<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; gangbang</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/tag/gangbang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 13:12:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Nikmat Karaoke Membawa Sengsara Bagian 1</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/nikmat-karaoke-membawa-sengsara-bagian-1/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/nikmat-karaoke-membawa-sengsara-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 09:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[anna]]></category>
		<category><![CDATA[erotis]]></category>
		<category><![CDATA[gairah]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[karaoke]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[sensual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3252</guid>
		<description><![CDATA[Kejadian ini terjadi karena saya dan pacar saya, Anna, pergi berkaraoke baik beramai-ramai dengan teman-teman kami maupun hanya kami berdua. Suatu hari saya diberitahu oleh teman saya bahwa ada sebuah tempat karaoke di Kelapa Gading yang memutarkan lagu-lagu karaoke dengan gambar-gambar wanita telanjang. Karena penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut saya mengajak Anna untuk pergi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kejadian ini terjadi karena saya dan pacar saya, Anna, pergi berkaraoke baik beramai-ramai dengan teman-teman kami maupun hanya kami berdua. Suatu hari saya diberitahu oleh teman saya bahwa ada sebuah tempat karaoke di Kelapa Gading yang memutarkan lagu-lagu karaoke dengan gambar-gambar wanita telanjang. Karena penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut saya mengajak Anna untuk pergi berkaraoke di tempat tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat malam minggu, sekitar jam 22.30 saya mengajak Anna untuk berkaraoke di tempat tersebut dan Anna pun tidak keberatan, sebelumnya saya telah memberitahukan Anna situasi dan keadaannya. Sesampai di sana saya langsung membooking sebuah ruangan VIP, kami terpaksa membooking ruangan untuk sepuluh orang karena ruangan itu yang paling kecil. Lalu kami pun diantar oleh seorang wanita menuju ke ruangan yang telah kami booking. Sesampainya di ruangan, wanita tersebut menawarkan minuman dan makanan. Kami hanya memesan minuman dan makanan kecil saja, kacang garing, karena baru sejam yang lalu kami makan. Setelah menerima orderan, wanita tersebut langsung ke luar. Sementara itu kami berdua mulai memilih lagu yang ingin kami nyanyikan maupun hanya untuk didengar. Dua buah lagu telah selesai kami nyanyikan dan pintu terbuka kembali dan masuklah wanita tadi sambil membawa pesanan kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah lama menunggu, kami merasa penasaran karena gambar-gambar yang hot belum juga muncul di layar TV dan ternyata gambar-gambar hot itu baru mulai muncul setelah jam 23.30 WIB. Melihat gambar-gambar wanita telanjang itu membuat saya mulai tinggi nafsu seksnya. Saya mulai merapatkan duduk saya dengan Anna dan mulai melingkarkan tangan saya di pinggangnya. Anna rupanya peka akan perubahan keadaan yang terjadi dan ia pun mulai menyandarkan tubuhnya ke dada saya sambil terus bernyanyi. Saya sudah sulit berkonsentrasi dengan teks-teks yang tertulis di layar TV, tangan saya pun mulai menjalankan tugasnya.<br />
<span id="more-3252"></span><br />
Pertama saya mulai meraba-raba punggungnya dan kemudian perlahan tapi pasti tangan saya mulai berpindah ke bagian depan, tangan saya mulai menyentuh gumpalan daging yang terbungkus rapi oleh BH berenda yang agak tipis. Saya mulai meremas-remas ke dua gumpalan daging dengan bernafsu, Anna mulai mengeluarkan desahan-desahan lembut yang menggoda. Desahan Anna itu semakin membuat nafsu seks saya semakin meningkat dan segera tangan saya menyelinap di balik kaosnya yang ketat dan langsung saya lepaskan cantelan BH di punggungnya yang mulus. &#8220;Kunci dulu pintunya sayang, entar kalo ada yang masuk gimana&#8221;, kata Anna, bergegas aku menghampiri pintu dan mencari kuncinya. Pintunya tidak berkunci, segera saya berputar otak. Sofa yang ada di dekat pintu saya dorong hingga menempel dengan pintu, lumayan pintu itu tidak dapat langsung terbuka karena terganjal oleh sebuah sofa.</p>
<p style="text-align: justify;">Langsung saya balik ke sofa tempat saya duduk semula dan mulai melepaskan kaos dan beha yang dikenakan Anna. Kali ini Anna tidak keberatan dengan tindakan saya malah membantu saya melepaskan kaos yang dikenakannya. Begitu kaos dan BH itu terlepas saya melihat dua buah gumpalan daging yang sangat menggemaskan, ukurannya tidak terlalu besar tapi sangat proporsional dengan tubuh Anna yang ramping. Walaupun sering melihat Anna telanjang bulat, akan tetapi saya selalu terpesona jika melihat buah dada Anna yang indah dan sekal itu. Tak kubiarkan diriku terpesona terlalu lama, langsung kuraih buah dada Anna yang sudah menantang untuk diremas-remas dan dihisap-hisap. Desahan halus kembali terdengar ketika tanganku mulai meremas-remas buah dadanya dan disertai dengan hisapan maupun jilatan. &#8220;Ahh&#8230; ahh&#8230; ahh&#8230;, nikmat, nikmat, teruskan sayang jangan dilepaskan hisapannya&#8221;, Anna bergumam dengan penuh nafsu.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat Anna yang sudah mulai tinggi nafsunya, segera tangan saya pun berpindah ke paha. Tangan saya pun mulai menyusup di bawah rok mininya dan mulai meraba-raba paha yang putih mulus, sampai tangan saya meyentuh CD-nya yang juga berenda. Segera saya pelorotkan CD itu dan tangan saya pun kembali bergerilya di pahanya sampai di sebuah bukit kecil yang tandus, Anna baru saja mencukur habis bulu rambut kemaluannya, sehingga saya dapat dengan leluasa menemukan celah di bukit itu. Segera tangan saya mulai menyusup masuk ke dalam celah dan mulai memainkan clitorisnya yang empuk dan legit. Tubuh Anna mulai bergetar sambil terus mengeluarkan suara desahan-desahan nikmat, ahh&#8230; ahh&#8230; ahh&#8230;, nikmat sayang, nikmat sekali, sambil disertai dorongan pantat Anna. Saya pun semakin bernafsu untuk meremas-remas kemaluannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba Anna bangkit dari duduknya sambil berkata, &#8220;Mas mau lihat saya menari striptease tidak?&#8221; Walaupun agak sedikit kaget karena Anna tiba-tiba berdiri mendadak, segera aku menganggukkan kepala pertanda setuju dengan usulnya. Anna pun kembali mengenakan seluruh pakaiannya dan mulai memilih lagu yang akan menemaninya menari-nari.</p>
<p style="text-align: justify;">Anna mulai berdiri di tengah-tengah ruangan dan ketika lagu mulai dilantunkan, tubuh Anna mulai meliuk-liuk mengikuti irama lagu. Anna meliuk-liukkan tubuh yang sintal dengan lemas dan menggairahkan, Anna sesekali meremas-remas buah dadanya dan juga terkadang meraba-raba kemaluannya sambil menjulurkan lidahnya. Satu lagu berlalu, Anna pun mulai menanggalkan kaos dan BH-nya, sambil terus meliuk-liukkan tubuhnya. Saya sebenarnya sudah tidak dapat menahan nafsu seks saya lagi, apalagi melihat buah dada Anna bergoyang-goyang dengan indahnya. Melihat saya yang mulai blingsatan karena nafsu, Anna semakin hot meliuk-liukkan tubuhnya yang sintal dan tiba-tiba ia melepaskan rok mininya terus melemparkannya ke saya. &#8220;Buka, buka, buka CD-nya&#8221;, kataku. Mendengar teriakanku Anna semakin kerasukan dan ia semakin bernafsu meliuk-liukkan badannya sambil terus meremas-remas buah dadanya supaya saya semakin bernafsu.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah puas melakukan gerakan-gerakan yang merangsang, Anna membelakangiku dan mulai memelorotkan CD secara perlahan-lahan yang semakin membuat nafsuku tidak tertahankan lagi. Segera saya tubruk tubuhnya dan kuremas-remas buah dadanya dari belakang. Tanganku dengan cepat menarik lepas CD-nya yang masih menempel di kakinya dan tanganku langsung menyusup ke celah di bukitnya yang tandus. Anna pun menjerit kenikmatan, &#8220;Aahh&#8230; ahh&#8230; ahh&#8230; nikmat, nikmat sekali teruskan, teruskan ahh, ahh, ohh&#8230; Mas, Anna sudah tidak tahan nich pingin ngerasain tusukan pedang Mas yang kuat dan perkasa&#8221;, katanya. &#8220;Ok, Anna&#8221;, segera kulepaskan baju dan celana jeans yang kukenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba aku teringat bahwa aku membawa seutas tali dan penutup mata yang akan kugunakan untuk mengikat tangan Anna dan juga menutupi kedua matanya. Segera kusampaikan gagasanku itu sambil terus merangsangnya dengan remasan-remasan di buah dadanya maupun di kemaluannya. Anna mengangguk-angguk tanda ia menyetujui gagasanku itu, segera aku mendudukkan tubuh Anna kembali di sofa dan saya pun mulai mengikat kedua tangannya di sofa dan kemudian matanya pun kututupi dengan selembar kain. Nafsuku benar-benar memuncak melihat Anna yang dalam keadaan telanjang bulat, terikat dan tertutup matanya. Melihat Anna yang sudah tidak berdaya dan pasrah, saya pun langsung membuka CD yang kukenakan dan mengacunglah penis yang keras dan gagah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya ingin mendekat ke tubuh Anna yang sedang duduk bersandar dengan pasrahnya, tiba-tiba tubuh saya disergap dari belakang oleh tiga laki-laki yang kekar dan langsung mulut saya dibekap dengan sebuah gumpalan kain. Tubuh saya didudukkan di sofa berseberangan (sofa di ruangan itu berbentuk huruf U) dengan tubuh telanjang Anna dan tubuh saya pun diikat dengan kuat dan erat. &#8220;Sorry yach, gue pinjem dulu wanita lu, lu nontonin aje kami bertiga menikmati tubuh wanita lu, ok.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Selesai membereskan aku hingga tak berdaya, ketiga laki-laki itu mulai menghampiri tubuh Anna yang masih telanjang dan duduk bersandar dengan pasrahnya menunggu untuk disetubuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat tubuh Anna yang telanjang bulat tanpa seutas benang, dengan buah dadanya yang sekal dan menantang serta bukit kemaluannya yang tandus telah membuat nafsu seks ketiga laki-laki itu meninggi. Mereka pun lalu melakukan undian terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang berhak menikmati Anna terlebih dahulu. Ternyata yang menang adalah laki-laki yang agak kekar dan berkulit gelap, ia tersenyum menyeringai dan segera menghampiri Anna dan mulai meremas-remas buah dadanya. Anna tidak menyadari bahwa yang meremas-remas buah dadanya bukanlah saya lagi, Anna hanya mengeluarkan lenguhan-lenguhan nikmat, &#8220;Ahh, ahh, ahh, nikmat, nikmat sayang terus, terus, hisap, hisap sayang.&#8221; Mendengar permintaan Anna untuk menghisap buah dadanya, langsung laki-laki itu menghisap-hisap buah dada Anna yang menantang.</p>
<p style="text-align: justify;">Hisapan dan jilatan laki-laki itu semakin membuat Anna bernafsu, terlihat dari tubuhnya yang mengejang-ngejang dan juga puting susunya tampak menegang. Anna sudah tidak dapat lagi menahan nafsunya, &#8220;Ayo sayang masukkan barangmu, cepat sayang, ahh, ahh, aah, aku sudah tidak tahan lagi nich&#8221;, seru Anna. Permintaan Anna segera disambut dengan tusukan kemaluan laki-laki itu yang berukuran cukup besar, panjangnya sekitar 17 cm dan tebalnya sekitar 4 cm. Mulanya ujung kemaluan laki-laki itu hanya menempel di kemaluan Anna dan perlahan tapi pasti ia mulai menggoyangkan pantatnya sehingga kemaluannya mulai menusuk ke dalam kemaluan Anna. Setelah yakin kemaluannya pada arah yang benar, langsung laki-laki itu menghentakkan pantatnya dengan keras sehingga amblaslah seluruh kemaluannya ke dalam kemaluan Anna. Ahh&#8230; ah&#8230; ahh, ooohh, nikmat sayang, nikmat, ohh&#8230; nikmatnya.&#8221; Desahan Anna semakin membuat laki-laki itu mempercepat gerakan pantatnya sehingga juga semakin membuat Anna menjerit nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat temannya sedang asyik menikmati tubuh telanjang Anna, membuat kedua laki-laki yang lainnya menjadi tidak tahan juga. Mereka pun akhirnya menghampiri dan mulai ikut menikmati tubuh Anna dengan meremas-remas dan menjilati serta menghisap buah dada Anna. Karena nafsu sexnya yang sudah memuncak, Anna tidak menyadari bahwa yang menikmati tubuhnya tidak hanya satu orang melainkan tiga orang. Anna hanya terus mengeluarkan suara desahan-desahan nikmat, sampai suatu saat tubuh Anna tiba-tiba mengejang dengan kuat yang menandakan bahwa ia telah mencapai puncak kenikmatan yang ternyata dibarengi oleh tembakan dari kemaluan si laki-laki itu. Satu menit tubuh Anna mengejang-ngejang dengan nikmat dan kemudian tubuh Anna pun mulai melemas.</p>
<p style="text-align: justify;">Bersambung&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/nikmat-karaoke-membawa-sengsara-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akibat Merokok Di WC Sekolah</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/akibat-merokok-di-wc-sekolah/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/akibat-merokok-di-wc-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 23:12:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[anal seks]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[alice]]></category>
		<category><![CDATA[anus]]></category>
		<category><![CDATA[double penetration]]></category>
		<category><![CDATA[erlina]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[perkosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3189</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Erlina atau biasa dipanggil Lina. Umurku 17 tahun dan masih sekolah di sebuah SMA swasta di Jakarta. Bukannya narsis, tapi banyak yang bilang wajahku cantik sehingga tak heran jika banyak cowok yang mengejarku. Selain wajahku yang manis aku juga memiliki kulit yang putih mulus. Tapi yang lebih kubanggakan adalah dadaku yang berukuran 34B yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Namaku Erlina atau biasa dipanggil Lina. Umurku 17 tahun dan masih sekolah di sebuah SMA swasta di Jakarta. Bukannya narsis, tapi banyak yang bilang wajahku cantik sehingga tak heran jika banyak cowok yang mengejarku. Selain wajahku yang manis aku juga memiliki kulit yang putih mulus. Tapi yang lebih kubanggakan adalah dadaku yang berukuran 34B yang untuk ukuran anak seusiaku, ukurannya cukup besar dengan puting berwarna merah kecoklatan, karena sering kupelintir-pelintir. Cerita ini bermula ketika aku ketahuan sedang merokok di WC sekolah. Ya…aku memang pecandu berat rokok. Sehari bisa habis sebungkus. Kalau sudah pingin ngerokok aku sering curi-curi di WC sekolah. Seperti siang itu, setelah pulang sekolah aku langsung ke toilet wanita dan mengeluarkan rokok dari tasku. Sambil menunggu sopirku yang memang sering datang telat, aku mulai menyalakan sebatang rokok. Suasana sekolah sudah sepi karena siswa dan guru-guru sudah pada pulang, makanya aku berani.</p>
<p style="text-align: justify;">Lagi asik-asiknya merokok aku dikagetkan oleh dua orang yang membuka pintu kamar mandi. Ternyata mereka adalah penjaga sekolahku, Pak Togar dan Kiryo. Aku pun ketangkap basah dan tak bisa mengelak. Mereka menuduhku melakukan pelanggaran berat di areal sekolah dan harus dilaporkan. Tentu saja aku tidak menginginkan hal itu terjadi. Bisa dibayangkan jika sampai kejadian ini diketahui kepala sekolah maka aku pasti dipecat dari sekolah ini. Aku tidak mau sampai dipecat sehingga terjadi perdebatan dan tawar-menawar di antara kami. Aku menawarkan sejumlah uang kepada kedua penjaga seklah itu. Kemudian Kiryo sesuatu pada Pak Togar, entah apa yang dibisikkan lalu keduanya mulai cengengesan melihat ke arahku. Pak Togar lalu berkata, “Gini saja, bagaimana kalau kita pakai sebentar body Non buat biaya tutup mulut?” “Huh, dasar…cowok dimana-mana sama aja, selangkangan melulu isi kepalanya!” omelku dalam hati Sorot mata mereka membuatku nervous dan jantungku berdetak lebih cepat, kakiku serasa lemas bak kehilangan pijakan sehingga aku menyandarkan punggungku ke tembok.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah kupikir-pikir, akhirnya aku mengiyakan juga, daripada aku dipecat dari sekolah ini mending kurelakan tubuhku untuk kedua penjaga sekolah ini. Lagian aku sudah tidak perawan lagi dan termasuk gadis yang doyan ngesex. Tapi bercinta dengan kedua orang ini membuatku agak sedikit takut. Bagaimana tidak, Pak Togar berumur 40 tahun dengan tubuh tambun berambut cepak sudah agak beruban dan wajah mirip tukang pukul, sedangkan Kiryo baru berumur 24 tahun, tubuhnya kurus dekil, dengan jenggot kambing yang jarang di dagunya. Selain itu dari segi fisik, keduanya jauh dari ganteng. Tapi tak ada pilihan lain bagiku selain melayani nafsu mereka. Akhirnya aku menganggukan kepala yang disambut dengan tawa dari mereka. “Hehehe…cantik, sexy… wah beruntung banget kita Pak Togar!” kata Kiryo “Iya Kir, anak SMA pula.ha..ha…”sambut Pak Togar tertawa penuh kemenangan Kedua penjaga sekolah itu lalu mendekatiku. Pak Togar langsung melumat bibirku sebelum aku sempat protes dan berkelit, sedangkan si Kiryo meraba-raba dadaku yang kiri dari luar.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku memejamkan mata mencoba meresapinya, Pak Togar makin ganas menciumiku ditambah lagi tangannya ikut meremas-remas payudaraku yang kanan. Aku hanya berdiam diri saja tak memberikan reaksi. Sambil melumat, lidahnya mencari-cari dan berusaha masuk ke dalam mulutku, dan ketika berhasil lidahnya bergerak bebas menjilati lidahku hingga secara tak sengaja lidahkupun meronta-ronta. Sambil memejamkan mata aku mencoba untuk membawa diri mengikuti arus permainan. Dengan kuluman lidah Pak Togar yang agresif, ditambah remasan-remasan telapak tangan mereka pada payudaraku, birahiku pun dengan cepat naik. Memang, aku sudah sangat terbiasa dan sangat terbuai dengan permaian seperti ini hingga dengan mudahnya Pak Togar mulai membangkitkan nafsuku. Bahkan kini aku mulai memberanikan diri menggerakkan tangan memeluk kepala Pak Togar. Sementara di bawah sana kurasakan sebuah tangan kasar meraba pahaku. Aku membuka mata dan melihatnya, di sana Kiryo mulai menyingkap rok SMA ku dan merabai pahaku yang putih mulus.<br />
<span id="more-3189"></span><br />
“Mulus banget pahanya Non…bikin gemes aja..nih…he..he..” sahut Kiryo sambil tangannya makin merayap naik hingga selangkanganku. Pak Togar lalu melepaskan ciumannya dan berkata : ”Gua juga jadi penasaran ini dengan teteknya. Semulus pahanya ga? Hahaha…” Pak Togar lalu beralih dadaku. Seragam SMAku yang agak ketat disingkapnya sehingga terlihatlah buah dadaku yang masih terbungkus BH hitam, itupun juga langsung diturunkan hingga dadaku terekspos di hadapan mereka. “Wow teteknya montok sekali, putih lagi” komentarnya sambil meremas payudara kananku yang pas di tangannya. Seperti yang aku katakan, untuk ukuran anak SMA seusiaku, ukuran dadaku cukup besar dengan puting berwarna merah kecoklatan. Kiryo juga langsung kesengsem dengan payudaraku, dengan gemas dia melumat yang kiri. Mereka kini semakin liar menggerayangiku. Putingku makin mengeras karena terus dipencet-pencet dan dipelintir Pak Togar sambil mencupangi leher jenjangku, dia melakukannya cukup lembut dibandingkan Kiryo yang memperlakukan payudara kiriku dengan kasar, dia menyedot kuat-kuat dan kadang disertai gigitan sehingga aku sering merintih kalau gigitannya keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun perpaduan antara kasar dan lembut ini justru menimbulkan sensasi yang khas. Melihat aku semakin pasrah, mereka semakin menjadi-jadi. Tak kusadari rokku sudah terangkat sehingga dapat kurasakan angin membelai kulit pahaku, celana dalamku pun tersingkap dengan jelas. Kiryo menyusupkan tangannya ke balik celana dalamku dan mulai mengobok-obok di dalam sana. Tangan Pak Togar yang lainnya merayap turun mengelusi belakang pahaku hingga mencengkram pantatku. Nafasku makin memburu, aku hanya memejamkan mata dan mengeluarkan desahan-desahan menggoda. Vaginaku terasa semakin becek karena gesekan-gesekan dari jari Kiryo, bahkan suatu ketika aku sempat tersentak pelan ketika dua jarinya menemukan lalu mencubit pelan daging kecil yang tak lain adalah klitorisku. “Ohhhhh…..Bang…….auw!!” desahku. Tubuhku serasa lemas tak berdaya, pasrah membiarkan mereka menjarah tubuhku. Reaksiku ini membuat mereka semakin bergairah. Kiryo meraih tangan kiriku dan menuntunnya ke penisnya yang entah kapan dia keluarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ukurannya lumayan jadi juga, walaupun perawakannya kurus dan dekil, penisnya yang sudah tegang cukup besar sehingga membuatku terhenyak. “Waw…keras juga, gede lagi” kataku dalam hati saat menggenggam penisnya yang memang panjang itu. Aku mulai mengocoknya perlahan sesuai yang diperintahkannya, terasa benar benda itu makin membengkak saja dalam genggamanku. Tak lama kemudian, Kiryo menarik tangannya keluar dari celana dalamku, jari-jarinya basah oleh cairan kewanitaanku yang langsung dijilatinya seperti menjilat madu. Kemudian aku disuruh berdiri menghadap tembok dan menunggingkan pantatku pada mereka, kusandarkan kedua tanganku di tembok untuk menyangga tubuhku. “Asyik nih, siang ini kita bisa ngentot cewek cantik” celoteh Kiryo sambil meremasi bongkahan pantatku yang membulat indah itu. “Iya…dari dulu saya sudah naksir berat sama si Non Erlina ini, soalnya udah kece, suka pake baju seksi pula. Ga nyangka akhirnya ada kesempatan kaya gini…hehe” timpal pak Togar. Dia langsung membuka baju dan celananya hingga telanjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih sambil dengan berpegangan di tembok, kugerakkan mataku memperhatikan burungnya yang baru dikeluarkan dari sangkarnya. Wow…aku membelalakkan mata tak berkedip, soalnya ukurannya bisa dibilang menakjubkan, panjang sih tidak beda jauh dari Kiryo tapi yang ini lebih berurat dan lebar, dengan ujungnya yang disunat hingga menyerupai cendawan. Jantungku jadi tambah berdegup membayangkan akan ditusuk olehnya. Sumpah deh…penisnya ini mengalahkan semua teman-teman kencanku. Jauh lebih menggairahkan dibanding milik teman-teman SMU-ku yang pernah ML denganku. Bahkan mengalahkan penis Tarjo pembantuku sendiri. (sebagai informasi aku pernah ML dengan pembantuku yang bernama Tarjo. Di lain kesempatan, akan kuceritakan pengalamanku itu). Aku berhenti menatap takjub saat Kiryo mulai menurunkan celana dalamku. Disuruhnya aku mengangkat kaki kiri agar bisa meloloskan celana dalam. Akhirnya pantatku yang sudah telanjang menungging dengan celana dalamku masih menggantung di kaki kanan. Posisiku yang sedikit menungging mengakibatkan vaginaku terpampang di hadapan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Mata mereka seperti mau copot melihat kewanitaanku yang sudah tidak tertutup apa-apa lagi dari balik rok abu-abuku yang terangkat hingga pinggang. Kiryo mendekap tubuhku dari belakang dalam posisi berdiri. Dengan lembut dia membelai permukaan vaginaku yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu. Sementara tangan yang satunya mulai naik ke payudaraku, darahku makin bergolak ketika telapak tangannya yang kasar itu meremas-remas dadaku. “Sshh.. Bang” desahku dengan agak gemetar ketika jarinya menekan bagian tengah kemaluanku. “Tenang Non…saya gak bakal kasar kok, dijamin enak ngentot sama si ganteng Kiryo!” kata Kiryo memuji diri tanpa tahu kondiri dirinya, ia juga terus merayu sambil mengelusi bagian pangkal pahaku dengan jarinya. Aksi Kiryo berhenti ketika Pak Togar meletakkan sebuah kursi panjang di tengah toilet. Kursi panjang itu biasa digunakan untuk duduk jika sedang ngantri mau ke toliet. Pak Togar lalu memberi isyarat agar Kiryo menelentangkan tubuhku di atas kursi itu. Sekarang aku terbaring telentang di atas kursi itu dengan Kiryo berada di antara kedua pahaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia membentangkan pahaku lebar-lebar membuatku malu dan menutupkan tanganku di vaginaku. Dengan gemas dia membentangkan tanganku lagi. Pak Togar lalu mendekat dan berkata : ”Non Erlina, dari dulu saya pengen suatu saat nanti agar kontol saya bisa ngerasian bibir Non. Eh, akhirnya kesampaian juga. He.he..” katanya sambil tertawa, “sekarang ayo buka mulutnya Non!” perintah Pak Togar setengah menghardik. Hal itu membuatku takut. Akupun pelan-pelan meraih benda itu, ya ampun tanganku yang mungil tak muat menggenggamnya, sungguh fantastis ukurannya. “Ayo non, emutin kontol Pak Togar tuh, pasti yahud rasanya kalo diemut sama Non!” kata Kiryo menimpali. aku tak punya pilhan lain. Kubimbing penis dalam genggamanku ke mulutku yang mungil dan merah, uuhh.. susah sekali memasukkannya karena ukurannya. Sekilas tercium bau keringat dari penisnya sehingga aku harus menahan nafas juga terasa asin waktu lidahku menyentuh kepalanya, namun aku terus memasukkan lebih dalam ke mulutku lalu mulai memaju-mundurkan kepalaku. Selain menyepong tanganku turut aktif mengocok ataupun memijati buah pelirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Uaahh.. uueennakk banget, Non Lina udah pengalaman yah?” ceracau Pak Togar menikmati seponganku, sementara tangannya yang bercokol di payudaraku sedang asyik memelintir dan memencet putingku. Di bawah sana, kurasakan Kiryo mulai menjilati pahaku yang putih mulus, jilatannya perlahan-lahan mulai menjalar menuju ke tengah. Aku hanya dapat bergetar saat kurasakan lidahnya yang tebal dan kasar itu menyusup ke pangkal pahaku lalu menyentuh bibir vaginaku. Bukan hanya bibir vaginaku yang dijilatinya, tapi lidahnya juga masuk ke liang vaginaku, rasanya wuiihh..gak karuan, geli-geli enak seperti mau pipis. Tangannya yang terus mengelus paha dan pantatku mempercepat naiknya libidoku. Aku makin bersemangat mengoral penis Pak Togar saking nikmatnya yg kurasakan. “Wah, makin gatel nih Non Lina. Awas…kontol saya jangan sampai digigit ya. ohhhh…ohh….” kata Pak Togar. Sambil mengoral penis Pak Togar aku menjambak rambut si Kiryo yang sedang menyeruput vaginaku. Aku benar-benar sudah terbuai dalam kenikmatan birahi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebentar lagi aku akan mencapai puncak kenikmatan. Tidak sampai lima menit, tubuhku mengejang, rasa nikmat itu menjalar dari vagina ke seluruh tubuhku. Sensasi itu berlangsung terus sampai kurasakan cairanku tidak keluar lagi, barulah Kiryo melepaskan kepalanya dari situ, nampak mulutnya basah oleh cairan cintaku Badanku lemas, dan kulepaskan mulutku dari penis Pak Togar. Pak Togar nampaknya mengerti dengan kondisiku sehingga dia tidak memaksaku mengoral penisnya lagi. “Emang enak ya cairan pejunya cewek SMA” sahut Kiryo kepada Pak Togar. “Tunggu sampai lu rasain sepongannya deh Kir…pokoknya maknyus deh! Non Lina udah pengalaman yah?” kata Pak Togar. “Benar tuh Pak…anak-anak SMA sekarang kan doyan ngentot. Hehehehe…” Aku hanya mengatur nafasku sambil memejamkan mata mendengar olok-olok mereka. Belum beres aku mengatur nafasku yang memburu, aku mulai merasakan ada jari yang merenggangkan vaginaku, kemudian disusul dengan sebuah benda keras yang menyeruak masuk. Benda itu adalah penis Kiryo, ia sepertinya buru-buru sekali ingin menikmati vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku membelalakkan mata menahan nyeri ketika penisnya menerobos vaginaku. Penis besar itu kesulitan menjebol vaginaku yang masih sempit itu. Kepala penisnya yang besar itu menggesek klitoris di liang senggamaku hingga aku merintih antara sakit dan nikmat. Ia terus berusaha menekankan miliknya ke dalam milikku yang memang sudah sangat basah. Aku memejamkan mata, meringis, dan merintih menahan rasa perih akibat gesekan benda itu pada milikku. Pelahan-lahan benda itu meluncur masuk ke dalam milikku. Dan ketika dengan kasar dia tiba-tiba menekankan miliknya seluruhnya amblas ke dalam diriku. aku tak kuasa menahan diri untuk tidak memekik. “ahh……….bang…….stop…….ahhhhhhh…….sakittttttt…pelan dikithh!!” aku melolong panjang menahan rasa perih akibat gesekan benda itu pada milikku yang masih sempit, sampai mataku berair. Perasaan perih bercampur nikmat tersebut membuat badanku mengejang beberapa detik. “Oohh.. Non Lina sayang…peret banget.. memekmu.. enaknya!” ceracaunya di tengah aktivitasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kiryo menyetubuhiku dalam posisi doggie di atas lantai toilet, alat kelamin kami yang bertumbukan menimbulkan bunyi plok-plok-plok. Aku sungguh larut dalam kenikmatan ini dan tak bisa menahan desahanku. Penisnya menggesek dinding-dinding vaginaku, semakin cepat dan semakin dalam, saking keenakannya dia tak sadar penisnya ditekan hingga masuk semua. Ini membuatku merasa sakit bukan main dan aku menyuruhnya berhenti sebentar, namun Kiryo yang sudah kalap ini tidak mendengarkanku, malahan dia menggerakkan pinggulnya lebih cepat. Aku dibuatnya serasa terbang ke awang-awang, rasa perih dan nikmat bercampur baur dalam desahan dan gelinjang tubuh kami. Pak Togar tidak menyia-nyiakan mulutku yang mengap-mengap dan terbuka lebar. Ia berlutut di hadapanku dan dijejalinya penisnya ke mulutku sehingga teriakanku tersumbat. Kiryo makin brutal menyodok-nyodok vaginaku. Sambil menyodok, kepalanya merayap ke payudaraku dan tangannya sesekali menampar bongkahan pantatku karena gemas.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menggelinjang tak karuan waktu puting kananku digigitnya dengan bernafsu, kocokan dan kulumanku pada penis Pak Togar pun makin bersemangat. Rupanya teknik oral seksku telah membuat Pak Togar ketagihan, dia jadi begitu bernafsu memperkosa mulutku dengan memaju-mundurkan pinggulnya seolah sedang bersetubuh. Kepalaku pun dipeganginya dengan erat seolah tidak rela melepaskannya. Bahkan sesekali dia menjambak rambutku ketika aku menggigit pelan batangnya. Penisnya yang besar itu menyesaki mulutku yang mungil itu pun ada sisanya karena tidak tertampung semua. Hal itu membuat aku susah bernafas. Akhirnya aku hanya bisa pasrah saja disenggamai dari dua arah oleh mereka, sodokan dari salah satunya menyebabkan penis yang lain makin menghujam ke tubuhku. Aku mencoba mengikuti ritme genjotan mereka hingga pelan-pelan akupun mulai terbiasa, serasa terbang melayang-layang aku dibuatnya hingga akhirnya tubuhku menggelinjang. Aku mau menjerit tapi mulutku tersumbat oleh penis Pak Togar. Bersamaan dengan itu pula genjotan Kiryo terasa makin bertenaga.</p>
<p style="text-align: justify;">“Non…neng saya keluar nih !” erangnya panjang sambil meringis. Hal yang sama pula dirasakan olehku, aku tidak sanggup lagi menahan gelombang orgasme yang menerpaku demikian dahsyat. Kami mencapai orgasme bersamaan, aku dapat merasakan spermanya yang menyembur deras di dalamku, dari selangkanganku meleleh cairan hasil persenggamaan kami. Aku melepaskan penis Pak Togar dari mulutku dan mengambil udara segar. Tubuh telanjangku terbaring lemas di kursi panjang itu. Lelah sekali persetubuhan liar barusan. Kurasakan punggungku sakit karena bergesekan dengan kursi panjang itu. “Hehe…liat nih Pak Togar, akhirnya saya bisa juga numpahin peju ke memek bidadari sekolah kita” kata Kiryo membentangkan bibir vaginaku dengan jarinya, seolah ingin memamerkan cairan spermanya dengan bangga. “Ngehek juga kau Kir, kenapa pula jadi kau yang duluan ngetotin dia. Kan harusnya saya sebagai yang lebih tua darimu”. kata Pak Togar sewot. “Aduh maaf Pak. Habis saya gak tahan tadi. Soalnya Non Lina ini udah dari dulu pengen saya entotin.</p>
