<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; memek</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/tag/memek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 07:13:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Istriku Threesome</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/istriku-threesome/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/istriku-threesome/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 21:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[entot]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[pepek]]></category>
		<category><![CDATA[threesome]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1491</guid>
		<description><![CDATA[Aku seorang suami umur 39 tahun dan istriku berumur 40 tahun. Kami mempunyai anak 2 orang, 1 perempuan dan satu laki-laki. Walaupun kami sudah berumur tapi kehidupan sex kami sangat memuaskan. Kami selalu berhubungan sex. Istrku memang berumur 40 tahun tapi bodynya tanggung sexy dan terawat masih kelihatan seperti umur 30 tahun. Aku berpikir untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku seorang suami umur 39 tahun dan istriku berumur 40 tahun. Kami mempunyai anak 2 orang, 1 perempuan dan satu laki-laki. Walaupun kami sudah berumur tapi kehidupan sex kami sangat memuaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami selalu berhubungan sex. Istrku memang berumur 40 tahun tapi bodynya tanggung sexy dan terawat masih kelihatan seperti umur 30 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku berpikir untuk memberikan sesuatu yang lain kepada istriku, yaitu aku ingin kami bercinta dengan satu orang lain, bertiga. Dan ini aku sampaikan kepada istriku sebut saja namanya Rina. Namaku sendiri Ricky. Pertama-tama Rina tidak setuju, tetapi setelah ku bujuk-bujuk kukatakan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mah, ini kita lakukan untuk happy kita saja sayang&#8221;.<br />
&#8220;Yah, pah tapikan saya malu bercinta dengan orang yang belum pernah saya kenal&#8221;.<br />
&#8220;OK, sayang lupakan semua, yang penting saat itu kita mencapai kepuasan. Bagaimana sayang?&#8221;, setelah kubujuk akhirnya Rina setuju.<br />
&#8220;Terserah papah ajalah.&#8221;<br />
Aku lalu mencium istrku, dan malam itu kami bercinta dan kami melakukannya sampai pagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu berjalan terus, sementara aku terus mencari orang yang cocok untuk kami aja bergabung. Suatu hari aku berkenalan dengan seorang guru instruktur senam di kota kami. Namanya Herman. Orangnya ganteng umurnya masih 26 tahun badanya pun sangat atletis. Beberapa kali pertemuan aku menyampaikan apa rencana kami kepada Herman, dan kulihat dia tidak terkejut.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Biasa Mas, aku pernah melakukan ini dengan pasangan lain,&#8221; cerita herman. Oh aku sangat senag sekali, ternyata Herman sangat berpengalaman. Maka kami ataur rencana, Ini akan kami lakukan disalah satu hotel terkenal dikota kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari Sabtu siang Rina dan aku ngobrol berdua diruang tamu.<br />
&#8220;Mah, aku kok rasanya kepengen kita tidur dihotel berdua saja malam ini&#8221;, Rina menyambut dengan hangat.<br />
&#8220;Boleh juga tuh Mas, hitung-hitung bulan madu,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami sepakat memilih Hotel &#8220;S&#8221; untuk menginap nanti malam. Sesampai dihotel setelah menyelesaikan administrasi hotel, lalu kami masuk kamar hotel. Rina langsung rebahan diatas tempat tidur yang cukup besar. Sedangkan aku masuk kedalam kamar mandi untuk menelpon Herman, dan kami beri tahu nomor kamar dan jam berapa dia harus datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Didalam kamar aku dan Rina ngobrol dan sekali sekali kami berciuman, Aku meremas payudara Rina dari balik bajunya sambil terus menciumi leher jenjangnya. Rina mendesah, &#8220;aaahh&#8230; mas&#8230;..&#8221; sambil berciuman tanganku masuk kebalik baju yang dipakainya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Mas?&#8230;&#8230; aku mau Mas&#8230;!&#8221; Rok yaand dipakai Rina sudah naik sampai memperlihatkan paha Rina yan mulus dan putih, Dan tanganku mengelus-elus lembut memek Rina dari balik celana dalamnya dan aku merasakan cairan kemaluan istriku sudah mulai keluar&#8230; yah&#8230; oh&#8230;. terus Mas&#8230;.. yahhh&#8230; atatasnya sayang&#8230;&#8221;<br />
<span id="more-1491"></span><br />
Tiba2 pintu diketuk dari luar. Kami buru2 merapihkan pakain kami, biasa Rina sambil ngomel,&#8221;siapa sih, ngegangu aja?&#8221; Aku membuka pintu, Herman sudah didepan pintu dengan kaos ktetnya memperlihatkan tubuhnya yang atletis.<br />
&#8220;Siappa pah?&#8221; tanya istrku dari dalam.<br />
&#8220;Ini kenalkan teman papah, tadi telpon kebetulan dia ada di hotel ini, jadi papah suruh mampir saja.&#8221;<br />
&#8220;Ini Rina istriku,&#8221;<br />
&#8220;Aku Herman mbak,&#8221; sambil menyalami istriku.</p>
<p style="text-align: justify;">Istriku banyak diam, mungkin kesel karena nanggung tadi. Sambil memeluk Rina aku berkata kepada Rina. &#8220;Mah, Herman ini yang akan bergabung dengan kita untuk bercinta. Rina sedikit kaget, tapi setelah kutenangkan dia dapat menerimanya. Sambil ngobrol sekali-kali aku mencium Rina, pertama-tama Rina sanagt risih, tapi lama lama aku dapat merasakan Rina mulai terbiasa, malah membalas ciuman aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Herman tersenyum melihat kami berciuman. Aku melihat istriku melirik Herman pada saat kami berciuman. Hernan masih duduk disofa sementara kami duduk dipinggir tempat tidur berpelukan menghadap kesofa dimana Herman duduk. Samil berciuman aku meraba-raba paha mulus istriku. Dan Rina melebarkan kakinya sehingga Herman dapat dengan jelas melihat paha bagian dalam Istriku dan celana dalam Rina. Herman berdiri menghampiri kami dan jongkok didepan kami. Sementara aku dan Rina terus berciuman dan pelan aku membuka satu persatu kancing kemeja Rina, dan terbukalah dadanya dengan BRa warna hitamnya. Tiba-tiba Rina tersentak, Rupanya Herman menciumi paha istriku, Rina menegang jilatan Herman terus merambat keatas menyentuh celana dalam istriku.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara aku sudah melepas beha Rina dan menciumi sambil menjilati puting teteknya. &#8220;ooooohhh&#8230;.. yahhhhhh&#8230; enak enak Her&#8230;&#8230;jilati memek mbak Her&#8230;???&#8221; MUlut istriku terus merengek-rengek meminta Herman untuk menjilat memeknya. Aku merebahkan Rina ditempat tidur sementara kakinya masih menjuntai kebawah dan Herman terus menjilat dan menciumi selangkangan istriku. Rina melebarkan kakinya dan meminta Herman untuk membuka celana dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Iyah&#8230;. terus Her&#8230;. buka celana dalam Mbak&#8230;. jilati memek mbak oooohh&#8230;. Mbak mau kontol mu&#8230;&#8230;.&#8221; Herman lalu membuka celana dalam Rina&#8230;.. dan kelihatanlah memek istriku dengan bulu yang rapih terawat dan berkilat, menandakan Rina sudah sangat terangsang.</p>
<p style="text-align: justify;">Istriku sekarang sudah telanjang didepan dua laki-laki yang siap untu memberikan kepuasan kepadanya. Rina tergolek pasrah sementara kakinya tetap menapak di lantai sehingga memeknya menjadi lebih kelihat menonjol keatas. Herman berdiri lalu membuka kaosnya, kelihatan dadanya yang bidang ditumbuhi bulu, Istriku memeandang nanar, Herman juga membuka celana panjangnya. Otomatis Herman hanya memakai celana dalam saja, dan kontolnya yang belum tegang menonjol dan kelihatan jelas dimata istriku. Dan Rina terus melihat kebawah. Sambil berkata &#8220;Her&#8230;?Mbak mau kontol kamu! Puaskan Mbak Her&#8230;&#8230;..&#8221; Rina Bangkit dari tempat tidur lalu jongkok didepan Herman.</p>
<p style="text-align: justify;">Istriku menciumi kontol Herman dengan bernapsu&#8230;.. lalu Rina menurunkan celana dalam Herman, maka kelihatanlah kontol Herman begitu dekatnya denga muka Istriku. Rina menjilati kontol Herman mulai dari pangkal sampai ujungnya. Terus berulang-ulang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;ohhhhh&#8230;. enak Mbak &#8230;. enak sekali lidah kamu Mbak..&#8221; erang Herman. Istriku memasukan kontol Herman kedalam mulutnya berulang kali. &#8220;Ahhhhh enak&#8230;.. sekali Mbak&#8221; sambil tangan Rina mengocok-ngocok kontol Herman. Lalu Herman menngajak Rina berdiri. Lalu mereka berciuman sambil berdiri shhhhh&#8230;suara ciuman mereka sampai kekupingku aku terpancing, lalu menghampiri mereka. sambil jongkok dibelakang Rina, aku menciumi pantat rina sambil tanggan ku meraba-raba memek sitriku yang sudah basah&#8230;. merekaterus berpelukan sambil berciumana sementara aku menciumu pantat istriku&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba rina istriku menungging mengapai kembali kontol Herman dan dimasukannya kedalam mulut &#8220;acchhhhhh, Herman mengerang&#8230;. sementara aku menjilati memek Rina dari belaakng, sekali jari-jariku keluar masukan kedalam memek RIna.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;yahhhhh&#8230; terus Mas&#8230; masukkan jarinya Mas&#8230; Rin&#8230; ga tahan&#8230;&#8230; terus&#8230; yang dalam&#8230;&#8230;&#8230; Entot saya&#8230;. her&#8230;.. Mbak Mau kontolmu&#8230; masukkan kontol kamu kedalam memek MBak&#8230;.. aaaccchhh&#8230; ssssssssshhhh..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Kami berganti posisi. Aku rebahan di kasur sementara istriku menungging sambil menjilati kontol ku&#8230;.. dari belakang Herman sudah siap-siap memasukan kontolnya yang sudah tegang kedalam memek istriku. Heramn mengosok-gosokan kontolnya kebelahan memek istriku.<br />
&#8220;yahhh&#8230;. masukan Her&#8230; Mbak sudah ga kuat&#8230;&#8230;. entot Mbak Her&#8230; Puaskan Mbak&#8230;..&#8221; pelan kepala kontol Herman mulai masuk kedalam memek Rina &#8230;.,</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;sssshhhh&#8230;&#8221; Rina menegang ketika kontol Herman yang sudah tegang pelan-pelan masuk kedalam memeknya istriku. Herman berhenti sebentar, lalu pelan kembali menekan kontolnya masuk kedalam memek Rina kembali .Tubuh istriku bergetar&#8230;. ssshhhhh&#8230;.. ohhhhhh&#8230; enak sekali her&#8230;.. masukan terus yang dalam oooohhhhh hangat&#8230;. kontolmu hangat sekali Her&#8230;&#8230;..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;yahhh&#8230;Mbak ?&#8230;memekmupun berdenyut Mbakk&#8230;..&#8221; herman pelan menarik keluar kontolnya dan memasukannya kembali. &#8220;Accchhhhh&#8230;.. terus Her&#8230; yang kuat terus&#8230;.. entot Mbak&#8230;&#8230; siram rahim Mbak dengan mani kamu&#8230;..&#8221; Herman semakin memaju kontolnya dan semakain cepat&#8230;&#8230; mbakkk&#8230;. mau keluar Her&#8230;&#8230;&#8230; oh&#8230; mBak ga tahan&#8230;. Mbak ga tahan&#8230;&#8230;.&#8221; istriku menggelepar-gelepar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oohhhh&#8230; acccchhhh&#8230;.. saya keluar&#8230;. saya keluar&#8230;.. ahhhhhhhhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8221; istriku menegang, sementara Herman terus memaju kontolnya keluar masuk memek istriku. Istriku RIna tengkurap ditempaat tidur nafasnya memburu, sementara Herman tetap diatas tubuh Rina dan membiarkan kontolnya tetp tertancap didalam memek istriku sambil merasakan denyutan memek Rina meremas remas kontolnya. Lalu pelan pelan Herman mencabut kontolnya dan kembali memasukannya. Rina tersentak, &#8220;ohhh&#8230;. enak sekali kontolmu Her&#8230; ohhhh&#8230; terus&#8230; Her&#8230;. Mbak mau Lagi&#8230;&#8230; Mbak mau kontol mu lagi&#8230;&#8230;&#8230;.. Mbak mau di entot berdiri&#8230;.. Ayo&#8230;.. Mas entot saya&#8230;. puaskan saya&#8230;&#8230;&#8230; Rina mau kontol kalian berdua&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Rina berdiri di peluk Herman dari belakang sementara aku jongkok menjilati memek Istriku yang sudah sanagt basah, sambil menjilati memek nya jariku masukan kedalam. &#8220;Yaahhhh enak Mas&#8230; terus jilati memek Rin&#8230;&#8230;&#8221; Herman dan Rina berciuman&#8230;. sementara aku terus menjilati memek Rina. Kontolku semakin menegang aku sudah ga tahan, lalu aku melebarkan kaki Rina sambil berdiri aku memasukkan kontolku kedalam memeknya. Berdiri adalah posisi favorit istriku. Aku memutar-mutar pantataku sehingga jembutku bergesekan dengan itil bagi atas istriku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Oohhhh yyahhhhh&#8230;. kena mas&#8230; gesek-gesek terus&#8230; oohhhhh enak mas&#8230;.. kontolnya&#8230;.. ayoh Mas kita keluarkan sama-sama&#8230;&#8230;. rina hampir&#8230;. achhhhh&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Rina terus mengoyang-goyangkan pantatnya sambil berciuman dengan Herman sementara aku terus memacu kontolku semakin cepat. Herman terus meremas-remas tetek Istriku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aachhhhhh&#8230;. oohhh.. aku keluar mas&#8230;&#8230;. mbak keluar lagi Her&#8230;&#8230; ohh enakks&#8230;&#8221; Seeerrrr. Aku ikut menegang dan Crottttt&#8230;&#8230;&#8230; kami berdua keluar bersama-sama. &#8220;Ohhhhhh&#8230;.&#8221; istriku terkulai dipelukan Herman. &#8220;Achhhh.. ohhh..&#8221; aku mencabut kontolku dari memek Rina, sementara Rina masih terkulai dipelukan Herman. Kedua tangan Rina merangkul lehar Herman. kontol Herman masih sangat tegang karena memang dia belum keluar, &#8220;Sambil berbisik&#8230; Mbak aku mau entot mbak&#8230; aku belum keluar&#8230; ahhh. Apa masih kuat mbak&#8230;?&#8221; tetap merangkul Herman lalu istriku mencium bibir Herman, sambil bergayut dia melingkarkan kakinya kepinggang Herman.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Blessssss&#8230;.&#8221; masuklah kembali kontol Herman kedalam memek Istriku, sambil berdiri mereka berpacu mencapai puncak kenikmatan. &#8220;Yahhhhh&#8230;. enak kontolmu Her&#8230;.. terus masukan yang dalam&#8230; kontolmu hangat&#8230;&#8230; puaskan mbak&#8221; mereka berpacu semakin cepat. &#8220;Her mbak gak kuat mau keluar lagi&#8230;.. achhhhhh&#8230;&#8230;&#8221; &#8220;Iyah mbak aku juga mau oooohohhhh&#8230; achhhhhh&#8230; terus&#8230; mbak keluar&#8230;.. ohhhhhhh crooottttachhhhhhh&#8221;.<br />
Kedua tubuh itu menegang dan berpelukan sangat eratnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/istriku-threesome/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rici Mahasiswi PTS Bandung Yang Bikin Mupeng</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/rici-mahasiswi-pts-bandung-yang-bikin-mupeng/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/rici-mahasiswi-pts-bandung-yang-bikin-mupeng/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 21:22:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[rici]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1484</guid>
