<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; mahasiswi</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/tag/mahasiswi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 13:12:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Susan, Lingga dan Siska</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/susan-lingga-dan-siska/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/susan-lingga-dan-siska/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 22:30:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[lingga]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[perek]]></category>
		<category><![CDATA[siska]]></category>
		<category><![CDATA[susan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3212</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Adi, mahasiswa angkatan 2000. Kisah ini terjadi pada bulan April 2001, ketika kami menjalani mid-test. Semua bencana ini dimulai ketika Susan dan Lingga (mereka adalah bunga kelas di kelasku) mereka memintaku untuk belajar bersama, pada mulanya aku tidak curiga sama sekali karena IP-ku hampir mendekati 4.0, jadi banyak yang ingin belajar bersamaku, jadi kukabulkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Namaku Adi, mahasiswa angkatan 2000. Kisah ini terjadi pada bulan April 2001, ketika kami menjalani mid-test. Semua bencana ini dimulai ketika Susan dan Lingga (mereka adalah bunga kelas di kelasku) mereka memintaku untuk belajar bersama, pada mulanya aku tidak curiga sama sekali karena IP-ku hampir mendekati 4.0, jadi banyak yang ingin belajar bersamaku, jadi kukabulkan saja permintaan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak kusangkal juga bahwa diriku juga hampir setiap hari melirik ke arah mereka yang biasa duduk di baris belakang. Sering juga kubayangkan aku dapat memiliki salah satu dari mereka. Kuamati payudara Susan di kelas yang sering dibungkukkannya entah sengaja atau tidak, belahan dadanya sering mengusik kesadaranku, dan saat CD Lingga sering muncul di antara celah di punggungnya, aku terus mencoba mengendalikan diriku untuk tidak berpikir yang tidak-tidak tentang mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah pulang kuliah, sekitar pukul 17:10, Lingga mengajakku ke tempat kostnya di Jl. S, bersama Susan kami bertiga berjalan kaki, tidak terbesit maksud jahat dari raut wajah mereka yang putih mulus. Sepanjang perjalanan aku terus memandangi dada Susan yang tergoncang-goncang naik turun. Ingin rasanya aku meremas-remasnya, tapi kucoba untuk menghilangkan fantasi kotorku. Wajah Susan yang mirip Katie Holmes menambah keinginanku untuk mencium bibir merahnya yang seksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampai di kamar kostnya berukuran 3&#215;4, Lingga mempersilakanku duduk, aku terpaksa duduk di ranjang karena tak ada sofa yang tersedia. Kupandang sekitar rumah kostnya, suasanya hening sepi, dan di jemurannya tergantung bra dan CD Lingga yang sering dikenakannya di kampus. Lingga lalu memungut bra dan CD-nya dan ditaruh di lemari bajunya. Kuintip sedikit isi lemarinya. Koleksi CD Lingga warnaya seperti pelangi di langit.<br />
<span id="more-3212"></span><br />
Tiba-tiba kurasakan sentuhan halus di pundakku, ternyata tubuh Susan yang montok telah menghinggapiku. Aku berdiri dan berjalan menuju pintu. Tiba-tiba Lingga mencegatku di pintu dan mengunci pintu rapat-rapat. Lingga mendorongku ke ranjang dimana Susan telah menanti, Susan memegangiku dengan erat, sementara Lingga mulai melepas kaos ketatnya warna biru gelap bertuliskan &#8220;ij&#8221;, dan aku hanya terpana menatap tubuh seksi dan putih tanpa cacat. Tak pelak lagi, branya menyembul keluar dengan dua buah dada yang bulat berisi, kira-kira ukuran 32B. Memang aku sering mengintip bra Lingga di kelas, karena ia sering menggunakan kemeja dan kuintip dari lubang kancingnya yang sering menganga di kelas, tapi keadaannya berbeda sekarang, tak ada &#8220;penghalang&#8221; lagi antara tanganku dengan buah dadanya, baru kali ini kulihat jelas dada Lingga yang makin membuatku tak sadar lagi dan ada sesuatu yang menonjol dari celanaku. Perlahan ia mulai melorotkan celana panjang ketat warna abu gelap, dan CD warna biru langit cerah secerah paha dan tungkai kakinya yang ingin kujilati terpampang jelas di depan batang hidungku.</p>
<p style="text-align: justify;">Susan melepas kaos dan celana jinsku, Susan sendiri mempersilakan jemariku piknik di pusarnya yang dilanjutkan &#8220;tur&#8221; melingkari buah dadanya sebanyak lima putaran penuh. Kuraba payudara Susan mulai dari pangkal sampai area putingnya, tapi sayang ia masih terbungkus kaos ketat dan branya, Susan terangsang dan mulai mendesah-desah, kutambah tempo remasanku dan Susan merintih dengan nada kenikmatan yang keluar dari mulutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lingga menghampiriku, &#8220;adik kecil&#8221;-ku sudah tak tahan lagi ingin segera keluar bermain. Susan mulai menelanjangi dirinya sendiri, dilepasnya kaos ketat warna merah menyala. Waw, ternyata buah dadanya lebih besar daripada Lingga, sekitar ukuran 33D. Susan dengan rela membuka jins-nya, CD merah jambu transparan yang dikenakannya menaikkan libido-ku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa pikir panjang, Lingga langsung melepas kait branya dan 2 buah dada besar, putih, gempal diserahkan di atas pangkuan pahaku, dia pun mulai membuka celana dalamku, dan memasukkan batang kemaluanku yang sudah tegak 90 derajat ke rongga mulutnya dengan bibir yang mungil, ia terbilang ahli melakukannya. Dijulurkan lidahnya menjilati testisku, dilanjutkan ke bagian kepala, tak disangka mulutnya sudah patroli di batang kemaluanku. Kepala Lingga mulai maju-mundur di selangkanganku. Kujambak rambut panjangnya yang pirang dicat dan kubantu ia melakukan &#8220;oral seks&#8221;. Aku baru merasakan hisapan yang hebat kali ini dibanding dengan gadis lainnya yang pernah &#8220;ML&#8221; denganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian, Susan ikut melepas bra-nya, dan aku kaget sekali punggungku di tempeli oleh payudaranya. Ternyata dia sedang melakukan &#8220;pijat Thailand&#8221; dengan sempurna. Ia mulai dari bagian pinggang, putingnya yang sudah membusung memberikan sensasi sendiri bagi diriku. Susan mulai &#8220;sweeping&#8221; dari bawah ke atas lalu ke bawah lagi sambil mengantri gilirannya. Lama kelamaan ia mulai lelah dan memegang pundakku sebagai pegangan, tanganku yang masih &#8220;nganggur&#8221; membantunya dengan meremas-remas untuk menambah energi gesekan yang ditimbulkannya, aku yakin Susan sudah sering melakukannya dengan laki-laki lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah Lingga selesai mengemut batangku, ia melepaskan CD-nya dan lubang kemaluannya yang terawat baik disodorkan ke batang kemaluanku, tak kusangka aku ditarik olehnya dan ia memasukkan sendiri ke lubang kemaluannya. Aku menyanggupi keinginannya yang juga menyanggupi keinginan bejatku selama ini. Sambil dalam posisi duduk dan dipijat ala Thailand oleh Susan aku melayani Lingga sampai ia orgasme dan menjerit-jerit kesakitan, kupelintir puting susu merah mudanya, sambil kupangkas sedikit demi sedikit bulu kemaluannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Susan yang melihat Lingga bahagia, langsung iri dan ikut melepas CD-nya, Susan memang agak gemuk, tapi ia lebih montok berisi, sementara Susan dan Lingga memperebutkan kemaluanku, aku mengambil nafas dan mempersiapkan diri untuk &#8220;kewajiban&#8221;-ku berikutnya. Lingga akhirnya mengalah karena kelelahan, saat &#8220;shift&#8221;-ku berikutnya bersama Susan aku makin bergairah. Dadanya yang besar pas untuk tanganku yang nakal, Susan dengan bibirnya yang &#8220;menantang&#8221; menjilati batang kemaluan, dan lubang anus Susan pun tak luput dari serangan peluru karetku. Dengan penuh gairah, ia naik ke atas tubuhku dan mulai bersenggama denganku hingga kedua buah dadanya menggelepar kencang dibuatku, tak lupa kucicipi juga air susu sehat darinya, kugigit gigit sampai agak berwarna kemerahan. Kami bertiga benar-benar menikmatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Susan akhirnya lelah dan lemas olehku, Lingga yang kembali fit ingin melanjutkan aksinya kembali, kutumpahkan saja air maniku ke mulut kemaluannya, setelah itu kusisakan juga untuk Susan tapi tumpah di rambut hitamnya yang terurai di atas kemaluanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Susan bangun dan mengambil HP Nokia 3310 miliknya dan Nokia 8810 silver milik Lingga, disetnya dalam posisi vibrate, dan ia mulai mengaktifkannya, HP bergetar dan mereka minta aku memasukkan dalam lubang kemaluannya. Mereka tidur terlentang berdampingan dan aku menindih di antara mereka, kumasukkan HP Nokia 3310 Susan terlebih dahulu, dan Susan menggelinjang karena getaran yang dahsyat, Nokia 8810 memang lebih kecil dan Lingga terlihat kurang puas dengan vibrate HP-nya, karena kasihan kubantu dengan jari tengahku yang kutancapkan ke mulut rahimnya. Akhirnya Lingga tersenyum puas sambil mendesah. Mereka bilang mereka sering &#8220;onani&#8221; dengan cara begini dan sudah sering terjadi berulang kali bila sedang tak ada &#8220;korban&#8221; yang mereka mangsa.</p>
<p style="text-align: justify;">Lingga mulai mansturbasi dengan meraba-raba sendiri payudaranya, tak kusangka Lingga mulai meraba puting Susan, Susan mencoba berontak dan menghentikan Lingga, Lingga mengambil tiruan alat kelamin pria yang disimpan di laci kamarnya dan mulai dipakainya untuk bersanggama dengan Susan. Selangkangan Susan direnggangkan dan ia mulai memasang sabuk kemaluannya dan mereka mulai melakukan hubungan lesbian sesama mereka. Melihat kejadian itu, aku sebenarnya simpati terhadap Susan yang hanya menjadi objek saja, Susan terlihat kelelahan meronta-ronta karena ukuran batangan tiruan itu besar sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena aku kasihan sama Susan, maka kulumpuhkan Lingga dengan cara kucoblos lubang anusnya yang mengangga dengan batangan asliku yang sudah tegak lagi dan ukurannya pun tak kalah besar dengan yang tiruan. Kontan saja Lingga menghentikan penetrasinya terhadap Susan karena ia sudah kubombardir, Lingga mulai berposisi doggy style, bagiku hal ini masih terasa janggal karena aku sedang &#8220;ML&#8221; dengan cewek yang sedang memakai batang kemaluan tiruan. Tiba-tiba pintu kamar terbuka, kami langsung kaget, ternyata tak kusangka Siska, teman sekelasku datang, aku heran.Siska bertanya pada Lingga, &#8220;Ada anak baru nih?&#8221;Lingga jawab, &#8220;Iya nih, alim-alim di kelas, disini buas.&#8221;Susan berteriak, &#8220;Ayu gabung puas deh!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Siska bergegas melepas kaos ketat merah muda yang transparan, bra warna biru yang dipakainya langsung berloncatan ke arahku, payudara Siska memang kecil, tapi mukanya yang manis mengundang iba dariku untuk memuaskannya. Tinggi Siska memang tak sebanding denganku, badannya juga kecil, pinggangnya kurus. Asumsiku bahwa Siska akan tidak mampu bermain denganku sampai tuntas ternyata salah. Ia bermain dengan garang sekali, penuh pengalaman dan nafsu birahi terpancar dari mata sipitnya yang indah.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mulai mencium bibir indahnya kulanjutkan ke bawah, kugigit kait bra-nya dan ternyata seperti yang kuduga sebelumnya. Selama ini payudara Siska hanya tertolong oleh bra busa yang rutin digunakannya ke kampus. Payudara aslinya sangat kecil, but size doesn’t matter to me, dan Siska melepas jins-nya yang kebesaran dan CD-nya pun dengan penuh liukan tubuh mungilnya dilepas di depan mulutku, kontan saja langsung kuhisap bulu kemaluannya, Siska langsung mendesah dan berteriak-teriak.</p>
<p style="text-align: justify;">Susan nyeletuk, &#8220;Eh! Anak kecil, Siska jangan lu siksa gitu donk! gua kan jadi ngiri.&#8221;Lingga menambahi,&#8221;Iya, liat-liat donk ukuran lu, berat ampir 80 kg, jangan berani ama yang kecil, ama gua aja lagi yuk!&#8221;Siska yang mendengar sindiran itu langsung unjuk gigi agar teman-temannya tidak underestemate terhadapnya. Siska menindihku dengan posisi 69, adikku betah keluar masuk lubangnya, lubang kemaluan Siska mulai mengeluarkan cairan lendir putih dan nafasnya mulai terenga-engah tak karuan, ia mulai orgasme, kuturunkan tempo permainanku, dan kutarik keluar batang kemaluanku untuk memberikan kesempatannya menge-charge baterainya. Aku nyambi mengelus dada Lingga dan jari tengah kiriku menginap di lubang kemaluan Susan.</p>
<p style="text-align: justify;">Siska minta tambah dan kusanggupi kuremas dadanya, karena kata mitos bila ingin mempunyai buah dada besar harus rajin diremas-remas oleh cowok. Aku mempraktekkan gaya &#8220;family style&#8221; pada Siska dan aku langsung orgasme dan ingin memuncratkan maniku. Melihat itu, Susan langsung meng-&#8221;intercep&#8221; aksiku dengan menyodorkan lubang kemaluannya untuk kusemprot dengan spermaku, dia minta disembur di dalam bukan di luar, ternyata dia tak takut hamil nanti. Lingga minta sedikit untuk dituangkan di mulutnya, Lingga bilang itu obat awet muda dan tetap mulus. Siska jelas cemburu melihatnya, ia langsung mengemut batang kemaluanku untuk mengumpulkan spermaku yang masih tersisa, ia membersihkan kemaluanku dengan bersih sampai mengkilat, bibir dan gusinya penuh dengan lendir maniku ia menelan ludah dalam-dalam sambil meremas-remas batang kemaluanku yang sudah mulai terkulai lemas.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam mulai larut, tak kusangka kami sudah melakukan kegiatan ini lebih dari 3 jam. Aku bergegas berpakaian, kucari cari dimana celana dalamku, ternyata Lingga sedang asyik menjilati celana dalamku, segera kurebut dari genggamannya, karena ia masih bugil jadi kuberi salam perpisahan berupa cubitan kecil di clitorisnya dan segera bergegas pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuambil motor Tornado-ku yang kuparkir di dekat kampus dan ternyata Siska yang sudah berpakaian lengkap menghampiriku dan meminta tumpangan pulang ke rumahnya di daerah Karang Anyar yang masih dekat dengan rumahku, sepanjang perjalanan pulang, ia menekan-nekan payudaranya ke arah punggungku, hal itu jelas mengacaukan konsentrasiku mengendarai motor.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuantar Siska ke rumahnya, ia bilang, &#8220;Makasih yah! Tadi kamu belain aku di depan dia orang! Emang udah kebiasaan si Susan ama Lingga ngecengin gua padahal lu tadi ama gua puas kan? Kalo mau nambah lagi masuk yuk! kebetulan bonyok gua ke luar kota nih!&#8221;Aku bilang, &#8221; Laen kali aja deh, udah kemaleman! nanti kapan-kapan kita lanjutin berdua aja yah! OK!&#8221;Kuberi salam perpisahan dengan mengelus payudaranya yang sudah agak kaku. Dan akhirnya aku pulang ke rumah dengan lemas kuparkir motorku dan berjalan gontai masuk kamarku tanpa ketahuan orang rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokkan harinya di kampus, mereka berdua berterimakasih padaku atas waktu dan kepuasan sejati yang kuberikan. Sampai saat ini, biarlah cerita ini menjadi rahasia kecil bagi kami berempat. Kusimpan beberapa helai bulu kemaluan Lingga sebagai souvernir. Mereka memang betul-betul mampu memuaskan nafsu iblisku yang terpendam selama ini. Dan kalau mereka ingin mengulang momen nikmat tersebut, mereka akan langsung segera menghubungi &#8220;adikku&#8221; yang selalu meluangkan waktu dan bersedia melayani &#8220;keinginan&#8221; dan &#8220;permohonan&#8221; mereka yang sebenarnya kucintai.</p>
<p style="text-align: justify;">TAMAT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/susan-lingga-dan-siska/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memek Ayam Kampus</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/memek-ayam-kampus/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/memek-ayam-kampus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 21:04:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[bispak]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[perek]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2850</guid>
		<description><![CDATA[Sadis juga nih Mahasiswi sebuah PTS&#8230; biasanya kalau kiriman uang bulanan dari kampung telat jadi deh menjalani profesi ganda sebagai ayam kampus&#8230; nih pasti ayam kampus yang lezattttt tapi harganya mahal&#8230;. nafsuin juga hahaha ya gitu deh&#8230; selamat menikmati pokoknya harap tenang dan teratur ya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sadis juga nih Mahasiswi sebuah PTS&#8230; biasanya kalau kiriman uang bulanan dari kampung telat jadi deh menjalani profesi ganda sebagai ayam kampus&#8230; nih pasti ayam kampus yang lezattttt tapi harganya mahal&#8230;. nafsuin juga hahaha ya gitu deh&#8230; selamat menikmati pokoknya harap tenang dan teratur ya <img src='http://www.ceritasex.cn/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2852" title="ayam-kampus-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-1-248x300.jpg" alt="" width="248" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2853" title="ayam-kampus-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2854" title="ayam-kampus-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-3-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2855" title="ayam-kampus-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-4-282x300.jpg" alt="" width="282" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2856" title="ayam-kampus-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2857" title="ayam-kampus-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-6-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-2850"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2858" title="ayam-kampus-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-7-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2859" title="ayam-kampus-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-8-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2860" title="ayam-kampus-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-9-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2861" title="ayam-kampus-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-10-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2851" title="ayam-kampus-11" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/09/ayam-kampus-11-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/memek-ayam-kampus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Lari Orgasme Dikejar &#8211; Another Vani Sex Adventure</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/tidak-lari-orgasme-dikejar-another-vani-sex-adventure/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/tidak-lari-orgasme-dikejar-another-vani-sex-adventure/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 22:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Om Senang]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[HB]]></category>
		<category><![CDATA[horny]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngecret]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[peju]]></category>
		<category><![CDATA[sex adventure]]></category>
		<category><![CDATA[sperma]]></category>
		<category><![CDATA[toked]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[vani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2711</guid>
		<description><![CDATA[Waktu menunjukkan pukul 13.30 ketika Vani tiba Plaza Tendean, tempat janjian ketemuannya dengan Roland. Ketika di sms Vani bilang bahwa Vani pengen ketemuan, Rolland langsung menelpon. Rolland sebenarnya sudah bisa menebak alasan kenapa Vani minta ketemuan. Bagaimanapun, mereka pernah jalan bareng selama 6 bulan. “Ok deh Van, kita ketemuan di Plaza Tendean saja ya, kan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/vani1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2713" title="vani" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/vani1-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Waktu menunjukkan pukul 13.30 ketika Vani tiba Plaza Tendean, tempat janjian ketemuannya dengan Roland. Ketika di sms Vani bilang bahwa Vani pengen ketemuan, Rolland langsung menelpon. Rolland sebenarnya sudah bisa menebak alasan kenapa Vani minta ketemuan. Bagaimanapun, mereka pernah jalan bareng selama 6 bulan. “Ok deh Van, kita ketemuan di Plaza Tendean saja ya, kan lumayan di tengah-tengah tuh” kata Rolland di telepon. Vani mengiyakan. Lalu Rolland menambahkan “Tapi, gue mau lo berpakaian seperti ini…”. Vani mendengarkan ucapan Rolland, lalu wajahnya memerah jengah. “Ih, gila lo ya Land” kata Vani tersipu. “Mau nggak?” balas Rolland nakal. “Ya udah deh” jawab Vani pasrah, timbang ga jadi ketemuan dengan Rolland.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan disinilah Vani, menunggu Rolland yang masih dalam perjalanan. Orang-orang melihat seorang cewek cukup tinggi, berambut pendek warna brunette turun dari taxy, mengenakan kemeja terusan warna khaki. Belt coklat besar menghiasi pinggangnya, dan boot pendek yang sewarna dengan belt-nya menutup kakinya. Kemejanya yang tidak terkancing 2 kancing atasnya menunjukkan belahan toked putih Vani yang membusung. Vani masuk ke café **** dan langsung pesan minuman, lalu duduk manis di pojok café. Para karyawan &amp; pengunjung café memandang cewek yang duduk di pojok begitu jutek dan dingin, sehingga tidak ada yang mengganggu. Padahal, situasi diri Vani bertolak belakang dengan tampilan luarnya. Jantungnya berdebar kencang dan nafasnya agak tidak beraturan, akibat nafsu birahi yang menggelora sejak siang tadi. Mengapa si lonte ini belum-belum sudah horny habis seperti ini? Silakan baca runtutan peristiwa hari kemarinnya dan 2 jam sebelumnya di sini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sialan Rolland lama banget sih. Gue jadi makin deg-degan jadinya. Aduuhh..mana mhemek gue berkedut-kedut terus. Makin basah deh…” runtuk Vani dalam hati tak berdaya mengekang nafsu birahinya. Padahal Rolland cuma terlambat sekitar 5 menitan. Vani berupaya mengalihkan perhatiannya dengan mengecek status FBnya di HP. Tiba-tiba ada seseorang sudah berada di samping Vani dan langsung menyapa “Hai Van. Sory agak telat ya” sapa Rolland. Agak kaget Vani mendongak ke samping, dan dengan senangnya bangkit untuk memeluk dan mengecup ringan pipi cowok tersebut. “Ih tambah gemuk aja lo” ujar Vani genit. Rolland memang berperawakan agak gemuk. Keliatannya, kerjaannya yang di belakang meja, memanjakan perut dan tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka langsung beranjak pergi menuju tempat mobil Rolland di parkir. Rolland melirik ke arah Vani yang menggelayut manja di lengannya. Karena Vani sekepala lebih rendah dari Rolland, dengan mudah Rolland melihat ke belahan toked Vani yang menantang. “Ehm, keliatannya lo ngikutin request gue nih” kata Rolland dengan seringai nakal. “hu-uh.. Iya, gue ga pake BeHa” rajuk Vani manja dan agak tersipu. Rolland terkekeh puas. Akibat tidak memakai BeHa pulalah, nafsu Vani semakin tak tertahannkan. Rasa khawatir orang-orang bakal tahu kalo tokednya cuma ditutupi sehelai kain tipis kemejanya, dan gesekan halus bahan kemeja pada putingnya, membuat puting Vani menegang horny.</p>
<p style="text-align: justify;">Mobil Rolland di parkir di basement yang sepi. Tak ada petugas parkir yang berkeliaran seperti halnya di mall-mall besar. Begitu Vani masuk dan duduk di sebelah Rolland, Rolland langsung meraih kepala Vani, dan melumat bibir sensual Vani dengan penuh nafsu. Vani meladeni ciuman Rolland dengan nafsu yang tak kalah hebatnya. Hampir semenit kedua insan penuh birahi ini saling melumat bibir, memainkan lidah di mulut pasangannya dan diselingi gigitan kecil di bibir bawah. Nafas Vani semakin memburu dan jantungnya berdebar makin kencang, ketika tangan kanan Rolland dengan bebasnya masuk ke balik kemejanya dan merengkuh toked sebelah kirinya dengan ganas. “Uuuugggnnnnnnn…” desah Vani refleks keluar begitu merasakan tokednya diremas-remas oleh Rolland. Tubuh Vani jadi menggelinjang kecil ketika putingnya dijepit kuat oleh jari Rolland, dan dipilin-pilin.<br />
