudah tegang, tidak menunggu diperintah Sugito mulai bangun dan mulai menyerbu tubuh Dewi, mulutnya mulai menyerang kedua payudara Dewi bergantian dengan tangannya, saat mulutnya menjilati dan menghisap payudara yang kiri, tangannya meremas-remas dan memilin-milin payudara yang kanan, aksi Sugito membuat rintihan dan erangan Dewi semakin menjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ouugghhh…ssshhhh…aaaahhh…ggeeeliii….ouughhh..teru sss…yaaa….hisaaappp..putingku….ooohhh…niikkmmaatt… ” Dewi merintih keenakan dan kegelian.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat itu Parmin tidak mau diam, kedua tangannya memegang pantat Dewi menyangga posisi Dewi yang sedang berjongkok diatas tubuhnya, lalu Parminpun memulai gerakannnya, perlahan-lahan pantatnya mulai naik turun ssrrtttt…bleesss…ssssrrrttt…bleesss, kontolnya keluar masuk dilubang kenikmatan Dewi, aksi Sugito dan gerakan Parmin membuat rintihan Dewi semakin menjadi-jadi, Dewi dibuat merem-melek oleh aksi mereka berdua, Dewi merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa berbeda dari yang ia rasakan semalam.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewi tidak dapat bertahan lama menghadapi serangan kedua orang ini, puncak kenikmatannya sudah hampir diraihnya, lenguhannya semakin sering terdengar, tubuhnya mulai bergetar menikmati serangan kedua orang ini, tiba-tiba tubuh Dewi mengejang, tangannya memeluk erat Parmin sementara pantatnya ia tekan dalam-dalam menyambut sodokan Parmin, kemudian gerakan tubuhnya terdiam,</p>
<p style="text-align: justify;">“Ouuugghhhh….aaagghhhh…..nniikkmaat…aakuuu…keeellu uaaarr…sssssshhhh…aagghhhhh” Dewi mengerang menikmati puncak kenikmatannya yang berhasil ia raih.</p>
<p style="text-align: justify;">Creet…sssssrrrr…ccreett…sssrrr…</p>
<p style="text-align: justify;">Dinding vaginanya berdenyut-denyut kencang saat lubang kenikmatannya memuntahkan lahar kenikmatannnya, Parmin merasakan hangatnya cairan kenikmatan Dewi yang menyembur membasahi batang kontolnya, dan Parmin merasakan denyutan-denyutan yang sangat kuat meremas-remas batang kontolnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesaat Dewi tengkurap diatas tubuh Parmin, nafasnya memburu, matanya terpejam merasakan kenikmatan yang baru saja ia rengkuh, Parmin dan Sugito membiarkan Dewi menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja direngkuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oohh…nikmat sekali..hhmmmh…”Dewi bergumam sambil matanya masih terpejam, sementara bongkahan pantatnya terlihat mengejut-ngejut, nampaknya lubang kenikmatan Dewi masih menyemburkan sisa-sisa cairan kenikmatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Parmin dengan lembut mulai menciumi Dewi, bibir Dewi dipagutnya dengan lembut yang dibalas oleh Dewi, kedua lidah mereka bertautan, melihat kedua orang itu berpagutan Sugito perlahan-lahan memulai kembali aksinya dengan menciumi punggung Dewi sementara tangannya mulai meremas-remas kedua bongkahan pantat Dewi dengan lembut, ciuman-ciuman Sugito dan remasan-remasan tangan Sugito dikedua bongkahan pantatnya membuat Dewi menggelinjang kegelian, sementara Parmin tidak melepaskan lumatan-lumatan dibibir Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hhhhhmmmmhhh…slllllrrppp….hhhhmmm…sssllrrppp…” Dewi dan Parmin bergumam dan melenguh bersamaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu ciuman Sugito perlahan-lahan semakin menurun kebawah kearah pantat Dewi, Dewi semakin menggelinjang kegelian, entah apa yang merasuki Sugito atau karena Sugito pernah melihat film BF yang ada “Double Penetration”, ciuman Sugito mulai beralih ke pantat Dewi, lubang pantat Dewi yang terpampang dimata Sugito tanpa merasa jijik mulai Sugito ciumi, aksi Sugito semakin membuat Dewi menggelinjang, entah kenapa Dewi merasakan nafsunya perlahan-lahan mulai bangkit kembali, tak lama berselang Sugito menghentikan ciuman dilubang pantat Dewi, Sugitopun mulai memposisikan tubuhnya dengan dibelakang tubuh Dewi yang masih tengkurap diatas tubuh Parmin, kemudian Sugito mulai mengoles-oleskan kepala kontolnya dilubang pantat Dewi, aksinya ini membuat Dewi menggelinjang karena geli dan kaget, tapi Dewi tidak dapat berbuat banyak karena tubuhnya sedang dipeluk dengan eratnya oleh Parmin, Dewi hanya bisa pasrah merasakan gesekan-gesekan kepala kontol Sugito dilubang pantatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eeehhh….Git!..aaapppaa..yang kamu lakukan…ooohhh…..geelii….jjanggaan..dimasukkan kontolmu kesitu…sssshhh…” Dewi merintih kegelian dan ketakutan, Dewi takut kalau Sugito memasukkan kontolnya kelubang pantatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tenang bu, nanti juga enak..ibu pasti ketagihan…” Sugito menjawab dengan tenang.</p>
<p style="text-align: justify;">Sleeppp….Sugito menyelipkan kepala kontolnya dilubang pantat Dewi, Dewi mengerang saat lubang pantatnya mulai disesaki kepala kontol Sugito, Dewi tidak dapat berbuat banyak, karena pelukan Parmin yang erat ditubuhnya dan tangan Sugito yang memegangi pinggangnya, yang hanya Dewi bisa lakukan hanya menggerakkan kepalanya, Dewi merasakan perih saat kepala kontol Sugito mulai menerobos lubang pantatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Srrttttt…bleeesss…ssssrrrttt….bleessss…ssssrttt…bl leessss….perlahan-lahan Sugito mulai mendorong masuk kontolnya dilubang pantat Dewi, Sugito merasakan jepitan lubang pantat Dewi sangat ketat sekali melingkari batang kemaluannya, dan Sugito merasakan ketatnya gesekan dinding lubang pantat Dewi dibatang kemaluannya, sementara Sugito merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa dengan jepitan lubang pantat Dewi, Dewi sendiri merasakan kesakitan dan perih yang luar biasa dilubang pantatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ouugghhh….sssshhhhh…sssaaakkkitttt..peeriihhh…uuu gghhh….amppuunn..Git..cabut kontolmu …peeriihh..ssshhh…saakiittt…” Dewi menjerit kesakitan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Shhh…aaggghh…sssebeeentar bu,…nanti perihnya juga hiilllaang…nnantiii..ibu juga akan merasakan eenaaakkk…” Sugito menjawab.</p>
<p style="text-align: justify;">Bleessss…..Dengan sekali hentakan akhirnya seluruh batang kemaluan Sugito terbenam seluruhnya di lubang pantat Dewi, hentakan Sugito membuat Dewi melenguh kesakitan, sementara Sugito sendiri dan Parmin merasakan kenikmatan yang sangat luarbiasa, mereka merasakan jepitan dikontol mereka sangat erat sekali, baik Sugito maupun Parmin merasakan kedutan-kedutan yang tiada taranya, selain kedutan-kedutan dari dinding kedua lubang Dewi mereka masing merasakan kedutan-kedutan batang kemaluan mereka, Sugito merasakan kedutan batang kemaluan Parmin, Parmin sendiri merasakan kedutan batang kemaluan Sugito.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama berselang Sugito dan Parmin mulai memaju-mundurkan kontol mereka, mereka tidak memperdulikan jeritan kesakitan Dewi, yang mereka pikirkan saat ini adalah kenikmatan yang sangat luar biasa, nampak kontol mereka keluar masuk dengan perlahan dikedua lubang Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ssrrrttt…bleess….ssrrtttt…bleesss….ssrttt…bleeess…</p>
<p style="text-align: justify;">“Ouughh….aaagghhh..enak..sekallii….” Sugito melenguh keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iyaaahh…memeknya …jaddiii.,..ttaammbah seempitt…mememang.,…eenaakk..” Parminpun mengerang keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ouughh….ssaakiiit…sudaaaahh…akkuu….tidddakk..kkua tt…pperiihhh…ooouughhh..ampunn..” Dewi merintih kesakitan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sugito dan Parmin mendengar rintihan Dewi bukannya menghentikan gerakan mereka, tapi malah menambah ritme gerakan mereka… gerakan kontol mereka semakin cepat keluar masuk dilubang kemaluan dan pantat Dewi. Gerakan keluar masuk kontol mereka semakin lancar dikarenakan lubang kemaluan Dewi yang semakin banyak mengeluarkan cairan pelican ini, dan kedua kontol mereka yang juga semakin banyak mengeluarkan cairan pelicinnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlahan-lahan rintihan kesakitan Dewi berganti menjadi erangan dan lenguhan kenikmatan, rasa perih yang tadi dirasakan oleh Dewi berganti menjadi rasa nikmat yang belum pernah Dewi alami selama ini, Dewi mulai bisa merasakan gesekan-gesekan kedua batang kontol Sugito dan Parmin pada dinding lubang kemaluan dan pantatnya. Terlebih Dewi merasakan sensasi yang sangat luarbiasa pada dinding yang membatasi antara lubang vagina dan lubang pantatnya, karena didinding itu ia merasakan pergesekan yang sangat luar biasa. Dewi merasakan kontol Parmin dan Sugito menggesek-gesek dinding tersebut dengan eratnya, mata Dewipun dibuat merem-melek, lenguhan-lenguhan kenikmatannya semakin kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ouughhh….sssshhh…aaaaghhh…enaakk…sssshhh..terusss ….aaaagghhh….oouughhh….kontoooolll…kalian mmeemmbuuaatkkkuu….mellaaayang….oougghh….terusss…. .jjangaan..berhenti..” Dewi meracau keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Akkuu…ssudah…bbillanng…tadi…pasti ….. ibuuuu…akaaaann..keeenakaann…hhhhmmmm… lubang pantat ibu gaaakkk…kalahh..dengan…hhmmm….aaaggg…mmeemek ibu…enaakknya..’ Sugito menjawab sambil mengerang keenakan..merasakan sempitnya lubang pantat Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iyaaahhh…akuu juggaaa…keeenakaan..memeknya tambah seeempiitt…niiihhh…aaaagghhh… ooughhh…aakuu juga pengen nyobaaiiinnn…anusssnya …nanti…” Erang Parmin yang juga sedang merasakan kenikmatan yang sangat luarbiasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Keringat mereka semakin banyak keluar, bunyi beradu tubuh mereka yang penuh dengan keringat menambah nafsu mereka semakin memuncak, lenguhan dan erangan mereka semakin sering terdengar, gerakan kontol Parmin dan Sugito semakin cepat keluar masuk di kedua lubang Dewi, tak lama berselang gerakan tubuh Sugito dan Parmin semakin tidak beraturan, nafas mereka semakin memburu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ouugghhh…akuuu…tidakk..tahhaan…lagi…akku…mmaaaau. .keluuaaarr…aarrrgghhh…sshhss …..eenaaakkk…memmekkmm…ibbuuu….” Parmin mengerang keenakan saat merasakan puncak kenikmatan yang berhasil ia rengkuh kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iyyyaaaa….aargghhhh…akuuu…jugga..tidak….taahhhaan n…llagii…aakuuu…juga..mau..keluar…oouggghh…eenaaak kk..betul…ngentooottt….sssaaama..ibuuu…..” Sugito pun mengerang menimpali erangan Parmin, iapun merasakan puncak kenikmatannya yang berhasil direngkuhnya kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">“Akkkuuu……jugggaaa….oouggghhh….aaaaaaarrghhh…..kon tooooll…kaliiiaaannn…mmemang.. betulll….eenaaakkk…..aaaaahhhh..sssshhh….akkuuu…be tuuulll…pppuuaaasss…oohhhh..” Dewi melenguh keenakan menyambut penggapaian dari puncak pendakian kenikmatanya yang untuk kedua kalinya ia capai di dinihari ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Creeettt…ssrrrrr….creetttt…ssssrr….ccrreettt..sssr r….ccreettt….lahar kenikmatan mereka menyembur berbarengan, kemaluan mereka mengejut-ngejut bersamaan menembakkan cairan kenikmatan mereka, tubuh mereka mengejang bersamaan, erangan dan lenguhan mereka terdengar bersahutan.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya setelah tetes terakhir dari lahar kenikmatan mereka keluar dari kemaluan mereka, dan badai nafsu mereka mereda, ketiganya terkapar, tubuh mereka terlentang berdampingan sementara nafas mereka masih memburu, dan mata mereka terpejam menikmati sisa-sisa dari pergulatan birahi mereka yang baru saja mereka raih sampai kepuncaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pergulatan mereka bertiga masih dilanjutkan terus sampai matahari terbit, dengan berbagai perubahan posisi, kadang Parmin yang menggarap lubang pantat Dewi sementara Sugito menggenjot memek Dewi dari bawah, atau Sugito menggenjot anus Dewi dengan gaya doggie style sementara Parmin didepan memaju-mundurkan kontolnya dimulut Dewi, berbagai posisi mereka coba dan nafsu Dewi betul-betul terlampiaskan oleh aksi Parmin dan Sugito.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/dewi-budak-nafsu-sugito-dan-parmin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tante Dewi Doyan Brondong</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/tante-dewi-doyan-brondong/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/tante-dewi-doyan-brondong/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 15:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[brondong]]></category>
		<category><![CDATA[dewi]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1310</guid>
		<description><![CDATA[Mukanya parah hahaha.. tapi gak apa apa cuy ,yang penting memeknya masih menggigit :p]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mukanya parah hahaha.. tapi gak apa apa cuy ,yang penting memeknya masih menggigit :p</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1311" title="tante-dewi-lonte-doyan-brondong-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1312" title="tante-dewi-lonte-doyan-brondong-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-2-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1313" title="tante-dewi-lonte-doyan-brondong-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1314" title="tante-dewi-lonte-doyan-brondong-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1315" title="tante-dewi-lonte-doyan-brondong-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-5-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-1310"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1316" title="tante-dewi-lonte-doyan-brondong-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1317" title="tante-dewi-lonte-doyan-brondong-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1318" title="tante-dewi-lonte-doyan-brondong-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-8-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1319" title="tante-dewi-lonte-doyan-brondong-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/tante-dewi-lonte-doyan-brondong-9-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/tante-dewi-doyan-brondong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dewi Maniak Seks &#8211; Pesta Ulang Tahun Anaknya Bagian 7 (tamat)</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/dewi-maniak-seks-pesta-ulang-tahun-anaknya-bagian-7-tamat/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/dewi-maniak-seks-pesta-ulang-tahun-anaknya-bagian-7-tamat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[anal seks]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[anus]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[dewi]]></category>
		<category><![CDATA[hani]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[nita]]></category>
		<category><![CDATA[pantat]]></category>
		<category><![CDATA[pesta seks]]></category>
		<category><![CDATA[siska]]></category>
		<category><![CDATA[theesome]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1087</guid>
		<description><![CDATA[Gerakan Doni yang sedang menyodok-nyodokkan batang kemaluannya didalam lubang pantat Nita semakin bertambah gencar, akibatnya tubuh Nitapun maju mundur dengan cepat, kontol Roni yang sedalam cengkraman memek Nitapun ikut keluar masuk dengan cepat, sementara batang kemaluan Parmin dengan sendirinya keluar masuk mulut Nita seirama dengan gerakan maju mundur tubuh Nita, kedua payudara Nita berguncang maju [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Gerakan Doni yang sedang menyodok-nyodokkan batang kemaluannya didalam lubang pantat Nita semakin bertambah gencar, akibatnya tubuh Nitapun maju mundur dengan cepat, kontol Roni yang sedalam cengkraman memek Nitapun ikut keluar masuk dengan cepat, sementara batang kemaluan Parmin dengan sendirinya keluar masuk mulut Nita seirama dengan gerakan maju mundur tubuh Nita, kedua payudara Nita berguncang maju mundur menerpa wajah Roni, Roni menyambut dengan mulutnya dan menghisap-hisap payudara Nita bergantian.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hhhmmmpp….sssllrrppp…hmmmppp…ssslrrppp…sssshhh…hh mmppp..aaaahh..sslrrpp… aahh …hhmmpp..ssslrrpp…ssshhh….hhmmmppp…sslrrppp…,”deng usan Nita terdengar disela-sela kesibukannya menyepong batang kemaluan Parmin.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uughhh…nikmat terus emot kontolku…aaahh…uuggghh….aahhh..,”Parmin melenguh menikmati sepongan Nita.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hhhhmmpp.ssslrrppp…hhmm…ssslrpp…ooohhh..ssslrrpp. .hhmmpp…aaahhh…hhhmmpp,”Roni menggumam sambil terus menghisap-hisap tetek Nita.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohh..tante….enak betul anus tante…aaahh… nikmat….ooohh…,”Doni mengerang keenakan sambil terus mempercepat gerakannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohh…terus…entot…akuuu…oohh…sshhhh…hmmmppp….aaah h…enakk…nikmat…. ooohhh ….yang dalam…yang kuat…hhmmppp sslrppp….terus puaskan aku….ooohh..hhmmppp..ssllrpp …sshhh..aahh…hhmmpp..sslrrpp…,”desahan Nita terus terdengar disela-sela kesibukannya menyepong kontol Parmin.</p>
<p style="text-align: justify;">Selang tak lama tubuh mereka berempat bergetar dengan hebat, tubuh mereka meregang, puncak kenikmatan yang dinanti-nantikan oleh mereka akhirnya datang juga, tubuh mereka kelojotan, gerakan tubuh mereka semakin tidak beraturan, hampir secara bersamaan mereka mengerang, kemaluan merekapun hampir berbarengan memuntahkan lahar kenikmatan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Ccreeeettt..c.creeettt…ccreeett..ssrrr…sssrrr..ccr eeettt..creettt..creett..ssrrr..ssrrr… ketiga lubang Nita dipenuhi oleh pejuh yang menyembur keluar dari batang-batang kemaluan Doni, Roni dan Parmin, Roni merasakan hangatnya lahar kenikmatan Nita menyirami batang kemaluannya, Roni merasakan denyutan kuat dinding vagina Nita seolah meremas-remas batang kemaluannya, lubang pantat Nitapun ikut mengempot kuat saat Nita mencapai klimaksnya itu, Doni merasakan batang kemaluannya seolah dipijat-pijat oleh lubang pantat Nita, sementara Parmin menikmati sedotan kuat dibatang kemaluannya karena saat Nita sedang merengkuh puncak kenikmatannya itu Nita menyedot kuat-kuat batang kemaluan Parmin.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuggghhh….gillaa..sedotannya…aaaku aaahhh…nikmat sekali…,”Parmin mendengus saat merasakan batang kemaluannya yang saat itu sedang memuntahkan cairan sperma disedot kuat-kuat oleh Nita, air pejuhnya langsung masuk dan ditelan oleh Nita.</p>
<p style="text-align: justify;">“Akku keluar..ooohh…nikmat betul….enak..Tante..enak…ooohh…pantatmu…ini oohh…,”Doni mengerang keenakan merasakan empotan lubang pantat Nita.</p>
<p style="text-align: justify;">“Akku juga..ooh…batang kontolku seperti diremas-remas…aahh..oohh..,”Roni melenguh matanya merem melek menikmati pijatan-pijatan dinding vagina Nita di batang kemaluannya.<br />
<span id="more-1087"></span><br />
“Hhhmmpp…glleekk..ssllrrppp…gleeekk…ssllrrppp…aaah h…nikmat…sslrrpp..gleekk…oohh…. aku keluar…puas aku…ssslrrpp..gleekkk…ssslrrppp..gleekk..aahh…kontol-kontol kalian betul… betul hebat..ooohh…nikmat sekali…,”Nita merintih keenakan ditengah kesibukannya menghisap pejuh Parmin.