		<description><![CDATA[Mantap nih mahasiswi keren dari bandung&#8230; kalau kayak gini sih bisa betah tiap hari dirumah hahaha&#8230; :p]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mantap nih mahasiswi keren dari bandung&#8230; kalau kayak gini sih bisa betah tiap hari dirumah hahaha&#8230; :p</p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/rici-mahasiswi-bandung-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1485" title="rici-mahasiswi-bandung-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/rici-mahasiswi-bandung-1-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/rici-mahasiswi-bandung-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1486" title="rici-mahasiswi-bandung-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/rici-mahasiswi-bandung-2-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a></p>
<p><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/rici-mahasiswi-bandung-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1487" title="rici-mahasiswi-bandung-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/07/rici-mahasiswi-bandung-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/rici-mahasiswi-pts-bandung-yang-bikin-mupeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inah, Pembantu Kakak Iparku</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/inah-pembantu-kakak-iparku/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/inah-pembantu-kakak-iparku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 07:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[Hasrat]]></category>
		<category><![CDATA[inah]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[pembantu]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[senam seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1481</guid>
		<description><![CDATA[Para pembaca mungkin masih ingat mengenai kisahku dengan kakak ipar yang dulu membenciku, namun secara tak terduga akhirnya kami saling berbagi kenikmatan yang ternyata sebelumnya sudah sama-sama kami angankan. Hubungan kami berlanjut hingga beberapa lama. Kalau timbul hasratku (kontolku sudah ngaceng) maka aku mengirim SMS kepadanya agar diupayakan waktu untuk bertemu dan berbagi kenikmatan, demikian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Para pembaca mungkin masih ingat mengenai kisahku dengan kakak ipar yang dulu membenciku, namun secara tak terduga akhirnya kami saling berbagi kenikmatan yang ternyata sebelumnya sudah sama-sama kami angankan. Hubungan kami berlanjut hingga beberapa lama. Kalau timbul hasratku (kontolku sudah ngaceng) maka aku mengirim SMS kepadanya agar diupayakan waktu untuk bertemu dan berbagi kenikmatan, demikian pula sebaliknya, kalau memek dia sudah sangat ingin ditembus oleh kontolku maka dialah yang mengirim SMS kepadaku; dan pada kenyataannya dialah yang lebih sering meminta aku agar memuaskan hasrat ngewenya yang masih menggebu-gebu. Dan sejak itu dia makin rajin melakukan senam seks untuk lebih menambah kenikmatan ngewe yang biasa kami lakukan. Oh ya, perlu pembaca ketahui bahwa kadang-kadang kami melakukan persetubuhan di rumahku dan kadang-kadang di rumahnya, tergantung situasi dan kondisi&#8211;kebetulan jarak antara rumahku dengan rumahnya cukup jauh&#8211;, atau di tempat-tempat lain yang kami rasa memungkinkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari aku pergi ke rumahnya karena sebelumnya aku menerima SMS agar aku datang ke rumahnya pada hari itu karena memeknya sudah sangat ingin diewe oleh kontolku. Akupun dengan senang hati menyetujuinya karena kontolku pun sudah ingin dimasukkan ke dalam lubang memek sementara istriku semakin dingin saja. Seperti biasa aku melakukan olah raga dahulu agar badanku fit karena akan menghadapi pertempuran sengit; kontolku aku elus-elus karena dia merupakan unjung tombak yang siap menembus dan melobangi musuh, tapi musuh yang nikmaaaaaat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampai di rumah kakak iparku tersebut aku langsung masuk karena biasanya kalau sudah janjian seperti itu pintunya tidak pernah dikunci, malah kadang-kadang aku langsung masuk ke dalam kamarnya dan di sana ia sudah menunggu dengan tak sabar maka kalau begitu kami pun langsung melakukan pertempuran, pergumulan, dan per-ewe-an. Namun kali itu suasana sepi, kakak iparku tidak terlihat, di dalam kamarnya pun tidak ada. Aku cari di dapur tidak ada, kamar mandi pun kosong. Aku merasa agak kesal padahal nafsuku sudah menggelora dan kontolku sudah ngaceng dan berdenyut-denyut, haruskah kontolku kutenangkan kembali? Namun bagaimanakah caranya?</p>
<p style="text-align: justify;">Naaah ……! Naaah……! Aku pun memanggil si Inah (Inah adalah pembantu rumah tangga kakakku yang sudah lama bekerja di sana, umurnya kira-kira 26 tahun, tapi sudah 4 tahun menjadi janda). Ya Maaas ….. ! Si Inah menjawab sambil menghampiriku. Sejenak aku terkesima, aku merasa pangling. Tidak seperti biasanya, kali ini si Inah berdandan dengan rapi dan seksi. Ia mengenakan celana panjang yang ketat sehingga segitiga memeknya tercetak dengan jelas, di bagian atasnya ia memakai kaos tanpa lengan dengan bagian dada yang terbuka sehingga terlihat pangkal teteknya yang putih mulus sangat menggairahkan dan ketiaknya dengan sedikit bulunya yang tersembul sehingga menyebabkan kontolku yang tadi sudah mulai lemas menjadi ngaceng kembali. Badannya harum oleh parfum. Aku baru sadar bahwa ternyata si Inah itu cantik dan seksi, tubuhnya bahenol, tidak kalah dengan gadis-gadis kota, hanya saja selama ini ia tidak pernah berdandan karena sibuk dengan pekerjaan di rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ibu ke mana Nah?” tanyaku. “Ke kampung Mas bersama Bapak, tadi pagi ada telepon dari kampung yang menyuruh Ibu dan Bapak ke kampung, katanya sih ada urusan penting”, kata si Inah. “Kapan pulangnya?” tanyaku selanjutnya. “Katanya sih nanti sore”, jawab si Inah. “Ada pesan dari Ibu? tanyaku; si Inah menjawab ragu-ragu “Ada Mas, anu ……. anu ……..” “Anu anu apa Nah, kalau ngomong yang jelas dong!” kataku; “Anu Mas, kata Ibu mentimunnya diberikan saja kepada saya”, kata si Inah. “Mentimun, mentimun apa?” tanyaku heran. Si Inah semakin kelihatan gugup “anu mas mentimun yang dibawa oleh Mas”. Aku semakin bingung “Mentimun apa? Aku tidak pernah membawa mentimun”, kataku. “Anu Mas …….. mentimun Mas …… yang biasa dikulum oleh Ibu dan dimasukkan ke memeknya” kata si Inah. Aku merasa kaget, ternyata yang selama ini kulakukan dengan diam-diam dengan kakak iparku telah diketahui oleh si Inah. Aku kebingungan, apa yang harus kulakukan? Si Inah berkata lagi, “Ya tidak apa-apa Mas kalau Mas keberatan mah, tapi perbuatan Mas yang suka mengewe Ibu akan saya ceriterakan kepada Bapak”.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar permintaan serta ancamannya, ditambah lagi sebenarnya dari tadi aku sangat terangsang melihat kemolekan tubuh si Inah maka segera kuraih tubuh Inah ke pangkuanku (aku sedang duduk di kursi), aku cium bibirnya sambil tanganku bergerilya masuk ke dalam kausnya untuk menggarap teteknya. Si Inah mengerang dan merintih, ngngngnghhhhhh ……. ssssshhhhhh ….., kemudian ciumanku turun ke lehernya yang jenjang sementara tanganku berusaha melepaskan kaos yang membungkus tubuhnya. Ciumanku terus turun ke buah dadanya yang sudah tidak ditutupi oleh apa-apa, dan ternyata dia tidak memakai BH, aku hisap dan aku permainkan pentilnya dengan lidahku. Diperlakukan demikian si Inah menggelinjang-gelinjang keenakan sambil mulutnya tidak henti-hentinya mengeluarkan erangan dan jeritan lirih, aaaaaahhhhh …….. sssssssss …….. Mas nikmaaaaaat, terus Maaaaaaas ……… hisap terusssss …… Maassss.<br />
<span id="more-1481"></span><br />
Mulut si Inah terus meracau …… Maaaasssss ……. teruuusssss ……. Aku tidak tahaaaaannnnn …….. garap memekku Maassssss …….. aku ingin segera merasakan kontolmu Maaaassss…….. Tanganku segera kuluncurkan ke bawah untuk membuka ritsleting celananya, namun karena sambil duduk maka aku mengalami kesulitan. Maka kugendong si Inah menuju kamar tidur yang biasa aku pergunakan untuk ngewe dengan kakak iparku. Dia kubaringkan di tempat tidur dengan kakinya menjuntai ke bawah sehingga memeknya semakin tercetak menonjol pada celana ketatnya. Segera kulucuti celana panjangnya dan ternyata dia tidak memakai cd, sehingga terlihat jelas kemaluannya yang berwarna hitam kemerah-merahan dengan ditumbuhi bulu yang tipis, begitu sensual, begitu menantang. Melihat hal itu aku segera mendaratkan bibirku di pusat kenikmatan wanita tersebut, menjilati itilnya dan memasukkan lidahku ke dalam lubang kenikmatannya. Diperlakukan demikian si Inah menggelinjang dengan hebat sambil mulutnya tidak henti-hentinya mengeluarkan erangan serta rintihan yang menandakan bahwa dia merasakan kenikmatan yang sangat, aaaaahhhh ……… Maaaassssss ……….. sssssshhhhhhsssshhhhh …….. nikmaaaatttt …….. sssssudddddaaaahhh …….. Massssssss ………. Cepet masukkan kontolmu Massssss ………… aku sudah tidaakkkkkk sabar ingin merasakan kontolmu Masssssssss…….. Terasa olehku ada cairan hangat yang keluar dari lubang memeknya, aku hisap cairan tersebut sssrrrrrp ……&#8230; Tubuh si Inah pun mengejang sambil berteriak histeris kontooooooooollllllllllllll …….. kontooooooooooolllllll. Kakinya yang menggelantung di pundakku menggelepar-gelepar. Tangannya menggapai-gapai mencari kontolku yang sudah sangat tegang. Aku menghentikan hisapanku pada memeknya dan sekarang bibirku menjelajah naik, mulai dari perutnya, pusarnya, kemudian ke arah teteknya. Kuhisap serta kupermainkan pentilnya dengan lidahku. Seiring dengan itu sodorkan kontolku agar bisa dipegang oleh tangannya, dan ia segera meremas-remas kontolku dengan gemas sambil berteriak histeris, kontooooooll ……… aku ingin segera merasakan diewe olehmu kontooooooollll ……..</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat hal itu aku segera mengarahkan kontolku ke lubang memeknya. Pada mulanya aku agak kesulitan memasukkan kontolku ke dalam memeknya karena memeknya sempit, maklum sudah empat tahun ia menjanda dan tidak pernah mengeluarkan anak. Bahkan perkawinannya pun hanya bertahan beberapa minggu sehingga bisa kuperkirakan bahwa memeknya itu baru beberapa kali ditembus oleh ******. Namun karena memeknya sudah sangat basah akhirnya kontolku berhasil juga menembus memeknya. Kumajumundurkan dulu kontolku setengahnya sampai terasa lancar jalan masuknya; kemudian sekaligus kuhunjamkan semua kontolku sehingga batangnya tertelan semua oleh memek si Inah. Si Inah menjerit histeris merasakan sensasi yang sudah sangat lama tidak ia rasakan, aaaaaaaaaaaawwwwwwwww ………., disertai dengan desahan yang menggairahkan dan keluarnya perkataan-perkataan jorok dalam bahasa daerah sebagai ungkapan terlampiaskannya nafsunya, ssssshhhhhhhhh ……… ssssshhhhhhh ………. aduuuuuuhhhhhh …….. kontooooooollllll ……… ewwwwweeeeeeeeee…….. aaaahhhhhhhh ……….. sing jerooooooooooooo ……… belekooooooooook ……..</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar teriakan-teriakan histerisnya aku semakin bernafsu, maka kupercepat genjotanku, sementara kulihat si Ina matanya merem melek, sambil tangannya mencengkeram erat punggungku, dan mulutnya terus mengeluarkan desahan serta rintihan yang sangat merangsang, ssssssshhhhhhhhh ………… ssssshhhhhhh ………….. ssssshhhhhhh ………… eeeemmmmmmhhhhhhh ……….. Kemudian aku berguling sambil memeluk tubuh si Inah dan kontolku tidak lepas dari memeknya, sehingga sekarang tubuh si Inah berada di atas tubuhku. Sengaja aku melakukan itu untuk memberi kesempatan kepada si Inah agar dia bisa lebih aktif menentukan irama permainan. Benar saja begitu ia berada di atas tubuhku segera ia menaikturunkan tubuhnya sehingga terasa benar bahwa kontolku semakin dalam menghunjam ke dalam memeknya. Aku pun tidak tinggal diam kunaikturunkan pula pantatku seiring dengan naikturunnya pantat si Inah sambil mulutku tetap menghisap teteknya. Ketika pantat si Inah dinaikkan maka pantatku aku kebawahkan, dan ketika pantat si Inah diturunkan aku sodokkan kontolku sekeras-kerasnya. Kami saling menekan, si Inah menekan ke bawah sedangkan aku menekan ke atas. Ketika terjadi sodokan itulah terjadi sensasi yang hebat. Aku dan si Inah sama-sama mengerang dan mendesah, Naaaahhhhhhh ……… memekmu nikmaaaaattttt, aku merasa melayang di awaaaannnn…, Maaaaaasssss …… kontolmu juga nikmaaaaaatttt, heunceutku tidak akan melepaskan kontolmu hingga aku merasa puasssssssss …….. betul, ayo Mas pantatnya di-geol-kan berlawanan arah dengan geolan pantatku. Aku pun melakukan permintannya, dan ternyata ruaaarrrrrr biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika sedang seru-serunya kami bertempur terdengar deringan bunyi telepon di ruang tengah. Aku menyuruh si Inah mengangkat telepon kalau-kalau penting, namun si Inah tidak mau melepaskan kontolku, ia mau mengangkat telepon tersebut dengan syarat agar aku tetap menancapkan kontolku di memeknya, sementara itu suara telepon terus berdering. “Naaaaahhhh ….. angkat teleponnya doooong kalau-kalau ada yang penting”, kataku. “Boleeeehhhh …… Maaasssss asalkan kontolmu tidak lepas dari memekku, kalau tidak lebih baik telepon itu tidak kuangkaaaaat”. “Baiklah Nah sekarang kita main belakang supaya kamu lebih leluasa nanti mengangkat teleponnya”. Maka kucabut kontolku dan si Inah sudah mengerti bahwa ia harus menungging. Ketika kumasukkan kontolku dari belakang lagi-lagi si Inah memekik tertahan, aaahhhhh……… ssssshhhhhh.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami pun berjalan ke ruang tengah sambil tidak melepaskan ****** dari memek si Inah. Si Inah berjalan di depanku sambil kupeluk, kuremas buah dadanya dan kupermainkan pentilnya, bibirku menciumi tengkuk serta bagian belakang telinganya. Kontolku kuusahakan agar tidak lepas dari memeknya walaupun sambil tetap berjalan. Sesampai di tempat telepon si Inah pun mengangkat telepon sambil membungkukkan badannya, maka kontolku yang hampir terlepas dari memeknya masuk kembali sambil kutekan mundur maju sehingga si Inah mendesah-desah seperti orang yang sedang makan sambal pedas, sssssshhhhhh ……… sssssssshhhhhh …….. aaaaahhhhhhh. Ternyata yang menelpon tersebut adalah kakak iparku dari kampung yang memberitahukan bahwa ia tidak bisa pulang hari itu karena urusannya belum selesai jadi harus menginap. “Nah, mengapa kamu lama sekali mengangkat teleponnya”, kata kakak iparku. “Anu, sedang di dapur Buuuuu, sssshhh”, si Inah menjawab sambil mendesah ditahan. Mendengar desahan si Inah kakak iparku bertanya, “Mengapa kamu Nah mendesah begitu, sedang makan sambal ya?” “Iya Bu, sssshhhhhh …… ini saya makan sambal sssshhhhh dengan mentimun ssshhhhhhh ….. nikmat sekali bu, aaaawwwwwww”. “Ah kamu ada-ada saja sampai menjerit segala, silahkan nikmati mentimunmu sepuas-puasnya, aku tidak pulang hari ini karena masih ada keperluan, mungkin besok sore baru pulang, hati-hati yan di rumah, selamat menikmati mentimun” kata kakak iparku, dikiranya si Inah sedang memakan mentimun sungguhan, padahal yang dimakan adalah mentimun hitam yang pangkalnya berbulu, dan yang memakannya pun bukan mulut atas tapi mulut bawah alias heunceueueueueuetttt ………….. Si Inah menjawab, “Iya Buuu, aaaaahhhh …… sssshhhhhhh ……. Terima kasih Bu atas mentimunnya”, aaaaawwww….. Maaaas ………. Terusssss keluarmasukkan kontolnya ……… hhmmmmmhhhhhsssssshhh.