<span id="more-2711"></span><br />
Tidak peduli mereka sedang di tempat umum, Rolland membuka 2 kancing lagi dari kemeja Vani dan menyibakkannya ke samping. Kedua buah melon segar berwarna putih muncul ke permukaan, menantang pandangan Rolland. Puting Vani yang besar sudah mengacung tegak sebagai indikator empunya sedang dilanda libido tinggi. Mata Rolland melotot demi melihat sepasang toked yang besar dan indah tersebut. “Gila, makin gede aja toked lo Van. Cowok lo pasti rajin nggarap toked lo ya” ujar Rolland tersengal-sengal penuh nafsu. Vani bersemu merah dan tidak sempat menyelesaikan jawaban karena kedua tangan Rolland langsung maju dan meremas kedua tokednya kuat-kuat. “Gitu ddee…hmmppffffffff..sssshhhh..” desah Vani lebih erotis lagi. Sambil jari-jarinya memutar-mutar bongkahan toked Vani dan memilin-milin putingnya, Rolland berkata “Buka paha lo Van, gue pengen lihat lo pegang janji ga”. Sambil tetap mendesah-desah menahan kenikmatan di dadanya, kedua tangan Vani bergerak untuk melepaskan 2 kancing terbawah kemeja terusannya, kemudian menyibakkannya ke samping. Rolland dengan jelas melihat gundukan montok mhemek Vani yang berjembi tipis di puncak belahan mhemek itu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hehehe.. pasti lo horny habis disepanjang jalan karena ga pake BeHa dan CD ya Van” kekeh Rolland penuh kemenangan. “Buka paha lo” perintah Rolland sambil tangannya membuka paha putih mulus Vani. Jemari Rolland langsung meremas kedua bongkah bakpao montok tersebut. “Aiieehhh…..Ahhhhh…” pekik Vani kaget. Dari selangkangannya seolah ada kejutan listrik yang langsung bergerak menyebar ke seluruh tubuhnya. Apalagi Rolland tidak berhenti sampai meremas-remas saja, jari tengahnya langsung menyelusup masuk ke belahan bibir mhemek Vani dan langsung dikocok. “Ahhh.. ahhhh… sssshhhhhh…. “ Vani menggeliat-geliat keenakan, karena mhemeknya yang sudah gatal dari 2 jam yang lalu mendapat pemuasannya dengan garukan-garukan cepat jari Rolland.</p>
<p style="text-align: justify;">“Busett.. udah banjir mhemek lo Van. Jiwa lonte lo jadi makin parah saja” seringai mesum Rolland menghiasi wajahnya. Jari tengah Rolland makin cepat mengocok mhemek Vani. Vani meremas kuat bahu Rolland dan kepalanya menggeleng-geleng resah “Auhh.. ahhh.. Landd… chukup L..aannd… Jhang..jangan di sini dhonng…aahhhh…” rengek Vani tengsin campur horny, karena takut ke-gap satpam. Rolland menghentikan kocokannya dan mengeluarkan jari tengahnya dari mhemek Vani. Sambil menjilati jari tengahnya yang basah oleh cairan mhemek Vani tersebut, Rolland berkata “Hehe gue setuju. Gue juga udah ga tahan ngenthotin lo Van. Gue udah book kamar di hotel depan situ”. Rolland menghidupkan mesin dan mulai bergerak meninggalkan parkir Plaza, sementara Vani memperbaiki kondisi pakaiannya yang terbuka dimana-mana.</p>
<p style="text-align: justify;">Memasuki parkiran hotel M*******a, kedua nafsu manusia ini hampir tidak tertahankan. Ketika Rolland menuju meja resepsionis untuk mengambil kunci kamar, Vani yang menunggu di sofa mendengar HPnya berdering. “”wah Angel. Gue angkat ga ya?” pikir Vani. Tapi ada naluri yang memaksa Vani untuk mengangkat telepon. Baru saja Vani selesai bilang halo, suara panik Angel terdengar di ujung satunya “Vannnnn.. lo kemana aja sihh…”. “Ada apa emangnya Ngel” Vani agak heran. “Lo lupa ya, hari ini kan kesempatan terakhir lo serahkan paper AB ke mr HB. Minggu lalu sudah diampuni sama die, masa lo lupa kalo batasnya hari ini lo harus serahin. Lo mau baru bisa ngulang setahun lagi?” cerocos Angel. “Astaga… gue betul-betul lupa” Vani tersadar dan langsung panik. Paper itu berbobot 50% dari total penilaian mata kulian Mr. HB (Lengkapnya ni dosen bernama David Hutabarat. Cuma anak-anak manggilnya mister HB). Ini mata kuliah wajib, yang jadi prasyarat beberapa mata kulian yang Vani harus ambil semester depan. Gawat kalo sampai ga lulus. “Mr. HB bilang dia tunggu sampe jam 3 ni sore Van. Mending lo sekarang cepet kemari. Bawa tugas ga bawa tugas ga penting. Yang penting lo ngadep dia dulu. Ok?” lanjut Angel cepat.</p>
<p style="text-align: justify;">Buru-buru Vani pamit cabut ke Rolland yang sudah menenteng kunci kamar. “Aduhh Rolland.. sory banget yaa… Gue harus ke kampus nih.. Darurat nine-one-one masalahnya. Udah ya, gue cabut dulu. Ga usah diantar deh…”cerocos Vani. Setelah cium sekali pipi Rolland yang bengong, Vani langsung lari ke pintu lobby dan masuk ke taxy yang memang ada di depan hotel. “Lho? Kok jadi gini?” Rolland terpana dan memandang sedih ke selangkangannya. Setelah tersadar, dia mulai menekan tombol HP-nya dan berbicara “Mia, bolos kantor yuk…”.</p>
<p style="text-align: justify;">Di dalam taxi, otak Vani mulai berpikir cepat menyusun bermacam skenario dan alasan agar bisa mendapat pengampunan dari Mr. HB dan paling tidak tambahan sehari lagi untuk serahkan paper tersebut. Paper Vani belum kelar. Biasanya butuh sekitar 1 jam untuk sampai ke kampus Vani dari area situ. Tapi, berkat desakan Vani ke abang sopir taxy, tak sampai 45 menit mereka sudah sampai kampus.<br />
Pukup 14.50. Vani berlari kecil ke arah ruangan Mr. HB di lantai 3. Setelah sampai kampus tepat waktu, perasaan Vani sudah jauh lebih tenang. Vani yakin bisa merayu Mr.HB untuk memundurkan deadline sampai besok. Sudah rahasia umum kalau Mr.HB yang mata keranjang pilih kasih dengan mahasiswi-mahasiswinya, timbang para mahasiswa. Apalagi bagi mahasiswi yang cakep dan seksi. Vani cukup berpakaian seksi di ujian lisan Mr.HB, dan soal yang keluar lebih mudah bahkan dikasi petunjuk segala (disinggung di cerita pertama. Klik saja ini).</p>
<p style="text-align: justify;">Vani mengetuk tiga kali pintu ruangan Mr. HB, sebelum mendengar suara bariton yang menyilakannya untuk masuk. Begitu kepala Vani nongol, Mr. HB langsung tersenyum “Ahh.. ini dia si Vani yang cantik. Kemana saja kau Manis. Duduk, duduklah kau” ujar Mr. HB bermulut manis mempersilakan Vani duduk di depan meja kerjanya. Begitu menghenyakkan pantatnya di kursi, Vani langsung pasang tampang memelas “Pak.. minta tolong dong.. Tambah sehariii saja, pasti besok Saya sudah bisa serahin paper AB saya Pak” rayu Vani dengan manisnya. “Wah, tidak bisa itu. Kau dan teman-teman kau sudah Bapak kasi kelonggaran sampai dua kali. Tidak ada lagi mundur-mundur deadline” tegas si Mr. HB walau tetap dengan tersenyum. Sambil mencondongkan badannya kedepan sehingga agak membungkuk Vani berkata “Pak, sudah 2 hari ini saya nungguin tante saya di Rumah Sakit. Baru pulang siang tadi. Kalo nggak gitu, pasti paper sudah selesai Pak. Boleh ya Pak”. Mr. HB menelan ludah, karena dari posisinya dia bisa melihat dengan jelas belahan toked Vani yang menonjol. “Puas-puasin deh lo liat toked gue. Yang penting, mundurin deadline-nya sehari” batin Vani penuh percaya diri.</p>
<p style="text-align: justify;">“Wah, susah posisi Bapak kalo begini. Apa kata teman-temanmu kalau kau mendapatkan kelonggaran dari Bapak” Mr. HB masih berusaha tegas, tapi matanya tetap melotot memandang lurus ke belahan gunung kembar di depannya. “Ayolah Pak, nggak ada yang bakal tahulah kalo Bapak ga cerita-cerita” desak Vani terus. Tiba-tiba si Mr. HB bangkit dari kursinya dan berjalan menuju sisi Vani lalu duduk di atas meja tepat di samping Vani “Boleh saja. Tapi ada syaratnya” kata si Mr. HB sambil tetap memandangi belahan dada Vani. “Syarat apaan Pak?” tanya Vani sudah mulai khawatir melihat perilaku Mr. HB. “Kubari kau waktu sehari lagi untuk kumpul itu paper, asal kau ijinkan aku meremas-remas kau punya susu itu hehe” ujar Mr. HB sambil menyeringai mesum.</p>
<p style="text-align: justify;">“HEHH..” kaget Vani mendengar penawaran mesum Mr.HB dan reflek menutup dadanya dengan kedua tangannya. “Terserah kau Vani. Bapak cuma tawarkan solusi yang win-win buat kau. Bapak senang, kau pun senang” ujar Mr.HB dengan lagak tidak butuh. “Aduhh.. gue kasi ga ya? Kalo ntar dia nglunjak gimana? Tapi gue juga ga mau ngulang lagi tahun depan” Vani menimbang-nimbang penawaran tersebut dalam hati. Vani tidak sadar kalau tangannya turun dan tidak lagi menutupi tokednya ketika sedang berpikir untuk terima atau tidak tawaran Mr.HB tersebut. Tapi Mr.HB menganggap diamnya Vani dan fakta bahwa Vani tidak lagi melindungi tokednya, sebagai tanda bahwa Vani menerima tawarannya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“AAHH…” Vani memekik kaget ketika dua tangan muncul dari balik punggungnya dan langsung meremas kuat-kuat kedua bongkah tokednya. “Lho.. Bapak ngapain sihh.. Kan saya blumm..Aakkkhhh… ahhh… hmmppfffffffhhhhh..” protes Vani terpotong desahannya karena mendadak gelombang listrik dan kenikmatan melonjak dari kedua putingnya. “Kau ternyata tidak pake BeHa Vani… kenyal sekali toked kau ini” ujar Mr.BH di samping telinga Vani sambil memilin-milin puting Vani dari balik kain kemejanya. Rangsangan pada tokednya yang tiba-tiba ini, seolah mengingatkan tubuh Vani bahwa ada libido yang terpendam dan menuntut untuk dipuaskan sejak siang tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Serangan tangan Mr.HB semakin gencar. Kedua tanganya sudah menyelusup ke balik kemeja Vani, dan dengan leluasa meremas-remas melon putih dan kenyal tersebut. “Hahhhh…haahhh… aammmhhhhhffffff…” desah Vani keenakan, apalagi lidah Mr.HB menjilati leher jenjang Vani dengan liarnya. Mr.HB kini pindah berlutut di samping Vani. Beliau sudah tidak tahan untuk mencaplok toked Vani yang menggiurkan tersebut. Mr.HB membuka mulutnya lebar-lebar, dan menelan ¼ toked Vani dari ujung putingnya. Kemudian Mr.HB menghisap kuat-kuat puting Vani yang sudah menegang keras sampai keluar suara yang keras. Sluuuurrppp.. Slurrrppppp… Terang saja Vani semakin belingsatan tokednya diperlakukan seperti itu, karena tokednya sensitif banget. “Aaaahhhhaaaahhhh…. Haahhhhhh…SShhhhhhhhh.. Enak banget Pakk…” erang Vani tak tertahankan lagi. Menyadari muridnya makin terangsang, perlakuan Mr.HB pada toked Vani semakin menjadi-jadi. Cupangan memerah menyebar di sekujur bulatan toked Vani yang putih. Gelinjang tubuh Vani pun menjadi-jadi, sehingga bagian bawah kemejanya tersingkap dan membuat Mr.HB terhenyak. “Kau juga tak pakai celana dalam Vani.. Wah wah.. kau memang sudah siap untuk dienthot ternyata” ujar Mr.HB penuh sukacita sambil memasukkan jari tengahnya ke sela-sela mhemek Vani yang sudah basah kuyup. Begitu jari tengah Mr.HB melesak sepenuhnya ke dalam lubang mhemeknya, tubuh Vani langsung melengkung dan lenguh kenikmatannya terdengar “Ouuhhhh….hhhuuuuhhh… iyhaa.. iyhaa… disitu Pak.. benar disitu Pak.. kocok yang kenceng Phak…” pinta Vani penuh nafsu. Dengan senang hati Mr.HB memenuhi permintaan anak didiknya itu. Jari tengahnya keluar masuk mhemek Vani, dan diselingi gerakan mengobel-ngobel yang agak kacau, sehingga bunyi kecipakan becek terdengar. Tak sampai semenit Vani mulai merasakan bahwa rasa gatal yang menggerayangi sekujur mhemeknya terasa semakin menghebat. Semakin kencang dikocok, rasa gatal tersebut semakin memuncak dan meruncing ke bibir-bibir mhemeknya. Dan tanpa dapat ditahan lagi, orgasme pertama Vani di hari itu meledak juga. “OAAAAAAHHHHH….. AGGHHHHH….HHAAAHHHHHHH..” lenguh Vani panjang sampai punggungnya ikut melengkung akibat terpaan gelombang orgasme yang sudah dinanti-nantinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mr.HB sempat terpana demi menyaksikan betapa hebatnya reaksi orgasme Vani. Sedetik kemudian ia tersadar, dan cepat-cepat bangun untuk melepas celananya. Ketika Vani mendapatkan kembali kesadarannya 30 detik kemudian, Mr.HB sudah hendak melepaskan celana dalamnya. Cepat-cepat Vani berdiri dan berkata “Ehh.. Bapak mau ngapain? Perjanjiannya kan cuma remas-remas susu. Ini kan sudah lebih dari remas-remas” ujar Vani ketus.“ Sambil tetap melorotkan celana dalamnya Mr. HB berkata “Sudahlah Vani, Bapak tau kau juga lagi horny. Kuberi kau poin A kalau kau mau Bapak enthot sekarang. Ya?” Mr.HB mencoba tawar menawar. “Hah? A? Bener ya Pak” tanya Vani. “Kalau gitu Bapak tulis dulu di kertas evaluasi Bapak, bahwa nilai Saya A, baru kita lanjut” ujar Vani licik. “Mana bisa begitu Vani. Kertas evaluasi kan baru Bapak bisa isi kalo sudah UAS” Mr.HB semakin desperate. Sambil berlagak mengancingkan kemeja bagian atasnya, Vani berkata “Ya sudah kalau begitu. Sampai ketemu besok ya Pak”. Susah payah bergerak karena celana dalamnya masih melingkar di mata kaki Mr.HB cepat-cepat berkata “Eh.. eh. Iya..iya.. Bapak nilai sekarang. Kau duduk saja manis di sofa sana ya”. Setelah itu cepat-cepat Mr.HB menaikkan CDnya dan membongkar-bongkar mejanya. Lalu setelah menulis singkat diatas sebuah map, Mr.HB mendekati Vani di sofa dan menyorongkan map tersebut. Di Form Valuasi, terlihat jelas cuma nama Vani yang sudah mendapat nilai A.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil tersenyum puas Vani berkata “Gitu dong Pak, kan gamp…Eeeiiihhhhh….Hmmppffh!!” Belum selesai Vani menyelesaikan ucapannya, Mr.HB sudah menerkam dan menindih tubuh Vani di sofa, lalu dengan buas melumat bibir Vani. Sambil menjilati leher Vani, tangan Mr.HB dengan cepat melepaskan belt yang melingkari perut Vani, lalu mengangkat kemeja terusannya tinggi-tinggi sampai seperut. Sehingga selangkangan Vani yang minim jembi terpampang dengan jelas. “Eh. Pak..Pak.. sabar Pak. Sabar Pak” Vani agak menyesali omongan asalnya tadi dan berusaha menutupi selangkangannya. Tapi Mr.HB yang sudah dikuasai nafsu birahi, dengan mudahnya menyingkirkan kedua tangan Vani hanya dengan tangan kirinya. Lalu tangan kanannya dengan cepat meremas gundukan mhemek Vani. “Pak jang…Aaahhhhhh….. Auhhhhhh…” ucapan Vani berganti lenguhan terkejut bernuansa nikmat. Cukup dengan beberapa kocokan saja, mhemeknya sudah banjir kembali. “Haahhh.. haahhhhh…. Oohhhhhh.. hmmmppffff….” desah Vani blingsatan karena mhemeknya kini dikocok dengan dua jari, yang kadang menggesek klitorisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sudah kuduga kau suka Vani hehehe..” tawa kemenangan Mr.HB terdengar. Tangan kirinya yang sudah tidak perlu memegangi Vani, cepat-cepat melorotkan CDnya. Konthol Mr.HB yang hitam pekat langsung tampil mengacung tegak. Mr.HB yang konaknya sudah di ubun-ubun, langsung mengangkangkan lebar-lebar paha Vani. Sambil mengocok-ngocok pelan kontholnya, Mr.HB mulai mengarahkan palkon-nya ke bibir mhemek Vani. Vani tidak hanya pasrah, tapi juga sudah berharap agar konthol tersebut menghujam mhemeknya. “[i]Ah… kontolnya si tua ini kecil. Tapi tak ada rotan, akarpun jadi[i]” batin Vani. Tanpa cek medan dan kedalaman, Mr.HB langsung membenamkan dalam-dalam kontol ukuran 11cm-nya ke dalam lobang kenikmatan Vani. Membuat Vani agak tersedak dan melenguh pendek “Heeggghhh..umhh..”. Mr.HB langsung menyeringai puas “Aggghh.. rapat sekali meqi kau ini Vani..hahhhh”.</p>
<p style="text-align: justify;">Mr.HB langsung menggenjot Vani dengan kecepatan tinggi. Lenguhan kenikmatan Mr.HB mengalahkan desahan erotis Vani yang mulai menikmati pompaan konthol Mr.HB di liang mhemeknya. “Hmmm…ahahhh.. ahhh.. iya Pak.. betul gitu Pak.. lebih cepat Pak.. ahhhh..” ceracau Vani keenakan. Mendengar ceracau Vani yang mesum itu, Mr.HB semakin kehilangan kontrol. Tangannya mencengkram toked Vani kuat-kuat, dan genjotan pinggulanya semakin tidak beraturan. Tiba-tiba, “AAAAHHHHHH…. AKU KELUARR..” lenguh Mr.HB kuat. Peju Mr.HB menyemprot-nyemprot di dalam mhemek Vani. Vani terpana. Baru 3 menit ngeseks, Mr.HB sudah ngecret.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil masih tersengal-sengal, Mr.HB jatuh di atas tubuh Vani. “Hebat sekali kau Vani. Belum pernah Bapak ngrasakan meqi senikmat kau punya” puji Mr.HB sambil beranjak bangkit karena dilihatnya Vani kesusahan bernapas. Dengan mudahnya konthol Mr.HB terlepas dari mhemek Vani, dengan diikuti leleran pejunya yang banyak mengalir di bibir mhemek Vani. Vani gondok setengah mati. “Kupret! Baru juga gue naik. Ini mah bukannya terpuaskan, malah makin horny gue jadinya” batin Vani kesal sambil memperbaiki pakaiannya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ya udah Pak. Saya pamit kalo gitu. Ingat ya, cuma sekali ini Bapak bisa nikmatin tubuh Saya. Kalau Bapak mencoba lagi, Saya laporkan ke Dekan kalau Bapak menyalahgunakan kekuasaan sebagai Dosen” sambil berkata seperti itu, Vani memphoto Mr.HB yang bugil dan langsung keluar ruangan dengan judesnya. Mr.HB cuma bisa bengong, dan lemes (tapi puas hehehe). Vani cepet-cepet keluar sebenarnya karena tidak ingin ketahuan si dosen mesum itu kalau dia masih konak habis. Vani cuma ingin cepat-cepat ke toilet untuk membersihkan mhemeknya dari sisa peju, kemudian langsung masturbasi. Sudah ga tahan bo’!</p>
<p style="text-align: justify;">Toilet yang berjarak hanya 10 meter dari ruangan Mr.HB serasa berkilometer bagi Vani yang nafsunya meledak-ledak. Jantungnya berdebar keras, nafas Vani memburu dan mhemeknya berkedut-kedut protes minta dikocok. Toilet cewek yang terletak bersebelahan dengan toilet cowok, tidak ada orang sama sekali di dalamnya. Maklumlah, sudah sore jadi banyak mahasiswa dan dosen yang sudah pulang. Vani langsung masuk ke bilik paling dekat pintu, dan membuka pahanya lebar-lebar agar mudah disemprot dengan air. Semprotan keras air terasa sangat nikmat di mhemeknya. Tidak berlama-lama membersihkan, Vani langsung duduk di atas toilet yang telah ditutup atasnya. Dibukanya pahanya, jari telunjuk dan tengahnya bergerak membelai bibir mhemeknya, lalu masuk ke dalam mhemeknya yang sudah banjir lagi. “Hmmmmmmppfffff….sshhhhhhh… ouuhhh… enaknyaa..” desah Vani perlahan, berusaha agar suaranya tidak terlalu keras. Tapi, setelah semenit, Vani sudah lupa situasi, sehingga kocokan dan suaranya makin menjadi-jadi mengiringi nafsunya yang menggelora. “Aahhhhhhhh…. Hahhhhhh… Ouggggghhhhhhh……” lenguh Vani dalam kungkungan birahi. “Ini dia.. ini dia.. aduuhh mhemek gue makin gatelllll…..shhhhhh..” batin Vani yang titik orgasmenya semakin mendekat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba pintu bilik Vani terbuka lebar dan seseorang berdiri tegak di hadapannya. Vani nyaris tersedak karena kagetnya, plus dia hampir saja mencapai klimaksnya. “Oh elu Van. Gue pikir kuntilanak lagi indehoy” kata orang tersebut sambil cengar-cengir. Vani yang terkesima sampai lupa mengangkat tangannya dari selangkangannya, cuma bisa berkata tergagap “Oh..ehh.. Ethan.. Kok lo disini?” tanya Vani salah tingkah. Ditengah rasa shocknya akibat ke gap lagi masturbasi oleh Ethan, Vani setengah tidak sadar kalau Ethan berjalan mendekat dan mengangkat tubuhnya ke pelukan Ethan. Vani baru sadar ketika mukanya sudah dekat sekali ke muka Ethan, yang berkata “Kalo lo lagi horny, napa ga call gue aja. Gue selalu siap kok kalo buat elo” ujar Ethan. Belum sempat Vani membalas ucapan itu, bibirnya sudah dilumat oleh Ethan. Vani gelagepan tapi tidak bisa melepaskan diri dari pelukan Ethan yang kuat. Tidak butuh lama, nafsu Vani sudah menguasai akal sehatnya. Ciuman Ethan diimbangi oleh french kiss Vani yang basah dan panas. Tangan Ethan dengan aktifnya meremas-remas pantat Vani yang sekal dan menonjol. Tiba-tiba Ethan melepaskan ciumannya “Van, kita pindah tempat yuk. Gue tau tempat yang lebih nyaman” kata Ethan agak tersengal-sengal. Tidak menunggu reaksi Vani, Ethan langsung menyeret tangan Vani keluar dari toilet.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan sebenarnya tidak sengaja masuk toilet cewek, hanya karena toilet cowok airnya tidak ngalir. Tapi, begitu masuk suara lenguhan cewek terdengar bergema. Story selanjutnya, sudah Anda baca di atas. Vani blingsatan memperbaiki pakaiannya karena Ethan menarik Vani di sepanjang koridor, naik menuju ke lantai 4. Walaupun Vani sebenarnya tidak perlu kuatir, karena koridor bangunan itu kosong. Ternyata Ethan mengajaknya menuju ruangan sekretariat forum mahasiswa manajemen, yang entah bagaimana Ethan punya kuncinya. Setelah masuk ruangan, Ethan mengunci pintu lalu berdiri menghadap Vani “Buka baju lo Van” perintah Ethan. Seperti dihipnotis, Vani langsung menurutinya. Pertama-tama belt besarnya dilepaskan, lalu satu persatu kancing kemejanya diloloskan, maka kemeja terusan Vani pun jatuh tergeletak di lantai. Vani berdiri menantang tanpa sehelaipun benang menutupi, hanya bot coklat berhak semi tinggi yang tetap terpakai, yang malah membuat penampilannya semakin slutty. Ethan pada saat yang sama juga sedang melepaskan celana dalamnya, untuk kemudian berdiri bugil dengan konthol setengah tegak. “Sepong konthol gue Van” perintah Ethan. “Uhh.. haruskah?” rajuk Vani, tapi tetap mendekat ke arah Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani berjongkok di depan Ethan, dan langsung menggenggam konthol hitam Ethan dengan tangan kanannya, lalu mulai mengocok. Kemudian tanpa ragu-ragu, Vani membuka mulutnya lebar-lebar dan memasukkan konthol Ethan sampai setengahnya dan mulai mengemutnya. “Ssshhh… gila.. enak Van..” desis Ethan keenakan sambil memegang kepala Vani dan menggerakannya maju mundur. Konthol Ethan semakin membesar di dalam mulut Vani, dan membuatnya agak kerepotan melakukan blowjob pada konthol selebar 5cm tersebut. Aroma konthol Ethan membuat libido Vani kembali naik ke level tinggi. Sambil melumat-lumat konthol, jari tengah tangan kirinya dengan aktif mengobel-ngobel mhemeknya sendiri. Keasikan masturbasi dengan mhemeknya, Vani malah lupa memblow job Ethan. Konthol Ethan cuma dipegang kuat-kuat, sedang Vani melenguh-lenguh keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan yang kesal, langsung menyuruh Vani mengambil posisi doggy di atas kasur gulung yang ditebar oleh Ethan. “Nungging Van, gue pengen nyodok lo dari belakang” perintah Ethan. Vani melakukannya dengan patuh. Kedua tangan menahan body depan, kaki tertekuk, paha terbuka selebar mungkin, dan pantat ditunggingkan. “Wow.. lo emang napsuin Van” ujar Ethan senang sambil menampar pantat Vani yang sekal dan bundar itu. “Ahhh.. “ Vani cuma mengerang pelan karena tamparan Ethan. Tanpa berlama-lama, Ethan langsung memasukkan palkonnya ke sela-sela bibir mhemek Vani yang sudah basah kuyup. Sambil memegang erat pinggul Vani, Ethan mulai menekan pinggulnya dalam-dalam. “Heeppp… shit.. masih sempit aja ni mhemek” maki Ethan senang, sambil menekan agak keras sehingga setengah batang kontholnya amblas, SLEPP… “Akkhhhhhh…. “ erang Vani agak keras, setengah kaget karena tiba-tiba mhemeknya disesaki oleh benda asing yang sangat tebal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil berusaha menoleh ke belakang, Vani memohon “Ayo Than, langsung dikocok.. Mhemek gue udah gatel banget nihh..” rengek Vani manja plus horny. Ethan semakin bersemangat untuk menggenjot Vani dari belakang. Pantat Ethan dengan aktif mulai maju mundur, menghajar mhemek Vani dengan hujaman-hujaman kontholnya yang besar. “Aaaahhhh.. haaahhhh… ouugggghhhh.. “ lenguh Vani. “Hmmppff.. buseet… gatel di dinding mhemek gue rasanya digaruk-garuk enak banget… Gede banget konthol si Ethan.. Gillaaaa….Mau tereak aja rasanya… aahhhhh..” batin Vani yang semakin terbuai nafsu birahi. Akibat pompaan Ethan, tubuh Vani terguncang-guncang maju mundur dengan kuatnya. Tokednya yang 36C tanpa ampun bergoyang-goyang heboh tak tentu arah. Ethan yang tidak puas cuma meremas-remas pantat Vani, menggapaikan tangannya untuk meraih toked Vani yang bergoyang bebas.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil meremas-remas sepasang daging kenyal bundar dada Vani, Ethan menceracau keenakan “Gillaa.. toked lo besar banget Van… Lo demen kan gue remes-remes gini..”