<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; mesum</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/tag/mesum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 23:58:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Istri-Istri Pamanku Bagian 6 (TAMAT)</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/istri-istri-pamanku-bagian-6-tamat/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/istri-istri-pamanku-bagian-6-tamat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 08:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[istri pamanku]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3229</guid>
		<description><![CDATA[Pinggulku menghentak semakin cepat dan cepat. Tubuh Bi Laha terguncang kesana kemari, dan gelinjangnya tampak sudah tak karuan. Tiba-tiba pahanya menjepit keras, dan pinggulnya yang sedari tadi berputar-putar liar itu diangkat tinggi-tinggi dan.., &#8220;Oooh&#8230; bibi keluar.. bibi keluaarrr&#8230; nggg&#8230;&#8221; Terdengar suara Bi Laha merengek panjang. Tangannya menjambak rambutku dan serta mencakar pundakku. atanya membelalak dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pinggulku menghentak semakin cepat dan cepat. Tubuh Bi Laha terguncang kesana kemari, dan gelinjangnya tampak sudah tak karuan. Tiba-tiba pahanya menjepit keras, dan pinggulnya yang sedari tadi berputar-putar liar itu diangkat tinggi-tinggi dan.., &#8220;Oooh&#8230; bibi keluar.. bibi keluaarrr&#8230; nggg&#8230;&#8221; Terdengar suara Bi Laha merengek panjang. Tangannya menjambak rambutku dan serta mencakar pundakku. atanya membelalak dan mulutnya meringis. Otot wajahnya tegang seperti orang yang tengah melahirkan. Ketika itu juga penisku terasa hangat disemprot oleh cairan orgasme Bi Laha. Dan dinding vaginanya seperti menyempit meremas-remas penisku. {{aahh, Rafiii&#8230; aahh aku.. aku juga keluaarrr&#8230; Nuke menghempaskan tubuhnya ke tembok. Gagang teleponnya terjatuh ke lantai.}} Suara apa itu? Seperti keluar dari gagang telepon yang tergeletak di sisi kepala Bi Laha yang kini terbaring lemas, seperti orang yang kehilangan tulang-belulang. Ah, mungkin cuma imajinasiku saja. Aku menghentikan aktifitasku, dan menikmati keindahan wajah isteri pamanku yang sedang mengalami orgasmenya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pipi ranum perempuan itu kini tampak memerah, buah dadanya mulai naik turun dengan irama teratur. Pelan-pelan wajah cantik itu membuka matanya, lalu dengan lembut ia mencium keningku dan dengan penuh kasih sayang memelukku erat.&#8221;Terima kasih sayang, terima kasih.&#8221; Bi Laha memandangku dengan mata berbinar. &#8220;Kamu sudah menghilangkan dahaga bibi selama ini..&#8221; &#8220;Sama-sama bi&#8230;, bibi juga merupakan perempuan diatas 30 yang tercantik dan terseksi yang pernah saya lihat. Ini kali pertama saya tidur dengan wanita seusia bibi. Dan&#8230;&#8221; Aku mencium bibirnya lembut. &#8220;Tingkah dan tubuh bibi nggak beda dengan perawan.&#8221; Perempuan itu tergelak, lalu mencubit pinggangku. &#8220;Dasar perayu, ayo kasih bibi satu menit untuk membersihkan diri, lalu giliran kamu bibi puaskan.&#8221; Ia mencabut penisku yang masih tegang dari vaginanya, lalu membimbingku ke kamar mandi. &#8220;Punyamu itu benar-benar mengerikan lho Fi..&#8221; Komentarnya ketika menyiramkan air dingin di tubuh kami berdua. Air dingin itu mendadak seakan memberi tenaga baru bagi kita berdua.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesegarannya terasa mengalir dari ujung rambut hingga ujung kaki. Setelah mengeringkan tubuh, perempuan itu menarik tubuhku ke dalam pelukannya. Penisku yang sempat layu, kembali menegang menempel di perut mulusnya. &#8220;Hmm..&#8221; Ia bergumam kagum. &#8220;Si besar-mu itu sudah siap rupanya?&#8221; Aku mengangguk. &#8220;Kamu mau main di mana Fi? Di kamar bibi..?&#8221; Aku menggeleng &#8220;Ngga bi.., ini kamar Mang Iyus, saya nggak mau, bau kamar ini mengingatkan saya kalau bibi isteri paman saya dan itu membuat saya cemburu..&#8221; Bi Laha tersenyum bahagia mendengar kata-kataku itu, mukanya berbinar-binar persis seperti remaja yang sedang kasmaran. Ia pun mulai menggesek-gesekkan perutnya ke penisku membuat cairan bening itu keluar lagi membasahi pusar. &#8220;Kalau begitu kita main di sofa lagi ya..?&#8221; Tanpa menunggu jawaban, ia membimbingku menuju sofa. Gagang telepon itu masih tergeletak di sana. Sambil duduk, aku meraih gagang itu untuk kuletakkan kembali di tempatnya, namun Bi Laha mencegah. &#8220;Jangan. Biarkan disitu. Bibi ngga mau diganggu oleh telepon dari pamanmu.<br />
<span id="more-3229"></span><br />
Malam ini, kamulah suami bibi dan seorang isteri yang baik akan melakukan apa saja untuk menyenangkan suaminya&#8230; ya nggak yang..?&#8221; {{Benar firasatku. Mereka akan memulai lagi permainan panasnya! Tapi tak kusangka Laha sedemikian marahnya pada suamiku, ehm, suami kami. Seperti kemarahan yang terakumulasi lalu meletus dengan dahsyatnya. Oh kedengarannya mereka sudah mulai. Laha mulai mengerang dan merintih, wah sedang diapakan dia?? Hmh.. betapa beruntungnya kau Laha.. Semoga aku sempat mencicipi pemuda itu sebelum pulang ke Bandung!! Nuke melihat jam di dinding, sudah 20 menit sejak suaminya pergi ke dokter. Ahh, mudah-mudahan antreannya panjang. Lampu di kamar tengah itu padam. Nuke terbaring di atas kasur busa sambil menempelkan gagang telepon erat-erat di kupingnya. Tubuhnya telanjang bulat.}} Sehabis menggosok-gosokkan jemariku di lipatan vaginanya, dengan gemas kuraih tubuh telanjang isteri pamanku itu dan kududukkan di pangkuanku dengan posisi saling berhadapan. Kakinya yang mulus itu mengangkang sehingga bagian bawah penisku menempel tepat di belahan vaginanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dadanya yang busung tepat berada di depan mulutku. Dengan segera kubenamkan mulutku di belahan buah dadanya. &#8220;Emm.. &#8220;, Bi Laha menggelinjang genit &#8220;Kamu suka sekali sama susu Bibi ya..?&#8221; Sambil mulai menyedot putingnya aku mengangguk. Bi Laha mulai bergumam seperti orang terserang demam sambil memeluk leherku. Pantatnya digerakkannya maju mundur sehingga vaginanya menggesek-gesek batang penisku. Tak sampai 3 menit bergumul, Bi Laha sudah terangsang kembali. Kasihan Bibiku ini. Begitu lamanya ia menahan dahaga sehingga akibatnya, cepat sekali perempuan itu terangsang. &#8220;Ooohh Fiii.. bibi ngga tahan&#8230; &#8221; Tiba-tiba dengan cepat tangannya menangkap penisku, ia mengangkat pantatnya sedikit lalu menyelipkan kepala penisku di bibir vaginanya. Pelan-pelan, ia menurunkan pantatnya sehingga batang besar itu melesak ke dalam vaginanya yang, my god, sudah basah itu. &#8220;Aah.. sss&#8230; aahh..&#8221; Bi Laha mulai mendesis-desis merasakan kenikmatan di dinding vaginanya. Hmm, agak terlalu cepat prosesnya, pikirku. Lalu kuhentikan gerak pantat perempuan itu sehingga penis yang baru masuk seperempatnya itu tertahan di dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ohh&#8230; kok ditahan &#8216;yang..?&#8221; Bi Laha bertanya dengan nada kecewa. &#8220;Nggak, saya ingin cara lain bi.. bibi ngga keberatan kan..?&#8221;. Tiba-tiba perempuan itu tersenyum malu dan melepaskan penisku dari jepitan vaginanya. Ia lalu merebahkan tubuhnya di atas tubuhku sambil memelukku mesra. &#8220;Maaf &#8216;yang, bibi lupa sasma kamu. Bibi memang egois. Bibi cuma memikirkan bagaimana untuk secepatnya orgasme lagi.. Maklum, anak perawan..&#8221; Kami berdua tergelak. Bi Laha, Bi Laha.. sayang kau isteri orang.&#8221;Oke, kamu mau bibi ngapain supaya puas&#8230;&#8221;"Coba bibi berlutut di depan saya..&#8221; Bi Laha tersenyum dan berlutut tepat diantara dua pahaku. Penisku kini tepat berada di dadanya yang montok.&#8221;Terus.. ngapain..?&#8221; Katanya polos.&#8221;Tutup mata bibi dan buka mulut.. saya ingin mencium bibir bibi sambil berlutut..&#8221;"Uuuhh.. macem-macem.. &#8221; Ujarnya manja, sambil menutup mata dan membuka mulutnya.&#8221;Mulutnya kurang lebar bi.. saya ingin menjilat lidah bibi..&#8221;{{Apa yang kau inginkan Rafi..? Jangan-jangan ia ingin agar Laha memasukkan&#8230;}}&#8221;mm! mm!&#8221; Bi Laha menjerit-jerit kaget ketika kumasukkan penisku ke dalam mulutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia terbelalak melihat batang besar itu bergerak keluar masuk rongga mulutnya. Tampak ia agak jijik dan risih sehingga beberapa kali tampak hendak meludahkan penis itu keluar. Namun, tanganku dengan kokoh menahan kepalanya untuk memaksa mencicipinya.&#8221;Maaf bi, saya paling suka kalau penis saya dikulum. Saya takut kalau minta, bibi malah nggak mau. Nah, terpaksa saya agak maksa. Tapi rasanya nikmat kan?&#8221;"Mmmm&#8230;!&#8221; Bi Laha menggumam keras sambil memperlihatkan ekspresi berpura-pura marah. Tapi, ia mulai menggerakkan kepalanya naik-turun tanpa paksaan. Nafasnya juga ikut memburu. Rupanya dengan mengulum penisku ia semakin terangsang birahinya.&#8221;Yaahh.. begitu Bi.. tapi giginya jangan kena batang saya dong Bi.. sakiit.. Naahh begitu.. aouhh.. aahh..&#8221; {{Nuke memasukkan jari telunjuknya ke dalam mulut, lalu mengulumnya. Oh Rafiii, kau benar laki-laki penuh fantasi. Benar dugaanku, kau memang menginginkan penismu dikulum dan dihisap. Oooh nasib, kenapa Bi Laha selalu yang ditakdirkan untuk mendapat sesuatu pertama kali?</p>
<p style="text-align: justify;">Perempuan itu kemudian meremas buah dadanya dengan keras. Telunjuknya serasa berubah menjadi penis besar milik keponakan suaminya itu, walaupun ia tak pernah melihat bentuk aslinya. Tiba-tiba ia merasa batinnya seakan mengucapkan sumpah, &#8220;Aku harus mendapatkan pemuda itu, apapun resikonya!&#8221;}} &#8220;Bii.. sekarang sambil masuk keluar, lidah bibi digoyang dong.. supaya kena urat sebelah bawah yang deket kepala.. yaahh.. yaah.. gituuu.. addouww.. Bii.. ennakk.. aahh..&#8221; Aku mulai menggelinjang-gelinjang. Tubuhku kini bersandar dengan santai di sofa dan hanya pinggulku yang bergoyang-goyang mengikuti irama keluar-masuk mulut isteri pamanku itu. Bi Laha memang orang yang cepat belajar. Terbukti tanpa petunjuk, ia mulai mengembangkan sendiri teknik-teknik oral seks. Seperti yang sedang ia lakukan saat ini, Bi Laha tengah menyedot sambil sesekali menggigit urat sensitif di bawah kepala penisku. Lalu, ia juga mengecup dan mencubit-cubit dengan bibirku batang penisku dari arah kepala sampai kedua bola di pangkalnya. Dan yang gila, ia kini bisa mengkombinasikan antara kuluman dan kocokan tangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Penisku digenggamnya di bagian atas lalu diturunkannya ke pangkal batang. Ketika bagian kepala penisku keluar dari ujung genggamannya, mulutnya langsung menyambut untuk dikulum. Demikian seterusnya. Aku hanya bisa berkata &#8220;Biii.. bibiii&#8230; ennnaakkk.. aahh..&#8221; seraya membelai-belai punggungnya yang putih mulus itu. Kadang-kadang belaianku itu mendekati belahan pantatnya, yang sesekali kuremas gemas. {{Hebat kau Laha, aku iri padamu. Kau bisa membuat pemuda itu mengerang keenakan dengan sedotan dan hisapanmu. Itu berarti, kau ahli memuaskan lelaki.}} Aku mencabut penisku dari mulutnya lalu mengecup bibirnya mesra. &#8220;Terima kasih Bi&#8230;, Bibi memang baik sekali&#8230;&#8221; &#8220;Tapi, kamu kan belum keluar &#8216;yang..?&#8221; &#8220;Hehe.. nanti juga keluar sendiri.. bi.. pinjam susunya dong..&#8221; Aku meletakkan penis besarku di belahan buah dada bibiku yang montok itu. Seakan sudah berpengalaman, perempuan itu menjepit penisku dengan buah dada kiri kanannya, lalu pelan-pelan mulai bergerak naik turun. &#8220;Oaah&#8230; Oaahh.. Biii.. Bibiii jepitan susunya nikmat bangeeett.. penis saya rasanya diremes-remes.. aahh&#8230;&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">{{Nuke mengangkat kedua pahanya sehingga dengkulnya nyaris menyentuh buah dadanya, lalu ia memasukkan jari tengahnya ke dalam liang vaginanya. aahh, aku tak tahan lagi mendengar permainan mereka. Aku ingin cepat-cepat orgasme lagi. Dan perempuan itu mulai memutar-mutarkan jarinya di liang lembab itu. Rafi, Laha, kalian memang gila. Belum pernah aku mendengar kisah persetubuhan sepanas kalian. Apalagi yang sedang kalian lakukan sekarang. Menjepit penis dengan kedua buah dada? Lalu, si lelaki menggerakkan penisnya maju mundur? Ohh benar-benar sensasional! Tiba-tiba didengarnya suara pemuda itu berkata, &#8220;Bii.. saya ngga tahan lagi.. bibi benar-benar merangsang birahi saya.. Coba sekarang bibi berdiri menungging. Pegang dudukan sofa ini..&#8221; &#8220;Begini Fi..?&#8221;"Yak&#8230; betul. Kakinya dibuka agak lebar.. yak. Fuuuhh.. Pantat bibi seksi sekaliii..&#8221; Terdengar suara pemuda itu seperti memuja sesuatu. &#8220;Kalau bibi goyang seperti ini, kamu suka?&#8221; Laha mulai menggoda dengan nada senang. Tentu saja senang. Siapa yang tak senang dipuji? Tanpa sadar Nuke berkata ketus dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;&#8216;Yang.. kamu mau masukin dari belakang?&#8221;"Yak.. ini satu lagi kesukaan saya.. bibi pernah melakukannya?&#8221;"Boro-borooo..&#8221; Nuke tersenyum masam mendengar jawaban Laha. Perempuan itu benar. Kang Iyus adalah lelaki tanpa fantasi. Baginya seks adalah suatu kewajiban. Bukan alat untuk mencapai kenikmatan. Nuke pun mulai bisa mengerti mengapa isteri tua suaminya itu nekad berselingkuh dengan keponakannya sendiri. Tiba-tiba terdengat suara Laha merintih-rintih. &#8220;Sakit bi&#8230;?&#8221; Oh, pemuda itu mulai memasukkan penisnya dari belakang! Ow, pasti nikmat sekali..!}} &#8220;Sedikit.. sss&#8230; pelan-pelan ya yang..?&#8221; Bi Laha mencengkeram kain dudukan sofa itu seraya menggigit bibir. Rupanya ia merasa sakit menerima peneterasi dari arah belakang untuk pertama kalinya. Baru separuh penisku memasuki vaginanya. Aku membelai pantat yang sedang menungging itu, terus ke arah punggung, lalu ke bawah menyambut buah dadanya yang bergelantungan. Kepalanya menengok kebelakang ingin melihat bagaimana penis besarku memasuki vaginanya.&#8221;Coba dorong lagi Fi.. sedikit-sedikit ya..?&#8221; Aku mengangguk dan mendesakkan penisku semakin dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Yaahh.. iyyyaahh.. RAFiii&#8230; auh.. panjang sekali punyamu yang&#8230;&#8221; Perempuan itu menjerit ketika seluruh penisku amblas tertanam dalam vaginanya yang becek itu. Lalu mulailah aku menikmati posisi kesukaanku itu. Kuhentakkan keras-keras pinggulku ke pantat Bi Laha. Setiap hentakan menyebabkan pantatnya bergetar dan buah dadanya berayun keras. Setiap hentakan itu juga menyebabkan mulut seksi perempuan berusia 30-an itu menjerit dan meringis. Lalu tempelkan perut dan dadaku di punggung mulusnya. Tangan kananku mulai meremas-remas kedua buah dadanya serta memilin putingnya, sedang tangan kiriku mengocok tonjolan daging di pangkal vagina yang dipenuhi oleh bulu-bulu keriting itu. &#8220;aahh.. aahh.. nikmat sekali yang&#8230; posisi ini ennnaakk&#8230;&#8221; Hampir 5 menit kami bergumul dalam posisi menungging. Tiba-tiba kurasakan desiran itu bergerak cepat dari ujung kepala, turun ke dada, melewati perut, dan terus ke selangkangan&#8230; Otot-ototku mulai menegang. &#8220;Biii.. bibi&#8230; Saya mau keluar biii..&#8221;"Ya sayang.. ayo sayang.. bibi juga mau keluar.. bibi juga mauuu..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">{{Ooohh Rafiii, aku jugaa&#8230; Nuke mempercepat tusukan jari tengah di vaginanya. Terdengar suara mobil suaminya memasuki halaman. Nuke tak peduli.}}</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mendekatkan kepalaku ke kepalanya, Bi Laha menengok dan menyambut ciumanku dari belakang. Kami saling memagut sambil terus merasakan gesekan-gesekan di kelamin kami yang semakin cepat, kocokanku di klitorisnya yang semakin liar, remasanku di buah dadanya yang semakin keras, ciuman kami yang semakin buas diiringi &#8220;mmhh&#8230; mmhh..&#8221; yang semakin keras dan sering. Tiba-tiba otot-otot tubuh kami menegang, lalu semakin menegang, semakin menegang, lalu&#8230;&#8221;Bibiii saya keluaar&#8230; aahh&#8230;&#8221; &#8220;Bibi juga sayang, bibi jugaa&#8230; nnggg&#8230;&#8221; {{Tubuh Nuke meregang, lalu ia menusukkan jemarinya dalam-dalam. Dan.. aaouuuhh&#8230; aku orgasme.. aku orgasmeee! Gila! Untuk kedua kalinya! Terdengar suara pintu mobil dibuka. Nuke melompat, menutup telepon, membawa kasur busa dan menghilang ke balik kamar tidurnya.}}</p>
<p style="text-align: justify;">Malam itu, atas permintaannya aku menyetubuhi bibiku sekali lagi di atas meja makan. Untuk membalas hutang tadi siang, begitu alasannya dengan nada gurau. Sesudah itu kamipun tidur berpelukan dengan mesra di kamarku sambil bertelanjang bulat. Sebelum tidur kami mengucapkan beberapa kata cinta dan berciuman lamaa sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">TAMAT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/istri-istri-pamanku-bagian-6-tamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ekspresi Ngentot</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ekspresi-ngentot/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ekspresi-ngentot/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 23:22:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[ekspresi]]></category>