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami pun melanjutkan permainan nikmat itu di ruang tengah, rasanya lebih leluasa karena ruangannya lebih luas. Kami berguling-guling, walaupun agak sakit di badan dan di dengkul tapi rasa sakit itu terkalahkan oleh rasa nikmat. Tubuh kami sudah basah kuyup dengan keringat, sampai akhirnya kami menyudahi permainan ini dengan pekikan histeris secara bersamaan, sssssshhhhh …… aaaaaawwwwwww ……….. aduuuuuuuuuuuh……. Maaaasssss aku keluaaaaaar. Nafas kami tersengal-sengal, air maniku muncrat di dalam memek si Inah, si Inah memelukku erat-erat, tubuhnya ambruk ke atas tubuhku. Kami terus saling berpelukan sampai tertidur, sementara kontolku masih menancap di memeknya seolah-olah tidak mau lepas.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena kakak iparku tidak pulang maka aku memutuskan untuk bermalam menemani si Inah sambil terus menerus mengulangi persetubuhan kami dengan mencoba berbagai posisi seperti yang terdapat di dalam vcd porno yang kami tonton berdua, sementara tubuh kami sengaja dibiarkan telanjang sehingga kapan pun aku mau dan kontolku ngaceng tinggal aku masukkan ke dalam memek si Inah di mana pun atau sedang apa pun dia, di dapur, di tengah rumah, di kamar mandi, bahkan ketika ia mengepel lantai sambil nungging pun aku tidak ragu-ragu untuk menikam memeknya dengan kontolku dari belakang. Celakanya diperlakukan bagaimanapun si Inah tidak pernah menolak, bahkan sesekali justru dialah yang mengambil inisiatif. Seperti pernah terjadi ketika aku sedang tidur lelap karena kecapaian aku merasa ada sesuatu yang nikmat dan geli di kontolku; ketika kubuka mataku ternyata si Inah sedang mengulum kontolku dan ketika kontolku sudah ngaceng ia memasukkan kontolku itu ke memeknya sambil pantatnya tidak berhenti melakukan goyang-Inul. Mulutnya tidak henti-hentinya mengerang eeeemmmmmhhhh ……. Emmmmhhhhh. Aku pura-pura tidur, sampai ketika merasa sudah tidak tahan aku bangun dan mengimbangi goyang-Inulnya dengan sodokan ala Tyson dipadukan dengan goyangan ala Ricky Martin.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam harinya ketika sedang menggenjot memek si Inah, entah untuk yang keberapa kalinya, aku menerima SMS dari kakak iparku yang intinya meminta maaf bahwa tidak menepati janji karena secara mendadak harus pergi ke kampung. Ia menulis: “Dik, aku minta maaf karena tidak dapat menyediakan memekku untuk kontolmu yang perkasa, nanti kalau sudah pulang kita rapelkan saja ya, jaga kontolmu baik-baik untuk pertarungan nanti, salam dari memekku untuk kontolmu!”. Dia tidak tahu bahwa saat itu kontolku sedang menancap di dalam memek pembantunya yang secara jujur kuakui bahwa memeknya lebih enak karena lebih sempit sehingga jepitannya lebih kuat dan empotannya lebih menghisap.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari obrolan si Inah aku mengetahui bahwa sebenarnya si Inah sudah lama mengetahui perselingkuhanku dengan majikannya. Ceriteranya begini: pada suatu hari, ketika ia sedang menyapu lantai di depan kamar kakak iparku ia mendengar suara kakak iparku itu menjerit tertahan dan mengerang-erang sambil merintih-rintih. Secara kebetulan pintu kamar tersebut sedikit terbuka, sehingga ia bisa mengintip ke dalam. Di dalam kamar ia melihat tubuh majikannya sedang menggelepar-gelepar di bawah tubuhku sambil merintih-rintih. Yang paling membuatnya berdesir adalah ketika ia melihat kontolku dengan lincahnya sedang memompa memek majikannya sambil mengeluarkan suara berdecak-decak seperti kaki yang berjalan di tanah yang becek. Tubuh si Inah pun bergetar, dan secara refleks tangannya yang satu mempermainkan itilnya sementara tangan yang satu lagi mempermainkan puting susunya. Sejak saat itu bila ada aku si Inah selalu berusaha mengintip ke dalam kamar melalui lubang kunci, dan seringkali ia melihat variasi permainan kami termasuk kegemaran kakak iparku mengulum kontolku sebelum memasukkannya ke dalam memeknya, atau aku menjilati itilnya sebelum kutembus dengan kontolku. Sejak saat itu pulalah si Inah, menurut pengakuannya, selalu membayangkan bagaimana nikmatnya bila memeknya ditembus oleh kontolku. Tidak jarang ia menghayal sambil melakukan onani dengan memasukkan mentimun ke dalam memeknya, tapi mentimun tetaplah mentimun; dingin, kulitnya keras, dan tidak hidup. Oleh karena itulah ia selalu berusaha mencari jalan agar dapat ngewe denganku.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan harinya ketika aku mau pulang kulihat si Inah sedang masak di dapur dengan posisi menungging. Kulihat dia memakai rok pendek tanpa tidak memakai cd sehingga terlihat ujung memeknya yang merah mereka dengan dihiasi bulu yang pendek. Melihat pemandangan tersebut tanpa dapat ditawar-tawar lagi kontolku ngaceng. Aku pun melepas celanaku dan dengan mengendap-endap menghampiri si Inah dari belakang, dan karena sedang asyik mengiris bumbu si Inah tidak menyadari kalau aku menghampirinya. Seketika aku peluk dia dan kontolku aku gesek-gesekkan ke memeknya. Si Inah terpekik kaget campur senang, tangannya segera memegang kontolku yang memang belum kumasukkan ke dalam memeknya. Dia tidak sadar bahwa tangannya tersebut baru saja dipergunakan untuk memegang cabe yang diiris, kontan saja kontolku merasa panas. “Aduuuuuh, gimana sih Nah, kontolku panas niiih”, kataku. Si Inah merasa kaget, “Ooooh maaf Mas, saya tidak sadar, untuk meredamnya segera saja masukkan kontolmu ke dalam memekku supaya menjadi agak dingin, kuhisap nanti dengan memekku”. Memang itu yang ingin aku lakukan, maka segera saja kumasukkan kontolku yang sedang kepanasan ke dalam memek si Inah. Pada saat itulah aku merasakan pengalaman yang baru, kontolku merasakan suatu perasaan yang sangat fantastis, rasa panas yang menyelimuti kontolku menambah nikmatnya ngewe. Si Inah mendesah, ssssshhhhhh …… Maaaasss, kok rasanya sangat enaaaaakkk ya? Iya Naaaah, memekmu terasa lebih enaaaak dari biasanya ….. aaaaaaahhhhh……. Ssssssshhhhhh, Naaaahhh ……. Hisapan memekmu juga terasa lebih kuat, empot-empotan. Iyaaa Maaaassss ****** Mas juga terasa lebih hangaaaaatttttt……. Enaaaaaaakkkkkk ……. Sssshhhhhh. Sambil terus menggenjot kontolku tidak lupa tanganku mendarat pada tetek si Inah menambah sensasi kenikmatan yang tiada tara, sampai akhirnya kami mengakhiri permainan ini setelah mencapai orgasme secara berasama-sama. Sebagaimana biasanya si Inah pun berteriak histeris, aaaawwwww………. Kontoooool …. Sssshhh.</p>
<p style="text-align: justify;">Hubunganku dengan kakak iparku masih terus berlanjut karena ia menginginkan hal itu, namun bagi diriku sekarang lebih bervariasi karena ditambah dengan sekaligus mengewe pembantunya. Bila aku dan kakak iparku janjian di rumahnya maka si Inah dan aku selalu berusaha untuk mencari jalan agar dapat memasukkan kontolku ke dalam memeknya walaupun waktunya agak tergesa-gesa; mungkin ketika kakak iparku sedang mandi, atau sedang melayani tamu, atau sedang keluar sebentar; pokoknya kalau ada kesempatan walaupun sebentar kontolku harus menancap di memek si Inah. Namun sekarang aku mempunyai cara agar dapat menancapkan kontolku lebih lama ke dalam memek si Inah, yaitu aku datang ke rumah kakak iparku lebih pagi, ketika kakak iparku sedang senam. Tapi aku tetap tidak mau menggangu pekerjaan si Inah, sehingga kami mengewe sambil si Inah bekerja, misalnya masak di dapur, mencuci, dlsb. terutama pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan sambil menungging dan aku memasukkan kontolku lewat belakang, yang penting kami merasa puas.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh Inah …., oh kakak iparku ….., aku selalu merindukan memek kalian berdua. Kini aku masih berangan-angan bagaimana caranya agar aku dapat ngewe bertiga bersama-sama. Secara fisik dan secara teknik aku yakin bahwa aku mampu memuaskan keduanya secara bersamaan dan berkali-kali, namun entah bagaimana caranya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/inah-pembantu-kakak-iparku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pak Guru&#8230;. Aku Malu&#8230;</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/pak-guru-aku-malu/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/pak-guru-aku-malu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 00:06:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[kiki]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tasya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1474</guid>
		<description><![CDATA[Sejak masih kelas 1 SMP, Tasya sudah terlihat cantik. Dulu tubuhnya mungil. Berkulit bersih. (Bagi umumnya orang Jawa, kulitnya sudah termasuk putih) Di antara cewek sekelasnya kecantikannya paling menonjol. Tasya menjadi pusat perhatian juga karena kecerdasannya. Itu diakui oleh teman-teman dan para guru. Tetapi kekurangan Tasya adalah, dia cewek pemalu. Tidak PD. Bila didekati cowok, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sejak masih kelas 1 SMP, Tasya sudah terlihat cantik. Dulu tubuhnya mungil. Berkulit bersih. (Bagi umumnya orang Jawa, kulitnya sudah termasuk putih) Di antara cewek sekelasnya kecantikannya paling menonjol. Tasya menjadi pusat perhatian juga karena kecerdasannya. Itu diakui oleh teman-teman dan para guru. Tetapi kekurangan Tasya adalah, dia cewek pemalu. Tidak PD. Bila didekati cowok, salting (salah tingkah) . Karena kekurangannya ini, Tasya tak punya banyak teman cowok. Meskipun sebenarnya banyak yang naksir berat sama dia. Diam-diam salah seorang gurunya menaruh hati pada cewek mungil ini. Pak Wid, yang di usia 40 masih sendiri. Bujang Lapuak, kata orang Minang. Sebagai guru, dia tahu diri, sadar usia, maka yang bisa dilakukan hanya sebatas menggoda atau kadang-kadang memberi tugas ringan, mengambilkan tas di kantor atau disuruh foto kopi soal di koperasi sekolah. Bagi Pak Wid, yang penting bisa dekat, bisa bicara dan kalau bisa, …. sedikit menyentuh tangannya atau mencubit pipinya. Itu sudah cukup. Begitu terus sampai kelas tiga dan lulus, Pak Wid belum berhasil pedekate. Bahkan sampai lulus!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Di mata para siswa, dia guru yang menyenangkan, berjiwa muda, pandai bikin lelucon segar saat mengajar dan ….. murah hati. Maka ketika mereka sudah lulus, masih sering mengunjungi rumah Pak Wid yang tinggal di situ ditemani ibunya yang sudah lanjut usia. Tidak heran jika acara reuni pertama mereka setelah 3 tahun meninggalkan SMP tercinta, diselenggarakan di rumah Pak Wid. Sederhana tetapi meriah. Acara demi acara lancar dan meninggalkan kesan yang mendalam. Hampir seluruh siswa hadir. Tidak terkecuali TASYA. Pak Wid belum melupakan Tasya. Guru jomblo itu masih memegang teguh tekadnya untuk mendapatkan Tasya. Acara reuni sudah selesai. Sudah banyak yang pulang. Pak Wid berusaha menahan sebentar agar cewek pujaannya itu tidak pulang dulu. Bujangan tua ini sudah menyiapkan trik menarik, dia berharap bisa berhasil.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tasya, jangan pulang dulu. Sebentaaaar saja.” “Ada, apa Pak.” Tasya menahan langkahnya di tangga teras. “Mumpung kamu pakai pakaian cantik, aku mau ambil gambarmu.” “Ah, malu, Pak!” Tasya langsung sembunyi di balik tubuh Kiki yang ada di dekatnya. Tetap saja dia masih pemalu. “ Dewi, Sumi dan Andre, temani Tasya. Dia malu foto sendirian.” Masih terasa wibawa Pak Wid sebagai guru. Beberapa anak bergaya di depan kamera. Tetapi Pak Wid hanya meng- close up Tasya saja. Mereka nggak tahu tipuan itu.. Selesai foto mereka keluar dari teras menuju motor masing-masing. Pak Wid melambai ke Tasya juga. Dia membocengkan Kiki, sahabat dekatnya. Akhirnya rumah itu sepi. Tetapi Pak Wid masih berdiri di pintu pekarangan. Ada sesuatu yang ditunggu. 2 menit, 3 menit sampai 7 menit tak ada apa-apa. Pak Wid melangkah masuk, tiba-tiba langkahnya terhenti dan menoleh. Dia mendengar suara sepeda motor mendekat. Pak Wid tersenyum. Pasti anak itu mau ambil helm yang sengaja disembunykan agar cewek pujaan htinya yang pemalu itu kembali saat yang lain sudah pulang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aduuuuh, Pak, helmku di mana ya?” Tasya bertanya dengan cemas. “Lho, sudah sampai di mana? Kok baru ingat kalau nggak pake helm?” Pak Wid pura-pura heran. “Gara-gara saya difoto-foto tadi, jadi saya tertinggal teman-teman.” Tasya cemberut, dia protes. “Aku pake topi serasa pake helm.Ternyata belum pake helm. Untung Kiki mengingatkan.” “Wah, sorry Tasya. Betul juga kamu. Kalau masih banyak teman kan bisa bertanya .” Pak Wid mencoba menenangkan kepanikan cewek cantik itu. “Masuk sana! Dicari di dalam. Seingat kamu ditaruh di mana?” “Tadi di stang motor!” Tasya sangat yakin. Wajahnya menampakkan kecemasan. “Ya, siapa tahu ada yang meminjam tapi mengembalikan di tempat lain?” Pak Wid menjawab dengan kalem. Tasya masuk kembali ke rumah. Kiki ikut mencari. Pak Wid juga “ikut-ikutan” mencari. Tapi tidak ada. “Sudah, pake saja helm ku. Itu di motorku!” Pak Wid menawarkan jasa. Tasya ragu sejenak, tetapi merasa lega. Minimal dia bisa pinjam dulu untuk pulang. “Pinjam dulu, ya Pak?” mengambil helm yang ditunjukkan gurunya.<br />
<span id="more-1474"></span><br />
“Bawa saja, aku punya dua kok.” Pak Wid menjawab tenang. ”Tapi duduk dulu sebentar dong.” Karena merasa berhutang budi. Tasya menurut dan duduk bersama Kiki. Pak Wid mengumpulkan keberanian untuk memulai triknya. “Hmm…ehm..Kiki dan Tasya rencana mau kuliah apa kerja.” Dia membuka pembicaraan. “Kerja, Pak.” Kiki menjawab pendek. “tapi sambil sekolah.” “Bagus…… jangan menganggur terlalu lama. Bahaya. Makin lama makin susah cari kerja.” “Aku juga mau cari kerja, Pak. Tapi di mana…..carikan to, Pak!” Tasya tampak putus asa. “Apa tujuan kamu kerja?” pancing pria bujangan itu cerdik. “Ya mengembangkan ilmu yang diperoleh di sekolah.” Cerdas dan tangkas Tasya menyahut. “Good. Jawaban yang cerdas.” Guru tua itu mengacungkan jempol supaya Tasya bangga. “Kalau kamu, Kiki…………..?” “Golek duwit, Pak” singkat saja Kiki menjawab. “Betul, kamu Ki. Pinter. Akhirnya…..ujung-ujungnya…….” Dia sengaja berhenti untuk memancing reaksi. “Du…wit!” Kiki dan Tasya menjawab bareng disusul tawa mereka meriah. Pak Wid puas. Umpan masuk! Kamu sudah tahu kan, waktu PPL, berapa upah minimum karyawan” Pak Wid menunggu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nggak tau, Pak” Kiki bingung. wajah dan otaknya memang pas-pasan. Mudah bingung. “Kalau yang saya dengar, 150 apa 600, nggak begitu jelas.” Tasya mencoba mengingat. “Ya hampir mendekati betul. Upah seminggu 150 ribu . Jika sebulan ya 600 ribu.” Pak Wid memperjelas. “Wah, besar sekali.” Kiki heran. Pak Wid juga heran, kenapa uang segitu dianggap banyak? “Uang sekolah kita saja 100 ribu, transport 100 ribu. Ya kecil lah, Ki….” Tasya memprotes Kiki. “Uang segitu hanya pas untuk makan, Ki” Pak Wid menjelaskan.”Padahal kita punya banyak kebutuhan lain.” “Sudahlah, kamu memang belum perlu mikir seperti itu. Yang penting kamu kerja. Wis” “Lha yo kuwi Pak, kerja apa? Beli pulsa sebulan aja sudah 50 ribu. Belum beli bedak, jajan” Tasya menghitung. “Ada kabar baik dan kabar buruk.” Pak Wid mulai menebarkan racun. Dua cewek itu diam memperhatikan dengan serius. “Yang baik dulu apa yang buruk dulu?” “Yang baik dulu Pak” Kiki usul tetapi dibantah oleh Tasya. Keduanya terlibat perdebatan seru. Baik dulu, apa buruk??? “Sudahlah, aku beri tahu yang buruk dulu?” diam sejenak…….hening….serius</p>