<p style="text-align: justify;">He..he… Kalo saya ngocok pasti selalu ngebayangin dia. Jadi mengertilah Bang. He,,he,,” kata Kiryo sambil cengengesan. Pak Togar lalu mendekatiku. “Non Lina, bisa ga Bapak tusuk sekarang? udah ga tahan daritadi belum rasain memeknya Non, boleh kan?” kata Pak Togar sambil mengangkat tubuhku. Aku tahu itu hanya basa-basi, sebab jika aku menolak sekalipun dia pasti akan tetap melakukannya. Maka, walau masih lemas banget, tapi kuanggukan kepala mengiyakannya. “Tapi pelan-pelan ya…masih cape nih” kataku sambil menatap ngeri ke penis supernya yang sudah menegang maksimal. Dia nampaknya senang, karena sebentar lagi akan merasakan kenikmatan gadis muda. Diangkatnya tubuhku lalu digiring ke arah wastafel lalu aku disuruh berbalik dan tanganku bertumpu pada wastafel. Sekarang aku dapat melihat diriku melalui cermin di hadapanku dan dari belakang kulihat dia sedang mengagumi tubuhku dan mengelus-ngelusnya. “Bener-bener body yang top!” pujinya sambil meremas bongkahan pantatku dengan gemas dan menepuknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat tangannya mengelus kemaluanku tanpa sadar aku malah merenggangkan kakiku sehingga dia makin leluasa merambahi daerah terlarang itu. Lewat cermin kulihat dia mulai mempersiapkan penisnya dengan menggosok-gosokkan pada bibir vagina dan anusku. Kemudian dia menyelipkan penisnya di antara selangkanganku lewat belakang. Tanpa buang waktu lagi, Pak Togar mendorong penisnya pada vaginaku. Walaupun sudah becek oleh lendirku, aku masih merasa nyeri karena penisnya yang tebal tidak sebanding ukurannya dengan liang senggamaku. Aku merintih kesakitan merasakan penis itu melesak hingga amblas seluruhnya. Dia langsung menyodok-nyodokkan penisnya dengan kecepatan yang semakin lama semakin tinggi. “Benar juga katamu Kir…sempit banget…enak…ohh” sahut Pak Togar. Dia pasti tak habis pikir bisa menikmati gadis SMA sepertiku. Kedua bandot ini memnag sangat beruntuk bisa menikmati tubuhku dengan gratis. Tapi setelah kupikir-pikir toh aku juga menikmatinya. Permainan mereka telah berhasil menggali sisi terliar dalam diriku. Tak dapat kusangkal bahwa aku sangat menikmati persetubuhan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">“OH…pak terus….entot aku!!” desahku tanpa malu-malu lagi. Cermin di depanku memantulkan bayangan wajahku yang sedang horny, mulutku mengap-mengap mengeluarkan merintih terlebih ketika tangan kasar itu meremas-remas kedua payudaraku sambil sesekali dipermainkannya putingku yang sudah mengeras. “Suka ga Non Lina bapak ginikan?” tanyanya sambil terus menggenjot dan mempermainkan payudaraku. Nampaknya dia senang melihatku tersiksa seperti ini. ”Aahh.. iya…suka…” desahku tak tertahankan. Pak Togar menimpali jawabanku dengan berkata pada Kiryo : “Lu denger Kir? Katanya dia suka. Hahaha….” “Hajar aja terus memeknya Pak. Udah gatal dia itu….hahahahahah..” kata Kiryo. Kiryo menontonku sedang bersetubuh dengan Pak Togar sambil duduk merokok di bangku panjang. Pak Togar makin bersemangat saja menyetubuhiku. Tusukan-tusukan penisnya seolah merobek tubuhku, hingga 15 menit kemudian tubuhku bagaikan kesetrum dan mengucurlah cairan dari vaginaku dengan deras sampai membasahi pahaku. Aku merintih panjang sampai tubuhku melemas kembali, kepalaku jatuh tertunduk, nafasku masih kacau setelah mencapai orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">Tadinya kukira dia juga akan segera memuntahkan spermanya, ternyata aku salah, penisnya masih begitu keras dan dia masih kuat menggenjotku tanpa mempedulikan kondisiku yang mulai kepayahan. Rambut panjangku dijambaknya sehingga kepalaku terangkat, kembali kulihat adeganku melalui cermin dimana tubuhku yang telah mandi keringat tergoncang-goncang, nampak pula payudara terayun kesana-kemari. Sudah seperempat jam berlalu, selama itulah aku digenjotnya namun belum terlihat tanda-tanda akan orgasme, justru nafsuku mulai bangkit lagi. Variasi gerakannya sangat lihai sampai membuatku berkelejotan, juga staminanya itu sungguh diluar dugaan. Mendadak dia menarik lepas penisnya, aku sudah siap menerima semprotan spermanya, namun…ooohh..tidak! penis itu masih mengacung dengan gagahnya. Dia lalu duduk di kursi panjang tadi, “Sini Non, kita main pangku-pangkuan!” suruhnya seraya menepuk paha. Aku menurut saja dan tanpa diminta lagi aku naik ke pangkuannya, tanpa malu-malu lagi aku melingkarkan tangaku di pundaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akupun dengan senang hati menuntun penisnya memasuki milikku, dalam posisi seperti ini aku dapat lebih aktif bergoyang. Setelah menurunkan tubuhku hingga penisnya amblas ke dalam vaginaku, aku pun mulai bergoyang di pangkuannya. Pak Togar pun membalas gerakkanku dengan menyentak-nyentak pinggulnya berlawanan denganku sehingga tusukannya makin dalam. Kedua tangannya menggerayangi tubuhku terutama payudara dan punggung. “Ohhh.oohhhhh……ohhhh.” hanya itu yang keluar dari mulutku. Aku menggoyangkan tubuhku dengan gencar dengan gerakan naik-turun, sesekali aku melakukan gerakan meliuk sehingga Pak Togar mengerang karena penisnya terasa diplintir. Wajahnya dibenamkan pada belahan dadaku, putting kiriku disedot dan dikulumnya dengan rakus. Kunaik-turunkan tubuhku dengan gencar sampai dia melenguh-lenguh keenakan. “Uuugghh…oohh…memek SMA enak banget, nngghhh…memek anak..sma..!!”. Kiryo menonton adegan kami sambil mengelus-elus penisnya, dia ingin memancing adik kecilnya untuk `bangun`. “Ayo…goyang Non…oohh!” Pak Togar sepertinya ketagihan dengan goyanganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tangannya tetap meremas-remas dadaku, bahkan sesekali mulutnya menggigit payudaraku. Kontan aku menjerit-jerit makin kuat. Jeritanku membuat Pak Togar makin bernafsu begitu juga Kiryo, dia tidak tahan hanya menonton saja. Dia mendekat dan berdiri di sebelahku, penisnya mengacung di depan mukaku. Dia mengelus-eluskan benda itu pada pipiku yang halus. “Emut non…ayo buka mulutnya!” sambil mengarahkan batangnya ke mulutku yang mendesah-desah. Dengan setengah memaksa dia menjejalinya ke mulutku. Aku yang tak punya pilihan lain langsung memasukkan penis itu ke mulutku. Kusambut batangnya dengan kuluman dan jilatanku, aku merasakan aroma sperma pada benda itu, lidahku terus menjelajah ke kepala penisnya dimana masih tersisa sedikit cairan itu, ntah kenapa aku tidak merasa jijik. Malah kupakai ujung lidahku untuk menyeruput cairan yang tertinggal di lubang kencingnya. Hal itu membuat Kiryo blingsatan sambil meremas-remas rambutku. Aku melakukannya sambil terus bergoyang di pangkuan Pak Togar. ”ah uh ah….hhhhh………”suara-suara itu membahana di kamar mandi itu. Untung suasana sekolah sudah sepi kalau tidak bisa berabe.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan tetap bergoyang, aku juga mengisap-ngisap penis Kiryo makin keras hingga membuat batangnya menegang maksimal. Tangannya merayap ke bawah menggerayangi payudaraku. Dia sangat pandai meremas-remas titik sensitifku, sehingga aku dibuatnya melayang-layang. Gelombang orgasme sudah di ambang batas, aku merasa sudah mau sampai, namun Pak Togar menyuruhku bertahan sebentar agar bisa keluar bersama. Sampai akhirnya dia meremas pantatku erat-erat dan memberitahuku akan segera keluar, perasaan yang kutahan-tahan itu pun kucurahkan juga. “Aaaahhhhh….hhhhhhhh!!!!” desahan panjang keluar dari mulutku, kepalaku mendongak ke atas menatap langit-langit kamar mandi sehingga penis Kiryo yang sudah menegang maksimal lepas dari bibirku. Aku dan Pak Togar orgasme bersamaan dan dia menumpahkannya di dalam rahimku. Vaginaku serasa banjir oleh cairannya yang hangat dan kental itu, sperma yang tidak tertampung meleleh keluar di daerah selangakanganku. Aku ambruk ke depan, ke dalam pelukan Pak Togar.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia peluk tubuhku sambil penisnya tetap dalam vaginaku, kami berdua basah kuyup keringat yang mengucur. Aku merasakan kehangatan dalam dekapan pria itu. Tanpa memperdulikan tubuhku yang lemas Kiryo langsung mengangkat tubuhku dari Pak Togar. Dia lalu membuatku menungging diatas lantai dengan tangan bertumpu pada kursi panjang itu. “Mau ngapain lagi sih Bang?” tanyaku. “udah dulu dong, Lina dah cape nih” keluhku yang tidak dipedulikannya. Dia menepuk-nepuk pantatku yang montok. Dia kemudian meludahi bagian duburku beberapa kali. lalu digosok-gosokkan dengan jarinya ke daerah itu. Aku memejamkan mata dan berharap semoga dia tidak menyerang anusku, karena aku sudah membayangkan ngerinya kalau batangnya itu membobol pantatku yang masih perawan. Aku belum pernah anal seks sebelumnya dan tidak punya keinginan untuk melakukannya karena membayangkannya juga sudah sakit. Sunguh aku lemas jika membayangkan rasa sakit jika penisnya menusuk-nusuk anusku seperti menusuk-nusuk vaginaku. Belum habis aku berfikir aku dikejutkan oleh sebuah benda lonjong di bibir lubang anusku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pun kontan menarik pantatku. Tapi Kiryo malah menarikku. Aku terkejut dan mencoba berontak “Jangan bang…jangan di situ…. Sakit!” ibaku. “Tahan Non, masih baru emang sakit, tapi ntar pasti enak kok” katanya dengan tenang. Aku masih meronta-ronta tapi Pak Togar memegangi tubuhku. Nampaknya dia memberi kesempatan bagi Kiryo menikmati anusku. Dia perlahan-lahan mendorong penisnya masuk ke anusku. Anusku pun kontan mengerut. Dia masih terus berusaha melicinkan jalan penisnya. Setelah beberapa saat menarik dan mendorong akhirnya ia berhasil memperawani anusku. Aku memeluk tubuh Pak Togar karena saking perihnya baru pertama kali ditusuk bagian sana. Dia diamkan sebentar penisnya disana untuk beradaptasi sekalian menikmati jepitannya. Kesempatan ini juga kupakai untuk membiasakan diri dan mengambil nafas. “Auhhh….sakit…” Aku menjerit keras saat dia mulai menghujamkan penisnya. Secara bertahap sodokannya bertambah kencang dan kasar sehingga tubuhku pun ikut terhentak-hentak. Aku tidak bisa melukiskan rasa sakit yang aku rasakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa menghiraukannku dia tetap mengengot duburku. Untuk merangsangku, Pak Togar meraih kedua payudaraku yang bergoyang dan diremas-remasnya dengan lembut. Tapi remasannya kalah dibandingkan rasa sakit yang kuterima. “pak..u..da..ah….Erlina..sa..kit” jeritku panjang. Keringat dan air mataku bercucuran. Jeritanku itu bukannya membuatnya kasihan malahan membuatnya makin bernafsu. Dengan keras dia sodok-sodokan penisnya dan pantatku yang mulus itu diremas-remas dengan brutal. Suara rintihanku saling beradu dengan lenguhan. Lambat laun mulai kuraskan nikmat sedikit. Tapi walaupun begitu air mataku tetap bercucuran akibat sensasi nikmat di tengah-tengah rasa perih dan ngilu. Rasa sakit itu kurasakan terutama pada dubur, aku mengaduh setiap kali dia mengirim hentakan dan remasan keras, namun aku juga tidak rela dia menyudahinya. Terkadang aku harus menggigit bibir untuk meredam jeritanku. “aduh, sempit banget nih pantat.” desahnya sambil terus menggenjotku. “Udah bangsat. Hentikan. Sak…..it…..” kata-kata kasar keluar dari mulutku, tapi dia bahkan tidak peduli.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku terus memaki dan memakinya agar berhenti. Untuk meredam suaraku Pak Togar lalu mamasukkan penisnya ke mulutku dan memaksaku mengemutnya. Dia bahkan mulai kasar dengan menjambak rambutku. Aku tak punya pilihan lain selain mengoralnya. Hitung-hitung pengalih rasa sakit vaginaku. Kusedot dengan keras penis hitam itu. Kubuat pemiliknya medesah-desah. Walau masih lengket-lengket bekas persenggamaan barusan, kupakai lidahku menyapu batangnya. Aku dapat melihat ekspresi kenikmatan pada wajahnya akibat teknik oralku. Tiba-tiba Kiryo melingkarkan kedua lengannya ke ketiakku dan menarik bahuku. Kedua lenganku sekarang terkunci oleh lengan Kiryo dan terentang ke samping, membuatku terpaksa melepaskan kulumannya pada penis Pak Togar. Dalam posisi seperti itu Kiryo kemudian menarik tubuhnya sehingga kami berdua terlentang di lantai kamar mandi itu dengan posisi tubuhku ada di atasnya. Melihat hal itu, Pak Togar ikut maju, dipentangkannya kedua belah pahaku dan ditekuknya ke arah samping sehingga mengangkang seperti kodok, membuat vaginaku terkuak lebar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oohhh… janganh.. ahhh…hentikan……….”Aku berteriak takut saat menyadari apa yang akan dilakukan oleh Pak Togar. Pelan-pelan Pak Togar mula mendekatkan penisnya ke vaginaku. Aku berontak menyadari bahwa akan ada 2 penis besar dironggaku. Pasti sangat sakit pikirku. Tapi aku tak bisa berbuat banyak karena Kiryo memegangi tubuhku hingga aku tak bisa bergerak. “AAHHHHHKKK…am…pun………….nnnnn……..” aku menjerit saat penis Pak Togar menembus liang vaginaku. Sekarang dua batang penis besar memasuki tubuhku dari depan dan belakang. Aku meronta-ronta hebat saat secara bergantian Kiryo dan Pak Togar menggenjot tubuhnya. Tubuh ku mengeliat-liat di dalam himpitan kedua penjaga sekolah buruk rupa itu. Dan sambil menggenjot vaginaku, Pak Togar juga sibuk menciumi dan melumat bibirku. Aku merasa tersiksa dihimpit kedua penjaga sekolah brutal ini, tapi sebenarnya Aku juga merasakan sebuah sensasi hebat yang bergolak dari dalam tubuhku, bagaikan api besar yang membara dan meledak-ledak, membuatku akhirnya tenggelam dalam permainan seks bertiga itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Apalagi ternyata Kiryo dan Pak Togar sangat lihai dalam urusan seks, membuat sensasi dalam tubuhAku meledak. “aahhh… ahhhh… mau nyampe…….. oohhh… udaaaahhh… oohhh… udaaahhh…”Aku merintih-rintih merasakan orgasmenya setiap saat bisa meledak. Tapi kelihaian Kiryo dan Pak Togar dalam bersenggama membuat mereka bisa menahan orgasmeku. Mereka tidak ingin Aku selesai dengan mudah. Setiap kali Aku akan meledakkan orgasmenya, setiap kali pula mereka menghentikannya dengan bermacam cara, seperti dengan menghentikan genjotan penisnya, atau menjambak rambutku sampai kesakitan dan melupakan dorongan orgasmenya. Aku benar-benar dibuat takluk oleh kedua penjaga sekolah itu. Kurasakan wajahku panas merasakan sensasi orgasmenya berulang kali berhasil digagalkan. Entah berapa lama tubuhku berada di dalam himpitan dan genjotan kedua penjaga sekolah itu.Aku sendiri sampai terlalu payah untuk merintih, tubuhnya sekarang hanya tergetar dan menggeliat setiap kali hendak orgasme. “Gimana rasanya dikeroyok kaya gini Non Erlina? Ngomong dong..” kata Pak Togar sambil terus menggenjot vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eeegghh… ennaaakkk… Oohhhh… Nikmathh… Ahhhhh…..” jawabku sambil membiarkan kedua puting payudaraku dijilat dan digigit kecil oleh Pak Togar. “Apa Non mau lain kali ngentot bareng kita lagi?” tanya Kiryo dari belakang. “Ehhkkhh…. iyaahhh… mauuhhh… oohhh…” aku menjawab asal saja. Mendengar hal itu Kiryo makin bersemangat menggenjotkan penisnya di anusku. Hal itu berlangsung sekitar 15 menit lamanya sampai aku merasakan tubuhku seperti mau meledak, yang dapat kulakukan hanya menjerit panjang dan memeluk Pak Togar erat-erat sampai kukuku mencakar punggungnya. Selama beberapa detik tubuhku menegang sampai akhirnya melemas kembali dalam dekapan mereka. Namun mereka masih saja memompaku tanpa peduli padaku yang sudah lemas ini. Erangan yang keluar dari mulutku pun terdengar makin tak bertenaga. Tiba-tiba pelukan mereka terasa makin erat sampai membuatku sulit bernafas, serangan mereka juga makin dahsyat, putingku disedot kuat-kuat oleh Pak Togar, dan Kiryo menjambak rambutku. Aku lalu merasakan cairan hangat menyembur di dalam vagina dan anusku.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka berdua pun terkulai lemas diantara tubuhku dengan penis masih tertancap. Tanpa disadari, ada seseorang di luar sana yang telah mengetahui perbuatan mesum kami di toilet ini. Tiba-tiba saja pintu terbuka dan orang itu masuk “Hei, apa-apaan kalian? Ini sekolah, bukan tempat untuk main gila!” bentaknya Tentu saja kami pun terkejut dan melihat ke arah Ms. Alice, guru Bahasa Inggris yang berasal dari Amerika itu, berdiri berkacak pinggang dengan muka yang marah. Perlu diketahui bahwa sekolahku adalah sekolah internasional jadi tidak heran ada beberapa guru native yang mengajar di sini. Ms. Alice adalah seorang wanita berumur 24 tahun, berambut merah pendek dengan tubuh terbilang jangkung kalau dibandingkan tinggi badan wanita Asia pada umumnya. Ia sudah dua tahun di Indonesia sehingga sudah cukup lancar berbahasa Indonesia. Aku yang masih kaget buru-buru metutupi dadaku yang telanjang dengan kedua lengan. Mata Ms. Alice terpaku melihat melihat batang kemaluan kedua pria itu yang setengah ereksi itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat reaksi Ms. Alice yang terdiam dan matanya mengarah pada kemaluan pria itu, Pak Togar timbul nyalinya untuk maju mendekati Ms. Alice, matanya menatap mata hijau wanita bule itu dengan tajam. Aneh, Ms. Alice yang tadinya tampak galak tiba-tiba terdiam dan melangkah mundur setengah langkah. Tanpa aba-aba, Pak Togar menarik lengan Ms. Alice dan dengan cepat mendekap tubuhnya. “No…tidak…mmmhhh!” sebelum Ms. Alice menyelesaikan kata-katanya bibirnya sudah lebih dulu dilumat dengan ganas oleh Pak Togar. Ms. Alice berusaha melepaskan diri dengan mendorong tubuh penjaga sekolah itu, tetapi tenaganya tentu kalah dibanding pria itu. Pak Togar menyibak rok Ms. Alice hingga terlihat pahanya yang jenjang dan putih mulus, tangan kasar itu langsung menggerayangi kemaluan Ms. Alice dari luar celana dalamnya. Mereka bergumul beberapa saat hingga akhirnya dorongan tangan Ms. Alice mulai berubah menjadi pelukan dan elusan liar, ia mulai membalas cumbuan Pak Togar dan bermain lidah dengannya.bertarung dan tangan Ms. Alice meraih penis Pak Togar.</p>
<p style="text-align: justify;">Ciuman mereka terpisah beberapa saat untuk mengambil nafas. “Puasin saya Pak…yah setubuhi saya dengan your big cock!” pinta Ms. Alice dengan suara lirih, kelihatannya ia sudah terangsang berat. Pak Togar menurunkan celana dalam Ms. Alice lalu melepas bajunya dengan kasar. Ms. Alice agak kaget tetapi diam saja. Batang kemaluannya yang dari tadi dielus-elusnya itu kini digesek-gesekkan oleh Pak Togar di selangkangannya. Ms. Alice menyandarkan punggungnya ke tembok dan mulai mengerang keenakan. Aku pun kembali merasakan seseorang meremas-remas buah dadaku dari belakang, ternyata Kiryo yang nafsunya bangkit lagi siap untuk memulai babak berikutnya. Aku pun melingkarkan tangan memeluk lehernya, kutengokkan wajah ke samping dan ia menyambut bibirku, kami kembali berciuman. Penisnya yang sudah bangkit lagi bergesekan dengan belahan pantatku. Kulihat di sudut sana, Ms. Alice pun mulai mengerang dan mendesah, tangannya membuka kait branya sendiri lalu menurunkan cupnya sehingga payudaranya pun terkuak. Pak Togar langsung memainkan buah dada wanita bule itu dan mereka pun berciuman dengan panas.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beberapa saat saling merangsang, Pak Togar membawa Ms. Alice ke bangku panjang dan membaringkannya telentang di atasnya. Kemudian mulailah ia memasukkan batang kemaluannya yang sudah siap tempur itu ke dalam liang kemaluan Ms. Alice. Sodokan-sodokan pertama dimulainya dengan pelan-cepat pelan-cepat dengan ritme yang secara random. Ms. Alice mendesah dan menggumam dalam bahasa Inggris menerima sodokan-sodokan penis pria itu. Sementara tubuhku juga telah kembali bersatu dengan Kiryo, sambil mendekapku dari belakang ia memasukkan penisnya ke vaginaku, tubuhku dibungkukan ke depan membentuk sudut 90 derajat dan ia memegangi kedua pergelangan tanganku. Ia pun memulai genjotannya terhadap vaginaku. Dalam posisi begini kedua payudaraku nampak jelas sekali berayun-ayun mengundang selera. “Uuugghhh…asoy nih, memek bule, sedappphh!” ceracau Pak Togar sambil terus menggenjot vagina Ms. Alice dengan berpegangan pada kedua pergelangan kaki wanita itu. Ms. Alice terlihat pasrah, tubuhnya yang sudah telanjang bulat tersentak sentak di atas kursi panjang itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku melihat jelas vagina Ms. Alice yang bulunya juga kemerahan itu diterobos penis pak Togar yang besar dan berurat. Desahan pelan yang seksi dari guru Bahasa Inggrisku itu membuatku panas dingin menyaksikannya. Ms. Alice sama sekali tak terlihat diperkosa, bahkan dengan penuh penyerahan ia menyambut setiap tusukan pak Togar dengan sedikit mengangkat pinggulnya, nampaknya ia sudah lama tidak menikmati kenikmatan seks sehingga sekarang demikian larut di dalamnya. Sepuluh menitan kemudian mereka berganti posisi, kini Pak Togar telentang di bangku panjang dan sebelum ia sempat meminta, Ms. Alice sudah lebih dulu meraih penis besarnya dan menjilatinya dengan bernafsu. Wajah Ms. Alice nampak liar ketika menjilati penis itu sambil mengocoknya persis seperti artis-artis porno di film-film produksi Vivid dan Private, berbeda sekali dengan kesehariannya ketika mengajar di kelas yang anggun dan keibuan. Sedangkan aku kini sedang disetubuhi Kiryo dengan punggung bersandar ke tembok dan kedua kakiku diangkat olehnya, ternyata kurus-kurus begini kuat juga dia menopang tubuhku.</p>
<p style="text-align: justify;">Penisnya menghujam-hujam vaginaku, terkadang bibir kami bertemu dan saling bermain lidah. Aku sudah benar-benar mandi keringat karena sudah bergulat sejak tadi, tapi herannya kedua orang ini sepertinya belum puas juga mengerjaiku apalagi sekarang ditambah Ms. Alice. “Aahh..ahhh…kuat banget sih Bang, mau sampe kapan nih?” desahku di tengah pergumulan kami “Hehehe…mumpung dapet rejeki Non, kapan lagi bisa gini, makannya kudu dipuas-puasin sekarang…huuhhh….uuhh!” jawabnya tanpa menghentikan genjotan “Enngghh…Bang…” aku melenguh keenakan ketika tiba tiba penisnya menyodok dalam-dalam. Cairan cintaku yang sudah kembali meleleh melumasi vaginaku membuat sodokan itu terasa begitu nikmat. Apalagi urat urat yang menggerinjal itu berdenyut denyut, membuat aku kehilangan kontrol dan mulai menggerakkan pinggulku menyambut tiap genjotannya. “Enak kan Non?” tanya Kiryo dengan senyum mengejek. “Iyah Bang… enakkhh.. ooohh” jawabku yang sedang dimabuk birahi. Dalam diriku sekarang ini hanyalah mengejar orgasmeku, tak kuperdulikan celotehan Kiryo yang mengejekku dengan cara menirukan desahan, erangan dan lenguhanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku menggerakkan mata ke arah bangku panjang, ternyata mereka sedang bergaya 69. Pak Togar sedang asyik-asyiknya menjilat dan mencucuki vagina Ms. Alice yang di atas tubuhnya, ia membenamkan wajahnya pada vagina berbulu kemerahan itu seolah mau melahapnya. Ms. Alice dengan badan menggeliat-geliat menahan nikmat juga tidak kalah agresif mengoral penis penjaga sekolah itu sehingga pria itu melenguh nikmat dan berkelejotan. Setelah itu Ms. Alice melanjutkannya dengan naik ke penis Pak Togar, setelah menempelkan kepala penis itu pada bibir vaginanya, Ms. Alice menurunkan tubuhnya dan blesss…penis Pak Togar pun terbenam dalam vaginanya. Ia mulai menaik turunkan tubuhnya hingga vaginanya terpompa oleh penis itu. Pak Togar dibuatnya kelabakan dan mengerang ngerang dengan goyangan tubuhnya yang ganas. Kiryo sudah hampir selesai denganku, ia sudah mau keluar. Sebelum ngecrot ia menurunkan tubuhku dan menyuruhku berlutut. Di depan wajahku ia kocok penisnya dan crottt…croott…spermanya muncrat diiringi erangannya. Wajahku pun basah karena cipratan cairan putih kental itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku membuka mulut menyambut cipratan sperma itu, setelah semprotannya melemah, kuraih benda itu dan langsung kumasukkan mulut dan kuemuti dengan nikmatnya penisnya yang mulai lembek bercampur sperma dan cairan kewanitaanku itu. Kiryo akhirnya terduduk lemas di lantai, aku yang belum mencapai orgasme menghampiri Pak Togar yang sedang sibuk dengan Ms. Alice di atas bangku. Kunaiki wajah Pak Togar dengan posisi berhadapan dengan Ms. Alice, sehingga lubang kemaluan dan pantatku tepat mengarah ke wajah pria itu. Tanpa kuminta aku sudah merasakan lidahnya menjilati liang kemaluanku yang basah itu dan memainkan klitorisku. Pada waktu yang sama, aku mulai menciumi Ms. Alice dan memainkan buah dadanya, begitu pula dengan Ms. Alice yang membalas ciumanku dengan ganas dan juga meremas payudaraku. Ia menjilati cipratan sperma yang membasahi wajahku itu hingga bersih. “You…naughty girl…sshh…I’ll punish you for this!” katanya sambil mendesah di dekat wajahku. Aku hanya tersenyum nakal memandangnya lalu kupagut bibirnya dan kamipun berpelukan sesama wanita dan beradu lidah.</p>
<p style="text-align: justify;">Lima menit kemudian bibirku merayap turun ke lehernya terus dengan tujuan payudaranya. Putingnya yang coklat itu pun akhirnya kutangkap dengan mulutku dan kuemut-emut. “Uuuhh…I’m coming…yeesss…aaahh…aahh!” Ms. Alice mendesah panjang beberapa saat kemudian diiringi dengan tubuhnya yang mengejang. Ia semakin cepat menaik-turunkan tubuhnya di atas penis Pak Togar hingga akhirnya kulihat tubuhnya semakin berkelejotan, ia mencengkram erat kedua lenganku menyongsong orgasme hingga melemas dalam dekapanku. “Weleh…weleh hari ini hoki banget udah dapet cewek SMA dapet gurunya lagi…mana bule pula!” sahut Kiryo berjalan menghampiri kami, “yuk sini Miss, gua pengen ngerasain memek bule nih!” Ia menarik tubuh Ms. Alice yang masih lemas pasca orgasme. Karena masih belum pulih tenaganya Ms. Alice pun tersungkur di lantai. Melihat itu, Kiryo duduk di lantai dan menaikkan tubuh guru bahasa Inggrisku itu ke pangkuannya dalam posisi berhadapan. Ia mengarahkan penisnya yang sudah keras lagi ke vagina Ms. Alice yang dengan pasrah mengikuti saja arahannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aaaahh!!” terdengar desahan lirih dari mulut wanita berambut merah itu saat ia menurunkan tubuhnya hingga vaginanya tertancap di penis Kiryo Tanpa menunggu lebih lama lagi, Kiryo mulai menyentak-nyentakkan pinggulnya ke atas membuat Ms. Alice mendesah nikmat sambil berpelukan pada tubuh kurusnya. Penjaga sekolah bertubuh kurus itu membenamkan wajahnya pada dada Ms. Alice dan dengan bernafsu ia melumat payudaranya yang berukuran lumayan besar itu secara bergantian. “Non Lina, bapak tusuk lagi yah!” pinta Pak Togar di bawah selangkanganku, sepertinya ia sudah cukup puas melumat kewanitaanku, terlihat dari mulutnya yang sudah belepotan cairanku. Aku mengangguk saja mengiyakannya, lalu ia menyuruhku berposisi doggie di lantai. Setelah bertumpu dengan kedua lutut dan telapak tanganku, aku merasakan kepala penisnya kembali melesak masuk ke vaginaku. “Uuuhhh!” desahku lirih dengan wajah terangkat. Ia memompa tubuhku dengan penuh nafsu. Tangannya meraba dan meremas-remas payudaraku yang bergelayutan. Sambil terus memompa, tangan satunya meraih payudara Ms. Alice yang sedang bersetubuh dengan Kiryo di sebelahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tangannya yang menggerayangi payudaraku makin ganas sambil sesekali memilin-milin puting susuku. Tubuhku tersentak-sentak karena pompaan Pak Togar, kutengokkan kepalaku ke samping belakang melihat Ms. Alice sedang menaik turunkan tubuhnya di atas penis Kiryo sementara payudaranya dikenyot pria kurus itu dan payudara satunya diremas-remas Pak Togar. Ms. Alice sepertinya sudah pulih tenaga dan birahinya, terlihat dari goyangnya yang liar itu. “Ooohhh…uuhh…Lina…Lina!!” ia memanggilku di tengah desahannya “Yes Miss?” jawabku “Please…aahhh…remember…remember to keep this little secret, ok…hhhmmhh!” katanya dengan lirih. “Sure…ahhhh…I do!” jawabku menyanggupi Kami terus berpesta seks di toilet selama hingga setengah jam ke depan, aku terpaksa minta berhenti karena sudah mencapai batas staminaku sedangkan mereka masih tampak bersemangat. Untungnya ada Ms. Alice sehingga mereka mengijinkanku pulang lebih dulu. Setelah aku berpakaian Kiryo sedang menyetubuhi Ms. Alice dalam gaya doggie sementara Pak Togar di depannya menyetubuhi mulut guruku itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku berpamitan pada mereka dan keluar menutup pintu membiarkan mereka yang di dalam meneruskan kegiatan mereka berasyik masyuk. Sungguh tubuhku terasa lemas sekali, berjalan pun terasa nyeri pada vagina dan pantatku, terutama anusku yang kurasakan sakit dan sekarang terasa terbuka longgar. Demikian sekilas petualangaku dengan kedua penjaga sekolahku yang kelak terulang lagi dan lagi pada hari-hari berikutnya. Aku semakin tak dapat melepaskan diri dari kenikmatan yang mereka berikan dan menjadi budak seks mereka sampai aku lulus SMA. Aku senang karena mereka mewarnai kehidupan seks masa SMA-ku dengan variasi seks yang belum berbeda dari yang lain. Sejak saat itu jika ada kesempatan aku selalu bercinta dengan mereka. Tak jarang aku mengundang mereka ke rumahku jika keadaan sepi. Di rumah kami menikmati kepuasan mulai dari kamar tidurku, ruang tamu sampai kamar mandi. Bahkan beberapa kali aku mengajak mereka untuk pesta seks dengan teman-teman SMAku yang cantik-cantik, ya…sahabat-sahabat dekatku yang kebetulan sama-sama petualang seks. Ms. Alice, guru Bahasa Inggrisku itu, bukanlah satu-satunya orang lain yang terlibat dalam kehidupan seksku yang liar, guru les pianoku yang gadis alim itu pun juga tak terkecuali, lalu ada juga adik sepupuku dan seorang guru muda cantik di sekolahku yang ikut terseret dalam kehidupan gilaku ini. Pak Togar sesekali mengajak kenalannya yang lain untuk ikut menikmati tubuhku dan juga teman-temanku. Biasanya yang diajak adalah lelaki yang paruh baya namun staminanya bagus. Aku hanya berpesan agar mereka tidak ember membocorkan semua ini, I love my sex life!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/akibat-merokok-di-wc-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ohh.. Dua Penis Pasti Lebih Enak</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ohh-dua-penis-pasti-lebih-enak/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ohh-dua-penis-pasti-lebih-enak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 11:16:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Om Senang]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[double penetrartion]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi seks]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[sex fantasy]]></category>
		<category><![CDATA[tukar pasangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2843</guid>
		<description><![CDATA[Kami adalah pasangan suami istri yang selalu mempunyai daya khayal seks, suamiku 36 tahun sedang aku 31 tahun, aku akan menceritakan sedikit pengalaman ku&#8230;. Malam jum&#8217;at minggu lalu ketika aku bersetubuh dengan suamiku dan pas lagi enak enaknya persetubuhan kami, suamiku sempet nyinggung mengenai 3some, awalnya aku cuek aja karena lagi menikmati kocokan penis suamiku, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kami adalah pasangan suami istri yang selalu mempunyai daya khayal seks, suamiku 36 tahun sedang aku 31 tahun, aku akan menceritakan sedikit pengalaman ku&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam jum&#8217;at minggu lalu ketika aku bersetubuh dengan suamiku dan pas lagi enak enaknya persetubuhan kami, suamiku sempet nyinggung mengenai 3some, awalnya aku cuek aja karena lagi menikmati kocokan penis suamiku, trus aku bilang aja&#8230;.1 aja dah enak&#8230;pa Akhhhmmmm .. Aku hampir mendekati puncak orgasme, coba dua penis pasti lebih enak..ma kata suamiku. Ahhh akkhh iya pa.. Mama mau pake dua penis ahhh&#8230;. Mama sampe paaa, aku mencapai orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">besok malamnya suamiku stel VCD bokep yg ada 3some nya, aku ikut nonton&#8230;. Kami sama sama bugil dan memang itu kebiasaan kami kalau lagi nonton film blue Film di tv tersebut menceritakan seorang cewe asia yang sedang bersetubuh dengan dua orang bule Cewe asia yang rata rata bertubuh mungil, sedang di entot oleh dua bule yang penis kedua bule itu super gede, aku terangsang sampe gak habis fikir, kok cewe asia yang semungil itu demikian menikmati kontol2 gede kedua bule tersebut, apa gak koyak memeknya Cewe itu mencoba mengulum penis bule itu, tp mulutnya hanya mampu menampung kepala nya aja, bayangkan sebesar apa penis bule itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan bule yang satu lagi sedang mengocok si cewe dengan kontolnya dengan gaya nungging dari belakang, cewe asia itu menjerit histeri keenakan memek nya di jejali penis besar dan panjang, terlihat memek cewe asia itu gak sanggup menampung semua batang penis si bule tadi Aku semakin terangsang melihat film itu, sang cewe tidak henti hentinya mendesah keenakan, entah sudah berapa kali klimaks</p>
<p style="text-align: justify;">Kulihat penis suamiku juga sangat tegang, tapi ukuran nya sangat jauh berbeda dengan penis bule yang di tv, perbandingan nya mungkin cuma setengah aja</p>
<p style="text-align: justify;">Aku membayangkan kalo saja penis suamiku sebesar penis bule yang di TV, betapa nikmat rasanya, memek akan penuh gak ada ruang longgar yang tersisa, khayalanku meninggi nafsu ku sudah tidak terkendali lagi, dengan jari tangan sambil menggesek memek ku sendiri yang sudah basah aku juga terbawa suasana erotis, kutambah 2 jari lagi 3 jari kumasukkan sekaligus kedalam memek ku, ku kocok semakin cepat dan semakin dalam, jari2 ku sudah basah becek sekali suara kocokan jari ku terdengar jelas dan sahut menyahut dengan suara desahan cewe asia di tv yang sedang di entot bule.</p>
<p style="text-align: justify;">aku sudah meninggi dan mendekati orgasme dengan tangan ku sendiri, ku lihat suamiku dia hanya senyum saja melihat aku akan meledak mendekati puncak orgasme dan akhh&#8230; pertahanan ku jebol, aku klimaks akhhh ohhhgg nikmat sekali&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Aku orgasme membayangkan memek ku di jejali penis bule yang besar dan panjang di tv.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu itu aku dan suamiku serius banget nonton nya dan tiba2 aku ngomong, enak kali yah pake dua penis cewek nya bisa puas banget, Apalagi penis nya yang segede dan sepanjang itu ya pa&#8230; nah gimana mama mau coba kata suamiku, papa punya kenalan orang nya bersih koq kata suamiku. emang papa tau dari mana, kalau teman papa itu penis nya gede dan panjang pa&#8230; Waktu itu pas di toilet mall jayakarta mulia ketemu di WC, sama sama pipis, pas papa lihat ke samping orang itu juga lagi pipis Trus papa ngintip yaaa Bukan, papa cuma gak sengaja terlihat kontolnya aja kok, trus ngobrol ngobrol dengan orang itu, ternyata propesinya tukang pijat, tapi masih muda kok ma.. umurnya paling juga 25 tahun, gimana ma Emangnya waktu papa lihat kontolnya segede apa sih pa, segede penis bule yang di TV itu ya pa.. selidik ku penasaran.<br />
<span id="more-2843"></span><br />
Waktu itu kan belum tegang kontolnya ma, tapi udah sebesar penis punya papa Hahh jd kalau tegang sebesar apa paa.. memek mama mana tahan kena penis sebesar itu Ya mana papa tau sebesar apa kontolnya, tapi nampak nya kepala penis nya model besar, dan kelihatan urat urat nya menonjol besar besar aku semakin penasaran dan mencoba memancing suamiku lebih jauh Kata orang kepala penis model besar, cepat bikin cewe pasangan nya orgasme ya pa Kata siapa tuh ma&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Tuti Teman mama, kepala penis suaminya macam jamur katanya, terus kata istrinya kalau pas kontolnya ditarik keluar, macam tersedot vaginanya, beberapa kali kocokan aja tuti langsung terkapar orgasme, bentar aja udah capai klimaks pa&#8230; Mungkin juga ma, soalnya macam klep pompa kali ma.. Pasti nikmat kali ya pa, kalau memek mama ini di isi sama penis kepala jamur, ihhh sampe merinding mama bayangin penis kepala jamur pa&#8230;. Nah kepingin ya rasaian penis gede&#8230; Akhh papa&#8230; Mama Ee ehhh mama cuma pengen rasain aja pa.. Mama Pengen memek mama terasa sesak, di jejali penis besar, sekali kali boleh dong pa&#8230; Kan bosan pake penis yang ini terus Sambil ku remas penis suamiku</p>
<p style="text-align: justify;">Kebiasaan ku sering menggoda suamiku sewaktu ada cewe yang susu nya gede atau pantat nya bohai, pasti aku akan menggoda imajinasi suamiku untuk mencoba gimana rasanya penis dengan suamiku</p>
<p style="text-align: justify;">Dan suamiku selalu menimpali dengan tak kalah serunya, dan ini menjadi imajinasi bagi kami berdua, dan biasanya sewaktu diranjang aku selalu memancing suamiku untuk ber imajinasi sedang penis dengan cewe yang kita temui tadi,</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah suatu ketika waktu itu hari minggu, aku dan suamiku jalan ke mall di depan kami sedang jalan seorang wanita dengan pakaian yang cukup minim, dan cewe itu terlihat cukup seksi, pantatnya yang semok dengan bulatan pantat yang menantang dan payudara yang besar menantang ukuran, cewe itu terlihat tidak memakai bra sehingga puting nya samar2 tercetak, iseng iseng aku menggoda suamiku</p>