</p>
<p style="text-align: justify;">Suara erangan dan rintihan mereka berempat hampir bersamaan dengan erangan Gito yang baru saja mencapai puncak kenikmatannya juga, saat Gito terkapar kelelahan dan sedang menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja dicapainya, keempat orang ini juga sama-sama menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja mereka rengkuh.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuughh…aaahhh…ssshhh..hhhmmpp…ssslrpp…hhhmmppp..s sslrrpp..aahh..sshh..oouuhh…. hhmmppp..sslrrppp..hhhmmpp..sslllrppp..aaahhh…enak …terus entot aku..buat aku puas…. Oohh …hhmmpp..sslrppp…sshhh…,”Hani merintih-rintih keenakan sambil mulutnya sibuk mengulum-ngulum batang kemaluan Udin.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uugghh…kalian betul-betul jantan…oohh..ini yang aku butuhkan selama ini…ssshhh..aahhh… hmmmppp..ssslrppp…aaahh…hmmmpp…slllrppp…nikmatnya… enak sekalliii…hmmpp..sllrpppp …aaaahh…ssshhh….hmmppp…slrrrppp…,” tak hentinya Hani merintih-rintih keenakan menikmati genjotan batang-batang kemaluan Dedi dan Anto.</p>
<p style="text-align: justify;">Dedi dan Anto bekerja sama dengan baik saat mereka mengeluar masukkan batang kemaluan mereka, saat mereka mendorong maju batang mereka, merekapun menekannya dalam-dalam, sehingga dinding rahim Hani tersentuh oleh ujung kepala kontol Anto.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu Udin yang sedang menikmati permainan mulut Hanipun merem melek menikmati sedotan-sedotan kuat Hani, pipi Hani menjadi kempot saat ia menyedot kuat-kuat itu, tubuh Udin menggigil keenakan dibuatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uughh..gila sedotannya….enak..aahhh…terus sedot Bu, terus…buat aku muncrat…ooohh…. Aaahhh….nikmat betul ….,” Udin mengerang keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Lubang pantatnya sempit banget bih…ooohhh….enak betul…ooohh….Tantteee…enak..betul.. kontol anusmu …. Aaahhh…sedaapp…,”Dedi mengerang juga.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tanteee…memekmu..aaahh…hhmppp…sslrppp…tetekmu…mas ih mengkal…oouughh…sslrpp. Sempit bener memekmu…,”Antopun ikut mengerang merasakan jepitan yang ketat dibatang kemaluannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohhh….hhmmmppp…slrrppp..gleekk…ssslllrppp..sssh hh…aaaghhh…oouughh…kon***-***tol kalian juga enaaaaakk….besaaarr…puaskan aku…ooohh…hhmmpp…sllrppp….entot aku….yang kuat hhmppp…ssslrrrppp…ssshhh..aaahhh…tekan yang dalam….ooohh..hmmmpp…sslrrppp… enak…,”Hani semakin merintih-rintih.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tambah cepat sodokan kaliaan…ooughh…hmmpp..sslrpp…hmmppp…slrrppp…sshhaa ahhh… aku tidak tahan lagi…ooohh…sssshhhaaahhh…hhmmmppp…aaku mau kelluaar…ooohhh….yang cepat…oooghh…yang dalam….uuughh…sshhh…aaahh…entot..terus.. aakkuu…oooghh…enaakk…hhmppp…sslrrrpp…ssshh…sslrppp …sssshh..,” rintihan Hani semakin menjadi-jadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dedi dan Anto menambah cepat gerakan keluar masuk batang-batang kemaluan mereka sesuai dengan permintaan Hani, dan mereka juga merasakan hal yang sama dengan Hani, puncak kenikmatan mereka sudah diambang pintu, Udinpun merasakan hal yang sama, dengan penuh nafsu Udin mulai mencecar mulut Hani dengan cepat, kedua tangannya memegangi kepala Hani, Hani dibuat gelagapan oleh jejalan batang kemaluan Udin dimulutnya, batang kemaluan Udin semakin dalam masuk dimulutnya, setiap Udin mendorong maju batang kemaluannya anak tekak dan tenggorokan Hani tersentuh oleh batang kemaluan Udin.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan hampir bersamaan lahar kenikmatan mereka menyembur dengan kuat, creeeettt….creeettt… ssrrrrr…ccreettt..ccreett…crettt..sssrrr….sssrrr…c creeettt..ccrreeettt…</p>
<p style="text-align: justify;">“Oooohhh…aaaku keluaarr…,”pekik mereka berempat kompak, hampir bersamaan dengan pekikan Gito dan Doni cs, yang sama-sama berhasil merengkuh puncak kenikmatan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Anto, Dedi dan Udin menekan dalam-dalam batang kemaluan mereka di lubang-lubang senggama Hani, tubuh mereka meregang dan mengejut-ngejut seirama dengan berdenyutnya batang kemaluan mereka saat menyemprotkan lahar kenikmatannya, Hani menggelepar menyambut puncak kenikmatan yang berhasil ia raih, pantatnya mengejut-ngejut, vaginanya berdenyut-denyut kuat sambil memuntahkan lahar kenikmatannya dan membasahi lubang memek dan batang kemaluan Anto.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuuugghhh..uuhuukk…gleeek….uuughhh..uuhuukk…gleee kk…hhmmppp…sslrrppp…ggleekk … ssslrppp…hhmmmppp…aaahh…oooohhh….,” Hani tersedak saat kemaluan Udin menyemprotkan air pejuhnya, pejuh Udin langsung masuk tenggorokan, Hani menelan pejuh Udin yang menerobos ditenggorokannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya mereka berempat juga terkapar kecapaian menyusul Gito dan Doni cs yang baru saja terkapar juga, wajah puas terukir diwajah mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Vagina Siska yang semakin basah mempermudah keluar masuk batang kemaluan Hilman, Hilman dengan bertubi-tubi menyodokkan penisnya dimemek Siska, Siska mendesah-desah keenakan, Siska melenguh tubuhnya melenting matanya terbelalak saat ujung kepala penis Hilman menyentuh dinding rahimnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ouugghh…sshhh..aaahh…ssshhh…aahhh..hhmm..aaahh..s sshh…enak..terus…yang dalam..yang kuat…ooohh…puaskan aku…yang cepat…aah..sshhaaahh….,”rintihan Siska keluar terus menerus dari mulutnya saat menerima sodokan-sodokan penis Hilman.</p>
<p style="text-align: justify;">“Memekmu juga enaaak…Tante…uuugghhh..aaahh….nikmatnya kontol Tante…aaaghhh,” Hilman mengerang sambil terus mengeluar masukkan batang kemaluannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Rintihan Siska yang terus menerus disahuti oleh rintihan Rina yang sedang dipompa oleh Feri dan Nanang,</p>
<p style="text-align: justify;">“Ouughh…enaknya….terus pompa aku…..entot aku..puaskan..aku lagii…aagghh..ssshhh..aahhh ….kalian hebat nikmatnya dientot seperti ini…..tambah cepat…tambah dalaamm…hmmm..ahhh.. sshhh..aagghh…oooghh….,” rintih Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh Rina terlihat naik turun, kedua batang kemaluan kepunyaan Nanang dan Feri keluar masuk dengan cepat, tangan Feri menahan beban tubuh Rina dipantat sementara tangan Nanang menahannya dipinggang Rina, kerja sama Feri dan Nanang saat mengangkat dan menurunkan tubuh Rina betul-betul kompak.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewi pun tidak mau kalah dengan kedua temannya yang merintih-rintih keenakan akibat sodokan penis dilubang mereka, Dewi yang saat itu sedang menerima sodokan-sodokan Hendra di vaginanya dan Edwin di lubang pantatnya ikutan merintih meramaikan suasana yang semakin menghangat, suara rintihan Dewi sedikit berbeda dengan kedua temannya itu karena mulutnya sedang asyik menyepong penis Acep,</p>
<p style="text-align: justify;">“Hhhmmppp..sslrrppp…aaahh…sshhh…aahhh…hmmppp..ssll lrrppp…ssslrppp..hhhmppp..oohhh entot…aku..tekan…aaaahh..yang dalam…hhmmpp..sslrppp…teruss….hhmpp…aahh..sshhh…. yang kuat…uuhuukk…uuhuukk..hhmmpp..slrppp…sshhh..aahh…, ” suara rintihan Dewi bercampur dengan suara sedotan-sedotannya dipenis Acep kadang-kadang suara tersedaknya terdengar saat penis Acep masuk terlalu dalam didalam mulutnya sehingga menyentuh anak tekaknya dan dinding tenggorokkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ketiga grup ini sedang asyiknya memacu birahi mereka untuk segera mencapai puncaknya, ketiga grup ini mendengar pekikan nikmat dari Gito, kemudian disambung oleh suara jeritan puas dari kelompok Doni dan kelompok Dedi, nampaknya Gito, Doni dan kelompoknya serta Dedi dan grupnya telah berhasil terlebih dahulu mencapai titik puncak pendakian kenikmatan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga grup yang masih asyik dengan pergulatan mereka ini semakin mempercepat gerakan-gerakan mereka, mereka berlomba untuk mencapai puncak kenikmatannya masing-masing, nafas mereka semakin memburu, birahi mereka semakin menggelegak, keringat mereka semakin deras keluar dari tubuh mereka, desahan dan rintihan mereka terus menerus terdengar.</p>
<p style="text-align: justify;">Hilman semakin menggebu menggenjot penisnya keluar masuk dimemek Siska, Siska mengimbangi dengan putaran-putaran erotis pantatnya, Hilman menekan Siska memutar keatas, Hilman menarik Siska memutar kebawah, Hilman merasakan batang penisnya seperti dipilin-pilin, Hilmanpun melenguh keenakan bersahutan dengan rintihan nikmat Siska,</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuggghh…penisku..seperti.dipilin-pilin..ooohh..terus..Tante..enak..sekali…nikmat…go yangan pantatmu…persis goyangan Inul…oouughh..terus..tante…terus..putar..goyang…aa hhhh,” Hilman melenguh.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kooontoolmmu…jugaa…oooghhh….enaak…terus..tekan yang dalam…yang kuaat..agghh… enak….nikmaaat…yang cepat….puaskkaan. aku…,”Siska merintih-rintih keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Feri dan Nanangpun mempercepat gerakan tangan mereka yang menaik turunkan tubuh Rina, gerakan penis mereka semakin cepat keluar masuk dilubang vagina dan pantat Rina, secepat gerakan naik turun tubuh Rina, Rina mendesah-desah menikmati sodokan-sodokan dua batang penis, Feri dan Nanangpun melenguh keenakan merasakan jepitan kuat di penis mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oohhhh…enaakk…aaghh..terus..terus…yang cepat…yang dalam…terus..ooohh..enak sekali dientot kaliann…oooghh…aaagghh…kkooontooll..kaliann nikmaat..aaghh…sshhh..aaahhh… oohhh…,”Rina mendesah keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohh….Tante …memekmu jugaaa..enakk….oohhh…,”Feri melenguh.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iyaah..Bu…pantatmu juga sempit sekalii…ooohh…nikmat…,”Nanang melenguh.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aaaaghhh….terusssss…tekaaann…hmmppp..sslrrppp…kko ontooll..kkaaaliann..hhmmpp..sslrrpp<br />
aaaaghh..sshhh…hhmmppp…yang dalam..uuhuukk…uuhuukkk..nikmat….aaghh..ssshh..ooh h… hmmmmppp…sllrppp…,”Dewipun ikut mengerang-erang keenakan sambil tersedak-sedak saat penis Acep menyentuh anak tekak dan tenggorokannya.
