<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita sex porno ngentot mesum perek ayam kampus &#187; nafsu</title>
	<atom:link href="http://www.ceritasex.cn/tag/nafsu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritasex.cn</link>
	<description>Kumpulan cerita sex, foto bugil, dan film porno</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 13:12:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Istri-Istri Pamanku Bagian 6 (TAMAT)</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/istri-istri-pamanku-bagian-6-tamat/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/istri-istri-pamanku-bagian-6-tamat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 08:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[istri pamanku]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[porno]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3229</guid>
		<description><![CDATA[Pinggulku menghentak semakin cepat dan cepat. Tubuh Bi Laha terguncang kesana kemari, dan gelinjangnya tampak sudah tak karuan. Tiba-tiba pahanya menjepit keras, dan pinggulnya yang sedari tadi berputar-putar liar itu diangkat tinggi-tinggi dan.., &#8220;Oooh&#8230; bibi keluar.. bibi keluaarrr&#8230; nggg&#8230;&#8221; Terdengar suara Bi Laha merengek panjang. Tangannya menjambak rambutku dan serta mencakar pundakku. atanya membelalak dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pinggulku menghentak semakin cepat dan cepat. Tubuh Bi Laha terguncang kesana kemari, dan gelinjangnya tampak sudah tak karuan. Tiba-tiba pahanya menjepit keras, dan pinggulnya yang sedari tadi berputar-putar liar itu diangkat tinggi-tinggi dan.., &#8220;Oooh&#8230; bibi keluar.. bibi keluaarrr&#8230; nggg&#8230;&#8221; Terdengar suara Bi Laha merengek panjang. Tangannya menjambak rambutku dan serta mencakar pundakku. atanya membelalak dan mulutnya meringis. Otot wajahnya tegang seperti orang yang tengah melahirkan. Ketika itu juga penisku terasa hangat disemprot oleh cairan orgasme Bi Laha. Dan dinding vaginanya seperti menyempit meremas-remas penisku. {{aahh, Rafiii&#8230; aahh aku.. aku juga keluaarrr&#8230; Nuke menghempaskan tubuhnya ke tembok. Gagang teleponnya terjatuh ke lantai.}} Suara apa itu? Seperti keluar dari gagang telepon yang tergeletak di sisi kepala Bi Laha yang kini terbaring lemas, seperti orang yang kehilangan tulang-belulang. Ah, mungkin cuma imajinasiku saja. Aku menghentikan aktifitasku, dan menikmati keindahan wajah isteri pamanku yang sedang mengalami orgasmenya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pipi ranum perempuan itu kini tampak memerah, buah dadanya mulai naik turun dengan irama teratur. Pelan-pelan wajah cantik itu membuka matanya, lalu dengan lembut ia mencium keningku dan dengan penuh kasih sayang memelukku erat.&#8221;Terima kasih sayang, terima kasih.&#8221; Bi Laha memandangku dengan mata berbinar. &#8220;Kamu sudah menghilangkan dahaga bibi selama ini..&#8221; &#8220;Sama-sama bi&#8230;, bibi juga merupakan perempuan diatas 30 yang tercantik dan terseksi yang pernah saya lihat. Ini kali pertama saya tidur dengan wanita seusia bibi. Dan&#8230;&#8221; Aku mencium bibirnya lembut. &#8220;Tingkah dan tubuh bibi nggak beda dengan perawan.&#8221; Perempuan itu tergelak, lalu mencubit pinggangku. &#8220;Dasar perayu, ayo kasih bibi satu menit untuk membersihkan diri, lalu giliran kamu bibi puaskan.&#8221; Ia mencabut penisku yang masih tegang dari vaginanya, lalu membimbingku ke kamar mandi. &#8220;Punyamu itu benar-benar mengerikan lho Fi..&#8221; Komentarnya ketika menyiramkan air dingin di tubuh kami berdua. Air dingin itu mendadak seakan memberi tenaga baru bagi kita berdua.</p>
<p style="text-align: justify;">Kesegarannya terasa mengalir dari ujung rambut hingga ujung kaki. Setelah mengeringkan tubuh, perempuan itu menarik tubuhku ke dalam pelukannya. Penisku yang sempat layu, kembali menegang menempel di perut mulusnya. &#8220;Hmm..&#8221; Ia bergumam kagum. &#8220;Si besar-mu itu sudah siap rupanya?&#8221; Aku mengangguk. &#8220;Kamu mau main di mana Fi? Di kamar bibi..?&#8221; Aku menggeleng &#8220;Ngga bi.., ini kamar Mang Iyus, saya nggak mau, bau kamar ini mengingatkan saya kalau bibi isteri paman saya dan itu membuat saya cemburu..&#8221; Bi Laha tersenyum bahagia mendengar kata-kataku itu, mukanya berbinar-binar persis seperti remaja yang sedang kasmaran. Ia pun mulai menggesek-gesekkan perutnya ke penisku membuat cairan bening itu keluar lagi membasahi pusar. &#8220;Kalau begitu kita main di sofa lagi ya..?&#8221; Tanpa menunggu jawaban, ia membimbingku menuju sofa. Gagang telepon itu masih tergeletak di sana. Sambil duduk, aku meraih gagang itu untuk kuletakkan kembali di tempatnya, namun Bi Laha mencegah. &#8220;Jangan. Biarkan disitu. Bibi ngga mau diganggu oleh telepon dari pamanmu.<br />
<span id="more-3229"></span><br />
Malam ini, kamulah suami bibi dan seorang isteri yang baik akan melakukan apa saja untuk menyenangkan suaminya&#8230; ya nggak yang..?&#8221; {{Benar firasatku. Mereka akan memulai lagi permainan panasnya! Tapi tak kusangka Laha sedemikian marahnya pada suamiku, ehm, suami kami. Seperti kemarahan yang terakumulasi lalu meletus dengan dahsyatnya. Oh kedengarannya mereka sudah mulai. Laha mulai mengerang dan merintih, wah sedang diapakan dia?? Hmh.. betapa beruntungnya kau Laha.. Semoga aku sempat mencicipi pemuda itu sebelum pulang ke Bandung!! Nuke melihat jam di dinding, sudah 20 menit sejak suaminya pergi ke dokter. Ahh, mudah-mudahan antreannya panjang. Lampu di kamar tengah itu padam. Nuke terbaring di atas kasur busa sambil menempelkan gagang telepon erat-erat di kupingnya. Tubuhnya telanjang bulat.}} Sehabis menggosok-gosokkan jemariku di lipatan vaginanya, dengan gemas kuraih tubuh telanjang isteri pamanku itu dan kududukkan di pangkuanku dengan posisi saling berhadapan. Kakinya yang mulus itu mengangkang sehingga bagian bawah penisku menempel tepat di belahan vaginanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dadanya yang busung tepat berada di depan mulutku. Dengan segera kubenamkan mulutku di belahan buah dadanya. &#8220;Emm.. &#8220;, Bi Laha menggelinjang genit &#8220;Kamu suka sekali sama susu Bibi ya..?&#8221; Sambil mulai menyedot putingnya aku mengangguk. Bi Laha mulai bergumam seperti orang terserang demam sambil memeluk leherku. Pantatnya digerakkannya maju mundur sehingga vaginanya menggesek-gesek batang penisku. Tak sampai 3 menit bergumul, Bi Laha sudah terangsang kembali. Kasihan Bibiku ini. Begitu lamanya ia menahan dahaga sehingga akibatnya, cepat sekali perempuan itu terangsang. &#8220;Ooohh Fiii.. bibi ngga tahan&#8230; &#8221; Tiba-tiba dengan cepat tangannya menangkap penisku, ia mengangkat pantatnya sedikit lalu menyelipkan kepala penisku di bibir vaginanya. Pelan-pelan, ia menurunkan pantatnya sehingga batang besar itu melesak ke dalam vaginanya yang, my god, sudah basah itu. &#8220;Aah.. sss&#8230; aahh..&#8221; Bi Laha mulai mendesis-desis merasakan kenikmatan di dinding vaginanya. Hmm, agak terlalu cepat prosesnya, pikirku. Lalu kuhentikan gerak pantat perempuan itu sehingga penis yang baru masuk seperempatnya itu tertahan di dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ohh&#8230; kok ditahan &#8216;yang..?&#8221; Bi Laha bertanya dengan nada kecewa. &#8220;Nggak, saya ingin cara lain bi.. bibi ngga keberatan kan..?&#8221;. Tiba-tiba perempuan itu tersenyum malu dan melepaskan penisku dari jepitan vaginanya. Ia lalu merebahkan tubuhnya di atas tubuhku sambil memelukku mesra. &#8220;Maaf &#8216;yang, bibi lupa sasma kamu. Bibi memang egois. Bibi cuma memikirkan bagaimana untuk secepatnya orgasme lagi.. Maklum, anak perawan..&#8221; Kami berdua tergelak. Bi Laha, Bi Laha.. sayang kau isteri orang.&#8221;Oke, kamu mau bibi ngapain supaya puas&#8230;&#8221;"Coba bibi berlutut di depan saya..&#8221; Bi Laha tersenyum dan berlutut tepat diantara dua pahaku. Penisku kini tepat berada di dadanya yang montok.&#8221;Terus.. ngapain..?&#8221; Katanya polos.&#8221;Tutup mata bibi dan buka mulut.. saya ingin mencium bibir bibi sambil berlutut..&#8221;"Uuuhh.. macem-macem.. &#8221; Ujarnya manja, sambil menutup mata dan membuka mulutnya.&#8221;Mulutnya kurang lebar bi.. saya ingin menjilat lidah bibi..&#8221;{{Apa yang kau inginkan Rafi..? Jangan-jangan ia ingin agar Laha memasukkan&#8230;}}&#8221;mm! mm!&#8221; Bi Laha menjerit-jerit kaget ketika kumasukkan penisku ke dalam mulutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia terbelalak melihat batang besar itu bergerak keluar masuk rongga mulutnya. Tampak ia agak jijik dan risih sehingga beberapa kali tampak hendak meludahkan penis itu keluar. Namun, tanganku dengan kokoh menahan kepalanya untuk memaksa mencicipinya.&#8221;Maaf bi, saya paling suka kalau penis saya dikulum. Saya takut kalau minta, bibi malah nggak mau. Nah, terpaksa saya agak maksa. Tapi rasanya nikmat kan?&#8221;"Mmmm&#8230;!&#8221; Bi Laha menggumam keras sambil memperlihatkan ekspresi berpura-pura marah. Tapi, ia mulai menggerakkan kepalanya naik-turun tanpa paksaan. Nafasnya juga ikut memburu. Rupanya dengan mengulum penisku ia semakin terangsang birahinya.&#8221;Yaahh.. begitu Bi.. tapi giginya jangan kena batang saya dong Bi.. sakiit.. Naahh begitu.. aouhh.. aahh..&#8221; {{Nuke memasukkan jari telunjuknya ke dalam mulut, lalu mengulumnya. Oh Rafiii, kau benar laki-laki penuh fantasi. Benar dugaanku, kau memang menginginkan penismu dikulum dan dihisap. Oooh nasib, kenapa Bi Laha selalu yang ditakdirkan untuk mendapat sesuatu pertama kali?</p>
<p style="text-align: justify;">Perempuan itu kemudian meremas buah dadanya dengan keras. Telunjuknya serasa berubah menjadi penis besar milik keponakan suaminya itu, walaupun ia tak pernah melihat bentuk aslinya. Tiba-tiba ia merasa batinnya seakan mengucapkan sumpah, &#8220;Aku harus mendapatkan pemuda itu, apapun resikonya!&#8221;}} &#8220;Bii.. sekarang sambil masuk keluar, lidah bibi digoyang dong.. supaya kena urat sebelah bawah yang deket kepala.. yaahh.. yaah.. gituuu.. addouww.. Bii.. ennakk.. aahh..&#8221; Aku mulai menggelinjang-gelinjang. Tubuhku kini bersandar dengan santai di sofa dan hanya pinggulku yang bergoyang-goyang mengikuti irama keluar-masuk mulut isteri pamanku itu. Bi Laha memang orang yang cepat belajar. Terbukti tanpa petunjuk, ia mulai mengembangkan sendiri teknik-teknik oral seks. Seperti yang sedang ia lakukan saat ini, Bi Laha tengah menyedot sambil sesekali menggigit urat sensitif di bawah kepala penisku. Lalu, ia juga mengecup dan mencubit-cubit dengan bibirku batang penisku dari arah kepala sampai kedua bola di pangkalnya. Dan yang gila, ia kini bisa mengkombinasikan antara kuluman dan kocokan tangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Penisku digenggamnya di bagian atas lalu diturunkannya ke pangkal batang. Ketika bagian kepala penisku keluar dari ujung genggamannya, mulutnya langsung menyambut untuk dikulum. Demikian seterusnya. Aku hanya bisa berkata &#8220;Biii.. bibiii&#8230; ennnaakkk.. aahh..&#8221; seraya membelai-belai punggungnya yang putih mulus itu. Kadang-kadang belaianku itu mendekati belahan pantatnya, yang sesekali kuremas gemas. {{Hebat kau Laha, aku iri padamu. Kau bisa membuat pemuda itu mengerang keenakan dengan sedotan dan hisapanmu. Itu berarti, kau ahli memuaskan lelaki.}} Aku mencabut penisku dari mulutnya lalu mengecup bibirnya mesra. &#8220;Terima kasih Bi&#8230;, Bibi memang baik sekali&#8230;&#8221; &#8220;Tapi, kamu kan belum keluar &#8216;yang..?&#8221; &#8220;Hehe.. nanti juga keluar sendiri.. bi.. pinjam susunya dong..&#8221; Aku meletakkan penis besarku di belahan buah dada bibiku yang montok itu. Seakan sudah berpengalaman, perempuan itu menjepit penisku dengan buah dada kiri kanannya, lalu pelan-pelan mulai bergerak naik turun. &#8220;Oaah&#8230; Oaahh.. Biii.. Bibiii jepitan susunya nikmat bangeeett.. penis saya rasanya diremes-remes.. aahh&#8230;&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">{{Nuke mengangkat kedua pahanya sehingga dengkulnya nyaris menyentuh buah dadanya, lalu ia memasukkan jari tengahnya ke dalam liang vaginanya. aahh, aku tak tahan lagi mendengar permainan mereka. Aku ingin cepat-cepat orgasme lagi. Dan perempuan itu mulai memutar-mutarkan jarinya di liang lembab itu. Rafi, Laha, kalian memang gila. Belum pernah aku mendengar kisah persetubuhan sepanas kalian. Apalagi yang sedang kalian lakukan sekarang. Menjepit penis dengan kedua buah dada? Lalu, si lelaki menggerakkan penisnya maju mundur? Ohh benar-benar sensasional! Tiba-tiba didengarnya suara pemuda itu berkata, &#8220;Bii.. saya ngga tahan lagi.. bibi benar-benar merangsang birahi saya.. Coba sekarang bibi berdiri menungging. Pegang dudukan sofa ini..&#8221; &#8220;Begini Fi..?&#8221;"Yak&#8230; betul. Kakinya dibuka agak lebar.. yak. Fuuuhh.. Pantat bibi seksi sekaliii..&#8221; Terdengar suara pemuda itu seperti memuja sesuatu. &#8220;Kalau bibi goyang seperti ini, kamu suka?&#8221; Laha mulai menggoda dengan nada senang. Tentu saja senang. Siapa yang tak senang dipuji? Tanpa sadar Nuke berkata ketus dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;&#8216;Yang.. kamu mau masukin dari belakang?&#8221;"Yak.. ini satu lagi kesukaan saya.. bibi pernah melakukannya?&#8221;"Boro-borooo..&#8221; Nuke tersenyum masam mendengar jawaban Laha. Perempuan itu benar. Kang Iyus adalah lelaki tanpa fantasi. Baginya seks adalah suatu kewajiban. Bukan alat untuk mencapai kenikmatan. Nuke pun mulai bisa mengerti mengapa isteri tua suaminya itu nekad berselingkuh dengan keponakannya sendiri. Tiba-tiba terdengat suara Laha merintih-rintih. &#8220;Sakit bi&#8230;?&#8221; Oh, pemuda itu mulai memasukkan penisnya dari belakang! Ow, pasti nikmat sekali..!}} &#8220;Sedikit.. sss&#8230; pelan-pelan ya yang..?&#8221; Bi Laha mencengkeram kain dudukan sofa itu seraya menggigit bibir. Rupanya ia merasa sakit menerima peneterasi dari arah belakang untuk pertama kalinya. Baru separuh penisku memasuki vaginanya. Aku membelai pantat yang sedang menungging itu, terus ke arah punggung, lalu ke bawah menyambut buah dadanya yang bergelantungan. Kepalanya menengok kebelakang ingin melihat bagaimana penis besarku memasuki vaginanya.&#8221;Coba dorong lagi Fi.. sedikit-sedikit ya..?&#8221; Aku mengangguk dan mendesakkan penisku semakin dalam.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Yaahh.. iyyyaahh.. RAFiii&#8230; auh.. panjang sekali punyamu yang&#8230;&#8221; Perempuan itu menjerit ketika seluruh penisku amblas tertanam dalam vaginanya yang becek itu. Lalu mulailah aku menikmati posisi kesukaanku itu. Kuhentakkan keras-keras pinggulku ke pantat Bi Laha. Setiap hentakan menyebabkan pantatnya bergetar dan buah dadanya berayun keras. Setiap hentakan itu juga menyebabkan mulut seksi perempuan berusia 30-an itu menjerit dan meringis. Lalu tempelkan perut dan dadaku di punggung mulusnya. Tangan kananku mulai meremas-remas kedua buah dadanya serta memilin putingnya, sedang tangan kiriku mengocok tonjolan daging di pangkal vagina yang dipenuhi oleh bulu-bulu keriting itu. &#8220;aahh.. aahh.. nikmat sekali yang&#8230; posisi ini ennnaakk&#8230;&#8221; Hampir 5 menit kami bergumul dalam posisi menungging. Tiba-tiba kurasakan desiran itu bergerak cepat dari ujung kepala, turun ke dada, melewati perut, dan terus ke selangkangan&#8230; Otot-ototku mulai menegang. &#8220;Biii.. bibi&#8230; Saya mau keluar biii..&#8221;"Ya sayang.. ayo sayang.. bibi juga mau keluar.. bibi juga mauuu..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">{{Ooohh Rafiii, aku jugaa&#8230; Nuke mempercepat tusukan jari tengah di vaginanya. Terdengar suara mobil suaminya memasuki halaman. Nuke tak peduli.}}</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mendekatkan kepalaku ke kepalanya, Bi Laha menengok dan menyambut ciumanku dari belakang. Kami saling memagut sambil terus merasakan gesekan-gesekan di kelamin kami yang semakin cepat, kocokanku di klitorisnya yang semakin liar, remasanku di buah dadanya yang semakin keras, ciuman kami yang semakin buas diiringi &#8220;mmhh&#8230; mmhh..&#8221; yang semakin keras dan sering. Tiba-tiba otot-otot tubuh kami menegang, lalu semakin menegang, semakin menegang, lalu&#8230;&#8221;Bibiii saya keluaar&#8230; aahh&#8230;&#8221; &#8220;Bibi juga sayang, bibi jugaa&#8230; nnggg&#8230;&#8221; {{Tubuh Nuke meregang, lalu ia menusukkan jemarinya dalam-dalam. Dan.. aaouuuhh&#8230; aku orgasme.. aku orgasmeee! Gila! Untuk kedua kalinya! Terdengar suara pintu mobil dibuka. Nuke melompat, menutup telepon, membawa kasur busa dan menghilang ke balik kamar tidurnya.}}</p>
<p style="text-align: justify;">Malam itu, atas permintaannya aku menyetubuhi bibiku sekali lagi di atas meja makan. Untuk membalas hutang tadi siang, begitu alasannya dengan nada gurau. Sesudah itu kamipun tidur berpelukan dengan mesra di kamarku sambil bertelanjang bulat. Sebelum tidur kami mengucapkan beberapa kata cinta dan berciuman lamaa sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">TAMAT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/istri-istri-pamanku-bagian-6-tamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercumbu dengan Tante Linda</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/bercumbu-dengan-tante-linda/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/bercumbu-dengan-tante-linda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 22:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[oh yes]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3207</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Ade, umurku waktu itu sekitar 19 tahun, aku kini kuliah di OSU, Amerika. Kebetulan aku kost di salah satu kenalan Oom aku di sana yang bernama Tante Linda. Wuih, dia itu orangnya baik benar kepadaku. Kebetulan dia seorang istri simpanan bule yang kaya raya tapi sudah tua. Jadilah aku kost di rumahnya yang memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Namaku Ade, umurku waktu itu sekitar 19 tahun, aku kini kuliah di OSU, Amerika. Kebetulan aku kost di salah satu kenalan Oom aku di sana yang bernama Tante Linda. Wuih, dia itu orangnya baik benar kepadaku. Kebetulan dia seorang istri simpanan bule yang kaya raya tapi sudah tua. Jadilah aku kost di rumahnya yang memang agak sepi, maklumlah di sana jarang memakai pembantu sih. Tante Linda ini orangnya menurutku sih seksi sekali. Buah dadanya besar bulat seperti semangka dengan ukuran 36C. Sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti peragawati. Sedangkan perutnya rata soalnya dia belum punya anak, yah maklumlah suaminya sudah tua, jadi mungkin sudah loyo. Umurnya sekitar 33 tahun tapi kulitnya masih mulus dan putih bersih. Hal ini yang membuatku betah berlama-lama di rumah kalau lagi nggak ada urusan penting, aku malas keluar rumah. Lagian aku juga bingung mau keluar rumah tapi nggak tahu jalan. Dan sehari-harinya aku cuma mengobrol dengan Tante Linda yang seksi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata dia itu orangnnya supel benar nggak canggung cerita-cerita denganku yang jauh lebih muda. Dari cerita Tante Linda bisa aku tebak dia itu orangnya kesepian banget soalnya suaminya jarang pulang, maklum orang sibuk. Makanya aku berupaya menjadi teman dekatnya untuk sementara suaminya lagi pergi. Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan Tante Linda semakin kuat saja, lagi pula si Tante juga memberi lampu hijau kepadaku. Terbukti dia sering memancing-mancing gairahku dengan tubuhnya yang seksi itu. Kadang-kadang kupergok Tante Linda lagi pas sudah mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja, wah melihat yang begitu jantungku deg-degan rasanya, kepingin segera membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang- kadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Malah waktu itu aku sempat mengintip dia lagi mandi sambil masturbasi. Wah pokoknya dia tahu benar cara mancing gairahku.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai pada hari itu tepatnya hari Jumat malam, waktu itu turun  hujan gerimis, jadi aku malas keluar rumah, aku di kamar lagi main internet, melihat gambar-gambar porno dari situs internet, terus tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar perempuan bugil. Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang sekali sekitar 15 cm, habis aku sudah terangsang banget sih. Tanpa kusadari tahu-tahu Tante Linda masuk menyelonong saja tanpa mengetuk pintu, saking kagetnya aku nggak sempat menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu. Tante Linda sempat terbelalak melihat batang kemaluanku yang sedang tegang, langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis. &#8220;Hayyoo lagi ngapain kamu De?&#8221; &#8220;Aah, nggak Tante lagi main komputer&#8221;, jawabku sekenanya. Tapi Tante Linda sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku. &#8220;Ada apa sih Tante?&#8221; tanyaku. &#8220;Aah nggak, Tante cuma pengen ajak kamu temenin Tante nonton di ruang depan.&#8221;<br />
<span id="more-3207"></span><br />