<p style="text-align: justify;">Pa.. Lihat cewe di depan itu body nya hot banget. Iya ma&#8230; Pantat nya padat kali, padat berisi Pa&#8230; Papa geser ke samping dikit, lihat tuh pentilnya nampak dari samping baju nya, kebetulan cewe itu pake baju yang super minim Hah iya ma.. Dapat rejeki nomplok ma.. Pentilnya susu nya warna merah, susu nya besar masih padat lagi ma.. pentilnya sebesar mama punya juga tapi agak bulat panjang, mungkin sering di isap kali ya ma&#8230; Coba kalo papa penis sama cewe itu, pantat nya gede goyangan nya di ranjang pasti kayak kuda betina liar, bisa patah penis papa kalo di goyang dia  Ku remas celana suamiku, dan kontolnya sudah tegang Malam nya di rumah, kami penis aku minta suamiku berimajinasi sedang penis dengan cewe yang td siang ketemu di mall, dan aku memulai memancing imajinasi suamiku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Pa.. Cewe tadi siang itu susu nya gede kali ya pa.. suamiku mempercepat sodokan kontolnya Iya ma&#8230; Pantat nya besar, goyangan nya pasti ngebor Ohh memek nya legit kali ya maa.. Pa&#8230; anggap aja mama ini cewe yang tadi Jangan panggil mama, panggil aja jeng.. Iya jeng&#8230; Memek nya sempit jeng.. Desah suamiku, sambil mengocok memek ku.. Mas&#8230; Lebih cepat mas kocokan nya&#8230; Jeng&#8230; Susu nya besar kali jeng Crop srup.. Crop srup.. Sambil suamiku menghisap payudaraku dengan ganas nya. Akhhh trus mas.. Akhhh.. Ogh oghhh Isap yang kuat mas&#8230; Aku mau sampe masssss&#8230;&#8230; Ayo mas.. Genjot terus&#8230; Akhgg..akghhh..ohh Akkku sampe masssss&#8230;. Oghhh ogh&#8230;. Aku sangat bernafsu malam itu, imajinasi ku melihat suamiku penis dengan cewe lain, membuat aku terangsang dan terbang tinggi, perasaan cemburu dan nafsu menjadi satu dengan sensasi yang begitu indah sekali oh, sulit dituliskan kondisinya pada saat itu</p>
<p style="text-align: justify;">Malam itu aku mengalami 3 kali orgasme dan semua nya orgasme yang aku dapat benar benar orgasme sepenuhnya, aku sampe lemas tulang2 ku terasa copot semua, nikmat sekali&#8230; Dan suamiku juga kelihatan bernafsu sekali dalam permainan kami malam itu</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali lagi.. Seminggu setelah itu. nah senin kemarin suamiku telpon orang nya (sebut aja namanya Alex) dan akhirnya kita janjian makan siang hari tu, ketemu di salah satu resto di Setiabudi, ternyata yg namanya Alex charming badan atletis dan ganteng orangnya dan berwajah turunan arab</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya pulang kerja kita check in di hotel daerah Mampang, pas dah di hotel Suamiku nanya Gimana ma, sudah lihat orangnya kan, cocok kan ma&#8230; papa telpon orangnya ya, kata suamiku suamiku call si Alex, sekitar 1/2 jam dia dateng. ngobrol2 kecil dulu dan akhirnya Alex yg mulai,begini percakapannya:</p>
<p style="text-align: justify;">Alex: Mba, yuk kita mulai pijitnya<br />
aku: aku buka baju ga?<br />
Alex: Iya, tapi kalau mbak risi pake baju mandi aja dulu</p>
<p style="text-align: justify;">Trus aku masuk kamar mandi dan keluar pake baju mandi hotel tanpa underwear BH dan CD sengaja ku lepas. Ga lama Alex ke kamar mandi juga pake kaos n celana boxer. aku mulai rebahan terkurap dan Alex mulai mijit ringan telapak kaki ku dan terus sampe betis dan lipatan pahaku, aliran listrik mulai menyerang nafsu ku, Suamiku, sms ke aku</p>
<p style="text-align: justify;">Suamiku: gimana ma? enak ga?<br />
aku: hhmmmm&#8230;.. Enak pa pijatannya pas</p>
<p style="text-align: justify;">trus Alex minta ijin ke aku untuk naikin baju mandinya sebatas pantat, dan aku mengiyakan dan pijatan berlanjut ke paha sampai pantat dan Alex mulai bermain di bongkahan pantat ku dan sesekali terasa jempol Alex menguak belahan pantat ku dan tangan2 nya menyentuh bibir vagina ku, aku melebarkan paha ku sedikit dan terlihat face suamiku memerah yg artinya dia terangsang juga tuh liat aku dipijet2 gitu, sementara aku juga cukup terangsang, sentuhan tangan alex yang sekali kali menyenuh bibir vaginaku, membuat aku mulai liar dan lepas kontrol, desahan secara perlahan mulai teratur keluar dari mulut ku Pijatan berlangsung ke pinggul,punggung dan leher..disini baju mandi sudah terbuka dan ketika Alex melakukan pijatan di punggung dia minta ijin untuk naik ke pantat ku dan aku menggangguk. Sesekali pijatan Alex menyentuh pinggir tete ku, dan kembali suamiku sms</p>
<p style="text-align: justify;">Suamiku: gmn ma&#8230;.<br />
aku: enak pa&#8230;. Mama mulai basah<br />
Suamiku : mama terangsang ya..<br />
Aku : iya pa..pa mama udah terangsang, vagina mama udah basah pa&#8230;<br />
Suamiku : iya papa juga nampak, memek mama udah mulai ada cairan yang basah dan meleleh keluar<br />
Aku : memek mama gatal kali pa&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">kamudian Alex turun, memijat tangan ku, sembari duduk di sebelah ku dan memijat tangan ku terasa dengan sengaja Alex mengarahkan tangan ku ke penis nya dan tangan ku dibuat diam di atas penis nya dan belum ada reaksi dari aku padahal terlihat di balik boxer Alex ada sesuatu yg menonjol besar, aku coba menekan pelan terasa penis alex sudah mengeras Trus suamiku mendatangi aku dan bisikin ke telinga ku</p>
<p style="text-align: justify;">Suamiku: ma, coba dipegang deh kontolnya jgn didiemin aja<br />
aku: hhmmmmmm&#8230;&#8230; Ya pa&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">ga lama tangan ku aktif mengusap2 penis Alex dari luar celana, dan aku baru yakin, memang benar benar besar dan panjang penis alex, seperti yang diceritakan oleh suami ku, aku semakin terangsang dan membuatku makin penasaran karena hanya dapat memegang penis nya terhalang oleh celana yang dipakainya</p>
<p style="text-align: justify;">terus Alex meminta ku terlentang krn mau mijat bagian paha depan. Disini Alex mulai melumuri tangan nya dg baby lotion dan memulai pijatan dari paha atas ke arah selangkanganku dan jari2 Alex sedikit bermain di vagina ku, aku semakin terangsang, dan bagai tersengat listrik ribuan volt Badan ku panas dingin rasanya Bagaimanapun baru kali ini aku telanjang polos di depan lelaki lain, selain suamiku dan badan ku di jamah oleh tangan lain Alex melanjutkan pijatan ke arah perut dan dada&#8230;disini tangan2 Alex mulai bermain dengan tete ku di remas2 lembut dan di pilin2 puting ku, possi Alex berada diatas ku, pijatan teratur dari tete, ke perut ke selangkangan , vaginaku dan membuat ku makin terangsang dan akhirnya pijatan konsentrasi di vagina ku&#8230; jari tengah Alex mulai menguak liang vagina ku dan bermain dg klitoris ku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">aku pun makin melebarkan paha ku dan sedikit mengelinjang. Alex mulai menciumi dan menjilati paha ku lalu menciumi vagina ku dan lambat namun pasti lidah Alex bermain dengan klitors ku, melihat kondisi ini penis Alex dan suamiku makin membengkak, dan Alex makin aktif melumat vagina ku sampai aku mendesah keras&#8230;dan akhirnya suamiku samperin aku dan aku melumat bibir nya dan aku meraih penis suamiku, aku remas dan aku kocok2&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">akhirnya Alex buka celana dan masang pengaman&#8230;. Terpana aku dibuat nya sungguh luar biasa penis alex, kuhentikan kocokan penis suamiku, aku benar benar terpana kagum melihat penis yang begitu indahnya, bentuk penis nya yang benar benar gagah mengacung tegang dengan keras, memek ku semakin gatal ingin segera di masukin penis nya</p>
<p style="text-align: justify;">Alex mendekati aku, kontolnya mengacung dan segera aku melebarkan pahaku, vagina ku sudah gatal tidak karuan ingin sesegera mungkin di obok2 penis alex. Dengan penis seperti ini, mungkin hanya sepuluh sodokan aku akan mencapai klimaks ohhh&#8230; aku sudah gak tahan lagi membayangkan sensasi yang akan kuterima dengan mengangkat pantat ku, Alex mengarahkan penis nya yg ukurannya jauh lebih besar dari penis suamiku ke vaginaku&#8230;. Aku menanti dengan perasaan tak karuan, ingin segera dimasukkan penis itu Pelan namun pasti penis itu mulai memasuki liang vaginaku, aku ingin merasakan centi demi centi penis itu menerobos memek ku, akhh rasanya nikmat luar biasa</p>
<p style="text-align: justify;">saat itu aku sempet menghentikan aktifitas ku ke suamiku&#8230;. Aku menikmati seretnya vagina ku di sesaki penis jamur nya, Alex mendiamkan penis nya di vagina ku&#8230;.dan menciumi tete ku sedangkan suamiku menyodorkan penis nya ke mulut ku&#8230; Alex pun mulai menusuk2 vagina ku dg irama pelan, alex membiarkan kocokan nya secara perlahan, karena dia tau pasti memek ku belum terbiasa dengan batang kontolnya yang besar dan panjang. Benar benar profesional permainan alex dan cukup berpengalaman dalam melayani wanita, hanya dalam beberapa sekali kocokan aku mencapai klimaks yang pertama,</p>
<p style="text-align: justify;">akkkhhhh pa&#8230; Mama sampeeeee paaaaa Auwwww ohhh nikmat sekali paa&#8230;. Puas kan aku alex, penis mu benar2 luar biasa ahhhkkkkkk&#8230;.. penis alex besar paa&#8230; Panjangg&#8230; Penuh paaa memek mama&#8230;. Setelah mencapai orgasme yang pertama, Kocokan penis alex makin lama makin cepat dan menghujamkan dengan keras sampai mentok&#8230;aku sempet tersentak dan mendesah kencang. tiba2 suamiku minta rubah posisi, suamiku terlentang, dan aku nungging dan melumat penis suamiku, sementara Alex memulai posisi dogy style (favorit ku) dengan posisi ini aku membuka lebar2 pahaku dan Alex mengujamkan dengan keras dan cepat ke vagina ku sambil meremas kedua tete ku, aku pun semakin menjadi&#8230;desahan dan erangan ku tdk tertahankan&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">sungguh sensasi yg luar biasa. Ga lama aku mengejang kembali dan medesah kuat&#8230;.dan teriak akuuuuu dapeettttttt&#8230;&#8230;paaaaaaa&#8230;&#8230;ga lama Alex pun mempercepat sodokan nya&#8230;.dan aku dibuatnya berguncang&#8230;..dan ga lama Alex mendesah keras&#8230;.aaahhhhhhhhgggggggggg&#8230;&#8230;.diapun ejakulasi. Gila aku orgasme kembali, begitu cepatnya Karena suamiku belum ngecrottt, akhirnya hubby gantian nyodok vagina ku&#8230;..dan ga lama hubby crooottttt di dalem. aku tergeletak lemes dan puas,aku Alex dan suamiku terbaring puas sambil aku coba memainkan penis Alex dan ga lama kemudian penis alex bangun&#8230;akupun menghisap dan memainkan penis alex dimulutku.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena vagina ku sudah berdenyut2 lagi aku minta Alex memasukkan penis nya ke vaginaku, kalo ini aku diatas&#8230;..hhhhhmmmmmmmmmmmmm sungguh luar biasa sangat nikmat dan akupun bergoyang mengikuti hawa nafsuku, suamiku hanya menyaksikan saja. Aku semakin liar di atas, bagai kuda binal, terasa penis alex begitu sesak di vagina ku, nikmat sekali rasanya sampai mentok vaginaku di dalam, begitu penis itu di tarik keluar rasanya seperti tersedot. Sensasi gesekan kepala penis jamur, di liang wanita ku begitu hebatnya</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan kami semakin lama semakin meningkat cepat dan bertambah liar. Gerakanku sudah tidak beraturan karena yang penting bagiku tusukan itu mencapai bagian-bagian peka di dalam relung kewanitaanku. Dia tahu persis apa yang kuinginkan. Ia bisa mengarahkan batangnya dengan tepat ke sasaran. Aku bagaikan berada di awang-awang merasakan kenikmatan yang luar biasa ini. Batang penis alex menjejal penuh seluruh isi liangku, tak ada sedikitpun ruang yang tersisa hingga gesekan batang itu sangat terasa di seluruh dinding vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aduuhh.. auuffhh.., nngghh..!!!”, aku merintih, melenguh dan mengerang merasakan semua kenikmatan ini. Kembali aku mengakui keperkasaan dan kelihaian alex di atas ranjang. Ia begitu hebat, jantan dan entah apalagi sebutan yang pantas kuberikan padanya. suamiku tidak ada apa-apanya dibandingkan pemuda ini. Yang pasti aku merasakan kepuasan tak terhingga bercinta dengannya</p>
<p style="text-align: justify;">Alex bergerak semakin cepat. Kontolnya bertubi-tubi menusuk daerah-daerah sensitive. Aku meregang tak kuasa menahan desiran-desiran yang mulai berdatangan seperti gelombang mendobrak pertahananku. Sementara alex dengan gagahnya masih mengayunkan pinggulnya naik turun, ke kiri dan ke kanan. Eranganku semakin keras terdengar seiring dengan gelombang dahsyat yang semakin mendekati puncaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat reaksiku, alex mempercepat gerakannya. Batang kontolnya yang besar dan panjang itu keluar masuk dengan cepatnya seakan tak memperdulikan liangku yang sempit itu akan terkoyak akibatnya</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mencoba meraih tubuh alex untuk mendekapnya. Dan disaat-saat kritis, aku berhasil memeluknya dengan erat. Kurengkuh seluruh tubuhnya sehingga menindih tubuhku dengan erat. Kurasakan tonjolan otot-ototnya yang masih keras dan pejal di sekujur tubuhku. Kubenamkan wajahku di samping bahunya. Pinggul kuangkat tinggi-tinggi sementara kedua tanganku menggapai buah pantatnya dan menarik kuat-kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurasakan semburan demi semburan memancar kencang dari dalam diriku. Aku meregang seperti ayam yang baru dipotong. Tubuhku mengejang-ngejang di atas puncak kenikmatan yang kualami</p>
<p style="text-align: justify;">“Yaaaah.., ooooohhhhhhh.., Yaaaahhhhh..eeee…eeennnaaaakkkkkkkk…!!!”</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya itu yang bisa keluar dari mulutku saking dahsyatnya kenikmatan yang kualami bersamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurasakan ciumannya di bibirku berhasil membangkitkan kembali gairahku. Aku masih penasaran dengannya. Sampai saat ini alex belum juga mencapai puncaknya. Aku seperti mempunyai utang yang belum terbayar. Kali ini aku bertekad keras untuk membuatnya mengalami kenikmatan seperti apa yang telah ia berikan kepadaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tak sadar kenapa diriku jadi begitu antusias untuk melakukannya dengan sepenuh hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Timbulnya pikiran ini membuatku semakin bergairah. Apalagi sejak tadi alex terus-terusan menggerakan kontolnya di dalam memekku. Tiba-tiba saja aku jadi beringas. Kudorong tubuh alex hingga terlentang. Aku langsung menindihnya dan menicumi wajah, bibir dan sekujur tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali kuselomoti batang kontolnya yang tegak bagai tiang pancang beton itu. Lidahku menjilat-jilat, mulutku mengemut-emut. Tanganku mengocok-ngocok batangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kulirik kewajah alex kelihatannya menyukai perubahanku ini. Belum sempat ia akan mengucapkan sesuatu, aku langsung berjongkok dengan kedua kaki bertumpu pada lutut dan masing-masing berada di samping kiri dan kanan tubuh alex. Selangkanganku berada persis di atas batangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Akh sayang!” pekik alex tertahan ketika batangnya kubimbing memasuki liang memekku. Tubuhku turun perlahan-lahan, menelan habis seluruh batangnya. Selanjutnya aku bergerak seperti sedang menunggang kuda. Tubuhku melonjak-lonjak seperti kuda binal yang sedang birahi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tak ubahnya seperti wanita haus seks Tetapi aku tak perduli. Aku terus berpacu. Pinggulku bergerak turun naik, sambil sekali-sekali meliuk seperti ular. Gerakan pinggulku persis seperti penyanyi dangdut dengan gaya ngebor, ngecor, patah-patah, bergetar dan entah gaya apalagi. Pokoknya malam itu aku mengeluarkan semua jurus yang kumiliki</p>
<p style="text-align: justify;">“Ooohh… oohhhh… oooouugghh.., luar biasa…..!!!” jerit alex merasakan hebatnya permainanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Pinggulku mengaduk-aduk lincah, mengulek liar tanpa henti. Tangan alex mencengkeram kedua buah dadaku, diremas dan dipilin-pilin</p>
<p style="text-align: justify;">Ia lalu bangkit setengah duduk. Wajahnya dibenamkan ke atas dadaku. Menjilat-jilat seluruh permukaan dadaku menciumi putting susuku. Menghisapnya kuat-kuat sambil meremas-remas menyedot air susuku sebanyak-banyaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami berdua saling berlomba memberi kepuasan. Kami tidak lagi merasakan dinginnya udara meski kamarku menggunakan AC. Tubuh kami bersimbah peluh, membuat tubuh kami jadi lengket satu sama lain. Aku berkutat mengaduk-aduk pinggulku.<br />
Alex menggoyangkan pantatnya. Kurasakan tusukan kontolnya semakin cepat seiring dengan liukan pinggulku yang tak kalah cepatnya. Permain kami semakin meningkat dahsyat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sprei sudah tak karuan bentuknya, selimut dan bantal serta guling terlempar berserakan di lantai akibat pergulatan kami yang bertambah liar dan tak terkendali. Kurasakan alex mulai memperlihatkan tanda-tanda.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku semakin bersemangat memacu pinggulku untuk bergoyang. Mungkin goyangan pinggulku akan membuat iri para penyanyi dangdut saat ini. Tak selang beberapa detik kemudian, aku pun merasakan desakan yang sama. Aku tak ingin terkalahkan kali ini.<br />
Kuingin ia pun merasakannya. Tekadku semakin kuat. Aku terus memacu sambil menjerit-jerit histeris. Aku sudah tak perduli suaraku akan terdengar kemana-mana. Kali ini aku harus menang! Upayaku ternyata tidak percuma.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurasakan tubuh alex mulai mengejang-ngejang. Ia mengerang panjang. Menggeram seperti harimau terluka. Aku pun merintih persis kuda betina binal yang sedang birahi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eerrgghh.. ooooo….ooooooo…..oooooouugghhhhhh..!!!!” Aku berteriak panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuhnya menghentak-hentak liar. Tubuhku terbawa goncangannya. Aku memeluknya erat-erat agar jangan sampai terpental oleh goncangannya. Mendadak aku merasakan semburan dahsyat menyirami seluruh relung vaginaku. ( Kali ini tidak pakai pengaman ) Semprotannya begitu kuat dan banyak membanjiri liangku. Akupun rasanya tidak kuat lagi menahan desakan dalam diriku. Sambil mendesakan pinggulku kuat-kuat, aku berteriak panjang saat mencapai puncak kenikmatan berbarengan</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuh kami bergulingan di atas ranjang sambil berpelukan erat. Saking dahsyatnya, tubuh kami terjatuh dari ranjang. Untunglah ranjang itu tidak terlalu tinggi dan permukaan lantainya tertutup permadani tebal yang empuk sehingga kami tidak sampai terkilir atau terluka.</p>
<p style="text-align: justify;">“Oooooogggghhhhhhh.. yaahh..,nik….nikkkk nikmaatthh…. yaaahhhh..!!!!” jeritku tak tertahankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulang-tulangku serasa lolos dari persendiannya. Tubuhku lunglai, lemas tak bertenaga terkuras habis dalam pergulatan yang ternyata memakan waktu lebih dari 2 jam!</p>
<p style="text-align: justify;">Gila! Jeritku dalam hati. Belum pernah rasanya aku bercinta sampai sedemikian lamanya. Aku hanya bisa memeluknya menikmati sisa-sisa kepuasan. AKhirnya Alex ke kamar mandi bersih2 dan bersiap2 pulang. Saat alex di kamar mandi, suamiku bertanya</p>
<p style="text-align: justify;">Suami: gmn ma? enak ga&#8230;.<br />
aku: iya pa, makasih ya&#8230;..<br />
Suami: buat apa?<br />
aku: buat sensasinya dan kenikmatannya&#8230;<br />
Alex dah rapi dan pamit ama aku n suamiku, sebelum pulang aku mencium bibir Alex dan bilang<br />
aku: thanks ya Lex, aku sangat menikmatinya<br />
Alex: sama2 mba&#8230;next time klo mau lagi call aja<br />
aku: tergantung si papa tuh<br />
Suamiku: boleh aja&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Akirnya aku n suamiku mandi bareng dan ml lagi dikamar mandi&#8230;.trus check out, pulang deh.Pas diperjalanan pulang, suamiku ngomong<br />
Suamik u: mama bener puas yah?<br />
aku: iya pa&#8230;sangat puas, emang lain kali boleh pa?<br />
Suami ku:boleh&#8230;mama mau sama dia berdua juga boleh koq, asal papa tau mama sama dia<br />
aku: makasih pa&#8230;.aku sayang papa&#8230;<br />
Suamiku: aku juga sayang mama</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ohh-dua-penis-pasti-lebih-enak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gangbang Cewek Di Hotel Murahan</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/gangbang-cewek-di-hotel-murahan/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/gangbang-cewek-di-hotel-murahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Aug 2011 04:01:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[brondong]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[orgy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2725</guid>
		<description><![CDATA[Gak ada lo gak rame&#8230; kayaknya sepotong kalimat dari iklan sebuah produk merk rokok itu memang sangat berkhasiat dan terbukti pada realita kehidupan. Gimana enggak cewek sekarang kalau cuma satu kontol saja gak puas coy&#8230; maunya di keroyok rame-rame sampai dia gak bisa berhenti orgasme baru deh lope2an hehehe&#8230;apalagi kalau yang ngeroyok masih brondong semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Gak ada lo gak rame&#8230; kayaknya sepotong kalimat dari iklan sebuah produk merk rokok itu memang sangat berkhasiat dan terbukti pada realita kehidupan. Gimana enggak cewek sekarang kalau cuma satu kontol saja gak puas coy&#8230; maunya di keroyok rame-rame sampai dia gak bisa berhenti orgasme baru deh lope2an hehehe&#8230;apalagi kalau yang ngeroyok masih brondong semua hmmm dah bisa ditebak tuh cewek binalnya kayak apa&#8230; selamat menikmati aja deh ini fotonya ada 30-an kalau gak salah&#8230; mesum semuanya isinya ngentot!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2726" title="gangbang-indo-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2727" title="gangbang-indo-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2729" title="gangbang-indo-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2730" title="gangbang-indo-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2732" title="gangbang-indo-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><span id="more-2725"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2734" title="gangbang-indo-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2735" title="gangbang-indo-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2736" title="gangbang-indo-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-9-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2737" title="gangbang-indo-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-10-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2738" title="gangbang-indo-11" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-11-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-12.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2739" title="gangbang-indo-12" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-12-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-13.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2740" title="gangbang-indo-13" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-13-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-14.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2741" title="gangbang-indo-14" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-14-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-15.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2742" title="gangbang-indo-15" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-15-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-16.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2743" title="gangbang-indo-16" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-16-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-17.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2744" title="gangbang-indo-17" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-17-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-18.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2745" title="gangbang-indo-18" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-18-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-19.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2746" title="gangbang-indo-19" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-19-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-20.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2747" title="gangbang-indo-20" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-20-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-21.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2748" title="gangbang-indo-21" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-21-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-22.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2749" title="gangbang-indo-22" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-22-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-231.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2750" title="gangbang-indo-23" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/08/gangbang-indo-231-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/gangbang-cewek-di-hotel-murahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Threesome Edisi Lengkap Part 1, Part 2 dan Part 3 (Eksklusif)</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/threesome-edisi-lengkap-part-1-part-2-dan-part-3-eksklusif/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/threesome-edisi-lengkap-part-1-part-2-dan-part-3-eksklusif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 18:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Om Senang]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[horny]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[maniak]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[sepong kontol]]></category>
		<category><![CDATA[threesome]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2581</guid>
		<description><![CDATA[Ekslusif en keren abis deh koleksi foto threesome ini. Versi lengkap mulai dari permulaan sampai ngentot bareng 2 cowok 1 cewek. Kelihatannya sih ceweknya masih ABG nih. Jangan-jangan ini cewek pelacur yang disewa om-om buat ngentot bareng di hotel, lihat aja tuh backgroundnya kelihatan banget kayak di hotel murahan yang biasanya buat mesum hehe&#8230; Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ekslusif en keren abis deh koleksi foto threesome ini. Versi lengkap mulai dari permulaan sampai ngentot bareng 2 cowok 1 cewek. Kelihatannya sih ceweknya masih ABG nih. Jangan-jangan ini cewek pelacur yang disewa om-om buat ngentot bareng di hotel, lihat aja tuh backgroundnya kelihatan banget kayak di hotel murahan yang biasanya buat mesum hehe&#8230; Ada beberapa bagian yang disensor mungkin soalnya demi privacy, Tapi gak apa-apa kita nikmati ajalah, sialan saya malah jadi ikutan horny lihatnya hihihi</p>
<p style="text-align: justify;">Part I</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2582" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-1-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2583" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2584" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-3-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2585" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-4-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2586" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-5-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-2581"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2587" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2588" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-7-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2589" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-8-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2590" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-9-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2591" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-i-10-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Part II</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2592" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-1-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2593" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-2-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2594" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-3-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2595" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2596" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-5-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2597" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2598" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2599" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2600" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-9-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2601" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-ii-10-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Part III</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2602" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-1-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2603" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2604" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2605" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2606" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2607" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2608" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2609" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2610" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-9-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2611" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-10-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2612" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/threesome-part-iii-11-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/threesome-edisi-lengkap-part-1-part-2-dan-part-3-eksklusif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Fallen Princess 6: Epilogue</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/the-fallen-princess-6-epilogue/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/the-fallen-princess-6-epilogue/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 08:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[IGO]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[cantik]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[Mang Sapto]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgy]]></category>
		<category><![CDATA[pecun]]></category>
		<category><![CDATA[pelacur]]></category>
		<category><![CDATA[putri]]></category>
		<category><![CDATA[renata]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2578</guid>
		<description><![CDATA[“Pak Udin…”. “eh neng Anita…ada apa, neng?”. “gimana si Nadya?”. “iya neng…nih lagi tidur disamping bapak…kenapa emangnya?”. “kan hari ini udah pas 4 minggu…”. “oh iya ya..lupa…hehe…boleh tambah seminggu lagi gak, neng?”. “ya gak boleh dong, Pak…bukannya udah pada dapet satu minggu buat bales dendam ke Nadya?”. “iya…tapi tanggung neng…enak banget ada neng Nadya di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/putri1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2579" title="putri" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/putri1-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">“Pak Udin…”. “eh neng Anita…ada apa, neng?”. “gimana si Nadya?”. “iya neng…nih lagi tidur disamping bapak…kenapa emangnya?”. “kan hari ini udah pas 4 minggu…”. “oh iya ya..lupa…hehe…boleh tambah seminggu lagi gak, neng?”. “ya gak boleh dong, Pak…bukannya udah pada dapet satu minggu buat bales dendam ke Nadya?”. “iya…tapi tanggung neng…enak banget ada neng Nadya di rumah…jadi gak kedinginan tiap malem..hehe…”. “soal itu nanti gampang…pokoknya anterin dulu si Nadya ke rumah Putri besok..ok?”. “oke deh kalo gitu…”. Keesokan harinya, ada mobil membunyikan klakson di depan gerbang rumah Putri. Anita membuka gerbang. Mobil sedan itu langsung masuk dan parkir di belakang mobil Putri. Nadya keluar dari mobil dan sedikit berlari kecil menuju pintu mobil satunya. Ternyata, Nadya membukakan pintu untuk Udin. Wajah Anita bingung. Kenapa Nadya membukakan pintu untuk Udin. Anita tidak tahu apa yang terjadi kepada Nadya selama 4 minggu di tangan Udin, Alex, Jamal, dan Jody. Tapi, terlihat jelas kalau Alex, Jamal, Udin, dan Jody sudah ‘menjinakkan’ Nadya.</p>
<p style="text-align: justify;">“makasih ya Nadya sayang..”, kata Udin sambil menepuk pantat Nadya. “ayo masuk…”. Meski Nadya memakai daster yang sudah buluk, Nadya tetap saja kelihatan cantik dan tidak kampungan. Udin menggandeng tangan Nadya. Di dalam, Putri dan Sapto telah duduk di sofa. “Pak Udin…silahkan duduk..”, kata Putri tersenyum manis. Udin pun mulai menceritakan pengalamannya sendiri dan pengalaman Alex, Jamal, dan Jody saat bersama Nadya selama satu minggu. Udin menceritakan betapa bergairahnya Nadya saat disetubuhi olehnya. Apalagi saat dikeroyok Udin dan teman-teman dekat rumahnya. Nadya hanya tertunduk malu, wajahnya memerah. Nadya tak berani bicara apa-apa karena semua yang diceritakan Udin memang sesuai kenyataan. Dan mendengar perkataan Udin saja yang sedang melecehkannya, Nadya merasa ada rasa yang menggelitik di sekujur tubuhnya dan vaginanya mulai terasa lembap. Anita, Putri, dan Sapto tidak tahu apa yang terjadi, tapi Nadya memang terlihat lebih penurut. “terus Pak Udin ama bapak-bapak yang laen gak nyiksa Nadya kan?”, tanya Putri. “nggak neng…kalo gak percaya…ayo Nadya sayang tunjukkin memek kamu…”.</p>