<p style="text-align: justify;">“Aku punya lowongan kerja?” “Horeeeeee……..!” dua cewek itu berteriak gembira tetapi sesaat kemudian kaget sendiri terus diam. “ Ini kan kabar buruk? Piye to Pak. Ada lowongan kerja kok kabar buruk” Kiki bingung lagi menatap gurunya penuh tanda tanya. Pak Wid membiarkan keduanya tercekam rasa penasaran. “Buruknya…… kamu belum tentu mau kerja. Males. Enak di rumah. Ya…..kan??” “Ah, eng….gak…lah. Kerjo kok males. Susah-susah cari kerja. Sudah dapat kok malah males.” Kiki ngedumel. “Itu kabar baik,” Tasya meluruskan. “ Bagiku….pekerjaan itu menyenangkan. Trus, kerja apa itu, Pak.” Tasya penasaran. “Lho, nggak ingin tahu kabar baiknya…..?” pancing Pak Wid yang membuat dua cewek lugu itu semakin penasaran terhadap gurunya yang “baik hati” itu. “Apa……Pak….he…he….he…..” Kiki tertawa senang. Yang buruk saja menyenangkan. Apalagi ini….” “Ya iya lah!” Tasya juga penasaran. “Baiknya….. pekerjaan itu ada upahnya…..” “Aaaaahh…..yo mestiiiiiiiiiiiiiii ” kedua cewek itu memukuli punggung gurunya yang “nakal” Senang sekali Pak Wid.</p>
<p style="text-align: justify;">“Belum selesai …sudah main pukul…” pura-pura dia marah, “Kalau di pabrik upahnya 600 ribu sebulan. Tetapi pekerjaan yang aku tawarkan ini …upahnya cuma 200 ribu …..” “Huuuuuuuuuuuuuu………” langsung mereka cemberut, tapi hanya sesaat karena guru itu melanjutkan, “ SEHARI!” Aku ulangi Se….haaaaa…….ri” “Haaaaa…? 200 ribu rupiah sehariii? Gek kerjo opo….kuwi?” spontan dan hampir bersamaan mereka bertanya “Ringan….. tidak memerlukan pikiran dan tenaga yang berat. Hanya perlu sedikit keberanian dan…. tekad yang kuat. BEKERJA….DEMI UANG. “ Bau “racun” itu sedap sekali…. Sewangi “janji surga” “Kerja apa to, Pak? Aku kok ora mudeng?” Kiki betul betul bingung. “Pokoknya siapa yang mau kerja, Ayo, ikut aku! Tidak bisa ditunda. Besok sudah direbut orang lain. Siapa yang mau ?” “Aku…Pak” keduanya menjawab serempak. Mereka bingung, tapi juga takut kehilangan kesempatan. Pak Wid membawa keduanya ke sebuah hotel melati. Dipesan satu kamar yang besar dan cukup sinar dari jendela. Di tempat itulah kedua cewek itu baru tau bahwa mereka akan difoto.</p>
<p style="text-align: justify;">Mula-mula foto biasa. Masih berpakaian lengkap. Mereka bergaya dengan bangga. Selesai dua tiga cepretan. Uang 10 ribuan dibagi. Lepas sepatu dan kaos kaki, berani. Klap! Klap! Klap! Dapat 15 ribu, Artinya naik 5 ribu. Lepas baju luar, masih pakai kaos atau rangkapan dalam. Tambah lagi 5 ribu. Tak terasa sekarang tinggal Bra dan CD. Pada tahap inilah mereka mulai alot dan bertahan. Bahkan minta berhenti. Pak Wid melambaikan lembaran uang berwarna biru kea rah Kiki. Karena terus ragu-ragu, Pak Wid menyelipkan uang itu di belahan dada Kiki. Dia sudah pegang 45 ribu. Sekarang di dadanya ada 50 ribu. Wah, hampir 100 ribu. Dengan mantap Kiki melepas bra-nya. Uang itu ditaruh di dompetnya. Susunya masih kecil. Tapi bagi Pak Wid yang penting Kiki berani lepas bra. Ini akan mempengaruhi Tasya. Klap! Cuma sekali. BH Kiki dikembalikan. Kiki mengenakan kembali. Tasya berpikir. Apa susahnya? Hanya difoto sekali. Dapat 50 ribu. Lalu boleh pakai beha lagi. Pak Wid tidak menunggu Tasya. Lembaran itu langsung diselipkan di belahan susu Tasya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tasya ragu-ragu sejenak dan …… melepas juga. Beha dilempar ke tempat tidur. Sambil memberi aba-aba dan mengarahkan Tasya untuk bergaya, diam-diam Pak Wid menyembuhyikan beha itu di bawah bantal. Dada Tasya biasanya tampak rata jika pakai seragam itu, ternyata…. Buesar! Pak Wid terpana! Klap! Klap! Dari samping Klap! Tak disangka, cewek kecil dan cantik ini menyembunyikan keindahan yang……dahsyat! Tasya disuruh duduk, dipotret dari atas. Klap! Benar-benar bulat dan putih. Tanpa membiarkan Tasya berpikir Pak Wid menyelipkan lembaran merah 100 ribuan ke CD Kiki. Melihat Tasya sudah mondar-mandir dengan dadanya yang besar tanpa malu-malu, Kiki tumbuh keberanian. Dipelorotkannya CDnya. Tampaklah memiawnya yang masih berjembie tipis. Klap!Klap! Kiki disuruh berbaring bugil. Klap! Tasya mencari-cari behanya, tapi tak menemukan. Kedua tangannya tak mampu menyembunyikan bukit-bukit putihnya itu. Tetap tumpah ke luar. Sambil terus memotret Kiki Pak Wid berpikir terus, bagaimana membujuk Tasya melepas CD nya. “Aku nggak bisa Pak.” Rengek Tasya ” Malu…to Pak.” Wajahnya tampak memelas.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jangan malu, Kiki yang motret dari depan. Aku di belakang kamu.” Kuselipkan lembaran merah di CD putihnya. Pak Wid menarik Tasya menjauhi Kiki. Kamera diberikan kepada Kiki yang bingung tidak tahu caranya. “Pencet aja tombol kecil di atas itu, Yak, sekarang.” Pak Wid menyemangati Kiki. Tasya masih bertahan tidak mau melepaskan satu-satunya penutup tubuhnya itu. “Liat, Kiki tidak bisa motret. Kamu aman tidak kena. Jadi kenapa malu.” Pak Wid terus membujuk sambil memegang kedua tangannya agar melepas CDnya. Akhirnya tangan kiri Pak Wid bisa menurunkan CD sampai di atas lutut. Spontan Tasya menutup kemaluannya dengan kedua tangannya. “Duuuuh….maluuuuu” terus Tasya merengek. Kubisikkan di telinganya “Ssssttt…ada tambahan uang 200 rb…tapi jangan sampai Kiki tahu……” Tasya mengendorkan pertahanannya “Nanti selesai kuberikan….tapi jangan bilang Kiki….” Bisik Pak Wid sambil menurunkan CDnya. Sulit tapi akhirnya lepas. Dikantonginya CD putih bertuliskan “tasya” di kantong celana. Kamera diambil alih. Penampakan yang luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Impian 6 tahun kini menjadi kenyataan. Cewek cantik ini sekarang ada di hadapan Pak Wid tanpa selembar benang pun! Klap! Klap Klap! Tempiknya masih kuncup kecil dengan jembut tipis. Hmmm…..imuuut banget. Dadanya bulat, putih..perut ramping kecil….. “Tasya, pakai dua tangahnmu untuk membuka “itu”mu!” perintah si fotografer. Tasya patuh. Di jembrengnya kemaluannya hingga nampak bagian dalamnya yang merah. Pak Wid menyuruh Tasya berbaring. Klap! Pahanya mulusss. Klap! Close up lubang kemaluan. Klap! Tahap awal sudah selesai. Uang yang dijanjikan diberikan. Dengan rasa senang dan rasa aneh, dua cewek ABG itu menerima uang hasil “pekerjaan” mereka hari itu. Pak Wid tetap sadar diri. Tidak menyentuh “boneka” kesayangannya itu…. Sekarang belum saatnya. Dia ingin menanamkan rasa aman di hati Tasya. Tasya harus yakin, bahwa Pak Wid tidak berbahaya. Tapi Pak Wid masih punya keinginan membara, malahan semakin menggila.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiga bulan setelah itu, Tasya menelpon “tukang foto” itu. “Pak, kok tidak ada pemotretan lagi. Uangku udah habis.” Suara Tasya di sana. Berbunga-bunga lelaki tua itu mendengar suara merdu di seberang sana. Segala perlengkapan disiapkan Handycam dan kamera. Sebelum dimulai, melalui hape terjadi tawar-menawar harga. Akhirnya setuju 300 ribu? Deal! Tempat di hotel yang sama. Tidak menunggu lama Tasya datang sendiri. Bawa motor sendiri. Tasya pakai celana panjang, baju kotak-kotak, baju itu tampak kebesaran. Maksudnya untuk menyembunyikan dadanya yang besar itu. Tasya memang cewek yang tidak percaya diri. Punya “kelebihan” kok disembuyikan. Ada perubahan nyata pada sikap Tasya. Tanpa malu-malu dan tanpa disuruh dia melepas sendiri semua pakaiannya. Sampai-sampai Pak Wid menahannya. “Stop. Bertahap Tas….. Bagian atas dulu pelan…. Muter…..Naah……lepas yang bawah……” Sessi pertama adalah pemotretan di kamar mandi. Pak Wid pengin memandikan cewek cantik ini. Melihat dari dekat, merabai seluruh permukaan kulit cewek ABG.</p>
<p style="text-align: justify;">Oooh …. bagaimana rasanya??? Tanpa membantah, Tasya membawa handuk yang diterima dari Pak Wid. Siang itu memang panas sekali. Mandi dapat menyegarkan tubuh. Disabuninya kulit mulus itu. Tangannya kini merasakan secara langsung bagaimana halus dan empuknya bukit kembar yang indah itu. Tasya memandang dengan penuh perhatian dadanya yang dibelai. Ooooh…nikmat! Oohhh….besaaar&#8230; empuuk…Putingnya yg merah itu jadi tegak, Karena diremes-remes Tasya merinding. Lubang di bawah jadi terasa lembab. Tangan gurunya ini bener-bener usil. Lereng-lereng bukit kembar itu dielus dan ditelusuri. Tasya terbuai sampai matanya merem sesaat. Pak Wid lalu jongkok, tanpa dapat dicegah oleh Tasya, mulut lelaki tua itu melahap bibir bawahnya. Karena nikmatnya, sampai Tasya mengangkat-angkat sebelah kakinya. Apalgi saat- dua serangan dilancarkan bersamaan. Tasya hanya dapat menggigit bibir. Untuk mengerang dia malu. Setalah tubuhnya diguyur air dan bersih dari bursa sabun, kembali mulut lelaki tua itu mencari sasaran baru. Acara “mimi cucu” mulai.</p>
<p style="text-align: justify;">Tasya memandang ke bawah dengan tatapan takjub, bibir lelaki tua ini bisa mendatangkan kenikmatan ..ooh! Tasya membiarkan dua payudaranya yang super itu bergantian dikenyot “bayi nakal” sampai puas. “Tasya, tolong lepaskan celanaku. Gerah sekali” Lelaki tua itu sudah merasa perlu untuk meningkat ke permainan berikutnya. Dari tanda-tanda dan basa tubuh, diketahui cewek abg ini sudah “menunggu dipetik” “Ha? Jangan….Pak! Saya…nggak enak.” Tetapi dalam hati ia ingin tahu, “Kaya apa sih…?” “ Aku saja nggak apa-apa, kok kamu nggak enak.” Pak Wid memaksa. Tasya melepaskan celana juga CD gurunya dan….. Ha? Ada benda aneh…. Coklat, panjang. Tasya merem. Pura-pura takut. Pak Wid menuntun jari-jari Tasya untuk mengurut-urut “burungnya” dengan sabun.Masih dengan mata terpejam dan ragu-ragu Tasya mengurut benda aneh itu. Makin lama terasa mengembang dan bertambah besar. Telapak tangannya tak muat lagi. Rasa-rasanya benda ini bertambah panjang terus. Tasya membuka matanya dan terkejut…hiiii…..kok jadi segede ni? Penampakan itu menimbulkan rangsangan hebat. Tubuhnya bergetar, darahnya mendesir-desir lebih cepat. Karena terserang “demam” tak dirasakannya tangan gurunya yang nakal itu mengusap-usap vaginanya. Sentuhan di vegi nya itu menambah hebat rangsangan birahinya. Ia ingin melenguh tapi malu. Maka hanya bisa menggigit bibir.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aduh, Pak. Sudah, Pak.” Ketika sampai di puncaknya dia tak tahan lagi. Tanpa disadarinya pinggulnya bergoyang. Lelaki tua itu paham betul. Tasya sudah “on” Dia berjongkok. Lubang kemaluan yang masih rapat itu dibuka dengan sapuan lidahnya. Jempol kaki Tasya tegak ke atas, menahan setrum ribuan watt dari lidah si tua bangka itu. Matanya tak lepas dari TKP, dilihatnya lidah itu menari-nari di lubangnya. Menusuk-nusuk bagaikan jari yang basah dan hangat. Tangan Tasya erat meremas sabun di tangannya. Sabun hotel yang tipis itu sampai putus dan hancur. “Penderitaan” Tasya semakin parah ketika dua tangan keriput dan hitam meremas bukit kembarnya yang super besar itu. Ooo…gila, mengapa bisa senikmat ini. Sinyal gelombang kenikmatan itu datang silih berganti dari dada, dari vegi terus menerus. “Sudaaaaahhhh Paaak!” tetapi yang terdengar di telinga guru bejat itu adalah ‘”Teruuuussss Pak!” Pak Wid keluar dari kamar mandi. Tasya ditelentangkan di kasur. Pahanya yang putih mulus terpampang indah. Di tengah-tengah selangkangan yang putih itu terlihat kemaluannya seperti segitiga terbalik.</p>
<p style="text-align: justify;">Segitiga itu dihiasi jembut tipis. Kembali lubang kemaluan gadis kecil itu dikelamut habis-habisan. Tasya sudah tidak melawan lagi. Pak Wid mengangkangi tubuh Tasya yang kecil. Tasya membuka pahanya yang putih mulus, dengan pandangan mata yang pasrah. “Pak, jangan dimasukkan dalam-dalam ya?” Pintanya mengiba. Tasya tidak tahu bahwa kalau benda tumpul itu sudah masuk, sedalam apa pun rasanya sama saja (enaknya). Pak Wid mengangguk. “Lima senti cukup, Tasya . Nanti kalau terlalu dalam bilang ya?” Mula-mula dipukul-pukulnya “kentongan” itu dengan “pemukul” ajaibnya. Plak, plak, plak. Lalu helm itu dipakai untuk nguleg itilnya merah yang mekar mengembang. “Duuuuh….sakiiit. Jangan diuleg-uleg, Masukkan saja, Pak” terdengar merdu rintihan cewek ini. Berkali-kali benda coklat itu gagal penetrasi. Kembali lidah sutera bertindak membasahi “jalan ke surga” Coba lagi dimasukinya, sekarang lubang “kentongan” itu semakin licin.Kemaluan Viani mengeluarkan pelumas sendiri. Putih bening sehingga Pak Wid bisa masuk sedikit. “Aduuh…jangan dalam-dalam, Pak…..”</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Wid selalu menafsirkan kebalikannya.” Kurang dalam, Pak” Ditekan lagi, maju sedikit demi sedikit. Tiba-tiba Tasya menjerit lirih “Aaaauuu…… sakiiiiit….jangan sampai robek ya Pak” rintihnya polos sekali. Padahal Sudah robek. Oh Tasya … Tasya, apakah kamu tidak tahu gurumu sudah mengambil kesucianmu?. Dengan pecahnya selaput perawan itu, kini lancarlah jalan ke surga. Pelaaaann… dan lambat. Akhirnya semua bagian dari penis laki-laki tua itu masuk. Tasya mendongak dan menggigit bibir. Tetap jaim. Dia berusaha tidak mengeluarkan erangan. Tapi jari-jari kakinya jelas terlihat tegang meregang. Jari tangannya erat meremas kasur. Itu tanda yamh jelas kalau cewek jaim itu menahan hebat kenikmatan yang dirasakannya. Pak Wid kini bergerak naik turun, naik lagi, turuuuun lagi dengan halus. “Pak jangan dalam-dalam…..ya…..Bapakku sudah wanti-wanti…….jangan sampai ….adduuuuh…” Tak bisa menyelesaikan ucapannya Tasya “terganggu” lewatnya arus “listrik 100 megawatt” diseluruh jaringan syarafnya. “Jangan apa, cah ayuuuuuu……” Pak Wid semakin menikmati “living reality” mimpi yang jadi kenyataan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kalo robek aku nggak perawan lagi oohh….sakiiit” tusukan itu menjawab protes Tasya. Pak Wid ingin ganti posisi. Tapi tidak berani menyuruh Tasya nungging .takut macem-macem, kuwatir Tasya protes. Yang penting sekarang hasratnya terpenuhi dulu. Tanpa bilang-bilang penisnya dicopot begitu saja lalu berdiri di samping tempat tidur. Tasya yang baru larut dalam kenikmatan tentu saja kaget dan kecewa. Tapi tetap saja jaim dia. “Sudah selesai, Pak.” Yang diucapkan, tetapi dalam hati berkata, “Kok sudah Pak?” “Sudah, aja, nanti kamu nggak perawan lagi. Wis, ya?” Pak Wid menggoda. “Aaaa….Pak Wiiid nakaal, ya pelan-pelan to Pak. Asal jangan dalam-dalam.” Tasya ketagihan. Laki-laki tua itu bersorak dalam hati penuh kemenangan. Hu…. Akhirnya minta juga! “Ayo balik badanmu. Sinikan pantatmu! Naah….. gitu. Masih utuh . Masih perawan. Kok. Jangan kawatir.” Pak Wid menjilat semua bekas darah di sekitar selangkangan Tasya. Nah, bersih. Diarahkannya lagi tongkat kenikmatannya ke lubang di tengah pantat putih itu. Enam tahun sudah, perjuangan tak kenal lelah.