&#8220;Ohh ya sudah, nanti saya nyusul yah Tan&#8221;, jawabku.&#8221;Tapi jangan lama-lama yah&#8221;, kata Tante Linda lagi.Setelah itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku beranjak keluar kamar tidur dan menemani Tante Linda nonton film semi porno yang banyak mengumbar adegan-adegan syuuurr.Melihat film itu langsung saja aku jadi salah tingkah, soalnya batang kemaluanku langsung saja bangkit lagi nggak karuan. Malah malam itu Tante Linda memakai baju yang seksi sekali, dia memakai baju yang ketat dan gilanya dia nggak pakai bra, soalnya aku bisa lihat puting susunya yang agak muncung ke depan. Karuan saja, gairahku memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi yah apa boleh buat aku nggak bisa apa-apa. Sedangkan batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku mencoba bergerak-gerak sedikit guna membetulkan letaknya yang miring. Melihat gerakan-gerakan itu Tante Linda langsung menyadari sambil tersenyum ke arahku. &#8220;Lagi ngapain sih kamu De?&#8221;"Ah nggak Tante..&#8221;Sementara itu Tante Linda mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat dalam sofa panjang itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kamu terangsang yah De, lihat film ini?&#8221;"Ah nggak Tante biasa aja&#8221;, jawabku mencoba mengendalikan diri. Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya kuhisap-hisap sambil kugigit putingnya yang keras. Tapi rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante Linda pun rupanya juga sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu. &#8220;Menurut kamu Tante seksi nggak De?&#8221; tanyanya.&#8221;Wah seksi sekali Tante&#8221;, kataku.&#8221;Seksi mana sama yang di film itu?&#8221; tanyanya lagi sambil membusungkan buah dadanya sehingga terlihat semakin membesar.&#8221;Wah seksi Tante dong, abis Tante bodynya bagus sih.&#8221; kataku.&#8221;Ah masa sih?&#8221; tanyanya.&#8221;Iya bener Tante, sumpah&#8230;&#8221; kataku.Jarak duduk kita semakin rapat karena Tante Linda terus mendekatkan dirinya padaku, lalu dia bertanya lagi kepadaku,&#8221;Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama Tante?&#8221;"Mmaaauu Tante&#8230;&#8221; Ah seperti dapat durian runtuh kesempatan ini tidak aku sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri pada Tante Linda.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Wahhhh barang kamu gede juga ya De&#8230;&#8221; katanya.&#8221;Ah Tante bisa aja deh&#8230; Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. sampe saya gemes deh ngeliatnya&#8230;&#8221; kataku.&#8221;Ah nakal kamu yah De&#8221;, jawab Tante Linda sambil meletakkan tangannya di atas kemaluanku, lalu aku mencoba untuk tenang sambil memegang tangannya.&#8221;Waah jangan dipegangin terus Tante, nanti bisa tambah gede loh&#8221;, kataku.&#8221;Ah yang bener nih?&#8221; tanyanya.&#8221;Iya Tante.. ehhh, eehhh saya boleh pegang itu Tante nggak?&#8221; kataku.&#8221;Pegang apa?&#8221; tanyanya.&#8221;Pegang itu tuh..&#8221; kataku sambil menunujukkan ke arah buah dada Tante yang besar itu.&#8221;Ah boleh aja kalo kamu mau.&#8221;Wah kesempatan besar nih, tapi aku agak sedikit takut pegang buah dadanya, takut dia marah tapi tangan si Tante sekarang malah sudah mengelus-elus kemaluanku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus buah dadanya.&#8221;Ahhh.. arghhh enak De.. kamu nakal yah&#8221;, kata Tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku.&#8221;Loh kok dilepas sih De?&#8221;"Ah, takut Tante marah&#8221;, kataku.&#8221;Ooohh nggak sayang&#8230; kemari deh.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tanganku digenggam Tante Linda, kemudian diletakkan kembali di buah dadanya sehingga aku pun semakin berani meremas-remas buah dadanya. &#8220;Aaarrhh&#8230; sshh&#8221;, rintihan Tante semakin membuatku penasaran, lalu aku pun mencoba mencium Tante Linda, sungguh diluar dugaanku, Tante Linda menyambut ciumanku dengan beringas, kami pun lalu berciuman dengan mesra sekali sambil tanganku bergerilya di buah dadanya yang sekal sekali itu. &#8220;Ahhh kamu memang hebat De.. terusin sayang.. malam ini kamu mesti memberikan kepuasan sama Tante yah.. ahhh.. arhhh.&#8221;"Tante, saya boleh buka baju Tante nggak?&#8221; tanyaku.&#8221;Oohhhh silakan sayang&#8221;, lalu dengan cepat kubuka bajunya sehingga buah dadanya yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilat-jilat buah dadanya yang memang aku kagumi itu. &#8220;Aahhh&#8230; arghhh&#8230;&#8221; lagi-lagi Tante mengerang-erang keenakan. &#8220;Teruss.. terusss sayang&#8230; ahhh enak sekali&#8230;&#8221; lama aku menjilati buah dada Tante Linda, hal ini berlangsung sekitar 10 menitan sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu sekilas kulihat tangan Tante Linda sedang mengelus-elus bagian klitorisnya sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kupelororti. &#8220;Aahhh buka saja sayang&#8230; jangan malu-malu&#8230; ahhhh&#8230;&#8221; nafas Tante Linda terengah-engah menahan nafsu, seperti kesetanan aku langsung membuka celananya dan kuciumi CD-nya. Waah, dia lagsung saja menggelinjang keenakan, lalu kupelorotkan celana dalamnya sehingga sekarang Tante Linda sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang penuh dengan bulu yang ditata rapi sehingga kelihatan seperti lembah yang penuh dengan rambut. Lalu dengan pelan-pelan kumasukan jari tengahku untuk menerobos lubang kemaluannya yang sudah basah itu. &#8220;Aahrrrh&#8230; sshh&#8230; enak De.. enak sekali&#8221;, jeritnya. Lalu kudekatkan mukaku ke liang kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin mengkilap itu, lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluan Tante dengan lidahku turun naik sepeti mengecat saja. Tante Linda semakin kelabakan, dia menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil memeras buah dadanya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aahhh&#8230; sshhh come on baby.. give me more, give me more&#8230; ohhhh&#8221;, dengan semakin cepat kujilati klitorisnya dan dengan jari tanganku kucoblos lubang kemaluannya yang semakin lama semakin basah. Beberapa saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya dia mau orgasme. Lalu kupercepat tusukan-tusukan jariku sehingga dia merasa keenakan sekali lalu seketika dia menjerit, &#8220;Oohh aaahh&#8230; Tante sudah keluar sayang&#8230; ahhh&#8221;, sambil menjerit kecil pantatnya digoyang-goyangkan untuk mencari lidahku yang masih terus menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati sampai habis. Kemudian tubuhnya tenang seperti lemas sekali, lalu dia menarik tubuhku ke atas sofa. &#8220;Wah ternyata kamu memang hebat sekali, Tante sudah lama tidak sepuas ini loh&#8230;&#8221; sambil mencium bibirku sehingga cairan liang kemaluannya berlepotan ke bibir Tante Linda. Sementara itu batang kemaluanku yang masih tegang di elus-elus oleh Tante Linda dan aku pun masih memilin-milin puting Tante yang sudah semakin keras itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Aahh..&#8221; desahnya sambil terus mencumbu bibirku. &#8220;Sekarang giliran Tante sayang&#8230; Tante akan buat kamu merasakan nikmatnya tubuh Tante ini.Tangan Tante Linda segera menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnya batang kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit, tapi kudiamkan saja habis enak juga diremas-remas oleh tangan Tante Linda. Lalu aku juga nggak mau kalah, tanganku juga terus meremas-remas payudaranya yang indah itu. Terus terang aku paling suka dengan buah dada Tante Linda karena bentuknya yang indah sekali, juga besar berisi alias montok. &#8220;Aahhh&#8230; shhh,&#8221;, rupanya Tante Linda mulai terangsang kembali ketika tanganku mulai meremas-remas buah dadanya dengan sesekali kujilati dengan lidah pentilnya yang sudah tegang itu, seakan-akan seperti orang kelaparan kuemut-emut terus puting susunya sehingga Tante Linda menjadi semakin blingsatan.&#8221;Ahh kamu suka sekali sama dada Tante yah De?&#8221;"Iya Tante, abis tetek Tante bentuknya sangat merangsang sih, terus besar tapi masih tetep kencang&#8230;&#8221;"Aahhh kamu emang pandai muji orang De..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu Tante Linda mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai pada akhirnya Tante Linda jongkok di bawah sofa dengan kepala mendekati batang kemaluanku. &#8220;Wahh batang kemaluanmu besar sekali De&#8230; nggak disangka kamu nggak kalah besarnya sama punya orang bule&#8221;, Tante Linda memuji-muji batang kemaluanku.Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya. Uaah, tak kuasa aku menahan erangan merasakan nikmatnya service yang diberikan Tante Linda malam itu. Lalu dia mulai membuka mulutnya lalu memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap-hisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pun nggak mau kalah, sambil mengelus-elus rambutnya sesekali kuremas dengan kencang buah dadanya yang montok sehingga Tante Linda bergelinjang menahan kenikmatan. Selang beberapa menit setelah Tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desiran-desiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu kuangkat Tante Linda kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang di atas karpet. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depanku.&#8221;Ahh De ayolah masukin batang kemaluan kamu ke Tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain memek Tante disodok-sodok sama batangan kamu yang besar itu.&#8221;"Iiiya Tante&#8221;, kataku. Lalu aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluan Tante Linda tapi aku nggak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan ke bibir kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda lagi-lagi menjerit keenakan, &#8220;Aahhh.. yes.. yes.. oh good.. ayolah sayang jangan tanggung-tanggung masukinnya&#8230;&#8221; lalu aku mendorong masuk batang kemaluanku.</p>
<p style="text-align: justify;">Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluan Tante Linda ini sehingga agak susah memasukkan batang kemaluanku yang sudah besar sekali itu. &#8220;Aahh.. shhh.. aoh.. oohhh pelan-pelan sayang.. terus-terus&#8230; ahhh&#8221;, aku mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika batang kemaluanku sudah masuk semuanya. Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan dengan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Tante Linda juga ikut-ikutan bergoyang-goyang. &#8220;Aahhh argghhh.. rasanya nikmat sekali karena goyangan pantat Tante Linda menjadikan batang kemaluanku seperti dipilin-pilin oleh dinding liang kemaluannya yang seret itu dan rasanya seperti empotan ayam. &#8220;Uuaahhh..&#8221; sementara itu aku terus menjilati puting susu Tante Linda dan menjilati lehernya yang dibasahi keringatnya. Sementara itu tangan Tante Linda mendekap pantatku keras-keras sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi. &#8220;Ooohh shhh sayang&#8230; enak sekali ooohhh yess&#8230; ooohh good&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">ooh yes&#8230;&#8221; mendenganr rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan permainan ini, &#8220;Aahh&#8230; cepat sayang Tante mau keluar ahh&#8221;, tubuh Tante Linda kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik rupayanya dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang kemaluanku yang lagi merojok-rojok lubang kemaluan Tante Linda. &#8220;Aahh&#8230; shhsss.. yess&#8221;, lalu tubuhnya kembali agak tenang menikmati sisa-sisa orgasmenya. &#8220;Wahh kamu memang bener-bener hebat De&#8230; Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar.&#8221;"Iiya Tante&#8230; bentar lagi juga Ade keluar nih&#8230;&#8221; sambil terus aku menyodok-sodok lubang kemaluan Tante Linda yang sempit dan berdenyut-denyut itu.&#8221;Ahh enak sekali Tante.. ahhh&#8230;&#8221;"Terusin sayang.. terus&#8230; ahhh.. shhh&#8221;, erangan Tante Linda membuatku semakin kuat merojok-rojok batang kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya.&#8221;Aauwh pelan-pelan sayang ahhh.. yes.. ahh good.&#8221;"Aduh Tante, bentar lagi keluar nih&#8230;&#8221; kataku.&#8221;Aahh Ade sayang&#8230; keluarin di dalam aja yah sayang.. ahhh..</p>
<p style="text-align: justify;">Tante mau ngerasin.. ahhh&#8230; shhh mau rasain siraman hangat peju kamu sayang&#8230;&#8221;"Iiiyyaa&#8230; Tante..&#8221; lalu aku mengangkat kaki kanan Tante sehingga posisi liang kemaluannya lebih menjepit batang kemaluanku yang sedang keluar masuk lobang kemaluannya.&#8221;Aahhh&#8230; ohhh ahhh.. ssshhh.. Tante Ade mau keluar nih.. ahhh&#8221;, lalu aku memeluk Tante Linda sambil meremas-meremas buah dadanya. Sementara itu, Tante Linda memelukku kuat-kuat sambil mengoyang-goyangkan pantatnya. &#8220;Ah Tante juga mau keluar lagi ahhh&#8230; shhh&#8230;&#8221; lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. &#8220;Seeerr.. serr&#8230; crot.. crot&#8230;&#8221; &#8220;Aahhh enak sekali Tante&#8230; ahhh harder.. harder&#8230; ahhh Tante&#8230;&#8221; Selama dua menitan aku masih menggumuli tubuh Tante Linda untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante Linda membelai-belai rambutku. &#8220;Ah kamu ternyata seorang jagoan De&#8230;&#8221; Setelah itu ia mencabut batang kemaluanku yang masih agak tegang dari lubang kemaluannya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh lidahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap Tante Linda. Setelah kejadian ini kami sering melakukan hubungan seks yang kadang-kadang meniru gaya-gaya dari film porno yang banyak beredar di sana. Sekian, semoga ceritaku ini bisa jadi bahan bagi anda yang suka bersenggama dengan tante-tante.</p>
<p style="text-align: justify;">TAMAT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/bercumbu-dengan-tante-linda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istri-Istri Pamanku Bagian 2</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/istri-istri-pamanku-bagian-2/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/istri-istri-pamanku-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 22:39:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Sedarah]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[haus sex]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[istri pamanku]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[wanita binal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3202</guid>
		<description><![CDATA[(&#8220;Pemuda ini sungguh menggemaskan!&#8221; Laha tersenyum dalam hati. Ia mulai menyukai keponakan suaminya itu. Mukanya lumayan cakep, cerdas, orangnya baik, dadanya bidang. Tapi jailnya itu lho.. agak-agak menjurus. &#8220;Anak ini benar-benar tak tahu keadaan! Sadarkah dia kalau kejahilannya itu membuat aku.. aku.. terangsang? Apalagi.. apalagi.. melihat anunya yang&#8230; iiih&#8230; besarnya.&#8221; Laha mendesah membayangkan benda itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">(&#8220;Pemuda ini sungguh menggemaskan!&#8221; Laha tersenyum dalam hati. Ia mulai menyukai keponakan suaminya itu. Mukanya lumayan cakep, cerdas, orangnya baik, dadanya bidang. Tapi jailnya itu lho.. agak-agak menjurus. &#8220;Anak ini benar-benar tak tahu keadaan! Sadarkah dia kalau kejahilannya itu membuat aku.. aku.. terangsang? Apalagi.. apalagi.. melihat anunya yang&#8230; iiih&#8230; besarnya.&#8221; Laha mendesah membayangkan benda itu memasuki dirinya. Diam-diam, ia agak kecewa keponakannya tak sungguh-sungguh menurunkan ritsluitingnya.) &#8220;Hehe.. Kebetulan Bi.. berhubung kita sudah kepalang ngeres.. kita cerita-cerita pengalaman ngeres yuk?&#8221;"Yang ngeres kan kamu Fi bukan bibi&#8230;&#8221; Katanya memprotes.&#8221;Iya deehh.. saya yang ngeres.. tapi mata bibi tadi juga ngeres.. buktinya tadi bibi ngeliatin terus &#8216;punya&#8217; saya.&#8221;"Itu bukan ngeres tauk! Itu kaget! Habisnya&#8230;&#8221; Seperti sadar karena kelepasan omong, Bi Laha tak melanjutkan kata-katanya. Ia menutup mata dengan tangannya sembari menggigit bibirnya yang tak kuasa menyunggingkan senyum.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Abisnya apa Bi..? Abisnya besar ya&#8230;&#8221; Aku melanjutkan kata-katanya sambil menyeringai.. Muka Bi Laha memerah, sambil lagi-lagi membuang muka, ia mengangguk.&#8221;Naah.. makanya.., biar asyik.. gimana kalau kita cerita tentang bagaimana si &#8216;besar&#8217; saya itu bisa membuat perempuan tergila-gila&#8230;&#8221; Bi Laha tersenyum dan kembali memandangku.&#8221;Kamu memang gila.. tapi&#8230; boleh juga tuh.. walaupun kedengarannya agak serem, asal jangan nakut-nakutin bibi kayak tadi lagi ah..&#8221;"Nggaa.. janji deh bi.. anggap saja sekarang kita lagi belajar anatomi tubuh, kalaupun saya menunjukkan bagian tubuh saya pada bibi, itu cuma demi pengetahuan kok.. suer..&#8221; Kataku seenaknya untuk menenangkan hatinya. Lalu perempuan itu meletakkan dagu di atas tangannya yang bertelekan di atas meja, menungguku bercerita. Akibatnya, buah dadanya tampak semakin menggelembung terganjal meja. Saat itu aku menyesal kenapa tidak diciptakan sebagai meja.&#8221;Bi.. saya sudah kenal perempuan sejak SMA lho.. entah kenapa.. nafsu saya besar sekali.. sejak kali pertama itu, hampir tiap hari saya minta &#8216;begituan&#8217; sama dia.. sampai-sampai dia sendiri kewalahan.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dia itu teman SMA kamu Fi..?&#8221;"Heheh.. rahasia.. pokoknya perempuan.. cantik, montok, dan seksi..&#8221;"Sampai sekarang, kamu juga minta &#8216;gituan&#8217; tiap hari Fi..?&#8221;, &#8220;Ngga.. sekarang agak berkurang.. paling banyak tiga kali seminggu..&#8221;"Kalau ngga ada perempuannya?&#8221; Bi Laha mulai penasaran.&#8221;Ya swalayan dong bi&#8230; seperti sekarang, karena saya lagi ngga punya teman tidur, yaa terpaksa, kecuali kalau bibi&#8230;&#8221;"Aa.. tuh kaan.. mulai lagii..&#8221; Nada bicara Bi Laha terdengar merajuk.&#8221;Heheh.. bercanda&#8230; Nah.. selera saya selalu pada perempuan yang liar.. yang ngga malu untuk teriak-teriak.. yang kalau cium bibir lelaki seperti orang kehausan mencari air.. yang kalau saya tindih badannya menggeliat-geliat sehingga payudaranya yang tergencet menggesek-gesek dada saya.&#8221; Bi Laha nampak tercengang mendengar kata-kataku mengalir begitu saja tanpa rasa risih.(&#8220;Edan! Belum pernah terlintas sedikitpun dalam benakku untuk mendengarkan cerita seks dari seorang lelaki bukan suamiku. Celakanya, kini aku mendengarkan cerita-cerita itu dari mulut keponakanku sendiri.&#8221;)</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Heheh.. santai saja bi.. saya ngga ngerasa risih ngomong beginian sama bibi, habis bibi nikmat diajak ngobrol, jadi yaa alami saja lah..&#8221; Perempuan itu agak tersipu karena &#8216;terbaca&#8217; olehku.&#8221;Sampai dimana tadi..? O ya.. perempuan liar.. tapi jangan salah bi.. saya selalu memulai dengan lembut.. penuh rasa sayang&#8230; biasanya saya mulai cium pipinya.. terus hidungnya.. lalu mampir ke kuping.. saya paling suka menggigit daun telinga dan menjilati lubangnya.. biasanya teman-teman perempuan saya sampai disitu sudah ngga tahan.. kalau liarnya keluar, macem-macem deh reaksinya.. ada yang minta payudaranya diremes keras-keras.. ada yang minta putingnya digigit dan disedot.. ada juga yang langsung ngisep penis saya.&#8221;(&#8220;Aku benar-benar tak percaya pada apa yang kudengar. Anak muda yang belum genap 23 tahun ini menyebut kata &#8216;penis&#8217; dengan santainya di depan bibinya yang berumur 35! Tunggu. Apa katanya? Seorang perempuan pernah menghisap anunya? Gila. Perempuan macam apa itu? Seperti apa bentuk mulutnya? Hmm, apakah anu sebesar itu muat di dalam mulutku?&#8221; Laha mengeluh karena pertanyaan-pertanyaan itu pada akhirnya merangsang dirinya sendiri. Desiran rasa geli dan gatal itu semakin deras terasa di selangkangannya.)<br />
<span id="more-3202"></span><br />
Nafas Bi Laha mulai memburu. Berkali-kali tampak ia menelan ludah. &#8220;Ko.. penis kamu pernah diisep perempuan Fi..?&#8221; Ia menyebut kata &#8216;penis&#8217; dengan sedikit risih karena tidak biasa. Suaranya terdengar serak. Aku mengangguk. &#8220;Rasanya kayak apa ya Fi..?&#8221; &#8220;Bibi belum pernah ngisep burung..?&#8221; Bi Laha kembali tersipu. Ia agak jengah dengan pertanyaanku yang tembak langsung itu. Walaupun sedikit kikuk, ia mencoba menjawabnya. &#8220;Ehm.. gimana ya bilangnya Fi.. soalnya Mang Iyus biasanya langsung tancep sih.. terus&#8230; dianya molor.. jadi ya ngga ada variasi..&#8221; &#8220;Jadi belum pernah dong?&#8221; Kejarku, dan perempuan itu menggeleng.(&#8220;Sialan!! anak ini pasti menertawakanku&#8221;, Laha menggerutu dalam hati. Ia teringat pesan kakak perempuannya untuk tidak menghisap dan menjilat anu suaminya kalau tidak diminta. Nanti kamu dikira murahan, begitu alasannya. Dan suaminya memang tak pernah meminta. Dan perempuan itu memang tak akan menunggu diminta kalau anu suaminya berukuran sebesar keponakannya. Dan kata &#8216;penis&#8217; dirasanya lebih kasar dibanding &#8216;anu&#8217;.)</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Heheh kasihan bibiku sayang.. tapi jangan kawatir.. nanti saya ajarin deh cara-caranya.. tapi prakteknya tunggu sampai Mang Iyus sembuh dulu ya..?&#8221; Aku mencoba menghibur. Namun, Bi Laha hanya tersenyum masam pertanda apatis. &#8220;Ada cara lain sih bi.. ya swalayan itu tadi.. masturbasi..&#8221;"Tapi&#8230; tapi kan masturbasi akan terasa lebih nikmat kalau kamu sudah pernah ngerasain yang sebenarnya..&#8221;"Betul sekali bi.. tapi saya ada solusi untuk itu.. &#8221; Aku bangkit mengitari meja dan duduk di sampingnya. Kami berdua duduk di kursi tanpa sandaran. (&#8220;Rafi, mau kau apakan bibimu ini?&#8221;)&#8221;Saya ngga akan apa-apain bibi.. jangan takut..&#8221; kataku disambut senyum manisnya. Amboii cantiknya. Tiba-tiba batinku seakan mengucapkan janjinya bahwa di malam inilah aku akan menikmati tubuh sintal isteri pamanku. &#8220;Pejamkan mata bibi.. saya akan mengelus muka dan tangan bibi.. lalu bibi harus berfantasi sesuai petunjuk saya.. Ok?&#8221; Tanpa minta persetujuan aku berdiri di belakang Bi Laha dan dengan lembut menutup matanya. &#8220;Atur nafas bibi..&#8221; Lalu aku meletakkan jari telunjuk dan tengahku di pipi kanannya &#8220;Bayangkan jari saya ini bibir lelaki ya bi..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">(&#8220;oooh apa yang harus kulakukan.. apa yang harus kulakukan.. haruskah aku mengikuti kata-katanya? Haruskah aku berfantasi? Pantaskah seorang bibi berfantasi sexual bersama keponakannya sendiri? Atau sebaiknya aku pergi dari sini? Keponakan sialan! Kamu sengaja, kamu tau bibimu lagi butuh.. kamu tau bibimu seorang isteri kesepian..&#8221;) Bi Laha tak bereaksi. Ia menurutiku menutup mata. Hanya saja terasa otot tubuhnya menegang. Mungkin malu, tegang, dan gairah bercampur jadi satu. Kedua jariku mulai menelusuri pipinya yang mulus dan kencang, menelusuri sisi hidungnya yang indah, kemudian berhenti sebentar di bibirnya yang seksi dan tampak basah. Pelan-pelan kucubit bibir bawahnya, &#8220;mmhh..&#8221; Perempuan itu menghela nafas. &#8220;Bi.. bayangkan seorang lelaki mencium lembut bibir bibi lalu sesekali ia menggigit bibir bawahnya..&#8221; Sementara itu tangan kiriku mulai mempermainkan daun telinganya. &#8220;sss&#8230;&#8221; Bi Laha mendesis dan menggeliat kegelian. Penisku mendadak berdenyut. Aku benar-benar hampir tak dapat menahan nafsu birahiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Siapa yang bisa tahan melihat perempuan montok berkulit kuning langsat dengan buah dada yang menggelembung keluar dari kebayanya tengah mendesis-desis kegelian..! Niat untuk memperkosanyapun mulai mendominasi sel-sel otakku. Terbayang betapa menggairahkannya menggumuli tubuh sintal ini seraya memaksanya bersetubuh. Tapi suara hatiku melarang. Perempuan ini isteri pamanmu! Perlakukan dia dengan semestinya! Heheh.., ternyata di situasi seperti ini masih ada juga peran suara hati. Jari tangan kananku sudah sampai ke dada Bi Laha, tepat sebelum daging buah dadanya. Sejenak jari-jariku membelai-belai tulangnya, sambil sedikit-sedikit mulai menyentuh gelembung buah dadanya yang empuk itu.(&#8220;Ooohh gilaa.. gillaa&#8230; apa yang kulakukan? Tangan anak muda ini seakan menjelma menjadi bibir seorang lelaki yang tengah menciumi, menjilati, dan menelusuri setiap lekuk liku tubuhku dan arahnya. Oh.. arahnya makin mengarah ke buah dadaku. Oh, akankah dia.. akankah dia&#8230;&#8221; Lalu perempuan itu merasakan aliran darahnya bergerak semakin cepat, semakin cepat. Lalu ia menggeser pinggulnya. Dan tersadar, kalau celana dalam nilonnya mulai basah di bagian selangkangan.)</p>