. Ethan tak perlu jawaban langsung, karena lenguhan Vani yang semakin keras sudah menunjukkan betapa Vani juga menikmati setiap remasan di tokednya. Tidak sampai 5 menit digempur dengan doggy style, tubuh Vani sudah menegang. Lenguhannya semakin keras “Ahhh.. ouuuggghhhh.. yahh.. yahh.. cepetin Than.. cepetin ngocoknya..Ahh..ahhh..” Vani mencerocos di sela-sela erangannya. Memenuhi request Vani, Ethan meningkatkan RPMnya. Dan…….”OUUUUUUGGGGHHHHHH……. GUE KELUAR.. GUE KELUAR….AAAHHH…” jerit Vani sambil mengejan-ngejan. Ethan merasakan ada semprotan pelan di kontholnya. Diturunkan kecepatan kocokannya, untuk membiarkan Vani cooling down dan ambil nafas dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hah.. hah…hah… gila.. enak banget.Than..” ujar Vani yang nafasnya masih tersengal-sengal. Ethan pelan-pelan mencabut kontholnya. Walaupun sudah pelan-pelan, tetap saja Vani terpekik kecil ketika konthol itu dicabut. “Auh.. kok dicabut?” tanya Vani kaget. Ethan tidak berkata apa-apa, tapi langsung membalikkan tubuh Vani sehingga terlentang. Toked Vani yang menggunung indah menjadi sasaran lumatan bibir Ethan. Sambil meremas-remas dengan kuat, puting Vani dijilat-jilat dan dipermainkan dengan lidah oleh Ethan. Libido Vani langsung naik lagi. Bahkan rasa gatal di mhemeknya kembali dengan lebih hebat. “SShhhhhh… hhmmppfffff… “ desis Vani keenakan karena tokednya sekarang sedang dikenyot dan dihisap kuat-kuat oleh Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Haahh.. hahh… Than, gue mau diatas ya” pinta Vani. “Hehe gue emang pengen ngerasain goyangan lo Van” akur Ethan dengan usul Vani. Ethan terlentang dan Vani mengangkang di atasnya, mulai mengarahkan konthol Ethan ke lubang mhemeknya. Tanpa kesulitan batang konthol tersebut amblas langsung 3/4nya. “Heekkhhhhhh… uuuuhhhh… gede banget sihhh…” runtuk Vani yang matanya sampai terpejam karena kenikmatan yang dirasa ketika batang gemuk tersebut menerobos dan menggesek dinding-dinding mhemeknya yang licin. Vani langsung mulai menggoyang pinggulnya dengan gerakan naik turun, sambil tangannya bertelekan di perut sixpack Ethan. Slepp.. slepp.. sleppp… bunyi gesekan konthol dengan dinding becek mhemek Vani. “HHHhhhmmm… hhaahhhhh…. Sshhhhhh…” desah Vani menikmati setiap sentuhan. Karena Vani diatas, dengan mudah dia mengarahkan sentuhan-sentuhan konthol Ethan ke titik-titik yang Vani suka. Sekarang konthol Ethan amblas seluruhnya, dan Vani mulai melakukan gerakan maju mundur, dan diselingi oleh gerakan pinggulnya yang memutar-mutar. Sensasinya? Luarr biasaaa… Ethan merasakan kontholnya dipilin-pilin, dan diremas-remas dengan enaknya oleh cengkraman dinding-dinding licin yang panas mhemek Vani. “Ahhh.. hhaaahhh… gillaa mhemek lo enak bener Vannn….” erang Ethan yang sampai merem melek saking enaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih cepat dari ronde pertama, Vani sudah hampir mencapai orgasmenya lagi. Konthol Ethan menggesek-gesek tepat di titik g-spot Vani. Rasa gatal yang sangat hebat terasa mengumpul disekujur selangkangan Vani, membuat Vani semakin blingsatan goyangannya berusaha menggaruk setiap titik gatal tersebut. Ethan yang tau Vani akan mencapai orgasmenya lagi, mempercepatnya dengan meremas tokednya yang tergantung bebas sambil memilin-milin putingnya. Betul saja, detik berikutnya Vani merasakan ledakan kenikmatan muncrat di lubang senggamanya “OOOAAHHHHHH……. AAAAAUUHHHH…. OUHH… Ouuhhhh…. hmmmmppffffff…” jerit Vani penuh kepuasan. Tubuh Vani bergetar dengan hebatnya, dialiri sengatan listrik orgasme yang bersumber dari mhemeknya dan menyebar ke seluruh tubuh. 15 detik setelah gelombang klimaksnya berlalu, Vani menjatuhkan diri di atas tubuh Ethan. Nafasnya masih tersengal-sengal.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan yang sudah merasa tanggung, tidak lagi menunggu Vani siap. Tangan Ethan menggapai pantat Vani dan mengangkatnya sedikit, agar ada sedikit celah antara selangkangannya dengan selangkangan Vani. Ethan mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, karena kontholnya masih menancap dalam di mhemek Vani. Ethan mengocok dengan cepat. Plak..plak.. plak.. slep..slepp. sleppp.. bunyi benturan kontol Ethan dengan mhemek Vani, ditingkahi oleh kecipak becek cairan mhemek Vani. “Ahh.. ahh. Thann.. tung… tunggu… jangan dikocok lagi.. ngiluu..” rengek Vani lemas. Tapi, Ethan malah mempercepat kocokannya. Tapi, ternyata akibat kocokan ini, rasa ngilu di mhemek Vani cuma tarasa sebentar. Sekarang malah rasa gatal itu kembali dengan lebih hebat lagi. Tanpa diduga, gelombang orgasme yang lebih dahsyat dari sebelumnya meledak di selangkangan Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">“HIAAHHHHHH…..AAAAHHHHH… OUUFFFHHHHHH…. GUE KELUAR LAGI THANNNN” pekik Vani yang mencapai orgasmenya lagi dengan mata terpejam kuat dan tangan meremas pundak Ethan kencang-kencang. “Hahh.. hah…. Gila.. gila… gue keluar lagii…” desah Vani lemas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan bergerak menggulingkan tubuhnya, sehingga sekarang Vani yang ditindih. “Than.. time out.. time out..Gue nyaris pingsan nih..” Vani memohon dengan suara lemas. “Sorry Van, gue udah nanggung banget nih. Tahanin bentar lagi ya. Gue udah mo keluar juga kok” kata Ethan dengan nafas memburu karena birahinya sudah diubun-ubun kepala. Tanpa menuggu persetujuan Vani, Ethan langsung tancap torsi tinggi dalam posisi misionaris. Konthol Ethan menghujam mhemek Vani tanpa belas kasihan. Keluar masuk dengan cepat, berputar-putar, mengobel-ngobel dinding mhemek yang sempit dan semakin banjir itu. Tanpa bisa ditahan, Vani mengalami orgasmenya yang entah untuk keberapa kali. “ETHANNN… GUE YANG KLUARR NEEHHHH… EEHHHHHHHHMMMMM..” teriak Vani kesal tapi penuh kenikmatan, sambil kelonjotan di bawah tubuh Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan mencabut kontholnya, diiringi lelehan banjir peju dan cairan mhemek Vani. Ethan langsung mengambil posisi di atas perut Vani, dan menjepitkan kontholnya di sela-sela toked biadab Vani. Kedua telapak tangan Ethan merangkum kedua bongkah susu ranum tersebut, dan menjepitkannya kuat-kuat ke kontholnya yang sudah hampir meledakkan peju. Konthol Ethan dikocok dengan cepat di sela-sela toked Vani “Ouuh.. I lovee tits fuck..” lenguh Ethan kenikmatan. Tak sampai setengah menit, Ethan merasakan ada gerakan aliran dari pangkal batang kontholnya menuju ke palkonnya. Rasa gatal di palkonnya pun semakin menghebat. Dan ledakan orgasme Ethanpun terjadi juga “OOOOOHHHH… SHIIITTTTT……” lenguh Ethan keras. Semprotan peju langsung menembak. Lelehannya memenuhi toked dan wajah Vani. Selama beberapa saat Ethan menikmati kenikmatan di klimaksnya tersebut, sambil pelan-pelan membersihkan kontholnya di belahan toked Vani. Kemudian Ethanpun langsung terbaring lemas di samping Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir 3 menit tidak ada yang berbicara. Hanya nafas memburu yang terdengar semakin perlahan, seiring lewatnya badai kenikmatan seksual. Ethan memiringkan badannya dan langsung menatap Vani. “Gue pikir lo udah ga mau lagi ngenthot sama gue Van” ujar Ethan sambil nyengir nakal. Muka Vani bersemu merah, tapi masih berusaha menjawab dengan ketus “Gue kepepet. Lagi horny habis, ga ada partnernya”. Ethan masih keras kepala “Udah deh. Akuin aja.. si Albert juga ga bisa muasin kaya gue kan?” ujar Ethan dengan PeDenya. Walaupun itu benar, Vani gengsi mengakuinya “Huu.. siapa bilang”. Tapi, ucapan Ethan berikutnya mengejutkan Vani “Lo mau ga jadi fuck buddy gue?” “Hah? Maksud lo?” tanya Vani. “Iya.. fuck buddy. Kalo lo butuh seks, lo bisa ajak gue. Begitu juga sebaliknya. Tapi cuma sebatas seks. No other commitment. Jadi cowok lo tetep Albert. Ok ga?” terang Ethan. Vani agak bimbang menjawabnya. Kalau mengikuti kata hati (dan kata mhemek), Vani jelas maulah. Cuma gengsi kalo langsung mengiyakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba Ethan menyosor bibir Vani dan melumatnya. “Gue anggap diem lo itu tanda setuju”. Sambil membalas lumatan bibir Ethan, fantasi Vani mulai membayangkan petualangan seks macam apa lagi yang akan dialaminya bersama Ethan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/tidak-lari-orgasme-dikejar-another-vani-sex-adventure/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisa Ga Ya Gue Nidurin Donna? &#8211; Another Vani Sex Adventure</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/bisa-ga-ya-gue-nidurin-donna-another-vani-sex-adventure/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/bisa-ga-ya-gue-nidurin-donna-another-vani-sex-adventure/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 15:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[anal]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[dona]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[toked]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2701</guid>
		<description><![CDATA[Sudah setengah jam ini suara dengusan nafas yang memburu dan lenguhan penuh birahi terdengar sayup-sayup dari sebuah kamar kos di bilangan Jakarta Selatan. Suaranya tentu saja lebih heboh dan tidak beraturan bila di dalam ruangannya sendiri. Ethan sedang nafsu-nafsunya menggenjot Dea, anak Psikologi semester 5, dengan posisi Missionaris. Tangan kiri Ethan menjambak rambut Dea, tangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sudah setengah jam ini suara dengusan nafas yang memburu dan lenguhan penuh birahi terdengar sayup-sayup dari sebuah kamar kos di bilangan Jakarta Selatan. Suaranya tentu saja lebih heboh dan tidak beraturan bila di dalam ruangannya sendiri. Ethan sedang nafsu-nafsunya menggenjot Dea, anak Psikologi semester 5, dengan posisi Missionaris. Tangan kiri Ethan menjambak rambut Dea, tangan kanannya sibuk meremas tak karuan toked Dea yang bulat kencang, dengan pinggul sibuk menggenjot naik turun. &#8220;Aahh.. ahh&#8230; egghh.. Thann.. janghan kenceng-kenceng ngocoknyaaa&#8230; Gue.. gue.. jadi mau kluarr lagiiii&#8230;.&#8221; rengek Dea yang sudah kelelahan. Tapi, Ethan malah memutar-mutar pantatnya sehingga batang kontholnya semakin ganas mengobel-ngobel mhemek sempit si Dea. &#8220;Akh.. mhemek lo masih ngremes-ngremes konthol gue gini kok. Nih.. rasainn..&#8221; tukas Ethan. Benar saja, tak sampai semenit Dea sudah merasakan sensasi gatal mau meledak di sekujur selangkangannya. Sambil memeluk erat (plus cakaran di punggung), lenguhan klimaks Dea terdengan:&#8221;MMMHHHHH&#8230; HUUAGGHHH&#8230;EUUHHHH&#8230; FUCCKK&#8230;&#8221;. Dea kelonjotan, kepalanya mendongak, seluruh tubuhnya menegang karena sensasi kenikmatan yang membanjiri. &#8220;Gimana rasanya keluar yang ke-5 ini De?&#8221; tanya Ethan iseng. Masih megap-megap, Dea nyahut &#8220;Setan lo Than. Gila, gw sampai melengkung gara-gara orgasme&#8221;. &#8220;Tapi enak kan.. hehehe&#8221; balas Ethan. &#8220;Iya sih&#8221; kata Dea dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba si Dea sadar sesuatu. Benda yang tebal besar masih mengganjal dalam mhemeknya. &#8220;Eh, Than, lo blum kluar ya?&#8221; tanya Dea khawatir. &#8220;Dikit lagi ya Yang&#8221; ujar Ethan sambil mulai mengeluar-masukkan kontholnya. &#8220;Hiya.. cepetan than&#8221; desah Dea lemas. Ethan memutar tubuh Dea, menginginkan posisi semi Doggy. Sambil memeluk guling, Dea mengangkat pantatnya yang bulat tinggi-tinggi sambil membuka pahanya lebar-lebar. Cengiran lebar Ethan muncul, melihat posisi yang konak habis. Mhemek Dea sudah basah kuyup dan warna pink-nya semakin semburat. Tanpa tedeng aling-aling, Ethan langsung membenamkan 3/4 kontholnya dan langsung masuk RPM tinggi. SLEP..SLEP..SLEP.. suara kecipak cairan birahi mhemek Dea hanya ditutupi oleh lenguhan Dea yang birahinya naik lagi. &#8220;Mulut aja lo ngomong cukup-cukup. Tapi kalo gw enthot, tetep aja lo demen&#8221; ejek Ethan. Tapi, gerakan genjotan Ethan sendiri semakin cepat dan tak karuan. Ujung pal-konnya sudah berdenyut-denyut. Sensasi gatal yang menuntut untuk di&#8217;garuk&#8217; semakin memuncak. &#8220;Hh..hhh&#8230;hahh&#8230;.&#8221; dengus Ethan yang semakin bernafsu. &#8220;Thannn.. jangan di dalem keluarrnyaaa&#8230;&#8221; rengekan desperate Dea terdengar. Tapi, Dea sendiri sebenarnya sadar kalo si Ethan pasti akan ngeluarin di dalam. Ga ada tanda-tanda dia bakal nyabut kontholnya. Dea merasakan konthol yang semakin membengkak di dalam mhemeknya. Membuat Dea semakin blingsatan dan mau orgasme lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;HIIAAHHHH&#8230;&#8230;AUUUUUUUUHHHHHHHHHHH&#8230;&#8221; jeritan klimaks Dea membahana. Ethan juga tidak mau kalah. Sambil meremas kuat-kuat pantat Dea, Ethan menancapkan dalam-dalam kontholnya untuk membanjiri mhemek Dea dengan pejunya. &#8220;HUAHHH&#8230; ENNAKKKNYAA&#8230;&#8221; lenguh Ethan penuh kepuasan. Tulang-belulang serasa diloloskan dan lemas. Tapi, puasss. Setelah itu, Ethan langsung menindih tubuh Dea yang banjir keringat (dan banjir peju tentunya). Berbisik di telinga Dea &#8220;Gila, emang mantep banget ngenthot same elu pagi-pagi gini Dea&#8221;. Dea cuma tersipu, tapi membales dengan agak ketus &#8220;Iya, tapi gue harus minum pil KB lagi. Males tau&#8221;. &#8220;Hehehe.. ahh kan ga sebanding dg nikmatnya. Eh, Gue cabut dulu ya. Ada kuliah sejam lagi&#8221; kata Ethan. Tapi Dea tidak membalas, karena sudah jatuh tertidur. Lemesss&#8230; Sambil-sambil cengar-cengir puas, Ethan mandi dan bersiap-siap cabut dari kos Dea. Sebelum berangkat, Ethan menikmati pemandangan tubuh bugil Dea yang tertidur pulas. Dea anak Bogor dengan tubuh cukup mungil (cuma 158cm tingginya), tapi punya pantat bulat dan kencang. Tokednya yang kencang dan bulat (34B), terlihat besar karena tubuhnya yang mungil. &#8220;Lumayanlah.. Gratis ini&#8221; batin Ethan. Dan meluncurlah Ethan ke kampusnya di kisaran Jakarta Selatan juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Nafsu sudah tersalurkan, badan bersih habis mandi, pikiran Ethan jernih dan rasanya siap hadapi kuliah Pak Marto. Jalanan Jakarta pukul 9 sudah macet. Tapi, Ethan tenang saja karena kuliahnya baru mulai jam 10. Paling jam 9.45 sudah sampai. Masih sempat kongkow-kongkow dulu di kantin. Kali-kali ada cewek bening yang nyantol wkwkwkwk. Kampus S sudah ramai. Berbagai macam mahasiwa dan mahasiswi sibuk berkeliaran di koridor atau berkumpul duduk-duduk di plasa. Mata Ethan cepat menyisiri areal kampus, mencari-cari teman-temannya. &#8220;Yeh, itu dia anak-anak kampret&#8221; batin Ethan sambil berjalan cepat ke pojok plasa. Roy yang melihat si Ethan menghampiri, langsung bangkit dan menonjok Ethan. Sambil memiting leher Ethan, Roy berbisik &#8220;Setan kampret! Lo habis garap si Dea anak psikologi kan? Gue liat lo semalem di Kemang&#8221;. Senyum tulus Ethan langsung terbit &#8220;Eh, kok lo tau. Cuma sekali semalem, sekali lagi paginya kok. Dan gw jamin, dienya puas. Lo tenang aja sob.&#8221; imbuh Ethan. Jepitan Roy semakin keras &#8220;Bukan itu maksud gue buduk! Gue juga ngincer diaaa..!&#8221; Mimik memelas Ethan langsung muncul &#8220;Aduh sory SOb. Gue betul-betul ga tau. Lagian ini semua salah si Dea. Ngapain pake tank top pas minta temenin Gue nyari buku kemarin. Ya mana tahan gue.&#8221; Roy jelas-jelas tidak terima dengan penjelasan Ethan yang tidak bertanggung jawab &#8220;Pokoknya, ntar sore lo harus makcomblangin gw ama die. Gue udah pengen ngremes bokongnya dari kapan tau.&#8221; Demi menyelamatkan kepalanya, Ethan dengan suka cita menyetujui permintaan Roy. Begitu Ethan setuju, cengir lebar Roy langsung muncul. &#8220;Jago ga dia, Than? Males gue kalo masih amatir&#8221; tanya Roy antusias. &#8220;Lumayan Sob. There&#8217;re still room for improvement. But overall, she&#8217;s GOOD!&#8221; balas Ethan sambil acungin jempol. Sambil terkekeh-kekeh penuh aura mesum, kedua penjahat kelamin itu melangkah menuju kelas, karena Pak Marto sudah terlihat di ambang pintu.<br />
<span id="more-2701"></span><br />
Setelah 1 mata kuliah lainnya yang selesai pukul 4 sore, Ethan &amp; Roy berjalan cepat penuh nafsu (Roy aja sih. Ethan sedikit kurang termotivasi jalan ke Fak Psikologi karena kurangnya insentif buat dirinya). Di koridor menuju areal parkir mereka berpapasan dengan cewek berambut pendek brunette yang sexy. &#8220;Hai Vani..&#8221; sapa Ethan berusaha semanis mungkin. Tapi, tetap dengan nuansa mesum. Vani yang hari itu memakai halter neck ungu tanpa lengan dengan celana jeans skinny gelap sehingga pantatnya yang montok tercetak jelas malah hanya meleletkan lidah ke arah Ethan sambil berlalu cuek (siapakah Vani? Baca yang disini ya). &#8220;Wuiihh&#8230; Than, lo lihat ga? Perasaan tokednya Vani makin gede aja. Aduuhh.. gue mau bayar berapa aja biar bisa ngremesin tu melon&#8221; ratap Roy penuh harap sambil terus memandangi pantat Vani yang megal-megol menjauh. &#8220;Emang mantep &amp; kenyal banget toked tuh anak&#8221; ujar Ethan. Si Roy langsung memandang Ethan tajam &#8220;Kaya lo pernah megang aja. Gue aja ditolak dengan sukses pas ngajak di nge-date. Gue bayarin lo full time di ******** kalo lo bisa bawa Vani ke tempat tidur&#8221; tantang Roy. Ethan langsung semangat &#8220;Bener ya? Awas lo, jangan kabur lo ya&#8221;. &#8220;IYA. Roy ga pernah ingkar janji kecuali ke cewek&#8221; balas Roy dengan jantannya. Ethan cengar-cengir senang. Dia ga pernah cerita ke Roy storynya dengan Vani. Walo dalam hati Ethan agak ga yakin gimana caranya ngajak Vani ngenthot lagi. Sejak itu si Vani jaga jarak dan sok cool gitu kepada Ethan. &#8220;Ya udahlah. Dipikir nanti aja. Sekarang beresin urusan si kupret satu ini dulu dengan Dea&#8221; batin Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Fak Psikologi suasana sudah mulai lengang. Cuma ada beberapa mahasiswa-mahasiswi yang berkeliaran untuk ikut kuliah terakhir hari itu. Tiba-tiba terdengar teriakan manis memanggil Ethan &#8220;Ethaannnnn&#8230;.&#8221;. Sesosok cewek manis berlari kecil menuju Ethan &amp; Roy. Melihat Dea datang, Roy langsung meremas tangan Ethan kuat-kuat. Yang ditepiskan dengan kasar oleh Ethan. &#8220;Ngehek. Apa pikiran orang kalo lihat dua cowok tinggi besar pegang-pegangan tangan di tempat umum?&#8221; bisik Ethan seVan. Begitu menemui Ethan, Dea langsung dengan centilnya menggandeng tangan Ethan. &#8220;Jadi kan temenin gue Supermarket?&#8221; tanya Dea. Sikutan keras terasa di rusuk Ethan. Ethan langsung tanggap &#8220;Wah sory Dea. Gue ga bisa. Mendadak bokap minta dianterin ke Bintaro. Sory banget ya.&#8221; Dea langsung cemberut &#8220;Yahhh, kok gitu sih lo&#8221;. &#8220;Tapi tenang neng&#8230; Temen gue yang ganteng ini bersedia untuk nganterin&#8221; ujar Ethan cepat-cepat sambil menepuk-nepuk bahu Roy. &#8220;Ya udahlah&#8221; terima Dea pasrah. Roy hampir melonjak kegirangan. &#8220;Tapi awas kalo lo coba-coba ngajak gue ke tempat tidur&#8221; ancam Dea ke Roy. &#8220;Eh.. nggak lah&#8221; jawab Roy salah tingkah dan bingung (Lah rugi dong gue, kali pikir si Roy). Dea ngomong lagi &#8220;Eh, tapi anterin gue balik kelas bentar ya. Ada yang mo gue ambil&#8221;. Mereka bertiga beriringan menuju kelas Dea.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kelas, Dea langsung menghampiri seorang cewek yang masih sibuk dengan HPnya. Mata Ethan &amp; Roy langsung membesar melihat itu cewek. &#8220;Buseeettt&#8230;. hot juga yaa&#8230;&#8221; pikir mereka berdua dengan sinkronnya. Dengan berlari centil, kedua cowok mesum ini langsung menghampiri Dea dan temannya. &#8220;Don, ini gue kenalin sama Ethan &amp; Roy. &#8220;Hai Donna&#8221; sapa Ethan &amp; Roy kompak. Donna memang one hell of a equipment. Ketika Donna berdiri untuk menyalami kedua mahkluk menyedihkan itu, Ethan bisa menikmati seluruh lekuk tubuhnya. Dengan tinggi hampir 175cm, tubuhnya yang berlekuk indah jadi makin menawan. &#8220;Hmm bodynya OK banget. Tokednya paling 34-an. Tapi, kelihatannya mancung&#8221; terawang Ethan sambil curi-curi pandang ke toked Donna yang tidak terlalu jelas terlihat karena Donna menggunakan kemeja putih agak longgar lengan panjang yg dilipat sampai ke siku. Wajah oval Donna lebih ke manis dan menyenangkan, timbang dibilang cantik. &#8220;Tapi, dengan body se-hot , tampang udah jadi no3&#8243; batin Ethan. Suara Dea membuyarkan pikiran mesum Ethan. “Don, kita perginya jadinya sama si Roy. Ethan ada urusan sama bokapnya di Bintaro”. “O gitu. Yaudah, bisa kita pergi sekarang” Tanya Donna. “Eh, Donna juga ikut?” Tanya Ethan kaget. “Iya. Nyesel sekarang lo batal antar gue?” sepet Dea pedes. “Agak sih” kata Ethan polos. Donna tertawa kecil mendengarnya. “Aduuhh.. jadi tambah nggemesin ni anak kalo ketawa” batin Ethan. “Tapi tengsin gue kalo narik kata-kata gue. Lagian ga enak sama si Roy. Moga-moga aja si Donna ga tergoda threesome sama kupret ini” doa Ethan dalam hati. Mereka pun berpisah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan menyetir mobilnya santai menuju kostnya di daerah Cilandak. Walopun bonyok anak ini tinggal di Jakarta juga, sejak kuliah Ethan sudah ngekost. Bonyoknya juga tidak mempermasalahkan. Toh kalo kehabisan duit ni anak juga pulang, pikir mereka. Lagian mereka juga sebel liatin tingkah Ethan nyelundupin cewek-cewek ke kamarnya. Dipikir kita-kita ga tu kali ya, pikir bonyoknya. Jadilah Ethan ngekost, pisah tinggal dari bonyoknya. Everybody happy. Mampir warung padang untuk makan, 45 menit kemudian Ethan sudah di jalanan lagi. Tiba-tiba HP Ethan berdering. Nyokapnya telepon. “Than, mampir ke Ace hardware dong. Beliin mama curtain showare yang baru. Plus Selang semprotan buat toilet juga. Yang warna.hitam ya selangnya, biar matching sama toiletnya” ujar Mamanya Ethan genit. “Lha, napa ga minta pak Sudin aja Ma yang beli” Ethan menyebut nama sopir keluarga mereka. “Pak Sudin nganterin Papa ke Bintaro lihat ruko yang mau dijual itu”. “[i]Eh kok bisa pas ya Papa ke Bintaro hari ini” Ethan ga habis pikir. Berbaliklah mobil Ethan menuju Ace Hardware Fatmawati.