		<category><![CDATA[kenikmatan]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3219</guid>
		<description><![CDATA[Wew&#8230; coba tebak ini ekspresi wajah kenikmatan ngentot atau ekspresi kesakitan? kok gak jelas gitu ya hehehe&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Wew&#8230; coba tebak ini ekspresi wajah kenikmatan ngentot atau ekspresi kesakitan? kok gak jelas gitu ya hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ekspresi-kenikmatan-ngentot-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3221" title="ekspresi-kenikmatan-ngentot-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ekspresi-kenikmatan-ngentot-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ekspresi-kenikmatan-ngentot-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3222" title="ekspresi-kenikmatan-ngentot-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ekspresi-kenikmatan-ngentot-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ekspresi-kenikmatan-ngentot-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3223" title="ekspresi-kenikmatan-ngentot-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ekspresi-kenikmatan-ngentot-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ekspresi-kenikmatan-ngentot-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3224" title="ekspresi-kenikmatan-ngentot-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ekspresi-kenikmatan-ngentot-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><span id="more-3219"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ekspresi-kenikmatan-ngentot-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3220" title="ekspresi-kenikmatan-ngentot-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/12/ekspresi-kenikmatan-ngentot-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ekspresi-ngentot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hanya Cinta Sesaat</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/hanya-cinta-sesaat/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/hanya-cinta-sesaat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 22:50:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[eryani]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3204</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Iwan, 23 tahun. Ceritanya aku mulai ketika aku baru saja diterima kerja di sebuah Travel Agent di Ruko kawasan Mangga Dua Jakarta. Terus terang, aku baru saja lulus dari kuliahku di AKPAR di Jogja. Aku baru lulus bulan Juli 98. Terus, aku sudah berusaha melamar kerja di Travel Agent di Jogja, tapi tidak satupun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Namaku Iwan, 23 tahun. Ceritanya aku mulai ketika aku baru saja diterima kerja di sebuah Travel Agent di Ruko kawasan Mangga Dua Jakarta. Terus terang, aku baru saja lulus dari kuliahku di AKPAR di Jogja. Aku baru lulus bulan Juli 98. Terus, aku sudah berusaha melamar kerja di Travel Agent di Jogja, tapi tidak satupun yang mau menerimaku. Akhirnya aku berkelana ke Jakarta, aku kost di kawasan Kemayoran bersama temanku yang sudah lebih dulu ke Jakarta dan juga lebih dulu bekerja di Jakarta. Sampai akhirnya, bulan Desember aku berhasil bekerja di Travel Agent, tempatku sekarang bekerja.Nah, di hari pertamaku kerja, aku datang pagi-pagi sekali ke kantor. Kata Bos baruku, aku harus datang jam 8.30 pagi, yaa.., aku pergi dari rumah jam 7.00, takut kalau-kalau ada macet di jalan, paling tidak dalam dua jam aku sampai di kantor baruku. Ternyata di luar dugaan, aku tiba pukul 7.30. Sial, aku pikir, tahu begini, lebih baik aku pergi jam delapan. Dan ternyata kantorku juga belum buka. Aku nongkrong saja di depan kantorku. Tidak berapa lama, ada cewek yang sedang membuka rolling door ruko di sebelah kantorku. Ah daripada nongkrong sendirian, lebih bagus nongkrong berdua, pikirku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hai.., baru buka kantor ya?&#8221;, tanyaku berbasa-basi.&#8221;Iya..&#8221;, jawabnya ramah.&#8221;Kantor kamu kantor apa sih&#8221;, tanyaku, sebab di depan kantornya, tidak ada satupun papan nama yang menjelaskan nama kantor itu.&#8221;Cargo Agent&#8221;, katanya sambil mendorong pintu kantornya ke samping.Melihat dia kesulitan mendorong pintu, akupun membantu mendorongnya, &#8221; Kamu karyawan baru di kantor sebelah ya..?&#8221;, tanyanya.&#8221;Iya.., eh kenalin, saya Iwan&#8221;.&#8221;Eryani..&#8221;, jawabnya sambil tersenyum.Sebelumnya, aku mau kasih gambaran gimana Eryani ini. Doi kulitnya putih, matanya sipit, rambutnya panjang sebahu, pipi tembem, tingginya sehidungku, atau kira-kira 160 cm,badannya agak berisi, payudaranya berukuran sedang, normal. Aku suka bentuk pinggul, pantat dan betisnya, aduhai sekali.Pagi itu Eryani memakai Blazer Hitam dengan dalaman kaos putih dan rok berbahan kaos selutut dengan belahan samping, menampakkan sedikit pahanya yang putih mulus. Dan juga dia agak bungkuk badannya, kata orang-orang sih, kalau agak bungkuk, nafsunya besar!Dan akhirnya sambil menunggu pintu kantorku buka, akupun ngobrol dengan Yani, dia di kantor itu bekerja sebagai accounting.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia yang membawa kunci pintu kantor, sebab dia tinggal di kost-kostan di Mangga Dua juga, dan dia datang selalu jam 8.00 pagi. Eryani orangnya baik, nikmat jadi teman ngobrol. Orangnya cepat akrab dan terbuka. Aku jadi terasa bersemangat ngobrol dengan dia. Apalagi orang-orang kantornya datang tidak on time, orang-orang kantornya baru datang 15 menit kemudian, jadi aku bisa berdua dengannya. Dan dia membuatkan teh panas untukku, apa tidak asyik tuh. Eryani ternyata juga merantau sepertiku, dia berasal dari Pontianak. dia juga dulu kuliah di Jogja sepertiku, dan hal inilah yang membuat kami dapat cepat akrab.Sampai akhirnya jam sudah menunjukkan 8.30, tapi aku belum melihat satupun orang kantorku yang datang. Jadi aku terus ngobrol dengan Eryani. Dari Eryani aku tahu kalau kantorku ternyata buka jam 9.00, dan kunci kantorku selalu dibawa oleh bagian Accounting, Ani namanya, yang juga kost di sekitar Mangga Dua. Ya sudah, aku terus saja ngobrol. Sampai akhirnya jam 9.00 baru aku keluar dari kantornya, sebab, selain kantorku buka jam 9.00, aku juga tidak enak lama-lama gangguin Eryani kerja.<br />
<span id="more-3204"></span><br />
Hari pertama di kantor membuatku stress bukan main. Ternyata banyak yang harus aku pelajari lagi. Siangnya, aku makan siang cepat-cepat, dan kembali bekerja. Sorenya, aku senang sekali, akhirnya jam pulang kantor tiba juga. Aku lewati kantor Eryani, tapi aku malas masuk menyapanya, sebab hari itu aku sudah pusing sekali, ingin cepat-cepat pulang dan tidur!Besoknya, aku pergi dari rumah jam 8.00 dan sampai di kantor sekitar jam 8.30, aku mampir dulu ke kantor Eryani, dan ternyata dia masih sendiri, orang-orang kantornya belum ada yang datang. Akupun mulai bercerita mengenai pengalaman hari pertama kerja. Aku curhat ke dia kalau aku stress sekali di hari pertama. Dia memberi dorongan kepadaku supaya aku tidak mudah menyerah, maju terus pantang mundur. Pokoknya, dia betul-betul memberi support, sehingga aku bisa semangat lagi bekerja, walaupun sore hari pulang kerja aku masih saja suka pusing. Tidak terasa sudah sebulan bekerja, ketika malam minggu, iseng-iseng aku mengajaknya jalan dan makan-makan, pertama dia menolak. Tapi aku maju terus pantang mundur mengajaknya jalan, dengan alasan jalan-jalan untuk menghilangkan stress dan mentraktir dia dengan gaji pertamaku, akhirnya dia mau juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari sabtu, aku dan dia pulang kerja jam 14.00, kami langsung ke M2M, nonton film yang jam lima sore, terus makan-makan di restoran Pizza. Tadinya dia kelihatan kaku ketika jalan berdua denganku, tapi lama-kelamaan, dia mulai terbiasa, dan saat kugandeng tangannya, dia cuek. Sampai akhirnya jam setengah delapan malam, kuantar dia ke kostnya.Ternyata di luar sedang hujan, dan kami berlari-lari masuk ke dalam bajaj. Saat itu di dalam bajaj, kami berdua menggigil kedinginan basah karena hujan dan terkena angin malam yang dingin sekali. Sampai di kostnya, aku di ajaknya masuk ke kamarnya. Tempat kost Eryani sepi sekali, kata Eryani, kalau hari Sabtu banyak yang pergi, ada yang pulang ke Bandung, ke Bekasi, ke Tangerang dll. Akupun masuk ke kamarnya yang hanya 3&#215;3 itu dengan kamar mandi di dalam. Eryani menyuruhku tinggal dulu sampai hujan reda.Sementara Eryani mandi, aku di kamarnya hanya menonton TV. Selesai mandi, dia mengenakan daster selutut berwarna putih. Aku bisa melihat bayangan badannya di dalam daster, bra dan celana dalam putih yang dikenakannya. Melihat pemandangan indah itu, yang sebelumnya penisku menciut karena kedinginan, tiba-tiba langsung tegap! Aku tidak berkedip memadang Eryani, dan Eryani tahu kalau aku memandangi tubuhnya, dia langsung mengalihkan perhatianku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wan, sono dah mandi, entar masuk angin loh..&#8221;.&#8221;Trus, entar abis mandi pakai apa?&#8221;, tanyaku.&#8221;Pake kaosku saja tuh, sama celana pendekku, nih handuknya!&#8221; katanya sambil melempar handuk ke arahku.Jadilah aku mandi dan memakai pakaiannya. Celananya ternyata pendek sekali, aku jadi agak risih memakainya, tapi daripada memakai celana panjangku yang basah karena hujan, lebih baik memakai yang kering. Selesai mandi, dia sudah menyajikan teh hangat dan kue kering. Lumayan untuk menghangatkan badan. Kemudian aku melihat album-album fotonya, aku godain dia melihat foto-fotonya waktu kecil yang punya tompel di pipinya dan sekarang sudah dioperasi.Ketika membolak-balik foto-fotonya, tiba-tiba aku baru sadar, dasternya agak terangkat ketika dia duduk dan memperlihatkan pahanya yang putih itu. Aduh, lagi-lagi penisku tegang dan untungnya masih ketutupan sama album foto Eryani. Akhirnya, karena posisiku tidak enak, album foto kuletakkan saja di lantai, kulihat celanaku sudah menonjol gara-gara penisku yang berdiri tegang. Aku coba rileks saja dan ngobrol apa saja dengan Eryani.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara di luar hujan masih saja deras, jam sudah menunjukkan 10.30. Aku sudah merasa tidak enak sama Eryani, tapi aku stay cool saja. Sementara Eryani sendiri kelihatan sudah mulai mengantuk, tiba-tiba dia merebahkan kepalanya di pahaku.Kuelus-elus rambutnya lembut, dia memejamkan matanya. &#8220;Wan, saya sudah ngantuk nih, lu nginep saja deh disini.., Hoooahh (Eryani menguap), temenin saya yah..&#8221;, katanya sambil masih memejamkan matanya.&#8221;Iya deh&#8221;, kataku sambil terus mengelus-elus rambutnya. Tidak beberapa lama, mungkin karena tidak enak posisinya, dia menggerakkan kepalanya dan tidak sengaja kena penisku (yang masih tegang), &#8220;Ee.., eh.., adik tidur yaa..&#8221; katanya sambil tangannya mengusap penisku, dan ini membuatku sangat terkejut setengah mati.., Kali&#8217; dia tidak sadar, atau sedang mengigau barangkali, pikirku.Aku belum juga mengantuk, dan Eryani terus terlelap, tidur seperti orang mati. Lama-kelamaan, capek juga pahaku menahan kepalanya, segera kugendong badannya (yang ternyata berat setengah mati) ke kasur. Kutidurkan dia di kasur. Tapi, tidak sengaja, dasternya tersikap, dan tampaklah celana dalamnya yang putih dan pahanya yang mulus, membuatku sangat terangsang. Mau kututup pahanya, tapi sayang, kapan lagi aku bisa melihat pemandangan begini. Ini momentnya tepat sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Kuelus pahanya, betul-betul mulus dan lembut. Kucium lembut pahanya, mulai dari lututnya hingga ke atas mendekati selangkangannya. Kulihat Eryani masih terlelap tidak bergeming, akupun mulai berani merenggangkan kakinya, sehingga selangkangannya terbuka, dan kutekuk lututnya, sehingga sekarang selangkangannya sudah betul-betul terbuka. Kucium bagian paha sekitar selangkangannya. Kucium celana dalamnya. Ingin aku merasakan daging di balik celana dalamnya. Dengan hati-hati sekali, kugeser pinggir celana dalam sebelah kiri ke arah kanan. Dan aku mulai terangsang hebat ketika kulihat daging berbentuk bibir berwarna merah kecoklatan itu terlihat. Sambil tanganku menahan pinggir celana dalamnya, kucium lembut vaginanya yang berbulu lebat itu. Nyum.., nikmat sekali rasanya ketika lidahku mulai menjilat-jilat lubang kemaluannya itu. Kujilat-jilat bibir di kiri dan kanannya, kupakai kedua tanganku untuk membuka bibir yang menutupi bagian dalam vaginanya itu dan kemudian mulai menjilati clitorisnya.Kumainkan terus lidahku di daerah sensitif vaginanya. Ternyata, Eryani mulai merasakan kenikmatan permainanku, nafasnya mulai tak beraturan. Terus kujilati vaginanya yang basah itu oleh air liurku. Sampai akhirnya aku merasa ada cairan hangat keluar dari vaginanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akupun berhenti menjilatnya, lagian leherku juga sakit dengan posisiku yang tengkurap sambil menjilat vaginanya. Sambil berdiri, kulihat penisku masih berdiri dengan gagahnya. Kupikir, kalau aku memasukkan batangku ke vagina Eryani, pasti dia akan terbangun dan mungkin akan mengusirku, itu sama saja dengan memperkosa, jadi terpaksa aku keluarin di kamar mandi. Aku keluar sampai tiga kali di kamar mandi, kalau aku bayangkan enaknya vagina Eryani dan kalau saja aku bisa memasukkan penisku di dalam lubangnya yang hangat.Setelah itu, peniskupun tidur kecapean, tidur di lantai yang beralaskan karpet. Ternyata, aku tidak bisa terlelap tidur, jam 5.00 pagi aku terbangun, dan susah untuk tidur kembali. Kulihat Eryani masih terlelap di tempat tidur. Kuhampiri dia, dan kutatap wajahnya yang polos tanpa make up itu. Wajahnya terlihat cantik ketika tidur. Kukecup pipinya mesra. Dia masih tetap terlelap. Kukecup bibirnya yang agak tebal. Lembut sekali. Kuisap-isap lembut bibirnya, seperti aku mengisap-isap sebuah permen yang kenyal. Birahiku mulai timbul lagi. Sambil terus memainku bibirnya di bibirku, tanganku mulai merayap ke arah payudaranya, kuremas-remas payudara yang padat namun lembut dan kenyal itu. Gila benar nih, aku sudah terangsang sekali. Ingin aku mengulangi perbuatanku tadi malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, tiba-tiba Eryani terbangun, dia mengusap-usap matanya, dan melihatku seperti tak percaya kalau aku sekarang berada di sisinya. Tanpa kusadari, tanganku masih berada di atas payudaranya. Belum sempat dia berkata apa-apa, kukecup lagi bibirnya dengan lembut, &#8220;Selamat pagi Yani&#8221;, kataku. Dia masih belum sadar juga rupanya dan mengguman tak jelas. Kukecup lagi bibirnya, dan kali ini kuisap-isap bibir itu. Eryani sepertinya merasakan kenikmatan (antara sadar dan tidak sadar), dia hanya diam dan menikmati.Sambil kumainkan bibirnya dengan bibirku, aku mulai memainkan tanganku di payudaranya, kuremas-remas lembut payudaranya yang berukuran 32B itu. Sekali, kulepaskan kecupanku di bibirnya, dan kuhujani pipinya dengan kecupanku, dan saat aku kembali mengulum bibirnya, dia mulai membalas permainanku. Aku memberanikan tanganku mengarah ke selangkangannya, dan mulai mengusap-usap selangkangan yang hangat itu. Mula-mula aku mengusap-usap celana dalamnya, dan setelah beberapa lama kami pelukan, mulai kuberanikan memasukkan jariku dari sela-sela celana dalamnya dan menyentuh vaginanya yang basah itu. Aku mainkan jari tengahku di sekitar clitorisnya. Licin sekali rasanya vagina Eryani.</p>