<p style="text-align: justify;">Nafas Bi Laha semakin terdengar tidak beraturan, matanya masih terpejam, alisnya mulai berkerut, bibirnya sedikit menganga, buah dadanya naik turun, tangan kanannya pelan-pelan turun ke selangkangannya dan disambut oleh jepitan kedua pahanya yang langsung bergerak menggesek satu sama lain, my god! Perempuan ini sudah tidak sungkan-sungkan untuk menggesek-gesekkan kewanitaannya ke tangannya sendiri di depanku. That&#8217;s good! Tangan kiriku turun dari telinganya dan mulai meremas-remas pundaknya yang sekal dengan hati-hatiku tempelkan penis yang sudah tegak berdiri di balik celana katunku ke punggungnya, tak ada reaksi lalu kutekan dengan sedikit keras sehingga penis besarku terasa gepeng terjepit oleh perutku dan punggungnya. Bi Laha tersentak dan membuka matanya, aku tidak peduli dan terus menggesek-gesekkan penisku, perempuan itu menengok kebelakang dan terbelalak melihat dari dekat bentuk penisku yang tercetak di celana katunku sedang menggesek-gesek punggungnya.</p>
<p style="text-align: justify;">(Laha merasa dirinya seperti orang bisu. Segala kata-kata yang ingin ditumpahkan untuk menceritakan kenikmatan yang tengah dialaminya terbendung di leher. Kala otaknya menyusun kalimat &#8220;Aku ingin buah dadaku dicium&#8221; maka mulutnya mengucapkan &#8220;Auuuhh..&#8221; Kala otaknya menyusun &#8220;Gigitlah putingku..&#8221; maka mulutnya mengucapkan &#8220;Emmhh&#8230;&#8221; Tak ada lagi koordinasi antara otak dan tubuh. Apalagi ketika batang kenyal besar itu mulai tergencet di punggungnya. Kehangatannya, kekenyalannya, ukurannya, menyebarkan getaran-getaran listrik ke seluruh pembuluh syaraf isteri kesepian itu. &#8220;Ingin benar rasanya aku membalikkan badanku, membuka ritsluitingnya, lalu meraih batang perkasa itu untuk kubelai, kuciumi lalu.. uh, beranikah aku memasukkannya ke mulutku? Beranikah aku menghisapnya? Lalu apa kata keponakanku nanti? Apa ia akan menganggapku murahan, seperti kata kakakku?&#8221; Lalu sel-sel otaknya mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang semakin menakutkan perempuan itu, &#8220;Pantaskah aku melakukan ini dengan keponakanku sendiri? Akankah ia memaksaku untuk bersetubuh dengannya?&#8221;Laha ingin sekali bisa bicara jujur pada hati nuraninya. Ia telah terlalu lama dahaga. Apalagi ia kini dimadu. Karena ingin jujur itulah, ia memberanikan diri berharap pertanyaan terakhirnya akan menjadi kenyataan. Lalu ia pun tersentak. Tinggal selangkah lagi bagi dirinya untuk menyandang predikat isteri tak setia.)</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba Bi Laha menatapku dengan kawatir, &#8220;Fi.. bibi takuut..&#8221; Aku tersenyum dan dengan lembut tangan kananku kembali menutup matanya, &#8220;Sshh.. ngga Papa bi.. nggada siapa-siapa kok dan bibi nggak akan saya apa-apain, suer..&#8221; dengan penuh perasaan janji-janji surgaku mengalir deras siap untuk mendinginkan gejolak ketakutannya and it works, otot tubuhnya kembali terasa santai bahkan beberapa saat kemudian Bi Laha mulai membalas gesekanku dengan menggerak-gerakkan punggungnya kekiri dan kekanan seakan hendak memberikan kesempatan pada setiap pori kulit punggungnya untuk menikmati kerasnya penisku. Melihat respon seperti itu aku mulai lepas kendali sambil terus menggesekkan penis, meremas pundak kirinya dan mulai membelai belahan buah dadanya dengan lembut kukecup leher kirinya seraya bibirku menelusurinya turun ke pundak,&#8221;Bi.. bayangkan lelaki itu mencium leher bibi.. terus turun ke pundak.. bayangkan bahwa sebentar lagi bibir itu akan melewati susu bibi, mencium-cium kecil sekeliling puting..&#8221;"Ouhh Fiii&#8230; sss..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Bi Laha mendesis keras seraya menggerakkan kepalanya ke kanan pertanda mulai terangsang, bibirku kemudian menggigit-gigit kecil daun telinganya dan kemudian aku memasukkan lidahku di lubang telinganya dan mulai menciumnya, kepala Bi Laha menggeleng-geleng agak liar,&#8221;Nggghh.. nggghh.. &#8221; Erangnya kegelian.&#8221;Senjata saya nikmat rasanya khan Bi&#8230;?&#8221; bisikku sambil terus menjilati telinganya. Sambil terus mengerang ia mengangguk,&#8221;Lebih besar dari Mang Iyus bi..?&#8221; Erangan isteri pamanku itu terdengar mengeras, lagi-lagi ia mengangguk.&#8221;Bibi mau ngerasain penis beneran saya..?&#8221; Bi Laha menengadahkan kepalanya dengan alis berkerut, mata terpejam dan mulut menganga.&#8221;hh.. mm.. Mau Fi.. ehh..&#8221;(Laha merasa otaknya sudah tak ada hubungan dengan organ lain tubuhnya. &#8220;Edan, aku benar-benar tak tahu apa yang diucapkan mulutku&#8221;, perempuan itu memaki. &#8220;Kata-katanya terlalu memojokkan. Penis pemuda ini terlalu menggairahkan. Kecupan, jilatan, dan rabaannya membuat selangkanganku semakin banjir. Ah, kata &#8216;penis&#8217; lebih baik dari &#8216;anu&#8217;, dan jauh lebih beradab dari &#8216;penis&#8217;.&#8221;)</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika itu juga kuselipkan tangan kananku ke balik beha hitamnya dan yesss&#8230; keempukan dan kekenyalan buah dada kanan isteri pamanku ini betul-betul terasa nikmat di dalam genggamanku, puting susunya begitu keras dan panjang.(&#8220;Ohh, ia meremas buah dadaku, pemuda itu benar-benar meremasnya! Inilah kali pertama buah dadaku diremas-remas tangan lelaki bukan suaminya. Ayo, ayo lebih keras, lebih keras, betapa selama ini aku merindukan tangan lelaki. Oh Rafii, kamu adalah pria kedua selama hidup yang pernah menjamah tubuhku.&#8221;)&#8221;Bi Laha.. bayangkan lelaki itu sekarang dengan buas sedang mencupang susu.. dan menyedot puting bibi&#8230;&#8221; r&gt;&#8221;Ouuuhh.. haahh..&#8221; Bi Laha menggelinjang sampai-sampai pantatnya terangkat dari kursi.. sikunya menyenggol gelas di atas meja sehingga tumpah.. seakan diingatkan tiba-tiba Bi Laha meronta mencoba melepaskan diri dari remasan dan ciumanku.(&#8220;Tunggu. Aku isteri orang! Dan anak muda yang tengah mempermainkan putingku ini adalah keponakanku! Auh, sudah lama putingku tidak mengeras seperti ini.&#8221;)</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Fi.. Fii.. sss.. ehh&#8230; Fiii&#8230; jangann.. nan.. nanti keterusan.. ahh.. jangan..&#8221; rintihnya memohon. Bukannya berhenti, malah dengan cepat kuselipkan juga tangan kiriku ke balik beha satunya sehingga sekarang kedua tanganku berada di balik behanya meremas kedua buah dada montok Bi Laha. Dengan sekali sentak, kukeluarkan kedua buah dada besar itu sehingga bentuknya menonjol ke atas karena tertahan oleh kedua cup beha di bagian bawahnya. Tanpa membuang waktu, jari jempol dan telunjukku memilin-milin putingnya yang berwarna coklat kemerahan itu. Bi Laha semakin mengerutkan alis dan mulutnya meringis seperti orang kepedasan, &#8220;Aouuuhh.. Fiii.. gelliii.. sss &#8221; Bi Laha mulai mendesah dan mendesis tak karuan. Kedua tangannya kini menjulur ke belakang memegang belakang pahaku.(&#8220;O Rafiii lebih keras, lebih keraass. Gigit puting bibimu sayang, gigit puting bibimuuu&#8230;&#8221;)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bersambung&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/istri-istri-pamanku-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngentot Wanita Berjilbab Part 1</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-1/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 16:25:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[anita]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[libido]]></category>
		<category><![CDATA[masturbasi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3135</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini akan kuceritakan sebuah petualangan seksualku bersema seorang wanita berjilbab yang kesehariannya sangat alim, mungkin kalian tidak akan percaya kejadian ini, bahkan saya pun kadang kala tidak bisa mempercaya bahwa saya pernah memadu cinta dengan seorang wanita yang alim. Oia, namaku adalah Erwin, aku mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi, umurku 21 tahun. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kali ini akan kuceritakan sebuah petualangan seksualku bersema seorang wanita berjilbab yang kesehariannya sangat alim, mungkin kalian tidak akan percaya kejadian ini, bahkan saya pun kadang kala tidak bisa mempercaya bahwa saya pernah memadu cinta dengan seorang wanita yang alim. Oia, namaku adalah Erwin, aku mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi, umurku 21 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Wanita itu bernama Ria Febrianita, ia biasa disapa Anita atau Nita. Wanita yang telah berumur 28 tahun dan telah memiliki anak 1 ini adalah tetanggaku, rumahnya hanya terpaut tiga rumah dari rumahku. Suaminya Pak Kirno, adalah mantan TNI yang kini tak bisa laki banyak beraktifitas akibat cederan yang dialaminya ketika melaksanakan tugas militernya di sebuah daerah di bagian timur Indonesia. Sementara Anita, adalah seorang ibu muda yang energik dan mandiri, dia adalah ketua kelompok pengajian ibu-ibu di lingkungan RW tempat tinggalku, ia pernah mengenyam pendidikan pesantren entah berapa tahun, namun di lingkunganku ia dikenal sebagai seorang wanita yang alim.</p>
<p style="text-align: justify;">Setia hari, Jilbabnya tak pernah lepas dari kepalanya, pakaiannya lebar tak bebas menunjukkan lekuk tubuhnya, walaupun kadang-kadang juga dia memilih busana yang agak sempit dan menunjukkan bagian tubuhnya yang menarik, seperti pantat dan payudaranya. Dia terlihat ramping jika mengenakan stelan daster dan mengenakan jilbab yang dilingkarkan ke lehernya, sebagian saja yang menutupi dada bagian kirinya, sisanya tentu saja masih kelihatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Wajahnya ayu dengan mata yang sayu dan kebiasaannya tersenyum kepada ibu-ibu, saya sering menyapanya dan menikmati sedikit senyumnya, bibirnya tipis berisi, hidungnya tidak terlalu mancung, juga tidak pesek. Aku senang memandangi pipinya yang tampak putih dan agak sedikit memerah, dia memang putih mulus. Tingginya sekitar 150an, aku masih lebih tinggi sedikit dibandingnya. Karena dia memang akrab dengan ibuku, aku sering bertamu ke rumahnya, jika bertamu dia tetap mengenakan jilbab, namun yang biasa saja dengan pakaian santai, pernah suatu hari aku datang menemuinya di pagi hari ketika disuruh oleh ibuku, dia menerimaku dengan tetap mengenakan jilbabnya, namun pakaian yang dikenakannya adalah, pakaian tidur, sehingga jelas terlihat bentuk tubuhnya, dia masih ramping walaupun telah melahirkan, pantatnya berisi dan pahanya lumayang menyenangkan bentuknya. Matanya yang sayu serta senyumnya yang anggun erpadu dengan ekspresi wajah baru bangun tidur, tanpa make up. Aku sangat gembira dan diam-diam memperhatikan tubuhnya, sesekali dia mengetahui kalau aku memperhatikan tubuhnya, namun dia mengacuhkan dan membuyarkan lamunanku saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu malam, saat aku baru pulang dari acara kongkow bersama teman-temanku, aku iseng berjalan pelan dan memperhatikan rumah Anita, malam cukup sepi waktu itu, kira-kira jam 1 malam, aku melihat ada bias cahaya dari ruang tamu Anita, Kupikir dia belum tidur tentunya, tidak mungkin itu suaminya, karena suaminya pasti telah tidur jam 9 atau jam 10 tadi. Jika yang menonton itu adalah keluarganya, tentu saja bukan, tak ada orang yang datang ke rumahnya hari ini, jika ada tentu saja ketahuan, aku tetangganya. Akhirnya aku iseng mendekati rumahnya dan mengintip apa yang dilakukan oleh Anita, kenapa dia belum tidur pada larut malam begini.<br />
<span id="more-3135"></span><br />
Samar-samar suara televisi terdengar olehku, volume televisinya disetting kecil, namun di malam seperti ini, suara seperti itu dapat keluar rumah, walaupun samar-samar. Dari dalam kudengar suara desahan demi desahan seorang wanita yang sepertinya sedang menikmati hubungan seksual, beberapa kali desahan terdengar sangar seksi setika wanita itu mengalami puncak ketikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ada yang aneh, beberapa kali suara desahan wanita di televisi diselingi suara desahan wanita yang lain, mungkin ada dua wanita yang bercinta. Aku heran, ternyata Anita yang kukenal sebagai seorang ibu muda yang alim juga senang menonton Video Porno, lama kelamaan pendengaranku fokus pada suara-suara yang terdengar samar, aku mencari sesuatu yang lebih, hingga suara desahan wanita yang lainnya dilanjutkan dengan erangan dan beberapa kata, &#8220;ouchhhh&#8230; ouchhhh enak banget sayang, pengen digituin&#8230;&#8221;, aku terhentak itu suara Anita.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aku mengintip dari jendela, mungkin dia sedang bercinta dengan suaminya, aku penasaran melihat tubuh telanjang Anita, tapi aku salah, dia tidak bercinta, tak ada seorangpun yang menemainya disana, dia sendirian, kulihat dia mengangkan, membuka pahanya yang lebar sambil menggosok memeknya, dia tak mengenakah jilbab, rambut hitam sedikit berombar tak karuan lagi, beberapa helai menutupi wajahnya, dia mengenakan baju tidur merah jambu, celananya telah lepas, kulihat pahanya putih mulus, berisi dan menggairahkan, aku ingin segera masuk dan membantunya, pikirku, namun tentu saja aku tidak bisa melakukannya, dia pasti akan berteriak dan bisa-bisa aku dipergoki massa.</p>
<p style="text-align: justify;">Kulihat dia memulai lagi proses berburu kenikmatannya, kulihat ia menengadahkan ke palanya ke atas, lehernya yang putih terlihat olehku, walaupun tak terlihat jelas, aku membayangkan disana ada bulu halus yang dapat kuciumi, kedua kakinya diangkat ke atas sambil dimekarkan, tangan kirinya perlahan menggosok bibir vaginanya, sambil bergoyang seperti seorang wanita sedang menari streaptise, dia mulai keenakan, tangan yang satunya mulai mempermainkan dadanya sendiri dari luar, kulihat dia mengejang kecil, yaaa beberapa kali tubuhnya mengejang, mungkin jari tangannya dimasukkan ke memeknya dan menyentuh itilnya, atau dia tak tahan menahan rangsangannya sendiri pada payudaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia mengejang dengan sangat erotis, saat ini dia tak bersandar lagi di sofanya, dia telah terbaring, kakinya rapat, dia melipat kakika dan menjepit tangannya yang diam di selangkangannya, mungkin tangannya sedang mesra mengelus itilnya, dia berguling kiri kanan, sesekali meremas rambutnya sendiri atau mengisap jari tangan kanannya. Saat dia berguling, kulihat bongkahan pantatnya yang begitu membusung, tertanya dia memiliki tubuh yang hebat, harusnya dia menjadi model, apalagi wajahnya memang manis.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa kusadari, aku telah memasukkan tanganku ke dalam celana dalamku, pelan-pelan kukocok kontolku yang telah menegang sedari tadi. Kuperhatikan terus perilaku Anita yang betul-betul tak sadar akan keberadaanku, dia mulai mendesah dicampur erangan, aku mengocok terus penisku, kusesuaikan irama kocokanku dengan desahan anita, Oucchhh.. anitaaa aku pengen memekmu sekarang &#8230;. dan anita juga mulai berkomat kamit, tuuu sukhhh dongghh sayanggg, ouchhhh!!! yang cepattt&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ouchhh, ouchhhh&#8230; ahhhhh, kulihat dia mengejang sambil mempercepat gesekan tangannya pada vagina, dia bergerak sangat erotis, hampir seperti kesetanan, aku mempercepat kocokanku, erangannya semakit nikmat terdengar.. Oucchhhh ouhhhh .. oooohhhhhh, Dia mengejang luar biasa sambil menekuk tubuhnya sehingga dia terbaring dengan gaya pistol, dia tetap saja mengejang, kedua tangannya meremas vaginanya kali ini, kulihat mulutnya menganga tak bersuara hingga dia mendesah, melepaskan nafasnya yang tertahan, kemudian diikutu desahan nafas yang semakin lama semakin mengecil. Ouchhhh aku pun sampai, celanaku basah saat kulihat Anita menemukan kenikmatannya, kubayangkan tubuhku dipeluk erat olehnya dan kontolku dijepit erat-erat di selangkangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak malam itu, aku seperti baru mengenal Anita, ternyata dia adalah seorang wanita muslimah yang tidak saja alim, tapi juga sangat seksi dan sangat menggairahkan. Aku seringkali membayangkan dia berjalan di depanku dengan busana muslimnya yang santu sambil membisikkan kata-kata cinta, &#8220;malam nanti main ke rumahku yuk, aku punya pertunjungan yang bagus buatmu&#8221;. Kubayangkan Anita berkata begitu padaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat aku bertamu di rumahnya, aku mulai nakal, mataku semakin susah kukendalikan, hingga Anita tau ada yang berubah dari caraku memandangnya.&#8221;Ada apa, Win?&#8221;, Dia mengagetkanku saat kuperhatikan dadanya.&#8221;Ehhh, gak papah, Mba Nita&#8221;.&#8221;Kok, bengong begitu?&#8221;.&#8221;Ehhh gak papa, saya pamit pulang dulu deh, yang penting pesan ibu saya sudah disampaikan. Assalamu alaikum&#8221;.&#8221;Walaikum salam&#8221;. Dia menjawabnya dengan senyuman.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir tiap malam aku berfantasi bercinta dengannya, ngentot habis-habisan sampai kami tak bisa bangun di pagi hari karena kelelahan. Aku semakin sulit mengontrol gairahku, seperti ada sesuatu yang belum lengkap dalam diriku ketika membayangkan tubuh seorang wanita muslimah yang alim namun sangat menggairahkan, sangat panas dan seksi, apalagi tubuhnya sangat mengagumkan. Kadang-kadang aku mencandai diriku sendiri, mungkin jika bercinta dengannya, aku pasti sudah Ngecrooot saat dipeluk dan menjilati payudaranya, walaupun aku belum melihat secara langsung buah dada itu. Ahhhhhh</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aku tahu, bahwa dia seringkali menonton film porno di malam minggu, memang pertama kali aku mengintipnya adalah malam minggu, saat itu aku pulang malam mingguan bersama teman-temanku. aku sudah mendapatinya 3 kali, dan malam nanti dia pasti menonton lagi. Pikiran cerdasku mulai datang dan terkumpul menjadi rencana. Aku akan merekamnya, agar aku bisa menikmatinya suatu saat tanpa menunggu akhir pekan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Tim, Pinjam handycam dong!&#8221;. Kataku lewat telfon.&#8221;Buat apaan en kapan lu mau pake?&#8221;, tanya Tim, teman dekatku yang tiap malam minggu pasti bersamaku, dia belum pernah mendengar ceritaku soal ini.&#8221;Ada deh, lu gak usah tanya-tanya ah, ntar sore gw kesitu ngambil barangnya!&#8221;.&#8221;Ntar sore gw mau jalan sama Tiara, lu ntar malam ikut malam mingguan kan?&#8221;.&#8221;Pasti dong, emang napa?&#8221;.&#8221;Ntar malam aja lu ambil barangnya&#8221;.&#8221;Ok&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tersenyum, aku bersiap-siap keluar rumah untuk membeli kaset. Di jalan aku bertemu dengan Anita, dia sedang ribet membawa barang-barang belanjaannya. Tentu saja aku membantunya, aku membawa barang-barangnya dan berjalan di belakangnya, memperhatikan cara jalannya, membayangkan pantatnya, dan menikmati lenganggak-lenggoknya. Baru kali ini kusadari, ternyata Anita terbiasa mendobel pakaiannya, misalnya saat dia mengenakan daster atau gamis dengan paduan rok, dia pasti mengenakan celana kain di bagian dalam, sehingga jika roknya tersibak, betisnya tak kelihatan. Mungkin aku baru menyadari ini karena pikiran ngeresss yang belakangan ini rajin datang saat bertemu dengan Anita.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Simpan disitu aja, Win!&#8221;. Anita merunduk di depanku, dia menaruh kantong plastik yang ia tenteng di lantai. Sesaat kuperhatikan pantatnya yang membusung kepadaku, mungkin Anita sadar kalau aku memperhatikannya sehingga dia cepat-cepat berdiri dan menghindar.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Taruh aja di situ, Win!&#8221;. Dia menyuruhku lagi.&#8221;Ohh iya, mba&#8221;. Aku bergegas menaruhnya. &#8220;Bisa saja aku mendekapnya saat ini dan memperkosanya di dapur dengan sangat tenang&#8221;. Bisikku dalam hati, tapi aku bergegas pergi dan tidak menghiraukan pikiranku, aku tetap harus menghormatinya sebagai wanita suci, lagi pula aku tak berniat merusak kecantikannya. tapi aku tetap ingin menikmati tubuhnya, menghujaninya dengan air maniku. Ahhhh</p>