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampainya di Ace Hardware, Ethan langsung naik ke lantai 3 menuju tempat dijualnya peralatan untuk kamar mandi dan toilet. Tapi di lantai 2, mata &amp; radar Ethan yang awas menangkap gerakan mahkluk sexy. “Weh, kayaknya boleh nih. Tapi kok gw kaya kenal nih cewek”pikir Ethan sambil berjalan menghampiri seorang cewek yang sedang melihat-lihat lampu duduk. “Lho, Donna. Ngapain lo disini? Bukannya mo ke Carrefour?” Tanya Ethan surprise. Donna agak kaget, tapi senyumnya langsung mengembang melihat Ethan (pada saat yang sama konthol Ethan juga mulai mengembang). “Udah tadi. Sekarang gue lagi nyari lampu hias buat di rumah. Nyokap nyuruh. Dea juga lagi nyari kursi malas kecil buat di kost” kata Donna ramah. Ethan tidak berkedip memandang bibir Donna yang penuh dan sensual, yang menelurkan kata demi kata dengan indahnya. “Aduhh, bisa ga ya gue nidurin si Donna” harap Ethan sepenuh hati dan sepenuh konthol. Akhirnya Ethan menemani Donna memilih-milih lampu, kemudian mereka berdua menuju bagian peratalan mandi. Sepanjang waktu itu Ethan mulai menebarkan jurus-jurus andalannya agar si Donna terpikat. Tapi, Ethan merasa Donna masih anteng-anteng aja. Tiba-tiba ucapan Donna berikutnya mengagetkan Ethan “Than, lo aja yang nganterin gue pulang ya”. “Lah, emang napa sama si Roy &amp; Dea” Tanya Ethan antusias (yang masih berusaha ditutup-tutupi ambisinya). “Lo liat aja sendiri deh” kata Donna sambil menarik tangan Ethan ke pojok lantai 2 yang sepi. “Waow.. waow.. agresif juga ne cewek” sorak Ethan dalam hati. Dipojokan rak-rak yang tinggi, Ethan baru sadar makna ucapan Donna. Di situ Ethan melihat si Dea bergelayutan ke lengan Roy. Sedang tangan Roy dengan aktifnya meremas-remas pantat sekal si Dea. Bahkan kadang-kadang jari tengahnya kaya menekan-nekan di area lubang pantatnya. Membuat Dea menggelinjang-gelinjang dan membalas dengan gigitan kecil ke lengan Roy. “Busyet. Jago amat si Roy. Ilmunya naek setingkat lagi neh. Dulu butuh minimal 2 hari buat nidurin cewek. Sekarang itungin jam, udah bisa remes-remes bokong. Kampret! Gue jadi makin konak neh” runtuk Ethan dalam hati. “Ya gitu itu. Mereka bedua udah kaya gitu semenjak di Carrefour” ucap Donna agak sebel. “Bentar lagi gue rasa kepala si Roy udah nyusup ke selangkangan si Dea” analisis Ethan dengan tajam. “Hihihi.. gue setuju Than” balas Donna terkikik kecil. “Eh, tadi mukanya agak merah ya si Donna?” harap Ethan. Ethan mendekati kedua pasangan yang sedang di mabuk birahi itu. Kemudian dengan kasarnya ditaboknya si Roy. “Woi, cari kamar napa?” sentak Ethan. Gelagepan si Roy dan Dea cepat-cepat ambil jarak. “Anjrit lo Than! Ngagetin aja” tukas Roy yang lega cuma Ethan yang nge-gap tingkah mereka. Dea juga membalas dengan menghadiahi Ethan cubitan bertubi-tubi. Donna langsung berkata “De, gue pulang bareng Ethan ya. Kasian kalo Roy nganter gue dulu. Kan muter lagi arahnya ke kos lo”. “Ya udahlah kalo gitu. Sorry ya Don”. Kemudian Dea berpaling ke Ethan “Lo gapapa kan nganter Donna? Eh, btw ngapain lo dimari?” Tanya Dea curiga. “Nyokap minta dibeliin curtain shower” jawab Ethan cepat. Selanjutnya mereka berempat langsung menuju kasir dan setelahnya langsung bergegas ke mobil masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">“Asyiikkk… Gue punya kesempatan untuk deketin Donna. Kalo emang jodoh, ga akan kemana hihihihi” pikir Ethan bahagia. Tapi, baru aja mau memundurkan mobil, Roy tiba-tiba menggedor jendela Ethan. ”Sob, sorry banget. Lo keliatannya harus nganterin kita bertiga deh. Boil gue mogok” kata Roy tanpa beban. “Bangsat lo Roy” desis Ethan kesal setengah konak. “Tunggu 15 menit ya, sampe derek bengkel gue datang” tambah Roy. 20 menit kemudian mobil Ethan baru meluncur keluar dari Ace Hardware. Tampang Ethan tertekuk. Buyar sudah semua rencananya. Mana kedua mahkluk itu terkikik-kikik mesum di jok belakang. Bikin Ethan ga tahan bolak-balik noleh belakang. “Buseett.. udah mulai cipokan aja” runtuk Ethan. Di jok belakang, Roy sudah mulai gencar menyerang pertahanan Dea, yang memang ga bikin pertahanan sama sekali. Bibir Roy yang agak tebal sudah melumat bibir mungil Dea. Kadang Roy menggigit-gigit kecil bibir bawah Dea sehingga membuat Dea terkikik-kikik. Tangan kiri Roy sudah masuk dari bawah t-shirt Dea dan sibuk meremas-remas toked Dea yang bulat kencang itu. Tawa kecil Dea berubah menjadi dengusan nafas yang memburu, ketika Roy mulai memilin-milin puting Dea sambil menjilati lehernya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Woe, lo bedua bisa ga nahan sampe kos dulu?” Tanya Ethan tanpa harapan. “Udeh lo nyetir aja Pir. Jangan pikirin kita bedua. “ jawab Roy seenaknya. “Iyaah nih Ethan rese. Hhhhh.. uhhh” tambah Dea disela-sela desahannya. “Don, lo servis Ethan napa..ehh..ahhh..” kata Dea lagi. Semburat merah muncul di wajah Donna. “Enak aja lo ngomong” jawab Donna agak tengsin. Tapi, Ethan yakin, pas ngomong gitu si Donna ngelirik dirinya (tapi memang dasarnya nih orang super PD). Ketika Ethan menoleh ke arah Donna, Donna langsung berkata tegas “Ga usah mikir macem-macem lo ya!” “Eh nggak kok Don. Gue Cuma mikir gimana caranya biar cepet sampe dan cepet lepas dari kedua mahkluk konak di belakang” jawab Ethan innocent. “Iya nih. Dasar Dea geblek” runtuk Donna sambil memanyunkan bibirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi situasi di jok belakang semakin tidak terkendali. Desahan Dea sudah berubah mejadi lenguhan liar. Ethan &amp; Donna juga sudah mulai mendengar bunyi berkecipakan becek. Slep.. slep.. slep… “Auuhhhh… huaahhhhh.. ahhhhh.. ahhhh…” lenguh Dea yang keenakan mhemeknya dikocok oleh Roy. Tangan Roy yang sudah menyelusup ke dalam celana Dea, dengan aktif jari tengah &amp; telunjuknya mengobel-ngobel mhemek Dea yang rapat dan becek. Tendangan Dea tiba-tiba menghentak jok Ethan ketika orgasmenya meledak. “EAAHHHHHHH… AGGHHHHHH…. GUE KELUARRRR…!!!” jerit Dea penuh kepuasan. Cengiran lebar menghiasi wajah Roy. “Bangsat lo bedua. Udah sampe neh. Sana keluar dari mobil gue. Sekaraangg..!!! Bentak Ethan. Cepat-cepat Dea &amp; Roy merapikan pakaian masing-masing dan keluar dari mobil Ethan. Cengiran lebar keduanya mengiringi langkah mereka menuju kamar kos Dea untuk menuntaskan apa yang mereka sudah mulai.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama 10 menit Ethan dan Donna diam saja. Ethan bingung mau mulai speak-speak dari mana, karena tingkah Roy-Dea tadi merusak semua scenario yang sudah disusunnya. Donna juga keliatan masih agak jengah. Jadi Ethan menyalakan radio. Mendengar lagu-lagu yang keluar, si Donna jadi keliatan lebih relaks. Mereka mulai membicarakan lagu-lagu yang sedang dimainkan. Tapi, ketika penyiar radionya mulai bicara, topiknya ternyata tentang seksologi; tepatnya tentang multi orgasme pada wanita, Ethan jadi panik lagi. Takut mood Donna jadi rusak. Ethan sudah mau pindahkan gelombang, ketika tiba-tiba Donna berkata “Emang ada ya cewe yang bisa orgasme sampe berkali-kali?” Ethan yang masih agak kaget akan pertanyaan tersebut butuh 3 detik untuk bisa menjawab “Seingat gue, sebagian besar cewek yang gue kenal kalo orgasme lebih dari 2 kali. Termasuk multi kan tuh”. “Maksud lo cewek yang pernah lo tiduri?” tukas Donna tangkas. “He-eh, iya. Gitu deh” jawab Ethan agak tersipu-sipu. “Lah, emang kalo elo nge-sex sama cowo lo biasanya orgasme berapa kali” Tanya Ethan polos. Dengan agak malu-malu Donna menjawab “Satu kali lah. Biasanya hampir barengan ama cowo gue. “Lah emang pas foreplay ga orgasme?” Tanya Ethan lagi. “Foreplay kan cuma bentar, gimana bisa orgasme gue” tandas Donna heran. “Berarti bokin lo yang kurang sabar nggarap lo di foreplay-nya. Pengen cepet-cepet nancepin batangnya” jawab Ethan. “Lah, lo liat tadi, si Dea dikobel-kobel sama si Roy hampir 10 menit kan. Makanya tadi bisa sampe keluar gitu. Pake acara nendang jok gue segala pula” kata Ethan masih agak seVan. “Bener juga ya. Gue ga pernah mikir sampe situ. Iihhhh.. jadi horny nih” batin Donna. Mendengar jawaban dan melihat reaksi Donna, Ethan langsung paham kalo nih cewek pengalaman seksnya masih kurang. Atau paling nggak partner sexnya selama ini pada kurang jago. Jadinya dia belum mengeksplore seluruh potensi seksnya.”Hihihihi.. pasti bisa gue enthot si Donna” pikir Ethan dengan bahagianya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahap ke-1: Tunjukkan bahwa si cewek punya masalah dengan kehidupan seksnya dan kita perhatian dan bersedia untuk ‘membantu’ untuk mengatasinya (pada tahap ini ‘bantuan’ sebatas saran Bro. Begitu kata pakar mesum Dr. Ethan). “Nurut pengalaman gue ya Don, dan dari artikel-artikel seksologi yang pernah gue baca, cewe itu lebih susah capai klimaksnya dibanding cowok. Walo kaya Dea tadi dia udeh keluar sekali. Tapi itu baru orgasme kecil. Si Dea belum capai klimaksnya. Lah, kalo si Roy sudah maen tancep aja dari menit-menit awal, bisa barengan mereka. Habis itu game over dah. Kasihan ceweknya. Kalo cowok udah keluar, rata-rata butuh setengah jam lagi bisa ngaceng lagi. Kebanyakan langsung molor” kata Ethan panjang lebar kaya ahli beneran. “Iya, cowo gue kaya gitu tuh. Kalo udah puas, langsung molor” saut Donna bersemangat. “Itulah sebabnya si cowok sebaiknya di menit-menit awal permainan, merangsang ceweknya, kalo bisa sampe si cewe orgasme. Fokus di daerah-daerah sensitif si cewek, Remas-remas tokednya, pilin-pilin dan jilatin putingnya, gigit-gitiin perutnya, mhemeknya dikobel-kobel” tambah Ethan lagi. “Iihh.. Ethan bahasanya vulgar banget. Gue kan jengah” kata Donna malu. “Weh, sorry Don. Baru sekali ini bahas kaya ginian sama cewek. Biasanya cuma antar cowok. Makanya bahasanya ngaco gini. Gapapa ya. Biar gampang gue neranginnya“ Ethan menjelaskan (ini jelas-jelas bohong besar. Ethan malah seringnya menjelaskan ini ke cewek yang lagi curhat dan pengen dilahap sama Ethan). “Ya udah, tersera lo lah Than. Tapi, gue baru sadar kalo gue bisa lebih menikmati ngeseks ya. Selama ini ada yang mengganjal setiap gue habis ngeseks, ternyata gue belum klimaks kali ya” kata Donna agak menerawang. “Yesss.. Tahap 1 clear” sorak Ethan dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahap ke-2: Kalo cewe merespon baik penjelasan di tahap 1 (ditunjukkan adanya pertanyaan dan mengikuti alur penjelasan. Kalo si cewek cuek-cuek aja atau malah berusaha mengalihkan topik, berarti penjelasan lo ga masuk di hatinya . Rugi ajak kalo masuk ke tahap ke-2), kita bisa masuk ke tahap ke-2, yaitu: mensimulasi situasi dimana si cewek mendapat treatment seksnya yang menjadi solusi masalahnya. Disini cowok harus pinter-pinter milih kata-kata dan intonasi (atau pitch control wkwkwk). Tapi inget ya, kalo cewe target lo dasarnya berjiwa lonte ato matre, kagak perlu sampe repot-repot begini. Ajak minum ato tawarin duit, langsung aja coblos. Ini cuma buat cewek-cewek yang punya kelas. “Don, mau gue kasi tips ga buat Lo dan cowok lo agar seks kalian lebih asyik lagi” Ethan menawarkan. “Mau.. mau than..” sambut Donna agak kelewat bersemangat, yang kemudian dia jadi agak malu sendiri. “Gini caranya, lo harus bayangin apa yang gue katakan. Lo inget-inget sensasinya. Jadi lo bisa lebih mudah njelasinnya ke cowok lo past nge-seks nanti. Si Donna tidak sadar kalo laju mobil jadi jauh lebih melambat. “Pejemin mata lo Don. Bayangin lo lagi bercumbu sama Cowo lo” Ethan memulai therapinya. “Eh btw, lo paling demen di rangsang dimana sih” Tanya Ethan sok tanpa tendensi. “Di susu gue Than” jawab Donna pelan dengan wajah memerah. “Ok. Pejemin mata lo lagi. Bayangin bibir lo bedua sudah saling melumat. Dia gigit-gigit bibir bawah lo. Lidahnya sekali-kali masuk ke dalam mulut lo, dan mainin lidah lo. Tangannya mulai meremas-remas toked lo. Awalnya pelan-pelan, terus semakin keras, semakin kasar. Putting lo di pilin-pilin, dan sekali-kali ditarik.”. Donna yang memejamkan mata, nafasnya mulai agak memburu. Dadanya naik turun lebih cepat. Ethan semakin bersemangat “Cowok lo mulai nyiumin leher lo. Turun terus, sampai di toked lo. Toked lo masih diremas-remas, sambil digigit-gigit. Puting lo diisep kuat-kuat. Lidah cowok lo mainin puting lo”. Pada saat itu, Donna sebenarnya sudah horny berat. Cuma rasa tengsin dan ego saja yang mencegahnya menerkam Ethan dan mengajaknya bergumul. Tangan Donna menegang dan meremas jok mobil kuat-kuat. Bibir bawahnya digigit kuat-kuat. Kata-kata Ethan mengalir masuk melalui kupingnya, membawa aliran hangat ke tokednya. Putingnya menegang dan gatal ingin dihisap. “Huummppfffff aduhh mhemek gue gatel banget. Udah mulai banjir rasanya dibawah” desah Donna dalam hati. Tapi Donna tidak ingin berhenti. Donna suka sensasi ini. Ditambah ada cowo asing disebelahnya, malah membuat sensasi itu semakin kuat. “Cowo lo masih menjilati puting lo. Tangan kirinya meremas-meremas toked lo dengan kasarnya. Sedang tangan kanannya mulai membelai-belai selangkangan lo. Donna mendesah agak keras “Ehhhmmm….Uhh..”. Tangan kanannya mulai membuka celana lo dan menurunkan resleting lo. Jari tengahnya mulai membelai bibir mhemek lo. Eh, Don gue ga bisa nerusin neh” potong Ethan tiba-tiba.</p>
<p style="text-align: justify;">Donna yang libidonya semakin memuncak, membuka mata dengan kaget “Eh napaa..? Tanya Donna lebih keras dari yang diinginkannya. “Habis kemeja lo ga dikancing atasnya. Jadinya gue bisa ngliat sebagian besar belahan toked lo dari samping sini. Jadi ga konsen lah gue. Sorry ya, gue jadi horny sendiri “kata Ethan tampak penuh penyasalan (percayalah pembaca, ini cuma akting die aja). Donna memang tidak mengancingkan 2 kancing atas kemeja putihnya. Belahan tokednya, dan sebagian isinya, bisa terlihat jelas dari sisi Ethan. Apalagi ketika Donna semakin horny, tubuhnya semakin menegak dan dadanya semakin membusung, membuat Ethan semakin jelas melihat belahan toked Donna. “Wah sory Than, bukannya gue ga mau ngancingin. Emang ga bisa gue kancingin “jawab Donna tersipu. “Sory ya Than. Apa yang bisa gue bantu?” tawaran Donna mengejutkan Ethan. Dan langsung reflek dijawab “Kasi gue blow job dong Dona”. Muka Donna bersemu tambah merah lagi “Ih, kamu maunya”. Karena tidak terlihat reaksi penolakan yang berlebih, Ethan memberanikan diri meraih pundak Donna dan menarik Donna mendekati dirinya dan langsung melumat bibir Donna yang sensual. Donna membalas cipokan Ethan selama beberapa detik, kemudian melepaskan diri dan berkata “Cuma blowjob aja ya. Lo jangan grepe-grepe gue. Awas lo” ancam Donna manis. “Iya, gue usahakan” cengir Ethan sambil berusaha melepaskan sabuknya dengan tangan kiri. Walaupun Donna masih agak malu-malu, tapi sensasi gatal di dada dan selangkangannya mengatasi logikanya sehingga keinginannya untuk menjamah konthol Ethan menang. Donna membuka celana Ethan, dan terlonjak kaget ketika konthol Ethan yang 17.5cm meloncat keluar “Ehh.. gede banget!” pekik Donna ga sadar. “Aduhh.. cukup ga ya mulut gue” batin Donna. Tapi karena tangan kiri Ethan sudah menekan kepala Donna, Donna tidak sempat berpikir ulang lagi dan langsung membuka mulutnya untuk mencaplok palkon Ethan. “Ehhmm…” desah Ethan keenakan ketika Donna mulai mengemut-ngemut palkonnya. Rasa geli dan nikmat menjalar di seluruh konthol, selangkangan dan menjalar keseluruh tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil tangan kanannya mengocok konthol Ethan, bibir Donna melumat-lumat palkon dengan penuh nafsu. Lidah Donna kadang-kadang menjilati lubang konthol dan sepanjang batang konthol Ethan. Ethan mulai blingsatan duduknya. Konsen menyetir jadi lebih susah lagi. Untung jalanan macet, jadi jalan pelan banget. Tangan Ethan menjambak rambut Donna, dan memaksanya menelan kontholnya lebih dalam lagi, kemudian mengocoknya dengan gerakan kepala naik turun. Donna agak megap-megap melakukan manuver ini karena konthol Ethan yang hampir 5cm lebarnya betul-betul memenuhi mulutnya. Ethan yang makin horny semakin tidak tahan memegang janjinya untuk tidak grepe-grepe. Apalagi melihat Donna yang penuh nafsu menyepong kontholnya. Tangan kirinya bergerak ke bawah badan Donna dan menyasar area tokednya. Dengan mudah toked Donna diraih oleh Ethan. Langsung menyusup kedalam kemejanya, dan meremas toked montok dari balik bra Donna. Donna sempat kaget ketika tokednya tiba-tiba diremas “Ughhh..si Ethan kurang ajar banget sih. Toked gue diremes-remes.. Tapi enak banget.. Gue stop ga ya” pikir Donna bingung ambil keputusan. Tapi, pada saat itu tangan Ethan malah berenti meremas-remas toked Donna. Donna yang sedikit merasa sayang, meneruskan blowjobya. Sebenarnya Ethan malah berusaha melepas kaitan BH Donna, yang untungnya, ada dibelakang. Dengan jari yang sudah terlatih, kaitan BH langsung lepas. Donna juga langsung merasakan bahwa tokednya langsung jatuh bebas tidak ada lagi yang menyangga. Belum sempat melepaskan konthol Ethan dari mulutnya, Donna sudah merasakan jemari kasar Ethan menjamah dan langsung meremas-remas tokednya yang kini tanpa pelindung. Sensasinya luar biasa..! Libido Donna langsung naik tinggi. “Ethannn.. sialan Lo. Kan udah janji eahh.. hahhhhh…” ucapan Donna terputus desahan erotisnya karena Ethan memilin-milin putingnya dengan ahli. Rasa gatal di areola tokednya yang sedari tadi terpendam, langsung bereaksi dan menebarkan sensai nikmat yang sangat. Tubuh Donna menggeliat-geliat tanpa bisa ditahan. “ Ajrit! Ternyata toked ni anak gede bener. Ini sih 36D! Mana kenyal banget. Mujurr…” kata Ethan dalam hati. Melihat Donna menggeliat-geliat keenakan dan sibuk mendesah-desah lupa akan blowjobnya, Ethan semakin aktif meremas-remas sepasang toked montok Donna. Kini dua tangan Ethan juga meremas-remas dan mempermainkan putting Donna sekaligus. Donna semakin belingsatan karena didera gelombang libido yang semakin memuncak.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba Ethan mengangkat badan Donna agar tegak lagi. Kemudian sambil merapikan kancing-kancing kemeja Donna yang terbuka 2 kancing lagi, Ethan berkata “Rumah lo yang mana neh? Udah di jalan ****”. Donna yang masih dibuai gairah birahi, agak bingung dengan pertanyaan Ethan dan berhentinya acara remas-meremas yang mulai memanas. “Eh, oh.. Rumah gue ya? Oo udah sampe sini toh” jawab Donna kebingungan dan jengah. “Itu rumah gue yang pagar coklat” tambah Donna sambil merapikan rambut dan pakaiannya. Nafas Donna masih agak tersengal-sengal karena pacuan birahi tadi. Ethan memarkir mobilnya di depan pagar rumah Donna yang megah. “Anak tajir ternyata. Gede amat rumahnya” batin Ethan. “Than, lo mampir ga?” tanya Donna setengah berharap. “Iyalah. Kan lo blum nuntasi gawean lo” jawab Ethan blak-blakan. “U-uh. Ternyata gara-gara itu doang ya lo mau mampirnya” jawab Donna merajuk, yang bikin Ethan tambah gemes dan horny. “Ya udah. Ayo masuk yuk” ajak Donna.</p>
<p style="text-align: justify;">Weh, ternyata bokap-nyokapnya Donna ada di rumah. Lagi nonton film di ruang keluarganya yang simple tapi terlihat berkelas. Setelah dikenalkan dan basa-basi dikit, Ethan ditinggal di ruang tamu, bonyoknya Donna balik lagi nonton film. “Gue ganti baju dulu ya Than. Tunggu aja disini bentar” kata Donna sambil mengerdipkan mata. “He-eh” balas Ethan dengan tampang bodoh. “Anjrritt… Napa juga bonyoknya ada di rumah. Ga bisa ngikut ke kamarnya si Donna dong gue. Gimana nasib adek gue neh” runtuk Ethan dalam hati. Tiba-tiba seorang wanita setengah baya masuk ke ruang tamu sambil berkata “Neng Donna pesen, Mas Ethan diminta nunggu di taman samping. Minuman juga sudah Mbok taruh disana”. Diantar pembantu itu, Ethan melangkah ke luar rumah menuju taman di samping rumah. Ethan bersorak dalam hati melihat tempat yang dimaksud. Di pojok taman ada area kursi dan kolam kecil. Yang bikin Ethan bahagia, tempat tersebut terlindungi dari rumah karena dibalik pohon dan semak bunga-bungaan. Berbagai skenario mesum langsung berkelebat di benak Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat. Donna muncul dengan hanya menggunakan kemeja putih kedodoran yang panjangnya hampir selututnya. Dua kancing atas tetap terbuka. Entah mengapa, penampilan yang diluar harapan Ethan ini malah membuat Donna terlihat lebih sensual. Nafas Ethan langsung memburu. Ethan berdiri menghampiri Donna. “Mau langsung dimulai nih Than?” tanya Donna lirih tapi sambil tersenyum malu-malu. “Ga usah Don. Lo lupain aja blowjobnya. Gue udah ga minat lagi” kata Ethan mengejutkan Donna. “Loh, gue pikir..”. Belum habis ucapan Donna, tangan Ethan sudah meraih pinggang Donna kedalam pelukannya, dan bibir Ethan melumat bibir Donna penuh nafsu. Beberapa saat Donna gelagepan, tapi langsung bisa mengimbangi. Tangan Ethan bergerak turun dan meremas-remas bongkahan pantat Donna, yang walaupun tidak semenonjol punya Dea tapi proporsional dan kencang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan mendudukkan Donna di kursi taman, lalu dengan kasar membuka kemeja Donna. Sepasang toked besar dan bulat seperti melompat keluar. Mata Ethan melotot melihat ukuran toked Donna yang supersize seperti di film-film bokep. Impian jadi nyata! Karena cuma diliatin saja, Donna menjadi jengah “Cuma mo liatin aja Than?” “Sorry Don. Toked lo indah bener. Besar dan bulat” ujar Ethan jujur. Kedua tangan Ethan langsung meraup kedua bongkahan bulat tersebut dan meremas-remasnya dengan penuh nafsu. Gerakan memutar-mutar dari pangkal toked kemudia merucut ke putingnya, sambil diremas-remas dengan kasar. Donna sepertinya menyukai tokednya diperlakukan dengan kasar. Terbukti Donna langsung memejamkan mata dan mengeluarakan lenguhan tertahan “Uuuhh….sshhhh.. hmmmpppfff”. Puting Donna yang super sensitif tak lepas dari ransangan Ethan. Dipilin dan ditarik-tarik. Lalu lidah Ethan mulai menjilatinya, dan ditengahi oleh hisapan-hisapan dalam mulutnya. “[i]Hhmmmppffff.. enak bangetttt.. Belum pernah susu gue diginiin[i] ceracau Donna dalam hati. Sensasi lidah Ethan yang kasar di putih Donna, belum lagi gigitan-gigitan kecil, membuat sensasi gatal yang menyenangkan menyebar keseluruh tubuh. Mhemek Donna sudah mulai basah dan berkedut-kedut. Seperti bisa membaca tuntutan hati (dan mhemek Donna), jemari Ethan mulai menjamah selangkangan Donna. Celana dalam sutranya ternyata sudah basah. Jari tengah Ethan langsung menekan gundukan mhemek Donna dan menggeseknya kuat-kuat. Tubuh Donna agak melengkung oleh sensasi kenikmatan yang menjadi-jadi “Ouuhhh…. Etthhannn….” lenguh Donna yang mencapai orgasme pertamanya hari ini. Setelah kelonjotan kecil, Donna menarik napas panjang. “Gila Than, enak bangett..” bisik Donna di telinga Ethan. “Ini baru pemanasan Sayang” bisik Ethan sambil meloloskan celana dalam Donna. Ethan mengambil posisi berjongkok di depan Donna yang duduk di kursi, di tengah-tengah paha Donna yg dipentangkan lebar oleh Ethan. “Eh, lo mo ngapain Than?” tanya Donna agak jengah karena muka Ethan hanya sejengkal dari bibir mhemeknya. Ethan tidak menjawab, tapi langsung mengangkat paha Donna lebih tinggi sehingga pantat Donna agak tarangkat dan mhemek lebih terekspos. Ethan melihat dua gundukan putih yang montok tanpa jembi dengan penuh nafsu. Tanpa tedeng aling-aling Ethan langsung melumat bibir mhemek Donna dengan semangat. “Ethann.. gue belum pernah diginiin..” jerit kecil Donna, sambil berusaha menjauhkan kepala Ethan dari selangkangannya. Tapi, Ethan tetap berkeras. Malah lidahnya mulai menyelusup ke dalam mhemek yang sudah basah kuyup itu, sambil menggerakkan lidahnya naik turun dengan cepat. “Fuahhhhhh… ahhh..ahhh.. ouuuuhhhh..” lenguh Donna lebih heboh lagi, karena rasa gatal yang sudah sempat terpuaskan tadi, muncul kembali dengan lebih dahsyat. Rasanya ada yang berusaha hendak keluar dari mhemeknya dan rasa itu berkumpul, bergetar, mengirimkan gelombang kenikmatan ke sekujur tubuh Donna. Tangan Donna kini tidak lagi berusaha menjauhkan kepala Ethan, malah menekannya semakin erat ke selangkangannya. Sambil menjilati klitoris Donna yang makin menonjol, jari tengah Ethan juga aktif mengocok lubang mhemek Donna. Suara becek berkecipakan, ditingkahi oleh lenguhan Donna yang dibanjiri oleh sensasi birahi yang semakin memuncak. SLEP..SLEP..SLEP..” Auhh.. Auhhh.. Ekkhhhhh… Ehhhhhffffmmpppp…” Donna mendesah keenakan. Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan. Punggungnya semakin melengkung. Tidak sampai 5 menit, Donna sudah berkata “Than.. thann.. ehhmm.. gue mo kluar.. gue mo kluar..”kata Donna terbata-bata. Ethan cepat mengocok lubang mhemek yang smakin banjir. Dan…” OUUUHHHHHH….. HAAHHHHHHHHH…” jeritan orgasme Donna keluar seiring banjir cairan orgasmenya. Tidak ingin membiarkan Donna istirahat, ketika Donna mencapai orgasme, Ethan malah semakin kencang mengocok dan melumat klitori Donna. “AUUHHH… AHH.AHHH .. ETH..ETH..ANN…GUE GA KUATT…” rengek Donna yang dilanda gelombang orgasme 2 sekaligus… Pantat Donna sampai terangkat dan kelonjotan karena sensasi orgasme yang bertubi-tubi. Baru Ethan melepaskan rangsangannya. “Lebih enak lagi kan pas lo keluar yang kedua ini Don?” tanya Ethan sambil nyengir jail. Donna berusaha mengatur nafasnya yang memburu baru menjawab “Sialan lo Than.. Gue udah ga kuat, masih juga lo kocok-kocok vagina gue”. Ini bedanya Donna sama Dea &amp; Vani, walopun dipuncak nafsu, ga ada kata-kata vulgar yang keluar. Tapi harus dicek, goyangannya kalah ga sama mereka. “Tapi, lo demen kan. Ini pengalaman pertama lo capai orgasme seperti ini” balas Ethan. “Iya sih..” jawab Donna tersipu-sipu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan langsung melepaskan celananya dan celana dalamnya. Kontholnya yang sudah ngaceng dari tadi langsung mengacung tegak di hadapan Donna. Kedua tangan Ethan langsung mengangkan paha Donna lebar-lebar. Donna agak gelagepan “Eh..oh.. Lo mo ngelakuinnya di sini? Gue blow job aja ya Than” tawar Donna agak panik. Kalo urusan petting dan blowjob itu ok-lah, kalo urusan mhemeknya mau dipenetrasi konthol asing bukan milik cowoknya, itu beda lagi. Donna merasa belum siap. Apalagi melihat ukuran kontol Ethan yang jauh lebih besar dari konthol cowoknya. Tapi, Ethan nafsunya sudah diubun-ubun. Pantatnya semakin ditekan lagi ke arah selangkangan Donna. Walopun kedua tangan Donna berusah menahan gerakan pinggang Ethan, tapi tenaganya yang sudah terkuras orgasme-orgasme yang bertubi-tubi, tak mampu berbuat banyak. Sekejap saja, pal-kon Ethan sudah mencium bibir mhemek Donna, dan mulai menyeruak masuk. “Ethannnn… jangan dimasukinn..” erang Donna tanpa daya. Blesssh..! Palkon dan batang kontol Ethan masuk sebagian ke mhemek Donna yang sudah basah kuyup. Cairan peju dan pelumas Donna memudahkan batang konthol Ethan untuk melesak masuk. “Ummpppfff..” Donna agak tersedak karena sensasi benda asing yang sangat menyesaki dinding-dinding mhemeknya. “Busettt.. besar bangett.. Vagina gue penuh banget rasanya” erang Donna dalam hati. Konthol Ethan mulai bergerak keluar masuk dengan teratur. Semakin lama semakin cepat. Karena mhemek Donna sempit, banyak cairan peju Donna yang ikut keluar ketika Ethan menarik kontholnya. Itupun kontholnya baru masuk setengahnya. Ethan tidak mau memaksa langsung membenamkan seluruh batangnya, karena Ethan ingin Donna terbiasa dulu dan ikut menikmatinya (walopun Ethan setengah mati nahan nafsu untuk langsung membenamkan dan masuk RPM tinggi).</p>