<p style="text-align: justify;">Permainan jariku membuatnya menggelinjang, pinggulnya bergerak-gerak seirama dengan gerakan tanganku. Aku ingin melakukan lebih jauh lagi, dan kuhentikan aktivitasku, sambil kutatap matanya, kutarik daster yang dipakainya ke arah atas, dan dia seakan mengerti dengan maksudku, dia menaikkan pinggulnya sehingga daster dapat dengan mudah melewati pantatnya hingga akhirnya lepas dari tubuhnya.Kulepas kancing BH diantara 2 cupnya. Kini, yang ada di depanku adalah tubuh putih mulus seorang gadis yang hanya mengenakan celana dalam dengan tatapan penuh menantang. Segera kuisap puting payudaranya yang berwarna coklat kemerahan itu, sementara tangan kananku kuselipkan ke dalam celana dalamnya dan kembali kumainkan clitorisnya. Kali ini Eryani betul-betul merasakan terangsang dan keenakan yang luar biasa, ini bisa kurasakan dari nafasnya yang makin tidak teratur dan desahan-desahan kenikmatan. Bentuk buah dada Eryani memang betul-betul bagus, masih kencang dan tidak terlalu kecil.Kemudian, setelah beberapa saat, Eryani merintih kencang, hampir setengah berteriak dan otot-otot badannya seperti mengejang, sepertinya dia telah orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan tak beberapa lama, dia menghembuskan nafas panjang, &#8220;Iwan&#8230;, nikmat banget.., Kamu memang betul-betul..&#8221;, belum selesai dia mengucapkan kata-katanya, segera kukecup bibirnya yang seksi itu.&#8221;Kamu mau merasakan yang lebih hebat lagi..&#8221;, kataku sambil berdiri dan mulai melepaskan pakaianku. Dan ketika celanaku kubuka, penisku yang sejak tadi sudah mendesak di celanaku, langsung menunjuk ke depan, besar, tegang dan siap untuk memasuki liang kewanitaannya. Mata Eryani tidak berkedip melihat tubuhku yang bugil, dan tangannya mengusap-usap penisku.&#8221;Ya ampun.., besarnya..&#8221;, kata Eryani dengan mata tak berkedip. Dia kulum bibirku sambil tangannya terus mengelus-elus barangku yang besar itu. Kemudian, dia mencium penisku.Yan, berani tidak kamu isep?&#8221;, tanyaku menantang. Pertama, dia jilati kepala penisku dengan lidahnya yang mungil. Kemudian, dia mulai berani memasukkan penisku ke dalam mulutnya, walaupun hanya kepala penisku saja, dan dia mulai mengisap maju mundur. Aku merasakan kegelian sekaligus nikmat.Tak beberapa lama, aku mulai bosan dengan hisapannya, aku tahu ini pertama kalinya dia mengisap penis lelaki, dan dia belum begitu mahir melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian, kusuruh dia tidur di tempat tidur, dengan pantat berada di pinggir tempat tidur. Kulepas celana dalammya yang sejak tadi belum dilepas. Dan aku mulai menjilat-jilat vaginanya yang telah kembali menguncup itu. Kujilat cairan putih yang telah mengental di pinggir liang surganya. dia merasakan keenakan dan mulai mendesah keenakan. vaginanya mulai basah kembali oleh ludahku dan kurasakan vaginanya telah membesar.Sebelum dia kembali orgasme, dengan berdiri di atas lututku, aku memasukkan penisku ke dalam vaginanya yang hangat. Belum ada seperempatnya senjataku masuk, dia merasakan pedih. Kusuruh dia memberi air ludahnya di kepala penisku, supaya penisku basah dan mudah masuknya, kemudian kucoba memasukkan lagi, dan dia kembali merintih sakit. Kutenangkan dia dan menyuruhnya untuk rileks, dan aku coba kembali, kali ini aku mencoba menyoblosnya dengan cepat, kutarik pinggulnya ke arahku dan kudorong pantatku ke depan dengan kuat.&#8221;Bless&#8221;. Akhirnya terbenam semua, dan kulihat wajah Eryani yang menahan sakit.</p>
<p style="text-align: justify;">Supaya dia tak lama-lama merasakan sakit, segera kumaju-mundurkan penisku di dalam liang vaginanya. Terasa hangat dan ketat sekali vagina Eryani ini. Lama-kelamaan, genjotan penisku mulai lancar, dan aku sampai memejamkan mataku merasakan keistimewaan vagina Eryani.Kami saling mendesah dan merintih keenakan. Saking cepatnya aku menggenjot, sampai kasur yang ditidurinya ikut bergerak hebat. Lama-kelamaan aku tak tahan lagi, segera kutarik keluar penisku dan mulai menembakkan isinya ke paha Eryani dan ke kasur, aku kocok penisku sendiri dan aku merasakan sensasi yang sangat dahsyat, seluruh tubuhku mengejang, hingga akhirnya seluruh cairan spermaku sudah habis, tapi aku belum merasa capek.Segera aku ke kamar mandi dan membersihkan penisku, dan aku kembali lagi menggenjot Eryani. Kali ini, penisku bertahan lama sekali, hingga Eryani orgasme, aku belum keluar juga. Sampai akhirnya Eryani orgasme yang ketiga kalinya, baru aku ikut Orgasme. Setelah itu, kami berdua tidur dengan nyenyak dengan tubuh telanjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini aku masih sering memikirkan kejadian itu, kok bisa-bisanya dengan mudah aku dapat merengut kegadisan Eryani, mungkin juga memang aku sedang lucky. Tapi, yang penting setelah saat itu aku dapat bebas ber-making love dengan Eryani. Kami berdua suka melakukan eksperimen, mencoba gaya-gaya baru, yang kami lihat dari film BF berdua di kamar Eryani. Eryani mudah sekali terangsang kalau aku sudah mengisap payudara dan vaginanya, apalagi kalau lagi sedang menonton BF. Supaya permainan kami aman, aku dan Eryani suka membeli persediaan kondom.Satu hal yang aku perhatikan, Eryani semakin hebat dalam melakukan hubungan seks, dia mulai pintar melakukan oral seks dan mulai bebas mengeluarkan suaranya ketika dia orgasme, padahal kami melakukannya di kamar kostnya yang hanya di batasi sebuah tembok dengan kamar sebelahnya, dia dengan enaknya berteriak setiap kali dia mencapai orgasme. Pokoknya, hidup serasa nikmat setiap kali aku berhubunga dengannya, apalagi kami dalam berhubungan badan sama-sama gilanya, hampir setiap hari, biasanya sepulang kerja aku mampir ke kostnya dan sebelum pulang pasti dia minta &#8220;ditusuk&#8221; (itu istilah kami berdua).</p>
<p style="text-align: justify;">Pernah suatu saat, aku tidak masuk kerja karena ada urusan keluarga, dan malamnya dia menelepon supaya aku besok datang jam 7.00 ke kantor, karena dia kangen untuk ditusuk dan dia punya surprise untukku.Besoknya, jam 7 pagi aku datang dan dia sudah menunggu di dalam kantornya. Rolling door kantor dibukanya sedikit, dan di dalam kantor, begitu aku masuk, tanpa ba-bi-bu, dia langsung mengulum bibirku, dan menyuruhku duduk, sementara dia duduk di atas meja.Lalu dia menyuruhku menebak, kejutan apa yang dia siapkan untukku. Tentu saja aku tidak tahu, dan aku jawab saja asal-asalan, sampai akhirnya dia kesal sendiri, dan dibukanya rok mini yang dipakainya, tampaklah selangkanganya yang tanpa mengenakan celana dalam dan bersih dari rambut.Ternyata dia mencukur habis semua bulu vaginanya. Aku tentu saja senang melihatnya dan penisku kontan langsung berdiri sampai celanaku terasa sesak sekali. Seperti biasa, sebelum minta ditusuk, dia ingin vaginanya dijilat-jilat dulu olehku. Dan akupun mulai menciumi bibir-bibir vagina yang berwarna kemerahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku suka sekali dengan bau khas vaginanya, yang membuatku ingin terus mencium vaginanya. Kujilat-jilat bagian dalam bibirnya, dan mulai kujilat clitorisnya. Kadang kuvariasikan dengan isapan-isapan di clitorisnya. Tidak beberapa lama, setelah vaginanya basah, aku mulai membuka ritsluitingku dan memasukkan penisku ke dalam vaginanya.Kami berdua bercinta atas meja di dalam kantornya. Dia tidak cukup sekali orgasme, dia selalu minta nambah, dan aku selalu dapat memenuhi keinginannya itu. Aku merasa seksi sekali bercinta dengannya di atas meja, apalagi ketika kami melakukan gaya doggy style. Aku dan Eryani di atas meja masih dengan berpakaian lengkap. Kemudian aku duduk di kursi, dan dia menindihku dari atas.Pagi itu, kami sangat puas sekali, sebab selain di kamar kostnya, making love di kantor Eryani baru kali ini kami lakukan dan tidak ketahuan siapa-siapa. Tapi, tentu saja making love di kantor tidak kami lakukan terlalu sering, sebab aku tidak terlalu suka pergi pagi-pagi sekali dari rumah ke kantor.Sampai akhirnya, akhir bulan April, kantor Eryani bangkut, karena ada masalah keuangan dengan penanam modalnya, sehingga semua karyawannya diberhentikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan ketika Eryani sibuk mencari-cari pekerjaan, tiba-tiba dia mendapat panggilan pekerjaan dari kokonya di Penang.Akhirnya tanggal 26 Mei, Eryani pergi ke Penang. Terus terang, aku merasa sedih sekali atas kepergiannya, dan aku tahu diapun juga merasakan demikian. Tapi apa dayaku, kalau untuk mengawininya, aku belum cukup modal.Jadi, tidak ada alasan bagiku untuk bisa menahannya terus di Jakarta. Sampai saat kepergiaannya, di bandara aku memeluknya dan memberikan ciuman selamat tinggal, sebab dia akan lama sekali tinggal di Penang, dan mungkin tidak akan kembali lagi ke Jakarta. Kalaupun dia balik ke Indonesia, dia akan balik ke Pontianak, tempat ayah ibunya berada.</p>
<p style="text-align: justify;">TAMAT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/hanya-cinta-sesaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngentot Wanita Berjilbab Part 2</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-2/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 06:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekshibionis]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[anita]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3151</guid>
		<description><![CDATA[Aku : aku melihat apa yg sering kamu lakukan di malam hari. Anita : maksud kamu apa? ini siapa? Aku : tak usah mencoba menyangkal, aku punya rekaman. kamu seksi sekali sayang! Anita tidak membalas sms terakhirku, dia malah langsung menelfon, aku kebingungan menjawabnya karena bisa saja dia kenal dengan suaraku dan kedokku ketahuan. Akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Aku : aku melihat apa yg sering kamu lakukan di malam hari.<br />
Anita : maksud kamu apa? ini siapa?<br />
Aku : tak usah mencoba menyangkal, aku punya rekaman. kamu seksi sekali sayang!</p>
<p style="text-align: justify;">Anita tidak membalas sms terakhirku, dia malah langsung menelfon, aku kebingungan menjawabnya karena bisa saja dia kenal dengan suaraku dan kedokku ketahuan. Akhirnya aku membiarkan telfonnya berlalu, dadaku berdebar-debar, tak kukira dia akan menelfon.</p>
<p style="text-align: justify;">berkali-kali dia menelfon tapi di selingin dengan sms, dia mencoba memohon padaku agar menjelaskan apa maksud smsku. tapi tak kubalas lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">sehari telah berlalu sejak aku mulai menerornya, beberapa kali dia masih mencoba menghubungiku tapi aku tidak meresponnya sama sekali, dia mengirimkan sms, tidak aku balas karena aku bingung mau membalas apa.<br />
<span id="more-3151"></span><br />
hari ini, aku mulai sms dia lagi. dengan strategi baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku : tak usah khawatir, aku akan tetap menjaga rahasia ini, tenang saja.<br />
Anita : hei, saya mohon maaf, maksud kamu apa? saya tidak mengerti.<br />
Aku : sudah kubilang, aku punya rekamanmu. di gambar itu kamu klihatn menggairahkan sekali, berbeda dengan sosok wanita muslim yang selama ini kukenal.</p>
<p style="text-align: justify;">ops, aq tidak sadar menuliskan sms begitu. kusumpahi diriku, bisa saja dia menerka-nerka dan mencurigaiku, karna aku sering bertemu dengan anita.</p>
<p style="text-align: justify;">Anita : bagaimana kalau kita ketemu saja? tolong jawab telfon saya, saya mau bicara sama km!<br />
Aku : kamu mau bertemu? boleh saja, saya akan membantumu mencapai surga dunia, nonton film biru berdua itu lebih enak.<br />
Anita : KURANG AJAR KAMU.<br />
Aku : terserah kamu, tapi kamu sendiri pasti sudah lama tidak menikmati tubuh lelaki.<br />
Anita : tolong, bicaralah dengan jelas. aku sudah punya suami.<br />
Aku : tapi suamimu tidak bisa lagi menyentuh memek mu kan?<br />
Anita : apa? sebenarnya kamu ini siapa?<br />
Aku : aku ini malaikatmu, ingin mengeluarkanmu dari siksaan batin, hingga kau tak usah tersiksa lagi bermasturbasi di tengah malam.<br />
Anita : bejat kamu. kita perlu ketemu!</p>
<p style="text-align: justify;">aku kebingungan, apakah harus kutemui dia? jika dia tahu siapa yang menerornya, dia pasti marah dan kecewa padaku, aku bisa terancam. tapi dia tak mungkin berani, toh rekamannya ada padaku, aku bisa mengancam dia.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">aku mengambil inisiatif lain. aku aktifkan kembali kartu sim ku yang asli dan keluar dari rumah. kuketuk pintu rumah Anita, tak ada sahutan. aku bersabar dan tetap berusaha mengetuk pintu dan memberi salam. akhirnya dia datang membukakan pintu dan menyapaku. dia tetap biasa saja, berpenampilan sebagaimana mestinya, jilbabnya tidak lepas dan memakai baju terusan yang halus, tonjolan dadanya sedikit saja yang membusung, mungkin dia melapis bajunya. tadi dia mengenakan pakaian seksi dan mendobel pakaiannya dengan long dres ini agar lebih cepat menyambutku.</p>
<p style="text-align: justify;">aku dipersilahkan masuk, aku menyampaikan maksudku bahwa di rumah aku sedang suntuk, bingung mau ngapain dan datang kesini untuk ngobrol. kutanya apakah dia sibuk atau tidak, ternyata sudah tidak, pekerjaan rumahnya telas selesai. mungkin saat aku menerornya tadi, dia sambil mengerjakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. aku bercerita banyak tentangnya, tentang pacarku, kuminta penilaiannya padanya dan berbagai obrolan lain.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;asal kalian sama-sama suka dan saling menyayangi. jika sudah saling sayang, hubungan kalian pasti kuat. godaan apapun yang akan datang, kalian pasti akan bisa melewatinya&#8221;, Anita memberikan saran padaku. aku memintanya menceritakan pengelamannya juga, yaaa sebagai bahan cerita kataku, padahal cuma alasan doang agar aku bisa tau cerita-cerita pribadi dia. aku memintanya untuk menceritakan hubungannya dengan suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">dia mungkin agak curiga kenapa aku ngotot banyak bertanya tentang suaminya, namun aku cepat-cepat menukar giliran, aku kembali yang bercerita dan setelah itu, kutanyakan padanya, kenapa dia jarang keluar rumah lagi bersama suaminya? apakah ada masalah?, tanyaku. dia menceritakan tentang cedera yang dialami suaminya, saat ini suaminya bisa dikatakan lumpuh, tak banyak yang bisa dikerjakannya selain di kamar. mungkin sekali-kali saja dia keluar kamar dan berkeliling di dalam rumah. dia terus bercerita bahwa dia menyayangi suaminya, walaupun dia tak bisa meminta banyak dari suaminya dia tetap melayaninya dengan baik. Kubayangkan lagi kejadia malam-malam ketika Anita bergelut dengan dirinya sendiri, saat dia butuh kekuatan seorang suami untuk &#8220;mengerjainya&#8221; hingga puas.</p>
<p style="text-align: justify;">aku mulai merasa malu mendengar ceritanya, dia sangat sayang pada suaminya, dia sangat setiap padanya, walaupun kebutuhan seksnya tinggi, dia tetap merawat suaminya dengan baik. mungkin inilah alasan kenapa dia jarang keluar rumah, mungkin dia takut tergoda oleh pesona lelaki yang akan membuyarkan cintanya pada sang suami tercinta. Aku? aku mungkin bisa diterima karena aku dianggap lebih muda olehnya, mungkin dia menganggapku sebagai seorang adik saja. akhirnya aku mohon pamit, niatku melihat kondisinya saat dia menerima sms teror dariku tidak lagi kuperhatikan, dia memang seperti tidak mendapatkan ancaman, wajahnya tetap tenang, dan auranya tetap juga sayu. dia manis sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">beberapa hari berlalu, aku tidak menerorka lagi, aku masih kasihan padanya yang terus menjaga kesuciannya dan cintanya pada suaminya. namun, setelah 2 minggu berlalu, tak sengaja lagi aku dapati dia begadang, tidak seperti biasanya, malam ini lebih larut. jam 3 subuh. malam itu tak ada celah untuk mengintipnya, dan memang dia merubah posisi ruangan. aku hanya bisa mendengan desahan halusnya, suaranya kecil sekali, namun jika diperhatikan terdengar juga lenguhannya. Ouhhhhhh, ahhhhh tuhannnnn, ouhhhhh !!!</p>
<p style="text-align: justify;">aku tepat pada waktunya, dia sedang tinggi-tingginya. Akhhhhh !!!, dia agak sedikit berteriak, mungkin memang berteriak tapi aku yg mendengarnya samar. Akhhhhhh AKHHHHH&#8230; uhhhhh&#8230;. suaranya mulai agak keras. Ouhhhh iyaaaahhhh, hemmmppphhhhh. aku cepat-cepat pulang ke rumah. kuaktifkan kartu sim terorisku dan segera melancarkan aksiku. kuaktifkan handycam dan memutar balik aksinya yang berhasil kurekam dl. aku mengelus buru*gku sendiri sambil mengetik sms.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku : kamu butuh bantuan malam ini?</p>
<p style="text-align: justify;">anita tak menjawab. tak ada jawaban. aku tersiksa sekali menunggu smsnya.</p>
<p style="text-align: justify;">keesokan paginya, dia baru membalas sms ku : KURANG AJAR!!!</p>
<p style="text-align: justify;">mungkin dia langsung tertidur pulas setelah masturbasinya yang tertangkap olehku.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku : semalam kamu banjir berapa kali? sepertinya nikmat sekali yah?<br />