<p style="text-align: justify;">&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify;">Malam ini, aku pulang terlalu larut, Tim dan teman-temanku yang lain mengerjaiku sehingga aku harus pulang lebih larut dari biasanya. Aku bergegas mendekati rumah Anita. Dia ternyata belum tidur dan sedang menhabiskan malam di depan televisi seperti biasa. Penampilannya sudah acak-acakan, mungkin dia akan selesain, akhirnya cepat-cepat kukeliarkan handycam dan merekamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia berbaring di atas sufa berbulunya, tidur telentang, dengan kaki terbuka. Malam ini dia masih mengenakan jilbabnya yang berwarna orange tua walaupun sudah tak rapi, dia mengenakan baju gamis dengan motif teratai kecil dengan warna dasar putih, roknya tersibak ke atas sementara tangannya memijat memeknya, dia telah mengejang beberapa kali, aku berhasil merekamnya hingga dia mengeluh dengan luar biasanya, dia hampir terjatuh dari sufa karena tidak bisa mengontrol dirinya yang sedang diserbu rasa nikmat surgawi. Setelah erangannya selesai, aku tetap mengintipnya lebih lama, Namun aku tak merekamnya lagi karena dia telah menurunkan roknya yang lebar sehingga dia tak tampil seperti telah bermasturbasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku memperhatikan dirinya, dia telah tertidur pulas, televisinya tetap menyala namun tak ada lagi permainan di dalam sana, mungkin filemnya telah usai. &#8220;Anita mungkin pulang kemalaman dalam suatu acara di akhir pekan sehingga dia masih berpakaian rapi seperti itu, atau mungkin dia menerima tamu yang pulang kemalaman, dan dia kecapean sehingga merasa tak usah mengganti pakaian. namun pemandangan semalam sangat seksi melihat dia bermasturbasi dengan pakaian muslimah seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku pulang, setibanya di rumah, aku langsung menonton videonya dan beronani, aku tak sabar melampiaskan nafsuku dengan melihat dirinya mencapai puncak kenikmatan. Aku merasakan onani yang sangat nikmat, melihat dirinya sambil berfantasi bercinta dengannya yang masih mengenakan busana muslimah seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tak bisa tidur, pikiranku kasak kusuk hingga pikiran jahat mampir di kepalaku, &#8220;Ancam dia kalau kau akan menyebarkan videonya, kalau tidak dia harus memuaskanmu&#8221;. Godaan dalam hatiku semakin kuat. Tapi aku tetap berusaha untuk tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan paginya, aku cepat-cepat keluar, membeli kartu sim baru untuk meneror Anita. Aku tak tahan lagi, ide semalam mungkin ampun untuk memuaskan diriku, dia tidak akan berani melawan lagi, dan tidak akan mau videonya kusebarkan, sehingga orang-orang akan tahu kelakuannya, dia pasti akan malu sebagai wanita yang alim dan ketua pengajian ibu-ibu. Dia pasti akan menuruti kemauanku.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bersambung&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ngentot-wanita-berjilbab-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngentot Pembantu Nikmat</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ngentot-pembantu-nikmat/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ngentot-pembantu-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 16:05:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Om Senang]]></category>
		<category><![CDATA[Paruh baya]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta]]></category>
		<category><![CDATA[binal]]></category>
		<category><![CDATA[gairah]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[pembantu]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=3125</guid>
		<description><![CDATA[Jaaaaaahh.. busyet dah nih juragan mesum, masa pembantu di entot juga dasar sarap&#8230; kali aja nih juragan lagi gak punya duit kali, makanya gak bisa sewa perek akibatnya pembantunya di entot juga hahaha sarap.. udahlah selamat menikmati aja coy jangan dibuat bacol yeee..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jaaaaaahh.. busyet dah nih juragan mesum, masa pembantu di entot juga dasar sarap&#8230; kali aja nih juragan lagi gak punya duit kali, makanya gak bisa sewa perek akibatnya pembantunya di entot juga hahaha sarap.. udahlah selamat menikmati aja coy jangan dibuat bacol yeee..</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3128" title="pembantu-nikmat-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3129" title="pembantu-nikmat-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3130" title="pembantu-nikmat-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-3-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3131" title="pembantu-nikmat-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3132" title="pembantu-nikmat-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-5-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><span id="more-3125"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3133" title="pembantu-nikmat-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3127" title="pembantu-nikmat-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/11/pembantu-nikmat-7-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ngentot-pembantu-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisa Ga Ya Gue Nidurin Donna? &#8211; Another Vani Sex Adventure</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/bisa-ga-ya-gue-nidurin-donna-another-vani-sex-adventure/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/bisa-ga-ya-gue-nidurin-donna-another-vani-sex-adventure/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 15:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[anal]]></category>
		<category><![CDATA[cewek]]></category>
		<category><![CDATA[dona]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ml]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>
		<category><![CDATA[toked]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2701</guid>
		<description><![CDATA[Sudah setengah jam ini suara dengusan nafas yang memburu dan lenguhan penuh birahi terdengar sayup-sayup dari sebuah kamar kos di bilangan Jakarta Selatan. Suaranya tentu saja lebih heboh dan tidak beraturan bila di dalam ruangannya sendiri. Ethan sedang nafsu-nafsunya menggenjot Dea, anak Psikologi semester 5, dengan posisi Missionaris. Tangan kiri Ethan menjambak rambut Dea, tangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sudah setengah jam ini suara dengusan nafas yang memburu dan lenguhan penuh birahi terdengar sayup-sayup dari sebuah kamar kos di bilangan Jakarta Selatan. Suaranya tentu saja lebih heboh dan tidak beraturan bila di dalam ruangannya sendiri. Ethan sedang nafsu-nafsunya menggenjot Dea, anak Psikologi semester 5, dengan posisi Missionaris. Tangan kiri Ethan menjambak rambut Dea, tangan kanannya sibuk meremas tak karuan toked Dea yang bulat kencang, dengan pinggul sibuk menggenjot naik turun. &#8220;Aahh.. ahh&#8230; egghh.. Thann.. janghan kenceng-kenceng ngocoknyaaa&#8230; Gue.. gue.. jadi mau kluarr lagiiii&#8230;.&#8221; rengek Dea yang sudah kelelahan. Tapi, Ethan malah memutar-mutar pantatnya sehingga batang kontholnya semakin ganas mengobel-ngobel mhemek sempit si Dea. &#8220;Akh.. mhemek lo masih ngremes-ngremes konthol gue gini kok. Nih.. rasainn..&#8221; tukas Ethan. Benar saja, tak sampai semenit Dea sudah merasakan sensasi gatal mau meledak di sekujur selangkangannya. Sambil memeluk erat (plus cakaran di punggung), lenguhan klimaks Dea terdengan:&#8221;MMMHHHHH&#8230; HUUAGGHHH&#8230;EUUHHHH&#8230; FUCCKK&#8230;&#8221;. Dea kelonjotan, kepalanya mendongak, seluruh tubuhnya menegang karena sensasi kenikmatan yang membanjiri. &#8220;Gimana rasanya keluar yang ke-5 ini De?&#8221; tanya Ethan iseng. Masih megap-megap, Dea nyahut &#8220;Setan lo Than. Gila, gw sampai melengkung gara-gara orgasme&#8221;. &#8220;Tapi enak kan.. hehehe&#8221; balas Ethan. &#8220;Iya sih&#8221; kata Dea dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba si Dea sadar sesuatu. Benda yang tebal besar masih mengganjal dalam mhemeknya. &#8220;Eh, Than, lo blum kluar ya?&#8221; tanya Dea khawatir. &#8220;Dikit lagi ya Yang&#8221; ujar Ethan sambil mulai mengeluar-masukkan kontholnya. &#8220;Hiya.. cepetan than&#8221; desah Dea lemas. Ethan memutar tubuh Dea, menginginkan posisi semi Doggy. Sambil memeluk guling, Dea mengangkat pantatnya yang bulat tinggi-tinggi sambil membuka pahanya lebar-lebar. Cengiran lebar Ethan muncul, melihat posisi yang konak habis. Mhemek Dea sudah basah kuyup dan warna pink-nya semakin semburat. Tanpa tedeng aling-aling, Ethan langsung membenamkan 3/4 kontholnya dan langsung masuk RPM tinggi. SLEP..SLEP..SLEP.. suara kecipak cairan birahi mhemek Dea hanya ditutupi oleh lenguhan Dea yang birahinya naik lagi. &#8220;Mulut aja lo ngomong cukup-cukup. Tapi kalo gw enthot, tetep aja lo demen&#8221; ejek Ethan. Tapi, gerakan genjotan Ethan sendiri semakin cepat dan tak karuan. Ujung pal-konnya sudah berdenyut-denyut. Sensasi gatal yang menuntut untuk di&#8217;garuk&#8217; semakin memuncak. &#8220;Hh..hhh&#8230;hahh&#8230;.&#8221; dengus Ethan yang semakin bernafsu. &#8220;Thannn.. jangan di dalem keluarrnyaaa&#8230;&#8221; rengekan desperate Dea terdengar. Tapi, Dea sendiri sebenarnya sadar kalo si Ethan pasti akan ngeluarin di dalam. Ga ada tanda-tanda dia bakal nyabut kontholnya. Dea merasakan konthol yang semakin membengkak di dalam mhemeknya. Membuat Dea semakin blingsatan dan mau orgasme lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;HIIAAHHHH&#8230;&#8230;AUUUUUUUUHHHHHHHHHHH&#8230;&#8221; jeritan klimaks Dea membahana. Ethan juga tidak mau kalah. Sambil meremas kuat-kuat pantat Dea, Ethan menancapkan dalam-dalam kontholnya untuk membanjiri mhemek Dea dengan pejunya. &#8220;HUAHHH&#8230; ENNAKKKNYAA&#8230;&#8221; lenguh Ethan penuh kepuasan. Tulang-belulang serasa diloloskan dan lemas. Tapi, puasss. Setelah itu, Ethan langsung menindih tubuh Dea yang banjir keringat (dan banjir peju tentunya). Berbisik di telinga Dea &#8220;Gila, emang mantep banget ngenthot same elu pagi-pagi gini Dea&#8221;. Dea cuma tersipu, tapi membales dengan agak ketus &#8220;Iya, tapi gue harus minum pil KB lagi. Males tau&#8221;. &#8220;Hehehe.. ahh kan ga sebanding dg nikmatnya. Eh, Gue cabut dulu ya. Ada kuliah sejam lagi&#8221; kata Ethan. Tapi Dea tidak membalas, karena sudah jatuh tertidur. Lemesss&#8230; Sambil-sambil cengar-cengir puas, Ethan mandi dan bersiap-siap cabut dari kos Dea. Sebelum berangkat, Ethan menikmati pemandangan tubuh bugil Dea yang tertidur pulas. Dea anak Bogor dengan tubuh cukup mungil (cuma 158cm tingginya), tapi punya pantat bulat dan kencang. Tokednya yang kencang dan bulat (34B), terlihat besar karena tubuhnya yang mungil. &#8220;Lumayanlah.. Gratis ini&#8221; batin Ethan. Dan meluncurlah Ethan ke kampusnya di kisaran Jakarta Selatan juga.</p>
<p style="text-align: justify;">Nafsu sudah tersalurkan, badan bersih habis mandi, pikiran Ethan jernih dan rasanya siap hadapi kuliah Pak Marto. Jalanan Jakarta pukul 9 sudah macet. Tapi, Ethan tenang saja karena kuliahnya baru mulai jam 10. Paling jam 9.45 sudah sampai. Masih sempat kongkow-kongkow dulu di kantin. Kali-kali ada cewek bening yang nyantol wkwkwkwk. Kampus S sudah ramai. Berbagai macam mahasiwa dan mahasiswi sibuk berkeliaran di koridor atau berkumpul duduk-duduk di plasa. Mata Ethan cepat menyisiri areal kampus, mencari-cari teman-temannya. &#8220;Yeh, itu dia anak-anak kampret&#8221; batin Ethan sambil berjalan cepat ke pojok plasa. Roy yang melihat si Ethan menghampiri, langsung bangkit dan menonjok Ethan. Sambil memiting leher Ethan, Roy berbisik &#8220;Setan kampret! Lo habis garap si Dea anak psikologi kan? Gue liat lo semalem di Kemang&#8221;. Senyum tulus Ethan langsung terbit &#8220;Eh, kok lo tau. Cuma sekali semalem, sekali lagi paginya kok. Dan gw jamin, dienya puas. Lo tenang aja sob.&#8221; imbuh Ethan. Jepitan Roy semakin keras &#8220;Bukan itu maksud gue buduk! Gue juga ngincer diaaa..!&#8221; Mimik memelas Ethan langsung muncul &#8220;Aduh sory SOb. Gue betul-betul ga tau. Lagian ini semua salah si Dea. Ngapain pake tank top pas minta temenin Gue nyari buku kemarin. Ya mana tahan gue.&#8221; Roy jelas-jelas tidak terima dengan penjelasan Ethan yang tidak bertanggung jawab &#8220;Pokoknya, ntar sore lo harus makcomblangin gw ama die. Gue udah pengen ngremes bokongnya dari kapan tau.&#8221; Demi menyelamatkan kepalanya, Ethan dengan suka cita menyetujui permintaan Roy. Begitu Ethan setuju, cengir lebar Roy langsung muncul. &#8220;Jago ga dia, Than? Males gue kalo masih amatir&#8221; tanya Roy antusias. &#8220;Lumayan Sob. There&#8217;re still room for improvement. But overall, she&#8217;s GOOD!&#8221; balas Ethan sambil acungin jempol. Sambil terkekeh-kekeh penuh aura mesum, kedua penjahat kelamin itu melangkah menuju kelas, karena Pak Marto sudah terlihat di ambang pintu.<br />
<span id="more-2701"></span><br />
Setelah 1 mata kuliah lainnya yang selesai pukul 4 sore, Ethan &amp; Roy berjalan cepat penuh nafsu (Roy aja sih. Ethan sedikit kurang termotivasi jalan ke Fak Psikologi karena kurangnya insentif buat dirinya). Di koridor menuju areal parkir mereka berpapasan dengan cewek berambut pendek brunette yang sexy. &#8220;Hai Vani..&#8221; sapa Ethan berusaha semanis mungkin. Tapi, tetap dengan nuansa mesum. Vani yang hari itu memakai halter neck ungu tanpa lengan dengan celana jeans skinny gelap sehingga pantatnya yang montok tercetak jelas malah hanya meleletkan lidah ke arah Ethan sambil berlalu cuek (siapakah Vani? Baca yang disini ya). &#8220;Wuiihh&#8230; Than, lo lihat ga? Perasaan tokednya Vani makin gede aja. Aduuhh.. gue mau bayar berapa aja biar bisa ngremesin tu melon&#8221; ratap Roy penuh harap sambil terus memandangi pantat Vani yang megal-megol menjauh. &#8220;Emang mantep &amp; kenyal banget toked tuh anak&#8221; ujar Ethan. Si Roy langsung memandang Ethan tajam &#8220;Kaya lo pernah megang aja. Gue aja ditolak dengan sukses pas ngajak di nge-date. Gue bayarin lo full time di ******** kalo lo bisa bawa Vani ke tempat tidur&#8221; tantang Roy. Ethan langsung semangat &#8220;Bener ya? Awas lo, jangan kabur lo ya&#8221;. &#8220;IYA. Roy ga pernah ingkar janji kecuali ke cewek&#8221; balas Roy dengan jantannya. Ethan cengar-cengir senang. Dia ga pernah cerita ke Roy storynya dengan Vani. Walo dalam hati Ethan agak ga yakin gimana caranya ngajak Vani ngenthot lagi. Sejak itu si Vani jaga jarak dan sok cool gitu kepada Ethan. &#8220;Ya udahlah. Dipikir nanti aja. Sekarang beresin urusan si kupret satu ini dulu dengan Dea&#8221; batin Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Fak Psikologi suasana sudah mulai lengang. Cuma ada beberapa mahasiswa-mahasiswi yang berkeliaran untuk ikut kuliah terakhir hari itu. Tiba-tiba terdengar teriakan manis memanggil Ethan &#8220;Ethaannnnn&#8230;.&#8221;. Sesosok cewek manis berlari kecil menuju Ethan &amp; Roy. Melihat Dea datang, Roy langsung meremas tangan Ethan kuat-kuat. Yang ditepiskan dengan kasar oleh Ethan. &#8220;Ngehek. Apa pikiran orang kalo lihat dua cowok tinggi besar pegang-pegangan tangan di tempat umum?&#8221; bisik Ethan seVan. Begitu menemui Ethan, Dea langsung dengan centilnya menggandeng tangan Ethan. &#8220;Jadi kan temenin gue Supermarket?&#8221; tanya Dea. Sikutan keras terasa di rusuk Ethan. Ethan langsung tanggap &#8220;Wah sory Dea. Gue ga bisa. Mendadak bokap minta dianterin ke Bintaro. Sory banget ya.&#8221; Dea langsung cemberut &#8220;Yahhh, kok gitu sih lo&#8221;. &#8220;Tapi tenang neng&#8230; Temen gue yang ganteng ini bersedia untuk nganterin&#8221; ujar Ethan cepat-cepat sambil menepuk-nepuk bahu Roy. &#8220;Ya udahlah&#8221; terima Dea pasrah. Roy hampir melonjak kegirangan. &#8220;Tapi awas kalo lo coba-coba ngajak gue ke tempat tidur&#8221; ancam Dea ke Roy. &#8220;Eh.. nggak lah&#8221; jawab Roy salah tingkah dan bingung (Lah rugi dong gue, kali pikir si Roy). Dea ngomong lagi &#8220;Eh, tapi anterin gue balik kelas bentar ya. Ada yang mo gue ambil&#8221;. Mereka bertiga beriringan menuju kelas Dea.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kelas, Dea langsung menghampiri seorang cewek yang masih sibuk dengan HPnya. Mata Ethan &amp; Roy langsung membesar melihat itu cewek. &#8220;Buseeettt&#8230;. hot juga yaa&#8230;&#8221; pikir mereka berdua dengan sinkronnya. Dengan berlari centil, kedua cowok mesum ini langsung menghampiri Dea dan temannya. &#8220;Don, ini gue kenalin sama Ethan &amp; Roy. &#8220;Hai Donna&#8221; sapa Ethan &amp; Roy kompak. Donna memang one hell of a equipment. Ketika Donna berdiri untuk menyalami kedua mahkluk menyedihkan itu, Ethan bisa menikmati seluruh lekuk tubuhnya. Dengan tinggi hampir 175cm, tubuhnya yang berlekuk indah jadi makin menawan. &#8220;Hmm bodynya OK banget. Tokednya paling 34-an. Tapi, kelihatannya mancung&#8221; terawang Ethan sambil curi-curi pandang ke toked Donna yang tidak terlalu jelas terlihat karena Donna menggunakan kemeja putih agak longgar lengan panjang yg dilipat sampai ke siku. Wajah oval Donna lebih ke manis dan menyenangkan, timbang dibilang cantik. &#8220;Tapi, dengan body se-hot , tampang udah jadi no3&#8243; batin Ethan. Suara Dea membuyarkan pikiran mesum Ethan. “Don, kita perginya jadinya sama si Roy. Ethan ada urusan sama bokapnya di Bintaro”. “O gitu. Yaudah, bisa kita pergi sekarang” Tanya Donna. “Eh, Donna juga ikut?” Tanya Ethan kaget. “Iya. Nyesel sekarang lo batal antar gue?” sepet Dea pedes. “Agak sih” kata Ethan polos. Donna tertawa kecil mendengarnya. “Aduuhh.. jadi tambah nggemesin ni anak kalo ketawa” batin Ethan. “Tapi tengsin gue kalo narik kata-kata gue. Lagian ga enak sama si Roy. Moga-moga aja si Donna ga tergoda threesome sama kupret ini” doa Ethan dalam hati. Mereka pun berpisah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan menyetir mobilnya santai menuju kostnya di daerah Cilandak. Walopun bonyok anak ini tinggal di Jakarta juga, sejak kuliah Ethan sudah ngekost. Bonyoknya juga tidak mempermasalahkan. Toh kalo kehabisan duit ni anak juga pulang, pikir mereka. Lagian mereka juga sebel liatin tingkah Ethan nyelundupin cewek-cewek ke kamarnya. Dipikir kita-kita ga tu kali ya, pikir bonyoknya. Jadilah Ethan ngekost, pisah tinggal dari bonyoknya. Everybody happy. Mampir warung padang untuk makan, 45 menit kemudian Ethan sudah di jalanan lagi. Tiba-tiba HP Ethan berdering. Nyokapnya telepon. “Than, mampir ke Ace hardware dong. Beliin mama curtain showare yang baru. Plus Selang semprotan buat toilet juga. Yang warna.hitam ya selangnya, biar matching sama toiletnya” ujar Mamanya Ethan genit. “Lha, napa ga minta pak Sudin aja Ma yang beli” Ethan menyebut nama sopir keluarga mereka. “Pak Sudin nganterin Papa ke Bintaro lihat ruko yang mau dijual itu”. “[i]Eh kok bisa pas ya Papa ke Bintaro hari ini” Ethan ga habis pikir. Berbaliklah mobil Ethan menuju Ace Hardware Fatmawati.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampainya di Ace Hardware, Ethan langsung naik ke lantai 3 menuju tempat dijualnya peralatan untuk kamar mandi dan toilet. Tapi di lantai 2, mata &amp; radar Ethan yang awas menangkap gerakan mahkluk sexy. “Weh, kayaknya boleh nih. Tapi kok gw kaya kenal nih cewek”pikir Ethan sambil berjalan menghampiri seorang cewek yang sedang melihat-lihat lampu duduk. “Lho, Donna. Ngapain lo disini? Bukannya mo ke Carrefour?” Tanya Ethan surprise. Donna agak kaget, tapi senyumnya langsung mengembang melihat Ethan (pada saat yang sama konthol Ethan juga mulai mengembang). “Udah tadi. Sekarang gue lagi nyari lampu hias buat di rumah. Nyokap nyuruh. Dea juga lagi nyari kursi malas kecil buat di kost” kata Donna ramah. Ethan tidak berkedip memandang bibir Donna yang penuh dan sensual, yang menelurkan kata demi kata dengan indahnya. “Aduhh, bisa ga ya gue nidurin si Donna” harap Ethan sepenuh hati dan sepenuh konthol. Akhirnya Ethan menemani Donna memilih-milih lampu, kemudian mereka berdua menuju bagian peratalan mandi. Sepanjang waktu itu Ethan mulai menebarkan jurus-jurus andalannya agar si Donna terpikat. Tapi, Ethan merasa Donna masih anteng-anteng aja. Tiba-tiba ucapan Donna berikutnya mengagetkan Ethan “Than, lo aja yang nganterin gue pulang ya”. “Lah, emang napa sama si Roy &amp; Dea” Tanya Ethan antusias (yang masih berusaha ditutup-tutupi ambisinya). “Lo liat aja sendiri deh” kata Donna sambil menarik tangan Ethan ke pojok lantai 2 yang sepi. “Waow.. waow.. agresif juga ne cewek” sorak Ethan dalam hati. Dipojokan rak-rak yang tinggi, Ethan baru sadar makna ucapan Donna. Di situ Ethan melihat si Dea bergelayutan ke lengan Roy. Sedang tangan Roy dengan aktifnya meremas-remas pantat sekal si Dea. Bahkan kadang-kadang jari tengahnya kaya menekan-nekan di area lubang pantatnya. Membuat Dea menggelinjang-gelinjang dan membalas dengan gigitan kecil ke lengan Roy. “Busyet. Jago amat si Roy. Ilmunya naek setingkat lagi neh. Dulu butuh minimal 2 hari buat nidurin cewek. Sekarang itungin jam, udah bisa remes-remes bokong. Kampret! Gue jadi makin konak neh” runtuk Ethan dalam hati. “Ya gitu itu. Mereka bedua udah kaya gitu semenjak di Carrefour” ucap Donna agak sebel. “Bentar lagi gue rasa kepala si Roy udah nyusup ke selangkangan si Dea” analisis Ethan dengan tajam. “Hihihi.. gue setuju Than” balas Donna terkikik kecil. “Eh, tadi mukanya agak merah ya si Donna?” harap Ethan. Ethan mendekati kedua pasangan yang sedang di mabuk birahi itu. Kemudian dengan kasarnya ditaboknya si Roy. “Woi, cari kamar napa?” sentak Ethan. Gelagepan si Roy dan Dea cepat-cepat ambil jarak. “Anjrit lo Than! Ngagetin aja” tukas Roy yang lega cuma Ethan yang nge-gap tingkah mereka. Dea juga membalas dengan menghadiahi Ethan cubitan bertubi-tubi. Donna langsung berkata “De, gue pulang bareng Ethan ya. Kasian kalo Roy nganter gue dulu. Kan muter lagi arahnya ke kos lo”. “Ya udahlah kalo gitu. Sorry ya Don”. Kemudian Dea berpaling ke Ethan “Lo gapapa kan nganter Donna? Eh, btw ngapain lo dimari?” Tanya Dea curiga. “Nyokap minta dibeliin curtain shower” jawab Ethan cepat. Selanjutnya mereka berempat langsung menuju kasir dan setelahnya langsung bergegas ke mobil masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">“Asyiikkk… Gue punya kesempatan untuk deketin Donna. Kalo emang jodoh, ga akan kemana hihihihi” pikir Ethan bahagia. Tapi, baru aja mau memundurkan mobil, Roy tiba-tiba menggedor jendela Ethan. ”Sob, sorry banget. Lo keliatannya harus nganterin kita bertiga deh. Boil gue mogok” kata Roy tanpa beban. “Bangsat lo Roy” desis Ethan kesal setengah konak. “Tunggu 15 menit ya, sampe derek bengkel gue datang” tambah Roy. 20 menit kemudian mobil Ethan baru meluncur keluar dari Ace Hardware. Tampang Ethan tertekuk. Buyar sudah semua rencananya. Mana kedua mahkluk itu terkikik-kikik mesum di jok belakang. Bikin Ethan ga tahan bolak-balik noleh belakang. “Buseett.. udah mulai cipokan aja” runtuk Ethan. Di jok belakang, Roy sudah mulai gencar menyerang pertahanan Dea, yang memang ga bikin pertahanan sama sekali. Bibir Roy yang agak tebal sudah melumat bibir mungil Dea. Kadang Roy menggigit-gigit kecil bibir bawah Dea sehingga membuat Dea terkikik-kikik. Tangan kiri Roy sudah masuk dari bawah t-shirt Dea dan sibuk meremas-remas toked Dea yang bulat kencang itu. Tawa kecil Dea berubah menjadi dengusan nafas yang memburu, ketika Roy mulai memilin-milin puting Dea sambil menjilati lehernya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Woe, lo bedua bisa ga nahan sampe kos dulu?” Tanya Ethan tanpa harapan. “Udeh lo nyetir aja Pir. Jangan pikirin kita bedua. “ jawab Roy seenaknya. “Iyaah nih Ethan rese. Hhhhh.. uhhh” tambah Dea disela-sela desahannya. “Don, lo servis Ethan napa..ehh..ahhh..” kata Dea lagi. Semburat merah muncul di wajah Donna. “Enak aja lo ngomong” jawab Donna agak tengsin. Tapi, Ethan yakin, pas ngomong gitu si Donna ngelirik dirinya (tapi memang dasarnya nih orang super PD). Ketika Ethan menoleh ke arah Donna, Donna langsung berkata tegas “Ga usah mikir macem-macem lo ya!” “Eh nggak kok Don. Gue Cuma mikir gimana caranya biar cepet sampe dan cepet lepas dari kedua mahkluk konak di belakang” jawab Ethan innocent. “Iya nih. Dasar Dea geblek” runtuk Donna sambil memanyunkan bibirnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi situasi di jok belakang semakin tidak terkendali. Desahan Dea sudah berubah mejadi lenguhan liar. Ethan &amp; Donna juga sudah mulai mendengar bunyi berkecipakan becek. Slep.. slep.. slep… “Auuhhhh… huaahhhhh.. ahhhhh.. ahhhh…” lenguh Dea yang keenakan mhemeknya dikocok oleh Roy. Tangan Roy yang sudah menyelusup ke dalam celana Dea, dengan aktif jari tengah &amp; telunjuknya mengobel-ngobel mhemek Dea yang rapat dan becek. Tendangan Dea tiba-tiba menghentak jok Ethan ketika orgasmenya meledak. “EAAHHHHHHH… AGGHHHHHH…. GUE KELUARRRR…!!!” jerit Dea penuh kepuasan. Cengiran lebar menghiasi wajah Roy. “Bangsat lo bedua. Udah sampe neh. Sana keluar dari mobil gue. Sekaraangg..!!! Bentak Ethan. Cepat-cepat Dea &amp; Roy merapikan pakaian masing-masing dan keluar dari mobil Ethan. Cengiran lebar keduanya mengiringi langkah mereka menuju kamar kos Dea untuk menuntaskan apa yang mereka sudah mulai.