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya ….ah…pantat indah ini disodorkan di depanku, Tasya aaa…. Aku masuk lagi. Kini terasa lubang itu semakin licin tetapi tetap sereeeet dan kenceng. Setiap batangnya mau ditarik keluar, bibir-bibir sexy anak cantik ini mengatup rapat dan menahan seakan mengucapkan “jangan keluar dong-yang” sehingga terasa diurut-urut urat-urat batang kemaluan Pak Wid. Eeeennaaaak tenan. Pak Wid menyadari murid kesayangannya sudah sepenuhnya terikat dalam jerat kenikmatan yang memabukkan. Bagaikan daya hipnotis, buaian nafsu itu membuat Tasya lupa dan hilang kesadaran. Merasa “jalan” sudah lancar, Pak Wid mempercepat sodokannya. Diraihnya bukit kembar yang terayun-ayun di bawah sana. Diremas-remas dengan lembut dan penuh perasaan. Tasya tidak bisa jaga image lagi. Jebollah pertahanannya. Lepaslah kini erangan dan rintihan yang sudah lama ditahannya. “Ahhhhh….. ssssss…….uuuh…….terusss……aahhh….” “Enak ……….. sayaaaaaaang?” “Enaaaak……sekali….” “Tasya aaa……. Aku sayaaaang kamu…..cah ayu” Ini saatnya untuk mengatakan, yang terpendam selama ribuan hari dan jam di hatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Aku juga sayang Pak Wid. Ooooh……..” dalam ketidak sadaran akibat candu sex mulut mungil itu bicara. Pak Wid sudah puas mendengar jawaban itu. Dia tidak perlu memiliki Tasya. Kasihan, dia kan masih sangat muda, Baru 18 tahun. Sekarang dirinya sudah 46 tahun. Terlalu jauh beda usianya. Yang penting sudah diperolehnya saat-saat berharga yaitu keperawanan gadis yang lama diidam-idamkan dan dicintainya. Tusukan demi tusukan menghantarkan Tasya ke ujung perjalanan kenikmatannya. Tanpa disadarinya dia menghentak-hentak maju mundur dengan cepat. Mulutnya terbuka. Kedua payudaranya t erayun-ayun mengikuti gerakan tubuhnya. Nafasnya mmburu. Bintik-bintik keringat memenuhi wajahnya sekitar mulut dan dahi. Jadi semakin cantiiiiik. “Aaaaaaaahhhhh…….huuuuuuuuu hffff………” sambil merapatkan pantatnya erat-erat ke belakang. Pak Wid lalu mencabut penisnya yang berkedut-kedut di bawanya ke depan, ke mulut Tasya yang menganga. “Croootz….croooot” Tasya malah tersenyum bahagia. Mengulum penis yang masih licin itu dan menjilatnya bersih.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Wid memeluk erat muridnya. Bibir mungil itu dikecupnya. Tasya membalas penuh gelora nafsu membara. Suatu perpaduan yang sangat kontras. Cewek secantik dan semuda itu dipeluk dan dicium lelaki tua yang sudah pantas jadi kakeknya. Kulit si gadis putih, kulit lelaki tua itu hitam dan sudah berkeriput. Lama sekali mereka berdekapan. Sampai hape Tasya mengingatkan untuk segera pulang. Pak Wid tidak jadi memberi 300 ribu. Tetapi 5 lembar ratusan. Dia iklas karena merasa sangat puas. Kapan lagi Tasya telepon? Pasti ….. suatu saat akan didengarnya suara merdu Tasya di hapenya, “Pak ada job nggak?”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/pak-guru-aku-malu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Perkosa Tapi Enak</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/di-perkosa-tapi-enak/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/di-perkosa-tapi-enak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 21:01:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[anak kost]]></category>
		<category><![CDATA[anal]]></category>
		<category><![CDATA[anus]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[enak]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[pepek]]></category>
		<category><![CDATA[perkosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1404</guid>
		<description><![CDATA[Waktu itu aku bersama teman-teman kantor berlibur ke Pangandaran, kami pergi berempat.. Aku, Lina, Mita dan cowoknya Mita.. Edy namanya. Setelah menempuh perjalanan lebih dari 5 jam, akhirnya kami tiba di Pangandaran.. Dan kami langsung menyewa satu bungalow yang terdiri 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan 1 dapur. Karena kami tiba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Waktu itu aku bersama teman-teman kantor berlibur ke Pangandaran, kami pergi berempat.. Aku, Lina, Mita dan cowoknya Mita.. Edy namanya. Setelah menempuh perjalanan lebih dari 5 jam, akhirnya kami tiba di Pangandaran.. Dan kami langsung menyewa satu bungalow yang terdiri 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan 1 dapur. Karena kami tiba sudah larut malam, maka setelah menurunkan barang-barang.. Kami pun langsung masuk ke kamar masing-masing, aku satu kamar bersama Lina, sedangkan Mita satu kamar bersama cowoknya, kamar yang aku tempati terdiri atas dua ranjang yang terpisah, sebuah lemari pakaian dan meja rias dengan kacanya yang besar dan jendela yang menghadap ke laut. Karena capek, lelah dan ngantuk.. Kami pun langsung tidur tanpa ganti baju lagi. Keesokan harinya aku bangun jam 10 pagi dan aku melihat Lina sudah tidak ada ditempat tidurnya, aku pun langsung bangun dan menyisir rambutku yang panjang (sebahu lebih) dan keluar kamar, ternyata tidak ada siapa-siapa..&#8221;Wah pada kemana mereka..&#8221; pikirku, tetapi tiba-tiba HP ku berbunyi, ternyata Lina menelpon.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Sudah bangun non..&#8221; serunya. &#8220;Kalian lagi dimana sih?&#8221; seruku. &#8220;Oh iya.. Sorry, kita lagi pergi cari film nih.. Tadi enggak tega bangunin kamu..&#8221; seru Lina. &#8220;Yaa.. sudah.. Titip makanan yaa..&#8221; sahutku &#8220;Okey non&#8221; lalu hubungan terputus. Kini aku sendirian di bungalow itu, lalu aku pun segera mandi.. Dan menikmati segarnya guyuran air dari shower, setelah mandi akupun memakai CD dan BH warna pink (aku suka yang satu warna) dan memakai kimono, setelah itu aku duduk-duduk disofa tamu sembari mengeringkan rambutku dengan handuk, tiba-tiba aku melihat secarik kertas diatas meja, disitu tertulis &#8216;menyediakan jasa pijat, urut dan lulur&#8217; dan dibawahnya ada nomor teleponnya. &#8220;Ah betapa enaknya dipijat.. Kebetulan badan lagi pegel..&#8221; pikirku sembari membayangkan dipijat oleh si mbok dirumah, lalu aku menelphon nomor itu dan diterima oleh seorang wanita disana, setelah mengutarakan maksudku, akhirnya wanita itu bilang.. Tidak lama lagi akan datang pemijat ke kamar aku, setelah itu akupun duduk menanti.. Tak lama kemudian pintu diketuk dari luar, segera aku bangkit dan membuka pintu.. Dan..</p>
<p style="text-align: justify;">Terkejutlah aku, karena tampak seorang pria dengan baju putih berdiri diambang pintu, lalu. &#8220;Selamat siang neng.. Anu.. Tadi manggil tukang pijat yaa?&#8221; seru pria itu. Tampak pria itu berumur kira-kira 45-an, tidak terlalu tinggi tapi kekar dan berkulit coklat. &#8220;Eh.. nggak.. Anu.. Iya pak..&#8221; sahut aku, &#8220;Anu.. Bapak tukang pijatnya..?&#8221; tanyaku. Pria itu tersenyum lalu, &#8220;Iya neng&#8221;. Wah.. Kini aku rada sedikit panik, tidak menduga kalau tukang pijatnya seorang pria, tapi tanpa aku sadari aku malah mempersilahkan bapak itu masuk, setelah masuk. &#8220;Mau dipijat dimana Neng?&#8221; tanyanya. &#8220;Ngk.. Di.. Kamar aja pak&#8221; sahutku, lalu aku membiarkan bapak itu mengikutiku menuju kamar, tiba didalam kamar, bapak itu segera dengan cekatan membereskan ranjang tidurku, lalu menyuruhku untuk tengkurep diatas ranjang. Aku mengikutinya, dan berbaring tengkurep diatas ranjang.. Lalu terasa tangan si bapak itu yang kasar itu mulai memijat-mijat telapak kaki dan kedua betisku, aku benar-benar merasakan nikmatnya pijatan bapak itu, kemudian.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Maaf neng.. Kimononya dibuka yaa&#8221; serunya, Aku hanya diam saja ketika kimonoku dibuka dan diletak diranjang satunya lagi, kini hanya tinggal CD dan bra saja, setelah memijat betis dan bagian paha.. Si bapak beralih ke punggungku, memang terasa enak pijatan si bapak ini, setelah itu aku merasakan si bapak menuangkan oil ke atas punggungku dan mulai mengosoknya, lalu. &#8220;Maaf yaa Neng&#8221; serunya sembari melepas tali BHku, aku hanya diam saja, kedua tanganku aku taruh dibawa bantal sementara kepalaku menoleh ke arah tembok, terasa geli juga ketika si bapak mulai mengurut bagian samping tubuhku. Lalu terasa tangan si bapak mulai mengurut kebagian bawah dan menyentuh CD ku, lalu &#8220;Maaf yaa neng..&#8221; serunya sembari tangannya menarik CDku kebawah, aku terkejut tapi anehnya aku membiarkan si bapak itu melorotkan CD ku hingga lepas, kini si bapak dengan leluasa mengurut tubuhku bagian belakang yang sudah telanjang itu, lalu si bapak mengosokan oil ke seluruh tubuhku bagian belakang dari pundak sampai ketelapak kaki dan dibawah sinar lampu kamar, aku yakin tubuhku akan tampak mengkilap karena oil itu.</p>
<p><span id="more-1404"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Aku hanya berdiam diri saja.. Dan membiarkan si bapak mengurut bagian dalam pahaku, kedua kaki ku direnggangkan.. Oouhh.. Pasti sekarang dibapak dapat melihat kemaluanku dari belakang.. Pikirku, tapi aku hanya diam saja.. Dan diam-diam merasakan nikmat ketika tangan dibapak menyentuh-nyentuh bibir vaginaku, lalu dibapak naik ke atas tempat tidur dan duduk berlutut diantara kedua paha ku, aku hanya bisa pasrah saja ketika si bapak merenggangkan kedua pahaku lebih lebar lagi dan membiarkan kedua tangan si bapak mengurut-urut bagian pinggir vaginaku.. Gilaa.. Aku terangsang hebat.. Dan setiap jari-jari si bapak menyentuh bibir vagina ku.. Akupun mengelinjang.. Setelah cukup lama, akhirnya si bapak menuangkan oil ke atas pantatku.. Terasa cairan oil itu merambat melewati anus dan terus sampai ke vaginaku, kemudian dengan kedua tangannya.. si bapak mulai mengurut bongkah pantatku, dan aku benar-benar merasakan nikmat dan membiarkan si bapak membuka bongkah pantatku dan pasti dia dapat melihat bentuk kemaluanku dengan jelas dari belakang berikut anus ku.. Oohh</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba terasa jari-jari si bapak mengusap-usap anus ku.. Gilaa.. Aku terangsang hebat.. Apalagi terasa sedikit demi dikit jari telunjuk dibapak itu dicolok-colok ke dalam anus ku.. Bergetar hebat tubuhku.. Dan tanpa aku sadari aku mengangkat pantatku hingga setengah menungging, tiba-tiba kedua tangan si bapak memegang pangkal paha ku dan mengangkat pantatku ke atas, aku menurut saja.. Hingga akhirnya aku menungging dihadapan si bapak itu, kepala ku.. kubenamkan ke atas bantal.. Dan membiarkan si bapak mempermainkan vaginaku dengan jari-jarinya.. Tiba-tiba.. Ooouuhh.. Aku mengeluh panjang ketika terasa jari si bapak menyusup masuk ke dalam anusku.. Terasa sedikit mules ketika jari telunjuk si bapak itu di sodok-sodok keluar masuk lobang pantatku, oohh.. Aku hanya bisa meringis saja dan akupun mengelinjang hebat ketika tangan si bapak yang satunya menyusupkan jarinya ke dalam liang vaginaku.. Gilaa.. Aku merasakan nikmat luar biasa.. Aku hanya pasrah saja dan membiarkan si bapak mengocok-ngocok vagina dan anusku dengan jari-jarinya,</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa sadar aku meluruskan kedua tanganku untuk menopang tubuhku.. Hingga kini posisiku seperti orang merangkak, sementara si bapak tetap duduk berlutut dibelakang. Cukup lama juga jari-jari si bapak menyodok-nyodok liang vaginaku dan lobang pantatku.. Dan aku benar-benar menikmati.. Sehingga tanpa sadar vaginaku sudah basah bercampur dengan oil.. Tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu yang menempel dimulut vaginaku, ternyata si bapak telah mengarahkan batang kemaluannya ke bibir vaginaku, aku hanya pasrah dan membiarkan ketika secara pelan-pelan batang kemaluan si bapak mulai ditekan masuk ke dalam vaginaku.. Oohh.. Nikmat.. Tanpa disadari.. Aku mengerak-gerakan pinggulku juga, tubuhku terguncang-guncang ketika si bapak mulai menyodok-nyodok vaginaku dengan batang kemaluannya.. Aahh.. Nggkk.. Ohh.. Aku benar-benar merasakan nikmat.. Dan diam-diam aku mencapai klimaks tanpa sepengetahuan si bapak itu, tiba-tiba si bapak mencabut batang kemaluannya dari vaginaku.. Lalu oohh.. Gilaa.. Terasa ujung batang kemaluan si bapak ditempelkan ke anusku.. Wah dia mau menyodomi aku.. Pikirku memang aku pernah melakukan anal sex.. Tapi ini..</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu si bapak menarik kedua tanganku kebelakang dan menyuruh aku membuka belahan pantatku dengan kedua tanganku sendiri.. Kemudian terasa jari-jari si bapak mengolesi anusku dengan oil.. Dan kadang-kadang menyusupkan satu dua jari nya ke dalam.. Kemudian terasa pelan-pelan batang kemaluan si bapak menerobos masuk ke dalam anus ku.. Aakk.. Nggkk.. Aku mengeluh.. Rada sakit dikit.. Tapi setelah semua batang kemaluan si bapak amblas.. Dan ketika si bapak mulai menyodok-nyodok keluar masuk.. Ahh.. Nikmatnya.. Terasa sedikit mules tapi aku benar-benar enjoy anal sex ini.. Tetapi kini aku merasakan kenikmatan yang.. Tidak klimaks-klimaks.. Sampai basah tubuh ku dengan peluh.. Tetapi si bapak tidak kunjung klimaks juga, rasa nikmat.. Mules.. Campur aduk.. Aku hanya bisa meringis-ringis sembari memejamkan mata saja, tetapi akupun tidak tinggal diam.. Jika si bapak menghentikan gerakannya, maka aku langsung mengerakan pinggulku maju-mundur sehingga batang kemaluan si bapak tetap keluar masuk lobang pantatku hingga akhirnya lama kelamaan gerakan si bapak semakin cepat.. Dan terdengar nafasnya yang semakin memburu, rupanya si bapak sudah mau klimaks..</p>
<p style="text-align: justify;">Dan Akupun membuka belahan pantatku semakin lebar dengan kedua tanganku, lalu terdengar si bapak mengerang aahh.. Nggkk.. Lalu ia menjabut batang kemaluannya dari lobang pantatku lalu disemburnya airmaninya kepunggungku crot.. crot.. Terasa ada cairan kental dan hangat membasahi punggungku.. Sampai kerambutku dan akupun seketika rebah telungkup.. Dengan nafas masih memburu.. Dan masih merasakan nyeri di duburku. Setelah itu si bapak.. Pergi ke kamar mandi.. Akupun segera mengambil CD ku dan mengelap air mani si bapak yang belepotan dipunggung ku.. Tiba-tiba aku mendengar suara pintu dibuka.. Akupun segera mengenakan kimonoku dan berjalan keluar kamar.. Ternyata si bapak itu sudah tidak ada.. Loh gimana sih ini orang.. Pikirku.. Ah.. Biar aja kalau enggak mau dibayar.. Lalu akupun menuju kamar mandi.. Terasa lengket punggung ku karena oil tadi, tetapi tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.. Akupun segera merapihkan kimonoku dan berpikir.. Pasti si Lina dan kawan-kawan sudah pulang, ketika pintu aku buka tampak seorang ibu-ibu dengan kebaya berdiri diluar.. Lalu&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Selamat siang neng.. Neng yang.. Mau dipijet kan?&#8221; seru ibu itu. &#8220;Iya.. Ibu siapa&#8221; tanyaku &#8220;Saya tukang pijatnya neng&#8221; sahutnya.. Gilaa.. Siapa dong bapak tadi.. Walaupun aku terkejut.. Tetapi jujur.. Aku enjoy sekali dengan permainan si bapak itu.. Tapi.. Andaikan tunangan kutahu.. Ah.. Jangan sampailah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/di-perkosa-tapi-enak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Gadis SMA : Vani, Chintya, dan Icha</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/3-gadis-sma-vani-chintya-dan-icha/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/3-gadis-sma-vani-chintya-dan-icha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 19:32:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[chintya]]></category>
		<category><![CDATA[icha]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[vani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1402</guid>