Anita : kalau kamu memang laki-laki, tolong temui saya di &#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">dia menyebutkan tempat dimana kami harus bertemu. tapi aku tidak datang. aku masih ragu bagaimana harus bertemu dengannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">suatu hari aku datang lagi bertamu ke rumahnya. aku kembali meminta saran padanya. &#8220;Aku suka pada wanita lain&#8221;, kataku. dia kebingungan mau menjawab bagaimana. sebelum dia menjawab, aku sudah bertanya padanya. &#8220;menurut mba, kalau aku suka pada wanita yang lebih tua itu bagaimana?&#8221;. &#8220;Tidak ada masalah, umur bukan halangan, win. trus kamu tidak suka lagi pada pacarmu yang sekarang? kenapa?&#8221;. Dia mulai bersemangat, mungkin dia memang butuh teman cerita.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aku suka sama pacarku, cuma rasanya aku tergoda dengan perempuan yang satu ini, mba&#8221;. &#8220;hehehe, kamu laki-laki yang gampang tergoda ya? wah bahaya itu&#8221;. &#8220;Ahhh, mba Nita ngawur. mungkin aku lebih suka perempuan yang lebih dewasa, pacarku kan terlalu manja&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Hehehe, gak apa-apa sih, selama itu memang pilihan terbaik kamu, cuma kamu bisa nyakitin perasaan pacar kamu, jadi kamu jangan egois dong, kamu punya tanggung jawab terhadap perasaan dia&#8221;. dia tersenyum lembut. ahhh damai melihat dirinya seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">aku sangat tergoda padanya, beberapa kali aku terus bertamu di rumahnya, dia tidak heran, memang betul dia suka ada temen ngobrol di rumah, soalnya dia jarang keluar rumah, kecuali memang mendesak. hari ini saat aku datang padanya, aku meminta saran bagaimana mengatakan bahwa aku suka pada perempuan yang umurnya lebih tua itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;yaa, mungkin kamu katakan saja, dengan suasana romantis atau sesuai kreativitasmu deh, hehehe&#8221;. dia mulai terlihat bebas tertawa lebih riang di depanku, mungkin karena sudah terbiasa ngobrol. sesekali dia meninggalkanku karena harus memperhatikan suaminya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Masalahnya mba, saya ngerasa malu ungkapin perasaan saya ke perempuan yang lebih tua&#8221;. &#8220;kenapa harus malu? kamu kan laki-laki, tunjukin keberanian kamu dong, biar dia tau kamu bertanggung jawab&#8221;. Katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Iya, cuma tidak biasa saja, orang-orang kan nembaknya cewek yang lebih muda, jadi lebih gampang. Kayaknya perempuan dewasa memang susah diraih&#8221;. &#8220;Iya dong, kamu perlu dewasa juga&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;menurut mba gimana?&#8221;. &#8220;Kamu cukup dewasa sih, kamu enak diajak ngobrol, nyambung dan cerdas, cuma perlu keberanian aj, apalagi wajahmu ganteng loh&#8221;. Ahhhh aku suka skali kata-katanya ini, Anita seperti cewek muda yang genit, masih masa nakal-nakalnya dulu. Aku mulai mendapatkan jalan yang bagus ne.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ah, mba Nita bisa aja. nah kalau misalnya gini, mba Nita di posisi cewek yang disuka sama cowok yang lebih muda, sikap mba Nita gimana coba?&#8221;. &#8220;Hehehe, kok jadi mba sih. masa begitunya udah lewat&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Iya, tapi kan bisa dibayangkan. mba Nita sukanya cowok yang kayak gimana?&#8221;. &#8220;emmm kayak gimana yah? &#8230;. dia harus bertanggung jawab, berani dan menghargai orang lain termasuk pasangannya&#8221;. &#8220;maksudku secara fisik gimana? trus kalau ditembak, kira-kira pengennya kayak gimana?&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Yaaa kalau fisik sih yaa kalau boleh yang ganteng, tapi gak juga gpp, yang jelas sikapnya baik&#8230; trus kalau nembaknya yaaa yang romantis&#8230; hehehe&#8221;, sisi lain dari mba Nita mulai kelihatan, dia lebih manis dan kesan keibuannya tidak nampak, dia seperti mahasiswi2 di kampusku, nakal dan centil. dia mulai merasa bebas ngomong mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Yaaa yang romantis itu bagaimana mba Nita? apakah dia datang ke mba nita, duduk di samping kayak gini (aku mempraktekkannya, duduk di sampingnya, Nita cuma tersenyum dan merespon ramah, kamu seperti anak umur belasan saja). trus dia bilang cinta ke mba?&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Yaaa itu boleh juga, cuma kurang romantis&#8221;. &#8220;Trus baiknya gimana dong&#8221;. Aku coba memaksanya. dia mulai menceritakan imajinasi romantisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yaaa awalnya kita jalan-jalan ke suatu tempat yang memang romantis, di daerh bukit misalnya, trus kita duduk berdua di bukit itu smbil ngobrol yang lucu-lucu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;sambil cubit-cubitan atau melempar rumput ke wajah&#8221;, kataku. &#8220;Iyaa, pokoknya senang, sampai kita diam trus melihat pemandangan&#8221;. &#8220;Nita kamu lihat pemandangannya indah, mirip seperti dirimu&#8221;. kataku, tubuhku mulai kudekatkan padanya, tapi dia agak risih. &#8220;pacarannya blum bisa sentuh-sentuh dong, hehehe&#8221;. Katanya padaku saat kusentuhkan tubuhku padanya. dia makin manis, aku mulai bisa mengangap dia seumuran denganku.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;trus si cowok bercerita tentang hal-hal yang indah, tentang masa depan, dan pelan-pelan muji aku, hehehe&#8221;. &#8220;Iyaa, wajahmu indah nita, mataku segar melihatnya, aku senang kamu bisa riang seperti ini&#8221;. kataku, aku makin percaya diri. &#8220;hehe, trus?&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">aku kebingungan dia bilang begitu &#8220;Andai kita bisa bersatu, aku sangat bersyukur, aku bisa mengorbankan diriku untuk kebahagiaanmu&#8221;. aku beralih ke depannya, berlutut dan memegang tangannya, dia kaget atas sikapku. &#8220;maafkan aku jika membuat kamu merasa lain, biarkan bukit ini menjadi saksi, duduklah di sampingku&#8221;, kutarik tangannya dengan lembut dan kudukkan di laintai berkarpet tebal, kami duduk bersampingan diantara sofa dan meja sekarang. kugenggam tangannya erat-erat. dia mengikuti begitu saja, pasrah. raut wajahnya seperti kebingungan harus berbuat apa. tak kuberi dia kesempatak untuk berfikir jernih.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Nita, aku ingin memelukmu dengan perasaan cinta, penuh kasih sayang. entah apa yang mendorongku berkata seperti ini, tapi kau sendiri yang memupuk perasaan cinta ini, Nita&#8221;, tanganku mulai melingkar di pundaknya, tubuhku makin erat. &#8220;emmm&#8221;, Nita kebingungan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;bagaimana aku harus mencintaimu Nita? aku ingin kita hidup bersama dan bahagia, saling merasa dan saling memberikan kesenangan&#8221;. aku mengelus pundaknya, tanganku yg satu tetap menggenggam tangannya. &#8220;Nita, izinkan aku mengajakmu terbang di atas bukit ini&#8221;. dan bibirku melayang ke wajahnya, kucium pipinya pertama, namun dia sendiri yang mencari bibirku. Akhirnya kami berpagutan. Nita menutup mata.</p>
<p style="text-align: justify;">bibirnya yang kecil berisi lebih agresif dariku, namun kubiarkan, aku mengikuti saja, tanganku yang nakal kesana kemari, pakaiannya yang berlapis-lapis menggangguku, apagi dia mengenakan baju panjang jadi susah kuselipkan tanganku ke dalam. namun remasan ke dadanya dari luar saja membuatnya seperti gila, dia memegang tanganku yang sedang meremas payudaranya. dia meremas tanganku dengan keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Ciumannya makin gila, lihat kami ikut serta, dia tak membuka mata. tanganku meremas dadanya sambil menahan beban badan di punggungnya, kudorong dia dengan pelan hingga kami terbaring di atas karpet, kami tak bisa bergerak banyak karena dibatasi oleh kursi dan meja, namun begitu saja sudah sangat cukup. Kutarik jilbabnya, lalu ciumanku turun ke lehernya yang putih jenjang. Ouhhh betapa indahnya. mulutnya menganga, bibirnya merah merekah smbil mendesah. tangannya meremas pantatku dan menekannya sehingga tubuhnya makin tertekan&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Oughhhhh,,, ahhhhhhhh.. terusinnnnn&#8230;. Nita betul-betul menikmati, aku makin buas menjilati lehernya, sesekali kugigit pelan hingga dia menggelinjang. saat lidahku berjalan naik ke telingannya dia menahan dan mendorong kepalaku ke bawah&#8230; owwwhhhhh,, jilattttinnn terusshhhhh pantatnya bergoyang dan tangannya makin menekan pantatku. dari atas, kuselipkan tanganku ke dalam bajunya, aku sempat bingung karena bajunya berlapis tiga, baju paling luar, di dalamnya ada baju kaos dan di dalamnya ada baju tidur yang tipis, tanpa bra. dan aku menemukannya. walaupun aku tak melihat payudaranya, aku bisa tau ukurannya 34b, tak pernah kukira dia punya payudara luar biasa seperti ini, tegang dan lembut. dari leher, bibirku mulain turun, saat aku kesulitan menjilati dadanya lebih kebawah, tangannya membantu dengan menarik V bajunya sengingga kancingnya lepas dan robek. Kugapai payudara yang satunya dengan beringas, tak sempat kunikmati dengan mata. Kukulum begitu saja, putingnya kupilin dengan bibirku, ujung putingnya kujilati di dalam mulut. Ouchhhhhhh&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Akhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Uhhhhhh Iyaaahhhh,,,, ouhh sayangggg&#8230; uuu dahhhh laaa mahhhhh,, AAAUUKKHHHHH&#8230;&#8230;.. OOOOOushhhhhhh, dia berteriak sambil menekan pantatku sangat kuat, aku mebantunya dengan menekan selangkangannya, tangan Nita naik ke kepalaku dan menariknya, dia menciumku dengan beringas, bibirku sakit digigitnya tapi aku pasrah saja, aku menikmatinya, ini permainan yang hot, sofa yang berat ini berseger sedikit, meja sudah jauh dari kami. Oughhhhhhhhh,,, emmphhhhhh.. ouhhhhh&#8230; ia melenguh panjang, melepaskan seluruh nafasnya yg tertahan saat memeluk leherku dengan erat. Dia terlah terbang bersamaku, aku memeluknya sambil mencium lehernya. Kucium dengan penuh cinta, kuhafal baik-baik aroma rambut dan lehernya, entah masih adakah kesempatal lain terbang ke langin bersama anita.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mulai lagi, mencium bibirnya, kami bertarung lagi. entah dia keenakan sehingga belum sadar apa yang kami lakukan, aku berusaha mencapai orgasme ku juga, kugesekkan kont*lku yang masih di sarangnya di selangkangan anita, kuhisap dengan beringas dadanya, dia menggeliat seperti cacing kepanasan, tangannya tiba-tiba sudah sampai di dalam celanaku, mengelus kont*lku, dia berusaha membuka celana jeans yang kukenakan. Aku makin gila mengulum putingnya, kuremas pantatnya. Namun saat kancing jeansku terlepas, belum sempat dia menarik ke bawah, seorang anak datang dengan ucapan assalamu alaikum di depan pintu. Anaknya datang!</p>
<p style="text-align: justify;">Kami segera bergegas, berantakan, rambut Anita kesana-kemari, tidak mirip anita kelihatannya tetapi seorang bidadari cantik jelita yang seksi, penuh nafsu dan energik. Jilbabnya dikenakan seadanya, kami langsung kompak seperti membersihkan minuman yang tumpah. Untung saja, tanpa disadari minuman kami tumpah saat sedang bergelut tadi. Anita bergegas membawa gelas ke dapur. Aku sendiri memperbaiki posisiku. tak lama kemudian aku pulang ke rumah, tanpa pamitan kepada Anita, dia tak keluar lagi menemuiku, jadi kukira aku memang harus pulang. Di jalan pulang, Penisku berdiri tegang mengingat adegan lain. Aku pulang ke rumah dan melampiaskannya di kamar mandi. Ohhhh Indahnya hari ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bersambung&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eneng Jilbab Kok Mesum?</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/eneng-jilbab-kok-mesum/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/eneng-jilbab-kok-mesum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 05:54:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[eneng]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3137</guid>
		<description><![CDATA[Nih bro jaman sekarang emang susah nyari cewek yang bener buat dijadikan istri. Mau jilbab kek yang buka-bukaan kek semua sama aja pamer toket ma memek. Yang pakai jilbab belum tentu alim, malahan bisa kebalikannya yang pakai jilbab justru lebih hyperseks dan ganas di ranjang dibanding sama yang buka-bukaan kayak si eneng yang satu ini&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Nih bro jaman sekarang emang susah nyari cewek yang bener buat dijadikan istri. Mau jilbab kek yang buka-bukaan kek semua sama aja pamer toket ma memek. Yang pakai jilbab belum tentu alim, malahan bisa kebalikannya yang pakai jilbab justru lebih hyperseks dan ganas di ranjang dibanding sama yang buka-bukaan kayak si eneng yang satu ini&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3139" title="eneng-jilbab-mesum-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3140" title="eneng-jilbab-mesum-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-2-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3141" title="eneng-jilbab-mesum-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3142" title="eneng-jilbab-mesum-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-4-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3143" title="eneng-jilbab-mesum-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-5-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3144" title="eneng-jilbab-mesum-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><span id="more-3137"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3145" title="eneng-jilbab-mesum-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-7-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3146" title="eneng-jilbab-mesum-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3147" title="eneng-jilbab-mesum-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-9-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3148" title="eneng-jilbab-mesum-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-10-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3149" title="eneng-jilbab-mesum-11" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/eneng-jilbab-mesum-11-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/eneng-jilbab-kok-mesum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngentot Wanita Berjilbab Part 1</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-1/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 16:25:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[anita]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[libido]]></category>
		<category><![CDATA[masturbasi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3135</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini akan kuceritakan sebuah petualangan seksualku bersema seorang wanita berjilbab yang kesehariannya sangat alim, mungkin kalian tidak akan percaya kejadian ini, bahkan saya pun kadang kala tidak bisa mempercaya bahwa saya pernah memadu cinta dengan seorang wanita yang alim. Oia, namaku adalah Erwin, aku mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi, umurku 21 tahun. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kali ini akan kuceritakan sebuah petualangan seksualku bersema seorang wanita berjilbab yang kesehariannya sangat alim, mungkin kalian tidak akan percaya kejadian ini, bahkan saya pun kadang kala tidak bisa mempercaya bahwa saya pernah memadu cinta dengan seorang wanita yang alim. Oia, namaku adalah Erwin, aku mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi, umurku 21 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Wanita itu bernama Ria Febrianita, ia biasa disapa Anita atau Nita. Wanita yang telah berumur 28 tahun dan telah memiliki anak 1 ini adalah tetanggaku, rumahnya hanya terpaut tiga rumah dari rumahku. Suaminya Pak Kirno, adalah mantan TNI yang kini tak bisa laki banyak beraktifitas akibat cederan yang dialaminya ketika melaksanakan tugas militernya di sebuah daerah di bagian timur Indonesia. Sementara Anita, adalah seorang ibu muda yang energik dan mandiri, dia adalah ketua kelompok pengajian ibu-ibu di lingkungan RW tempat tinggalku, ia pernah mengenyam pendidikan pesantren entah berapa tahun, namun di lingkunganku ia dikenal sebagai seorang wanita yang alim.</p>
<p style="text-align: justify;">Setia hari, Jilbabnya tak pernah lepas dari kepalanya, pakaiannya lebar tak bebas menunjukkan lekuk tubuhnya, walaupun kadang-kadang juga dia memilih busana yang agak sempit dan menunjukkan bagian tubuhnya yang menarik, seperti pantat dan payudaranya. Dia terlihat ramping jika mengenakan stelan daster dan mengenakan jilbab yang dilingkarkan ke lehernya, sebagian saja yang menutupi dada bagian kirinya, sisanya tentu saja masih kelihatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Wajahnya ayu dengan mata yang sayu dan kebiasaannya tersenyum kepada ibu-ibu, saya sering menyapanya dan menikmati sedikit senyumnya, bibirnya tipis berisi, hidungnya tidak terlalu mancung, juga tidak pesek. Aku senang memandangi pipinya yang tampak putih dan agak sedikit memerah, dia memang putih mulus. Tingginya sekitar 150an, aku masih lebih tinggi sedikit dibandingnya. Karena dia memang akrab dengan ibuku, aku sering bertamu ke rumahnya, jika bertamu dia tetap mengenakan jilbab, namun yang biasa saja dengan pakaian santai, pernah suatu hari aku datang menemuinya di pagi hari ketika disuruh oleh ibuku, dia menerimaku dengan tetap mengenakan jilbabnya, namun pakaian yang dikenakannya adalah, pakaian tidur, sehingga jelas terlihat bentuk tubuhnya, dia masih ramping walaupun telah melahirkan, pantatnya berisi dan pahanya lumayang menyenangkan bentuknya. Matanya yang sayu serta senyumnya yang anggun erpadu dengan ekspresi wajah baru bangun tidur, tanpa make up. Aku sangat gembira dan diam-diam memperhatikan tubuhnya, sesekali dia mengetahui kalau aku memperhatikan tubuhnya, namun dia mengacuhkan dan membuyarkan lamunanku saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu malam, saat aku baru pulang dari acara kongkow bersama teman-temanku, aku iseng berjalan pelan dan memperhatikan rumah Anita, malam cukup sepi waktu itu, kira-kira jam 1 malam, aku melihat ada bias cahaya dari ruang tamu Anita, Kupikir dia belum tidur tentunya, tidak mungkin itu suaminya, karena suaminya pasti telah tidur jam 9 atau jam 10 tadi. Jika yang menonton itu adalah keluarganya, tentu saja bukan, tak ada orang yang datang ke rumahnya hari ini, jika ada tentu saja ketahuan, aku tetangganya. Akhirnya aku iseng mendekati rumahnya dan mengintip apa yang dilakukan oleh Anita, kenapa dia belum tidur pada larut malam begini.<br />