</p>
<p style="text-align: justify;">“Tante….Ooohhh..ssedot punyakuuu..aaahhh..nikmat sekali seponganmu…Tante…hebat..aahhh ….terus Tantee.,..terusss..sedot yang kuattt…hhmm..aahhh…,”Acep mengerang-erang keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hendra sambil menikmati penisnya yang sedang keluar masuk di memek Dewi sibuk dengan kedua payudara Dewi yang berguncang dihadapan matanya, mulutnya bergiliran menghisap dan menjilati kedua putingnya bergiliran kiri dan kanan, tangannya aktif meremas-remas kedua payudara itu, membuat kenikmatan Dewi semakin bertambah, Edwin dengan gencarnya menyodok-nyodokkan penisnya dilubang pantat Dewi, kedua tangannya ikut membantu gerakan maju mundurnya dengan berpegangan pada pinggang Dewi, saat ia menekan masuk penisnya tangannya menarik kuat pinggang Dewi sehingga penisnya melesak masuk lebih dalam lagi dilubang pantat Dewi, bukan hanya penisnya saja yang masuk lebih dalam tetapi penis Hendrapun menyeruak masuk lebih dalam sampai ujung kepala penis Hendra menyentuh dinding rahim Dewi dengan kuat, tatkala Edwin menarik mundur penisnya tangannya mendorong maju tubuh Dewi, begitu seterusnya lama-lama gerakannya semakin bertambah cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan tubuh Hilman semakin tidak beraturan, tubuhnya dan tubuh Siska mulai bergetar, kaki Siska mulai mengait dibelakang pinggang Hilman, terlihat kaki Siska mulai meregang, pantatnya terangkat, tubuhnya melenting, matanya terpejam, dari mulutnya terdengar desahan-desahan, dan</p>
<p style="text-align: justify;">Sssssrrrr…ssrrrr…ssrrr… vagina Siska menyemburkan lahar kenikmatannya membasahi penis Hilman.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooogghhh…akuu..keluarr….nikmatt..ooghh..ssshh..aa hhh..enaak….koontollmu…betuul..betull… maaanttapp…aaghh..sshhh..aahh…oooohhh….tekan yang ddaaalllaammm….,”Siska mengerang menyambut puncak birahinya yang berhasil ia rengkuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Hilman semakin mempercepat gerakannya, dan kemudian Hilman menekan penisnya dalam-dalam dilubang memek Siska, penisnya mengejut-ngejut menyemburkan spermanya di lubang senggama Siska,</p>
<p style="text-align: justify;">Creettt…creett..creett… Siska merasakan dinding rahimnya hangat oleh semprotan sperma Hilman.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aaahhh…Tantee..aku juga keluar…memekmmu betull enak..aaaghhh…,”Hilman mengerang.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat Siska dan Hilman saling menyemburkan lahar kenikmatan mereka, Rina melenguh panjang,</p>
<p style="text-align: justify;">“Oouughhh….aaaku…keluuaaarr….aaaachhh..nikmatnya…d ieentoot..kaliann…aaahhh..sshhh… ooohhh…aaaaaahhhh…,” Rina melenguh, puncak kenikmatannya berhasil ia raih, tubuhnya bergetar hebat, pahanya terlihat mengejang, pantatnya mengejut-ngejut saat vaginanya menyemburkan lahar kenikmatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sssssrrrr…..ssrrrr…..ssssrrr….vaginanya semakin bertambah basah akibat semburan cairan kepuasan Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir bersamaan Feri dan Nanangpun mencapai puncak birahi mereka, mereka menurunkan tubuh Rina kebawah menyambut sodokan penis mereka, sehingga penis mereka menghujam dalam-dalam dilubang memek dan pantat Rina, penis mereka berbarengan mengejut-ngejut mengeluarkan pejuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Creeettt..ccreeettt…creettt…Rina merasakan hangatnya pejuh mereka berdua menyirami kedua lubangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohhh…aaku juga keluar ….Tante…eenaakkk…nikmatnya…memekmu inii…,”erang Feri.</p>
<p style="text-align: justify;">“Akku juga kkeeluar…aaaghh…aaahhh…oohhh…Bu….ooohhh..,”Nanang mengerang hampir bersamaan dengan erangan Feri.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar erangan kepuasan kedua temannya membuat Dewi semakin ingin cepat-cepat menuntaskan hasrat birahinya, tubuhnya dimaju mundurkan lebih cepat, sedotan-sedotannya semakin menggila dipenis Acep, Acep yang mendapat serangan itu menjadi kelabakan, penisnya mulai mengejut-ngejut..dan creettt..creett..creett..</p>
<p style="text-align: justify;">“Tanteee..aku keluuaar..oohh…gila sepongan Tante…aaahh..enak..betull…,” Acep mengerang, tubuhnya bergetar hebat, pantatnya ia tekan kedepan, penisnya melesak lebih dalam di mulut Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuhuukk…uuhuukk….gleeekk…uuhuukk..uuhukk..gleekk… .sssslrpp..uuhuukk…hmmppp…gleek…sslrrpp..hhmmpp…ss lrrpp…,” Dewi tersedak-sedak akibat lesakan penis Acep yang menyentuh dinding tenggorokannya dan terjangan sperma Acep ditenggorokannya yang langsung masuk mengalir kedalam perutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan Dewi terhenti sebentar saat ia sedang tersedak itu, tapi gerakan Edwin dan Hendra tidak berhenti, malahan mereka semakin meningkatkan akselarasi penis mereka dilubang memek dan pantat Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah penis Acep tuntas meneteskan tetes terakhir spermanya, Dewi kembali mengikuti gerakan Edwin dan Hendra dengan memaju-mundurkan tubuhnya menyambut sodokan penis-penis mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh mereka mulai bergetar dengan hebat, gerakan tubuh mereka mulai tidak beraturan, dan tiba-tiba dengan satu kali sentakan kuat Edwin menarik pantat Dewi kebelakang dan Edwin sendiri mendorong maju pantatnya, penisnya dan penis Hendra terbenam lebih dalam di lubang memek dan pantat Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Ccreeettt…ccreeettt…ccreeett…sssrrr…sssrrr…sssrrr… ccrreeettt..cccreett…ccreett….hampir bersamaan ketiga kemaluan mereka mengeluarkan lahar kenikmatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh mereka mengejang dan meregang, mereka bertiga menggelepar menyambut kedatangan puncak kenikmatan mereka, suara erangan mereka bersahutan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ohhh….Tantee..aku keluaar…nikmaatttnya..pantatmu ini..aaahh..ooohh..,”Edwin mengerang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Akuu juga Tanteee..aakuu…keluarr…aaahhh..meemekmu..enaak…Tan tee…,”Hendra mengerang juga.</p>
<p style="text-align: justify;">“Shhh….aaaghh…ooohhhh…koontolll..kaliann…betulll hebatt…aaku ppuaass..sekali.dientott…. oleh…kaliaan…aaaghh…ssshhh..aahhh….ssshhh..aaahh…. ,”Dewipun merintih-rintih menikmati terjangan lahar kenikmatannya yang sedang muncrat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pesta Ulang Tahun anaknya Doni berhasil Dewi rubah menjadi pesta seks yang tidak akan pernah dilupakan oleh dia ataupun teman-temannya, dan tentu juga yang pastinya tidak akan dilupakan oleh Doni beserta teman-temannya, dan sudah jelas pesta ini tidak akan dilupakan oleh Gito cs.</p>
<p style="text-align: justify;">Pesta seks ini terus berlanjut sampai matahari bersinar dengan teriknya dan mereka semua telah kehabisan tenaga serta nafsu birahi mereka semua betul-betul telah terlampiaskan, entah berapa kali mereka semua mendapatkan puncak kenikmatan dari persetubuhan itu, tapi yang jelas para lelaki yang ada dipesta ini merasakan tubuh kelima wanita itu.</p>
<p style="text-align: justify;">TAMAT.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/dewi-maniak-seks-pesta-ulang-tahun-anaknya-bagian-7-tamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dewi Maniak Seks &#8211; Pesta Ulang Tahun Anaknya Bagian 6</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/dewi-maniak-seks-pesta-ulang-tahun-anaknya-bagian-6/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/dewi-maniak-seks-pesta-ulang-tahun-anaknya-bagian-6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[dewi]]></category>
		<category><![CDATA[isep]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[rina]]></category>