		<description><![CDATA[Kenalin, namaku Ramon, gue masih pelajar SMA. Hari itu sangat mendung, aku mulai memasuki gerbang sekolah, untuk belajar dengan baik seperti yang diharapkan orang tua saya saat berpamitan. Di gerbang saya bertemu dengan Vani, teman sekelasku, akupun berjalan bersama Vani menuju kelas. Kumulai sedikit basa-basi kepadanya. &#8220;Cantik banget sih, Vani&#8230;&#8221; &#8220;Eh, aku belum mandi aja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kenalin, namaku Ramon, gue masih pelajar SMA. Hari itu sangat mendung, aku mulai memasuki gerbang sekolah, untuk belajar dengan baik seperti yang diharapkan orang tua saya saat berpamitan. Di gerbang saya bertemu dengan Vani, teman sekelasku, akupun berjalan bersama Vani menuju kelas. Kumulai sedikit basa-basi kepadanya. &#8220;Cantik banget sih, Vani&#8230;&#8221; &#8220;Eh, aku belum mandi aja dibilang cantik, gimana kalo aku udah make over ya??&#8221; &#8220;Belum mandi??? Jorok banget sih&#8230;&#8221; Ejekku &#8220;Kayak kamu bersih banget, biasanya kamu kan bau, apalagi kalo abis pelajaran olahraga, mana sering deket-deket ce lagi pas abis olahraga&#8221; Balasnya &#8220;Sialan nih&#8230;&#8221; Pikirku, &#8220;Ya iyalah&#8230; Namanya juga co, pasti bau dong abis olahraga&#8230;&#8221; &#8220;Ah&#8230; Si Ucup aja ga bau kalo abis olahraga&#8230;&#8221; &#8220;Enak aja, mau kamu sama dia? Cakepan juga aku&#8221; &#8220;Iya juga ya&#8230; Cakepan kamu, hehehe&#8221; &#8220;Iyalah&#8230; Ramon kok, mana ada tandingannya&#8230; Hehehe&#8230;&#8221; &#8220;Haha&#8230; Kamu narsis banget sih jadi co&#8230;&#8221; Katanya sambil mencubit &#8220;Ih&#8230; Geli deh&#8230; Kamu juga lucu deh&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya kami berdua tiba di kelas, kamipun belajar di kelas sampai pulang, saat jam belajar, entah kenapa Vani minta untuk duduk sebangku denganku, tentu saja aku tidak menolaknya, maklum, Vani itu salah satu ce paling cantik di sekolahku, saat aku duduk sebangku dengan Vani, banyak teman-teman yang membicarakan kami berdua, maklum, di sekolah aku termasuk co yang biasa-biasa aja. Kalo deket sama Vani bisa jadi gosip baru nih. Bel tanda pelajaran berakhir pun berbunyi. Aku lalu berjalan keluar bersama Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Van, kamu pulang sama siapa?&#8221; tanyaku &#8220;Gak tau, biasanya sih aku naik angkot, kamu mau anterin aku?&#8221; &#8220;Boleh, rumah kamu kan gak terlalu jauh, asalkan&#8230;&#8221; &#8220;Asalkan apa? Masa nganterin gitu aja pake syarat sih?&#8221; Protes Vani &#8220;&#8230;asalkan kamu mau cium aku&#8230;&#8221; Aku mulai nekat, karena memang di sekolah aku terkenal nekat. &#8220;Ih&#8230; Ada-ada aja, masa pake cium-cium segala sih??&#8221; &#8220;Ya udah, berhubung kamu cakep, aku mau cium kamu, tapi cari tempat yang sepi dong&#8230;&#8221; &#8220;Oke&#8230; Kita ke toilet belakang sekolah&#8221; &#8220;Tapi jangan apa-apain aku lagi yah&#8230;&#8221; &#8220;Iya deh&#8230; Jangan takut kalo sama aku&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tibalah kami ke toilet belakang sekolah, di situ Vani seperti merasa ketakutan, mungkin karena takut diapa-apain, tapi aku ga peduli. &#8220;Nah&#8230; Sekarang merem dong, biar aku cium&#8230;&#8221; Katanya &#8220;Iya&#8230; Iya&#8230; Tapi kamu merem juga dong&#8230;&#8221; Suruhku &#8220;Ya udah&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Vani memejamkan matanya, bibir kami makin berdekatan, setelah cukup dekat, aku membuka mataku dan mulai mencium Vani dengan sangat bernafsu, sambil memeluk tubuhnya aku mencumbui Vani dengan sangat bernafsu. &#8220;Mmmmmmmhhhhhhh&#8230;&#8230;..&#8221; erang Vani, tetapi aku tidak perduli, aku masih saja mencumbuinya. Tetapi Vani masih bisa lepas dari dekapanku. &#8220;Katanya cuma cium, masa kayak gitu??&#8221; Katanya sambil sedikit tertawa &#8220;Tapi suka kan?&#8221; Bilang aja&#8230; Ya kan? Ya kan? Hehe&#8230;&#8221; Kataku sambil tertawa dan meledek Vani &#8220;Iya sih&#8230;&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mulai mencumbuinya lagi, kali ini aku lebih berani, tanganku mulai meraba pantatnya, meremasnya dengan keras. Vani sepertinya mulai meresponnya. Vani melepas lagi cumbuanku. &#8220;Pelan dikit say&#8230; Jangan buru-buru gitu, sekarang diem aja ya, duduk aja di kloset tuh&#8230;&#8221; Suruhnya, dari sini aku mulai ngerti kalau Vani itu seorang &#8220;PROFESIONAL&#8221;, hehehe&#8230; &#8220;Iya say, cepetan dong say, bukain, kasih servis sekalian&#8221; Suruhku padanya, berhubung udah nafsuan banget nih&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Vani mulai membukakan celanaku, aku juga membuka baju seragamku sendiri, hingga aku telanjang bulat sementara Vani masih berpakaian lengkap, Vani mulai mengocok penisku, setelah itu Vani mulai menjilat-jilat penisku, dan menghisap-hisap penisku, mendapat perlakuan seperti itu aku sangat menikmatinya, udah gak lama dapet kayak gini, dahsyat bro!!! Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam toilet tempat kami beraksi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Waaaahhhhh&#8230;. Ada yang mantap nih&#8230;&#8221; Kata orang yang masuk itu &#8220;Iya tuh, bagus juga&#8230;. Gede loh&#8221; Kata orang kedua yang masuk. Orang pertama adalah Chintya, teman sekelasku juga dan yang kedua Icha, kakak kelasku yang merupakan sepupu Chintya. Mereka berdua terkenal sebagai ce yang hot di sekolah. &#8220;Boleh ikut ga nih? Tanya Icha pada Vani &#8220;Boleh aja kok&#8230;&#8221; jawab Vani. Aku merasa sangat terkejut dengan mereka, mereka masuk tiba-tiba dan seperti mau ikut dengan aksi kami. Kalo mereka mau ikut, Rejeki jangan ditolak ah&#8230;<br />
<span id="more-1402"></span><br />
&#8220;Tapi jangan di sini dong tempatnya, masa sempit gini sih?&#8221; kata Chintya &#8220;Mending kita ke rumahku aja, kebetulan lagi kosong tuh&#8221; tambah Icha &#8220;Ya udah, tapi cepetan dong, nanggung nih&#8230; Belum dikeluarin&#8230;&#8221; &#8220;udah santai aja, nanti kita keluarin bertiga, santai aja&#8221; jawab Icha Akupun langsung mengenakan seragamku kembali, lalu kami berjalan menuju parkiran, aku naik sepeda motor bersama Vani, Icha dan Chintya naik mobil mereka, di perjalanan, Vani menggesek-gesekkan dadanya di punggungku, kayaknya ga sabar juga nih si Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya tiba jugalah kami di rumah Icha, Icha dan Chintya sudah sampai duluan di sana, mereka menunggu kami, akhirnya kami masuk ke dalam rumah, Icha mengunci pintu rumahnya. Aku duduk di sofa, dan mereka mulai mengelilingi oleh mereka bertiga, Icha mulai melingkarkan tangannya di leherku sambil berdiri, dan langsung menciumiku, sementara Chintya dan Vani duduk di sebelah kiri dan kananku. Mereka mulai mengelus-elus dada dan selangkanganku, sesuatu mulai mengeras di selangkanganku. Lalu aku memeluk Icha, mendekapnya dengan sangat keras, saat itu aku tidak tahu siapa memegang bagian tubuhku yang mana, saat itu aku merasakan ada yang membukakan celanaku, lalu menariknya dengan sedikit kesulitan untuk membukanya, tinggallah baju seragamku dengan celana pendek ketatku, tanpa ada apa-apa lagi di dalamnya, aku melepaskan ciumanku dengan Icha, lalu kulepas baju seragamku, kini aku telanjang tanpa menggunakan pakaian apapun, lalu aku mencium Vani, sambil Vani mengocok-ngocok penisku, Chintya mulai menjilati dadaku, menghisap putingku, terasa sangat geli.</p>
<p style="text-align: justify;">Icha membuka bajunya, lalu melemparkannya kepada aku dan Vani yang sedang bercumbu. Kulemparkan kembali kepadanya. Terlihat kulit pada dada Icha yang sangat putih mulus, seperti punya mantanku dulu, Sarah. Aku mulai meraba-raba dada Icha, menyelusup dari luar BHnya, lalu Icha membukakan BHnya, semakin terlihat jelas kalau Icha luar biasa cantiknya, lalu Icha membuka roknya ke bawah, juga CDnya, aku sangat suka melihatnya, lalu aku lepaskan cumbuanku pada Vani, aku berdiri dan langsung mencumbu Icha lagi, tanganku meremas-remas memeknya, lalu aku mendorongnya ke sofa, Icha malah berdiri, menarik tanganku, mengajak aku menuju kamarnya, ada sebuah ranjang yang besar, aku langsung ditolaknya hingga berbaring di ranjang, kulihat Vani dan Chintya menyusul kami ke sini. Icha mulai mengocok-ngocok kontolku, tak lama ia mengocok, lalu Icha menghisapnya dengan penuh semangat, aku sampai melayang dibuatnya. Lalu kulihat Chintya dan Vani mulai membuka seluruh pakaian mereka, hingga telanjang bulat, body mereka bagus semua, aku ga bosan-bosan ngeliatin mereka, Chintya lalu memasang posisi meletakkan memeknya ke wajahku.</p>
<p style="text-align: justify;">aku langsung menjilatinya. Vani juga mengocok memeknya sendiri, aku sangat suka melihat pemandangan seperti ini. Mereka semua meraung-raung, mendesah, dan berteriak kenikmatan. Icha yang sepertinya sudah mulai bosan menghisapi kontolku mulai bangkit dan berusaha menduduki kontolku dan memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah basah terangsang. Kontolku merasakan betapa nikmatnya memek Icha, aku menggoyangkan pinggulku dengan cepat, Icha pun meresponnya dengan baik, Icha juga membalas gerakan pinggulku dengan sangat liar, melihat itu, Vani menghampiri Icha dan langsung mencium Icha dengan sangat liar, wow! Ini semua sangat hebat, sangat luar biasa rasanya 3 anak SMA kontol dengan liar begini! &#8220;kontol, enak banget nih&#8230; Akkkhhhhh&#8230;&#8230;..&#8221; Desah Icha yang bergoyang liar di atas tubuhku, tak lama kemudian, Icha ambruk ke tubuhku, Icha mengalami orgasme. Icha lalu bangkit dan pindah ke samping kami bertiga, Icha terlihat lemas dan ia tertidur. Vani meraih kontolku dan menghisapnya, sementara Chintya masih bertahan dengan hisapanku di memeknya, aku masih dalam posisi berbaring di ranjang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Vaniii&#8230; Aku mau ngerasain kontol si Ramon&#8230; Pengen banget nih&#8230; Akkkkhhhh&#8230;.&#8221; &#8220;Ya udah, sini dong&#8221; &#8220;Entar, kamu nungging aja, Chin, biar doggie&#8221; suruhku Chintya lalu menungging, aku sempat meremas-remas pantat dan memeknya, lalu aku mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya. &#8220;Aaakkkkhhh&#8230;. Aaaahhhh&#8230;.&#8221; Itulah yang keluar dari mulutnya saat kontolku masuk seluruhnya ke dalam memek Chintya &#8220;Aaahhh&#8230; Enak banget memek kamu, Chin, aku suka banget&#8230; Oooohhh&#8230;.&#8221; &#8220;Kencengin, Mon, Kerasin&#8230; Kontolmu enak banget, kenceng beibh&#8230;. Ooooooooohhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;.&#8221; Setelah 7 menit bertahan dalam posisi ini, kurasakan seperti ada yang mau keluar dari dalam penisku, akhirnya aku ngecrot di dalam memeknya sambil mengangkat tubuh Chintya dan mencium bibirnya dari samping. &#8220;Oooohhh&#8230;. Enak banget beibh&#8230; Aku keluar juga nih&#8230; Oooohhh&#8230;. Aaaahhhh&#8230;.&#8221; Tubuh kami berdua pun ambruk, dan kontolku masih berada di dalam memeknya, kami tergeletak dalam posisi menyamping. Aku mulai bangkit, kulihat banyak sekali spermaku di memek Chintya yang meluber keluar memeknya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Enak banget beibh&#8230; kontol kamu keras banget&#8230; Aku suka banget&#8230;&#8221; katanya, ia pun terbaring lemas, menaruh kepalanya di atas tubuh Icha Kulihat Vani mengangkangkan pahanya, dan memasukkan 2 jarinya ke dalam memeknya. Aku beristirahat sejenak, kontolku masih lemas dari orgasme tadi. 10 menit aku beristirahat sambil kupejamkan mataku. Kulihat Vani sedang mengocok-ngocok memeknya dengan jarinya, aku langsung menghampirinya, dan mencumbuinya, aku mulai dari bibir, leher, lalu aku menyusu di dadanya, dadanya sangat besar, berukuran sekitar 36B, karena tubuhnya termasuk besar. Lalu aku menjilati memeknya, dan mengocok-ngocok memeknya dengan jariku, Vani mengalami orgasmenya. &#8220;Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. Ennnnaaakkkkkk&#8230;&#8230;.&#8221; Kudiamkan jariku di dalam memeknya sesaat, lalu kukeluarkan. &#8220;Kamu mau kontol, sayang?&#8221; tanyaku Mau banget, sayang, ayo dong, cepetan&#8230;! Masukin&#8230;!&#8221; Kini aku berada di antara kedua pahanya, mengangkat kedua kakinya ke atas bahuku, lalu mencoba memasukkan kontolku ke dalam memeknya yang sudah basah dan merekah merah.</p>
<p style="text-align: justify;">Masuklah kontolku ke dalam memeknya. &#8220;Oooohhh&#8230; Aaaahhhh&#8230; Eeennnaaakkkk&#8230;&#8221; Erangnya saat aku menggoyang kontolku Semakin cepat aku menggoyang kontolku. Kali ini rasanya kontolku lebih tahan dari pada tadi, mungkin karena sudah dikeluarin sekali pikirku, lama dalam posisi seperti ini, aku meminta Vani untuk tidur menyamping, tanpa mengeluarkan kontolku dari dalam memeknya, aku memutar posisinya miring ke kiri, dengan posisi ini aku masih menggoyang pinggulku dengan kencang. Tanganku dalam posisi meremas-remas pantat dan dadanya yang merah bekas cupang, pantatnya merah karena kutampar-tampar. Kulihat Icha dan Chintya mulai bangun, mereka tiduran sambil menonton permainan aku dan Vani. Sambil aku kontol dengan Vani, Icha menghampiriku dan menciumiku, sepertinya dia mau lagi, semakin kencang aku menggoyangkan pinggulku, lalu kuberhenti sebentar, aku memutar tubuh Vani ke posisi doggie, karena aku suka sekali posisi ini, dalam posisi ini aku meremas-remas dada Vani, semakin Vani mendesah dan berteriak, sementara sambil menggoyang aku berciuman dengan Icha, semakin kukencangkan goyanganku dan akhirnya Vani mengalami orgasmenya.</p>
<p style="text-align: justify;">Langsung kulepas kontolku dari memek Vani, aku langsung bergerak menuju Icha yang sudah telentang membuka pahanya, aku memasukkan kontolku ke dalam vaginanya. Aku menggoyang tubuh Icha sambil menindihnya, kami berciuman, kami berdua bertahan lama dalam posisi ini. &#8220;Mon&#8230; Mau keluar nih aku&#8230; Aaaahhh&#8230;. Enak banget&#8230;&#8221; &#8220;Aku juga kak&#8230;&#8221; Wajah Chintya dan Vani berada di atas perut dan dada Icha, seperti menungguku untuk orgasme. Akhirnya aku cabut kontolku keluar memeknya, dan keluarlah cipratan orgasme Icha, sangat deras. Lalu aku menembakkan spermaku ke wajah Chintya dan Vani, Chintya langsung menghisap kontolku sampai lemas. Akhirnya kami bertiga tergeletak lemas di atas ranjang, di depanku ada Icha, di kiriku ada Chintya, dan di dadaku terbaring tubuh Vani. &#8220;Thanx banget, Mon. Aku suka banget kontol kamu, lain kali kita bisa main lagi kan?&#8221; kata Icha &#8220;Iya, Mon. Kita suka banget kontol kamu, walaupun ga terlalu gede, tapi kamu bisa main lama&#8221; puji Vani &#8220;Kapan bisa main lagi, Mon?&#8221; tanya Chintya &#8220;Kapan aja aku bisa kok main sama kalian, kalo mau juga di mana aja aku lakuin, di sekolahan juga jadi!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Bener nih? Gimana kalo besok kita main lagi di sekolahan?&#8221; kata Icha &#8220;Ah gila ah&#8230; Aku ga mau&#8221; tolak Chintya &#8220;Boleh&#8230; Asalkan pas udah sepi&#8230;&#8221; &#8220;Ga enak dong kalo sepi, ga seru&#8230;&#8221; Kata Icha lagi &#8220;Ah, aku tetep ga mau&#8230;&#8221; Kata Chintya, Chintya mulai memejamkan matanya dan sepertinya dia kelelahan dan tidur. &#8220;Terserah kalian semualah&#8230; Yang penting kalo lagi pengen, hubungi aja aku&#8230; Hahaha&#8230;&#8221; Itulah kisahku bersama 3 gadis hot sekolahku, lain kali akan kuceritakan pengalamanku bersama mereka lagi saat ada pertandingan futsal di sekolah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/3-gadis-sma-vani-chintya-dan-icha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sari Pamer Toket Gede dan Memek Di Webcam</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/sari-pamer-toket-gede-dan-memek-di-webcam/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/sari-pamer-toket-gede-dan-memek-di-webcam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 19:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[Sari]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[webcam]]></category>