<span id="more-3135"></span><br />
Samar-samar suara televisi terdengar olehku, volume televisinya disetting kecil, namun di malam seperti ini, suara seperti itu dapat keluar rumah, walaupun samar-samar. Dari dalam kudengar suara desahan demi desahan seorang wanita yang sepertinya sedang menikmati hubungan seksual, beberapa kali desahan terdengar sangar seksi setika wanita itu mengalami puncak ketikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ada yang aneh, beberapa kali suara desahan wanita di televisi diselingi suara desahan wanita yang lain, mungkin ada dua wanita yang bercinta. Aku heran, ternyata Anita yang kukenal sebagai seorang ibu muda yang alim juga senang menonton Video Porno, lama kelamaan pendengaranku fokus pada suara-suara yang terdengar samar, aku mencari sesuatu yang lebih, hingga suara desahan wanita yang lainnya dilanjutkan dengan erangan dan beberapa kata, &#8220;ouchhhh&#8230; ouchhhh enak banget sayang, pengen digituin&#8230;&#8221;, aku terhentak itu suara Anita.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aku mengintip dari jendela, mungkin dia sedang bercinta dengan suaminya, aku penasaran melihat tubuh telanjang Anita, tapi aku salah, dia tidak bercinta, tak ada seorangpun yang menemainya disana, dia sendirian, kulihat dia mengangkan, membuka pahanya yang lebar sambil menggosok memeknya, dia tak mengenakah jilbab, rambut hitam sedikit berombar tak karuan lagi, beberapa helai menutupi wajahnya, dia mengenakan baju tidur merah jambu, celananya telah lepas, kulihat pahanya putih mulus, berisi dan menggairahkan, aku ingin segera masuk dan membantunya, pikirku, namun tentu saja aku tidak bisa melakukannya, dia pasti akan berteriak dan bisa-bisa aku dipergoki massa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kulihat dia memulai lagi proses berburu kenikmatannya, kulihat ia menengadahkan ke palanya ke atas, lehernya yang putih terlihat olehku, walaupun tak terlihat jelas, aku membayangkan disana ada bulu halus yang dapat kuciumi, kedua kakinya diangkat ke atas sambil dimekarkan, tangan kirinya perlahan menggosok bibir vaginanya, sambil bergoyang seperti seorang wanita sedang menari streaptise, dia mulai keenakan, tangan yang satunya mulai mempermainkan dadanya sendiri dari luar, kulihat dia mengejang kecil, yaaa beberapa kali tubuhnya mengejang, mungkin jari tangannya dimasukkan ke memeknya dan menyentuh itilnya, atau dia tak tahan menahan rangsangannya sendiri pada payudaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia mengejang dengan sangat erotis, saat ini dia tak bersandar lagi di sofanya, dia telah terbaring, kakinya rapat, dia melipat kakika dan menjepit tangannya yang diam di selangkangannya, mungkin tangannya sedang mesra mengelus itilnya, dia berguling kiri kanan, sesekali meremas rambutnya sendiri atau mengisap jari tangan kanannya. Saat dia berguling, kulihat bongkahan pantatnya yang begitu membusung, tertanya dia memiliki tubuh yang hebat, harusnya dia menjadi model, apalagi wajahnya memang manis.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa kusadari, aku telah memasukkan tanganku ke dalam celana dalamku, pelan-pelan kukocok kontolku yang telah menegang sedari tadi. Kuperhatikan terus perilaku Anita yang betul-betul tak sadar akan keberadaanku, dia mulai mendesah dicampur erangan, aku mengocok terus penisku, kusesuaikan irama kocokanku dengan desahan anita, Oucchhh.. anitaaa aku pengen memekmu sekarang &#8230;. dan anita juga mulai berkomat kamit, tuuu sukhhh dongghh sayanggg, ouchhhh!!! yang cepattt&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ouchhh, ouchhhh&#8230; ahhhhh, kulihat dia mengejang sambil mempercepat gesekan tangannya pada vagina, dia bergerak sangat erotis, hampir seperti kesetanan, aku mempercepat kocokanku, erangannya semakit nikmat terdengar.. Oucchhhh ouhhhh .. oooohhhhhh, Dia mengejang luar biasa sambil menekuk tubuhnya sehingga dia terbaring dengan gaya pistol, dia tetap saja mengejang, kedua tangannya meremas vaginanya kali ini, kulihat mulutnya menganga tak bersuara hingga dia mendesah, melepaskan nafasnya yang tertahan, kemudian diikutu desahan nafas yang semakin lama semakin mengecil. Ouchhhh aku pun sampai, celanaku basah saat kulihat Anita menemukan kenikmatannya, kubayangkan tubuhku dipeluk erat olehnya dan kontolku dijepit erat-erat di selangkangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak malam itu, aku seperti baru mengenal Anita, ternyata dia adalah seorang wanita muslimah yang tidak saja alim, tapi juga sangat seksi dan sangat menggairahkan. Aku seringkali membayangkan dia berjalan di depanku dengan busana muslimnya yang santu sambil membisikkan kata-kata cinta, &#8220;malam nanti main ke rumahku yuk, aku punya pertunjungan yang bagus buatmu&#8221;. Kubayangkan Anita berkata begitu padaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat aku bertamu di rumahnya, aku mulai nakal, mataku semakin susah kukendalikan, hingga Anita tau ada yang berubah dari caraku memandangnya.&#8221;Ada apa, Win?&#8221;, Dia mengagetkanku saat kuperhatikan dadanya.&#8221;Ehhh, gak papah, Mba Nita&#8221;.&#8221;Kok, bengong begitu?&#8221;.&#8221;Ehhh gak papa, saya pamit pulang dulu deh, yang penting pesan ibu saya sudah disampaikan. Assalamu alaikum&#8221;.&#8221;Walaikum salam&#8221;. Dia menjawabnya dengan senyuman.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir tiap malam aku berfantasi bercinta dengannya, ngentot habis-habisan sampai kami tak bisa bangun di pagi hari karena kelelahan. Aku semakin sulit mengontrol gairahku, seperti ada sesuatu yang belum lengkap dalam diriku ketika membayangkan tubuh seorang wanita muslimah yang alim namun sangat menggairahkan, sangat panas dan seksi, apalagi tubuhnya sangat mengagumkan. Kadang-kadang aku mencandai diriku sendiri, mungkin jika bercinta dengannya, aku pasti sudah Ngecrooot saat dipeluk dan menjilati payudaranya, walaupun aku belum melihat secara langsung buah dada itu. Ahhhhhh</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aku tahu, bahwa dia seringkali menonton film porno di malam minggu, memang pertama kali aku mengintipnya adalah malam minggu, saat itu aku pulang malam mingguan bersama teman-temanku. aku sudah mendapatinya 3 kali, dan malam nanti dia pasti menonton lagi. Pikiran cerdasku mulai datang dan terkumpul menjadi rencana. Aku akan merekamnya, agar aku bisa menikmatinya suatu saat tanpa menunggu akhir pekan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tim, Pinjam handycam dong!&#8221;. Kataku lewat telfon.&#8221;Buat apaan en kapan lu mau pake?&#8221;, tanya Tim, teman dekatku yang tiap malam minggu pasti bersamaku, dia belum pernah mendengar ceritaku soal ini.&#8221;Ada deh, lu gak usah tanya-tanya ah, ntar sore gw kesitu ngambil barangnya!&#8221;.&#8221;Ntar sore gw mau jalan sama Tiara, lu ntar malam ikut malam mingguan kan?&#8221;.&#8221;Pasti dong, emang napa?&#8221;.&#8221;Ntar malam aja lu ambil barangnya&#8221;.&#8221;Ok&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tersenyum, aku bersiap-siap keluar rumah untuk membeli kaset. Di jalan aku bertemu dengan Anita, dia sedang ribet membawa barang-barang belanjaannya. Tentu saja aku membantunya, aku membawa barang-barangnya dan berjalan di belakangnya, memperhatikan cara jalannya, membayangkan pantatnya, dan menikmati lenganggak-lenggoknya. Baru kali ini kusadari, ternyata Anita terbiasa mendobel pakaiannya, misalnya saat dia mengenakan daster atau gamis dengan paduan rok, dia pasti mengenakan celana kain di bagian dalam, sehingga jika roknya tersibak, betisnya tak kelihatan. Mungkin aku baru menyadari ini karena pikiran ngeresss yang belakangan ini rajin datang saat bertemu dengan Anita.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Simpan disitu aja, Win!&#8221;. Anita merunduk di depanku, dia menaruh kantong plastik yang ia tenteng di lantai. Sesaat kuperhatikan pantatnya yang membusung kepadaku, mungkin Anita sadar kalau aku memperhatikannya sehingga dia cepat-cepat berdiri dan menghindar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Taruh aja di situ, Win!&#8221;. Dia menyuruhku lagi.&#8221;Ohh iya, mba&#8221;. Aku bergegas menaruhnya. &#8220;Bisa saja aku mendekapnya saat ini dan memperkosanya di dapur dengan sangat tenang&#8221;. Bisikku dalam hati, tapi aku bergegas pergi dan tidak menghiraukan pikiranku, aku tetap harus menghormatinya sebagai wanita suci, lagi pula aku tak berniat merusak kecantikannya. tapi aku tetap ingin menikmati tubuhnya, menghujaninya dengan air maniku. Ahhhh</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">Malam ini, aku pulang terlalu larut, Tim dan teman-temanku yang lain mengerjaiku sehingga aku harus pulang lebih larut dari biasanya. Aku bergegas mendekati rumah Anita. Dia ternyata belum tidur dan sedang menhabiskan malam di depan televisi seperti biasa. Penampilannya sudah acak-acakan, mungkin dia akan selesain, akhirnya cepat-cepat kukeliarkan handycam dan merekamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia berbaring di atas sufa berbulunya, tidur telentang, dengan kaki terbuka. Malam ini dia masih mengenakan jilbabnya yang berwarna orange tua walaupun sudah tak rapi, dia mengenakan baju gamis dengan motif teratai kecil dengan warna dasar putih, roknya tersibak ke atas sementara tangannya memijat memeknya, dia telah mengejang beberapa kali, aku berhasil merekamnya hingga dia mengeluh dengan luar biasanya, dia hampir terjatuh dari sufa karena tidak bisa mengontrol dirinya yang sedang diserbu rasa nikmat surgawi. Setelah erangannya selesai, aku tetap mengintipnya lebih lama, Namun aku tak merekamnya lagi karena dia telah menurunkan roknya yang lebar sehingga dia tak tampil seperti telah bermasturbasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku memperhatikan dirinya, dia telah tertidur pulas, televisinya tetap menyala namun tak ada lagi permainan di dalam sana, mungkin filemnya telah usai. &#8220;Anita mungkin pulang kemalaman dalam suatu acara di akhir pekan sehingga dia masih berpakaian rapi seperti itu, atau mungkin dia menerima tamu yang pulang kemalaman, dan dia kecapean sehingga merasa tak usah mengganti pakaian. namun pemandangan semalam sangat seksi melihat dia bermasturbasi dengan pakaian muslimah seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pulang, setibanya di rumah, aku langsung menonton videonya dan beronani, aku tak sabar melampiaskan nafsuku dengan melihat dirinya mencapai puncak kenikmatan. Aku merasakan onani yang sangat nikmat, melihat dirinya sambil berfantasi bercinta dengannya yang masih mengenakan busana muslimah seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tak bisa tidur, pikiranku kasak kusuk hingga pikiran jahat mampir di kepalaku, &#8220;Ancam dia kalau kau akan menyebarkan videonya, kalau tidak dia harus memuaskanmu&#8221;. Godaan dalam hatiku semakin kuat. Tapi aku tetap berusaha untuk tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan paginya, aku cepat-cepat keluar, membeli kartu sim baru untuk meneror Anita. Aku tak tahan lagi, ide semalam mungkin ampun untuk memuaskan diriku, dia tidak akan berani melawan lagi, dan tidak akan mau videonya kusebarkan, sehingga orang-orang akan tahu kelakuannya, dia pasti akan malu sebagai wanita yang alim dan ketua pengajian ibu-ibu. Dia pasti akan menuruti kemauanku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bersambung&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tetangga Depan Rumah</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/tetangga-depan-rumah/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/tetangga-depan-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 08:04:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[gairah]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[istri tetangga]]></category>
		<category><![CDATA[liar]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2971</guid>
		<description><![CDATA[Cerita panas ini terjadi beberapa waktu lalu, memang sebenarnya cerita panas ini termasuk ga lazim, namun cerita seks semacam ini seru banget lo, karena awalnya hanya gurauan sekarang menjadi kisah panas yang sangat menarik, mungkin bagi anda para suami yang menginginkan hal panas maksudnya dalam seks bisa mencoba hal ini. Cerita tersebut berawal dari istriku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cerita panas ini terjadi beberapa waktu lalu, memang sebenarnya cerita panas ini termasuk ga lazim, namun cerita seks semacam ini seru banget lo, karena awalnya hanya gurauan sekarang menjadi kisah panas yang sangat menarik, mungkin bagi anda para suami yang menginginkan hal panas maksudnya dalam seks bisa mencoba hal ini. Cerita tersebut berawal dari istriku saat akan tidur, yang mengatakan bahwa evi tetangga depan rumah aq ternyata mempunyai suami yang impoten, aq agak terkejut tidak menyangka sama sekali, karna dilihat dari postur suaminya yang tinggi tegap rasanya tdk mungkin, memang yg aku tau mereka telah berumah tangga sekitar 5 tahun tapi blm dikaruniai seorang anakpun.</p>
<p style="text-align: justify;">“bener pah, td evi cerita sendiri sm mama” kata istriku seolah menjawab keraguanku,“wah, kasian banget ya mah, jadi dia gak bisa mencapai kepuasan dong mah?” pancingku“iya” sahut istriku singkat.</p>
<p style="text-align: justify;">pikiran aku kembali menerawang ke sosok yg diceritakan istriku, tetangga depan rumahku yang menurutku sangat cantik dan seksi, aku suka melihatnya kala pagi dia sedang berolahraga di depan rumahku yang tentunya di dpn rumahku jg, kebetulan tempat tinggal aku berada di cluster yang cukup elite, sehingga tidak ada pagar disetiap rumah, dan jalanan bisa dijadikan tempat olahraga, aku perkirakan tingginya 170an dan berat mungkin 60an, tinggi dan berisi, kadang saat dia olahraga pagi aku sering mencuri pandang pahanya yang putih dan mulus karena hanya mengenakan celana pendek, pinggulnya yg besar sungguh kontras dengan pinggangnya yang ramping, dan yang sering bikin aku pusing adalah dia selalu mengenakan kaos tanpa lengan, sehingga saat dia mengangkat tangan aku dapat melihat tonjolan buah dadanya yg keliatannya begitu padat bergotang mengikuti gerakan tubuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal lagi yang membuat aku betah memandangnya adalah bulu ketiaknya yang lebat, ya lebat sekali, aku sendiri tidak mengerti kenapa dia tidak mencukur bulu ketiaknya, tapi jujur aja aku justru paling bernafsu saat melihat bulu ketiaknya yang hitam, kontras dengan tonjoilan buah dadanya yg sangat putih mulus. tapi ya aku hanya bisa memandang saja karna bagaimanapun juga dia adalah tetanggaku dan suaminya adalah teman aku. namun cerita istriku yang mengatakan suaminya impoten jelas membuat aku menghayal gak karuan, dan entah ide dari mana, aku langsung bicara ke istriku yang keliatannya sudah mulai pulas.</p>
<p style="text-align: justify;">“mah” panggilku pelan<br />
“hem” istriku hanya menggunam saja<br />
“gimana kalau kita kerjain evi”<br />
“hah?” istriku terkejut dan membuka matanya<br />
“maksud papa?”<br />
Aku agak ragu juga menyampaikannya, tapi karna udah terlanjur juga akhirnya aku ungkapkan juga ke istriku,<br />
“ya, kita kerjain evi, sampai dia gak tahan menahan nafsunya”<br />
“buat apa? dan gimana caranya?” uber istriku<br />
lalu aku uraikan cara2 memancing birahi evi, bisa dengan seolah2 gak sengaja melihat, nbaik melihat senjata aku atau saat kamu ml, istriku agak terkejut juga<br />
<span id="more-2971"></span><br />
apalagi setelah aku uraikan tujuan akhirnya aku menikmati tubuh evi, dia marah dan tersinggung</p>
<p style="text-align: justify;">“papa sudah gila ya, mentang2 mama sudah gak menarik lagi!” ambek istriku tapi untunglah setelah aku beri penjelasan bahwa aku hanya sekedar fun aja dan aku hanya mengungkapkan saja tanpa bermaksud memaksa mengiyakan rencanaku, istriku mulai melunak dan akhirnya kata2 yang aku tunggu dari mulutnya terucap.</p>
<p style="text-align: justify;">“oke deh pah, kayanya sih seru juga, tapi inget jangan sampai kecantol, dan jangan ngurangin jatah mama” ancam istriku.<br />
aku seneng banget dengernya, aku langsung cium kening istriku. “so pasti dong mah, lagian selama ini kan mama sendiri yang gak mau tiap hari” sahutku.</p>
<p style="text-align: justify;">“kan lumayan buat ngisi hari kosong saat mama gak mau main” kataku bercanda istriku hanya terdiam cemberut manja.. mungkin juga membenarkan libidoku yang terlalu tinggi dan libidonya yang cenderung rendah.</p>