<p style="text-align: justify;">Seiring semakin lancarnya gerak masuk-keluar konthol Ethan dalam mhemek Donna, semakin keras lenguhan birahi Donna terdengar. Kepalanya kembali menggeleng-geleng dengan heboh. Ethan langsung menancapkan penuh-penuh kontholnya dan dilanjutkan dengan kocokan gigi 4. “Hhh..Hhh.. Hhh.. sempit banget mhemek lo Don.. Konthol gue kaya diperet-peret. Lo jarang ngenthot ya?” ujar Ethan penuh birahi, ditambah pemandangan raut muka Donna yang diliputi nafsu dan goncangan kedua tokednya yang bergerak naik turun tidak karuan karena goyangan Ethan. Ucapan Ethan yang vulgar membuat sensasi gatal di sekujur selangkangan Donna semakin menghebat. “AHHHH.. AHHH… OUUHH..OUUGGHHHH…! Donna melenguh hebat ketika rasa gatal di mhemeknya digaruk-garuk kasar oleh konthol Ethan, sehingga meledak tanpa bisa dibendung. Orgasmenya kali ini lebih hebat dari yang sebelum-sebelumnya. Dengan masih membiarkan kontholnya di dalam mhemek Donna, Ethan mengangkat Donna dan dibaringkan di atas rumput. Dengan posisi yang lebih nyaman ini, Ethan semakin ganas mengocok dan mengobel-ngobel mhemek Donna. Gerakan naik turun pantatnya, diselingi gerakan memutar-mutar yang heboh, membuat Donna memasuki fase birahi yang lebih tinggi lagi. “AHHH.. AHH.. ENAK BANGET THAN.. ENAK BANGETT..!! jerit Donna penuh nafsu. Toked Donna yang mengkal sudah penuh bekas cupangan Ethan yang tidak bosan-bosannya mengerjai sepasang toked melon itu. Selama 10 menit, Donna mengalami dua orgasme lagi, yang dicapainya nyaris tanpa jeda karena Ethan tetap menggenjot dengan torsi tinggi ketika Donna keluar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Than.. than.. break bhentar..uhhmm. bentar aja” pinta Donna tersengal-sengal. Ethan menghentikan goyangannya, dan menarik keluar kontholnya. Donna memanfaatkan waktu itu untuk memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam. Kepalanya terasa ringan karena sensasi orgasme yang bertubi-tubi. Rasa bahagia dan nikmat masih meliputi seluruh tubuhnya, sehingga udara dingin malam tidak terasa. Tiba-tiba Donna merasa tubuhnya dimiringkan ke kanan dan kaki kirinya diangkat lebar-lebar. Membuka matanya, Donna melihat Ethan sedang berusaha memasukkan kontholnya dalam posisi menyamping. “Eh, lo masih pingin ya than. Jangan keras-keras ya Than” pinta Donna merajuk. Tapi, mana mungkin Ethan memenuhi permintaan seperti ini. Palkonnya sudah terasa semakin berdenyut-denyut dan semakin gatal ingin digaruk oleh mhemek sempit Donna. Tanpa tedeng aling-aling Ethan langsung membenamkan seluruh batang kontholnya “BLESSS..SLEPPP..” . “AUUHHH….” Pekik Donna kaget. Dalam posisi menyamping begini, konthol Ethan masuk lebih dalam dan lebih mudah menggesek-gesek g-spot Donna. Tangan kirinya pun lebih mudah meraih toked Donna. Sambil meremas toked Donna, Ethan menggerakkan pinggulnya maju-mundur dengan kecepatan tinggi. PLAK..PLAK.. PLAK.. SLEPPHH..SLEPPHH.. “Damn, mhemek lo kok makin sempit aja Don” maki Ethan keenakan. Donna sebenarnya sadar kenapa Ethan merasa mhemeknya semakin sempit. Itu karena aliran spema Ethan sudah berada di batangnya dan siap menyembur keluar. Berlawanan dengan akal sehatnya yang menyuruhnya mendorong Ethan menjauh dan melepaskan kontholnya, Donna malah semakin heboh melenguh dan bergoyang sedapatnya “YESS.. YESS… OUUUHHMMMMM..OUUHHHGGHHHH…”. Rasa gatal yang memuncak dan berkumpul di mhemeknya membuat Donna semakin histeris ingin cepat-cepat dipuaskan. Tiba-tiba Ethan meremas toked Donna kuat-kuat, dan menekan kuat-kuat kontholnya ke dalam mhemek Ethan, sambil melenguh puas konthol Ethan menyemburkan pejunya kuat-kuat “AOOUUUUHHH… HHHEEHHHHHH.. Enakknnyaa…”. Lenguhan Donna yang lebih keras lagi menandakan Donna mencapai klimaksnya. Semprotan peju dan tekanan kuat konthol Ethan menjebol dinding pertahanan Donna “OOOAAAHHH..HHAHHHHHHHH….Ahh..AHH..AHH..”. Donna kelonjotan selama beberapa saat sampai akhirnya tenang setelah badai orgasme berlalu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Gila lo Than. Baru kali ini gue ngalamin seks kaya gini. Ternyata nikmatnya luar biasa” bisik Donna lirih pada Ethan yang terlentang di sebelahnya. “Gue juga nikmatin banget Don. Ga nyangka lo jago goyangnya, dan mhemek lo peret banget. Blum pernah gue lemes kaya gini sehabis ngenthot (ini jelas boong)” balas Ethan. Mendengar itu, Donna agak bersemu merah “Gue harusnya bangga, gitu” balas Donna, yang maunya pedes tapi senyum malu-malunya menghapus kesan judesnya. “Untung sekarang bukan masa subur gue” rajuk Donna lagi. “Thanks ya sexy” kata Ethan lembut sambil mengecup bibir Donna. Donna tersenyum manissss sekali. “Sayang, lo udah punya cowok. Ga enak gue ganggu lo lagi setelah ini” tambah Ethan. Donna diam aja. Setelah bebenah dan bersih-bersih dikit, Ethan pamit pulang kepada bonyok Donna. Ketika berpisah di pagar depan, sambil mengecup ringan Donna, Ethan masih sempat meremas toked Donna sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Esoknya. Sehabis kuliah jam pertama, Ethan beranjak menuju kantin. Tiba-tiba HP nya berbunyi. Dea nelpon. “Ngapain ni Anak? Kurang puas kali sama Roy” pikir Ethan. “Halo, apaan De?” sapa Ethan. Suara Dea yang tinggi langsung terdengar “Hei, kupret. Lo apain si Donna kemaren hah?” damprat Dea. “Lah, emang napa? Gue ga apa-apain kok” jawab Ethan berusaha keliatan innocent. “Dia mutusin si Sinyo cowo-nya barusan”. “Hah?” jawab kaget Ethan. “ puji syukur. Kalo jodoh emang ga kemana ya” ucap Ethan dalam hati sambil membelai selangkangannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/bisa-ga-ya-gue-nidurin-donna-another-vani-sex-adventure/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peju Siapa Inii&#8230;???? &#8211; Another Vani Sex Adventure</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/peju-siapa-ini-another-vani-sex-adventure/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/peju-siapa-ini-another-vani-sex-adventure/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 20:29:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Lesbi]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[horny]]></category>
		<category><![CDATA[hot]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[lesbi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[peju]]></category>
		<category><![CDATA[toked]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[vani]]></category>
		<category><![CDATA[vani sex adventure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2689</guid>
		<description><![CDATA[Sinar matahari sudah di ubun-ubun kepala. Suasana sebuah kos di satu daerah di bilangan Jakarta Selatan sunyi senyap. Maklum penghuninya yang rata-rata mahasiswi jam segini pada masih di kampus. Tapi, di kamar no. 13 di lantai 2, sesosok tubuh sexy baru menggeliat bangun. “Uuuukkkhh.. kepala gue masih agak cenut-cenut nih” batin Vani sambil berusaha untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/vani.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-2690" title="vani" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/vani.jpg" alt="" width="250" height="256" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sinar matahari sudah di ubun-ubun kepala. Suasana sebuah kos di satu daerah di bilangan Jakarta Selatan sunyi senyap. Maklum penghuninya yang rata-rata mahasiswi jam segini pada masih di kampus. Tapi, di kamar no. 13 di lantai 2, sesosok tubuh sexy baru menggeliat bangun. “Uuuukkkhh.. kepala gue masih agak cenut-cenut nih” batin Vani sambil berusaha untuk duduk di ranjangnya. Tiba-tiba Vani seperti menyadari sesuatu “Eh, kok gue cuma pake atasan? Mana celana gue? Mana tong gue juga?” pikir Vani kebingungan. Vani memang cuma memakai pakaian halter pink, dengan bawahan polos. Sehingga mhemeknya yang tak berjembi dan montok terkespos dengan jelas. Perasaan Vani juga semakin tidak enak karena halternya juga dalam kondisi terbuka sehingga toked Vani yang besar tidak tertutup apa-apa. Deg-degan Vani menjulurkan tangan kanannya ke selangkangannya. Jari tengahnya dimasukkan ke sela-sela bibir mhemeknya dan masuk ke lubangnya sedikit. Jantung Vani berpacu semakin cepat karena terasa ada cairan agak kental di lubang memeknya. Pelan-pelan dikeluarkan jarinya sambil membawa cairan tersebut. Diujung jari Vani terlihat cairan agak kental berwarna putih. Dari baunya Vani langsung tau “PEJU SIAPA INIIIIII…????” jerit Vani histeris.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani mandi cepat-cepat (tidak lupa menyemprot kencang-kencang mhemeknya untuk membersihkan peju yang tersisa). Berpakaian sekadarnya, dan langsung celingak-celinguk di kosnya. Seperti yang bisa ditebak, tidak ada siapapun selain Vani. Tapi hendak masuk ke kamarnya, Vani berpapasan dengan Mirna dan cowoknya, si Tono. Kelihatannya mereka habis beli makan siang. Mirna seperti biasa langsung melengos melihat Vani. Tapi, si Tono memandang Vani dan tersenyum malu-malu. Vani cuek aja dan masuk lagi ke kamarnya. Vani langsung menghempaskan pantat semoknya ke ranjang. Dengan muka tertekuk, Vani mencoba mengingat-ngingat setiap kejadian semalam di pestanya si Angel di X2.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam sebelumnya. Pulang kuliah sore itu, Vani langsung mandi dan berdandan. Malam itu perayaan ulang tahun sahabatnya di kampus, Angel. Pestanya diadain di X2 (di Plasa Senayan bagi yang ga tau). “Harus dandan habis nih gue, mumpung si Albert ga ikutan” batin Vani. FYI, Albert itu cowoknya Vani. Halter pink Bebe dengan belahan cukup rendah untuk menunjukkan 1/2 bagian toked putih Vani yang menyembul menantang, celana pendek warna hitam, wedges merah hitam, kalung tipis menghiasi leher, dan setelah tambahan beberapa aksesories, Vani pun puas mematut dirinya di hadapan cermin. “Sapa tau ada cowo tajir kecantol. Mumpung Albert masih di Singapore batin Vani puas dengan dandanannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba HP Vani berbunyi. Dari Angel. “Halo Ngel. Udah mo sampe”. “Van, sory ya. Noel telat. Kelamaan kalo jemput elu. Jadi si Boris yang jemput ya. Paling bentar lagi dia nyampe” jawab Angel penuh penyesalan. “Ya udah deh” jawab Vani pasrah. “Yah, ada Boris. Ga bisa bebas deh gue. Pasti ngelapor ke Albert kalo gue macem-macem” pikir Vani agak sebal. Boris tuh sohib kentel Albert. Benar kata Angel, nggak ada 5 menit mobil Soluna Boris sudah di depan kost Vani. Tidak menunggu Boris menjemputnya ke dalam, Vani langsung ke halaman menghampiri mobil Boris. Si Boris yang baru keluar mobil, langsung terpana melihat Vani. Ya iyalah, cowok normal mana yang tidak akan nelen ludah liat cewek sexy habis dengan toked yang 36C yang menggunung indah terekpos setengahnya. Hot pant Vani menunjukkan paha putih mulusnya. Tidak memperdulikan pandangan mesum Boris, Vani langsung masuk dan menghenyakkan pantatnya di jok mobil. “Ayo jalan Ris. Kita udah telat neh” perintah Vani. Tidak usah disuruh, Boris langsung melesatkan mobilnya menuju X2. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00WIB.</p>
<p style="text-align: justify;">Boris yang berambut kriting Afro kurang konsen dalam menyetir mobil. Matanya bolak-balik melirik toked dan paha Vani. “Hoki banget si Albert punya cewe hot habis kaya gini. Asemm.. jadi konak gue” batin Boris. Vani bukannya ga tau kalo si Boris lirik-lirik belahan dadanya. Tapi doi pasang tampang so cool. Story-nya, sebelum Albert nembak Vani, Boris udah ngejer-ngejer duluan. Nah ditolaklah dengan sukses. Tapi story ini penulis belum bisa konfirmasikan kebenarannya hehe. Long story short, sampailah mereka di X2.<br />
<span id="more-2689"></span><br />
Belagak gentlement, Boris langsung bayarin Vani sekalian, yang orangnya lagi sibuk tele-tele dengan Angel. Angel, Noel Cowoknya, dan beberapa temen lainnya ternyata udah di dalam. Sudah nge-reserve Sofa segala buat spot mereka di lantai RnB. Begitu Vani melihat Angel dan temen-temennya, biasalah langsung ribut cipika cipiki. Di meja sudah ada kue tart mini dengan lilin angka 19 di atasnya, dan minuman (ga jadi sebut merk. Disangka promosi) beberapa botol juga sudah siap. Ritual ulang tahun seadanya, lalu mereka langsung turun. Angel yang cantik dan anggun malan itu menggunakan mini dress warna hitam. Kontras banget dengan kulit putihnya. Angel langsung turun ngikutin hentakan musik RnB, berpasangan dengan Vani. Berdua mereka joget dengan hotnya. Beberapa ABG yang seperti biasa langsung sadar ada barang bagus, mulai menghampiri dengan ikut joget di sekeliling Angel dan Vani. Tapi, sebentar saja sudah nyingkir melihat ada 2 gorilanya datang, si Noel dan Boris (terutama si Boris nih. Tinggi, gede, rambut kribo. Siapa yang tau dia taroh apaan aja di dalam rambutnya). Angel berpasangan dengan Noel, Vani dengan agak malas ngaledenin Boris.</p>
<p style="text-align: justify;">Party malam itu heboh dan rame banget. Minuman terus ngalir (emang tajir si Noel). Nah, ada nih satu minuman kegemaran Vani, yang naiknya pelan. Tapi, begitu mulai naik, si Vani jadi agak hyper. Jogetnya makin hot. Dan, libido nih lonte juga ikut naik. Pas jojing bertiga sama Angel dan Gina, Vani sudah mulai ngerasa makin horny. Selangkangannya mulai agak berkedut-kedut. Semakin heboh goyangannya, semakin kuat kedutan di bibir-bibir mhemeknya. Apalagi selama goyang, tubuh Vani bergesakan terus dengan tubuh Angel &amp; Gina. Vani goyang sambil menggigit bibirnya. Vani ga sadar Angel berteriak di telinganya “Van.. gue ngaso dulu yahh… Lo masih mo goyang?”. Karena Vani ga ngerespon, Angel dan Gina langsung balik lagi ke meja. Boris yang dari tadi ceng-gur, liat kesempatan karena Vani joget sendirian. Dia nyamperin, dan sambil ngedorong satu anak ABG dengan pakaian full HipHop menyingkir, Boris ngimbangin goyangan Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama-tama Boris sudah siap kalo Vani bakal nyuekin dan balik ke meja. Boris malah agak kaget karena Vani malah mengimbangi dance Boris. Jelas Boris jadi makin semangat, karena Vani goyang makin hot, dan tidak jarang tokednya menempel di badan Boris. Liat sepasang toked lompat-lompat di depan mata, Boris jadi makin horny. Dia jadi makin berani. Pertama-tama, Boris coba taroh tangannya di punggung Vani. Karena Vani ga nolak, Boris makin berani dengan menarik badan Vani lebih menempel ke badannya. Habis itu udah deh, setiap goyangan Vani berarti gesekan kuat tokednya dengan badan Boris.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hmmmpff… puting gue jadi negang nih. Enak banget kegesek-gesek badan Boris desah Vani dalam hati. Oiya lupa bilang. Vani jelas tidak pake bra. Jadi setiap gesekan di dadanya, langsung kena putingnya. Boris juga sadar banget kalo puting Vani menegang. “Wah ni anak horny toh. Gue garap bisa kali ya” pikir mesum si Boris. Melihat Angel, Noel dan anak-anak lain juga mulai turun dance lagi, si Boris memulai siasatnya dan menggiring Vani ke sofa. “Van, kita duduk minum dulu yuk”ajak Boris, menggiring Vani ke sofa sambil meremas-remas pantat montok Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sofa, Boris langsung mengangsurkan se sloki penuh ke Vani yang ditenggak Vani dengan cepat. Wajah Vani sudah memerah. Tidak menunggu lagi, Boris langsung menyosor bibir Vani dan melumatnya dengan rakus. Vani agak gelagepan awalnya, dan mencoba mendorong menjauh Boris. Tapi, tangan kiri Boris langsung menyelusup ke balik halter Vani, dan dengan ganas meremas-remas toked sekal Vani. Remasan-remasan memutar di bongkahan tokednya, diselingi dengan pilinan-pilinan puting Vani yang besar membuat gairah Vani langsung membumbung tinggi. “Haahhh… hhmmppfffh…sshhhh..” desah Vani dengan nafas memburu di sela-sela lumatan bibir Boris. Mhemeknya semakin basah dan gatalnya nyaris tidak tertahankan untuk digaruk dan digesek-gesek.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena saking bernafsunya, kaki Vani bergerak serampangan dan terbentur meja. DUG! Sakitnya langsung sedikit menyadarkan Vani. Eh, kok gue cipokan dengan Boris? &#8220;Minggir lo Rissss..!!” jerit Vani sambil berusaha mendorong Boris. Tapi Boris yang horny habis, malah mengeluarkan toked Vani dari balik halter kedua-duanya, meremasnya dan berusaha mengisapnya. Mati-matian Vani berusaha mendorong Boris. Rasanya sia-sia saja. Vani sudah hampir pasrah, ketika tiba-tiba badan Boris terangkat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Gila lo ya Boris!” maki Noel yang mengangkat tubuh Boris dari tubuh Vani. Boris didorong agak kasar menjauh oleh Noel. “Napa sih Noel? Dia sendiri yang mau kok!” teriak Boris tidak kalah keras. “Woe, gue lihat sendiri Vani mati-matian nolak lo. Lo jangan maksain nafsu lo ya, ke bokin sohib sendiri” tegas Noel garang. Boris seperti kembali sadar dan tau kalo sia-sia saja menjelaskan, karena Noel dan lainnya cuma melihat pas bagian akhir (kasian deh lo Boris wkwkwkwk). “Sorry bro. Gue cuma kebawa nafsu. Sory ya Vani” ujar Boris ke Vani. Setelah itu, Boris langsung ngeloyor pergi.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani diantar pulang oleh Noel dan Angel. Noel menyetir, Angel menemani Vani di jok belakang. Angel ngerti banget si Vani. Sambil memeluk Vani, Angel berbisik “Lo horny banget ya Bel?” Vani mengangguk malu-malu. “Udah sempet keluar blom pas tadi lo digarap sama Boris?” selidik Angel lebih lanjut. “Belum Ngel. Amit-amit deh. Tapi, gue jadinya nanggung banget” rengek Vani pelan. Vani masih merasakan putingnya tegang dan mhemeknya berkedut-kedut minta dijamah. Tiba-tiba Angel berkata tegas ke Noel yang lagi sibuk nyupir “Noel, ga boleh noleh-noleh ke belakang sampai di kost Vani. Trus, spion tengah naikin. Jangan sampe keliatan jok belakang”. “Siap bos” jawab Noel sambil cengar-cengir dan belagak naikin posisi spion tengah. Padahal sebenarnya malah diturunin biar pemandangan jok belakang makin kelihatan jelas. Noel tau jelas apa yang akan terjadi selanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelan-pelan jemari lentik Angel menyusup ke balik halter Vani. Membelai kulit mulus toked Vani dan bergerak memutar mengitari gunung mulus itu. Diiringi remasan perlahan, jari Angel mulai membelai puting Vani yang makin menegang. “Ssshhh….mhhhhhh….hhmmmmm….” desahan erotis Vani mulai terdengar. Sambil memejamkan mata, Vani membayangkan Albert sedang bermain-main dengan tokednya. “Kerasin dikit remesnya..”pinta Vani pelan. Angel menuruti dengan memperkeras cengkraman tangannya di toked Vani. “Buset, perasaaan tambah gede aja toked si Vani. Tangan gue ga cukup” batin Angel agak iri. Angel menyingkap ke samping halter Vani, sehingga kedua tokednya muncul utuh, membusung besar. Kedua tangan Angel yang penuh dengan daging kenyal tersebut, meremas-remas dengan kasar (Angel tau Vani suka tokednya diremas-remas kasar). Kemudian Angel mulai menjilati puting Vani. “Akkhhh….hhhmmppffff… enak.. terusinnn…” erang Vani yang dibanjiri libido tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Noel yang menyetir pelan-pelan, menikmati pemandangan erotis di jok belakang dengan penuh nafsu. Dia senang banget melihat ceweknya, Angel, dengan rakus melahap kedua toked Vani. Noel melihat Angel sudah bersiap masuk ke menu utama, karena tangan Angel mulai bergerak untuk membuka resliting hot pant Vani. Begitu jari Angel menyusup ke balik tong Vani, Angel langsung sadar betapa horninya Vani “Van, mhemek lo udah banjir banget” ujar Angel yang mulai nafsu juga. “Please kocokin Ngel” rajuk Vani memelas. Tanpa diminta dua kali, dua jari Angel langsung menyusup ke sela-sela bibir montok mhemek Vani dan mulai mengocok lubangnya. Bunyi kecipakan becek mulai terdengar heboh di mobil Noel. Cuma kalah oleh erangan nafsu Vani yang menggila “Oaaahhh… Aaahhhhh.. Aeehhhhhh….Hahh..hahhhh…iya..iya.. gitu terusinn…”. Angel menjawab erangan Vani dengan meremas dan mengisap-ngisap putingnya, dan semakin cepat mengocok mhemek Vani. Tidak sampai 2 menit, badan Vani menegang hendak mencapai puncak. “OOAAAAAHHHH……HHHAAAAHHHHHHH…..” jerit orgasme Vani sambil kelonjotan didera gelombang orgasme yang meledak di selangkangannya. Orgasme yang kedua langsung menyusul tanpa jeda. Vani sampai terbungkuk mencengkram pundak Angel kuat-kuat “SHIIIIIITTTT…..OOOUUUGGHHHH…!!!”. Angel merasakan sedikit semburan dalam mhemek Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani tergolek lemas dan puas di jok belakang. Tidak sadar Angel memperbaiki pakaian dan celananya. Noel tiba-tiba berkata “Honey, lo malam ini tidur di apartemen gue ya”. Angel cuma tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya dan mengangguk mengiyakan. Angel tau apa yang akan terjadi malam ini. Seks panas dan kasar sudah menantinya sepanjang malam. 5 menit kemudian Noel dan Angel sudah memapah Vani ke kamar kosnya. Begitu menyentuh bantal, Vani langsung jatuh tertidur tanpa sempat mengganti pakaian. Noel dan Angel langsung melaju menuju apartemen Noel, dan lupa mengunci pintu kamar Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali lagi ke hari ini. Vani masih berpikir keras siapa gerangan yang mengenthot dirinya ketika tidur. Kecurigaan awalnya adalah pada Noel. Tapi, Vani langsung menepis dugaan itu. Ada Angel semalam. Noel ga akan berani macem-macem. Apa mungkin Boris? Bisa saja dia mengikuti mereka pulang, dan langsung masuk ke kamar Vani ketika Noel-Angel pulang. Untuk memastikannya, Vani langsung menelpon Boris. Ketika tersambung, di ujung sana suara Boris langsung memelas “Van… Gue betul betuulll minta maaf soal semalem. Sorry banget Van. Gue betul-betul ga bisa nahan liat lo begitu hot semalem. Pliss jangan bilang ke Albert. Gue khilaf doang. Suer” berondong Boris. Vani langsung tau kalo bukan Boris pelakunya. Kalo memang Boris yang ninggalin peju di mhemeknya, Boris pasti sudah mengambil photo atau bahkan video adegan ngenthot tersebut. Dan menggunakannya untuk memaksa Vani putus dari Albert atau sekedar digunakan untuk sandera agar bisa minta jatah seks sewaktu-waktu. Setelah basa-basi singkat, dan berjanji berulang kali bahwa Vani tidak akan melapor ke Albert, akhirnya Vani bisa memutuskan sambungan telpon tersebut. Vani jadi tambah bingung. Siapa sih yang ninggalin pejunya di mhemek gue?</p>