		<category><![CDATA[yahoo chat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1389</guid>
		<description><![CDATA[asooyy geboyy&#8230; nggak rugi tiap malam nongkrong di room chat yahoo di kasi nenen sama memek slurpsss&#8230;&#8230;.. sari oh sarii&#8230; muncrat nih pejuhku&#8230; duh sari tetekmu mancung banget pengen ku emut muachhhhhh&#8230; sambil di emut di remas-remas trus di tarik putingnya&#8230; oughhhhhhh&#8230;.. toketmu seksi sekali!! wow nice ass&#8230;&#8230;. pantatnya sari bunder gemesin toketnya kayak semangka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">asooyy geboyy&#8230; nggak rugi tiap malam nongkrong di room chat yahoo di kasi nenen sama memek slurpsss&#8230;&#8230;.. sari oh sarii&#8230; muncrat nih pejuhku&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">duh sari tetekmu mancung banget pengen ku emut muachhhhhh&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1390" title="sari-pamer-toket-gede-di-webcam-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">sambil di emut di remas-remas trus di tarik putingnya&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1391" title="sari-pamer-toket-gede-di-webcam-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>oughhhhhhh&#8230;.. toketmu seksi sekali!!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1392" title="sari-pamer-toket-gede-di-webcam-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>wow nice ass&#8230;&#8230;. pantatnya sari bunder</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1393" title="sari-pamer-toket-gede-di-webcam-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>gemesin toketnya kayak semangka minta di gigit</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1394" title="sari-pamer-toket-gede-di-webcam-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>yahhh di remes2 juga seru tuh sar&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1395" title="sari-pamer-toket-gede-di-webcam-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><span id="more-1389"></span>wuih&#8230;.. nice body&#8230; toket gede mancung memek bersih no bulu jembut mantapp buat ngentot</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1396" title="sari-pamer-toket-gede-di-webcam-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>chatting seks dulu yaaaaaa&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1397" title="sari-pamer-toket-gede-di-webcam-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>buka dong sari bikin penasaran aja memekmu&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1398" title="sari-pamer-toket-gede-di-webcam-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-9-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>kalau ngentot nanti gaya ini saja hehehe</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1399" title="sari-pamer-toket-gede-di-webcam-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-10-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>mekinya di jilat enak tuh imut-imut kayak kue apem!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1400" title="sari-pamer-toket-gede-di-webcam-11" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/05/sari-pamer-toket-gede-di-webcam-11-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/sari-pamer-toket-gede-dan-memek-di-webcam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngentot ABG SMA Enak Sekali Tanpa Bulu Memek</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ngentot-abg-sma-enak-sekali-tanpa-bulu-memek/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ngentot-abg-sma-enak-sekali-tanpa-bulu-memek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 22:46:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[sma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1296</guid>
		<description><![CDATA[Memek abg memang rapat dan bersih nggak ada bulunya hehehe enak buat di entot sama om-om.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Memek abg memang rapat dan bersih nggak ada bulunya hehehe enak buat di entot sama om-om.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1297" title="ngentot-abg-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-1-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1298" title="ngentot-abg-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-2-300x227.jpg" alt="" width="300" height="227" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1299" title="ngentot-abg-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-3-300x228.jpg" alt="" width="300" height="228" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1300" title="ngentot-abg-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-4-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p><span id="more-1296"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1301" title="ngentot-abg-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-5-300x227.jpg" alt="" width="300" height="227" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1302" title="ngentot-abg-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-6-300x227.jpg" alt="" width="300" height="227" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1303" title="ngentot-abg-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/ngentot-abg-7-300x217.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ngentot-abg-sma-enak-sekali-tanpa-bulu-memek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gangbang My Wife</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/gangbang-my-wife/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/gangbang-my-wife/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 01:02:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[doyan kontol]]></category>
		<category><![CDATA[gangbang]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[lonte]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[memek cina]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[wife]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1262</guid>
		<description><![CDATA[Whoaaaaaaaaa.. hot banget&#8230; ini kisah nyata lho ada suami yang ingin istrinya di gangbang 3 cowok hehehe. Kata istrinya enak banget bikin ngentot sama 5 cowok bikin ketagihan hehehe dasar memek cina doyan kontol pribumi&#8230;.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Whoaaaaaaaaa.. hot banget&#8230; ini kisah nyata lho ada suami yang ingin istrinya di gangbang 3 cowok hehehe. Kata istrinya enak banget bikin ngentot sama 5 cowok bikin ketagihan hehehe dasar memek cina doyan kontol pribumi&#8230;. <img src='http://www.ceritasex.cn/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1263" title="gangbang-my-wife-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1264" title="gangbang-my-wife-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1265" title="gangbang-my-wife-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-3-300x239.jpg" alt="" width="300" height="239" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1266" title="gangbang-my-wife-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1267" title="gangbang-my-wife-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1268" title="gangbang-my-wife-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1269" title="gangbang-my-wife-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1270" title="gangbang-my-wife-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><span id="more-1262"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1271" title="gangbang-my-wife-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-9-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1272" title="gangbang-my-wife-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-10-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1273" title="gangbang-my-wife-11" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-11-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-12.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1274" title="gangbang-my-wife-12" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-12-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-13.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1275" title="gangbang-my-wife-13" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-13-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-14.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1276" title="gangbang-my-wife-14" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-14-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-15.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1277" title="gangbang-my-wife-15" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-15-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-16.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1278" title="gangbang-my-wife-16" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-16-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-17.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1279" title="gangbang-my-wife-17" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-17-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-18.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1280" title="gangbang-my-wife-18" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-18-300x233.jpg" alt="" width="300" height="233" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-19.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1281" title="gangbang-my-wife-19" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-19-300x261.jpg" alt="" width="300" height="261" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-20.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1282" title="gangbang-my-wife-20" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2010/03/gangbang-my-wife-20-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/gangbang-my-wife/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awalnya Meronta, Kini Ketagihan</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/awalnya-meronta-kini-ketagihan/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/awalnya-meronta-kini-ketagihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 13:18:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[heni]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngewe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=1233</guid>
		<description><![CDATA[Aku, adalah seorang laki-laki yang sudah beristri dan mempunyai seorang anak yang sudah berumur 7 tahun dan sudah bersekolah di kelas 1 SD. Karena anak kami masih kecil dan jarak antara rumah kami dengan SD tempat anak kami bersekolah cukup jauh maka setiap hari istriku mengantarkan anak kami ke sekolah. Kami mempunyai tetangga, suami istri, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku, adalah seorang laki-laki yang sudah beristri dan mempunyai seorang anak yang sudah berumur 7 tahun dan sudah bersekolah di kelas 1 SD. Karena anak kami masih kecil dan jarak antara rumah kami dengan SD tempat anak kami bersekolah cukup jauh maka setiap hari istriku mengantarkan anak kami ke sekolah. Kami mempunyai tetangga, suami istri, yang sudah sangat akrab dengan kami. Istrinya, sebut saja Heni, sangat akrab dengan istriku sehingga hampir setiap hari ia bermain ke rumah kami, dan kalau berkunjung ke rumah kami biasanya ia langsung masuk tanpa mengucapkan salam atau membunyikan bel. Suaminya sendiri bekerja di perusahaan swasta yang seringkali pulang malam dan kebetulan mereka belum dikaruniai anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Heni biasa memanggil istriku dengan sebutan Teteh sedangkan kepadaku ia biasa memanggil Mas Ary. Ia adalah seorang wanita yang cantik, kulitnya putih mulus, dan bodinya pun menggiurkan namun sangat bersahaja dan lugu, tidak pernah neko-neko, baik dalam cara berpakaian maupun cara bergaul, pokoknya polos. Kalau berkunjung ke rumah kami biasanya ia hanya memakai daster, atau kadang-kadang memakai kain, namun bagiku hal tersebut menjadikan dia sangat seksi. Aku merasa sangat senang kalau ia berkunjung ke rumah kami dan berlama-lama mengobrol dengan istriku sebab aku bisa berlama-lama pula mengintipnya dari balik garden kamar memperhatikan tubuhnya yang sintal. Bahkan kalau sudah tidak tahan aku pun melakukan onani sambil mengintipnya dan membayangkan seandainya tubuh Heni itu bugil dan aku menggumulinya. Bahkan tidak jarang ketika aku sedang menyetubuhi istriku pikiranku berfantasi seolah-olah aku sedang menyetubuhi Heni, dan memang dengan berfantasi seperti itu aku merasakan kenikmatan yang lebih dari biasanya. Namun aku sering merasa kesal karena orang yang sering kubayangkan tersebut selalu bersikap acuh terhadap diriku. Aku sering mencoba memancing ke arah pembicaraan yang agak menjurus namun ia tidak pernah menanggapinya, bahkan pura-pura tidak mendengarnya. Sikapnya tersebut membuat diriku semakin merasa penasaran.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu hari istriku minta izin kepadaku untuk pergi ke rumah saudaranya yang rumahnya agak jauh, setelah pulang dari sekolah anak kami, dan diperkirakan baru akan pulang ke rumah sore harinya. Aku pun tidak berkeberatan karena aku pun tidak akan pergi ke mana-mana sehingga tidak khawatir dengan keadaan rumah kami. Aku pun bersantai-santai saja di rumah sambil menyetel vcd porno yang tidak berani kusetel bila anak kami sedang berada di rumah. Aku menikmati tontonan yang merangsang tersebut sambil membayangkan bahwa yang bermain di dalam film porno tersebut adalah aku dan Heni. Aku terhanyut dalam bayangan bahwa diriku sedang menggumuli tubuh bugil Heni. Kebetulan sudah seminggu kontolku tidak mendapat jatah karena istriku sedang berhalangan. kontolku sudah sangat ngaceng.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedang asyik-asyiknya aku menonton sambil mempermainkan kontolku tiba-tiba pintu yang lupa aku kunci dibuka orang sehingga kontan kumatikan vcd player yang sedang kusetel. Ternyata yang membuka pintu tersebut adalah Heni yang langsung masuk sambil memanggil-manggil istriku: ?Teh ??. Teh ???. Ia memakai kain dan baju atasannya agak terbuka atasnya, sehingga pangkal buah dadanya yang putih mulus dan montok terlihat sedikit. Kain yang dipakainya agak basah, mungkin ia baru selesai mencuci sehingga pinggulnya tercetak dengan jelas dan aku tidak melihat garis segitiga di balik kain yang dikenakannya itu sehingga aku berkeyakinan bahwa ia tidak memakai celana dalam. Hal itu menyebabkan aku semakin terangsang. ?Mas, Tetehnya ke mana?? tanyanya. ?Ke rumah saudara, pulangnya nanti sore!? jawabku, ?Memangnya mau apa sih Hen?? tanyaku. ?Anu Mas, mau pinjam seterikaan, kepunyaan saya rusak?. Datanglah setan membisikkan ke dalam diriku bahwa aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mewujudkan hal yang selama ini selalu menjadi fantasiku. Aku berkata: ?Biasanya sih di kamar tidur, ambil saja sendiri!?, padahal aku tahu bahwa seterikaan tersebut tidak disimpan di kamar tidur. Ketika Heni pergi ke kamar tidur untuk mencari seterikaan aku segera mengunci pintu agar tidak ada orang lain yang mengganggu rencanaku. kontolku sudah sangat keras karena ingin segera mendapat jatah.<br />