<p style="text-align: justify;">keesokan paginya, kebetulan hari Sabtu , hari libur kerja, setelah kompromi dgn istriku, kami menjalankan rencana satu, pukul 5.30 pagi istriku keluar berolahraga dan tentunya bertemu dengan evi, aku mengintip mereka dari jendela atas rumah aku dengan deg2an, setelah aku melihat mereka ngobrol serius, aku mulai menjalankan aksiku, aku yakin istriku sedang membicarakan bahwa aku bernafsu tinggi dan kadang tidak sanggup melayani, dan sesuai skenario aku harus berjalan di jendela sehingga mereka melihat aku dalam keadaan telanjang dengan senjata tegang, dan tidak sulit buatku karena sedari tadi melihat evi berolahraga saja senjataku sudah menegang kaku, aku buka celana pendekku hingga telanjang, senjataku berdiri menunjuk langit2, lalu aku berjalan melewati jendela sambil menyampirkan handuk di pundakku seolah2 mau mandi, aku yakin mereka melihat dengan jelas karena suasana pagi yang blm begitu terang kontras dengan keadaan kamarku yang terang benderang. tapi untuk memastikannya aku balik kembali berpura2 ada yang tertinggal dan lewat sekali lagi, sesampai dikamar mandiku, aku segera menyiram kepalaku yang panas akibat birahiku yang naik, hemm segarnya, ternyata siraman air dingin dapat menetralkan otakku yg panas.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mandi aku duduk diteras berteman secangkir kopi dan koran, aku melihat mereka berdua masih mengobrol. Aku mengangguk ke evi yg kebetulan melihat aku sbg pertanda menyapa, aku melihat roma merah diwajahnya, entah apa yg dibicarakan istriku saat itu. Masih dengan peluh bercucuran istriku yg masih keliatan seksi jg memberikan jari jempolnya ke aku yang sedang asik baca koran, pasti pertanda bagus pikirku, aku segera menyusul istriku dan menanyakannya<br />
“gimana mah?” kejarku<br />
istriku cuma mesem aja,<br />
” kok jadi papa yg nafsu sih” candanya<br />
aku setengah malu juga, akhirnya istriku cerita juga, katanya wajah evi keliatan horny saat dengar bahwa nafsu aku berlebihan, apalagi pas melihat aku lewat dengan senjata tegang di jendela, roman mukanya berubah.<br />
“sepertinya evi sangat bernafsu pah” kata istriku.<br />
“malah dia bilang mama beruntung punya suami kaya papa, tidak seperti dia yang cuma dipuaskan oleh jari2 suaminya aja”<br />
“oh” aku cuma mengangguk setelah tahu begitu,<br />
“trus, selanjutnya gimana mah? ” pancing aku<br />
“yah terserah papa aja, kan papa yg punya rencana”<br />
aku terdiam dengan seribu khayalan indah,<br />
“ok deh, kita mikir dulu ya mah”<br />
aku kembali melanjutkan membaca koran yg sempat tertunda, baru saja duduk aku melihat suami evi berangkat kerja dengan mobilnya dan sempat menyapaku<br />
“pak, lagi santai nih, yuk berangkat pak” sapanya akrab<br />
aku menjawab sapaannya dengan tersenyum dan lambaian tangan.<br />
“pucuk dicinta ulam tiba” pikirku, ini adalah kesempatan besar, evi di rumah sendiri, tapi gimana caranya? aku memutar otak, konsentrasiku tidak pada koran tapi mencari cara untuk memancing gairah evi dan menyetubuhinya, tapi gimana? gimana? gimana?</p>
<p style="text-align: justify;">sedang asiknya mikir, tau2 orang yang aku khayalin ada di dpn mataku,“wah, lagi nyantai nih pak, mbak yeni ada pak?” sapanya sambil menyebut nama istriku “eh mbak evi, ada di dalam mbak, masuk aja” jawabku setengah gugup evi melangkah memasuki rumahku, aku cuma memperhatikan pantatnya yang bahenol bergoyang seolah memanggilku untuk meremasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">aku kembali hanyut dengan pikiranku, tapi keberadaan evi di rumahku jelas membuat aku segera beranjak dari teras dan masuk ke rumah juga, aku ingin melihat mereka, ternyata mereka sedang asik ngobrol di ruang tamu, obrolan mereka mendadak terhenti setelah aku masuk,</p>
<p style="text-align: justify;">“hayo, pagi2 sudah ngegosip! pasti lagi ngobrolin yg seru2 nih” candaku mereka berdua hanya tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">aku segera masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku, aku menatap langit2 kamar, dan akhirnya mataku tertuju pada jendela kamar yang hordengnya terbuka, tentunya mereka bisa melihat aku pikirku, karena di kamar posisinya lebih terang dari diruang tamu, tentunya mereka bisa melihat aku, meskipun aku tidak bisa melihat mereka mengobrol? reflek aku bangkit dari tempat tidur dan menggeser sofa kesudut yg aku perkirakan mereka dapat melihat, lalu aku lepas celana pendekku dan mulai mengocok senjataku, ehmm sungguh nikmat, aku bayangkan evi sedang melihatku ngocok dan sedang horny, senjataku langsung kaku.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi tiba2 saja pintu kamarku terbuka, istriku masuk dan langsung menutup kembali pintu kamar. “pa, apa2an sih pagi2 udah ngocok, dari ruang tamu kan kelihatan” semprot istriku “hah?, masa iya? tanyaku pura2 bego.</p>
<p style="text-align: justify;">“evi sampai malu dan pulang tuh” cerocosnya lagi, aku hanya terdiam, mendengar evi pulang mendadak gairahku jadi drop, aku kenakan kembali celanaku. sampai siang aku sama sekali belum menemukan cara untuk memancingnya, sampai istriku pergi mau arisan aku cuma rebahan di kamar memikirkan cara untuk menikmati tubuh evi, ” pasti lagi mikirin evi nih, bengong terus, awas ya bertindak sendiri tanpa mama” ancam istriku “mama mau arisan dulu sebentar” aku cuma mengangguk aja,</p>
<p style="text-align: justify;">5 menit setelah istriku pergi, aku terbangun karna di dpn rumah terdengar suara gaduh, aku keluar dan melihat anakku yg laki bersama teman2nya ada di teras rumah evi dengan wajah ketakutan, aku segera menghampirinya, dan ternyata bola yang dimainkan anakku dan teman2nya mengenai lampu taman rumah evi hingga pecah, aku segera minta maaf ke evi dan berjanji akan menggantinya, anakku dan teman2nya kusuruh bermain di lapangan yg agak jauh dari rumah. “mbak evi, aku pamit dulu ya, mau beli lampu buat gantiin” pamitku</p>
<p style="text-align: justify;">“eh gak usah pak, biar aja, namanya juga anak2, lagian aku ada lampu bekasnya yg dari developer di gudang, kalau gak keberatan nanti tolong dipasang yang bekasnya aja” aku lihat memang lampu yang pecah sudah bukan standar dr developer, tapi otakku jd panas melihat cara bicaranya dengan senyumnya dan membuat aku horny sendiri. “kalau gitu mbak tolong ambil lampunya, nanti aku pasang” kataku “wah aku gak sampe pak, tolong diambilin didalam” senyumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">kesempatan datang tanpa direncanakan, aku mengangguk mengikuti langkahnya, lalu evi menunjukan gudang diatas kamar mandinya, ternyata dia memanfaatkan ruang kosong diatas kamar mandinya untuk gudang. “wah tinggi mbak, aku gak sampe, mbak ada tangga?” tanyaku “gak ada pak, kalau pake bangku sampe gak” tanyanya “coba aja” kataku.</p>
<p style="text-align: justify;">Evi berjalan ke dapur mengambil bangku, lambaian pinggulnya yang bulat seolah memanggilku untuk segera menikmatinya, meskipun tertutup rapat, namun aku bisa membayangkan kenikmatan di dalam dasternya. lamunanku terputus setelah evi menaruh bangku tepat didepanku, aku segera naik, tapi ternyata tanganku masih tak sampai meraih handle pintu gudang,<br />
“gak sampe mba” kataku</p>
<p style="text-align: justify;">aku lihat evi agak kebingungan, “dulu naruhnya gimana mbak? ” tanyaku “dulu kan ada tukang yang naruh, mereka punya tangga” “kalau gitu aku pinjem tangga dulu ya mba sama tetangga” aku segera keluar mencari pinjaman tangga, tapi aku sudah merencanakan hal gila, setelah dapat pinjaman tangga aluminium, aku ke rumah dulu, aku lepaskan celana dalamku, hingga aku hanya mengenakan celana pendek berbahan kaos, aku kembali ke rumah evi dgn membawa tangga, akhirnya aku berhasil mengambil lampunya. dan langsung memasangnya, tapi ternyata dudukan lampunya berbeda, lampu yang lama lebih besar, aku kembali ke dalam rumah dan mencari dudukan lampu yg lamanya, tp sudah aku acak2 semua tetapi tidak ketemu jg, aku turun dan memanggil evi, namun aku sama sekali tak melihatnya atau sahutannya saat kupanggil, “pasti ada dikamar: pikirku “wah bisa gagal rencanaku memancingnya jika evi dikamar terus”</p>
<p style="text-align: justify;">aku segera menuju kamarnya, namun sebelum mengetuknya niat isengku timbul, aku coba mengintip dari lubang kunci dan ternyata….</p>
<p style="text-align: justify;">Aku dapat pemandangan bagus, aku lihat evi sedang telanjang bulat di atas tempat tidurnya, jari2nya meremas buah dadanya sendiri, sedangkan tangan yang satunya menggesek2 klitorisnya, aku gemetar menahan nafsu, senjataku langsung membesar dan mengeras, andai saja tangan aku yang meremas buah dadanya… sedang asik2nya mengkhayal tiba2 evi berabjak dari tempat tidurnya dan mengenakan pakaian kembali, mungkin dia inget ada tamu, aku segera lari dan pura2 mencari kegudang, senjataku yang masih tegang aku biarkan menonjol jelas di celana pendekku yang tanpa cd. “loh, nyari apalgi pak?” aku lihat muka evi memerah, ia pasti melihat tonjolan besar di celanaku</p>
<p style="text-align: justify;">“ini mbak, dudukannya lain dengan lampu yang pecah” aku turun dari tangga dan menunjukan kepadanya, aku pura2 tidak tahu keadaan celanaku, evi tampak sedikit resah saat bicara.</p>
<p style="text-align: justify;">“jadi gimana ya pak? mesti beli baru dong” suara evi terdengar serak, mungkin ia menahan nafsu melihat senjataku dibalik celana pendekku, apalagi dia tadi sedang masturbasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pura2 berfikir, padahal dalam hati aku bersorak karena sudah 60% evi aku kuasai, tapi bener sih aku lagi mikir, tapi mikir gimana cara supaya masuk dalam kamarnya dan menikmati tubuhnya yang begitu sempurna?? “kayanya dulu ada pak. coba aku yang cari” suara evi mengagetkan lamunanku, lalu ia menaiki tangga, dan sepertinya evi sengaja memancingku, aku dibawah jelas melihat paha gempalnya yang putih mulus tak bercela, dan ternyata evi sama sekali tidak mengenakan celana dalam, tapi sepertinya evi cuek aja, semakin lama diatas aku semakin tak tahan, senjataku sudah basah oleh pelumas pertanda siap melaksanakan tugasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beberapa menit mencari dan tidak ada juga, evi turun dari tangga, tapi naas buat dia ( Atau malah sengaja : ia tergelincir dari anak tangga pertama, tidak tinggi tapi lumayan membuatbya hilang keseimbangan, aku reflek menangkap tubuhnya dan memeluknya dari belakang, hemmm sungguh nikmat sekali, meskipun masih terhalang celana dalam ku dan dasternya tapi senjataku dapat merasakan kenyalnya pantat evi, dan aku yakin evi pun merasakan denyutan hangat dipantatnya, “makasih pak” evi tersipu malu dan akupun berkata maaf berbarengan dgn ucapan makasihnya “gak papa kok, tapi kok tadi seperti ada yg ngeganjel dipantatku ya”?” sepertinya evi mulai berani, akupun membalasnya dgn gurauan,</p>
<p style="text-align: justify;">“oh itu pertanda senjata siap melaksanakan tugas”</p>
<p style="text-align: justify;">“tugas apa nih?” evi semakin terpancing aku pun sudah lupa janji dgn istriku yang ga boleh bertindak tanpa sepengetahuannya, aku sudah dikuasai nafsu.</p>
<p style="text-align: justify;">“tugas ini mbak!” kataku langsung merangkulnya dalam pelukanku</p>
<p style="text-align: justify;">aku langsung melumat bibirnya dengan nafsu ternyata evipun dengan buas melumat bibirku juga, mungkin iapun menunggu keberanianku, ciuman kami panas membara, lidah kami saling melilit seperti ular, tangan evi langsung meremas senjataku, mungkin baru ini dia melihat senjata yang tegang sehingga evi begitu liar meremasnya, aku balas meremas buah dadanya yang negitu kenyal, meskipun dari luar ali bisa pastiin bahwa evi tidak mengenakn bra, putingnya langsung mencuat, aku pilin pelan putingnya, tanganku yang satu meremas bongkahan pantatnya yang mulus, cumbuan kami semakin panas bergelora<br />
tapi tiba2</p>
<p style="text-align: justify;">“sebentar mas!” evi berlari ke depan ternyata ia mengunci pintu depan, aku cuma melongo dipanggil dengan mas yang menunjukan keakraban</p>
<p style="text-align: justify;">“sini mas!” ia memanggilku masuk kekamarnya</p>
<p style="text-align: justify;">aku segera berlari kecil menuju kamarnya, evi langsung melepas dasternya, dia bugil tanpa sehelai benangpun di depan mataku. sungguh keindahan yang benar2 luar biasa, aku terpana sejenak melihat putih mulusnya badan evi. bulu kemaluannya yang lebat menghitam kontras dengan kulitnya yg bersih. lekuk pinggangnya sungguh indah.</p>
<p style="text-align: justify;">tapi hanya sekejab saja aku terpana, aku langsung melepas kaos dan celana pendekku, senjataku yang dari tadi mengeras menunjuk keatas, tapi ternyata aku kalah buas dengan evi. dia langsung berjongkok di depanku yang masih berdiri dan melumat senjataku dengan rakusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lidahnya yang lembut terasa hangat menggelitik penisku, mataku terpejam menikmati cumbuannya, sungguh benar2 liar, mungkin karna evi selama ini tidak pernah melihat senjata yang kaku dan keras, kadang ia mengocoknya dengan cepat, aliran kenikmatan menjalari seluruh tubuhku, aku segera menariknya keatas, lalu mencium bibirnya, nafasnya yang terasa wangi memompa semangatku untuk terus melumat bibirnya, aku dorong tubuhnya yang aduhai ke ranjangnya, aku mulai mengeluarkan jurusku, lidahku kini mejalari lehernya yang jenjang dan putih, tanganku aktif meremas2 buah dadanya lembut, putingnya yang masih kecil dan agak memerah aku pillin2, kini dari mataku hanya berjarak sekian cm ke bulu ketiaknya yang begitu lebat, aku hirup aromanya yang khas, sungguh wangi. lidahku mulai menjalar ke ketiak dan melingkari buah dadanya yang benar2 kenyal.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan saat lidahku yang hangat melumat putingnya evi semakin mendesah tak karuan, rambutku habis dijambaknya, kepalaku terus ditekan ke buah dadanya. aku semakin semangat, tidak ada sejengkal tubuh evi yang luput dari sapuan lidahku, bahkan pinggul pantat dan pahanya juga, apalagi saat lidahku sampai di kemaluannya yang berbulu lebat, setelah bersusah payah meminggirkan bulunya yang lebat, lidahku sampai juga ke klitorisnya, kemaluannya sudah basah, aku lumat klitnya dengan lembut, evi semakin hanyut, tangannya meremas sprey pertanda menahan nikmat yang aku berikan, lidahku kini masuk ke dalam lubang kemaluannya, aku semakin asik dengan aroma kewanitaan evi yang begitu wangi dan menambah birahiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi sedang asik2nya aku mencumbu vaginanya, evi tiba2 bangun dan langsung mendorongku terlentang, lalu dengan sekali sentakan pantatnya yang bulat dan mulus langsung berada diatas perutku, tangannya langsung menuntun senjataku, lalu perlahan pantatnya turun, kepala kemaluanku mulai menyeruak masuk kedalam kemaluannya yang basah, namun meskipun basah aku merasakan jepitan kemaluannya sangat ketat. mungkin karna selama ini hanya jari saja yang masuk kedalam vaginanya, centi demi centi senjataku memasuki vaginanya berbarengan dengan pantat evi yang turun, sampai akhirnya aku merasakan seluruh batang senjataku tertanam dalam vaginanya, sungguh pengalaman indah, aku merasakan nikmat yang luar biasa dengan ketatnya vaginanya meremas otot2 senjataku, evi terdiam sejenak menikmati penuhnya senjataku dalam kemaluannya, tapi tak lama.</p>
<p style="text-align: justify;">Pantatnya yang bahenl dan mulus nulaik bergoyang, kadang ke depan ke belakang, kadang keatas ke bawah, peluh sudah bercucuran di tubuh kami, tanganku tidak tinggal diam memberikan rangsangan pada dua buah dadanya yang besar, dan goyangan pinggul evi semakin lama semakin cepat dan tak beraturan, senjataku seperti diurut dengan lembut, aku mencoba menahan ejakulasiku sekuat mungkin, dan tak lama berselang, aku merasakan denyutan2 vagina evi di batang senjataku semakin menguat dan akhirnya evi berteriak keras melepas orgasmenya, giginya menancap keras dibahuku…</p>
<p style="text-align: justify;">evi orgasme, aku merasakan hangat di batang senjataku, akhirnya tubuhnya yang sintal terlungkup diatas tubuhku, senjataku masih terbenam didalam kemaluannya,aku biarkan dia sejenak menikmati sisa2 orgasmenya setelah beberapa menit aku berbisik ditelinganya, “mba, langsung lanjut ya? aku tanggung nih” evi tersenyum dan bangkit dari atas tubuhku, ia duduk dipinggir ranjang, “makasih ya mas, baru kali ini aku mengalami orgasme yang luar biasa” ia kembali melumat bibirku.aku yang masih terlentang menerima cumbuan evi yang semakin liar, benar2 liar, seluruh tubuhku dijilatin dengan rakusnya, bahkan lidahnya yang nakal menyedot dan menjilat putingku, sungguh nikmat, aliran daraku seperti mengalir dengan cepat, akhirnya aku ambil kendali, dengan gaya konvensional aku kemabli memasukkan senjataku dalam kemaluannya, sudah agak mudah tapi tetap masih ketat menjepit senjataku, pantatku bergerak turun naik, sambil lidahku mengisap buah dadanya bergantian, aku liat wajah evi yang cantik memerah pertanda birahinya kembali naik, aku atur tempo permainan, aku ingin sebisa mungkin memberikan kepuasan lebih kepadanya, entah sudah berapa gaya yang aku lakukan, dan entah sudah berapa kali evi orgasme, aku tdk menghitungnya, aku hanya inget terakhir aku oake gaya doggy yang benar2 luar biasa, pantatnya yang besar memberikan sensasi tersendiri saat aku menggerakkan senjataku keluar masuk. dan memang aku benar2 tak sanggup lagi menahan spermaku saat doggy, aku pacu sekencang mungkin, pantat evi yang kenyal bergoyang seirama dengan hentakanku,tapi aku masih ingat satu kesadaran “mbak diluar atau didalam?” tanyaku parau terbawa nafsu sambil terus memompa senjataku</p>