<p style="text-align: justify;">Pusing mikir, Vani beranjak keluar mau cari makan siang. Melintasi kamar Mirna, tetangga kosnya anak Komunikasi, terdengar suara Mirna yang cempreng dari jendela yang tidak tertutup sedang memaki-maki cowoknya. Vani jadi terkikik karena mendengar sebab amarah Mirna adalah konthol cowoknya ga mau berdiri padahal si Mirna sudah horny dan siap tempur. Tapi, kalau Vani tau tentang kejadian tadi pagi, dia tidak akan tertawa sebahagia itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini kejadian 3 jam sebelum Vani bangun. Kamar sebelah Vani sudah heboh, karena Mirna mau keramas tapi kehabisan sampo. Dipaksanyalah cowoknya, si Tono, minta sampo ke tetangga kos. Tono reflek langsung menuju kamar Vani yang berada tepat di samping kamar Mirna. Beberapa kali mengetok kamar Vani, tidak ada jawaban. Tono iseng mencoba membuka pintunya, cuma buat ngecek ada orangnya atau nggak. Eh terbuka. Masuklah Tono, dan langsung disuguhi pemandangan hot Vani yang sedang tertidur dengan slebornya. Tokednya yang sebelah kanan menyembul tanpa kain penutup. Sambil menelan ludah berkali-kali, Tono menggoyang kaki Vani pelan “Van..Van..”. Tapi, Vani anteng aja tidur terus. Tono cepat-cepat menuju kamar mandi Vani, mengambil sampo dan lekas-lekas menyerahkannya ke Mirna. Begitu Mirna menutup pintu kamar mandi, Tono langsung berlari menuju kamar Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ouuhh rejeki nomplok” sorak Tono kegirangan. Sudah lama Tono nafsu liat Vani. Sejak memacari Mirna, Vani sudah jadi bacol Tono. (Bacol = bahan coli). Tanpa babibu, Tono langsung melepas celana dan celana dalamnya. Kontolnya yang 11cm sudah mengacung tegak. Dengan gemetaran Tono melepaskan hotpant Vani. Melihat tong Vani yang berwarna hitam, Tono nyaris menangis terharu. Diremas-remasnya pelang gundukan mhemek Vani. Vani cuma menggeliat pelan, dan terus tidur. Tong Vani langsung dilepas dan dilempar ke lantai. Paha Vani dibuka lebar-lebar, sehingga mhemek Vani yang bagai bakpao itu terpampang dengan jelasnya. Tono langsung melesakkan kontholnya dalam-dalam. “mmhhh…” terdengar desahan pelan Vani. Tono sempat kaget. Tapi, ternyata Vani masih tetap tidur. “Uuuhhh peret banget mhemek Vani… agak basah pula” erang Tono keeanakan. Tono langsung masuk RPM tinggi. Mhemek Vani di kocoknya super cepat. Plak..plak..plak.. slep..slep..slepp… bunyi benturan paha Tono ke paha Vani terdengear ditingkahi bunyi kontolnya yang menggesek-gesek dinding mhemek Vani. Melihat toked Vani yang berguncang-guncang heboh, Tono langsung meraup dengan kedua tangannya. Tidak pernah seumur-umur Tono meremas-remas toked sebesar itu. Dihisap-hisapnya putting Vani yang besar mengacung sambil diremasnya kuat-kuat toked bongsor itu. Tidak sampai tiga menit, Tono sudah mengejan-ngejan orgasme. Menembakkan spermanya di dalam mhemek Vani. Ngos-ngosan, Tono tersenyum puas. Cepat-cepat dipakainya kembali celananya, dan berlari riang kembali ke kamar Mirna.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, sekarang lo tau kan, kenapa Tono siang itu tidak bisa ngaceng lagi demi Mirna? Dan misteri peju di mhemek Vani milik siapa pun terpecahkan. Oya, sampai sekarang Vani tidak tau. Gue tau karena teman Tono tempat dia ngember tentang keberhasilannya ngentotin Vani adalah temen gue juga. Wkwkwkwk… Ga kebayang kalo Vani tau Tono pernah ngenthotin dia.</p>
<p style="text-align: justify;">Oke, cerita ini masih berlanjut sedikit. Marilah kita kembali lagi ke saat sekarang (sorry ya alurnya maju mundur. Sesuai hobi gue maju mundurin selangkangan), ke masa Vani yang masih bingung siapa yang ngenthotin dia. Sekarang Vani sudah kenyang habis makan. Tapi, masalah baru muncul. Horny-nya sebenarnya belum terpuaskan. Sejak bangun sebenarnya mhemek Vani sudah berkedut-kedut gatal. Cuma gara-gara masalah peju tidak jelas itu yang buat Vani teralih sejenak. Berhubung sekarang sudah kenyang dan tenang, nafsu seksnya naik lagi. Terapi finger dari Angel semalam cuma menyentuh sedikit kepuasan Vani. Bahkan sebenaranya membuat Vani lebih horny lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil menekan-nekan selangkangannya, Vani berpikir-pikir siapa yang bisa diajak indehoy siang itu. “Aduuuhh.. napa sih Albert harus jauh pas gue sange gini” runtuk Vani kesal. Nama Boris terlintas pertama, tapi langsung dibuang jauh-jauh oleh Vani. Selain karena dia sohib Albert dan tidak menarik, Vani tau si Boris cuma panas di awal doang. Paling banter si Boris cuma bisa bertahan 5 menit di dalam mhemek. Vani tau itu dari cewek si Boris, Renny. Dua nama lagi terlintas, langsung dikibas oleh Vani. “Uuhh.. gue pengen ngerasain ngenthot kaya sama si Ethan lagi” pikir Vani refleks. “Eh, ngapain gue mikirin si setan satu itu. Sorry aja kalo gue sampe ngrendahin diri minta seks sama dia” tukas Vani gengsi. Akhirnya Vani menelpon mantannya yang sebenarnya sudah bertunangan, si Roland. Roland partner seks yang tepat untuk saat ini. Pernah jalan sama Vani sekitar 6 bulanan, dan sekarang sudah bertunangan dengan orang yang tidak mungkin dibatalkan oleh si Roland karena keluarga mereka sudah sangat dekat. Dan Vani tau, Roland butuh harta calon istrinya. Maka ditelponlah si Roland.</p>
<p style="text-align: justify;"><em><strong>To Be Continued&#8230;</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/peju-siapa-ini-another-vani-sex-adventure/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biaya Antar Pulang Vani &#8211; Another Vani Sex Adventure</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/biaya-antar-pulang-vani-another-vani-sex-adventure/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/biaya-antar-pulang-vani-another-vani-sex-adventure/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 23:32:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[erotis]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[petualangan sex]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[sex adventure]]></category>
		<category><![CDATA[sex di mobil]]></category>
		<category><![CDATA[toked]]></category>
		<category><![CDATA[vani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2680</guid>
		<description><![CDATA[Kuliah jam terakhir di kampus S di kawasan Jakarta Selatan baru saja berakhir. Jam menunjukkan pukul 18.00 dan hari pun mulai gelap. Vani, mahasiswi semester 4 fakultas Ekonomi dengan rambut sebahu berwarna brunette berjalan meninggalkan kampus menuju halte depan kampus. Sesampainya di halte, Vani merasa agar kurang nyaman. Mata para cowok penjual rokok dan si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kuliah jam terakhir di kampus S di kawasan Jakarta Selatan baru saja berakhir. Jam menunjukkan pukul 18.00 dan hari pun mulai gelap. Vani, mahasiswi semester 4 fakultas Ekonomi dengan rambut sebahu berwarna brunette berjalan meninggalkan kampus menuju halte depan kampus. Sesampainya di halte, Vani merasa agar kurang nyaman. Mata para cowok penjual rokok dan si timer memelotinya seolah ingin menelanjanginya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tersadarlah Vani bahwa hari itu dia memakai pakaian yang sangat sexy. T-shirt putih lengan pendek dengan belahan rendah bertuliskan WANT THESE?, sehingga tokednya yang berukuran 36C seolah hendak melompat keluar, akibat hari itu Vani menggunakan BH ukuran 36B (sengaja, biar lebih nongol). Apalagi kulit Vani memang putih mulus. Di tambah rok jeans mini yang digunakannya saat itu, mempertontonkan kaki jenjang &amp; paha mulusnya karena Vani memang cukup tinggi, 173cm.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Buset, baru sadar gue kalo hari ini gue pake uniform sexy gue demi ngadepin ujiannya si Hutabarat, biar dia gak konsen&#8221;, pikir Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya Vani bila naik angkot menggunakan pakaian t-shirt atau kemeja yang lebih tertutup dan celana panjang jeans, demi menghindari tatapan dan ulah usil cowok-cowok di jalan. Siang tadi Vani ke kampus datang numpang mobil temannya, Angel. Tapi si Angel sudah pulang duluan karena kuliahnya lebih sedikit.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani tambah salah tingkah karena cowok-cowok di halte tersebut mulai agak berani ngliatin belahan tokednya yang nongol lebih dekat lagi. &#8220;Najis, berani amat sih nih cowok-cowok mlototin toked gw&#8221;, membatin lagi si Vani. Vani menggunakan bukunya untuk menutupi dadanya, tapi mereka malah mengalihkan pandangan mesumnya ke pantat Vani yang memang bulat sekal dan menonjol.</p>
<p style="text-align: justify;">Makin salah tingkahlah si Vani. Mau balik ke kampus, pasti sudah gelap dan orang sudah pada pulang. Mau tetap di halte nungguin angkot, gerah suasananya. Apalagi kalo naik bus yang pasti penuh sesak jam segini, Vani tidak kebayang tangan-tangan usil yang akan cari-cari kesempatan untuk menjamahi tubuhnya. Sudah kepikiran untuk naik taxi, tapi uang tidak ada. Jam segini di kos juga kosong, mau pinjam uang sama siapa bingung. Vani coba alternatif terakhir dengan menelpon Albert cowoknya atau si Angel atau Dessy teman2nya yang punya mobil, eh sialnya HP mereka pada off. &#8220;Buset, sial banget sih gue hari ini.&#8221;</p>
<p>Mulailah celetukan mesum cowok-cowok di halte dimulai &#8220;Neng, susunya mau jatuh tuh, abang pegangin ya. Kasihan, pasti eneng keberatan hehe&#8221;. Pias! Memerahlah muka Vani. Dipelototin si tukang ojek yang berani komentar, eh dianya malah balas makin pelototin toked si Vani. Makin jengahlah si Vani.<span id="more-2680"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba sebuah sedan BMW hitam berhenti tepat di depan Vani. Jendelanya terbuka, dan nongolah seraut wajah hitam manis berambut cepak sambil menyeringai, si Ethan. Cowok fakultas Ekonomi satu tahun di atas Vani, berkulit hitam, tinggi besar, hampir 180cm.<br />
&#8220;Van, jualan lo disini? Hehe&#8221;.Vani membalas<br />
&#8220;Sialan lo, gue ga ada tumpangan neh, terpaksa tunggu bus. Than, anter gue ya&#8221; pinta Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani sebenarnya enggan ikut bersama si Ethan karena dia terkenal suka main cewek. Tapi, dilihat dari kondisi sekarang, paling baik memang naik mobil si Ethan. Tapi si Ethan malah bilang &#8220;Wah sory Van, gue harus pergi jemput nyokap gue. Arahnya beda sama kosan elo&#8221;. &#8220;Than, please anter gue ya. Ntar gw traktir deh lo&#8221; rajuk Vani. Sambil nyengir mesum Ethan berucap &#8220;Wah kalo ada bayarannya sih gue bisa pertimbangin&#8221;. &#8220;Iya deh, ntar gue bayar&#8221; Vani asal ucap, yang penting bisa pergi segera dari halte tersebut. &#8220;Hehe sip&#8221; kata Ethan sambil membuka pintu untuk Vani. Vani masuk ke dalam mobil Ethan, diiringi oleh pandangan sebel para cowok-cowok di halte yang kehilangan santapan rohani.Mobil Ethan mulai menembus kemacetan ibu kota.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Buset dah lo Van, sexy amat hari ini&#8221;.<br />
Kata Vani &#8220;Gue sengaja pake uniform andalan gue, karena hari ini ada ujian lisannya si Hutabarat, Akuntasi Biaya. Biar dia ga konsen, n kasi gw nilai bagus hehe&#8221;.<br />
&#8220;Gila lo, gue biarin bentar lagi, lo udh dientotin sama tu abang-abang di halte haha&#8221; balas Ethan.<br />
&#8220;Sial, enak aja lo ngomong Than&#8221; maki Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil mengerling ke Vani, Ethan berucap &#8220;Van, bayaran tumpangan ini, bayar sekarang aja ya&#8221;. &#8220;Eh, gue bawa duit cuma dikit Than. Kapan2 deh gue bayarin bensin lo&#8221; balas Vani. &#8220;Sapa yang minta diduitin bensin, Non&#8221; jawab Ethan. &#8220;Trus lo mau apa? Traktir makan&#8221; tanya Vani bingung. &#8220;Ga. Ga perlu keluar duit kok. Tenang aja&#8221; ucap Ethan misterius. Semakin bingung si Vani. Sambil menggerak-gerakan tangan kirinya si Ethan berkata &#8220;Cukup lo puasin tangan kiri gue ini dengan megangin toked lo. Nepsong banget gue liatnya&#8221;. Seringai mesum Ethan menghiasi wajahnya. Seperti disambar petir Vani kaget dan berteriak &#8220;BANGSAT LO THAN. LO PIKIR GUE CEWE APAAN!!&#8221;. Pandangan tajam Vani pada wajah Ethan yang tetap cengar-cengir. &#8220;Yah terserah lo. Cuma sekenyot dua kenyot doang. Apa lo gue turunin disini&#8221; kata Ethan. Pada saat itu mereka telah sampai di daerah yang gelap dan banyak gubuk gelandangan. Vani jelas ogah. &#8220;Bisa makin runyam kalo gue turun disini. Bisa2 gue digangbang&#8221; Vani bergidik sambil melihat sekitarnya. &#8220;Ya biarlah si Ethan bisa seneng-seneng bentar nggranyangi toked gue. Itung-itung amal. Kampret juga si Ethan ini&#8221;. Akhirnya Vani ngomong &#8220;Ya udah, cuma pegang susu gue doang kan. Jangan lama-lama&#8221; Vani ketus. &#8220;Ga kok Van, cuma sampe kos lo doang&#8221; kata Ethan penuh kemenangan. &#8220;Sialan, itu sih bisa setengah jam sendiri. Ya udhlah, biar cepet beres nih urusan sialan&#8221; pikir Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Tangan kiri Ethan langsung terjulur meraih toked Vani sebelah kanan bagian atas yang menonjol dari balik t-shirtnya. Vani merasakan jari-jari kasar Ethan dikulit tokednya mulai membelai-belai pelan. Darah Vani agak berdesir ketika merasakan belaian itu mulai disertai remasan-remasan lembut pada toked kanan bagian atasnya. Sambil tetap menyetir, Ethan sesekali melirik ke sebelah menikmati muka Vani yang menegang karena sebal tokednya diremas-remas. Ethan sengaja jalanin mobil agak pelan, sementara Vani tidak sadar kalau laju mobil tidak secepat sebelumnya, karena konsen ke tangan Ethan yang mulai meremas-remas aktif secara bergiliran kedua bongkahan tokednya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nafas Vani mulai agak memburu, tapi Vani masih bisa mengontrol pengaruh remasan-remasan tokednya pada nafsunya &#8220;Enak aja kalo gue sampe terangsang gara-gara ini&#8221; pikir Vani. Tapi Ethan lebih jago lagi, tiba-tiba jari-jarinya menyelusup kedalam t-shirt Vani, bahkan langsung masuk kedalam BH-nya yg satu ukuran lebih kecil. Toked Vani yang sebelah kanan terasa begitu penuh di telapak tangan Ethan yang sebenarnya lebar juga. &#8220;Ahh&#8230;!&#8221; Vani terpekik kaget karena manuver Ethan. &#8220;Hehe buset toked lo Van, gede banget. Kenyal lagi. Enak banget ngeremesinnya. Tangan gue aja ga cukup neh hehe&#8221; ujar Ethan penuh nafsu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan melanjutkan gerakannya dengan menarik tangan kirinya beserta toked Vani keluar dari BH-nya. Toked sebelah kanan Vani kini nongol keluar dari wadahnya dan terekspos full. &#8220;Wuah..buset gedenya. Pentilnya juga gede neh. Sering diisep ya Van&#8221; kata Ethan vulgar. &#8220;Bangsat lo Than. Kok sampe gini segala&#8221; protes Vani berusaha mengembalikan tokednya kedalam BH-nya. Tangan Vani langsung ditahan oleh Ethan &#8220;Eh, inget janji lo. Gue boleh ngremesin toked lo. Mo didalam BH kek, di luar kek, terserah gue&#8221;. Sambil cemberut Vani menurunkan tangannya. Penuh kemenangan, Ethan kembali menggarap toked Vani yang kini keluar semuanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Remasan-remasan lembut di pangkal toked, dilanjutkan dengan belaian memutar disekitar puting, membuat Vani semakin kehilangan kendali. Nafasnya mulai memburu lagi. Apalagi Ethan mulai memelintir-melintir puting Vani yang besar dan berwarna pink. Gerakan memilin-milin puting oleh jari-jari Ethan yang kasar memberikan sensasi geli dan nikmat yang mulai menjalari toked Vani. Perasaan nikmat itu mulai muncul juga disekitar selangkangan. Perasaan geli dan getaran-getara nikmat mulai menjalar dari bawah puser menuju ujung selangkangan Vani. &#8220;Ngehek nih cowok. Puting gue itu tempat paling sensitif gue. Harus bisa nahan!&#8221; membatin si Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi puting Vani yang mulai menegang dan membesar tidak bisa menipu Ethan yang berpengalaman. &#8220;Hehe mulai horny juga nih lonte. Rasain lo&#8221; pikir Ethan kesenangan. Karena berusaha menahan gairah yang semakin memuncak, Vani tidak sadar kalau Ethan sudah mengeluarkan kedua bongkah tokednya. Tangan kiri Ethan semakin ganas meremas-remas toked dan memilin-milih kedua puting Vani. Ucapan-ucapan mesum pun mulai mengalir dari Ethan &#8220;Nikmatin aja Van, remasan-remasan gue. Puting lo aja udh mulai ngaceng tuh. Ga usah ditahan birahi lo. Biarin aja mengalir. memek lo pasti udah mulai basah sekarang&#8221;. Vani sebal mendengar ucapan-ucapan vulgar Ethan, tapi pada saat yang sama ucapan-ucapan tersebut seperti menghipnotis Vani untuk mengikuti libidonya yang semakin memuncak. Vani juga mulai merasakan bahwa celana dalamnya mulai lembab.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sial..memek gue mulai gatel. Gue biarin keluar dulu kali, biar gue bisa jadi agak tenangan. Jadi habis itu, gue bisa nanganin birahi gue walopun si Ethan masih ngremesin toked gue&#8221; pikir Vani yang mulai susah menahan birahinya. Berpikir seperti itu, Vani melonggarkan pertahanannya, membiarkan rasa gatal yang mulai menjalari memeknya menguat. Efeknya langsung terasa. Semakin Ethan mengobok-ngobok tokednya, rasa gatal di memek Vani semakin memuncak. &#8220;BUSETT. Cuma diremes-remes toked gue, gue udah mo keluar&#8221;. Vani menggigit bibir bawahnya agar tidak mendesah, ketika kenikmatan semakin menggila di bibir memeknya. Ethan yang sudah memperhatikan dari tadi bahwa Vani terbawa oleh birahinya, semakin semangat menggarap toked Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika melihat urat leher Vani menegang tanda menahan rasa yang akan meledak di bawahnya, jari telunjuk dan jempol Ethan menjepit kedua puting Vani dan menarik agak keras kedepan. Rasa sakit mendadak di putingnya, membawa efek besar pada rasa gatal yang memuncak di memiaw Vani. Kedua tangan Vani meremas jok kuat-kuat, dan keluar lenguhan tertahan Vani &#8220;Hmmmffhhhhhhh….&#8221;. Pada saat itu, memek Vani langsung banjir oleh cairan pejunya. Pantat Vani mengangkat dan tergoyang-goyang tidak kuat menahan arus orgasmenya. &#8220;Oh..oh..hmmffhh&#8221; Vani masih berusaha menahan agar suaranya tidak keluar semua, tapi sia-sia saja. Karena Ethan sudah melihat bagaimana Vani orgasme, keenakan karena tokednya dipermainkan. &#8220;Hahaha dasar lonte lo Van. Sok ga suka. Tapi keluarnya sampe kelonjotan gitu&#8221; Ngakak Ethan penuh kemenangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Nafas Vani masih tidak beraturan, dan agak terbungkuk-bungkuk karena nikmatnya gelombang orgasme barusan. &#8220;Kampret lo Than&#8221; maki Vani perlahan. &#8220;Lo boleh seneng sekarang. Tapi berikut ga bakalan gue keluar lagi. Gue udah ga horny lagi&#8221; tambah Vani yang berpikir setelah dipuasin sekali maka libidonya akan turun. Tapi, ternyata inilah kesalahan terbesarnya. Beberapa saat setelah memeknya merasakan orgasme sekali, sekarang malah semakin berkedut-kedut, makin gatal rasanya ingin digesek-gesek. &#8220;Lho, kok memek gue makin gatel. Berkedut-kedut lagi. Aduuuh..gue pengen memek gue dikontolin sekaraangg..siaall..&#8221; sesal Vani dalam hati. Ethan seperti tahu apa yang berkecamuk dalam diri (dan memek) Vani. Walaupun Vani bilang dia tidak horny lagi, tapi nafasnya yang memburu dan putingnya yang semakin ngaceng mengatakan lain. Ethan menghentikan mobilnya mendadak di pinggir jalan bersemak yang memang sangat sepi, dan tangannya langsung bergerak ke setelan kursi Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Tangan satunya langsung menekan kursi Vani agar tertidur. Vani yang masih memakai seatbealt, langsung ikut terlentang bersama kursi. &#8220;EEHHH&#8230;APA-APAAN LO THAN??&#8221; Teriak Vani. Tidak peduli teriakan Vani, tangan kiri Ethan langsung meremas toked Vani lagi, sedang tangan kanannya langsung meremas memek Vani. &#8220;OOUUHHHH&#8230;&#8230;&#8230;.!!&#8221; lenguh Vani keras, karena tidak menyangka memeknya yang semakin gatel dan berkedut-kedut keras akan langsung merasakan gesekan, bahkan remasan. Akibatnya, Vani langsung orgasme untuk kedua kalinya. Ethan tidak tinggal diam, ketika badan Vani masih mengejang-ngejang, jari-jarinya menggesek-gesek permukaan celana dalam Vani kuat-kuat. Akibatnya, gelombang orgasme Vani terjadi terus-menerus.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oouuuhh&#8230;Aghhhh&#8230;Ouhhhhhhhhhh Ethaannnnn&#8230;!! Teriak Vani makin keras karena kenikmatan mendadak yang menyerang seluruh selangkangan dan tubuhnya. Kedua tangan Vani semakin kuat meremas jok, mata memejam erat dan urat-urat leher menonjol akibat kenikmatan yang melandanya. Ketika gelombang orgasme mulai berlalu, Vani mulai membuka matanya dan mengatur pernafasannya. Rasanya jengah banget karena keluar begitu hebatnya di depan si Ethan. &#8220;Aseem, napa gue keluar sampe kaya gitu sih. Bikin tengsin aja. Tapi, emang enak banget. Udah semingguan gue ga ngentot&#8221; batin Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat Vani masih enjoy rasa nikmat yang masih tersisa, Ethan sudah bergerak di atas Vani, mengangkat t-shirt Vani serta menurunkan BH-nya kekecilan sehingga toked Vani yang bulat besar terpampang jelas di depan hidung Ethan. Tersenyum puas dan napsu banget Ethan berucap &#8220;Gilaa..toked lo Van. Gede banget, mengkal lagi. Harus gue puas-puasin ngenyotinnya ni malem&#8221;. Ethan langsung menyergap kedua toked Vani yang putingnya masih mengacung tegak. Mulutnya mengenyot toked yang sebelah kanan, sambil tangan kanannya meremas-remas &amp; memilin-milin puting yang sebelah kiri. Diisap-isap, lidah Ethan juga piawai menjilat-jilat dan memainkan kedua puting Vani. Gigitan-gigitan kecil dipadu remasan-remasan gemas jemari Ethan, membuat Vani terpekik &#8220;Ehhgghh ahh.. ahh.. Ehhtanhnn.. kahtanya.. kahtanya cuma pegang-pegang..kok.. kok sekarangg.. loh ngeyotin tohked guehh&#8230;ahh..ahh..&#8221; kata Vani sambil tersengal-sengal nahan birahi yang naik lagi akibat rangsangan intensif di kedua tokednya. Ethan sudah tidak ambil pusing &#8220;Hajar bleh. Kapan lagi gue bisa nikmatin toked kaya gini bagusnya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang kedua tangan Ethan menekan kedua toked Vani ketengah, sehingga kedua putingnya saling mendekat. Kedua puting Vani langsung dikenyot, dihisap &amp; dimainin oleh lidah Ethan. Sensasinya luar biasa, Vani semakin terhanyut oleh birahinya. Desahan pelan tertahan mulai keluar dari bibir ranum Vani. Lidah Ethan mulai turun menyusuri perut Vani yang putih rata, berputar-putar sejenak di pusernya. Tangan kanan Ethan aktif membelai-belai dan meremas paha bagian dalam Vani. &#8220;Aah..ah.. emhh.. emh..Than.. lo ngapahin sihh..&#8221; keluh Vani tak jelas. Dengan sigap Ethan menyingkap rok mini Vani tinggi-tinggi. Memperlihatkan mini panty La Senza Vani berwarna merah. Agak transparan, dibantu cahaya lampu jalan samar-samar memperlihatkan isinya yang menggembung montok. Jembi Vani yang tipis terlihat hanya diatas saja, dengan alur jembi ke arah pusernya. &#8220;Buseett..sexxyy bangett.. bikin konak gue ampir ga ketahan.&#8221; syukur Ethan dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa babibu lagi jari-jari Ethan langsung menekan belahan memiek Vani, dan Ethan langsung mengetahui betapa horny-nya Vani &#8220;Wah Van, memek lo udah becek banget neh. Panty lo aja ampe njeplak gini hehe&#8221;. Vani cuma bisa menggeleng-geleng lemah, sambil tetap menggigit bibir bawahnya, karena jemari Ethan menenekan dan menggesek-gesek memeknya dari atas panty. &#8220;Thaan..than..singkirinn tangan lo doong&#8230;.emh..emh..&#8221; keluh Vani perlahan, tapi matanya memejam dan gelengannya semakin cepat. &#8220;Wah, harus cepat gw beri teknik lidah gue neh, biar si Vani makin konak hehe&#8221; pikir Ethan napsu.</p>
<p style="text-align: justify;">Cepat Ethan ambil posisi di depan selangkangan Vani yang terbuka. Kursi Vani dimundurkan agar beri ruang cukup untuk manuver barunya. Paha Vani dibuka semakin lebar, dan Vani nurut saja. Jemari Ethan meraup panty mungil Vani, dan membejeknya jadi bentuk seperti seutas tali sehingga masuk kedalam belahan memek Vani. Ethan mulai menggesek-gesekkan panty Vani ke belahan memiawnya dengan gerakan naik turun dan kiri kanan yang semakin cepat. &#8220;Aah.. aahh&#8230;ehmm..ehhmm.. uuh.. hapaan itu Etthann ahh&#8230;&#8221; desah Vani keenakan, karena gesekan panty tersebut menggesek-gesek bibir dalam memeknya sekaligus clitorisnya. Ethan juga semakin konak melihat memek Vani yang terpampang jelas.<br />