<span id="more-1233"></span><br />
Dari dalam kamar tidur terdengar Heni berkata: ?Kok enggak ada Mas, di sebelah mana ya?? Aku pun masuk ke kamar tidur dengan hanya mengenakan sarung tanpa memakai celana dalam supaya rencanaku tidak terhambat dengan cd. Nampaknya Heni tidak menaruh curiga apa-apa. ?Mungkin di bawah tempat tidur!? kataku. Kemudian Heni pun melihat ke bawah tempat tidur, tentu saja sambil menungging. Ketika Heni menungging aku melihat sebuah pemandangan yang sangat indah dan sangat menggairahkan. Pantat Heni yang bahenol tercetak jelas pada kain yang dikenakannya, dan sekali lagi aku yakin bahwa Heni tidak memakai celana dalam karena aku tidak melihat garis segitiga pada pantatnya yang bahenol itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena sudah tidak tahan maka aku pun segera memeluk tubuh Heni dari belakang sambil menggesek-gesekkan kontolku pada pantatnya. Ternyata Heni memberikan reaksi yang tidak kuharapkan. Ia meronta-ronta berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukanku sambil memaki-maki diriku, ?Mas apa-apaan sih? Lepaskan diriku, aku tidak mau melakukan ini, kamu bajingan Mas, tidak kusangka!? Melihat reaksinya yang seperti itu pada mulanya aku pun merasa ragu untuk melanjutkan perbuatanku, namun rupanya bisikan setan lebih dahsyat daripada akal sehatku, sehingga walaupun Heni meronta-ronta sambil memaki-maki aku tidak peduli, bahkan aku semakin bernafsu.</p>
<p style="text-align: justify;">?Ampun Mas, lepaskan aku, aku tidak mau melakukan hal yang seperti ini!? Heni berkata sambil menangis dan meronta-ronta. Aku semakin ganas, kuhempaskan tubuh Heni ke atas tempat tidur sambil kutarik kainnya secara paksa sehingga kain tersebut lepas dan terlihatlah kemaluan Heni yang ditumbuhi bulu yang lebat. Aku pun semakin bernafsu, aku berusaha untuk membuka pakaian bagian atasnya, namun aku mendapat kesulitan karena Heni selalu mendekapkan tangannya erat-erat di daarya sambil terus menangis, kakinya pun selalu dirapatkan erat-erat sambil menendang-nendang sehingga aku mendapat kesulitan untuk memasukkan tubuhku di sela-sela pahanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin karena sudah lelah atau karena lengah pada suatu kesempatan aku mendapat kesempatan untuk merenggangkan pahanya dan tubuhku berhasil masuk ke sela-sela pahanya. Dari sana aku berusaha untuk melepaskan pakaian bagian atas Heni dan sekaligus bh-nya yang pertahankan dengan gigih, sambil meronta-ronta, menjerit-jerit, memukul, dan mencakari tubuhku. Akhirnya aku berhasil menyobekkan pakaian bagian atasnya dan melepaskan bh-nya, dan aku pun berhasil mendaratkan bibirku pada susunya yang masih keras, maklum belum dipakai menyusui, kecuali suaminya. Tidak ayal lagi aku pun menciumi susunya dan sesekali mengulum putingnya dan menyedotnya. Diperlakukan demikian Heni mendesah, namun ia masih terus melakukan perlawanan dengan cara meronta-ronta sambil menangis, walaupun rontaannya sudah agak melemah, entah karena kecapekan entah karena mulai terangsang. Sejalan dengan itu pertahanan pahanya pun mengendur sehingga lambat laun kontolku yang sudah super tegang berhasil menyentuh bagian luar memeknya dan kugesek-gesekkan kontolku untuk mencari lubang yang selama ini aku idam-idamkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya kontolku berhasil menemukan lubang idaman tersebut, dan secara perlahan tapi pasti aku pun memasukkan kontolku ke dalam lubang tersebut. Ketika kontolku berhasil melakukan penetrasi ke dalam lubang memeknya serta merta terdengar mulut Heni mendesah dan merintih, badannya pun menjadi lemas, perlawanannya mengendur, dan ketika penetrasi kontolku kusempurnakan dengan tekanan yang mantap ia pun menjerit tertahan, ?Aaaaaaahhhh ??? Maaaassssssss ????..?. Inilah reaksi yang sangat aku harapkan ?.. Ketika kontolku aku naikturunkan dengan cepat pantat Heni pun mengimbanginya dengan gerakan sebaliknya. Sekarang bibirku pun dengan leluasa tanpa hambatan bermain di puting susunya, sesekali aku bergerilya di ketiaknya yang ditumbuhi bulu yang lebat, aromanya yang agak bau keringat sangat aku senangi sehingga semakin meningkatkan gairahku. Tangan Heni yang tadinya dipergunakan untuk memukuli dan mencakar tubuhku kini ia pergunakan untuk memeluk dan mengelus-elus punggungku. Tadinya ia menangis dan menjerit-jerit karena menolak kini ia menjerit-jerit dan mendesah serta mengerang karena gairah yang memuncak. ?Aaaaaahhhhhh ??..??.. Eeeeeeeemmmmmmhh ??? Aduuuuuuuhhhhhhh ???. Ssssssshhhhhhh ???. Sssssssshhhhh ???? sssssshhhhhhh ???. Hhhhhhhmmmmmmmhhh ????.. Maaaaassssssss ???.. Nikmaaaaaaaaatttttttt?.</p>
<p style="text-align: justify;">Heni meladeni semua permainanku dengan sangat agresif, kami berguling-guling di atas tempat tidur, kadang aku di atas kadang Heni yang di atas. Nampak sekali ia sangat menikmati permainan ini, sama sekali tidak tampak bekas-bekas penolakannya. Ketika aku suruh dia menungging untuk melakukan posisi dog-style ia menolak, ?Jangaaaaaan Masssssssss, jangan dari dubuuuuur ?? aku tidak suka, jijiiiiiiiiikkkkk? Rupanya ia mengira bahwa aku akan menyodominya karena oleh suaminya ia tidak pernah disetubuhi dari arah belakang. Aku pun memaksanya untuk menungging, posisi yang sangat aku sukai ketika bersetubuh dengan istriku. Dengan terpaksa Heni menuruti keinginanku. Pemandangan yang aku lihat saat Heni menungging semakin meningkatkan birahiku, pantatnya yang putih dan bulat serta memek berbulu yang terjepit oleh pahanya, aaaahhhh ??.. sungguh menggairahkan. Segera aku arahkan kontolku yang masih sangat tegang itu ke arah memeknya yang terjepit oleh paha mulus. Ketika kontolku secara perlahan-lahan masuk ke dalam memeknya, Heni menggelepar-gelepar sambil kelojotan merasakan sensasi yang baru ia rasakan setelah beberapa tahun menikah. ?Aaaaaaaaawwwwww ????.. Maaaassssssss ???.. Enak sekaliiiiiiiiiiiiii ???.. Terus Maaassssss jangan lepaskan kontolmuuuuuuuuuu ???. Adduuuuuuuuhhhhhhh ???.. teruuuuuus tekaaaannnnnnnnn yang keraaaaaaaaassss ??.. kalau bisa dengan kanjutnyaaaaaaaa ???.! Tangannya menggapai-gapai ke belakang ingin menarik pantatku agar kontolku masuk lebih dalam lagi. Dengan leluasa pula kedua tanganku mempermainkan susunya yang menggelantung dengan indah. Maka erangan Heni pun semakin menjadi-jadi karena ia mendapat kenikmatan dari dua arah. memeknya yang aku kocok terus dengan kontolku dan susunya yang terus aku permainkan dengan tanganku. Heni pun menjerit dan mengerang dengan histeris, mulutnya meracau mengeluarkan kata-kata jorok yang semakin merangsang diriku. ?Maaaaaasssss ???.. jangan lepaskan kontolmu dari memekku, puaskanlah memekku dengan kontolmuuuuuuuu ???.. aku baru merasakan kenikmatan yang seperti ini, Aaaaawwwww ???. Maaassssss, aku ingin agar kontolmu terus berada di dalam memekku ??. Aaaaaaaahhhhhhhhh ???.. sssssshhhhhhhhhhhhhh ???? sssssshhhhhhhhhh ????..</p>
<p style="text-align: justify;">Kucabut kontolku dari memek Heni karena aku sudah merasa agak lelah dengan posisi tersebut. Heni menyangka bahwa aku akan menyelesaikan eweanku terhadap dirinya, ia marah-marah dan meminta agar aku segera memasukkan lagi kontolku ke dalam memeknya, ?Mas jangan dicabut dong kontolnya, Aku belum orgasme nih! Ayo masukkan lagi! Aaaaahhhhh ???.. kontolmu Maaaaasssss ????. Namun aku mempunyai rencana lain. Aku minta agar Heni berbaring telentang dengan kaki menekuk. Aku segera mengarahkan mukaku ke memeknya, mula-mula aku jilati bagian dalam pahanya, kemudian aku jilati memeknya dan aku hisap itilnya. Diperlakukan demikian kontan Heni menjerit karena ia tidak menyangka akan mendapat perlakuan seperti itu, dan memang ia tidak pernah diperlakukan demikian oleh suaminya. Suaminya sangat konvensional. ?Aaaaaawwwwww ?????? Maaaaaassssss ???. Geliiiiiiiiiiii ??.. tapi nikmaaaaaaatt ???. Terus Mas hisap itilkuuuuuuuu ???, jilat memekkkuuuu ??? agak ke bawah Masss, ya ??.. ya ??.. benar disitu Maaaaasssss, ???. Aaaaaaaawwwwwww ???. Maaaasssssss ??.. mana kontolmu ?. Kesinikan ??.. aku ingin mengulumnya ??..? Maka aku pun berputar untuk menyodorkan kontolku ke melut Heni, dan kami pun mempraktekkan posisi 69. kontolku dijilati oleh Heni, kadang-kadang dikenyotnya dalam-dalam. Aku pun mengerang sambil terus menghisap memek Heni yang sudah dipenuhi oleh lendir.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika aku merasa bahwa aku akan mencapai orgasme aku pun mencabut kontolku dari mulut Heni dan segera memasukkannya ke dalam memeknya sambil terus digenjot. Nampaknya Heni pun sama akan mencapai orgasme, gerakan pantatnya semakin liar, desahannya semakin kerap. Dan ketika aku merasa ada yang mendesak di dalam kontolku aku pun menekankannya keras-keras ke dalam memek Heni sambil memeluk tubuhnya erat-erat, Heni pun demikian pula, ia memeluk tubuhku erat-erat sambil menahan tekanan kontolku. Maka kami pun mengalami orgasme secara bersamaan dan kami pun sama-sama mengeluarkan suara erangan yang panjang sebagai tanda bahwa kami berada pada puncak kepuasan. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh ????. Ssssssshhhhhhhhhhhh ?????.. Maaaaaaaaaaasssssss ????.., Heeeeeeeeeennnnnnnn. Tubuh kami pun terkulai bermandikan keringat, Heni memeluk erat-erat tubuhku seolah-olah tidak mau lepas selamanya. Ia berbisik dengan manja sambil nafasnya terengah-engah, ?Mas maaf yah atas kelakuanku terhadap Mas Ary tadi! Tadinya Heni kira ngewe itu dengan siapa pun rasanya sama saja, ternyata ngewe dengan Mas Ary itu beribu-ribu kali lebih nikmat dibandingkan dengan ngewe bersama suami Heni. Terus terang saja kadang-kadang Heni merasa bosan ngewe dengan suami Heni karena ia hanya mementingkan diri sendiri. Baru kali ini Heni mengalami yang namanya orgasme. Ah kontol Mas Ary sangat perkasa, aaaahhhhh ???. Kamu kok nikmat sekali!?. Sambil berkata demikian ia mempermainkan kontolku sehingga kontolku tegang kembali.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat kontolku sudah ng*c*ng kembali Heni merengek meminta ngewe kembali. ?Mas, ngewe kembali yu? Tuh kan kontolnya sudah tegang kembali, Heni akan meladeni Mas Ary sampai kapan pun kontol Mas Ary sanggup menancap di dalam memek Heni! Ayo dong Mas!? Aku pura-pura tidak mau (padahal nafsu sih sudah sampai ke puncak ubun-ubun) ?Enggak mau ah nanti suamimu keburu pulang, lagi pula Heni kan mau menyeterika, kita cari saja seterikaan itu?. ?Enggak Mas, suamiku sedang pergi ke luar kota, baru besok ia pulang. Soal seterikaan sekarang sudah menjadi nomor ke berapa, jauh lebih penting kontolmu Mas dibanding dengan seterikaan. Menyeterika itu seringkali terasa membosankan tetapi ngewe denganmu rasanya aku tidak akan pernah bosan maaaaaasss ??. Cepet doooongngng ??? coba raba Vkku Mas, sudah sangat basaaahhhh masssss, ayo doooooong ??., Heni menjawab, ia tetap merengek meminta agar aku memasukkan kontolku ke dalam Vknya, namun aku diam saja seperti tidak mau. Karena aku tidak bereaksi maka Heni pun mengambil inisiatif, ia segera naik ke atas tubuhku, menciumi dadaku, menyodorkan susunya ke mulutku agar kuhisap, menyodorkan ketiaknya agar aku menjilatnya, dan menyodorkan memeknya ke mukaku, ?Mas, jilat dong memekku, hisap *t*lnya sesukamu, aku inghin mendapat kenikmatan lagi, silahkan dong Maaasssss ?..!?. Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang menggairahkan ini, segera aku menjilati memeknya dan menghisap *t*lnya, kadang-kadang menggigitnya. Diperlakukan demikian Heni mendesah dan mengerang sambil pinggulnya tidak henti-hentinya menggelinjang, ?Aaaahhhhh ??? Maaasssss ??? terus beri aku kenikmataaaaaan, aaaawwwww ??.. jangan terlalu keras menggigitnya dooooong Mas, aaahhhhhhhh ???. Ssssshhhhhhh ??? ssssssshhhhhhh ???.. nikmaaaaaaat ???.?.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak lama kemudian ia mengarahkan lubang memeknya ke arah kontolku yang memang sudah ngaceng dari tadi dan kontolku pun menyambutnya dan terus melakukan penetrasi sambil terus kunaikturunkan pantatku untuk mengimbangi goyangan pantat Heni. ?Aaaaaaaaaaaahhhhhhhh ???.. ssssshhhhhhh ??..?, Heni pun menjerit karena merasa senang diperlakukan demikian, ?aaaaaahhhhh ??.. hmmmmmhhhhhh ???. Massssssss ??.. terus tancapkan kontolmu ke dalam memekku ??? ssssshhhhhhhh ??. aku rela maaaasssss ??.. Maaassss bulu kanjutmu menambah kenikmatan memekku maaaaasssss ??.. aaaahhhhhhh ??. Setelah berlangsung agak lama Heni meminta aku mencabut kontolku dan menusuknya dari belakang, ?Maaaaasssss ??.. cabut dulu kontolmuuuuuuuu ??.. aku ingin ditusuk dari belakang aaaaahhhhhhhh ??? cepet maaasssss tusuk memekku dari belakaaaaaaang ??? Maaaaassssss ??.. aaaaaaaahhhhh ??.. sssshhhhhhhh ??.. Maaassssss ??.. Heni memang hebat, kini ia sangat agresif dan pandai merangsang serta memuaskan lawan mainnya. Ia langsung bisa mengimbangi permainanku dalam bersetubuh. Kami pun melakukan berbagai variasi dan posisi dalam bersetubuh, dan kami selalu mengalami orgasme secara bersamaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak saat itu aku dan Heni sering melakukan persetubuhan, tergantung siapa yang lebih dulu menginginkan maka dialah yang menghampiri lebih dulu. Kadang-kadang Heni datang ke rumahku ketika istriku sedang tidak ada di rumah. Kadang-kadang aku yang datang ke rumahnya ketika suaminya sudah pergi. Tidak jarang ketika aku datang ke rumahnya Heni sedang mencuci pakaian di kamar mandi maka kami pun bersetubuh di kamar mandi, kadang-kadang kami bersetubuh di dapur kalau kebetulan ia sedang memasak, kadang-kadang pula kami melakukannya dengan berbasah-basah di lantai bila ia sedang mengepel. Dan setiap variasi persetubuhan yang kami lakukan selalu memberi sensasi baru kepada kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Heni semakin sering berkunjung ke rumahku, walaupun sedang ada istriku. Kalau ia berkunjung ke rumahku dan istriku sedang di kamar mandi atau sedang ke warung kami memanfaatkan waktu yang sebentar tersebut dengan seefektif mungkin untuk ngewe atau sekedar saling mempermainkan kemaluan kami masing-masing. Atau kalau kami berpapasan maka tangan Heni tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk menjawil kontolku dan aku pun selalu mencubit memeknya yang memang seolah-olah ia sodorkan untuk kucubit atau kujawil dan kuremas susunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini, setelah aku mempunyai lubang kenikmatan yang baru, yaitu memek Heni, aku pun tidak terlalu banyak menuntut kepada istriku, demikian juga Heni, ia tidak lagi suka meminta jatah kepada suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ah Heniiiiiii ??.. Heni, dulu kamu meronta-ronta, kini kamu meminta-minta ??..!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/awalnya-meronta-kini-ketagihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