<p style="text-align: justify;">Evipun menjawab dengan serak akibat nafsunya ” Didalam aja mas, aku lagi gak subur” dan tak perlu waktu lama, selang beberapa detik setelah evi menjawab aku hentakan keras senjataku dalam vaginanya, seluruh tubuhku meregang kaku, aliran kenikmatan menuju penisku dan memeuntahkan laharnya dalam vagina evi, ada sekitar sepuluh kedutan nikmat aku tumpahkan kedalam vaginanya, sementara evi aku lihat menggigit sprey dihadapannya, mungkin iapun mengalami orgasme yg kesekian kalinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/tetangga-depan-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Interview Birahi – Bagian 2</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-interview-birahi-%e2%80%93-bagian-2/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-interview-birahi-%e2%80%93-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 08:56:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2953</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; Punya Adi suamiku walaupun panjang tapi tak sekeras ini. Setelah pak Bowo yakin penisnya siap tempur dia merenggangkan pelukannya dan tangannya bertumpu dipahaku. “Pak… sudah ya su engggghhhhhh” Pak Bowo sedikit menarik penisnya tapi rasanya di vaginaku yang baru orgasme itu luar biasa. Mataku terbelalak merasakannya begitu pak Bowo kembali memasukkan penisnya, walaupun pelan2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/interview-birahi.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2954" title="interview-birahi" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/interview-birahi-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">&#8230; Punya Adi suamiku walaupun panjang tapi tak sekeras ini. Setelah pak Bowo yakin penisnya siap tempur dia merenggangkan pelukannya dan tangannya bertumpu dipahaku. “Pak… sudah ya su engggghhhhhh” Pak Bowo sedikit menarik penisnya tapi rasanya di vaginaku yang baru orgasme itu luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Mataku terbelalak merasakannya begitu pak Bowo kembali memasukkan penisnya, walaupun pelan2 tapi membuatku tak sadar menggeliat punggungku naik ke atas, kepalaku menengadah.. mulutku menganga tanpa suara. Pak Bowo berkali2 melakukan itu dengan perlahan2 hingga akhirnya dia sesekali menyentakkan pantatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pun dibuatnya melolong2 nikmat. Sedikit2 walaupun agak lama vaginaku akhirnya bisa beradaptasi. Dan akhirnya aku pasrah digenjot keras dengan lancar oleh Pak Bowo.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika aku orgasme lagi pak Bowo memberiku kesempatan menikmatinya sambil menekan dalam2 kontolnya. Aduhh rasanya aku terbang diawang. “Aku genjot lagi ya sayang..”…aku entot kamu ya Lhonte cantik…aku tunggangi ya kamu isterinya Adi yang cantik ini…Mmmm..enaknya memek mu Mila.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku yang pasrah menerima ciumannya sambil membiarkan pak Bowo mengenjot lagi. Kembali pelan2 dan akhirnya cepat. Bunyi pahaku beradu dengan pahanya menutupi suaraku yang mengerang nikmat makin keenakan. Lagi2 aku kembali orgasme dihentak batang kejatanan Pak Bowo yang besar panjang berurat itu.<br />
<span id="more-2953"></span><br />
Kali ini pak Bowo mengalungkan kakiku dipundaknya, sehingga pantatku terangkat dan kini dia menggenjotku dengan sepenuh tenaga. Aku berteriak2 merasakan ini, dan dengan cepat aku orgasme lagi tapi pak bowo tidak memberiku ampun walaupun aku sudah berteriak dengan keras.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku merasakan ada air yang mengocor deras, aku nggak tau apa itu orgasme apa aku terkencing2 aku gak tau. Pak bowo melepaskan ku. Dia menuju mejanya dan meminum air putihnya. Dan memberiku juga seteguk air. “Pak sudah ya….” Kataku. Aku yang lemas, memohonnya untuk berhenti tapi tak kuasa saat Pak Bowo membalikkanku, dan akhirnya akupun di doggy style. Lagi2 aku gak kuat menahan serangannya. Tapi Pak bowo belum juga menyudahinya. Aku akui dia luar biasa. Setelah beberapa saat dia menjambak rambutku dari belakang sambil memukul2 pantatku dan kemudian keluar lah lahar panas itu di vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak bowo memelukku dari belakang sambil meremas2 dadaku. Setelah beberapa lama pak bowo melepaskan aku dan kamipun tidur di sofa bersama2 berpelukan dan berciuman. Ciuman Pak Bowo hangat sekali. Dia pun membuka jilbabku kemudian menjilati leherku sambil memegang dadaku lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">“Mila, jadi kamu mau kerja di sini apa nggak ?” “Aku menggelengkan kepala” Pak Bowo tersenyum. “Jadi tadinya kamu Cuma mau ngerjain aku, dan kamu pikir setelah kamu sepong ya udah selesai gitu aja?” “Iya tapi bapak tadi memperkosa aku” Dia tertawa, aku pun tertawa, menyadari bahwa akhirnya pun aku mau.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pun bercerita sebetulnya rencanaku Cuma membuatnya jera, tapi yahhhh aku yang salah pasang perangkap singa rupanya, akhirnya aku sendiri jadi korbannya. “Kamu enak nggak tadi Mila?” Aku malu dengan pertanyaan Pak Bowo dan mencubit penisnya. “Duhh… kena semprot Pak?” kami tertawa terbahak2 melihat tanganku basah dengan spermanya yang masih muncrat2. Pak Bowo mengajakku duduk dan dipertontonkan penis yang tadi memperkosaku yang masih tegang dan berdenyut denyut itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dipeluknya aku dan didudukkannya aku dipahanya lagi dengan membelakanginya, kali ini aku tidak menolak saat penisnya yang besar panjang berurat dimasukkan ke vaginaku. “Jangan dibiarin muncrat diluar ya sayang?”…..Oughhh…enak teunan tempek isteri Pak Adi ini…Mmmm…kamu suka ya Lhonte cantik dengan kontol besar ku. “Iya paaaak”. “Jangan Panggil aku pak.. Mas saja ya?” aku pun mengangguk dan menciumi laki2 yang sudah menggagahi aku dengan benar2 gagah. “Mil……………” “Iya Mas……..”</p>
<p style="text-align: justify;">“Coba kamu goyang2 dikit” Sambil bergoyang aku tanya “Kenapa Mas?” “emmm goyanganmu enak sayang” Aku memeluknya menciumnya dan menggoyangkan pantatku. “Mas…..kok keras lagi?” “Tanggung jawab dong” aku melotot ke Mas Bowo sambil mencubitnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mas Bowo memainkan kedua putting susuku sambil berkata “Puasin aku sayang” Aku bergoyang2 lagi. Dengan sisa tenaga yang ada. Aku teringat goyangan Inul dan mencobanya pada mas Bowo. “awww pinterjuga nih isteri cantik Pak Aditya. Apa itu Mil?” Aku mulai goyang ngebor lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mas Bowo menggigit bibirnya sendiri dan meremas dadaku “Enak sayang…………..” mendapat pujian seperti itu aku makin semangat goyang, padahal goyang begini sebetulnya malah membuat penis mas Bowo mengaduk2 vaginaku. Aku mencoba bertahan tapi aku ambrol juga. Mas Bowo merebahkan aku, dan dengan nafas yang memburu dia pun menggenjotku lagi hingga tak lama dia pun orgasme juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami berciuman, aku juga menjilati Mas Bowo. Mas Bowo juga begitu dan dengan sengaja dia mencupangi leherku. Setelah cukup lama Mas Bowo bangkit. Dia mengambil tissue dan membersihkan diri. Aku berpakaian cepat2 dan memilih membersihkan di toilet saja. Ingin aku jika ada kamar mandi, kenapa gak mandi sama dia saja. Ahhh akhirnya aku begini lagi pikir ku. Ya sudah lah biarin.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah bersih, aku kembali kedalam kantornya, dan berniat pamit pulang. Mas Bowo mau mengantarkan aku pulang. Aku terima saja, maklum aku kelelahan. Kami menggunakan mobilku.</p>
<p style="text-align: justify;">Mas Bowo yang nyetir, dan dia cukup senang dengan kondisi mobilku yang berkaca gelap. Dia meminta aku merebahkan kepalaku di pahanya. Sehingga dia bisa nyetir sambil merogoh2 susuku. Sampai dekat sekolah anakku, jam masih menunjukkan jam 3 kuang 15 menit. Mas Bowo bilang kalau itu waktu yang cukup untuk permainan terakhir. Aku menolak, karena aku sudah amat lelah. Mas Bowo mengatakan, kalau dia Cuma minta di sepong. Akhirnya aku turuti juga permintaan itu. Setelah kejadian itu aku selalu mengkhayali Pak Bowo yang menyetubuhi diriku. Kadang saat aku bersenggama dengan suamiku, aku selalu membayangkan keperkasaan Pak Bowo kontolnya yang besar panjang berurat memadati liang vaginaku yang sempit ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>TAMAT</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-interview-birahi-%e2%80%93-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Interview Birahi &#8211; Bagian 1</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-interview-birahi-bagian-1/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-interview-birahi-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 21:57:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[blowjob]]></category>
		<category><![CDATA[isep kontols]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[sepong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2935</guid>
		<description><![CDATA[Wajah Pak Bowo menjadi serius, dia menjelaskan kalau memang dia interest sama Priska. Apalagi untuk sekretaris. Aku tidak mengerti kenapa harus Priska, dan saya mencoba menjelaskan bahwa akupun pernah bekerja dan untuk pekerjaan sekretaris pasti aku bisa. Pak Bowo tersenyum. “Priska benar2 gak mau ya mbak?” aku mengangguk mengiyakan. “Sayang padahal lumayan kalau punya sekretaris [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Wajah Pak Bowo menjadi serius, dia menjelaskan kalau memang dia interest sama Priska. Apalagi untuk sekretaris. Aku tidak mengerti kenapa harus Priska, dan saya mencoba menjelaskan bahwa akupun pernah bekerja dan untuk pekerjaan sekretaris pasti aku bisa. Pak Bowo tersenyum. “Priska benar2 gak mau ya mbak?” aku mengangguk mengiyakan.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sayang padahal lumayan kalau punya sekretaris seperti Priska, kalau mbak Mila saya nggak mau, kalau ada apa2 saya kan nggak enak sama suami mbak. Sekretaris saya di kantor satunya juga single, kalau harus ke luar kota nganter saya kan nggak enak. Kalau sama mbak kan nanti istri saya tau saya keluar kotanya gak sendirian.”</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/interview-birahi-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2936" title="interview-birahi-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/interview-birahi-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">“Oh gitu” sahutku. Ahh dasar laki2 batinku. “Jadi kalau dengan Priska bapak bakalan keluar kota dengan dia?” tanyaku. Pak Bowo tersenyum. “Kok bapak tau dia bakalan mau. Pernah ngobrol ya?” “Mbak Mila, maaf ya? Saya pernah mergokin dia pacaran di mobil. Dia sedang begini sama pacarnya” kata pak Bowo sambil memeragakan gerakan blow job.</p>
<p style="text-align: justify;">“Mobilnya parkir di depan rumah saya, jam 1 malem gitu. Sempat saya mau bawa ke pos satpam tapi yaah karena dia waktu itu janji mau melakukan apa saja asal gak dilaporin ya sudah gak saya perkarakan. Jadi ya tolong bilang saja sama Priska, kalau saya sebetulnya nawarin ini sekalian nagih janji. Maaf ya mbak, kalau saya blak2an.<br />
<span id="more-2935"></span><br />
Mbak Mila beda sama dia, mbak kan orangnya alim, pasti tau lah kalau adiknya mbak yang melakukan begituan didalam mobil dengan pacarnya kita harusnya bagaimana ?. Maaf juga kalau kita semua laki2 ya begini ini”. Pak Bowo bercerita lebih panjang lagi yang pada intinya, dia memang suka melakukan memacu birahi dengan sekretarisnya, dan sebetulnya dia suka sama adik ku Priska yang cantik itu tapi kalau Priska tidak memegang janji ya jangan salahkan dia kalau Pak Bowo akhirnya membocorkan hal ini padaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia minta aku juga gakk cerita ke istrinya, karena dia juga gak akan melaporkan hal ini ke warga lainnya. Saya bilang ya sebetulnya kalau ditempat saya kerja dulu sih memang aku cukup tau kalau suka ada office staf yang affair apa lagi antara boss dengan anak buahnya yang wanita cantik.</p>
<p style="text-align: justify;">“Yah pokoknya gitu Mbak, biar nanti saya cari yang lainnya aja. Kalau Mbak mah gak lah. Maaf ya saya nolaknya blak2an. Saya memang gitu orangnya. Semua yang jadi anak buah saya, harus orang yang bisa jaga rahasia bossnya. Makanya saya gak pake supir mbak. Dan istri saya juga gak ada yang kenal sama anak buah saya satu pun. Oh ya, si cantik itu kemana kok sudah lama gak main ke rumah Mbak?”.</p>
<p style="text-align: justify;">“Gak tau pak, mungkin malu sama bapak saat dipergoki didalam mobil melakukan blow job dengan pacarnya.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Ya sudah, bilang sama dia ya kalau saya sudah bilang juga sama Mbak. Tapi yah sekarang mudah mudahan dia gak pacaran main gitu gituan lagi.” He he he…</p>
<p style="text-align: justify;">Ya sudah aku pun berpamitan pulang. Di jalan aku memikirkan apa yang baru saja terjadi. Ah si Priska ada2 saja dalam hatiku. Dan Pak Bowo ternyata dendam juga Priskanya gak mau. Aku membayangkan bagaimana kecewanya pak Bowo tidak bisa mendapatkan jatah dari Priska. Lagian Priska sempat2nya janji yang nggak2 sama Pak Bowo.</p>
<p style="text-align: justify;">Yah mungkin dia pikir supaya jangan sampai dilaporin Satpam waktu itu. Tapi aku juga kepikiran sama tingkah laku Pak Bowo yang ternyata bajingan juga. Pak Bowo lebih tua dari suamiku umurnya 50an dan pantas sih nakal2nya para lelaki dalam hatiku. Pasti sekretarisnya sudah jebol sama Pak Bowo, apalagi di ajak pergi keluar kota. Jadi selama ini Pak Bowo suka memperhatikan Priska rupanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa dia gak pernah memperhatikan aku ya….? Padahal dibandingkan Priska, banyak yang bilang aku sebagai kakaknya lebih cantik dan badanku jauh lebih sexy. Kembali pikiran aku jadi nakal.</p>
<p style="text-align: justify;">Dasar memang aku perempuan murahan yang kegatelan batinku. Ehh jangan2 dia ngomong blak2an tadi sengaja nyoba aku kali ya.</p>
<p style="text-align: justify;">Belum tau dia bahwa aku sebetulnya bagaimana sebelumnya, tapi sekarang aku sudah punya anak, suami yang baik, dan lagi pula sekarang aku telah menutupi seluruh tubuhku dengan busana wanita alim dengan jilbab lebar yang bertengger diatas kepalaku.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/interview-birahi-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2937" title="interview-birahi-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/interview-birahi-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Pikiran itu terus menggangguku. Sampai di rumahpun aku masih yang tergoda untuk ngtest pak Bowo. Ha ha ha. Gimana ya kalau aku affair sama tetangga. Aduuuuh pokoknya aku jadi error. Waktu suamiku pulang, dan bertanya bagaimana sudah bicara dengan bu Bowo. Aku malah bilang aku mau coba ngelamar dan wawancara besok. Padahal sudah. Suamiku bilang enak juga kalau aku ada kerjaan tapi yang tidak mengganggu aktivitasku mengawasi anakku. Kalau diterima kerja suamiku berencana mencari supir untuk mengantarkan anakku dan aku kerja. Aku bilang aku kerja kan bisa bareng pak Bowo. Suamiku manggut2. Malamnya aku malah berpikir yang tidak2 tentang Pak Bowo, dan bagaimana rasanya memberi sekedar blow job padanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ahh biarin aku datengin saja pak bowo besok pagi pikirku. Anakku sudah kelas 1 SD sekarang. Dan disekolah ini dia masuk jam 7.30 pulang jam 3. Pagi itu jam 7 pun aku sudah sampe di sekolah anakku dan segera ke kantor pak Bowo. Hari itu seperti halnya orang mau interview aku menggunakan baju panjang putih yang dulu sering aku gunakan kerja dan tak lupa memakai jilbab yang menghiasi kepalaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Cuma sengaja aku tak menggunakan peniti tambahan yang biasanya aku pake busana panjang itu, sehingga kancing bajuku agak renggang dan belahan dadaku sedikit kelihatan. Biar pak Bowo ngerti maksudku dalam hatiku. Lainnya aku pake jilbab abu abu dan rok panjang putih.</p>
<p style="text-align: justify;">Jam 8 aku sudah sampe di kantor pak Bowo. Yang ada Cuma OBnya yang sedang membersihkan kantor. Pak Bowo baru datang ½ jam kemudian. Dia kaget melihatku datang. “Loh Mbak Mila lagi? Kenapa Mbak?” “Ya saya sudah cukup mengerti pekerjaannya pak, mungkin di interview atau di test dulu saya bersedia kok” sahut aku sambil tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Bowo memperhatikan aku dan kelihatan sekali dia memperhatikaan dadaku. “Oh bagus deh, kalau siap di test mbak. Say bener2 test kemampuannya ya mbak” “Iya Pak” sahutku sambil mengikuti pak bowo ke ruangannya. Sesampai di ruangannya, pak bowo memanggil OB nya untuk membersihkan ruang meeting, karena dia mau meeting di sana katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian dia menelepon beberapa orang sambil membuka2 CV ku. Selesai menelepon dia keluar ruangan dan memerintahkan Pak Ari OBnya untuk mengantarkan dokumen ke rumah. Ahh pandai juga nih boss batinku. Setelah yakin pak Ari pulang. Pak bowo kembali keruangan. “Jadi sudah ngerti ya Mbak, kalau mau jadi sekretaris saya bagaimana?” saya mengangguk.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nggak nyesel kan punya boss seperti saya?” tanyanya lagi. “Nggak pak, asal pak bowo nggak nyesel punya anak buah seperti saya” jawabku. “Makanya saya test dulu ya? Ok coba berdiri Mbak!” Pak Bowo memperhatikan aku sambil mengitari tubuhku. “Wahh ini boleh juga mbak” Pak Bowo mencoba mengomentari dadaku. Cek cek mulai merayu nih orang. “Maaf pak, ini baju putih satu2nya waktu saya kerja dulu. Jadi saya gak sadar kalau sudah kekecilan. Kalau diterima saya beli lagi baju putihnya”.<br />