Dua gundukan tembem seperti bakpau, mulus tanpa ada jembi di sekelilingnya, cuma ada dibagian atasnya saja.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Van, memek lo ternyata mantap &amp; montok banget. Pasti enak kalo gue makan neh. Apalagi sampe gue genjot nanti hehe&#8221; ujar Ethan penuh nafsu. Panty Vani dipinggirkan sehingga lidah Ethan dengan mudah mulai menjilati bibir memiaw Vani. Tapi sebentar saja Ethan tidak betah dengan panty yang mengesek pipinya. Langsung diangkatnya pantat Vani, dan dipelorotkan panty-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini antara Ethan dan memek Vani yang tembem dan mulus, sudah tidak ada penghalang apa-apa lagi. Ethan langsung menyosorkan mulutnya untuk mulai melumat bakpao montok itu. Tapi, Vani yang tiba-tiba memperoleh kesadarannya, karena ada jeda sesaat ketika Ethan melepaskan pantynya, berusaha menahan kepala Ethan dengan kedua tanggannya. &#8220;Gila lo Than, mo ngapain lo?? Jangan kurang ajar ya. Bukan gini perjanjian kita!&#8221; ujar Vani agak keras. Tapi kedua tangan Vani dengan mudah disingkirkan oleh tangan kiri Ethan, dan tanpa dapat dicegah lagi mulut Ethan langsung mencaplok memek Vani. Ethan melumatnya dengan gemas, sambil sekali lidah menyapu-nyapu clitoris dan menusuk-nusuk kedalam memiaw. Bunyi kecipakan ludah dan peju Vani terdengar jelas. Konak Vani yang sempat turun, langsung naik lagi ke voltase tinggi. Kepala Vani mengangkat dan dari bibirnya yang sexy keluar lenguhan agak keras.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ouuuffhhh&#8230;.eeahh&#8230;ah..ah lo apain mehmmek gue Thann..&#8221; erang Vani nyaris setengah sadar.</p>
<p style="text-align: justify;">Rasa gatal yang hebat menyeruak dari sekitar selangkangannya menuju bibir-bibir memeknya. Rasa gatal itu mendapatkan pemuasannya dari lumatan bibir, jilatan lidah dan gigitan kecil Ethan. Tapi, semakin Ethan beringas mengobok-obok memek Vani dengan mulut, dibantu dengan ketiga jarinya yang mengocok lubang memek Vani, rasa gatal nikmat itu malah semakin hebat. Vani sudah tidak dapat membendung konaknya sehingga desahan dan erangannya sudah berubah menjadi lenguhan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8221; OUUHHHHG&#8230;.. HMMPPHH&#8230; ARRGGHH.. HAHHH.. OUHHH..&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Vani menggeleng ke kiri dan kanan dengan hebatnya. Kedua tangannya menekan kepala Ethan semakin dalam ke selangkangannya. Pantatnya naik turun tidak kuat menahan rangsangan yang langsung menyentuh titik tersensitif Vani. Rasa ogah &amp; jaim sudah hilang sama sekali. Yang ada hanya kebutuhan untuk dipuaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;ETHAANN&#8230;GILLAA&#8230; HOUUUHHH.. ENAAKK&#8230;. THANN&#8230;AHHH&#8221; Vani semakin keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan yang sedang mengobok-obok memek Vani semakin semangat karena memek Vani sudah betul-betul banjir. Peju dan cairan pelumas Vani membanjir di mulut dan jok mobil Ethan. Jempol kiri Ethan menggesek-gesek clitoris Vani, sedang jari-jari Ethan mengocok-ngocok lubang memek dan G-spot Vani dengan cepat. &#8220;Heh, ternyata lo lonte juga ya Van. Mulut lo bilang nggak-nggak mulu. Tapi memek lo banjir kaya gini. Becek banget&#8221; kata Ethan dengan semangat sambil tetap ngocok memiaw Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam beberapa kocokan saja Vani sudah mulai merasakan bahwa gelombang orgasme sudah diujung memeknya. Ketika Ethan melihat mata Vani yang mulai merem melek, otot-otot tangan mulai mengejang sambil meremas jok mobil kuat-kuat dan pantat Vani yang mulai mengangkat, Ethan tau bahwa Vani akan sampai klimaksnya. Langsung saja Ethan menghentikan seluruh aktivitasnya di wilayah selangkangan Vani. Vani jelas saja langsung blingsatan &#8221; Ah..ah napa brentii&#8230;&#8221; sambil tangannya mencoba mengocok memeknya sendiri. Ethan dengan tanggap menangkap tangan Vani, dan berujar &#8220;Lo mau dituntasin?&#8221;. Vani merajuk &#8220;Hiyah.. Than.. gue udah konak banggett nih. Pleasee.. kocokin lagi gue ya&#8221;. &#8220;Kalo gitu lo nungging sekarang&#8221; kata Ethan sambil menidurkan kursi sopir agar lebih lapang lagi dan ada pijakan buat Vani nungging. &#8220;Napa harus nungging Than&#8221; Vani masih merajuk dan tangannya masih berusaha untuk menjamah memeknya sendiri. &#8220;Ayo, jangan bantah lagi&#8221; kata Ethan sambil mengangkat pantat Vani agar segera menungging.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani dengan patuh menaruh kedua tangannya di jok belakang, dengan kedua lutut berada di jok depan yang sudah ditidurkan. Posisi yang sangat merangsang Ethan, demi melihat bongkahan pantat yang bulat, dan memek tembem yang nongol mesum di bawahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Cepat Ethan melepas sabuk dan celana panjangnya, lalu meloloskan celana dalamnya. Langsung saja kontol hitam berurat sepanjang 17cm dan berdiameter 4.5cm itu melompat tegak mengacung, mengangguk-ngangguk siap untuk bertempur. Vani yang mendengar suara-suara melepas celana di belakangnya, menengok dan langsung kaget melihat kontol Ethan sudah teracung dengan gagahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Buset, gede juga tu kontol, hampir sama dg punya Albert&#8221; pikir Vani reflek.<br />
&#8220;Eh, lo mo ngontolin gue Than. Enak aja!&#8221; teriak Vani dan mencoba untuk membalik badan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi Ethan lebih cepat lagi langsung menindih punggung Vani, sehingga Vani harus bertelekan lagi dengan kedua sikunya ke jok belakang. Ethan menggerakkan maju mundur pantatnya sehingga kontolnya yang ngaceng, menggesek-gesek bibir memek Vani. &#8220;Sshh&#8230;Than&#8230;mmhh.. jangan macem-macem lo ya!&#8221; ujar Vani masih berupaya galak, tidak mau dikentot oleh Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua tangan Ethan meraih kedua toked besar Vani yang menggantung dan meremas-remasnya dengan ganas. Sambil menciumi dan menggigit tengkuk Vani, Ethan berkata &#8220;Udah deh, lo ga usah sok ga doyan kontol gitu. Kan lo yang mau dituntasin. Ini gue tuntasin sekalian dengan kontol gue. Lebih mantep timbang cuma jari &amp; lidah hehe&#8221;. Remasan &amp; pilinan di kedua toket dan serbuan di tengkuk dan telinga membuat gairah Vani mulai naik lagi. Nafas Vani mulai memburu. Tapi Vani masih mencoba untuk bertahan. Namun, gesekan kontol yang makin intense di bibir memek Vani, betul-betul membuat pertahanan Vani makin goyah. Kepalanya mulai terasa ringan, dan rasa gatal kembali menyerang memeknya dengan hebat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hmffh&#8230;shh&#8230;awas lo Than kalo sampe hhemm.. sampe berani masukin kontol lo, lo bakal gue..hmff..gue&#8230;.OUUHHHHH&#8221; omongan Vani terputus lenguhannya, karena tiba-tiba Ethan mengarahkan pal-kon nya ke lubang memek Vani yang sudah basah kuyup dan langsung mendorongnya masuk, hingga kepala kontol Ethan yang besar kaya jamur merah amblas dalam memek tembem Vani, sehingga ada peju Vani yang muncrat keluar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hah..hah&#8230;shhh&#8230;brengsek lo Ethannn. kontol lo&#8230;kontol lo&#8230;itu mo masuk ke memek guee&#8230;&#8221; erang Vani kebingungan, antara gengsi dan birahi. Ethan diam saja, tapi memajukan lagi pantatnya sehingga tongkolnya yang besar masuk sekitar 2 cm lagi, tapi kemudian ditarik perlahan keluar lagi sambil membawa cairan pelumas memek Vani. Sekarang pantat Ethan maju mundur perlahan, mengocok memiaw Vani tapi tidak dalam-dalam, hanya dengan pal-konnya aja. Tapi, hal ini malah membuat Vani blingsatan, keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;HMFPHH&#8230;.HEEMMFFHH&#8230;SSHH AAHH&#8230;Ethannn kontol lo&#8230; kontol lo&#8230; ngocokin memek guee&#8230;.hhmmmff&#8221;. Rasa gatal yang mengumpul di memek Vani, serasa digaruk-garuk dengan enaknya. Vani yang semula tidak mau dikontolin, jadi kepengen dikocok terus oleh kontol Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kata Ethan &#8220;Jadi mau lo gimana? Gue stop neh&#8221;. Ethan langsung mencabut kontolnya, dan hanya menggesek-gesekkan di bibir memek Vani. &#8220;Ethaan&#8230;pleasee.. kentot gue. Masukin kontol lo ke memek gue. Gue udah ga tahan gatelnya..gue pengen dikenttooott!!!&#8221; rengek Vani sambil menggoyang-goyangkua pinggulnya, berusaha memundurkan pantatnya agar kontol Ethan yang dibibir memeknya bisa masuk lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hahahaha sudah gue duga, elo emang lonte horny Van. Dari tampang &amp; body elo aja gue tau, kalo elo itu haus tongkol&#8221; tawa Ethan penuh kemenangan. &#8220;Ayo buka paha lebih lebar lagi&#8221; perintah Ethan. Vani langsung menurutinya, membuka pahanya lebih lebar sehingga memeknya makin terpampang. Ethan tanpa tedeng aling-aling langsung menusukkan kontolnya kuat-kuat ke memek Vani. Dan&#8230;BLESHH&#8230;seluruh tongkol hitam itu ditelan oleh memek montok Vani. Air peju Vani terciprat keluar akibat tekanan tiba-tiba benda tumpul besar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;AUUGGHHHH&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;!!!&#8221; pekik Vani yang kaget dan kesakitan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hehehe gimana rasa kontol gue Van&#8221; kekeh Ethan yang sedang menikmati hangat dan basahnya memek Vani. Vani masih shock dan agak tersengal-sengal berusaha menyesuaikan diri dengan benda besar yang sekarang menyesaki liang memeknya. &#8220;Buseet..tebel banget nih kontol, memek gue penuh banget, keganjel. Mo buka paha lebih lebar lagi udah ga bisa.. mhhmff&#8221; erang Vani dalam hati. Karena Vani diam saja, hanya nafasnya saja yang terdengar memburu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan mulai menarik keluar kontolnya sampai setengahnya, kemudian mendorongnya masuk lagi. Demikian terus menerus dengan ritme yang tepat. &#8220;Hehh..heh&#8230;mmm legit banget memek lo Vannn..&#8221; desah Ethan keenakan ngentotin memek Vani yang peret tapi basah itu. Hanya butuh tiga kocokan, Vani mulai didera rasa konak dan kenikmatan yang luar biasa. Menjalari seluruh tangan, pundak, tokednya, sampai selangkangan dan seluruh memeknya. Rasa gatal yang sangat digemari oleh Vani seperti mengumpul dan menjadi berkali lipat gatalnya di memeke Vani. Vani sudah tidak mendesah lagi, tapi melenguh dengan hebat. Hilang sudah gengsi, tinggal rasa konak yang dahsyat.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;UUHHHHH&#8230;..UHHH&#8230;&#8230;OUUHHGGGG&#8230; ENNAAKKNYAA&#8230;&#8221;.<br />
&#8220;OH GODD..memek GUE&#8230;memek GUE..&#8221;<br />
Vani terbata-bata disela lenguhannya yang memenuhi mobil..<br />
&#8220;memek GUE..GATELLL BANGETT&#8230;.KENTTOOTTT GUE TTHANN&#8230;ARGGHH&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lenguhan Vani semakin keras dan omongan vulgar keluar semua dari bibir sexy-nya. Kepalan tangan Vani menggegam keras, kepalanya menggeleng semakin cepat, pinggulnya bergerak heboh berusaha menikmati seluruh kontol Ethan. Ethan pun terbawa napsunya yang sudah diubun-ubun. Tangannya meremas-remas toked Vani tanpa henti dengan kasarnya, dan Ethan sudah tidak menciumi pundak &amp; tengkuk Vani, melainkan menggigitnya meninggalkan bekas-bekas merah. Pantatnya bergerak maju mundur dengan ritme yang berantakan, cepat lalu perlahan, kemudian cepat lagi, membuat kontol Ethan mengocok memek Vani seperti kesetanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Bunyi pejuh Vani yang semakin membanjir menambah nafsu mereka berdua semakin menggila. SLEPP..SLEPP..SLEPP..PLAK..PLAK&#8230;suara kontol yang keluar masuk memek dan benturan pantat Vani dengan pangkal kontol Ethan terdengar di sela-sela lenguhan Vani &amp; Ethan. Tak sampai 10 menit Vani merasakan aliran darah seluruh tubuhnya mengalir ke memeknya. Rasa gatal sepertinya meruncing dan semakin memuncak di tempat-tempat yang dikocok oleh tongkol Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;GUEE KELUAARRRR THANNN&#8230;&#8230;OUUUHHHHHHHHH&#8230;.AHHHHHHH&#8230;&#8221; teriak Vani melampiaskan rasa nikmat yang tiba-tiba meledak dari memeknya. Ethan merasakan semburan hangat pada tongkolnya dari dalam memek Vani. Karena Ethan tetap mengocokkan kontolnya, bahkan lebih cepat ketika Vani mencapai klimaksnya, Vani bukan saja dilanda satu orgasme, melainkan beberapa orgasme sekaligus bertubi-tubi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;OAHHH&#8230;OHHH&#8230;.UUUHH..KOK..KOK.. KLUAR TERUSSS NIIIHHH&#8230;&#8221; erang Vani dalam klimaksnya yang berkali-kali sekaligus. Hal ini membuat Vani berada dalam kondisi extacy dalam 30 detik lamanya. Badan Vani berkelonjotan, air pejunya muncrat keluar dari dalam memeknya. &#8220;Gilaa..enak bener than&#8230; gue sampe keluar berkali-kali&#8221; ujar Vani agak bergetar karena Ethan masih dengan nafsunya mompain memek Vani. &#8220;Hehehe demen banget liat lo keluar kaya gitu Van. Betul-betul nafsuin. Tapi ini baru setengah jalan. Gue bikin lo lebih kelonjotan lagi. Gue kentot lo sampai peju lo keluar semua&#8221; kata Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani hanya bisa merutuk dalam hati, karena memang dia merasa keenakan dientot Ethan dengan cara sekasar itu. Kemudian Ethan membalik tubuh Vani agar terlentang dan bersandar di jok belakang. Kedua kaki Vani diangkat dan mengangkang lebar sehingga Ethan bisa dengan jelas melihat memek Vani yang chubby itu berleleran dengan peju Vani. &#8220;Than, udahan dulu ya. Gue lemes banget&#8221; Vani terengah-engah minta time-out. Tapi bukan Ethan namanya kalo nurutin kemauan si cewek. Bagi Ethan, si cewek harus digenjot terus sampai betul-betul lemes, baru disitu si cewek dapat klimaksnya yang paling hebat. Tidak pedulian rengekan Vani, Ethan langsung mengarahkan kontolnya ke memek Vani yang menganga, dan langsung BLEESHH..!! Dengan mudahnya memek Vani menelan kontol Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hmmffpp..sshiitt..&#8221; Vani cuma bisa mengumpat perlahan karena tiba-tiba saja (lagi) kontol Ethan sudah amblas kedalam memeknya. Ethan langsung menggenjot Vani dengan kecepatan tinggi. SLLEPP&#8230;SLEEPP&#8230; SLLEPPP&#8230;SLEPP&#8230;. kontol Ethan keluar masuk memek Vani dengan cepat. Vani yang sudah lemes dan kehabisa energy, tiba-tiba mulai merasakan sensasi horny lagi. &#8220;Oh shit..gue kok horny lagi. Lagi-lagi memek gue minta digaruk shhhh..&#8221; mengumpat Vani dalam hati. Ethan yang kini berhadapan dengan Vani, bisa melihat perubahan mimik muka Vani yang dari lemes dan ogah-ogahan, menjadi mimik orang keenakan dan horny abis. &#8220;Hehehe gue kata juga apa. Elo memang harus dikentot terus, dasar memek lonte&#8221; ujar Ethan sambil terus memompa memek Vani. Kedua tangan Ethan kini bertelekan di toked Vani, dan meremasnya seperti meremas balon.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;AAHH&#8230;AHH&#8230;AHH..EEMMPPHH&#8230;.EKKHH&#8230;.&#8221; erang Vani yang merem melek keenakan dientot. Kali ini tidak sampai 5 menit, seluruh otot tubuh Vani sudah mengejang. Kedua tangan Vani memeluk dan mencakar punggung Ethan kuat-kuat. Lenguhan yang keluar dari mulut Vani semakin keras.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;HOUUUHH&#8230;.HOOOHH&#8230;.UUUGGHHH&#8230;ENNAAKKKKK..TERUS SS THANN&#8230;. GENJOTTT TERUSS&#8230;. GUE AMPIIRR NEEHHH&#8230;&#8230;..&#8221;.<br />
&#8220;Woe, lonte, lo udah mo keluar lagi? Tunggu gue napa&#8221; damprat Ethan tapi tetapi malah mempercepat genjotannya. Tanpa dapat dihalangi lagi, memek Vani kembali berkedut-kedut keras dan meremas-remas kontol Ethan yang berada didalamnya. Diiringi pekikan keras, Vani mencapai klimaksnya yang kesekian.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;AAGGGHHHHHHHHHHHHH&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..GUE KLUUAARRR &#8230;&#8230;..&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani merasakan gelombang kenikmatan yang luar biasa itu lagi, dan seluruh tulangnya serasa diloloskan. &#8220;Hhhh&#8230;..enak bangetttttt. Lemes banget gue&#8221; membatin si Vani. Melihat Vani yang sudah keluar lagi, kali si Ethan agak kesal karena dia sebenernya juga sudah hampir keluar. Tapi kalo si cewek sudah nggak binal lagi, si Ethan merasa kurang puas. &#8220;Sialan, lo Van. Main keluar aja lo. Kalo gitu gue entot diluar aja lo. Di sini sempit banget&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka Ethan langsung membuka pintu mobil, keluar dan menarik Vani keluar. &#8220;Eh..eh.. apa-apaan ni Than. Gue mo dibawa kemana?&#8221; tanya Vani lemes. &#8220;Kaki gue lemes banget Than, susah banget berdiri&#8221; tambah Vani. Ethan langsung bopong Vani keluar dari mobil. Langsung dibawa kedepan mobil. Lantas badan Vani ditenkurapkan di kap depan BMW-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Posisinya betul-betul merangsang. Pinggang ke atas tengkuran di kap mobil, dengan kedua tangan terpentang. Kedua kaki Vani yang lemes menjejak tanah, dibuka lebar-lebar pahanya oleh Ethan. Vani jengah sekali karena kini dia bugil di tempat terbuka. Siapa saja bisa melihat mereka. &#8220;Than, balik dalam lagi aja yuk&#8221; ujar Vani sambil berupaya berdiri. Tapi dengan kuatnya tangan Ethan menahan punggung Vani agar tetap tengkurap di kap mobil, sehinggu pantatnya tetap nungging. &#8220;Kan gue udah bilang, gue bakal kentotin lo sampai habis peju lo Van&#8221; ujar Ethan yang nafsunya makin berkobar melihat posisi Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Hawa dingin malam malah membuat Ethan merasa energinya kembali lagi. Kedua tangan Ethan meremas bongkahan semok pantat Vani, dan membukanya sehingga memek Vani yang masih berleleran peju ikut membuka. Ethan langsung melesakkan kontolnya dalam-dalam ke memek Vani. &#8220;AHHHH&#8230;&#8221; pekik Vani tertahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kali ini Ethan betul-betul seperti kesetanan. Tidak ada gigi 1, atau 2, bahkan 3. Langsung ke gigi 4 dan 5. Genjotan maju mundurnya dilakukannya sangat cepat, dan ketika menusukkan tongkolnya dilakukan dengan penuh tenaga. PLAK PLAK PLAK PLAK PLAK..bunyi pantat Vani yang beradu dengan badan Ethan semakin keras terdengar. &#8220;GILAA&#8230;ENAKKK BANGET NIH memekKK&#8230;..&#8221; Ethan mengerang keenakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tangannya mencengkram pantat Vani kuat-kuat, dan kepala Ethan mendongak ke atas, keenakan. Vani yang mula-mula kesakitan, mulai terangsang lagi. Entah karena kocokan Ethan, atau karena sensasi ngentot di areal terbuka seperti ini. Perasaan seperti dilihat orang, membuat memek Vani berkedut-kedut dan gatel lagi. Maka lenguhannya pun kembali terdengar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;OUUHHH&#8230;.HHHMMFFPPPPP&#8230;.OHHH..UOOHH&#8230;ENAK..ENA K..ENAAKKK&#8230;.&#8221; Vani meceracau.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar lenguhan Vani, Ethan tambah nafsu lagi &#8220;Ooo.. lo demen ya dikentot kasar gini ya Van..Gue tambahin lagi kalo gitu&#8221; kata Ethan dengan nafas memburu. Jari-jari Ethan tetap mencengkram bongkahan montok pantat Vani, tapi bedanya kedua jari jempolnya dilesakkan kedalam lubang pantatnya. Dan digerakkan berputar-putar didalamnya. Lubang pantat Vani adalah juga merupakan titik sensitif bagi Vani, sehingga mendatangkan sensasi baru lagi. Apalagi 2 jari jempol yang langsung mengobok-oboknya. Vani makin blingsatan dan makin heboh lenguhannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;GILAA LO THAN&#8230;UUHHHHHH.. UHH..UHH.. OUUUUUUHHHHHHH&#8230;..!</p>
<p style="text-align: justify;">Vani sudah tidak bisa berkata-kata lagi, cuma lenguhan yang kluar dari mulutnya. Ethan tidak sadar bahwa setelah hampir 10 menit mengocok Vani dari belakang, Vani sudah dua kali keluar lagi. Vani yang sudah agak lewat sensasi orgasmenya, mulai menyadari bahwa gerakan Ethan mulai tidak beraturan dan tongkolnya jadi membesar. &#8220;Oh shit, Ethan mo keluar. Pasti dia pengen nyemprot dalam memek gue. Harus gue cegah&#8221; pikir Vani panik. Tapi, pikiran tinggal pikiran. Badan Vani tidak mau diajak kerja sama. Mulutnya meneriakkan &#8220;THAAN, JANGAN NGECRET DIDALLAMM&#8230;.PLEASEE!!!&#8221;. Tapi Ethan yang memang sudah berniat menyemprotkan pejunya dalam memek Vani, malah semakin semakin semangat menggenjot dalam-dalam memek Vani. Vani sendiri karena memeknya semakin disesaki oleh kontol Ethan yang membesar karena hendak ngecret, jadi terangsang lagi dan langsung hendak ngecret juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka, ketika Ethan mencapai klimaksnya, tangannya mencengkram pantat Vani kuat-kuat, dan kontolnya ditekan dalam-dalam dalam memek Vani, Ethan meraung keras. &#8220;HMMUUUUAHHHHH&#8230;.AAHHHH&#8221; cairan peju hangat Ethan menyemprot berkali-kali dalam liang memek Vani. Vani pun bereteriak keras &#8221; OUUUAAHHHH&#8230;.GUE KELUARRRRR&#8230;.&#8221; dan pejunya pun ikut muncrat lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua mahluk lain jenis itu berkelonjotan menikmati setiap tetes peju yang mereka keluarkan. Cairan peju Ethan dan Vani berleleran keluar dari sela-sela jepitan kontol &amp; memek Vani. Banyak sekali cairan yang keluar meleleh dari memek Vani turun ke pahanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan puas sekali bisa menembakkan pejunya dalam memek cewek sesexy Vani. Apalagi si Vani ikutan keluar juga. &#8220;Komplet dah&#8221; pikir Ethan. Karena lemas, Ethan ikut tengkurap, menindih tubuh Vani di atas kap mobil. kontolnya yang mulai mengecil, masih dibiarkan di dalam memek Vani. Sedang Vani sendiri, masih memejamkan mata menikmati setiap sensasi extasy kenikmatan orgasme yang masih menjalarinya seluruh tubuhnya. Belum pernah ia ngentot sampai keluar lebih dari 4 kali seperti ini. Apalagi sebelumnya dia sempat menolak. Rasa tengsin dan malu mulai menjalar lagi, setelah gelombang kenikmatan orgasmenya memudar.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan yang masih menindihnya berkata &#8220;Hehehe enak kan. Gue demen banget ngentot sama lo Van. Betul-betul binal &amp; liar. Memek lo ga ada matinya, nyemprot peju mulu&#8221; kata Ethan seenaknya. Vani cuma bisa diam dan ngedumel dalam hati. &#8220;Udah, bangun lo. Anter gue pulang sekarang. Berlebih banget nih gue bayarnya&#8221; ujar Vani ketus. &#8220;Heheh ok..ok gue udah dapet apa yang gue mau. Sekarang gue anter lo pulang&#8221; balas Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan pun bangun dari punggung Vani dan beranjak ke pintu mobil dan mulai memakai pakaian dan celananya. Tapi kemudian dia heran, kok si Vani masih tengkurapan aja di kap mobil. &#8220;Hei, katanya mo pulang. Kok masih tengkurapan aja&#8221; tanya Ethan. Vani tidak menjawab, hanya terdenger dengusan nafas saja. Ketika Ethan menghampiri, terlihatlah betapa merahnya muka Vani, karena menahan malu. &#8220;Than, bantuin gue bangun dong. Kaki gue lemes banget. Selangkangan gue rasanya kaya masih ada yang ngganjel&#8221; ujar Vani malu-malu. &#8220;Hahaha&#8230;KO juga lo ya, cewe paling bahenol di kampus&#8221; tawa Ethan membahana. Bertambahlah merahlah muka si Vani. Ketika mau bopong Vani, tiba-tiba pikiran mesum Ethan keluar lagi. Dikeluarkanlah HP-nya yang berkamera. Ethan ambil beberapa shot posisi Vani yang mesum banget itu plus dua close up memek Vani yang berleleran peju.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena Vani memejamkan mata untuk mengatur nafas, dia tidak sadar akan tindakan Ethan. Akhirnya Ethan kasihan juga, tubuh Vani dibopong masuk kedalam mobil. Bahkan dibantuin memakai pakaian dan roknya lagi. Tapi ketika Vani meminta panty-nya, Ethan berkata &#8220;Ini buat gue aja. Kenang-kenangan. Lo ga usah pake aja. Memek lo butuh udara segar kelihatannya, habis tadi gue sumpalin pake kontol gue terus&#8221;. &#8220;Sial lo Than. Ya udah, ambil dah sana&#8221; ketus Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani langsung tertidur di kursi mobil. Baru terbagun ketika mobil Ethan sudah sampai di depan pagar kos-kosan Vani. &#8220;Lo bisa jalan ga Van? Kalo masih lemes, gue papah deh masuk ke kamar lo. Itung-itung ucapan terima kasih sudah mau ngentot ama gue malam ini hehe&#8221; kata Ethan nakal. Vani tidak bisa menolak tawaran itu, karena memang dia masih merasa lemas dikedua kakinya. Maka Ethan pun memapah Vani berjalan menuju kosnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamar Vani ada di lantai 2. Kamar-kamar di lantai 1 sudah pada tertutup semua. Tidak ada penghuninya yang nongkrong di luar. Diam-diam Vani merasa lega. Apa kata orang kalo dia pulang dipapah seperti ini. Kalo ga dibilang lagi mabok, bisa dibilang yang enggak-enggak lainnya. Tapi sialnya, ketika dilantai 2 mereka berpapasan dengan si Mirna yang baru dari kamar mandi. Mirna yang selama ini jealous dengan kesexy-an Vani, perhatiin Vani dari ujung rambut sampai ujung kaki.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba si Mirna ketawa sinis &#8220;Napa lo Van&#8221;. &#8220;Sedikit mabok Mir&#8221; jawab Vani sekenanya. &#8220;Mabok apa lo? Mabok peju kelihatannya&#8221; kata Mirna nyelekit sambil mandangi paha Vani. Reflek Vani nengok kebawah, betapa kagetnya Vani, karena dia baru sadar tadi belum bersihin leleran peju Ethan dan pejunya sendiri. Lelehan peju mengalir dari dalam memek Vani, sampai lututnya. Cukup banyak, sehingga kelihatan jelas.</p>