<p style="text-align: justify;">Nadya pun berdiri dan mengangkat dasternya sampai ke perutnya sehingga daerah bagian bawah tubuhnya terekspos dengan jelas. “sekarang puter badan kamu…”. Nadya berputar beberapa kali menunjukkan vagina dan pantatnya ke Anita, Putri, dan Sapto. Daerah selangkangan Nadya terlihat bersih, rapi, dan mulus tak ditumbuhi bulu serta tak ada satu goresan pun, begitu juga pantat Nadya. “hmm..bagus…kalo gitu..coba sekarang buka dasternya…”, perintah Putri. Nadya melucuti daster tanpa lengannya lalu berputar lagi seperti boneka display. Nadya “bagus…badan dia masih bagus…”. “oke..Mang Sapto…cek badannya Nadya di kamar…”. “oke non…”. Sapto pun menuntun Nadya yang sudah telanjang. “neng Putri…juga udah pernah ya?”, Udin berusaha memecah kebisuan karena Anita sedang ke kamar mandi. “mm…iya, Pak…”. “ouh…kalo misalnya maen ama bapak..mau gak?”, tanya Udin berharap besar karena dia begitu bernafsu melihat wajah Putri yang cantik nan imut itu. “mm…”. “Putri…katanya kamu mau mandi…mandi dulu sana…”. tiba-tiba Anita datang. “permisi, Pak…saya mau mandi dulu..”. “o yaudah silakan neng..”, pupus harapan Udin.</p>
<p style="text-align: justify;">Anita pun duduk di samping Udin. “Pak Udin…jangan tanya kayak gitu lagi ke Putri…”. “kenapa emangnya, neng?”. “si Putri itu maunya cuma sama Mang Sapto…”. “Mang Sapto? bapak yang tadi?”. “iya..”. “lho kok? kenapa? padahal mukanya gak beda dari bapak ‘n umurnya juga kayaknya?”. “wah…gak tau deh kalo itu..Putri gak pernah bilang…yang pasti dia cuma mau gituan ama Mang Sapto..”. “tapi kok si neng Putri malah nyuruh si Mang Sapto bawa neng Nadya ke kamar?”. “ya mana Anita tau…”. “jadi bingung…”. “udah..gak usah dipikirin..yang pasti Pak Udin capek kan?”. “iya neng…rumah Pak Udin kan jauh dari sini…jadi lumayan lama nyetirnya..”, keluh Udin manja. “yaudah…sini Anita pijitin…”. “ooggg..”, dahak Udin. “neng Anita udah cantik…jago mijet lagi…pasti enak kalo dijadiin istri..hehe…”. “bisa aja, Pak Udin…oh ya..bentar ya, Pak…”. Setelah lama menunggu, Udin kaget melihat Anita yang kini berdiri di depannya tanpa busana. “ne..ne..neng Anita..”. “gimana, Pak…badan Anita bagus gak?”, tanya Anita menaruh kedua tangan Udin di pantatnya.<br />
<span id="more-2578"></span><br />
Tak usah disuruh, Udin pun langsung meremas-remas pantat Anita. “bagus banget, neng…tapi kok tiba-tiba…”. “iya..tanda terima kasih dari Anita ‘n Putri…udah bikin Nadya jadi penurut ‘n pulang gak lecet…”. “wah…jadi beneran boleh nih?”. “iya, Pak…boleh…”,jawab Anita tersenyum. Udin pun menarik Anita mendekat dan menciumi perutnya yang rata. “udah lama bapak pengen ngerasain memeknya neng Anita ini…”, ujar Udin sebelum mulai menciumi daerah segitiga Anita. “mendingan kita lanjutin di kamar yuk, Pak…biar Pak Udin bisa sekalian istirahat..”. “oh iya…ayo..ayo…”, Udin bersemangat. Udin mengikuti Anita dari belakang sambil memperhatikan sekaligus membayangkan segala kenikmatan yang bisa ia rasakan dari tubuh indah Anita. “yuk, Pak sini…Anita jamin…langsung ilang capeknya…”, ujar Anita dengan sangat menggoda di depan pintu kamar. “kayaknya neng Anita yang harus siap-siap capek…hehe…”. Putri keluar dari kamar mandi setelah menyegarkan tubuhnya. Dia turun ke bawah setelah mengenakan pakaian dan langsung menuju kamar Anita. “mmhh…”, suara sayup-sayup terdengar dari kamar Anita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan perlahan, Putri membuka pintu kamar Anita. Anita sedang menungging ke belakang dan Udin, si tukang sapu sekolah yang jelek itu sedang menyodomi Anita dari belakang dengan sangat bersemangat. Sepertinya Udin ingin penisnya benar-benar menghantam vagina Anita sampai mentok. Udin tentu senang sekali bisa menggagahi Anita yang dari dulu ia idam-idamkan. Sedangkan Anita juga terlihat sangat menikmati disetubuhi Udin, Anita dan Udin sangat kompak bekerja sama. Padahal baru kali ini mereka ‘berlaga’ di atas kasur, tapi gerakan kedua alat kelamin mereka begitu serasi, begitu harmonis seakan sudah berpuluh-puluh kali mereka bersenggama. Oleh karena itu, mereka berdua sama-sama terlihat begitu meresapi, menghayati, dan menikmati setiap sensasi yang muncul dari alat kelamin mereka berdua. Tanpa sadar, tangan Putri mengelus-elus daerah pribadinya sendiri. “nggak…”. Putri menyadarkan dirinya sendiri dan menjauhkan tangannya dari daerah pribadinya. Dia menutup pintu kamar, tak ingin melihat lebih lama persenggamaan yang kelihatannya sangat nikmat. Putri menuju kamarnya, dan melihat Sapto sedang asik menyusu ke Nadya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nadya masih mengangkang lebar, terlihat sperma meleleh keluar dari lubang vaginanya. Sapto pun menyadari kehadiran Putri. Dia langsung meninggalkan Nadya. “eh non Putri..”. “gimana, Mang..si Nadya…”. “nurut banget..disuruh jilatin kaki Mang Sapto aja mau…”. “wah bagus..bagus..kalo gitu..”. Sapto langsung memeluk Putri mendekat ke arahnya. “hmm…Mang..hh…”, lirih Putri saat Sapto mulai mengendus-endus dan menciumi lehernya. “wangi…non Putri abis mandi ya?”. “iya, Mang…”. “pantes aja…hmm…”. Sapto menikmati tubuh Putri yang benar-benar wangi. Sapto Meski baru selesai bersenggama dengan gadis cantik seperti Nadya, tapi nafsu Sapto langsung meloncat naik begitu menghirup aroma tubuh Putri yang segar nan wangi. Padahal habis ini, Putri berencana mengerjakan prnya, tapi entah kenapa dia tidak punya kuasa untuk menolak hasrat Sapto apalagi kedua tangan Sapto sudah mulai menggerayangi tubuhnya. Dan tanpa sadar, Putri sudah menggenggam penis Sapto seolah Putri sudah tak sabar ingin memasukkan batang itu ke tengah-tengah selangkangannya. Sapto langsung menarik Putri dan menutup pintu, bersiap untuk memuaskan 2 gadis cantik itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya Udin, Alex, Jody, dan Jamal pun kebagian mencicipi tubuh Anita karena Putri memang menyuruh Anita untuk menggunakan tubuhnya sebagai ucapan terima kasih karena telah ‘mendidik’ Nadya dengan baik. Kini, Nadya telah sepenuhnya memahami statusnya sebagai ‘boneka’ Putri. Setiap malam, Putri mengutus Nadya ke sekolah untuk melayani Alex, Udin, Jamal, dan Jody dan Anita ke kantor polisi untuk di’interogasi’, kadang mereka berdua berganti posisi. Sapto pun semakin ‘makmur’. Meski setiap pagi sampai sore dari Senin-Jumat, Anita dan Putri berada di sekolah, Sapto tidak merasa kesepian lagi karena kini Nadya pindah ke rumah Putri yang setia menemani Sapto di rumah seharian. “haloo Pak Untung…”, kata Anita sambil cipika cipiki. “eh neng Anita…”, balas Untung sumringah menerima cipika cipiki Anita dan dengan iseng, dia meremas pantat Anita. “mana si Nadya, Pak?”. Anita tidak bisa melepaskan dirinya sendiri dari pelukan Untung. “ada tuh di kamar…”. “coba, Pak…Anita mau liat..”, Anita melepaskan pelukan Untung dan berjalan ke kamar. Anita tersenyum melihat Nadya yang sedang tidur dengan dipeluk Roy dan Yono.</p>
<p style="text-align: justify;">Anita berjalan lagi ke ruangan sel untuk mencari Renata dengan ditemani Untung, Bambang, Johan, dan Adam. Renata tidur terlentang dengan kaki mengangkang lebar, vaginanya terlihat memerah. Terlihat jelas kalau vagina dan pantat diserbu habis-habisan karena begitu berantakan dengan noda-noda putih yang telah menjadi kerak di daerah selangkangan Renata. Beberapa napi sedang beristirahat di sel mereka masing-masing. Dengan perlahan, Untung mengunci semua pintu sel kecuali sel Renata. Di sel Renata, ada 2 pria tidur di dekatnya, sepertinya mereka yang terakhir menggempur Renata. Bambang mengangkat Renata yang benar-benar berantakan. Sperma ada di hampir semua bagian tubuhnya, aroma sperma begitu kuat menusuk hidung. Ibarat domba yang dilemparkan ke kandang srigala, Renata benar-benar ‘dimangsa’ habis-habisan oleh para napi. Setelah mengeluarkan Renata, Johan langsung mengunci pintu sel. Bambang membawa dan menaruh Renata di atas tikar yang Adam gelar. “neng Anita..kita mau patroli dulu ya…”, izin Adam. “oh yaudah, Pak..ati-ati ya…”. Adam dan Untung pun cipika cipiki ke Anita, lumayan untuk menambah semangat sebelum patroli keliling kota. Anita memperhatikan Bambang dan Johan. Ada sesuatu yang beda dari pandangan mereka ke Renata. Sesuatu yang spesial.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pak Bambang..Pak Johan…”. “iya neng?”. “tolong bangunin Nadya ‘n Renata ya..abis itu anterin mereka ke rumah Putri ya…”. “lho? emang neng Anita mau kemana?”. “ada urusan sebentar..tolong ya, Pak…”. “oke neng..beres neng…”. “Anita pergi dulu ya..daah..”. Anita pergi meninggalkan kantor polisi itu. “brrmm…brrmm…”. Nadya dan Renata turun dari motor polisi Roy dan Bambang. “Pak Roy…Pak Bambang makasih ya…”, ujar Nadya manja. “iya neng…”. Nadya menuntun Renata masuk ke dalam rumah Putri. “lo tunggu disini Ren…”. Renata duduk terbengong, dia masih bingung apakah semua yang terjadi ini benar-benar nyata dan bukanlah hanya mimpi semata? Apalagi saat ingatan perkosaan yang dialaminya semalaman suntuk melintas di otaknya membuat Renata semakin susah untuk mempercayai apa yang telah terjadi. Nadya kembali bersama Putri dan duduk di sofa di depan Renata. “gimana, Ren? enak tadi malem?”. “…”, Renata memandang Putri dengan tatapan bingung. Marah tapi takut terhadap Putri. “lo kan demen sama sampah masyarakat kayak Arman sialan itu? harusnya lo terima kasih sama gue…”. “gue tau gue emang pantes dihina sama lo…tapi pleaaasseee banget Put…jangan sampe ortu gue tau…”.</p>
<p style="text-align: justify;">“cuma satu syarat…lo mesti nurutin semua perintah gue…’n jadi anak buah gue kayak Nadya…”. “nngg…i..i..iya…Put..”. Putri tersenyum lalu melihat ke arah Nadya. Tanpa berkata apa-apa, Nadya jongkok di hadapan Renata. “mau ngapain lo, Nad?!”. “udah..lo santai aja Ren…”, jawab Nadya seraya melebarkan kaki Renata. Nadya menarik celana pendek Renata dan mendekatkan mulutnya ke vagina Renata. “Naaddhhh !!”, lirih Renata pelan saat lidah Nadya mulai bergerak dengan lincahnya. Putri malah asik mendengarkan lagu di handphonenya seperti tak terjadi apa-apa, padahal di depannya sedang ada pemandangan yang begitu erotis. “MMMMHHH !!!”, Renata melenguh, kepalanya ke atas, seluruh saraf di tubuhnya menegang untuk melepaskan puncak kenikmatan yang sedang ia rasakan. “uu..daahh…”, Renata meminta ampun ke Nadya yang tak henti-hentinya membuat dirinya orgasme. Nadya tak mengindahkan permintaan Renata, dia begitu fokus melahap vagina temannya itu. Renata merasa selangkangannya sudah benar-benar becek oleh air liur Nadya yang bercampur dengan cairan vaginanya sendiri. Nadya disuruh Putri untuk membuat Renata ‘sibuk’ sampai Anita pulang. Meski Renata mendesah, melirih, mengerang. Putri tidak terganggu dan tetap asik mendengarkan lagu lewat earphonenya.</p>
<p style="text-align: justify;">“non??”, Sapto menggoyang tubuh Putri. “hah?! aduh..ngagetin aja nih Mang Sapto…”, ujar Putri sambil melepaskan earphonenya. “abisnya…dari tadi Mang Sapto panggil..gak jawab-jawab..”. “hehe..maap Mang…gimana, Nit? udah dapet barangnya?”. “iya..nih Put…”. Putri mengeluarkan isi dari kantong plastik itu. Sebuah celana dalam dengan dildo tepat di bagian tengah di bagian dalam cd itu. “Nad…minggir…”. Nadya bangun dan mengelap mulutnya yang belepotan cairan. Renata masih terengah-engah, terlalu lemas untuk merapatkan kedua pahanya. Vagina Renata pun jadi seperti tontonan bagi Putri, Nadya, Anita, dan Sapto. Sapto ngiler berat melihat vagina Renata. Bagi Sapto, vagina Renata seolah-olah mengundang penisnya untuk masuk. Ingin sekali rasanya Sapto membuka celananya dan membebaskan ‘burung’nya untuk terbang masuk ke dalam vagina Renata. “hayo Mang Sapto ngeliatin apa? sampe segitunya?”, tanya Putri. “hehe…maap non…”. “dasar Mang Sapto nih…”, kata Putri mencubit perut Sapto. “Ren…mulai saat ini…lo pake cd ini…Nit, pakein…”. “okeh…”. Anita memakaikan celana dalam baru untuk Renata. Penis palsu itu pun langsung diselipkan masuk ke dalam vagina Renata.</p>
<p style="text-align: justify;">“enak gak, Ren…sekarang V lo gak bakal kosong lagi..”, ejek Putri. Renata hanya diam pasrah saja padahal selangkangannya terasa tidak nyaman ‘terganjal’ dengan dildo. Dildo yang sekarang ‘menghuni’ liang vagina Renata mempunyai remote sebagai pengontrolnya. Sedangkan celana dalamnya mempunyai gembok di pinggangnya sehingga tak bisa dibuka kecuali oleh Putri yang memegang kunci dan remotenya. “Mang…bawa dia ke kamar..kayaknya capek…”. “ok non…”. Renata Sapto menggendong Renata setelah memakaikan celananya kembali. Sebenarnya, Sapto sangat gemas dengan tubuh Renata yang sekal dan montok apalagi kedua buah payudaranya, tapi Sapto bisa menahan nafsunya karena dia tahu Putri masih ingin memberikan pelajaran ke Renata. Lagipula, masih ada Nadya dan Anita yang bisa dijadikan tempat pelampiasan nafsu oleh Sapto. Belum lagi ada si cantik Putri, majikannya, yang sudah mengerti benar bagaimana caranya memuaskannya. “neng Rena…kapan-kapan kita tidur bareng ya..hehe…”, ujar Sapto seraya meninggalkan kamar. Tanpa disadari semua orang, sebenarnya Sapto adalah kunci dari rencana balas dendam Putri.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski rencananya dari Reisha, tapi semua executornya adalah teman-teman Sapto yang ‘kecipratan’ rezeki untuk bersenggama dengan gadis-gadis cantik. Putri baru bisa percaya dan menganggap mereka sebagai keluarga setelah Sapto mencicipi tubuh mereka. Lihat saja, Anita dan Nadya, Putri sudah percaya kepada mereka setelah Sapto tidur dengan mereka dan tidak menyiksa mereka berdua lagi, yah kecuali ‘jadwal’ rutin mereka. Sambil berjalan kembali ke ruang keluarga, Sapto tersenyum-senyum sendiri. Saat menerima untuk bekerja di keluarga ini, Sapto tidak pernah berpikir kehidupannya akan berubah drastis. Pertama, mulai dari Reisha yang sangat Sapto sayangi. Lalu sepeninggal Reisha, ada Putri sebagai penerusnya, meski awalnya perkosaan, tapi toh kini Putri sangat ‘lengket’ ke Sapto. Dan setelah itu, Anita dan Nadya. Dan sebentar lagi, Sapto bisa menikmati kehangatan tubuh Renata. Saat muda, Sapto tidak pernah laku. Dia putus asa, tak ada yang mau dengannya, sampai akhirnya ada yang mau menjadi istrinya yang menemaninya dengan setia meski tak mempunyai anak karena istrinya mandul.</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup memang seperti roda, Sapto kurang laku saat muda, tapi kini, justru di masa tuanya, penis Sapto telah ‘membelah’ kemaluan 4 orang gadis yang semuanya masih muda, cantik, dan sexy. Dan Sapto telah membuat 4 gadis itu bertekuk lutut sampai merelakan daerah pribadi mereka menjadi ‘rumah tetap’ bagi penis Sapto. Renata menatap langit-langit kamar. Dia ingin menggerakkan tubuhnya, tapi malas karena jika kakinya bergerak sedikit saja, dildo langsung menggesek dinding vaginanya yang tentu saja membuat nafsunya ‘terusik’. Renata tahu, meski ada benda yang ‘mengganjal’ vaginanya, pasti susah mendapat orgasme karena dia tidak bisa menyentuh daerah pribadi miliknya sendiri. Tentu saja, nafsu yang tidak terlepaskan dengan orgasme pasti akan membuat jengkel dan tubuh akan menjadi panas dingin. Lama-lama Renata mulai mengantuk dan akhirnya ia tertidur. “mmhh…”. Mata Renata langsung terbuka lebar, padahal dia sedang tertidur pulas tadi, tapi dia langsung terbangun saat menyadari ada yang bergerak di dalam liang vaginanya. “bzzzz…”.</p>
<p style="text-align: justify;">“nnhhhh…hmmmhhh…”, lirih Renata pelan. Dildo yang benar-benar memenuhi rongga vagina Renata itu mulai berputar 360 derajat di porosnya terus menerus. Apalagi, ada tonjolan-tonjolan di sekujur dildo itu yang bergesekkan dengan dinding vagina Renata. “eemmhhh…”, desahan Renata begitu lembut keluar dari mulutnya. Renata belum pernah merasakan rasa nikmat yang seperti ini, vaginanya seperti dikelitik terus menerus yang menimbulkan rasa tersendiri. Tubuh Renata mulai terasa panas, tangan Renata tanpa disadari bergerak ke arah payudaranya sendiri. Renata pilin-pilin kedua putingnya sendiri untuk memaksimalkan rasa nikmat yang sedang melandanya. “MMMHHH !!!”, Renata melenguh, kedua kakinya menegang. Seperti punya sensor, dildo itu langsung berhenti setelah Renata orgasme. “hhh…hhhh….”, Renata terengah-engah berusaha mengatur nafasnya setelah mencapai puncak kenikmatannya tadi. Mulai hari itu, Renata harus membiasakan dirinya dengan dildo yang bisa ‘aktif’ sewaktu-waktu dan tak terduga. Ternyata, remote yang dipegang Putri hanya untuk on/off saja dan untuk menyetel berapa rpm (rotasi per menit) dari dildo itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan, untuk aktifnya, dildo itu memang mempunyai sensor cairan. Jika liang vagina Renata sudah ‘kering’, pasti dildo itu akan langsung berputar. Vagina Renata pun jadi tak ubahnya seperti ‘tambang minyak’ yang dibor oleh dildo itu. Suatu hari, Anita mengajak Renata pergi ke sebuah mall. Mau tidak mau, Renata pun ikut dengan Anita. Renata benar-benar kesulitan berjalan dengan keberadaan dildo itu. Sekali melangkahkan kakinya, dildo itu langsung bersegekkan dengan dinding vaginanya sehingga seperti ada arus listrik yang menjalar di sekujur tubuh Renata. Orang-orang banyak yang melihat cara jalan Renata dengan pandangan aneh. Wajah Renata sangat merah, malu mengetahui orang-orang memperhatikannya. “Nit…gimana nih kalo tiba-tiba bergerak?”, bisik Renata setelah berada di dalam bioskop. “ya…lo tahan aja…”, jawab Anita singkat sambil tersenyum licik. Ketakutan Renata terjadi. Setelah 15 menit film bermain, dildo itu mulai mengebor vaginanya. Renata menggigit bibirnya sendiri agar desahan tidak meluncur keluar dari mulutnya. “Ren…mendingan lo diem deh…daripada lo diliatin orang…”, ledek Anita karena Renata tidak bisa diam.</p>
<p style="text-align: justify;">Renata akhirnya berusaha tenang, dia merapatkan kedua kakinya dan menggenggam tangan Anita erat. Ingin sekali Renata mengabaikan dildo yang ‘mengganjal’ vaginanya, tapi putaran dildo terlalu nikmat untuk biasa diabaikan Renata. Cowok yang di sebelah Renata mulai penasaran bunyi dengung yang ia dengar secara samar-samar. Dari cahaya yang berasal dari film, cowok itu bisa melihat ekspresi wajah Renata yang ada di sebelahnya. Terlihat seperti orang yang sedang menahan-nahan sesuatu. Cowok itu sangat penasaran, apalagi wajah Renata saat itu terlihat sangat menggoda, tapi cowok itu tak berani bicara karena di sebelahnya ada pacarnya. “hhmmmppphhh….”, Renata menggigit bibir bawahnya sendiri dengan kuat untuk meredam lenguhannya saat orgasme. “Nit…ntar aja keluarnya…”, bisik Renata setelah film selesai. “kenapa?”. “pokoknya ntar aja ya Nit…pleaaassee…”, Renata memelas. “yaudah deh…ok…”. Cowok yang ada di sebelah Renata berdiri lalu tersenyum kepadanya setelah pacar cowok itu balik badan bersiap keluar studio. Dengan wajah bingung, Renata melihat ke cowok itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kenapa senyum tuh cowok? jangan-jangan…. Renata jadi malu sendiri. Begitu sepi, dua gadis cantik itu pun meninggalkan bioskop. Dengan cara jalan yang tetap tak biasa, Renata mengikuti Anita ke parkiran. “gimana, Ren? enak gak tadi?”. “mm…”. “jawab…gue tanya diem aja…”. “i..i..ya…”, jawab Renata tertunduk malu. Renata tidak bisa memungkiri betapa dahsyatnya orgasme di tempat umum apalagi ada yang menyadari seperti tadi. “jadi lo suka? haha…ntar gue bilang ke Putri deh…supaya cd lo gak dibuka..”. “nggak…jangan, Nit…lepasin cd ini pleaasee..”. “bukannya lo suka kalo V lo dijejelin?”, ejek Anita. “pleaasee Nit…gue janji…gue bakal jadi anak buah Putri selamanya…”. “bener lo?”. “bener….”, jawab Renata hampir menangis. “oke…ntar gue minta Putri lepasin cd lo…tapi gue gak bisa jamin…soalnya Putri dendam banget ama lo dibandingin gue atau Nadya…”. Mengingat perlakuannya terhadap Putri dulu, nyali Renata menjadi ciut membayangkan kalau dildo itu akan tetap di ‘sana’ seumur hidupnya. Malamnya, Anita berbicara ke Putri soal Renata. “NGGAK !! biarin aja dia pake cd itu terus…”. “tapi, Put…kasihan juga dia…katanya dia bener-bener minta maaf ke kamu…bener-bener nyesel…”, bujuk Nadya.</p>
<p style="text-align: justify;">“NGGAK !! pokoknya sekali NGGAK tetep NGGAK !!”, teriak Putri meninggalkan Anita, Nadya, Renata, dan Sapto. “neng Rena…bener-bener nyesel?”. “iya, Pak…saya nyesel banget…saya janji bakal jadi anak buah Putri ‘n ngejagain dia…”. “panggil aja Mang…yaudah…kalo gitu biar Mang yang bujuk…”. Tak beberapa lama kemudian, Sapto kembali dengan membawa sebuah kunci. “ini kuncinya, neng…katanya non Putri…neng Rena harus nepatin janjinya…”. “iya, Pak..eh Mang…saya janji..”. Sapto pun jongkok dan membuka cd Renata. “hmm…”, lirih Renata pelan saat Sapto dengan sengaja menarik keluar dildo dari vagina Renata dengan sangat perlahan. Lega sekali yang dirasakan oleh Renata, tak ada lagi rasa ‘mengganjal’ di selangkangannya. “makasih ya Mang…udah ngebujuk Putri…”. “iya sama-sama neng…”. Renata pun memakai hotpantsnya lagi untuk menutupi vaginanya. Sebenarnya, Sapto sudah ngiler berat ingin menyelipkan batang kejantanannya ke celah sempit Renata, tapi Putri belum memberi izin, lagipula Renata belum ‘mencuci’ vaginanya setelah berhari-hari digenangi cairan vaginanya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Renata pun jadi seperti pembantu Putri, menyiapkan sarapan dan seragam sekolah. Pokoknya melayani Putri bagai seorang pembantu. Bukan Putri namanya kalau tidak bisa memaafkan orang. Setelah 1 minggu, hati Putri akhirnya melunak. Dan kini, Renata juga menjadi keluarga. Sapto pun telah mengantongi izin dari Putri untuk bisa ‘bersama’ Renata. Jadi mulai sekarang, ada Renata dan Nadya yang bisa menemani Sapto jika Putri dan Anita sedang sekolah. Semakin banyak ‘pilihan’ bagi Sapto setiap harinya. ‘jadwal’ rutin dari Putri merubah pola pikir Nadya dan Renata, mereka berdua kini tak memikirkan masa depan mereka, yang ada di pikiran mereka hanya sex sex dan sex. Mereka berdua kini begitu total melayani setiap pria baik yang dikenal ataupun tidak. Tapi, Putri rutin memberikan obat yang membuat daerah kewanitaan mereka tetap steril, kesat, sempit, dan wangi. Terhindar dari penyakit kelamin dan kehamilan serta rusaknya bentuk alat kelamin mereka. Sedangkan Anita sibuk belajar untuk kelulusannya sehingga Putri membebaskannya dari ‘tugas’.</p>
<p style="text-align: justify;">“Rena…kamu mau ya jadi istri Om?”, tanya Bambang yang sedang bermesraan di ranjang bersama Renata. “mauu Om…”, jawab Renata senang. “bener kamu mau?”, tanya Bambang sekali lagi untuk memastikan gadis cantik yang ada di depannya kini benar-benar mau menjadi istrinya. “iya, Om…Rena mau…tapi..Om Johan juga udah ngelamar Rena kemaren…gimana dong?”. “yaudah…kamu kan jadi punya 2 suami…”. “polyandri dong? boleh deh…tapi Om bilang ama Putri ya…takutnya gak boleh…”. “ok…ntar Om bilang…nah kalo gitu…Om minta jatah duluan…hehe…”. Bambang dengan cepat sudah berada di atas menindih Renata. “ih..udah Om…geliii…udaah…”, desah Renata manja. Bambang terus menggesek-gesekkan kumisnya ke kedua puting Renata. Bambang dan Renata selalu melakukan foreplay dengan sedikit bercanda agar saat bermain nanti menjadi lebih bergairah. Tubuh Bambang menutupi tubuh Renata. Pasangan yang sedang dilanda nafsu itu begitu mesra dan bernafsu saat berciuman. Bambang benar-benar bersyukur telah bertemu dengan Renata. Sudah 4 tahun dia menduda sejak bercerai dengan istrinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama kali Bambang melihat Renata waktu itu, dia langsung jatuh hati apalagi Renata begitu sinkron dan kompak saat bersenggama dengannya. Awalnya, Bambang agak takut juga cintanya ditolak karena Renata masih muda serta cantik, berbanding terbalik dengan Bambang yang sudah berumur. Tapi, Bambang akhirnya yakin kalau cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Renata sama sekali tak menunjukkan penolakan saat Bambang mulai pdkt. Alasan Renata menerima pendekatan Bambang karena Renata merasa nyaman sekali berada di dekat Bambang. Renata tidak pernah merasa begitu dicintai, disayangi, dibutuhkan, dipuja-puja sekaligus merasa begitu dikuasai dan di dominasi oleh Bambang. Tapi, yang membuat Renata bingung, Johan juga menyukainya akhirnya dia bingung memilih yang mana. Renata pun bilang ke Johan soal usulan Bambang tadi dan Johan pun menerimanya dengan senang hati. Berbagi istri dengan laki-laki lain merupakan fantasi Johan sedari dulu. Sejak saat itu, Renata sering bergairah sendiri saat memikirkan dirinya akan dipersunting oleh 2 pria sekaligus.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuhnya nanti akan menjadi hak milik 2 pria yang akan tinggal serumah dengannya. 2 pria yang akan saling berbagi jatah untuk mengisi rahim wanita yang mereka cintai yaitu Renata. Renata benar-benar tidak sabar ingin segera menjadi istri Bambang dan Johan. Renata semakin rajin merawat tubuh dan daerah kewanitaannya demi Bambang dan Johan. Renata ingin sekali mempersembahkan yang terbaik untuk Bambang dan Johan. Tubuh dan daerah kewanitaannya harus selalu sempurna untuk menyenangkan Bambang dan Johan, pikir Renata. “neng Putri…kita mau ngomong sesuatu nih…”, ujar Bambang dan Johan yang sedang bertamu ke rumah Putri. “iya, Pak…mau ngomong apa?”. “begini…bapak sama Pak Johan ingin minta izin ke neng Putri soalnya kita bedua mau nikah sama Renata…”. “iya neng…kita berdua pengen banget jadiin Renata sebagai istri…”. “mm..boleh sih…tapi tunggu Putri naik kelas ya?”. “lho? emang kenapa, neng?”. “ada deh pokoknya…Pak Bambang ama Pak Johan mau kan nunggu? sebentar lagi..”. “mm..iya deh…”. Sebenarnya mereka berdua sudah ngebet ingin memperistri Renata dan menjadikan Renata milik mereka sepenuhnya, tapi Putri belum mengizinkannya jadi mereka harus mengurungkan niat mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">“terus kak Rena..mau bilang ke orang tua kak Rena?”, Putri bertanya ke Renata yang duduk di tengah-tengah Bambang dan Johan. “mm…kayaknya nggak deh, Put…takut nggak boleh…”. “oh…yaudah..terserah kak Rena…”. Sebenarnya Putri sudah tahu kalau Bambang dan Johan menyukai Renata dari informasi yang diberikan Anita. Tapi, tak ada yang tahu kenapa Putri belum memberi izin (q juga gak tau yang dipikirin Putri…hhi). Sambil menunggu Putri naik ke kelas XII, Bambang dan Johan mendalami karakter Renata agar mereka tahu Renata luar dalam. Dan mereka berdua semakin yakin untuk memperistri Renata. Begitu Putri naik kelas, Bambang dan Johan tidak buang-buang waktu. Setelah Putri berkata ya, Bambang dan Johan langsung melakukan akad nikah di tempat dan dengan penghulu yang berbeda. “Put…makasih ya udah ngizinin…”. “iya, kak Rena…”. “Ren…met menempuh hidup baru ya…”. Renata cipika cipiki ke Putri, Nadya, dan Anita. “yah neng Rena pergi…gak bisa ngerasain ini lagi dong?”, canda Sapto sambil menunjuk ke payudara Renata. “iya dong, Mang…ini kan sekarang punyanya Mas Bambang ‘n Mas Johan…jadi Mang Sapto gak boleh lagi…lagian kan masih ada Nadya, Anita sama Putri…”.</p>
<p style="text-align: justify;">“aaww…”. Putri mencubit pinggang Sapto, wajah Putri menunjukkan wajah cemburu. “hayo lho, Mang…Putri marah tuh…”. “cuma becanda non…jangan marah donk…”. Putri memalingkan wajahnya pura-pura marah, tapi akhirnya tidak tahan ingin tersenyum juga. Orang-orang lain di bandara melihat gerombolan Putri dkk. Aneh sekali. Di gerbang keberangkatan ada seorang gadis cantik yang ditemani 2 bapak-bapak. Sedangkan yang satu lagi, ada seorang bapak-bapak dengan 3 gadis cantik di dekatnya. Setelah berpamitan, Renata, Bambang, dan Johan pun naik ke pesawat mereka yang akan membawa mereka ke Kalimantan karena Bambang dipindah tugaskan ke sana sementara Johan meminta sendiri untuk tugas di Kalimantan. “Nad…lo nyetir…kita berdua di depan aja…”. “oke, Nit…”. “Mang Sapto genit nih…tadi pake godain kak Rena segala…”, ujar Putri manja. “hehe…cuma becanda non…enakan juga punya non Putri..”, tangan Sapto pun sudah menyusup masuk ke dalam kaos Putri untuk menggenggam ‘gumpalan daging’ Putri yang benar-benar kenyal itu. Anita dan Nadya hanya senyum saja melihat Putri dan Sapto seperti sepasang kekasih yang serasi dan sedang dilanda kasmaran padahal umur mereka terpaut sangat jauh. Malam hari, di Kalimantan sana.</p>
<p style="text-align: justify;">“Mas Bambang ‘n Mas Johan udah lama nunggu ya…”, ujar Renata keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di tubuhnya. Renata tersenyum lalu membuka lilitan handuk untuk memperlihatkan tubuhnya ke 2 suami barunya. Dengan gerakan perlahan dan anggun, Renata duduk di tengah-tengah ranjang lalu menggerakkan jari telunjuknya untuk mengundang Bambang dan Johan naik ke atas ranjang. Renata sudah siap rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas pertamanya sebagai seorang istri yaitu melayani dengan sebaik-baiknya. Bambang dan Johan pun sudah sangat siap menunaikan tugas mereka yaitu memberikan nafkah batin ke Renata. Meski bukan pertama kali Bambang dan Johan melihat tubuh Renata seutuhnya, tapi malam ini, Renata terlihat lain, benar-benar cantik, menggoda, dan begitu menggiurkan. Mungkin karena mulai malam ini Renata sudah menjadi istri mereka dan hanya milik mereka berdua sehingga menambah aura keanggunan Renata. “mmmhh…”, lirih Renata pelan karena Bambang dan Johan sama-sama sedang menciumi lehernya. Malam itu benar-benar malam yang tak bisa dilupakan Renata seumur hidupnya, tak pernah dia bercinta begitu bergairah seperti malam itu, malam pertamanya sebagai seorang istri dari 2 pria tua yang benar-benar mencintainya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">“mm…enak Sha…teruss…”, desah Darto. Darto membelai kepala Reisha. Reisha begitu fokus menjilati batang kemaluan Darto. Dengan lincahnya, lidah Reisha mengikuti setiap lekuk penis Darto. Darto benar-benar merasa di surga, Reisha memang tiada duanya, pikir Darto. Begitu hebat memuaskan pria dan tahu caranya melayani kemauan pria mulai dari foreplay sampai selesai sex. Untuk foreplay, biasanya Reisha mempasrahkan tubuhnya untuk digelitik, diciumi, dicupang, dan segala bentuk rangsangan lainnya. Saat sudah mulai ‘action’, Reisha selalu mengambil alih saat menit-menit pertama untuk ‘memanaskan’ suasana dan selanjutnya di serahkan ke pasangannya. Dan jika persenggamaan itu sudah selesai, biasanya Reisha akan menempatkan dirinya sendiri seperti budak seks dan mau melakukan apa saja pasca-sex. Reisha tak segan-segan menuruti perintah apa saja dari pria yang sedang bersamanya. Mulai dari mengelap batang kejantanan sang pria dengan baju yang akan ia (Reisha) kenakan lagi, menjilati lubang anus, ketiak, dan kadang-kadang Reisha tak segan mengemuti semua jari-jari kaki dari si pria jika disuruh. Tapi biasanya, tak usah disuruh, Reisha langsung menjilati alat kemaluan sang pria sampai bersih. Jadi, tak heran kalau pria yang bersenggama dengan Reisha merasa seperti raja yang sedang ‘dilayani’ oleh selirnya. Kepala penis Darto yang seperti jamur itu diemuti Reisha berkali-kali, lidah Reisha begitu aktif mengulik lubang kencing Darto untuk mengais sisa sperma yang mungkin masih ada di sana. Reisha mengelus-eluskan penis Darto yang sudah loyo itu ke pipinya lalu memandang ke mata Darto sambil tersenyum manis.</p>
<p style="text-align: justify;">“Reisha…bapak sayaaang banget…”, kata Darto sambil memandang wajah Reisha yang belepotan sperma. Meski belepotan sperma, wajah Reisha tetap cantik, malah semakin menggoda. “iya, Pak…Reisha juga sayang sama bapak…”, balas Reisha yang kini sedang asik menciumi kantung buah zakar Darto. “BRAAK !!”. Sebuah kesalahan fatal telah dilakukan Darto. Biasanya, Darto tak lupa mengunci pintu rumah Reisha, tapi karena tadi keburu nafsu, Darto jadi lupa. “DASAR BANDOT TUA !!”, teriak Aisya. Bagaimana Aisya tidak marah besar, pemandangan yang ada di depan matanya benar-benar menyulut kemarahan. Suaminya, Darto, sedang duduk mengangkang lebar dengan alat kelaminnya sedang diciumi seorang gadis. Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Tetangga Reisha sudah curiga karena setiap Darto masuk ke rumah Reisha, pasti keluarnya setelah 3 jam atau lebih. Aneh juga kan seorang RT berlama-lama di rumahnya sampai 3 jam lebih?. Apalagi rumah yang sering didatangi Darto itu adalah rumah gadis cantik. Tentu saja menambah pikiran negatif para tetangga. “Ma…Mama…”, Darto benar-benar panik.</p>
<p style="text-align: justify;">“DASAR PELACUR !!! PLAAKK !!!!”. Reisha ditampar begitu keras setelah ia berdiri. Pipi Reisha yang tadinya putih kini berubah menjadi merah. Reisha mengelus pipinya sambil tersenyum sinis. Reisha menuju kamarnya. Sementara di ruang tamu, Darto sedang dimaki-maki istrinya. Reisha langsung keluar dengan membawa tas yang berisi pakaiannya. Dia menaruh kunci rumahnya di meja. Semua barangnya sudah dibawa, sepertinya Reisha akan pindah. Reisha masuk ke dalam mobilnya dan pergi, tak mau masalah menjadi lebih panjang. Reisha terlihat tenang, tak seperti orang yang baru saja dilabrak. Bagi Reisha, kejadian tadi bukanlah kali pertama dia alami. Mungkin sekitar 4x dia dilabrak. Reisha tahu ini resiko gadis penggoda seperti dirinya. Sebenarnya, Reisha juga sudah ingin pindah dari rumah kontrakannya itu. Bosan juga dengan Darto yang ‘bertamu’ setiap hari. “huh…sakit juga ditampar ibu-ibu gemuk….”, komentar Reisha sendiri sambil mengelus-elus pipinya. “oh iya…”. Reisha merogoh tasnya. Dia mengelap wajahnya yang lengket dengan tisu basah miliknya. Wajahnya sangat lengket karena sperma Darto belum dibersihkan sedari tadi. Apalagi AC mobil membuat sperma di wajah Reisha jadi cepat mengering.</p>