“Bukan bajunya kok, yang isi di dalemnya Mbak”.<br />
“Panggil saya Mila saja pak” sahutku. Waktu pak Bowo di belakangku dia tanpa ragu2 meremas pantatku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hmmm masih kenceng nih Mil” “Iya pak”<br />
Pak Bowo kembali berdiri di depanku, kali ini dia meraba2 dadaku. ” Hmmm keren juga” Pak Bowo dengan terampil membuka kancing bajuku, walau tidak melepas bajuku. Pak Bowo juga membuka tali BHku, dan menyingkapnya. “Ohh ini toh modalmu untuk jadi sekretarisku. Keren Mil, bagus banget.</p>
<p style="text-align: justify;">Coba duduk Mbak Mila” Aku pun duduk sementara Pak Bowo berdiri mendekati aku. “Coba kalau sekretaris yang baik kira2 gimana sama bossnya kalau begini”. Aku mengerti maksudnya. Aku membuka sabuknya retsleting celananya dan membuka celana dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nampak penisnya yang besar panjang bergelantungan dengan sedikit tegang. Aku usap2 sebentar dan kemudian memasukkan ke mulutku sambil melihat wajah pak Bowo. Dia sedikit nyengir ketika aku mulai bergerak mundur maju. Pak Bowo mulai mendesah2 “Bagus Mil, ayo lagi” Penisnya mulai menegang.<br />
Penis pak Bowo sangat besar, bila dibandingkan dengan punya suamiku Adi, hampir sama ukurannya dengan milik si Mbah Renggo guru para normal suamiku yang dulu pernah menyetubuhiku. Tapi diameternya agak lebih besar, dan warnanya merah muda menggemaskan. Ketika aku menjilat2 ujung penisnya Pak Bowo menggelinjang dan mengerang2.”Kamu ok juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Hehhhhhhh” ujarnya sambil menyodokkan penisnya jauh lebih dalam. Dan setelah itu aku merasakan pennies pak Bowo menjadi sangat keras tegak ke atas, membuatku agak harus merapat agar kepalaku bisa bergerak dari arah agak ke atas. Tanganku memegang pantatnya dan kemudian kepalaku bergerak cepat. “ha ha ha, pinter kamu…. Besok kalau kamu diterima kita meeting sama sekretaris yang lainnya supaya mereka bisa seperti mu” Ujar pak Bowo sambil memegang kepalaku dengan gemas.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa saat aku melepaskan penisnya dari mulutku, mencoba mengambil nafas. Pak bowo melepaskan celananya yang menggantung dan dia berjalan ke kursi sofa, dia pun duduk di situ. Aku menghampirinya dan bersimpuh di depannya kemudian melanjutkan menyepongnya. Dengan begitu payu dara ku menempel di pahanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Bowo membelai2 kepalaku yang masih memakai kudung, punggungku dan kemudian berusaha membuka bajuku. Setelah bajuku terbuka dia melepaskan bra ku yang sudah ½ terbuka itu, jadi aku menghentikan sebentar menyepongku. Pak Bowo memainkan sebentar buah dadaku. Aku mengambil penisnya dan meminta pak Bowo agak maju.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku jepit penisnya dengan buah dadaku sambil menggerak2kan dadaku. “Ohh keren, akhirnya ada juga yang bisa begini nih” ujar nya dilanjutkan dengan mendesah, dan mulai meracau. Kaki pak Bowo merangkul punggungku. “Oh Enak Mila sayang.” Aku kembali mengulum penisnya dan menjilat2nya. Hmmm sampai sekuat apa nih orang batinku. Cukup lama juga aku bolak balik menjilati dan menyepong sampai aku sidikit tak sabar menunggu ledakkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai akhirnya meledak juga penis itu dimulutku. Semua spermanya tak kubiarkan meleleh keluar, dan kusapu bersih. Lagi2 aku merasakan aroma yang berbeda dari sperma ini. Rupanya tiap orang beda2, tapi yang jelas punya pak Bowo tidak terlalu menjijikan seperti punya Adi. Bahkan boleh dibilang aku agak menikmati, hingga pak Bowo berkali2 menggelinjang saat aku mencoba benar2 mencoba agar ledakkannya benar2 tuntas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Bowo berbaring lemas, ketika penisnya ku lepas. Aku mengambil gelas minuman dan membersihkan mulutku yang bau ludah. Aku juga membersihkan penis pak Bowo dengan tissue. Air yang sedikit tersisa di gelas aku tuangkan ke tissue dan membersihkan penis pak Bowo. Pak Bowo menciumku, sambil meremas2 payudaraku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sejauh ini hasil testmu bagus sayang”. Kita pun berciuman. Penis pak Bowo belum bereaksi tegang lagi. Dia bangkit, dan menggunakan celananya dan sepatunya. “Aku mau meeting dulu ya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebentar lagi teman2ku datang” Aku mengambil bajuku dan braku. “Coba jangan dipake dulu bajunya siapa yang suruh pake. Duduk dulu di situ” Aku kembali duduk di kursi yang tadi berhadapan dengan pak Bowo. “Coba duduknya agak maju, kursinya diatur agak kebawah. Tau kan caranya gimana? Biar toketmu gak gelantungan taroh saja di meja” Aku menuruti perintah pak Bowo.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak bowo kembali mengamati CVku. Dia menulis2 sesuatu di CVku. “Bra mu ukuran berapa?” “34 B kadang2 C pak tergantung mereknya”. “Hmmmm keren deh toket luh, aku suka banget. Kalau kamu sedang ML bisa muncrat di situ, boleh kan?” “Boleh pak” jawabku. “Kamu mau gaji berapa Mil?” Tanya pak Bowo sambil mengeluarkan kamera dari lacinya. “Terserah bapak, yang sesuai saja dengan prestasi kerja saya” Pak Bowo memotret ku. “Coba pegang toketnya kaya tadi waktu ngejepit kontolku” Aku pun berpose.<br />
“Kamu bersedia perjalanan ke luar kota?” “Yah itu yang jadi kendala saya pak, kayanya gak mungkin kalau keluar kota. Tapi kan bapak punya banyak sekretaris” Pak bowo mengangguk2.<br />
“apa kamu bersedia ditempatkan di mana saja? Hmm maksudnya kalau kamu bersedia ngentot di mana saja?” “Maksudnya pak?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Ya kalau di kantor sih pasti harus, tapi kalau aku mau, kadang2 saya pengen di hotel, di mobil gi mana?” “Oh gak masalah pak”<br />
“Bisa jaga rahasia?” “Pastinya pak, saya juga minta bapak begitu”</p>
<p style="text-align: justify;">“Ya sudah, kamu pake baju dulu. Saya meeting coba kamu kedepan situ ya, ada computer, kamu tulis semua cerita kamu wawancara dari pertama sampai terakhir dengan detail ya” aku menurutinya. Selesai berpakaian. Pak Bowo menunjukkan meja kerjaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika aku duduk Pak Bowo merangkul aku dari belakang sambil meremas2 dadaku. Sesekali kami berciuman, dan aku sesekali memegang penisnya yang sudah agak keras lagi. Karena banyak gangguan aku kurang konsen dengan tulisanku. Sampai akhirnya beberapa orang teman pak Bowo datang. Dan mereka pun siap meeting jam 10 tepat. Pak Bowo memerintahkan aku menyiapkan minum untuk mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mengantarkan minuman, aku kembali ke pekerjaanku. Tulisan yang anda baca ini sebagian aku tulis waktu itu. Suatu ketika pak bowo keluar ruangan menuju kamar kerjanya, dan menghampiri aku sebentar. “Ahhh ini jangan pake kata penis, apa coba ini namanya”. “Kontol ya pak?” “Iyaaah”. Dia pun kembali ke ruangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak lama dia kembali keluar ruangan dan memintaku membawa kertas dan bullpen. Aku dimintanya mencatat hasil meetingnya. Aku duduk di sebelah pak Bowo, dan selama itu pak bowo tidak pernah berlaku yang kurang ajar kepadaku. Meeting selesai jam ½ 12, teman2 pak Bowo sempat mengajak kami makan tapi pak Bowo menolak dengan alas an dia ada janji makan siang dengan yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Bowo berjalan bersama teman2nya keluar ruangan mengantar mereka pulang. Sepertinya dia mengantarkan sampe loby bawah. Waktu kembali dia ternyata membawa makanan. Dan dia mengajakku makan. Kami makan di meja kerjaku, sambil berbincang2 mengenai kegiatan usahanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia makan dengan cepat, dan setelah selesai makan dia mengambilkan minum untuk kami berdua. Dia melihat pekerjaanku, dan ngeprint hasilnya walaupun belum selesai. Dia membacanya dengan seksama 4 lembar hasil tulisanku.<br />
“Kamu punya selingkuhan yang lagi sekarang?”<br />
“Nggak pak” Jawabku.<br />
“Pernah ngesex dengan lainnya juga?”<br />
“Wah maaf itu pribadi pak.” Pak Bowo manggut2<br />
“Bagus, aku suka kalau kamu jujur. “ Selesai makan pak Bowo memintaku ke toilet dulu dan membeli rokok di bawah. Sekembalinya dari bawah, pak Bowo pun merokok di ruangannya. Coba buka CVmu lagi. Aku mencoba mengambil CV, “eit CVmu bukan yang itu, badanmu itu CVmu” Oooh aku baru ngerti.<br />
Aku pun membuka bajuku hingga tinggal mengenakan Bra dan celana dalam. “Coba kamu presentasikan CVmu!”</p>
<p style="text-align: justify;">“Nama saya Mila, umur 32 tahun lulusan universitas ….” “Mil, CVmu itu body lo, barang lo bukan itu” Sela pak Bowo. “Tinggi saya 168 cm, berparas hitam manis, kaki jenjang bokong aduhai dan berdada indah.<br />
Ukuran dada..” “ Apa itu dada? Mil”<br />
“Ukuran payu daraku, 34 B cukup sintal dan bisa menjepit penis ehh kontol hingga muncrat”. “Baguss ayo terus Mil”.<br />
“Hmmmm, apalagi pak?” “Prestasi mu apa, keahlian apa?” “Oh ya, saya bisa melakukan blow job, hand job dengan baik. Dijamin tidak kena gigi dan kontol yang saya sepong saya blow job sampe habis dan bersih.” Pak Bowo tertawa mendengar presentasi ku, aku pun tertawa.</p>
<p style="text-align: justify;">“Bapak sudah ya” “Lho kalau Cuma segitu masak mau saya terima” Pak Bowo berdiri, mematikan rokok dan mendekatiku. Sambil membuka Bra ku. Sambil memelukku dari belakang Pak Bowo memainkan toketku, “Gua suka banget sama toket lo, mantab. Terus apa motivasi kamu kerja di sini?” “Motivasi saya untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan baru dan mempunyai penghasilan sendiri.”<br />
“Bukain baju saya dong. Aku menurutinya dan melucuti semua baju pak Bowo hingga telanjang bulat. “Motivasimu masak itu saja sambil memelukku dari belakang lagi mengarahkan posisi kami berpelukan kea rah lemari bukunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pintu lemari yang dari kaca itu bisa membuatku sedikit bercermin melihat pak Bowo kembali memelukku dari belakang. Kali ini tangannya mulai menggerayangi vaginaku. “ummm saya ingin bekerja dengan baik kepada atasan saya sebagai sekretaris pak Bowo” jawabku sedikit terengah2 karena jari2 pak Bowo mulai berusaha memasuki vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kamu tidak bermotivasi untuk ngentot sama aku ya” Sambil mulai memaksakan jarinya masuk ke vaginaku, sementara kontolnya sudah keras menekan pantatku.<br />
“Kan…Pak Bowo Cuma liat Priska oral sex sama pacarnya” jawabku. Pak Bowo melepaskan pelukannya, tanpa diduga2 dia malah tertawa terbahak2. “Ohhh jadi Cuma boleh oral ya?” Aku mengangguk. “Ya sudah sini.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Bowo membuka celana dalamku, dan dengan cepat jongkok di depanku dan mulai menciumi vaginaku. Aku benar2 tidak menduga hal ini terjadi, karena tadinya aku berharap setelah tau bahwa aku hanya akan mempermainkan pak Bowo dalam sesi interview ini dia akan menyudahinya sampai di sini.<br />
Tapi pak Bowo dengan gesit mempermainkan lidahnya yang sudah sangat membuatku geli. Tadinya aku pikir aku bisa mempermainkan tetanggaku ini, tapi sekarang aku dibuatnya horny berat dengan permainan oralnya. Apalagi waktu dia mengangkat kaki kiriku kepundaknya sehingga dia bisa melahap vaginaku dan memainkan lidahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tidak tahan mengerang2 kenikmatan. “Pak ….. pak sudah paaak engggghhhhh” aku terus memintanya berhenti karena rasa nikmat ini tak terbendung, dan aku malu sekali dibuatnya. Baru kali ini ada yang rela melakukan oral kepadaku, dari semua laki2 yang pernah berhubungan sex dengan aku semuanya egois.<br />
Pak Bowo terus melakukan itu hingga akhirnya ambroll pertahananku. Ketika pak Bowo berdiri tangannya masih bermain di vaginaku untuk membantu proses orgasmeku hingga tuntas. Aku memeluknya erat2. Perlahan2 Pak Bowo bergerak mundur, sambil tetap memelukku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia mengajakku duduk di sofa yang tadi, aku memeluknya sambil duduk di pangkuan pak Bowo. Diciuminya aku, tercium bau kewanitaanku, tapi aku tidak peduli, baru kali ini aku tau bauku sendiri. Ciuman itu menjadi buas, kami bermain lidah dan kurasakan penis pak Bowo kembali mengeras. Dia mengangkat pantatku dan mencoba memasukkan penis itu di vaginaku.</p>
<p style="text-align: justify;">“Pak aku gak mau…” Sahutku. Tapi pak Bowo menekan pinggangku ke bawah dengan kuat sambil kemudian menahannya. Blessss masuklah kontol itu. Aku tidak bisa meronta, karena tenaga Pak Bowo cukup kuat. Pantatku aku coba untuk naik, tapi kontol pak Bowo memburunya naik juga, membuatku mendesah2 “Pak ….ah ssshhh jangan, emmmmm sudah sudah, aku kan istri tetanggamu.</p>
<p style="text-align: justify;">Mmm…maaf aku gak bisa” Aku mencoba meronta, tapi pak Bowo merebahkanku dengan cepat dan dengan posisi penisnya masih menancap di vaginaku. Dia pun mulai menggenjotku sedikit sedikit. Penisnya makin lama makin keras, seperti waktu aku sepong tadi tampaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia masih diam tak berkata2 dan memelukku erat2, sementara tanganku memukul punggunya dan kaki menendang2 kesamping sofa berharap bisa jatuh terguling dan aku bisa lepas. Tapi cengkeraman pak Bowo cukup kuat dan akibat gerakan ku itu malah membuat penisnya makin keras lagi. Sehingga genjotan pak Bowo makin membuatku menggelinjang. Akhirnya aku merasa vaginaku benar2 penuh. Gila orang ini kontolnya keras seperti kayu, belum pernah aku merasakan seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>BERSAMBUNG&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-interview-birahi-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngentot dan Muncrat di Memeknya Santi</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ngentot-dan-muncrat-di-memeknya-santi/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ngentot-dan-muncrat-di-memeknya-santi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 21:24:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[hot]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[muncrat]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[santi]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[sperma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2906</guid>
		<description><![CDATA[Namanya Santi, nomor hpnya xxxxxxxxxxx Gadis panas ini punya toket yang mancung dan memek yang menjepitttt banget, doyan ngentot untuk memuaskan hasrat birahi kaum adam asalkan ada imbalannya hehe.. cukup dengan x.xxx.xxx Rupiah kita bisa booking Santi dan menggunakan jasa untuk memuaskan syahwat. Selamat menikmati aja deh bro n sis yang doyan porno-porno, harap teratur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Namanya Santi, nomor hpnya xxxxxxxxxxx <img src='http://www.ceritasex.cn/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Gadis panas ini punya toket yang mancung dan memek yang menjepitttt banget, doyan ngentot untuk memuaskan hasrat birahi kaum adam asalkan ada imbalannya hehe.. cukup dengan x.xxx.xxx Rupiah kita bisa booking Santi dan menggunakan jasa untuk memuaskan syahwat. Selamat menikmati aja deh bro n sis yang doyan porno-porno, harap teratur ya <img src='http://www.ceritasex.cn/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2907" title="ngentot-ama-santi-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-1-239x300.jpg" alt="" width="239" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2908" title="ngentot-ama-santi-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-2-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2909" title="ngentot-ama-santi-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2910" title="ngentot-ama-santi-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2911" title="ngentot-ama-santi-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><span id="more-2906"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2912" title="ngentot-ama-santi-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2913" title="ngentot-ama-santi-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2914" title="ngentot-ama-santi-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/10/ngentot-ama-santi-8-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">oooohhhhh enaknyaaaa nyummmmmmii creampie <img src='http://www.ceritasex.cn/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ngentot-dan-muncrat-di-memeknya-santi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