<p style="text-align: justify;">PIASS! Muka Vani langsung memerah. Vani langsung berpaling, sedang Mirna terkekeh senang.<br />
&#8220;Kalo elo kelihatannya malah kekurangan peju neh. Mana ada cowo yang ikhlas kasi pejunya ke cewe kerempeng kayo elo?&#8221; tiba-tiba Ethan nyeletuk pedes. Muka Mirna berubah dari merah, kuning sampai jadi ungu.<br />
&#8220;Heh, gue juga punya cowok yang mau ngentot sama gue tanpa gue minta&#8221; balas Mirna ketus.<br />
&#8220;Nah, berarti kan lo bedua sama, sama-sama butuh kontol &amp; pejunya. Napa saling hina. Urus aja urusan lo masing-masing, dan kenikmatan lo masing-masing. Ga usah saling sindir&#8221; tandas Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mirna langsung terdiam, dan ngloyor masuk dalam kamarnya. Vani sedikit terkejut, ga nyangka kalo si bejat Ethan bisa ngomong cerdas seperti itu. Betul-betul penyelamatnya. Setelah ditidurkan di ranjangnya Ethan pamit &#8220;Gue cao dulu ya Van. Thanks buat malam ini. Betul-betul sex yang hebat. Baru kali ini gue ngrasain. Kalo lo pengen, call gue aja ya. kontoll gue selalu siap melayani hehe&#8221;. &#8220;Enak aja. Ini pertama dan terakhir Than. Kapok gue naik mobil lo&#8221; balas Vani pedas.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan cuma tertawa saja, lalu berbalik menutup pintu dan pergi. Sebenarnya Vani merasakan hal yang sama dengan Ethan, betul-betul sex yang luar biasa malam ini. Vani ragu-ragu, bila Ethan ngajak lagi, emang dia bakal langsung nolak. Kok ga yakin ya? Sialan maki Vani pada diri sendiri. Sekarang gue butuh tidur. Dalam sekejap Vani langsung terlelap, tanpa berganti pakaian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/biaya-antar-pulang-vani-another-vani-sex-adventure/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswi Ngentot</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/mahasiswi-ngentot/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/mahasiswi-ngentot/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 23:28:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[blowjob]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[emut kontol]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[horny]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[sepong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2665</guid>
		<description><![CDATA[Wow asik nih bro ada foto mesum nih seorang mahasiswi perguruan tinggi lagi horny trus ngentot ama pacarnya.. selamat menikmati dah ingat jangan kebanyakan coli bro hahaha!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Wow asik nih bro ada foto mesum nih seorang mahasiswi perguruan tinggi lagi horny trus ngentot ama pacarnya.. selamat menikmati dah ingat jangan kebanyakan coli bro hahaha!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2666" title="mahasiswi-ngentot-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2667" title="mahasiswi-ngentot-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2668" title="mahasiswi-ngentot-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2669" title="mahasiswi-ngentot-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2670" title="mahasiswi-ngentot-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2671" title="mahasiswi-ngentot-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><span id="more-2665"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2672" title="mahasiswi-ngentot-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2673" title="mahasiswi-ngentot-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2674" title="mahasiswi-ngentot-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-9-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2675" title="mahasiswi-ngentot-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-10-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2676" title="mahasiswi-ngentot-11" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-11-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-12.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2677" title="mahasiswi-ngentot-12" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/mahasiswi-ngentot-12-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/mahasiswi-ngentot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswi Baru (MABA) Lagi Ngisep Kontol</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/mahasiswi-baru-maba-lagi-ngisep-kontol/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/mahasiswi-baru-maba-lagi-ngisep-kontol/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 13:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[enak]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontol]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[maba]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[pecun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2530</guid>
		<description><![CDATA[Nah ini sekarang kan masa penerimaan mahasiswi baru (MABA). Mahasiswi yang satu ini adalah calon ayam kampus hehehe baru mau jadi mahasiswi aja dah mulai deh isep-isep alias sepong kontol wuihhh&#8230; tapi enak gila isepannya kayak disedot vacum cleaner tapi bulu memeknya lebat gilaaaaaaaaaa&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Nah ini sekarang kan masa penerimaan mahasiswi baru (MABA). Mahasiswi yang satu ini adalah calon <em>ayam kampus</em> hehehe baru mau jadi mahasiswi aja dah mulai deh isep-isep alias sepong kontol wuihhh&#8230; tapi enak gila isepannya kayak disedot vacum cleaner tapi bulu memeknya lebat gilaaaaaaaaaa&#8230; <img src='http://www.ceritasex.cn/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2531" title="maba-isep-kontol-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-1-244x300.jpg" alt="" width="244" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2532" title="maba-isep-kontol-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-2-300x260.jpg" alt="" width="300" height="260" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2533" title="maba-isep-kontol-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-3-300x210.jpg" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2534" title="maba-isep-kontol-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-4-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2535" title="maba-isep-kontol-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-5-300x213.jpg" alt="" width="300" height="213" /></a></p>
<p><span id="more-2530"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2536" title="maba-isep-kontol-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-6-300x216.jpg" alt="" width="300" height="216" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2537" title="maba-isep-kontol-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/06/maba-isep-kontol-7-300x219.jpg" alt="" width="300" height="219" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/mahasiswi-baru-maba-lagi-ngisep-kontol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercinta di Kamar Kost</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/bercinta-di-kamar-kost/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/bercinta-di-kamar-kost/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 20:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[IGO]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[kamar kost]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2353</guid>
		<description><![CDATA[Awas ketahuan yang punya kost.. nanti bisa ikutan minta jatah hehehe..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Awas ketahuan yang punya kost.. nanti bisa ikutan minta jatah hehehe..</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2354" title="bercinta-di-kamar-kost-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-1-300x217.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2355" title="bercinta-di-kamar-kost-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-2-300x219.jpg" alt="" width="300" height="219" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2356" title="bercinta-di-kamar-kost-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-3-230x300.jpg" alt="" width="230" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2357" title="bercinta-di-kamar-kost-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2358" title="bercinta-di-kamar-kost-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><span id="more-2353"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2359" title="bercinta-di-kamar-kost-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2360" title="bercinta-di-kamar-kost-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2361" title="bercinta-di-kamar-kost-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-8-231x300.jpg" alt="" width="231" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2362" title="bercinta-di-kamar-kost-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/05/bercinta-di-kamar-kost-9-300x217.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/bercinta-di-kamar-kost/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gairah Bapak Kost</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/gairah-bapak-kost/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/gairah-bapak-kost/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 18:37:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Om Senang]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[bapak kost]]></category>
		<category><![CDATA[gairah]]></category>
		<category><![CDATA[kost]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2306</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu kulihat Oom Pram sedang merapikan tanaman di kebun, dipangkasnya daun-daun yang mencuat tidak beraturan dengan gunting. Kutatap wajahnya dari balik kaca gelap jendela kamarku. Belum terlalu tua, umurnya kutaksir belum mencapai usia 50 tahun, tubuhnya masih kekar wajahnya segar dan cukup tampan. Rambut dan kumisnya beberapa sudah terselip uban. Hari itu memang aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pagi itu kulihat Oom Pram sedang merapikan tanaman di kebun, dipangkasnya daun-daun yang mencuat tidak beraturan dengan gunting. Kutatap wajahnya dari balik kaca gelap jendela kamarku. Belum terlalu tua, umurnya kutaksir belum mencapai usia 50 tahun, tubuhnya masih kekar wajahnya segar dan cukup tampan. Rambut dan kumisnya beberapa sudah terselip uban. Hari itu memang aku masih tergeletak di kamar kostku. Sejak kemarin aku tidak kuliah karena terserang flu. Jendela kamarku yang berkaca gelap dan menghadap ke taman samping rumah membuatku merasa asri melihat hijau taman, apalagi di sana ada seorang laki-lai setengah baya yang sering kukagumi. Memang usiaku saat itu baru menginjak dua puluh satu tahun dan aku masih duduk di semester enam di fakultasku dan sudah punya pacar yang selalu rajin mengunjungiku di malam minggu. Toh tidak ada halangan apapun kalau aku menyukai laki-laki yang jauh di atas umurku. Tiba-tiba ia memandang ke arahku, jantungku berdegup keras. Tidak, dia tidak melihaku dari luar sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Oom Pram mengenakan kaos singlet dan celana pendek, dari pangkal lengannya terlihat seburat ototnya yang masih kecang. Hari memang masih pagi sekitar jam 9:00, teman sekamar kostku telah berangkat sejak jam 6:00 tadi pagi demikian pula penghuni rumah lainnya, temasuk Tante Pram istrinya yang karyawati perusahaan perbankan. Memang Oom Pram sejak 5 bulan terakhir terkena PHK dengan pesangon yang konon cukup besar, karena penciutan perusahaannya. Sehingga kegiatannya lebih banyak di rumah. Bahkan tak jarang dia yang menyiapkan sarapan pagi untuk kami semua anak kost-nya. Yaitu roti dan selai disertai susu panas. Kedua anaknya sudah kuliah di luar kota. Kami anak kost yang terdiri dari 6 orang mahasiswi sangat akrab dengan induk semang. Mereka memperlakukan kami seperti anaknya. Walaupun biaya indekost-nya tidak terbilang murah, tetapi kami menyukainya karena kami seperti di rumah sendiri. Oom Pram telah selesai mengurus tamannya, ia segera hilang dari pemandanganku.</p>
<p style="text-align: justify;">ah seandainya dia ke kamarku dan mau memijitku, aku pasti akan senang, aku lebih membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari obat-obatan. Biasanya ibuku yang yang mengurusku dari dibuatkan bubur sampai memijit-mijit badanku. Ah.. andaikan Oom Pram yang melakukannya… Kupejamkan mataku, kunikmati lamunanku sampai kudengar suara siulan dan suara air dari kamar mandi. Pasti Oom Pram sedang mandi, kubayangkan tubuhnya tanpa baju di kamar mandi, lamunanku berkembang menjadi makin hangat, hatiku hangat, kupejamkan mataku ketika aku diciumnya dalam lamunan, oh indahnya. Lamunanku terhenti ketika tiba-tiba ada suara ketukan di pintu kamarku, segera kutarik selimut yang sudah terserak di sampingku. “Masuk..!” kataku. Tak berapa lama kulihat Oom Pram sudah berada di ambang pintu masih mengenakan baju mandi. Senyumnya mengambang “Bagaimana Lina? Ada kemajuan..?” dia duduk di pinggir ranjangku, tangannya diulurkan ke arah keningku. Aku hanya mengangguk lemah. Walaupun jantungku berdetak keras, aku mencoba membalas senyumnya.<br />
<span id="more-2306"></span><br />
Kemudian tangannya beralih memegang tangan kiriku dan mulai memjit-mijit. “Lina mau dibikinkan susu panas?” tanyanya. “Terima kasih Oom, Lina sudah sarapan tadi,” balasku. “Enak dipijit seperti ini?” aku mengangguk.VDia masih memijit dari tangan yang kiri kemudian beralih ke tangan kanan, kemudian ke pundakku. Ketika pijitannya berpindah ke kakiku aku masih diam saja, karena aku menyukai pijitannya yang lembut, disamping menimbulkan rasa nyaman juga menaikkan birahiku. Disingkirkannya selimut yang membungkus kakiku, sehingga betis dan pahaku yang kuning langsat terbuka, bahkan ternyata dasterku yang tipis agak terangkat ke atas mendekati pangkal paha, aku tidak mencoba membetulkannya, aku pura-pura tidak tahu. “Lin kakimu mulus sekali ya.” “Ah.. Oom bisa aja, kan kulit Tante lebih mulus lagi,” balasku sekenanya. Tangannya masih memijit kakiku dari bawah ke atas berulang-ulang. Lama-lama kurasakan tangannya tidak lagi memijit tetapi mengelus dan mengusap pahaku, aku diam saja, aku menikmatinya, birahiku makin lama makin bangkit.</p>
<p style="text-align: justify;">“Lin, Oom jadi terangsang, gimana nih?” suaranya terdengar kalem tanpa emosi. “Jangan Oom, nanti Tante marah..” Mulutku menolak tapi wajah dan tubuhku bekata lain, dan aku yakin Oom Pram sebagai laki-laki sudah matang dapat membaca bahasa tubuhku. Aku menggelinjang ketika jari tangannya mulai menggosok pangkal paha dekat vaginaku yang terbungkus CD. Dan… astaga! ternyata dibalik baju mandinya Oom Pram tidak mengenakan celana dalam sehingga penisnya yang membesar dan tegak, keluar belahan baju mandinya tanpa disadarinya. Nafasku sesak melihat benda yang berdiri keras penuh dengan tonjolan otot di sekelilingnya dan kepala yang licin mengkilat. Ingin rasanya aku memegang dan mengelusnya. Tetapi kutahan hasratku itu, rasa maluku masih mengalahkan nafsuku. Oom Pram membungkuk menciumku, kurasakan bibirnya yang hangat menyentuh bibirku dengan lembut. Kehangatan menjalar ke lubuk hatiku dan ketika kurasakan lidahnya mencari-cari lidahku dan maka kusambut dengan lidahku pula.</p>
<p style="text-align: justify;">aku melayani hisapan-hisapannya dengan penuh gairah. Separuh tubuhnya sudah menindih tubuhku, kemaluannya menempel di pahaku sedangkan tangan kirinya telah berpindah ke buah dadaku. Dia meremas dadaku dengan lembut sambil menghisap bibirku. Tanpa canggung lagi kurengkuh tubuhnya, kuusap punggungnya dan terus ke bawah ke arah pahanya yang penuh ditumbuhi rambut. Dadaku berdesir enak sekali, tangannya sudah menyelusup ke balik dasterku yang tanpa BH, remasan jarinya sangat ahli, kadang putingku dipelintir sehingga menimbulkan sensasi yang luar biasa. Nafasku makin memburu ketika dia melepas ciumannya. Kutatap wajahnya, aku kecewa, tapi dia tersenyum dibelainya wajahku. “Lin kau cantik sekali..” dia memujaku. “Aku ingin menyetubuhimu, tapi apakah kamu masih perawan..?” aku mengangguk lemah. Memang aku masih perawan, walaupun aku pernah “petting” dengan kakak iparku sampai kami orgasme tapi sampai saat ini aku belum pernah melakukan persetubuhan. Dengan pacarku kami sebatas ciuman biasa, dia terlalu alim untuk melakukan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan kebutuhan seksku selama ini terpenuhi dengan mansturbasi, dengan khayalan yang indah. Biasanya dua orang obyek khayalanku yaitu kakak iparku dan yang kedua adalah Oom Pram induk semangku, yang sekarang setengah menindih tubuhku. Sebenarnya andaikata dia tidak menanyakan soal keperawanan, pasti aku tak dapat menolak jika ia menyetubuhiku, karena dorongan birahiku kurasakan melebihi birahinya. Kulihat dengan jelas pengendalian dirinya, dia tidak menggebu dia memainkan tangannya, bibirnya dan lidahnya dengan tenang, lembut dan sabar. Justru akulah yang kurasakan meledak-ledak. “Bagaimana Lin? kita teruskan?” tangannya masih mengusap rambutku, aku tak mampu menjawab. Aku ingin, ingin sekali, tapi aku tak ingin perawanku hilang. Kupejamkan mataku menghindari tatapanbya. “Oom… pakai tangan saja,” bisikku kecewa. Tanpa menunggu lagi tangannya sudah melucuti seluruh dasterku, aku tinggal mengenakan celana dalam, dia juga telah telanjang utuh. Seluruh tubuhnya mengkilat karena keringat, batang kemaluannya panjang dan besar berdiri tegak.</p>
<p style="text-align: justify;">Diangkatnya pantatku dilepaskannya celana dalamku yang telah basah sejak tadi. Kubiarkan tangannya membuka selangkanganku lebar-lebar. Kulihat vaginaku telah merekah kemerahan bibirnya mengkilat lembab, klitorisku terasa sudah membesar dan memerah, di dalam lubang kemaluanku telah terbanjiri oleh lendir yang siap melumasi, setiap barang yang akan masuk. Oom Pram membungkuk dan mulai menjilat dinding kiri dan kanan kemaluanku, terasa nikmat sekali aku menggeliat, lidahnya menggeser makin ke atas ke arah klitosris, kupegang kepalanya dan aku mulai merintih kenikmatan. Berapa lama dia menggeserkan lidahnya di atas klitosriku yang makin membengkak. Karena kenikmatan tanpa terasa aku telah menggoyang pantatku, kadang kuangkat kadang ke kiri dan ke kanan. Tiba-tiba Oom Pram melakukan sedotan kecil di klitoris, kadang disedot kadang dipermainkan dengan ujung lidah. Kenikmatan yang kudapat luar biasa, seluruh kelamin sampai pinggul, gerakanku makin tak terkendali, “Oom… aduh.. Oom… Lin mau keluar….” Kuangkat tinggi tinggi pantatku, aku sudah siap untuk berorgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi pada saat yang tepat dia melepaskan ciumannya dari vagina. Dia menarikku bangun dan menyorongkan kemaluannya yang kokoh itu kemulutku. ” Gantian ya Lin.. aku ingin kau isap kemaluanku.” Kutangkap kemaluannya, terasa penuh dan keras dalam genggamanku. Oom Pram sudah terlentang dan posisiku membungkuk siap untuk mengulum kelaminnya. Aku sering membayangkan dan aku juga beberapa kali menonton dalam film biru. Tetapi baru kali inilah aku melakukannya. Birahiku sudah sampai puncak. Kutelusuri pangkal kemaluannya dengan lidahku dari pangkal sampai ke ujung penisnya yang mengkilat berkali-kali. “Ahhh… Enak sekali Lin…” dia berdesis. Kemudian kukulum dan kusedot-sedot dan kujilat dengan lidah sedangkan pangkal kemaluannya kuelus dengan jariku. Suara desahan Oom Pram membuatku tidak tahan menahan birahi. Kusudahi permainan di kelaminnya, tiba-tiba aku sudah setengah jongkok di atas tubuhnya, kemaluannya persis di depan lubang vaginaku. “Oom, Lin masukin dikit ya Oom, Lin pengen sekali.” Dia hanya tersenyum. “Hati-hati ya… jangan terlalu dalam…”</p>
<p style="text-align: justify;">Aku sudah tidak lagi mendengar kata-katanya. Kupegang kemaluannya, kutempelkan pada bibir kemaluanku, kusapu-sapukan sebentar di klitoris dan bibir bawah, dan… oh, ketika kepala kemaluanya kumasukan dalam lubang, aku hampir terbang. Beberapa detik aku tidak berani bergerak tanganku masih memegangi kemaluannya, ujung kemaluannya masih menancap dalam lubang vaginaku. Kurasakan kedutan-kedutan kecil dalam bibir bawahku, aku tidak yakin apakah kedutan berasal dariku atau darinya. Kuangkat sedikit pantatku, dan gesekan itu ujung kemaluannya yang sangat besar terasa menggeser bibir dalam dan pangkal klitoris. Kudorong pinggulku ke bawah makin dalam kenikmatan makin dalam, separuh batang kemaluannya sudah melesak dalam kemaluanku. Kukocokkan kemaluannya naik-turun, tidak ada rasa sakit seperti yang sering aku dengar dari temanku ketika keperawanannya hilang, padahal sudah separuh. Kujepit kemaluannya dengan otot dalam, kusedot ke dalam. Kulepas kembali berulang-ulang. “Oh.. Lin kau hebat, jepitanmu nimat sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Kudengar Oom Pram mendesis-desis, payudaraku diremas-remas dan membuat aku merintih-rintih ketika dalam jepitanku itu. Dia mengocokkan kemaluannya dari bawah. Aku merintih, mendesis, mendengus, dan akhirnya kehilangan kontrolku. Kudorong pinggulku ke bawah, terus ke bawah sehingga penis Oom Pram sudah utuh masuk ke vaginaku, tidak ada rasa sakit, yang ada adalah kenikmatan yang meledak-ledak.Dari posisi duduk, kurubuhkan badanku di atas badannya, susuku menempel, perutku merekat pada perutnya. Kudekap Oom Pram erat-erat. Tangan kiri Oom Pram mendekap punggungku, sedang tangan kanannya mengusap-usap bokongku dan analku. Aku makin kenikmatan. Sambil merintih-rintih kukocok dan kugoyang pinggulku, sedang kurasakan benda padat kenyal dan besar menyodok-nyodok dari bawah. Tiba-tiba aku tidak tahan lagi, kedutan tadinya kecil makin keras dan akhirnya meledak. “Ahhh…” Kutekan vaginaku ke penisnya, kedutannya keras sekali, nimat sekali. Dan hampir bersamaan dari dalam vagina terasa cairan hangat, menyemprot dinding rahimku. “Ooohhh…” Oom Pram juga ejakulasi pada saat yang bersamaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa menit aku masih berada di atasnya, dan kemaluannya masih menyesaki vaginaku. Kurasai vaginaku masih berkedut dan makin lemah. Tapi kelaminku masih menyebarkan kenikmatan. Pagi itu keperawananku hilang tanpa darah dan tanpa rasa sakit. Aku tidak menyesal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/gairah-bapak-kost/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