		<category><![CDATA[siska]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1085</guid>
		<description><![CDATA[Nanang memagut bibir ranum Rina dengan penuh nafsu lidahnya menjulur masuk didalam rongga mulut Rina, menari-nari dengan lincahnya, dibalas oleh Rina juga dengan birahi yang tinggi, mereka berpagutan dengan liar seolah takut tidak ada hari esok untuk menikmati sensasi seks, lidah mereka bertautan. Desahan dan lenguhan Rina mulai terdengar, ini semua akibat permainan Hilman ditoketnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Nanang memagut bibir ranum Rina dengan penuh nafsu lidahnya menjulur masuk didalam rongga mulut Rina, menari-nari dengan lincahnya, dibalas oleh Rina juga dengan birahi yang tinggi, mereka berpagutan dengan liar seolah takut tidak ada hari esok untuk menikmati sensasi seks, lidah mereka bertautan.</p>
<p style="text-align: justify;">Desahan dan lenguhan Rina mulai terdengar, ini semua akibat permainan Hilman ditoketnya, Hilman dengan asyiknya meremas-remas kedua payudara Rina dengan penuh nafsu, mulutnya menyedot-nyedot kedua payudara itu bergantian kiri dan kanan, kedua putingnyapun tidak luput dari sedotan dan gigitan lembut Hilman.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohh…ssshhh…hhhmmppp…sssshh..hhmmpp…aaahhh…ooohh …hmmmpp…sshh…,”Rina mendesah manja.</p>
<p style="text-align: justify;">Feri yang melihat semua temannya sudah mulai sibuk dengan aksi mereka, iapun tidak mau ketinggalan, Feripun berjongkok diantara selangkangan Rina, kaki kanan Rina ia angkat dan ditaruh diatas sofa, sehingga vagina Rina terlihat dengan jelas dimatanya, belahan bibir vagina Rina terlihat dengan jelas didepan matanya, bulu-bulu hitam yang menghiasi selangkangan Rina tertata rapih membentuk segitiga hitam tepat diatas bibir vagina Rina, dengan penuh nafsu bibir vagina tersebut ia kuakkan sehingga kelentitnya yang masih tersembunyi mulai nampak sedikit, tanpa menunggu waktu lagi Feri mulai menyeruput kelentit Rina kuat-kuat seperti orang yang sedang menyeruput kopi, akibatnya Rina melenguh panjang menerima hisapan kuat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oooogghhh……ssshhh…hhmmmpp…aaahhh…oooohhh…eenakk.. terus…ooohh..ssshhmm.. hhmmppp…,”Rina melenguh sambil mulutnya membalas pagutan Nanang.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti Siska yang sedang kelabakan diserang tiga lelaki sekaligus, Rina juga mengalami hal yang serupa, pengalaman yang belum pernah ia alami selama ini, pengalaman yang hanya ada dalam bayangannya saja saat ia melayani lelaki yang memelihara ia.</p>
<p style="text-align: justify;">Feri semakin lincah memainkan lidah dan mulutnya di kelentit Rina, tangan Rina meremas-remas rambut Feri dan kadang-kadang menekan kepala Feri saat Feri sedang menghisap-hisap kelentitnya, tidak hanya mulut saja yang aktif tetapi tangan Feripun mulai beraksi, kedua jari tangan kanannya mulai ia selipkan masuk kedalam memek Rina, kemudian dikocok-kocoknya jari tangannya itu, memek Rina yang sudah basah semakin basah dibuatnya, tangan kiri Feripun ikut beraksi jari tengahnya mulai dimasukkan dalam lubang pantat Rina, jari tangan kirinya itu mulai mengocok-ngocok lubang pantat Rina seirama dengan gerakan jari tangan kanannya yang mengocok-ngocok memek Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hhhhmmmmpp..ssshh..aaahh…hhmmpp…terus…kocok..meme kku..oooghh..hhhmmmpp..shhhh …aaah….ooogghh…teruss…hhmmmpp…,” Rina merintih disela-sela pagutan Nanang, matanya terpejam menikmati sensasi permainan oral ketiga lelaki ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Permainan oral yang diterimanya kali ini adalah permainan oral yang pertama kalinya ia alami, sebelumnya belum pernah ia mendapatkan permainan oral seperti ini, terutama permainan Feri dikedua lubang bagian bawahnya. Gelombang birahinya menerpa sekujur tubuhnya tanpa henti, darahnya menggelegak mengalir dengan cepat, rintihannya tiada henti keluar dari mulutnya yang sedang berpagutan dengan Nanang, bersahutan dengan rintihan keempat temannya yang juga sedang menikmati serangan para lelaki itu.<br />
<span id="more-1085"></span><br />
Dari pertama Rina melangkahkan kaki keruangan ini, ia sudah sangat terangsang dengan pemandangan yang ia dapati, libido seksnya menuntut untuk dipuasi, memeknya basah dan gatal ingin merasakan sodokan-sodokan kontol.
</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh Rina terlihat bergetar hebat, kedua kakinya meregang-regang, pantatnya terlihat mengejut-ngejut mengikuti irama hisapan Feri dikelentitnya dan seolah menyambut sodokan-sodokan jari-jari tangan Feri di kedua lubangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oooogghh…hmmppp..ssshh..aaahh…kocok..terus…ooohhh &#8230;hhmmpp…sshh…aahhh&#8230;nikmat… enak …hhmmppp…aaahhh…puaskan..aku…,” Rina merintih-rintih menikmati permainan Feri di bawah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Shh..aaahh…geli terus..jilati..aku…aaahh..yach hisap tetekku…oouggh…gila…aaahh…nikmat sekali….aawww..geli…,” Rina mendesah menikmati jilatan Nanang dileher dan telinganya serta menikmati hisapan Hilman dikedua payudaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenikmatan yang dirasakan oleh Rina sungguh luarbiasa dan belum pernah ia alami selama ini, batinnya berkata ini baru dengan mulut dan jari mereka saja sudah nikmat begini apalagi kalau dengan kontol-kontol mereka yang berukuran lebih panjang dan besar dari lelaki yang memeliharanya, desahan dan rintihannya terus terdengar, berbarengan dengan suara tersedaknya Siska dan Dewi, sungguh kontras didengar suara mereka bertiga, tak lama berselang Rina melenguh panjang, kakinya bergetar hebat kedua tangannya meremas-remas rambut Feri dan menekan kepala Feri seolah Rina ingin Feri untuk menelan kelentit dan memeknya, pantatnya mengejut-ngejut, gelombang birahi yang menerpanya tidak dapat ia bendung lagi, puncak kenikmatannya berhasil ia rengkuh, kepalanya terdongak kebelakang dengan mata terpejam menikmati detik-detik pencapaian puncak kenikmatannya, sssrrrrr…..ssrrr ….sssssrrrr…sssrrrr….sssssrrr….vaginanya menyemburkan lahar kenikmatannya menyirami tangan Feri dan mulut Feri yang disambut dengan hisapan-hisapan kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oooooohh….aaaku..keluar…aaaaagghh…sshhh…aahhh…ooh h..nikmat..sekali….eenaakkk… ooogghh..sshh…aahh…aaakku puas….ssekalli…,” Rina melenguh panjang. Menyambut puncak kenikmatan yang berhasil ia rengkuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Nanang menciumi pipi, leher dan telinga Rina dengan lembut, hal yang sama dilakukan oleh Hilman yang menciumi kedua tetek Rina juga dengan lembut dan Feri yang beraksi dibawah melakukan jilatan-jilatan di bibir vagina dan kelentit Rina serta jari-jari tangannya masih tetap keluar masuk di lubang vagina dan pantat Rina tetapi dengan perlahan-lahan, semuanya aksi mereka itu semakin menambah sensasi nikmat Rina, disaat yang bersamaan lenguhan Rina disahuti oleh erangan Hadi dan Dadang yang sama-sama meraih puncak kenikmatannya, mereka bertiga hampir bersamaan menaklukkan puncak kenikmatan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">kontol<br />
Doni, Roni dan Parmin yang sedang menggarap Nita, dan juga Dedi, Anto serta Udin yang asyik mengerjai Hani, semakin bersemangat mengeluar masukkan batang kemaluan mereka di ketiga lubang Nita dan Hani, apalagi Doni sambil asyik mengembat lubang pantat Nita ia melihat pemandangan ketiga grup yang baru saja bergabung dan sedang memulai acara mereka, Dedi juga menikmati pemandangan itu, mereka berdua seolah menonton film BF tapi yang ini adalah siaran langsung, gerakan tangan mereka semakin bertambah semangat, tubuh Nita dan Hani semakin cepat maju mundur, akibatnya batang-batang kemaluan mereka semakin cepat keluar masuk di lubang senggama Hani dan Nita.