<p style="text-align: justify;">Untung, Reisha sudah mencari rumah kontrakan yang sudah ia cari kemarin-kemarin. Dia langsung mengemudikan mobilnya ke tempat itu. “halo Put…”. “eh kak Reisha…ada apa, kak?”. “ini…kakak udah nggak tinggal di tempat yang dulu, Put…”. “lho? kenapa?”. “bosen…lagian…sempit…”. “terus kakak tinggal dimana?”. “kakak sih udah ada rumah yang kakak incer…tapi belum kakak beli…nih kakak lagi mau ke sana…kamu lagi apa?”. “Putri baru pulang sekolah nih, kak…”. “oh iya..gimana tuh kabarnya si Rena?”. “oh kak Rena? dia udah hamil katanya…”. “kok cepet banget?”. “iyalah, kak…suaminya ada 2…pasti cepet lah..”. “oh iya ya…”. Putri asik mengobrol dengan Reisha sampai-sampai Putri lupa kalau sedang duduk di atas perut Sapto. Putri memang baru pulang sekolah, tapi dia sudah berduaan dengan Sapto di kamar. Tadi, saat Reisha menelpon sebenarnya Putri dan Sapto sedang melakukan pre-foreplay. Putri saja baru membuka cd dan hem seragamnya. Jadi, Putri duduk di perut Sapto dengan kaos dan rok abu-abunya. Dan karena tadi Putri telah membuka cdnya, tentu saja vaginanya yang tak tertutup apa-apa itu menempel erat dengan perut Sapto. Sapto menekuk kedua kakinya sehingga Putri bisa menyender ke belakang. Sapto hanya diam saja sambil bersantai dan memandangi makhluk cantik yang sedang duduk di atas tubuhnya. Sapto pun mulai berkhayal saat memandang ke arah perut Putri. Ingin sekali Sapto melihat perut Putri membuncit. Buncit karena mengandung seorang anak. Pasti lengkap sudah kebahagiaan dalam hidupnya jika sudah melihat Reisha dan Putri mengandung anaknya, itu yang dipikirkan Sapto. Sapto sadar dari lamunannya saat merasakan belaian halus di pipinya.</p>
<p style="text-align: justify;">“bentar ya….”, meski tak keluar suara dari mulut Putri, tapi Sapto bisa membaca gerak bibir Putri berkata demikian. Sapto hanya mengangguk dan tersenyum. Beberapa menit menunggu, Sapto mulai bosan. Sapto pun iseng menyingkap rok abu-abu Putri yang pendek ke atas untuk mengintip ‘surga kecil’ milik Putri yang sering dikunjunginya itu. Karena Putri menyender ke belakang, daerah pribadinya terekspos jelas ke Sapto. Vagina Putri memang benar-benar indah. Tak usah dijelaskan, pasti semua orang bisa tahu kalau daerah kewanitaan Putri sangat terawat. Bibir vagina Putri menutup dengan sangat rapat dan warnanya juga masih kemerah-merahan persis seperti pertama kali Sapto ‘jumpai’. Sapto, bahkan pemiliknya, Putri, bingung kenapa bentuknya masih bagus padahal setiap hari selalu dirojoki penis besar Sapto? Sapto menggunakan dua jari telunjuknya ‘menyibak’ bibir vagina Putri. Sapto menjadi semakin tak sabar saja setelah melihat bagian dalam vagina Putri. Warna daging bagian dalam vagina Putri berwarna merah muda, benar-benar menggiurkan dan sedap untuk dipandang mata. Sapto mengelus-elus bibir vagina Putri berharap Putri akan terangsang dan segera menyudahi pembicarannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“mmm…”. Putri mulai terganggu dengan aktivitas Sapto di daerah pribadinya. “kak Reisha…udah dulu ya…Mang Sapto mulai iseng nih…”, ujar Putri sambil tersenyum ke Sapto. “oh iya deh kak…kabarin lagi ya kak…kalo udah pasti dimananya…daah…mmuaacchh…”. “Mang Sapto iseng nih…”, ujar Putri manja setelah menaruh hpnya di samping bantal Sapto. “abisnya non Putri lama…hehe…”. “iya maap deh, Mang…namanya juga ngobrol ama kakak sendiri…”, jawab Putri sambil meneruskan aktivitasnya yang terhenti tadi yaitu melucuti pakaiannya sendiri. Kedua payudara Putri berguncang naik-turun begitu kaos terlepas dari tubuhnya. “eits…ketangkep….hehe..”, canda Sapto yang langsung ‘menangkap’ kedua buah payudara Putri dengan sigap bagai menangkap buah yang akan jatuh. Putri hanya tersenyum manis. Sapto meluruskan kedua kakinya dan Putri langsung memundurkan pantatnya. Putri menekan penis Sapto ke perut Sapto sendiri lalu Putri menindih penis Sapto yang ‘tidur terlentang’ dengan vaginanya. Batang penis Sapto tepat berada di tengah-tengah belahan bibir vagina Putri.</p>
<p style="text-align: justify;">Putri merundukkan tubuhnya. Bibir Putri yang mendekat langsung disambut baik oleh Sapto. Sapto mendekap erat Putri. Dia begitu lahap melumat, mengemut, dan menjilati bibir Putri. Silat lidah pun tak bisa dihindari. Keduanya begitu menikmati percumbuan ini. Putri dan Sapto sama-sama terlihat sangat bernafsu saling pagut dan saling lumat. Tangan Putri berada di bawah punggung Sapto. Keduanya saling mendekap membuat tubuh mereka menempel dengan sangat erat sampai-sampai kedua tubuh yang kontras itu seperti menjadi satu tubuh saja. Putri memang sangat suka berciuman karena menurut Putri, dengan berciuman, dia bisa seperti tukar perasaan dengan Sapto dan selain itu, saat berciuman dia bisa merasakan kelembutan, kehangatan, dan kemesraan Sapto. Dan tentu saja, Sapto juga senang sebab bibir Putri begitu lembut, manis, dan beraneka rasa karena Putri sering gonta-ganti lipgloss dengan variasi rasa. Saking sukanya berciuman, mereka berdua pun membuat rekor sendiri, berciuman selama 5 menit 10 detik tanpa melepaskan bibir. Dan sampai saat ini, mereka belum bisa mengalahkan rekor yang mereka buat sendiri. Sambil terus sibuk bercumbu, Putri masih bisa menggerakkan pinggulnya maju mundur agar alat kelaminnya dan alat kelamin Sapto saling bergesekkan. Putri melakukan itu untuk ‘memanaskan’ dan menyiapkan vaginanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“mm…aaahhh…”, hela Putri bisa menghirup nafas lagi setelah melepaskan bibirnya dari bibir Sapto. Benang air liur pun terbentuk menghubungkan bibir Putri dan bibir Sapto. Dan air liur mengalir di sela-sela bibir, entah itu air liur Putri atau air liur Sapto. Yang pasti mereka berdua sangat menikmati percumbuan tadi. “yah Mang…cuma 4 menit…”. “ha? kirain udah lebih…ya udah deh…masih banyak waktu…buat mecahin rekor…hehe…”. “iya, Mang…Putri siap selalu kok…hehe..”, goda Putri sambil tersenyum. Meski setiap hari mereka bermesraan dan bercinta, gelora hawa nafsu mereka tak pernah turun karena tak ada kata bosan dalam kamus mereka. Setelah foreplay tadi, Putri dan Sapto pun siap untuk melakukan kebutuhan dasar dari semua makhluk hidup yaitu bereproduksi. Meski belum bisa mendapatkan fungsi utama dari reproduksi yaitu mempunyai keturunan, tapi setidaknya mereka berdua bisa mendapatkan kenikmatan dari proses reproduksi yang mereka lakukan setiap hari. “Putri !”. Putri dan Sapto melihat ke arah pintu. Ada Nadya dan Anita yang sudah berdiri tanpa mengenakan apapun. “kita ikutan dong….”. Nadya dan Anita berjalan mendekati Putri dan Sapto.</p>
<p style="text-align: justify;">“ayo…kita keroyok Mang Sapto…”. Putri turun dari atas tubuh Sapto dan meloloskan roknya sehingga di depan Sapto kini ada 3 orang gadis cantik tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka. “Mang Sapto kuat kan..kita keroyok?”. “tenang aja neng-neng cantik…dijamin punya Mang Sapto nggak bakal cepet puyeng…hehe…”. “bener ya? kalo keok duluan ada hukumannya lho…”. “yee…kalo gak percaya…ayo betiga maju sini…”, tantang Sapto. “oke kalo gitu…serbu !!”. Begitulah kehidupan Sapto sekarang, satu rumah dengan 3 gadis cantik yang tak segan-segan melakukan ‘inisiatif’ terhadapnya. Putri pun lulus dari SMAnya lalu mengambil tes masuk ke universitas Reisha dulu bersama Nadya dan Anita. Mereka bertiga lolos ujian itu. Begitu izin dengan kedua orang tuanya, Putri beserta Sapto, Anita, dan Nadya menuju ke rumah Reisha. “non Reisha…”. Sapto langsung memeluk Reisha. “aduh Mang Sapto…gak enak ah…ada Putri ‘n yang laen…”. “hehe…abisnya kangen banget sih…”. “mendingan Mang Sapto bawain barang-barang ke dalem deh…”. “oke deh…”. “kak Reisha !!”, teriak Putri sambil berlari ke arah Reisha. “ini dia…adekku tersayang…”, ujar Reisha mengelus-elus kepala Putri yang kini sudah memeluknya.</p>
<p style="text-align: justify;">“wah…rumah kakak jadi lebih luas daripada yang dulu ya?”. “iya donk, Put…kakak sengaja cari yang gede…kan kamu ama Mang Sapto mau pindah bareng kakak…”. “oh iya…”. “yaudah sana..istirahat dulu…”. “iya kak…”. Anita dan Nadya pun mendekat. “yang mana Anita..yang mana Nadya nih?”. “saya Anita, kak…”. “kalau saya Nadya, kak…”. “oh…iya iya…”. Reisha menyalami Anita dan Nadya bergantian. “yaudah…ayo masuk yuk…”. Reisha membuatkan minuman untuk mereka semua. Sambil menikmati minuman, mereka pun bersenda gurau sekalian istirahat. Anita dan Nadya kelihatan segan dan jadi malu-malu dengan adanya Reisha. “nah…Nadya sama Anita tidur di kamar yang itu dan itu ya…”, Reisha menunjuk ke 2 kamar yang bersebelahan. “iya, kak…”. “Putri tidur bareng kakak aja ya…”. “boleh…”. “kalo gitu Mang Sapto satu kamar ama non Putri ‘n non Reisha ah…”. “dasar Mang Sapto…”. “hehe…”. Mereka semua masuk kamar untuk menaruh barang bawaan mereka masing-masing. Di dalam kamar, tanpa malu-malu Putri melucuti pakaiannya sendiri. “Put…badan kamu kayaknya makin bagus…”, ujar Reisha memperhatikan tubuh Putri yang kelihatan lebih aduhai dari sebelumnya. Payudara Putri terlihat lebih besar namun tetap kencang dan bulat. Pantatnya juga terlihat semakin membulat dan semakin berisi sampai-sampai Reisha seperti melihat versinya yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">“emang iya ya, kak?”. “iya…liat aja di cermin…”. Putri pun memperhatikan tubuhnya sendiri di depan cermin besar yang bisa memperlihatkan dari kepala sampai kaki. “hmm…bener juga, kak…gara-gara Mang Sapto sih…ngegrepein Putri mulu tiap hari…”, ujar Putri melirik ke Sapto dan tersenyum. “non Putri bukannya makasih…badan non Putri kan jadi bagus…hehe…”. “iih..Mang Sapto….”, Putri mencubit pinggang Sapto. “adu..du..duh..”. “kak..Putri mau keluar dulu ya…”. Putri sengaja keluar dari kamar, dia tahu Sapto dan kakaknya pasti ingin saling melepas rindu. Setelah pergi ke kamar mandi yang ada di luar kamar, Putri iseng, dia kembali ke kamar Reisha dan membuka pintu dengan sangat perlahan. Putri melihat kakaknya dan Sapto sedang bermesraan di atas ranjang. Keduanya sudah tak berpakaian lagi. Sapto memeluk tubuh Reisha yang menyender ke bahunya dengan sebelah tangannya. Sementara, tangan Reisha sedang ‘membangunkan’ burung Sapto. Dan kadang sesekali Reisha mencium dan mencupang leher Sapto. Meski umurnya terpaut lumayan jauh, tapi mereka berdua terlihat sebagai sepasang kekasih yang begitu serasi dan begitu mesra.</p>
<p style="text-align: justify;">Putri hanya tersenyum saja sambil menutup pintu. Kini, Sapto benar-benar bahagia. Tak ada lagi yang bisa memisahkannya dengan Reisha. Ditambah dengan 3 bidadari cantik lainnya di rumah itu. Benar-benar seperti berada di surga. Reisha, Anita, dan Nadya pun cepat akrab karena sifat Reisha yang sangat bersahabat. Reisha mengajarkan segala hal yang diperlukan untuk menjadi wanita sesungguhnya kepada Anita, Nadya, dan Putri. Make-up, pakaian, cara berjalan, cara bicara, cara makan, dan yang paling penting perawatan tubuh. Setiap minggu, Reisha selalu mengajak adiknya serta Anita dan Nadya ke sebuah salon perawatan khusus wanita untuk menjaga keadaan tubuh mereka. Sesuai perjanjian mereka berdua, Reisha dan Sapto pun akhirnya menjadi sepasang suami-istri yang sah di mata agama dan hukum. Hanya ada pesta kecil untuk mereka berlima saja. Malam harinya, setelah mengobrol bersama-sama di depan tv, Sapto menggendong Reisha ke kamar untuk melewati malam pertama mereka. Tak beberapa lama kemudian, Reisha keluar dari kamar tanpa busana. “Put…Nit…Nad…”. “ada apa, kak?”, tanya mereka bertiga kompak sambil memperhatikan tubuh Reisha yang masih bersih dan ‘kering’, sepertinya belum diapa-apakan Sapto. buka baju kalian…”. “kenapa?”.</p>
<p style="text-align: justify;">“udah…buka aja dulu…”. Meski bingung, mereka bertiga tetap menelanjangi diri mereka sendiri. “emangnya kenapa sih, kak?”, tanya Putri. “ayo sekarang kalian ikut kakak…”, ujar Reisha menarik tangan Anita dan Nadya. Sementara tangan Anita memegang tangan Putri. Mereka berempat memasuki kamar. “nah…Mas Sapto…kita kan udah sering malem pertama…ya kan?”. “iya…”. “malem ini kita ajak Putri, Nadya, ‘n Anita…supaya malem pertama kita rame…”. “wah…ide bagus tuh Ma..”. Putri dan Reisha berdiri di samping kanan ranjang dan Nadya dan Anita di samping kiri ranjang. Sapto benar-benar berada di surga. 4 vagina dari 4 gadis cantik kini ada di samping kanan dan kirinya, siap untuk ‘digunakan’ bahkan siap untuk diapakan saja oleh Sapto. Semerbak wangi dari 4 vagina yang memiliki aroma harum yang berbeda-beda memenuhi hidung Sapto, membuat penis Sapto semakin mengeras yang berarti siap untuk membelah 4 pasang belahan yang rapat nan indah itu. Sapto tak menyangka kejadian ini. Dia pikir jika Reisha telah menjadi istrinya, Reisha tidak akan memperbolehkan wanita mana pun berhubungan dengannya kecuali Putri tentunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, ternyata sejak malam pertama itu, Reisha malah menyuruh Anita dan Nadya menjadi istri pengganti bagi Sapto jika dia sedang sibuk. Putri sebenarnya tidak ingin mengganggu Reisha dan Sapto dan ingin pindah ke kamar yang ada di sebelah kamar Reisha. Tapi, Reisha melarangnya dan menyuruh Putri tetap di kamarnya. Alhasil, Putri pun jadi ‘terlibat’ setiap malamnya. Reisha memang membolehkan Sapto menggagahi Nadya, Anita, dan Putri, tapi hanya membolehkan Sapto membuang spermanya ke rahimnya(rahim Reisha). Tentu saja Sapto tak keberatan sama sekali karena dia memang ingin menghamili Reisha. Sapto rajin sekali ‘mendepositkan’ benih-benihnya ke dalam istri barunya yang cantik itu dan Reisha pun dengan senang hati menyediakan rahimnya untuk menampung sperma suami tercintanya setiap hari atau kapanpun Sapto mau. Sapto dan Reisha saling menjaga alat kelamin masing-masing. Setiap pagi, mereka selalu mandi bersama dan saling membersihkan alat kelamin. Sapto merasa paling beruntung sedunia bisa memperistri Reisha karena selain cantik, Reisha sangat perhatian, setiap pagi Reisha selalu membuatkan sarapan, memakaikan baju, celana, maupun sepatu Sapto. Saking perhatiannya, setiap Sapto pulang setelah keluar dari rumah baik sebentar ataupun lama, baik memakai sandal ataupun sepatu, Reisha akan langsung bergegas mengambil sebaskom air hangat lalu Reisha membuka alas kaki Sapto. Kemudian, Reisha tanpa jijik akan menjilati setiap jengkal kaki Sapto dan mengemuti jari-jari kakinya sebelum dibasuh air hangat dan dikeringkan dengan handuk. Reisha ingin Sapto tahu kalau dia telah mengabdikan hidup untuknya dan akan menjadi istri yang baik, perhatian, penurut, dan memanjakannya setiap hari.</p>
<p style="text-align: justify;">“yah kak Rena gimana dong? Andre kan pengen banget tinggal bareng kak Rena…”. “maap ya Ndre…gimana kalo kamu dateng ke alamat ini…”. Andre mencatat alamat yang diberikan Renata. “nah…itu alamat rumah temen kakak…kalau kamu masih niat sekolah di Bandung…kamu tinggal di situ aja…”. “tapi…cewek apa cowok, kak?”. “emang kenapa kalo cowok?”. “oh…kirain temen kakak cewek…”. “dasar ganjen kamu…”. “terus kalo Andre ke sana…bilang apa? masa tiba-tiba Andre dateng terus bilang mau numpang…”. “udah pokoknya kamu dateng dulu…kalo ditanya…bilang aja kamu Andre..adiknya Rena…”. “iya…tapi kapan Andre bisa ketemu sama kak Rena? Andre udah kangen pengen nyusu ke kak Rena nih…”, ujar Andre agak porno. “udah SMA masih nyusu aja…ntar deh kalo ada waktu…kak Rena bakal main ke sana…”. Andre tidak tahu tentang kakak angkatnya itu telah menikah dengan 2 orang pria sekaligus dan sedang mengandung. Renata hanya memberi tahu Andre dan keluarganya kalau dia kuliah di Kalimantan. Andre pun berangkat di antar kedua orang tua angkatnya. “ting tong…ting tong…”. Tak lama kemudian, seseorang keluar dari rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">“kamu Andre ya?”. “iya, kak…”. “dateng sendiri?”. 2 orang lagi turun dari mobil. “Anita?”. “eh Tante sama Om…apa kabar?”. “ternyata temen Renata itu kamu…Tante kira temen Renata itu cowok…Tante takut banget lho…takut Andre jadi bandel…”. “tenang aja Tante…Nita jagain Andre…kalo nakal…ntar Anita jewer…”. Mereka pun mengobrol di depan. “ayo Om Tante…masuk dulu…gak enak ngomong di luar…”. “gak usah Nit…Om sama Tante mau pergi lagi…”. “oh yaudah…ati-ati ya Om, Te…”. “Andre…jangan nakal ya…telpon tiap minggu…”. “iya, Ma…”. “nanti Papa kirim uang ke rekening kamu tiap bulan…”. “iya, Pa…”. Setelah berpamitan, orang tua angkat Andre itu meninggalkan mereka berdua. “ayo Andre…kita ke dalem…”. Anita langsung menutup pintu begitu mereka berdua berada di dalam. Anita menuntun tangan Andre. Saat berjalan ke kamarnya, Andre melihat sesuatu pemandangan yang ‘aneh’. Ada seorang laki-laki yang sedang tengah duduk di sofa yang ada di depan tv. Dan 3 wanita yang bugil sedang mengerubungi selangkangan pria itu bagai semut menemukan gula. Sebagai pria, Andre tahu hanya ada satu benda yang ada di selangkangan seorang pria, tak lain dan tak bukan adalah alat kejantanannya. Tapi, pasti butuh ukuran yang di atas rata-rata untuk bisa ‘menarik perhatian’ 3 wanita sekaligus, pikir Andre. Andre tidak sempat melihat karena keburu sampai di dalam kamar.</p>
<p style="text-align: justify;">“tunggu di sini ya, Ndre..”. Andre hanya bengong tak percaya, penisnya mulai bangun karena dia membayangkan dia ada di posisi pria itu. Saat asik melamun, pintu terbuka. “….”, mulut dan mata Andre sama-sama terbuka lebar. 2 gadis cantik tanpa sehelai benang pun sedang berjalan ke arahnya. Dua-duanya ia kenal, Anita dan Nadya. Teman kakak angkatnya, Renata, yang sering ia jadikan bahan masturbasi jika Renata sedang sibuk. “nah Andre…mulai sekarang…kamu tidurnya di sini bareng kita bedua…”. “yang bener, kak??!”. “iya…anggep aja kita pengganti Rena…”. Anita menuntun tangan kiri Andre ke vaginanya, sedangkan tangan kanan Andre sudah ada di vagina Nadya. Kayaknya masa SMA gue bakalan indah nih, pikir Andre. Andre pun menjadi bagian keluarga itu. Anita dan Nadya selalu setia membuat Andre merasa hangat setiap malamnya. Anita dan Nadya pun memperlakukan Andre bak raja. Setiap pagi, sarapan langsung siap di samping kasur, mandi pun Andre tidak perlu repot, Nadya dan Anita siap memandikannya. Setiap pulang sekolah, Andre langsung menuju kamarnya karena pasti ada Anita atau Nadya yang sudah menunggunya di ranjang tanpa busana.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti mimpi saja, pulang sekolah, pusing setelah seharian berpikir, sampai rumah melihat gadis cantik yang siap ditiduri membuat Andre jadi selalu cepat pulang. Dan jika Andre mau buang air kecil pasti Nadya langsung mengikutinya lalu dengan senang hati membersihkan penis muda Andre setelah buang air kecil. Tidak hanya sex, Andre juga bisa belajar tentang pelajaran dari sekolahnya dari Anita karena Anita memang pintar dalam hal pelajaran IPA atau IPS.  Dan yang menarik, saat belajar matematika, Anita merelakan tubuhnya menjadi tempat coret-coretan Andre. Tentu saja tempat favorit Andre menulis adalah di payudara, selangkangan, dan pantat Anita, dan tak jarang setelah selesai belajar Andre iseng dan menjadikan pensilnya yang tadi ia gunakan untuk menulis menjadi dildo ke Anita. Meski cara pengajaran yang aneh itu, Andre malah menjadi ingat terus menerus rumus-rumus yang telah ia tulis di tubuh Anita dan bisa mengerjakan semua soal matematika dengan mudah. Dan Anita selalu membersihkan tubuhnya setelah dicoret-coret Andre agar tetap sedap dipandang. Meski sudah punya Nadya dan Anita yang melayaninya, sebenarnya Andre ingin sekali merasakan kulit Putri yang kelihatan mulus itu, dia benar-benar penasaran, tapi Anita dan Nadya melarangnya karena Putri tidak boleh disentuh.</p>
<p style="text-align: justify;">“maaf, Pak…Bapak ini ayahnya Ibu Reisha?”. “bukan, Sus…saya suaminya…”. “…”. Suster itu terdiam sejenak dan memandangi Sapto dari kepala sampai kaki. Mengingat wajah Reisha, suster itu tak percaya Sapto adalah suaminya. “mm….kalo begitu Bapak silahkan masuk…Ibu Reisha minta di dampingi…”. “hmmppphhh !!!”, Reisha mendorong sekuat tenaga. Tangannya mencengkram kuat tangan Sapto. “terus Ma…terus !!”, Sapto hanya bisa mendukung Reisha dengan hati yang ketar-ketir. Sapto ingin buah hatinya selamat, tapi tentu dia juga tidak ingin kehilangan Reisha, istrinya yang cantik. “huf..huf…huf…”, Reisha mengatur nafas sebelum mulai mendorong lagi. Sapto mengelap keringat Reisha dan memperhatikan istrinya itu sedang berjuang antara hidup dan mati untuk mengantarkan buah hati mereka ke dunia. “OWEEE !!”. “selamat Ibu Reisha…bayi Anda laki-laki…”, ujar salah satu suster sambil memperlihatkan bayi mereka. Bayi laki-laki yang kelihatan sehat dan montok. “saya bawa dulu untuk di bersihkan…”. “Mas Sapto…”, lirih Reisha lemah. “sshh…Mama istirahat aja dulu…”. Tak dapat disangkal, rasa gembira yang luar biasa dirasakan keduanya. Gembira karena akhirnya mempunyai hasil dari percintaan mereka selama ini. Bayi laki-laki yang rencananya akan diberi nama Bayu Putra Pangestu itu murni hasil buah cinta Reisha dan Sapto.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak menikah, Reisha hanya bercinta dengan Sapto. Hanya sperma Sapto yang menggenangi rahim Reisha setiap harinya. Jadi, sudah pasti bayi itu adalah keturunan Sapto. Sapto bahagia dan bangga sekali. Akhirnya impiannya mempunyai anak dari Reisha terkabul. Setelah dirawat beberapa hari, Reisha akhirnya diperbolehkan pulang. “kenapa, Ndre? kok ngeliatin kakak?”, tanya Reisha melihat Andre memperhatikannya yang sedang menyusui bayu. “mm…”. “kamu mau?”. “bb…boleh?”. “boleh aja…tapi izin Om Sapto dulu ya…”. “dasar nih Andre…udah SMA masih mau nyusu aja…”, ledek Anita. “HAHAHA”, mereka semua tertawa. Reisha dan Sapto merawat bayinya dengan penuh kasih sayang sambil bersiap untuk membuat ‘generasi’ berikutnya. Anita dan Nadya kini semakin dekat seperti kakak adik atau lebih tepatnya seperti pasangan lesbian. Sementara Putri dan Andre mulai saling lirik-melirik. Dan jauh di sana, Renata sibuk dengan bayi dan 2 suaminya. Reisha, Sapto, Anita, Nadya, Putri, Renata, dan Andre kini menjadi satu keluarga yang terbentuk bukan karena hubungan darah melainkan karena balas dendam. Semuanya saling menjaga dan saling ‘menyayangi’ satu sama lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>*HAPPY ENDING*</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/the-fallen-princess-6-epilogue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Fallen Princess 4: Final Target</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/the-fallen-princess-4-final-target/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/the-fallen-princess-4-final-target/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 22:13:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[anal seks]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[anita]]></category>
		<category><![CDATA[bambang]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[incest]]></category>
		<category><![CDATA[masturbasi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[renata]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2551</guid>
		<description><![CDATA[“mmm…hhhmmm…”. Renata tidur terlentang di kasurnya. Tangannya bergerak lemah lembut mengelus-elus bibir vaginanya sendiri. Di malam yang sepi itu, Renata sendirian di kamarnya dan entah kenapa nafsunya sedang tinggi. Setelah ‘memanaskan’ vaginanya, Renata mengambil sebuah dildo. Dildo kesayangan Renata karena bentuknya besar dan panjang mampu membuat orgasmenya benar-benar maksimal. “uuummmhh..”, Renata mengulum bibir bawahnya menikmati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/renata.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2552" title="renata" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/renata-227x300.jpg" alt="" width="227" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">“mmm…hhhmmm…”. Renata tidur terlentang di kasurnya. Tangannya bergerak lemah lembut mengelus-elus bibir vaginanya sendiri. Di malam yang sepi itu, Renata sendirian di kamarnya dan entah kenapa nafsunya sedang tinggi. Setelah ‘memanaskan’ vaginanya, Renata mengambil sebuah dildo. Dildo kesayangan Renata karena bentuknya besar dan panjang mampu membuat orgasmenya benar-benar maksimal. “uuummmhh..”, Renata mengulum bibir bawahnya menikmati benda tumpul yang terus masuk ke dalam vaginanya. Begitu sudah seluruhnya masuk ke dalam liang vaginanya, Renata menekan tombolnya. “ooohhh !!! Maanhhh !!”, Renata mendesahkan nama Arman. Arman, sang bandar narkoba, kini telah tiada. Tewas ditembak polisi saat penggrebekkan. Renata merasa sangat kehilangan meski Arman hanyalah sampah masyrakat dan wajahnya jelek, tapi Renata sudah terlanjur bertekuk lutut kepada Arman dengan ‘tongkat sakti’nya. Dildo yang sedang mengaduk-aduk vagina Renata itu mempunyai 2 variasi gerakan. Pertama, bergerak ke kanan dan kiri selama 6 detik. Kedua, berputar di poros selama 4 detik lalu kembali ke gerakan pertama, dst.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat Renata sedang menikmati dan menghayati gerakan dildo di vaginanya, tiba-tiba pintu kamar Renata terbuka. Renata menarik selimut untuk menutupi bagian bawah tubuhnya. “kak?”. Ternyata yang masuk adalah adik angkatnya, Andre. “kakak lagi ngapain?”. Andre mendengar suara berdengung. Andre melihat mata Renata sayup-sayup dan tubuhnya bergetar. Andre menarik selimut Renata dan menemukan suara dengung itu berasal dari dildo yang menancap di vagina kakaknya. “tu…tuuphh…piint..ttuuhh..”, lirih Renata pelan. “oke..kak..”. Andre menutup dan mengunci pintu kamar Renata lalu berdiri di ujung tempat tidur Renata. Andre pun menonton kakaknya. Memandangi vagina kakaknya yang tertutup pangkal dildo. Andre tersenyum, menatap vagina yang telah menjadi tempat ‘bermukim’ bagi burung mudanya itu selama 2 tahun terakhir. Ya, benar, hubungan Andre dan Renata bukan kakak-adik angkat biasa. Setiap hari selama 2 tahun terakhir, Andre tidak pernah tidur di kamarnya, dia selalu tidur di kamar Renata. Hubungan ini bermula ketika Andre berumur 13 tahun saat masih duduk di kelas 1 SMP.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya, Andre adalah cucu dari pembantu Renata yang sudah lama meninggal. Saat Andre masih berumur 2 tahun, keluarganya hanya tinggal neneknya. Kedua orang tuanya entah kemana, tak ada kabar. Kakeknya pun meninggal dunia saat Andre baru berumur 6 bulan. Kedua orang tua Renata memutuskan untuk mengadopsi Andre karena nenek Andre sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh keluarga Renata. Renata pun tidak keberatan Andre menjadi adiknya. Awalnya, seperti anak kecil lainnya, Andre sering menjahili Renata. Tapi, ketika hormon-hormon Andre mulai bekerja dan membuat Andre jadi memperhatikan lawan jenis, Andre baru sadar kalau kakak angkatnya itu cantik sekali. Dari ‘pengalaman’ bermain internet yang Andre lakukan mulai dari kelas 4 SD (anak sekarang cepat dewasa karena internet, ya kan? hhi), penis kecil Andre sering tegak jika berdekatan dengan Renata yang waktu itu baru kelas 3 SMP. Saat Renata sudah masuk SMA. Andre semakin tergila-gila dengan Renata bahkan Andre sering membayangkan Renata bugil di depannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Andre jadi salah tingkah jika di dekat Renata. Renata sebenarnya memperhatikan tingkah adik angkatnya itu, tapi tidak memperhatikannya karena Renata terlalu sibuk membangun reputasi di sekolahnya. Saking memuja-muja kakak angkatnya, dan Renata pun muncul sebagai pasangan Andre di mimpi basahnya saat berumur . “oohh…kak Rena…aahhh”, Andre mengocok penisnya sendiri sambil memegang cd yang ada di ranjang Renata. Andre menempelkan cd Renata ke hidungnya sambil terus mengocok penisnya sendiri. Aroma vagina Renata masih melekat erat di cd itu karena cd itu habis dipakai Renata kemarin dari sore hingga pagi. Pagi itu, Renata terlambat jadi dia mengganti cdnya dan asal membuang cdnya itu ke tempat tidur. Rupanya, sejak mimpi basah, Andre jadi semakin nekat. Andre sering mengendap-endap ke kamar Renata yang sering tak terkunci lalu Andre mengendus-endus cd dan bh Renata sambil onani. “Andre ??!!”. “hah?!”. Andre kaget bukan kepalang, kakaknya berdiri di pintu kamar padahal dia masih memegang cd kakaknya dan menggenggam penisnya.<br />
<span id="more-2551"></span><br />
Andre keringat dingin, dia tahu tidak bisa mengelak lagi, tertangkap basah. Andre hanya bisa menaikkan celananya sementara Renata mengunci pintu kamar. “jadi kamu…yang bikin bh ama cd kakak banyak yang lengket…”. “ng…ng…”. “sini…kamu mesti cerita ke kakak…udah lama kamu gak cerita-cerita ke kakak..”. Renata menuntun Andre duduk di ranjangnya. Tangan Andre gemetaran, takut sekaligus malu. “kenapa nyiumin cd kakak?”. “mm…ng..”. Andre hanya tertunduk malu tak mampu berkata-kata. “ayo…jawab aja..gak apa-apa kok…”, kata Renata sambil mengelus-elus kepala adiknya. “mm…wanginya….enak, kak…”. “oh…jangan-jangan kamu udah mimpi basah ya?”. “i..iya kak..kok..ka…kak tau?”. “ya kalo belom mimpi basah…mana mungkin kamu jadi nekat gini..”. “ng…ka..kak..marah?”. “nggak kok…tenang aja..”. Renata merangkul Andre. “emang kamu mimpi basah ama siapa? jujur ya ama kakak…”. “mm…sama kakak…”. “ha? sama kakak? kok?”. “kakak..cantik…”. “oh..ah kamu Ndre..ada-ada aja…”. “jangan bilang papa mama, kak…”. “iya-iya..”. “Andre janji…gak bakal bayangin kak Rena lagi..”.</p>
<p style="text-align: justify;">Renata tersenyum dan tiba-tiba berjongkok di depan Andre lalu melorotkan celana Andre. Terpampanglah burung muda itu di hadapan Renata yang sudah kehilangan kesuciannya sejak 1 SMA. Renata kaget juga, Andre yang baru kelas 2 SMP sudah mempunyai penis sebesar pacarnya, kira-kira 16 cm. Tadinya, Renata hanya penasaran saja dengan ‘perkembangan’ adiknya. Tapi, setelah melihat ukuran penis adiknya, nafsu pun mulai menguasai pikiran Renata yang sudah menjadi maniak seks waktu itu. “kakak ngapain?!?”. “udah..kamu tenang aja…”. Renata sudah gelap mata, tidak memikirkan lagi yang di depannya adalah adiknya sendiri, penis itu terlalu menggoda bagi Renata untuk ditutup lagi. “eehhh…”, Andre merinding merasakan listrik seperti mengalir di sekujur tubuhnya saat Renata mulai menciumi batang penis Andre. “oohhh..enaakhhh…kakkhhh…ooohh…”. Andre mengerang-erang mengeluh-eluhkan kakaknya yang menjilati burungnya. Renata terlihat sangat menikmati alat kelamin adiknya itu, tak ada yang lupu dari sapuan lidahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penis yang baru saja disunat 1 bulan kemarin itu habis diemut-emut dan dijilat-jilat oleh Renata, zakar Andre pun menjadi bulan-bulan Renata. Sekitar penis Andre pun sudah basah kuyup dengan air liur Renata. Andre terus mendesah dan mendongakkan kepalanya. Andre merasa seperti di surga, belom pernah dia rasakan kenikmatan seperti. Geli, hangat, dan nikmat terasa di selangkangan Andre. Andre tak pernah membayangkan kalau oral seks yang dia baca dari internet selama ini akan sangat nikmat, apalagi yang sedang mengoralnya adalah cewek cantik yang merupakan impiannya yaitu kakaknya sendiri. Semakin lama, Renata jadi semakin bersemangat sendiri. “enaakhhh…”, lirih Andre merasakan penisnya basah, hangat, dan nyaman karena seluruh batangnya telah berada di dalam mulut Renata sepenuhnya. Renata menggigit-gigit kepala dan leher penis Andre dengan gemas. Tubuh Andre menggelinjang-gelinjang saat Renata menggunakan lidahnya untuk mengorek-ngorek habis lubang kencing Andre. Andre tak bisa menahan lagi ‘serangan’ lidah Renata dan akhirnya menumpahkan air mani ke dalam mulut wanita untuk pertama kali alias perdana dan wanita itu kakaknya yang sangat cantik.</p>
<p style="text-align: justify;">“aahh..udahhh kakhh…uuuhh…”, Andre minta ampun karena Renata terus mengemut-emut kepala penisnya yang mulai terasa agak ngilu. Setelah yakin sperma Andre sudah benar-benar tak bersisa, Renata pun mengeluarkan penis adiknya itu dari mulutnya. Renata membuka mulutnya, menunjukkan mulutnya yang penuh sperma ke Andre sebelum akhirnya Renata menelan sperma Andre. Renata berdiri dan tersenyum ke Andre. Andre sendiri, masih ngos-ngosan dan bengong masih tak percaya, penisnya baru saja diemuti oleh kakaknya. “gimana, Ndre? enak gak?”. “eh..eh..enakhh..bangethh..kak..”. Renata belum selesai memberi kejutan ke adiknya. Renata melucuti pakaiannya tepat di hadapan Andre. “gimana…bagus gak badan kakak?”, tanya Renata bertolak pinggang lalu berputar-putar bak model sedang memamerkan tubuhnya. “ba..ba..guss..”. Impian Andre terwujud. Kini, kakaknya berdiri di depannya tanpa sehelai benangpun melekat di tubuh kakaknya. Seperti mimpi Andre, tubuh kakaknya sexy, putih mulus, apalagi payudara dan pantatnya, begitu bulat dan terlihat kenyal dan padat.</p>
<p style="text-align: justify;">Renata mendekat ke Andre lalu menuntun tangan Andre ke belakang sehingga kedua tangan Andre tepat berada di kedua bongkahan pantat Renata. Nafas Andre cepat, vagina Renata kini tepat berada di depan matanya. “eits..gak boleh…”. Renata beberapa kali menahan kepala Andre yang maju mendekati vaginanya. “kenapa, kak?”, nafsu sudah membuat Andre tidak canggung lagi. “kakak capek..baru pulang..ntar malem aja ya..”. “sekarang aja deh kak…”. “eh..bandel banget..”. Andre kelihatan sudah tidak sabaran. “kakak janji deh..kalo kamu dateng ke kamar kakak jam 9..kamu boleh ngapain aja…”. “bener kak??”, seperti anak kecil mendapat permen, Andre kelihatan sangat bahagia. “iya…”. Renata melepaskan rangkulan Andre di pinggangnya lalu mendirikan Andre. Renata menaikkan celana Andre. “udah sana…kakak mau istirahat…”. “tapi bener ya kak…ntar malem…Andre boleh ke sini lagi?”. “iya..iya..”. Malam harinya, Andre pun datang ke kamar Renata untuk tidur bersama atau lebih tepatnya meniduri kakak angkatnya. Sejak saat itu, Andre tak pernah tidur di kamarnya lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia selalu mengendap-endap ke kamar Renata tanpa sepengetahuan orang tua angkatnya. Renata tidak keberatan ‘menerima’ Andre setiap malam karena penis Andre cukup untuk memuaskan nafsunya yang memang tinggi itu. Dan bagi Andre, tak usah ditanya lagi. Dari pagi sampai sore, yang ada di otak Andre hanyalah Renata dan ingatan tentang betapa nikmatnya menyetubuhi kakaknya itu. Renata mengajari Andre, dan kadang Andre mempraktekkan yang diliatnya di internet ke kakaknya. “OOOUUHHH !!”, Renata melenguh dan menekuk ke atas. Andre mencabut dildo dari vagina kakaknya. Dan tanpa minta izin, Andre langsung menempatkan kepalanya di selangkangan Renata dan langsung menyerang vagina Renata dengan lidahnya. “ouhh..Ndree..mmhhh…”. Renata menggeliat-geliat dan melebarkan kedua pahanya selebar mungkin menerima kehadiran Andre di selangkangannya dengan senang hati meski tiba-tiba. Andre merasa tak perlu lagi minta izin ke Renata untuk melahap daerah pribadi kakaknya itu karena vagina kakaknya sudah seperti menjadi milik Andre. Lidah Andre begitu lihai mengorek-ngorek vagina Renata.</p>