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama 10 menit Ethan dan Donna diam saja. Ethan bingung mau mulai speak-speak dari mana, karena tingkah Roy-Dea tadi merusak semua scenario yang sudah disusunnya. Donna juga keliatan masih agak jengah. Jadi Ethan menyalakan radio. Mendengar lagu-lagu yang keluar, si Donna jadi keliatan lebih relaks. Mereka mulai membicarakan lagu-lagu yang sedang dimainkan. Tapi, ketika penyiar radionya mulai bicara, topiknya ternyata tentang seksologi; tepatnya tentang multi orgasme pada wanita, Ethan jadi panik lagi. Takut mood Donna jadi rusak. Ethan sudah mau pindahkan gelombang, ketika tiba-tiba Donna berkata “Emang ada ya cewe yang bisa orgasme sampe berkali-kali?” Ethan yang masih agak kaget akan pertanyaan tersebut butuh 3 detik untuk bisa menjawab “Seingat gue, sebagian besar cewek yang gue kenal kalo orgasme lebih dari 2 kali. Termasuk multi kan tuh”. “Maksud lo cewek yang pernah lo tiduri?” tukas Donna tangkas. “He-eh, iya. Gitu deh” jawab Ethan agak tersipu-sipu. “Lah, emang kalo elo nge-sex sama cowo lo biasanya orgasme berapa kali” Tanya Ethan polos. Dengan agak malu-malu Donna menjawab “Satu kali lah. Biasanya hampir barengan ama cowo gue. “Lah emang pas foreplay ga orgasme?” Tanya Ethan lagi. “Foreplay kan cuma bentar, gimana bisa orgasme gue” tandas Donna heran. “Berarti bokin lo yang kurang sabar nggarap lo di foreplay-nya. Pengen cepet-cepet nancepin batangnya” jawab Ethan. “Lah, lo liat tadi, si Dea dikobel-kobel sama si Roy hampir 10 menit kan. Makanya tadi bisa sampe keluar gitu. Pake acara nendang jok gue segala pula” kata Ethan masih agak seVan. “Bener juga ya. Gue ga pernah mikir sampe situ. Iihhhh.. jadi horny nih” batin Donna. Mendengar jawaban dan melihat reaksi Donna, Ethan langsung paham kalo nih cewek pengalaman seksnya masih kurang. Atau paling nggak partner sexnya selama ini pada kurang jago. Jadinya dia belum mengeksplore seluruh potensi seksnya.”Hihihihi.. pasti bisa gue enthot si Donna” pikir Ethan dengan bahagianya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahap ke-1: Tunjukkan bahwa si cewek punya masalah dengan kehidupan seksnya dan kita perhatian dan bersedia untuk ‘membantu’ untuk mengatasinya (pada tahap ini ‘bantuan’ sebatas saran Bro. Begitu kata pakar mesum Dr. Ethan). “Nurut pengalaman gue ya Don, dan dari artikel-artikel seksologi yang pernah gue baca, cewe itu lebih susah capai klimaksnya dibanding cowok. Walo kaya Dea tadi dia udeh keluar sekali. Tapi itu baru orgasme kecil. Si Dea belum capai klimaksnya. Lah, kalo si Roy sudah maen tancep aja dari menit-menit awal, bisa barengan mereka. Habis itu game over dah. Kasihan ceweknya. Kalo cowok udah keluar, rata-rata butuh setengah jam lagi bisa ngaceng lagi. Kebanyakan langsung molor” kata Ethan panjang lebar kaya ahli beneran. “Iya, cowo gue kaya gitu tuh. Kalo udah puas, langsung molor” saut Donna bersemangat. “Itulah sebabnya si cowok sebaiknya di menit-menit awal permainan, merangsang ceweknya, kalo bisa sampe si cewe orgasme. Fokus di daerah-daerah sensitif si cewek, Remas-remas tokednya, pilin-pilin dan jilatin putingnya, gigit-gitiin perutnya, mhemeknya dikobel-kobel” tambah Ethan lagi. “Iihh.. Ethan bahasanya vulgar banget. Gue kan jengah” kata Donna malu. “Weh, sorry Don. Baru sekali ini bahas kaya ginian sama cewek. Biasanya cuma antar cowok. Makanya bahasanya ngaco gini. Gapapa ya. Biar gampang gue neranginnya“ Ethan menjelaskan (ini jelas-jelas bohong besar. Ethan malah seringnya menjelaskan ini ke cewek yang lagi curhat dan pengen dilahap sama Ethan). “Ya udah, tersera lo lah Than. Tapi, gue baru sadar kalo gue bisa lebih menikmati ngeseks ya. Selama ini ada yang mengganjal setiap gue habis ngeseks, ternyata gue belum klimaks kali ya” kata Donna agak menerawang. “Yesss.. Tahap 1 clear” sorak Ethan dalam hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahap ke-2: Kalo cewe merespon baik penjelasan di tahap 1 (ditunjukkan adanya pertanyaan dan mengikuti alur penjelasan. Kalo si cewek cuek-cuek aja atau malah berusaha mengalihkan topik, berarti penjelasan lo ga masuk di hatinya . Rugi ajak kalo masuk ke tahap ke-2), kita bisa masuk ke tahap ke-2, yaitu: mensimulasi situasi dimana si cewek mendapat treatment seksnya yang menjadi solusi masalahnya. Disini cowok harus pinter-pinter milih kata-kata dan intonasi (atau pitch control wkwkwk). Tapi inget ya, kalo cewe target lo dasarnya berjiwa lonte ato matre, kagak perlu sampe repot-repot begini. Ajak minum ato tawarin duit, langsung aja coblos. Ini cuma buat cewek-cewek yang punya kelas. “Don, mau gue kasi tips ga buat Lo dan cowok lo agar seks kalian lebih asyik lagi” Ethan menawarkan. “Mau.. mau than..” sambut Donna agak kelewat bersemangat, yang kemudian dia jadi agak malu sendiri. “Gini caranya, lo harus bayangin apa yang gue katakan. Lo inget-inget sensasinya. Jadi lo bisa lebih mudah njelasinnya ke cowok lo past nge-seks nanti. Si Donna tidak sadar kalo laju mobil jadi jauh lebih melambat. “Pejemin mata lo Don. Bayangin lo lagi bercumbu sama Cowo lo” Ethan memulai therapinya. “Eh btw, lo paling demen di rangsang dimana sih” Tanya Ethan sok tanpa tendensi. “Di susu gue Than” jawab Donna pelan dengan wajah memerah. “Ok. Pejemin mata lo lagi. Bayangin bibir lo bedua sudah saling melumat. Dia gigit-gigit bibir bawah lo. Lidahnya sekali-kali masuk ke dalam mulut lo, dan mainin lidah lo. Tangannya mulai meremas-remas toked lo. Awalnya pelan-pelan, terus semakin keras, semakin kasar. Putting lo di pilin-pilin, dan sekali-kali ditarik.”. Donna yang memejamkan mata, nafasnya mulai agak memburu. Dadanya naik turun lebih cepat. Ethan semakin bersemangat “Cowok lo mulai nyiumin leher lo. Turun terus, sampai di toked lo. Toked lo masih diremas-remas, sambil digigit-gigit. Puting lo diisep kuat-kuat. Lidah cowok lo mainin puting lo”. Pada saat itu, Donna sebenarnya sudah horny berat. Cuma rasa tengsin dan ego saja yang mencegahnya menerkam Ethan dan mengajaknya bergumul. Tangan Donna menegang dan meremas jok mobil kuat-kuat. Bibir bawahnya digigit kuat-kuat. Kata-kata Ethan mengalir masuk melalui kupingnya, membawa aliran hangat ke tokednya. Putingnya menegang dan gatal ingin dihisap. “Huummppfffff aduhh mhemek gue gatel banget. Udah mulai banjir rasanya dibawah” desah Donna dalam hati. Tapi Donna tidak ingin berhenti. Donna suka sensasi ini. Ditambah ada cowo asing disebelahnya, malah membuat sensasi itu semakin kuat. “Cowo lo masih menjilati puting lo. Tangan kirinya meremas-meremas toked lo dengan kasarnya. Sedang tangan kanannya mulai membelai-belai selangkangan lo. Donna mendesah agak keras “Ehhhmmm….Uhh..”. Tangan kanannya mulai membuka celana lo dan menurunkan resleting lo. Jari tengahnya mulai membelai bibir mhemek lo. Eh, Don gue ga bisa nerusin neh” potong Ethan tiba-tiba.</p>
<p style="text-align: justify;">Donna yang libidonya semakin memuncak, membuka mata dengan kaget “Eh napaa..? Tanya Donna lebih keras dari yang diinginkannya. “Habis kemeja lo ga dikancing atasnya. Jadinya gue bisa ngliat sebagian besar belahan toked lo dari samping sini. Jadi ga konsen lah gue. Sorry ya, gue jadi horny sendiri “kata Ethan tampak penuh penyasalan (percayalah pembaca, ini cuma akting die aja). Donna memang tidak mengancingkan 2 kancing atas kemeja putihnya. Belahan tokednya, dan sebagian isinya, bisa terlihat jelas dari sisi Ethan. Apalagi ketika Donna semakin horny, tubuhnya semakin menegak dan dadanya semakin membusung, membuat Ethan semakin jelas melihat belahan toked Donna. “Wah sory Than, bukannya gue ga mau ngancingin. Emang ga bisa gue kancingin “jawab Donna tersipu. “Sory ya Than. Apa yang bisa gue bantu?” tawaran Donna mengejutkan Ethan. Dan langsung reflek dijawab “Kasi gue blow job dong Dona”. Muka Donna bersemu tambah merah lagi “Ih, kamu maunya”. Karena tidak terlihat reaksi penolakan yang berlebih, Ethan memberanikan diri meraih pundak Donna dan menarik Donna mendekati dirinya dan langsung melumat bibir Donna yang sensual. Donna membalas cipokan Ethan selama beberapa detik, kemudian melepaskan diri dan berkata “Cuma blowjob aja ya. Lo jangan grepe-grepe gue. Awas lo” ancam Donna manis. “Iya, gue usahakan” cengir Ethan sambil berusaha melepaskan sabuknya dengan tangan kiri. Walaupun Donna masih agak malu-malu, tapi sensasi gatal di dada dan selangkangannya mengatasi logikanya sehingga keinginannya untuk menjamah konthol Ethan menang. Donna membuka celana Ethan, dan terlonjak kaget ketika konthol Ethan yang 17.5cm meloncat keluar “Ehh.. gede banget!” pekik Donna ga sadar. “Aduhh.. cukup ga ya mulut gue” batin Donna. Tapi karena tangan kiri Ethan sudah menekan kepala Donna, Donna tidak sempat berpikir ulang lagi dan langsung membuka mulutnya untuk mencaplok palkon Ethan. “Ehhmm…” desah Ethan keenakan ketika Donna mulai mengemut-ngemut palkonnya. Rasa geli dan nikmat menjalar di seluruh konthol, selangkangan dan menjalar keseluruh tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil tangan kanannya mengocok konthol Ethan, bibir Donna melumat-lumat palkon dengan penuh nafsu. Lidah Donna kadang-kadang menjilati lubang konthol dan sepanjang batang konthol Ethan. Ethan mulai blingsatan duduknya. Konsen menyetir jadi lebih susah lagi. Untung jalanan macet, jadi jalan pelan banget. Tangan Ethan menjambak rambut Donna, dan memaksanya menelan kontholnya lebih dalam lagi, kemudian mengocoknya dengan gerakan kepala naik turun. Donna agak megap-megap melakukan manuver ini karena konthol Ethan yang hampir 5cm lebarnya betul-betul memenuhi mulutnya. Ethan yang makin horny semakin tidak tahan memegang janjinya untuk tidak grepe-grepe. Apalagi melihat Donna yang penuh nafsu menyepong kontholnya. Tangan kirinya bergerak ke bawah badan Donna dan menyasar area tokednya. Dengan mudah toked Donna diraih oleh Ethan. Langsung menyusup kedalam kemejanya, dan meremas toked montok dari balik bra Donna. Donna sempat kaget ketika tokednya tiba-tiba diremas “Ughhh..si Ethan kurang ajar banget sih. Toked gue diremes-remes.. Tapi enak banget.. Gue stop ga ya” pikir Donna bingung ambil keputusan. Tapi, pada saat itu tangan Ethan malah berenti meremas-remas toked Donna. Donna yang sedikit merasa sayang, meneruskan blowjobya. Sebenarnya Ethan malah berusaha melepas kaitan BH Donna, yang untungnya, ada dibelakang. Dengan jari yang sudah terlatih, kaitan BH langsung lepas. Donna juga langsung merasakan bahwa tokednya langsung jatuh bebas tidak ada lagi yang menyangga. Belum sempat melepaskan konthol Ethan dari mulutnya, Donna sudah merasakan jemari kasar Ethan menjamah dan langsung meremas-remas tokednya yang kini tanpa pelindung. Sensasinya luar biasa..! Libido Donna langsung naik tinggi. “Ethannn.. sialan Lo. Kan udah janji eahh.. hahhhhh…” ucapan Donna terputus desahan erotisnya karena Ethan memilin-milin putingnya dengan ahli. Rasa gatal di areola tokednya yang sedari tadi terpendam, langsung bereaksi dan menebarkan sensai nikmat yang sangat. Tubuh Donna menggeliat-geliat tanpa bisa ditahan. “ Ajrit! Ternyata toked ni anak gede bener. Ini sih 36D! Mana kenyal banget. Mujurr…” kata Ethan dalam hati. Melihat Donna menggeliat-geliat keenakan dan sibuk mendesah-desah lupa akan blowjobnya, Ethan semakin aktif meremas-remas sepasang toked montok Donna. Kini dua tangan Ethan juga meremas-remas dan mempermainkan putting Donna sekaligus. Donna semakin belingsatan karena didera gelombang libido yang semakin memuncak.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba Ethan mengangkat badan Donna agar tegak lagi. Kemudian sambil merapikan kancing-kancing kemeja Donna yang terbuka 2 kancing lagi, Ethan berkata “Rumah lo yang mana neh? Udah di jalan ****”. Donna yang masih dibuai gairah birahi, agak bingung dengan pertanyaan Ethan dan berhentinya acara remas-meremas yang mulai memanas. “Eh, oh.. Rumah gue ya? Oo udah sampe sini toh” jawab Donna kebingungan dan jengah. “Itu rumah gue yang pagar coklat” tambah Donna sambil merapikan rambut dan pakaiannya. Nafas Donna masih agak tersengal-sengal karena pacuan birahi tadi. Ethan memarkir mobilnya di depan pagar rumah Donna yang megah. “Anak tajir ternyata. Gede amat rumahnya” batin Ethan. “Than, lo mampir ga?” tanya Donna setengah berharap. “Iyalah. Kan lo blum nuntasi gawean lo” jawab Ethan blak-blakan. “U-uh. Ternyata gara-gara itu doang ya lo mau mampirnya” jawab Donna merajuk, yang bikin Ethan tambah gemes dan horny. “Ya udah. Ayo masuk yuk” ajak Donna.</p>
<p style="text-align: justify;">Weh, ternyata bokap-nyokapnya Donna ada di rumah. Lagi nonton film di ruang keluarganya yang simple tapi terlihat berkelas. Setelah dikenalkan dan basa-basi dikit, Ethan ditinggal di ruang tamu, bonyoknya Donna balik lagi nonton film. “Gue ganti baju dulu ya Than. Tunggu aja disini bentar” kata Donna sambil mengerdipkan mata. “He-eh” balas Ethan dengan tampang bodoh. “Anjrritt… Napa juga bonyoknya ada di rumah. Ga bisa ngikut ke kamarnya si Donna dong gue. Gimana nasib adek gue neh” runtuk Ethan dalam hati. Tiba-tiba seorang wanita setengah baya masuk ke ruang tamu sambil berkata “Neng Donna pesen, Mas Ethan diminta nunggu di taman samping. Minuman juga sudah Mbok taruh disana”. Diantar pembantu itu, Ethan melangkah ke luar rumah menuju taman di samping rumah. Ethan bersorak dalam hati melihat tempat yang dimaksud. Di pojok taman ada area kursi dan kolam kecil. Yang bikin Ethan bahagia, tempat tersebut terlindungi dari rumah karena dibalik pohon dan semak bunga-bungaan. Berbagai skenario mesum langsung berkelebat di benak Ethan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat. Donna muncul dengan hanya menggunakan kemeja putih kedodoran yang panjangnya hampir selututnya. Dua kancing atas tetap terbuka. Entah mengapa, penampilan yang diluar harapan Ethan ini malah membuat Donna terlihat lebih sensual. Nafas Ethan langsung memburu. Ethan berdiri menghampiri Donna. “Mau langsung dimulai nih Than?” tanya Donna lirih tapi sambil tersenyum malu-malu. “Ga usah Don. Lo lupain aja blowjobnya. Gue udah ga minat lagi” kata Ethan mengejutkan Donna. “Loh, gue pikir..”. Belum habis ucapan Donna, tangan Ethan sudah meraih pinggang Donna kedalam pelukannya, dan bibir Ethan melumat bibir Donna penuh nafsu. Beberapa saat Donna gelagepan, tapi langsung bisa mengimbangi. Tangan Ethan bergerak turun dan meremas-remas bongkahan pantat Donna, yang walaupun tidak semenonjol punya Dea tapi proporsional dan kencang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan mendudukkan Donna di kursi taman, lalu dengan kasar membuka kemeja Donna. Sepasang toked besar dan bulat seperti melompat keluar. Mata Ethan melotot melihat ukuran toked Donna yang supersize seperti di film-film bokep. Impian jadi nyata! Karena cuma diliatin saja, Donna menjadi jengah “Cuma mo liatin aja Than?” “Sorry Don. Toked lo indah bener. Besar dan bulat” ujar Ethan jujur. Kedua tangan Ethan langsung meraup kedua bongkahan bulat tersebut dan meremas-remasnya dengan penuh nafsu. Gerakan memutar-mutar dari pangkal toked kemudia merucut ke putingnya, sambil diremas-remas dengan kasar. Donna sepertinya menyukai tokednya diperlakukan dengan kasar. Terbukti Donna langsung memejamkan mata dan mengeluarakan lenguhan tertahan “Uuuhh….sshhhh.. hmmmpppfff”. Puting Donna yang super sensitif tak lepas dari ransangan Ethan. Dipilin dan ditarik-tarik. Lalu lidah Ethan mulai menjilatinya, dan ditengahi oleh hisapan-hisapan dalam mulutnya. “[i]Hhmmmppffff.. enak bangetttt.. Belum pernah susu gue diginiin[i] ceracau Donna dalam hati. Sensasi lidah Ethan yang kasar di putih Donna, belum lagi gigitan-gigitan kecil, membuat sensasi gatal yang menyenangkan menyebar keseluruh tubuh. Mhemek Donna sudah mulai basah dan berkedut-kedut. Seperti bisa membaca tuntutan hati (dan mhemek Donna), jemari Ethan mulai menjamah selangkangan Donna. Celana dalam sutranya ternyata sudah basah. Jari tengah Ethan langsung menekan gundukan mhemek Donna dan menggeseknya kuat-kuat. Tubuh Donna agak melengkung oleh sensasi kenikmatan yang menjadi-jadi “Ouuhhh…. Etthhannn….” lenguh Donna yang mencapai orgasme pertamanya hari ini. Setelah kelonjotan kecil, Donna menarik napas panjang. “Gila Than, enak bangett..” bisik Donna di telinga Ethan. “Ini baru pemanasan Sayang” bisik Ethan sambil meloloskan celana dalam Donna. Ethan mengambil posisi berjongkok di depan Donna yang duduk di kursi, di tengah-tengah paha Donna yg dipentangkan lebar oleh Ethan. “Eh, lo mo ngapain Than?” tanya Donna agak jengah karena muka Ethan hanya sejengkal dari bibir mhemeknya. Ethan tidak menjawab, tapi langsung mengangkat paha Donna lebih tinggi sehingga pantat Donna agak tarangkat dan mhemek lebih terekspos. Ethan melihat dua gundukan putih yang montok tanpa jembi dengan penuh nafsu. Tanpa tedeng aling-aling Ethan langsung melumat bibir mhemek Donna dengan semangat. “Ethann.. gue belum pernah diginiin..” jerit kecil Donna, sambil berusaha menjauhkan kepala Ethan dari selangkangannya. Tapi, Ethan tetap berkeras. Malah lidahnya mulai menyelusup ke dalam mhemek yang sudah basah kuyup itu, sambil menggerakkan lidahnya naik turun dengan cepat. “Fuahhhhhh… ahhh..ahhh.. ouuuuhhhh..” lenguh Donna lebih heboh lagi, karena rasa gatal yang sudah sempat terpuaskan tadi, muncul kembali dengan lebih dahsyat. Rasanya ada yang berusaha hendak keluar dari mhemeknya dan rasa itu berkumpul, bergetar, mengirimkan gelombang kenikmatan ke sekujur tubuh Donna. Tangan Donna kini tidak lagi berusaha menjauhkan kepala Ethan, malah menekannya semakin erat ke selangkangannya. Sambil menjilati klitoris Donna yang makin menonjol, jari tengah Ethan juga aktif mengocok lubang mhemek Donna. Suara becek berkecipakan, ditingkahi oleh lenguhan Donna yang dibanjiri oleh sensasi birahi yang semakin memuncak. SLEP..SLEP..SLEP..” Auhh.. Auhhh.. Ekkhhhhh… Ehhhhhffffmmpppp…” Donna mendesah keenakan. Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan. Punggungnya semakin melengkung. Tidak sampai 5 menit, Donna sudah berkata “Than.. thann.. ehhmm.. gue mo kluar.. gue mo kluar..”kata Donna terbata-bata. Ethan cepat mengocok lubang mhemek yang smakin banjir. Dan…” OUUUHHHHHH….. HAAHHHHHHHHH…” jeritan orgasme Donna keluar seiring banjir cairan orgasmenya. Tidak ingin membiarkan Donna istirahat, ketika Donna mencapai orgasme, Ethan malah semakin kencang mengocok dan melumat klitori Donna. “AUUHHH… AHH.AHHH .. ETH..ETH..ANN…GUE GA KUATT…” rengek Donna yang dilanda gelombang orgasme 2 sekaligus… Pantat Donna sampai terangkat dan kelonjotan karena sensasi orgasme yang bertubi-tubi. Baru Ethan melepaskan rangsangannya. “Lebih enak lagi kan pas lo keluar yang kedua ini Don?” tanya Ethan sambil nyengir jail. Donna berusaha mengatur nafasnya yang memburu baru menjawab “Sialan lo Than.. Gue udah ga kuat, masih juga lo kocok-kocok vagina gue”. Ini bedanya Donna sama Dea &amp; Vani, walopun dipuncak nafsu, ga ada kata-kata vulgar yang keluar. Tapi harus dicek, goyangannya kalah ga sama mereka. “Tapi, lo demen kan. Ini pengalaman pertama lo capai orgasme seperti ini” balas Ethan. “Iya sih..” jawab Donna tersipu-sipu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ethan langsung melepaskan celananya dan celana dalamnya. Kontholnya yang sudah ngaceng dari tadi langsung mengacung tegak di hadapan Donna. Kedua tangan Ethan langsung mengangkan paha Donna lebar-lebar. Donna agak gelagepan “Eh..oh.. Lo mo ngelakuinnya di sini? Gue blow job aja ya Than” tawar Donna agak panik. Kalo urusan petting dan blowjob itu ok-lah, kalo urusan mhemeknya mau dipenetrasi konthol asing bukan milik cowoknya, itu beda lagi. Donna merasa belum siap. Apalagi melihat ukuran kontol Ethan yang jauh lebih besar dari konthol cowoknya. Tapi, Ethan nafsunya sudah diubun-ubun. Pantatnya semakin ditekan lagi ke arah selangkangan Donna. Walopun kedua tangan Donna berusah menahan gerakan pinggang Ethan, tapi tenaganya yang sudah terkuras orgasme-orgasme yang bertubi-tubi, tak mampu berbuat banyak. Sekejap saja, pal-kon Ethan sudah mencium bibir mhemek Donna, dan mulai menyeruak masuk. “Ethannnn… jangan dimasukinn..” erang Donna tanpa daya. Blesssh..! Palkon dan batang kontol Ethan masuk sebagian ke mhemek Donna yang sudah basah kuyup. Cairan peju dan pelumas Donna memudahkan batang konthol Ethan untuk melesak masuk. “Ummpppfff..” Donna agak tersedak karena sensasi benda asing yang sangat menyesaki dinding-dinding mhemeknya. “Busettt.. besar bangett.. Vagina gue penuh banget rasanya” erang Donna dalam hati. Konthol Ethan mulai bergerak keluar masuk dengan teratur. Semakin lama semakin cepat. Karena mhemek Donna sempit, banyak cairan peju Donna yang ikut keluar ketika Ethan menarik kontholnya. Itupun kontholnya baru masuk setengahnya. Ethan tidak mau memaksa langsung membenamkan seluruh batangnya, karena Ethan ingin Donna terbiasa dulu dan ikut menikmatinya (walopun Ethan setengah mati nahan nafsu untuk langsung membenamkan dan masuk RPM tinggi).</p>