</p>
<p style="text-align: justify;">Hani dan Nita semakin mendesah dan merintih-rintih, kemaluan mereka semakin basah oleh sodokan-sodokan batang-batang perkasa itu, keringat mereka semakin banyak mengalir keluar bercampur baur dengan keringat para lelaki itu, sodokan-sodokan yang kuat dan dalam disertai hisapan-hisapan penuh nafsu dikedua payudara mereka membuat bertambahnya sensasi nikmat mereka, suara desahan dan rintihan mereka bersahutan dengan suara dari kelompok Dewi, suasana ruangan itu semakin ramai dengan suara desahan dan rintihan yang saling bersahutan dan bercampur aduk dengan suara kecipak kemaluan mereka yang beradu dan suara kecipak tubuh mereka yang sudah berkeringat itu beradu.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka berdelapan seolah sedang berlomba dengan grup Dewi untuk mencapai titik akhir dari persetubuhan mereka, terlihat batang-batang kemaluan mereka mengkilat terkena sinar lampu karena telah dibasahi oleh cairan pelicin mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan masuk keluar batang-batang kemaluan mereka sungguh teratur dan sangat kompak, dan juga menimbulkan suara yang merangsang bagi yang mendengar.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewi yang menyaksikan Doni cs yang begitu gencarnya mengerjai Nita dan Hani, juga ikut terangsang, Dewi semakin bersemangat memaju mundurkan pantatnya, batang-batang kemaluan Hendra dan Edwin bergerak keluar masuk dengan cepat seirama dengan gerakan maju mundur pantat Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Siska yang sedang dientot memeknya oleh kontol Gito juga semakin bernafsu melihat pemandangan grup Doni itu, kedua kakinya ia lingkarkan kepinggang Gito, saat Gito mendorong maju kontolnya Siska juga menekankan kakiknya sehingga batang kemaluan Gito melesak lebih dalam sehingga ujung kepala kontolnya menyentuh dinding rahim Siska.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Acep menghampiri Dewi yang sedang dientot oleh Hendra dan Edwin, iapun berdiri disamping Dewi dan menyodorkan kontolnya kemulut Dewi yang segera disambut oleh Dewi, tangan Acep sendiri mulai beraksi meremas-remas payudara Dewi yang sedang berguncang.</p>
<p style="text-align: justify;">Rina yang saat itu baru saja tuntas mencapai puncak kenikmatannya mulai terangsang kembali, dan ia memohon kepada Feri cs untuk segera mengentot lubang memeknya, kemudian Feri berdiri dan menggendong Rina, dipeganginya pantat Rina, sambil jarinya membuka lubang memek Rina dan diarahkan kebatang kemaluannya, sleeppp…kepala kontolnya terjepit lubang vagina Rina, dan bllleeessss…….dengan sekali hentakan kuat Feri menurunkan pantat Rina sehingga batang kemaluannya menerobos dengan kuat dan akhirnya terbenam seluruhnya didalam lubang vagina Rina, Rina mengerang saat merasakan sodokan kuat batang kemaluan Feri di memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuuughhh…..kontolmu besar sekali…oooohh robek memekku….tapi enaakk…aahhh…,” Rina mengerang.</p>
<p style="text-align: justify;">Nanang kemudian beralih kebelakang Rina dan mulai mengarahkan kontolnya kelubang pantat Rina, sleeeppp…kepala kontolnya mulai menerobos masuk dilubang pantat Rina, dan bbleeessss….dengan sekali sentakan kuat Nanang mendorong keatas kontolnya, batang kemaluannya hanya dapat masuk sedikit saja karena sempitnya lubang pantat Rina dan Rina sendiri menjerit dibuatnya,</p>
<p style="text-align: justify;">“Aaieee…saakiittt…aaagghh..pelaann…oooohhh…pantatk u sakit sekali…,jerit Rina kesakitan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuugghh…sempit sekali….,”Nanang mendengus, sambil mendorong lagi batang kemaluannya,</p>
<p style="text-align: justify;">Bleesss….. kontolnya masuk sedikit, bleess…… lagi hanya sedikit saja yang dapat masuk, bleesss….. Nanang menekan lagi, bleess…. Perlahan batang kemaluannya sudah masuk setengahnya. Dan Nanang mencoba lagi dengan sekali sentakan kuat ia menekan keatas sementara tangannya yang memegangi pinggang Rina menekan tubuh Rina kebawah, Bleesssss … kontol Nanang tenggelam didalam lubang pantat Rina begitupula dengan kontol Feri yang semakin terbenam kedalam memek Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuughhhhh…ssshhh…aahh…sakiiitt….tapii..enakk…oooh h…entot..aku..puaskan lagi aku..,” Rina merintih keenakan dan kesakitan, kedua tangannya memeluk leher Feri.</p>
<p style="text-align: justify;">Feri dan Nanang kemudian bekerja sama menahan beban tubuh Rina dengan kedua tangan mereka dan mulai menaik turunkan tubuh Rina, terlihat batang kemaluan Nanang dan Feri keluar masuk dikedua lubang Rina seperti piston mesin yang sedang bergerak.</p>
<p style="text-align: justify;">Gito dengan penuh semangat memompa batang kemaluannya didalam vagina Siska, ia berpacu dengan gelombang birahi yang menerpanya, Siska dibuatnya merintih-rintih keenakan akibat gocekan-gocekan kontolnya, kemaluannya bergerak keluar masuk diiringi alunan suara kecipak beradunya kemaluan mereka, dengusan Gito bersahutan dengan erangan Siska.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap mendorong batang kemaluannya Gito menekan kuat-kuat sehingga ujung kepala kontolnya mengenai dinding rahim Siska, Siska dibuat semakin keenakan akibatnya, ditambah dengan gesekan bulu-bulu kemaluan Gito yang menggelitik kelentitnya setiap Gito menekan dalam-dalam batang kemaluannya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uugghh..memekmu enak sekalii, bu. Jepitannya erat sekali dibatang kontolku…ooohh.. nikmat betul kontol* ibu ini..,”dengus Gito sambil terus menggenjot Siska.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ssshh..aah…sssh..aaahhh…enak..terus…tekan yang dalam..aahh..sshh…yang kuat… terus. Entot aku..puaskkann..aku…eeenaak…niikmatnyaa..aaahh..ss hhh..,”rintih Siska keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sodokan Gito semakin lama semakin dalam dan kuat, gerakan tubuhnya mulai tidak beraturan, dengusan penuh nafsu Gito semakin terdengar, dan plop … Gito mencabut keluar batangnya dari dalam cengkraman memek Siska, Siska merasa hampa saat Gito mencabut batang kemaluannya, dengan gerakan cepat Gito beranjak kehadapan wajah Siska dan mengasongkan kontolnya sambil mengocoknya, dan… creeettt…ccreettt…ccreeettt…ccreeett…kontol Gito menyemburkan sperma diwajah Siska, tubuh Gito meregang merasakan puncak kenikmatan yang berhasil ia rengkuh,</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohh..aku keluar….oooh…sambut pejuhku, Bu. Ooohh… hisap kontolku ini…ooohh…,”Gito mendengus saat merasakan terjangan pejuhnya yang keluar dari batang kemaluannya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hhhmmmpp…ssslrrrppp…sssslrrp…hhmmmpp…aaahhh…kamu curang aaku..belum puas … kamu keluar duluan…aaahhh…ssslrpp…hhmmpp..,” Siska mendesah agak kecewa karena Gito muncrat duluan, sementara nafsu birahinya belum terlampiaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Hilman yang saat itu tidak kebagian menggarap tubuh Rina, melihat Gito yang sedang meregang menikmati puncak birahinya, kemudian mendekati Siska dan mulai mengarahkan batang kemaluannya ke vagina Siska, ssleeppp…kepala kontolnya ia selipkan dilubang memek Siska yang sangat basah, dan bleesssss…..dengan hentakan kuat Himan mendorong masuk batang kemaluannya kedalam lobang senggama Siska, kontolnya dengan mudah menerobos masuk memek Siska, Siska kaget dengan sodokan langsung Hilman tapi Siska menyukainya karena kali ia nafsu birahinya pasti dapat terpuaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil mengulum-ngulum kontol Gito yang mulai menyusut dan menghisap-hisap sisa sperma di kontol Gito, Siska mulai merasakan kontol Hilman keluar masuk dimemeknya. Kenikmatannya yang tadi sempat terhenti karena Gito meraih puncak kenikmatannya mulai dirasakannya lagi, sodokan-sodokan Hilman didalam lubang kemaluannya diimbanginya dengan putaran pantatnya, saat Hilman mendorong maju kontolnya Siska memutar naik pantatnya dan saat Hilman menarik kontolnya Siska memutar turun pantatnya, akibatnya Hilman merasakan kontolnya seperti dipilin-pilin oleh memek Siska. Dengusan Hilman dan rintihan Siska mulai ikut meramaikan suasana ruangan itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/dewi-maniak-seks-pesta-ulang-tahun-anaknya-bagian-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dewi Maniak Seks &#8211; Pesta Ulang Tahun Anaknya Bagian 5</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/dewi-maniak-seks-pesta-ulang-tahun-anaknya-bagian-5/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/dewi-maniak-seks-pesta-ulang-tahun-anaknya-bagian-5/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 02:34:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[anal]]></category>