<p style="text-align: justify;">Renata menekan kepala Andre agar tetap di selangkangannya. Renata merasa nikmat luar biasa, Andre sudah mahir sejak ia ajarkan. “Ndreee !!!”, erang Renata, kembali orgasme. Andre tak menyia-nyiakan cairan vagina Renata, diseruputnya hingga habis tak bersisa. Andre merangkak menaiki tubuh Renata lalu mencumbunya. Andre pun membagi cairan vagina itu dengan si pemiliknya melalui mulut. “kamu ngagetin aja…”, kata Renata manja. “hehe…abisnya bosen di kamar..mendingan ke kamar kakak..”. “ya kan bisa ketok dulu…”. “hehe..”. Andre membuka pakaiannya dan berdiri di samping tempat tidur Renata. Renata memiringkan tubuhnya dan menggengam penis Andre lalu membelai dan mengelus-elus penis itu. Renata sama sekali tidak bosan ‘berjumpa’ dengan penis Andre meski kemarin sudah bertemu karena penis yang sedang digenggamnya sekarang ini adalah penis favoritnya setelah penis Arman. Renata mulai menciumi kepala beserta batang penis Andre dengan mesra sementara tangan kanannya meremas-remas zakar Andre dengan lembut. Lidah Renata pun mulai lincah menari-nari di sekujur batang Andre.</p>
<p style="text-align: justify;">Penis Andre itu habis dikulum dan dijilati oleh Renata, basah kuyup oleh air liur. “hmm..enak banget kak…lagi dong kak..hehe..”. “uh..dasar kamu..”. Renata memukul batang penis Andre dengan pelan. “aduh kak…”. Sesuai permintaan adiknya tersayang, Renata pun mengulum penis Andre lagi. “udah belom?”. “udah kak..tar keluar..kan gak seru..hehe”. Andre pun menaiki tubuh Renata. Mereka berdua berciuman lagi. Saling melumat, memagut dan lidah mereka berdua saling mengait dan membelit, satu sama lain tidak ada yang mau mengalah. Wajah Renata diciumi dan dijilati Andre. Seperti tidak ada hari esok bagi Andre, nafsu Andre begitu menggebu-gebu ingin menikmati setiap senti dari tubuh kakaknya. Renata pasrah ditindih, berada di bawah adiknya sendiri, diciumi dan dijilati bertubi-tubi. “hihi..geli..gelii..udah..ahh..Ndree..”. Renata menggelinjang kegelian karena Andre menjilati kupingnya. Andre pun turun ke leher Renata dan mencupangi leher Renata yang sudah banyak bekas cupangannya. Renata memang membolehkan Andre mencupangnya dimana pun ia suka asal jangan di wajah.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang tuanya pernah menanyakan noda-noda hitam di leher Renata, dan dengan enteng Renata menjawabnya dicupang oleh pacarnya. Orang tua Renata tidak mempermasalahkan lagi karena keluarga mereka memang bebas. Tapi, mereka tidak tahu yang sebenarnya kalau bekas-bekas di leher Renata itu dibuat oleh anak angkat mereka. Andre membenamkan kepalanya di belahan payudara Renata. Empuk dan hangat sekali terjepit di antara kedua buah payudara Renata yang putih nan montok itu. “fwaahhh…”. Andre pun mengambil nafas. Renata hanya tersenyum melihat kelakuan adiknya itu. Bagai bayi, Andre pun menyedot kedua puting Renata serta menggigitinya dengan gemas secara bergantian. Tangan kanan Andre bergerak menyusup ke selangkangan Renata dan mulai mengobok-obok vagina Renata. “oohh..oohhh…aahh…”. Renata pun dapat orgasme lagi padahal penis adiknya sama sekali belum menyentuh vaginanya. Andre sudah hafal betul titik tertentu di tubuh kakaknya sehingga mudah bagi Andre untuk membuat kakaknya terangsang dan orgasme hanya dengan ‘gerilya’ saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Andre membuka dan menaruh kedua kaki Renata melewati pinggangnya. 2 senti kepala penis Andre sudah berada di dalam vagina Renata. Penis sang adik sudah siap menyatu dengan vagina sang kakak. Menyatu untuk menyamakan irama dan bekerja sama untuk mencapai puncak kenikmatan. “ayoo..Ndreee..hh..”, lirih Renata pelan. ‘benda tumpul’ Andre pun mulai menyundul masuk ke dalam liang vagina Renata. Bibir vagina Renata yang sudah beradaptasi dengan benda tumpul yang satu ini pun melebar menyesuaikan diameter penis Andre yang semakin jauh masuk ke dalam liang vagina Renata. Akhirnya penis Andre sudah mengait vagina Renata dengan kuat. Penis Andre terasa hangat dan nyaman sekali berada di tempat yang sempit itu. Andre memegang pinggang Renata dan mulai menggerakkan pinggulnya maju-mundur. Persetubuhan saudara sekandung pun dimulai. Jika alat kelamin mereka sudah bertemu seperti sekarang, mereka berdua sudah melupakan status mereka sebagai kakak adik. Keduanya hanya sepasang manusia yang sedang mengumbar hawa nafsu binatang mereka satu sama lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Andre terus menghujami vagina Renata sambil mencumbui leher kakaknya itu. Cumbuan dari Andre membuat Renata semakin panas. Mereka berdua berpelukan erat. Orgasme melanda Renata.  Ia sangat menikmati tusukan-tusukan Andre yang sangat terasa di vaginanya dan Andre pun menikmati liang vagina Renata yang sempit dan hangat itu. Variasi gerakan dan ‘gocekan’ Andre membuat Renata semakin cepat orgasme. Andre sama sekali tidak berpikir untuk mengganti posisi, yang dia pikirkan hanyalah terus menghujami vagina kakaknya tanpa ampun karena sekali penis Andre masuk ke vagina kakaknya, rasanya tidak mau berhenti dan tidak mau keluar dari situ meski hanya untuk berganti posisi. Renata sebenarnya lebih suka berganti-ganti posisi, tapi Renata menyerahkan ke Andre karena Andrelah yang punya ‘tongkat’ untuk mengendalikannya. Dinginnya AC yang bersuhu 19 derajat celcius sama sekali tak berasa bagi mereka. Mereka sama-sama sudah terbakar api birahi, panas dan bahkan mereka berkeringat di dalam ruangan yang dingin. Keduanya sama-sama berpacu mencapai puncak kenikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Renata mau penis adiknya itu tetap ‘mengganjal’ vaginanya selama mungkin, dan Andre sangat bernafsu membuat kakaknya puas. Tapi, Andre tidak bisa menahan lagi, spermanya sudah terasa ingin keluar di pucuk penisnya. Andre buru-buru mencabut penisnya lalu mengocok penisnya. “AAAKHHH !!!”. Andre menembaki belahan bibir vagina Renata. Meski sudah sering meniduri kakaknya, ada kepuasaan dan kebanggaan sendiri bagi Andre. Bagaimana tidak, baru kelas 3 SMP tapi sudah bisa menyetubuhi cewek cantik yang lebih dewasa darinya dan membuatnya kelelahan meski cewek itu kakaknya sendiri. Sperma Andre menuruni belahan bibir vagina Renata dan masuk ke dalam liang vagina Renata. Andre menghempaskan tubuhnya di samping Renata. Renata pun memalingkan tubuhnya. “hmm…”. Renata tersenyum sambil ngos-ngosan. Andre melayangkan kecupan-kecupan mesra ke bibir Renata. “coba tiap hari papa mama pergi terus ya kak…kan Andre enak bisa bebas ama kakak…hehe..”. “kamu…kalo papa mama pergi terus gak enak kan..gak ada yang ngasih duit…”. Renata mencubit pipi Andre.</p>
<p style="text-align: justify;">“oh iya ya..hehe..kak..Andre pengen nanya…kenapa kakak harus kuliah di luar kota sih? kenapa gak di sini?”. “ya kakak kan bosen..pengen ganti suasana…”. “tapi ntar Andre jadi gak bisa ketemu kakak dong?”. “ya ntar kalo kakak libur…kakak langsung pulang kok..”. Renata mengelus pipi Andre. “kalo Andre pindah bareng kakak aja gimana?”. “kamu kan masih sekolah…kelas 2 lagi…tanggung..mendingan kamu selesain dulu…”. “terus?”. “ya ntar kalo kamu udah lulus…kamu bilang aja ke papa mama mau sekolah di luar kota..ntar kamu tinggal ama kakak deh…”. “oh iya ya..jadi gak sabar pengen tinggal bareng kakak…hehe..”. “iya iya..”. Andre sudah membayangkan tinggal berdua saja dengan kakak angkatnya yang cantik itu. Kebebasan untuk menikmati tubuh indah kakaknya kapan pun dia inginkan tanpa takut ketahuan. “kak..Andre udah kedinginan nih..hehe..”. “huu..dasar kamu…”, kata Renata menoyor kepala Andre. Mereka lewati malam itu dengan penuh kehangatan bagai pengantin baru yang sedang menikmati malam pertama mereka. Andre tidak pernah merasa cukup, dia ingin terus menerus merengkuh kenikmatan dari tubuh kakaknya sehingga sampai 4 ronde mereka bermain dan akhirnya mereka berdua tertidur kelelahan. Beberapa hari kemudian, Renata sudah mendapat rumah kontrakan di dekat kampusnya dan sudah siap untuk pindah. Malam hari sebelum Renata pergi, seperti biasa, Andre menyusup ke dalam kamar Renata. Andre benar-benar memanfaatkan momen terakhir sebelum Renata pergi. Mereka berdua bersetubuh dengan nafsu yang menggebu-gebu 2 kali lipat dari biasanya. Andre benar-benar tak rela kakaknya itu pergi karena berarti tidak ada yang ‘mengeloni’nya lagi setiap malam. Renata pun agak berat hati meninggalkan Andre, mungkin Renata akan rindu dengan ‘kekasih’ mudanya ini. Keesokan harinya, Renata pun berdandan dan sudah siap pergi. Kebetulan hari itu hari Sabtu sehingga Andre tetap di rumah dan bisa melihat kakaknya sebelum meninggalkannya. Setelah berpamitan ke orang tuanya, saatnya Renata berpamitan ke Andre.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ndre…kakak pergi dulu ya…”. “iya kak..ati-ati ya…”. Orang tua mereka tak curiga saat Andre memeluk Renata, wajar bagi mereka. Tapi, sebenarnya Andre memeluk Renata begitu erat karena Andre ingin merasakan kehangatan tubuh kakaknya untuk terakhir kali sebelum berpisah dengan kakaknya yang mungkin dalam waktu lama baru bisa bertemu lagi. Barulah, Renata masuk ke dalam mobil dan pergi menuju kota barunya. Dalam perjalanannya, Renata terus mencoba menghubungi Nadya yang tidak pernah ada kabar lagi setelah pemutaran perdana ‘film’nya saat prom nite. “cckiiittt…”. “aduhh…”. kepala Renata membentur dashboard saat dia ngerem mendadak. Sangat kesal dengan mobil yang menyalipnya tiba-tiba, Renata menekan klakson sekuatnya sambil memaki-maki. Mobil itu berhenti. Dengan marah, Renata turun dari mobilnya dan mendekati mobil di depannya. “eh..kalo nyetir yang bener dong lo !!!”. Renata berani karena memang dia tak salah apa-apa. Kaca terbuka, ternyata seorang bapak-bapak yang mengendarainya. “maaf..maaf…saya lagi buru-buru..”.</p>
<p style="text-align: justify;">“gak bisa…TURUN LO !!”. Bapak itu turun. “maaf…”. Berani karena benar memang betul, tapi waktu yang salah bagi Renata. “maaf..maaf..bapak itu bisa nyetir gak..ss..hmmppfffhhh…”. Renata meronta-ronta saat mulutnya dibekap dari belakang. “mmffhhh…”. Matanya mulai berat. Ternyata sapu tangan itu sudah disiram obat tidur. Renata pun terbius sudah, bapak yang menyetir itu membuka pintu mobilnya dan orang yang membius Renata mengangkat Renata dan memasukkan Renata ke dalam mobil. “lo urusin mobil itu…”. “ok…”. Renata terbangun, pusing sekali kepalanya, matanya juga masih berkunang-kunang, pandangan matanya masih kabur. “halo cantik…hehe…”. “gue dimana?”. “di surga..hahaha..”. Akhirnya kesadaran Renata kembali. “SIAPA LO SEMUA?!! LEPASIN GUE !!”, Renata meronta-ronta. Pergelangan tangan dan kakinya serta perutnya terikat ke kursi yang di dudukinya. “percuma aja lo..ngeronta-ronta kayak gitu…tenaga lo masih belom pulih..”. “LEPASIN GUE !! ANJING LO SEMUA !!”. “wahaha…kita dikatain anjing…”. “oh ye..nama die siape sih Jo?”.</p>
<p style="text-align: justify;">“bentar..hmm…namanya Renata Lavisha Putri..”, jawab Johan setelah melihat ktp Renata. “wah..wah..namanya bagus..pas sama mukanya..hehe..”. “TAI LO !!”. “buset..cakep cakep..ngomongnya kasar juga…perlu kita ajarin yang bener nih…”. Johan mendekat dengan sebuah pisau di tangannya. “MAU NGAPAIN LO ??!”. Renata ketakutan dengan pisau itu. Johan merobek baju Renata sekaligus bhnya. “buset…toketnye gede coy..”. “beuh…enak buat disedot…”. “TOLOONGG !!!”, Renata berteriak sekencang-kencangnya sambil terus berusaha melepaskan diri dari kursi. “gila ! suaranye nyaring banget !! Tung..sumpel nape..”. “oke..”. Untung melorotkan celana dan cdnya sendiri, lalu menyumpal mulut Renata dengan cdnya. Benar-benar tidak enak rasanya, disumpal dengan cd yang bau apek itu. “nah..kalo gini kan enak…sepi..wekekek..”. Merasa sudah tanggung, Untung pun melepaskan bajunya sehingga dia sendiri yang telanjang padahal 2 temannya masih lengkap memakai seragam coklat mereka. Bukan pramuka lho, polisi maksudnya. Melihat Johan yang sendirian saja mengenyoti kedua puting Renata, Untung tidak mau kalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Untung langsung mengklaim payudara kiri Renata, sementara Johan tidak ada pilihan lain, kini dia hanya bisa menikmati payudara kanan Renata. “mmffhh…eeffhh !!”. Renata menggigit celana dalam yang menyumpal mulutnya. Karena puting Renata yang sangat kenyal itu, Johan dan Untung benar-benar ketagihan menggigitinya. “Jo…gantian napa?”. “nih…”. Bambang yang sudah telanjang menggantikan Johan. Johan menelanjangi dirinya sendiri. Lalu Untung dan Bambang yang dari tadi seperti lintah yang menyedoti puting Renata pun melepaskan payudara Renata. Mereka bertiga berdiri di depan Renata seperti ingin mempertontonkan penis mereka ke Renata. Bagi maniak seks seperti Renata, 3 batang di hadapannya menimbulkan rasa ‘gelitik’ di dalam dirinya. Besar, dan urat-urat di ketiga batang itu benar-benar membuat Renata lupa kalau dia sedang diculik dan sebentar lagi akan diperkosa. Tanpa perlu membayangkan, vagina Renata mengeluarkan cairannya sendiri, siap untuk menerima ‘tamu’. Johan dan Bambang menggosok-gosokkan penis mereka ke lengan dan payudara Renata.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Untung menggesekkan penisnya ke telapak tangan Renata yang terbuka itu. Gosokan 3 penis itu membuat tubuh Renata menjadi hangat. Vagina Renata semakin banjir. Ikatan tangan dan kaki Renata dibuka karena 3 pria itu tidak sabar ingin melihat tubuh telanjang Renata. Pastilah daerah pribadi gadis secantik ini sangat mengunggah selera, pikir mereka bertiga. Masing-masing ‘ular’ mereka sudah tak sabar ingin merasakan hangatnya gua Renata. Johan membantu Renata berdiri. Bukan Renata kalau masih berontak setelah melihat 3 penis besar itu. Renata sengaja tidak melakukan perlawanan padahal bisa saja dia menendang atau menonjok mereka. Malah Renata seperti membantu mereka dengan mengangkat kedua kakinya bergantian saat Untung melepaskan celananya. “wah..neng..seneng ya kita perkosa? hehehek..”, Untung melecehkan Renata. Ada perasaan malu di dalam hati Renata, tapi mau apa dikata. “liat tuh…pantes aje…udeh basah duluan…”. Johan melihat titik basah di cd Renata tepat di tengah-tengah selangkangannya. Tanpa basa-basi, Bambang yang ada di depan Renata langsung ‘merogoh’ celana dalam Renata.</p>
<p style="text-align: justify;">Johan dan Untung pun mendekat dari samping kanan dan kiri Renata dan ikutan merogoh cd Renata. Mereka bertiga berebutan mengobok-obok vagina Renata. Renata hanya bisa memejamkan matanya sambil mendesah tertahan menikmati 3 pria itu berebutan mengobok-obok alat kelaminnya. “uuuhhh…mmmhhhh…”. Renata bisa mendesah bebas saat Johan mengeluarkan cd yang menyumpal mulut Renata. “teriak nyaring..tapi desahannya merdu euy…jadi makin napsu gue..ekekek..”. Suara desahan Renata memang merdu sekaligus manja sehingga membuat para lelaki semakin bersemangat jika sudah mendengar Renata mendesah. “hhnnnhhh !!”, tubuh Renata menegang. Ketiga tangan pria itu pun terasa hangat karena Renata sedang menyiram tangan mereka dengan cairan vaginanya. Mereka bertiga menjilati tangan mereka masing-masing yang berlumuran cairan vagina Renata. “mm…enak..”. Johan menurunkan celana dalam Renata, satu-satunya pakaian yang masih menempel di tubuh Renata. Kini, 4 orang itu sudah sama-sama telanjang. 2 lubang dari seorang gadis cantik dengan 3 penis yang sudah tak sabar ingin menjelajah ke dalam tubuh gadis cantik itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bambang mendorong Renata ke meja, Renata menungging dengan setengah badannya berada di meja. “buset nih pantat mulus banget yak…”. Untung mengelus-elus bongkahan pantat Renata yang bulat, padat, kenyal, dan mulus sebelum akhirnya Untung menampar pantat Renata dengan sangat keras. “aawwhh…”, rintih Renata tetap dengan nada suara manjanya sehingga Untung semakin gemas dan menampar pantat Renata berkali-kali sampai pantat Renata pun jadi memerah. Renata merasa pantatnya perih dan panas. “ayo neng…buka mulutnya…a..a..a..amm…hehe…”, ledek Johan ‘menyuap’ Renata dengan penisnya. Johan mulai memompa mulut Renata dengan perlahan. Renata merasa ada benda tumpul yang menyentuh bibir vaginanya. “hmpfh…”. Benda tumpul itu terus masuk ke dalam liang vagina Renata. Mata Renata terbuka lebih lebar, benda tumpul itu terasa besar dan benar-benar membuat vaginanya penuh sesak. Sesak dan sakit Renata rasakan karena benda itu terus masuk sampai akhirnya mentok di dalam liang vaginanya. Awalnya, Renata kira tadi salah satu dari Bambang atau Untung memasukkan penis ke dalam liang vaginanya, tapi yang dia rasakan beda.</p>
<p style="text-align: justify;">Benda tumpul yang ada di dalam vaginanya tidak seperti yang selama ini Renata kenal. Keras, besar, dan dingin. Renata ingin sekali menengok ke belakang untuk mengetahui benda apa yang sedang ada di dalam tubuhnya, tapi Johan memegangi kepalanya agar bisa terus memompa mulutnya. Benda asing itu mulai bergerak keluar masuk. Ngilu sekali rasanya, Renata jadi sering merapatkan pahanya menahan ngilu. “gila lo Tung..memek orang disodok-sodok pake gituan…”. “bodo ah…demen gue nyiksa cewek cakep kayak gini…”. Tanpa memikirkan Renata, Untung terus menyodok vagina Renata dengan tongkat polisi anti huru-hara yang biasa digunakan untuk memukul massa itu. Meskipun ngilu, Renata masih bisa merasakan nikmat di sela-sela rasa ngilu itu. Kedua paha Renata merapat, dan pantatnya agak terangkat. “enak ya neng…disodok pake tongkat…hehehe…”, Untung meledek Renata yang mengalami orgasme. Vagina Renata akhirnya terasa lega dan plong, tapi penis Untung langsung menggantikan peran tongkat tadi. 2 penis itu seperti berlomba keluar masuk tubuh Renata. Semakin lama semakin cepat ritme 2 penis itu.</p>
<p style="text-align: justify;">“uuhh !! enakkhh !!!”, erang Untung semakin bersemangat. Liang vagina Renata sangat hangat dan sempit. Untung merasa penisnya seperti dipijat-pijat karena dinding vagina Renata begitu erat menjepit penisnya. Bunyi kencang saat selangkangan Untung terus menerus beradu dengan pantat Renata. Tak kuat, Renata menyiram penis Untung yang menyesakki vaginanya dengan cairannya. Untung mencabut ‘tiang’ dari ‘pasak’nya. Cairan vagina Renata langsung meleleh keluar dari tempatnya yang tertahan penis Untung tadi. “he..”. Untung memandangi lubang vagina Renata yang membesar sesuai diameter penisnya tadi. Tapi, beberapa detik kemudian, Untung kaget, lubang vagina itu kembali mengecil ke ukurannya semula. Untung jadi penasaran, dia masukkan lagi penisnya sampai mentok lalu dikeluarkan lagi. Seperti tadi, beberapa detik, lubang vagina Renata kembali mengecil. “gile…memek nih cewek elastis banget…”. “minggir lo ah…memek orang dimaenin dari tadi…gue kan juga pengen…”. Bambang memegang pinggang Renata dan menyiapkan penisnya di depan lubang vagina Renata.</p>
<p style="text-align: justify;">“mmhh…”, desah Renata menikmati penis Bambang yang masuk ke vaginanya dengan sangat perlahan. Johan sudah mencabut penisnya tadi karena sudah tidak tahan menerima serangan mulut Renata. Bambang sengaja mendorong masuk penisnya dengan sangat perlahan, dia ingin Renata benar-benar menikmatinya. “neng Rena…sekarang sepongin punya gue…hehe..”. Untung menampar pipi Renata bolak-balik dengan penisnya sebelum akhirnya menjejali mulut Renata dengan penisnya. Bambang pun mulai menggenjot vagina Renata dengan sangat khidmad dan penuh perasaan seperti sedang menyetubuhi istrinya saja. Sementara Untung dengan kasar mencekoki Renata dengan penisnya. Untung mengeluarkan penisnya saat merasa dia hampir ‘kalah’ dengan permainan mulut Renata yang sangat lihai. “anjriit…sepongan lo mantep banget…kayaknya lo udah biasa nelen kontol ye? hahaha…”. Renata tidak mengindahkan ejekan Untung karena dia sedang menikmati dan menghayati gerakan penis Bambang yang bergerak maju mundur di liang vaginanya. Bambang mengangkat tubuh Renata sedikit dan menyelipkan kedua tangannya melewati lengan Renata untuk menggenggam kedua buah payudara Renata yang memang enak untuk digenggam apalagi diremas.</p>
<p style="text-align: justify;">Renata sampai lupa kalau saat ini dia sedang diperkosa karena Bambang bergerak dengan penuh perasaan, tak asal grasak-grusuk seperti Untung tadi. Ia pun mendapatkan orgasme yang kuat, orgasme yang hanya bisa didapat Renata jika bersenggama dengan Arman atau adiknya, Andre. “Bang..kita sodok bedua aje langsung…”. “bentar…tanggung…”. Bambang mengangkat tubuh Renata sehingga kini mereka berdua sama-sama berdiri tegak, tapi penis Bambang masih kuat mengait vagina Renata. Renata menengok ke belakang, Bambang pun langsung menyosor bibir Renata. Tangan Bambang melingkar di pinggang Renata dari belakang. Bambang tak ingin Renata lepas dari pelukannya karena tubuh Renata sangat hangat dan montok, enak untuk dipeluk. Keduanya begitu menikmati persenggamaan ini, padahal baru kali ini mereka bertemu, tapi sudah seperti lama tidak bertemu. “woy !! sendirian aje…”. “maap..maap…lupa…”. Bambang menarik penisnya keluar dan kini dia tidur di atas tikar yang tadi di gelar Johan. “ayo neng…naek ke sini…”, kata Bambang memukul kedua pahanya seperti ayah yang menyuruh anaknya untuk duduk di pangkuannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penis Bambang jadi seperti tongkat sihir yang menyihir Renata untuk mengikuti perintah Bambang. “kenapa badan gue gerak sendiri? kenapa gue mao?”, pikir Renata dengan hati kecilnya. Renata tidak percaya, badannya seperti bergerak sendiri mendekati Bambang. Apa karena vaginanya menyuruh otak Renata untuk mempersatukan lagi dengan penis Bambang? Renata sama sekali tidak mengerti. Renata menurunkan tubuhnya sambil melirih pelan. Penis Bambang pun sudah kembali berada di dalam liang vagina Renata. Renata mulai menggerakkan pinggulnya maju-mundur dan berputar-putar untuk mengocok penis Bambang. Renata bergoyang liar, tak peduli apapun lagi. “oohh…yak..neng..teruss neng…”. Bambang tersenyum sambil memegangi pinggang Renata yang terus menggoyangkan pinggulnya. Johan mendorong tubuh Renata perlahan sehingga payudara Renata menempel ke wajah Bambang. Johan melebarkan kedua bongkahan pantat Renata. Lubang pantat Renata yang mungil itu pun terlihat, Johan memasukkan 2 ujung jempolnya bersamaan untuk melebarkan lubang pantat Renata.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala penis Johan sudah bersentuhan dengan mulut lubang pantat Renata. “hhmmmhhh….”, lirih Renata saat penis Johan dengan perlahan masuk. Nafas Renata sangat berat rasanya. Di dalam tubuhnya kini tersimpan 2 penis besar. Penuh sesak terasa di bagian bawah tubuh Renata. Bambang dan Johan sama-sama tidak bergerak. Mereka berdua ingin gadis yang sedang mereka ‘kait’ bersama-sama ini beradaptasi dulu dengan kail pancing mereka. Mereka berdua memberi rangsangan-rangsangan kecil ke Renata agar dia merasa nyaman. Bambang menciumi payudara Renata, sedangkan Johan menciumi pundak dan tengkuk leher Renata. Renata menikmati rangsangan-rangsangan Bambang dan Johan yang membuatnya semakin bergairah saja. “ayooo….”, lirih Renata pelan memberi izin ke Bambang dan Johan untuk mulai memompa penisnya. Mendapat lampu hijau dari sang pemilik tubuh yang sedang mereka himpit, Bambang dan Johan mulai menggerakkan penisnya. Seirama, penis Bambang dan Johan keluar masuk bersamaan. Renata seperti berada di atas awan, nikmat sekali rasanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ditambah lagi, Bambang dan Johan tak berhenti merangsang Renata. Dan kadang mereka membedakan irama genjotan mereka sebelum menyelaraskan irama mereka lagi, Renata pun sampai mendapat 2x orgasme yang maksimal. Desahan tak henti-hentinya keluar dari mulut Renata, Renata sudah ikhlas seikhlas-ikhlasnya merelakan tubuhnya ke Bambang dan Johan. Sedang asik-asiknya mereka bertiga, Untung pun datang merusak suasana. Untung dengan kasar menekan pipi Renata lalu menjejalkan penisnya ke mulut Renata. “mffhh…hmmffhh…”, Renata sebenarnya protes karena Untung sangat kasar dan tiba-tiba padahal dia sedang menikmati disetubuhi oleh Bambang dan Johan, tapi apa mau dikata, Renata tidak bisa berkata apa-apa karena disumpal dengan penis Untung. Renata mengeluarkan teknik kulumannya dan segera ingin Untung orgasme agar penisnya cepat keluar dari mulutnya. “hhh…egghh…OOUUKKHHH !!!”, Untung tak kuasa lagi setelah lama menahan-nahan orgasmenya. Dia ejakulasi ke dalam mulut Renata. Untung tak mau mengeluarkan penisnya dari mulut Renata.</p>
<p style="text-align: justify;">“sial nih orang…gue bikin ngilu lo !!”, pikir Renata. Renata pun menggerakkan lidahnya lagi membelai penis Untung yang sudah mengecil di dalam rongga mulutnya. Sesuai harapan Renata, Untung menahan-nahan ngilu di penisnya dan akhirnya mengeluarkan penisnya dari mulut Renata. Merasa malu karena keok duluan, Untung pun keluar dari kamar itu sambil membawa pakaiannya. “gleek…”. Renata menelan sperma Untung dengan sekali tegukan. Johan dan Bambang mulai lagi. 2 penis itu masuk dengan sangat dalam sampai Renata merasa 2 penis itu hampir bertemu di dalam tubuhnya. Johan dan Bambang benar-benar kuat, mereka berdua masih tenang menggenjot Renata padahal Renata sendiri sudah mendapat orgasme lagi. Biasanya Renata cukup kuat jika soal menahan-nahan klimaks, tapi karena 2 penis yang sedang mengisi liang vagina dan liang anusnya berdiameter besar membuat Renata jadi tak kuasa menahan orgasmenya apalagi 2 penis ini bergerak seirama menambah sensasi nikmat yang dirasakan Renata jadi 2x lipat. “EEGGHHH !!”, Johan menekan penisnya kuat-kuat ke dalam anus Renata.</p>
<p style="text-align: justify;">“OOKKHH !!!”. 2 jenis sperma dari 2 pria yang berbeda sedang berenang masuk ke dalam tubuh Renata. Anus dan vagina Renata terasa hangat, terus menerus diisi sperma. Johan memeluk Renata sehingga Renata kini benar-benar terjepit di antara 2 pria setengah baya dan besar itu. Bambang mengajak Renata berciuman. Renata pun tidak menolak. Sementara Johan menciumi tengkuk leher Renata. Mereka bertiga basah kuyup karena berkeringat sehabis persenggamaan threesome mereka yang panas tadi. Penis Johan dan Bambang sudah seperti hidran air saja, tak henti-hentinya sperma memancar keluar dari 2 penis besar itu. Bahkan Renata sampai orgasme hanya karena ‘tembakan’ Bambang dan Johan. Akhirnya berhenti juga, Renata pun merasa sangat lemas sekali. Meski sudah memuntahkan isinya dan mengecil, penis Bambang dan Johan masih cukup besar untuk tetap ‘nyangkut’ di anus dan vagina Renata. Johan dan Bambang tak pernah merasa senikmat ini dalam bercinta. Begitu puas rasanya. Mungkin karena Renata adalah gadis cantik yang melayani dengan sepenuh hati meski sedang diperkosa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan, Renata tak pernah merasa begitu dikuasai sekaligus dimanja seperti ini karena Johan dan Bambang tidak hanya asal menggenjotnya dengan kuat, mereka juga menjaga baik-baik perasaan dan tubuhnya sehingga Renata pun jadi rela dihimpit mereka. Saat sedang menikmati keheningan malam bersama, Renata menyadari ada beberapa orang yang menyaksikan. Johan bangun lalu membantu Renata duduk di kursi “drep..drep…”. Suara langkah mendekat. “gimana Ren…rasanya?”. “ha?”. Renata pun menoleh ke kanan. Ingin tau siapa yang berbicara. “hai Rena…”. “Anita ??”. Renata kaget melihat Anita berdiri di depannya. “Rena…Rena…lo emang maniak seks…diperkosa malah seneng…”, ejek Anita. “sialan lo…”, kata Renata. Anita mengangkat dagu Renata. “lo tau gak…gue punya rekaman lo…”, Anita tersenyum licik. “ngepet lo Nit…”. Renata ingin berdiri dan mencekik Anita, tapi terlalu lemas, kakinya masih gemetaran karena bagian bawah tubuhnya yang baru saja diudek-udek dengan 2 ‘tongkat’ sakti yang besar tadi. Renata pun jatuh tersungkur di depan Anita sehingga seperti bersujud ke Anita.</p>
<p style="text-align: justify;">“gak usah ampe sujud gitu kali ke gue..”, ledek Anita. “kenapa, Nit? kenapa lo jebak gue?”. “anggep aja ini balesan dari Putri…”. “ha? Putri? lo?”. “ya..gue ama Putri udah sepakat bales dendam ke lo ‘n Nadya…tapi lo mesti bersyukur…Putri gak mau lo ‘n Nadya kenapa-kenapa…jadi Putri cuma nyuruh gue ngerekam lo pas lagi gituan…’n nyebarin kalo lo macem-macem…”. “GUE GAK TAKUT !!”. “haha…jawaban lo sama aja ama Nadya…”. Langkah beberapa orang terdengar. Anita pun mencium salah satu orang yang baru datang itu. “kenapa, Nit?”. “ini…kayak lo dulu jawabannya…”. “Nadya?!”. “hai Ren..”. “kenapa lo…?”. “Nadya sekarang jadi budak gue ‘n Putri…lo inget kan malem prom nite angkatan lo?”. “…”. “itu gara-gara Nadya ngelaporin gue ke polisi…akhirnya sekarang Nadya udah nerima status dia…malu ketemu orang…apa lo mau kayak Nadya?”. “…”. “oh…lo berarti mau kayak Nadya? oke…gue kirim rekaman lo ke ortu ‘n kampus lo kalo gitu biar lo langsung terkenal…lo kan pengen terkenal?”. “jangan !!”. “kalo gitu..lo mesti nurut gue..”. “i…iya…”. “bagus…mulai sekarang…lo jadi budak gue…”. “mm…”.</p>
<p style="text-align: justify;">“mulai sekarang..V lo punya gue ‘n Putri..gue berhak ngelakuin apa aja…kayak V Nadya…”. Anita bergerak ke belakang Nadya lalu mengangkat rok mini Nadya dengan tangan kirinya. Anita elus-elus belahan vagina Nadya. Nadya mulai bernafas berat. “V lo punya gue kan, Nad?”. “iyaah..”. “gue mau apain aja…terserah gue kan?”. “iyaah..Nit…”. Anita menciumi tengkuk leher Nadya sambil terus membelai vaginanya. “oke…guys…”. Ternyata, tidak hanya ada Nadya dan Anita, tapi juga ada 4 orang pria lainnya. Adam, Roy, Untung, dan Yono. Mereka berempat langsung jongkok di dekat Nadya dan langsung berebutan menjilati bagian bawah tubuh Nadya yang tidak tertutup apa-apa itu. 2 orang di depan dan 2 orang di belakang. Nadya mendesah keenakan sambil berpegangan ke Anita. Renata sudah duduk menyaksikan Nadya sedang keenakan dijilati 4 pria sekaligus. Nadya pun menegang dan 4 pria itu langsung berdiri seolah tugas mereka hanya ‘mengubek-ubek’ selangkangan Nadya saja. Cairan vagina Nadya mengalir melalui pahanya. Anita pun mencium bibir Nadya.</p>
<p style="text-align: justify;">“liat, Ren? V lo bakal kayak Nadya..terserah mau gue apain ‘n mau gue kasih siapa…ngerti?”. “i..iya…”. “ok…sekarang lo ikut gue..”. Anita menuntun Renata ke sebuah ruangan gelap. “klekk…ngiik…”. “masuk lo…”. “kleekk..klekk…”, bunyi besi bergerak beberapa kali. “nyalain…”, teriak Anita terdengar jauh. Renata kaget saat lampu menyala. Ternyata dia berada di dalam sebuah sel penjara yang sempit. Dan lebih kaget lagi, sel yang ada di samping kanan dan kiri serta 3 sel yang ada di seberang berpenghuni 2 orang. “wah…ada cewek cakep !!”, teriak pria yang sepertinya narapidana. “silakan bapak-bapak…pake dia sepuasnya !!”, teriak Anita. “aseekk !!”. Semua narapidana itu langsung keluar dari selnya dan berebutan merangseng masuk ke dalam sel Renata. “JANGAANN !!!”, teriak Renata kencang menolak narapidana-narapidana yang sudah tak sabar ingin mencicipi tubuhnya. Dalam waktu singkat, Renata sibuk dengan penis-penis yang besar-besar nan bau itu dalam waktu singkat. Renata pun disetubuhi dan disodomi secara brutal. Para narapidana itu tidak memikirkan keadaan Renata, mereka hanya ingin melepaskan nafsu mereka yang selama ini tak bisa dilampiaskan secara benar. Hampir setiap napi sudah 2 tahun tidak merasakan kehangatan tubuh wanita, jadi tak heran kalau mereka kasar ke Renata. Apalagi wajah Renata yang cantik dan tubuhnya yang montok membuat mereka semakin bernafsu. Dan tentu, semakin mereka bernafsu maka mereka akan semakin kasar dan brutal menyetubuhi Renata.</p>
<p style="text-align: justify;">Anita tersenyum melihat penis sudah mengait anus dan vagina Renata dan mulut Renata yang terus dijejali penis secara bergantian juga 2 tangannya yang sibuk mengocok beberapa penis secara bergantian. Anita pun kembali ke ruangan sebelumnya. Nadya sudah telanjang bulat, pakaiannya sudah berserakan di lantai. Adam dan Roy menciumi tengkuk dan bahu Nadya, Johan dan Untung menciumi lengan Nadya, dan Bambang dan Yono menciumi paha Nadya. “non Anita…boleh kita pake neng Nadya sekarang?”. Rupanya, 6 orang polisi itu menunggu Anita untuk meminta izin menyetubuhi Nadya. “boleh..boleh…silahkan..Nad..layanin mereka ya…”. “okehh…”, jawab Nadya sambil melirih. Anita pun keluar dari kantor polisi itu dan masuk ke dalam mobilnya. Johan, Bambang, Adam, Roy, Untung, dan Yono adalah orang yang waktu itu memperkosa Nadya. Mereka berenam adalah kenalan Sapto dan mereka semua adalah polisi. Nadya waktu itu salah melapor karena dia melapor ke kantor polisi itu, jadi Anita pun tidak ditahan dan akhirnya bisa ‘mengalahkan’ dan menguasai Nadya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Put…udah selesai satu lagi…”. “oke, Nit…sekarang kamu pulang ya…”. “oke Put…”. Nadya ditinggal Anita untuk melayani 6 pria itu dan Renata sedang menjalani malam hukumannya sama seperti Nadya dulu sebelum resmi menjadi budak Anita dan Putri. Anita pun sampai di rumah Putri. Dia langsung menuju kamar Putri. Putri membuka pintu kamarnya. Anita pun langsung memeluk Putri dan mencium bibirnya dengan mesra. Anita sudah menganggap Putri sebagai adiknya. Anita menutup pintu kamar dan setelah itu hanya mereka yang tahu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BERSAMBUNG &#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/the-fallen-princess-4-final-target/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Fallen Princess 3: Musuh Dalam Selimut</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/the-fallen-princess-3-musuh-dalam-selimut/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/the-fallen-princess-3-musuh-dalam-selimut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 14:02:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[anal seks]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[anita]]></category>