<p style="text-align: justify;">Seiring semakin lancarnya gerak masuk-keluar konthol Ethan dalam mhemek Donna, semakin keras lenguhan birahi Donna terdengar. Kepalanya kembali menggeleng-geleng dengan heboh. Ethan langsung menancapkan penuh-penuh kontholnya dan dilanjutkan dengan kocokan gigi 4. “Hhh..Hhh.. Hhh.. sempit banget mhemek lo Don.. Konthol gue kaya diperet-peret. Lo jarang ngenthot ya?” ujar Ethan penuh birahi, ditambah pemandangan raut muka Donna yang diliputi nafsu dan goncangan kedua tokednya yang bergerak naik turun tidak karuan karena goyangan Ethan. Ucapan Ethan yang vulgar membuat sensasi gatal di sekujur selangkangan Donna semakin menghebat. “AHHHH.. AHHH… OUUHH..OUUGGHHHH…! Donna melenguh hebat ketika rasa gatal di mhemeknya digaruk-garuk kasar oleh konthol Ethan, sehingga meledak tanpa bisa dibendung. Orgasmenya kali ini lebih hebat dari yang sebelum-sebelumnya. Dengan masih membiarkan kontholnya di dalam mhemek Donna, Ethan mengangkat Donna dan dibaringkan di atas rumput. Dengan posisi yang lebih nyaman ini, Ethan semakin ganas mengocok dan mengobel-ngobel mhemek Donna. Gerakan naik turun pantatnya, diselingi gerakan memutar-mutar yang heboh, membuat Donna memasuki fase birahi yang lebih tinggi lagi. “AHHH.. AHH.. ENAK BANGET THAN.. ENAK BANGETT..!! jerit Donna penuh nafsu. Toked Donna yang mengkal sudah penuh bekas cupangan Ethan yang tidak bosan-bosannya mengerjai sepasang toked melon itu. Selama 10 menit, Donna mengalami dua orgasme lagi, yang dicapainya nyaris tanpa jeda karena Ethan tetap menggenjot dengan torsi tinggi ketika Donna keluar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Than.. than.. break bhentar..uhhmm. bentar aja” pinta Donna tersengal-sengal. Ethan menghentikan goyangannya, dan menarik keluar kontholnya. Donna memanfaatkan waktu itu untuk memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam. Kepalanya terasa ringan karena sensasi orgasme yang bertubi-tubi. Rasa bahagia dan nikmat masih meliputi seluruh tubuhnya, sehingga udara dingin malam tidak terasa. Tiba-tiba Donna merasa tubuhnya dimiringkan ke kanan dan kaki kirinya diangkat lebar-lebar. Membuka matanya, Donna melihat Ethan sedang berusaha memasukkan kontholnya dalam posisi menyamping. “Eh, lo masih pingin ya than. Jangan keras-keras ya Than” pinta Donna merajuk. Tapi, mana mungkin Ethan memenuhi permintaan seperti ini. Palkonnya sudah terasa semakin berdenyut-denyut dan semakin gatal ingin digaruk oleh mhemek sempit Donna. Tanpa tedeng aling-aling Ethan langsung membenamkan seluruh batang kontholnya “BLESSS..SLEPPP..” . “AUUHHH….” Pekik Donna kaget. Dalam posisi menyamping begini, konthol Ethan masuk lebih dalam dan lebih mudah menggesek-gesek g-spot Donna. Tangan kirinya pun lebih mudah meraih toked Donna. Sambil meremas toked Donna, Ethan menggerakkan pinggulnya maju-mundur dengan kecepatan tinggi. PLAK..PLAK.. PLAK.. SLEPPHH..SLEPPHH.. “Damn, mhemek lo kok makin sempit aja Don” maki Ethan keenakan. Donna sebenarnya sadar kenapa Ethan merasa mhemeknya semakin sempit. Itu karena aliran spema Ethan sudah berada di batangnya dan siap menyembur keluar. Berlawanan dengan akal sehatnya yang menyuruhnya mendorong Ethan menjauh dan melepaskan kontholnya, Donna malah semakin heboh melenguh dan bergoyang sedapatnya “YESS.. YESS… OUUUHHMMMMM..OUUHHHGGHHHH…”. Rasa gatal yang memuncak dan berkumpul di mhemeknya membuat Donna semakin histeris ingin cepat-cepat dipuaskan. Tiba-tiba Ethan meremas toked Donna kuat-kuat, dan menekan kuat-kuat kontholnya ke dalam mhemek Ethan, sambil melenguh puas konthol Ethan menyemburkan pejunya kuat-kuat “AOOUUUUHHH… HHHEEHHHHHH.. Enakknnyaa…”. Lenguhan Donna yang lebih keras lagi menandakan Donna mencapai klimaksnya. Semprotan peju dan tekanan kuat konthol Ethan menjebol dinding pertahanan Donna “OOOAAAHHH..HHAHHHHHHHH….Ahh..AHH..AHH..”. Donna kelonjotan selama beberapa saat sampai akhirnya tenang setelah badai orgasme berlalu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Gila lo Than. Baru kali ini gue ngalamin seks kaya gini. Ternyata nikmatnya luar biasa” bisik Donna lirih pada Ethan yang terlentang di sebelahnya. “Gue juga nikmatin banget Don. Ga nyangka lo jago goyangnya, dan mhemek lo peret banget. Blum pernah gue lemes kaya gini sehabis ngenthot (ini jelas boong)” balas Ethan. Mendengar itu, Donna agak bersemu merah “Gue harusnya bangga, gitu” balas Donna, yang maunya pedes tapi senyum malu-malunya menghapus kesan judesnya. “Untung sekarang bukan masa subur gue” rajuk Donna lagi. “Thanks ya sexy” kata Ethan lembut sambil mengecup bibir Donna. Donna tersenyum manissss sekali. “Sayang, lo udah punya cowok. Ga enak gue ganggu lo lagi setelah ini” tambah Ethan. Donna diam aja. Setelah bebenah dan bersih-bersih dikit, Ethan pamit pulang kepada bonyok Donna. Ketika berpisah di pagar depan, sambil mengecup ringan Donna, Ethan masih sempat meremas toked Donna sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Esoknya. Sehabis kuliah jam pertama, Ethan beranjak menuju kantin. Tiba-tiba HP nya berbunyi. Dea nelpon. “Ngapain ni Anak? Kurang puas kali sama Roy” pikir Ethan. “Halo, apaan De?” sapa Ethan. Suara Dea yang tinggi langsung terdengar “Hei, kupret. Lo apain si Donna kemaren hah?” damprat Dea. “Lah, emang napa? Gue ga apa-apain kok” jawab Ethan berusaha keliatan innocent. “Dia mutusin si Sinyo cowo-nya barusan”. “Hah?” jawab kaget Ethan. “ puji syukur. Kalo jodoh emang ga kemana ya” ucap Ethan dalam hati sambil membelai selangkangannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/bisa-ga-ya-gue-nidurin-donna-another-vani-sex-adventure/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ajakan Party Berbuah Threesome &#8211; Another Vani Sex Adventure</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/ajakan-party-berbuah-threesome-another-vani-sex-adventure/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/ajakan-party-berbuah-threesome-another-vani-sex-adventure/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 23:03:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Gangbang Rame Rame]]></category>
		<category><![CDATA[Orgy]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[birahi]]></category>
		<category><![CDATA[cuki]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[pantat]]></category>
		<category><![CDATA[threesome]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[vani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2662</guid>
		<description><![CDATA[Reff lagu The Club can&#8217;t Handle Me tiba-tiba mengalun ketika ada panggilan masuk di BB Vani. Nama shasha tampil dilayarnya. &#8220;Hai Shasha&#8221; sambut Vani dengan suaranya yang agak serak-serak basah. Sexy, menurut gue. Di ujung lainnya Shasha dengan hebohnya mulai nyerocos tentang suatu party di suatu apartemen salah satu temannya. &#8220;Ayo Van, lo ikut ya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Reff lagu The Club can&#8217;t Handle Me tiba-tiba mengalun ketika ada panggilan masuk di BB Vani. Nama shasha tampil dilayarnya. &#8220;Hai Shasha&#8221; sambut Vani dengan suaranya yang agak serak-serak basah. Sexy, menurut gue. Di ujung lainnya Shasha dengan hebohnya mulai nyerocos tentang suatu party di suatu apartemen salah satu temannya. &#8220;Ayo Van, lo ikut ya. Revo bawa temannya yang ga ada pasangan. Lo temenin aja, biar gue bisa bebas sama Revo&#8221; rajuk Sasha. &#8220;Wait.. wait.. Sapa lagi nih Revo? Cowo baru lagi?&#8221; tanya Vani. Vani hampir bisa menebak bahwa diujung sana Shasha nyengir nakal sambil menjawab &#8220;Gitu deh.. Lo mau ya?&#8221;. &#8220;Okay.. okay.. gue mau. Awas aja temennya ancur&#8221; ancam Vani. &#8220;It&#8217;s a date! Gw BBM lo nanti tentang jam berapa lo bakal dijemput&#8221; tuntas Shasha lalu memutuskan sambungan teleponnya. Dan Vani pun beranjak pulang ke kostnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani sedang berusaha mengancingkan bra-nya ketika terdengar ketukan di pintu kamarnya disusul teriakan suara Shasha yang agak cempreng &#8220;Vann&#8230; ini gue, Shasha&#8221;. Sambil membekap bra yang belum terkancing ke dadanya, Vani membuka kunci dan pintu kamarnya sebagian asal cukup buat Shasha untuk masuk. &#8220;Ahh.. untung lo udah beres dandan, hottie&#8221; ujar Shasha sambil mengecup ringan pipi Vani. &#8220;Bantu gue pake bra Sha, biar cepet nih&#8221; pinta Vani sambil memunggungi Shasha dan menghadap cermin. Shasha berdiri di belakang Vani dan kedua tangannya meraih kedua ujung kaitan bra Vani. Bukannya memasangkan, Shasha malah melepaskan bra tersebut dan kedua tangannya meraup kedua bongkahan daging yang menggunung di dada Vani. &#8220;Aihh&#8230;.&#8221; jerit Vani kaget. &#8220;Ihhh&#8230; gede amat sih toket lo Van&#8221; ujar Shasha iri dari balik punggung Vani. Dengan jahilnya jari jemari Shasha meremas-remas gundukan toket 36C (yeap, they HUGE!). &#8220;Aahh.. Udah dong Sha..&#8221; rajuk Vani agak sebel sambil melepaskan kedua tangan Shasha. &#8220;Iya.. iya.. gue cuma iseng doang. Habiss, gue iri banget liat toket lo. Jadi pengen gue sumpel silicon punya gue&#8221; rajuk Shasha sambil memasang kaitan bra Vani. &#8220;Eh, lo ga nuduh toket gue palsu kan? Ini asli dari pabrik bo&#8217;&#8221; ujar Vani agak sewot sambil memakai pakaiannya. Baby doll hitam berenda yang memperlihatkan bahunya tapi menutup rapat dadanya yang massive, dipadankan dengan mini skirt ketat warna putih dan stilleto hitam, Vani sudah siap untuk party malam ini. Shasha bertubuh langsing, pinggang ramping tapi mempunyai pinggul yang lebar dan pantat bulat yang menonjol bikin banyak cowok nafsu untuk meremasnya, memakai mini dress warna hitam yang sedikit menunjukkan belahan dada 34B-nya yang sekal.</p>
<p style="text-align: justify;">Shasha duduk di sebelah Revo, cowok cakep berumur sekitar 25an yang bertubuh tinggi ramping. Jelas kelihatan tajir dari mobil dan pakaiannya. &#8220;Pinter juga ni anak cari gebetan&#8221; batin Vani yang duduk di jok belakang mobil Revo. Di sebelah Vani adalah cowok yang katanya teman Revo yang butuh pasangan buat party malam ini. Begitu Vani menutup pintu, dengan ramahnya cowok ini mengulurkan tangannya untuk berkenalan. &#8220;Gue Ian&#8221; kata cowok itu. Vani menjabat tangan yang besar itu sambil meyebutkan namanya. &#8220;Gendut. Eh? Besar banget nih cowok&#8221; pikir Vani sambil menilai sekilas Ian yang duduk disebelahnya. Ian memang besar. Dengan tinggi 187 cm dan berat 90 kg, Ian terlihat seperti pegulat. Well, paling tidak itulah yang dipikirkan oleh Vani pertama kali. Dengan cepat suasana cair karena Ian ngocol juga anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan ke lokasi party hanya macet sebentar (tumben). Ramai juga. Free flow bir. Snack berlimpah. Shasha dan Vani langsung turun. Beberapa saat kemudian Ian datang menghampiri sambil menyodorkan sebotol bir untuk Van, yang langsung ditenggak sepertiganya oleh Vani. &#8220;Haus neng.. Apa doyan?&#8221; teriak Ian di dekat kuping Vani untuk mengatasi suara musik hip hop yang berdentam-dentam. Vani hanya tersenyum sambil terus bergoyang. Ian berusaha mengimbangi goyangan Vani, yang mengakibatkan beberapa orang nyaris terpental karena kesenggol tubuh besarnya. Tapi semua lagi happy, jadi no problem.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah beberapa botol bir dan 2 kali ke toilet, tiba Shasha menarik tangan Vani yang saat itu sedang dikerubungi 3 cowok yang berebut mengajaknya turun. &#8220;Eh, mau kemana Sha&#8221; tanya Vani agak bingung dan sebel karena sedang asyik memilih-milih cowok mana yang mau diajaknya turun dan bergoyang. &#8220;Kita pulang&#8221; kata Shasha. Tapi Vani tidak percaya begitu saja dengan kata &#8220;pulang&#8221; Shasha karena Vani melihat senyum nakal Shasha ketika mengatakannya. &#8220;Udah deh lo ikut aja&#8221; kata Shasha dengan tetap menyunggingkan senyum nakalnya.<br />
<span id="more-2662"></span><br />
&#8220;Shasha bilang mau lihat rumah gue&#8221; kata Revo di mobil ketika Vani menanyakan tujuan mereka. &#8220;Bagus juga. Kita bisa chill out dulu habis party barusan sebelum pulang&#8221; tambah Revo sambil membawa mobilnya berzig-zag menyalip beberapa mobil lainnya. &#8220;Ngeliat cara lo ngebut kaya gini, gue rasa lo ga pengen sekedar chill out sama Shasha deh&#8221; batin Vani nyinyir. Tapi Vani masih asyik saja. Karena Ian dengan serunya ngocol buat Vani &amp; Shasha hahahihi sepanjang perjalanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Mobil Revo memasuki perumahan di kawasan Kelapa Gading. Ternyata rumahnya besar juga untuk ukuran ditinggali sendirian oleh Revo. &#8220;Toilet mana Hun?&#8221; tanya Shasha manja. Revo menunjukkannya. &#8220;Gue ikut Sha&#8221; sahut Vani. Di dalam toilet, Vani dengan gemasnya meremas pantat sekal Shasha. &#8220;Hu uh.. Lo pasti udah horny ya&#8221;. &#8220;Aihh.. apaan sih lo Van&#8221; jerit Shasha sambil merengut manja. Sambil duduk di toilet, Shasha merajuk sama Vani &#8220;Bantu gue ya Van, temenin Ian ngobrol. Lo tau ndiri, hampir sebulan gue jomblo sebelum akhirnya jadian sama Revo tempo hari&#8221; ujar Shasha memelas. &#8220;Kering tau..&#8221; tambah Shasha dengan senyum nakalnya. &#8220;Ihh&#8230; slutty banget sih lo&#8221; balas Vani agak sebel tapi juga geli. &#8220;Setengaahh jam aja.. Lo temenin Ian. Habis itu kita pulang. Janji&#8221; kata Shasha sambil menaikkan kembali mini underwear-nya. &#8220;Ok deh&#8221; sahut Vani. &#8220;Ato lo pengen juga digenjot sama Ian&#8221; kerling Shasha jahil.&#8221;Ihh.. jangan sampe deh. Bisa gepeng gue&#8221; sahut Vani sewot.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kedua cewek sintal ini keluar dari toilet, ternyata Revo dan Ian sedang main billiard di tempat yang seharusnya ruangan keluarga. &#8220;Gue ikutt..&#8221; pinta Vani centil. Dengan agak cemberut, terpaksalah Shasha ikut juga. Dalam sekejap permainan tersebut menjadi berantakan karena Vani dan Shasha memang tidak bisa main billiard. Ketika sodokan Vani yang ketiga membuat bola putihnya terbang ke ujung ruangan, Shasha menimpalinya dengan nyinyir &#8220;Gimana ga kaco, lo kan biasanya disodok Van, bukan nyodok&#8221;. &#8220;Uu-uhh.. Apaan sih lo Sha&#8221; timpal Vani agak tersipu sambil beranjak mengambil bola putih dari tangan Ian. &#8220;Lo berdua terusin aja mainnya ya. Gue mo ngobrol bentar sama Shasha&#8221; kata Revo tiba-tiba sambil menarik tangan Shasha untuk ikut naik ke lantai dua dan mengerdip penuh arti ke Ian dan Vani. &#8220;Kan belum kelar maennya Hun&#8221; rajuk Shasha manja pura-pura keberatan ditarik pergi, padahal Vani yakin memek Shasha sudah menjerit-jerit minta disodok-sodok.</p>
<p style="text-align: justify;">Sepeninggal mereka berdua, Ian menatap Vani sambil cengar-cengir dan berkata &#8220;Baiknya lo gue ajarin dulu deh cara nyodoknya sebelum ada yang terluka&#8221;. &#8220;Emang gue seberbahaya itu?! Sebel&#8221; tukas Vani sambil menyubit pinggang Ian yang tebal. Tapi Vani tidak keberatan ketika Ian mengarahkan tangannya untuk memegang stick billiard dengan cara yang benar. &#8220;Biar lo bisa lihat arah bola putih dengan baik, lo harus nunduk Vani, paling bagus punggung lo jadi sejajar dengan tongkat. Kaki lebarin dikit biar seimbang&#8221; jelas Ian. Vani pun membungkuk, dan membungkuk lebih dalam lagi karena Ian menekan punggungnya sehingga dada Vani lebih mendekati meja lagi. &#8220;Gini bener An?&#8221; tanya Vani. Dua detik kemudian dengan agak kaget Ian baru menjawab &#8220;Eh iya, bener. Nah sekarang coba hit bola putihnya perlahan saja. Rasakan ujung stick lo hit ditempat ya lo mau. Hit tengah aja dulu.&#8221; jelas Ian panjang lebar. Vani tidak tau bahwa perhatian Ian sempat teralih sejenak tadi karena begitu Vani membungkuk, mini skirt-nya ikut terangkat dan Ian sekilas melihat dua bongkah pantat putih Vani dan segaris tipis linen merah ditengahnya. &#8220;Anjrit! Ni cewek pake tong. Buseet tadi sekilas gue liat pantatnya mulus dan montok banget&#8221; batin Ian gembira.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Yess.. bolanya lurus larinya&#8221; jerit Vani gembira. &#8220;Tapi pelan An&#8221; kata Vani sambil berbalik ke Ian yang otaknya masih dipenuhi pemandangan sekejap pantat Vani. &#8220;Oh iya, jelas pelan. Posisi tangan lo masih ga nyaman pas megang tongkatnya. Dan kaki lo kurang lebar, jadi posisi lo kurang kokoh&#8221; balas Ian yang otaknya bekerja keras untuk cari cara agak bisa melihat pemandangan indah itu lagi. Yang sebenaranya sangat gampang terjadi lagi karena rok Vani mini banget memperlihatkan sebagian besar paha putih mulusnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ayo gue bimbing lo&#8221; kata Ian sambil memegang kedua tangan Vani dan meletakkan di posisi stick billiard yang tepat. Vani membungkukkan badannya sejajar dengan meja, membuka kakinya lebih lebar. &#8220;Gini bener?&#8221; tanya Vani. &#8220;Bentar..&#8221; kata Ian sambil melangkah dari samping Vani ke belakangnya sehingga kali ini bisa melihat dengan jelas bagaimana setengah bongkah pantat Vani dan tong merah yang membelahnya dengan indah. &#8220;Uhh.. itu pasti gundukan memek Vani&#8221; batin Ian dengan penuh mesum sambil sedikit membungkukkan badannya. &#8220;Kaki lo lebarin dikit lagi Van. Pokoknya sampe lo ngerasa kokoh posisi lo&#8221; tambah Ian agak bergetar suaranya karena nafsu birahi mulai naik.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Gue bantu arahi tangan lo&#8221; kata Ian. Tanpa minta persetujuan Vani, Ian ikut membungkuk di atas tubuh Vani dan memegang stick di belakang tangan Vani, sedang satunya berlagak memperbaiki posisi tangan jari kiri Vani. &#8220;Awas gue ketindih badan lo ya. Gepeng nanti gue&#8221; kata Vani manja. Mendengar suara manja Vani yang agak serak-serak basah, Ian semakin mupeng saja. Apalagi selangkangannya hampir menempel di pantat Vani. Tapi, Ian jago juga &#8220;Tenang.. little brother.. tenang. Pelan-pelang aja majunya&#8221; ujar Ian dalam hati menenangkan nafsunya yang makin bergejolak dan menahan dirinya untuk tidak langsung menempelkan selangkangannya di pantat Vani (brother, ini sangat susah. Believe me). Dengan dipandu tangan Ian, Vani menyodok bola putihnya lagi. Kali ini karena dibantu power dan arahan Ian, bola putih melaju dengan lurus &amp; cukup kencang untuk hit bola sasarannya. Bunyi benturan bola membuat Vani tertawa puas.. &#8220;Yeahh&#8230; gue berhasill&#8221; jerit Vani senang sambil mengangkat kedua tangannya. Ian ikut terkekeh puas. &#8220;Ayo kita coba lagi An, pokoknya sampe gue bisa&#8221; ajak Vani yang disambut gembira oleh Ian.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani mencoba lagi dan lagi untuk menyodok sementara Ian berlagak membantu Vani memperbaiki poster shootingnya sambil mengambil kesempatan untuk membelai dan meremas pelan tubuh Vani. Yang Ian tidak sadari adalah, remasan Ian di pantat Vani untuk memintanya merendahkan sedikit, dan sentuhan agak lama di paha dalam Vani untuk memintanya melebarkan sedikit pahanya, mulai membuat memek cewek binal ini berkedut-kedut gatal. Jantung Vani mulai berdebar lebih keras dan nafasnya sedikit tersengal. Vani mulai horny. &#8220;Sialan, kok gue jadi horny gini sih&#8221; umpat Vani dalam hati. Vani melirik jam dan berkata dalam hati &#8220;Masih 20 menit lagi sampe si Shasha tuntas dientot Revo&#8221;. Bayangan bagaimana pantat sekal Shasha dipompa oleh Revo malah membuat memek Vani menjadi agak basah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Nah, kita coba lagi ya&#8221; suara Ian yang tiba-tiba menyentak Vani dari lamunan mesumnya. &#8220;Eh, iya. Ayo kita coba lagi&#8221; agak tergagap Vani menyahut. Kembali Vani mengambil posisi membungkuk. Dan Ian kembali Ian terkesiap melihat pemandangan tersebut. Ian sudah nyaris tidak tahan untuk menerjang pantat yang menonjol itu. &#8220;Lebarin kaki lo dikit lagi Van&#8221; kata Ian sambil memegang dan meremas kedua paha dalam Vani. Vani nyaris mendesah karena sentuhan tiba-tiba di bagian tubuhnya yang sensitif itu. Vani harus menggigit bibirnya ketika tangan Ian yang besar menekan dan meremas pantatnya untuk sedikit diturunkan. Kali ini Ian agak memanjakan tangan kanannya dan meremas-remas pantat Vani lebih lama dari seharusnya. &#8220;Sampe kapan tangan lo mo disitu?&#8221; damprat Vani pelan belagak galak. &#8220;Eh sorry Van. Salah pantat lo sih, manggil-manggil tangan gue&#8221; ngeles Ian. &#8220;Ih.. kok jadi salah pantat gue&#8221; balas Vani dengan senyum dikulum. &#8220;Ayo, arahin lagi tangan gue Ian&#8221; pinta Vani. Dengan bersemangat Ian menerima permintaan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ian kembali menempatkan tubuhnya diatas tubuh Vani, dan kedua tangannya memperbaiki posisi kedua tangan Vani. Bedanya kali ini Ian sudah tidak tahan lagi. Ian menempelkan selangkangannya ke gundukan pantat Vani. Vani agak terhenyak kaget ketika merasakan tonjolan kejantanan Ian yang menekan pantatnya. Vani sedikit bingung mau menyentak Ian agar menyingkirkan batangnya dari pantatnya, tapi tuntutan birahi di sekujur tubuhnya menginginkan agar Ian menekankan batangnya lebih dalam lagi. &#8220;Shit, gue ga tau ni cowok mau ngentotin gue apa ga&#8221; batin Vani gundah, karena saat Ian menekankan selangkangannya, Ian masih ngomong tentang posisi tangan Vani yang kurang tepat dalam megang stick billiardnya. Vani jelas tengsin kalau memulai duluan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedang Ian sendiri yang merasa tidak ada penolakan dari Vani ketika selangkangannya ditempelkan, dan Ian juga yakin Vani pasti merasakan tonjolan kontolnya menekan pantatnya, merasa mendapat lampu hijau. Sambil terus menyeracau tentang posisi tangan yang tepat untuk pegang stick, Ian mulai menggoyangkan pantatnya dan menekankan selangkangannya lebih keras lagi di pantat Vani. Beberapa saat digoyang seperti itu Vani hampir lepas kendali. Tapi akhirnya gengsinya menang. &#8220;Hei&#8230; enak lo ya goyangin pantat gue&#8221; damprat Vani. Agak tersipu Ian bangkit dari atas tubuh Vani &#8220;Sorry Van, kebablasan&#8221;. &#8220;Mau ngajarin beneran ga sih lo&#8221; tambah Vani digalak-galakin sambil berkacak pinggang menatap Ian. &#8220;Iya.. iya Van. Gue ajarin bener. Dimulai lagi ya&#8221; pinta Ian. &#8220;Huu.. yang bener ya kali ini&#8221; sungut Vani sambil kembali mengambil posisi membungkuk siap menyodok.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi kali ini Ian sudah tidak bisa menahan birahinya lebih lama lagi. &#8220;Sebodolah, udah ga tahan lagi gue&#8221; batin Ian penuh nafsu mesum. &#8220;Rendahin dikit lagi badan lo Van&#8221; kata Ian agak bergetar sambil tangan kirinya menekan punggung Vani agar lebih rendah. &#8220;Bener, segini?