		<category><![CDATA[deepthroat]]></category>
		<category><![CDATA[dewi]]></category>
		<category><![CDATA[gatel]]></category>
		<category><![CDATA[hani]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[nita]]></category>
		<category><![CDATA[puki]]></category>
		<category><![CDATA[siska]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1082</guid>
		<description><![CDATA[Gito dan Nanang yang saat itu batang kemaluannya tidak sedang dipermainkan oleh Hani dan Nita beranjak menghampiri mereka yang baru datang, keduanya menghampiri Siska dan Rina, dengan penuh nafsu melihat barang baru mereka mulai menggerayangi tubuh kedua wanita itu, hanya dalam waktu sekejap saja kedua wanita itu dibuat telanjang bulat oleh Gito dan Nanang, sementara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Gito dan Nanang yang saat itu batang kemaluannya tidak sedang dipermainkan oleh Hani dan Nita beranjak menghampiri mereka yang baru datang, keduanya menghampiri Siska dan Rina, dengan penuh nafsu melihat barang baru mereka mulai menggerayangi tubuh kedua wanita itu, hanya dalam waktu sekejap saja kedua wanita itu dibuat telanjang bulat oleh Gito dan Nanang, sementara itu ke 7 anak muda yang baru datang mulai membuka baju mereka dengan tergesa-gesa, terlihat batang-batang kemaluan mereka telah berdiri dengan tegaknya saat tubuh mereka sudah tidak mengenakan sehelai kainpun, ukuran batang-batang kemaluan itu bervariasi, ada yang seukuran Doni cs, ada juga yang seukuran Gito cs dan ada juga yang lebih kecil dan pendek dari ukuran Doni cs dan Gito cs, Dewi yang memang sudah sangat bernafsu menghampiri para pemuda itu, kemudian ia berjongkok dan mulai mengulum-ngulum salah satu kontol itu, sementara kedua tangannya meraih kontol-kontol yang lainnya, keempat anak muda yang batang-batang kemaluannya lolos dari serbuan Dewi mulai beralih kearah Siska dan Rina yang sedang diserang oleh Gito dan Nanang, merekapun mulai membantu Gito dan Nanang menyerang Siska dan Rina.</p>
<p style="text-align: justify;">Doni yang sedang asyik menikmati persetubuhannya matanya melirik kearah Dewi, ia melihat Dewi sedang asyik bermain dengan 3 batang kemaluan kepunyaan temannya, saat itu Doni melihat mamihnya sedang menyepong kontol Hadi, sementara kontol Edwin dan Hendra berada dalam genggaman tangan mamihnya, disebelah grup mamihnya Doni melihat Dadang dan Acep sedang sibuk menggerayangi Siska bersama Gito dan disebelahnya lagi Doni melihat Nanang yang asyik mencumbu Rina sedang dibantu oleh kedua temannya Feri dan Hilman.</p>
<p style="text-align: justify;">Ruangan keluarga itu bertambah riuh oleh suara-suara desahan dan lenguhan-lenguhan dipadu dengan suara berkecipak kontol-kontol yang sedang keluar masuk lubang-lubang Hani dan Nita. Pesta ulang tahun Doni menjadi pesta seks yang luar biasa, ke 20 orang diruangan itu asyik dengan kegiatan masing-masing, tanpa memperdulikan hal-hal yang lain, yang mereka perdulikan adalah terlampiaskan nafsu birahi mereka yang menggelora.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat Hani dan Nita yang semakin menikmati ketiga batang kemaluan yang sedang memenuhi semua lubang mereka, Dewi yang sedang asyik menyepong Hadi juga mulai menikmati serangan-serangan Edwin dan Hendra, Edwin mulai menyerbu kedua payudara Dewi, kedua tangannya mulai meremas-remas kedua payudara Dewi dan juga mulai menghisap-hisap kedua putingnya bergantian kiri dan kanan, sementara Hendra mulai menyerbu vagina Dewi, Hendra mulai menyelusupkan kepalanya kebawah Dewi yang saat itu berjongkok, mulutnya mulai menciumi dan menjilati kelentit Dewi, sementara kedua tangannya menopang paha Dewi, Dewi mulai mendesah-desah dengan mulut yang sedang penuh oleh kontol Hadi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hhhhhmmm … ssshhh….aaaahhh…hhhmmmppp…sslllrrpp…ooohh..sshhh.. aaahh…sslrrpp… sshhh..aaahhh…hhhmmmmpp…ssslrrrppp,”Dewi mendesah-desah sambil mulutnya tetap menyepong kontol Hadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendapat serangan di payudara dan di vaginanya membuat nafsu birahi Dewi semakin menggelora, hasrat ingin disodok-sodok oleh kontol-kontol perkasa semakin memuncak, jilatan dan hisapan-hisapannya di kontol Hadi semakin menggila, kedua pipinya terlihat mengempot saat Dewi menghisap kontol Hadi dengan kuat, aksi Dewi membuat Hadi mengerang keenakan, kedua tangan Hadi memegangi kepala Dewi, saat Dewi menghisap-hisap kuat kontolnya, Hadi menekan maju kepala Dewi, kontol Hadi hampir seluruhnya tertelan oleh mulut Dewi, kepala kontolnya menyentuh anak tekak Dewi, membuat Dewi tersedak, Dewi sedikit menarik kepalanya kebelakang tapi hal itu tidak dapat dilakukannya karena tangan Hadi memegang kepalanya dengan kuat, Hadi yang sedang keenakan malah semakin menekan kepala Dewi dan mendorongkan kontolnya semakin dalam didalam mulut Dewi, membuat Dewi semakin tersedak merasakan jejalan kontol Hadi didalam mulutnya, kepala kontol Hadi sudah melewati anak tekaknya, dan menyentuh tenggorokannya, Dewi gelagapan dan agak sedikit susah bernafas dibuatnya, melihat itu Hadi mulai menarik kontolnya keluar dari mulut Dewi, Dewi menjadi lega dan bisa bernafas lagi, tapi baru saja Dewi mulai dapat bernafas lega, Hadi mulai mendorong masuk lagi kontolnya dalam-dalam kedalam rongga mulutnya, dan kali ini kontol Hadi masuk seluruhnya, itu terlihat dari hidung yang menempel di selangkangan Hadi, akibatnya kembali Dewi tersedak dan nafasnya megap-megap lagi, begitu seterusnya Hadi memaju mundurkan kontolnya dimulut Dewi.<br />
<span id="more-1082"></span><br />
Hadi yang memang dari pertama datang sudah sangat terangsang tidak dapat lagi menahan puncak birahinya, kontolnya yang sedang keluar masuk mulut Dewi mulai berdenyut dengan kuat, tubuhnya mulai bergetar hebat, kedua kakinya gemetaran menahan hasrat birahinya yang hampir keluar, tak lama berselang tubuhnya menggigil hebat saat kontolnya ia tekan dalam-dalam kedalam mulut Dewi, dan creeettt….creeettt…ccreeett….creettt…. kontolnya menyemburkan cairan spermanya didalam mulut Dewi, Dewi kelabakan dibuatnya, sperma Hadi langsung tertelan olehnya karena kontol Hadi yang terbenam dalam-dalam didalam mulutnya, Dewi merasakan semburan kuat menghantam dinding tenggorokannya, Dewi tersedak dan terbatuk-batuk dibuatnya, sementara Hadi yang sedang meraih puncak kenikmatannya itu mengerang keenakan, pantatnya mengejut-ngejut seiring dengan kontolnya yang sedang mengejut-ngejut memuntahkan lahar kenikmatannya.