		<category><![CDATA[BERSAMBUNG]]></category>
		<category><![CDATA[budak seks]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2540</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan telah berlalu, Putri dan Sapto semakin mesra setiap harinya, hampir tak bisa dipisahkan. Putri pun sudah menjelma menjadi penerus Reisha. Keahlian ranjangnya sudah setara dengan Reisha. Sangat cepat dia menyerap semua ajaran Sapto. 5x lebih cepat daya serap Putri dibanding Reisha. Tak heran kalau kerinduan Sapto akan keintimannya dengan Reisha, kini terobati dengan keintimannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/putri1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2541" title="putri" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/putri1-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sebulan telah berlalu, Putri dan Sapto semakin mesra setiap harinya, hampir tak bisa dipisahkan. Putri pun sudah menjelma menjadi penerus Reisha. Keahlian ranjangnya sudah setara dengan Reisha. Sangat cepat dia menyerap semua ajaran Sapto. 5x lebih cepat daya serap Putri dibanding Reisha. Tak heran kalau kerinduan Sapto akan keintimannya dengan Reisha, kini terobati dengan keintimannya bersama Putri. Putri juga sudah menerima Sapto dengan sepenuh hati, setiap bercinta dengan Sapto kini Putri lakukan dengan senang hati, tidak ada rasa terpaksa seperti dulu. Dan selama 1 bulan, Putri selalu sarapan sperma Sapto. Sejak menyantap sperma Sapto setiap pagi, Putri merasa ada perubahan. Di sekolah, dia tidak pernah merasa lemas dan ngantuk lagi. Dia jadi selalu bersemangat setiap harinya sehingga mudah menyerap pelajaran dan nilai ulangan hariannya sangat bagus. Mungkin karena sperma Sapto yang kaya protein membuat tubuhnya sehat dan terus bertenaga. Akhirnya, Putri pun jadi senang ‘memerah’ penis Sapto setiap pagi. Tapi, Putri tetap tidak mau berkeliaran di dalam rumah jika tidak memakai sehelai benang pun seperti kakaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal, Sapto ingin sekali melihat Putri berlalu-lalang di sekitarnya tanpa pakaian. Memang, tubuh indah Putri sudah menjadi pemandangan Sapto sehari-hari, tapi melihat Putri telanjang selain di dalam kamarnya adalah fantasi liar Sapto. “Mang Sapto..”, lirih Putri lembut berada di dalam rengkuhan Sapto setelah bercinta dengan sangat panas. “iya non..ada apa?”. “Mang Sapto mau bantuin Putri kan?”. “iyalah mau non..emang mau minta tolong apa?”. “Putri mau balas dendam..”, nada suara Putri berubah. “beres non..Mang Sapto bakal bantuin non Putri..”. Lalu mereka berdua berpelukan lebih erat dari sebelumnya. Keduanya sama-sama tahu, mereka berdua akan saling menjaga dan membantu satu sama lain. Pembunuhan pasti tidak akan seru, Putri memikirkan cara untuk membuat target pertamanya malu seumur hidup dan kalau bisa, sampai hidup segan mati pun tak mau. Sapto dan Putri pun mulai menyusun rencana. Tapi, sedang asyik-asyiknya terus berduaan setiap hari, orang tua Putri pulang. Awalnya mereka berdua bingung, bagaimana caranya menghabiskan waktu bersama jika ada orang tua Putri.</p>
<p style="text-align: justify;">Dulu, orang tua Reisha dan Putri meski masih jarang ke luar kota, mereka terus pergi sehingga Reisha dan Sapto hanya tinggal memikirkan keberadaan Putri dan Reisha sampai sering bolos sekolah hanya untuk menghabiskan waktu bersama Sapto, tapi kini, orang tua Putri dan Reisha sering berada di rumah. Bukan Sapto namanya jika kehabisan akal. Sapto yang bertugas antar-jemput Putri, ‘menculik’ Putri setiap hari ke rumahnya. Tentu, Putri mau saja setiap hari ke rumah Sapto. Berbagai alasan, Putri utarakan ke kedua orang tuanya mulai dari pelajaran tambahan, ekskul, belajar kelompok, mengerjakan tugas, dll. Kedua orang tuanya percaya saja karena yang mereka tahu, Putri adalah anak yang baik dan pintar. Kini, Putri tidak pernah lagi makan malam bersama karena setiap malam dia selalu pulang dalam keadaan kenyang. Kenyang karena sperma Sapto. Dan untuk ‘sarapan’ pagi, Putri menguras penis Sapto selama perjalanannya ke sekolah. “Nad..mau ke mana lo?”. “gue mau balik ah Ta..bt gue..”. “yaudah..terserah..”. “Nit..gue balik duluan ya..”. “oke..”.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah cipika cipiki ke kedua temannya itu, Nadya keluar meninggalkan club favoritnya. Mobil Nadya melaju kencang menembus kegelapan malam karena dia memang sedang sangat bad mood. Tapi, lama-lama mobilnya terasa aneh. Mobilnya terasa berguncang-guncang sepanjang jalan. Nadya meminggirkan mobilnya di jalanan yang sudah sepi. Rupanya, ban belakang mobilnya kempes. “mampus gue..pake kempes segala..”, Nadya kebingungan, bannya kempes di jalanan yang sepi, ditambah sekarang jam 2 pagi, mana ada bengkel yang masih buka. Teleponnya mati, lupa di cas olehnya. Tiba-tiba ada seseorang yang datang dari kejauhan. “Pak…maaf..bisa bantu saya?”. “oh iya..ada apa neng?”. “ban saya kempes..”. “yah neng..malem-malem gini..gak ada bengkel yang buka..”. “tolong Pak…”. “mm..bentar neng..saya coba ke bengkel teman saya dulu..mudah-mudahan masih bangun..”. Dengan sabar, Nadya menunggu bapak tadi. Tidak ada pilihan lain, mau pulang dan kembali lagi, tak ada kendaraan yang lewat. Tak lama kemudian, ada empat orang laki-laki yang datang. “wah..ternyata mobilnya neng cakep toh..pantes aja tadi gue mimpi ketiban duren..”.<br />
<span id="more-2540"></span><br />
“ngomong aje lo ! cepet dorong !! neng masuk ke mobil aja..”. “gak apa-apa, Pak?”. “iya gak apa-apa neng..deket ini..”. Nadya masuk ke dalam mobil, dan empat orang itu mendorong mobil Nadya sampai di depan sebuah bengkel. “neng..kayaknya ban dalemnya sobek..harus diganti..ato neng punya ban cadangan?”. “ban cadangan? gak ada Pak..gimana dong?”, Nadya bingung karena melihat bengkelnya sangat kecil, tak mungkin ada ban mobil. “kemarin ada sih..ban yang ukurannya sama kayak gini..tapi punya orang..”. “gak apa-apa deh, Pak..saya beli 2x lipat..tolong Pak..”. “o yaudah kalo gitu neng..”. “nah neng duduk aja dulu..”. “iya Pak..makasih..”. “nih neng..minum teh anget dulu…”. “makasih..Pak..”. “aahh..”. Tenggorokan Nadya terasa lega sekali, disiram teh manis hangat di malam yang dingin. “oh iya neng namanya siapa?”. “nama saya Nadya, Pak..”. “oh Nadya..kalau saya Sapto..neng Nadya malem-malem gini..ada di luar?”. “iya Pak..saya abis dugem..”. “oh dugem..kalo saya sih gak pernah dugem neng..paling dangdutan..hehe..”. Sapto terus memancing-mancing Nadya hingga Nadya akhirnya merasa nyaman dan senang berbicara dengan Sapto.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, Nadya merasa ngantuk, padahal biasanya dia ngantuk kalau sudah jam 4 pagi, tapi sekarang baru jam setengah 3. Berkali-kali Nadya menahan kantuk, tapi akhirnya pandangan Nadya gelap. Nadya terbangun di sebuah kamar yang kotor. “siapa kalian ??!!!”, Nadya kaget ada 3 orang yang memakai topeng yang mengelilinginya. “tenang aja neng cantik…kita cuma mau numpang buang peju di memek neng..wahahahaha !!!”. “liat..bodynya mantep banget..bakalan puas nih..”. Mendengar hal itu, Nadya langsung menyadari tubuhnya terlentang tanpa ditutup sehelai benang pun. Tubuhnya menjadi tontonan menarik bagi 3 pria bertopeng itu. 3 orang itu memandangi Nadya dengan pandangan lapar. Tak pernah di hadapan mereka ada seorang gadis cantik yang terlentang pasrah dengan tubuh yang sangat indah dan menggiurkan. Nadya langsung menutupi payudara dan vaginanya dengan kedua tangannya. “tenang aja neng..gak usah ditutup segala..hehe..”. Salah satu pria memegang dan menjauhkan kedua tangan Nadya. “LEPASIN !! LEPASIN !!!”, satu orang lagi menahan kedua kaki Nadya yang tadi menendang-nendang.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu orang lagi menggerakkan tangannya mendekati kedua payudara Nadya. Sebut saja dia Joko. Joko memilin-milin kedua puting Nadya. Desahan kecil keluar dari mulut Nadya di sela-sela kata-katanya yang menolak dan mengatai Joko. Joko hanya terkekeh dan terus memainkan kedua puting Nadya sebelum akhirnya Joko mengemuti dan menggigiti kedua puting Nadya bergantian. “nnghh..gakkhhh…”. Pria yang memegang kedua tangan Nadya (sebut saja Jaja) pun melepas kedua tangan Nadya karena Nadya mulai ‘melemah’. Jaja langsung menyedot-nyedot puting kanan Nadya yang nganggur. Kini, Jaja dan Joko seperti lintah yang menempel erat di payudara Nadya. Tak mau lepas dari payudara yang indah itu. Saatnya penyerangan terakhir. Jaja dan Joko mengangkat dan melebarkan kedua kaki Nadya. Vagina Nadya benar-benar terbuka untuk ‘serangan’. “jangan..jangann..”. 3 orang itu hanya tersenyum licik, malah semakin bernafsu mendengar penolakan dari Nadya. Dan melihat daerah vagina Nadya yang bersih, terawat, dan rapih, orang yang ketiga, sebut saja Deni, langsung mengelus-elus vagina Nadya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jari-jari Deni bergerak perlahan menyusuri vagina dan pangkal paha Nadya membuat Nadya secara tak sadar melirih pelan. Gairah Nadya semakin lama semakin naik seiring tangan Deni yang terus bergerak menelusuri daerah pribadinya. Tak bisa dipungkiri lagi, Nadya yang sudah 2 minggu tak disentuh pria karena baru putus dengan pacarnya mulai menikmatinya. Tubuhnya merespon positif sentuhan Deni. “enak ya neng? kekeke..”. Muka Nadya agak memerah mendengar ejekan dan tawa Jaja dan Joko, tapi memang nikmat apalagi Jaja dan Joko kini juga ikut mengelus-elus vaginanya. Nadya sudah seperti pasien dengan 3 dokter yang siap ‘mengoperasi’nya. Tubuh Nadya terlentang pasrah untuk dijadikan ‘mainan’ 3 pria yang sama sekali tak dia kenal. “eemmhhh…”, Nadya melirih pelan menikmati Deni yang kini menyapu belahan vaginanya berkali-kali. Jaja dan Joko pun kembali asik menyedot kedua puting Nadya dengan kuat sampai pipi mereka kempot seperti ingin menyedot susu dari payudara Nadya. Klitoris Nadya pun menjadi bulan-bulanan lidah Deni berikutnya. Nadya sudah tidak peduli sama sekali, yang penting dia merasa nikmat yang luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">“oohhh…mmmhhh…”. “enak ya neng? hehehe..”. “iyaa..hhh..terusshhh..bangghhh !!!”. “beres neng..kekeke…”. Jaja tergoda dengan bibir Nadya yang kelihatan merah merekah. Jaja langsung memagut bibir Nadya habis-habisan dan Nadya yang sudah terbakar api birahi pun membalas Jaja sehingga mereka berdua berciuman dengan panas. Sedangkan, Joko menikmati kedua buah payudara Nadya dengan serakah. Puas melumat bibir Nadya, Jaja iseng meludah ke mulut Nadya. Tanpa disangka, Nadya menelan ludah Jaja tanpa ragu-ragu. “demen nelen ludah gue lo ye ?? nih gue kasih lagi…wahahaha…”. Jaja meludah berkali-kali ke mulut Nadya dan Nadya pun menelan ludah Jaja terus seperti orang kehausan. Sepertinya, Nadya sudah terlalu larut dalam kenikmatan sampai-sampai ia sudi dan tidak segan-segan menelan ludah pria yang sedang memperkosanya. “gila !! nih cewek kuat juga..”, Deni kebingungan. Nadya belum orgasme padahal lidah Deni masih setia membelai vaginanya. Tapi akhirnya, Deni berhasil membuat Nadya mengejang dan mengucurkan cairan vaginanya yang manis itu yang langsung diseruput habis oleh Deni.</p>
<p style="text-align: justify;">Joko dan Deni bertukar posisi sementara Jaja masih senang melihat Nadya yang begitu lahap menelan ludahnya terus menerus. Tapi, Jaja pun ingin juga merasakan manisnya vagina gadis cantik ini. Setelah mereka bertiga mencicipi manisnya vagina Nadya, Deni, Jaja, dan Joko melucuti pakaian mereka masing-masing. Mereka menyuruh Nadya turun dari tempat tidur. Dengan patuhnya, Nadya turun lalu bertumpu dengan kedua lututnya di lantai yang kotor itu. Nadya yang sudah larut dalam birahi menjadi semakin patuh setelah melihat 3 ‘senjata’ besar yang sekarang mengelilinginya. Deni menarik tangan kanan Nadya ke penisnya dan tangan kiri Nadya sudah menggenggam batang Jaja. Tanpa disuruh, Nadya mulai mengocok 2 penis di tangannya itu. Joko menyodorkan penisnya ke mulut Nadya. Nadya langsung menghangatkan penis Joko dengan mulutnya sambil terus mengocok 2 penis lainnya. “Oohh…enaakhh…ajiibbhh..”. Joko mengerang keenakan, tak menduga gadis cantik ini begitu lihai mengulum penisnya. Nadya mengeluarkan penis Joko dan langsung berpindah ke penis Deni, Nadya mengocok penis Joko yang berlumuran air liurnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bosan dengan penis Deni, penis Jaja yang sekarang mendapat service mulut Nadya. 3 orang itu menikmati service Nadya. Sesuai informasi yang mereka dapat, gadis cantik yang sedang mengulum penis mereka ini memang sudah tidak perawan dan sering melakukan seks, tapi Jaja, Joko, dan Deni tak menyangka kalau korban mereka ternyata begitu lihai memanjakan penis mereka. Jaja dan Deni mengangkat dan menaruh tubuh Nadya di tempat tidur lagi. Mereka berdua melebarkan kedua kaki Nadya sementara Joko mengelus-eluskan penisnya ke belahan bibir vagina Nadya. “hheengggkkhhh !!!!”, pekik Nadya kesakitan, Joko menghentakkan penisnya yang besar dan tebal itu dengan sekali hentakan. “oogghhh..ajiiib…sempithh..mantephh..”. Joko berdiam menikmati jepitan dinding vagina Nadya di penisnya. Joko mulai menarik dan mendorong penisnya. “hhnnhh..hhnnggghhh..”. Nadya masih agak ngilu merasakan penis besar itu terus bergesekkan dengan dinding vaginanya. Lalu Nadya pun disibukkan dengan 2 penis besar lainnya yang kini ada di depan wajahnya. Penis Joko terus merojoki vagina Nadya dengan brutal, keluar masuk seenaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, lama kelamaan, vagina Nadya pun beradaptasi dengan ukuran penis Joko sehingga hanya rasa nikmat yang kini dirasakan Nadya. Jaja dan Deni kompak menggerakkan penisnya ‘melindas’ kedua puting Nadya bolak-balik sebelum mereka memukul-mukulkan penis mereka sendiri ke payudara Nadya. Payudara Nadya berguncang-guncang dipukul-pukul seperti itu. “aaahhhh !!!”, tubuh Nadya menegang mendapat orgasmenya. Hangat rasanya. Penis Joko terasa semakin hangat diguyur cairan vagina Nadya. Joko mencabut penisnya. Vagina Nadya hanya ‘kosong’ untuk beberapa detik karena penis Jaja langsung menyesaki vagina Nadya yang belum sempat beristirahat. Deni minggir sebentar untuk membiarkan Joko ‘mencuci’ batangnya ke mulut Nadya. Nadya pun orgasme lagi setelah diaduk-aduk Jaja. Selanjutnya, penis Deni gantian yang mengisi liang vagina Nadya. Mereka bertiga terus menggilir vagina Nadya sampai Nadya pun lemas karena orgasme terus menerus. Tubuh Nadya kini seperti boneka, hanya bergerak mengikuti gerakan penis yang mengait vaginanya. Penis Joko sekarang menancap di vagina Nadya untuk yang ketiga kalinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Joko mengangkat tubuh Nadya. Kini, Nadya duduk di atas selangkangan Joko. Vaginanya terkunci dengan penis Joko. Tubuh Nadya tersentak ke atas menerima hentakan penis Joko. “oouhhh…mmhhh…yeesshhh..Goddhh…”. Joko menghentikan gerakan penisnya. Nadya tanpa sadar menggerakkan pinggulnya untuk tetap mengocok penis Joko. Nadya tidak peduli lagi jika dia seperti pelacur yang sedang keenakan bergoyang dengan liar di atas penis orang yang tak ia kenal. Joko pun tersenyum melihat gadis cantik yang sedang asik bergoyang di atas penisnya. Nadya terlihat begitu menikmati persetubuhan ini, belum pernah dia rasakan vaginanya penuh sesak seperti sekarang karena pacarnya tidak sebesar ini sehingga rasa malu dan hina yang Nadya rasakan kalah mutlak dengan hawa nafsu yang sudah mencapai ubun-ubunnya. Joko menarik Nadya dan mendekapnya dengan erat. Joko pun menghujami vagina Nadya sekuatnya sampai Nadya klimaks. Tak ada tenaga lagi yang tersisa di tubuh Nadya, tubuhnya bagai tak bertulang dan tak bersendi. Nadya menengok ke belakang saat merasa ada sesuatu di liang anusnya. Rupanya Deni sedang melebarkan lubang pantat Nadya dengan kedua jarinya. Deni menggesek-gesekkan penisnya ke belahan pantat Nadya dan memukul-mukul kedua bongkahan pantat Nadya.</p>
<p style="text-align: justify;">Antara takut dan penasaran yang Nadya rasakan saat kepala penis Deni menempel di lubang pantatnya bersiap untuk masuk ke dalam. Takut saluran anusnya cidera dan berdarah dimasuki penis sebesar itu, tapi juga penasaran bagaimana rasanya. “pengen tau gue..rasanya nyodok pantat cewek cakep..gwahaha !!!!”. Kepala penis Deni mulai menyundul masuk ke dalam liang anus Nadya. “hnnnnhhh !!!”, lenguh Nadya merasakan lubang pantatnya terasa amat pedih dan panas. Batang kejantanan Deni terus masuk menerobos liang anus Nadya dengan pelan tapi pasti, dan lubang pantat Nadya melar menyesuaikan diameter penis Deni. Penis Deni sudah 3/4 masuk ke ‘rumah’ barunya. Deni sengaja mendorong penisnya dengan perlahan. Deni tak ingin membuat lubang pantat Nadya luka karena dia ingin menyodomi Nadya dan merasakan pantat Nadya yang hangat dan sempit. Bagian bawah tubuh Nadya benar-benar terasa penuh sesak, bagaimana tidak, ada 2 penis yang besar yang sedang ‘menghuni’ vagina dan anus Nadya di saat yang bersamaan. Kedua penis itu mulai bergerak. Nadya mengerang kesakitan di sela-sela desahan kenikmatannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lama kelamaan Nadya tidak merasakan pedih lagi di lubang pantatnya, yang dia rasakan kini hanyalah kenikmatan yang bertambah 2x lipat dari sebelumnya. Tubuh Nadya yang indah, kuning langsat, dan mungil itu terhimpit di antara 2 pria berbadan besar. Nadya tidak mungkin lepas dari himpitan karena 2 penis yang mengait vagina dan pantatnya seperti mengunci posisi tubuhnya agar tidak bergerak kemana-mana. Di depan mata Nadya, terpampang kepala penis Jaja. “daripada megap-megap gitu..mendingan makan kontol neng..wahahaha !!!!”. Jaja pun mencekoki Nadya dengan penisnya. Kini, lengkap sudah, 3 lubang pada tubuh Nadya, semuanya sudah ada ‘penghuni’nya yang aktif keluar masuk. 3 penis itu hampir seirama dan selaras bergerak keluar masuk tubuh Nadya melalui 3 lubang yang berbeda. Nadya sudah tenggelam dalam kenikmatan, Nadya ingin 3 penis ini tetap keluar masuk tubuhnya selamanya karena nikmat luar biasa. “OOKKKHHH !!”, Joko menghentakkan penisnya ke atas dan menyemburkan spermanya ke rahim Nadya. Begitu selesai, Jaja menarik penisnya dari mulut Nadya, Deni mengangkat tubuh Nadya dan Joko langsung turun dari ranjang karena penisnya sudah lemas setelah menumpahkan isinya ke dalam rahim Nadya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini, Deni berada di bawah Nadya dengan penis yang tetap menancap di anus Nadya dengan kokoh. Jaja langsung mengisi vagina Nadya yang sedang ‘kosong’. Sesuai instingnya, Nadya melingkarkan kedua kakinya di pinggang Jaja. Desahan-desahan Nadya begitu menggairahkan. Tak lama kemudian, Jaja tidak kuat menahan lama-lama, dia pun menyirami rahim Nadya dengan spermanya. Begitu selesai, Jaja mengangkat Nadya dan membuatnya tidur terlentang dengan kaki yang mengangkang dengan lebarnya. Jaja menyiapkan vagina Nadya untuk menerima penis terakhir yang belum membuang isinya yaitu penis Joko. Begitu penis Joko dan vagina Nadya sudah saling terkunci, Jaja meninggalkan mereka. Joko menciumi leher Nadya dengan bergairah sambil terus menggenjot vagina Nadya. Joko sangat mengagumi tubuh indah Nadya. Kulitnya halus dan wajah cantiknya membuat Joko ingin berlama-lama menikmati Nadya. Dan Nadya pun ingin Joko terus memompa vaginanya. Joko akhirnya menuntaskan hajatnya, benih-benihnya sudah tersebar di dalam rahim Nadya. “ayo neng..dibersihin dong kontol gue..hwahaha !!”. Nadya pun membersihkan penis Joko dengan seksama seakan-akan dia berterima kasih kepada penis itu sudah ‘menyikat’ vaginanya dengan sangat baik.</p>
<p style="text-align: justify;">“tenang aja neng..ntar kita balik lagi kok..kekeke…”, Joko terkekeh-kekeh dan tersenyum penuh kemenangan sambil ke luar kamar meninggalkan Nadya sendirian. Nadya sendirian di kamar itu, telanjang, nafas tersengal-sengar, tubuh yang berlumuran air liur serta vagina yang seperti banjir sperma. Di dalam rahim Nadya, bermilyar-milyar sperma dari 3 orang yang berbeda tercampur rata dengan cairan vaginanya sendiri. Tidak tahu bagaimana jadinya jika dia sampai hamil. Nadya terbaring lemas tak berdaya di atas tempat tidur. Nadya sama sekali tak menyadari kalau ada beberapa kamera beresolusi tinggi yang diletakkan di berbagai angle di kamar itu merekam peristiwa tadi. Sementara itu, di teras rumah yang sederhana Joko, Jaja, dan Deni sedang merokok, mengobrol sambil tertawa penuh kemenangan karena telah merasakan nikmatnya meniduri gadis cantik. Ada 3 orang yang mendekati rumah itu sebut saja Dadang, Parjo, dan Wawan. “mana korbannye?”. “tuh di dalem..baru aje selese kita pake..pake aje sono..”. “cakep ‘n bohay gak?”. “gak usah lo tanya..kontol gue aje ampe lemes saking nafsunye ngeliat muka ‘n bodynye..”.</p>
<p style="text-align: justify;">“jadi gak sabar gue..”. Mereka bertiga langsung masuk ke dalam kamar tempat Nadya terbaring lemas. “alo neng..”. Nadya melihat ke 3 orang yang sudah telanjang bulat dengan matanya yang sudah sayup-sayup. “yah memeknya udah belepotan gitu..”. “udeh..kita langsung tancep aje..kapan lagi bisa ngerasain ngentotin cewek cakep kayak gini..hehe..”. “yoi mamen..”. Nadya pun tidak bisa apa-apa dan pasrah menerima perlakuan 3 pria bertopeng itu. Sementara itu, di kamar sebelahnya, ada 2 orang yang sedang asik bermesraan. “non..kayaknya si Nadya itu malah keenakan diperkosa ama temen-temennya Mang Sapto..”. “ya Mang..kayaknya malah keenakan..”. Mereka berdua mendengar desahan-desahan yang terdengar dari kamar sebelah. “tapi denger kamar sebelah..Mang Sapto jadi nafsu nih..hehe..”. “ih..dasar Mang Sapto..”. Putri mengangkat kedua tangannya ke atas agar Sapto mudah menarik kaosnya. Kemudian, Putri tidur terlentang. Sapto membuka celana jeans Putri. Terpampanglah tubuh Putri yang putih mulus. Benar-benar pemandangan yang sangat indah dan diidam-idamkan para lelaki.</p>
<p style="text-align: justify;">Sapto berada di atas Putri mendekati bibir Putri, tapi tiba-tiba pintu kamar terbuka. Spontan, pasangan itu melihat ke arah pintu. “wah..enak banget lo To..sendirian aje..gue ikutan nape..”, Deni mengomentari melihat Sapto yang menindih gadis cantik dengan tubuh yang benar-benar mulus, tak ada cacat. “enak aje lo..jatah lo di kamar sebelah..ini jatah gue..”. Sapto berjalan ke arah Deni. “ayolah To..kayaknya neng Putri mau maen betiga? ya kan neng Putri?”. Deni memang lebih suka cewek mungil seperti Putri dibanding Nadya yang postur tubuhnya seperti model, jadi tak heran Deni ngiler berat melihat Putri yang telanjang. “ng..”. Putri tidak menjawab, dia hanya menutup payudara dan daerah vaginanya dengan kedua tangannya. Putri tidak ingin payudara dan vaginanya dilihat orang lain selain orang tua, kakaknya, dan terakhir tentu saja Sapto. “tuh..ditutupin kan? udeh lo sono akh !! ganggu aje lo !!!”, Sapto pun mendorong Deni keluar kamar. “ah..pelit lo To !!”. “ganggu aje..”. Sapto pun mengunci pintu agar tidak ada yang mengganggu kebersamaannya dengan majikan tercintanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yakin, tak ada yang mengganggu lagi, Putri menjauhkan kedua tangannya dari payudara dan vaginanya siap untuk Sapto. Deni masuk ke dalam kamar tempat Nadya sedang dikeroyok sambil ngedumel. Deni pun bergabung dengan 5 pria lainnya menggilir Nadya dan membuang sperma seenaknya ke dalam dan ke tubuh Nadya. Malam itu, meski tak sampai terdengar ke luar, rumah Sapto lebih ramai dari biasanya. Ramai karena desahan-desahan dari 2 gadis cantik yang sama-sama sedang tenggelam dalam kenikmatan ragawi meski dalam 2 kamar serta 2 kondisi yang berbeda. Di kamar yang satu, Putri dan Sapto sedang bercinta dengan penuh hasrat yang menggebu-gebu satu sama lain. Begitu intim, mesra, dan penuh kehangatan bagai pasangan suami istri yang baru saja menikah. Dan di kamar lain, ada Nadya yang sudah lemas digilir 6 pria dengan penis yang besar-besar yang bergiliran menyetubuhinya terus menerus. Nadya terbangun, membuka matanya. Nadya benar-benar mengalami mimpi buruk, aneh, dan agak menyenangkan. Disetubuhi 6 pria semalaman suntuk, benar-benar mimpi yang aneh. “Waaa !!”, teriak Nadya ketika membuka selimutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tubuhnya penuh noda-noda putih apalagi daerah vaginanya. Berarti yang dikiranya mimpi, ternyata benar-benar terjadi. Tapi, seberapa keras pun Nadya mengingat-ingat kejadian sebelum itu, sama sekali tidak ada bayangan. Yang dia ingat hanya ketika dia sudah disetubuhi beberapa pria secara bergantian. Sama sekali tak ada wajah yang terlintas di ingatan Nadya. Nadya hanya bisa merasakan akibat kejadian itu. Vagina dan pantatnya terasa sangat ngilu. Nadya berharap tidak ada yang tahu kejadian itu. Untung hari itu minggu dan juga hari seninnya libur, jadi Nadya tak khawatir harus masuk sekolah dengan jalan mengangkang karena ngilu. 2 hari itu, Nadya gunakan untuk menyembuhkan tubuhnya setelah dipakai 6 pria semalaman suntuk meski Nadya sama sekali tak ingat kecuali kenikmatan yang ia dapatkan. Nadya sekolah seperti biasa, 2 minggu menjelang UAN. Sepulang sekolah, ada sms yang masuk ke handphonenya. “gimana Nadya?? kayaknya lo keenakan digilir 6 cowok??”. Nadya menelpon nomer asing itu. “eh siapa lo??”. “kalo lo mau tau gue siapa..lo dateng ke bioskop 22 di mal MM studio 1..jam 9 nanti..sendiri..”.</p>
<p style="text-align: justify;">“eh tunggu..lo siapa?”. Hubungan telpon itu terputus, dan Nadya tidak bisa menelpon orang itu lagi, sepertinya orang itu mematikan hpnya. Jantung Nadya dag dig dug, rasanya berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang. Malamnya, Nadya datang ke tempat yang ditentukan sendirian tanpa ada yang menemaninya. Resminya, bioskop tersebut sudah tutup karena memang bioskop itu tidak mempunyai jadwal midnite, tapi pintu terbuka. Mal akan segera tutup, Nadya tahu itu, tapi rasa penasarannya mengalahkan rasa takutnya terkunci di dalam mal itu. Nadya masuk ke dalam studio 1, gelap tidak terlihat apa-apa dan tidak ada film yang sedang diputar. Tiba-tiba layar itu menyala dan memainkan sebuah film. “aahhh..ooohhh..terusshhh !!”. Nadya terbelalak, film yang diputar adalah dirinya sedang disetubuhi seorang pria. “gimana Nad? bagus kan filemnya?”. Nadya menengok ke belakang, arah suara tadi. Cahaya dari film yang sedang diputar membuat wajah orang yang ada di belakang Nadya jadi kelihatan. “Anita ??!!! ll..llo??”. “gak nyangka gue Nad..lo demen juga di gangbang kayak gitu…”. Anita tersenyum licik.</p>
<p style="text-align: justify;">“jjaa..di..lloo??”. “iya..gue yang rencanain film itu..dari dulu gue benci ama tingkah lo ama Rena yang sok..”. “tai lo, Nit !!! gue bakal laporin ke polisi !!”. Tiba-tiba ada yang menyelinap dan memegangi Nadya yang ingin mencekik Anita. “ckck…”. “LEPASIN !!!”. “silahkan kalo lo mau lapor polisi..yang pasti lo bakal jadi bintang bokep terkenal se-Indonesia dengan film lo ini..”. “sialan lo Nit !!!”. Sumpah serapah keluar dari mulut Nadya mengatai Anita. Anita hanya tersenyum saja. “haha…terserah lo mau ngomong apa…yang pasti kalo lo gak mau film ini kesebar..lo mesti nurutin semua perintah gue..”. Nadya memandang sosok Anita dengan tidak percaya. Adik kelasnya yang selama ini patuh kepadanya dan Renata, kini berdiri di depannya dan mengancamnya. “gimana, Nad?”. “NGGAK !!! GUE GAK TAKUT SAMA LO !!!!”. “yaudah..terserah lo..yang pasti mulai besok…lo bakal jadi bintang bokep Indonesia dengan aksi panas lo itu…”. Anita berjalan menuruni tangga ingin keluar lewat pintu masuk studio. “LEPASIN !! TUNGGU NIT !!!”. Orang yang memegangi Nadya melepaskannya. Nadya langsung mengejar Anita dan memeluk kaki Anita.</p>
<p style="text-align: justify;">“pleaasee..Nit..jangan Nit..please…”. “kalo gitu lo bakal nurutin semua perintah gue?”. “iya Nit..iya Nit..gue bakal lakuin semua perintah lo..tapi please jangan disebar…”. “oke..mulai besok lo harus lakuin semua perintah gue..”. “iya Nit..iya Nit..”. Anita pun keluar studio bioskop meninggalkan Nadya. Siapa tadi yang memegangnya?. Sama sekali tidak terlihat apa-apa saat Nadya mengecek setiap bangku bioskop karena film sudah berhenti sehingga gelap total. Esok hari, Nadya mencari-cari Anita, tapi Anita sama sekali tidak terlihat. Nomer Anita dan nomer yang kemarin tidak tersambung. Berkali-kali Nadya coba di selang waktu yang berbeda tetap tidak tersambung. Tiba-tiba ada sms masuk ke hp Nadya. “temuin gue di kelas XI-IS 3 jam 7 malem…”. Nadya pun tetap di sekolah sampai jam 7 dengan harap-harap cemas. Nadya menyalakan lampu kelas itu, duduk sendiri di kursi depan. Anita pun masuk ke dalam kelas. Bagai melihat guru killer, jantung Nadya berdegup kencang. Anita mematikan lampu. Terdengar banyak langkah masuk ke dalam kelas, bunyi kursi bergerak, dan terakhir pintu terkunci.</p>
<p style="text-align: justify;">Lampu kelas pun menyala lagi. Nadya kaget, tidak hanya dirinya dan Anita yang ada di kelas itu. Tapi, ada 4 orang pria yang duduk di kursi samping kanan dan kiri Nadya. Nadya kenal dengan 4 orang itu. Alex dan Jody, satpam sekolah. Udin, tukang sapu sekolah. Dan terakhir Jamal, salah satu pemilik tempat jajanan di kantin sekolah. “ngapain mereka ada di sini ?!”. “mereka cuma mau nonton..”. “maksud lo ?!!”. “nonton lo nari..”. “hehe…iya neng Nadya…kita pengen banget ngeliat neng nari…”. “ayo Nad..kasian penonton..”. “sialan lo Nit..liat aja pembalasan gue…”, dalam hati Nadya. Nadya berjalan ke depan kelas. Bunyi musik pun terdengar. Dengan segan, Nadya menggerakkan tubuhnya sekedarnya saja. Tapi lama kelamaan Nadya bergoyang dengan asiknya, larut dalam musik yang diputar. Anita sengaja memutar musik beraroma trance (bener gak? musik clubbing itu trance bukan sih?) karena Anita tahu Nadya yang dugem 5x dalam seminggu pasti akan tersihir untuk menari ketika mendengar musik ini. “wooo…terus..terus…”. 4 pria itu menonton Nadya yang bergoyang dengan semangatnya hampir tak berkedip.</p>
<p style="text-align: justify;">“buka ! buka !!”, teriak 4 pria itu memukul-mukul meja. “denger kan lo Nad??”. Nadya tersadar dan berhenti bergoyang. “nggak !! gue nggak mau !!!”. “oh..lo mau terkenal, Nad??”. “nngg…”. “ayo !!” Dengan terpaksa, Nadya mulai membuka satu kancing hemnya. “sambil nari…”. Nadya pun sangat terpaksa menurutinya. Baru kali ini, Nadya melakukan tari striptease di depan 4 pria yang paruh baya dan semuanya jauh dari kata ganteng. Tinggal tanktop dan hotpants yang menempel di tubuh Nadya. 4 pria itu menelan ludah mereka sendiri melihat kulit Nadya yang kuning langsat itu. “ayo buka tanktop ‘n hotpants lo sekalian !!”. “please Nit !! jangan Nit !!”. Tiba-tiba Alex, Jody, Udin, dan Jamal bergerak mendekati Nadya dengan cepat. Alex memegangi kedua tangan Nadya ke belakang, Jody dan Jamal memegangi kedua kaki Nadya. “LEPASIN GUE !!! GUE LAPORIN LO SEMUA KE POLISI !!!”. “biarin..yang penting kita semua bisa ngerasain memek lo…hehe !!”, bisik Alex. Udin memotong kedua tali tanktop Nadya. Tanktop Nadya pun jatuh ke lantai. Baru kali ini, Udin melihat payudara seindah itu. Besar, bulat, dan terlihat sangat kencang dan kenyal.</p>
<p style="text-align: justify;">“LEPASIN !! LEPASIN !!”, Nadya memberontak tapi percuma saja. Tangan Nadya yang ada di belakang membuat payudaranya semakin membusung ke depan seolah menantang Udin. Udin langsung melahap payudara Nadya dengan buas. “JANGAN !!! JANGAN !!”, Nadya berusaha menjauhkan kedua payudaranya dari Udin. Seperti lomba makan kerupuk, mulut Udin mengikuti gerakan payudara Nadya yang bergoyang ke kanan dan ke kiri. Tak mau repot lagi, Udin menggenggam kedua payudara Nadya. “EEGGGHHHH !!! SHITTHHH !!”. Kemarahan Nadya kini ada 2 macam. Marah pada Anita dan 4 orang yang sedang menjamah tubuhnya dan marah kepada dirinya sendiri, sentilan dan emutin yang Udin lakukan di kedua putingnya mulai terasa mengenakkan. “JANGAN !!”. Nadya berusaha menutup dan menyilangkan kakinya untuk menyusahkan Jody yang ingin melorotkan hotpantsnya. Tapi, Jamal membuat kaki Nadya tak bisa bergerak lagi. Jody pun dengan mudah melorotkan hotpants Nadya. “buset..ternyata..gini toh bentuknya memek cewek SMA…mantep..WAHAHAHA !!!”. “enak buat disodok kayaknye Day(Jody maksudnya)..GAHAHAHAK !!”. Jody mengelus-elus vagina Nadya</p>
<p style="text-align: justify;">Nadya mengulum bibir bawahnya agar tidak ada desahan yang keluar dari mulutnya. Alex membuat Nadya memiringkan kepalanya sehingga Alex pun bisa menikmati kelembutan bibir Nadya. “kobel dikit ah..kekeke..”. Jody mengebor vagina Nadya dengan 2 jarinya. “sii..allhh..hhhmmhhh !!”. Jamal juga ikut-ikutan melakukan pengeboran, tapi ‘tambang’ Jamal adalah liang anus Nadya. Tentu, Nadya tak bisa melawan lagi. Semua ‘titik’ vitalnya sudah dijamah oleh 4 pria yang tua dan jelek itu. Nadya kesulitan bernafas, Alex mencumbunya dengan sangat bernafsu karena istrinya memang sedang pulang kampung, sudah 3 minggu Alex tak mendapat jatah. Jadi, tak heran kalau nafsu Alex begitu tinggi, apalagi yang sedang dicumbunya adalah ‘barang’ berkualitas tinggi. Tubuh Nadya pun menegang. Merasa dinding vagina Nadya yang berkedut-kedut, Jody mengeluarkan 2 jarinya. “gile..ngucur kayak keran…”, komentar Jody melihat vagina Nadya yang mengucurkan cairannya dengan deras. “wah..asik….gak usah beli miras..kita bisa mabok…”, balas Jamal yang terus asik mengebor pantat Nadya. “wahahaha..bener juga lo Mal…nyok..kita minum..ampe mabok..”.</p>