&#8221; tanya Vani tanpa prasangka. Sambil tetap menahan punggung Vani dengan tangan kiri, tangan kanan Ian menyasar pantat Vani lagi. &#8220;Rendahin sedikit lagi pantat lo Van&#8221; pinta Ian. Vani menuruti tekanan tangan Ian pada pantatnya untuk sedikit direndahkan. Tapi, beberapa detik kemudian Vani sadar bahwa tangan kanan Ian tidak berpindah dari pantatnya, bahkan mulai meremas-remasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Ehhhh&#8230; ngapain tuh tangan lo??&#8221; pekik Vani protes. Vani mau berdiri dari memarahi Ian lagi, tapi tangan besar Ian menahan punggunggnya semakin menempel pada meja billiard. &#8220;Ian.. jangan macam-macam lo yah!&#8221; ancam Vani tidak meyakinkan. &#8220;Bentar aja Van.. Gue nafsu banget liat bokong lo. Semok banget&#8221; ujar Ian dengan suaranya yang mulai serak karena birahi. &#8220;Gue mau lihat pantat lo ya Van&#8221; ujar Ian sambil langsung mengangkat mini skirt Vani sampai naik ke pinggang. &#8220;Aihh&#8230;. sialan lo&#8221; pekik Vani. Kaget, dan merasakan hembusan dingin AC menerpa kulit pantatnya yang nyaris tidak tertutupi karena menggungkan tong. Dengan gemas jemari Ian yang besar meremas bergiliran kedua bongkahan putih kenyal pantat Vani yang sedang menungging tak berdaya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani yang semula menjerit-jerit marah, kini sadar dia tidak bisa bergerak karena kalah kuat dengan tekanan tangan Ian, mulai memelas. &#8220;Pleasee.. Ian.. Jangan lakuin ini ke gue dong. Pleasee&#8221; rengek Vani. Tapi Ian sudah dikuasai nafsu birahi, malah semakin semangat meremas-remas pantat Vani. Bahkan kini jemarinya sesekali menyerempet gundukan di bawahnya. &#8220;Ian.. udah dong..&#8221; Vani masih merengek. Tiba-tiba Vani melenguh tanpa bisa ditahan &#8220;Houuhhh&#8230;&#8221; ketika dengan tiba-tiba jemari Ian meremas gundukan memeknya. &#8220;Ian.. ian.. ian&#8230; please stop it&#8221; agak tersengal dan kaget akibat rangsangan tiba-tiba pada bibir memeknya walau masih dari balik kain tongnya. &#8220;Hehehe.. gila, desahan lo betul-betul bikin gue tambah nafsu Van&#8221; kekeh mesum Ian yang semakin semangat meremas-remas gundukan bakpao Vani. Vani blingsatan mencoba melepaskan diri namun tiada hasil.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani masih berusaha mengangkat tubuhnya ketika tiba-tiba Vani merasakan ada benda asing memasuki tubuhnya. &#8220;Aihh.. Iann&#8230; ngapain loo&#8221; pekik Vani tak berdaya. Jemari Ian dengan mudahnya menyingkirkan secarik tipis tong yang memisahkan jari-jarinya dengan lubang kenikmatan Vani. Dengan sedikit memaksa, jari tengah Ian yang besar menyelusup ke jepitan bibir memek Vani yang montok sampai langsung 2 ruas. &#8220;Ohh.. lo belagak ga sudi, ternyata memek lo udah basah Van&#8221; kata Ian penuh kemenangan. &#8220;Ga.. ga.. gue ga mau Ian&#8230; jangan.. Ahhhh&#8230; ouuhhhh&#8230;&#8221; kata-kata Vani terpotong dengan desahannya yang tidak tertahankan karena jari tengah Ian digerakkan keluar masuk mengocok memek Vani yang sudah mulai basah. Vani berusaha menahan desahannya dengan menggigit bibir bawahnya, tapi tetap saja suara tersengalnya keluar dari tenggorakan karena Ian juga sudah membenamkan jari tulunjuknya ke dalam memek Vani dan berputar-putar, mengobel-ngobel memek lonte satu ini. &#8220;Hmmppfffh&#8230; hmpfffh&#8230; Haaahhhh&#8230;. Iannnn&#8221; desah Vani yang matanya merem melek karena kenikmatan dilanda nafsu birahi yang akhirnya mulai mendapat pemuasnya. Dengan gemasnya Ian menggigit-gigit bongkahan pantat Vani sambil terus mengerjai lubang memek Vani dengan kedua jarinya, sampai pantat Vani mengejang-ngejang menahan ectassy kenikmatan yang melandanya. &#8220;Kalo lo mo keluar, lo harus bilang Vani keluar&#8221; perintah Ian, ketika melihat Vani mulai mengejang-ngejang. Dan benar, setengah menit kemudian jemari Ian merasa diremas-remas oleh dinding memek Vani, dan lenguhan Vani terdengar &#8220;Vhaannii kkheluuarrr&#8230;.hhhaahhhh&#8230;&#8221;. Mengejang-ngejang sedikit Vani, lalu Vani mulai membuka matanya dan menatap Ian &#8220;Sialan lo&#8221; maki Vani pelan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua jari Ian masih di dalam memek Vani, ketika Ian bertanya &#8220;Lalu bagaimana sekarang?&#8221;. Dengan masih tertelungkup di atas meja billiar, agak malu-malu dan memerah mukanya, Vani berkata pelan dan agak mendesah &#8220;Please sekali lagi&#8221;. Dengan senang hati Ian memenuhi request ini. Kedua jarinya dihujamkan dalam-dalam ke memek Vani, yang membuat Vani memekik kaget &#8220;Aiiihhh&#8230;&#8221;. Tapi kocokan dan diselingi gesekan intens di g-spot Vani membuat gelombang birahi kembali melanda Vani. Rasa gatal disekeliling memeknya menggila lagi dan menuntut untuk digaruk, digesek, dan dikocok dengan cepat. Bunyi kecipakan memek Vani yang banjir, ditingkahi oleh desahan dan lenguhan Vani yang keras membuat nafsu Ian semakin diubun-ubun. &#8220;Busetttt nih cewek hot banget&#8230; &#8221; batin Ian gembira. Tangan kiri Ian tidak lagi perlu menahan punggung Vani. Kini tangan kirinya sibuk meremas-remas toket Vani. &#8220;Hahhh&#8230; hahhhh&#8230; shhhhhhh&#8230; ya.. ya&#8230; kaya gitu.. kaya gitu&#8230; ouuhhh..&#8221; ceracau Vani tidak karuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ian sudah tidak tahan lagi. Sambil terus tangan kanannya mengocok memek Vani yang banjir habis sampai tetesan cairan pelumasnya membasahi paha Vani dan jemari Ian, tangan kirinya sibuk melepaskan gesper dan risluiting celananya. Tidak sampai 3 menit dari orgasme pertamanya, Vani merasakan gatal di memeknya semakin memuncak, mengumpul di ujung klitorisnya. Semakin dikocok, rasa gatal tersebut semakin terasa menyiksa, menuntut untuk digesek lebih cepat lagi. Akhirnya rasa gatal itu meledak dan menyemburkan arus kenikmatan dari selangkangannya ke seluruh kujur tubuhnya. &#8220;Ooaaahhhhh&#8230;&#8230;hhhaahhhh hhh kellluarrrr&#8230;. Vani kheeluuuarrr&#8230;&#8221; pekik Vani dengan mata yang membeliak dan tubuh bergetar-getar mengejang penuh kenikmatan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;hah.. hah.. hah..&#8221; Vani memejamkan mata sambil berusaha mengatur nafasnya yang memburu setelah terpaan orgasme yang kedua. Tubuhnya tertelungkup lemas di atas meja billiard dan kakinya mangangkang menapak tidak kokoh di lantai. Ian sudah berhasil mengeluarkan kontolnya yang sepanjang 16 cm tapi gemuk kokoh dari balik risluitingnya. Ian tidak menurunkan celananya, hanya mengeluarkan kontolnya dari dalam celah risluitingnya. Pelan-pelan Ian memelorotkan tong Vani. Vani yang masih di awang-awang sensasi kenikmatan, tanpa sadar menurut saja ketika kaki kirinya diangkat untuk meloloskan tongnya. Tong merah Vani kini hanya tergulung tidak rapi di pergelangan kaki kanannya. Memek tembem Vani yang halus tanpa jembi, terkespos jelas. Bibir memeknya yang merah basah sudah agak terbuka akibat serangan pertama dari Ian, seperti siap menyambut serbuan berikutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ian sedikit menarik pinggul Vani agar lebih menungging dan memposisikan memek Vani tepat di depan kontolnya yang sudah ereksi penuh. Vani baru sadar bahwa Ian siap memprenetasinya ketika merasakan ada desakan benda tumpul besar yang menyibak bibir memeknya. Vani berusaha membalik, tapi lagi-lagi tangan besar Ian mencegah hal itu. Sambil berusaha melirik ke belakang, Vani bertanya agak panik &#8220;Eh.. lo mo ngapain Ian? Kita sudahan kan?&#8221; Tanpa memperdulikan keberatan Vani, Ian semakin menekan pinggulnya dan berusaha membenamkan kontol tebalnya ke belahan memek Vani. Karena dinding-dinding memek Vani sudah basah kuyup, kepala kontol Ian relatif mudah menerobos masuk. &#8220;Iaaaannn&#8230; Jangan masukin.. jangan masukin&#8230;. &#8221; teriak Vani makin panik. Vani berusaha bangkit dengan menggoyangkan tubuhnya. Tapi efeknya malah sebaliknya. Akibat goyangan tubuh dan pinggulnya, batang kontol Ian mendapat momentum untuk melesak makin dalam. Diiringi gerungan, Ian menekan dalam-dalam pinggulnya &#8220;Hhrrrrrhmmm&#8230;.&#8221;. Dengan indahnya memek temben Vani menelah utuh-utuh kontol Ian.</p>
<p style="text-align: justify;">Mata Vani mendelik kaget dan tanpa sadar lenguhan keluar dari bibir sexynya ketika dinding-dinding memeknya merasakan benda asing yang tebal menyesaki liang senggamanya. &#8220;Hoouuuhhhhh&#8230;.&#8221; lenguh Vani diiringi getar tubuhnya. &#8220;Hah.. hah.. please jangan entot gue Ian&#8221; suara Vani agak bergetar ketika memohon Ian. Bergetar karena bingung memutuskan apakah harus mempertahankan gengsinya tidak mau disetubuhi oleh cowok yang baru dikenalnya 2 jam yang lalu, ataukan menuruti desakan birahi dari selangkangannya yang bergetar keenakan karena disesaki batang tebal kontol yang berurat. &#8220;Hoh.. hoh.. sorry Van.. Memek lo memohon kontol gue biar dientot sampe puas hehe&#8221; kekeh Ian disela nafasnya yang memburu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil tetap menahan punggung Vani, Ian mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur. Ditarik perlahan, kemudian dilesakkan lagi dalam-dalam. Tarik perlahan-lahan lagi, lalau dibenamkan lagi sampai mentok. Vani merasakan setiap inci dinding-dinding memeknya gesekan perlahan dari kontol Ian yang keluar masuk. Ini membuatnya gila. &#8220;Hiaan&#8230;hiaann&#8230; lo ngentotin gue&#8230; hah..hah.. gue kok dientot&#8230;hmmpppfffffhhh..&#8221; ceracau Vani yang makin kebingungan dan blingsatan karena nafsu birahinya naik lagi tanpa bisa ditahan. Ian semakin bernafsu begitu sadar Vani ikut menikmati persetubuhan ini. Memeknya makin banjir, membuat suara berkecipakan ketika dikocok. Ian mempercepat tempo genjotannya. &#8220;huhh..huuhhh..huhhh.. rasain nih.. rasainn&#8230; enakk kan..&#8221; gerung Ian penuh nafsu menggenjot memek Vani sambil meremas-remas pantat putihnya. Vani yang sudah kepalang tanggung melenguh-lenguh kenikmatan sambil menggoyang-goyang pinggulnya berusaha mengimbangi Ian &#8220;Ouhh..ouhhh.. Hhahhhh&#8230; hahhh&#8230; iya.. iya&#8230; entot terus gue.. entott gueeee&#8230;&#8221; lenguh Vani binal.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Woaa&#8230; lagi pada asyik rupanya&#8221; tiba-tiba ada suara cowok lain di ruangan tersebut. Kedua insan lain jenis itu reflek menghentikannya kegiatannya dan menoleh ke arah asal suara. Di pintu, Boris berdiri sambil menyengir penuh maksud (yang ga tau Boris, please baca petualangan Vani di cerita &#8220;Peju Siapa Iniiiii&#8230;&#8221;). Baru saja Vani mau bersuara, suara Ian terdengar lebih dulu &#8220;Woe, Bor, tau aja kita lagi disini&#8221; sapa Ian kasual. &#8220;Eh, lo kenal Boris&#8221; tanya Vani kaget dari posisi tertelungkupnya. &#8220;Yoi. Dia temen gue SMA&#8221; sahut Ian sambil mulai menggenjot Vani lagi. Vani yang masih panik karena ke-gap lagi ngentot, jadi blingsatan. &#8220;Eh.. eh.. stop.. stop dulu Ian&#8221; pinta Vani panik. Jelas panik, karena Boris sohib kental Albert pacar Vani. Kalau Boris ngember ke Albert, hilanglah cowok ganteng bin tajir itu dari tangan Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Iann&#8230; gue bilang stop dulu&#8221; pekik Vani. Tapi Ian tidak peduli dan tetap menggenjot memek Vani semakin semangat. &#8220;Tenang Van, Boris ga akan ikutan sekarang. Gue jamin&#8221; kata Ian meyakinkan. &#8220;Bor, lo duduk manis aja ya disitu. Nonton aja. Jangan macem2&#8243; kata Ian ke Boris. &#8220;Iya.. iya.. tenang aja..&#8221; balas Boris nyengir sambil menarik kursi untuk bisa melihat lebih jelas live bokep Ian vs Vani. &#8220;Tapi.. tapi&#8230;&#8221; ucapan Vani langsung dipotong Ian &#8220;Kalau lo masih protes aja, Boris gue ajak join loh&#8221; ancam Ian. Vani langsung bungkam.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi bungkam Vani tidak berlangsung lama. Gocekan kontol Ian membuat birahinya melambung lagi. &#8220;Sebodo ah sama Boris nonton. Habis ini gue langsung cabut sama Shasha. Ouhhhhh&#8230; tebel banget kontolnya. Enaknya makk..&#8221; batin Vani. &#8220;Gaahhh&#8230; ngahhh.. hahhhhh&#8230; shhhhhh&#8230;.&#8221; desahan Vani memenuhi ruangan lagi. Boris nyengir bahagia melihat cewek idamannya kelonjotan penuh kenikmatan di depan matanya. Tangannya reflek membelai-belai selangkangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak sampai 5 menit digenjot, Vani mulai merasakan bahwa desakan orgasme mulai menyodok-nyodok. Lenguhan dan teriakan Vani mulai semakin tidak terkendali seperti halnya goyangan pinggulnya. &#8220;Ouhh.. ouhh.. Ya.. Ya.. Cepetin.. cepetin&#8230; Kocok makin cepat.. Ayoo.. hahh.. hahhhh&#8230;&#8221; ceracau Vani yang sudah diambang klimaksnya. Ian menanggapi request Vani dengan semakin cepat memompa lubang kawin Vani. Akhirnya, &#8220;Hiaaahhhhh&#8230;. Ouughhhhhh&#8230;. Shhhhhhhhh&#8230;&#8221; lenguh orgasme Vani membahana lagi. &#8220;Lo ga bilang keluar Van&#8221; perintah Ian. &#8220;Hiya&#8230; hiyaa.. Vhan&#8230; Vhani klluarrr.. hah.. hah..&#8221; desah Vani.</p>
<p style="text-align: justify;">Ian yang belum orgasme, mengangkat tubuh Vani yang masih lemas karena orgasme yang terakhir. Membopongnya dan merebahkannya ke sofa besar. Vani pasrah saja melihat Ian melucuti kemeja dan celananya, dan berdiri telanjang bulat dengan kontol gemuk masih tegak mengacung, berkilatan basah karena cairan cinta memek Vani. &#8220;Buka baju lo Van&#8221; perintah Ian. Vani langsung menyanggupinya. Ketika Vani mengangkat baby dollnya keluar dari kepalanya, toket Vani yang disangga bra merah langsung menyedot perhatian Ian. Dengan mata membeliak, Ian memandang dua bongkah melon putih dalam kemasan bra merah yang menggemaskan. &#8220;Buka BeHa lo. Cepet!&#8221; perintah Ian penuh nafsu. Tanpa diperintah dua kali, tangan Vani langsung bergerak ke belakang pungggungnya melepas kait bra-nya. Belum lagi Vani meloloskan branya dari tangannya, kedua tangan Ian yang besar sudah menyergap kedua bongkah daging kenyal itu. &#8220;Ahhhhhh&#8230;!!!&#8221; Vani menjerit kaget karena tidak menduga Ian akan menyergapnya seperti itu. Ian tidak ambil peduli, kedua tangannya yang besar masih tidak cukup untuk menutupi gunungan toket 36C milik Vani. Dengan penuh nafsu jemari Ian meremas, menekan, memilin kedua toket Vani. Lalu dengan rakusnya mulut Ian menelan dan melumat puting Vani. &#8220;UUhhhhhh&#8230;.. hhhhmmpfffff&#8230;&#8221; Vani mendesah kesakitan sekaligus keenakan. Toketnya, terutama putingnya, adalah salah satu titik tersensitif tubuhnya. Reaksinya nyaris instan. Bibir memeknya mulai berkedut-kedut gatal lagi meminta dipuaskan. &#8220;Ajrit! Besar banget toket lo Van&#8221; puji Ian penuh nafsu.</p>
<p style="text-align: justify;">Tangan Vani dituntun oleh nafsu primitif birahinya mencari batang kenikmatan diselangkangan Ian. Ketika jemarinya menemukan benda tumpul yang dicarinya, langsung dituntunnya kejantanan Ian tersebut ke bibir memeknya yang sudah merekah. Ian yang merasakan genggaman hangat tangan Vani, langsung paham maksud Vani dan menggerakkan pinggulnya maju sehingga kontolnya menempel di bibir memek Vani. Dengan satu sentakan keras, batang daging yang gemuk itu langsung amblas dan menyipratkan cairan pelumas Vani keluar. &#8220;AAGHHHH..&#8221; jerit Vani tanpa sadar karena desakan tiba-tiba pada lubang kawinnya. Tanpa buang waktu lagi Ian langsung menggenjot Vani dalam torsi tinggi. Slepp&#8230; sleppp.. sleppp&#8230; kecipakan bunyi kocokan terdengar lagi. Mata Vani membeliak dan putih matanya lebih dominan, karena berbagai rangsangan yang diterima tubuhnya. G-spot dan dinding-dinding memeknya tergesek-gesek dengan instan oleh kontol Ian yang berurat. Toketnya diremas-remas, diunyel-unyel penuh nafsu. Ditambah lagi sedotan-sedotan di puting dan jilatan-jilatan lidah kasar Ian di sepanjang leher Vani. &#8220;HHaaaahhh&#8230; Hahhhh&#8230; Ouugggghhh&#8230;.Gillaaa&#8230;.Enakk kk..&#8221; lenguh Vani penuh birahi. &#8220;Hoohh.. hohh.. rasain nih bitch.. rasainnn&#8230;&#8221; tanggap Ian tak kalah nafsunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani merangkulkan kedua kakinya dibalik punggung Ian dan tangannya memeluk Ian kuat-kuat, ketika ia merasa bahwa rasa gatal yang memabukkan semakin merajalela di selangkangannya. Ian juga sudah tidak kuat lagi menahan ledakan laharnya. Pada saat Ian merasa aliran pejunya sudah mulai mengaliri batang kontolnya dan kepala kontolnya semakin gatal minta digaruk makin cepat, Vani juga merasakan batang kontol Ian mengembang dalam memeknya. &#8220;Ohhh.. dia mau keluar.. dia mau keluarr&#8230; ga boleh di dalam.. ga boleh di dalam..&#8221; batin Vani panik. Tapi apa kata otak berbanding terbalik dengan reaksi tubuh yang sedang dimabuk birahi. Kaki-kaki Vani malah semakin erat merangkul Ian yang sudah tidak dapat menahan orgasmenya. Diiringi lenguhan keras Ian yang menjambak rambut Vani dan membenamkan kontolnya dalam-dalam, kontol Ian menyemprotkan pejunya kuat-kuat ke dalam liang senggama Vani sampai berlelehan keluar. &#8220;HUAAHHHHHH&#8230;. Hahhhh&#8230; Hahhhhh&#8230;&#8221; gerung Ian penuh kepuasan sampai tubuhnya mengejang-ngejang.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama beberapa saat Ian masih menindih Vani menikmati sisa terpaan gelombang orgasmenya. &#8220;Thanks ya Van&#8221; bisik Ian sambil melumat bibir sensual Vani. Pelan-pelan Ian mencabut kontolnya yang mulai mengecil. Membawa banjir peju keluar membasahi bibir memek Vani dan mengalir turun. Lalu Ian beranjak mengambil tissue dan membersihkan kontolnya. Ditawarkannya tissue tersebut ke Vani yang masih tergeletak mengangkang di sofa dengan lelehan sperma di sekujur selangkangannya. Vani menerimanya tanpa banyak bicara. Pelan-pelang dibasuhnya sperma Ian dari selangkangannya. &#8220;Sialan, gue kentang banget. Belum keluar, dia sudah nyemprot duluan&#8221; runtuk Vani dalam hati. Hei, ternyata lonte satu ini tadi belum klimaks, makanya jadi BeTe.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba-tiba ada seseorang duduk di sebelah Vani dan berkata &#8220;Sini gue bantu bersihin pake tissue basah&#8221;. Vani sontak kaget dengan Boris yang sudah bugil tiba-tiba sudah duduk menempel di sebelahnya dan berusahan menjulurkan tangannya ke arah selangkangannya. &#8220;Ehhh&#8230; mau ngapain lo&#8221; bentak Vani sewot menyingkirkan tangan Boris sambil berusaha bangkit. Tapi, tangan Boris dengan cepat merangkul Vani lagi untuk terhenyak di sofa, sambil berbisik &#8220;Apa lo mau gue laporin Albert lo ngentot sama orang lain? Gue rekam di HaPe gue aksi lo barusan&#8221;. Vani terpaku sesaat dan menoleh memandang Boris &#8220;Bangsat lo Bor. Berani-beraninya lo.. hmmppff..&#8221; makian Vani terpotong karena Boris menyapukan tissue basah ke bibir memeknya. Tangan Vani reflek berusaha menyingkirkan tangan Boris dari selangkangannya, tapi langsung terhenti hanya sampai memegangnya karena langsung sadar posisinya. Vani masih tidak mau kehilangan Albert.</p>
<p style="text-align: justify;">Paham Vani sudah ditangannya, Boris semakin berani dengan memasukkan kedua jarinya dengan kasar ke memek Vani. Vani melenguh tertahan ketika memeknya merasakan benda asing lagi menerobosnya. Jemari Boris dengan ahlinya mengocok dan mengobel-ngobel memek Vani. Bibir tebal Boris langsung melumat dengan rakus bibir Vani, membuat Vani terengah-engah karena serangan mendadak ini. Tidak perlu lama untuk membuat Vani ON lagi, karena statusnya memang sedang dipuncak birahi tanggung yang tidak terpuaskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Puas melumat bibir Vani, Boris menjelajahi pipi, leher dan menuju toket Vani dengan bibirnya. Jemari Boris menghentikan aktivitasnya di area selangkangan Vani, dan mulai menjamah bongkahan melon putih yang kenyal milik Vani. Boris mengambil posisi di atas Vani dengan kedua tangan meremas-remas tidak beraturan toket Vani. Matanya membelalak tidak percaya bahwa akhirnya dia bisa menjamah toket biadab Vani. &#8220;Toket lo memang perfect Van. Dosa kalo lo cuma ijinkan Albert yang menjamahnya&#8221; puji Boris. Ketika jemari Boris mulai memilin-milih dan menjepit puting Vani, bibir sensual Vani mulai mengeluarkan desahan erotis. &#8220;Sshhhh&#8230; ahhhhh.. pleaseee.. jangan keras-keras Bor&#8230; ahhhhh..&#8221; rintih Vani yang mulai dilanda birahi lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Boris sudah tidak tahan lagi, maka diangkatnya pantat Vani dan diarahkan ke kontolnya yang memang tidak sebesar milik Ian, tapi standarlah. Ketika kontol hitam berurat Boris terbenam ke dalam memek Vani, lagi-lagi pekikan Vani terdengar &#8220;Aiiihhhhh&#8230;.&#8221;. Tapi langsung disusul lenguhan kenikmatannya &#8220;Nggahhhh.. ngahhhhh&#8230; ouuuuhhh&#8230; iya.. that&#8217;s right&#8230; ayo truuss&#8230;&#8221;. Sambil menahan pinggul Vani yang menggelinjang dengan binalnya, Boris memaju-mundurkan pantatnya dengan penuh semangat. Menghajar memek Vani dari posisi atas, membuat Boris dengan bebas melihat bagaimana toket besar Vani bergerak-gerak liar karena goncangan. Kedua tangan Boris mencengkram kuat-kuat kedua bongkah daging tersebut dan semakin mempercepat kocokannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak sampai 5 menit orgasme Vani meledak dan membanjiri memeknya dengan cairan cintanya. &#8220;NGAhhhHhhhhhh&#8230;. Houuuuuhhhhh&#8230; Vanniii kluarrrr&#8230;&#8221; pekik Vani melampiaskan kenikmatan yang melandanya seluruh organ tubuhnya. Pinggul Vani mengelinjang-gelinjang selama beberapa saat sampai terpaan gelombang klimaksnya mengendur. &#8220;Hahh.. hahh.. hah&#8230;enak banget.. enak banget.. akhirnya sampe juga&#8221; desah Vani sambil menyapu keringat dari wajahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Van, nungging&#8221; tiba-tiba suara Boris terdengar. Dan Vani pun baru sadar bahwa masih ada benda keras yang mengganjal dalam memeknya. &#8220;Eh, kok dia masih kuat? Kata Renny biasanya ga sampe 5 menit si Boris udah keluar&#8221; batin Vani keheranan. Yang Vani tidak tau adalah, ketika Boris sampai di rumah Revo, dia sudah nelen 1 butir Viagra sebelumnya. Karena Revo bilang ada party sama cewek-cewek di rumahnya. Tidak disangka rejeki nomplok, ceweknya adalah Vani. Jadi, sekarang dengan perkasanya kontol Boris masih tegak berdiri dan menghajar Vani lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Vani digenjot Boris dengan doggie style. Melenguh-lenguh kenikmatan. Kedua bongkah toketnya mengayun-ayun bebas akibat goncangan dan benturan paha Boris pada pantat Vani. Dan Vanipun semakin blingsatan ketika tangan Boris meraih toketnya dan meremas-remasnya kuat-kuat. Ian duduk diseberang ruangan, minum bir sambil menikmati persenggamaan mereka berdua. Doggie style membuat g-spot Vani dihajar kontol Boris secara intens. Tanpa ampun, gelombang gatal yang nikmat itu menyeruak lagi. Menggila dan menggetarkan semua kelenjar di area memek dan selangkangan Vani. Meluas ke perut, ke toketnya, ke ujung-ujung putingnya dan sampai ke ujung jemari kakinya. Ledakan orgasme yang ke-empat ini betul-betul dahsyat sampai membuat Vani mencengkram jok sofa kuat-kuat dan menggerung puas &#8220;OUUUUUGGHHHHHHHH&#8230;. Gahhhhhhhh&#8230;&#8230; Gillllllaaaaaaaaa&#8230;. Gue kluaarrrrrrr&#8230;&#8221;. &#8220;HAhhh.. hahhhh&#8230; hhhahh&#8230; stoppp.. stopp bentar borr&#8230;. gue ga kuatt&#8230;&#8221; rengek Vani minta si Boris menghentikan genjotannya. Si Boris sebenarnya sudah mau keluar, tapi dituruti juga mau si Vani. Boris mengecup-kecup pundak dan punggung Vani. Kontolnya masih di dalam memek vani, tapi tidak dikocoknya. Ditunggunya Vani sampai tenang sedikit dari nafas yang tersengal-sengal karena terpaan orgasme.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, menyaksikan orgasme Vani yang dahsyat, Ian horny lagi. Kontolnya ngaceng lagi. &#8220;Bor, bawa Vani ke kamar aja. Kita garap bareng&#8221; ujar Ian sambil membopong tubuh Vani. Boris sebenarnya ingin menikmati tubuh Vani sendirian, tapi dia takut sama Ian. Ketika dibopong Vani berbisik &#8220;Gue haus nih&#8221;. &#8220;Bor, ambilin minum gih buat vani&#8221; perintah Ian. Boris kembali dengan sebotol kecil bir dingin yang langsung ditenggak habis oleh Vani. Bir dingin yang mengaliri tenggorakannya menyegarkan Vani, dan membuatnya sadar bahwa dia sekarang bugil di atas ranjang dan dikelilingi oleh dua cowok besar bugil dengan kontol yang sudah mengacung tegak siap dihujamkan ke tubuhnya. Vani jadi agak jiper. Bagaimanapun dia sudah agak lemas dihajar 5 orgasme berturut-turut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/ajakan-party-berbuah-threesome-another-vani-sex-adventure/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Tante Stella</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-tante-stella/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-tante-stella/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 02:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Tante Girang]]></category>