</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuhuukk…Uuhhuukkk….uuhuukkk…ggleekk….uuhuukkk…uuh uukk…gglleeekkk….uhuukk..,” Dewi terbatuk-batuk dan menelan sperma Hadi yang langsung masuk ditenggorokannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuughh…uuhuukk…gila..kamu…hampir gak bisa bernafas aku…uuhukk…uugghh..,”Dewi menggerutu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohhh….sshhhh…aaaggghh….uuuhuukk…hhmmpp…ssshhh…u uhuukk…ooohhh&#8230;ssshhh..,”masih dengan terbatuk-batuk terdengar Dewi mendesah keenakan lagi merasakan nikmat saat kelentitnya dihisap-hisap oleh Hendra dan permainan Edwin dipayudaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooouughh…sshhh…aaahh…ssudah..aku ingin merasakan kontol kalian dimemekku….ssshhh… aaagghh…oooouughh…entot aku…aaagghh…hhhmmppp…aayoo…cepat…aku…sudah gak tahan lagi pengen dientot…,” Dewi merintih-rintih memohon kepada Hendra dan Edwin untuk segera mengentotnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dewi segera melepaskan diri dari Hendra yang sedang asyik menghisap-hisap kelentitnya, iapun lalu memundurkan pantatnya kebelakang, sementara tangannya meraih kontol Hendra, lalu kontol Hendra yang sudah dalam genggamannya mulai dioles-oleskannya kebibir vagina dan kelentitnya, Dewi sendiri merasakan geli saat kepala kontolnya Hendra menyentuh bibir vaginanya dan terutama menyentuh kelentitnya, mulutnya mendesah-desah, dan sssleeeepppp… kepala kontol Hendra ia selipkan dilubang vaginanya, dan tanpa membuang waktu lagi Dewi mulai menekan pantatnya kebawah, bbllleeesss….bleesss…bleeess…dan dengan sekali hentakan kuat ia menekan pantatnya kebawah… bbleeesss….kontol Hendra akhirnya terbenam seluruhnya didalam rongga senggamanya…</p>
<p style="text-align: justify;">“Uugghh….ssshh….aagghhh…..,” Dewi dan Hendra mengerang bersamaan saat kepala kontol Hendra menerobos masuk dengan kuat dalam lubang kemaluan Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil mendiamkan sebentar kontol Hendra dalam jepitan vaginanya, Dewi memeluk Hendra dan menciumi bibir Hendra dengan penuh nafsu, tapi sebelum ia mencumbu Hendra ia menyuruh Edwin untuk memasukkan kontolnya dilubang pantatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Edwin dengan segera melakukan permintaan Dewi, diselipkannya kontolnya dilubang pantat Dewi, Dewi merintih saat kepala kontol Edwin mulai menerobos lubang pantatnya, Hendra merasakan memek Dewi semakin menjepit erat kontolnya saat kontol Edwin mulai menyeruak masuk dilubang pantat Dewi, Edwin merasakan lubang pantat Dewi menjepit kuat batang kemaluannya, bbleess….bblleess…bbleess….Edwin mendorong masuk perlahan-lahan kontolnya didalam lubang pantat Dewi, Edwin merasakan eratnya dinding lubang pantat mencengkram batang kemaluannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuughh…sempit sekali nich lubang pantat Tante,”Edwin mengerang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Heeh…memeknya juga jadi tambah sempit….,”Hendra pun mengerang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan….Bleessss…..kontol Edwin terbenam seluruhnya didalam lubang pantat Dewi, Edwin dan Hendra merasakan batang kontol mereka seperti sedang diremas-remas oleh dinding vagina dan lubang pantat Dewi, Dewi merasakan kedua lubangnya penuh sesak oleh jejalan kontol-kontol Edwin dan Hendra, kembali Dewi merasakan enaknya disetubuhi oleh 2 kontol, sensasi nikmat seperti ini yang dinanti-nantikan oleh Dewi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aagghhh…kontol kalian…ooouuhhhh…entot aku cepat…ooohhh…ssshhh…aaahh…puaskan aku….oooughh…sshhh…aaahhh…,”Dewi mengerang keenakan, dengan tidak sabar ia mulai menggerakkan pantatnya maju mundur perlahan-lahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ssssrrrrttt…bleess…sssrrttt…bleesss…sssrtttt…bleee ss, kontol Hendra dan Edwin mulai keluar masuk dilubang Dewi, gerakan maju mundur Dewi belum terlalu lancar karena kedua lubangnya menjadi tambah sempit akibat kedua kontol besar yang menyumpal penuh memek dan lubang pantatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Erangan dan rintihannya tidak berhenti keluar dari mulut Dewi, matanya merem melek menikmati keluar masuk kontol-kontol itu, Edwin dan Hendra sendiri merasakan kenikmatan yang luar biasa, kontol mereka terjepit dengan erat oleh lubang-lubang Dewi, pergesekan batang kemaluan mereka dengan dinding lubang Dewi sangat terasa sekali di kulit batang kemaluan mereka, merekapun melenguh dan mendesah keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooougghh…ssshhh…memekmu, tante. Sempit betul, enaak..ssshhh..aaahh,”desah Hendra.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuuggghh…aaahhh…ooohh…lubang yang ini juga sempit sekali….nikmat..aaahhh,”desah Edwin.</p>
<p style="text-align: justify;">Edwin dan Hendra mulai mengimbangi gerakan Dewi yang sedang maju mundur, saat Dewi memajukan tubuhnya mereka menarik mundur batang kemaluan mereka, dan mendorong maju kontol mereka saat Dewi memundurkan tubuhnya, sungguh kerja sama yang sangat kompak, mereka seperti berlomba untuk mencapai titik akhir dari persetubuhan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sisca cukup kelabakan mendapat serangan dari 3 lelaki itu, nafsu birahinya semakin memuncak, rangsangan-rangsangan yang diterima oleh tubuhnya akibat permainan oral ketiga lelaki itu mendera Siska seperti gelombang tanpa henti menerpa kapal. Dadang memagut bibir Siska dengan penuh nafsu, dan pada saat yang bersamaan Acep menghisap-hisap kedua putingnya bergantian kiri dan kanan, sementara kedua tangan Acep sibuk meremas-remas kedua payudaranya, ditambah dengan serangan Gito divagina dan kelentitnya, akibatnya desahan-desahanpun mengalir dari mulutnya yang sedang sibuk meladeni cumbuan Dadang dan permainan lidah Dadang yang menari didalam rongga mulutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ssshhh…hhhmppp…ssshhh…hhhmppp…aahhh…,” Siska mendesah, suaranya bersahutan dengan desahan Dewi yang saat itu sedang asyik menikmati kontol Hadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dicumbu oleh 3 lelaki sekaligus adalah pengalaman pertama bagi Siska, mulutnya mendesah dan merintih tiada hentinya, tubuhnya bergetar dengan hebatnya, menahan gelombang birahi yang menerjangnya dengan kuat, kakinya mengejang-ngejang saat kelentitnya dihisap-hisap oleh Gito, kenikmatan yang saat ini ia peroleh betul-betul luar biasa dirasakan oleh Siska, jauh berbeda dengan saat ia melakukan dengan pria yang menyimpannya sebagai gendak, saat dengan pria itu Siska tidak pernah mengalami hal seperti ini, yang ada adalah ia hanyalah sebagai pemuas nafsu pria itu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ssshhh…ooohhh…aaku..tidak …kuat…entot..aku…oohh..sshh…aku ingin kontol kalian…oohhh ….sshhh…aaahhh…entot memekku..c.epat…aaku ingin merasakan kontol kalian…ssshhh..aaah ….ssss,”Siska merintih memohon kepada ketiga lelaki itu untuk segera menyetubuhinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar rintihan memohon Siska, ketiga lelaki itu menuruti kemauan Siska, mereka mendudukan Siska disofa, setelah duduk dipinggiran sofa tubuh Siska didorong kebelakang oleh Dadang, kemudian Dadang dengan berlutut disofa mengasongkan kontolnya untuk dikulum-kulum oleh Siska, sementara Acep tetap menyerbu payudara Siska, Gito sendiri mulai mengarahkan kontolnya kelubang senggama Siska.</p>
<p style="text-align: justify;">Ssleeeeppp…kepala kontol Gito mulai terjepit dilubang senggama Siska, Siska mengerang disela-sela kontol Dadang yang saat itu sedang dalam kuluman mulutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uugghh….pelan..kontolmu besar ….robek memekku…aaagghh…tekan pelan-pelan… ssshh…hhhmmmppp…ssslllrrrppp…,”erang Siska.</p>
<p style="text-align: justify;">Dadang merem melek oleh permainan mulut Siska yang luar biasa, pipi Siska terlihat kempot saat ia menghisap-hisap kontol Dadang, tangan kiri berpegangan disandaran kepala sofa itu sementara tangan kanannya memegangi belakang kepala Siska, membantu memaju mundurkan kepala Siska, saat ia menekan kepala Siska kedepan Dadangpun memajukan pantatnya akibatnya kontolnya melesak lebih dalam dirongga mulut Siska, kepala kontolnya menyentuh anak tekak Siska dan dinding tenggorokan Siska, akibatnya</p>
<p style="text-align: justify;">“Uugghh..uhuukk…uuhuukk…aaahhh..sssshh…ooghhh…,” Siska tersedak akibat sodokan kontol Dadang dimulutnya, suara tersedaknya bersamaan dengan Dewi yang saat itu sedang tersedak juga akibat kontol Hadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dadang nampaknya tidak peduli dengan Siska yang tersedak itu, dalam pikirannya hanya satu yaitu tuntas mencapai puncak kenikmatannya, kontolnya dikeluar masukkan didalam mulut Siska, Siska sendiri menjadi gelagapan dibuatnya, bibirnya dikatupkan erat-erat sehingga batang kemaluan Dadang tidak terlalu menerobos terlalu dalam dirongga mulutnya, Dadang yang merasakan bibir Siska menempel kuat dibatang kemaluannya malah menjadi keenakan geseran-geseran dibatang kemaluannya malah lebih terasa, apalagi Siska menambahi dengan memainkan lidahnya dibatang dan kepala kontolnya, Dadang semakin mempercepat gerakan maju mundurnya, kontolnya berdenyut kencang, puncak kenikmatannya hampir ia rengkuh, Siska yang merasakan kontol Dadang mulai berdenyut menambahi aksinya dengan mulai mengelus-ngelus biji peler Dadang, akibatnya tak lama berselang Dadang mendengus keras,</p>
<p style="text-align: justify;">“Uugghhh…..aaahhh…aakku..keluar…gila..sepongan Tante, gak ada duanya…uuughh..oohh… enak..sekali…,Tannteee…sambut pejuhkuuuu…,”Dadang mengerang keenakan, menikmati terengkuhnya puncak birahinya, kontolnya menyemburkan sperma didalam mulut Siska.</p>
<p style="text-align: justify;">Dadang menekan dalam-dalam kontolnya dimulut Siska, kontolnya mengejut-ngejut saat menyemburkan spermanya, Ccreeeettt…cccreeettt…ccreettt…ccreeettt…. Siska merasakan cairan hangat menyembur di tenggorokannya, Siskapun tambah gelagapan dibuatnya, Siskapun tersedak karena jejalan kontol Dadang dan sperma Dadang di tenggorokkannya, tapi ia tidak dapat melakukan apa-apa selain dengan terpaksa menelan semua sperma yang keluar dari kontol Dadang,</p>
<p style="text-align: justify;">“Uuhhuukk..uuhuuukk…ggleeekk…hhmmpp….aaagghhh…glle ekk…uuhuukk…uuhuukk,” Siska tersedak dan terpaksa menelan sperma Dadang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan saat Siska sedang tersedak itu Dewi juga mengalami hal yang serupa, Dewi tersedak akibat sperma dan kontol Hadi, muka Siska dan Dewi bersemu merah, akibat kesulitannya mereka untuk bernafas, tapi ada sensasi aneh yang mereka rasakan saat itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/dewi-maniak-seks-pesta-ulang-tahun-anaknya-bagian-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