<p style="text-align: justify;">“Din..nyedot mulu lo..beresin meja..”. “oh..okeh..”. Udin langsung mengerti. Kedua puting dan seluruh payudara Nadya berlumuran air liur Udin. “oi..ngorek-ngorek pantat orang terus..mendingan lo bantuin Udin..”. “hehe..okeh okeh..”. “nih juga atu…”, kata Jody memukul kepala Alex. “adaw sakit..sialan lo..”. “abisnye..lo mau ngerasain memek die gak? apa mau nyipok die doang lo? mending lo bantuin gue angkat die..”. Mereka berbicara bagaikan Nadya adalah sebuah barang yang tanpa perasaan padahal Nadya sudah malu bukan kepalang rasanya. “pakh..pleaasehh..janganh..pakkhh..”, pinta Nadya memelas dengan suara lemah. “tenang neng Nadya..kita cuma mau merkosa neng doang kok..GAHAHAHAK !!”, leceh Udin. Tubuh Nadya terbaring pasrah di atas 4 meja yang sudah dirapatkan tadi oleh Udin dan Jamal. Satu per satu, mereka menikmati daerah pribadi Nadya yang menggiurkan itu. Setiap kali orgasme, cairan vagina Nadya malah semakin banyak sehingga 4 orang itu pun semakin senang ‘menguras’ vagina Nadya secara bergiliran. Nadya diturunkan dari atas meja, dan berdiri dengan kakinya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Alex, Jody, Jamal, dan Udin menyodomi Nadya dari belakang. Mereka sangat bernafsu melihat pantat Nadya yang mulus dan bulat ditambah vagina dan lubang pantatnya terlihat sangat bagus dari belakang. Nadya pun sudah tidak menolak lagi, dia mulai bekerja sama menyelaraskan gerakan dengan penis siapa saja yang sedang menyodok vagina atau anusnya. Penis ditarik keluar, Nadya akan memajukan tubuhnya dan jika penis didorong masuk, Nadya akan memundurkan pinggulnya agar penis yang sedang ada di vagina atau anusnya terasa masuk dengan lebih maksimal. “enak gak neng..gue sodok dari belakang?”. “enaakkhhh…teruusshhh…entotin guee..ooohhhh !!!”, jawab Nadya tak memperdulikan harga dirinya lagi. 4 orang itu tertawa melecehkan Nadya karena gadis cantik dan kaya itu kini, tak malu-malu minta ke 4 pria jelek dan miskin untuk terus menggenjotnya. Nadya tak bisa berpikir lagi, dia hanya mengikuti insting tubuhnya. Nadya menggerakkan pinggulnya maju mundur saat penis yang sedang masuk ke dalam tubuhnya sengaja didiamkan oleh pemiliknya untuk melecehkan Nadya.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat Nadya yang begitu menikmati disetubuhi 4 pria secara bergiliran, birahi Anita yang sedang merekam kejadian itu pun terusik. Anita menutup matanya, tak ingin ‘terusik’ lebih jauh. Anita tahu, dia tidak boleh terangsang karena siapa tahu bisa jadi serangan balik untuknya. Anus dan vagina Nadya pun tak ubahnya seperti wadah sperma 4 orang itu. Udin dengan penisnya yang sudah loyo bagai tak bertulang karena sudah 4x menumpahkan spermanya ke dalam tubuh Nadya memotong-motong tanktop dan hotpants Nadya. “MAMPUS LOO !!! OOKKHHH !!”. Alex menekan penisnya kuat-kuat ke dalam vagina Nadya. Akhirnya mereka semua sudah tak kuat lagi, penis mereka sudah tak mampu bangun lagi. Alex, Jody, Udin, dan Jamal memakai pakaian mereka lagi. “makasih ya neng…hehe..”, bisik Udin. “makanya neng..punya muka jangan cakep-cakep…bikin nafsu aja..hahaha..”, bisik Alex. Jamal tidak berkata apa-apa selain memukul kencang pantat Nadya. “mudah-mudahan…neng Nadya hamil ya..WAHAHAHA !!!”, kata Jody. Mereka berempat bersama Anita meninggalkan Nadya yang belum bisa bergerak karena kedua kakinya masih gemetaran.</p>
<p style="text-align: justify;">“bos..film kedua udah selesai..”, Anita berbicara lewat telpon. “bagus…sekarang lo ke rumah gue…”. “ok bos…”. “neng Anita…kalo diliat-liat..neng Anita manis juga ya..”. “alah…bisa aja Pak Alex..”. “pasti enak kalo ditemenin ama neng Anita…”. Tangan Jamal menyusup masuk ke dalam rok Anita dan mengelus-elus pantat Anita yang tidak tertutup apa-apa. “ditemenin ngapain dulu nih..”, goda Anita sambil mengeluarkan tangan Jamal dari dalam roknya. “ya nemenin kita-kita di kasur..hehe…”. “kapan-kapan aja ya Pak…udah dulu ya Pak..Anita mau ke rumah temen dulu…”. Anita pun pergi dengan mobilnya menuju rumah dalang semua ini. Nadya memakai tanktop dan hotpantsnya lagi dengan agak bersusah payah karena masih lemas. Tanktop Nadya bolong tepat di bagian dadanya, sedangkan hotpants Nadya seperti terbelah dua karena bagian tengahnya bolong sampai ke belakang. Nadya mencari-cari seragam SMAnya, tapi tak ada. Nadya berjalan ke luar kelas dengan tertatih-tatih. Kedua tangannya, Nadya gunakan untuk menutupi payudara dan vaginanya. Sperma yang membanjiri liang vaginanya menetes dari vaginanya seiring gerakan Nadya seperti meninggalkan jejak. Di depan gerbang sekolah, Alex, Udin, Jamal, dan Jody sedang duduk sambil minum kopi dan merokok. Nadya tahu seragamnya pasti disembunyikan oleh salah satu dari mereka, tapi Nadya sudah malas dan ingin segera sampai rumah untuk mengistirahatkan tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“wah..ini dia..jablay kita…ati-ati ya Blay pulangnya…GWAHAHAHA !!!!”. “besok kita pinjem memeknya lagi..GAHAHAHA !!”. Nadya pun tidak menghiraukan ejekan dan lecehan mereka, Nadya hanya melintas di depan mereka diam tanpa kata. Nadya masuk ke dalam mobil dan langsung menuju rumahnya. Sejak saat itu, Nadya resmi menjadi budak Anita. Anita sudah membuat jadwal tetap untuk Nadya. Senin sampai Jumat, Alex, Udin, Jody, dan Jamal bisa mendapatkan kenikmatan ragawi dari tubuh Nadya. Sabtu dan Minggu pun Nadya punya jadwal khusus. Dari Sabtu pagi sampai Sabtu sore, Anita membiarkan Nadya ‘bebas’, tapi Sabtu malamnya, Anita membawa Nadya ke areal kuburan lalu Anita menemui 2 orang penjaga kuburan yang kebetulan sedang istirahat di tempat seperti bale-bale dan bilang ke 2 orang itu kalau malam ini mereka sedang beruntung karena mereka diizinkan menyetubuhi Nadya oleh Anita. “ah yang bener, neng? kita boleh ngentotin temen neng ini?”. “iya..Pak..temen saya ini emang pengen banget ngerasain maen di kuburan..”. “gak mungkin ah..masa cewek cakep kayak neng Nadya…mau dientot ama kita? di kuburan lagi? jangan-jangan neng berdua ini se..se..setan?”. Dua orang itu saling bertatapan dengan pucat pasi. Mereka ingin sekali kabur, tapi wajah cantik Nadya membuat mereka antara takut dan bernafsu.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka kompak mengecek kedua kaki Anita dan Nadya, apakah menyentuh tanah atau tidak. Anita menuntun tangan kedua orang itu ke payudara Nadya. “coba aja..empuk gak?”, tanya Anita tersenyum. “iya empuk banget..biarin deh..mau manusia kek..mau setan kek..yang penting cakep..ehehe..”. 2 pria itu semakin asyik meremas-remas payudara Nadya yang sangat empuk dan kenyal itu. Nafsu melihat gadis cantik mengalahkan rasa takut mereka. Apalagi, Nadya tidak berusaha menjauhkan tangan mereka malah melirih pelan menikmati remasan di payudaranya. 2 penjaga kubur itu pun menelanjangi Nadya dan menelanjangi diri mereka sendiri dan mulai menikmati hangatnya tubuh Nadya. Begitu selesai, Anita membawa Nadya pulang ke rumahnya. Anita mengunci kamar Nadya. Sekitar jam 12 alias Minggu siang, Anita membawa Nadya pergi lagi setelah Nadya mandi. Dan kali ini, Nadya dibawa ke rumah sarang pengemis dan anak-anak jalanan biasa berkumpul hanya untuk disetubuhi oleh orang-orang kalangan bawah itu dengan bau badan yang tidak sedap. Tapi, layaknya pelacur sejati, Nadya tidak memperdulikan itu dan menikmati pria-pria jelek menyetubuhinya bergantian.</p>
<p style="text-align: justify;">Sabtu berikutnya, Anita membawa Nadya ke areal pemakaman yang sama, tapi kali ini ada 5 orang penjaga kubur. Sepertinya 2 orang kemarin menyebar kabar. Anita malah menyuruh 5 orang itu agar membawa teman lebih banyak minggu depan. Nadya tidak bisa apa-apa selain diam saja meski diperlakukan sangat rendah oleh Anita seperti itu. Seperti halnya di kuburan, tempat pengemis pun semakin ramai. Semakin ramai kuburan dan rumah pengemis itu. Kini, saking ramainya kuburan, Nadya tidak lagi disetubuhi di bale-bale melainkan di kuburan. Kadang Nadya berpegangan pada batu nisan untuk disodomi dari belakang secara bergiliran dan kadang Nadya ditidurkan di atas kuburan untuk disetubuhi secara bergantian oleh para penjaga kubur yang kini sudah lebih dari 20 orang. Anita senang melihat Nadya yang tidak berdaya tapi Anita membayar mereka semua yang ingin menyutubuhi Nadya agar tidak melukai tubuh Nadya. Bukannya Anita kasihan ke Nadya, tapi Anita hanya ingin tubuh Nadya tetap mulus dan bagus agar laki-laki bernafsu melihatnya. Dan setiap hari Anita pun memberikan obat ke Nadya agar vagina dan anusnya tetap sempit dan kesat.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, sebesar apapun penis yang menghantam vagina atau anus Nadya, keesokan paginya akan kembali seperti semula. Nadya sudah tidak tahan lagi. Selain, tidak tahan dengan Anita yang memperlakukannya seperti pelacur murahan, Nadya juga tidak tahan dengan dirinya yang mulai menikmati dan terbiasa disetubuhi orang-orang yang sangat jauh di bawah standarnya. Nadya merasa dirinya sudah sangat rendah. Tubuh Nadya kini bisa dinikmati siapa saja dengan mudah. Nadya pun melaporkan Anita ke polisi beserta Alex, Jody, Udin, dan Jamal tanpa memikirkan lagi ancaman Anita. Setelah Anita, dan lainnya ditangkap. Nadya pun kembali ke kehidupan normalnya, tidak ada yang tahu kejadian yang Nadya alami termasuk Renata. Kini, tak ada lagi lelaki yang mudah menyentuhnya, dan akibat perbudakan itu Nadya jadi lebih menghargai tubuhnya dan tak asal membiarkan dirinya disentuh seperti dulu. Sepertinya ‘perbudakan’ itu membawa manfaat tersendiri ke Nadya. Segala ujian dari rangkaian ujian akhir pun dilalui. Nadya mengerjakan semua UAN dengan lancar karena dapat bocoran. Dan UAS dia lalui dengan mencontek.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, praktek Nadya lakukan sendiri meski dengan susah payah. Malam prom nite pun datang, Nadya dan Renata datang dengan gaun yang anggun tapi tetap sexy menggoda sehingga Nadya dan Renata menjadi pusat perhatian. “Nad..gak nyangka..lo hot juga maennya..boleh dong..gue cobain body lo..hehe..”. “apaan si lo Jo? ngomong ngasal…”. “liat aja di dalem..film prom nitenya mantep..”. Nadya pun segera bergegas masuk ke ruangan karena tadi dia sedang mengobrol di luar. “OOHHH !!! MMMMHHH..TERUSSHH Pakhh !!”. Mata Nadya terbelalak melihat film yang sedang diputar. Rekaman waktu Nadya digilir 6 pria di rumah Sapto waktu itu. Nadya melihat seorang gadis tersenyum ke arahnya di ujung meja makan. “Anita??”.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BERSAMBUNG&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/the-fallen-princess-3-musuh-dalam-selimut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bayar Hutang Yang Kebablasan&#8230;</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/bayar-hutang-yang-kebablasan/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/bayar-hutang-yang-kebablasan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 21:56:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[anal seks]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[anti]]></category>
		<category><![CDATA[anus]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2078</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah ceritaku&#8230; Namaku adalah Anti umurku 29 tahun, aku adalah seorang istri dari seorang lelaki bernama Bayu yang umurnya juga sama denganku. Aku hanyalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan Bayu bekerja hanya kalau sedang ada proyek saja. Kalau sedang tidak ada proyek maka Bayu hanya diam di rumah dan tidak berusaha untuk mencari pekerjaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ini adalah ceritaku&#8230; Namaku adalah Anti umurku 29 tahun, aku adalah seorang istri dari seorang lelaki bernama Bayu yang umurnya juga sama denganku. Aku hanyalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan Bayu bekerja hanya kalau sedang ada proyek saja. Kalau sedang tidak ada proyek maka Bayu hanya diam di rumah dan tidak berusaha untuk mencari pekerjaan tetap yang bisa menjamin hidup kami. Selama 3 tahun pernikahan kami, Bayu tidak pernah bekerja tetap di satu perusahaan. Entah untungnya atau sialnya kami sampai sekarang belum dikarunai seorang anak. Akibat dari Bayu yang tidak mempunyai pekerjaan tetap akhirnya dia mempunyai hutang dimana-mana. Sampai suatu saat ada orang yang datang ke rumah kami dan marah-marah karena Bayu belum juga membayar hutangnya. Pada saat itu aku hanya bisa menemani Bayu di sisinya menghadapi kata-kata kasar orang yang dihutangi oleh Bayu. Aku sendiri melihat gelagat yang aneh dari orang itu. Sambil marah-marah matanya seringkali tertangkap olehku sedang melirik ke arahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sendiri memang mempunyai tubuh yang cukup bagus menurutku. Tinggi 170cm (termasuk tinggi untuk perempuan lokal), berat 60kg, kulit sawo matang, dengan ukuran dada 36. Kehidupan seks kami tidaklah bermasalah walaupun tidak bisa dibilang istimewa. Bayu selalu dapat memuaskanku walaupun dia adalah seorang yang konservatif yang selalu bermain dengan gaya yang itu-itu saja. Beberapa hari setelah rumah kami didatangi oleh orang yang menagih hutang, aku melihat orang tersebut di jalan ketika aku mau pergi ke rumah saudaraku. Tadinya aku akan meminjam uang dari saudaraku untuk menutupi hutang Bayu pada orang tersebut, tapi ditengah jalan aku mempunyai pikiran lain. Aku ikuti orang tersebut untuk mengetahui dimana rumahnya. Tadinya niatku hanya untuk mengetahui saja, tapi akhirnya aku mempunyai niat lain. Aku putuskan untuk menggadaikan tubuhku untuk melunasi hutang-hutang suamiku kepada orang itu. Setelah aku mantap dengan niatku, beberapa hari kemudian aku memberanikan diri untuk mendatangi rumah orang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Rumah orang itu memang sangat besar dan sangat mewah. Setelah berhasil mengatasi rasa gugupku akhirnya kuberanikan diri untuk memencet bel. Tak lama kemudian seorang lelaki kurus yang kupikir adalah pesuruh di rumah itu keluar. “Nyari siapa bu?” “Hmm. Bapaknya ada?” tanyaku pada lelaki tersebut. “Ibu siapa? Biar saya sampaikan ke Bapak.” “Bilang aja dari istrinya pak Bayu.” Akhirnya pesuruh itu masuk ke dalam rumah dan tak lama berselang dia keluar lagi untuk membukakan pagar. “Tunggu aja di ruang tamu bu.” Katanya padaku. Langsung saja aku menuju ke arah yang ditunjuknya. Sebuah pintu dari kayu jati dengan ukiran yang sangat cantik. Belum juga aku sampai ke depan pintu, pintu tersebut sudah dibuka dari dalam. Rupanya yang membukakan pintunya adalah orang yang kucari. Orang dengan perawakan kurang lebih 180cm dan kuperkirakan beratnya 75kg. Aku perkirakan umurnya sekitar 50 tahun. Berkulit hitam dan terlihat masih segar. Kesan angker yang ditunjukkannya pada saat menagih hutang tidak ada sama sekali pada saat aku datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Justru aku menangkap kesan ramah dan sopan dari dia. Dia langsung menjabat tanganku sambil menyebut namanya. “Broto. Mari masuk bu&#8230;” “Anti” Jawabku langsung ketika melihat dia kebingungan. “Oh iya. Bu Anti silahkan masuk” Aku langsung masuk menuju ruang tamu. Dan Pak Broto langsung memersilakan aku untuk duduk. “Mau minum apa bu Anti?” “Ah gak usah repot-repot pak” jawabku dengan gaya basa-basi bangsa timur. Akhirnya Pak Broto menyuruh pembantunya untuk membuatkan sirup. Sambil menunggu minuman datang pak Broto memulai pembicaraan, sekaligus untuk mencairkan suasana yang kaku. Seolah-olah dia tahu kalau aku gugup dan grogi bertemu dengannya. Kuakui dia adalah sosok yang bisa membuat pembicaraan menjadi santai. Ditambah lagi mungkin dengan wawasan yang cukup luas sehingga dia sepertinya tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan layaknya penyiar radio yang selalu ngoceh sepanjang jam siaran. Semakin jauh kami berbicara justru aku semakin kehilangan rasa gugupku yang tadi menghinggapi. Obrolan kami sempat terhenti karena pembantu pak Broto datang membawakan minuman pesananan majikannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Silahkan diminum bu Anti” “Oh iya pak. Terima kasih.” Tak lama langsung saja kuteguk minuman yang disuguhkan. “Koq sepi ya pak? Istri bapak lagi keluar?” Tanyaku unuk memulai obrolan kembali. “Istri saya sudah lama meninggal.” “Oh maaf pak, saya gak tahu” “Oh gak apa-apa. Oh iya bu Anti sudah berapa lama menikah dengan pak Bayu?” “Tiga tahun pak. Tapi ya gitu deh pak. Mas Bayu gak pernah punya kerjaan tetap. Jadi makin lama makin numpuk aja hutangnya. Ditambah lagi sampai sekarang kami belum juga punya anak” kataku sekalian curhat sedikit ke pak Broto. Setelah disinggung soal hutang, pak Broto akhirnya menanyakan perihal hutang suamiku. Dan dia juga bercerita bahwa sebenarnya suamiku tidak hanya berhutang kepadanya tapi juga ke teman-teman pak Broto. Jujur saja aku kaget, karena selama ini suamiku tidak pernah berkata jujur perihal hutangnya. Rupanya pak Broto sudah menyimpan rencana sendiri yang kurang lebih mirip dengan rencanaku.<br />
<span id="more-2078"></span><br />
Dan akhirnya rencana itu disampaikan kepadaku, bahwa hutang suamiku bisa lunas dengan catatan aku mau diajak bercinta dengannya. Pengurangan hutang suamiku satu juta setiap aku melayaninya. Dan itu berlaku juga untuk hutang suamiku dengan teman-temannya yang ternyata ada dua orang lagi. Dan ternyata suamiku berhutang sepuluh juta ke setiap orangnya. Ini berarti aku harus bercinta tiga puluh kali, dengan setiap orangnya aku layani sepuluh kali. Aku sempat berpikir juga melihat keadaan yang seperti itu, tapi demi melunasi hutang suamiku akhirnya aku sanggupi permintaannya. Akhirnya aku disuruh kembali lagi keesokan harinya, karena hari itu Pak Broto sudah mempunyai janji dengan rekan bisnisnya. Sebelum pulang aku menanyakan apakah teman-temannya berkenan dibayar hutangnya dengan tubuhku? Dan Pak Broto berhasil meyakinkan bahwa teman-temannya pasti akan satu suara dengannya. Akhirnya keesokan harinya aku datang kembali ke rumah Pak Broto. Hari itu aku untuk pertama kalinya berdandan bukan untuk suamiku, tapi untuk laki-laki lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku datang dengan pakaian tetap casual saja. Toh pikirku nantinya pakaian ini juga tidak berguna karena ketika aku menunaikan tugasku baju ini harus dilepas. Yang jelas aku mempersiapkan mentalku untuk hal ini. Karena ini juga untuk pertama kalinya aku akan disetubuhi oleh laki-laki yang bukan suamiku. Dan yang jelas aku juga mempersiapkan vaginaku. Semua bulu-bulu yang tumbuh disekitar vaginaku kucukur habis, sehingga vaginaku bisa terlihat dengan jelas. Sesampainya di rumah Pak Broto aku disambut dengan hangat, Pak Broto mencium punggung tanganku dan kedua pipiku. Diriku agak canggung menerima perlakuan yang diberikan kepadaku, karena dia bukan suamiku. Tetapi aku sendiri tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh suamiku. Saat itu aku merasa diperlakukan layaknya seorang perempuan. Dia tidak menunjukkan bahwa dia hawa nafsunya, tapi justru menunjukkan sikap seorang lelaki dewasa yang membuatku sedikit “terbius” oleh perlakuannya. Setelah sambutan hangatnya aku langsung diajak menuju kamarnya. Kamar yang cukup mewah bagiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan rupanya Pak Broto telah menyulap kamarnya menjadi begitu indah. Wangi bunga telah memenuhi seisi kamarnya. Ketika aku masih terpesona dengan kamarnya yang mewah tiba-tiba dia memelukku dari belakang. Refleks dan sedikit terkejut membuat diriku agak memberontak. Tetapi dia meyakinkan diriku untuk tenang dan menikmati saja saat-saat tersebut. Dia mulai menciumi leher dan kupingku yang jelas membuatku terangsang. Lalu dia membalikkan tubuhku sehingga kami saling berhadapan. “Boleh kupanggil Anti saja?” tanyanya padaku. “Hmm.. boleh aja pak” “Wah. Jangan panggil pak dong. Panggil saja Broto. Supaya lebih mesra.” “Iya Broto. Boleh aja kalau kamu mau panggil aku Anti.” aku mulai menikmati keadaan. “Hmm.. Anti. Sebenarnya ada satu lagi kejutan untukmu hari ini.” “Apa itu?” Belum dia menjawabnya tiba-tiba pintu kamar terbuka. Lalu ada dua orang memasuki kamar tersebut. Hal itu jelas saja membuat aku kaget. “Ini dia kejutannya. Ada dua orang lagi temanku yang dihutangi suamimu yang ingin ikut bermain dengan kita.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Tapi Broto&#8230;” “Tenang saja. Kalau kau melayani kami sekaligus maka bayarannya dinaikkan menjadi 1,5 juta untuk sekali main. Tidak lagi satu juta.” Sebenarnya aku agak keberatan juga dengan keadaan itu. Tapi karena suasana yang tercipta sudah kunikmati akhirnya aku menyetujuinya. Kedua temannya memang berbeda sekali dengannya. Temannya yang satu bernama Faisal, keturunan Arab mempunyai dan berkulit putih. Sedangkan yang satunya bernama Hans, keturunan Cina. Tapi yang jelas ketiganya mempunyai postur tubuh yang sama. Tinggi besar dan tegap. Beda sekali dengan suamiku yang tingginya kira-kira sama denganku dan mempunyai tubuh yang tidak sebagus mereka. Jujur saja diam-diam aku mulai mengagumi mereka bertiga dan mulai membayangkan disetubuhi oleh mereka bertiga. Aku sudah lagi tidak peduli dengan suasana romantis di kamar Pak Broto, tapi aku sudah mulai membayangkan suasana liar yang akan terjadi berikutnya. Tiba-tiba saja Pak Broto sudah mulai mencium bibirku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku yang dari tadi sedang menghayal jelas terkejut, walaupun tidak lama dan langsung membalas ciuman dari Pak Broto. Tak lama berselang Faisal dan Hans langsung bergabung. Faisal datang dari belakangku dan langsung menciumi leherku sedangkan Hans langsung ke tujuan dengan meremas kedua dadaku. Hal ini jelas saja membuat nafsuku meledak. Aku tidak tahan untuk tidak bersuara, dan akhirnya akupun mulai mengeluarkan desahan dari mulutku. Setelah itu bajuku dan celana panjang yang aku pakai mulai dilepas dari tubuhku sehingga terlihat bra dan cd yang aku kenakan. Hal ini jelas saja membuat mereka bertiga tambah liar untuk menjamah tubuhku. Dan tak lama berselang bra dan cdku pun ikut lepas dari tubuhku sehingga aku benar-benar bugil. Sudah tidak ada lagi perasaan canggung dan malu di diriku. Yang ada hanya nafsu yang sudah berada di ubun-ubun. Setelah itu mereka bertiga pun melepas pakaiannya masing-masing. Dan aku benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa kagetku ketika mereka bertiga sudah bugil.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena mereka semua mempunyai ukuran penis yang sangat besar bagiku. Panjang penisnya sekitar 20 cm dan berdiameter kira-kira 4-5 cm. Aku sendiri tidak dapat membedakan secara pasti punya siapa yang paling besar. Karena ukuran penis mereka yang hampir sama. Tapi yang jelas berbeda sekali dengan punya suamiku yang hanya sekitar 13cm dengan diameter 2 cm. Aku dihadapkan dengan tiga penis raksasa. Perasaan takut dan penasaran bercampur aduk di diriku. Takut karena belum pernah melihat penis dengan ukuran sebesar itu. Penasaran karena perempuan mana yang tidak mau vaginanya dimasuki penis seperti itu. Setelah semuanya bugil mereka membimbingku untuk jongkok, dan setelah itu mereka semua mengelilingiku. Mereka minta dioral secara bergantian. Lalu kulakukan permintaan itu dengan senang hati walaupun agak bersusah payah. Aku sering mengoral suamiku, tetapi yang ini beda. Tiga penis dengan ukuran jauh dari penis suamiku. Ukuran penis mereka membuat aku agak gelagapan dan sedikit sesak nafas awalnya. Tapi lama-lama akhirnya aku bisa menguasai keadaan juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika aku mengoral penis pak Broto kedua tanganku mengocok penis Hans dan Faisal, begitu seterusnya. Jika satu sedang kuoral maka yang dua lagi kebagian kocokan tanganku. “Aarrrgghhh nikmat sekali seponganmu anti” ucapan itu terlontar dari Faisal ketika mendapat giliran dioral olehku. Hans mendapat giliran terakhir untuk kuoral. Dan ketika giliran Hans mereka membimbingku ke arah tempat tidur. Rupanya mereka memintaku untuk mengoral Hans sambil terlentang sementara penis Hans berada di atas mulutku. Ketika sedang asik-asiknya menikmati penis Hans, tiba-tiba kurasakan rangsangan hebat di kedua payudaraku dan di vaginaku. Rupanya Faisal sedang asik menggerayangi kedua payudaraku. Dia sedang asik meremas dan menjilati kedua payudaraku. Sedangkan Pak Broto berada di selangkanganku, dia terlihat asik menjilati vaginaku. Terang saja aku mengoral Hans sambil mengerang (ingin berteriak tidak bisa karena mulutku disumpal penis Hans) keenakan karena perlakuan kedua orang tadi terhadap dua tempat sensitif di tubuhku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian Hans melepaskan penisnya dari mulutku lalu bergabung dengan Faisal untuk menikmati payudaraku. Faisal menggarap payudara kiriku sedangkan Hans yang kanan pak Broto tetap menjilati vaginaku. Hal ini membuatku terangsang hebat sehingga tidak tahan lagi untuk berteriak dan meracau. “Aarrrrgghhh, nikmat banget&#8230; teruuussss&#8230; aaarrgghhh&#8230; aayoo teruusss” Akhirnya aku sampai juga pada orgasmeku yang pertama. Tak lama kemudian aku merasakan sesuatu menempel di bibir vaginaku. Setelah kulirik ternyata pak Broto sudah siap memasukkan penisnya itu ke dalam vaginaku. Aku merasakan penis pak Broto semakin lama semakin mendesak vaginaku. Aku merasa seperti perawan lagi karena begitu susahnya penis pak Broto memasuki vaginaku. Terang saja susah, penis sebesar itu mencoba masuk ke dalam vaginaku yang biasanya hanya dimasuki penis Bayu yang sekarang menjadi biasa bagiku. Terbantu oleh vaginaku yang sudah basah akhirnya penis pak Broto berhasil masuk juga. Perlahan-lahan pak Broto mulai menggoyangkan penisnya keluar masuk di vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Arrrghhh broto&#8230; terus&#8230; cepetin donkk.. entotin&#8230;” aku sudah meracau tak karuan karena penis pak Broto yang menghadirkan kenikmatan yang luar biasa. Ditambah lagi Hans dan Faisal yang masih sibuk dengan kedua payudaraku. Akhirnya setelah dirasa lancar pak Brotopun mulai mempercepat goyangannya. Baru beberapa goyangan saja aku sudah orgasme lagi padahal kulihat pak Broto masih kuat menggoyang penisnya. Makin lama makin cepat dan cepat sampai akhirnya aku tak tahan dan sampai pada orgasme ku yang kesekekian kali. Setelah agak lama terasa goyangan pak Broto semakin cepat dan cepat kemudian sampai pada goyangan dia yang terakhir, tubuhnya mengejang keras sekali, suaranya melenguh setengah berteriak. Dan aku bisa merasakan kalau dia orgasme. Semburan spermanya di dalam vaginaku terasa sekali. Tak lama berselang pak Broto mencabut penisnya dan aku didatangi oleh Hans dan Faisal yag tampak sudah tidak sabar. Aku lihat Hans membawa baby oil. “Untuk apa?” tanyaku. “Sudahlah nikmati saja” begitu kata Hans.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena memang gairahku masih diatas akhirnya aku tidak pedulikan lagi. Tak lama mereka memintaku untuk berposisi doggy style, dan aku iyakan saja toh aku juga terbiasa dengan gaya itu. Tapi betapa kagetnya ketika kurasakan Hans menumpahkan baby oil di lubang pantatku dan di penisnya lalu kemudian berusaha memasukkan penisnya itu ke pantatku. Tadinya aku ingin berontak, tetapi Faisal memegangi tubuhku dengan erat supaya tidak berontak. Terasa sedikit sakit ketika penis Hans mencoba untuk memasuki lubang pantatku tetapi kemudian setelah masuk terasa nikmat yang luar biasa juga. Tidak kalah dengan nikmatnya ketika masuk ke vagina. Lalu Hans kemudian mulai untuk menggoyang penisnya di dalam pantatku. Ketika sudah lancar dan baru beberapa saat Hans meminta merubah posisi tanpa melepaskan penisnya dari pantatnya. Kami berdua terlentang dan bertindihan dengan aku diatasnya. Sehingga makin kurasa Penis itu bergerilya di lubang pantatku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian Faisal menghampiri kami dan sudah siap dengan penisnya yang sudah berdiri tegak dan diarahkan ke vaginaku yang terbuka menantang. Akhirnya Faisal memasukkan penisnya ke dalam vaginaku berbarengan dengan Hans dia menggoyangkan penisnya keluar masuk vaginaku. Sebuah pengalaman luar biasa yang belum aku alami sebelumnya. Aku disetubuhi dua laki-laki secara bersamaan. Benar-benar terasa nikmat sekali, ditambah lagi keduanya ditambah pak Broto merupakan sosok lelaki gagah, tampan dan enak dipandang. Pergumulan kami bertiga tak terasa membuatku orgasme berkali-kali, karena rasa nikmat yang luar biasa. Dan akhirnya Faisal dan Hans secara bersamaan mencapai orgasmenya. Hans mengerluarkan spermanya di dalam pantatku sedang Faisal di dalam vaginaku. Setelah itu kami berempat mebersihkan diri, dan rupanya di meja makan sudah disiapkan makanan untuk kami berempat. Setelah kami makan akhirnya aku izin untuk pulang dan tidak lupa membuat janji untuk pertemuan berikutnya dengan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah kejadian itu aku merasakan tidak nafsu lagi dengan Bayu ketika dia mengajakku untuk bersetubuh. Aku hanya berusaha menjalankan kewajibanku saja. Tetapi jujur saja aku tidak merasa puas. Karena aku sudah menemukan sesuatu yang lebih diluar sana. Dan setelah semua hutang-hutang Bayu lunas aku sering kali mendatangi mereka atau salah satu dari mereka untuk minta disetubuhi. Aku sudah sampai pada taraf ketagihan yang luar biasa. Pada akhirnya akupun jujur kepada Bayu tentang hal yang selama ini terjadi. Dia terkejut, tapi tak biasa marah karena aku melakukan itu untuk melunasi hutang-hutangnya. Setelah kutanyai apakah dia ingin menuntut cerai diriku, dia tidak mau menceraikanku dengan alasan dia masih sayang. Aku memberikan syarat kepada Bayu yaitu, aku bebas bersetubuh dengan ketiga orang itu kapanpun dan dimanapun aku mau tanpa harus dicemburui. Akhirnya Bayu menyetujuinya, karena masih menyayangiku. Pernah suatu saat ketika Bayu pulang ke rumah dia mendapati diriku sedang bersetubuh dengan ketiga pria tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika dia akan pergi justru dia dipaksa untuk duduk dan menyaksikan kami oleh pak Broto, Hans dan Faisal. Bahkan dia juga ditelanjangi oleh mereka didepanku. Mereka sengaja melakukan itu hanya untuk membandingkan ukuran penis mereka dan Bayu dan memang penis Bayu menjadi terlihat kecil sekali. Sebenarnya aku kasihan melihatnya diperlakukan seperti itu. Tetapi karena hawa nafsu yang sudah menguasai diriku, maka tak kuacuhkan dia dan aku hanya melayani penis-penis raksasa yang dapat memuaskan vaginaku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/bayar-hutang-yang-kebablasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tante Anita Ngentot Buat Bayar Hutang Suami</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/tante-anita-ngentot-buat-bayar-hutang-suami/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/tante-anita-ngentot-buat-bayar-hutang-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 15:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[anita]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[double]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[hot]]></category>
		<category><![CDATA[hutang]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1694</guid>
		<description><![CDATA[Makanya bro n sis jangan sering ngutang ya ntar kalo gak bisa bayar terpaksa deh bayarnya pakai ngentot&#8230; tapi seru juga kan ngentot terusssssss enak enak enak hehehe&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Makanya bro n sis jangan sering ngutang ya ntar kalo gak bisa bayar terpaksa deh bayarnya pakai ngentot&#8230; tapi seru juga kan ngentot terusssssss enak enak enak hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1699" title="tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/11/tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-11.jpg" alt="" width="225" height="300" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1700" title="tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/11/tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-2.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1701" title="tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/11/tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-3.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1702" title="tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/11/tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-4.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p><span id="more-1694"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1703" title="tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/11/tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-5.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1704" title="tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/11/tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-6.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1705" title="tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/11/tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-7.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1706" title="tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/11/tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-8.jpg" alt="" width="225" height="300" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1707" title="tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/11/tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-9.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1708" title="tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/11/tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-10.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1709" title="tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-11" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/11/tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-111.jpg" alt="" width="225" height="300" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1711" title="tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-12" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/11/tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-12.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1712" title="tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-13" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/11/tante-anita-ngentot-bayar-hutang-suami-13.jpg" alt="" width="225" height="300" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/tante-anita-ngentot-buat-bayar-hutang-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