		<category><![CDATA[gigolo]]></category>
		<category><![CDATA[mandi]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante stella]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2646</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini adalah kisah nyata, berlangsung ketika saya kuliah di suatu kota ternama di Jawa tengah sekitar tahun 1992. Sebagai mahasiswa pendatang, saya hidup sederhana, karena memang kiriman dari orangtua yang bekerja sebagai tentara terkadang kurang untuk memenuhi kebutuhan saya. Menurut teman-teman, saya termasuk pria simpatik, dengan kemampuan berpikir cemerlang, biasanya saya dipanggil Rudy. Kurang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cerita ini adalah kisah nyata, berlangsung ketika saya kuliah di suatu kota ternama di Jawa tengah sekitar tahun 1992. Sebagai mahasiswa pendatang, saya hidup sederhana, karena memang kiriman dari orangtua yang bekerja sebagai tentara terkadang kurang untuk memenuhi kebutuhan saya. Menurut teman-teman, saya termasuk pria simpatik, dengan kemampuan berpikir cemerlang, biasanya saya dipanggil Rudy.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurang dari 6 bulan saya belajar di kota ini, cukup banyak tawaran dari beberapa teman untuk memberikan les privat matematika dan IPA bagi adik-adik mereka yang masih duduk di sekolah lanjutan. Keberuntungan datang bertubi-tubi, bahkan tawaran datang dari bunga kampus kami, sebut saja Indah untuk memberikan les privat bagi adiknya yang masih duduk di kelas 2 SLTP swasta ternama di kota dimana saya kuliah.</p>
<p style="text-align: justify;">Keluarga Indah adalah keluarga yang sangat harmonis, ayahnya bekerja sebagai kepala kantor perwakilan (Kakanwil) salah satu departemen, berumur kurang lebih 46 tahun, sementara itu ibunya, biasa saya panggil Tante Stella, adalah ibu rumah tangga yang sangat memperhatikan keluarganya. Konon kabarnya Tante Stella adalah mantan ratu kecantikan di kota kelahirannya, dan hal ini amat saya percayai karena kecantikan dan bentuk tubuhnya yang masih sangat menarik diusianya yang ke 36 ini. Adik Indah murid saya bernama Noni, amat manja pada orangtuanya, karena Tante Stella selalu membiasakan memenuhi segala permintaannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam satu minggu, saya harus memberikan perlajaran tambahan 3 kali buat Nona, walaupun sudah saya tawarkan bahwa waktu pertemuan tersebut dapat dikurangi, karena sebenarnya Nona cukup cerdas, hanya sedikit malas belajar. Tetapi Tante Stella malah menyarankan untuk memberikan pelajaran lebih dari yang sudah disepakati dari awalnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap saya selesai mengajar, Tante Stella selalu menunggu saya untuk membicarakan perkembangan anaknya, tekadang ekor matanya saya tangkap menyelidik bentuk badan saya yang agak bidang menurutnya. Melewati satu bulan saya mengajar Noni, hubungan saya dengan Tante Stella semakin akrab.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu ketika, kira-kira bulan ketiga saya mengajar Noni, saya datang seperti biasanya jam 16:00 sore. Saya mendapati rumah Bapak Gatot sepi tidak seperti biasanya, hanya tukang kebun yang ada. Karena sudah menjadi kewajiban, saya berinisiatif menunggu Noni, minimal selama waktu saya mengajar. Kurang lebih 45 menit menunggu, Tante Stella datang dengan wajah cerah sambil mengatakan bahwa Noni sedang menghadiri pesta ulang tahun salah seorang temannya, sehingga hari itu saya tidak perlu mengajar. Tetapi Tante Stella tetap minta saya menunggu, karena ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Tante Stella memanggil untuk masuk ke dalam rumahnya, alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Stella telah memakai baju yang sangat seksi. Yah, memang badannya cukup seksi, karena walaupun sudah mulai berumur, Tante Stella masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam “BL” seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut saya mempunyai tinggi sekitar 168 cm, dan berat sekitar 48 kg, ditambah ukuran payudaranya kira-kira 36B.</p>
<p style="text-align: justify;">Mula-mula saya tidak menaruh curiga sama sekali, pembicaraan hanya berkisar masalah perkembangan pendidikan Noni. Tetapi lama kelamaan sejalan dengan cairnya situasi, Tante Stella mulai bercerita tentang kesepiannya di atas ranjang. Terus terang saya mulai bingung mengimbangi pembicaraan ini, saya hanya terdiam, sambil berhayal entah kamana.<br />
“Rud, kamu lugu sekali yah..?” tanya Tante Stella.<br />
“Agh.. Tante bisa aja deh, emang biar nggak lugu harus gimana..?” jawab saya.<br />
“Yah.. lebih dewasa Dong..!” tegasnya.<br />
Lalu, tiba-tiba tangan Tante Stella sudah memegang tangan saya duluan, dan tentu saja saya kaget setengah mati.</p>
<p style="text-align: justify;">“Rud.. mau kan tolongin Tante..?” tanya si Tante dengan manja.<br />
“Loh.. tolongin apalagi nih Tante..?” jawab saya.<br />
“Tolong puaskan Tante, Tante kesepian nih..!” jawab si Tante.<br />
Astaga, betapa kagetnya saya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Stella yang memiliki rambut sebahu. Saya benar-benar tidak membayangkan kalau ibu bunga kampus saya, bahkan ibu murid saya sendiri yang meminta seperti itu. Memang tidak pernah ada keinginan untuk “bercinta” dengan Tante Stella ini, karena selama ini saya menganggap dia sebagai seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab.<br />
“Wah.. saya harus memuaskan Tante dengan apa dong..?” tanya saya sambil bercanda.<br />
“Yah.. kamu pikir sendirilah, kan kamu sudah dewasa kan..?” jawabnya.<br />
<span id="more-2646"></span><br />
Lalu akhirnya saya terbawa nafsu setan juga, dan mulai memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas-remas payudaranya yang masih montok itu. Tante Stella juga tidak mau kalah, dia langsung meremas-remas alat kelaminku dengan keras. Mungkin karena selama ini tidak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat besar ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua bercumbu, Tante Stella menarik saya ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya, dia langsung melucuti semua baju saya, pertama-tama dia melepas kemeja saya sambil menciumi dada saya. Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya, sampailah pada bagian celana. Betapa nafsunya dia ingin melepaskan celana Levi’s saya. Dan akhirnya dia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Wah.. Rud, gede juga nih punya kamu..” kata si Tante sambil bercanda.<br />
“Masa sih Tante..? Perasaan biasa-biasa saja deh..!” jawab saya.<br />
Dalam keadaan saya berdiri dan Tante Stella yang sudah jongkok di depan saya, dia langsung menurunkan celana dalam saya dan dengan cepatnya dia memasukkan batang kemaluan saya ke dalam mulutnya. Aghh, nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini saya merasakan oral seks. Setelah dia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian saya mulai memberanikan diri untuk bereaksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang gantian saya yang ingin memuaskan si Tante. Saya membuka bajunya dan kemudian saya melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba-tiba libido seks saya menjadi semakin besar. Saya langsung menciumi payudaranya sambil meremas-remas, sementara itu Tante Stella terlihat senangnya bukan main. Lalu saya membuka BH hitamnya, dan mulailah saya menggigit-gigit putingnya yang sudah mengeras.<br />
“Oghh.. saya merindukan suasana seperti ini Rud..!” desahnya.<br />
“Tante, saya belum pernah gituan loh, tolong ajarin saya yah..?” kata saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena saya sudah bernafsu sekali, akhirnya saya mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian saya membuka celana dalamnya yang berwarna hitam. Terlihat jelas klitoris-nya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basah sekali di antara bulu-bulu halusnya. Lalu saya mulai menjilat-jilat kemaluan si Tante dengan pelan-pelan.<br />
“Ogh.. Rud, pintar sekali yah kamu merangsang Tante..” dengan suara yang mendesah.<br />
Tidak terasa, tahu-tahu rambutku dijambaknya dan tiba-tiba tubuh Tante mengejang dan saya merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata dia orgasme! Memang berbau aneh sih, karena berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apa pun tentunya sudah tidak menjadi masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinya saya rasakan, dan nikmatnya benar-benar luar biasa. Mulut Tante menjilati kemaluan saya yang sudah mulai basah dan begitupun mulut saya yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Stella sekarang meminta saya untuk memasukkan batang kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya.<br />
“Rud.. ayoo Dong, sekarang masukin yah, Tante sudah tidak tahan nih..!” pinta si Tante.<br />
“Wah.. saya takut kalo Tante hamil gimana..?” tanya saya.<br />
“Nggak usah takut deh, Tante minum obat kok, pokoknya kamu tenang-tenang aja deh..!” sambil berusaha meyakinkan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Benar-benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya saya nekad memasukkan kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya. Oghh, nikmatnya.. Setelah akhirnya masuk, saya melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan.<br />
“Ahh.. dorong terus Dong Rud..!” pinta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali.<br />
Mendengar desahannya, saya menjadi semakin nafsu, dan saya mulai mendorong dengan kencang dan cepat. Sementara itu tangan saya asyik meremas-remas payudaranya, sampai tiba-tiba tubuh Tante Stella mengejang kembali. Astaga, ternyata dia orgasme yang kedua kalinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kemudian kami berganti posisi, saya di bawah dan dia di atas saya. Posisi ini adalah idaman saya kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan saya ini memang tidak salah, benar-benar saya merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, tangan saya tetap sibuk meremas payudaranya lagi.<br />
“Oh.. oh.. nikmat sekali Rudy..!” teriak si Tante.<br />
“Tante.. saya kayaknya sudah mau keluar nih..!” kata saya.<br />
“Sabar yah Rud.. tunggu sebentar lagi, Tante juga udah mau keluar lagi nih..!” jawab si Tante.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya saya tidak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani saya di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante.<br />
“Arghh..!” teriak Tante Stella.<br />
Tante Stella kemudian mencakar pundak saya, sementara saya memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot-otot kemaluannya benar-benar meremas batang kemaluan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu kami berdua letih, tanpa disadari kami telah sejam bersenggama, saya akhirnya bangun. Saya memakai baju saya kembali dan menuju ke ruang keluarga. Ketika melihat Tante Stella dalam keadaan telanjang menuju ke dapur, mungkin dia sudah biasa seperti itu, entah kenapa, tiba-tiba sekarang giliran saya yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang. Tanpa bekata-kata, saya langsung memeluk Tante Stella dari belakang, dan mulai lagi meremas-remas payudaranya dan pantatnya yang montok serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk saya dengan erat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya..?” kataya sambil tertawa kecil.<br />
“Agh.. Tante bisa aja deh..!” jawab saya sambil menciumi bibirnya kembali.<br />
Karena sudah terlalu nafsu, saya mengajaknya untuk sekali lagi bersenggama, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Stella, kali ini saya langsung membuka celana dan baju saya kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di ruang keluarga. Karena keadaan tempat kurang nyaman, maka kami hanya melakukannya dengan gaya dogie style.</p>
<p style="text-align: justify;">“Um.. dorong lebih keras lagi dong Rud..!” desahnya.<br />
Semakin nafsu saja saya mendengar desahannya yang menurut saya sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokan saya kepada si Tante, sementara itu tangan saya menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat saya jangkau.<br />
“Rud.. mandi yuk..!” pintanya.<br />
“Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin saya yah..?” jawab saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya duduk di atas closed, dan kemudian saya menarik Tante Stella untuk menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.<br />
“Hm.. nikmat sekali jilatanmu Rud.. agghh..!” desahnya.<br />
“Rud.. kamu sering-sering ke sini Rud..!” katanya dengan nafas memburu.<br />
Setelah puas menjilatinya, saya angkat Tante Stella agar duduk di atas saya, dan batang kemaluan saya kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya. Kali ini rasa nikmatnya lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat saya akhirnya “KO” kembali. Saya mengeluarkan air mani ke dalam lubang kemaluannya. Tante Stella kemudian menjilati kemaluan saya yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah selesai mandi, saya pamit pulang karena baru tersadar bahwa perbuatan saya amat berbahaya bila diketahui oleh Bapak Gatot, Indah teman sekampus saya, apalagi Noni murid saya itu. Sampai sekarang kami masih sering bertemu dan melakukan persetubuhan, tetapi tidak pernah lagi di rumah, Tante memesan kamar hotel berbintang dan kami bertemu di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Selepas pengalaman itu, saya menjadi lebih berani pada wanita, dan menikmati persetubuhan dengan beberapa wanita setengah baya yang kesepian dan butuh pertolongan tanpa dibayar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/nikmatnya-tante-stella/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembantu Mesum</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/pembantu-mesum/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/pembantu-mesum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 08:10:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[kontol gede]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[pembokat]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2618</guid>
		<description><![CDATA[Buset dah nih pembokat nafsu amat sama majikannya sampai mau aja disuruh pose merangsang memperlihatkan memeknya&#8230; Mungkin gara-gara majikannya ganteng? ah gak juga tapi karena majikannya punya kontol gede dan panjang makanya dia nafsu hahaha.. selamat menikmati jangan dibuat bacol! (bahan coli)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Buset dah nih pembokat nafsu amat sama majikannya sampai mau aja disuruh pose merangsang memperlihatkan memeknya&#8230; Mungkin gara-gara majikannya ganteng? ah gak juga tapi karena majikannya punya kontol gede dan panjang makanya dia nafsu hahaha.. selamat menikmati jangan dibuat bacol! (bahan coli) <img src='http://www.ceritasex.cn/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2619" title="pembantu-mesum-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-1-300x259.jpg" alt="" width="300" height="259" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2620" title="pembantu-mesum-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-2-300x266.jpg" alt="" width="300" height="266" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2621" title="pembantu-mesum-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-3-300x227.jpg" alt="" width="300" height="227" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2622" title="pembantu-mesum-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-4-300x216.jpg" alt="" width="300" height="216" /></a></p>
<p><span id="more-2618"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2623" title="pembantu-mesum-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-5-300x190.jpg" alt="" width="300" height="190" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2624" title="pembantu-mesum-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-6-300x191.jpg" alt="" width="300" height="191" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2625" title="pembantu-mesum-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/pembantu-mesum-7-300x210.jpg" alt="" width="300" height="210" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/pembantu-mesum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amoy HyperSex</title>
		<link>http://www.ceritasex.cn/amoy-hypersex/</link>
		<comments>http://www.ceritasex.cn/amoy-hypersex/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 07:33:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cerita Sex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amoy]]></category>
		<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[abg]]></category>
		<category><![CDATA[amoy]]></category>
		<category><![CDATA[dildo]]></category>
		<category><![CDATA[hot]]></category>
		<category><![CDATA[hypersex]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu sex]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[orgasme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritasex.cn/?p=2565</guid>
		<description><![CDATA[Wehh gila nih amoy nafsu sex nya tinggi banget sampe akhirnya main sendiri pake dildo sampe memeknya orgasme wuihhh! selamat menikmati deh fotonya&#8230; ini amoy emang bikin kepengen doang, mukanya mesum banget kepengen dientot, kalau ketemu langsung aja di perkosa hehehe BAGIAN I BAGIAN II]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Wehh gila nih amoy nafsu sex nya tinggi banget sampe akhirnya main sendiri pake dildo sampe memeknya orgasme wuihhh! selamat menikmati deh fotonya&#8230; ini amoy emang bikin kepengen doang, mukanya mesum banget kepengen dientot, kalau ketemu langsung aja di perkosa hehehe</p>
<p style="text-align: justify;">BAGIAN I</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2566" title="amoy-hypersex-1" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-1-220x300.jpg" alt="" width="220" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2567" title="amoy-hypersex-2" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-2-300x217.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2568" title="amoy-hypersex-3" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-3-300x217.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2569" title="amoy-hypersex-4" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-4-300x219.jpg" alt="" width="300" height="219" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2570" title="amoy-hypersex-5" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-5-300x221.jpg" alt="" width="300" height="221" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">BAGIAN II</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2571" title="amoy-hypersex-6" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-6-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p><span id="more-2565"></span></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-7.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2572" title="amoy-hypersex-7" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-7-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-8.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2573" title="amoy-hypersex-8" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-8-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-9.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2574" title="amoy-hypersex-9" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-9-229x300.jpg" alt="" width="229" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-10.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2575" title="amoy-hypersex-10" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-10-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-11.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2576" title="amoy-hypersex-11" src="http://www.ceritasex.cn/wp-content/uploads/2011/07/amoy-hypersex-11-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritasex.cn/amoy-hypersex/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

